UMKM NTB Membangun Jaringan Bisnis Ke Amerika Serikat

Kurator asal New York, Jennifer Isaacson mengakui perajin IKM di NTB memiliki potensi yang mumpuni untuk berkompetisi di pasar Amerika

MATARAM.lombokournal.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat bekerjasama dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York menyelenggarakan pelatihan Pengerajin atau UKM di NTB.

Pelatihan bertujuan untuk mengasah kemampuan memasarkan produk dan membangun jaringan bisnis, untuk mengikuti pameran dagang dan kriya terbesar di Amerika Serikat,  (24/02/2020) di Hotel Lombok Raya Mataram.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah, hadir membuka kegiatan tersebut berharap, pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas SDM  pengrajin UMKM, untuk membidik pangsa pasar di benua Amerika Serikat.

Disamping itu, pemasaran produk yang dihasilkan oleh pengrajin UMKM juga mampu bersaing di pasar Internasional, dengan kulaitas yang berkelas internasional pula.

Pengrajin UMKM harus dapat memanfaatkan perkembagan IT sebagai media untuk publikasi produk dan memasrkan produk.

“Manfaatkan pasar online yang sedang diminati oleh konsumen dunia, agar cepat dan mudah mereka melihat produk yang dipasrkan,” pesan pria asli Sumbawa ini.

Pelatihan ini juga merupakan proses seleksi (kurasi) peserta untuk pameran dagang dan kriya tersebar di Amerika Serikat, yakni New York NOW (NYNOW) tahun 2020.

Pameran kriya dan dagang terbesar di AS ini  menghadirkan lebih dari 2.500 peserta pameran dan mendatangkan lebih dari 25.000 buyers dari seluruh dunia.

“Peserta terpilih sepulangnya dari New York, harus bisa memberikan perubahan sosial dan perubahan ekonomi bagi daerah,” pesan Gubernur Zulkieflimansyah.

Kadis Koperasi NTB, H. Lalu Saswadi, mengungkapkan Pelatihan ini sendiri diikuti oleh 40 peserta yang telah diseleksi oleh Dinas Koperasi UKM (Diskop) NTB, bersama Dinas Perdagangan, Dinas Perindustrian, Dinas Pariwisata, dan Bank Indonesia.

Jenis komoditi yang akan dipasarkan sendiri berupa ,tenun, mutiara, ketak, dan batok kelapa, yang mana merupakan produk kerajinan tangan/homemade yang ramah lingkungan.

“Kerajinan Homemade yang ramah lingkungan memiliki pasar tersendiri di dunia. Dan kita optimis produk kita dapat bersaing,” jelas Lalu Saswandi.

Terkait kuota  peserta yang akan mewakili NTB di New York NOW, Lalu Saswadi mengaku tak bisa memastikan karena hal tersebut merupakan pilihan langsung kurotor KJRI.

“Nantinya acara ini tak hanya memilih UKM yang akan mewakili NTB di pasar Amerika tetapi UKM yang tidak terpilih pun akan terus dilatih oleh KJRI,” tambahnya.

Kurator asal New York, Jennifer Isaacson mengakui perajin IKM di NTB memiliki potensi yang mumpuni untuk berkompetisi di pasar Amerika.

Tahun 2020 ini, merupakan tahun pertama pihaknya bekerja sama dengan Pemprov NTB.

“Saya berharap dalam seleksi ini dapat dipilih beberapa produk yang merepresentasikan NTB di Amerika Serikat,” tandasnya.

AYA/HmsNTB




Tenun NTB, Ramaikan MUFFEST 2020

“Tenun NTB juga memiliki motif unik yang selalu mengangkat budaya setempat berbeda. Misalnya saja, tenun Sukarare Lombok, Tenun Sasambo, Sandikala hingga Tebe Nggoli di Bima”

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;  Tenun NTB ikut di ajang Festival busana berskala nasional seperti MUFFEST, sangat efektif dan menjadi bukti bahwa kain tenun NTB memiliki daya tarik tersendiri di kalangan pelaku fashion.

Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan itu pada acara Muslim Fashion Festival (MUFFEST) 2020, di Hall Cendrawasih Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta (23/02/2020).

Hj Niken

Menurut Hj Niken, Tenun NTB mampu bersaing di kancah nasional.

Karena itu, pihaknya kini terus menggencarkan pemberdayaan serta pengembangan produk tenun bagi para pengerajin di NTB. Apalagi, di tahun 2025 Indonesia akan ditargetkan menjadi kiblat fashion muslim dunia.

“Kami sudah mempersiapkan diri dengan memberi pelatihan kepada para pengerajin tenun, penjahit, desainer dan pemilik modal, sebagai langkah pemasalan tenun NTB ready to wear menuju pusat fashion muslim dunia”, tegasnya.

Istri gubernur Dr.Zulkieflimansyah itu berharap, agar para desainer lokal maupun nasional mulai memperhatikan tenun tradisional, serta menjadikannya sebagai busana siap pakai di keseharian.

Kain tenun ke depan  harus mampu ditampilkan dalam wujud busana muslim bergaya ready to wear dengan gaya yang elegan dan kekinian.

“Brand mode tenun NTB sedang kami rencanakan bersama desainer, agar nantinya bisa digunakan oleh semua lapisan masyarakat dengan nyaman,” katanya.

Desainer kawakan,  Irna Mutiara, mengaku memilih tenun NTB sebagai bahan baku busananya ke ajang muslim Fashion Festival kali ini, karena kekhasan yang dimilikinya.

“Mengapa saya ambil tenun NTB? Karena materialnya sangat, tebal, nyaman untuk busana ready to wear, dengan model busana muslim. Tenun NTB juga memiliki motif unik yang selalu mengangkat budaya setempat berbeda. Misalnya saja, tenun Sukarare Lombok, Tenun Sasambo, Sandikala hingga Tebe Nggoli di Bima,” terang Irna.

Pada ajang Muffest ini, Irna mengangkat tema Mandalika yang disesuaikan dengan tema utama Suisteneble.

Sisa rajutan kain dari para penenun lokal, digunakan kembali untuk dirancangnya sebagai selendang, manset jilbab hingga sarung tangan.

“Busana muslim ready to wear ini simple namun elegant, didominasi warna-warna pastel, dusty pink, hijau mint dan putih bercorak unik variatif,” ungkap perempuan bercadar itu.

Pada ajang Muslim Fashion Festival 2020, selain rancangan karya Irna Mutiara berbahan dasar kain Tenun NTB juga  menampilkan rancangan dari 117 desainer kenamaan Indonesia lainnya, seperti Ivan Gunawan, Itang Yunasz, serta Hannie Hananto.

Rabuang@ Kominfotik




Wakil Presiden Kepincut Keindahan Mandalika

 Di bawah bukit bertuliskan Pantai Mandalika, Wapres dan istri menyempatkan diri berfoto dan melambaikan tangan kepada awak media

LOTENG.lombokjournal.com — Wakil Presiden RI, Prof. Dr. (HC), KH. Ma’ruf Amin dan istri, Hj. Wury Estu Handayani saat mengunjungi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, kawasan yang akan menjadi lokasi perhelatan MotoGP 2021, kepincut keindahan kawasan super prioritas itu, Kamis (20/02/2020).

Saat mengunjungi Pantai Kuta itu, Wapres didampingi Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, Anggota FKPD dan Jajaran ITDC, Wakil Presiden berjalan-jalan sekaligus meninjau kawasan yang diresmikan Presiden Ir. H. Jokowi Widodo tahun 2018 itu.

Peninjauan itu merupakan salah satu agenda Wapres pada kunjungan kerjanya di NTB selama dua hari.

Tiba di pantai itu sekitar pukul 06.30 Wita, Wapres diajak Gubernur untuk berjalan-jalan sambil menikmati udara segara.

Sambil sesekali mendengar cerita Gubernur tentang Mandalika, terlihat Wapres, yang juga Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat itu, mengarahkan pandangannya ke pantai serta sejumlah spot andalan Mandalika.

Di bawah bukit bertuliskan Pantai Mandalika, Wapres dan istri menyempatkan diri berfoto dan melambaikan tangan kepada awak media.

Gubernur mengajak Wapres untuk berfoto bersama di Selfie Spot yang juga tertulis The Mandalika.

Wapres dan rombongan diajak untuk meninjau toilet yang didesain sesuai standar hotel.

Wapres mengatakan, toilet itu sesuai syariah dan kemanusiaan pengunjung. Sehingga, wisatawan muslimah dapat berganti pakaian dengan aman dan nyaman di kamar tersebut.

Setalah itu, Wapres dan rombongan menuju gedung evakuasi yang sudah lama dibangun oleh ITDC.

Bangunan tersebut dipersiapkan, selain untuk titik menikmati keindahan pantai di atas gedung, juga dimanfaatkan untuk evakuasi bagi para pengunjung.

“Wapres Ma’ruf Amin meminta agar pohon dapat ditambah,” tutur Direktur ITDC, Abdulbar M. Mansoer yang menceritakan harapan Wapres saat meninjau kawasan tersebut.

Abdulbar menyampaikan capaian pembangunan sirkuit MotoGP 2021, yang masih melakukan pembangunan terhadap sirkuit itu.

Diperkirakan akhir tahun 2020 ini seluruh pembangunan sirkuit akan rampung.

Terkait aspal yang dipergunakan pada lintasan itu, ia mengatakan akan bekerjasama dengan pihak negara lain.

Karena, standar aspal yang dipergunakan untuk balapan MotoGP berbeda dengan aspal jalan biasa.

AYA/HmsNTB

 




Safari Subuh, Gubernur Ajak Pemuda Lombok Tengah Jadi Pengusaha

“Kedatangan beliau ke sini untuk menghidupkan sholat subuh di masyarakat, untuk menghidupkan salat berjamaah di tengah-tengah masyarakat dan untuk menyemarakkan ibadah”

LOTENG.lombokjournalcom – Para pemuda disarankan tidak menaruh harapan besar menjadi pegawai negeri sipil, lebih baik jadi pengusaha, yang akan memberikan banyak kontribusi kepada masyarakat.

“Jadi pengusaha bisa membantu guru honorer bisa membantu masyarakat ini bisa membantu seluruh masyarakat yang tidak mampu,” ungkap Gubernur saat Safari Subuh di Masjid Nurul Iman, Mispalah, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (20/02/2020).

Untuk membantu para pemuda jadi pengusaha, jajaran Bank NTB diminta melakukan pembinaan serta modal. Sehingga, mencetak 1000 wirausahawan baru bisa terwujud.

Selain itu, Bang Zul menyampaikan bahwa menyapa masyarakat hingga dusun dan desa merupakan komitmennya sejak awal, bahkan sebelum menjabat pimpinan tertinggi di NTB.

“Mudah-mudahan kedatangan kami di tempat ini adalah keberkahan di masa yang akan datang. Mendatangi masyarakat, mendatangi pondok mendatangi desa dan dusun sebagaimana kami ungkapkan di berbagai kesempatan, merupakan kebutuhan bukan lagi kewajiban,” jelas Bang Zul di hadapan ratusan jamaah yang antusias menyambut nya.

Bang Zul menambahkan, merupakan kemewahan hadir menyapa masyarakat, mulai dari ujung timur sampai dengan ujung barat NTB.

Permintaan masyarakat, kata Gubernur, bukan uang, bukan fasilitas yang berlimpah.

“Permintaan mereka cuman satu, kalau Bang Zul dan Umi Rohmi menjadi pemimpin baru di NTB kebiasaan mendatang kami di Dusun dan desa tetap dilakukan,” tuturnya.

Bang Zul juga menyampaikan, hal yang dapat mengantarkan seseorang pada kebahagiaan dan ketenangan dalam hidup.

Pertama adalah kelapangan untuk belajar memaafkan kesalahan orang lain. Kedua, mampu menikmati dan mensyukuri segala yang sudah ada dalam hidup.

Takmir Masjid Nurul Iman, TGH. Tohir mengatakan, Gubernur NTB bukan hanya pemimpin daerah. Namun juga pemimpin umat yang dirindukan. Bukan hanya imam dalam pemerintahan, namun juga imam dalam shalat berjamaah.

“Kedatangan beliau ke sini untuk menghidupkan sholat subuh di masyarakat, untuk menghidupkan salat berjamaah di tengah-tengah masyarakat dan untuk menyemarakkan ibadah,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa lingkungan Misfalah, masyarakatnya rata-rata pengusaha mikro.

Sehingga, Ia meminta gubernur untuk memberikan dukungan terhadap tumbuhnya usaha usaha tersebut. Sehingga akan tercipta 1000 wirausahawan baru.

AYA/HmsNTB




Dialog Kreatif Meyambut Festival Pesona Bau Nyale Di KEK Mandalika

“Hari ini kita melaksanakan dialog kreatif yang menyatukan ide-ide dan gagasan yang bisa membantu dan mendukung kegiatan persiapan daerah kami dalam menyongsong event internasional”

LOTENG.lombokjournal.com – Festival Pesona Bau Nyale yang hanya ada di Lombok, merupakan event yang dibanggakan NTB.

Bau Nyale merupakan sebuah peristiwa dan tradisi yang sangat melegenda, dan mempunyai nilai sakral yang tinggi bagi Suku Sasak

Ketua TP-PKK Provinsi NTB yang juga selaku Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengatakan itu dalam sambutannya dalam dialog kreatif terkait  Perayaan Bau Nyale, di KEK Mandalika, Lombok Tengah hari Rabu (12/02/20) sore.

Perayaan Bau Nyale berkaitan erat dengan cerita rakyat yang berkembang di daerah Lombok Tengah bagian selatan.  Bau Nyale sendiri diadakan sejak tanggal 8-15 Februari 2020.

“Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami masyarakat Lombok Tengah dan Nusa Tenggara Barat yang juga menjadi kebanggaan nasional,” jelas Hj. Niken.

NTB yang kaya akan tradisi memiliki tiga suku besar yaitu Sasak, Samawa, Mbojo. Keanekaragaman budaya dan kearifan lokal yang kaya, berpotensi menjadi salah satu pengembangan ekonomi kreatif dan mendukung pariwisata.

“Semua memiliki kekhasan dan keindahan masing-masing yang kami banggakan. NTB memiliki kekayaan dan potensi yang jauh lebih beragam,” tutur Hj. Niken.

Selain budaya, NTB memiliki keindahan alam yang luar biasa indah. Kuta Mandalika adalah salah satu dari destinasi super prioritas.  tahun 2021 akan menjadi Tuan Rumah MotoGP yang pertama kali di Indonesia.

“Untuk itu, pada hari ini kita melaksanakan dialog kreatif yang menyatukan ide-ide dan gagasan yang bisa membantu dan mendukung kegiatan persiapan daerah kami dalam menyongsong event internasional ini,” kata Hj Niken.

Staff Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, Infrastruktur dan Pembangunan, Drs. H. L. M. Syafi’i menyampaikan pesan tertulis dari Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Dikatakan, pelaksanaan MotoGP 2021 masyarakat NTB patut berbangga karena, kegiatan ini membuka peluang besar untuk mengembangkan potensi perekonomian masyarakat NTB.

“Pembangunan infrastruktur, pelaksanaan MotoGP 2021 telah dimulai dan terus disempurnakan keluarga besar ITDC. PR pemerintah adalah pengembangan kualitas dan kesiapan SDM di tempat ini,” jelasnya.

Peran budaya sangat kuat, begitu pula dengan tersedianya fasilitas menunjang untuk kegiatan tersebut tidak kalah penting untuk dipersiapkan.

“Saya sangat berharap stakeholder yang membidangi ekonomi kreatif, bersinergi dengan Pemerintah Provinsi untuk bekerja keras memantau perkembangan industri kreatif untuk menunjang kegiatan akbar MotoGP 2021,” ungkap Syafi’i.

Potensi tenun

Setelah membuka acara Dialog Kreatif dan Mandalika Fashion,  Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah melanjutkan sebagai nara sumber dalam dialog tersebut.

Nara sumber lain, Achris Sarwani Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, dan Parawijaya, Operation Head Mandalika, serta Wignyo Rahadi salah satu Tim Ahli Dekranas yang juga desainer nasional melanjutkan dengan Dialog Kreatif.

Dalam dialog kreatif tersebut, Hj. Niken menyampaikan,  Dekranasda Provinsi NTB akan terus mengkoordinir dan menyiapkan para penenun yang ada di seluruh NTB untuk menggali potensi dari para penenun yang sangat luar biasa.

“Minggu lalu kami dari Kabupaten Bima dan Kota Bima, disana sangat banyak desa-desa yang ibu-ibunya bekerja sebagai penenun dan coraknya sangat indah dan banyak. Mereka dengan gembira menyambut ide-ide bahwa NTB akan menjadi salah satu pusat industri tenun nasional,” tutur Hj. Niken.

Melanjutkan pemaparannya, untuk menjadi sebuah industri tentunya saja tidak hanya untuk para penenun, penjahit, desainer, dan model juga diperlukan untuk bersinergi untuk menghasilkan karya yang sangat indah.

“Untuk itu, kerjasama baik dengan para desainer dan Bank Indonesia yang full support mendukung kami untuk menyediakan dan melatih penjahit, desainer dan model-modelnya,” jelas Hj. Niken.

Di akhir, dengan adanya hal tersebut tentu saja kerjasama dengan pemangku kepentingan yang lain seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh NTB yang memiliki jurusan desain seperti tekstil maupun tata busana. Hj. Niken berharap agar generasi muda terlibat  aktif dalam kegiatan ini.

“Tentu saja kita di Provinsi akan terus mengupayakan hal ini bisa juga terdengar gaungnya di tingkat nasional dengan aktif seperti event-event dan menyelenggarakan kegiatan mempromosikan hal ini,” jelasnya.

Ketua Dekranas yang diwakili oleh Endang Budikarya selaku pengurus Dekranas, mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus mengembangkan kerajinan karya budaya dan kearifan lokal NTB untuk terus ditularkan kepada generasi milenial.

Agar tanpa henti untuk mengembangkan karya budaya NTB dan karya budaya Indonesia.

“Kita boleh menuju industri 4.0, namun karya budaya Indonesia akan tetap dan terus melekat dalam setiap insan bangsa Indonesia. Era teknologi adalah sahabat bangsa, melalui genggaman tangan tiada batas pengembangan budaya kita,” jelasnya.

Dialog kreatif ini juga dihadiri oleh Kedutaan Besar Venezuela, Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB, Operation Head Mandalika, Ketua Dekranasda se-NTB, dan beberapa desainer ternama NTB.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan Dialog Kreatif dan Fashion show karya desainer NTB.

Rangkaian Festival Pesona Bau Nyale 2020 kali ini dipusatkan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.

Beberapa rangkaian kegiatannya seperti, Photo Contes, Peresean, Kampung Kuliner, Dialog Kreatif dan Mandalika Fashion, Mandalika Fashion Carnival dan Malam Puncak Pemilihan Putri Mandalika serta hiburan rakyat.

Mesin pertumbuhan

Respon positif juga disampaikan oleh Achris Sarwani selaku Kepala Bank Indonesia Perwakilan NTB. Menurutnya, keberadaan Bank Indonesia di setiap Provinsi sangat konsen dengan komoditas unggulan untuk menjadi mesin pertumbuhan di daerah tersebut. Ia melanjutkan bahwa jika berbicara tentang NTB artinya berbicara terkait pariwisata dan kekayaan budayanya.

“Kita tahu, kalau hanya kain tenun nilainya terbatas. Agar nilai tambahnya tinggi, kita harus bisa meningkatkan nilai jual yang lebih besar bagi seluruh masyarakat NTB,” jelasnya.

Untuk meningkatkan kesejahteraannya masyarakat NTB, keberadaan industri diperlukan agar produk tersebut ready to wear (siap pakai). Industri fashion tidak bisa berdiri sendiri, karena membutuhkan kerjainan-kerajinan lain untuk dapat membentuk kolaborasi seni.

“Seperti yang disampaikan Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB, kami bekerjasama untuk membentuk ekosistem industri tadi itu lengkap. Mulai dari penenun, penjahit, desainer, dan yang terakhir dengan modelnya. Artinya kita siap untuk “NTB Goes to Moslem Fashion Industry,” tegas Achris.

Begitu juga dengan Parawijaya selaku Operation Head Mandalika, sebagai kawasan stategis pariwisata nasional super prioritas, ITDC telah berupaya menggandeng UMKM dengan menyiapkan tempat untuk dijadikan pusat untuk menjual produk-produk kreativitas masyarakat NTB.

“ITDC dalam mempersiapkan MotoGP juga menggandeng UMKM di seluruh Kabupaten Lombok Tengah dan juga NTB. Untuk dapat menstandarisasi sebuah produk agar dapat diterima di wisatawan dan mampu mengemas produk tersebut agar fungsional,” ungkapnya.

Selanjutnya, yang menjadi penekanan saat ini ialah bagaimana kita memiliki produk yang bagus kemudian menjualnya. ITDC telah mengedukasi dan membangun sebuah sistem yang dapat digunakan saat MotoGP nantinya.

“Dengan worldwide marketing dapat meningkatkan pendapatan maupun omset dari industri kreatif kita di NTB,” ungkapnya.

Wignyo Rahadi, salah seorang desainer dalam diskusi kreatif tersebut menyampaikan bahwa Indonesia saat ini akan menjadi pusat busana muslim dunia, hal ini sangat memungkinkan untuk berada sejajar diantara Paris, Milan, New York dan London. Oleh karena itu, kegiatan-kegiatan di daerah maupun di pusat telah mengarah pada pusat busana muslim dunia.

“Kegiatan yang seperti saat ini dilakukan, sebagai salah satu contoh sinergi yang dapat menghasilkan sesuatu yang lebih besar dan berarti bagi pengrajin,”

Menurutnya, fashion industry harus terinspirasi dari kearifan lokal, sehingga cakupannya tidak hanya di dalam negeri saja melainkan ke luar negeri.

“Karena fashion industry, kita mampu untuk melakukan penjualan yang lebih besar dan memungkinkan untuk mengekspor,”

Dengan adanya kegiatan ini dan hadirnya Dekranasda Pusat artinya Pemerintah sangat konsen terhadap perkembangan kearifan-kearifan lokal. Oleh karena itu, budaya yang kita miliki harus dikembangkan agar budaya di NTB diketahui oleh daerah-daerah lain di Indonesia dan mancanegara.

AYA/HmsNTB




Bank Indonesia Diajak Aktif Wujudkan Industrialisasi Di NTB

“Kami membayangkan kalau jagung diolah di sini, kemudian hasil laut diolah di sini, hasil tambang diolah di sini, semua diolah di sini insyaallah NTB ini mengurangi kemiskinan, mengatasi pengangguran kemudian mampu menghadirkan kemakmuran

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mendorong Bank Indonesia berpartisipasi aktif dalam mewujudkan industrialisasi di NTB.

Hal itu diungkapkan saat menghadiri dan memberi sambutan pada acara Pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Ekonomi Inonesia (ISEI) Cabang Mataram, Senin (10/02/2020).

“Industrialisasi adalah program utama Nusa Tenggara Barat, kalau di sini sukses, pemerintah pusat akan belajar dari kita. Jadi cita-cita ini adalah cita-cita besar,” kata Gubernur NTB.

Menurutnya, industrialisasi mengubah nilai tambah untuk memperoleh kesejahteraan dan kemakmuran. Hadirnya industrialisasi adalah jalan menuju cita-cita tersebut.

“Siapapun yang belajar ekonomi pasti sadar bahwa proses pengolahan, manufaktur adalah salah satu cara menuju kemakmuran dan kesejahteraan itu. Persoalan kita adalah dimana-mana pengangguran dan kemiskinan, hadirnya industrialisasi adalah jawaban dari masalah itu,” tuturnya.

Bang Zul menyampaikan,  industrialisasi di NTB ini diarahkan untuk pengolahan bahan baku, hal itu dilihat dari nilainya yang bertambah apabila diolah di tempat lain.

Jika pengolahan dilakukan di tempat sendiri, maka keuntungan pengolahan bisa didapatkan.

“Kami membayangkan kalau jagung diolah di sini, kemudian hasil laut diolah di sini, hasil tambang diolah di sini, semua diolah di sini insyaallah NTB ini mengurangi kemiskinan, mengatasi pengangguran kemudian mampu menghadirkan kemakmuran untuk kita semua,” terang Bang Zul.

Bang Zul berharap diskusi yang dilakukan ini menghadirkan jalan keluar bagi permasalahan yang ada di NTB utamanya pada permasalahan ekonomi.

AYA/HmsNTB




Jalan Sehat Perwira NTB, Ketua TP-PKK NTB Melepas Peserta Di Tengah Gerimis

Semangat para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan perwujudan  dukungan terhadap UKM serta membangkitkan perekonomian di daerah ini

MATARAM.lombokjournal.com —  Ketua TP-PKK Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah melepas peserta jalan sehat, di Taman Sangkareang Kota Mataram Minggu (09/02/2020) pagi.

Meski langit Mataram mendung dan gerimis, namun Hj. Niken. tetap bersemangat dan mmengapresiasi kegiatan yang diselenggarakan oleh DPD Perkumpulan Perempuan Wirausaha Indonesia (Perwira) NTB itu.

“Saya mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Selain sebagai penggairah dari produk-produk UKM kita, ini juga merupakan penggairah perekonomian di Kota Mataram,” jelas Bunda Niken, sapaan akrabnya.

Diingatkannya, pentingnya bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh Tuhan.

“Saya pikir hujan bukan halangan, karena hujan merupakan nikmat dan berkah. Maka kita harus bersyukur masih diberi nikmat dan curahan kasih sayang dari Tuhan Yang Maha Esa,” sambungnya

Ia mengatakan, semangat para peserta yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan perwujudan  dukungan terhadap UKM serta membangkitkan perekonomian di daerah ini.

“Semoga acaranya sukses dan kita semua mendapatkan manfaat, manfaat kesehatan, manfaat ekonomi, dan keberkahan bagi umat,” harapnya.

Ketua Perwira NTB, Rohania Hermawati menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasinya kepada Bunda Niken yang berkesempatan hadir.

“Hal ini membuktikan TP-PKK sangat peduli tentang perkembangan UKM yang ada di Kota Mataram,” ungkap ketua DPD Perwira NTB mengawali sambutannya.

Tidak hanya jalan sehat, kegiatan ini juga dirangkai dengan launching produk Perwira NTB Bummas (Badan Usaha Milik Masyarakat), dan menyedian berbagai stand dari UKM UKM di Kota Mataram.

AYA/HmsNTB




Hj. Niken Sapa Pelaku Industri di Kabupaten Bima

Sebagai penghasil bawang terbesar di NTB, diharapkan masyarakat Bima menjadikan bawang merah sebagai program prioritas

KABUPATEN BIMA.lombokjournal.com —  Ketua Umum Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah meninjau Rumah Produksi Bantuan DAK di Dadibou, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Kamis (6/2/2020).

Hj. Niken sangat mengapresiasi Rumah Tenun tersebut dan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah untuk usaha.

“Kerjasama dengan dinas-dinas terkait dan sekolah kejuruan juga harus semakin dikembangkan agar menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dapat bersaing di era digital saat ini,” jelas Hj. Niken.

Hj. Niken menjelaskan, NTB i memiliki potensi yang bagus, baik dari segi wisata, makanan maupun kekayaan budaya yang memiliki kekhasannya masing-masing di tiap daerahnya. Hal inilah yang membuat NTB terkenal sebagai salah satu wisata halal terbaik.

Pada kesempatan ini Hj. Niken menyerahkan sertifikasi halal kepada 10 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan pemberian 1 paket alat pengolah kopi.

Setelah Rumah Produksi Bantuan DAK, Hj. Niken beserta rombongan bergegas menuju Rumah Industri Garam di Desa Darussalam Kec. Belo.

Hj. Niken yang tampak antusias melihat hasil olahan garam tersebut. Sebab tak hanya garam makan, garam spa dengan warna-warna yang manis juga dihasilkan di Rumah Industri Dangga Sia tersebut.

Setelah itu, Hj. Niken diajak untuk melihat proses awal hingga akhir pembuatan garam. Hj. Niken berharap, Rumah Industri ini semakin besar sehingga dapat mengurangi jumlah pengangguran di Desa tersebut.

Setelah cukup meninjau Rumah Industri Garam, Hj. Niken dan rombongan menuju Desa Risa untuk melihat Rumah Industri Bawang Merah.

Desa Risa yang juga salah satu Desa Wisata Pertanian tersebut mendapatkan apresiasi dari Hj. Niken karena memiliki potensi yang besar Jika terus ditingkatkan dari berbagai aspek.

Hj. Niken yang didampingi Kadis Perindustrian Provinsi NTB Nuryanti, SE, ME menyarankan untuk menggunakan sistem CAS (Controled Astmosphere Storage). CAS sendiri adalah sebuah tempat penyimpanan komoditas hortikultura seperti buah atau sayuran.

Dengan menggunakan CAS, bawang merah akan tidak akan membusuk bila disimpan dengan waktu yang lama.

Sebagai penghasil bawang terbesar di NTB, diharapkan masyarakat Bima menjadikan bawang merah sebagai program prioritas.

Di Galeri Bawang ini, Hj. Niken tak ketinggalan untuk mencoba dan menggoreng bawang langsung di Ruang Produksinya.

AYA/HmsNTB




Kampung Unggas Desa Teruwai, Jadi Satelit Ayam Kampung Tahun 2020

“Peternakannya sukses, maju tetapi kampungnya sehat. Itu yang akan kita tata ke depan bagaimana agar lingkungan ini sehat, utamanya adalah pengelolaan sampahnya”

LOTENG.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengunjungi pengembangan ternak di Kampung Unggas, Desa Teruwai Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah, Rabu (05/02/2020).

Kunjungan wagub didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Budi Septiani, Kepala Dinas PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Dr. Ashari serta perwakilan OPD lingkup Pemprov NTB.

Selain itu, wakil dari Pemda Lombok Tengah meninjau perkembangan ternak unggas di Desa Teruwai.

Pengembangan ternak di Desa Teruwai bertujuan untuk menciptakan kemandirian serta pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam bagi masyarakat NTB.

Satu persatu lokasi peternakan dikunjungi wagub, dimulai dari tempat pembibitan ayam arab, penetasan, pembesaran, produksi telur hingga ke pemotongan ayam untuk dikonsumsi.

Wagub Hj Rohmi mengaku senang dengan kemajuan serta pola pikir masyarakat Desa Teruwai.

“Saya melihat, hampir di setiap rumah tangga itu sudah menginisiasi untuk beternak, dan hasilnya luar biasa,” ucap Wagub.

Wagub meminta masyarakat Desa Teruwai  tidak cepat berpuas diri dan harus bisa lebih baik lagi.

Menurutnya, masih perlu perbaikan di beberapa aspek demi menyempurnakan Kampung Unggas ini. Pemprov bersama Pemda juga akan memberikan perhatian untuk kemajuan dan suksesnya Kampung Unggas tersebut.

“Kita akan perhatikan ini, jadikan ini bukan menjadi kampung unggas tapi satelit, artinya dipusatkan disini, dijadikan ini contoh. Nah, kalau kita mau jadikan ini contoh harus banyak penyempurnaan, harus banyak perbaikan-perbaikan,” sambungnya.

Selain dalam hal produktivitas, wagub juga kembali mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan lingkungan. Kebersihan lingkungan harus dijaga betul agar produk yang dihasilkan pun bersih dan juga sehat.

“Peternakannya sukses, maju tetapi kampungnya sehat. Itu yang akan kita tata ke depan bagaimana agar lingkungan ini sehat, utamanya adalah pengelolaan sampahnya,” ujarnya.

Wagub juga menyanjung Desa Teruwai dengan Kampung Unggasnya yang tetap konsisten dari tahun 2014 lalu. Ia juga mengajak masyarakat agar terus bersinergi dalam memanfaatkan potensi desa.

“Mari kita berjuang bersama untuk mewujudkan satelit unggas di Provinsi Nusa Tenggara Barat, supaya NTB mandiri, mandiri ayam, mandiri telur kemudian juga seperti yang disampaikan oleh ibu Kadis tadi bisa mensuplai ke Provinsi-provinsi lain,” ajaknya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Ir. Budi Septiani, dalam laporannya menyampaikan, pemenuhan kebutuhan telur dan daging ayam di NTB masih kurang.

Dengan adanya Kampung Unggas Desa Teruwai diharapkan akan meningkatkan produktivitas telur dan daging ayam tersebut.

“Karena kita ketahui bahwa kebutuhan telur untuk Nusa Tenggara Barat itu perhari satu juta tiga ratus butir, dimana kita hanya mampu memproduksi enam ratus ribu butir, jadi peluang untuk itu sangat besar,” ungkapnya.

Dalam menyukseskan Kampung Unggas, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB turut menggandeng BPP untuk mendampingi Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) dalam pengelolaan hasil pertanian dan peternakan’

Kemudian kerjasama dengan Fakultas Peternakan dalam membuat kajian potensi serta dukungan dari SKPD baik lingkup Pemprov dan juga Pemda Lombok Tengah.

Untuk tahun ini, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB menargetkan untuk menaikkan kelas Kampung Unggas Desa Teruwai menjadi Satelit Ayam Kampung.

“Satelit ayam kampung yang di Desa Teruwai ini bisa Insya Allah terealisasi di 2020,” kata Budi Septiani.

AYA/HmsNTB




Melambungnya Harga Cabai, Disdag Datangkan Cabai Jawa

Penanaman cabai di pekarangan rumah akan sangat membantu ibu rumah tangga ketika harga cabai melambung tinggi

MATARAM.lombokjournal.com  —  Harga cabai di Nusa Tenggara Barat melambung yang saat ini mencapai 60 ribu rupiah per kg akibat produksi terbatas.

Program kawasan rumah pangan lestari kontribusinya hanya 0,5 persen dari total kebutuhan konsumsi cabai dalam daerah, belum mampu bisa banyak berperan menstabilkan harga cabai.

Kepala Dinas Perdagangan provinsi NTB, Hj.Putu Selly Andayani mengatakan, akibat harga cabai yang melambung di NTB saat ini sudah didatangkan cabai dari pulau Jawa, jenis cabai Bhaskara.

“Tujuan didatangkan cabai dari wilayah Jawa Timur untuk memenuhi kebutuhan stok cabai dalam daerah. Akibat pengaruh cuaca atau kemarau panjang  banyak petani cabai di NTB yang gagal tanam dan gagal panen,” ujar Selly, Rabu (05/02/2020).

Cabai produksi petani NTB akan mulai panen sekitar akhir Februari atau awal Maret mendatang.

Selain itu luas lahan tanaman cabai di Lombok Timur yang akan panen pada bulan tersebut seluas 6500 hektar.

Menurutnya, penanaman cabai di pekarangan rumah program KRPL perlu digencarkan kembali. Karena penanaman cabai di pekarangan rumah akan sangat membantu ibu rumah tangga ketika harga cabai melambung tinggi.

Pada musim panen cabai bulan Maret harga cabai diperkirakan akan normal kembali.

Harga kebutuhan pokok yang juga mengalami kenaikan, yakni beras, minyak goreng, gula, tepung, telur. Harga daging ayam dan daging sapi tidak mengalami kenaikan.

AYA