Produksi APD, IKM dan UKM Bisa Mengambil Peluang Di Tengah Wabah Virus Corona

“Ini merupakan peluang IKM dan UKM kita untuk memproduski. Tentunya dalam hal ini peran pemerintah juga memberikan pembinaan dan stimulus untuk mereka”

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi NTB mendorong para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) untuk memproduksi Alat Pelindung Diri (APD).

Banyaknya pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) yang saat ini usahanya menurun, memproduksi APD bisa menjadi alternatif.

Eprti diketahuo, setelah merebaknya covid-19 beberapa bulan terakhir Ini, kebutuhan alat pelindung diri (APD) melonjak tajam.

Baik masker, sarung tangan, hand sanitizer, hingga pelindung diri lainnya. Akibatnya, stok APD di pasaran menipis.

Jika ada, harga yang ditawarkan cukup tinggi, yang membuat masyarakat kesulitan membeli.

Memproduksi APD seperti masker, hand sanitaizer, sarung tangan dan lain-lainnya, akan melibatkan puluhan pelaku usaha.

Terutama pada pembuatan masker yang ditargetkan sebanyak 100 ribu, mengingat kebutuhan akan masker saat ini cukup tinggi.

“Momentum ini bisa di manfaatkan oleh para pelaku usaha, terutama di bidang konveksi. Sekarang ini IKM yang tercatat itu ada 21 IKM dan dari Diskop ada 22 UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB, H Wirajaya Kusuma, Rabu (01/04/20)

Wirajaya berharap, peran UKM dan IKM bisa membantu melengkapi kebutuhan masyarakat. Khususnya, kebuuhan APD guna pencegahan penyebaran Covid-19.

Menurutnya, peran UKM dan IKM di NTB akan dioptimalisasi  dalam memproduksi APD.

Dalam produksi APD ini akan melibatkan beberapa dinas, yakni Dinas Perdagangan (Disdag), Dinas Perindustrian (Disperin) NTB, dan Diskop NTB.

“Ini merupakan peluang IKM dan UKM kita untuk memproduski. Tentunya dalam hal ini peran pemerintah juga memberikan pembinaan dan stimulus untuk mereka,” ucapnya.

Para pelaku usaha akan di arahkan sesuai potensi masing-masing UKM dan IKM, seperti mereka (pelaku usaha) yang fokus di konveksi.

“Maka diarahkan untuk membuat masker.  Begitu juga dengan hand sanitizer.  Sejak merebaknya virus korona, tak sedikit pelaku usaha di bidang pariwisata oleh-oleh mengalami rugi besar. Pasalnya, kunjungan wisatawan mendadak anjlok,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak yang terdampak, tapi kita harus bisa lebih kreatif dan menangkap peluang. Salah satunya dengan memproduksi APD,” imbuhnya.

Sementara itu, dalam pembuatan APD, tiga dinas tersebut akan melibatkan banyak pelaku usaha. Bahkan ditargetkan sebanyak-banyak, agar dapat memenuhi permintaan 100 ribu masker yang ditargetkan.

“Kemungkinan besar, jumlahnya akan bertambah (pelaku usaha). Untuk saat ini kami targetkan pembuatan APD 100 ribu (buah). Sementara saat ini baru 2 ribu APD terpenuhi,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian NTB Nuryanti, pihaknya sudah mendorong para IKM untuk memproduksi masker.

Seperti yang diarahkan oleh pemda, untuk memenuhi kebutuhan akan APD saat ini. Dalam hal ini, masker yang dibuat adalah masker kain,  bukanlah masker kesehatan. Lantaran belum adanya alat mumpuni untuk memproduksi di NTB

“Kita sedang jalankan sekarang, tentunya kita dorong dan bina mereka IKM dan UKM ini untuk memproduksi pembuatan APD,” katanya.

Disisi lain, pembuatan masker tersebut sesuai dengan standar yang ada. Yakni mampu mengurangi paparan cipratan droplet hingga debu. Selain itu, dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

AYA




Di Tengah Wabah Virus Corona, Dinas Perdagangan Dan Satgas Pangan Polda NTB Sidak Stok Pangan

Distributor diingatkan tidak melakukan kenaikan harga,  memastikan stok ada dan tidak menimbun barang kebutuhan sehari-hari

MATARAM.lombokjournal.com — Tim Pemantau Satgas Pangan NTB melakukan pengecekan ketersedian dan harga bahan pokok di wilayah Kota Mataram ditengah mewabahnya Covid-19.

Pengecekan dilakukan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus)  Polda  NTB bersama dengan Dinas Perdagangan NTB.

Di bawah pimpinan Kepala Dinas Perdagangan NTB,  Fathurahman dan Dir Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol Ekawana, tim  mendatangi sejumlah retail modern dan distributor bahan pokok.

Dari hasil pemantauan tersebut salah satu kebutuhan masyarakat yaitu gula pasir mengalami kenaikan harga dari yang telah ditetapkan oleh pemerintah dengan HET Rp 12.500 ribu menjadi sekitar  Rp 16.700 ribu.

Sedangkan bahan lainnya sendiri seperti minyak tepung dan beras harga masih normal dan ketersediannya masih dirasa cukup untuk  beberapa bulan kedepan.

Sementara itu, untuk ketersediannya sendiri di beberapa distributor gula dan kebutuhan lainnya terpantau masih mencukupi untuk beberapa bulan kedepan.

Seperti terpantau di distributor gula  PT SKM (Sukses Karya Mandiri) stok gula masih tercukupi dan harga sesuai dengan HET.

Manager PT SKM, Antono, mengatakan bahwa saat ini stok yang baru datang dari pabrik sebanyak 250 ton.

“250 ton stock yang baru datang ada yang di bongkar digudang dan di pasar,”ucapnya

Menuruty,  untuk harga gula untuk distributor wilayah NTB termurah jika dibandingkan dengan pulauJawa dan Bali.

“Saya sudah  minta pada pabrik minta agar NTB diprioritaskan,”ujarnya.

Selain itu,  tim juga mendatangi gudang ritiil modern, dari lokasi tersebut juga terlihat ketersediaan mencukupi, hanya gula yang diperkirakan stok akan datang minggu depan dari pabriknya.

Di tempat tersebut tim ditemui oleh bagian perijinan, Rony, untuk ketersediaan di dua gudang yang ada stok aman.

“Kalau jadwal satu minggu sekali, mungkin minggu depan datang diperkirakan sekitar 2,4 ton,” terangnya.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda NTB, Kombes Pol,Ekawana mengatakan, kedatangan tim untuk  ingin melihat kondisi pangan di NTB karena kondisi penyebran virus Corona Covid-19 yang tidak diketahui sampai kapan.

“Karena itu saya  minta agar menjaga stok gula dan lainnya,”ucapnya.

Bahkan Ekawana juga berpesan agar jangan sampai menimbun bahan pokok di tengah tanggap darurat saat ini.

“Karena ini tanggap darurat jangan sampai buat gaduh,.harga saya harap untuk dijaga,”Imbuhnya.

Sedangkan Kepala Dinas Perdagangan NTB, Drs H.Faturahman mengatakan,  berdasarkan hasil pemantauan di tingkat distributor aman , dan dari pabrik juga tidak  masalah.

“Namun  tinggal di tingkat retail dan pasar ada kenaikan harga gula  naik, dan pemerintah  coba  strategi dengan melakukan intervensi  Operasi Pasar,” ucapnya.

Bahkan pihaknya juga akan melakukan penelusuran terkait dengan kenaikan harga bervariasi di tingkat bawah.

AYA




Petani Kopi KLU Puya Prospek Cerah, Tapi Butuh Pembinaan

Salah satu masalah yang dihadapi para petani adalah masalah proses pengolahan, yang berpengaruh besar pada kualitas produk kopi

KLU.lombokjournal.com

Para petani di Lombok Utara mempunyai prospek cerah dalam mengembangkan produk pertaniannya, mengingat kopi asal Lombok Utara mulai banyak dikenal di luar daerah bahkan sampai ke luar negeri.

Puluhan kelompok industri menengah (IKM) yang ada di tiap kecamatan telah mendapat  perhatian dan pembinaan dari Dinas terkait Lombok Utara.

Meski pra petani kkopi di Lombok Utara cukup produktif, namun bukan berarti segalanya sudah berjalan baik. Beberapa permasalah yang menjadi kendala bukan pada kualitas biji kopi yang dipanen petani.

Permasalahan kopi di KLU bukan pada kualitas biji kopi yang dipanen petani, melainkan pada proses pengolahan dan pemasaran produk yang tidak memperhatikan standar pengolahan dan standar pengemasan yang dapat menggugah selera konsumen.

Misalnya dalam pemasaran produk, masih kurangnya promosi yang mengenalkan kopi setempat, atau jarang dilakukan even tertentu untuk lebih menampilkan keberadaan kopi lokal.

Karena itu, pertengahan bula Desember lalu Pemda KLU melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Badan Promosi Pariwisata Daerah Lombok Utara gelar Festival Sangah Kupi 2020 dengan melibatkan puluhan kelompok Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di tiap kecamatan.

seain itu, kegiatan itu bisa mengundang partisipasi 17 IKM dan kelompok tani yang dilibatkan, dan dihadiri beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang memiliki konsentrasi pemberdayaan masyarakat berbasis IKM.

Bukan itu saja masalah itu saja, masalah lain yang menjadi kendala yang dihadapi para petani adalah masalah proses pengolahan.

Seperti diketahui, proses pengolahan berpengaruh besar pada kualitas produk kopi.

“Umumnya para petani belum memahami cara pengolahan kopi yang baik pasca panen. Mereka hanya mengandalkan cara-cara tradisional. Dan itu sangat mempengaruhi kualitas kopi,” kata Juniatan, yang selama ini membina kelompok petani di Santog, Kecamatan Kayangan, beberapa waktu lalu.

Juniatun bersama kelompoknya selama ini menghasilkan produk kopi bermerek ‘Alamanda’ yang mulai dikenal di luar daerah. Namun diakuinya, selama ini ia masih kerepotan menghadapi petani yang dalam pemanenan dan proses lanjutannya yang masih meneruskan cara-cara lama.

Menurutnya, di zaman ini yang makin modern dan maju, persaingan produk kopi dari berbagai daerah makin meingkat. Misalnya, meski kualitas sama orang sekarang tentu semakin banyak bicara soal casing (kemasan) saja.

“Persoalan kita juga di sana. Betapa banyak barang-barang kita yang berkualitas tetapi karena casingnya yang mungkin kurang bagus, kurang menarik, sehingga orang melihatnya tidak menarik,” terang Juniatun.

Pemda KLU berupaya menjawab berbagai kendala itu, misalnya pelibatan segenap Organisasi Perangkat Daeah (OPD) lingkup Pemda KLU untuk memberikan pendampingan kaitannya dengan produksi kopi kepada pelaku IKM. Agar ke depan, produk kopi hasil IKM KLU bisa bersaing di pasar nasional.

Pemda KLU sendiri juga berupaya melakukan penyelenggaraan kegiatan festival kopi yang  lebih sering diadakan, agar kesempatan pelaku IKM memamerkan produk kopi mereka ke pasar yang lebih luas lebbih terbuka.

Selain itu, kegiatan festival juga bisa dihajatkan untuk lebih banyak menggaet wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung ke Kabupaten yang memiliki selogan Tioq Tata Tunaq tersebut.

Menurut Juniatun, upaya yang ditempuh Pemda KLU itu merupakan acara yang sederhana tetapi nyata, dan memiliki manfaat untuk para petani okpi.

Kegiatan Festival Sangah Kupi 2020 diadakan bulan Desember itu mendorong tumbuh kembang beberapa sektor unggulan KLU, seperti pariwisata, perkebunan (kopi) dan pelaku IKM di KLU.

Hal yang tak kalah penting dari kegiatan tersebut adalah inisiatif membentuk satu komitmen bersama di antara pelaku IKM guna membuat satu merek kopi khas Lombok Utara bernama Kopi Dayan Gunung.

“Mudah-mudahan ini bisa tercapai untuk selanjutnya dan sesuai dengan harapan kita bersama,” ungkapnya.

Ast




Gubernur Zul Dorong Pembangunan Teknologi Yang Kapabel

“Jangan terpaku pada motor listrik karena tujuan utama kita adalah mengakumulasi kemampuan teknologi, dan hal ini harus dimulai dengan membuat sendiri”

MATARAM.lombokjournal.com – Menghadapi era Industri 4.0, tak menyurutkan inovasi-inovasi anak muda, utamanya anak-anak SMK Negeri 1 Lingsar yang telah berhasil berinovasi membuat motor listrik.

Namun diingatkan, kita harus membuat teknologi yang kapabel. Sejatinya, kita harus punya kemampuan mengamati mengadaptasi, memperbaiki dan melahirkan yang lebih baik lagi.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan itu dalam rapat Industrialisasi Permesinan di Kantor Bappeda Provinsi NTB, Senin (16/03/20).

“Jangan sampai kita buat teknologi hebat-hebat namun ketika rusak kita harus memanggil ahlinya dari luar,” ungkap Gubernur.

Gubernur Zul juga menyinggung, Science Technopark sebenarnya adalah tempat mengembangkan program, beserta kemampuan memperbaikinya.

Dengan adanya motor listrik, sebenarnya kita sedang menularkan suntikan semangat kepada anak muda di NTB dalam mengembangkan teknologi.

Selain inovasi, kita harus memiliki technological capabilities atau kemampuan teknologi.

“Sejatinya kita harus membeli produk buatan lokal karena hanya dengan begitu kita dapat mengakumulasi kemampuan technologies,” tegas Doktor Zul.

Untuk menyelamatkan teknologi, sertifikasi dan standarisasi adalah cara untuk melindungi teknologi. Ketika kita tidak punya kemampuan teknologi, kemampuan ekonomi kita tidak akan pernah ada perbaikan.

Di akhir rapat tersebut, Gubernur menyimpulkan bahwa untuk maju ekonomi kita butuh industrialisasi, industrialisasi butuh kemampuan teknologi, melihat, mengamati, dan modifikasi. Kemampuan teknologi akan maksimal di dunia usaha. Dunia usaha tidak mungkin berdiri sendiri, harus ada inovasi.

“Jangan terpaku pada motor listrik karena tujuan utama kita adalah mengakumulasi kemampuan teknologi, dan hal ini harus dimulai dengan membuat sendiri,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri perwakilan OPD Lingkup Provinsi NTB. Usai Gubernur menyampaikan arahannya, ditutup dengan tanya jawab singkat dari peserta rapat.

AYA/HmsNTB

 

 




Perempuan Pesisir di KLU Diberdayakan dalam Budidaya Udang Vaname

Budi daya udang itu memang dikhususkan untuk dikelola seratus persen perempuan

KLU.lombokjournal.com

Perempuan di kawasan pesisir di Kabupaten Lombok Utara dilibatkan dalam budidaya udang Vaname di KLU. Para perempuan itu tengah menjadi perhatian publik, karena semua pembudidaya yang tergabung di 10 kelompok itu merupakan kelommpok ibu-ibu yang tinggal di daerah pesisir.

Dipilihnya perempuan yang tinggal di pesisir sebagai pembudidaya,  karena tujuan dari program tersebut yang salah satunya menjadikan perempuan pesisir sebagai penggerak ekonomi keluarga.

Kepada wartawan, Kepala Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) Iwan Maret Asmara mengatakan, program tersebut dikhususkan untuk dikelola seratus persen perempuan.

Dijelaskan, lelaki pesisir secara historis memiliki kemampuan mencari ikan di laut lepas, hal yang jarang dilakukan perempuan karena bertugas menjaga rumah.

“Semua laut sampai samudera itu wilayah laki-laki. Perempuan kita siapkan yang di dekat rumah,” ungkap Iwan, beberapa waktu lalu.

Rasinten, salah seorang pembudidaya asal Dusun Lingkok Kengkang Desa Sukadana Kecamatan Bayan mengaku senang dengan adanya program pembudidayaan udang vaname di lingkungannya.

Dari kegiatan tersebut, ia bersama anggota kelompoknya bisa menambah penghasilan guna memenuhi kebutuhan rumah tangga dan tambahan biaya sekolah anak.

“Bangga, senang, bisa dapat bantuan dari pemerintah. Hasilnya bagus,” katanya.

Hal senada disampaikan salah seorang anggota kelompok Rasinten yang mengaku bisa menambah sumber pendapatan dari hasil panen udang vaname guna membantu suami.

Isin paon lah koto. Arak sik tulung tau mama, (Mengisi dapur lah gitu. Ada untuk membantu suami),” ungkap salah seorang anggota dalam Bahasa Sasak.

Terkait dengan tantangan pemerintah agar kedepan, kelompoknya harus mandiri dalam menjalankan kegiatan budidaya, mereka mengaku siap.

Setiap panen, mereka selalu menyisihkan sejumlah keuntungan guna dijadikan kas kelompok yang nantinya dipakai untuk pengadaan benih dan penyediaan pakan.

Saat ini, para pembudidaya udang Vaname KLU telah memasuki musim panen tahap dua. Untuk selanjutnya, semua kelompok pembudidaya akan dilepas Dishublutkan guna menjadi kelompok mandiri.

Sebelum dilepas, beberapa aspek penunjang seperti sumber pembiayaan dan pasar udang vaname akan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah.

“Harapan kita, siklus yang terakhir (tahap tiga) adalah mandiri. Ini sudah kita siapkan masyarakat untuk mandiri. Mereka juga sudah dilirik oleh mitra,” terang Iwan.

Ast.




Wagub; Wirausaha Muda Harus Optimis, Kerja keras dan Terus Ingin Belajar

“Jika kita memiliki usaha artinya kita membuka lapangan pekerjaan. Kita membutuhkan mental satu tingkat lebih tinggi dari orang yang bekerja dengan orang lain”

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd membuka kegiatan penguatan kewirausahaan bagi pemuda tingkat Provinsi NTB tahun 2020, yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB,  di Hotel Lombok Plaza, Selasa (10/03/20).

Di hadapan 50 wirausaha muda, Wagub Um Rohmi ingin agar seluruh peserta pandai bersyukur dalam menjalankan kehidupan dan memanfaatkan setiap kesempatan.

Menurutnya, kegiatan ini harus dipandang sebagai sesuatu yang penting, menggali ilmu untuk diserap menjadi bekal di masa yang akan datang.

“Jika kita memiliki usaha artinya kita membuka lapangan pekerjaan. Kita membutuhkan mental satu tingkat lebih tinggi dari orang yang bekerja dengan orang lain,” jelas Wagub.

Wakil Gubernur yang kerap disapa Umi Rohmi tersebut menyampaikan,  yang dibutuhkan oleh seorang pengusaha muda adalah optimisme, kerja keras dan rasa ingin belajar menjadi modal terbesar yang harus dimiliki. Sehingga mampu mencapai target yang diinginkan.

“Saya ingin adek-adek jangan mau merugi, sudah dapat kesempatan untuk ikut pelatihan harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Buat tekad, buat target untuk usaha yang diinginkan,” jelas Umi Rohmi.

Umi Rohmi percaya, anak muda NTB ini adalah anak-anak hebat.

Begitu banyak hal yang dihasilkan oleh anak NTB, seperti yang baru diluncurkan, yaitu motor listrik sampah. Hal ini sangat mendukung berjalannya industrialisasi.

“Anak NTB harus kuat, mau kerja keras, dan memanfaatkan waktu untuk hal-hal yang positif, memiliki etos kerja yang bagus, tidak malas dan pandai bersyukur,” harap Umi Rohmi.

Terakhir, Wagub berpesan agar para wirausaha muda ini terus berlatih dan memaknai setiap pengalaman menjadi sebuah pembelajaran untuk menjadi lebih baik.

“Selamat berlatih, jaga mental dan pandai bersyukur atas segala nikmat yang telah diberikan sehingga lebih produktif lagi,” tutup Umi Rohmi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB, Hj. Husnanidiaty Nurdin yang juga Ketua Panitia acara tersebut menyampaikan tujuan kegiatan ini adalah untuk mendukung misi kelima dari NTB Gemilang, yaitu NTB Sejahtera dan Mandiri.

“Untuk memberikan pengetahuan dan wawasan bagi wirausaha muda dan pemula untuk meningkatkan kemandirian, profesionalitas dan daya saing wirausaha muda,” jelasnya.

Melanjutkan laporannya, Ia menyampaikan bahwa pelatihan ini tidak hanya di ruangan, namun juga mengunjungi beberapa kelompok yang sudah berhasil.

“Kita berharap bahwa peserta dapat lebih terbuka wawasannya dalam bidang usaha,” tutupnya

AYA/HmsNTB        




Gubernur Zul Uji Coba Motor Listrik ‘Lingsar’, Karya Siswa SMKN1 Lingsar

Tugas kami pemda adalah menyediakan pasarnya, membeli produknya untuk kemudian kita pakai sendiri, kita distribusikan ke desa-desa dan sekolah-sekolah agar terjadi Learning by Doing”

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah melakukan uji coba sebuah motor listrik bertenaga 3,5 KW atau 3500 Watt, hasil karya siswa SMKN 1 Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, di Halaman Pendopo Gubernur, Selasa (10/03/20).

Motor listrik ini diberi nama “Lingsar” oleh Gubernur Zul.

Menurut Bang Zul sapaan akrab Gubernur Zul, terciptanya motor listrik membuktikan bahwa anak-anak NTB  bisa menciptakan sebuah karya berteknologi tinggi.

Apalagi motor listrik ini katanya memberikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

Motor listrik ini sejalan dengan program Industrialisasi yang digagas Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, yang menitikberatkan proses penambahan nilai dari sebuah produk.

“Ini memberikan semangat kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat, bahwa kita bukan hanya mampu memproduksi produk-produk tradisional yang bernilai rendah,” ungkap Bang Zul.

Kalau mau sejahtera, masyarakat harus punya lompatan dan keberanian untuk memproduksi barang barang yang memiliki nilai tambah, seperti motor listrik ini.

Apalagi NTB akan menjadi tuan rumah MotoGP tahun 2021 mendatang.

Anak NTB didorong mampu menciptakan sesuatu yang membuat orang mudah ingat. Meski belum sempurna, Bang Zul yakin motor ini akan terus mengalami kemajuan dan kesempurnaan di masa menndatang.

“Segala sesuatu itu tercipta dua kali yaitu pertama dalam pikiran kedua dalam kenyataan,” tuturnya.

Bang Zul menegaskan SMKN 1 Lingsar atau sekolah-sekolah lain di NTB tidak akan memproduksi masal kendaraan listrik ini.  Y

ang dilakukan mereka hanya memproduksi prototype atau contoh-contohnya saja.

“Langkah selanjutnya SMK 1 Lingsar akan memanggil UKM-UKM kita di bidang permesinan dan otomotif dan mengajarkan dan mendiskusikan prototype ini ke UKM-UKM kita yang disertai Transfer Teknologinya,” jelasnya.

Motor-motor ini lanjutnya akan dipesan dan dirakit oleh UKM-UKM di NTB melalui pengawasan atau supervisi SMK 1 Lingsar dan SMK2 lain.

Termasuk kalau ada siswa SMKN Lingsar yang tertarik dengan UKM akan segera dibantu untuk proses pembuatan usahanya.

“Tugas kami pemda adalah menyediakan pasarnya, membeli produknya untuk kemudian kita pakai sendiri, kita distribusikan ke desa-desa dan sekolah-sekolah agar terjadi Learning by Doing,” tegas Bang Zul.

Bisa masuk gang kecil

Koordinator Pengembangan Teknologi Tepat Guna, SMKN 1 Lingsar, Irwan Ardy Tiadaya menjelaskan kendaraan tersebut memiliki spesifikasi panjangnya 2,40 m dengan lebar 1 m, sehingga bisa masuk ke gang-gang kecil.

Mesinnya memiliki kekuatan 3,5 KW atau 3.500 Watt yang dilengkapi baterai 80 AH sebanyak 8 buah.

“Diprediksi kemampuan tempuhnya mencapai 70 sampai 80 km. chargingnya sekali, dalam kondisi kosong, bisa 8 jam. Chargingnya bisa dari berbagai sumber, bisa dari tenaga matahari dan bisa tenaga listrik PLN,” katanya.

Solusi tentang polusi dan pemanasan global melatarbelakangi terciptanya motor ramah lingkungan ini.

AYA/HmsNTB




Luhut  Minta Infrastruktur KEK Mandalika Tuntas Sebelum Perhelatan MotoGP

Khusus pembangunan sirkuit MotoGP, ITDC diminta melibatkan pengawas internasional, agar proyek betul-betul berstandar Internasional

LOTENG.lombokjournal.com — Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) RI, minta semua infrastruktur pendukung kawasan Mandalika harus tuntas sebelum MotoGP 2021 dihelat.

Infrastruktur yang dimaksud seperti Bandara, Jaringan  Telekomunikasi, Listrik, Rumah Sakit, Jalan, pelabuhan dan sistem pengolahan sampah di Kawasan Mandalika.

Menko Marves menegaskan itu saat melakukan kunjungan melakukan kunjungan kerja di Provinsi NTB, yang disambut langsung Kapolda NTB, Bupati Lombok Tengah, Sekda Provinsi NTB dan Direktur ITDC, di Bandara, Jumat (06/03/2020).

Luhut Binsar bersama Gubernur Zul

Kunjungan kerja Luhut untuk melakukan inspeksi memastikan seluruh infrastruktur pendukung Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, menyambut perhelatan berskala internasional MotoGP tahun 2021 mendatang.

Luhut minta seluruh kendala-kendala dalam pengerjaan proyek segera dilaporkan, dan segera dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk dicarikan solusi.

Dengan demikian, ia berharap semua peroyek dapat berjalan baik dan berkualitas standar Internasional.

Khusus Pembangunan Sirkuit MotoGP,  Menko Luhut meminta pihak ITDC untuk melibatkan pengawas internasional, agar proyek betul-betul berstandar Internasional.

“Jangan sampai nanti sudah jadi, tidak sesuai standar yang mereka inginkan, lalu bongkar lagi, itu susah, karena butuh cost lagi,” ujarnya.

Pihak ITDC diingatkan agar menyediakan fasilitas pengolahan sampah yang memadai di Kawasan Mandalika.

Selain fasilitas tersebut, ITDC juga diminta untuk membuat Bank Sampah sebagai tempat penampungan sampah yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Kita semua harus memastikan Kawasan Mandalika ini betul-bentul bersih. Jangan sampai kita sukses menyelenggara MotoGP tapi kawasannya kotor,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pihak terkait untuk lebih intens melakukan inspeksi terkait sejauh mana perkembangan dari pengerjaan proyek yang ada.

Yang paling penting adalah sarana komunikasi, ia meminta fasilitas komunikasi harus sudah modern, bahkan harus jaringan 5G.

“Ini sangat penting untuk mengatasi segala potensi bencana alam yang akan terjadi,” pungkasnya.

Menanggapi arahan Menko Luhut, Direktur PT. Angkasa Pura I mengatakan, pengerjaan perpanjang Runway Bandara menjadi 3.300 meter, perluasan terminal berkapasitas tujuh juta penumpang dan terminal pesawat ditargetkan akan tuntas pengerjaannya pada bulan Januari tahun 2021.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT. PLN Nusa Tenggara Barat juga menjamin ketersediaan pasokan listrik berkapasitas 138 MW di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika.

Sedangkan Direktur Telkom Nusa Tenggara Barat, juga menjamin ketersediaan jaringan  telekomunikasi di Kawasan Mandalika.

Selain Mandalika Telkom juga akan terus membangun jaringan Komunikasi di seluruh kawasan pariwisata di NTB.

Dalam mendukung hal tersebut, Telkom akan membangun Kabel Fiber Optik Laut dari Bali ke Mandalika.

“Pengerjaan ini kami ditargetkan selesai bulan Desember 2020,” tutupnya.

Sedangkan untuk Rumah Sakit Mandalika, Menko Luhut meminta untuk segera dilakukan groundbreaking. Ia meminta segala kendala terkait pembangunan fasilitas kesehatan yang mendukung event MotoGP 2021 ini bisa tuntas.

Sedangkan Direktur ITDC juga optimis seluruh infrastruktur untuk menyambut perhelatan MotoGP 2021, seperti Bandara, Jalan By Pass Bandara menuju KEK, Pelabuhan, Rumah Sakit Mandalika, Sarana Telekomunikasi akan dapat dituntaskan sebelum perhelatan berkala Internasional itu dihelat pada bulan Oktober 2021.

Usai mendengar pemaparan dari ITDC, Menko Marves bersama Gubernur NTB mengunjungi Bank Sampah Bintang Sejahtera di Kawasan Mandalika dan melihat langsung progres pembangunan Sirkuit MotoGP.

AYA/HmsNTB




Indeks Harga Konsumen/Inflasi Gabungan Kota Mataram Dan Kota Bima

Laju inflasi Gabungan Dua Kota tahun kalender Februari 2020 sebesar 0,50 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Februari 2019 sebesar 0,17 persen

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis pada bulan Februari 2020, deflasi Gabungan Dua Kota (Kota Mataram dan Kota Bima) sebesar 0,05 persen.

Terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,72 pada bulan Januari 2020, menjadi 103,67 pada bulan Februari 2020.

“Angka deflasi ini berada di bawah angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,28 persen,” ujar Kepala Statiatuk Distribusi, L.Putradi, Senin (02/03/20).

Putradi menyatakan, untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,05 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,08 persen.

Diterangkan, Deflasi Gabungan Dua Kota Bulan Februari 2020 sebesar 0,05 persen, terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks harga konsumen.

Penurunan itu terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,02 persen; Kelompok Transportasi sebesar 0,59 persen; dan Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,20 persen.

Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,04 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,00 persen; Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,08 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,07 persen; Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,03 persen.

“Kelompok Pendidikan sebesar 0,00 persen; Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,10 persen dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 0,27 persen,” katanya.

Laju inflasi Gabungan Dua Kota tahun kalender Februari 2020 sebesar 0,50 persen lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Februari 2019 sebesar 0,17 persen.

Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Februari 2020 sebesar 1,80 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Februari 2019 sebesar 2,42 persen.

AYA

 




Nilai Ekspor NTB Bulan Januari 2020 Merosot Tajam

Di sisi  lain, sebaliknya nilai impor mengalami kenaikan sebesar 28,27 persen

MATARAN.lombokjoirnal.com  —  Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Januari 2020 sebesar US$ 1.184.534 merosot tajam sebesar 96,42 persen, jika dibandingkan dengan ekspor bulan Desember 2019 yang bernilai US$ 33.122.700.

“Penurunan yang cukup tinggi ini karena tidak ada ekspor Barang Galian atau Tambang Non Migas,” ujar Kepala Bidang Statistik Distribusi, Badan Pusat statistik (BPS) Provinsi NTB, L.Putradi dalam rilis yang disampaikan pada media, Senin (02/03/20).

Putradi menyatakan, Ekspor bulan Januari 2020 yang terbesar ditujukan ke Amerika Serikat sebesar 58,46 persen, kemudian disusul ke China, yaitu sebesar 32,93 persen.

Dikatakan, jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Januari 2020 adalah Ikan dan Udang sebesar US$ 661.548 (55,85 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar US$ 337.497 (28,49 persen).

“Sedang biji-bijian berminyak senilai US$ 77.157 (6,51 persen), serta Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 32.270 (2,72 persen),” kata Lalu Putradi.

Nilai impor naik

Lalu Putradi mengataan, di sisi  lain nilai impor mengalami kenaikan sebesar 28,27 persen. Pada bulan Januari 2020 senilai US$ 31.585.999, bandingkan dengan impor bulan Desember 2019 sebesar US$ 24.624.502.

Sebagian besar Impor berasal dari negara Jepang (56,68 persen) dan Turki (12,81 persen).

“Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah Karet dan Barang dari Karet (56,88 persen), dan Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (26,18 persen),” jelas Putradi.

AYA