UKM Harus Dimanfaatkan Di Tengah Pendemik Covid-19

Gubernur Zul juga berharap kepada semua kades, agar BUMdes tetap diaktifkan, dan BUMdes diisi dengan produk lokal yang dimiiki daerah masing-masing

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah SE. M.Sc mengatakan,  agar ekonomi kita mandiri, maka Industri kita harus kuat.

Hadirnya industri akan mengurangi persoalan mendasar, seperti pengangguran dan kemiskinan. Proses menghadirkan Industri yang kuat dalam sebuah perekonomian inilah yang disebut industrialisasi.

“Semua pemerintah baik di tingkat Kabupaten/kota, Kecamatan maupun ditingkat Desa untuk memanfaatkan UKM milik masing-masing,” kata Gubernur Zul saat silaturahim bersama Ikatan Kades Se-Lombok Timur di Ruang Rapat Gubernur NTB, Senin (04/05/20).

Gubernur NTB yang biasa disapa Dr. Zul mengatakan, Usaha Kecil Menengah (UKM) merupakan solusi di tengah pendemik Corona saat ini.

Karena itu, langkah Provinsi NTB yang menyalurkan bantuan berupa sembako, selain akan menunjang nilai jual UKM, juga sebagai wujud kepedualian terhadap UKM NTB.

“JPS Gemilang sengaja kami berikan dalam bentuk sembako, karena menurut kami cara ini akan menunjang industrialisasi UKM kita,” kata Dr. Zul.

Gubernur Zul juga berharap kepada semua kades, agar BUMdes tetap diaktifkan, dan BUMdes diisi dengan produk lokal yang dimiiki daerah masing-masing.

Dijelaskannya, langkah industrialisasi itu harus dimulai dengan memberdayakan UKM yang ada. Selain mempromosikan kepada tamu luar negeri, juga harus dipromosikan kepada masyarakat itu sendiri.

Setelah UKM diberdayakan dan dipromosikan hingga ingin dimiliki oleh tamu manca negara, maka tahap demi tahap hal itu akan menumbuhkan animo masyarakat yang lain untuk melakukan hal yang sama.

Dan menurut gubernur, inilah awal bermulanya Industrialisasi produk lokal itu.

“BUMdes tiap-tiap desa, saya rasa harus diisi dengan hasil produk desa itu sendiri,” tegas gubernur.

AYA/HmsNTB

 




Percepatan Smelter,  Aternatif Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19

Sektor pariwisata NTB terutama Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika tetap menjadi super prioritas pembangunan nasional

MATARAM.lombokjournl.com — Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia, S.E. mengusulkan agar pembangunan smelter di KSB Provinsi NTB dipercepat.

Usulan itu merupakan bagian dari upaya pemulihan ekonomi di tengah pandemic Covid-19

Bahlil Lahadalia, S.E.

Menurut Bahlil, sektor tambang masih dapat berjalan baik di tengah pandemic Covid-19, meski dalam pelaksanaannya tetap harus memperhatiakan protokol pencegahan pandemi tersebut.

Bahlil pun memuji realisasi investasi NTB pada triwulan pertama cukup baik meski di tengah pandemi Covid 19. Total nilai investasi NTB dalam catatan BKPM RI cukup baik.

Realisasi Investasi Triwulan I tahun 2020 dari 233 Perusahaan sampai dengan 20 April 2020 sebasar Rp 2.14 Triliun lebih, 12,75 pesen dari Target Realisasi sebesar Rp 16.8 Triliun.

Realisasi investasi tersebut terdiri atas investasi  asing (PMA) sebesar  Rp 992.4 Miliar lebih atau (46,35 persen) dan  investasi dalam negeri (PMDN) Rp 1.14 Triliun lebih atau sebesar 53,65 persen.

Dalam video conference bersama Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, Rabu (29/04/20), Bahlil yang juga Ketua HIPMI ini menjelaskan, sektor pariwisata NTB terutama Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika tetap menjadi super prioritas pembangunan nasional.

Menurutnya, terdapat 17 Perusahaan yang berencana investasi di KEK Mandalika.

Namun saat ini sebanyak 9 Perusahaan (52,94 persen) yang aktif realisasi investasnya, 8 Perusahaan (47,06 pesen) masih melengkapi dokumen perencanaan & perizinan, serta masih menunggu kondisi aman dari adanya Pandemi COVID-19.

Ia menegaskan berbagai kendala yang masih dihadapi yang merupakan tanggungjawab pusat,  akan segera diselesaikan oleh pihaknya bersama para investor, termasuk penanganan kendala investasi di kawasan wisata tiga gili.

“Meski pariwisata masih butuh lama untuk pulih karena pandemi global Covid-19, kita tetap optimis, bahwa KEK Mandalika tetap akan bisa menggelar Moto GP pada 2021 mendatang,”pungkasnya.

Fokus penanganan pandemi

Gubernur NTB mengatakan, pihaknya juga optimis bahwa  ekonomi akan segera pulih. Meski saat ini tengah fokus penanganan pandemi Covid 19 serta dampak sosial ekonomi yang menyertainya.

Namun harus tetap memastikan,  daerah ini bersahabat dengan investasi, ujar pria yang akrab disapa Doktor Zul.

“Karena tanpa investasi tidak ada kesempatan kerja yang membawa kemakmuran di masyarakat,” tegasnya.

Gubernur Zul meminta pemerintah pusat melalui BKPM mencarikan solusi, terhadap berbagai permasalahan yang sedang dihadapi.

Di antaranya beberapa perusahaan yang belum mulai konstruksi, karena terkendala administrasi dan perizinan, kiranya bisa dipermudah.

Dalam kesempatan itu, Sekretaris Daerah, HL Gita Ariadi menyampaikan beberapa kendala di lapangan.

Termasuk perubahan realisasi investasi sebesar 12 persen dari target pada triwulan pertama tahun ini serta perkembangan investasi pembangunan smelter dan industri turunannya di KSB, kawasan tiga gili dan KEK Mandalika.

Terlebih saat ini pandemi COVID-19, membuat beberapa perusahaan bersikap menunggu dan melihat situasi dan kondisi aman untuk meralisasikan investasinya.

AYA




Potensi Besar, Industri Perikanan di NTB Harus Dikembangkan

Dengan dimulainya industrialisasi di bidang perikanan di Lingsar ini, diharapkan NTB menjadi daerah yang mandiri khususnya dalam bidang industri perikanan, baik itu dari segi pakannya, hingga pengolahan ikannya

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah mengatakan, industrialisasi di bidang perikanan ini harus dikembangkan, mengingat potensi yang besar dan tingkat konsumsi ikan yang semakin tinggi di NTB ini.

Industri dalam bidang perikanan ini tidak hanya ditekankan pada pengolahan ikannya saja, namun meliputi pembibitan, pembesaran, hingga produksi pakan ikan. Hal ini diharapkan dapat terwujud dalam waktu dekat.

“Inti dari industri perikanan adalah pakan, kalau melihat hasil produksi seperti ini, kita harus bisa membuat pakan sendiri,” tutur Gubernur saat berkeliling melihat kolam ikan Balai Benih Ikan Batu Kumbung Lingsar, Selasa (28/4/2020).

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki beberapa tempat pembibitan, salah satunya Balai Benih Ikan Dinas Kelautan dan Perikanan di ikan Balai Benih Ikan Batu Kumbung Lingsar, Lombok Barat, untuk mengembangkan potensi dalam bidang industri perikanan ini.

Gubernur Zul menyampaikan,  industri di bidang perikanan ini dapat dimulai dari tingkat BUMDes dan IKM sehingga proses industrialisasi ini dikerjakan oleh masyarakat sekitar.

“Dalam hal ini, BUMDes harus diberdayakan, UKM-lKM kita yang memproduksi pakan ikan, pengolahan dilakukan oleh masyarakat sekitar, jadi manfaat industrialisasi ini dapat dirasakan oleh masyarakat kita,” ucapnya.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H. Yusron Hadi mengatakan bahwa prospek industrialisasi di bidang perikanan ini sangat tinggi, peluang ini tidak boleh disia-siakan.

“Potensi kita sangat banyak, baik di darat maupun di laut, untuk budidaya maupun perikanan tangkap, oleh karena itu peluang dan kesempatan ini harus segera kita tangkap. Industrialisasi tidak selalu harus muluk-muluk, bagaimana meningkatkan nilai tambah, itu yang penting,” terangnya.

Ia mencontohkan dari segi pakan ikan yang masih dianggap memiliki harga yang tinggi, membuat petani ikan harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk menjalankan usaha perikanannya. Industrialisasi perikanan ini akan dapat memproduksi pakan ikan dengan harga yang relatif terjangkau.

“Kalau misalkan selama ini pakannya terlalu mahal, dapat mengurangi pendapatan masyarakat kita, ya kita berpikir bagaimana membuat pakan sendiri, kita punya STIP yang akan membantu kita untuk merancang mesin pembuat pakan,” jelas Yusron.

Dengan dimulainya industrialisasi di bidang perikanan di Lingsar ini, diharapkan NTB menjadi daerah yang mandiri khususnya dalam bidang industri perikanan, baik itu dari segi pakannya, hingga pengolahan ikannya.

AYA/HmsNTB




Langkah Industrialisasi Gubernur NTB Diapresiasi Persatuan Insinyur

Heru Dewanto menginstruksikan jajaran pengurus PII di NTB untuk bisa terus bersinergi dan memberikan support profesional sebagaimana dijamin dalam UU 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran

MATARAM.lombokjournal.com —  Langkah Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, dalam mengembangkan Industrialisasi di NTB mendapat apresiasi  Dr. Ir. Heru Dewanto, M.Sc (Eng), IPU, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Insinyur Indonesia.

Dalam rapat Video Converence (ViCon) dengan Jajaran Pengurus Pusat, Wilayah dan Pengurus Cabang PII seluruh Indonesia, Senin (27/04/20)), Heru Dewanto mengatakan akan mensupport Pemprov NTB.

“Kami mengapresiasi langkah Gubernur NTB, yang telah intens menerapkan konsep Industrialisasi di NTB. Dan PII akan memberikan support kepada Pemerintah Nusa Tenggara Barat. Karena PII memang harus mampu menjalankan tiga fungsi utamanya, yakni bidang profesionalisme, pengabdian masyarakat, dan mitra strategis pemerintah,” ujar Heru Dewanto,

Pria yang juga merupakan CEO PT CEPR ini, mengaku sudah mengagendakan untuk berkunjung ke NTB, guna bersilaturrahim langsung dengan Gubernur NTB, sayangnya terkendala adanya Pendemi Covid-19 di Indonesia.

“Dr. Zulkieflimansyah merupakan sahabat karib saya. Kami dulu sering bertemu. Karena kesibukan yang ada sekarang, sudah lama tak jumpa. Insya Allah kalau sudah selesai Pendemi Covid-19 ini, saya akan agendakan berkunjung ke NTB. Dan memberikan support program-program yang berhubungan dengan keinsinyuran” imbuhnya.

Heru Dewanto menginstruksikan jajaran pengurus PII di NTB untuk bisa terus bersinergi dan memberikan support profesional sebagaimana dijamin dalam UU 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran.

Hal itu merespon usulan dari Ketua Cabang PII Bima, yang juga Anggota Komite Pengembangan Organisasi Pengurus Pusat PII, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM.

“Kami Pengurus PII di NTB saat ini berusaha merespon tantangan dari program Industrialisasi, yang merupakan Program Prioritas Gubernur-Wakil Gubernur NTB. Telah kami selenggarakan FGD bekerjasama dengan BK Teknik Indsutri PII dan Stake holder terkait. Namun tentu butuh langkah implementatif lebih lanjut. mohon arahan Pak Ketum,” ujar Hadi Santoso saat rapat ViCon tersebut.

AYA




NTB Manfaatkan Krisis Sebagai Peluang Bangun UMKM dan Industri

Program JPS Gemilang, didorong untuk menjadi pemantiknya. Caranya adalah dengan memasukkan produk-produk UMKM dan IKM di NTB dalam 105.000 paket bantuan yang didistribusikan untuk masyarakat NTB

MATARAM.lombokjournal.com —   Krisis sering menakutkan, padahal krisis bisa dipandang sebagai peluang lahirnya hal-hal baru yang menggembirakan.

Di NTB, krisis ekonomi, disikapi sebagai peluang untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta merangsang pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM, menyampaikan itu usai mendengarkan arahan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dalam rapat yang digelar di kantor Gubernur NTB, Senin (27/04/20).

Najamuddin mengakui, saat ini terdapat banyak permasalahan dihadapi lapangan dalam proses penyaluran bantuan sembako JPS Gemilang.

Permasalahan tumpang tindih data, adanya bantuan makanan yang mengalami kerusakan maupun busuk, dan masalah lainnya, menurutnya patut dianggap sebagai proses pembelajaran yang dapat dimaklumi.

“Kalau ada masalah dan lain sebagainya, bisa dimaklumi. Yang jelas, permasalahan yang kita hadapi sekarang ini dialami juga seluruh daerah di kabupaten/kota, bahkan pemerintah pusat,” ujar Najamuddin.

Ia menegaskan, Pemprov NTB tidak menampik adanya temuan-temuan lapangan mengenai permasalahan yang muncul.

Namun menurutnya, adanya persoalan-persoalan itu justru mendatangkan hikmah berupa pembelajaran yang akan diraih dalam memperbaiki pelaksanaan program ini di fase dan gelombang berikutnya.

“Jadi permasalahan-permasalahan itu membuat kita semua bisa mendapatkan kesempatan untuk terus memperbaiki diri. Dan kita tentu berkomitmen, supaya mudah-mudahan tahap berikutnya jadi lebih baik,” tegasnya.

Najamuddin menegaskan, Gubernur NTB sangat bersemangat dalam mengelola setiap persoalan yang muncul dalam situasi saat ini. Sebab, Gubernur meyakini bahwa krisis adalah peluang belajar hal-hal baru.

“Dan biasanya, krisis sering mendorong orang untuk menemukan terobosan baru yang mencengangkan,” tegasnya.

Najamuddin mengatakan, dalam kesempatan itu Gubernur juga mendorong agar para pimpinan OPD tidak menutup diri dan sesegera mungkin merespon setiap keluhan dan masukan masyarakat. Terutama yang disampaikan melalui media sosial.

Gubernur Zul secara terbuka menyindir pimpinan OPD yang tidak aktif memperbarui informasi melalui kanal media sosial mereka, baik yang pribadi maupun laman organisasinya.

Ditegaskan Gubernur, NTB saat ini sedang memanfaatkan krisis untuk mendorong tumbuhnya UMKM dan IKM yang memiliki daya tahan lebih baik.

Program JPS Gemilang, didorong untuk menjadi pemantiknya. Caranya adalah dengan memasukkan produk-produk UMKM dan IKM di NTB dalam 105.000 paket bantuan yang didistribusikan untuk masyarakat NTB.

“Gubernur juga menegaskan kembali bahwa agen pembangunan ekonomi itu ya memang UMKM dan IKM itu. Makanya terobosan itu dibuat untuk memajukan mereka. Dan hasilnya sudah mulai terlihat,” tegas Najam.

Ia mencontohkan, selain JPS Gemilang, Gubernur juga mulai memproyeksikan penguatan BUMDes sebagai pengguna produk-produk industri lokal.

Salah satu produk industri lokal yang bisa dimanfaatkan oleh BUMDes di NTB adalah cold storage yang baru-baru ini telah dihasilkan dari tangan para guru dan pelajar SMK di Kuripan, Lombok Barat.

Sebelumnya, ada pula motor listrik Lingsar yang telah diujicoba sendiri oleh Gubernur NTB beberapa waktu lalu.

Menurut Najam, BUMDes nantinya akan didorong untuk menghimpun komoditas-komoditas lokal sebagai bahan pangan yang dijual untuk warga.

Kebutuhan setiap Kepala Keluarga selama sepekan atau sebulan, nantinya dapat dipesan melalui Trade Distribution Center (TDC) di masing-masing desa.

“Bahkan Gubernur mendorong agar TDC ini bisa menjadi outlet dari produk-produk lokal kita. Nantinya, untuk menyimpan bahan-bahan kebutuhannya, mereka bisa menggunakan cold storage buatan anak-anak SMK di NTB, dan untuk mendistribusikan produk-produknya, mereka bisa menggunakan motor listrik buatan SMK di NTB. Jadi secara tidak langsung kita menyediakan pasar dan insentif untuk kemajuan industri kita,” tegas Najam.

Najamuddin pun mengimbau masyarakat NTB untuk terus memberikan dukungan bagi upaya yang saat ini tengah dilakukan Pemprov NTB.

Ia pun menegaskan, tidak ada alasan untuk merasa pesimis dengan lesunya kondisi perekonomian akibat wabah Covid-19 ini.

“Karena bagi kita, krisis ini justru menjadi peluang untuk bangkit dan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

AYA/HmsNTB




Mulai Jumat 24  April, Bandara Lombok Menghentikan Penerbangan Penumpang Komersial

Bagi para penumpang yang telah memiliki tiket pada jadwal penerbangan periode tersebut dapat mendatangi Bandara Lombok untuk melakukan refund

PRAYA.lombokjournal.com —  Bandara Internasional Lombok menghentikan operasional penerbangan komersial untuk penumpang umum.

Penghentian penerbangan itu berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan RI (Permenhub) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H, untuk Pencegahan Penyebaran Covid-19, tertanggal 23 April 2020.

General Manager Angkasa Pura I Lombok, Nugroho Jati dalam siaran pers, Kamis (23/04/20), menjelaskan, untuk operasional kargo dan logistik masih tetap beroperasi seperti biasa.

Kebijakan ini berlaku mulai Jumat, 24 April 2020 pukul 00.00 WITA hingga 1 Juni 2020 mendatang.

“Kami mendukung penuh kebijakan Pemerintah RI yang tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek. Kami siap melaksanakan ketentuan ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi Covid-19 di tanah air,” kata Nugroho Jati.

Selain untuk penerbangan kargo dan logistik, bandara juga masih dapat melayani operasional penerbangan seperti penerbangan khusus, pelayanan darurat, maupun operasional lainnya dalam rangka mendukung percepatan penanganan Covid-19. .

Nugroho Jati mengatakan, bagi para penumpang yang telah memiliki tiket pada jadwal penerbangan periode tersebut dapat mendatangi Bandara Lombok untuk melakukan refund.

“Kami menyediakan 15 help desk yang ada di area drop zone dan lobby untuk proses refund yang akan dilayani oleh pihak maskapai. Bagi masyarakat yang ingin melakukan refund dengan datang ke bandara, dimohon untuk tetap memperhatikan protokol pencegahan penyebaran Covid-19, diantaranya dengan physical distancing, menghindari kerumunan, serta mengenakan masker,” ujar Nugroho Jati.

Dijelaskan, terkait kebijakan pengembalian tiket (refund), pihak maskapai nantinya tidak akan memberikannya dalam bentuk uang tunai, namun berupa kebijakan re-route (perubahan rute), re-schedule (perubahan jadwal penerbangan), atau berupa voucher pengganti.

“Informasi lebih lanjut dapat menghubungi customer service maskapai yang bersangkutan,” jelas Nugroho Jati.

Diharapkan, masyarakat dan pengguna jasa bandara dapat memahami kondisi ini dan bersama-sama berdoa semoga kebijakan dan upaya ini dapat secara signifikan menahan laju penyebaran pandemi Covid-19.

AYA/Rr




Gubernur NTB Nilai TDC Langkah Awal Membangun Desa

TDC didesain sebagai pusat perdagangan semua desa dan distribusi logistik, dengan memanfaatkan teknologi digital. Kegiatan distribusi dan perdagangan dibuatkan aplikasi sebagai strategi manajemen untuk mempermudah pengelolaannya

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah sangat tertarik dengan konsep bisnis saat menghadiri presentasi Mahadesa Progres Bisnis Trade Distribution Center (TDC) NTB, di kantor PT. Gerbang NTB Emas (GNE) di Mataram, Kamis (23/04/20).

Setelah mendengar pemaparan tentang TDC, Gubernur Zul tertarik untuk menanyakan beberapa hal dan berusaha memahami sistem kerjanya. Sebab TDC ini dibutuhkan bagi kepentingan seluruh masyarakat NTB.

Dalam pemaparan tersebut, Gubernur NTB didampingi Asisten II Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, MM, M.TP, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa dan Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dr. H. Ashari, Kepala Inspektorat NTB, Ibnu Salim, SH, M.Si.

TDC didesain sebagai pusat perdagangan semua desa dan distribusi logistik, dengan memanfaatkan teknologi digital. Kegiatan distribusi dan perdagangan dibuatkan aplikasi sebagai strategi manajemen untuk mempermudah pengelolaannya.

Suplai dan distribusi logistik tersebut menggunakan jaringan distribusi Mahadesa yang disebut aplikasi TDC.

Polanya, TDC tersebut akan dimiliki oleh Bumdes yang kemudian menjadi grosir dan menyuplai kebutuhan toko-toko kelontong di bawahnya.

Produk bahan pokok yang dihasilkan oleh Bulog, seperti Beras, Gula, Minyak dan Telur adalah beberapa komoditas yang akan disiapkan dengan harga lebih murah.

Tak berhenti saat pemaparan, Gubernur Zul melanjutkan agendanya meresmikan TDC Kuripan Utara, lokasi ini merupakan lokasi pertama. Apresiasi tinggi disampaikan Gubernur atas progres TDC hingga saat ini.

Dalam peninjauan usai peresmian, Dr. Zul meminta Mahadesa menggunakan motor-motor listrik sebagai kendaraan untuk pensuplai barang-barang yang akan diantar, box yang digunakan juga menggunakan bakul lokal.

“Jadi ini sederhana tapi ini adalah langkah awal membangun desa, kenapa ini fenomenal, karena ini contoh untuk Indonesia, Insyallah dalam waktu akhir tahun depan seluruh desa kita punya Trade Distribution Center,” tegas Gubernur.

Sebelumnya, Direktur PT. GNE, Samsul Hadi mengatakan, di setiap desa membentuk TDC, tidak hanya untuk perdagangan tapi membentuk infrastruktur ekonomi di tengah masyarakat.

Kuncinya adalah kemampuan memiliki jejaring baik secara daring maupun luring.

AYA/HmsNTB




Wolini; 3.310 Karyawan Hotel Dirumahkan, Dampak Wabah Covid-19

Tiga ribuan karyawan itupun yang terdata hingga hari Rabu (15/04), kemungkinan akan bertambah jumlah karyawan hotel yang dirumahkan bila wabah covid-19 belum reda

MATARAM.lombokjournal.com — Puluhan hotel yang menjadi anggota PHRI terpaksa menutup operasionalnya dan merumahkan ribuan karyawannya.

Sektor pariwisata merupakan salah satu yang terdampak  cukup parah dari virus corona Covid-19.

Ni Ketut Wolini, Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Barat, menjelaskan, sedikitnya 24 hotel tidak beroperasi entah sampai kapan.

“Berdasarkan data masuk, untuk anggota PHRI jumlah hotel yang tutup ada 24, sedangkan 32 hotel lainnya masih buka,” ujarnya saat diwawancara melalui whatssapp, Rabu (15/04/20) di Mataram.

Turunnya tingkat hunian hotel ini berimbas pada nasib karyawannya yang mencapai ribuan harus dirumahkan.

Menurut Wollini,  sebanyak 1.932 orang karyawan suda dirumahkan. Sejumlah hotel yang masih bertahan juga terpaksa mengurangi karyawan untuk mengurangi beban operasional.

“Sehingga total karyawan hotel yang dirumahkan sampai hari Rabu  sebanyak 3.310 orang,” katanya..

Tiga ribuan karyawan itupun yang terdata hingga hari Rabu (15/4), kemungkinan akan bertambah jumlah karyawan hotel yang dirumahkan bila wabah covid-19 belum reda.

“Tergantung perkembangan. Jadi hotel-hotel yang tutup ini bukan tutup permanen, tapi hanya tutup sementara waktu saja, tetapi pihak hotel juga ada yang memberi pesangon tergantung manajemen hotel” pungkas Wolini.

AYA




Baju Hazmat Diproduksi IKM Di Dusun Ketapang-Lingsar

Pembuatan APD tenaga medis ini sendiri dilakukan secara steril di ruang tertutup. Bahan kain yang digunakan yaitu polypropylene spundbound dengan gramasi 100 sesuai standar yang ditetapkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan dipesan dari provinsi Jawa Barat

MATARAM.lombokjournal.com — Pengusaha konveksi Industri Kecil Menengah (IKM) di Dusun Ketapang,  Desa Gegelang, Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat, memproduksi baju Hamzat atau pakaian APD untuk tenaga medis.

Pelaku IKM tersebut bekerja siang dan malam mempercepat produksi, agar tenaga medis di dalam daerah dapat tetap terjaga keselamatannya selama bertugas mengobati pasien Covid-19 di Provinsi Nusa Tenggara barat

Lina, salah satu pengusaha IKM yang sehari-harinya menjahit baju seragam pakaian sekolah dan segala hal yang berkaitan dengan produk usaha konveks, mengaku prihatin banyaknya petugas medis yang terpapar Covid-19.

Padahal tenaga medis yang jadi korban itu, justru saat melakukan penanganan pasien dalam pengawasan di ruang isolasi. Ini akibat minimnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD).

Lina menuturkan, saat ini ada 4 orang yang bertugas secara bergantian memproduksi satu set baju Hamzat  bagi tenaga medis yang bertugas menyembuhkan pasien covid-19 di Nusa Tenggara Barat.

“Mereka bekerja secara bergantian delapan jam setiap harinya  untuk memproduksi satu set pakaian yaitu baju pelindung  topi  dan sepatu serta masker,” ujar Lina, Rabu (08/04/20).

Pembuatan APD tenaga medis ini sendiri dilakukan secara steril di ruang tertutup. Bahan kain yang digunakan yaitu polypropylene spundbound dengan gramasi 100 sesuai standar yang ditetapkan Dinas Kesehatan Provinsi NTB dan dipesan dari provinsi Jawa Barat .

Sedangkan mesin jahitnya sendiri menggunakan mesin jahit ultra sonic, yang berasal dari bantuan Dinas Perindustrian NTB.

Selain itu, saat ini ketersediaan APD tenaga medis atau Hamzat masih belum ada yang diproduksi dari dalam daerah, dan harus mengandalkan bantuan dari Pemerintah Pusat.

Padahal saat ini Provinsi NTB  sendiri sudah terkonfirmasi ada 10 orang  pasien yang dinyatakan positif Covid-19 dan ratusan orang dalam pengawasan lainnya.

Ini menuntut ketersediaan APD bagi tenaga medis yang saat ini tengah berjuang merawat pasien.

Sejak dua hari berproduksi IKM Yayasan As Syahid ini baru mampu menghasilkan 18 set alat pelindung diri yang layak dan sesuai dengan standar yang ditetapkan Dinas Kesehatan NTB.

“Saat ini pesanan yang sedang dikerjakan adalah untuk dua tempat yaitu Rumah Sakit Universitas Mataram sebanyak 100 perangkat, dan Dinas Kesehtan NTB 500 unit,” terangnya.

Dengan diproduksinya APD bagi tenaga medis ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan para tenaga medis yang bertugas menyembuhkan warga yang terpapar Covid-19.

“Semoga saja para tenaga medis di seluruh indonesia selalu diberikan kesehatan dan tentunya selalu dalam lindungan Allah SWT untuk berjuang menyembuhkan para pasien Covid-19,” harapnya.

AYA




Gubernur Zul Hadirkan STIPark Banyumulek, Untuk Hidupkan Produk IMKM

Kesalahan berpikir masyarakat selama ini yang menyangka, inovasi teknologi itu muncul dari kampus-kampus, sekolah-sekolah, para profesor. Padahal inovasi teknologi itu muncul dari perusahaan  atau industrI

LOBAR.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah meresmikan Sains Techno Industrial Park (STIPark) Banyumulek, Rabu (08/04/20).

Peresmian pusat industri Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) itu dihajatkan sebagai wahana hilirisasi IPTEK.

Tujuannya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, melalui penyebaran pusat-pusat pertumbuhan dalam rangka pemerataan antar wilayah.

Terutama menggairahkan dan menghidupkan produk UMKM di wilayah NTB.

Hal ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 2013 tentang Pengembangan Inkubator Wirausaha.

Perpres tesebut dalam Pasal 3 menyebutkan, sasaran pengembangan inkubator wirausaha seperti di NTB, di antaranya menumbuhkan wirausaha baru dan penguatan kapasitas wirausaha pemula (start up) yang berdaya saing tinggi.

Selain itu, juga untuk penciptaan dan penumbuhan usaha baru yang mempunyai nilai ekonomi.

Dan yang lebih penting lagi, peningkatan nilai tambah pengelolaan potensi ekonomi melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, STIPark ini dimaksudkan untuk mendorong terlaksananya inkubasi bisnis, inovasi dan pengembangan teknologi, kerjasama dan bisnis proses dan eduwisata teknologi.

Gedung inkubasi ini merupakan wadah untuk memfasilitasi pelajar, mahasiswa yang ingin menekuni bisnis dalam bidang permesinan, industri olahan, industri kreatif, IT dan software development.

Hadirnya STIPark ini merupakan realisasi program Industrialisasi yang digagas Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, untuk mengembangkan UMKM dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Gubernur Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul menjelaskan, teknologi itu tidak dapat dibeli atau didapat begitu saja.

Padahal dalam kenyataannya, pengalaman negara negara berkembang, teknologi itu harus direbut dengan sengaja dan direncanakan.

“Kalau kita tidak mampu melakukan kemampuan teknologi atau technological capability, inovasi teknologi kita, tangannya akan senantiasa di bawah, tergantung dari daerah daerah lain yang mampu memproduksi produk-produk yang mempunyai nilai tambah lebih baik,” ungkap Bang Zul.

Orang nomor satu di NTB ini menegaskan, tidak mungkin masyarakat sejahtera tanpa industrialisasi. Industrialisasipun tidak mungkin ada tanpa inovasi.

Inovasi teknologi tidak akan muncul begitu saja, namun harus direbut dan direncanakan.

Menurut Bang Zul, kesalahan berpikir masyarakat selama ini yang menyangka, inovasi teknologi itu muncul dari kampus-kampus, sekolah-sekolah, para profesor. Padahal inovasi teknologi itu muncul dari perusahaan atau industri.

“Kalau daerah itu mau maju, maka harus punya program yang memperbanyak perusahaan-perusahaan hadir di tengah-tengah masyarakat. Karena di tengah perusahaan, akan hadir kemampuan untuk teknologi,” kata Bang Zul.

Tetapi perusahaan ini tidak gampang memulainya. Butuh modal, butuh pengalaman dan tidak bisa hanya dengan kata-kata.

“Kenapa kita bikin box disinfektan? Bukan boxnya yang penting, tatapi akan lahir perusahaan-perusahaan yang punya kemampuan membikin box, tetapi juga dengan kemampuan bikin box, dia punya kemampuan memproduksi produk produk lain,” tegasnya.

Kehadiran STIPark ini tegas Gubernur sebagai wadah untuk membantu UMKM NTB yang selama ini kurang modalnya serta memiliki pasar yang terbatas.

“STIPark itu bukan tempat berkumpulnya orang orang pintar, bukan tempat untuk mengumpulkan produk-produk hebat. Tetapi, STIPark adalah tempat kita memberikan ruang, memberikan wadah bagi mereka mereka yang memiliki ide brilian tetapi tidak punya modal,” ungkapnya.

Kehadiran STIPrk membantu menyediakan tempat, pelatihan, mencarikan pasar, mencari teknologi yang tepat.

Sehingga, ketika dua tahun atau tiga tahun di STIPark, mereka keluar bisa menjelma menjadi pengusaha hebat.

AYA/HmsNTB