Gubernur Zul Jelaskan Potensi KEK Mandalika Saat Dikusi Dengan UI

“Sekali lagi, kita bukannya memutuskan tetapi meminta pada ITDC untuk mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Ketika hajatan besar ini terjadi kita tidak menjadi penonton,” jelas Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com – Kawasan Ekonomin Khusus (KEK) Mandalika Lombok bukanlah sebuah kawasan biasa. Kawasan tersebut dipersiapkan sebagai kawasan pariwisata unggulan di Indonesia bahkan dunia.

KEK Mandalika dikelola oleh perusahaan BUMN yaitu PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc saat berdiskusi secara online dengan Universitas Indonesia (UI) di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (20/05/20).

Dalam diskusi bertema “Kajian Percepatan Lima Destinasi” Gubernur Zul menyampaikan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sangat serius mendukung dan mensukseskan Mandalika sebagai Super Priority Destination.

“Apalagi kita menjadi tuan rumah MotoGP 2021. Sejauh ini pembangunannya berjalan dengan lancar, meskipun ada beberapa kendala tetapi dapat diselesaikan,” jelas Gubernur.

Gubernur berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga apa yang dicita-citakan dan dipersiapkan selama ini dapat diwujudkan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB bukan sebagai aktor utama dalam pembangunan ini, tetapi Pemerintah Pusat memberikan kepercayaan penuh kepada BUMN dalam mengelola KEK Mandalika.

“BUMN ditugaskan oleh Pemerintah untuk mengelola KEK Mandalika menjadi lokasi yang dahsyat dan atraktif untuk investor melakukan investasi,” tuturnya.

Dalam diskusi online tersebut, Gubernur Zul juga menyampaikan, Pemerintah NTB tidak ingin masyarakatnya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Dengan hadirnya Sekolah Tinggi Pariwisata di Lombok Tengah dapat mencetak SDM yang mampu bersaing.

“Sekali lagi, kita bukannya memutuskan tetapi meminta pada ITDC untuk mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Ketika hajatan besar ini terjadi kita tidak menjadi penonton,” jelas Gubernur Zul.

Dijelaskan, dalam membangun pariwisata bukan hanya membangun hotel atau membuat destinasi saja, tapi yang terpenting adalah mampu menciptakan akses agar wisatawan dengan mudah mengunjungi daerah wisata di daerah ini.

Tahun 2019 lalu NTB membuka direct flight dari Perth ke Lombok yang membuat angka kunjungan wisatawan dari Australia meningkat tajam.

“Direct flight adalah faktor paling penting dalam mendukung pariwisata, ” terangnya.

Di akhir dikusi online tersebut, Gubernur Zul menyampaikan meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang melumpuhkan hampir setiap sector, tapi NTB dengan adanya Covid-19 percaya dengan kemampuannya dalam memproduksi sendiri.

“Where there is a will, there is a way. Kita mampu menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak terbayangkan. Ternyata masyarakat tradisional bisa belajar teknologi, seperti membuat minyak goreng, kopi, minyak kayu putih dan masker,” kata Gubernu Zul.

AYA/HmsNTB




Pemberdayaan UMKM Berlanjut, Tak Hanya Saat Wabah Covid-19

Program pemberdayaan UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upaya menangani dampak wabah Covid-19 menjadi salah satu jalan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan, pemberdayaan UMKM lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak berhenti hanya sampai wabah Covid-19.

Namun program pemberdayaan UMKM lokal di NTB akan tetap berlanjut ke depan.

Menurut Gubernur Zul, Program JPS Gemilang akan terus berlanjut.Jika kita bisa berkembang dengan teknologi dan menghasilkan kualitas dan kuantitas lebih.

“Bukan hanya memenuhi kebutuhan NTB, bisa jadi kita dapat memenuhi kebutuhan kabupaten kota lain di luar NTB,” kata Gubernur Zul saat rapat bersama UMKM-UMKM di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Senin (18/05/20).

Program pemberdayaan UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upaya menangani dampak wabah Covid-19 menjadi salah satu jalan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.

Melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II, UMKM ikan di NTB misalnya menyediakan produknya berupa ikan kering untuk menjadi salah satu item JPS Gemilang tahap II ini.

Dalam JPS tahap II, ikan kering dipilih sebagai pengganti telur karena ikan kering dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak.

Selain itu, ikan kering ini juga dapat membantu nelayan yang selama ini memiliki hasil tangkapan yang tinggi,  namun sering kali tersisa karena tidak habis terbeli.

Gubernur Zul mengakui, hal ini tidaklah gampang dilakukan, namun tujuannya bukan hanya sekedar mengadakan program JPS Gemilang dan mendistribusikannya, melainkan melaksanakan misi yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Memang kerjanya lebih rumit, namun tujuan kita bukan mengadakan ikan saja, tapi memberdayakan UMKM-UMKM kita untuk menjadi besar ke depan, semangat kita memberdayakan UMKM,” terang Doktor Zul.

Ia mengingatkan kepada stakeholder terkait, untuk berkomunikasi dengan dinas-dinas lain yang berada di kabupaten/kota untuk menghimpun UMKM-UMKM yang ada di sekitar lokasi untuk diberdayakan dalam pengadaan ikan kering ini.

JPS Gemilang ini dianggap sebagai program bersama dengan kabupaten/kota. Fungsi provinsi adalah koordinasi dari masing-masing Kabupeten/kota.

“Semua ikan kering itu sebisa mungkin dikumpulkan dari kabupaten kota sendiri, kalau kurang, baru provinsi yg mendatangkan dari kabupaten kota lain,” tuturnya.

Gubernur Zul berharap, program ini berjalan dengan baik agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama wabah Covid-19.

Ia meminta kepada seluruh UMKM-UMKM yang hadir untuk menjadi penyambung lidah pemerintah dalam menyampaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di tengah Covid-19 ini.

Pemprov NTB akan melibatkan sebanyak 346 IKM dan UMKM untuk memasok barang-barang yang akan dijadikan paket sembako dan suplemen JPS Gemilang tahap II.

JPS Gemilang tahap II dalam bentuk paket sembako dan masker plus suplemen.

Bedanya,  pada tahap ini telur ditiadakan dan akan diganti dengan produk ikan kering. Dengan rincian paket untuk Pulau Lombok berupa 10 kg beras, 1 liter minyak kelapa, 1 ons abon ikan dan ikan kering.

Sedangkan paket sembako untuk Pulau Sumbawa berupa, 10 kg beras, 1 liter minyak goreng sawit, 1 ons abon ikan, produk ikan kering dan garam.

Paket masker dan suplemen berupa, dua buah masker non medis, susu kedelai, teh kelor/kopi, sabun cair/batang, dan minyak kayu putih.

AYA/HmsNTB




Kebijakan Pinjaman Khusus, Diharapkan Pacu Semangat UMKM

Dengan meluncurkan Pembiayaan Skema Khusus UMKM Bank NTB Syariah ini , diharapkan tidak ada lagi UMKM di NTB yang mengalami kesulitan dalam mempereroleh dana untuk memulai usahanya

MATARAM.lombokjournal.com — Bank NTB Syariah meluncurkan Pembiayaan Skema Khusus UMKM Bank NTB Syariah, yang dilakukan. langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jumat (15/05/20).

Pembiayaan Skema Khusus UMKM itu untuk membangkitkan gairah usaha UMKM di era pandemi covid-19.

Gubernur Zukieflimansyah

Gubernur NTB mengapresiasi Bank NTB Syariah, karena membantu dengan memberi beberapa keringanan pinjaman dan angsuran kepada nasabah UMKM.

Dan diharapkan hal ini dapat meningkatkan semangat para pegiat UMKM.

“Untuk memulai ini semua memang harus ada keberanian dan teknologi bukan produk yang bisa ditransfer begitu saja, tanpa ada akumulasi pengalaman, learning by doing dan lain sebagainya. Oleh karena itu segera kita umumkan ke semua UMKM di seluruh kabupaten di provinsi NTB, tidak akan lagi ada kesulitan untuk datang ke bank,” kata Guberur Zul.

Menurutnya, teknologi dalam sisi perbankan ini perlu, karena tanpa teknologi tidak mungkin pertumbuhan ekonomi akan inklusif dan berkualitas.

Sehingga dibutuhkan kemauan yang kuat dan pemikiran bahwa semua ini adalah sebuah rangkaian.

“JPS Gemilang ini, harus berupa komoditas, sembako, karena apabila dikasih case tidak akan ada impact ekonomi, oleh karena itu kita pakai sembako, sembako tahap II ini, 30 mei nanti itu semua akan serba lokal, minyak kelapa, ikan dan macam-macam semuanya serba lokal serta belajar dari semua masukkan masukkan yang diberikan,” jelasnya. .

Dengan melibatkan UMKM serta Kabupaten/Kota, akan ada rasa penerimaan luar biasa dan rasa memiliki.

Gubernur Zul minta kepada Bank NTB untuk berkontribusi dalam menyukseskan trade and distribution center, sehingga dalam memetakan kebutuhan masyarakat lebih mudah.

Sehingga data yang dihasilkan nantinya akan langsung diakomodir oleh Gerbang NTB Emas (GNE), sehingga GNE nantinya akan mendistribukan ke trade and distribution center.

“Apabila trade and distribution center ini ada di setiap desa maka, JPS Gemilang ini tidak harus berhenti setelah bulan Juni, tapi akan terus berlanjut sehingga kadis-Kadis kita nantinya, akan mengumpulkan ke GNE kemudian GNE akan mendistribusikan ke Bumdes yang ada di desa -desa,” terangnya.

Gubernur Zul menyampaikan optimismenya akan pencapain dari trade and distribution center itu.

“Saya yakin dalam waktu tidak terlampau lama, ekonomi NTB itu akan berkualitas pertumbuhannya, dengan ikhtiar kita semua dan salah satu elemen paling penting adalah salah satu yang kita launching pada hari ini,” ungkap Gubernur.

Dengan meluncurkan Pembiayaan Skema Khusus UMKM Bank NTB Syariah ini , diharapkan tidak ada lagi UMKM di NTB yang mengalami kesulitan dalam mempereroleh dana untuk memulai usahanya.

“Mudah-mudahan Bank NTB di seluruh Kabupaten/Kota menangkap pesannya, tentu ini memerlukan kehati-hatian tapi jangan sampai mereka diberi susah sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang,” tutup Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Raharjdo memaparkan bahwa disamping memberikan keringanan angsuran, Bank NTB memberikan 2 skema khusus. Pertama, pembiayaan dengan Grace Periode 1 Tahun, kedua, Pembiayaan Kontraktor atau Vendor dengan sinking fund atau agunan cash .

Hal itu guna membantu pemerintah dalam mendongkrak bangkitnya UMKM di NTB sehingga perekonomian di NTB dapat lebih baik lagi terutama dalam masa pandemi covid-19.

“Insya allah pembiayaan ini ke depannya juga berbasis kepada kerjasama kami bersama ansuransi pembiayaan, sehingga kedepannya paling tidak kami dapat meminimalkan resiko kegagalan usaha setelah 12 bulan kami memberi penangguhan angsuran,” ucapnya.

AYA/HmsNTB




Lobar Dinilai Akan Berperan Penting di Bidang Industrialisasi

Bumdes dapat menggunakan produk-produk hasil karya anak-anak SMK di Lobar, seperti motor listrik dalam proses distribusi dan cold storage untuk penyimpanan bahan makanan

LOBAR.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Ketua TP.PKK Prov.NTB Hj. Niken Zulkiefliemansyah sangat optimis, Kabupaten Lombok Barat akan segera menjelma menjadi daerah yang memainkan peranan penting dalam industrialisasi di wilayah Provinsi NTB.

Hal itu dikemukakan Gubernur Zul saat melounching Bantuan Bibit Tanaman dan Pemberian paket Gemar ikan bagi Ibu Hamil dan anak Stunting, dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan keluarga pada masa pandemi Covid-19 bertempat di Kantor Desa Kuripan Utara-Lobar, Rabu (13/05/20).

Menurut Doktor Zul, optimisme bahwa Lombok Barat akan menjadi aktor utama ekonomi di NTB karena saat ini sudah bisa menciptakan berbagi terobosan.

Seperti pembuatan Motor Listrik oleh siswa SMK di Lingsar dan Pembuatan Cold Storage oleh siswa SMK 2 Gerung.

“Kalau semua produk hasil karya anak NTB yang luar biasa ini, bisa didistribusikan di Bumdes-Bumdes se-NTB maka kami yakin Lobar akan menjadi pemain utama ekonomi di NTB,” ujarnya.

Selain itu, Lombok Barat, khususnya Desa Kuripan Utara, akan mencatatkan sejarah awal dimana Provinsi NTB akan melalui PT. Gerbang NTB Emas (GNE) akan membuka Trade Center Distribution (TDC) di 20 Desa di Lobar, yang bekerjasama dengan Bumdes.

GNE akan memasok hasil dari produk-produk UMKM, ke Bumdes yang ada, kemudian BUMDES akan melakukan proses distribusi langsung kepada masyarakat.

“Dengan demikian kita akan mampu bersaing dan tidak akan khawatir lagi dengan keberadaan Alfamart dan Indomaret yang berkembang  di sekitar kita,” ujarnya.

Doktor Zul juga berharap, Bumdes dapat menggunakan produk-produk hasil karya anak-anak SMK di Lobar, seperti motor listrik dalam proses distribusi dan cold storage untuk penyimpanan bahan makanan.

Ia menyadari, saat ini kualitas hasil produksi anak-anak SMK ini mungkin belum sampurna. Namun ia berharap ke depan akan terus mengalami penyempurnaan.

“Dengan demikian hasil produksi anak-anak kita yang luar biasa ini bukan hanya dapat kita pasarkan di wilayah Nusa Tenggara Barat saja, namun di tingkat nasional bahkan dunia pada masa yang akan datang,” harapnya.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Akan Ciptakan Ekosistem Perekonomian Baru di NTB

JPS Gemilang adalah sebuah pesan pemberdayaan IKM dan UMKM di Provinsi NTB. Jangan sampai IKM di dalam daerah tidak merasakan manfaatnya

MATARAM.lombokjournal.com  – Salah satu fokus Pemprov NTB saat ini yaitu penyiapan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 bagi masyarakat NTB.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga yang tidak mampu dan terdampak, namun JPS Gemilang terbukti menggairahkan kembali ekonomi di sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menggelar rapat Pemantapan untuk JPS Gemilang Tahap II bertempat di Ruang Rapat Utama Setda Provinsi NTB, Selasa (12/05/20).

Rapat kali ini dengan menghadirkan seluruh Kepala OPD dan stakeholder/mitra terkait seperti PT.GNE dan Bulog.

Mengawali rapat, Gubernur menyampaikan, pelaksanaan JPS Gemilang tahap II harus lebih baik dari tahap pertama.

Khususnya masalah data dan produk yang diberikan kepada masyarakat.

“Pemantapan JPS kali ini kita fokus agenda utama yaitu Pemantapan Data penerima dan Produk JPS Gemilang. Data harus relatif lebih baik, pastikan data kita valid dan penerima tepat sasaran” jelas Gubernur Zul.

Untuk produknya, Gubenur Zul minta  semua produk yang disalurkan adalah produk lokal.

Gubernur Zul menegaskan, JPS Gemilang adalah sebuah pesan, bukan hanya program semata.

Pesan yang dimaksud adalah pemberdayaan IKM dan UMKM di Provinsi NTB. Jangan sampai IKM di dalam daerah tidak merasakan manfaatnya.

“Jangan sampai karena kita memberikan bantuan dan mengejar volume besar, kita menggunakan pabrikan dan IKM kita tidak diberdayakan. IKM kita mampu. Kita memberdayakan IKM betul-betul serius, kita maksimalkan IKM agar Insyaallah ekonomi kita di NTB bisa lebih berdaya” lanjut gubernur.

Dikatakan, para kepala daerah di NTB juga sangat bersemangat dalam program mendukung JPS Gemilang ini. Hal ini dikarenakan seluruh IKM dan UMKM yang terlibat berasal dari seluruh kabupaten/kota Di NTB.

“Para Bupati dan Walikota setelah tahu pesan program ini, semuanya sangat setuju dan bersemangat” ucap mantan Anggota DPR RI tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur bersama seluruh peserta rapat turut merumuskan pola terbaik untuk JPS Gemilang, termasuk pola pengumpulan hasil produksi IKM. Dimana pada tahap ke II ini, JPS Gemilang akan lebih efektif.

Terdapat sebanyak 362 IKM/UMKM yang terlibat. Dan setiap kabupaten/kota memiliki IKM yang berbeda-beda sehingga akan saling menutupi dengan nilai yang sama.

“Mudah-mudahan bukan saja produk yang delivered kepada masyarakat. Namun mindset ini juga tersampaikan. Peta industrialisasi kita di NTB mulai terlihat, dari sini bisa kita buatkan roadmap industrialisasi di seluruh kab/kota.” tambahnya.

Di akhir rapat, Gubernur Zul optimis bahwa JPS Gemilang akan mampu membuka dan menciptakan ekosistem baru dalam perekonomian di NTB.

“Semoga program ini bisa betul-betul sesuai, sehingga ada _sense of belonging-nya. Setelah pandemi ini berlalu, maka ekosistem ekonomi baru akan terbentuk dan menjadi cikal bakal di kabupaten/kota. Menjadi vendor-vendor di BUMDes. Para IKM ini akan punya kekuatan dan betul-betul berdaya” tutupnya.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Ir. H Ridwan Syah, M.Sc, MM, MTP menyampaikan, Pemerintah Provinsi akan menaikkan jumlah kuota penerima JPS Gemilang.

“Akan ada penambahan data penerima di tahap II ini dari 105.000 penerima menjadi 125.000 penerima.”jelas Ridwan Syah.

Jumlah kuota akan dilakukan veluasi dan dikirim ke desa di setiap kabupaten/kota.

“Disanalah boleh menambahkan, boleh mengurangi sesuai kriteria yang ada. Kemudian data penerima harus di tandatangani dan di SK kan sehingga jelas dan terbuka.” tambahnya

Terkait produk JPS Gemilang, Ridwan Syah menyampaikan bahwa distribusi JPS kali ini akan lebih ketat dari sebelumnya. Produk yang digunakan juga seluruhnya merupakan produk lokal.

“Kita tidak akan mengirim barang-barang yang tidak awet. Telur di ganti abon dan ikan kering. Setelah barangnya lengkap, baru kita akan bagikan ke masyarakat” jelasnya.

Dengan Program JPS Gemilang, masyarakat tidak saja terbantu, namun lebih dari itu. Pemerintah Provinsi NTB sedang mengirim pesan bahwa setelah pandemi ini berlalu, maka IKM sudah berdaya.

Dan di provinsi NTB sudah punya ekosistem baru dalam menyerap dan menyalurkan produk-produk IKM ke masyarakat.

AYA/HmsNTB




LSM Bisa Ambil Peran Mencari Investor Yang Dibutuhkan NTB

Pemprov NTB nantinya akan mengeluarkan Pergub untuk melindungi petani Lobster di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —   Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memiliki peranan yang penting dalam pembangunan daerah. Salah satu bisa dilakukan untuk mendukung pembangunan yaitu mencari investor yang dibutuhkan oleh Provinsi NTB.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat menerima silaturahmi Lombok Lobster Asosiasi (LLA) yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Selasa (12/05/2020).

Selain didorong bergerak untuk mencari investor yang dibutuhkan oleh NTB, LSM ini diminta untuk menjadi jembatan dalam hal penyelesaian masalah-masalah antara investor dan masyarakat.

“Kita butuh di NTB itu LSM yang mencari investor yang benar, apalagi di Lombok Tengah investor itu banyak sekali. Teman-teman LSM NTB bisa seperti LSM di negara maju yang tidak hanya menyelesaikan masalah sosial di masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H. Yusron Hadi dalam kesempatan tersebut lebih banyak berbicara mengenai investasi dan potensi di sektor kelautan NTB.

Salah satu yang mencuat saat ini adalah terkait dengan regulasi lobster di Indonesia.

Seperti diketahui Pemerintah saat ini memberikan izin untuk penangkapan, budidaya dan ekspor losbter melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Indonesia.

“Secara teknis pemerintah pusatlah yang memberikan kuota budidaya lobster untuk masing-masing daerah. Mungkin nanti kita akan bersurat melihat potensi yang ada di daerah dan disampaikan ke pusat untuk di tambah kuota untuk NTB,” jelasnya.

Yusron mengatakan, Pemprov NTB nantinya akan mengeluarkan Pergub untuk melindungi petani Lobster di NTB. Hal ini dilakukan agar petani merasakan manfaat yang besar dari potensi lobster yang besar ini.

Sementara itu Muhanan, SH mewakili Lombok Lobster Asosiasi (LLA) mengatakan, lantaran Permen KP yang lama, sudah banyak nelayan lobster di Pulau Lombok yang berurusan dengan masalah hukum lantaran mereka menangkap lobster.

Namun pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 12/2020 saat ini lobster dapat dibudidayakan hingga diekspor dengan syarat-syarat tertentu.

“Oleh karena itu, kami meminta agar Pemerintah Provinsi NTB memiliki andil untuk mengambil kuota mengingat stok bibit lobster di NTB terbanyak dan memiliki kualitas terbagus,” harapnya.

AYA/HmsNTB




NTB Mulai Serap Produk BUMDES

BUMDES memberdayakan usaha industri kecil di desa lalu TDC menyerap serta memasarkannya. Mekanisme ini yang sedang digagas serta di jembatani Pemprovi NTB melalui Dinas Pemdes tadi

MATARAM.lombokjournal.com —  Untuk meningkatkan sumber daya ekonomi desa, Pemerintah Provinsi (Pemprov)  NTB mulai merancang peningkatan kegiatan distribusi barang dan jasa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Stok pangan dan kebutuhan bahan pokok kemasan mulai akan dititikberatkan produksinya di desa desa. Kebijakan ini untuk mendesentralisasikan pertumbuhan ekonomi dan memberdayakan usaha masyarakat di pedesaan.

“Pak Gubernur sudah mencanangkan program  Trade Distribution Centre (TDC) atau pusat distribusi produk usaha desa memanfaatkan BUMDES tadi. TDC berfungsi sebagai wadah atau badan usaha yang menyerap produk pangan olahan dan kemasan dari desa. TDC akan ada setiap BUMDES,” kata, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes), Dr. H. Ashari, Jumat, (08/05/20).

TDC adalah badan usaha anak perusahaan GNE. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa ekspedisi barang yang kini menjadi mitra kerja JPS NTB Gemilang.

Ashari setuju dengan ide agar pemerintah menyerap gabah petani lalu mengemasnya menjadi beras serta didistribusikan melalui program JPS Gemilang. Menurutnya, peningkatan nilai tambah dari gabah menjadi beras menjadi satu dari banyak usaha nilai tambah yang ditangani TDC bersama BUMDES.

BUMDES memberdayakan usaha industri kecil di desa lalu TDC menyerap serta memasarkannya. Mekanisme ini yang sedang digagas serta di jembatani Pemprovi NTB melalui Dinas Pemdes tadi.

“Dengan adanya TDC ini kita harap semua kebutuhan masyarakat di desa bisa terpenuhi tanpa harus mengekspor dari luar. Bahkan sebaliknya, BUMDES bisa mengekspor produk lokal desa mereka keluar daerah bahkan antar provinsi dan negara,” terangnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah baru baru ini meresmikan TDC untuk BUMDES Desa Kuripan Utara, Kabupaten Lombok Barat. Menurut Gubernur, TDC bisa berfungsi menjadi gerai penjualan produk lokal di desa. Melalui program tadi, BUMDES bisa memenuhi seluruh kebutuhan pangan olahan serta kemasan produk usaha kecil di desa.

“Untuk membangun desa, maka geliatkan ekonominya. Ekonomi desa bisa bergerak kalau BUMDESnya bisa digerakkan,” ujar, Gubernur seperti ditulis dalam laman Facebook pribadinya.

AYA/HmsNTB




Ajakan Gubernur Zul Belanja Produk Petani

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah meresmikan Acara Gelar Pangan Murah dan Lumbung Pangan Tunas Sasambo Online sebagai upaya memenuhi kebutuhan pangan murah bagi warga NTB di Jakamandala,  Kwarda Gerakan Pramuka NTB, jalan Pemuda Mataram, Jum’at (08/05/20)

Acara Gelar Pangan Murah diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB yang melibatkan kerja sama dengan pasar mitra tani dan Kwarda Gerakan Pramuka NTB.

Menurut Gubernur Zul, ketersediaan pangan merupakan tantangan besar tidak saja di NTB, namun juga di Indonesia.

“Jangan sampai selama kurang cabai, beli ini beli itu di luar NTB. Padahal petani kita bisa sediakan.”katanya..

Gubernur Zul memberi seMangat, mudah-mudahan bisa menjadi contoh, Pramuka menjadi garda terdepan dalam ketahanan pangan bersama petani.

DiharapkaN, acara serupa bisa hadir di seluruh kab/kota hingga ke desa-desa di NTB dan juga menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Masyarakat bisa datang ke Jaka Mandala, pasar murah bukan saja di Dinas Perdagangan, namun juga ada di Jaka Mandala. Masyarakat punya banyak pilihan di era Covid19 NTB punya pangan terjangkau.

Terpantau di lapangan, harga pangan yang dijual sangat terjangkau. Gula 13,5k / kg, telur 42k/trey, beras super 42k/5kg, hingga Lobak 1k/pcs.

Yuk belanja di Jaka Mandala, di Jl. Pemuda No.63, Dasan Agung Baru, Kec. Selaparang, Kota Mataram.

“Mari kita beli produk-produk petani kita,” ajak gubernur..

AYA

 

 




Berdayakan UMKM untuk Stabilitas Ekonomi di Tengah Pandemi

Keberanian untuk memakai produk lokal akan membangkitkan kepercayaan diri masyarakat NTB untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh pengusaha lokal khususnya UMKM di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah mengambil langkah menstabilkan kondisi sosial ekonomi warga NTB di tengah wabah virus Corona Covid-19.

“Di balik musibah selalu ada peluang, Pak Jokowi memberikan direction yang detail, bukan hanya tentang bagaimana mencegah penyebaran corona ini, namun juga berkali-kali mengatakan kepada kami untuk mengantisipasi dampak sosial ekonomi dari corona ini,” terang Gubernur Zul saat menjadi pembicara Dalam Program COMMITMENT To Nation, Kamis malam (07/05/2020).

Pemberdayaan tersebut dilakukan dengan melaksanakan program Jaring PengamanSosial (JPS) Gemilang dalam bentuk penyaluran kebutuhan saat pandemi’

Kebutuhan tersebut sebagian besar berasal dari produk-produk lokal diantaranya, masker, beras, minyak, hand sanitizer yang diproduksi oleh UMKM di NTB.

“Kami membeli barang tersebut dari masyarakat, dan menyalurkan lagi ke masyarakat sehingga geliat ekonomi itu betul-betul terjadi di tempat kami,” jelasnya.

Ia mengatakan, wabah COVID-19 ini menyadarkan pemerintah bahwa daerah mampu menciptakan produk-produk yang selama ini selalu diimpor, baik itu kebutuhan peralatan sederhana skala rumah tangga hingga skala industri.

“Kami selalu punya cerita indah tentang perjalanan panjang yang harus dimulai dengan langkah pertama, dan corona ini menyadarkan kami bahwa, sesungguhnya kita punya kemampuan untuk menciptakan produk-produk yang kompetitif, bukan hanya untuk daerah, namun juga untuk Indonesia bahkan dunia,” jelasnya.

Gubernur Zul menuturkan,  corona ini menjadi teguran untuk para elit negara bahwa saatnya Indonesia berpikir industrialisasi, kesempatan perlu diberikan kepada masyarakat untuk cinta terhadap produk dalam negeri.

“Sebenarnya corona ini menyindir elit-elit kita bahwa sebenarnya kita tidak pernah berpikir industrialisasi, kita tidak pernah membangun kemandirian ekonomi, padahal bung Karno mewanti-wanti kita harus jadi pemain di tempat kita sendiri,” tegasnya.

Ia mengatakan,  keberanian untuk memakai produk lokal akan membangkitkan kepercayaan diri masyarakat NTB untuk meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan oleh pengusaha lokal khususnya UMKM di NTB.

Gubernur Zul berharap wabah Pandemi ini segera berakhir, dan seiring berakhirnya Pandemi ini, kondisi ekonomi di NTB dan Indonesia pada umumnya terus membaik.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Cari Solusi Kumpulkan Produk UMKM Hadapi Pandemi COVID-19

Diharapkan pemerintah dan UMKM dapat bekerjasama menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Di tengah Pandemi COVID-19 yang melanda seluruh dunia, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah memberikan semangat dan motivasi kepada masyarakat, khususnya UMKM yang sedang bertahan di tengah lesunya perekonomian saat ini.

Berkunjung ke Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Gubernur menemui para pelaku UMKM yang sedang melakukan aktivitas pendataan untuk ikut serta dalam memenuhi kebutuhan masker di NTB.

“Kami akan coba cari solusi untuk membentuk UPT khusus yang mengumpulkan produk UMKM kita, ini menarik karena sekarang kita punya jaringan,” kata Gubernur Zul.

Ia menerangkan, NTB telah menemukan sebuah sistem yaitu Trade and Distribution Center (TDC) untuk menyalurkan produk-produk UMKM di NTB ini. Sistem ini adalah sistem pemasaran yang bisa mempermudah UMKM dalam menjual produknya.

“Ibu bapak bayangkan, betapa hebatnya setiap desa itu ada yang menampung produk-produk UMKM lokal kita, hebat sekali, jadi UMKM kita tidak sibuk-sibuk,” terang Bang Zul.

Bang Zul meminta kepada Kepala Dinas Koperasi dan UMKM untuk terus membina UMKM-UMKM yang ada agar menjadi lebih baik dan dapat mengubah kehidupan masyarakat seperi mimpi NTB Gemilang yang Sejahtera dan Mandiri.

“Bapak-bapak tolong dibantu, jika ada persyaratan yang kurang tolong dibina, apa lagi nanti sistemnya tertib, akan luar biasa,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, lanjutnya, UMKM di NTB pasti menemukan sebuah formula dalam mengembangkan usahanya, proses demi proses harus dilalui untuk mewujudkan mimpi bersama.

“Di tengah krisis itu selalu ada inovasi,” cetusnya saat berdiskusi dengan para pelaku UMKM.

Ia berharap pemerintah dan UMKM dapat bekerjasama menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat NTB.

“Sekali kita menghasilkan kebaikan, tuhan akan menghadirkan kebaikan untuk kita,” kata gubernur.

AYA/HmsNTB