Dinas Kesehatan Dukung Pembukaan Gili Tramena

“Artinya kalau memang nanti 3 Gili dibuka, kita harus kunci dulu selama 14 hari. Seluruh warga Gili harus rapid test dan yang mesti disesuaikan dengan anggaran yang ada,” tutur dr. Bahrudin

TANJUNG.lombokjournal.com —  Sejalan kebijakan Gubernur NTB dan Bupati Lombok Utara yang akan membuka Tiga Gili atau Gili Tramena (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air), mendapat dukungan pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. H. Lalu Bahrudin, saat mengikuti rapat persiapan pembukaan Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) dengan prosedur penanganan Covid-19, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu (27/05/20).

dr H Lalu Baharudin

Kepala Dinas Kesehatan KLU dr. H. Lalu Bahrudin menyampaikan, pertemuan kali ketiga terkait keinginan bersama Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Utara membuka tiga gili didukung pihaknya.

“Kami dari Dikes tentu mendukung kebijakan pemerintah daerah tapi dengan memperhatikan protokol Covid-19,” katanya.

Terkait dukungannya atas pembukaan Gili Tramena itu, mantan Direktur RSUD Lombok Utara ini juga menyampaikan beberapa SOP dan Protap Covid-19 yang telah dipersiapkan.

“Artinya kalau memang nanti 3 Gili dibuka, kita harus kunci dulu selama 14 hari. Seluruh warga Gili harus rapid test dan yang mesti disesuaikan dengan anggaran yang ada,” tutur dr. Bahrudin.

Kalau prosedur itu sudah selesai dilakukan, pihak para pelaku pariwisata juga saat menerima tamu harus sesuai protokol.

“Jika ini tidak dilakukan, kami juga ragu,” kata Bahrudin.

Bahrudin berharap seluruh tenaga kerja juga harus di-rapid test, selain harus mendapatkan surat keterangan sehat.

Bagi tenaga kerja dari KLU, diharapkan rapid testnya dilakukan oleh Dikes KLU. Bagi tenaga kerja dari luar KLU harus melakukan rapid test di daerah asalnya.

“Tapi tatkala kita lakukan di tempat kita, ia harus bersedia di karantina di KLU. Alangkah baiknya rapid test di daerah asal,” jelas Bahrudin.

Menurut Bahrudin, langkah-langkah seperti itu yang perlu dipersiapkan. termasuk alat-alat dan bahan. Pihak Provinsi juga siap membantu terkait alat.

“Apabila ini sudah dilakukan maka kami akan mendukung dibukanya Tiga Gili,” katanya.

BACA JUGA ;

Jika Gili Tramena Dibuka Dan Ada Yang Terpapar Covid-19, Kebijakan Lockdown Kembali Diberlakukan 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KLU, Vidi Ekakusuma, S.IP, M.Si melaporkan pentingya pertemuan tersebut.

“Sebelumnya telah diadakan pertemuan antara Bapak Gubernur NTB dan Bupati Lombok Utara bersama beberapa instansi terkait yang menyimpulkan tiga Gili akan dibuka dengan memperhatikan protokol covid-19,” kata Vidi.

sas




Jika Gili Tramena Dibuka Dan Ada Yang Terpapar Covid-19, Kebijakan Lockdown Kembali Diberlakukan

Tiga Gili atau Gili Tramena merupakan investasi yang cukup besar, sehingga saat pandemic Covid-19 menjadi persoalan tersendiri dari berbagai aspek

TANJUNG.lmbokjournal.com — Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) Drs. H. Suardi, MH mengatakan, bila setelah Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air dibuka ada yang kena Covid-19 di 3 Gili, maka kebijakan “lockdwon” harus diberlakukan kembali.

“Ini yang perlu kita diskusikan hari ini agar kita bisa menentukan dan melaksanakan kebijakan pimpinan” kata H Suardi.

Sekda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menegaskan itu saat memimpin rapat persiapan pembukaan Gili Trawangan, Meno dan Air (Tramena) dengan prosedur penanganan Covid-19, di Aula Kantor Bupati Lombok Utara, Rabu (27/05/20).

Sebelumya, saat membuka rapat H. Suardi mengajak peserta rapat tetap bersemangat menjalani kehidupan sehari-hari walaupun tengah didera bencana wabah Covid-19.

“Memang ini lebih menyakitkan dari yang sudah-sudah, untuk itu mari kita saling mendoakan supaya kita bisa normal kembali dalam melayani masyarakat terkait tugas kita sebagai ASN,” ajaknya.

Suardi menyampaikan, kalau dicermati penyebaran Covid-19 di KLU, hingga kini jumlah warga terkonfirmasi positif terjangkit penyakit virus Corona berjumlah 36 orang.
Sejumlah 6 orang di antaranya sudah sembuh dan yang masih terjangit dan dalam perawatan sejumlah 22 orang.

Suardi membandingkan, saat kondisi awal baru satu orang yang terpapar virus Corona sudah banyak yang ribut luar biasa.

Berbeda dengan kondisi saat ini, setiap orang telah legowo menerima keadaan walaupun dengan tetap melaksanakan anjuran dan imbauan pemerintah.

“Kalau dilihat dari segi fisik, mereka (yang terjangit) justru lebih kuat dari kita, tetapi setelah keluar hasil tes ternyata mereka positif. Hal yang kita khawatirkan kemudian adalah penyebarannya,” ujarnya.

Dikatakan Sekda, ketika mereka berhubungan dengan orang lain lalu tidak memperhatikan protokol Covid-19, maka akan menular kepada orang yang bersangkutan.

Sebaliknya, jika dikungkung semuanya, sudah barang tentu akan berdampak pada sektor ekonomi, sosial dan sektor-sektor lainnya.

“Pemerintah pusat, juga sudah mulai ramah tetapi tetap memperhatikan protap yang ada,” kata Suardi.

Di NTB khususnya Lombok Utara, Tiga Gili atau Gili Tramena merupakan investasi yang cukup besar, sehingga saat pandemic Covid-19 menjadi persoalan tersendiri dari berbagai aspek.

Karena itu, menurut Sekda KLU dua periode ini, Gubernur NTB dan Bupati Lombok Utara mengharapkan Gili Tramena dpat dibuka dengan menaati protokol Covid-19.

BACA JUGA ; Dinas Kesehatan Dukung Pembukaan Gili Tramena

Tetapi, tentu sebelum dibuka harus ditetapkan tahapan-tahapan yang bakal diterapkan, sehingga ketika benar-benar sudah siap, barulah para tamu diperbolehkan berkunjung.

“Memastikan kebijaksanaan Gubernur dan Bupati Lombok Utara terkait dibukanya Gili Tramena berjalan dengan baik, diperlukan langkah-langkah konkret agar tidak menimbulkan persoalan,” tegas Sekda.

Sas




NTB Produksi Cold Storage Tenaga Surya untuk Dukung BUMDes

Industrialisasi bukan selalu  yang akrab dengan pabrik besar dan mesin raksasa

MATARAM.lombokjournal.com —  Pemerintah Provinsi NTB berhasil mendorong lembaga pendidikan memproduksi Cold Storage atau lemari pendingin bertenaga surya untuk sayur dan ikan secara mandiri.

Rancangan Cold Storage kali ini berhasil diproduksi oleh Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dengan memberdayakan UMKM lokal.

Ide Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah agar industrialisasi di bidang  manufaktur atau industri perakitan mesin sederhana ternyata berhasil.

“Mesin berpendingin atau Cold Storage berhasil di produksi anak anak UTS. Ini tentu menjadi langkah paling menggembirakan,” kata Gubernur NTB, Dr.H Zulkieflimansyah,  Rabu (20/05/20) petang.

Menurutnya, jika NTB memproduksi Cold Storage dalam jumlah besar, maka secara tidak langsung akan meningkatkan nilai tambah serta kualitas tangkapan para nelayan dan peternak. Yakni mereka yang bergelut di usaha ikan, daging, sayur mayur dan buah buahan baik di desa pesisir dan perkotaan.

Cold Storage

Gubernur Zul mengatakan, industrialisasi bukan selalu  yang akrab dengan pabrik besar dan mesin raksasa.

Namun dengan pengetahuan, kemauan serta proses ‘Learning By Doing’ atau belajar sambil terus melakukan, industri perkakas serta perakitan mesin sederhana seperti Cold Storage ini bukan hal yang mustahil diwujudkan.

“Saya rasa mesin mesin sederhana seperti ini, bisa diserap Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Agar nilai tambah usaha di bidang perikanan dan peternakan atau pertanian semakin maju dan berkembang,” tegasnya.

Rektor UTS, Dr. Chairul Hudaya mengatakan, Cold Storage yang diproduksi para civitas akademika UTS ini ramah lingkungan, karena sumber energinya berasal dari energi matahari (solar-powered cold storage).

“Piranti ini dapat digunakan oleh para nelayan, dimana saat wabah Covid-19 ini terdampak karena hasil ikan tangkapannya tidak terserap oleh pasar,” ujarnya.

Media pendingin dibutuhkan agar ikan tetap segar dan dapat dikonsumsi dalam waktu yang relatif lama. Biaya listriknya pun menjadi lebih murah karena menggunakan tenaga matahari.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Jelaskan Potensi KEK Mandalika Saat Dikusi Dengan UI

“Sekali lagi, kita bukannya memutuskan tetapi meminta pada ITDC untuk mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Ketika hajatan besar ini terjadi kita tidak menjadi penonton,” jelas Gubernur Zul

MATARAM.lombokjournal.com – Kawasan Ekonomin Khusus (KEK) Mandalika Lombok bukanlah sebuah kawasan biasa. Kawasan tersebut dipersiapkan sebagai kawasan pariwisata unggulan di Indonesia bahkan dunia.

KEK Mandalika dikelola oleh perusahaan BUMN yaitu PT. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah untuk mempercepat pengembangan kawasan tersebut.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE., M.Sc saat berdiskusi secara online dengan Universitas Indonesia (UI) di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (20/05/20).

Dalam diskusi bertema “Kajian Percepatan Lima Destinasi” Gubernur Zul menyampaikan, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sangat serius mendukung dan mensukseskan Mandalika sebagai Super Priority Destination.

“Apalagi kita menjadi tuan rumah MotoGP 2021. Sejauh ini pembangunannya berjalan dengan lancar, meskipun ada beberapa kendala tetapi dapat diselesaikan,” jelas Gubernur.

Gubernur berharap, pandemi Covid-19 ini segera berakhir. Sehingga apa yang dicita-citakan dan dipersiapkan selama ini dapat diwujudkan.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB bukan sebagai aktor utama dalam pembangunan ini, tetapi Pemerintah Pusat memberikan kepercayaan penuh kepada BUMN dalam mengelola KEK Mandalika.

“BUMN ditugaskan oleh Pemerintah untuk mengelola KEK Mandalika menjadi lokasi yang dahsyat dan atraktif untuk investor melakukan investasi,” tuturnya.

Dalam diskusi online tersebut, Gubernur Zul juga menyampaikan, Pemerintah NTB tidak ingin masyarakatnya menjadi penonton di daerahnya sendiri.

Dengan hadirnya Sekolah Tinggi Pariwisata di Lombok Tengah dapat mencetak SDM yang mampu bersaing.

“Sekali lagi, kita bukannya memutuskan tetapi meminta pada ITDC untuk mengakomodir kepentingan masyarakat lokal. Ketika hajatan besar ini terjadi kita tidak menjadi penonton,” jelas Gubernur Zul.

Dijelaskan, dalam membangun pariwisata bukan hanya membangun hotel atau membuat destinasi saja, tapi yang terpenting adalah mampu menciptakan akses agar wisatawan dengan mudah mengunjungi daerah wisata di daerah ini.

Tahun 2019 lalu NTB membuka direct flight dari Perth ke Lombok yang membuat angka kunjungan wisatawan dari Australia meningkat tajam.

“Direct flight adalah faktor paling penting dalam mendukung pariwisata, ” terangnya.

Di akhir dikusi online tersebut, Gubernur Zul menyampaikan meskipun di tengah pandemi Covid-19 yang melumpuhkan hampir setiap sector, tapi NTB dengan adanya Covid-19 percaya dengan kemampuannya dalam memproduksi sendiri.

“Where there is a will, there is a way. Kita mampu menciptakan sesuatu yang sebelumnya tidak terbayangkan. Ternyata masyarakat tradisional bisa belajar teknologi, seperti membuat minyak goreng, kopi, minyak kayu putih dan masker,” kata Gubernu Zul.

AYA/HmsNTB




Pemberdayaan UMKM Berlanjut, Tak Hanya Saat Wabah Covid-19

Program pemberdayaan UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upaya menangani dampak wabah Covid-19 menjadi salah satu jalan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan, pemberdayaan UMKM lokal di Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak berhenti hanya sampai wabah Covid-19.

Namun program pemberdayaan UMKM lokal di NTB akan tetap berlanjut ke depan.

Menurut Gubernur Zul, Program JPS Gemilang akan terus berlanjut.Jika kita bisa berkembang dengan teknologi dan menghasilkan kualitas dan kuantitas lebih.

“Bukan hanya memenuhi kebutuhan NTB, bisa jadi kita dapat memenuhi kebutuhan kabupaten kota lain di luar NTB,” kata Gubernur Zul saat rapat bersama UMKM-UMKM di kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Senin (18/05/20).

Program pemberdayaan UMKM di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam upaya menangani dampak wabah Covid-19 menjadi salah satu jalan untuk membangkitkan perekonomian masyarakat.

Melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II, UMKM ikan di NTB misalnya menyediakan produknya berupa ikan kering untuk menjadi salah satu item JPS Gemilang tahap II ini.

Dalam JPS tahap II, ikan kering dipilih sebagai pengganti telur karena ikan kering dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah rusak.

Selain itu, ikan kering ini juga dapat membantu nelayan yang selama ini memiliki hasil tangkapan yang tinggi,  namun sering kali tersisa karena tidak habis terbeli.

Gubernur Zul mengakui, hal ini tidaklah gampang dilakukan, namun tujuannya bukan hanya sekedar mengadakan program JPS Gemilang dan mendistribusikannya, melainkan melaksanakan misi yang besar untuk kesejahteraan masyarakat.

“Memang kerjanya lebih rumit, namun tujuan kita bukan mengadakan ikan saja, tapi memberdayakan UMKM-UMKM kita untuk menjadi besar ke depan, semangat kita memberdayakan UMKM,” terang Doktor Zul.

Ia mengingatkan kepada stakeholder terkait, untuk berkomunikasi dengan dinas-dinas lain yang berada di kabupaten/kota untuk menghimpun UMKM-UMKM yang ada di sekitar lokasi untuk diberdayakan dalam pengadaan ikan kering ini.

JPS Gemilang ini dianggap sebagai program bersama dengan kabupaten/kota. Fungsi provinsi adalah koordinasi dari masing-masing Kabupeten/kota.

“Semua ikan kering itu sebisa mungkin dikumpulkan dari kabupaten kota sendiri, kalau kurang, baru provinsi yg mendatangkan dari kabupaten kota lain,” tuturnya.

Gubernur Zul berharap, program ini berjalan dengan baik agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi selama wabah Covid-19.

Ia meminta kepada seluruh UMKM-UMKM yang hadir untuk menjadi penyambung lidah pemerintah dalam menyampaikan pentingnya menerapkan protokol kesehatan di tengah Covid-19 ini.

Pemprov NTB akan melibatkan sebanyak 346 IKM dan UMKM untuk memasok barang-barang yang akan dijadikan paket sembako dan suplemen JPS Gemilang tahap II.

JPS Gemilang tahap II dalam bentuk paket sembako dan masker plus suplemen.

Bedanya,  pada tahap ini telur ditiadakan dan akan diganti dengan produk ikan kering. Dengan rincian paket untuk Pulau Lombok berupa 10 kg beras, 1 liter minyak kelapa, 1 ons abon ikan dan ikan kering.

Sedangkan paket sembako untuk Pulau Sumbawa berupa, 10 kg beras, 1 liter minyak goreng sawit, 1 ons abon ikan, produk ikan kering dan garam.

Paket masker dan suplemen berupa, dua buah masker non medis, susu kedelai, teh kelor/kopi, sabun cair/batang, dan minyak kayu putih.

AYA/HmsNTB




Kebijakan Pinjaman Khusus, Diharapkan Pacu Semangat UMKM

Dengan meluncurkan Pembiayaan Skema Khusus UMKM Bank NTB Syariah ini , diharapkan tidak ada lagi UMKM di NTB yang mengalami kesulitan dalam mempereroleh dana untuk memulai usahanya

MATARAM.lombokjournal.com — Bank NTB Syariah meluncurkan Pembiayaan Skema Khusus UMKM Bank NTB Syariah, yang dilakukan. langsung oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah di gedung Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB, Jumat (15/05/20).

Pembiayaan Skema Khusus UMKM itu untuk membangkitkan gairah usaha UMKM di era pandemi covid-19.

Gubernur Zukieflimansyah

Gubernur NTB mengapresiasi Bank NTB Syariah, karena membantu dengan memberi beberapa keringanan pinjaman dan angsuran kepada nasabah UMKM.

Dan diharapkan hal ini dapat meningkatkan semangat para pegiat UMKM.

“Untuk memulai ini semua memang harus ada keberanian dan teknologi bukan produk yang bisa ditransfer begitu saja, tanpa ada akumulasi pengalaman, learning by doing dan lain sebagainya. Oleh karena itu segera kita umumkan ke semua UMKM di seluruh kabupaten di provinsi NTB, tidak akan lagi ada kesulitan untuk datang ke bank,” kata Guberur Zul.

Menurutnya, teknologi dalam sisi perbankan ini perlu, karena tanpa teknologi tidak mungkin pertumbuhan ekonomi akan inklusif dan berkualitas.

Sehingga dibutuhkan kemauan yang kuat dan pemikiran bahwa semua ini adalah sebuah rangkaian.

“JPS Gemilang ini, harus berupa komoditas, sembako, karena apabila dikasih case tidak akan ada impact ekonomi, oleh karena itu kita pakai sembako, sembako tahap II ini, 30 mei nanti itu semua akan serba lokal, minyak kelapa, ikan dan macam-macam semuanya serba lokal serta belajar dari semua masukkan masukkan yang diberikan,” jelasnya. .

Dengan melibatkan UMKM serta Kabupaten/Kota, akan ada rasa penerimaan luar biasa dan rasa memiliki.

Gubernur Zul minta kepada Bank NTB untuk berkontribusi dalam menyukseskan trade and distribution center, sehingga dalam memetakan kebutuhan masyarakat lebih mudah.

Sehingga data yang dihasilkan nantinya akan langsung diakomodir oleh Gerbang NTB Emas (GNE), sehingga GNE nantinya akan mendistribukan ke trade and distribution center.

“Apabila trade and distribution center ini ada di setiap desa maka, JPS Gemilang ini tidak harus berhenti setelah bulan Juni, tapi akan terus berlanjut sehingga kadis-Kadis kita nantinya, akan mengumpulkan ke GNE kemudian GNE akan mendistribusikan ke Bumdes yang ada di desa -desa,” terangnya.

Gubernur Zul menyampaikan optimismenya akan pencapain dari trade and distribution center itu.

“Saya yakin dalam waktu tidak terlampau lama, ekonomi NTB itu akan berkualitas pertumbuhannya, dengan ikhtiar kita semua dan salah satu elemen paling penting adalah salah satu yang kita launching pada hari ini,” ungkap Gubernur.

Dengan meluncurkan Pembiayaan Skema Khusus UMKM Bank NTB Syariah ini , diharapkan tidak ada lagi UMKM di NTB yang mengalami kesulitan dalam mempereroleh dana untuk memulai usahanya.

“Mudah-mudahan Bank NTB di seluruh Kabupaten/Kota menangkap pesannya, tentu ini memerlukan kehati-hatian tapi jangan sampai mereka diberi susah sehingga mereka bisa tumbuh dan berkembang,” tutup Gubernur.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama Bank NTB Syariah Kukuh Raharjdo memaparkan bahwa disamping memberikan keringanan angsuran, Bank NTB memberikan 2 skema khusus. Pertama, pembiayaan dengan Grace Periode 1 Tahun, kedua, Pembiayaan Kontraktor atau Vendor dengan sinking fund atau agunan cash .

Hal itu guna membantu pemerintah dalam mendongkrak bangkitnya UMKM di NTB sehingga perekonomian di NTB dapat lebih baik lagi terutama dalam masa pandemi covid-19.

“Insya allah pembiayaan ini ke depannya juga berbasis kepada kerjasama kami bersama ansuransi pembiayaan, sehingga kedepannya paling tidak kami dapat meminimalkan resiko kegagalan usaha setelah 12 bulan kami memberi penangguhan angsuran,” ucapnya.

AYA/HmsNTB




Lobar Dinilai Akan Berperan Penting di Bidang Industrialisasi

Bumdes dapat menggunakan produk-produk hasil karya anak-anak SMK di Lobar, seperti motor listrik dalam proses distribusi dan cold storage untuk penyimpanan bahan makanan

LOBAR.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi Ketua TP.PKK Prov.NTB Hj. Niken Zulkiefliemansyah sangat optimis, Kabupaten Lombok Barat akan segera menjelma menjadi daerah yang memainkan peranan penting dalam industrialisasi di wilayah Provinsi NTB.

Hal itu dikemukakan Gubernur Zul saat melounching Bantuan Bibit Tanaman dan Pemberian paket Gemar ikan bagi Ibu Hamil dan anak Stunting, dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan keluarga pada masa pandemi Covid-19 bertempat di Kantor Desa Kuripan Utara-Lobar, Rabu (13/05/20).

Menurut Doktor Zul, optimisme bahwa Lombok Barat akan menjadi aktor utama ekonomi di NTB karena saat ini sudah bisa menciptakan berbagi terobosan.

Seperti pembuatan Motor Listrik oleh siswa SMK di Lingsar dan Pembuatan Cold Storage oleh siswa SMK 2 Gerung.

“Kalau semua produk hasil karya anak NTB yang luar biasa ini, bisa didistribusikan di Bumdes-Bumdes se-NTB maka kami yakin Lobar akan menjadi pemain utama ekonomi di NTB,” ujarnya.

Selain itu, Lombok Barat, khususnya Desa Kuripan Utara, akan mencatatkan sejarah awal dimana Provinsi NTB akan melalui PT. Gerbang NTB Emas (GNE) akan membuka Trade Center Distribution (TDC) di 20 Desa di Lobar, yang bekerjasama dengan Bumdes.

GNE akan memasok hasil dari produk-produk UMKM, ke Bumdes yang ada, kemudian BUMDES akan melakukan proses distribusi langsung kepada masyarakat.

“Dengan demikian kita akan mampu bersaing dan tidak akan khawatir lagi dengan keberadaan Alfamart dan Indomaret yang berkembang  di sekitar kita,” ujarnya.

Doktor Zul juga berharap, Bumdes dapat menggunakan produk-produk hasil karya anak-anak SMK di Lobar, seperti motor listrik dalam proses distribusi dan cold storage untuk penyimpanan bahan makanan.

Ia menyadari, saat ini kualitas hasil produksi anak-anak SMK ini mungkin belum sampurna. Namun ia berharap ke depan akan terus mengalami penyempurnaan.

“Dengan demikian hasil produksi anak-anak kita yang luar biasa ini bukan hanya dapat kita pasarkan di wilayah Nusa Tenggara Barat saja, namun di tingkat nasional bahkan dunia pada masa yang akan datang,” harapnya.

AYA/HmsNTB




JPS Gemilang Akan Ciptakan Ekosistem Perekonomian Baru di NTB

JPS Gemilang adalah sebuah pesan pemberdayaan IKM dan UMKM di Provinsi NTB. Jangan sampai IKM di dalam daerah tidak merasakan manfaatnya

MATARAM.lombokjournal.com  – Salah satu fokus Pemprov NTB saat ini yaitu penyiapan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap II untuk mengatasi dampak pandemi Covid-19 bagi masyarakat NTB.

Program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi warga yang tidak mampu dan terdampak, namun JPS Gemilang terbukti menggairahkan kembali ekonomi di sektor Industri Kecil Menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menggelar rapat Pemantapan untuk JPS Gemilang Tahap II bertempat di Ruang Rapat Utama Setda Provinsi NTB, Selasa (12/05/20).

Rapat kali ini dengan menghadirkan seluruh Kepala OPD dan stakeholder/mitra terkait seperti PT.GNE dan Bulog.

Mengawali rapat, Gubernur menyampaikan, pelaksanaan JPS Gemilang tahap II harus lebih baik dari tahap pertama.

Khususnya masalah data dan produk yang diberikan kepada masyarakat.

“Pemantapan JPS kali ini kita fokus agenda utama yaitu Pemantapan Data penerima dan Produk JPS Gemilang. Data harus relatif lebih baik, pastikan data kita valid dan penerima tepat sasaran” jelas Gubernur Zul.

Untuk produknya, Gubenur Zul minta  semua produk yang disalurkan adalah produk lokal.

Gubernur Zul menegaskan, JPS Gemilang adalah sebuah pesan, bukan hanya program semata.

Pesan yang dimaksud adalah pemberdayaan IKM dan UMKM di Provinsi NTB. Jangan sampai IKM di dalam daerah tidak merasakan manfaatnya.

“Jangan sampai karena kita memberikan bantuan dan mengejar volume besar, kita menggunakan pabrikan dan IKM kita tidak diberdayakan. IKM kita mampu. Kita memberdayakan IKM betul-betul serius, kita maksimalkan IKM agar Insyaallah ekonomi kita di NTB bisa lebih berdaya” lanjut gubernur.

Dikatakan, para kepala daerah di NTB juga sangat bersemangat dalam program mendukung JPS Gemilang ini. Hal ini dikarenakan seluruh IKM dan UMKM yang terlibat berasal dari seluruh kabupaten/kota Di NTB.

“Para Bupati dan Walikota setelah tahu pesan program ini, semuanya sangat setuju dan bersemangat” ucap mantan Anggota DPR RI tersebut.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur bersama seluruh peserta rapat turut merumuskan pola terbaik untuk JPS Gemilang, termasuk pola pengumpulan hasil produksi IKM. Dimana pada tahap ke II ini, JPS Gemilang akan lebih efektif.

Terdapat sebanyak 362 IKM/UMKM yang terlibat. Dan setiap kabupaten/kota memiliki IKM yang berbeda-beda sehingga akan saling menutupi dengan nilai yang sama.

“Mudah-mudahan bukan saja produk yang delivered kepada masyarakat. Namun mindset ini juga tersampaikan. Peta industrialisasi kita di NTB mulai terlihat, dari sini bisa kita buatkan roadmap industrialisasi di seluruh kab/kota.” tambahnya.

Di akhir rapat, Gubernur Zul optimis bahwa JPS Gemilang akan mampu membuka dan menciptakan ekosistem baru dalam perekonomian di NTB.

“Semoga program ini bisa betul-betul sesuai, sehingga ada _sense of belonging-nya. Setelah pandemi ini berlalu, maka ekosistem ekonomi baru akan terbentuk dan menjadi cikal bakal di kabupaten/kota. Menjadi vendor-vendor di BUMDes. Para IKM ini akan punya kekuatan dan betul-betul berdaya” tutupnya.

Sebelumnya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi NTB Ir. H Ridwan Syah, M.Sc, MM, MTP menyampaikan, Pemerintah Provinsi akan menaikkan jumlah kuota penerima JPS Gemilang.

“Akan ada penambahan data penerima di tahap II ini dari 105.000 penerima menjadi 125.000 penerima.”jelas Ridwan Syah.

Jumlah kuota akan dilakukan veluasi dan dikirim ke desa di setiap kabupaten/kota.

“Disanalah boleh menambahkan, boleh mengurangi sesuai kriteria yang ada. Kemudian data penerima harus di tandatangani dan di SK kan sehingga jelas dan terbuka.” tambahnya

Terkait produk JPS Gemilang, Ridwan Syah menyampaikan bahwa distribusi JPS kali ini akan lebih ketat dari sebelumnya. Produk yang digunakan juga seluruhnya merupakan produk lokal.

“Kita tidak akan mengirim barang-barang yang tidak awet. Telur di ganti abon dan ikan kering. Setelah barangnya lengkap, baru kita akan bagikan ke masyarakat” jelasnya.

Dengan Program JPS Gemilang, masyarakat tidak saja terbantu, namun lebih dari itu. Pemerintah Provinsi NTB sedang mengirim pesan bahwa setelah pandemi ini berlalu, maka IKM sudah berdaya.

Dan di provinsi NTB sudah punya ekosistem baru dalam menyerap dan menyalurkan produk-produk IKM ke masyarakat.

AYA/HmsNTB




LSM Bisa Ambil Peran Mencari Investor Yang Dibutuhkan NTB

Pemprov NTB nantinya akan mengeluarkan Pergub untuk melindungi petani Lobster di NTB

MATARAM.lombokjournal.com —   Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memiliki peranan yang penting dalam pembangunan daerah. Salah satu bisa dilakukan untuk mendukung pembangunan yaitu mencari investor yang dibutuhkan oleh Provinsi NTB.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc saat menerima silaturahmi Lombok Lobster Asosiasi (LLA) yang berlangsung di ruang kerja Gubernur, Selasa (12/05/2020).

Selain didorong bergerak untuk mencari investor yang dibutuhkan oleh NTB, LSM ini diminta untuk menjadi jembatan dalam hal penyelesaian masalah-masalah antara investor dan masyarakat.

“Kita butuh di NTB itu LSM yang mencari investor yang benar, apalagi di Lombok Tengah investor itu banyak sekali. Teman-teman LSM NTB bisa seperti LSM di negara maju yang tidak hanya menyelesaikan masalah sosial di masyarakat,” jelasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB H. Yusron Hadi dalam kesempatan tersebut lebih banyak berbicara mengenai investasi dan potensi di sektor kelautan NTB.

Salah satu yang mencuat saat ini adalah terkait dengan regulasi lobster di Indonesia.

Seperti diketahui Pemerintah saat ini memberikan izin untuk penangkapan, budidaya dan ekspor losbter melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12 Tahun 2020 tentang pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di wilayah Indonesia.

“Secara teknis pemerintah pusatlah yang memberikan kuota budidaya lobster untuk masing-masing daerah. Mungkin nanti kita akan bersurat melihat potensi yang ada di daerah dan disampaikan ke pusat untuk di tambah kuota untuk NTB,” jelasnya.

Yusron mengatakan, Pemprov NTB nantinya akan mengeluarkan Pergub untuk melindungi petani Lobster di NTB. Hal ini dilakukan agar petani merasakan manfaat yang besar dari potensi lobster yang besar ini.

Sementara itu Muhanan, SH mewakili Lombok Lobster Asosiasi (LLA) mengatakan, lantaran Permen KP yang lama, sudah banyak nelayan lobster di Pulau Lombok yang berurusan dengan masalah hukum lantaran mereka menangkap lobster.

Namun pada Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 12/2020 saat ini lobster dapat dibudidayakan hingga diekspor dengan syarat-syarat tertentu.

“Oleh karena itu, kami meminta agar Pemerintah Provinsi NTB memiliki andil untuk mengambil kuota mengingat stok bibit lobster di NTB terbanyak dan memiliki kualitas terbagus,” harapnya.

AYA/HmsNTB




NTB Mulai Serap Produk BUMDES

BUMDES memberdayakan usaha industri kecil di desa lalu TDC menyerap serta memasarkannya. Mekanisme ini yang sedang digagas serta di jembatani Pemprovi NTB melalui Dinas Pemdes tadi

MATARAM.lombokjournal.com —  Untuk meningkatkan sumber daya ekonomi desa, Pemerintah Provinsi (Pemprov)  NTB mulai merancang peningkatan kegiatan distribusi barang dan jasa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

Stok pangan dan kebutuhan bahan pokok kemasan mulai akan dititikberatkan produksinya di desa desa. Kebijakan ini untuk mendesentralisasikan pertumbuhan ekonomi dan memberdayakan usaha masyarakat di pedesaan.

“Pak Gubernur sudah mencanangkan program  Trade Distribution Centre (TDC) atau pusat distribusi produk usaha desa memanfaatkan BUMDES tadi. TDC berfungsi sebagai wadah atau badan usaha yang menyerap produk pangan olahan dan kemasan dari desa. TDC akan ada setiap BUMDES,” kata, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes), Dr. H. Ashari, Jumat, (08/05/20).

TDC adalah badan usaha anak perusahaan GNE. Perusahaan ini bergerak di bidang jasa ekspedisi barang yang kini menjadi mitra kerja JPS NTB Gemilang.

Ashari setuju dengan ide agar pemerintah menyerap gabah petani lalu mengemasnya menjadi beras serta didistribusikan melalui program JPS Gemilang. Menurutnya, peningkatan nilai tambah dari gabah menjadi beras menjadi satu dari banyak usaha nilai tambah yang ditangani TDC bersama BUMDES.

BUMDES memberdayakan usaha industri kecil di desa lalu TDC menyerap serta memasarkannya. Mekanisme ini yang sedang digagas serta di jembatani Pemprovi NTB melalui Dinas Pemdes tadi.

“Dengan adanya TDC ini kita harap semua kebutuhan masyarakat di desa bisa terpenuhi tanpa harus mengekspor dari luar. Bahkan sebaliknya, BUMDES bisa mengekspor produk lokal desa mereka keluar daerah bahkan antar provinsi dan negara,” terangnya.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah baru baru ini meresmikan TDC untuk BUMDES Desa Kuripan Utara, Kabupaten Lombok Barat. Menurut Gubernur, TDC bisa berfungsi menjadi gerai penjualan produk lokal di desa. Melalui program tadi, BUMDES bisa memenuhi seluruh kebutuhan pangan olahan serta kemasan produk usaha kecil di desa.

“Untuk membangun desa, maka geliatkan ekonominya. Ekonomi desa bisa bergerak kalau BUMDESnya bisa digerakkan,” ujar, Gubernur seperti ditulis dalam laman Facebook pribadinya.

AYA/HmsNTB