Mahadesa TDC Akan didukung Pemasaran Terintegrasi Berbasis Digital

Gubernur berharap, seluruh lembaga keuangan atau perbankan yang ada di NTB, untuk dapat mengambil peran utama

MATARAM.lombokjournal.com – Program Mahadesa Trade and Distribution Centre (TDC) yang dikembangkan oleh PT. Gerbang NTB Emas, akan membentuk tatanan baru yang positif.

Program ini selain  memperkuat infrastruktur perekonomian di desa, juga diharapkan mampu mengangkat berbagai produk IKM/UKM lokal untuk bisa bersaing, tidak hanya menjadi tuan di negerinya sendiri, tetapi juga dipasar nasional dan global.

Untuk itu, Mahadesa TDC akan didukung sistem pemasaran terintegrasi ( integrated marketing) berbasis digital.

Inovasi Teknologi merupakan syarat utama untuk mewujudkan kemandirian IKM/UKM lokal.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkifliemansyah menegaskan itu  saat memimpin Rapat Koordinasi Pemberdayaan UMKM bersama Pimpinan Lembaga Perbankan dan PT. GNE, di Ruang Kerjanya, Selasa (04/08/20).

Dr. Zul sapaan Gubernur NTB mengatakan, inovasi teknologi akan berhasil  jika didukung oleh 5 aspek turunannya yaitu, data permintaan pasar (Big data supply-demand), Industrialisasi Produk, pemberdayaan dan kolaborasi, akses dan transaksi keuangan serta pasar yang terintegrasi (integrated marketing).

Menurutnya, ada dua hal penting yang ingin dicapai dari pemanfataan teknologi berbasis digital dalam pengembangan IKM/UMKM.

Pertama  memperluas akses pasar, baik itu domestik dan global. Kedua, memperbaiki proses bisnis yang lebih efisien.  Dan untuk memaksimalkannya, maka peran teknologi menurutnya memberikan kemudahan untuk UMKM memperluas aksesnya.

Gubernur berharap kepada seluruh lembaga keuangan atau perbankan yang ada di NTB, untuk dapat mengambil peran utama.

Yakni menjadi garda terdepan dalam mendukung pengembangan usaha IKM/UKM lokal, khususnya dalam akses modal yang mudah dan ringan.

Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas (GNE) Samsul Hadi menjelaskan, melalui program Mahadesa, UMKM akan dikembangkan melalui rantai bisnis pemberdayaan desa secara ekonomi dan masyarakat mendapatkan berbagai jenis kebutuhannya tanpa harus keluar rumah.

Pemesanan kebutuhan, dilakukan melalui sistem di perangkat ponselnya atau serba teknologi BUMDes dalam hal ini dilibatkan sebagai ujung tombak, sekaligus sebagai fasilitator yang akan merekap dan memenuhi pesanan rumah tangga (masyarakat).

Masyarakat berbelanja layaknya ke ritel modern, cukup hanya dari rumah melalui fasilitas Mahadesa ini.

Selain itu, Samsul Hadi juga memaparkan bahwa saat ini baru satu desa yang terkoneksi perangkat sistemnya, Kuripan Utara.

Selanjutnya menyusul 21 desa lainnya. Dan target tahun 2020 ini, seluruh desa dan kelurahan di NTB yang jumlahnya seribuan, akan menjadi bagian dari jaringan Mahadesa ini.

Sistem bisnis yang dikembangkan GNE dalam program Mahadesa ini yaitu dengan memanfaatkan seluruh BUMDes sebagai perpanjangan tangan untuk melakukan pendataan kebutuhan masing-masing rumah tangga.

Kebutuhan tersebut misalnya, sabun, odol, minyak goreng, beras dan sejeninya yang ada di katalog.

“Masyarakat akan mendapatkan kemudahan berbelanja. BUMDes akan dapat keuntungan sebesar 70 persen dari total keuntungan. Rantai ekonomi dan bisnis dari tingkat provinsi, kabupaten/kota kemudian ke desa dan kelurahan akan terbangun kuat. Dan sama-sama akan mendapatkan manfaat ekonomi (keuntungan),” jelas Samsul Hadi.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda NTB, Kadis Dikbud, Kadis Dinas Perindustrian, Direktur GNE, Kepala BI Perwakilan NTB, dan beberapa kepala cabang bank di NTB.

diskominfotikntb




Inflasi Gabungan Kota Mataram Dan Kota Bima, Bulan Juli 2020

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan pusat Statistik (BPS) NTB menyatakan, bulan Juli 2020, inflasi Gabungan Dua Kota (Kota Mataram dan Kota Bima) sebesar 0,17 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,03 pada bulan Juni 2020, menjadi 103,20 pada bulan Juli 2020.

Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar –0,10 persen.

“Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,43 persen,” kata Kepala BPS NTB, Suntono hari selasa (03/08/20)

Menurut Suntono, Inflasi Gabungan Dua Kota bulan Juli 2020 sebesar 0,17 persen, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,15 persen; Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,02 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,07 persen; Kelompok Transportasi sebesar 1,24 persen; Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,00 persen; Kelompok Pendidikan sebesar 0,18 persen; Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,05 persen; dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 1,30 persen.

Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,23 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,01 persen; dan Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,05 persen.

BACA JUGA; 

Bulan Juni, Ekspor NTB Naik 25,07 Persen,  Sedang Impor Naik 88,62 persen

“Laju inflasi Gabungan Dua Kota tahun kalender Juli 2020 sebesar 0,05 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Juli 2019 sebesar 1,59 persen.  Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Juli 2020 sebesar –0,06 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Juli 2019 sebesar 2,59 persen,” kata Suntono.

AYA

 




Bulan Juni, Ekspor NTB Naik 25,07 Persen,  Sedang Impor Naik 88,62 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB merilis nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Juni 2020 sebesar US$ 36.584.772.

Nilai ekspor itu mengalami kenaikan sebesar 25,07 persen, jika dibandingkan dengan ekspor bulan Mei 2020 yang bernilai US$ 29.250.653.

“Ekspor bulan Juni 2020 yang terbesar ditujukan ke Jepang sebesar 57,00 persen, Cina  sebesar 29,97 persen kemudian disusul Amerika Serikat yaitu sebesar 12,31 persen,” ujar Kepala BPS NTB, Suntono, Selasa (03/08/20).

Suntono menjelaskan, jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Juni 2020 adalah Barang Galian/ Tambang Non Migas sebesar US$ 31.730.650 (86,73 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 2.445.054 (6,68 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 2.178.232 (5,95 persen), Garam, Belerang, Kapur senilai US$ 156.004 (0,43 persen), serta Biji-bijian berminyak (0,14 persen)

Di sisi lain, nilai impor pada bulan Juni 2020 senilai US$ 27.924.457, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 88,62 persen dibandingkan dengan impor bulan Mei 2020 sebesar US$ 14.804.746.

“Sebagian besar Impor berasal dari negara Jepang (37,77 persen), India (20,75 persen), Turki (14,98 persen), dan Amerika Serikat (8,77 persen),” terang Suntoto.

BACA JUGA; Inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima, Bulan Juli 2020

Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah Karet dan Barang dari Karet (37,90 persen), Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (29,65 persen), Gula dan Kembang Gula (20,61 persen), serta Mesin/Peralatan Listrik (3,11 persen).

AYA

 




Gubernur Zul Sambut Rencana Kementan Ujicoba Pembuatan Pakan Ternak di NTB

Dengan potensi yang dimiliki NTB maka pembangunan peternakan yang terintegrasi dengan sumber daya yang melimpah di NTB akan membuahkan hasil yang baik

MATARAM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah menyambut baik rencana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan)  yang akan membangun perusahaan pakan di NTB.

Hal itu sejalan dengan apa yang saat ini diupayakan oleh Pemrov NTB yakni penyediaan pakan ternak yang berkualitas di NTB.

“Ide ini sangat bagus,” ujar Gubernur saat menerima silaturahmi Staf Ahli Kementerian Pertanian Prof. Dr. Imam Mujahidin, di Pendopo Gubernur NTB, Minggu (02/08/20).

Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Pusat bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi NTB terus dorong pergerakan sektor pertanian dan peternakan.

Dengan menghubungkan kedua sektor tersebut maka pertumbuhan keduanya akan lebih pesat karena saling mendukung.

Seperti pada sektor peternakan yang masih menjadi persoalan utama yakni ketersediaan pakan. Namun hal itu dapat diatasi dengan sumber daya pakan dari limbah pertanian seperti jerami dan jagung yang jumlahnya melimpah pascapanen.

Provinsi NTB, diakui memiliki sumber daya pakan yang melimpah. Karena itu, hal itu mendorong Pemerintah Pusat berencana membangun perusahaan pakan di NTB.

Uji coba di lima desa

Gubernur menyarankan agar nantinya dilakukan ujicoba di lima desa di NTB yang tentunya memiliki potensi sumberdaya pakan yang memadai. Ke depan lima desa ini akan menjadi contoh bagi desa desa yang lainnya.

“Alokasikan ke desa yang benar benar memiliki potensi dan kelima desa ini akan menjadi contoh,” ucap Gubernur Zul yang didampingi oleh Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kadis Ketahanan Pangan, serta Kadis Pertanian dan Perkebunan.

Staf Ahli Kementerian Pertanian Prof. Dr. Imam Mujahidin, sebelumnya menyampaikan, dengan potensi yang dimiliki NTB maka pembangunan peternakan yang terintegrasi dengan sumber daya yang melimpah di NTB akan membuahkan hasil yang baik.

Ia memastikan, kebersamaan dengan Pemprov NTB dalam pembangunan pertanian ini juga selalu dilakukan.

“Misalnya permasalahan utama kita itu di perternakan soal pakan, padahal di NTB sumbernya banyak sekali, misalnya jerami, jagung, ini yang mau di integrasikan, dan kita mau melakukan uji coba di beberapa titik di NTB,” ujarnya.

Apabila sinergi antara pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dapat terjalin baik maka ikhtiar tersebut akan berjalan dengan baik pula.

“Kita berharap supaya ini bisa berintegrasi, bersinergi dengan pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Apabila semua stakeholder bisa bekerjasama dengan pemerintah Insyaallah ini pasti dapat berjalan,” tutupnya.

AYA/HmsNTB




Juniatun Aena, Produsen Kopi ALAMANDA Santong, Lombok Utara

MATARAM.lombokjurnal.com

JUNIATUN, 49, dari Dusun Suka Damai, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, semula adalah seorang guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Tunas Bangsa yang dirintis dan dikelolanya. Menjadi guru PAUD dijalaninya selepas menempuh pelatihan guru di Tadhika Puri. Sekarang ia lebih banyak dikenal sebagai pengusaha UKM (Usaha Kecil dan Menengah),  dengan produk pisang sale dan kopi dengan merek ALAMANDA

Junniatun Aena

Kalau sekarang Juniatun Aena dikenal sebagai produsen kopi ALAMANDA, itu juga bermula dari lingkungan PAUD. Tahun 2013,  ia berkumpul dan berembug dengan orang tua murid di PAUD, yang jumlahnya sebanyak 10 orang. Umumnya mereka tak punya pekerjaan tetap.

Akhirnya, mereka sepakat membuat kelompok usaha. Karena di Desa Santong punya potensi kopi, maka usaha dimulai dengan memproduksi kemasan kopi bubuk.

Kemasan kopi bubuk yang sederhana itu diberi nama ALAMANDA. Nama itu merupakan singkatan dari ‘alam para janda’. Sebab 10 orang yang berkumpul dan sepakat membuat kelompok usaha itu merupakan single parents, alias orang tua tunggal karena mengasuh anak sendiri tanpa didampingi suami.

Tapi mereka punya tekad, para perempuan yang menjadi orang tua tunggal tak harus mengeluh, dan perempuan yang berpisah dengan suami harus tegar termasuk bisa mandiri menghidupi keluarganya.

“Dan untuk bisa menghidupi keluarga tidak selalu harus menjadi TKW (tenaga kerja wanita, red) ke luar negeri,” kata Juniatun.

Ia menceritakan banyak perempuan yang menjanda di desanya, memutuskan menjadi TKW ke Malaysia, Arab Saudi atau ke negara lainnya, tentu harus melepas kewajiban mengasuh anaknya.

Tapi memulai usaha membutuhkan modal? Juniatun menjelaskan, merintis usaha kecil-kecilan dengan kelompoknya itu hanya dengan modal Rp150 rb. Caranya, masing-masing anggota kelompok mengeluarkan Rp15 rb.

Uang sebanyak itu digunakan untuk beli bahan baku kopi, dengan alat sederhana kemudian mengerjakan bersama. Mulai dari menggoreng hingga mengemas kopi siap jual. Untuk memasarkan produk mereka bekerja keras. Menawarkan kopi bubuk kemasan ke warung-warung dan ke kantor-kantor.

“Kami terus promosi , termasuk mempromosikan pada mahasiswa yang kebetulan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Santong,” tutur Juniatun.

Seperti kata pepatah, dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan.  Dengan banyak hambatan yang dihadapi, para janda itu pantang menyerah. Seiring perjalanan waktu, produksi mereka terus meningkat dan makin diminati konsumen.

“Sat itu kami sempat bingung, karena sempat mendapat pesanan jumlah besar,” cerita Juniatun tentang awal usahanya.

Dengan bekerja keras, akhirnya kopi ALAMANDA makin dikenal. Sejak itu tiap Pemerintah Daerah Lombok Utara dan Pemerintah Provinsi NTB berpromosi tetang produk lokal ke luar daerah, sealu melibatkan kopi ALAMANDA. Misalnya promosi ke Batam, Joga dan ke daerah lain.

Juga dilibatkan tiap even di daerah, misalnya Expo NTB yang berlangsung tiap tahun. Festival Kopi Senja di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, di hotel kawasan Malimbu, termasuk even yang sering berlangsung Gili Air, Lombok Utara, serta even promosi produk lokal lainnya.

Pesanan JPS Gemilang

Juniatun menuturkan, penjualan kopi kemasan ALAMANDA dari Desa Santong makin meningkat. Tentu saja, usahanya belum tergolong besar, namun peningkatan omzet cukup lumayan. Kalau semula hanya 10 kg per bulan, saat ini melalui pemasaran outlet rumah makan, kafe, pasar swalayan, mall dan pasar lainya di luar pemerintah, omzetnya bisa lebih dari 10 kg seminggu.

Tak lupa, Juniatun menyebut Ibu Wiwik Satip, Kepala Bidang Agrio di Dinas Perindustrian Provinsi NTB, yang membuka jalan untuk bantuan alat produksi pada tahun 2018. Bantuan itu membuat usaha yang dikelola bersama kelompoknya makin menanjak.

“Sekarang kami tidak bingung kalau melayani pesanan dalam jumlah besar,” kata Juniatun.

Karena itu Juniatun bersyukur dengan adanya program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang di masa pandemi Covid-19 dari Pemerintah Provinsi NTB, yang memberdayakan  pengusaha UKM/UMKM lokal.

Pada JPS Gemilang Tahap II dan III, kopi ALAMANDA mendapat pesanan masing-masing 1000 bungkus. Itu berarti masing-masing menghabiskan 1,5 kwt kopi.  Jumlah itu tentu saja banyak melibatkan tenaga kerja di desanya.

Dari pihak Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, untuk program bantuan saat pandemi Covid-1 ini, kopi ALAMANDA mendapat pesanan 2001 bungkus untuk tahap II.

“Mudahan untuk tahap berikutnya kami juga dilibatkan,” harap Juniatun.

Ia menceritakan, di Lombok Utara para pelaku dilibatkan dalam rembug tentang produk yang dipesan, baik soal kapasitas produk, kualitas, harga dan sebagainya.

“Kami berharap, pemerintah daerah memperhatikan ibu-ibu yang menjadi kepala rumah tangga,” harapnya.

Ketika mendengar kabar bahwa Pemerintah Provinsi akan membuka pemasaran poduk lokal ke luar daerah, Juniatun sangat gembira.  Ini akan sangat membantu kesejahteraan dan mendukung gerakan kemandirian perempuan di desanya.

“Siap untuk keluar daerah, sangat berharap sekali. Itu tujuan. Pemerintah Provinsi akan membantu pemasaran lebih luas lagi,” kaa Juniatun.

Selama ini Juniatun tidak semata-mata bicara bisnis, tapi juga gerakan penguatan perempuan sebagai kepala rumah tangga.

“Perempuan sebagai single parent perlu dapat dukungan pemda. Usaha yang kami rintis ingin membuktikan, bahwa single parent di desa punya kreativitas. Dengan potensi yang ada kami bisa menyekolahkan anak dan membiayai keluarga,” tutur Juniatun yang saat ini mulai membina kelompok perempuan melalui kegiatan menjahit dan pemanfaatan pekarangan.

Rr    

 




Pemprov Kembangkan Sayap UMKM Lokal NTB keluar Daerah

Upaya yang dilakukan oleh Pemprov NTB adalah hal yang luar biasa dan harus didukung bersama

MATARAM.lombokjournal.com — Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat siap kembangkan sayap dan memberdayakan UMKM lokal NTB keluar daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyampaikan itu saat menjadi narasumber kegiatan Rapat Daring yang digelar Inews TV di ruang kerjanya, Kamis (30/07/20).

Mengangkat tema diskusi “Pemberdayaan UMKM ala NTB di tengah Pandemi Covid-19”,   Sekda menegaskan, Pemerintah Provinsi NTB NTB di bawah kepemimpinan Gubernur Zul – Rohmi akan terus mendorong kemajuan UMKM di NTB.

“Kami tetap mendorong  kemajuan UMKM NTB, karena bagi kami UMKM memberikan efek positif yang sangat luar biasa” tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo memberikan apresiasi positif langkah yang dilakukan Pemprov NTB terhadap UMKM di tengah pandemi Covid-19.

Miq Gite sapaan akrab Sekda, juga memaparkan strategi dan langkah – langkah yang diupayakan Pemprov NTB dalam memajukan UMKM di NTB.

Langkah-langkah tersebut antara lain, pertama, UMKM lokal akan diberikan penguatan teknologi berupa bantuan alat produksi, pelatihan SDM dan penguatan pasar.

Kedua, menjaga lapangan pekerjaan dengan bantuan keringanan pajak . Hal itu diikhtiarkan karena pandemi covid19 yang belum berakhir.

Menurut Miq Gite, relaksasi pajak ini harus di niatkan sungguh- sungguh dan butuh political will, yaitu tidak hanya pemerintah daerah, tetapi juga kebijakan nasional.

Dan yang ketiga,  bagaimana NTB akan menfasilitasi berbagai beban-beban yang harus ditanggung oleh dunia usaha termasuk BPJS dan perijinan investasi.

Sekda juga menuturkan, langkah – langkah tersebut dapat terus berkembang sebagai ikhtiar Pemprov mengembangkan  UMKM lokal di NTB.

“Salah satu contohnya seniman, bagaimana dapat memberdayakan berbagai karyanya di hotel-hotel kita dan menempatkannya pada tempat wisata. Inilah wujud kita mencintai produk lokal itu” tutupnya

Pengamat politik NTB Dr. Iwan Harsono yang turut hadir mengatakan, upaya yang dilakukan oleh Pemprov NTB adalah hal yang luar biasa dan harus didukung bersama.

Selain langkah untuk mengurangi pengangguran di NTB, kemudian pemberdayaan UMKM juga sebagai bentuk kecintaan terhadap produk lokal NTB

“Ya tentu dengan upaya ini kita bisa melihat bagaimana lapangan berbicara. Dan bagi saya, kalau program ini terus diikhtiarkan, maka saya bisa pastikan UMKM di NTB akan maju dan angka pengangguran akan berkurang” tutupnya.

ftr/diskominfotik




ICSB Dan Pemprov Jalin Sinergi Bangun UMKM NTB

Gubernur minta, ICSB NTB menentukan fokus utama dari berbagai program yang dicanangkan. Agar  kinerja dari ICSB NTB dapat segera terlihat progres dan hasilnya

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima audiensi pengurus International Council for Small Business (ICSB) Provinsi NTB di Pendopo Gubernur, Selasa (28/07/20).

ICSB merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) serta penyebaran semangat kewirausahaan.

Hj Niken bersama Gubernur Zul

Sedang ICSB Indonesia merupakan bagian dari ICSB yang berdiri sejak tahun 1955, dan merupakan organisasi global pertama yang memiliki perhatian terhadap pengembangan dan edukasi untuk usaha kecil di seluruh dunia.

Saat ini ICSB berkantor pusat di Washington D.C. dan telah memiliki jaringan di 85 negara. Indonesia bergabung secara aktif dengan jaringan ICSB global sejak tahun 2015, atas prakarsa dari A.A.G.N. Puspayoga dan Hermawan Kartajaya.

Di NTB, kepengurusan ICSB periode 2020-2022 resmi dibentuk tanggal 13 Juli lalu. Dalam kesempatan itu, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah kemudian dilantik sebagai Ketua ICBS Provinsi NTB.

Pada pertemuan dengan Gubernur pagi ini, Ketua ICSB Provinsi NTB menyampaikan berbagai program ICSB ke depan, baik pengembangan UMKM hingga keikutsertaan generasi muda dalam berwirausaha.

Demi kesuksesan program tersebut, sinergi dengan pemerintah provinsi menjadi hal yang harus dilakukan.

Gubernur Zul meminta ICSB NTB menentukan fokus utama dari berbagai program yang dicanangkan. Dengan hal ini, kinerja dari ICSB NTB dapat segera terlihat progres dan hasilnya.

Bang Zul juga mengataka, tidak setiap UKM harus menjadi besar. Menurutnya, tiap UKM memiliki karakter industri yang berbeda-beda.

Untuk itu, pemerintah dapat fokus dalam memfasilitasi UKM tersebut hingga mencapai kesejahteraan.

“Yang terpenting setiap mereka yang bergerak di UKM bisa hidup bahagia dan kita selaku pemerintah dapat memfasilitasinya,” ujar Bang Zul.

Bang Zul juga menyinggung peran Science Technology and Industrial Park (STIP). Ia kemudian mengajak STIP dapat menjadi tempat dimana UKM diberikan kemudahan dalam berkarya dan menghasilkan produk.

“Jadi STIP itu adalah dimana tempat UKM difasilitasi dan juga dikembangkan,” jelasnya.

Sinergi dengan Pemprov

Sementara itu, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah selaku Ketua ICSB Provinsi NTB mengharapkan adanya sinergi dari Pemerintah Provinsi NTB.

Ia juga menyatakan, momentum JPS Gemilang telah membangkitkan geliat UKM selama masa pandemi Covid-19.

Namun Bunda Niken mengharapkan, ke depan NTB mempunyai pusat data yang jelas terkait UMKM. Pusat data yang akurat dan terbaru diyakini akan membuat pergerakan ICSB lebih terarah dan tepat sasaran.

“Harapannya agar database ini bisa diakses oleh siapapun, dengan memiliki data, maka akan sangat bermanfaat bagi UMKM dan juga masyarakat,” ucap Bunda Niken.

Tak hanya itu, Ia mengajak generasi muda agar berani berwirausaha. Ke depan pendidikan kewirausahaan di sekolah-sekolah diminta agar lebih digiatkan.

Sedangkan pada gelaran MotoGP 2021 mendatang, Bunda Niken begitu yakin para pelaku UMKM dapat memberikan kontribusi yang signifikan.

“Kita ingin MotoGP ini menjadi tempat UKM untuk tampil,” harapnya.

Pertemuan ini turut diikuti oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB dan Direktur STIP Banyumulek.

AYA/HmsNTB




Gubernur Minta Pengembangan Industri Dituntaskan

Pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, Dr.  H. Zulkieflimansyah minta kepada semua pihak,  pengembangan industri di NTB harus benar-benar dituntaskan.

Pasalnya, sejak program industrialisasi digencarkan oleh pemerintah, telah memberi semangat baru bagi para pelaku industri untuk menciptakan berbagai produk-produk lokal yang membanggakan.

Karena itu, semangat dan potensi yang mulai nampak dari anak-anak muda NTB itu harus benar-benar difasilitasi dan didukung Pemerintah Daerah.

“Industri yang kita dorong saat ini, harus benar-benar diwujudkan sampai tuntas,” harap Gubernur Zul saat menerima kunjungan pengurus organisasi International Council for Small Business (ICSB) wilayah NTB di Pendopo Gubernur, Selasa (28/07/20).

Kunjungan ICSB itu dalam rangka memperkuat dukungan serta support  bagi UKM/IKM yang ada di NTB. Juga penguatan terhadap data base  jumlah UKM/IKM yang semuanya belum tercover baik.

Gubernur Zul menegaskan, pengembangan industri tahap pertama bukan identik dengan pabrik-pabrik besar.

Bukan dengan produk-produk yang hebat atau industrinya akan menjadi besar, tapi yang perlu disederhanakan adalah mindset berpikir semua pihak bahwa semua mimpi itu membutuhkan proses panjang, kerja keras serta pengalaman yang mendukung.

Apalagi semua industri memiliki karakter yang berbeda-beda

“Semuan industri berbeda. Ada industri kecil, menengah bahkan ada industri yang lebih maju dan hebat. Mudah-mudahan kita mampu membuktikan semua itu untuk daerah NTB yang kita banggakan ,” tegas Dr. Zul.

Dikatakan,  hal yang paling mendasar dalam mengembangkan UKM/IKM masyarakat adalah campur tangan pemerintah.

Baik menyediakan fasilitas pendukung, ikut mendampingi serta mencarikan peluang pasarnya yang memungkinkan mereka memiliki semangat jiwa untuk terus berkarya.

Sehingga program Industrialisasi  yang sudah mulai perlahan dibuktikan oleh tangan-tangan terampil anak muda NTB saat ini benar-benar diwujudkan.

“Kita tak perlu teori yang terlalu banyak, yang penting pelaku UKM/IKM kita bisa hidup bahagia. Dengan cara dibantu dan difasilitasi,” jelasnya.

Bahkan Dr. Zul menggandeng semua bank yang ada di NTB untuk membantu penguatan dan pengembangan para pelaku UKM/IKM baik dari segi pembianaan maupun modal yang dibutuhkan.

Agar supaya kegiatan industri di NTB benar-benar hidup yang memberikan dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat itu sendiri.

“Semua UKM/IKM yang kesulitan dengan modal. Kita akan terus berusaha carikan peluangnya. Kita juga akan nyambungi dengan bank-bank,” katanya.

Data base UKM/IKM

Sementara itu, Ketua ICBS Wilayah NTB Dr. Hj. Niken Saptarini Widyawati yang baru saja dilantik beberapa minggu lalu, mulai memetakan berbagai program kerja ICSB di wilayah NTB.

Terutama penguatan data base UKM/IKM kabupaten kota se-NTB.

ISBC merupakan organisasi nonprofit yang fokus pada pemberdayaan UKM serta membangun semangat kewirausahaan di Indonesia.

Dibentuknya ICBS wilayah NTB  menguatkan kapabilitas pelaku usaha kecil menengah maupun insustri kecil menengah.

“Kami pengurus ICSB sebagai organisasi yang mewadahi UKM/IKM masyarakat siap memberi support dan semangat kewirausahaan bagi masyarakat. Agar memiliki mental kuat untuk membangun usaha ke depan,” jelas Bunda Niken.

Sebagai organisasi perdana yang dibentuk di NTB, ICSB memiliki hambatan terkait data base maupun jumlah UKM/IKM yang belum maksimal.

Begitupun penataan data UKM yang sudah ada belum terlalu rapi. Karena itu, Bunda Niken mengusulkan jalur penataan data UKM di NTB dapat melaui Dinas Perindustrian agar bisa diupayakan dalam mendukung program industrialisasi saat ini.

“Kami akan terus kerja sama dengam dinas terkait dalam upayan penataab data UKM/IKM. Agar semua datanya bisa diaskes oleh siapapun,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan pendampingan kepada UKM saat ini menjadi program prioritaskan oleh pengurus ICSB.

Begitu pun dengan masalah legalitas pelaku UKM di NTB sehingga memiliki harapan untuk berkembang dari yang kecil ke usaha menengah.

Kalau itu mampu dilakukan, katanya, langkah selanjutnya adalah mencarikan pasar bagi UKM agar dapat bersaing dengan pasar nasional maupun internasional.

“Banyak UKM/IKM kita yang ingin maju. Tentu dibutuhkan kerja sama yang semua pihak. Sebab, menjadi Wirausaha bukan sesuatu yg muda. Namun perlu konsisten yang sangat kuat,” ujar bunda Niken yang sekaligus sebagai ketua Dekranasda NTB.

Dalam kunjungan tersebut, juga dihadiri oleh kepala OPD terkait lingkup pemprov NTB, perwakilan dari beberapa Bank negeri maupun swasta di NTB, pelaku UKM/IKM serta beberapa pengurus organisasi wanita yang bergerak pada bidang penguatan UKM-UKM di NTB.

man@kominfo




Silaturrahmi ICSB, Bunda Niken Optimis UMKM Bisa Jadi Pemain Utama di MotoGP

ISBC memiliki empat pilar pendukung, yakni terdiri dari akademisi, peneliti, pemerintah dan pelaku bisnis

MATARAM.lombokjournal.com – Setelah beberapa hari lalu resmi dilantik, pengurus International Council for Small Business (ICSB) NTB, menggelar pertemuan pertamanya dengan pengurus atau perwakilan organisasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) se- NTB, di Aula Pendopo Gubernur, Jumat (24/07/20)

ICSB memang sudah lama eksis, tapi merupakan organisasi baru di NTB. Melalui silaturahmi tersebut, ICSB membangun sinergi dan menyerap segala aspirasi dari berbagai pihak.

”Kami menyadari, sebelum kami bertindak lebih jauh kami perlu untuk menangkap aspirasi, kegelisahan, opini dan harapan harapan yang ada dari pengurus UMKM UMKM di Nusa Tenggara Barat,” ujar Ketua ICSB Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

UMKM dipercaya mampu bertahan dan menjaga perekonomian di NTB, terlebih dalam berbagai kondisi yang terjadi di NTB. Sehingga peningkatan kualitas UMKM sangat perlu dilakukan.

Pada gempa bumi yang melanda NTB, terlebih Lombok pada tahun 2018 silam, berkat bantuan dari berbagai penjuru dunia, dalam waktu kurang dari setahun NTB mampu bangkit.

Bahkan pada 2019 pertumbuhan ekonomi di NTB tercacat sebagai tertinggi keempat dari 34 provinsi di Indonesia.

Ketika pertumbuhan ekonomi mengalami kenaikan yang signifikan, lanjut Bunda Niken, kita kembali dilanda oleh musibah yakni pandemi covid-19.

Pandemi covid-19 yang tidak hanya melanda NTB akan tetapi juga melanda dunia.

“Saya melihat dari penurunan yang terjadi dari sisi perekonomian itu ketika pandemi Covid-19 ini kita turun nya lebih sedikit, yang mana dulu kita -4 persen dan saat ini hanya -2 persen, artinya kita dari sisi perekonian mungkin sudah lebih kuat, artinya meski kita sangat menderita namun kita bisa menghadapi ini dengan lebih baik lagi,” ujarnya.

Hal itu semakin membuat Bunda Niken semakin optimis. Pada perhelatan MotoGP 2021 mendatang UMKM NTB akan menjadi pemain utama dalam giat tersebut.

Untuk itu, Bunda Niken mengajak akan terus mengobarkan semangat dan memperkuat kolaborasi UMKM menyambut perhelatan MotoGP itu.

“Mudah mudahan bisa memberikan semangat bagi kita semua, kita akan berdaulat di budaya kita sendiri, kita akan menjadi penyedia dari event 2021 tersebut, kita akan menjadi orang orang yang sangat diuntungkan dengan adanya hal tersebut,” katanya.

Menurutnya, dewasa ini segala sesuatu terkoneksi dengan internet sehingga peran anak muda sangat penting, dalam membantu pertumbuhan UMKM dan membuat UMKM UMKM baru, tentunya yang lebih tanggap, lebih segar dan lebih kreatif.

“Secara garis besar ICSB kita akan menggerakkan atau menggairahkan terbentuknya wirausaha baru, kita melihat masih banyak potensi yang bisa dilakukan, masih banyak lagi usaha yang bisa dilaksanakan, dan kita akan dukung, kita akan gairahkan anak anak muda untuk maju dan berani menjadi seorang wirausahawan,” katanya.

Tidak hanya menggerakkan hadirnya wirausaha baru, ICBS juga akan membantu wirausaha yang telah ada untuk terus meningkatkan kualitasnya.

Ketua DPD IWAPI NTB, Hj. Baiq Diyah Ratu Ganefi menyampaikan, pertemuan tersebut sangat langka. Banyak pengurus UMKM di NTB bertemu dan berdiskusi terkait masa depan UMKM di NTB kedepannya.

“Ini kita dipertemukan, ini sangat langka kita dipertemukan seperti ini, kalau bersama sama kita memikirkan kemajuan UMKM maka akan lebih maju, ini kemajuan untuk UMKM dan pengusaha, kami sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Diyah juga berbagi beberapa masukan terhadap ICBS dan siap mendukung serta berkolaborasi bersama ICBS.

Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Chairman DPD NTB, Awanadi Aswinabawa mengemukakan, ICSB ini hadir salah satu fungsi dan tujuannya menjadi inkubator untuk UMKM di NTB, sekaligus sebagai katalisator memproses percepatan tumbuh kembangnya UMKM itu sendiri.

“Secara garis besar sebenarnya apabila kita petakan masalah masalah yang utama yang tidak hanya terjadi di NTB,tapi juga di daerah daerah lain, pasti kita akan bicara masalah kualitas produk, SDM, Pemasaran itu sendiri, oleh karena itu dengan hadirnya teman-teman dari Ipmi, Iwapi dan yang lainnya, itu dapat bersinergi dengan ICSB sehingga bisa membantu menciptakan UMKM yang sehat,” terangnya.

Ia memaparka, ISBC memiliki empat pilar pendukung, yakni terdiri dari akademisi, peneliti, pemerintah dan pelaku bisnis.

AYA/HmsNTB




2000 Lebih Mesin Siap Dukung UMKM Terus Tumbuh

Gubenur berharap UMKM lokal mampu memproduksi barang yang berkualitas dan memiliki pasar sendiri dengan dukungan permesinan dari Pemprov NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah menjaga “dapur” UMKM NTB tetap mengepul dengan program JPS Gemilang, kini Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB akan memproduksi sekitar 2000 permesinan yang akan mendukung UMKM lokal terus bertumbuh.

Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah menyampaikan itu, saat membuka Kegiatan Temu Bisnis Produk Unggulan UMKM Hasil Pendampingan Ekonomi Masyarakat Terdampak Bencana Gempa Bumi dan Covid-19 Provinsi NTB, Kamis, (23/07/20) Golden Palace Hotel Mataram.

Doktor Zul mengilustrasikan kondisi perekonomian NTB saat ini seperti seseorang ketika berhadapan dengan binatang buas di suatu tempat.

Maka orang tersebut akan menggunakan seluruh tenaga dan kekuatan dalam dirinya secara spontan untuk lari dan menyelamatkan diri.

Tembok yang tingginya 3 meter saat diloncati pada keadaan normal sulit dilompati. Namun saat binatang buas mengejar, tembok itu akan mampu lewati, karena tekanan dan kekuatan kekuatan tersembunyi dalam diri kita.

Ilustrasi tersebut, dijelaskan Doktor Zul cukup menggambarkan UMKM di NTB, yang selama 3 tahun belakangan bertubi-tubi diterpa bencana.

Sehingga Doktor Zul berharap, musibah yang dialami seumpama menjadi binatang buas yang memacu UMKM untuk melewati segala rintangan. Dalam artian, bangkit bekerja dan terus berinovasi mengembangkan produknya.

“Pandemi Covid-19 tidak bisa kita hindari, tetapi bisa kita hadapi!” pungkasnya.

Lebih jauh Gubernur lulusan Universitas Strathclyde Glasgow tersebut menjelaskan, sebelumnya Program JPS Gemilang sudah berani memberdayakan UMKM. Diakuinya harga produk dan kualitas masih di bawah produk pabrikan. Namun hal tersebut menjadi hal yang wajar dalam merintis industrialisasi.

Sehingga dibutuhkan langkah awal untuk memberikan motivasi dan semangat dalam meretas jalan kedepannya.

Ke depan Doktor Zul berharap UMKM lokal mampu memproduksi barang yang berkualitas dan memiliki pasar sendiri dengan dukungan permesinan dari Pemprov NTB. Sepeda listrik, motor listrik, dan berbagai produk kebanggan anak daerah diharapkan dapat terus maju menembus pasar dunia.

Momentum perhelatan akbar Motor GP di Mandalika tahun 2021, sepeda listrik buatan NTB akan ditampilkan saat acara besar dunia itu.

“Kita bayangkan Valentino Rossi dan ribuan penonton dari berbagai belahan dunia, menggunakan sepeda listrik saat event itu, betapa bangganya kita” jelas Gubernur Zul

Gubernur turut mengapresiasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM UNRAM) yang telah berperan menjadi mentor para UMKM.

“Tugas LPPM UNRAM sebagai mentor yang mendampingi UMKM. Harus mampu membangkitkan spirit dan memberi cambukan untuk UMKM agar dapat bangkit berlari dan terus berkarya,” tutup Doktor Zul.

Membangkitkan semangat dunia usaha

Deputi Rehabilatasi dan Rekonstruksi BNPB Ir. Rifai M. BA mengapresiasi langkah Gubernur NTB dalam pemberdayaan UMKM, sehingga mampu membangkitkan semangat agar dunia usaha bangkit. Termasuk memproduksi Sepeda Listrik buatan putra daerah.

“Luar biasa pasca gempa bumi dan di tengah pandemi covid-19, NTB mampu bangkit dengan cepat, menggerakan ekonomi kerakyatan sebagai langkah awal meningkatkan nilai dan prodak UMKM lokal,” kata Rifai.

Kegiatan Temu Bisnis tersebut juga menghadirkan salah satu narasumber Kordinator International Council for Small Bussiness NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Menurutnya berdasarkan data Kemenkop RI, sektor UMKM menjadi andalan pemerintah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tengah lesunya ekonomi global.

Terbukti UMKM berkontribusi terhadap PDB Nasional sebesar 60,34 persen, menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen, juga berkontribusi terhadap nilai ekspor sebesar 14,17 persen, serta mencatat nilai investasi sebesar 58,18 persen jelas Bunda Niken sapaan akrabnya

Menurut Ketua Dekranasda NTB ini, di Provinsi NTB ada 645 ribu unit UMKM NTB dan mampu  menyerap 1,695 jt pekerja. Begitupun IKM ada 96.205 unit dan menyerap 259,14 rb pekerja  NTB.

“Ini artinya UMKM/IKM sangat berpeluang menjadi  produsen komoditi kebutuhan masyarakat  yg sblmnya dipasok dari luar daerah/impor,” kata Bunda Niken sapaan akrabnya.

Bunda Niken juga mengingatkan para  UMKM agar tetap produktif dengan NTB (Nurut tatanan Baru). Yaitu tetap produktif disertai dengan penerapan SOP Protokol Kesehatan Covid-19.

Turut hadir pada kegiatan ini, Wakil Rektor IV Unram, Perwakilan pimpinan Bank-Bank di NTB, Para Kepala Perangkat Daerah dan 24 UMKM hasil binaan LPPM Unram.

@diskominfotik_ntb