KEK Tanjung Santong Dibentuk, Investasi di Samota Terus Berkembang

Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa akan meresmikan KEK Tanjung Santong pada HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang. Sekaligus Ground Breaking pembangunan investasi kilang minyak dan industri bioethanol

MATARAM.lombokjournal.com —  Kehadiran investor untuk berinvestasi disektor energi dengan membangun kilang minyak dan industri bioetanol di kawasan Tanjung Santong Sumbawa akan mendukung percepatan pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus dan pengembangan Teluk Saleh, Pulau Moyo dan Gunung Tambora (Samota).

Untuk itu, Pemerintah Provinsi menyambut baik investor yang akan berinvestasi di NTB.

“Kami menerima dengan tangan terbuka kedatangan investor demi pembangunan dan kemajuan NTB” ujar Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si saat memimpin rapat Ekspose Rencana Masterplan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Agro dan Energi Tanjung Santong bersama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Selasa (11/08/20) di ruang rapat Anggrek Setda Provinsi NTB.

Disampaikan Sekda, kehadiran PT. Palembang GMA Refinery dan Consortium (PGRC) untuk berinvestasi kilang minyak dan industri bioetanol, akan diberikan pelayanan investasi sebaik mungkin di NTB.

“Ini sesuai arahan Gubernur, kewajiban pemerintah Provinsi dan Kabupaten untuk menfasilitasi agar investasi ini segera terwujud. Sehingga dengan adanya investasi ini dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di NTB,” jelas Miq Gite sapaan akrabnya.

Sebelumnya, Sekda menjelaskan, kunjungan lapangan bersama pihak investor sudah dilakukan.

Bahkan kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, bersama Assisten II, Perangkat Daerah Provinsi terkait bersama Pemkab Sumbawa.

Dijelaskan pula, ke depan sudah diusulkan rencana pembentukan KEK Tanjung Santong dengan luas awal sebesar 316 Ha, kemudian akan diperluas areanya sebesar 3000 Ha dengan memasukan kawasan industri dan mencakup wilayah perairan serta pulau-pulau kecil di sekitar kawasan teluk Saleh.

Namun di sisi lain, Miq Gite mengingatkan, kehadiran investasi ini, dampak lingkungan juga harus menjadi perhatian serius. Karena Kawasan Samota merupakan Kawasan yang masuk kedalam cagar biosfer dunia oleh UNESCO.

Harus diingat, Samota merupakan Kawasan aquarium dunia dan cagar dunia.

“Jadi pembangunan tetap berjalan dan lingkungan juga tetap terjaga,” himbau Miq Gite

Direncanakan, Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa akan meresmikan KEK Tanjung Santong pada HUT NTB tanggal 17 Desember mendatang. Sekaligus Ground Breaking pembangunan investasi kilang minyak dan industri bioethanol.

Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan Ir. Ridwansyah mengatakan, Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa telah sepakat untuk mempercepat terwujudnya KEK Tanjung Santong.

KEK merupakan bagian dari  rencana besar untuk pengembangan kawasan Samota.  Titik beratnya bergerak disektor industri, pertanian dan pariwisata.

“Rencana pengembangan KEK sudah lama dirintis dan sedang diproses di Kemenko Maritim, kehadiran investor ini akan mempermudah proses masuknya investasi dan KEK di Santong ini,” kata mantan Kepala Bappeda NTB.

Sehingga, upaya dan langkah-langkah paralel terus dilakukan supaya pembangunan investasi tetap berjalan dan proses mempecepat KEK juga terus diupayakan.

Langkah awal akan dilakukan  rivisi RT/RW (Rencana Tata Ruang dan Wilayah) provinsi sebagai dasar proses berikutnya.

Karena proses investasi di Santong ini akan menggunakan hutan produksi yang akan diproses izin pinjam pakai kawasan di Kementerian LKH.

Termasuk Amdal yang perlu segera di revisi dan menyiapkan Peraturan Daerah dalam mempercepat proses Investasi dan KEK.

Lingkungan harus jadi perhatian

Ketua Percepatan Pengembangan Samota, H. Badrun Munir mengingatkan, kehadiran investasi ini memberikan angin segar bagi kemajuan ekonomi daerah. Namun persoalan lingkungan juga harus menjadi perhatian bersama.

Menurut Munir, Samota ini menyajikan destinasi yang komplit, dengan berbagai keunggulan masing-masing. Teluk Saleh dengan aquarium raksasa dunia, pulau Moyo taman wisata bawah lautnya, dan Tambora yang sudah terkenal di dunia.

Sehingga potensi wisata dari puncak Gunung ke dasar laut ada di Samota. Disana juga akan dikembangkan ketahanan pangan, yang bersumber dari laut dan darat seperti peternakan dan holtikultura.

“Ini yang menjadi pertimbangan dan harus diperhatikan saat berinvestasi. Kita tidak anti investasi, silakan investor datang ke NTB, tetapi harapan kita investasi ini tidak berbenturan dengan kaidah lingkungan, namun kehadiran investor ini melengkapi pengembangan Samota,” tegas mantan Wakil Gubernur di era 2008-2013.

Pria yang akrab disapa Pak BM ini, juga menjelaskan, sesuai konsep pengembangan Samota sebagai kawasan strategis provinsi yang memberikan manfaat bagi provinsi dan kawasan regional.

Pembentukan KEK merupakan langkah awal mengembangan Samota dari sisi ekonomi, dengan tetap memperhatikan sisi konservasi dan pariwisata yang sudah melekat di Samota.

Sehingga, Ia berharap juga saat investasi ini berjalan, maka disampin memperhatikan roh pengembangan Samota dan lingkungannya, desa dan masyarakat disekitar lingkar KEK dan Samota harus perhatikan juga.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji dalam kesempatan tersebut menyampaikan, infrastruktur sebagai penunjang KEK, salah satunya Pelabuhan santong akan dibangun pada Kawasan tersebut.

“Rencana pembangunan Pelabuhan Tanjung Santong diinisiasi oleh Pemkab Sumbawa mendapat sambutan positif dari PT. Pelindo III,” katanya.

Persyaratan lain untuk membentuk KEK juga akan terus diselesaikan dengan proses secara bertahap dan terencana.

Kerjasama dan sinergi Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten menjadi solusi percepatan Kawasan ini sehingga investor merasa terbantu dengan pelayanan daerah untuk berinvestasi di daerah.

Rapat ini turut dihadiri oleh Kepala Bappeda NTB, Kepala DPMPTSP, Kepala Dishub, Kepala Biro Ekonomi, Kepala Biro Kerjasasama, Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dan Pemkab Sumbawa.

@diskominfotik_ntb




Sepeda Listrik Karya IKM Lokal NTB Akan Dikenalkan di Hari Kemerdekaan

Kepala BPKP Perwakilan NTB,  Dessi Adin mengaku terkejut dan tidak menyangka, para pemuda di NTB mampu membuat sepeda listrik yang canggih

MATARAM.lombokjournal.com —  Program industrialisasi yang menjadi salah satu unggulan Pemerintah Provinsi NTB yang sudah mulai memanen hasilnya. Berbagai karya

Sepeda listrik karya para IKM lokal di NTB direncanakan akan diperkenalkan kepada masyarakat pada hari Kemerdekaan RI, tepatnya di tanggal 17 Agustus nanti.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu usai menerima rombongan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan NTB, Selasa (11/08/20) di halaman Kantor Gubernur NTB.

Bang Zul mengatakan, sepeda listrik yang dibuat di NTB bukan sekedar mimpi, apalagi untuk pencitraan.

Berbagai model sepeda listrik mampu mengubah pola pikir masyarakat,  NTB mampu melahirkan produk yang bersaing dikancah nasional dan internasional.

“Sekarang di NTB sudah bisa membuat sepeda listrik” kata pria kelahiran Sumbawa itu kepada rombongan, usai menerima Laporan Hasil Pengawasan (LHP) semester. I Tahun 2020 dari Perwakilan BPKP NTB.

Gubernur Zul juga mengungkapkan, kondisi kebangkitan UMKM pasca bencana alam gempa bumi dan pandemi Covid-19 saat ini.

Hikmahnya, para pelaku UMKM dapat terpacu bergerak lebih cepat dan berinovasi lebih hebat di masa sulit sehingga dapat bersaing dengan kompetitor lain.

Tidak  menyangka pemuda NTB mampu

Kepala BPKP Perwakilan NTB,  Dessi Adin mengaku terkejut dan tidak menyangka, para pemuda di NTB mampu membuat sepeda listrik yang canggih dan sangat modus ini.

“Bukan hanya produk kecil yang bisa diciptakan, warga NTB ternyata mampu menciptakan sepeda listrik” kata Dessi takjub.

Ia mengatakan, Lewat sepeda listrik, NTB akan mampu meningkatkan perkenomian. Ia juga berharap bahwa sepeda yang diberi nama Lebui ini terus dipromosikan sampai keluar NTB.

“Sepedanya keren teknologinya bagus dan saya mendukung sekali program Pak Gub” ujar Dessy.

Selain itu, Dessy menjelaskan maksud kehadirannya bersama rombongan adalah untuk menyerahkan laporan semester I kepada Gubernur.

Ada empat fokus yang disampaikan kepada Gubernur NTB. Pertama mengenai akuntabilitas pengelolaan pembangunan nasional, konstribusi untuk ruang viskal, kemudian untuk penyelamatan aset Negara atau Daerah dan terakhir komponen sistem..

“Kita menyerahkan hasil laporan semester 1 tahun 2020. Jadi setiap semester itu BPKP  memberikan hasil pengawasan kita ke Gubernur menyampaikan dengan tujuan Gubernur NTB bisa tahu apa yang dilakukan di BPKP,” tutup Dessy.

ftr/diskominfotik




Gubernur Akan Hadiri Peluncuran Program Mawar Emas di Masjid Nurul Ikhsan, Keruak

Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dijadwalkan akan hadir dalam peluncuran Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur (Lotim), Rabu (12/08/20) mendatang.

Hal itu diugkapkan dalam rapat persiapan peluncuran program Mawar Emas yang berlangsung di ruang rapat Anggrek, Kantor Gubernur NTB, Senin (10/08/20).

Kepala Biro Humas dan Protokol Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos, MM saat mendampingi Kepala Biro Ekonomi Setda NTB dalam rapat tersebut mengatakan, dalam pelaksanaan launching tersebut, ia menekankan agar diutamakan penerapan protokol kesehatan.

Dikatakan, akan disiapkan masker bagi masyarakat yang tidak menggunakan atau kebetulan lupa membawa masker.

“Selain itu pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki area acara, dan jaga jarak antara para peserta launching akan diterapkan,” katanya.

Gubernur Zul saat peluncuran program Mawar Emas tersebut akan  menyerahkan SK Pengurus Daerah MES dan penyerahan buku tabungan kepada perwakilan nasabah program Mawar Emas.

Hadir dalam rapat final  persiapan acara tersebut, Kepala Biro Ekonomi Provinsi NTB, Kepala Biro Humas dan Protokol, Perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan NTB, Bank NTB Syariah, PNM, dan Ketua MES NTB.

Akses keuangan berbasis masjid

Program Mawar Emas berawal dari keperihatinan Gubernur Zulkiefimansyah terkait masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir untuk mendapatkan modal usaha.

Gubernur kemudian menyampaikan idenya untuk memberantas hal tersebut, dengan merancang suatu program pembiayaan yang berbasis syariah.

Maka lahirlah program Mawar Emas yang terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Program ini melibatkan beberapa instansi dan lembaga keuangan dengan tujuan utama yaitu mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid.

Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan masjid.

Kegiatan pelatihan bagi Takmir Masjid se-Pulau Lombok selaku pengelola program ini di lapangan juga sudah dilakukan di Aula Islamic Center NTB pada bulan Juli.

AYA/HmsNTB




Lombok Timur Siap Jadi Tuan Rumah Peluncuran Mawar Emas

Peluncuran Mawar Emas ini akan dirangkai dengan sosialisasi kepada masyarakat luas terkait program Mawar Emas

LOTIM.lombokjournal.com – – Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) yang saat ini digencarkan Pemerintah Provinsi NTB akan diluncurkan pertama kali di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur.

Program Mawar Emas merupakan kerja bersama Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), OJK, BI, didukung oleh Lembaga Pembiayaan Bank NTB Syariah dan PNM

Lombok Timur terpilih dan siap sebagai kabupaten yang pertama meluncurkan program Mawar Emas setelah melalui proses pengamatan dan perhitungan dari pengurus MES Provinsi NTB.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Umum PW MES NTB, Najamuddin Amy di rumah dinas Sekda Lombok Timur, Sabtu (08/08/20.

Sebelumnya, observasi dan evaluasi lapangan dilakukan Pemerintah Provinsi melalui Biro Humas dan Protokol Setda NTB, PW MES NTB, Sekda Lombok Timur, sekaligus bertemu beberapa Takmir Masjid di Keruak dan di Pancor.

“Lombok Timur terpilih menjadi tempat pertama peluncuran Mawar Emas karena secara proporsional penduduk Lombok Timur menjadi salah satu kabupaten yang pas,” ungkapnya.

Ia mengatakan, program peluncuran Mawar Emas ini akan dirangkai dengan acara sosialisasi kepada masyarakat luar terkait Mawar Emas.

Sosialisasi ini akan diwakili oleh 50 nasabah mewakili 400 nasabah yang berasal dari 20 masjid di NTB ini.

Peluncuran ini menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, menjaga jarak dan memastikan kebersihan diri sebelum datang ke lokasi, acara ini juga dikawal oleh pihak-pihak terkait.

“Perwakilan dari nasabah hanya 50 orang untuk menghindari kerumunan,” ujarnya.

Kandidat doktor ini juga menyampaikan, acara peluncuran program Mawar Emas ini juga akan dirangkai dengan pembagian tabungan kepada nasabah serta pelantikan pengurus MES kabupaten lombok Timur.

 

Najamuddin juga menyampaikan, Sekertaris Daerah Kabupaten Lombok Timur, HM Juaini Taufik akan dilantik sebagai Ketua MES Kabupaten Lombok Timur, hal tersebut juga melalui berbagai pertimbangan dari pengurus MES Provinsi NTB.

“Untuk menjalankan program ini, tentu membutuhkan kapasitas, sumberdaya dan energi yang besar, dan hal itu ada pada pak sekda,” terang Najamuddin.

Akan sia-sia jika sumberdaya atau kapasitas besar yang dimiliki tersebut, tidak di manfaatkan untuk kemaslahatan umat.

Tujuan dari MES ini tidak lain adalah memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat, agar tercipta perekonomian yang baik dan sesuai dengan syariat.

Dalam penyampaiannya, HM Juaini Taufik berterimakasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk menahkodai MES di Kabupaten Lombok Timur ini.

Ia akan memaksimalkan kemampuannya untuk mengawal program-program yang akan dikerjakan oleh MES.

Perlu diketahui, program Mawar Emas sendiri merupakan program yang berawal dari kegiatan safari subuh oleh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Dari situ munculah ide, masjid yang biasa digunakan sebagai tempat ibadah dapat pula dijadikan sebagai salah satu tempat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dengan keberadaan masji,   ke depan diharaapkan masyarakat tidak lagi terjerat rentenir.

Program Mawar Emas ini kemudian terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Program ini juga melibatkan beberapa instansi dengan tujuan utama yaitu mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

AYA/HmsNTB




 ‘Melawan Rentenir Berbasis Masjid’ Diluncurkan 12 Agustus

Agar di masa datang, masyarakat tidak lagi terjerat dengan rentenir yang saat ini masih meresahkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Program MAWAR EMAS atau Melawan Rentenir Berbasis Masjid akan diluncurkan hari Rabu (12/08/20) mendatang.

Penetapan jadwal peluncuran ini ditentukan pada rapat di Ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Jum’at (0/08/20).

Rapat itu dipimpin  Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM. Diikuti Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Kepala Biro Umum Setda NTB, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB, Perwakilan Bank NTB Syariah dan juga Perwakilan Permodalan Nasional Madani (PNM).

Lalu Syafi’i mengapresiasi semua pihak yang telah terlibat dalam program Mawar Emas, dari awal dimulai hingga menuju peluncuran dalam waktu dekat.

Persiapan pun sudah dilakukan demi menyukseskan program Mawar Emas. tersebut. Mulai pertemuan-pertemuan dengan pihak terkait, hingga pelatihan takmir masjid di Islamic Center, beberapa waktu yang lalu.

“Alhamdulillah hingga saat ini telah berjalan dengan baik dan lancar,” ungkap Syafi’i.

Lalu Syafi’I minta semua dapat melakukan tugasnya dengan maksimal. Itu semua demi keberhasilan keberlangsungan program Mawar Emas.

“Sesuai dengan arahan pak Gubernur, ini agar segera kita launching,” lanjut Syafi’i.

Ia berharap setelah peluncuran program Mawar Emas, pengawasan serta evaluasi dapat terus dilakukan.

“Kita harapkan ini dapat menjadi pilar peningkatan perekonomian umat,” jelasnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, S. Sos., MM menekankan, pentingnya publikasi terkait program Mawar Emas.

Tujuanya agar di masa datang, masyarakat tidak lagi terjerat dengan rentenir yang saat ini masih meresahkan.

“Ini harus bisa menjadi trending topic sampai ke tingkat nasional, tentang bagaimana kita melawan Riba’,” kata Najamuddin.

Najamuddin menyatakan, kesiapan terkait peluncuran Mawar Emas, baik dari segi waktu dan juga tempat pelaksanaan.

Ditekankan, kegiatan peluncuran ini tetap mengedepankan protokol kesehatan Covid-19.

“Jadi launching yang kita siapkan tetap dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19,” ujarnya.

Kepala OJK NTB, Farid Faletehan mengatakan, program Mawar Emas siap diluncurkan. Ini dibuktikan dari kesiapan para takmir masjid yang sudah diberi pembekalan.

Farid berharap, dua lembaga keuangan yakni Bank NTB Syari’ah dan PNM terus memberikan dukungan program Mawar Emas.

“Insya Allah persiapannya hingga saat ini sudah cukup bagus,” tuturnya.

Nantinya jamaah masjid bisa membentuk kelompok-kelompok usaha ekonomi produktif, selanjutnya dapat mengakses pembiayaan melalui program Mawar Emas.

Hal sama  disampaikan Ketua MES NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah. MES NTB telah siap dalam peluncuran program Mawar Emas, pekan depan.

Berbagai persiapan, baik teknis dan non-teknis juga tengah disusun oleh pihak MES NTB.

“Alhamdulillah dari MES NTB, dalam perjalanan hampir dua bulan ini, kami dari awal mengkonsolidasikan beberapa masjid untuk program Mawar Emas ini,” jelas Mulianah.

Para takmir Masjid pun telah dilatih sehingga ke depan dapat menjalankan program Mawar Emas dengan baik.

Mulai dari Safari Subuh

Program Mawar Emas merupakan program yang berawal dari kegiatan safari subuh Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

Bermula dari safari subuh, muncul gagasan Bang Zul  bahwa  masjid yang biasa sebagai tempat ibadah dapat pula dijadikan sebagai tempat meningkatkan perekonomian masyarakat.

Bermula dari masjid, ke depan masyarakat diharapkan tidak lagi terjerat rentenir.

Program Mawar Emas terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Program ini melibatkan beberapa instansi, tujuan utamanya mempermudah akses keuangan berbasis masjid, serta melawan rentenir yang menghisap masyarakat.

AYA/HmsNTB




Wagub Hadiri “Kick Off”  ISEF Ke-7 Secara Virtual, Fesyar akan Digelar di NTB

Para pelaku industri ekonomi syariah harus beradaptasi dan berevolusi di tengah masa pandemi Covid-19. Adaptasi merupakan kunci bagi pelaku usaha syariah agar dapat bertahan

MATARAM.lombokjournal.com —  Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menghadiri agenda Kick Off Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-7 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Jum’at (07/08/20).

Acara ini dihadiri juga secara virtual oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof KH. Ma’ruf Amin.

ISEF diinisiasi oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan seluruh pemegang kepentingan yang terkait dengan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin yang sekaligus merupakan Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) ini, menjadi momentum dan simbol pulihnya ekonomi dan keuangan syariah Indonesia.

Dengan mengusung tema “Spirit Sinergi dalam Membangun Negeri“, tujuan kegiatan ini adalah mengembangkan ekonomi dan keuangan syariah melalui pemberdayaan ekonomi umat, yang komponen pentingnya termasuk kaum milenial.

Menurut Wakil Presiden, kegiatan ini merupakan salah satu agenda ekonomi syariah terbesar di Indonesia, yang mengintegrasikan pengembangan sektor keuangan untuk mendorong pencapaian Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi dan pengembangan syariah.

“Upaya pengembangan ekonomi dan keuangan syariah difokuskan kepada antar bank, pengembangan dan pengawasan industri produk halal, pengembangan dan pengawasan usaha syariah,” ungkapnya.

Wapres mengatakan, untuk meningkatkan potensi dan keuangan syariah dapat berkembang lebih besar dari sebelumnya, dibutuhkan bentuk lain untuk mendukung perkembangan tersebut.

“Oleh karena itu, saya sangat mendukung penyelengaraan ISEF ini sebagai bagian dari upaya untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah agar menjadi arus utama kebijakan nasional dan internasional,” tuturnya.

Wapres mengatakan, para pelaku industri ekonomi syariah harus beradaptasi dan berevolusi di tengah masa pandemi Covid-19. Adaptasi merupakan kunci bagi pelaku usaha syariah agar dapat bertahan.

“Pelaku usaha syariah perlu melakukan adaptasi dengan kebiasaan baru, termasuk memanfaatkan teknologi dalam pelaksanaan transaksi serta aspek higienis dari produk yang dihasilkan,” ujarnya.

Terakhir, Wapres pun secara resmi membuka Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Ke-7 tahun 2020. Diharapkan dengan adanya acara ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh para peserta yang hadir.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menyampaikan, untuk menjalankan program-program ekonomi syariah dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak baik nasional maupun internasional.

Ia juga mengatakan ISEF telah berevolusi menjadi kiblat internasional dan membanggakan Indonesia sebagai referensi global.

“Dalam sinergi memacu ekonomi dan keuangan syariah, sinergi para mitra strategis semakin kuat dan luas, otoritas pelaku usaha, institusi keuangan syariah, akademisi, asosiasi, pesantren maupun lainnya,” jelasnya.

Rangkaian kegiatan ISEF 2020 terdiri dari 22 serial discussion melalui webinar, 500 exhibition, 7 business matching, dan 8 business coaching, silahturami nasional, dialog pemberdayaan ekonomi dan usaha pesantren termasuk pelaksanaan festival ekonomi syariah (fesyar) di 3 Provinsi, yaitu Provinsi NTB, Sumatera Barat dan Jawa Timur serta pelaksanaan kompetisi nasional dan 10 international showcase.

Selain itu, berbagai pertemuan internasional akan dilaksanakan, antara lain International Contemporary Fiqih Conference bersama DSN-MUI dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Mesir, Islamic Digital Economy Conference bersama SESRIC-OIC, serta International Halal Lifestyle Conference.

Puncak acara ISEF 2020 akan diselenggarakan di Jakarta pada bulan Oktober 2020.

AYA/HmsNTB




Wagub Tegaskan, JPS Gemilang Berpengaruh Luar Biasa Bagi UMKM di NTB

Pengaruh dari JPS Gemilang sangat luar biasa terhadap UKM/IKM di NTB, terakhir tercatat hampir 5000 UKM yang terlibat memenuhi kebutuhan JPS Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat sangat komit dengan pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sepert dibuktikan saat penanganan Covid-19, Pemerintah Provinsi NTB dengan program bantuan JPS Gemilang yang juga bertujuan memberdayakan UMKM.

“Kami ingin aman dan produktif, artinya kesehatan kita tangani tetapi ekonomi juga tertangani dengan baik,” ungkap Wagub Hj Sitti Rohmi Djalillah.

Hal itu disampaikannya saat audiensi dengan Penasehat Khusus Menko Marvest Bidang Komunikasi beserta rombongan, terkait percepatan pengembangan destinasi pariwisata Super Prioritas sebagai pemacu Pengembangan Sektor Pariwisata di NTB, di Ruang Rapat Terbuka, Halaman Kantor Gubernur NTB, Kamis (06/08/20).

Salah satu strategi Gubernur dan Wakil Gubernur NTB adalah memiliki program-program yang mampu memberdayakan, juga menggunakan produk NTB sendiri, dengan memberdayakan UKM/IKM di NTB.

Sehingga, seperti program bantuan JPS Gemilang yang digagas Pemerintah Provinsi NTB, seratus persen hasil produksi NTB sendiri.

“Kami memilih sesuatu yang lebih sulit, tetapi manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat, terutama UKM/IKM kita, daripada instan dengan menggunakan uang, kami memilih JPS Gemilang berbentuk produk, yang semuanya itu merupakan hasil dari UKM kita,” ucap Umi Rohmi.

Wagub juga menambahkan, pengaruh dari JPS Gemilang sangat luar biasa terhadap UKM/IKM di NTB, terakhir tercatat hampir 5000 UKM yang terlibat memenuhi kebutuhan JPS Gemilang.

Gubernur-Wagub berprinsip, bagaimana agar pandemi ini tidak terus diratapi, tetapi bagaimana berusaha mengambil berkah, sesulit apapun kondisi, tetap berusaha mengambil berkah dan kesempatan dari kondisi ini untuk menjadi lebih baik kedepan.

Umi Rohmi menanggapi, kunjungan dari Kementerian Kemaritiman dan Investasi ini tentunya sangat disambut baik. Dan ini untuk meyakinkan bahwa semua program khususnya destinasi prioritas di NTB bisa berjalan sesuai dengan waktu perencanaannya, terutama untuk Mandalika.

“Pandemi bukan menghambat, tetapi untuk terus menerus mencari peluang untuk bisa program pembangunan itu on the right track, Insya Allah kita optimis seluruh rencana pembangunan yang diletakkan di NTB bisa berjalan dengan lancar,” tutur Umi Rohmi.

Tak lupa, Umi Rohmi selalu mengampanyekan penerapan protokol Covid-19. Ia menjelaskan, Insya Allah mulai pekan depan NTB sudah memberlakukan aturan bagi yang tidak menggunakan masker didenda Rp100.000 dan bagi ASN Rp200.000.

Terakhir, Umi Rohmi berharap program-program unggulan yang ada di NTB, seperti MotoGP Mandalika dan lainnya bisa berjalan sesuai rencana dan sesuai tenggat waktu di 2021.

Edi Susilo selaku Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga Menko Marvest menyampaikan pertemuan ini dilaksanakan guna mengawal suatu program yang diresmikan Presiden RI tanggal 14 Mei lalu yaitu tentang Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Edi Susilo juga menyampaikan keinginan besar Menko Marvest adalah bagaimana lima destinasi Super Prioritas ini dapat berkembang lebih cepat, khususnya di Mandalika. Selain itu, kita mencoba mengawal destinasi super prioritas ini dengan menggandeng BUMN.

“Yang mana harapan kami adalah semoga dinas terkait UMKM bisa lebih gesit sedikit untuk bisa mengusulkan UMKM agar bisa mendapatkan dana CSR,” pungkasnya.

Turut hadir mendampingi Wagub, Asisten I Setda NTB, Bappeda NTB, Dinas Koperasi UMKM, Dinas PUPR, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, ITDC, Direktur Utama TVRI.

AYA/HmsNTB




Mahadesa TDC Akan didukung Pemasaran Terintegrasi Berbasis Digital

Gubernur berharap, seluruh lembaga keuangan atau perbankan yang ada di NTB, untuk dapat mengambil peran utama

MATARAM.lombokjournal.com – Program Mahadesa Trade and Distribution Centre (TDC) yang dikembangkan oleh PT. Gerbang NTB Emas, akan membentuk tatanan baru yang positif.

Program ini selain  memperkuat infrastruktur perekonomian di desa, juga diharapkan mampu mengangkat berbagai produk IKM/UKM lokal untuk bisa bersaing, tidak hanya menjadi tuan di negerinya sendiri, tetapi juga dipasar nasional dan global.

Untuk itu, Mahadesa TDC akan didukung sistem pemasaran terintegrasi ( integrated marketing) berbasis digital.

Inovasi Teknologi merupakan syarat utama untuk mewujudkan kemandirian IKM/UKM lokal.

Gubernur NTB Dr. H. Zulkifliemansyah menegaskan itu  saat memimpin Rapat Koordinasi Pemberdayaan UMKM bersama Pimpinan Lembaga Perbankan dan PT. GNE, di Ruang Kerjanya, Selasa (04/08/20).

Dr. Zul sapaan Gubernur NTB mengatakan, inovasi teknologi akan berhasil  jika didukung oleh 5 aspek turunannya yaitu, data permintaan pasar (Big data supply-demand), Industrialisasi Produk, pemberdayaan dan kolaborasi, akses dan transaksi keuangan serta pasar yang terintegrasi (integrated marketing).

Menurutnya, ada dua hal penting yang ingin dicapai dari pemanfataan teknologi berbasis digital dalam pengembangan IKM/UMKM.

Pertama  memperluas akses pasar, baik itu domestik dan global. Kedua, memperbaiki proses bisnis yang lebih efisien.  Dan untuk memaksimalkannya, maka peran teknologi menurutnya memberikan kemudahan untuk UMKM memperluas aksesnya.

Gubernur berharap kepada seluruh lembaga keuangan atau perbankan yang ada di NTB, untuk dapat mengambil peran utama.

Yakni menjadi garda terdepan dalam mendukung pengembangan usaha IKM/UKM lokal, khususnya dalam akses modal yang mudah dan ringan.

Direktur Utama PT. Gerbang NTB Emas (GNE) Samsul Hadi menjelaskan, melalui program Mahadesa, UMKM akan dikembangkan melalui rantai bisnis pemberdayaan desa secara ekonomi dan masyarakat mendapatkan berbagai jenis kebutuhannya tanpa harus keluar rumah.

Pemesanan kebutuhan, dilakukan melalui sistem di perangkat ponselnya atau serba teknologi BUMDes dalam hal ini dilibatkan sebagai ujung tombak, sekaligus sebagai fasilitator yang akan merekap dan memenuhi pesanan rumah tangga (masyarakat).

Masyarakat berbelanja layaknya ke ritel modern, cukup hanya dari rumah melalui fasilitas Mahadesa ini.

Selain itu, Samsul Hadi juga memaparkan bahwa saat ini baru satu desa yang terkoneksi perangkat sistemnya, Kuripan Utara.

Selanjutnya menyusul 21 desa lainnya. Dan target tahun 2020 ini, seluruh desa dan kelurahan di NTB yang jumlahnya seribuan, akan menjadi bagian dari jaringan Mahadesa ini.

Sistem bisnis yang dikembangkan GNE dalam program Mahadesa ini yaitu dengan memanfaatkan seluruh BUMDes sebagai perpanjangan tangan untuk melakukan pendataan kebutuhan masing-masing rumah tangga.

Kebutuhan tersebut misalnya, sabun, odol, minyak goreng, beras dan sejeninya yang ada di katalog.

“Masyarakat akan mendapatkan kemudahan berbelanja. BUMDes akan dapat keuntungan sebesar 70 persen dari total keuntungan. Rantai ekonomi dan bisnis dari tingkat provinsi, kabupaten/kota kemudian ke desa dan kelurahan akan terbangun kuat. Dan sama-sama akan mendapatkan manfaat ekonomi (keuntungan),” jelas Samsul Hadi.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam kesempatan tersebut, Asisten II Setda NTB, Kadis Dikbud, Kadis Dinas Perindustrian, Direktur GNE, Kepala BI Perwakilan NTB, dan beberapa kepala cabang bank di NTB.

diskominfotikntb




Inflasi Gabungan Kota Mataram Dan Kota Bima, Bulan Juli 2020

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan pusat Statistik (BPS) NTB menyatakan, bulan Juli 2020, inflasi Gabungan Dua Kota (Kota Mataram dan Kota Bima) sebesar 0,17 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,03 pada bulan Juni 2020, menjadi 103,20 pada bulan Juli 2020.

Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar –0,10 persen.

“Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,09 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,43 persen,” kata Kepala BPS NTB, Suntono hari selasa (03/08/20)

Menurut Suntono, Inflasi Gabungan Dua Kota bulan Juli 2020 sebesar 0,17 persen, terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Pakaian dan Alas Kaki sebesar 0,15 persen; Kelompok Perlengkapan, Peralatan, dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga sebesar 0,02 persen; Kelompok Kesehatan sebesar 0,07 persen; Kelompok Transportasi sebesar 1,24 persen; Kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar 0,00 persen; Kelompok Pendidikan sebesar 0,18 persen; Kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 0,05 persen; dan Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 1,30 persen.

Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau sebesar 0,23 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,01 persen; dan Kelompok Rekreasi, Olahraga, dan Budaya sebesar 0,05 persen.

BACA JUGA; 

Bulan Juni, Ekspor NTB Naik 25,07 Persen,  Sedang Impor Naik 88,62 persen

“Laju inflasi Gabungan Dua Kota tahun kalender Juli 2020 sebesar 0,05 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Juli 2019 sebesar 1,59 persen.  Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Juli 2020 sebesar –0,06 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Juli 2019 sebesar 2,59 persen,” kata Suntono.

AYA

 




Bulan Juni, Ekspor NTB Naik 25,07 Persen,  Sedang Impor Naik 88,62 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB merilis nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Juni 2020 sebesar US$ 36.584.772.

Nilai ekspor itu mengalami kenaikan sebesar 25,07 persen, jika dibandingkan dengan ekspor bulan Mei 2020 yang bernilai US$ 29.250.653.

“Ekspor bulan Juni 2020 yang terbesar ditujukan ke Jepang sebesar 57,00 persen, Cina  sebesar 29,97 persen kemudian disusul Amerika Serikat yaitu sebesar 12,31 persen,” ujar Kepala BPS NTB, Suntono, Selasa (03/08/20).

Suntono menjelaskan, jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Juni 2020 adalah Barang Galian/ Tambang Non Migas sebesar US$ 31.730.650 (86,73 persen), Ikan dan Udang sebesar US$ 2.445.054 (6,68 persen), Daging dan Ikan Olahan sebesar US$ 2.178.232 (5,95 persen), Garam, Belerang, Kapur senilai US$ 156.004 (0,43 persen), serta Biji-bijian berminyak (0,14 persen)

Di sisi lain, nilai impor pada bulan Juni 2020 senilai US$ 27.924.457, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 88,62 persen dibandingkan dengan impor bulan Mei 2020 sebesar US$ 14.804.746.

“Sebagian besar Impor berasal dari negara Jepang (37,77 persen), India (20,75 persen), Turki (14,98 persen), dan Amerika Serikat (8,77 persen),” terang Suntoto.

BACA JUGA; Inflasi Gabungan Kota Mataram dan Kota Bima, Bulan Juli 2020

Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah Karet dan Barang dari Karet (37,90 persen), Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (29,65 persen), Gula dan Kembang Gula (20,61 persen), serta Mesin/Peralatan Listrik (3,11 persen).

AYA