Gubernur Puji Bank NTB Syariah, Salah Satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia

Di Bank NTB Syariah juga terdapat edukasi yang tidak kalah menarik. Kata “Syariah” tidak lagi menjadi kata yang menjadi momok dan menakutkan bagi sebagian kalangan

MATARAM.lombokjournal.com —  Bank NTB Syariah memiliki predikat yang sangat bagus dalam jajaran bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 dengan asset di bawah Rp 10 triliun.

Majalah Infobank edisi September menulis, sebanyak 17 bank menghuni kelompok BUKU 2. Sebanyak tujuh bank berhasil meraih predikat sangat bagus, termasuk Bank NTB Syariah.

H Zulkieflimansyah

Atas presasinya itu, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah memberikan pujian pada Bank NTB Syariah.

Bank NTB Syariah baru pertama di-rating oleh Biro Riset Infobank (BIRII) sejak konversi tahun 2018,  langsung memimpin dengan menempati urutan pertama.

Di akhir Agustus kemarin, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo serta Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah berhasil mendapatkan penghargaan dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2020, yang digelar oleh Top Business bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah dan sejumlah lembaga lainnya.

Gubernur NTB mendapatkan anugerah sebagai TOP Pembina BUMD. Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo  seabagai TOP CEO BUMD 2020. Sedang Bank NTB Syariah meraih TOP BUMD Awards 2020 Bintang 4.

Top BUMD Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik di Indonesia, atas achievement (prestasi), improvement (perbaikan), dan contribution (kontribusi) yang telah dilakukan oleh BUMD terkait kinerja bisnis, layanan, dan kontribusi BUMD terhadap perekonomian daerah.

Bank Daerah Terbaik

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah,  Minggu (06/09/20), mengatakan tantangan menjadi Bank Syariah tidaklah mudah dan sederhana.

Namun dengan manajemen yang baik dan kinerja yang terukur, Bank NTB Syariah mampu memupus semua keraguan dan kini menjadi salah satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia.

Gubernur menuturkan,  ketika ia  jadi Pimpinan di Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan dan Perbankan, OJK sempat mengingatkan Bank NTB agar berhati-hati mengubah diri menjadi Bank Syariah.

“Karena kalau gagal, tidak bisa lagi balik menjadi Bank Konvensional. Alhamdulillah dengan manajemen yang baik dan kinerja yang terukur, Bank NTB Syariah mampu memupus semua keraguan dan kini menjadi salah satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia,” puji Gubernur.

Gubernur mengatakan, di Bank NTB Syariah juga terdapat edukasi yang tidak kalah menarik. Kata “Syariah” tidak lagi menjadi kata yang menjadi momok dan menakutkan bagi sebagian kalangan.

Karena selama ini, cukup sering jika ada lembaga keuangan yang bernuansa syariah, karena pemahaman yang dangkal dan kurang tepat, orang jadi ragu dan takut.

“Syariah sudah sering identik dengan intoleransi, kurang bersahabat dengan pemeluk keyakinan yang berbeda, dan lain sebagainya,” terangnya.

Namun di Bank NTB Syariah, semua ditunjukkan dengan sangat profesional. Meskipun telah dikonversi dari Bank Konvensional menjadi Bank Syariah, Bank NTB Syariah tetap memberikan kesempatan bagi masyarakat yang non Muslim untuk berkiprah bahkan menjadi Pimpinan.

“Dan dengan berinteraksi secara langsung, pemaknaan kata Syariah menjadi indah dan memberi ruang bagi semua. Tentu Ini sangat membanggakan kita semua. Sekali lagi, selamat kepada Bank NTB Syariah atas kinerjanya yang luar biasa. Perjalanan panjang, memang selalu harus di mulai dgn langkah pertama,” tutupnya.

BACA JUGA ;  Prestasi Bank NTB Syariah Diapresiasi Komisi III DPRD NTB

Dirut Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo sebelumnya mengatakan, tiga perhargaan yang diraih dalam TOP BUMD Award 2020 akhir Agustus lalu, akan semakin memacu semangat seluruh insan Bank NTB Syariah untuk bekerja maksimal.

Pihaknya berupaya memberikan yang terbaik, serta menghadirkan beragam terobosan kreatif dan inovatif, dalam memberikan layanan kepada seluruh nasabah dan stakeholder NTB Syariah serta meningkatkan performa usaha.

“Meski masih dihadapkan pada situasi ekonomi dan dunia usaha yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, Bank NTB Syariah tetap mampu bertahan, dan tetap menunjukan performa positif, karena terus menghadirkan beragam solusi kreatif dan inovatif dari layanan dan jasa yang dikelola,”ujar Kukuh.

HmsNTB




Lapak Bersama UMKM Sigar Penjalin Diresmikan Bupati Lombok Utara

Lebih 70 ribu masyarakat penggiat wira usaha menerima manfaat. Jumlah dana yang digelontorkan untuk membeli barang bantuan untuk wirau saha baru sebesar Rp. 74 miliar

TANJUNG.lombokjournal.com — Atensi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di bumi Tioq Tata Tunaq, di antaranya membangun lapak UMKM.

Pembangnan lapak ini untuk mempermudah promosi serta integrasi produk usaha kecil dan menengah.

Atensi ditindaklanjuti dengan diresmikannya Lapak Bersama UMKM Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung oleh

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH didampingi Ketua TP PKK KLU, Hj. Rohani, S.Pd, Kepala Desa Sigar Penjalin, dan Ketua UMKM, meresmikan  Lapak Bersama UMKM Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.

Peresmian itu merupakan tindak lanjut dari atensi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Peresmian Lapak Bersama UMKM yang terletak di Dusun Lendang Berora tersebut, disaksikan para pelaku wira usaha, tamu undangan dan masyarakat desa setempat, Minggu (30/08/20) malam.

“Di masa pandemi seperti ini, memang kita butuh refresing. Kita butuh tempat bersama keluarga untuk menghilangkan sejenak kejenuhan kita dengan masalah pandemi ini. Saya percaya tempat-tempat seperti ini akan dicari,” tutur Bupati Najmul saat membuka Lapak Bersama UMKM desa setempat.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Sigar Penjalin dan stakeholder lainnya yang sudah menginisiasi kegiatan populis tersebut.

“Kita harus Istiqomah dan terus-menerus berikhtiar, insya Allah akan menemui titik sukses. Saya mengapresi kegiatan ini. Pemerintah juga terbuka,” terangnya.

Dijelaskan Najmul, lapak UMKM itu merupakan kelanjutan dari wira usaha baru (WUB) yang dicanangkan Pemda dalam RPJMD. Program ini, diakuinya, banyak mendapat tantangan selama ia memangku amanah yang dipercayakan oleh masyarakat.

Dibeberkannya, awalnya program yang diusulkan di dalam RPJMD adalah membentuk WUB berkelompok, kemudian akan diberikan bantuan modal. Namun, rencana itu tidak bisa dieksekusi lantaran terkendala regulasi.

“Di tahun pertama sudah kita anggarkan Rp.15 miliar. Tapi d itahun yang sama sudah terbit regulasi tidak boleh memberikan bantuan kepada kelompok pemula dalam bentuk uang, tapi pemerintah menginginkan dalam bentuk barang,” beber bupati.

Menurut orang nomor satu di gumi Tioq Tata Tunaq ini, meskipun regulasi dikeluarkan pemerintah, pihaknya tetap menganggarkan kembali di tahun kedua sebesar Rp.15 miliar.

Sayangnya bentuk bantuan modal tetap tidak bisa dieksekusi.

“Siapa tahu bisa. Tetapi tetap tidak bisa. Akhirnya kita buat paradigma baru dengan pola wira usaha baru diberikan bantuan dalam bentuk barang. Alhamdulillah, itu sudah direalisasikan,” bebernya lagi.

Bahkan, kelompok nelayan pun diberikan anggaran 3 miliar oleh Pemda KLU dengan jumlah pemanfaat sekitar 17 kapal nelayan.

Setelah dihitung-hitung, masih kata Najmul,ternyata melebihi 70 ribu masyarakat penggiat wira usaha menerima manfaat. Jumlah dana yang digelontorkan untuk membeli barang bantuan untuk wirau saha baru sebesar Rp. 74 miliar .

“Anak-anak muda sekitar 400 orang diberikan pelatihan berternak ayam petelur dan ayam potong di Dikpora. Kemudian kita juga sudah pernah melatih star up sekitar 50 orang anak-anak Lombok Utara. Alhamdullilah sudah sukses,” tutupnya seraya mengapresiasi.

api




PT Gerbang NTB Emas Raih Top BUMD Award 2020

MATARAM.lombokjournal.com  — Perusahaan milik daerah PT Gerbang NTB Emas (PT GNE) meraih meraih penghargaan Top BUMD Award 2020, yang di selenggarakan oleh Majalah TopBusiness dan Asosiasi Otonomi daerah, yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (27/08/20).

Direktur PT GNE Syamsul Hadi mengatakan, PT GNE meraih dua kategori penghargaan yakni kategori Bintang Tiga dan Top CEO.

Penghargaan tersebut berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya kinerja perusahaan, performance keuangan, cepat melakukan rebound baik di masa pandemik dan kondisi lainnya, serta kemampuan manajemen.

Direktur PT GNE, Syamsul Hadi

Meski perusahaan meraih prestasi Hadi merendah, dan menyebut penghargaan yang diraih karena kinerja tim serta dukungan dari semua pihak termasuk Gubernur NTB dan DPRD NTB.

“Alhamdulilah kita mendapat penghargaan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua tim di PT GNE, juga dukungan luar biasa dari pak gubernur sebagai pembina serta DPRD NTB yang terus mensupport kami,” ujarnya.

Hadi mengatakan, ada beberapa target yang belum tercapai yang harus di kejarnya yakni mengembang unit bisnis, serta menjadikan anak perusahaan PT GNE menjadi perusahaan yang sehat dan mampu bersaing.

Disinggung persetujuan legislatif yang menyetujui penyertaan modal sebesar 100 milyarke PT GNE, Hadi mengatakan akan menjaga kepercayaan semua pihak termasuk DPRD NTB yang telah mempercayai pendanaan 100 milyar tersebut.

Ia menegaskan akan berusaha untuk tidak mengecewakan semua pihak.

“Bagi kami itu (penyertaan modal 100 milyar) sebagai motivasi dan tantangan untuk terus berbenah dan memajukan perusahaan, kami akan bekerja secara maksimal,” ungkapnya penuh optimis.

Selain PT GNE, Gubernur NTB DR. Zulkirflimansyah juga meraih penghargaan pembina perusahaan daerah terbaik bersama sejumlah gubernur lainnya.

Penghargaan BUMD Award yang di gelar oleh Majalah TopBussines ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang di berikan kepada perusahaan plat merah milik daerah yang berprestasi.

AYA (*)




Bank NTB Syariah Dapat Tambahan Kuota Pembiayaan Rumah Subsidi

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

lombokjournal.com —

MATARAM;   PT Bank NTB Syariah kembali mendapatkan tambahan kuota sebanyak 450 unit pembiayaan rumah subsidi dari Pemerintah Pusat.

240 di antaranya telah dilakukan akad pembiayaan, termasuk sebanyak 160 akad massal, tanggal 25 Agustus 2020 lalu.

Tahun 2019, Bank NTB Syariah berhasil membukukan akad 1.175 unit rumah subsidi.

Sampai dengan semester 1 tahun 2020, Bank NTB Syariah sukses menghabiskan kuota yang diberikan Pemerintah Pusat sebanyak 1.200 unit rumah subsidi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Acara akad mMasal antara Bank NTB Syariah dengan konsumen rumah subsidi dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2020 yang digelar virtual, Selasa (25/08/20). Disaksikan langsung oleh Menteri PUPR RI Basuki Hadi Mulyono, diiikuti 13 bank mitra FLPP rumah subsidi, termasuk didalamnya adalah Bank NTB Syariah.

Akad masal pengajuan kepemilikan rumah subsidi dalam program FLPP untuk wilayah NTB dilaksanakan di Hotel Santika yang dihadiri sebanyak 160 nasabah KPR rumah subsidi Bank NTB Syariah.

Acara itu berlangsung di sela-sela pameran perumahan secara virtual yang diadakan Kementerian PUPR saat Hapernas 2020 tersebut. Tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H Kukuh Rahardjo mengatakan, peringatan Hapernas 2020 yang dilakukan secara virtual secara bersamaan di seluruh Indonesia oleh 13 bank mitra program FLPP bersama konsumen rumah subsidi dengan jumlah akad masal sebanyak 16.180 debitur.

Pria humble ini mengaku bersyukur atas kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank NTB Syariah dengan kembali memberikan tambahan alokasi program FLPP di tahun 2020 ini. Sebelumnya di semester I-2020 UNIT sudah habis terjual.

Atas kepercayaan tersebut, Bank NTB Syariah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur dalam memberikan kenyamanan bagi developer dan juga konsumen.

“Alhamdulillah pertama masuk dalam program FLPP ini tahun 2019, masyarakat melihat ada perubahan dari sisi binis di Bank NTB Syariah, salah satunya adalah kehadiran FLPP. Kami memberikan kemudahan dan kecepatan proses, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung yang kami siapkan. Prinsipnya kami akan senantiasa terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan juga developer selaku mitra,” Kata Kukuh Raharjo melalui siaran pers yang disampai ke media, Kamis ( 27/08/20).

Ia menyebut, jumlah perusahaan pengembang (developer) yang bermita dengan Bank NTB Syariah dalam program pembiayaan perumahan terus bertambah.

Saat ini yang sudah menjalankan kemitraan dalam program pembiayaan perumahan sudah ada 28 perusahaan. Sementara itu, sedikitnya ada 40 perusahaan masih dalam proses untuk menjadi mitra Bank NTB Syariah.

“Dari jumlah tambahan 450 unit untuk program FLPP ini, tersisa sekitar 260 lagi dan kamis optimis September sudah bisa habis,” ujarnya.

Mantap ke Pembiayaan Investasi Produktif

Sementara itu Performa PT Bank NTB Syariah makin mentereng. Hal ini tak hanya karena ditopang kinerja keuangan yang positif, tapi juga setoran deviden ke pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se-NTB.

“Kinerja apik ini menjadi tolak ukur yang bagus bagi manajemen untuk dipertanggungjawabkan ke pemegang saham. Beberapa indikator dari target perseroan di tahun lalu hampir semua terlampaui.

Kukuh Raharjo mengatakan,  tercatat untuk asset dari target Rp8,32 triliun tercapai sebesar Rp8,64 triliun atau capaiannya 103,81 persen.

“Begitu pun dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) dan laba bersih lewati 100 persen dari target,” kata Kukuh Raharjo dalam acara penjurian TopBUMD Awards 2020 yang digelar Majalah Top Business (23/3) silam.

Ia mencontohkan, untuk DPK misalnya, perseroan berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp6,81 triliun atau sebanyak 107,22 persen dari target di angka Rp6,35 triliun.

Sementara untuk laba bersih dari target sebesar Rp161,5 miliar berhasil dibukukan sebanyak Rp163 miliar.

Namun di bagian pembiayaan, target yang dipatok sebesar Rp5,89 triliun hanya tercapai 94,72 persen atau setara Rp5,58 triliun.

Tapi tak dapat dipungkiri karena dampak gempa di NTB masih cukup dirasakan perseroan. Sehingga kucuran pembiayaan pun cukup tersendat. Modal perseroan juga berhasil dikumpulkan sebanyak 96,67 persen  dari target Rp1,47 triliun dengan realisasi sebesar Rp1,42 triliun.

Indikator lainnya juga sangat bagus. Seperti rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level sangat aman yakni 35,47 persen sedang targetnya di posisi 33,92 persen.

Pun demikian dengan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga relative rendah di posisi 76,83 persen dari target 75,47 persen. Pun dengan rasio pembiayaan macet (NPF) bisa ditekan rendah menjadi 1,36 persen dari target 1,46 persen.

Sementara untuk imbal hasil bagi pemegang saham juga cukup stabil. Tercatat indicator return on asset (RoA) di level 2,56 persen sedang untuk return on equity meningkat menjadi 12,05 persen dari target di level 11,62 persen.

“Dengan kinerja yang bagus itu, perseroan membagikan dividen payout ratio ke pemegang saham sebesar 60% dari laba bersih. Ini juga sebagi upaya untuk mendukung pembangunan di daerah. Karena BUMD hebat, ekonomi daerah melesat,” terangnya

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang tahun lalu, pembiayaan ke UMKM mencapai Rp419,9 miliar.

Saat ini Bank NTB Syariah lebih fokus masuk ke pembiayaan produktif, khususnya modal kerja, untuk mendukung pergerakan ekonomi di era pandemi Covid-19. Hal ini untuk mendukung program Pemerintah Daerah melalui pembiayaan kepada sektor industri daerah.

“Selama ini, NTB mempunyai banyak komoditas, tapi belum ada industrialisasi tercipta sehingga sebagian besar bahan mentah yang dikirim ke luar. Justru akan bernilai lebih bagus jika ada industrialisasi,” urai Kukuh  sembari menambahkan seperti pembiayaan komoditas utama pertanian yakni jagung, bawang putih, peternakan sapi, perikanan, bahkan perkebunan kopi.

“Kopi di NTB justru tak kalah dengan daerah lain, seperti Toraja, Mandailing, dan lainnya,” kata Kukuh.

Me




Masyarakat NTB Mulai Rasakan Kehadiran Industrialisasi

Hadirnya industri permesinan dapat membuat produktifitas sektor pertanian, peternakan dan juga yang lainnya semakin meningkat

LOBAR.lombokjournal.com  – Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin produksi kepada masyarakat di STIPark NTB di Banyumulek, Kamis (27/08/20).

Masyarakat pun dibuat kagum Program industrialisasi yang dimunculkan oleh Pemerintah Provinsi NTB, dengan karya putra-putri NTB yang mampu memproduksi mesin yang dapat mempermudah pekerjaan mereka.

Salah satunya, Lalu Supratman yang mewakili TPS 3R “Lestari” dari Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.

“Sangat senang sekali, karena yang kami harapkan dari beberapa tahun kemarin, sekarang ini terealisasi,” ungkap Supratman yang baru saja mendapat bantuan mesin dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB tersebut.

Ia berharap, ke depan makin banyak mesin-mesin yang diciptakan oleh putra-putri NTB. Tentunya, mesin-mesin tersebut juga diharapkan mampu bersaing dengan produk dari luar.

“Dengan adanya industri permesinan ini, usaha-usaha UMKM dan juga usaha-usaha lainnya akan lebih meningkat lagi,” tuturnya.

Selain itu, ada pula Reza Apriani yang mewakili BKR “Masa Depan”. Mewakili rekan-rekannya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTB yang telah memperhatikan usaha-usaha kecil yang ada di NTB.

“Alhamdulillah dengan pemberian bantuan ini, yakni pemberian mesin pembuat minyak kelapa ini kami sangat berbahagia karena sudah tidak perlu menggunakan tangan dan prosesnya juga sangat lama,” jelasnya.

Apriani juga berharap, pemerintah dapat terus konsisten dalam memperhatikan keberlangsungan usaha-usaha kecil yang ada. Agar ke depan usaha-usaha kecil ini dapat mandiri dan dapat terus produktif.

Sebelumnya, Gubernur H. Zulkieflimansyah menjelaskan, hadirnya industri permesinan dapat membuat produktifitas sektor pertanian, peternakan dan juga yang lainnya semakin meningkat.

Dengan begitu, masyarakat NTB yang dalam hal ini UKM/IKM dapat segera mencapai kesejahteraan dan kemandirian di dalam melakukan usaha mereka.

“Bukan berarti kita mementingkan industrialisasi terus melupakan pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain. Justru sebaliknya, dengan adanya industri permesinan ini Insya Allah kita akan meningkatkan produktifitas disektor yang lain,” jelas Bang Zul.

AYA/HmsNTB




Pertama di Lombok Utara, Pertamina Sinergi Bentuk Pertashop di Desa Anyar

Pemdes Anyar diminta betul-betul serius mengelola Pertashop tersebut dengan baik. Jangan sampai berhenti di tengah jalan

BAYAN.lombokjournal.com — Program Pertamina Berbasis Desa atau Pertashop BUMDes Anyar, diresmikan oleh Penjabat Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati.

Peresmian program terobosan Pemerintah Desa Anyar Kecamatan Bayan tersebut, bertujuan meningkatkan pendapatan  dan pembangunan desa.

Mahfud Nadyo Hantoro

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas P2KBPMD Drs. H. Kholidi, MM, Camat Bayan Intiha, SIP, Kapolres Lombok Utara diwakili Kasat Narkoba Iptu I Made Sukadana, SH, MH, Kepala Desa Anyar Ir. Rusni serta para tamu undangan lainnya, Rabu (26/08/20).

Penjabat Sekda Drs. H. Raden Nurjati menyampaikan terima kasih setulusnya kepada Direktur PT. Pertamina yang memberi perhatian kepada Kabupaten Lombok Utara, khususnya wilayah Kecamatan Bayan.

Menurutnyaa, didirikannya Pertashop di Desa Anyar merupakan kebijakan tepat lantaran betul-betul dibutuhkan masyarakat setempat.

Diharapkan, Pemdes Anyar betul-betul serius mengelola Pertashop tersebut dengan baik. Jangan sampai berhenti di tengah jalan.

“Bila perluPemdes setempat meminta bimbingan teknis kepada Pertamina, terkait cara-cara manajerial Pertashop yang baik dan maju,” pesannya.

Diingatkan, Pertashop yang diresmikan itu jangan sampai mengalami masalah seperti pada beberapa SPBU yang ada di KLU selalu kosong, apalagi masyarakat di sini (Bayan-red) jauh dari SPBU.

SPBU yang paling dekat ada di Kayangan sehingga ke depan, keberadaan Pertashop itu betul-betul akan dapat membantu masyarakat guna meningkatkan perekonomian di Desa Anyar.

“Tadi Kepala Desa Anyar bicara dengan kami terkait dengan apa yang diharapkan untuk aset tanah ini. Memang kita tidak mungkin bisa memproses dalam waktu cepat hibah hanya dalam satu atau dua bulan. Butuh proses yang harus dilalui oleh Pemdes,” jelas Raden Nurjati yang juga warga Bayan itu.

Dilengkapi lapak

Diterangkan, melihat lokasi Pertashop itu bagus dijadikan semacam tempat yang dilengkapi dengan lapak, sembari mengingatkan di beberapa kota besar di Indonesia.

Menurutnya, Pertashop tersebut memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat wilayah Bayan.

Melihat lokasi Pertashop tersebut, dijadikan lapangan sepak bola tidak bagus karena kontur tanahnya miring di samping luasnya tak mencukupi.

Menurutnya, lebih cocok untuk usaha ekonomi masyarakat. Prospek itu bisa dipikirkan oleh Kades Anyar ke depan.

“Kades Anyar ini, ya memang luar biasa. Dari zaman saya jadi camat dulu sudah menjadi juara. Desa ini sudah luar biasa perkembangannya,  dulu pak kadesnya juga adalah manajer BUMDes ini. Berkat inovasi dan pengalamannya mampu merubah dan mencapai kejayaan sampai dengan kondisi seperti sekarang ini,” katan Nurjati.

Satu-satunya di NTB

Sales Manager PT. Pertamina Area NTB Mahfud Nadyo Hantoro, menyampaikan bangganya karena Pertashop satu-satunya di Kabupaten Lombok Utara tersebut akhirnya diresmikan.

Dilaporkan juga, satu-satunya Pertashop yang dikelola murni oleh BUMDes dari 10 titik yang ada di Provinsi NTB saat ini hanya BUMDes di Desa Anyar saja.

Pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemdes Anyar.

“Kerjasama yang baik ini terjalin berkat sinergi salah satu lembaga penyalur kerja sama antara PT. Pertamina dengan Kementerian Dalam Negeri. Tujuannya untuk melaksanakan percepatan pembangunan di wilayah yang cukup jauh dari SPBU. Khusus di Desa Anyar ini, tujuannya untuk menunjang pariwisata di sini,” terangnya.

Pihaknya melihat banyak pemandangan alam yang bagus dan potensial, selain gunung Rinjani dan air terjun.

Hal itu menjadi harapan tersendiri, pasalnya dengan dibangunnya Pertashop yang pertama ini, diharapkan bisa menjadi lebih baik lagi pada masa mendatang.

“Kami dari Pertamina menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara atas kerjasama yang baik dalam pendirian Pertashop ini,” tutup Sales Manager PT. Pertamina Area NTB itu.

Dalam kesempatan sama, Kepala Desa Anyar Ir. Rusni mengatakan, pembangunan Pertashop tersebut, investasi yang ditanamkan Pemdes setempat mendukung pembangunan Pertashop tersebut diestimasi sekitar 600 juta rupiah. Anggaran ini murni berasal dari dana BUMDes.

Rusni menjelaskan, BUMDes di Desa Anyar sekarang telah memiliki tiga unit usaha BUMDes. Pertama, bergerak di bidang lembaga keuangan mikro yaitu  BUMDes LKM. Sudah memiliki omzet 6 miliar rupiah.

Kedua, BUMDes Mart diinisiasi oleh Pemda tahun 2015 lalu. Omzetnya juga sudah meningkat dari Rp. 93 juta tahun 2015 sekarang sudah mencapai Rp. 500 juta.

“Alhamdulillah sekarang ini kami mendirikan Pertashop yang akan kami jadikan sebagai salah satu unit usaha BUMDes di Anyar. Semoga usaha ini bisa memberikan harapan baru bagi kami di Desa Anyar,” harap Rusni.

Diceritakannya, pada tahap awal belum genap satu minggu Pertashop beroperasi, lantaran mulai dibuka hari Jum’at pekan lalu.

Angka penjualannya pun baru kisaran 200 sampai 250 liter per hari. Jumlah itu, masih jauh dari target yang diharapkan Pemdes setempat. Pasalnya, target pihaknya minimal 800 liter per hari.

“Mungkin juga ini belum terlalu diketahui banyak orang. Promosinya barangkali masih instan, sehingga belum tercapai target yang diharapkan,” ungkap Kades Rusni.

Selain itu, Kades Anyar menyampaikan terima kasih kepada pemda KLU, lantaran telah diberikan hak meminjam aset untuk lokasi strategis pembangunan Pertashop tersebut.

Meskipun awalnya, diberikan waktu dua tahun serta dapat diperpanjang kembali sesuai keadaan.

Kades Anyar ini pula menginformasikan, dari semua desa di Indonesia dengan jumlah 70.000 lebih, hanya 418 Desa saja yang sudah memiliki BUMDes Pertashop.

“Ini satu-satunya yang ada di Lombok Utara dan alhamdulillah bertempat di Desa Anyar. Ini membuat kami di sini bangga dan semangat dalam hal pengembangannya ke depan,” imbuhnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan peresmian Pertashop ditandai pemotongan pita oleh Pj. Sekda  didampingi para tamu undangan serta foto bersama.

sid




MES NTB Optimis, Program Mawar Emas Lepaskan Masyarakat Dari Jerat Rentenir

Peluncuran Mawar Emas selain mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir, masyarakat mendapat ilmu tentang pentingnya pengetahuan serta penerapan ekonomi syariah

MATARAM.lombokjournal.com —  Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid atau Mawar Emas. yang diluncurkan Gubernur H Zulkieflimansyah di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur, terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Beberapa instansi dan lembaga keuangan yang terlibat seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB, bertujuan mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

Sebelum peluncuran Mawar Emas tersebut, MES beberapa kali memberikan pelantihan kepada ratusan takmir masjid yang ada di Provinsi NTB.

Itu dilakukan sebagai bentuk kesungguhan MES NTB untuk melawan rentenir yang selama ini menjerat masyarakat dengan bunga pinjaman yang cukup tinggi.

“Alhamdulillah, MES telah melakukan pelatihan kepada ratusan takmir masjid yang ada di provinsi NTB, Pelatihan tersebut  dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa masjid adalah tempat untuk melakukan berbagai kegiatan selain untuk kegiatan ibadah,” ujar Ketua MES NTB Dr. Baiq Mulianah saat menghadiri acara Launching Mawar Emas di Keruak, Lombok Timur, Rabu (12/08/20).

Selain memberikan pelatihan kepada Takmir Masjid, MES juga bekerjasama dengan Bank NTB Syariah dan PNM untuk menyiapkan modal yang dikelola oleh masyarakat tanpa dikenakan bunga. Misalnya Bank NTB Syariah menyiapkan dana 1 juta per orang.

Setiap orang yang meminjam dana harus berkelompok, dalam satu kelompok terdiri dari 20 orang. Berbeda dengan Bank NTB Syariah, PNM menyiapkan Rp 2 juta per orang dengan sistem yang sama.

“Kita bersyukur, ide dari Gubernur NTB untuk memberantas rentenir melalui program Mawar Emas ini bisa kita ikhtiarkan bersama dengan lembaga keuangan yang ada di provinsi NTB,” tambah Rektor Universistas Nahdlatul Ulama itu.

Perempuan yang terkenal rendah hati ini melanjutkan, dipercaya sebagai Ketua Umum MES merupakan amanah dan tanggung jawab yang cukup besar. Terutama dalam gerakannya memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat di NTB.

“Tahadduts bin ni’mah, MES provinsi NTB optimis, dengan peluncuran Mawar Emas tersebut masyarakat bisa keluar dari jeratan para rentenir,” tambahnya lembut.

MES Provinsi NTB sendiri berharap, setelah peluncuran Mawar Emas tersebut, selain mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir, masyarakat mendapat ilmu tentang pentingnya pengetahuan serta penerapan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, sasaran tembak dari program ini adalah masyarakat di lingkungan sekitar masjid, yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB secara umum.

“Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid,” ujarnya.

HmsNTB




Program Mawar Emas Diluncurkan Gubernur, Jadi Pelopor di Indonesia

Pedagang dan masyarakat kecil dapat difasilitasi dan didekatkan dengan Bank NTB Syariah, sehingga memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir

LOTIM.lombokjournal.com – Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah resmi meluncurkan program Melawan Rentenir Berbasis Masjid, atau disingkat Mawar Emas,  di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur, Rabu (12/08/20).

Peluncuran program Mawar Emas itu bertepatan dengan Hari Nasional UMKM 2020, yang menghadirkan sebanyak 50 peserta Mawar Emas yang langsung menerima pembiayaan mikro pada acara peluncuran.

Mereka hadir dalam protokol kesehatan yang ketat, mewakili 417 orang dari se antero Pulau Lombok yang siap menerima pencairan tahap 1 Mawar Emas.

Mawar Emas diluncurkan secara resmi oleh Gubernur NTB, dan dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, H. M. Sukiman Azmy, unsur Forkopimda Provinsi NTB dan Kabupaten Lombok Timur, Kepala OJK Provinsi NTB, Perwakilan Bank Indonesia NTB, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah NTB, Direksi Bank NTB Syariah, Pimpinan Cabang PNM Mataram, para tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Gubernur Zul dalam sambutannya mengatakan, program ini yang pertama di Indonesia. Kesempatan ini harus dijadikan momentum untuk meningkatkan  legesi daerah kita, bukan hanya di NTB tapi menjadi contoh di Indonesia.

“Secara ide memang semua orang bisa, namun secara praktek tidak semua orang bisa melakukan, baru kita yang merealisasikannya,” ujarnya.

Bang Zul optomis, dengan dukungan OJK program “Mawar Emas” akan sukses, karena lokomotif di depannya adalah OJK.

Dijelaskan gubernur, program “Mawar Emas” atau Program Melawan Rentenir berbasis Masjid (Mawar Emas) adalah Program pemerintah Provinsi NTB untuk membantu UKM dan pedagang-pedagang kecil, yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi.

“Akibat berbunga tinggi akhirnya jadi beban yang sangat berat dan membuat lingkaran setan kemiskinan yang susah diputus,” ujarnya.

Gubernur berharap, dengan Program “Mawar Emas” ini pedagang dan masyarakat kecil akan dapat difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan, seperti Bank NTB Syariah, sehingga mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal di Bank NTB Syariah dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.

“Mudah-mudahan dengan masyarakat kecil bisa meminjam uang dan modal ke Masjid, akan membuat Masjid selain sebagai pusat ibadah bisa sekaligus menjadi pusat ekonomi dan sosial,” harapnya.

Gubernur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) “Mawar Emas”,  seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB yang membuat program ini menjadi mungkin terlaksana.

“Hari ini kami mulai dari Lombok Timur, untuk selanjutnya menyusul di Kabupaten dan Kota se-NTB,” katanya.

TKI pun tak lepas dari rentenir

Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmi, dalam sambutannya mengatakan, saat ini Rentenir sudah merasuki semua sendi kehidupan masyarakat di Lombok Timur. Mulai dari Petani, Nelayan bahkan para TKI juga tidak lepas dari praktek rentenir.

Bupati menaruh harapan besar kepada 1,2 juta penduduk Lotim, jika masyarakat dapat tersentuh program ini, maka akan mendatangkan berkah bagi masyarakat Lotim dan akan menjalar ke Kabupaten lainnya di NTB.

Program inovatif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) NTB ini hadir untuk membantu pelaku usaha mikro yang acapkali kesulitan mengakses kredit atau pembiayaan konvensional.

mumnya mereka tidak memiliki agunan berupa sertifikat tanah atau BPKB. Jarak tempuh ke kantor lembaga keuangan yang relatif jauh, dengan tingkat literasi (pemahaman) dan inklusi (akses) keuangan yang rendah.

Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan OJK tahun 2019, tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat NTB sebesar 34,65 persen dan 62,73 persen. Jauh di bawah rata-rata nasional sebesar 38,03 persen dan 76,19 persen.

Tidaklah mengherankan bila pelaku usaha mikro dan masyarakat kecil sangat rentan terjerat hutang rentenir, atau yang dikenal dengan istilah ‘bank subuh’ atau ‘bank rontok’.

Hal ini tentu menjadi momok bagi mereka dalam upaya untuk keluar dari garis kemiskinan.

Untuk itu, diperlukan sinergi antara Pemerintah Daerah, OJK, dan para pemangku kepentingan untuk merumuskan terobosan program pembiayaan, yang dapat menyentuh masyarakat di lapisan bawah dengan biaya yang sangat murah.

Pemikiran inilah yang mendasari lahirnya program Mawar Emas.

Melalui koordinasi dengan MES NTB, kegiatan Mawar Emas dipusatkan di masjid sebagai pusat peradaban dan sumber kemakmuran.

Takmir masjid dan ketua kelompok pengajian ditunjuk menjadi ujung tombak program, sehingga diperlukan pembekalan dan pendampingan secara intensif.

Diantaranya, pelatihan takmir masjid se-Pulau Lombok pada tanggal 18-20 Juli 2020 di Hotel Jayakarta, tanggal 21 Juli 2020 di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center NTB, dan terakhir tanggal 5 Agustus 2020 di Ponpes Al-Manshuriah Ta’limusshibyan Bonder, Lombok Tengah.

Para takmir masjid yang telah mengikuti pelatihan akan menjaring kelompok ibu-ibu jemaah masjid yang membutuhkan akses permodalan usaha.

Selanjutnya mereka akan dibina dan memperoleh pembiayaan sebesar 2 juta rupiah dari PNM Mekar (skema 1), atau pembiayaan qardhul hasan tanpa bunga sebesar 1 juta rupiah dari Bank NTB Syariah (skema 2).

Pelaku usaha yang membutuhkan pembiayaan lebih besar juga dapat dihubungkan dengan produk tanpa agunan Bank NTB Syariah.

Kepala OJK Provinsi NTB Farid Faletehan selaku Pengarah TPAKD Provinsi NTB pun menekankan pentingnya akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi pelaku usaha mikro.

Kehadiran Mawar Emas diharapkan mampu melepaskan masyarakat dari rentenir, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah NTB.

Ke depan, TPAKD NTB akan mengundang keterlibatan lembaga jasa keuangan lainnya, agar Mawar Emas dirasakan manfaatnya di seluruh penjuru Nusa Tenggara Barat.

AYA/HmsNTB




Gubernur Zul Launching Program Mawar Emas, di Lotim Hari Ini

Sudah ada 417 calon nasabah Mawar Emas  se-Lotim. Namun hanya 50 nasabah yang diserahkan dananya secara simbolis saat launching, dan dananya langsung dapat dicairkan

MATARAM.Lombokjournal.com –  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah secara resmi akan melaunching program Melawan Rentenir Berbasis Masjid atau Mawar Emas, di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur (Lotim), Rabu (12/08/20) pukul 10.00 Wita.

Kegiatan ini juga akan dihadiri oleh Bupati Lombok Timur, H.M Sukiman Azmy, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi dan Kabupaten Lotim, Perwakilan Bank Indonesia NTB, Iwan Kurniawan, Kepala OJK NTB, Farid Faletehan, Pimpinan Bank NTB Syariah, sejumlah Pimpinan Perangkat Daerah, Keluarga besar PT Permodalan Nasional Madani (PNM Lombok Timur), Masyarakat Ekonomi Syariah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pihak terkait lainnya.

Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Pemprov NTB Dr.H.Lalu Syafii, MM mengatakan, program Mawar Emas ini muncul,  wujud keperihatinan Gubernur NTB masih banyaknya masyarakat yang terjerat rentenir.

Baik untuk mendapatkan modal usaha maupun untuk keperluan lainnya dalam memenuhi kebutuhan ekonominya.

Maka lahir program Mawar Emas yang terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Program ini melibatkan beberapa instansi dan lembaga keuangan seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB, dengan tujuan utama mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

“Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid,” kata H.Lalu Syafii, Rabu (12/08/20).

Dikatakan,  sasaran program ini adalah masyarakat di lingkungan sekitar masjid, yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB.

“Sebelum dilaunching pada hari ini, kita telah memberikan pelatihan bagi Takmir Masjid se-Pulau Lombok pada  Bulan Juli kemarin. Pelatihan bagi Takmir Masjid  sudah dilaksanakan dua kali, pertama di Hotel Jayakarta pada tanggal 19-20 Jili dan kedua di Aula Islamic Center NTB tanggal 21 Juli,  Insya Allah kami optimis program ini berjalan dengan lancar,” katanya.

Materi pelatihan bagi Takmir Masjid yang sudah dilsksanakan terkait Peran dan Fungsi Masjid Dalam Peradaban Islam, Keutamaan Memakmurkan Masjid (Pendekatan Ekonomi dan Islam),  Potensi Dana Sosial Islam Dalam Pembangunan Ekonomi Ummat, Manajemen Masjid dan Takmir Menuju Kemandirian Masjid serta  Pengenalan Aplikasi Masjid Smart Masjid yang akan mendukung program ini.

Sudah ada 417 calon nasabah Mawar Emas  se-Lotim. Namun hanya 50 nasabah yang diserahkan dananya secara simbolis saat launching, dan dananya langsung dapat dicairkan.

AYA/HmsNTB




Untuk Peningkatan PAD, Pemprov Didesak Segera Susun Regulasi Ekspor Bibit Lobster

Kegagalan melihat peluang pendapatan tersebut dinilainya menjadi ironi Pemrov NTB yang dalam melaksanakan tugas pemerintahannya itu mengusung jargon NTB Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com — Anggota DPRD NTB yang juga pelaku usaha lobster, H. Najamuddin Mustoefa minta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, agar segera menyusun regulasi  ekspor bibit lobster dari NTB ke luar negeri harus memberikan manfaat peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk NTB.

Dijelaskan, Pemerintah Pusat memiliki keterbatasan dalam mengatur hal-hal spesifik di daerah.

Maka, Pemprov selaku perwakilan pusat di daerah yang tugasnya utamanya meningkatkan kemaslahatan ekonomi rakyat, harus menutup keterbatasan itu.

Salah satunya dengan menyusun regulasi yang di mengatur arus distribusi usaha pengiriman lobster dari NTB ke luar negeri.

“Peraturan Daerah kah namanya, Peraturan Gubernur kah namanya, Peraturan Bupati kah namanya dalam rangka kita yang tempatan ini mendapatkan hasilnya berupa pendapatan hasli daerah,”  katanya, Selasa (11/08/20).

Ia menilai,  selama ini belum ada upaya daerah menjadikan sektor tersebut sebagai sumber PAD. Sementara, uang yang beredar tiap tahunnya dari sektor pengiriman bibit lobster cukup besar.

Jika hal itu tidak segera diatensi pemerintah bisa dipastikan uang tersebut akan menguap begitu saja tanpa bisa dinikmati oleh masyarakat NTB.

Kegagalan melihat peluang pendapatan tersebut dinilainya menjadi ironi Pemrov NTB yang dalam melaksanakan tugas pemerintahannya itu mengusung jargon NTB Gemilang.

“Ternyata dengan lobster yang milyaran itu kita ndak dapat apa-apa. Berarti ada yang belum gemilang kan. Inilah tugas guberbur, tugas kita bersama membikin dia menjadi gemilang” ungkapnya.

Najamuddin mengingatkan, Pemprov NTB agar tidak berlarut-larut dalam mengambil kebijakan terkait hal tersebut.

Jangan sampai muncul kesan buruk di tengah masyarakat dalam melihat kinerja pemerintah daerahnya.

Terlepas dari itu, tugas utama pemerintah adalah mensejahterakan rakyatnya. Dan hal tersebut bisa menjadi kenyataan manakala pendapatan daerah dari semua sektor terus meningkat.

Termasuk sektor pengiriman dan pembudidayaan bibit lobster.

“Lobster ini adalah karunia Tuhan untuk NTB. Buatkan aturan, supaya uang milyaran ini ada tersisa untuk pendapat asli daerah kita,” pungkasnya.

Ast