Lawan Rentenir, Program “Mawar Emas” Disosialisasikan di Bima

Mawar Emas merupakan program untuk membantu UMKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi

KAB BIMA.lombokjournal.com

Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid, atau disingkat Mawar Emas yang diluncurkan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, pertengahan Agustus  di Kabupaten Lombok Timur, kini disosialisasikan di Kabupaten Bima.

Program tersebut digagas untuk membantu UMKM dan pedagang kecil di daerah, khususnya di Kabupaten Bima.

Sosialisasi program Mawar Emas digelar oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB, di Aula Kantor Bupati Bima, Kamis (10/09/20).

Hadir dalam kesempatan tersebut Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM, Ketua MES Provinsi NTB, Ketua MUI Kabupaten Bima, dan pengurus Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Bima.

Hadir dalam kegiatan itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin Amy, S.Sos., MM., jajaran Bank NTB Syariah dan PNM. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah, Kabupaten Bima.

Mewakili Gubernur, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda NTB, Dr. H. Lalu Syafi’i, MM berharap program Mawar Emas di Kabupaten Bima segera dilasaksanakan untuk membantu para UMKM dan masyarakat kecil yang sering terjerat rentenir.

Nama besar NTB sebagai Provinsi dengan dengan penduduk mayoritas Muslim mesti dikokohkan dengan ikut memperbaiki sistem ekonominya ke ekonomi Islam.

“Berangkat dari kesadaran inilah Pemda bersama MES, OJK, Bank NTB Syariah dan PNM bekerjasama menciptakan Mawar Emas,” katanya.

Program Mawar Emas merupakan program untuk membantu UMKM dan pedagang-pedagang kecil yang selama ini lebih nyaman dan lebih mudah meminjam ke rentenir dengan berbunga tinggi.

Dengan lahirnya program Mawar Emas ini, pedagang dan masyarakat kecil akan dapat difasilitasi dan didekatkan dengan institusi keuangan. Sehingga mampu mendapatkan pinjaman dan memperoleh modal dengan lebih mudah dan lebih nyaman, dibandingkan ke rentenir.

Ketua MES NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah menjelaskan, MES terus berupaya memberikan pelayanan untuk umat dalam pembangunan ekonomi Syariah selama 20 tahun terakhir.

Menurutnya, dalam transaksi ekonomi Islam , salah satu hal yang paling penting adalah mekanisme akad yang menjadi asas dalam ekonomi Syariah.

“Apabila akadnya benar, sesuai syariah, maka Insya Allah perjalanan bisnis nya juga akan halal dan tayib,” jelasnya.

MES mengambil bagian untuk memberikan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya ekonomi syariah.

“Alhamdulillah Program Mawar Emas ini lahir karena kerjasama antara Pemerintah Provinsi NTB, OJK, Bank NTB Syariah dan PNM,” tuturnya

Ia juga menegaskan, MES berkomitmen untuk bekerjasama dengan semua institusi dan organisasi untuk membumikan ekonomi syariah.

Jajaran Bank NTB Syariah yang diwakili M. Nur Rahmat menjelaskan sebagai wujud dari komitmen program ini, Bank NTB Syariah sudah menyediakan Rp 1 milyar dan lebih kurang Rp 400 juta telah disalurkan setelah satu bulan diresmikan oleh Gubernur.

“Dan proses terus berjalan. Kami juga ada pelatihan pelatihan takmir yang bekerjasama dengan MES,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala OJK Provinsi NTB Farid Faletehan selaku Pengarah TPAKD Provinsi NTB dalam beberapa kesempatan menekankan, pentingnya akses pembiayaan yang mudah dan murah bagi pelaku usaha mikro.

Kehadiran Mawar Emas diharapkan mampu melepaskan masyarakat dari rentenir dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah NTB.

Ke depan, TPAKD NTB akan mengundang keterlibatan lembaga jasa keuangan lainnya, agar Mawar Emas dirasakan manfaatnya di seluruh penjuru NTB.

HmsNTB




PT GNE Diminta Umumkan, Investor yang Danai Produksi 1000 Unit Mobil Listrik

Lembaga bisnis yang baik idealnya dikelola dengan profesional. Seperti mengajak pihak swasta untuk berinvestasi

MATARAM.lombokjournal.com — Rencana PT Grbang NTB Emas (GNE) memproduksi 1000 unit mobil listrik tahun 2020,  mendapat apresiasi berbagai pihak.

Hal tersebut dinilai sejalan dengan visi Gubernur dalam menumbuhkan industrialisasi di NTB.

Tapi, besarnya biaya produksi yang dibutuhkan PT GNE guna merealisasikan rencana tersebut, memunculkan pertanyaan terkait siapa investor yang siap mendanai.

“Mengupayakan supaya investor yang mendanai rencana produksi masal itu, bisa segera diumumkan kepada publik. Sehingga publik juga ikut merasakan semangat yang sekarang ada di PT GNE,” ujar Ervin Kaffah, Dewan Pengurus Fitra NTB, kepada lombokjournal.com. Rabu, (09/09/2020).

Perlunya PT GNE mengumumkan siapa investor yang mendanai, jadi indikasi positif terkait keseriusan PT GNE menjalankan dan mengelola perusahaan darah secara profesional.

Jika tidak, akan muncul kesan di masyarakat PT GNE hanya ‘sedang bermimpi’.

Kendati mimpi tersebut bagus untuk memulai langkah panjang industrialisasi di Provinsi NTB, namun langkah nyata tetap lebih penting dalam mengelola bisnis.

“Ya mimpi yang bagus, yang seharusnya berusaha untuk diwujudkan. Semestinya ya sungguh-sungguh untuk diwujudkan untuk menunjukkan bahwa sudah saatnya NTB ini industrialisasi seperti yang diharapkan Pak Gubernur,” ungkapnya.

Jangan Hanya Tunggu Anggaran Pemerintah

DR M Firansyah /Foto; Ist

Adanya investor jadi bukti PT GNE menjalankan usahanya tidak melulu mengharap kucuran anggaran Pemprov NTB.

Jika masih bergantung pada anggaran Pemda, ‘mimpi’ tersebut sulit terealisasi pada tahun ini. Sebab banyak proses ditempuh sebelum mendapat anggaran.

“Umumkan ke publik siapa Investornya. Artinya akan cukup layak, cukup reliable-lah mimpi itu untuk diwujudkan. Tapi kalau misalnya membayangkan itu dari duit Pemda ya kan panjang juga proses yang harus dilewati untuk mendapatkan dana sebesar itu,” terangnya.

Pengamat ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Dr. M. Firmansyah menjelaskan,  fungsi BUMD seperti PT GNE sama dengan fungsi BUMN pada skala nasional.

Sama-sama perusahaan pendulang pendapatan untuk pemerintah.

Artinya, tujuan utama dibentuknya perusahaan untuk menambah pemasukan pemerintah dari sektor bisnis.

Lembaga bisnis yang baik idealnya dikelola dengan profesional. Seperti mengajak pihak swasta untuk berinvestasi.

Jika BUMD seperti PT GNE hanya mengharapkan kucuran dana dari Pemda, maka fungsinya tidak berbeda dengan Dinas selaku perpanjangan tangan Gubernur dalam mengelola pemerintahan.

“BUMD atau BUMN itukan perushaaan milik pemerintah. Tujuannya meningkatkan pendapatan pemerintah. Sehingga, memang pembiayaannya dari pemerintah sebagai pemegang saham. Namun, sebaiknya harus berpikir untuk mandiri secara finansial. Disitulah perlu manajemen yang lihai melihat peluang bisnis. Kalau terus dianggarkan dari pemerintah dong sama kayak Dinas-dinas,” jelasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Direktur Umum PT GNE Samsul Hadi menyampaikan jika perusahaan yang dipimpinnya berencana memproduksi masal 1000 unit mobil listrik dengan melibatkan sekolah kejuruan yang memiliki rekam jejak sukses memproduksi mobil listrik sendiri.

Ast




Prestasi Bank NTB Syariah Diapresiasi Komisi III DPRD NTB

Pran Bank NTB Syariah dalam mendongkrak peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah secara nasional sangat besar

MATARAM.lombokjournal.com – “Kami (Komisi III DPRD NTB) tentu mengapresiasi atas apa yang telah dicapai oleh pihak Bank NTB Syariah,” ungkap Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi, Minggu (06/09/20) di Mataram.

Memasuki smester II tahun 2020, Bank NTB Syariah mendapatkan tiga penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi TOP BUMD Award 2020 akhir Agustus.

Ketiga penghargaan itu, yaknin TOP Pembina BUMD 2020 kepada Gubernur DR H. Zulkieflimansyah, TOP BUMD Awards 2020 # BPD # Bintang 4 kepada Bank NTB Syariah, dan TOP CEO BUMD 2020 untuk Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo.

Bank NTB Syariah juga memiliki predikat yang sangat bagus dalam jajaran bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 dengan asset di bawah Rp 10 triliun.

Bank NTB Syariah yang baru pertama di-rating oleh Biro Riset Infobank (birI) sejak konversi tahun 2018 lalu langsung memimpin dengan menempati urutan pertama.

BACA JUGA ;  Gubernur Puji Bank NTB Syariah, Salah Satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia

Menurut Sambirang Ahmadi,, raihan penghargaan itu juga menjadi salah satu bukti atas pencapaian kinerja konsisten yang ditunjukkan Bank NTB Syariah sejak awal tahun 2020.

“Kalau menurut saya, itu luar biasa. Tiga penghargaan sekaligus diraih,” sanjung Anggota DPRD Provinsi NTB Dapil V Kabupaten Sumbawa-KSB  tersebut.

Kendati demikian, ia berharap pihak Bank NTB Syariah tidak berpuas diri. Terutama dalam tingkatan kinerja, sekaligus meraih prestasi.

“Harapan kami, jangan cepat berpuas diri. Bila perlu berbagai prestasi atau penghargaan yang diraih itu dapat dijadikan suplemen atau motivasi meningkatkan kinerja untuk terus lebih baik lagi,” kata Pimpinan Fraksi PKS DPRD NTB itu.

Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo, mengatakan penghargaan tersebut menjadi pemacu semangat seluruh insan Bank NTB Syariah untuk bekerja maksimal.

Pihaknya ingin terus menghadirkan beragam terobosan kreatif dan inovatif, dalam memberikan layanan kepada seluruh nasabah dan stakeholder NTB Syariah, serta meningkatkan performa usaha.

Kukuh mengatakan, penghargaan ini diberikan atas penilaian juri yang merupakan tokoh-tokoh kredibel dari berbagai bidang.

Yaitu diantaranya akademisi, pakar manajemen, praktisi dunia usaha, hingga konsultan bisnis dengan melakukan beberapa tahapan assessment diikuti oleh 200 nominasi BUMD Terbaik yang sebelumnya sudah diseleksi dari lebih 1.149 BUMD di seluruh Indonesia.

Kegiatan TOP BUMD Awards ini, diselenggarakan secara berkesinambungan tiap tahun, sejak tahun 2016. Untuk tahun 2020 ini, tema yang diangkat adalah Strategi Keberlangsung Bisnis BUMD di Era New Normal.

“Penghargaan ini diberikan, karena dewan juri menilai bahwa keberhasilan kinerja BUMD tentu tidak lepas dari peran, kontribusi dan dukungan serta bimbingan dari kepala daerahnya, dalam hal ini Bapak Gubernur NTB mewakili Bupati/Walikota,” ungkap Kukuh.

Dongkrak Literasi Keuangan Nasional

Untuk diketahui, peran signifikan Bank NTB Syariah mendongkrak peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah secara nasional.

Di sisi lain, kehadiran Bank NTB Syariah setelah dikonversi tahun 2018 lalu telah membuat masyarakat NTB semakin terbuka dan memahami serta menggunakan produk dan jasa industrI keuangan syariah.

Menurut Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi NTB, Farid Faletehan, peningkatan yang sangat signifikan terkait posisi peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah di NTB tak terlepas dari peran penting Bank NTB setelah bertransformasi menjadi Bank NTB Syariah.

“Peran Bank NTB Syariah dalam meningkatkan peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah di NTB,” tuturnya.

Farid mengakui,  peran Bank NTB Syariah dalam mendongkrak peringkat literasi dan inklusi keuangan syariah secara nasional sangat besar.

Pada tahun 2016 lalu (Bank NTB belum konversi ke syariah), posisi indeks literasi keuangan syariah Provinsi NTB secara nasional di angka 5,1 persen, maka pada akhir tahun 2019 meningkat signifikan menjadi 22,05 persen.

Kenaikan indeks literasi keuangan syariah tersebut membawa posisi NTB melejit naik peringkat menjadi posisi ke 3 tingkat nasional dari sebelumnya peringkat 23. Ini juga berdampak langsung terhadap indeks inklusi keuangan syariah yang meningkat signifikan secara nasional.

Jika di tahun 2016 silam, indeks inklusi keuangan syariah NTB di angka 8,4 persen, naik menjadi 16,7 persen di akhir tahun 2019.

Dengan demikian hal ini juga mendongkrak posisi peringkat inklusi dari sebelumnya di peringkat 16 menjadi posisi 6 nasional.

ano




Gubernur Puji Bank NTB Syariah, Salah Satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia

Di Bank NTB Syariah juga terdapat edukasi yang tidak kalah menarik. Kata “Syariah” tidak lagi menjadi kata yang menjadi momok dan menakutkan bagi sebagian kalangan

MATARAM.lombokjournal.com —  Bank NTB Syariah memiliki predikat yang sangat bagus dalam jajaran bank umum kegiatan usaha (BUKU) 2 dengan asset di bawah Rp 10 triliun.

Majalah Infobank edisi September menulis, sebanyak 17 bank menghuni kelompok BUKU 2. Sebanyak tujuh bank berhasil meraih predikat sangat bagus, termasuk Bank NTB Syariah.

H Zulkieflimansyah

Atas presasinya itu, Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah memberikan pujian pada Bank NTB Syariah.

Bank NTB Syariah baru pertama di-rating oleh Biro Riset Infobank (BIRII) sejak konversi tahun 2018,  langsung memimpin dengan menempati urutan pertama.

Di akhir Agustus kemarin, Direktur Utama Bank NTB Syariah, H. Kukuh Rahardjo serta Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah berhasil mendapatkan penghargaan dalam ajang bergengsi TOP BUMD Awards 2020, yang digelar oleh Top Business bekerjasama dengan Institut Otonomi Daerah dan sejumlah lembaga lainnya.

Gubernur NTB mendapatkan anugerah sebagai TOP Pembina BUMD. Direktur Utama Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo  seabagai TOP CEO BUMD 2020. Sedang Bank NTB Syariah meraih TOP BUMD Awards 2020 Bintang 4.

Top BUMD Awards merupakan penghargaan yang diberikan kepada BUMD-BUMD terbaik di Indonesia, atas achievement (prestasi), improvement (perbaikan), dan contribution (kontribusi) yang telah dilakukan oleh BUMD terkait kinerja bisnis, layanan, dan kontribusi BUMD terhadap perekonomian daerah.

Bank Daerah Terbaik

Gubernur NTB Dr. H Zulkieflimansyah,  Minggu (06/09/20), mengatakan tantangan menjadi Bank Syariah tidaklah mudah dan sederhana.

Namun dengan manajemen yang baik dan kinerja yang terukur, Bank NTB Syariah mampu memupus semua keraguan dan kini menjadi salah satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia.

Gubernur menuturkan,  ketika ia  jadi Pimpinan di Komisi XI DPR RI yang membidangi Keuangan dan Perbankan, OJK sempat mengingatkan Bank NTB agar berhati-hati mengubah diri menjadi Bank Syariah.

“Karena kalau gagal, tidak bisa lagi balik menjadi Bank Konvensional. Alhamdulillah dengan manajemen yang baik dan kinerja yang terukur, Bank NTB Syariah mampu memupus semua keraguan dan kini menjadi salah satu Bank Daerah Terbaik di Indonesia,” puji Gubernur.

Gubernur mengatakan, di Bank NTB Syariah juga terdapat edukasi yang tidak kalah menarik. Kata “Syariah” tidak lagi menjadi kata yang menjadi momok dan menakutkan bagi sebagian kalangan.

Karena selama ini, cukup sering jika ada lembaga keuangan yang bernuansa syariah, karena pemahaman yang dangkal dan kurang tepat, orang jadi ragu dan takut.

“Syariah sudah sering identik dengan intoleransi, kurang bersahabat dengan pemeluk keyakinan yang berbeda, dan lain sebagainya,” terangnya.

Namun di Bank NTB Syariah, semua ditunjukkan dengan sangat profesional. Meskipun telah dikonversi dari Bank Konvensional menjadi Bank Syariah, Bank NTB Syariah tetap memberikan kesempatan bagi masyarakat yang non Muslim untuk berkiprah bahkan menjadi Pimpinan.

“Dan dengan berinteraksi secara langsung, pemaknaan kata Syariah menjadi indah dan memberi ruang bagi semua. Tentu Ini sangat membanggakan kita semua. Sekali lagi, selamat kepada Bank NTB Syariah atas kinerjanya yang luar biasa. Perjalanan panjang, memang selalu harus di mulai dgn langkah pertama,” tutupnya.

BACA JUGA ;  Prestasi Bank NTB Syariah Diapresiasi Komisi III DPRD NTB

Dirut Bank NTB Syariah H. Kukuh Rahardjo sebelumnya mengatakan, tiga perhargaan yang diraih dalam TOP BUMD Award 2020 akhir Agustus lalu, akan semakin memacu semangat seluruh insan Bank NTB Syariah untuk bekerja maksimal.

Pihaknya berupaya memberikan yang terbaik, serta menghadirkan beragam terobosan kreatif dan inovatif, dalam memberikan layanan kepada seluruh nasabah dan stakeholder NTB Syariah serta meningkatkan performa usaha.

“Meski masih dihadapkan pada situasi ekonomi dan dunia usaha yang terpuruk akibat pandemi Covid-19, Bank NTB Syariah tetap mampu bertahan, dan tetap menunjukan performa positif, karena terus menghadirkan beragam solusi kreatif dan inovatif dari layanan dan jasa yang dikelola,”ujar Kukuh.

HmsNTB




Lapak Bersama UMKM Sigar Penjalin Diresmikan Bupati Lombok Utara

Lebih 70 ribu masyarakat penggiat wira usaha menerima manfaat. Jumlah dana yang digelontorkan untuk membeli barang bantuan untuk wirau saha baru sebesar Rp. 74 miliar

TANJUNG.lombokjournal.com — Atensi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terhadap pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang tersebar di bumi Tioq Tata Tunaq, di antaranya membangun lapak UMKM.

Pembangnan lapak ini untuk mempermudah promosi serta integrasi produk usaha kecil dan menengah.

Atensi ditindaklanjuti dengan diresmikannya Lapak Bersama UMKM Desa Sigar Penjalin Kecamatan Tanjung oleh

Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH didampingi Ketua TP PKK KLU, Hj. Rohani, S.Pd, Kepala Desa Sigar Penjalin, dan Ketua UMKM, meresmikan  Lapak Bersama UMKM Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.

Peresmian itu merupakan tindak lanjut dari atensi Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Peresmian Lapak Bersama UMKM yang terletak di Dusun Lendang Berora tersebut, disaksikan para pelaku wira usaha, tamu undangan dan masyarakat desa setempat, Minggu (30/08/20) malam.

“Di masa pandemi seperti ini, memang kita butuh refresing. Kita butuh tempat bersama keluarga untuk menghilangkan sejenak kejenuhan kita dengan masalah pandemi ini. Saya percaya tempat-tempat seperti ini akan dicari,” tutur Bupati Najmul saat membuka Lapak Bersama UMKM desa setempat.

Bupati menyampaikan terima kasih kepada Kepala Desa Sigar Penjalin dan stakeholder lainnya yang sudah menginisiasi kegiatan populis tersebut.

“Kita harus Istiqomah dan terus-menerus berikhtiar, insya Allah akan menemui titik sukses. Saya mengapresi kegiatan ini. Pemerintah juga terbuka,” terangnya.

Dijelaskan Najmul, lapak UMKM itu merupakan kelanjutan dari wira usaha baru (WUB) yang dicanangkan Pemda dalam RPJMD. Program ini, diakuinya, banyak mendapat tantangan selama ia memangku amanah yang dipercayakan oleh masyarakat.

Dibeberkannya, awalnya program yang diusulkan di dalam RPJMD adalah membentuk WUB berkelompok, kemudian akan diberikan bantuan modal. Namun, rencana itu tidak bisa dieksekusi lantaran terkendala regulasi.

“Di tahun pertama sudah kita anggarkan Rp.15 miliar. Tapi d itahun yang sama sudah terbit regulasi tidak boleh memberikan bantuan kepada kelompok pemula dalam bentuk uang, tapi pemerintah menginginkan dalam bentuk barang,” beber bupati.

Menurut orang nomor satu di gumi Tioq Tata Tunaq ini, meskipun regulasi dikeluarkan pemerintah, pihaknya tetap menganggarkan kembali di tahun kedua sebesar Rp.15 miliar.

Sayangnya bentuk bantuan modal tetap tidak bisa dieksekusi.

“Siapa tahu bisa. Tetapi tetap tidak bisa. Akhirnya kita buat paradigma baru dengan pola wira usaha baru diberikan bantuan dalam bentuk barang. Alhamdulillah, itu sudah direalisasikan,” bebernya lagi.

Bahkan, kelompok nelayan pun diberikan anggaran 3 miliar oleh Pemda KLU dengan jumlah pemanfaat sekitar 17 kapal nelayan.

Setelah dihitung-hitung, masih kata Najmul,ternyata melebihi 70 ribu masyarakat penggiat wira usaha menerima manfaat. Jumlah dana yang digelontorkan untuk membeli barang bantuan untuk wirau saha baru sebesar Rp. 74 miliar .

“Anak-anak muda sekitar 400 orang diberikan pelatihan berternak ayam petelur dan ayam potong di Dikpora. Kemudian kita juga sudah pernah melatih star up sekitar 50 orang anak-anak Lombok Utara. Alhamdullilah sudah sukses,” tutupnya seraya mengapresiasi.

api




PT Gerbang NTB Emas Raih Top BUMD Award 2020

MATARAM.lombokjournal.com  — Perusahaan milik daerah PT Gerbang NTB Emas (PT GNE) meraih meraih penghargaan Top BUMD Award 2020, yang di selenggarakan oleh Majalah TopBusiness dan Asosiasi Otonomi daerah, yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Kamis (27/08/20).

Direktur PT GNE Syamsul Hadi mengatakan, PT GNE meraih dua kategori penghargaan yakni kategori Bintang Tiga dan Top CEO.

Penghargaan tersebut berdasarkan beberapa kriteria, di antaranya kinerja perusahaan, performance keuangan, cepat melakukan rebound baik di masa pandemik dan kondisi lainnya, serta kemampuan manajemen.

Direktur PT GNE, Syamsul Hadi

Meski perusahaan meraih prestasi Hadi merendah, dan menyebut penghargaan yang diraih karena kinerja tim serta dukungan dari semua pihak termasuk Gubernur NTB dan DPRD NTB.

“Alhamdulilah kita mendapat penghargaan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada semua tim di PT GNE, juga dukungan luar biasa dari pak gubernur sebagai pembina serta DPRD NTB yang terus mensupport kami,” ujarnya.

Hadi mengatakan, ada beberapa target yang belum tercapai yang harus di kejarnya yakni mengembang unit bisnis, serta menjadikan anak perusahaan PT GNE menjadi perusahaan yang sehat dan mampu bersaing.

Disinggung persetujuan legislatif yang menyetujui penyertaan modal sebesar 100 milyarke PT GNE, Hadi mengatakan akan menjaga kepercayaan semua pihak termasuk DPRD NTB yang telah mempercayai pendanaan 100 milyar tersebut.

Ia menegaskan akan berusaha untuk tidak mengecewakan semua pihak.

“Bagi kami itu (penyertaan modal 100 milyar) sebagai motivasi dan tantangan untuk terus berbenah dan memajukan perusahaan, kami akan bekerja secara maksimal,” ungkapnya penuh optimis.

Selain PT GNE, Gubernur NTB DR. Zulkirflimansyah juga meraih penghargaan pembina perusahaan daerah terbaik bersama sejumlah gubernur lainnya.

Penghargaan BUMD Award yang di gelar oleh Majalah TopBussines ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang di berikan kepada perusahaan plat merah milik daerah yang berprestasi.

AYA (*)




Bank NTB Syariah Dapat Tambahan Kuota Pembiayaan Rumah Subsidi

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

lombokjournal.com —

MATARAM;   PT Bank NTB Syariah kembali mendapatkan tambahan kuota sebanyak 450 unit pembiayaan rumah subsidi dari Pemerintah Pusat.

240 di antaranya telah dilakukan akad pembiayaan, termasuk sebanyak 160 akad massal, tanggal 25 Agustus 2020 lalu.

Tahun 2019, Bank NTB Syariah berhasil membukukan akad 1.175 unit rumah subsidi.

Sampai dengan semester 1 tahun 2020, Bank NTB Syariah sukses menghabiskan kuota yang diberikan Pemerintah Pusat sebanyak 1.200 unit rumah subsidi program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Acara akad mMasal antara Bank NTB Syariah dengan konsumen rumah subsidi dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Perumahan Nasional (Hapernas) 2020 yang digelar virtual, Selasa (25/08/20). Disaksikan langsung oleh Menteri PUPR RI Basuki Hadi Mulyono, diiikuti 13 bank mitra FLPP rumah subsidi, termasuk didalamnya adalah Bank NTB Syariah.

Akad masal pengajuan kepemilikan rumah subsidi dalam program FLPP untuk wilayah NTB dilaksanakan di Hotel Santika yang dihadiri sebanyak 160 nasabah KPR rumah subsidi Bank NTB Syariah.

Acara itu berlangsung di sela-sela pameran perumahan secara virtual yang diadakan Kementerian PUPR saat Hapernas 2020 tersebut. Tetap dilaksanakan dengan mengedepankan protokol kesehatan.

Direktur Utama Bank NTB Syariah, H Kukuh Rahardjo mengatakan, peringatan Hapernas 2020 yang dilakukan secara virtual secara bersamaan di seluruh Indonesia oleh 13 bank mitra program FLPP bersama konsumen rumah subsidi dengan jumlah akad masal sebanyak 16.180 debitur.

Pria humble ini mengaku bersyukur atas kepercayaan Pemerintah Pusat kepada Bank NTB Syariah dengan kembali memberikan tambahan alokasi program FLPP di tahun 2020 ini. Sebelumnya di semester I-2020 UNIT sudah habis terjual.

Atas kepercayaan tersebut, Bank NTB Syariah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur dalam memberikan kenyamanan bagi developer dan juga konsumen.

“Alhamdulillah pertama masuk dalam program FLPP ini tahun 2019, masyarakat melihat ada perubahan dari sisi binis di Bank NTB Syariah, salah satunya adalah kehadiran FLPP. Kami memberikan kemudahan dan kecepatan proses, termasuk kesiapan infrastruktur pendukung yang kami siapkan. Prinsipnya kami akan senantiasa terus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan juga developer selaku mitra,” Kata Kukuh Raharjo melalui siaran pers yang disampai ke media, Kamis ( 27/08/20).

Ia menyebut, jumlah perusahaan pengembang (developer) yang bermita dengan Bank NTB Syariah dalam program pembiayaan perumahan terus bertambah.

Saat ini yang sudah menjalankan kemitraan dalam program pembiayaan perumahan sudah ada 28 perusahaan. Sementara itu, sedikitnya ada 40 perusahaan masih dalam proses untuk menjadi mitra Bank NTB Syariah.

“Dari jumlah tambahan 450 unit untuk program FLPP ini, tersisa sekitar 260 lagi dan kamis optimis September sudah bisa habis,” ujarnya.

Mantap ke Pembiayaan Investasi Produktif

Sementara itu Performa PT Bank NTB Syariah makin mentereng. Hal ini tak hanya karena ditopang kinerja keuangan yang positif, tapi juga setoran deviden ke pemegang saham, dalam hal ini Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten dan Kota se-NTB.

“Kinerja apik ini menjadi tolak ukur yang bagus bagi manajemen untuk dipertanggungjawabkan ke pemegang saham. Beberapa indikator dari target perseroan di tahun lalu hampir semua terlampaui.

Kukuh Raharjo mengatakan,  tercatat untuk asset dari target Rp8,32 triliun tercapai sebesar Rp8,64 triliun atau capaiannya 103,81 persen.

“Begitu pun dengan DPK (Dana Pihak Ketiga) dan laba bersih lewati 100 persen dari target,” kata Kukuh Raharjo dalam acara penjurian TopBUMD Awards 2020 yang digelar Majalah Top Business (23/3) silam.

Ia mencontohkan, untuk DPK misalnya, perseroan berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp6,81 triliun atau sebanyak 107,22 persen dari target di angka Rp6,35 triliun.

Sementara untuk laba bersih dari target sebesar Rp161,5 miliar berhasil dibukukan sebanyak Rp163 miliar.

Namun di bagian pembiayaan, target yang dipatok sebesar Rp5,89 triliun hanya tercapai 94,72 persen atau setara Rp5,58 triliun.

Tapi tak dapat dipungkiri karena dampak gempa di NTB masih cukup dirasakan perseroan. Sehingga kucuran pembiayaan pun cukup tersendat. Modal perseroan juga berhasil dikumpulkan sebanyak 96,67 persen  dari target Rp1,47 triliun dengan realisasi sebesar Rp1,42 triliun.

Indikator lainnya juga sangat bagus. Seperti rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) di level sangat aman yakni 35,47 persen sedang targetnya di posisi 33,92 persen.

Pun demikian dengan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) juga relative rendah di posisi 76,83 persen dari target 75,47 persen. Pun dengan rasio pembiayaan macet (NPF) bisa ditekan rendah menjadi 1,36 persen dari target 1,46 persen.

Sementara untuk imbal hasil bagi pemegang saham juga cukup stabil. Tercatat indicator return on asset (RoA) di level 2,56 persen sedang untuk return on equity meningkat menjadi 12,05 persen dari target di level 11,62 persen.

“Dengan kinerja yang bagus itu, perseroan membagikan dividen payout ratio ke pemegang saham sebesar 60% dari laba bersih. Ini juga sebagi upaya untuk mendukung pembangunan di daerah. Karena BUMD hebat, ekonomi daerah melesat,” terangnya

Keberpihakan bank yang semula konvesional bertransformasi menjadi syariah ini juga konsisten menyalurkan pembiayaan ke pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sepanjang tahun lalu, pembiayaan ke UMKM mencapai Rp419,9 miliar.

Saat ini Bank NTB Syariah lebih fokus masuk ke pembiayaan produktif, khususnya modal kerja, untuk mendukung pergerakan ekonomi di era pandemi Covid-19. Hal ini untuk mendukung program Pemerintah Daerah melalui pembiayaan kepada sektor industri daerah.

“Selama ini, NTB mempunyai banyak komoditas, tapi belum ada industrialisasi tercipta sehingga sebagian besar bahan mentah yang dikirim ke luar. Justru akan bernilai lebih bagus jika ada industrialisasi,” urai Kukuh  sembari menambahkan seperti pembiayaan komoditas utama pertanian yakni jagung, bawang putih, peternakan sapi, perikanan, bahkan perkebunan kopi.

“Kopi di NTB justru tak kalah dengan daerah lain, seperti Toraja, Mandailing, dan lainnya,” kata Kukuh.

Me




Masyarakat NTB Mulai Rasakan Kehadiran Industrialisasi

Hadirnya industri permesinan dapat membuat produktifitas sektor pertanian, peternakan dan juga yang lainnya semakin meningkat

LOBAR.lombokjournal.com  – Pemerintah Provinsi NTB menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin produksi kepada masyarakat di STIPark NTB di Banyumulek, Kamis (27/08/20).

Masyarakat pun dibuat kagum Program industrialisasi yang dimunculkan oleh Pemerintah Provinsi NTB, dengan karya putra-putri NTB yang mampu memproduksi mesin yang dapat mempermudah pekerjaan mereka.

Salah satunya, Lalu Supratman yang mewakili TPS 3R “Lestari” dari Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik Kabupaten Lombok Timur.

“Sangat senang sekali, karena yang kami harapkan dari beberapa tahun kemarin, sekarang ini terealisasi,” ungkap Supratman yang baru saja mendapat bantuan mesin dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB tersebut.

Ia berharap, ke depan makin banyak mesin-mesin yang diciptakan oleh putra-putri NTB. Tentunya, mesin-mesin tersebut juga diharapkan mampu bersaing dengan produk dari luar.

“Dengan adanya industri permesinan ini, usaha-usaha UMKM dan juga usaha-usaha lainnya akan lebih meningkat lagi,” tuturnya.

Selain itu, ada pula Reza Apriani yang mewakili BKR “Masa Depan”. Mewakili rekan-rekannya, Ia mengucapkan terima kasih kepada Pemprov NTB yang telah memperhatikan usaha-usaha kecil yang ada di NTB.

“Alhamdulillah dengan pemberian bantuan ini, yakni pemberian mesin pembuat minyak kelapa ini kami sangat berbahagia karena sudah tidak perlu menggunakan tangan dan prosesnya juga sangat lama,” jelasnya.

Apriani juga berharap, pemerintah dapat terus konsisten dalam memperhatikan keberlangsungan usaha-usaha kecil yang ada. Agar ke depan usaha-usaha kecil ini dapat mandiri dan dapat terus produktif.

Sebelumnya, Gubernur H. Zulkieflimansyah menjelaskan, hadirnya industri permesinan dapat membuat produktifitas sektor pertanian, peternakan dan juga yang lainnya semakin meningkat.

Dengan begitu, masyarakat NTB yang dalam hal ini UKM/IKM dapat segera mencapai kesejahteraan dan kemandirian di dalam melakukan usaha mereka.

“Bukan berarti kita mementingkan industrialisasi terus melupakan pertanian, peternakan, perikanan dan lain-lain. Justru sebaliknya, dengan adanya industri permesinan ini Insya Allah kita akan meningkatkan produktifitas disektor yang lain,” jelas Bang Zul.

AYA/HmsNTB




Pertama di Lombok Utara, Pertamina Sinergi Bentuk Pertashop di Desa Anyar

Pemdes Anyar diminta betul-betul serius mengelola Pertashop tersebut dengan baik. Jangan sampai berhenti di tengah jalan

BAYAN.lombokjournal.com — Program Pertamina Berbasis Desa atau Pertashop BUMDes Anyar, diresmikan oleh Penjabat Sekda KLU Drs. H. Raden Nurjati.

Peresmian program terobosan Pemerintah Desa Anyar Kecamatan Bayan tersebut, bertujuan meningkatkan pendapatan  dan pembangunan desa.

Mahfud Nadyo Hantoro

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas P2KBPMD Drs. H. Kholidi, MM, Camat Bayan Intiha, SIP, Kapolres Lombok Utara diwakili Kasat Narkoba Iptu I Made Sukadana, SH, MH, Kepala Desa Anyar Ir. Rusni serta para tamu undangan lainnya, Rabu (26/08/20).

Penjabat Sekda Drs. H. Raden Nurjati menyampaikan terima kasih setulusnya kepada Direktur PT. Pertamina yang memberi perhatian kepada Kabupaten Lombok Utara, khususnya wilayah Kecamatan Bayan.

Menurutnyaa, didirikannya Pertashop di Desa Anyar merupakan kebijakan tepat lantaran betul-betul dibutuhkan masyarakat setempat.

Diharapkan, Pemdes Anyar betul-betul serius mengelola Pertashop tersebut dengan baik. Jangan sampai berhenti di tengah jalan.

“Bila perluPemdes setempat meminta bimbingan teknis kepada Pertamina, terkait cara-cara manajerial Pertashop yang baik dan maju,” pesannya.

Diingatkan, Pertashop yang diresmikan itu jangan sampai mengalami masalah seperti pada beberapa SPBU yang ada di KLU selalu kosong, apalagi masyarakat di sini (Bayan-red) jauh dari SPBU.

SPBU yang paling dekat ada di Kayangan sehingga ke depan, keberadaan Pertashop itu betul-betul akan dapat membantu masyarakat guna meningkatkan perekonomian di Desa Anyar.

“Tadi Kepala Desa Anyar bicara dengan kami terkait dengan apa yang diharapkan untuk aset tanah ini. Memang kita tidak mungkin bisa memproses dalam waktu cepat hibah hanya dalam satu atau dua bulan. Butuh proses yang harus dilalui oleh Pemdes,” jelas Raden Nurjati yang juga warga Bayan itu.

Dilengkapi lapak

Diterangkan, melihat lokasi Pertashop itu bagus dijadikan semacam tempat yang dilengkapi dengan lapak, sembari mengingatkan di beberapa kota besar di Indonesia.

Menurutnya, Pertashop tersebut memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat wilayah Bayan.

Melihat lokasi Pertashop tersebut, dijadikan lapangan sepak bola tidak bagus karena kontur tanahnya miring di samping luasnya tak mencukupi.

Menurutnya, lebih cocok untuk usaha ekonomi masyarakat. Prospek itu bisa dipikirkan oleh Kades Anyar ke depan.

“Kades Anyar ini, ya memang luar biasa. Dari zaman saya jadi camat dulu sudah menjadi juara. Desa ini sudah luar biasa perkembangannya,  dulu pak kadesnya juga adalah manajer BUMDes ini. Berkat inovasi dan pengalamannya mampu merubah dan mencapai kejayaan sampai dengan kondisi seperti sekarang ini,” katan Nurjati.

Satu-satunya di NTB

Sales Manager PT. Pertamina Area NTB Mahfud Nadyo Hantoro, menyampaikan bangganya karena Pertashop satu-satunya di Kabupaten Lombok Utara tersebut akhirnya diresmikan.

Dilaporkan juga, satu-satunya Pertashop yang dikelola murni oleh BUMDes dari 10 titik yang ada di Provinsi NTB saat ini hanya BUMDes di Desa Anyar saja.

Pihaknya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Pemdes Anyar.

“Kerjasama yang baik ini terjalin berkat sinergi salah satu lembaga penyalur kerja sama antara PT. Pertamina dengan Kementerian Dalam Negeri. Tujuannya untuk melaksanakan percepatan pembangunan di wilayah yang cukup jauh dari SPBU. Khusus di Desa Anyar ini, tujuannya untuk menunjang pariwisata di sini,” terangnya.

Pihaknya melihat banyak pemandangan alam yang bagus dan potensial, selain gunung Rinjani dan air terjun.

Hal itu menjadi harapan tersendiri, pasalnya dengan dibangunnya Pertashop yang pertama ini, diharapkan bisa menjadi lebih baik lagi pada masa mendatang.

“Kami dari Pertamina menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara atas kerjasama yang baik dalam pendirian Pertashop ini,” tutup Sales Manager PT. Pertamina Area NTB itu.

Dalam kesempatan sama, Kepala Desa Anyar Ir. Rusni mengatakan, pembangunan Pertashop tersebut, investasi yang ditanamkan Pemdes setempat mendukung pembangunan Pertashop tersebut diestimasi sekitar 600 juta rupiah. Anggaran ini murni berasal dari dana BUMDes.

Rusni menjelaskan, BUMDes di Desa Anyar sekarang telah memiliki tiga unit usaha BUMDes. Pertama, bergerak di bidang lembaga keuangan mikro yaitu  BUMDes LKM. Sudah memiliki omzet 6 miliar rupiah.

Kedua, BUMDes Mart diinisiasi oleh Pemda tahun 2015 lalu. Omzetnya juga sudah meningkat dari Rp. 93 juta tahun 2015 sekarang sudah mencapai Rp. 500 juta.

“Alhamdulillah sekarang ini kami mendirikan Pertashop yang akan kami jadikan sebagai salah satu unit usaha BUMDes di Anyar. Semoga usaha ini bisa memberikan harapan baru bagi kami di Desa Anyar,” harap Rusni.

Diceritakannya, pada tahap awal belum genap satu minggu Pertashop beroperasi, lantaran mulai dibuka hari Jum’at pekan lalu.

Angka penjualannya pun baru kisaran 200 sampai 250 liter per hari. Jumlah itu, masih jauh dari target yang diharapkan Pemdes setempat. Pasalnya, target pihaknya minimal 800 liter per hari.

“Mungkin juga ini belum terlalu diketahui banyak orang. Promosinya barangkali masih instan, sehingga belum tercapai target yang diharapkan,” ungkap Kades Rusni.

Selain itu, Kades Anyar menyampaikan terima kasih kepada pemda KLU, lantaran telah diberikan hak meminjam aset untuk lokasi strategis pembangunan Pertashop tersebut.

Meskipun awalnya, diberikan waktu dua tahun serta dapat diperpanjang kembali sesuai keadaan.

Kades Anyar ini pula menginformasikan, dari semua desa di Indonesia dengan jumlah 70.000 lebih, hanya 418 Desa saja yang sudah memiliki BUMDes Pertashop.

“Ini satu-satunya yang ada di Lombok Utara dan alhamdulillah bertempat di Desa Anyar. Ini membuat kami di sini bangga dan semangat dalam hal pengembangannya ke depan,” imbuhnya.

Rangkaian acara diakhiri dengan peresmian Pertashop ditandai pemotongan pita oleh Pj. Sekda  didampingi para tamu undangan serta foto bersama.

sid




MES NTB Optimis, Program Mawar Emas Lepaskan Masyarakat Dari Jerat Rentenir

Peluncuran Mawar Emas selain mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir, masyarakat mendapat ilmu tentang pentingnya pengetahuan serta penerapan ekonomi syariah

MATARAM.lombokjournal.com —  Program Melawan Rentenir Berbasis Masjid atau Mawar Emas. yang diluncurkan Gubernur H Zulkieflimansyah di Masjid Nurul Ikhsan Keruak, Lombok Timur, terbentuk melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi NTB.

Beberapa instansi dan lembaga keuangan yang terlibat seperti OJK, BI, Bank NTB Syariah, PNM dan Masyarakar Ekonomi Syariah (MES) NTB, bertujuan mempermudah akses keuangan berbasis masjid serta melawan rentenir di tengah masyarakat.

Sebelum peluncuran Mawar Emas tersebut, MES beberapa kali memberikan pelantihan kepada ratusan takmir masjid yang ada di Provinsi NTB.

Itu dilakukan sebagai bentuk kesungguhan MES NTB untuk melawan rentenir yang selama ini menjerat masyarakat dengan bunga pinjaman yang cukup tinggi.

“Alhamdulillah, MES telah melakukan pelatihan kepada ratusan takmir masjid yang ada di provinsi NTB, Pelatihan tersebut  dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat bahwa masjid adalah tempat untuk melakukan berbagai kegiatan selain untuk kegiatan ibadah,” ujar Ketua MES NTB Dr. Baiq Mulianah saat menghadiri acara Launching Mawar Emas di Keruak, Lombok Timur, Rabu (12/08/20).

Selain memberikan pelatihan kepada Takmir Masjid, MES juga bekerjasama dengan Bank NTB Syariah dan PNM untuk menyiapkan modal yang dikelola oleh masyarakat tanpa dikenakan bunga. Misalnya Bank NTB Syariah menyiapkan dana 1 juta per orang.

Setiap orang yang meminjam dana harus berkelompok, dalam satu kelompok terdiri dari 20 orang. Berbeda dengan Bank NTB Syariah, PNM menyiapkan Rp 2 juta per orang dengan sistem yang sama.

“Kita bersyukur, ide dari Gubernur NTB untuk memberantas rentenir melalui program Mawar Emas ini bisa kita ikhtiarkan bersama dengan lembaga keuangan yang ada di provinsi NTB,” tambah Rektor Universistas Nahdlatul Ulama itu.

Perempuan yang terkenal rendah hati ini melanjutkan, dipercaya sebagai Ketua Umum MES merupakan amanah dan tanggung jawab yang cukup besar. Terutama dalam gerakannya memasyarakatkan ekonomi syariah dan mensyariahkan ekonomi masyarakat di NTB.

“Tahadduts bin ni’mah, MES provinsi NTB optimis, dengan peluncuran Mawar Emas tersebut masyarakat bisa keluar dari jeratan para rentenir,” tambahnya lembut.

MES Provinsi NTB sendiri berharap, setelah peluncuran Mawar Emas tersebut, selain mengeluarkan masyarakat dari jeratan rentenir, masyarakat mendapat ilmu tentang pentingnya pengetahuan serta penerapan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk itu, sasaran tembak dari program ini adalah masyarakat di lingkungan sekitar masjid, yang dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB secara umum.

“Mawar Emas menyediakan pinjaman tanpa bunga untuk masyarakat yang ingin mengembangkan usahanya, dan program ini dipusatkan di masjid-masjid,” ujarnya.

HmsNTB