Budi Daya Udang Vaname, Daerah Lain Tertarik Ikuti Jejak Lombok Utara

Salah satu inovasi yang mendorong suksesnya budidaya udang Vaname di Lombok Utara adalah kolam penangkaran yang berbentuk bundar

KLU.lombokjournal.com

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan (Dihublutkan) memiliki program pembudidayaan udang Vaname kolam bundar, dengan melibatkan 10 kelompok perempuan di tiga Kecamatan.

Saat ini, ke-10 kelompok tersebut telah sukses dengan dua kali panen. Kesuksesan yang membuat beberapa daerah lain di NTB tertarik untuk belajar ke Lombok Utara.

“Bahkan kemarin dari beberapa kabupaten seperti Lombok Barat dan Kota (Mataram), minta referensi dari kita,” terang Sekretaris Dishublutkan KLU, Lalu Majemuk kepada lombokjournal.com, Rabu, (14/10/20).

Dijelaskan, beberapa daerah tertarik untuk mengikuti jejak Dishublutkan KLU,  karena melihat keberhasilan program tersebut memberdayakan masyarakat.

“Tapi sekarang dengan segala keterbatasan sekalipun. Keterbatasan anggaran dan lain-lain tapi masyarakat merasakan secara maksimal menikmati hasil,” katanya.

Lebih jauh, Majemuk menyampaikan, salah satu inovasi yang mendorong suksesnya budidaya udang Vaname di Lombok Utara adalah kolam penangkaran yang berbentuk bundar.

Secara naluri, udang Vaname yang dibudidayakan di kolam bundar  menganggap tempat penangkarannya luas. Sehingga dengan sendirinya berpengaruh kepada tingkat pertumbuhan.

BACA JUGA ;

Di Lombok Utara, masyarakat yang terlibat langsung dalam praktik budidaya sejumlah 400 orang yang tersebar di 10 kelompok di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bayan, Gangga dan Kayangan.

Ast.




Sulit Penuhi Standar, Serapan  Produk Lokal UMKM Masih Minim

Produk lokal khususnya kopi kebutuhannya cukup tinggi di hotel maupun restoran. Sehingga hal tersebut perlu direkomendasikan agar menggunakan  produk lokal

MATARAM.lombokjournal.com

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) NTB hingga kini masih minim, baru mencapai sekitar 10  persen.

Sebenarnya telah ada Peraturan Gubernur (Pergub) bela beli produk lokal yang disahkan beberapa bulan lalu. Bahkan sejumlah hotel, restoran, pemerintahan dan stakeholder terkait diminta menyerap produk lokal.

Ketua Asosiasi UMKM NTB, Haris Andi Baso Ence mengakui serapan produk UMKM untuk di perhotelan maupun restoran sangat kecil.

Karena memang UMKM yang belum siap dan tidak bisa memenuhi standar.

Untuk itu titik tengahnya adalah memberikan pembinaan kepada UMKM agar mampu memenuhi standar yang diinginkan.

“Masih belum banyak masuk ke hotel-hotel, paling hanya 10 persen saja. Jadi pemerintah harusnya menghubungkan antara investor di perhotelan dengan UMKM yang ada, apa standar diinginkan oleh investor,” kata Haris Andi Baso Ence, Rabu(l4/10/20).

Nantinya akan dibimbing UMKM untuk membuat produk-produk yang diminta sesuai standar mereka.

“Pergub memang sudah ada, hanya tinggal dijalankan saja. Maka dari itu diharapkan Gubernur bisa memanggil investor, terutama di kawasan ITDC agar dihubungkan dan dipertemukan,” terangnya.

“Kita diberitahukan kebutuhannya seperti apa, kemudian ada tidak yang bisa produksi  UMKM disini, itu sebenarnya yang kita harapkan,” jelasnya.

Menurut Haris, sekarang ini para UMKM bergerak sendiri –sendiri, dan itu pun hanya pengusaha besar saja.

Sedangkan yang kecil tidak dilirik dan tidak  diperhitungkan. Justru lebih banyak mendatangkan produk dari Bali yang masuk ke hotel-hotel.

“Banyak produk yang dari Lombok kemudian masuk ke Bali dan diolah disana, tapi masuk lagi ke Lombok. Salah satunya kopi, itu banyak dari luar dan tidak menggunakan produk lokal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, produk lokal khususnya untuk kopi sendiri kebutuhannya cukup tinggi di hotel maupun restoran. Sehingga hal tersebut perlu direkomendasikan agar menggunakan  produk lokal.

“Beberapa memang  ada yang pakai produk lokal, tapi kita harapkan semua bisa di serap jangan kopi saja. Produk lainnya juga,” pungkasnya

Aya




Pilot Project Rumah Tunnel, Untuk Meningkatkan Kualitas Garam Petani

Dengan menggunakan rumah tunnel petani akan lebih cepat memproduksi hasil garam dan kwaliitas baik dan tidak tergantung musim tetap bisa memproduksi

MATARAM.lombokjournal.com

Dinas Perikanan dan Kelautan akan melakukan pilot project ‘rumah tunnel’ garam melalui bantuan dari Pemerintah Pusat. Hal ini guna meningkatkan kualitas hasil produksi petani garam di Nusa Teggara Barat tahun ini,

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Yusron menyatakan, rumah tunnel ini adalah satu  tehnologi untuk meningkatkan kualitas garam itu sendiri.

“Rumah tunnel itu ibaratnya pada lahan garam itu kita tutupi dengan kertas membrane, istilahnya menggunakn plastik tertentu yang punya kriteria  UV. Disitu prosesnya dinamai dengan tunnel garam,” ujar Yusron, Rabu (14/10/20).

Dikatakan, dengan menggunakan rumah tunnel petani akan lebih cepat memproduksi hasil garam dan kwaliitas baik dan tidak tergantung musim tetap bisa memproduksi. Seperti diketahui produksi garam NTB untuk kualitasnya masih kurang karena adanya bahan baku yang kadar air.

“Faktornya adalah bahan  baku airnya sendiri, kadar garamnya kurang. Masyarakat kita melakukun budi daya garam secar turun temurun pada lokasi tertentu. Kualitas air lautnya kurang NHCL nya selain itu cara  cara bertani garamnya belum menggunakan  tehnologi yang memadai,” terangnya.

Dengan adanya pilot project di petani garam yang ada di Jerowaru, Praya Timur dan Sekotong,  diharapkan petani garam bisa meningkatkan kwalitas garamnya.

“Kualitas dari garam itu bisa ditingkatkan, kalau sudah kualitasnya baik tentu proses Standar Nasional Indonesia (SNI) nya akan bisa berjalan lancar,” terang Yusron.

Nantinya untuk proses SNI akan diselesaikan oleh Dinas Perindustrian melalui Badan POM dan setelah itu tentu ada izin edar.

“Kaitan dengan itu kita mendorong supaya SNI dimiliki tentu persyaratannya tadi kualitasnya memadai,” tandasnya.

Aya

 




Petani Madu Trigona Desa Salut, Dikunjungi Stafsus Kemenristek BRIN, dan Kemendes PDTT  

Saat ini di dunia, madu yang paling terkenal madu New Zealand yaitu Manuka Honey. Tapi setelah diuji kandungannya masih lebih bagus Madu Trigona Lombok

KAYANGAN.lombokjournal.com

Staf Khusus Bidang Komunikasi dan Teknologi Kementerian Riset dan Teknologi Badan Riset Inovasi Nasional (Kemenristek BRIN), Danang Rizki Ginanjar, dan Staf Khusus Bidang Mitra Luar Negeri dan Perguruan Tinggi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Dodi Pranata Wijaya, mengunjung petani madu trigona binaan LPPM Universitas Mataram di Desa Salut, Senin (12/10/20).

Kedatangan rombongan kementerian itu disambut Plt Bupati Lombok Utara H Syarifudin SH MH, didampingi oleh Plt Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Ir Hermanto, Kepala Bappeda Heryanto SP, Kepala Desa Salut Bahrudin.

Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH mengatakan, kedatangan stafsus kementerian memotivasi masyarakat desa dalam mengembangkan produk unggulan Madu Trigona.

Lebih lanjut dikatakannya, Madu Tigona menjadi produk unggulan budidaya pada aspek pertanian dan peternakan.

“Dulu pernah kita didampingi juga oleh NGO dalam pengembangan ini. Kedepannya, desa-desa lain bisa dikembangkan pula Madu Trigona sehingga dapat kita jadikan produk unggulan,” tuturnya.

Plt Bupati Lombok Utara itu menyampaikan langkah yang dilakukan pemda, bukan hanya kali ini tetapi sudah berjalan hampir dua tahun.

Kelompok ini awalnya dilakukan secara swadaya, bukan hanya di Desa Salut saja, tetapi di Sukadana dan Mumbul Sari.

Menjawab pertanyaan awak media terkait pemasaran hasil madu, Sarifudin menjelaskan, untuk saat ini kelompok menjualnya dengan cara biasa.

Karena permintaan banyak, dan mungkin ke depan dengan produksi yang besar harus betul-betul disiapkan pasar dengan matang.

Plt Bupati yang juga Wabup Lombok Utara itu berharap Pemerintah Pusat dan provinsi memberikan perhatian khusus kepada Lombok Utara.

Mengingat usia KLU baru 12 tahun, untuk mengejar ketertinggalan dengan kabupaten lain.

Program Desa Berinoovasi

Stafsus Bidang Komunikasi dan Teknologi Kemenristek BRIN Dadang Rizki Ginanjar mengatakan jika dirinya bersama Stafsus Kemendes PDTT menginisiasi sebuah program yang baru saja di-launching pada bulan Agustus silam yaitu Program Desa Berinovasi.

“Desa Salut merupakan desa awal yang kami kunjungi. Kita ingin Desa Berinovasi membawa teknologi, kita ingin membawa terapan ilmiah. Bagaimana akademisi tidak hanya belajar dengan buku tapi belajar bareng dengan masyarakat di lapangan. Tripoholic, ada pemerintah, akademisi dan dunia bisnis,” katanya.

Lebih lanjut dijelaskannya, saat ini di dunia, madu yang paling terkenal madu New Zealand yaitu Manuka Honey. Tetapi menurutnya, setelah diuji kandungannya masih lebih bagus Madu Trigona Lombok.

Karenanya, bagaimana cara mengemas supaya berkompetisi dengan madu New Zealand, mulai dari kualitas Packaging dan kuantitasnya sehingga nanti bisa menghasilkan 24 ton bahkan dua kali lipat.

Pada akhirnya bisa menyejahterakan masyarakat dan bisa mengekspor Madu Trigona Lombok ke luar negeri.

Di sela-sela kunjungannya, Stafsus Kemenristek BRIN menjawab pertanyaan awak media, apa yang bisa diterapkan di KLU. Dikatakan, perlu pembinaan swadaya masyarakat.

Menurutnya, dengan adanya swadaya bekerja bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik dan membuka pasar. Contohnya madu Lombok baik dari segi mutu.

“Kami di kementerian membuat inovasi desa yang di-launching pada tanggal 20 Agustus kemarin.  Bagaimana teknologi bisa tepat guna di desa-desa seluruh Indonesia,” terangnya

Dengan adanya swadaya masyarakat multipihak di Desa Salut maka menjadikan Desa Salut sebagai percontohan untuk Desa Berinovasi.

Nantinya madu di Lombok bisa dikonsumsi secara nasional bahkan internasional.

“Prospeknya saat ini sudah 5,9 ton per siklus, hampir 24 ton dalam setahun. Kalau kita perbanyak dengan teknologi, maka kita yakin madu di Desa Salut ini branding tropis madu ala Indonesia,” tandasnya.

Stafsus Bidang Mitra Luar Negeri dan Perguruan Tinggi Kemendes PDTT Dodi Pranata Wijaya menyampaikan harapannya, semoga Desa Salut menjadi salah satu desa binaan pilihan dari Program Desa Berinovasi, program dari Kemenristek BRIN dan Kemendes PDTT.

Pihaknya menyampaikan, dalam waktu dekat menteri akan berbicara testimoni desa-desa di Indonesia pada kancah international.

Menurutnya, pada kesempatan kali ini, pihaknya hadir sebagai tim asesmen Desa Berinovasi. Desa Salut sebagai desa binaan dalam pemberdayaan program.

“Kita berharap pada tahun 2021, madu trigona bukan hanya terkenal di nasional saja tetapi di kancah internasional,” harapnya.

Pihak LPPM Mataram mewakili Ketua LPPM Unram, Prof Muliartha menyampaikan, Desa Salut nantinya menjadi percontohan desa yang dikembangkan sebagai Desa Wisata Trigona.

Ada pula binaan terkait kopi, gula merah, yang hampir menghasilkan 10 ton per bulan. Ada pula black garlic sudah diekspor ke luar negeri.

Rangkaian acara berjalan lancar dilanjutkan dengan dialog bersama stafsus kementerian, Kepala Bappeda, Plt Kadis KPP dan para petani trigona dipandu Sekban Bappeda Yuni Kurniati MSi, dilanjutkan dengan kunjungan ke kampung lebah yang ada di Desa Sukadana, Bayan.

sas




Koki Internasional  Diminta Didik Anak Muda di NTB

Karirnya sebagai koki di berbagai restoran ternama tidak membuat Bang Macs lupa daerah asalnya

MATARAM.lombokjournal.com

Muhammad Ali Chehan atau Bang Macs, salah satu putra terbaik NTB di bidang kuliner diminta  membagikan ilmu dan pengalamannya di bidang kuliner kepada anak-anak muda di NTB.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan permintaan itu  saat menghadiri launching rumah makan Sanikan Mac’s milik Muhammad Ali Chehan, di Jalan Adi Sucipto, Rembiga  Kota Mataram Senin  (12/10/20) malam.

“Jangan sampai nanti bang Macs pada kehidupannya, berlanjut usianya tapi tidak punya penerus, oleh karena itu, perlu lebih banyak mengkader anak muda NTB untuk menjadi anak muda yang terbaik,” kata Gubernur.

Gybernur menyampaikan harapannya, kuliner di NTB di tangan Bang Macs berkembang pesat dan mendunia, serta tidak kalah dengan rumah makan ataupun restoran yang ada di luar NTB.

Ia meyakini Sanikan Macs dapat melakukan hal tersebut.

“Kalau dilihat dari namanya, ini akan banyak peminat dan dapat dibuka cabang dimana-mana. Oleh karena itu, saya yakin, kalau Mc Donald aja bisa, Sanikan Macs harus juga bisa,” tegasnya.

Muhammad Ali Chehan selaku pemilik Sanikan Macs mengaku, keputusan untuk pulang kampung ke NTB atas permintaan Gubernur Zul.

Dikatakan, karirnya sebagai koki di berbagai restoran ternama tidak membuat dirinya lupa akan daerah asalnya.

Bang Macs menyampaikan, dirinya akan mengembangkan kuliner di NTB dan akan melatih anak-anak muda agar mengikuti jejaknya sampai ke tingkat Internasional.

Rr/HmsNTB




Harapan Gubernur, Labangka Jadi Kawasan Food Estate Terbaik di Indonesia

Diapresiasi, kesiapan Pemprov NTB dalam perencanaan pengembangan kawasan Pertanian Terpadu di Labangka

SUMBAWA.lombokjournal.com

NTB menjadi satu dari empat provinsi di Indonesia yang akan dikembangkan menjadi daerah food estate untuk menjaga ketersediaan kebutuhan serta pasokan pangan lokal dan nasional.

Food estate merupakan konsep pengembangan pangan yang dilakukan secara terintegrasi, mencakup pertanian, perkebunan, dan peternakan dalam satu kawasan terpadu.

Selain menjadi food estate, Labangka Integrated Farming juga akan menjadi tujuan desa wisata dan dalam perencanaannya akan menerapkan pengolahan sampah menjadi energi.

“Kita bersyukur, daerah kita dipilih oleh Kementerian Pertanian untuk mendukung Sistem Pertanian Terpadu di Indonesia,” ujar Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah saat berdialog langsung dengan masyarakat Labangka, Kabupeten Sumbawa Sabtu (10/10/20).

Ke depan, Labangka diharapkan menjelma menjadi lumbung peternakan serta pertanian di NTB.

Gubernur mengatakan, itu semua butuh keberanian kita bersama, dengan cara menyiapkan SDM yang baik. Jangan sampai masyarakat menjadi penonton dalam pengembangan program food estate ini.

“Kita akan jadikan Labangka menjadi contoh food estate terbaik di Indonesia,” katanya.

Direktur Irigasi Pertanian, Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Rahmanto, mengapresiasi kesiapan Pemprov NTB dalam perencanaan pengembangan kawasan Pertanian Terpadu di Labangka.

“Diharapkan nanti lahan food estate bisa menaikkan cadangan pangan nasional,” katanya.

Dijelaskan pula pengembangan food estate ini dilakukan dengan sinergi antara Kementerian/Lembaga dengan pemerintah daerah. Bahkan, kebermanfaatannya akan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sinergi antara berbagai pihak tersebut mulai dari hulu, hilir hingga distribusi pasar.

Tak hanya itu, ada pula upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan korporasi petani, peningkatan kapasitas dan diversifikasi produksi pangan, serta penataan kawasan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian.

“Kami dari beberapa Dirjen sudah siap untuk menyediakan segala kebutuhan dan program untuk mendukung Labangka,” jelas Rahmanto.

Endang, salah seorang warga Desa Labangka mengaku sebelumnya dirinya pesimis pengembangan food estate bisa berjalan di Labangka. Ia mengaku, saat melihat gambar perencanaan pembangunan tersebut, itu semua hanya mimpi yang sulit diwujudkan.

“Saya sempat pesimis, sebelum food estate ini, beberapa kali perencanaan pembangunan di Labangka sempat terhambat, bahkan tak berjalan,” ungkapnya di hadapan Gubernur NTB.

Tapi, lanjut Endang, keseriusan pembangunan tersebut benar-benar dirasakan saat Pemerintah Pusat serta Pemerintah Provinsi NTB mulai turun langsung melihat proses pembangunan tersebut.

“Setelah mendengar penjelasan dari pak Gubernur, saya optimis Labangka ini menjadi lumbung pertanian dan peternakan di Provinsi NTB,” ujar perempuan berusia 27 tahun tersebut.

Sementara itu Rahman, warga Labangka mengaku berbahagia atas proses pengembangan food estate tersebut. Ia mengaku, selain mata pencaharian mulai akan bertambah, cara pandang serta pola pikir masyarakat diyakininya akan berubah.

“Selain mata pencaharian, cara pandang dan pola pikir masyarkat pasti berubah,” ungkap laki-laki yang berprofesi sebagai guru tersebut.

Ia bercerita, tumpuan harapan masyarakat Labangka sejak dulu hanya pertanian, itupun tidak jelas, anak-anak muda juga banyak yang pengangguran, perekonomian pun minim, serta kekerasan sering terjadi.

“Kami yakin, Labangka ini mampu mengatasi kemiskinan, pengangguran serta kekerasan,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Wagub Apresiasi ICSB NTB, Beri Semangat UMKM Bangkit Saat Pandemi  

UMKM di NTB diajak tetap bersemangat dan bangkit meningkatkan kreativitas demi kemajuan NTB

LOTIM.lombokjournal.com

Program Pengembangan UKM dilakukan oleh International Counsul for Small Business (ICSB) NTB, dalam seminar yang berlangsung di Lombok Timur, Sabtu (10/10/20).

Dengan program ini diharapkan agar aktivitas UKM di tengah Pandemi COVID-19,  tetap mampu menjadi penopang ekonomi masyakarat.

Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah yang hadir pada acara tersebut memberikan apresiasi kepada ICSB karena yang menyelenggarakan acara dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kita di NTB sudah sepakat memilih untuk hidup aman dan produktif, bukan aman saja, bukan produktif saja. Alhamdulillah dalam acara galang UKM ini, menunjukkan komitmen kita untuk menegakkan protokol Covid-19 ini,” ungkap Wakil Gubernur.

Umi Rohmi mengatakan, kedisiplinan dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 ini dapat menyelamatkan dari pandemi. Kedisiplinan itu pula yang membuat masyakarat dapat menjalankan aktivitas perekonomian secara maksimal.

“Insyaallah kalau kita disiplin, kita sabar menerapkan protokol Covid-19 ini, maka kita akan bisa hidup produktif dalam masa sulit ini,” terangnya.

Umi Rohmi mengungkapkan, NTB adalah Provinsi yang memiliki penduduk sangat kuat dalam menghadapi segala macam cobaan, dan memiliki berbagai cara untuk bangkit dari keterpurukan.

“NTB Alhamdulillah sudah menunjukan bahwa segala macam bencana yang kita alami tidak pernah membuat kita menyerah. Dari kemarin kita sudah mengalami masalah gempa dan sekarang kita mengalami Covid tapi tetap kita jalan terus dengan aktivitas kita tentunya dengan cara-cara yang berbeda,” katanya.

Ia mengajak masyarakat khususnya peserta seminar Galang UKM,  agar terus bangkit dan meningkatkan kreativitas demi kemajuan UKM di NTB.

Ia berharap agar UKM-UKM yang ada di NTB dapat dikenal di kancah nasional dan internasional.

“Mari terus-menerus kita bersatu padu untuk mendorong UKM kita, satu pesan saya, jangan malas belajar dan jangan cepat puas, apa yang dilakukan ICSB ini adalah tempat belajar,” ajaknya.

Semangat Pelaku UMKM

Koordinator ICSB NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah SE, M.Sc mengatakan, kegiatan ini merupakan acara yang dihajatkan untuk memberikan edukasi dan semangat kepada para pelaku UKM di NTB agar memiliki modal besar dalam mengembangkan usahanya.

“Ini adalah titik ke-2 dalam rangka upaya kami memberikan motivasi, memberikan semangat serta membentuk jejaring bagi pengembangan UKM di Provinsi NTB ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan, UKM adalah salah satu tulang punggung dari perekonomian Indonesia khususnya di NTB, namun di tengah Pandemi ini, banyak UKM yang terkena dampaknya.

Acara ini dibuat dengan harapan UKM dapat bangkit di tengah Pandemi ini.

HmsNTB

 




Rumput Laut Putih Akan Diekspor ke China,Thaiwan dan Jepang

Harga rumput laut sebesar 22 ribu per kilogram, sebelum diekspor rumput lautnya akan dikemas dengan ukuran 30 kilo

MATARAM.lombokjournal.com

Dinas Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada bulan Oktober ini akan mengekspor Rumput laut kering putih.

Jumlah permintaan rumput laut kering siap konsumsi cukup besar, mencapai 12 ton perbulan.

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Fathurrahman menyatakan, Jum,at (09/10/20) di Mataram, rumput laut kering yang akan diekspor dikelola oleh 40 petani.

Hasil produksi petani ini akan dibeli oleh pihak swasta yang akan menjualnya ke pihak China,Thaiwan dan Jepang,

Terkait dengan jumah rumput laut di NTB sudah terpenuhi. NTB sendiri terkenal dengan produksi rumput laut sehingga bisa memenuhi permintaan konsumen. Produksi rumput laut yang diekspor berjenis Cottoni.

“Bagus untuk tahap awal, permintaannya sampai 12 ton per bulan yang dikosnumsi siap makan, sehingga produksinya benar-benar harus diteperhatikan kualitasnya,” kata Fathurrahman.

Bantuan Dinas Perdagangan yakni memeberi alat kepada petani sehingga bisa mempertahankan kwalitas rumput lautnya.

Harga rumput laut sebesar 22 ribu per kilogram, sebelum diekspor rumput lautnya akan dikemas dengan ukuran 30 kilo.

“Dinas Perdagangan mendorong agar expor rumput laut bisa dilakukan dengan jumlah besar,dipastikan. Rumput laut jenis Cotooni ini akan terus dilakukan,” kata Fathurrahman.

AYA




Ridwan Syah; Rencana Tata Ruang Jadi Pendorong Investasi

Dalam menurunkan angka kemiskinan, peran investasi sangatlah penting

LOBAR.lombokjournal.com

Kolaborasikan kepentingan ekonomi dan lingkungan,  NTB akan menjadi mode  bagi sebuah konsep pembangunan.

Hal itu disampaikan Asisten II Setda Provinsi NTB, Ir. H. Ridwan Syah saat mewakili Gubernur pada  konsultasi publik materi teknis rencana tata ruang (RTR) Kawasan Strategis Nasional (KSN) Rinjani dan sekitarnya,  Rabu (07/10/20) di Hotel Sheraton Senggigi.

“Lombok atau NTB ini bisa menjadi sebuah mode bagi sebuah konsep pembangunan yang mengawinkan antara kepentingan ekonomi dan kepentingan lingkungan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, di dalam konsep revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) NTB, konsep ini dikenal dengan LECI “Lombok Equal City Island”. Konsep ini mengkolaborasikan kepentingan pemerintah pusat, pemerintah daerah serta kearifan lokal.

Ridwan Syah  juga menyampaikan, beberapa isu penting dalam pembangunan NTB, salah satunya adalah angka kemiskinan yang mencapai 13,9 persen dengan jumlah penduduk lebih dari 5 juta jiwa.

“Dengan jumlah penduduk kami yang 5 juta lebih, angka kemiskinan di NTB masih cukup tinggi yaitu 13,9 persen, tahun lalu dari catatan BPS angka kemiskinan kami 13,8 persen, naik 0,09 perssen, naik sedikit sebenarnya,” paparnya.

Meskipun hanya mengalami sedikit penambahan, namun dengan tambahan tersebut juga dapat menggambarkan,  NTB masih cukup bisa bertahan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih positif di masa pandemi ini.

Tapi, Ridwan justru mengatakan, pertumbuhan tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi yang semu.

“Meskipun kami masih cukup bisa bertahan dengan pertumbuhan ekonomi yang masih positif, tetapi sesungguhnya pertumbuhan ekonomi itu menurut kami merupakan pertumbuhan yang semu, tidak inklusif karena di dalamnya didominasi oleh ekspor tambang,” ucapnya.

Perekonomian yang inklusif tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi yang juga dapat  merepresentasikan pertumbuhan yang nyata  pada berbagai sektor terutama sektor pertanian dan sektor pariwisata juga sektor-sektor lainnya.

Pengolahan hasil pertanian

Sehingga industrialisasi menjadi penting dalam meningkatkan nilai tambah pengolahan produk-produk hasil pertanian, perkebunan, maupun peternakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

“Kami menghindari, membatasi mengirim barang-barang atau bahan mentah keluar daerah. Kami olah dulu disini, minimal menjadi barang setengah jadi sehingga memberikan nilai tambah dan membuka lapangan pekerjaan. Harapannya dengan adanya lapangan pekerjaan meningkatkan kesejahteraan dan otomatis menurunkan angka kemiskinan,” ucap Ridwaan Syah.

Dalam menurunkan angka kemiskinan tersebut peran investasi sangatlah penting ,sehingga menjadi sangat penting pula untuk memastikan tata ruang untuk investasi sehingga tata ruang dapat menjadi pendorong munculnya berbagai investasi.

“Oleh karena itu kami berharap dalam konteks itu bagaima rencana tata ruang kita bisa menjadi pendorong bagi investasi bukan sebaliknya. Bukan tata ruang yang akhirnya menjadi penghambat investasi, tetapi harusnya dibalik. Justru tata ruang mendorong munculnya investasi,” harapnya.

Rr/HmsNTB




Hj Niken Resmikan Ruang Pengolahan Hasil Ternak di Desa Teruwai, Loteng

Petani didorong tidak menyerah di masa pandemi, caranya dengan mengolah bahan baku hasil pertanian, peternakan dan perikanan menjadi bahan pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi

LOTENG.lombokjournal.com  –

Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE, M.Sc mengatakan, saat mengalami pandemi tidak boleh menyurutkan lsemangat berusaha , tetap semangat memberikan karya, memenuhi kebutuhan pangan yang berkualitas

Hj Niken mengatakan itu saat meresmikan Ruang Pengolahan Hasil Ternak di Desa Teruwai Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Selasa (06/10/20).

Salah satu sektor yang sangat diharapkan mampu berkontribusi dalam peningkatan ekonomi adalah sektor pertanian, peternakan dan perikanan serta produk turunannya.

Hj. Niken mengapresiasi masyarakat yang sudah berusaha membangkitkan ekonomi di tengah pandemi .

Ia berharap agar aktivitas pengolahan hasil tani ternak di Desa Teruwai bisa menjadi contoh bagi yang lain untuk tidak menyerah di masa pandemi ini.

Caranya yaitu dengan mengolah bahan baku hasil pertanian, peternakan dan perikanan menjadi bahan pangan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

“Dengan dukungan berbagai pihak, mudah-mudahan apa yang kita resmikan hari ini bisa menginspirasi dan memberikan semangat bagi saudara-saudara kita yang lainnya untuk bisa bangkit bersama,” ungkapnya.

Setelah pengguntingan pita, Bunda Niken langsung meninjau produk-produk olahan yang berupa telur kemasan, ayam bakar kemasan serta produk olahan lainnya.

Ia  juga memberikan saran untuk produk yang dihasilkan oleh masyarakat ini agar diberikan merk dagang dan dipasarkan juga secara online. Mengingat era digital semakin memudahkan orang untuk bertransaksi jual beli.

“Nantinya produk olahan ayam ini bisa dipasarkan secara online, di NTB ada NTB Mall tempat pemasaran produk secara online,” sarannya.

Salah satu Pengurus Kelompok Tani Ternak Desa Teruwai, H. Sukardi menyampaikan ucapan terimakasihnya kepada Pemerintah Provinsi, yang memberikan perhatian kepada Kelompok Tani Ternak di Desa Teruwai hingga dapat bangkit seperti ini.

“Rasa terimakasih kami yang sangat mendalam, yang tidak henti-hentinya membina kami, Pemerintah Provinsi NTB selalu hadir di tengah kami apa lagi di masa pandemi ini. Sangat luar biasa,” ungkapnya.

Turut hadir pada acara tersebut, Asisten I Setda NTB Hj. Baiq Eva Nurcahyaningsih, Kepala Dinas Peternakan  dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB Ir. Hj. Budi Septiani, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah Lalu Iskandar, dan Ketua TP-PKK Kabupaten Lombok Tengah Hj. Baiq Irma Budiani Suhaili.

Rr/HmsNTB