Gubernur Tandatangani MoU dengan PLN untuk Pengembangan Sepeda Listrik

Pengembangan teknologi butuh pembelajaran, dan model pembelajarannya yang paling utama adalah learning by doing yaitu belajar dengan cara mengerjakannya secara langsung

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB menandatangani nota kesepahaman atau MoU dengan PLN tentang Penelitian dan Pengembangan Teknologi Sepeda Listrik Bima Electric Bicycle atau Matric-B, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (23/10/20).

Penandatanganan MoU dilaksanakan oleh Gubernur Provinsi NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dengan General Manager PLN UIW NTB, Ir. Lasiran MH.

Gubernur mengutip pepatah Tiongkok ‘Perjalanan Panjang Selalu Dimulai Dari Langkah Pertama’. Sebab pepatah itu relevan dengan apa yang menjadi program saat ini, yaitu pengembangan kendaraan listrik yang merupakan kendaraan masa depan.

Dikatakan, hari ini adalah satu langkah awal untuk mengubah cara pandang masyarakat NTB khususnya, bahwa sebenarnya kita semua memiliki kemampuan.

Pandemi Covid-19 di NTB memang berdampak terhadap banyak hal, namun selalu ada terobosan baik di tengah musibah tersebut.

“Saya masih teringat awal-awal Corona virus, orang mengalami kelangkaan masker, akhirnya ada yang import masker dari luar, dari Jawa. Namun kini, tidak hanya masker, kendaraan listrik pun kita mampu membuatnya”, ungkap Gubernur.

Menurutnya,  pengembangan teknologi butuh pembelajaran, dan model pembelajarannya yang paling utama adalah learning by doing yaitu belajar dengan cara mengerjakannya secara langsung.

“Tidak ada produk teknologi Tiongkok, Korea, India pas lahir lalu sempurna, pasti dia diremehkan dulu, dibully, tapi seiring berjalannya waktu ada feedback dari masyarakat,” kata Gubernur.

Jika sepeda listrik ini dilaunching dengan harga Rp 20 juta per unit pasti banyak orang yang akan bertanya-tanya karena harganya yang mahal.

Namun, jika belajar dari negara berkembang, semua produk pasti mengalami fase seperti itu, yang membedakannya adalah berani untuk memulai.

“Saya kira ini jadi momentum penting, kalau sepeda listrik yang begini saja bisa kita buat, apalagi sekedar masker, cold storage. Mudah – mudahan dengan semangat industrialisasi ini bisa kita mulai dari NTB dan pemicunya adalah dengan kehadiran PLN, hidup menjadi lebih baik”, tutur Bang Zul.

50 Unit bulan Desember

Sebelumnya, General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB melaporkan perkembangan pengembangan Sepeda Listrik Matric-B yang pada saat ini sudah berjumlah 15 unit. Diupayakan pada di tangal 17 Desember 2020 nanti, sudah ada 50 unit sepeda listik Matric-B dalam rangka menyambut HUT NTB.

PLN juga akan mempercepat Pengembangan Sepeda Listrik Matric-B untuk mendukung terlaksananya MotoGP di Sirkuit Mandalika.

Saat itu Gubernur menerima penyerahan CSR peralatan pendukung produksi sepeda listrik Matric-B dari GM PT. PLN UIW NTB.

Selain itu ada penyerahan secara simbolis pemesanan 15 unit sepeda listrik Matric-B dari GM PT. PLN UIW NTB kepada Kadis Perindustrian NTB.

Rr/HmsNTB




Rencana Pembangunan Jalur Kereta Api di Sumbawa, Masih Perlu Kajian Teknis

Berdasarkan hitungan kasar jumlah penduduk di Pulau Sumbawa jauh lebih sedikit dibanding penduduk di Pulau Lombok. Serta topografi dengan perbukitan dikhawatirkan menjadi penghalang rencana tersebut

MATARAM.lombokjournal.com

Rencana pembangunan jalur kereta api di Pulau Sumbawa, mulai dari Poto Tano hingga Sape, harus melalui pertimbangan teknis yang matang, termasuk dari segi kebutuhan masyarakat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Dr.H. Amry Rakhman menjelaskan,  jika pembangunan jalur kereta api, yang digagas oleh Dinas perhubungan NTB tersebut, benar-benar mendesak maka Dinas Perhubungan sebagai pihak yang berwenang dipersilakan melakukan survei awal sebelum feasibility study (FS) atau uji kelayakan.

Terutama untuk menjawab, apakah pembangunan jalur kereta yang direncanakan membentang melintasi seluruh kabupaten/kota di Pulau Sumbawa, secara teknis dan non-teknis benar-benar bisa dilakukan.

“Hal  itu membutuhkan pertimbangan panjang. Pasalnya, sampai saat ini belum ada kajian terkait hal-hal teknis baik dari segi komersial maupun kebutuhan masyarakat untuk pembangunan jalur kereta pertama di NTB tersebut,” ujar Amry Rakhman, Kamis (22/10.20).

Amry Rakhman menerangkan, fungsi kereta api akan sangat berbeda dengan transportasi massal lainnya.

“Kereta Api kan berbeda dengan bus yang memang fungsinya untuk (angkutan massal) itu. Satu kereta api dengan sekian gerbongnya, berarti paling tidak ada aspek-aspek komersial penumpang dan lainnya yang harus dipertimbangkan,” ujarnya

Menurutnya, Aspek non-teknis dan teknisnya seperti apa?

“Kalau nanti pertimbangannya kepada permintaan pasar dan jumlah penduduk Pulau Sumbawa. Kalau banyak tentu diharapkan pembuatan,’’ katanya.

Jika survei awal telah dilakukan, pihaknya akan meninjau kembali rencana pembangunan jalur kereta tersebut.

Diterangkan, berdasarkan hitungan kasar jumlah penduduk di Pulau Sumbawa jauh lebih sedikit dibanding penduduk di Pulau Lombok. Serta topografi dengan perbukitan dikhawatirkan menjadi penghalang rencana tersebut.

Kedua hal tersebut menjadi penghalang awal untuk mewujudkan pembangunan jalur kereta. Dengan demikian, dalam tahap awal survei diharapkan menampung aspirasi masyarakat di Pulau Sumbawa terkait kebutuhan transportasi massal seperti kereta.

“Kalau memang  sudah sesuai atau tidak sesuai? Kalau iya, kita pertimbangkan juga kebutuhan pasarnya,” pungkas Amry.

Aya




Jelang Maulid Nabi, Stok Kebutuhan Pokok Aman

Maulid tahun ini berbeda karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19, daya beli masyarakat menurun

MATARAM.lombokjournal.com

Menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, Dinas Perdagangan Provinsi NTB memastukn Kebutuhan pokok aman.

“Kebutuhan pokok menjelang Maulid Nabi terpantau aman, di tiga pasar pantauan kita. Termaauk juga di pasar induk,” ungkap Kepala Dinas Perdagangam Provinsi NTB Faturahman, Rabu (21/10/20).

Fathurahman mengatakan,  untuk stabilisasi Harga masih dalam kondisi baik, dan tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Hal ini karena persedian (stok) kebutuhan pokok masih ada.

“Ya,hingga saat ini untuk stabillitas harga masih dalam kondisi baik, tidak ada lonjakan dari beberapa pasar induk. Karena kita mempunyi stok setiap komoditi kebutuhan,” terangnya.

Menurtnya, jika terjadi kenaikan harga itu biasanya terjadi karena hukum pasar saja.

“Memang permintaan itu banyak pasti harga naik, itu  hukum pasar nanti kondisi yang seperti ini tidak terlalu berpengaruh,” ujarnya.

Dikatakan,  perayaan Maulid di NTB, khususnya di Lombok memang berbeda yang setiap wilayah atau kampung memiliki perayaan berbeda setiap harinya. Terlebih saat ini  Maulid tahun ini berbeda karena masih dalam kondisi pandemi Covid-19 dimana daya beli masyarakat menurun.

“Di tengah pandemi kita tau bahwa suasana daya beli masyarakat menurun masyarakat sudah bisa melakukan pembelian yang urgen bagi dirinya, yang disesuaikan dengan kebutuhan sesuai kondisi masing-masing,” kata Faturrahman.

Aya




NTB Mall Beroperasi Bulan November

NTB mall harus memberikan respon positif tehadap produk NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Marketplace NTB Mall yang di gagas Pemprov NTB mulai beroperasi November mendatang.  Marketplace ini merupakan wadah bagi UMKM NTB  memasarkan produknya dengan berbasis aplikasi.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Faturahaman menyatakan, saat ini pembangunan NTB Mall sudah rampung  dan sedang dalam menata produk yang sudah terdaftar.

“Sudah rampung sekarang dalam planenya tinggal menata suplay produk InsyaAllah di November kita sudah bisa beroperasi produk-produk UMKM kita,” ujarnya, Rabu (21/10/20).

Hingga saat ini sudah ada 700  jenis prodak yang akan masuk di NTB Mall tersebut dengan melibatkan 300 UMKM di NTB.

“Ini terus akan berkembang, kita targetkan 1000 UKM. Bisa terjaring, kita juga melihat peluang bahwa NTB mall ini juga paling tidak harus memberikan respon positif tehadap produk NTB yang  mempunyai kualitas premium,” terangnya.

Dikatakan, kualitas premium yakni  pasang pasarnya berada di tingkat antara daerah dan luar daerah bahkan hingga ke luar negeri.

“Kita akan melihat konsep dan menatata seluruh kerjasama  baik itu dengan PHRI  dan stekholder termasuk yang khusus untuk nota kesepakatan perjanjiannya,” ucapnya.

Khusus yang mempunyai kontribusi akan melakukan itu siap untuk menampung UMKM di NTB, November sudah dibuka, dan diharapkan pada Desember sudah bisa dilihat.

“Nanti  kita akan launching di 17 Desember ketika Hari ulang Tahun NTB,” kata Faturrahman.

Aya




Plt Bupati Lombok Utara Hadiri Penyerahan Hadiah Wajib Pajak Kooperatif

Kalau tidak ada pajak sebagai penopang maka negara akan kebingungan, apalagi daerah kecil seperti KLU

TANJUNG.lombokjournal.com

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan penghargaan kepada wajib pajak hotel dan restoran yang paling kooperatif dan taat pada tahun 2019, Selasa (20/10/20).

Dihadiri Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, Pj. Sekda Drs H Raden Nurjati, unsur pimpinan OPD dan Camat Lingkup Pemda KLU serta pelaku usaha dan wisata.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH mengatakan, pajak merupakan roh yang fundamental dalam melaksanakan pembangunan fisik maupun non fisik.

Menurutnya, kalau tidak ada pajak sebagai penopang, maka negara akan kebingungan, apalagi daerah kecil seperti KLU.

“Oleh karena itu untuk meneruskan laju pembangunan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menjaga stabilitas keuangan dengan cara terus bersinergi dengan wajib pajak dan stakeholders,” tuturnya.

Sambungnya lagi, berbicara pajak daerah bisa menjadi pilar pembangunan, jika dilihat perkembangan dari tahun ke tahun, kendati kini mengalami penurunan.

“Retribusi kita menurun bahkan sampai 51,2 persen, ini situasi yang sulit bagi pemerintah daerah. Adanya pembagian reward kepada para pembayar pajak, mudah-mudahan memacu semangat kita untuk tetap membangun daerah,” imbuhnya.

Kepala Bapenda KLU Ir Hermanto melaporkan pajak hotel dan restoran kooperatif dalam rangka mempererat tali silaturahmi Pemda KLU khusus jajaran Bapenda sebagai pengelola pajak daerah, agar kerja sama yang sudah terjalin dapat ditingkatkan dan berkesinambungan.

Jumlah wajib pajak hotel dan restoran berjumlah 752 wajib pajak, wajib pajak yang melakukan penyetoran selama 12 bulan sebanyak 204 wajib pajak atau sekitar  27,12 persen.

Sedangkan 451 atau 59,97 persen lainnya tidak rutin membayar pajak tiap bulannya pada tahun pajak 2019 bahkan yang belum pernah menyetor pajak sama sekali ada 97 wajib pajak atau 12,90 persen.

“Wajib pajak yang koorperatif dan taat sesuai perundangan-undangan, 12 di antaranya diberikan reward berupa laptop, sepeda dan juga penghargaan. Sedangkan 24 wajib pajak lainnya diberikan piagam,” urainya.

Dikatakannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari sektor pariwisata khususnya pajak hotel, restoran dan tempat hiburan tahun 2019 yaitu sebesar 52 miliar rupiah lebih atau 62,61 persen dari total pajak daerah sebesar 83 miliar rupiah lebih.

“Kontribusi pajak daerah terhadap keseluruhan PAD KLU tahun 2019 sebesar 56,96 persen dari target PAD 147 miliar rupiah lebih pada tahun 2019, namun dengan adanya covid-19 penurunan pajak daerah tahun 2020 mengalami penurunan 51,20 persen dari tahun sebelumnya,”  kata Hermanto.

Rangkaian acara berjalan lancar diakhiri dengan penyerahan hadiah oleh pelaksana tugas bupati kepada para wajib pajak.

sas




Ummi Rohmi Dorong Milenial Jadi Enterpreneur

Generasi milenial didorong terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing

KSB.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mendorong para milenial menjadi enterpreneur muda saat hadapi ancaman resesi ekonomi, dan berkontribusi mewujudkan  lapangan kerja baru di Indonesia.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB menyampaikan itu saat menjadi narasumber Webinar Nasional yang bertajuk “Milenial Bisa Apa?? Dalam menghadapi resesi perekonomian Indonesia”, yang diikuti secara virtual di Kantor Camat Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Selasa (20/10/20).

“Anak – anak muda dapat menjadi tangguh dan pejuang untuk dapat menapaki kehidupan lebih baik di masa depan, dengan menjadi enterpreneur di tengah pandemic,” kata Ummi Rohmi

Perempuan Inspiratif Tahun 2019 tersebut mengingatkan, menjadi wirausahawan diperlukan konsistensi dan disiplin yang tinggi dalam menjalankan usaha.

Ia berharap,  agar generasi milenial dapat terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing.

Webinar tersebut dihadiri Pengusaha Nasional Sandiaga Uno, dan Pegiat Wisata Taufan Rahmadi.

Ummi Rohmi  memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam menghadapi Covid – 19. Seperti Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tetap aman dan produktif, termasuk Perda No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

“Kita di NTB memilih hidup aman dan produktif, konsekuensinya adalah kita meletakkan kesehatan dan ekonomi dalam porsi yang sama karena sama pentingnya makan harus dijalankan sebaik baiknya” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Founder OK OCW, Sandiaga S. Uno yang menilai, pandemi Covid – 19 telah memberikan dampak di berbagai sektor. Salah satunya di sektor ekonomi, dan hal ini paling dirasakan oleh UMKM di Indonesia.

“Selama pandemi UMKM mengalami konsumen penurunan drastis, pesanan sepi dan pembayaran mulai tertahan semua pasti akan berlalu dan kita bisa saling bergandengan tangan untuk sama – sama saling bantu” tuturnya.

Bang Sandi sapaan akrabnya menilai, salah satu solusi menghadapi ancaman resesi ekonomi adalah dengan melakukan adaptasi pasar. Caranya, dengan melakukan pengelolaan serta inovasi yang efektif dan efisien di masa pandemi.

“Masyarakat dapat beradaptasi dengan wabah di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang disiplin harus selalu diterapkan” jelasnya.

Ketua Umum OK OCE, Lim Rusyamsi menjelaskan, sebanyak 76.040 jumlah warga tergabung dengan OK OCE melalui komunitas penggerak dan sebanyak 310.270 jumlah warga yang tergabung dengan OK OCE melalui Pemerintah Daerah.

“Target 4 tahun kedepan sebanyak 2 juta anggota dan 500 penggerak, sehingga setiap penggerak sudah dibekali untuk dapat menjadi mentor yng dapat mendampingi UMKM setiap daerahnya,” jelasnya.

Sedangkan Taufan Rahmadi, founder Temannya Wisatawan mengharapka,n agar para milenial dapat menjadi ambassador atau duta bagi desa wisata yang ada di kampung halaman terlebih di masa pandemi Covid-19 namun tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita bisa menjadi ambassador sendiri sebagai duta pariwisata bagi daerah masing-masing untuk memajukan pariwisata” tuturnya.

Webinar Nasional yang diinisiasi oleh Kabinet Gotong Royong Universitas Hamzan wadi ini diikuti oleh 520 Peserta seluruh Indonesia melalui aplikasi zoom dan live di sosial media Facebook serta YouTube.

IKP@diskominfotik_ntb




KPPU Dukung Pengembangan UMKM di NTB

KPPU, dan terus mendorong industri usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturrahmi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di ruang kerjanya, Selasa (20/10/20) .

Pertemuan yang  berlangsung hangat tersebut membahas  sinergi KPPU dalam meningkatkan kesejahteraan masyakarat.

Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh sinergi yang dilakukan oleh KPPU di NTB.

Ketua KPPU, Kurnia Toha menyampaikan, pihaknya berkomitmen dalam mengedepankan proses penegakan hukum persaingan usaha yang lebih tegas dan transparan.

“Kita menegakkan hukum persaingan usaha. Sudah banyak juga kasus-kasus yang kita tangani di NTB ini. Kemudian hal lain adalah kita mengawasi pelaku usaha kemitraan antara pelaku usaha besar dan pelaku usaha kecil, jadi kita melakukan pemeriksaan kemitraan apakah kemitraan ini sudah jalan secara adil atau tidak,” ungkapnya.

Kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utama KPPU, dan terus mendorong industri usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Bagaimana kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku usaha kecil itu, bisa membuat pelaku usaha kecil menjadi semakin berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan Mandalika akan membuat banyak perusahaan besar yang akan masuk. Maka hal tersebut  harus membawa manfaat yang besar bagi masyarakat NTB dan bagi UMKM di NTB.

“Pelaku usaha besar dan kecil kedudukannya itu harus setara, harus sejajar, harus mempunyai kedudukan yang sama,” kata Kurnia Toha.

Rr/HmsNTB




Kunker Komisi VI DPR RI ke NTB, Soroti Kontribusi Investor di Tengah Pandemi Covid-19

Ungkapkan Resep Aman Berinvestasi di daerah, Gubernur Minta Investor Perhatikan Pendidikan Masyarakat

LOBAR.lombokjournal.com

Kunjungan kerja (Kunker) Komisi VI DPR RI ke Provinsi NTB. diawai dengan rapat bersama sejumlah Direksi BUMN serta Pemprov NTB, agendanya membahas upaya pemulihan sektor ekonomian di tengah pandemi Covid-19, Senin (19/10/20).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarja Linggih yang memimpin rombongan tersebut mengatakan, kunker tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi DPR sebagai lembaga legislatif.

“Sebagai DPR, kita memiliki tiga fungsi, pengawasan, anggaran, dan legislasi,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Demer tersebut.

Politikus partai Golkar tersebut menambahkan, dampak Covid-19 di Provinsi NTB cukup besar terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, ia menyoroti kontribusi investor ataupun perusahan di tengah pandemi Covid-19 tersebut.

“Seluruh investor ataupun perusahaan harus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Beasiswa untuk anak NTB

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan resep aman berinvestasi di sebuah daerah, seperti halnya di NTB.

Gubernur meminta kepada Investor maupun perusahaan yang ada di NTB memperhatikan pendidikan masyarakat. Terutama yang berada di lingkar perusahan tersebut.

“Kita harap, seluruh perusahaan ataupun investor ini berani memberikan beasiswa kepada anak-anak NTB, ketika mereka balik nanti, mereka semua mampu berkontribusi kepada perusahaan tersebut,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kalau saja, lanjut Gubernur, seluruh perusahaan atupun investor yang ada di NTB ini, mendidik atau memberikan beasiswa kepada masyarakat. Maka, tidak ada investor, tidak ada tambang yang ditolak oleh masyarakat.

“Kalau perusahan sudah memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat. kami yakin, tidak ada satupun pertambangan yang ditolak,” tambah Gubernur.

Karena, cara pandang masyarakat menurut Gubernur, rata-rata dengan keberadaan tambang ataupun perusahan yang besar, mereka semua harus bisa bekerja disana, sementara tidak didukung oleh SDM yang baik.

“Kita harus utamakan kepentingan masyarakat, Insya Allah masyarakat NTB pandai berterimakasih,” tutup Gubernur.

Rr/HmsNTB




Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

lombokjournal.com —

JAKARTA ;  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Senin (19/10) hingga Sabtu (24/10/20).

CMSE 2020 diadakan sebagai rangkaian dari peringatan 43 Tahun diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejalan dengan tujuan meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, CMSE 2020 dikemas dalam format serangkaian kegiatan seminar (Summit) dan pameran (Expo) Pasar Modal Indonesia.

Kegiatan itu sebagai sarana menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di Pasar Modal Indonesia kepada para stakehoders dan publik.

Acara ini dibuka dengan laporan kegiatan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Opening Ceremony CMSE 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut.

Dalam CMSE 2020, setiap harinya akan dilaksanakan 2 sampai 3 sesi kegiatan seminar dan talk show menghadirkan narasumber di bidang pasar modal. Seiring dengan usaha meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, penyelenggaraan CMSE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia.

Tujuan lain dari diadakannya CMSE 2020 ini adalah guna mendukung pencapaian target penambahan jumlah Perusahaan Tercatat baru maupun nilai penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia.

CMSE 2020 ini ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 orang peserta yang terdiri dari calon investor, investor, Perusahaan Tercatat, dan calon Perusahaan Tercatat, serta menjadi ajang bertemunya seluruh stakeholders di pasar modal dan masyarakat umum secara virtual.

CMSE 2020 menggunakan aplikasi berbasis website, pada alamat cmse.id, yang dibangun khusus sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang akan menghadiri acara ini.

Pengunjung dapat mengakses booth/expo secara virtual dan menyaksikan seminar yang sedang berlangsung, melalui alamat website cmse.id tersebut.

Konsep Acara

CMSE 2020 kali ini menghadirkan beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh para pengunjung. Kegiatan pertama adalah seminar utama pada hari pertama yang akan mengambil tema “Perkembangan Ekonomi Terkini dan Ketahanan Sektor Keuangan”, dengan pembicara Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sedangkan seminar utama pada hari kedua akan mengambil tema “Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Sektor Riil” yang akan disampaikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Perindustrian.

Selain seminar utama, pada acara CMSE 2020 juga terdapat kegiatan seminar dan talk show lainnya terkait investasi di pasar modal.

Seminar dan talk show CMSE 2020 menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, antara lain tokoh dari Perusahaan Tercatat dan investor yang inspiratif, perencana keuangan, profesional, praktisi, dan/atau figur publik di industri pasar modal.

Dalam CMSE 2020 juga terdapat pameran (expo) virtual dari para stakeholders di pasar modal seperti dari Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Tercatat, Manajer Investasi, asosiasi, dan regulator.

Pameran ini juga memudahkan para pengunjung untuk dapat membuka rekening saham dan reksa dana secara langsung.

Selain itu juga diadakan Workshop Go Public, yakni kegiatan sosialisasi pasar modal kepada calon-calon Perusahaan Tercatat. Workshop Go Public ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan CMSE 2020 lainnya adalah pemberian apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa.

Aya (*)

 




Di Tengan Pandemi Covid-19, Hj Niken Sebarkan Virus Kewirausahaan

Seorang wirausahawan memiliki imunitas tubuh yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja

KOTA BIMA.lombokjournal.com

Usai menggelar Sosialisasi Penggunaan Masker di Halaman Kantor Walikota Bima, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga menjabat sebagai Koordinator ICSB NTB, menghadiri kegiatan Galang UKM di halaman Kantor Walikota Bima, Minggu (18/10/20).

Dikatakan, Dekransda Provinsi NTB memiliki kewajiban mendukung program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun daerah untuk menggeliatkan perekonomian di masa pandemi melalui UMKM.

Namun disadari Covid-19 belum berakhir.

“Tapi kita tidak bisa berdiam diri saja. Untuk itu, ayo kita lawan virus corona dengan menyebarkan virus kewirausahaan,” tutur Hj. Niken

Menurutnya, seorang wirausahawan memiliki imunitas tubuh yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Karena itu, peserta yang hadir diminta bersemangat dan sharing pengalaman dengan santai.

Hj. Niken memperkenalkan platform digital NTB Mall yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan bekerjasama dengan ISCB NTB. Diharapkan, semua produk UMKM di NTB ada di platform digital tersebut.

“Saya harap semua produk-produk UMKM di NTB ada di platform tersebut,” katanya.

Ketua Panitia Galang UKM, Indah Purwanti Ningsih mengatakan, Kota Bima adalah titik terakhir yang diselenggarakan di Kota Bima.

Kegiatan ini merupakan sebuah wadah bagi para pelaku UMKM karena pada kegiatan ini membahas terkait brainstroming bisnis, branding produk dan digital marketing.

Diharapkan pelaku UKM turut berpartisipasi pada Galang UKM yang digelar saat ini.

“Saya harap wirausaha muda di Kota Bima dapat ikut berpartisipasi dalam lomba yang sekarang sudah dibuka hingga tanggal 31 Oktober,” kata Indah.

Rr/HmsNTB