NTB Mall Beroperasi Bulan November

NTB mall harus memberikan respon positif tehadap produk NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Marketplace NTB Mall yang di gagas Pemprov NTB mulai beroperasi November mendatang.  Marketplace ini merupakan wadah bagi UMKM NTB  memasarkan produknya dengan berbasis aplikasi.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Faturahaman menyatakan, saat ini pembangunan NTB Mall sudah rampung  dan sedang dalam menata produk yang sudah terdaftar.

“Sudah rampung sekarang dalam planenya tinggal menata suplay produk InsyaAllah di November kita sudah bisa beroperasi produk-produk UMKM kita,” ujarnya, Rabu (21/10/20).

Hingga saat ini sudah ada 700  jenis prodak yang akan masuk di NTB Mall tersebut dengan melibatkan 300 UMKM di NTB.

“Ini terus akan berkembang, kita targetkan 1000 UKM. Bisa terjaring, kita juga melihat peluang bahwa NTB mall ini juga paling tidak harus memberikan respon positif tehadap produk NTB yang  mempunyai kualitas premium,” terangnya.

Dikatakan, kualitas premium yakni  pasang pasarnya berada di tingkat antara daerah dan luar daerah bahkan hingga ke luar negeri.

“Kita akan melihat konsep dan menatata seluruh kerjasama  baik itu dengan PHRI  dan stekholder termasuk yang khusus untuk nota kesepakatan perjanjiannya,” ucapnya.

Khusus yang mempunyai kontribusi akan melakukan itu siap untuk menampung UMKM di NTB, November sudah dibuka, dan diharapkan pada Desember sudah bisa dilihat.

“Nanti  kita akan launching di 17 Desember ketika Hari ulang Tahun NTB,” kata Faturrahman.

Aya




Plt Bupati Lombok Utara Hadiri Penyerahan Hadiah Wajib Pajak Kooperatif

Kalau tidak ada pajak sebagai penopang maka negara akan kebingungan, apalagi daerah kecil seperti KLU

TANJUNG.lombokjournal.com

Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memberikan penghargaan kepada wajib pajak hotel dan restoran yang paling kooperatif dan taat pada tahun 2019, Selasa (20/10/20).

Dihadiri Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH, Pj. Sekda Drs H Raden Nurjati, unsur pimpinan OPD dan Camat Lingkup Pemda KLU serta pelaku usaha dan wisata.

Dalam sambutannya, Plt Bupati Lombok Utara H Sarifudin SH MH mengatakan, pajak merupakan roh yang fundamental dalam melaksanakan pembangunan fisik maupun non fisik.

Menurutnya, kalau tidak ada pajak sebagai penopang, maka negara akan kebingungan, apalagi daerah kecil seperti KLU.

“Oleh karena itu untuk meneruskan laju pembangunan, salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah menjaga stabilitas keuangan dengan cara terus bersinergi dengan wajib pajak dan stakeholders,” tuturnya.

Sambungnya lagi, berbicara pajak daerah bisa menjadi pilar pembangunan, jika dilihat perkembangan dari tahun ke tahun, kendati kini mengalami penurunan.

“Retribusi kita menurun bahkan sampai 51,2 persen, ini situasi yang sulit bagi pemerintah daerah. Adanya pembagian reward kepada para pembayar pajak, mudah-mudahan memacu semangat kita untuk tetap membangun daerah,” imbuhnya.

Kepala Bapenda KLU Ir Hermanto melaporkan pajak hotel dan restoran kooperatif dalam rangka mempererat tali silaturahmi Pemda KLU khusus jajaran Bapenda sebagai pengelola pajak daerah, agar kerja sama yang sudah terjalin dapat ditingkatkan dan berkesinambungan.

Jumlah wajib pajak hotel dan restoran berjumlah 752 wajib pajak, wajib pajak yang melakukan penyetoran selama 12 bulan sebanyak 204 wajib pajak atau sekitar  27,12 persen.

Sedangkan 451 atau 59,97 persen lainnya tidak rutin membayar pajak tiap bulannya pada tahun pajak 2019 bahkan yang belum pernah menyetor pajak sama sekali ada 97 wajib pajak atau 12,90 persen.

“Wajib pajak yang koorperatif dan taat sesuai perundangan-undangan, 12 di antaranya diberikan reward berupa laptop, sepeda dan juga penghargaan. Sedangkan 24 wajib pajak lainnya diberikan piagam,” urainya.

Dikatakannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang berasal dari sektor pariwisata khususnya pajak hotel, restoran dan tempat hiburan tahun 2019 yaitu sebesar 52 miliar rupiah lebih atau 62,61 persen dari total pajak daerah sebesar 83 miliar rupiah lebih.

“Kontribusi pajak daerah terhadap keseluruhan PAD KLU tahun 2019 sebesar 56,96 persen dari target PAD 147 miliar rupiah lebih pada tahun 2019, namun dengan adanya covid-19 penurunan pajak daerah tahun 2020 mengalami penurunan 51,20 persen dari tahun sebelumnya,”  kata Hermanto.

Rangkaian acara berjalan lancar diakhiri dengan penyerahan hadiah oleh pelaksana tugas bupati kepada para wajib pajak.

sas




Ummi Rohmi Dorong Milenial Jadi Enterpreneur

Generasi milenial didorong terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing

KSB.lombokjournal.com

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd mendorong para milenial menjadi enterpreneur muda saat hadapi ancaman resesi ekonomi, dan berkontribusi mewujudkan  lapangan kerja baru di Indonesia.

Ummi Rohmi, sapaan akrab Wagub NTB menyampaikan itu saat menjadi narasumber Webinar Nasional yang bertajuk “Milenial Bisa Apa?? Dalam menghadapi resesi perekonomian Indonesia”, yang diikuti secara virtual di Kantor Camat Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat. Selasa (20/10/20).

“Anak – anak muda dapat menjadi tangguh dan pejuang untuk dapat menapaki kehidupan lebih baik di masa depan, dengan menjadi enterpreneur di tengah pandemic,” kata Ummi Rohmi

Perempuan Inspiratif Tahun 2019 tersebut mengingatkan, menjadi wirausahawan diperlukan konsistensi dan disiplin yang tinggi dalam menjalankan usaha.

Ia berharap,  agar generasi milenial dapat terus belajar dan mengembangkan jiwa usaha sesuai “passion” masing-masing.

Webinar tersebut dihadiri Pengusaha Nasional Sandiaga Uno, dan Pegiat Wisata Taufan Rahmadi.

Ummi Rohmi  memaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan Pemprov NTB dalam menghadapi Covid – 19. Seperti Gerakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tetap aman dan produktif, termasuk Perda No. 7 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular.

“Kita di NTB memilih hidup aman dan produktif, konsekuensinya adalah kita meletakkan kesehatan dan ekonomi dalam porsi yang sama karena sama pentingnya makan harus dijalankan sebaik baiknya” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Founder OK OCW, Sandiaga S. Uno yang menilai, pandemi Covid – 19 telah memberikan dampak di berbagai sektor. Salah satunya di sektor ekonomi, dan hal ini paling dirasakan oleh UMKM di Indonesia.

“Selama pandemi UMKM mengalami konsumen penurunan drastis, pesanan sepi dan pembayaran mulai tertahan semua pasti akan berlalu dan kita bisa saling bergandengan tangan untuk sama – sama saling bantu” tuturnya.

Bang Sandi sapaan akrabnya menilai, salah satu solusi menghadapi ancaman resesi ekonomi adalah dengan melakukan adaptasi pasar. Caranya, dengan melakukan pengelolaan serta inovasi yang efektif dan efisien di masa pandemi.

“Masyarakat dapat beradaptasi dengan wabah di masa pandemi ini, protokol kesehatan yang disiplin harus selalu diterapkan” jelasnya.

Ketua Umum OK OCE, Lim Rusyamsi menjelaskan, sebanyak 76.040 jumlah warga tergabung dengan OK OCE melalui komunitas penggerak dan sebanyak 310.270 jumlah warga yang tergabung dengan OK OCE melalui Pemerintah Daerah.

“Target 4 tahun kedepan sebanyak 2 juta anggota dan 500 penggerak, sehingga setiap penggerak sudah dibekali untuk dapat menjadi mentor yng dapat mendampingi UMKM setiap daerahnya,” jelasnya.

Sedangkan Taufan Rahmadi, founder Temannya Wisatawan mengharapka,n agar para milenial dapat menjadi ambassador atau duta bagi desa wisata yang ada di kampung halaman terlebih di masa pandemi Covid-19 namun tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kita bisa menjadi ambassador sendiri sebagai duta pariwisata bagi daerah masing-masing untuk memajukan pariwisata” tuturnya.

Webinar Nasional yang diinisiasi oleh Kabinet Gotong Royong Universitas Hamzan wadi ini diikuti oleh 520 Peserta seluruh Indonesia melalui aplikasi zoom dan live di sosial media Facebook serta YouTube.

IKP@diskominfotik_ntb




KPPU Dukung Pengembangan UMKM di NTB

KPPU, dan terus mendorong industri usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menerima silaturrahmi Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di ruang kerjanya, Selasa (20/10/20) .

Pertemuan yang  berlangsung hangat tersebut membahas  sinergi KPPU dalam meningkatkan kesejahteraan masyakarat.

Gubernur mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi NTB mendukung penuh sinergi yang dilakukan oleh KPPU di NTB.

Ketua KPPU, Kurnia Toha menyampaikan, pihaknya berkomitmen dalam mengedepankan proses penegakan hukum persaingan usaha yang lebih tegas dan transparan.

“Kita menegakkan hukum persaingan usaha. Sudah banyak juga kasus-kasus yang kita tangani di NTB ini. Kemudian hal lain adalah kita mengawasi pelaku usaha kemitraan antara pelaku usaha besar dan pelaku usaha kecil, jadi kita melakukan pemeriksaan kemitraan apakah kemitraan ini sudah jalan secara adil atau tidak,” ungkapnya.

Kesejahteraan rakyat menjadi tujuan utama KPPU, dan terus mendorong industri usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Bagaimana kemitraan antara pelaku usaha besar dengan pelaku usaha kecil itu, bisa membuat pelaku usaha kecil menjadi semakin berkembang,” ujarnya.

Ia mengatakan, pembangunan kawasan Mandalika akan membuat banyak perusahaan besar yang akan masuk. Maka hal tersebut  harus membawa manfaat yang besar bagi masyarakat NTB dan bagi UMKM di NTB.

“Pelaku usaha besar dan kecil kedudukannya itu harus setara, harus sejajar, harus mempunyai kedudukan yang sama,” kata Kurnia Toha.

Rr/HmsNTB




Kunker Komisi VI DPR RI ke NTB, Soroti Kontribusi Investor di Tengah Pandemi Covid-19

Ungkapkan Resep Aman Berinvestasi di daerah, Gubernur Minta Investor Perhatikan Pendidikan Masyarakat

LOBAR.lombokjournal.com

Kunjungan kerja (Kunker) Komisi VI DPR RI ke Provinsi NTB. diawai dengan rapat bersama sejumlah Direksi BUMN serta Pemprov NTB, agendanya membahas upaya pemulihan sektor ekonomian di tengah pandemi Covid-19, Senin (19/10/20).

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Gde Sumarja Linggih yang memimpin rombongan tersebut mengatakan, kunker tersebut dilakukan sebagai bagian dari fungsi DPR sebagai lembaga legislatif.

“Sebagai DPR, kita memiliki tiga fungsi, pengawasan, anggaran, dan legislasi,” ungkap laki-laki yang akrab disapa Demer tersebut.

Politikus partai Golkar tersebut menambahkan, dampak Covid-19 di Provinsi NTB cukup besar terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu, ia menyoroti kontribusi investor ataupun perusahan di tengah pandemi Covid-19 tersebut.

“Seluruh investor ataupun perusahaan harus memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujarnya.

Beasiswa untuk anak NTB

Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan resep aman berinvestasi di sebuah daerah, seperti halnya di NTB.

Gubernur meminta kepada Investor maupun perusahaan yang ada di NTB memperhatikan pendidikan masyarakat. Terutama yang berada di lingkar perusahan tersebut.

“Kita harap, seluruh perusahaan ataupun investor ini berani memberikan beasiswa kepada anak-anak NTB, ketika mereka balik nanti, mereka semua mampu berkontribusi kepada perusahaan tersebut,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Kalau saja, lanjut Gubernur, seluruh perusahaan atupun investor yang ada di NTB ini, mendidik atau memberikan beasiswa kepada masyarakat. Maka, tidak ada investor, tidak ada tambang yang ditolak oleh masyarakat.

“Kalau perusahan sudah memberikan pendidikan yang baik kepada masyarakat. kami yakin, tidak ada satupun pertambangan yang ditolak,” tambah Gubernur.

Karena, cara pandang masyarakat menurut Gubernur, rata-rata dengan keberadaan tambang ataupun perusahan yang besar, mereka semua harus bisa bekerja disana, sementara tidak didukung oleh SDM yang baik.

“Kita harus utamakan kepentingan masyarakat, Insya Allah masyarakat NTB pandai berterimakasih,” tutup Gubernur.

Rr/HmsNTB




Tingkatkan Literasi dan Inklusi Pasar Modal, CMSE 2020 Digelar Virtual

lombokjournal.com —

JAKARTA ;  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), menyelenggarakan acara Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2020 secara virtual, Senin (19/10) hingga Sabtu (24/10/20).

CMSE 2020 diadakan sebagai rangkaian dari peringatan 43 Tahun diaktifkannya Kembali Pasar Modal Indonesia.

Sejalan dengan tujuan meningkatkan literasi serta inklusi masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia, CMSE 2020 dikemas dalam format serangkaian kegiatan seminar (Summit) dan pameran (Expo) Pasar Modal Indonesia.

Kegiatan itu sebagai sarana menampilkan peran dan fungsi dari seluruh lembaga, profesi, produk, dan layanan di Pasar Modal Indonesia kepada para stakehoders dan publik.

Acara ini dibuka dengan laporan kegiatan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, yang dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada Opening Ceremony CMSE 2020.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada CMSE 2020 kali ini kegiatan pameran para stakeholders pasar modal, seminar, dan kegiatan edukasi serta sosialisasi pasar modal seluruhnya dilakukan dengan sistem daring alias virtual, selama 6 hari berturut-turut.

Dalam CMSE 2020, setiap harinya akan dilaksanakan 2 sampai 3 sesi kegiatan seminar dan talk show menghadirkan narasumber di bidang pasar modal. Seiring dengan usaha meningkatkan literasi dan inklusi Pasar Modal Indonesia, penyelenggaraan CMSE 2020 bertujuan untuk menumbuhkan jumlah investor di Pasar Modal Indonesia.

Tujuan lain dari diadakannya CMSE 2020 ini adalah guna mendukung pencapaian target penambahan jumlah Perusahaan Tercatat baru maupun nilai penggalangan dana di Pasar Modal Indonesia.

CMSE 2020 ini ditargetkan akan diikuti oleh 10.000 orang peserta yang terdiri dari calon investor, investor, Perusahaan Tercatat, dan calon Perusahaan Tercatat, serta menjadi ajang bertemunya seluruh stakeholders di pasar modal dan masyarakat umum secara virtual.

CMSE 2020 menggunakan aplikasi berbasis website, pada alamat cmse.id, yang dibangun khusus sesuai dengan kebutuhan pengunjung yang akan menghadiri acara ini.

Pengunjung dapat mengakses booth/expo secara virtual dan menyaksikan seminar yang sedang berlangsung, melalui alamat website cmse.id tersebut.

Konsep Acara

CMSE 2020 kali ini menghadirkan beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh para pengunjung. Kegiatan pertama adalah seminar utama pada hari pertama yang akan mengambil tema “Perkembangan Ekonomi Terkini dan Ketahanan Sektor Keuangan”, dengan pembicara Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia, dan Ketua Dewan Komisioner OJK.

Sedangkan seminar utama pada hari kedua akan mengambil tema “Strategi Pemulihan Ekonomi Nasional dan Ketahanan Sektor Riil” yang akan disampaikan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, dan Menteri Perindustrian.

Selain seminar utama, pada acara CMSE 2020 juga terdapat kegiatan seminar dan talk show lainnya terkait investasi di pasar modal.

Seminar dan talk show CMSE 2020 menghadirkan pembicara dari berbagai latar belakang, antara lain tokoh dari Perusahaan Tercatat dan investor yang inspiratif, perencana keuangan, profesional, praktisi, dan/atau figur publik di industri pasar modal.

Dalam CMSE 2020 juga terdapat pameran (expo) virtual dari para stakeholders di pasar modal seperti dari Perusahaan Sekuritas, Perusahaan Tercatat, Manajer Investasi, asosiasi, dan regulator.

Pameran ini juga memudahkan para pengunjung untuk dapat membuka rekening saham dan reksa dana secara langsung.

Selain itu juga diadakan Workshop Go Public, yakni kegiatan sosialisasi pasar modal kepada calon-calon Perusahaan Tercatat. Workshop Go Public ini juga didukung oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan CMSE 2020 lainnya adalah pemberian apresiasi dalam bentuk penghargaan kepada pihak-pihak yang berjasa.

Aya (*)

 




Di Tengan Pandemi Covid-19, Hj Niken Sebarkan Virus Kewirausahaan

Seorang wirausahawan memiliki imunitas tubuh yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja

KOTA BIMA.lombokjournal.com

Usai menggelar Sosialisasi Penggunaan Masker di Halaman Kantor Walikota Bima, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah yang juga menjabat sebagai Koordinator ICSB NTB, menghadiri kegiatan Galang UKM di halaman Kantor Walikota Bima, Minggu (18/10/20).

Dikatakan, Dekransda Provinsi NTB memiliki kewajiban mendukung program Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi maupun daerah untuk menggeliatkan perekonomian di masa pandemi melalui UMKM.

Namun disadari Covid-19 belum berakhir.

“Tapi kita tidak bisa berdiam diri saja. Untuk itu, ayo kita lawan virus corona dengan menyebarkan virus kewirausahaan,” tutur Hj. Niken

Menurutnya, seorang wirausahawan memiliki imunitas tubuh yang tinggi untuk menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja. Karena itu, peserta yang hadir diminta bersemangat dan sharing pengalaman dengan santai.

Hj. Niken memperkenalkan platform digital NTB Mall yang diinisiasi oleh Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan bekerjasama dengan ISCB NTB. Diharapkan, semua produk UMKM di NTB ada di platform digital tersebut.

“Saya harap semua produk-produk UMKM di NTB ada di platform tersebut,” katanya.

Ketua Panitia Galang UKM, Indah Purwanti Ningsih mengatakan, Kota Bima adalah titik terakhir yang diselenggarakan di Kota Bima.

Kegiatan ini merupakan sebuah wadah bagi para pelaku UMKM karena pada kegiatan ini membahas terkait brainstroming bisnis, branding produk dan digital marketing.

Diharapkan pelaku UKM turut berpartisipasi pada Galang UKM yang digelar saat ini.

“Saya harap wirausaha muda di Kota Bima dapat ikut berpartisipasi dalam lomba yang sekarang sudah dibuka hingga tanggal 31 Oktober,” kata Indah.

Rr/HmsNTB

 




Menebar Virus Kewirausahaan, ICSB Dorong Pengembangan UMKM

Pemerintah Provinsi NTB dengan tangan terbuka akan mendukung IKM dan UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya

SUMBAWA.lombokjournal.com

Program Pengembangan UMKM terus dilakukan International Council for Small Business (ICSB) NTB.

Kali ini Galang UMKM NTB 2020 digelar di Kabupaten Sumbawa, merupakan titik ketiga setelah Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Timur.

Ketua TP-PKK Provinsi NTB selaku Koordinator ICSB NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah mengungkapkan, dunia sedang dilanda virus yang tidak terlihat.  Maka Ia mengajak pelaku usaha yang hadir untuk menciptakan sebuah virus baru yaitu virus kewirausahaan.

“Jadi kita harus menebarkan juga virus untuk menangkalnya agar kita mau menjadi pengusaha atau wirausahawan,” jelas Hj. Niken di Ruang Publik Kreatif, Universitas Teknologi Sumbawa, Sabtu (17/10/20)

Hj. Niken yang akrab disapa Bunda Niken mengatakan, seorang pengusaha memiliki imunitas yang baik untuk menghadapi macam-macam cobaan. Hal tersebut harus dikembangkan dan dijadikan contoh bagi seluruh pelaku usaha atau penggiat UMKM di NTB.

Bunda Niken mengingatkan, jika memiliki keinginan untuk maju dan mengembangkan diri, Pemerintah Provinsi NTB dengan tangan terbuka akan mendukung IKM dan UMKM untuk meningkatkan kualitas produknya.

“Sekarang bagaimana agar kita memanfaatkan peluang-peluang yang ada dan momentum pandemi Covid-19 untuk kebangkitan NTB,” katanya.

Ketua Panitia Galang UMKM, Indah Purwanti Ningsih mengatakan kegiatan ini merupakan wadah bagi para pelaku UMKM untuk mengetahui terkait NTB Mall, jenama produk dan pemasaran digital.

Ia menyampaikan sebuah ajang wirausaha muda NTB dan diharapkan pelaku UMKM turut berpartisipasi pada ajang yang bergengsi tersebut.

“Saya berharap teman-teman berpartisipasi dalam lomba yang sekarang sudah dibuka hingga tanggal 31 Oktober,” jelasnya.

Rektor Universitas Teknologi Sumbawa, Dr. Ir. Chairul Hudaya mengatakan, di kondisi pandemi saat ini membuat banyak sekali dampak sosial dan ekonomi. Menurutnya melalui kegiatan ini, UMKM mampu bangkit di tengah pandemi.

 

“Sehingga kita bisa menyaksikan saat ini banyak sekali teman-teman kita di UMKM berinovasi dan menghasilkan terobosan-terobosan, khusunya dalam mengatasi pandemi saat ini,” ujarnya.

Rr/HmsNTB

 




Realisasi Investasi pada Triwulan III, Rp 3,2 Triliun

Muhammad Rum optimis realisasi investasi di tahun ini bisa tercapai sesuai target yang telah direvisi menjadi Rp 10 triliun

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, Mohammad Rum menyatakanRealisasi investasi di NTB memasuki triwulan III 2020 mencapai Rp 3,2 triliun.

Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah, karena pendataannya belum final (selesai) untuk posisi triwulan III.

“Jumlah yang laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sampai dengan 12 Oktober kemarin sebanyak 232 dengan total realisasi Rp 3,2 triliun. Ini status kemarin, bisa bertambah lagi,” ujar Muhammad Rum pada Kamis(15/10/20)

Ia mengatakan, saat ini masih ada proses pendataan jumlah realisasi investasi di masing-masing sektor. Karena angka realisasi tersebut bisa terus bertambah atau berubah.

Pasalnya, ada beberapa sektor yang realisasinya belum masuk. Kendati demikian, meski di tengah kondisi pandemi virus Corona (Covid-19) investasi di NTB tetap tumbuh.

“Itu angka realisasinya masih bisa naik atau berubah dari data terakhirnya. Angkanya itu belum final, besok di update lagi,” tuturnya.

Tingginya realisasi investasi di NTB sebelumnya sektor pariwisata dan tambang menjadi andil besar untuk investasi. Namun kini, justru dari sektor energi dan perhubungan yang berkontribusi besar pada realisasi investasi di triwulan III 2020 ini.

“Masih rekap dan masih masuk terus untuk triwulan III, belum bisa di rangking. Tapi untuk sementara urutan 1 Ketenagalistrikan dan Pelindo urutan ke dua dengan nilai sebesara Rp 523 miliar,” ungkapnya.

Rum menuturkan, realisasi investasi pada triwulan II tercatat mencapai Rp 781 miliar. Hal tersebut karena adanya wabah covid-19 membuat investasi di NTB terhambat.

Pasalnya, beberapa sektor terimbas dari Covid-19 sehingga pegerakan realisasinya berkurang. Terutama sektor pariwisata yang memang cukup berdampak, tetapi kini justru mulai bergerak.

Sementara itu, untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat capaiannya lebih besar dibandingkan dengan Penamanan Modal Asing (PMA).

Karena memang pergerakan investasi PMDN lebih terlihat begitu juga PMA, hanya saja tidak sebasa PMDN. Kendati demikian, pihaknya optimis realisasi investasi di tahun ini bisa tercapai sesuai target yang telah direvisi menjadi Rp 10 triliun.

“PMDN kita mencapai Rp 2,4 triliun dan yang sisanya ada PMA, kita berharap semoga capainnya bisa mencapai targetlah,” kata Mohammad Rum.

Aya




Panen Udang Vaname Tahap Dua Sukses, Masyarakat Siap Berdiri Sendiri

Masyarakat harus siap melakukan kegiatan pembudidayaan udang Vaname tahap selanjutnya secara mandiri

KLU.lombokjournal.com

Kegiatan panen tahap dua kelompok Budidaya Udang Vaname di Dusun Lokok Kengkang Desa Sukadana Kecamatan Bayan Lombok Utara, sukses dengan hasil melimpah.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar lokasi budidaya dan pemerintah selaku pemberi bantuan pembiayaan.

“Alhamdulillah. Saya sangat puas melihat panennya,” ujar Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU Iwan Asmara, Rabu, (14/10/20).

Iwan mengaku bangga dengan suksesnya panen tahap dua tersebut. Hal itu jadi bukti program tersebut berhasil membuat masyarakat pesisir memiliki kemampuan dalam hal pembudidayaan udang Vaname.

“Siklus pertama memang tidak sebanyak ini. Sekarang ini ada peningkatan jauh lebih banyak. Padahal sekarang ini sudah semi mandiri. Alhamdulillah saya sangat puas melihat panennya,” katanya.

Terpisah, salah seorang anggota kelompok budidaya udang vaname Lokok Kengkang, Esi Julianti mengatakan, pengalaman dua kali memelihara udang Vaname membuat pihaknya percaya, Ke depan,  mereka mampu membudidaya udang Vaname secara mandiri.

“Nanti kita pakai uang kas untuk beli bibit,” akunya.

Dijelaskan, pada dua tahapan penangkaran, kelompoknya mendapat bantuan berupa peralatan penangkaran dan dana operasional  dari Dinas Perhubungan, Kelautan dan Perikanan KLU.

Sehingga dalam pelaksanaan pembudidayaan diakuinya lebih mudah dari sisi pembiayaan dan perawatan alat penangkar.

Karena bersifat stimulan, bantuan tidak bisa dianggarkan terus-menerus oleh pemerintah. Karenanya, masyarakat harus siap melakukan kegiatan pembudidayaan udang Vaname tahap selanjutnya secara mandiri.

Guna menjawab tantangan tersebut, masyarakat akan melibatkan salah satu perusahaan swasta di Lombok Utara sebagai mitra kerja untuk pembelian benih dan pembiayaan pakan dengan konsep bisnis bagi hasil pasca panen.

“Nanti hasilnya sekian persen dibagi,” jelasnya.

Untuk diketahui selain di Lokok Kengkang, kelompok pembudidaya udang Vaname juga tersebar di beberapa titik di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Bayan, Gangga dan Kayangan.

BACA JUGA;

Jumlah kelompok yang saat ini terbentuk sebanyak 10 kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari 40 anggota. Setiap kelompok menangani 20 kolam udang.

Ast