Usai Silakwil, MES NTB Gelar Pelatihan Takmir Masjid se-NTB

Mawar Emas sebagai program yang hadir untuk menjadi solusi dalam memberikan modal kerja kepada masyarakat, yang berbasis Masjid

MATARAM.lombokjournal.com

Usai melaksanakan Silaturahim Kerja Wilayah (Silakwil) I,  Senin (28/12/20), Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) NTB, menggelar pelatihan angkatan VI pemberdayaan ekonomi berbasis Masjid, di Hotel Grand Legi Mataram, Selasa (29/12/20).

Pelatihan tersebut dihadiri para takmir Masjid se-NTB.

Para takmir akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para takmir, terkait program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) yang sudah mulai berjalan di ratusan masjid di NTB.

Dalam pelatihan tersebut, MES NTB menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten antara lain Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, dan Bank NTB Syariah.

Tujuannya, acara para takmir di NTB benar-benar lebih memahami terkait program dari Masyarakat Ekonomi Syari’ah yang berbasis Masjid.

Mawar Emas sebagai program yang hadir untuk menjadi solusi dalam memberikan modal kerja kepada masyarakat, yang berbasis Masjid, sebagai salah satu ikhtiar bersama agar masyarakat NTB terhindar praktek-prakter rentenir.

Semangat ini sesuai dengan tema pelatihan takmir Masjid, yakni membangun management Masjid dan takmir menuju kemakmuran Masjid. “Dari Masjid-Nya Kita Makmurkan Bumi-Nya”.

Rr/HmsNTB




Program 1000 Sapi; Sapi yang Diterima Kelompok Dijamin Sesuai Spesifikasi dan Terbaik

Ada 85 Sapi yang dikembalikan kepada pihak Ketiga/Penyedia karena tidak sesuai spesifikasi

LOTENG.lombokjournal.com

Pengadaan sapi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Program 1000 sapi, dijamin sesuai spesifikasi, dan terbaik dalam implementasi program tersebut.

Penegasan itu disampaikan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Dirjen Peternakan & Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, yang bertanggung jawab pada Program 1.000 Sapi untuk  area Provinsi Jatim, NTB dan NTT.

Ahmad Budi Purnawan selaku ketua Tim PPHP BBIB Singosari untuk Provinsi NTB mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dengan ketat atas sapi-sapi yang didroping oleh Pihak Penyedia kepada Kelompok Tani Ternak (KTT).

“Kami jamin bahwa setiap ekor sapi yang diterima oleh Pihak KTT, telah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh Kementan RI,” ujarnya di Lokasi KTT Tandur Desi Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Loteng, Senin (28/12/20)

Tiap Sapi yang diterima telah dicek kesesuaian sepsifikasinya dengan mengacu pada Keputusan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor: 9632/Kpts/ RC.O40 I F I 08 / 2O20 tentang Petunjuk Teknis Program dan Kegiatan Pengembangan 1.000 Desa Sapi.

“Dalam Bab II hal. 12 Petunjuk Teknis tersebut menjelaskan, usia Sapi Bakalan 12-24 bulan. Berat Badan 300 Kg, Bebas Cacat, dan dinyatakan sehat. Sementara, untuk sapi indukan berusia 24-36 bulan dan berat badan 350 Kg,” kata Ahmad.

Saat ini, telah diserah terimakan sebanyak 50 Sapi bakalan/penggemukan yang telah sesuai kriteria dari pihak penyedia kepada pihak KTT Tandur Desi, Desa Pengengat, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Dan ada 85 Sapi yang dikembalikan kepada pihak Ketiga/Penyedia karena tidak sesuai spesifikasi.

“Kemarin, bahkan kami mengembalikan 85 ekor sapi yang didroping dari luar Lombok Tengah. Karena tidak sesuai spesifikasi. Tapi, ini sebelum diterima peternak lho ya. Jadi, kami menjamin penuh, bahwa semua sapi yang diterima Kelompok (KTT, red) hanya yang telah memenuhi spesifikasi,” terang Ahmad.

Adanya informasi yang menyebutkan bahwa sapi dalam program ini harus menggunakan jenis Sapi Brahman Cross Australia dan bukan sapi lokal, Ahmad membantah tentang wajibnya jenis sapi import tersebut.

Menurutnya, tidak ada dalam Juknis Kementan RI yang menyebutkan jenis sapi harus impor atau lokal.

“Yang wajib dipenuhi adalah spesifikasi sebagaimana kami jelaskan. Dan memang itu ketentuan umum. Bahwa tidak boleh ada dalam pengadaan barang/jasa sebagaimana tertuang dalam Perpes 16/2020 itu yang menyebutkan merk tertentu,” imbuhnya.

Secara khusus Ahmad mengapresiasi kekompakan dan sinergi yang ada di provinsi NTB, sehingga program 1.000 Desa Sapi di NTB bisa berjalan. Di daerah lain ada yang gagal untuk tahun 2020, di antaranya Provinsi NTT.

“Provinsi NTB ini yang terbaik dalam implementasi palaksanaan program 1000 Desa Sapi. Support Gubernur NTB, Bu Kadis Peternakan NTB, Kadis Peternakan Kabupaten/Kota di NTB, termasuk KTT, sangat luar biasa,” puji Ahmad.

Ketua KTT Tandur Desi Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Loteng, Ade Kirman, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Kementan RI, Pemprov NTB, dan Pemkab Lombok Tengah, atas diberikan kelompoknya bantuan sapi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas diberikannya bantuan Sapi pada kelolompok kami. Saat ini kami telah menerima 50 ekor, semoga 150 ekornya sisanya, bisa kami terima dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Pihaknya mengaku dalam Bimtek yang diikutinya beberapa waktu lalu. Sudah dijelaskan bahwa sapi yang akan diberikan oleh Kementan RI bisa merupakan sapi import atau lokal.

“Memang sudah dijelaskan sejak awal bahwa sapi yang diberikan bisa saja Sapi Brahman Cross atau Lokal. Jadi, kami tidak ada masalah, yang penting sesuai spesifikasi dan jumlahnya,” imbuh Ade.

Penanggung Jawab dari Pihak Penyedia Sapi, PT Sumekar Nurani Madura, Heri Triatno, menjelaskan, pihaknya memenangkan Tender dari HPS Kementan RI untuk sapi Bakalan/penggemukan senilai Rp.19.708.166,- per ekor. Namun, ditawar oleh perusahannya, dan telah ditetapkan menjadi harga pemenang tender menjadi Rp  15.700.000,- per ekor.

“Jadi bukan 35 juta ya. Tapi Rp.17,5 JT per ekor. Sesuai dengan SPP BBIB Singosari Dirjen Peternakan & Kesehatan Hewan Kementan RI Nomor: B-05009/PL.010/F2.K/11/2020. Kami akan berusaha menyelesaikan pekerjaan ini. Meskipun banyak kendala yang dihadapi terkait spesifikasi yang ketat, sementara harga sudah terlanjur kami tawar dengan harga miring,”

Pihaknya, mengaku merencanakan dengan harga tersebut, bisa mengambil Sapi di luar NTB yang lebih murah.

Namun, pihaknya tidak menduga ada regulasi Pergub NTB Nomor 38/2019 Tentang Tata Niaga, yang membuat pihaknya tidan bisa sembarangan memasukkan Sapi dari daerah yang belum bebas penyakit sapi  ke provinsi NTB.

“NTB memang Istimewa. Ternyata, disini hanya bisa masuk Sapi yang berasal dari daerah yang bebas penyakit saja. Jatim tenyata belum bebas penyakit sapi. Jadi kami tidak bisa bawa masuk sapi dari sana. Tapi berkat support dari Bu Kadis Peternakan NTB, serta Pak Kadis Perternakan Kab/Kota se NTB, akhirnya kami bisa menemukan sapi yang sesuai spesifikasi dari lokal NTB sendiri. Luar biasa Sinergi dan kekompakan Pemerintah dan masyarakat NTB” tandas Heri.

Rr/HmsNTB

 




Silakwil MES NTB, Program Mawar Emas Perdana di Dunia

Program Mawar Emas atau Melawan Rentenir Berbasis Masjid yang dihajatkan membantu masyarakat melawan rentenir berbasis masjid

MATARAM.lombokjournal.com

Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) NTB menggelar Silaturrahim Kerja Wilayah (SILAKWIL) I guna memperkuat ukhuwah Islamiyah, di Hotel Grand Legi pada Senin (28/12/20).

Ketua MES NTB Dr. Baiq Mulianah, M.PdI mengatakan, SILAKWIL PW Mes NTB merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan dan ini perdana di dunia.

“Tahadduts Bin Ni’mah, sejak MES ini berdiri, PW MES NTB satu-satunya pengurus wilayah di Indonesia bahkan dunia yang melaksanakan silaturrahim wilayah,” ungkap Baiq Mulianah penuh syukur.

Masyarakat ekonomi syariah, merupakan organisasi nirlaba yang beranggotakan personal, institusi hingga lembaga yang memiliki komitmen terhadap pengembangan ekonomi syari’ah di Indonesia.

“Indonesia telah dihajatkan menjadi pusat ekonomi syari’ah dunia, itu semua menjadi amanah kita semua. Kita optimis Indonesia mampu menjadi arus baru ekonomi dunia,” ungkap Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB tersebut.

Menurutya, MES NTB usianya masih muda, masih merintis, ikhtiar pun terus dilakukan sesuai visi-misi dari MES itu sendiri. Yaitu, bagaimana mensyari’ahkan ekonomi masyarakat dan memasyarakatkan ekonomi syari’ah di Indonesia.

“Amanah ini cukup berat, tapi jika dilaksanakan dengan niat yang baik, komitmen yang kuat, kita yakin Allah SWT pasti memberikan jalan, man jadda wa jadda,” katanya penuh semangat.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat MES, Firdaus Jaelani dalam sambutannya secara virtual menyampaikan, MES mempunyai peran banyak dalam mengembangkan ekonomi umat.

Contohnya, program Mawar Emas atau Melawan Rentenir Berbasis Masjid yang dihajatkan membantu masyarakat melawan rentenir berbasis masjid.

“Program Mawar Emas yang dilakukan oleh MES NTB merupakan program yang sangat baik, sangat positif, itu semua patut ditiru oleh pengurus MES se-Indonesia,” ungkapnya.

Diharapkan program tersebut menjadi program unggulan yang bisa dikembangkan di daerah lainnya, karena sesuatu yang baik itu harus tetap dilanjutkan.

“Yang baik-baik harus kita lanjutkan, semoga berkah untuk kita semua,” tambahnya.

Gubernur NTB yang diwakili oleh Asisten II Provinsi NTB, Ir.H.Ridwan Syah.M.Si menyambut baik keberadaan MES Provinsi NTB tersebut. MES hadir bukan hanya membangkitkan ekonomi umat, tapi juga mampu memberikan angin segar kepada masyarakat.

“MES hadir bangkitkan ekonomi umat, sejahterakan rakyat kecil,” ungkapnya.

MES diharapkan mampu berkolaborasi dengan seluruh pihak, harus tetap bergandengan tangan demi kemaslahatan ummat. Semua bisa tercapai dengan menghilangkan kata kompetisi, namun yang terpenting adalah kolaborasi.

“Acara ini bagian dari kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh pihak, bentuk kolaborasinya adalah program Mawar Emas, melawan rentenir berbasis masjid,” tutur Ridwan Syah.

Rr/HmsNTB




MES NTB Siap Gelar Silakwil yang Pertama

Di masa pandemi Covid-19 saat ini, semua pihak diharapkan terus menjalin sinergi dalam menghadirkan ekonomi syariah yang terstruktur, terprogram dan juga terencana

MATARAM.lombokjournal.com

Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Provinsi NTB siap menggelar Silaturahmi Kerja Wilayah (Silakwil) yang pertama.

Hal ini disampaikan Ketua MES NTB, Dr. Hj. Baiq Mulianah, saat kegiatan silaturahmi MES NTB bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB yang berlangsung di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB, Senin (21/12/20).

“Di Penguhujung tahun ini, kami dari Pengurus MES NTB akan mengadakan Silakwil yang tentu saja akan merumuskan berbagai program ke depan dalam sisa kepengurusan kami yang tinggal dua tahun lagi,” ungkap Baiq Mulianah.

Silakwil yang rencananya akan berlangsung dari tanggal 28 sampai dengan 30 Desember 2020 ini, juga dirangkai dengan pelatihan Takmir Masjid, yang merupakan bagian dari program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas).

Baiq Mulianah bersyukur bahwa program Mawar Emas dapat berjalan lancar dan baik, salah satunya dibuktikan dengan pelatihan Takmir Masjid yang sudah mencapai kloter keenam.

“Alhamdulillah, kami sudah sampai akhir tahun ini bisa bersama-sama melatih kurang lebih seratus orang untuk meningkatkan literasi terkait ekonomi syariah,” sebutnya.

Baiq Mulianah berharap selama kepengurusan MES NTB yang merupakan periode pertama ini dapat memberikan banyak manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam bidang perekonomian.

Untuk itu, pondasi sebagai dasar dalam menjalankan organisasi ke depan harus dimatangkan dimulai dari sekarang.

“Sinergi apa yang bisa kita laksanakan di tahun 2021 esok, sehingga peran dan kehadiran MES itu tidak saja sebagai institusi yang hadir tetapi juga memberi manfaat untuk pengembangan ekonomi syariah dan juga menyongsong berbagai pembangunan di NTB,” jelas Baiq Mulianah.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB, Heru Saptaji dalam kesempatan tersebut menekankan betapa pentingnya ekonomi syariah di era moderen saat ini. Terlebih di Indonesia, dimana penduduknya mayoritas beragama Islam.

“Sebagaimana kita meyakini bahwa, ekonomi syariah itu merupakan arus baru bagi pertumbuhan ekonomi di negara kita,” terangnya.

Heru mengajak masyarakat agar mulai berani memberikan kontribusi terbaik dalam memajukan perekonomian. Hal ini selain memberikan manfaat kepada diri sendiri, tentunya akan menghadirkan manfaat bagi orang lain pula.

“Sebaik-baik umat adalah umat yang memberikan kemanfaatan kepada saudara,” sambung Heru.

Heru menyampaikan komitmen penuh Bank Indonesia dalam mendukung perekonomian syariah agar dapat berjalan dengan baik di NTB.

Terlebih di masa pandemi Covid-19 saat ini, Ia berharap semua pihak terkait dapat terus menjalin sinergi dalam menghadirkan ekonomi syariah yang terstruktur, terprogram dan juga terencana.

“Saya ingin mengajak kita semua mempunyai dimensi-dimensi yang jauh melampaui batas kedepan, kita dihadapkan pada kondisi yang tidak mudah sekarang, kita dihadapkan pada tantangan Covid-19, kita harus melakukan pekerjaan tidak pada standar yang biasa,” pungkasnya.

Najamuddin Amy, S. Sos., MM selaku Sekretaris Umum MES NTB menjelaska, Silakwil yang pertama kalinya ini mengusung tema besar yang juga sejalan dengan visi MES NTB yakni, “Memasyaratkan Ekonomi Syariah, Mensyariahkan Ekonomi Masyarakat”.

“Kita juga memiliki tema khusus pada Sidakwil pertama kita yaitu ‘Sinergi, Literasi dan Peduli’,” tuturnya.

Agenda-agenda yang akan berlangsung selama Silakwil mendatang di Hotel Grand Legi Mataram antara lain Rapat Kerja, pelatihan Takmir Masjid dan juga diisi pula dengan seminar.

Selain itu, penerapan protokol kesehatan menjadi hal yang diutamakan dalam pelaksanaan Silakwil MES NTB mendatang.

“Ini sebagai wujud komitmen MES NTB dalam hal penanganan Covid-19,” tambahnya.

Rr/HmsNTB

 

 




Pabrik Pakan Ternak di STIPark Banyumulek, Progresnya Sudah 80 Persen

Pabrik pakan merupakan rangkaian dari program industrialisasi di bidang pertanian

MATARAM.lombokjournal.com

Hadirnya pabrik pakan ternak yang dibangun di STIPark Banyumulek, Lombok Barat (Lobar), maka peternakan  di NTB akan menjadi lebih baik karena akan ada jaminan ketersediaan pakan.

Pembangunan pakan ternak unggas yang kini sudah mencapai 80 persen,  menjadi bagian dari program industrialisasi yang sedang digaungkan oleh Pemprov NTB.

Para peternak pun akan senang karena harga bahan-bahan baku akan relatif stabil dan terjaga jika muncul industri pakan di dalam daerah.

“Industrialisasi itu harus dimulai demi kebaikan kita bersama. Saya senang melihat progress pabrik pakan ternak kita yang sudah 80 persen penyelesaiannya di STIP Banyumulek Lombok Barat, Luar biasa,” puji Gubernur NTB Dr.H Zulkieflimansyah, Jumat (18/12/20).

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME mengatakan, pembangunan pabrik pakan merupakan rangkaian dari program industrialisasi di bidang pertanian, khusus komoditi jagung mulai dari hulu hingga hilirisasinya dalam bentuk pakan.

“Kami menangani hilirisasinya, sementara Dinas Pertanian di hulunya mulai dari pembibitan, corn dryer. Jadi itulah gambaran siklus ekosistem industrialisasi per komoditinya,” terang Nuryanti.

Ia mengatakan, pabrik pakan unggas ini bisa menjadi kado HUT NTB di bulan Desember meskipun hari ini belum rampung. Namun direncanakan di akhir Desember nanti akan dimaksimalkan peluncurannya.

“Bisa kita bilang ini kado HUT NTB. Ini ibaratnya bulan Desember ini moment kita untuk evaluasi pencapaian-pencapaian kita,” ujarnya.

Adapun target operasional pabrik pakan ini direncanakan di triwulan pertama tahun 2021 mendatang setelah gadung dan mesin di dalamnya sudah siap. Setelah dua fasilitas utama tadi tersedia, tinggal penyiapan sumberdaya manusia yang akan dimaksimalkan agar operasional pabrik berjalan dengan baik.

Pemprov NTB berharap hadirnya pabrik pakan ternak yang dibiayai dari APBD ini menjadi awal yang baik untuk semakin berkembangnya usaha peternakan di NTB, karena selama ini pakan unggas masih bergantung dari luar daerah.

Rr/HmsNTB

 




Gubernur Launching NTB MALL Saat HUT NTB ke-62

Jumlah UMKM yang terdaftar di marketplace NTB Mall tersebut hingga akhir Desember mendatang sebanyak 1000 pelaku usaha

MATARAM.lombokjournal.com

Pemerintah Provinsi NTB melaunching NTB Mall bertempat di Kantor Dinas Perdagangan Provinsi NTB,  Kamis (17/12/20). Acara tersebut menandai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi NTB ke-62.

Dalam sambutannya, Gubernur DR H. Zulkifliemnsyah mengaku bangga dengan gebrakan Dinas Perdagangan bersama Dekranasda Provinsi NTB. Menurutnya, pada zaman sekarang ini pemerintah harus hadir mengaomodir seluruh usaha masyarakat.

“Ini luar biasa, saya yakin pelaku usaha pasti terbantu dengan keberadaan NTB Mall,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul.

Tantangan UMKM bukan pada proses pembuatannya, sebab jika semua orang diberikan ruang untuk membuat suatu produk, pasti bisa dan tentunya dengan hasil yang bagus. Namun tantangannya pada pemasarannya.

“Kesulitan UMKM kita bukan pada proses pembuatannya, namun pada Pemasarannya, ketika barang sudah jadi, mereka bingung mau jual kemana. Untuk itu, NTB Mall ini hadir untuk membantu memasarkan produk masyarakat hingga ke luar negeri,” tutup Bang Zul.

Gubernur Jawa Barat, H.Ridwan Kamil yang juga hadir pada acara tersebut mengaku bangga dan mengapresiasi produk-produk yang hasil karya UMKM NTB. Menurutnya, produk tersebut memang harus dipasarkan secara digital, seperti yang telah ada di aplikasi E-Mall tersebut.

“Ini harus didukung, produknya bagus-bagus, pelaku usaha di NTB saya yakin sangat bersyukur dengan keberadaan NTB Mall, orang-orang bisa pesan lewat aplikasi E-Mall,” ungkapnya saat melihat hasil produk UMKM NTB.

Secara khusus, Ridwan Kamil berpesan kepada pelaku usaha di Provinsi NTB, di zaman ini jangan sampai terlena terlalu jauh dalam sebuah persaingan.

“Kurangi persaingan, perbanyak kerjasama, dengan begitu, pelaku usaha pasti semakin jaya,” ungkap Kang Emil.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, H.Fathurrahman selaku penggagas NTB Mall mengatakan, Marketplace tersebut merupakan wadah bagi UMKM NTB untuk memasarkan produknya dengan berbasis aplikasi online.

“Alhamdulillah, NTB Mall ini telah kita launching, ini kado spesial untuk daerah kita tercinta,”ungkap Fathurrahman.

Fathurrahman menargetkan, jumlah UMKM yang terdaftar di marketplace NTB Mall tersebut hingga akhir Desember mendatang sebanyak 1000 pelaku usaha.

Sebanyak 1000 pelaku usaha itu akan mendaftarkan produk mereka, baik di NTB Mall online maupun NTB Mall Offline.

“Salah satu syarat UMKM yang bisa masuk di NTB Mall ini adalah punya izin edar hingga memiliki kemasan menarik,” tambahnya.

NTB Mall menjadi batu loncatan produk UMKM NTB melebarkan sayapnya. Karena target pasar tak hanya bagi warga NTB saja, melainkan hingga ke Asia Tenggara yang dijangkau dengan sistem cash on delivery (COD) ekspor. Dengan begitu UMKM tidak perlu takut penipuan pembeli.

“Pada HUT NTB ini, kita ingin menaikkan kelas UMKM lokal setara Internaisonal, menaikkan  profit dan omzet UMKM pasca terdampak Pandemi Covid-19,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




Pengembangan Pasar Modal Indonesia: Apresiasi BEI untuk Negeri di Tahun Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri

PANDEMI COVID-19 tidak menyurutkan langkah pengembangan pasar modal dan apresiasi yang dilakukan oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan dukungan seluruh stakeholders pasar modal, khususnya Anggota Bursa dan Perguruan Tinggi.

Hari Senin (14/12/20), BEI menyelenggarakan acara Pengembangan Pasar Modal Indonesia–Apresiasi untuk Negeri, yang merupakan rangkaian Peresmian Galeri Investasi BEI ke-500 dan Penghargaan Galeri Investasi (GI) BEI Terbaik 2020.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hoesen, serta jajaran Manajemen Self-Regulatory Organization (SRO), yaitu BEI, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Anggota Bursa, Pengelola GI BEI, dan Wartawan Pasar Modal.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen sangat mengapresiasi upaya Literasi dan Inklusi Pasar Modal Indonesia yang inklusif yang dilakukan oleh BEI dengan pendirian 30 Kantor Perwakilan (KP) BEI dan 500 GI BEI di seluruh Indonesia.

Dalam hal diperlukan, Hoesen menjelaskan OJK juga akan kembali mengeluarkan kebijakan stimulus untuk menjaga stabilitas Pasar Modal Indonesia dan dalam rangka mengurangi dampak Pandemi COVID-19.

“OJK akan terus bekerjasama dan berkoordinasi dengan seluruh stakeholders di Pasar Modal Indonesia, yaitu Pemerintah, Lembaga Jasa Keuangan, SRO dan Asosiasi, serta pelaku industri lainnya yang memiliki peran penting dalam pemenuhan prasyarat menuju Indonesia Maju,” ujar Hoesen, dalam sambutan pembukaan acara Pengembangan Pasar Modal Indonesia – Apresiasi untuk Negeri, di Jakarta, Senin (14/12).

Hoesen melanjutkan, kerja sama dan koordinasi tersebut antara lain, membangun dan menyediakan infrastruktur yang baik dan berkualitas, dalam hal ini channel distribusi informasi pasar modal yang solid antara 30 KP BEI dan 500 GI BEI.

Selanjutnya adalah membangun sumber daya manusia yang memiliki literasi finansial dan literasi pasar modal yang baik, terlatih, serta memiliki optimisme sekaligus keterlibatan langsung atas peningkatan perekonomian melalui pasar modal.

Selain itu, kata Hoesen, perlu untuk dilanjutkan pengembangan berkelanjutan dan inovasi yang visioner dengan memanfaatkan teknologi untuk pengembangan pasar modal yang selama ini telah sangat terdorong dengan adanya pandemi.

Pengembangan tersebut antara lain di berbagai fitur dan layanan ‘mesin perdagangan’ BEI, media interface investor yaitu aplikasi online trading milik Anggota Bursa, serta edukasi secara masif melalui media sosial, influencer, komunitas, dan kelas-kelas Sekolah Pasar Modal (SPM) yang dilaksanakan secara online.

“Terbukti bahwa stabilitas dan kekuatan Pasar Modal Indonesia hanya bisa terwujud jika investor domestik, terutama ritel, bangkit menjadi tuan rumah di negeri sendiri yang terefleksi dari berbagai data pencapaian tahun ini,” lanjut Hoesen.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi dalam sambutannya menyampaikan,  acara hari ini merupakan wujud penghargaan BEI atas peran seluruh stakeholders yang menjadi mitra sekaligus ujung tombak edukasi Pasar Modal Indonesia di masyarakat.

Peran tersebut telah menciptakan generasi yang lebih melek investasi, serta mendorong Pasar Modal Indonesia yang lebih berintegritas dan mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.

Berdasarkan data BEI dari Januari sampai dengan November 2020, lanjut Inarno, dari sisi edukasi kepada calon investor dan investor, terdapat 6.571 aktivitas edukasi yang telah dijalankan dengan jumlah peserta lebih dari satu juta orang dan 54.800 pembukaan rekening efek.

Dari total tersebut, 88 persen atau sekitar 5.000 aktivitas edukasi memanfaatkan sarana digital dengan jumlah peserta lebih dari 950.000 orang.

“Sebagai hasil kegiatan edukasi yang gencar tersebut, tahun 2020 ditandai dengan berbagai pencapaian signifikan pada peningkatan jumlah Single Investor Identification (SID), baik saham maupun SID pasar modal, peningkatan jumlah investor yang aktif bertransaksi, peningkatan aktifitas investor domestik ritel dari sisi frekuensi dan nilai transaksi, bahkan kepemilikan saham yang tahun ini sudah didominasi oleh investor domestik”, ujar Inarno.

Menurut Inarno, pencapaian ini tentunya tidak luput dari peran penting GI BEI yang pro-aktif dalam menyebarluaskan informasi pasar modal ke seluruh daerah di Indonesia. “Untuk itu, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras dari Galeri Investasi BEI di seluruh Indonesia,” kata Inarno.

2020 Sebagai Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri di Pasar Modal Indonesia

Direktur Pengembangan BEI, Hasan Fawzi, dalam pemaparannya menyatakan “Tahun 2020 sebagai Tahun Kebangkitan Investor Ritel Dalam Negeri di Pasar Modal Indonesia.

Hal ini tidaklah berlebihan jika melihat di tengah pandemi, BEI bersama para stakeholders Pasar Modal Indonesia, mampu mencatatkan berbagai pencapaian dan 10 rekor positif dari sisi Pengembangan Pasar Modal di Tahun 2020, khususnya pada aspek investor ritel dalam negeri”.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memang sempat tertekan dari posisi 6.299,54 poin pada akhir 2019, yang bahkan sempat ke level 3,937.63 poin pada 24 Maret 2020. Walau demikian, secara perlahan IHSG kembali bangkit dan terus menguat hingga per penutupan perdagangan Jumat (11/12) berada di level 5.938,329 poin.

Kenaikan IHSG merupakan refleksi dari mulai pulihnya kepercayaan dan keyakinan investor terhadap Pasar Modal Indonesia maupun perekonomian Indonesia. Semua saluran distribusi edukasi Pasar Modal, baik KP BEI, GI BEI, komunitas, sampai Perusahaan Tercatat telah menghasilkan capaian yang menggembirakan.

“Di tahun 2020 ini, telah tercipta 10 rekor baru yang merupakan pencapaian tertinggi di sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia,” ujar Hasan.

Rekor pertama, yakni rekor penambahan investor atau SID baru Pasar Modal Indonesia (Saham, Obligasi, Reksa Dana, dan investor instrumen investasi pasar modal lainnya) di 2020 yang naik tertinggi sepanjang sejarah pasar modal dengan pertumbuhan 48,82 persen atau 1.212.930 SID menjadi 3.697.284 SID per 10 Desember 2020.

Dari sisi pertumbuhan SID baru saham yakni sebanyak 488.088 SID baru saham, jumlahnya naik 93,4 persen dari total pertumbuhan SID baru saham di tahun lalu sebesar 252.370 SID baru saham di 2019.

Saat ini jumlah investor saham per 10 Desember 2020 sebanyak 1.592.698 SID atau setara dengan 44,19 persen dari jumlah investor saham di Pasar Modal Indonesia.

Rekor kedua adalah momentum dominasi kepemilikan investor domestik, dengan jumlah kepemilikan investor domestik tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Dari Rp3.491 triliun jumlah kepemilikan saham yang tercatat di BEI, 50,44 persen merupakan milik investor ritel domestik, sedangkan 49,56 persen dimiliki investor asing.

Rekor ketiga adalah momentum dominasi investor ritel domestik atas rata-rata nilai transaksi harian bursa. Data rata-rata nilai transaksi harian secara tahunan (year to date) Januari hingga November 2020 yang berjumlah Rp8,42 triliun, sebanyak 45,9 persen diantaranya dikontribusikan oleh aktivitas transaksi yang dilakukan oleh investor ritel dan tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Rekor keempat adalah momentum dominasi investor ritel domestik atas frekuensi transaksi di BEI. Secara tahunan frekuensi rata-rata transaksi di 2020 meningkat 31,98 persen menjadi 619.000 kali transaksi dari 469.000 kali transaksi di 2019, capaian tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia.

Dari sisi bulanan, rata-rata frekuensi transaksi per bulan tertinggi terjadi di bulan November 2020 dengan kenaikan 44 persen menjadi 984.000 kali transaksi dari 681.000 kali transaksi pada Oktober 2020, tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal.

Dari 20 besar frekuensi transaksi tertinggi di BEI seluruhnya terjadi di tahun 2020, capaian rekor lainnya yang tercipta sejak dimulainya era automasi sistem perdagangan saham BEI, Jakarta Automated Trading System (JATS) pada 22 Mei 1995.

Rekor kelima adalah aktifitas investor ritel domestik dari sisi harian dan bulanan, yang tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal. Rata-rata investor aktif per hari di 2020 meningkat 56 persen menjadi 85.079 dari 54.530 di tahun 2019, sedangkan dari rata-rata investor aktif per bulan di sepanjang 2020 meningkat 45 persen menjadi 270.975 SID dari 186.102 pada tahun 2019.

Rekor keenam yakni Pasar Modal Indonesia yang semakin inklusif sepanjang sejarah dengan persebaran jumlah investor di Pulau Jawa jika dibandingkan dengan Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia Timur semakin merata.

Dari total jumlah investor saham di BEI, 71 persen memang didominasi oleh investor di Pulau Jawa, namun persentase jumlah investor di 4 wilayah lain semakin merata seperti Sumatera 16 persen, Kalimantan 5 persen, Sulawesi 4 persen, dan Indonesia Timur 4 persen.

Rekor ketujuh adalah dari sisi demografi yang lebih baik. Investor berusia 18 hingga 25 tahun dan 25 hingga 30 tahun telah mengalami penambahan kumulatif tertinggi pada periode 2017 hingga 2020.

Khusus untuk di tahun ini, jumlah investor baru dengan usia 18 hingga 25 tahun naik 211.030 atau 43,23 persen dari total investor baru 2020 dan usia 26 hingga 30 tahun naik 96.396 atau 19,74 persen dari total investor baru 2020.

Rekor kedelapan adalah semakin ekspansifnya saluran distribusi informasi Pasar Modal Indonesia dengan kehadiran 30 Kantor Perwakilan BEI, 500 GI BEI, dan 442 komunitas investor. Selain itu, akun media sosial BEI serta Kantor Perwakilan BEI juga semakin aktif dengan semakin meningkatnya jumlah followers dan subscribers.

Saat ini terdapat 354.687 followers Instagram @indonesiastockexchange, 312.693 followers Twitter @idx_bei, 117.293 followers Facebook Page Indonesia Stock Exchange, 29.976 subscriber YouTube Channel Indonesia Stock Exchange, dan total 221.455 followers dari Instagram 30 KP BEI.

Khusus untuk followers Instagram 30 KP BEI, jumlahnya naik 189 persen dari tahun 2019 dengan total penambahan sebanyak 75.212 followers.

Rekor kesembilan adalah capaian jumlah dan partisipasi program-program pengembangan Pasar Modal Indonesia. Selama 2020 terdapat 7.946 kegiatan edukasi yang diikuti 1.234.108 peserta, tertinggi sepanjang sejarah Pasar Modal Indonesia, khususnya jika dibandingkan dengan capaian pada tahun 2019 yakni ada 6.964 kegiatan edukasi yang diikuti 292.073 peserta.

Beberapa program pengembangan investor di 2020 adalah Kompetisi 10 Days Challenge sebanyak 4 periode, Public Expose Live – Virtual, Capital Market Summit & Expo Virtual, Waktu Indonesia Berinvestasi (Instagram Live KP BEI), dan SPM untuk Negeri oleh 30 KP BEI yang diikuti 2.724 Peserta.

Rekor kesepuluh adalah kontribusi GI BEI terhadap pertumbuhan jumlah investor saham di Pasar Modal Indonesia. Sampai dengan bulan Oktober 2020, terdapat 210.312 SID investor saham yang tercipta dari seluruh GI BEI dengan nilai transaksi yang dari seluruh GI BEI adalah sebesar Rp2,2 triliun.

“Rekor-rekor yang telah berhasil diraih pada tahun 2020 tidak terlepas dari keterlibatan seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia. Saya mengucapkan terima kasih atas seluruh bantuan, sinergi, kerja sama para stakeholders Pasar Modal Indonesia. Tanpa bantuan dan kerja sama dari semua pihak, mustahil rekor-rekor tersebut dapat diraih,” kata Hasan.

Pasar Modal di Nusa Tenggara Barat

Perkembangan pasar modal di NTB juga naik signifikan, Kantor Perwakilan BEI NTB yang berdiri 3 Tahun yang lalu tepatnya tanggal 7 Desember 2017.

Dimana ketika itu belum ada satupun perusahaan sekuritas di NTB, hingga saat ini telah ada 6 Perusahaan sekuritas di NTB yaitu Phintraco Sekuritas, Phillip Sekuritas Indonesia, Kresna Sekuritas, MNC Sekuritas, Sucor Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas dan 1 perusahaan Asset Management yaitu Sinarmas Sekuritas.

Peningkatan jumlah perusahaan sekuritas juga berbanding lurus dengan peningkatan investor pasar modal di NTB (Saham, Obligasi, Reksadana), dari sebelumnya Desember 2017 sebanyak 2.042 SID saat ini per November 2020 sebanyak 10.132 SID yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTB.

Selain perusahaan sekuritas & asset management, pasar modal di NTB juga memiliki 7 Galeri Investasi dan segera penambahan menjadi 9 GI.

Terdapat 7 Komunitas Pasar Modal lokal termasuk di dalamnya Komunitas Lumbung Saham, Sasambo Investor Community & Investor Saham Pemula ujar Gusti Ngurah Sandiana (Kepala Kantor Perwakilan BEI NTB).

(*)




Perajin Asal Lombok Tengah Juara 1 Kompetisi Tudung Saji Nusantara 2020

Pengurus Dekranas diminta terus mendorong perajin agar terus produktif dan berkarya

MATARAM.lombokjournal.com

Muliani, perajin asal Lingkungan Juring, Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah meraih Juara 1 ajang Kompetisi Tudung Saji Nusantara 2020 yang digelar oleh Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perdagangan RI dan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) RI.

Hasil itu diumumkan pada kegiatan Gebyar Akhir Tahun Dekranas secara virtual, Selasa (15/12/20).

Mengusung Tema “Penerapan Revolusi Industri 4.0 Dalam Rangka Peningkatan Kemampuan Pengrajin Binaan Dekranas”, kegiatan ini diikuti Ketua Umum Dekranas, Hj. Wury Ma’ruf Amin serta Ketua Dekranasda tingkat provinsi hingga kabupaten/kota se-Indonesia.

Hadir pula Kepala Dinas Perindustrian dan Dinas Perdagangan se-Indonesia dan para peserta kompetisi juga stakeholder terkait.

Dalam sambutannya, Hj. Wury Ma’ruf Amin menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada seluruh pengurus Dekranas yang telah berinisiatif dan berkontribusi aktif tanpa kenal lelah membina dan memajukan industri kerajinan nasional, melalui berbagai kegiatan selama tahun 2020.

“Apa yang telah dan akan dilaksanakan oleh Dekranas sejalan dengan program pemerintah, yaitu menjadikan industri kecil dan menengah atau usaha mikro kecil dan menengah sebagai salah satu prioritas dalam kebijakan ekonomi, apalagi di tengah pandemi yang terjadi pada saat ini,” tuturnya.

Hj. Wury menyadari, adanya pandemi telah memberikan dampak yang begitu signifikan di berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk pula pada perkembangan industri kerajinan.

Pandemi dikatakannya telah membawa dampak langsung pada menurunnya kinerja industri kerajinan nasional.

Untuk itu, pengurus Dekranas diminta terus mendorong perajin agar terus produktif dan berkarya, tentunya dengan mengedepankan protokol kesehatan yang telah dianjurkan.

Dengan hal ini, industri kerajinan nasional diharapkan tetap tumbuh dinamis ditengah suasana pandemi.

“Kita semua harus turun tangan berperan serta lebih aktif dalam menggerakkan sektor kerajinan ini,” tegas Hj. Wury.

Ia pun kembali mengapresiasi Dekranas atas inisiasinya menghelat berbagai kompetisi yakni Kompetisi Tudung Saji Nusantara dan Lomba Desain Masker dalam rangka memperingati Hari Ibu yang bertemakan “Pemberdayaan Perempuan Perajin dan Pelestarian Adat Budaya Nusantara”.

Kompetisi ini disebutnya merupakan langkah positif di dalam menggali potensi masyarakat, terutama perajin untuk membuat suatu karya yang kreatif dan inovatif.

“Saya mengucapkan selamat kepada para pemenang Kompetisi Tudung Saji Nusantara dan pemenang Lomba Desain Masker, semoga hal ini dapat terus menumbuhkan motivasi para perajin dalam berkarya sebaik-baiknya,” ucap Hj Wury.

Hj. Wury mengajak masyarakat untuk menggaungkan bela dan beli produk asli buatan Indonesia.

Kegiatan ini kemudian dirangkai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Dekranas dengan Tokopedia, Grab dan OVO.

Penandatanganan ini sebagai bentuk dukungan lembaga tersebut dalam upaya mendukung dan memajukan UMKM yang ada di Indonesia menyambut era ekonomi digital. Selain itu, ada peluncuran Buka Pesona Baju Adat Indonesia oleh Ketua Umum Dekranas RI.

Rr/HmsNTB




Pengelolaan Gili Tangkong Dialihkan, PT. Heritage Resort and Spas Tidak Ada Kesejelasan

MoU dengan PT. Heritage Resort and Spas sudah berjalan ssatu tahun, namun belum ada kelanjutan. Jika tidak ada pergerakan akan dialihkan

MATARAM.lombokjournal.com

Pengeloaan aset Pemprov NTB di Gili Tangkong,  pemprov telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) mengenai pemanfaatan aset seluas 7,2 hektare.

Sayangnya kelanjutan dari MoU tersebut tidak ada kejelasan sehingga akan dialihkan kepada investor lain.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Muhammda Rum mengatakan, pihaknya telah memanggil investor di kawasan Gili Tangkong dalam evaluasi tim.

Tim dari percepatan investasi yang ada dan akan berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) terkait bagaimana kelanjutannya.

“Apakah di lanjutkan atau mungkin kita akan mencari investor yang lain, kita mencari investor yang betul-betul berniat dan berminat. Artinya tidak hanya sekedar memenangkan kontes tetapi akhirnya tidak ada realisasi,” ujar Muhammad Rum

Penandatanganan MoU sudah dilakukan pada HUT NTB ke 61 di 2019 lalu. PT. Heritage Resort and Spas ditetapkan menjadi mitra Pemda dalam kerja sama pemanfaatan aset daerah di Gili Tangkong, Sekotong Lombok Barat setelah dilakukan seleksi terhadap investor yang berminat.

Penetapan PT. Heritage Resort and Spas menjadi mitra Pemda dalam pemanfaatan aset daerah seluas 72.723 meter persegi di Gili Tangkong pada 3 September 2019.

“Karena MoU yang ditandatangani tahun lalu itu mungkin akan berakhir di bulan ini. Kalau tidak ada perpanjangan MoU ya mungkin dia selesai sudah,” jelasnya.

Menurut Rum, pihaknya akan memberikan peringati kepada para investor yang telah melakukan MoU dengan pemprov.

Agar segara melanjutkan MoU mereka, pasalnya sudah berjalan selama satu tahun namun belum ada kelanjutan. Jika tidak ada pergerakan akan dialihkan.

“Tetap kita peringati dengan bahasa-bahasa yang tetap santun, sebagai NTB yang ramah investasi kita pastikan apa yang menjadi kendala mereka tentunya. Kalau MoU itu tidak perpanjang ya memang secara hukum dia sudah tidak lagi memiliki hak untuk melanjutkan ke tahap selanjutnya adalah kerjasama,” tuturnya.

Dalam pengelolaan aset di Gili Tangkong, Pemprov menggandeng PT. Heritage Resort & Spas.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Presiden Direktur PT. Heritage Resort & Spas telah menandatangani MoU pemanfaatan aset di Gili Tangkong Sekotong Lombok Barat.

Investor asal Kepulauan Riau tersebut berencana akan membangun resort kelas dunia di Gili Tangkong.

PT Eco Solution Lombok jalan terus

Sementara itu, untuk PT Eco Solution Lombok (ESL) yang mengelola 339 hektare di hutan lindung Sekaroh, Lombok Timur dipastikan tetap bisa berjalan.

Saat ini dari Pemprov telah bersurat ke Bupati Lombok Timur untuk meminta Pemkab Lombok Timur agar memberikan jaminan, kenyamanan dan keamanan di lokasi investasi.

“Supaya investor melakukan kongkrit kegiatannya di sana. Tidak terjadi oleh hal-hal jaminan keamanan.  Harapannya kalau yang PT ESL ini 2021 insyaallah ya bisa, karena dia juga sektornya pariwisata,” ujarnya.

Rum mengatakan, oleh karena itu diharapkan meskipun kemungkinan pendemi ini tidak berakhir tetapi mungkin trendnya menurun, sehingga bisa diliat sektor pariwisata lebih meningkat.

“Nilai investasi di PT ESL ratusan miliar, kalau Gili tangkong belum saya uptude lagi karena itu baru membuat tanda tangan MoU saja,” pungkasnya

Aya




Bunda Niken Dorong Masyarakat Olah Produk Potensi Laut Ekas  

Para pemuda di daerah Ekas diminta aktif menata pantai Ekas menjadi destinasi pariwisata terbaik

LOTIM.lombokjournal.com

Ketua PKK Provinsi NTB yang juga menjabat sebagai Ketua Forikan NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati meminta masyarakat untuk melakukan pengolahan terhadap potensi laut Ekas, Kamis (10/12/20).

Pengolahan terhadap potensi laut ini pastinya akan mendatangkan lapangan pekerjaan dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi, senada dengan program unggulan NTB yakni industrialisasi.

“Biasanya kita menjualnya langsung, selain lobster, entah mutiaranya, entah kerangnya, entah ikannya. Itu bisa kita olah dulu sebelum dijual, hal tersebut dapat mendatangkan lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar,” terangnya.

Bunda Niken, sapaan akrabnya, mengatakan, hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang tata cara melakukan pengolahan terhadap hasil laut.

Selain hasil laut, keindahan alam di pantai Ekas ini sangat luar biasa dengan pantai putihnya serta pemandangan perbukitan yang mengelilingi pantai tersebut.

Bunda Niken mendorong para pemuda di daerah tersebut untuk aktif dalam menata pantai Ekas menjadi destinasi pariwisata terbaik.

“Nanti Pokdarwis bisa menjadi pioner dalam penataan wisata di pantai ini, yang utama adalah kebersihan tempat ini,” serunya.

Keindahan alam dan potensi laut ini, lanjutannya, tidak lain adalah pemberian dari tuhan yang maha esa yang senantiasa harus dijaga dan dimanfaatkan sebaik-baiknya demi kemaslahatan bersama.

Di akhir penyampaiannya, ia mengingatkan agar masyarakat tetap mengkonsumsi ikan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak untuk menghindari stunting, gizi buruk dan yang lainnya mengingat anak-anak adalah masa depan bangsa.

“Jangan lupa kita tetap mengkonsumsi ikan sebagai nutrisi yang penting, jangan dijual semua, tapi sisakan untuk dikonsumsi,” pesannya.

Salah seorang  penggiat lingkungan, Yuli Ekawati mengatakan, kegiatan sosialisasi gemar makan ikan terus dilakukan di beberapa daerah.

Bahkan melalui perusahaannya, CV Tria Astoria Tirta Buana, rutin berbagi makanan kepada masyarakat dalam bentuk sajian makanan ikan untuk memenuhi gizi anak, ibu hamil dan lansia.

Ia mengatakan, butuh dukungan penuh untuk memberikan pengetahuan, meningkatkan SDM masyarakat dalam mengembangkan wisata di pantai ekas ini.

“Perusahaan kami mau besar bersama masyarakat, di sini kami membuat lembaga pelatihan kerja, mulai dari pelatihan memasak hingga membuat taksi nelayan,” kata Yuli.

Ia berharap dengan usaha tersebut, daerah ini dapat menjadi destinasi wisata yang dikenal oleh masyarakat luas.

Rr/HmsNTB