Anggota Komisi IV DPR RI; Kenaikan HET Pupuk Subsidi, Beratkan Petani

Kenaikan yang rata – rata di atas 30 pesen itu semakin tidak terjangkau petani

MATARAM.lombokjournal.com

Kenaikan Harga Eceran Tertinggi (HET)  beberapa jenis pupuk bersubsidi tahun 2021 dinilai memberatkan petani.

Kenaikan itu berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian No. 49 tahun 2020 tertanggal 30 Desember 2020.

Anggota Komisi IV DPR RI Dapil NTB 1, H Johan Rosihan mengungkapkan, kebijakan ittu merupakan  langkah keliru dan menjadi kado pahit bagi petani di tahun baru 2021.

Pemerintah dinilai tidak sensitif terhadap penderitaan dan beban petani pada masa pandemii.

“Semestinya pemerintah fokus membantu petani agar semakin produktif melakukan kegiatan usaha tani dengan cara menjaga ketersediaan pupuk bersubsidi di lapangan agar tidak langka dan mudah didapat,” ujar Johan.

Tak hanya itu, juga mengantisipasi berbagai permainan pupuk yang merugikan petani dan memperbaiki pola distribusi pupuk serta pengawasan di lapangan.

“Harusnya pemerintah segera bertindak mengatasi fenomena hilangnya pupuk bersubsidi di lapangan, apalagi ketika waktu musim tanam tiba serta mengantisipasi berbagai kesulitan yang dihadapi petani,” tuturnya.

Permentan 49/2020 merinci; HET Urea yang semula Rp. 1800,- per kilogram telah dinaikan Rp. 450,- sehingga jadi Rp. 2250,- per kilogram. SP-36, yang semula HET nya. 2000,- per kilogram, kini naik Rp. 400,- sehingga menjadi Rp. 2400,- pet kiligram.

ZA yang asal nya Rp. 1400,- naik Rp. 300,- sehingga menjadi Rp. 1700,- per kilogram. Organik granul naik sebesar Rp. 300,- per kilogram, yang semula Rp. 500,- menjadi Rp. 800,-. Sedangkan NPK tidak mengalami kenaikan HET. HET nya tetap Rp. 2300,- per kilogram.

Kenaikan yang rata – rata di atas 30 pesen itu semakin tidak terjangkau petani.

Johan minta, pemerintah perlu meninjau ulang kebijakan menaikkan HET beberapa jenis pupuk bersubsidi.

“Persoalan pupuk bersubsidi ini yang bisa dilakukan pemerintah yakni harus mampu bersinergi dengan semua stakeholders pertanian da instansi lainnya merumuskan kebijakan tersebut,” tegasnya.

Pemda mengawasi

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB, H Husnul Fauzi mengatakan, kebijkan kenaikan HET pupuk subsidi yakni agar tidak ada lagi alasan transportasi dan lainnya yang menimbulkan kenaikan cukup tinggi.

“Tidak pernah ada kenaikan lagi antar petani, supaya tidak ada lagi yang bermain antar distribussi atau pengecer. Karena selama ini praktiknya di lapangan banyak yang tidak sesuai,” ujarnya.

Dalam mengatasi hal tersebut, pemda akan melakukan pengawasan lebih diperketaat sehingga tidak ada lagi kenaikan di tingkat petani. Rata-rata naiknya sekitar 5-10 persen.

Aya (*)




Dekranasda NTB Libatkan IJTI Sambut Geliat Investasi di KEK Mandalika

 MATARAM.lombokjournal.com

Peran Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB semakin kompleks, perkuat potensi sumber daya masyarakat melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Hal itu penting dilakukan menyambut menggeliatnya iklim investasi dikawasan ekonomi khusus Mandalika Lombok.

Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah, menyampaikan itu saat mendapatkan kunjungan silaturahmi dari Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) NTB, Kamis (07/01/21).

“Saya senang sekali hari ini bisa bersilaturahmi. Sebagai ketua dekranasda peranannya memang membantu menggerakkan sumber daya masyarakat, terutama menyangkut MotoGP, yang ke depan menjadi salah satu peluang untuk dapat berpartisipsi sesuai minat dan keahlian kita,” katanya.

Niken mengatakan, upaya nyata pemerintah terus dilakukan tidak hanya dari persiapan infrastruktur dan segala fasilitas penunjangnya, melainkan juga mengangkat UKM lokal untuk terlibat didalamnya.

Gua meningkatkan profesional skill dari pelaku UKM maupun IKM daerah, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan provinsi lain yang juga mengembangkan produk ekonomi kreatif. Sehingga kedepan kualitas produk semakin dikenal dunia.

“Dalam januari ini kita akan bekerjasama dengan provinsi Bali. Untuk meningkatkan potensi yang ada di daerah. Kemarin memang belum kelihatan tetapi belajar itu terus kita lakukan untuk semakin menguatkan skill,” ungkapnya.

Niken menyambut baik sinergitas yang dibangun oleh IJTI NTB dalam menggaungkan potensi daerah, utamanya menyangkut dengan persiapan sirkuit MotoGP yang diprediksi mengundang jutaan wisatawan dari berbagai belahan dunia.

“Dekranasda mengangkat semua potensi daerah, jadi ke depan harapan saya IJTI terus membangun sinergi. Sehingga agenda even yang mengangkat potensi UMKM dapat terpromosikan. Dekranasda selalu terlibat dalam rangkaian acara besar. Jadi Dekranasda bersama sinergi IJTI saya yakin, potensi ekonomi kreatif kita dari pintu pariwisata ini akan semakin dikenal dunia,” tandasnya.

Ketua IJTI NTB, Siti Faridha Andi Patiroi mengatakan, kunjungan profesi jurnalis televisi di NTB kali ini sebagai bentuk dukungan terhadap suksesi geliat investasi di kawasan Mandalika yang kedepan terus bertumbuh.

Ia mengapresiasi respon baik dari Ketua Dekranasda NTB akan memberi semangat bagi para jurnalis televisi yang berharap, agar para pegiat profesi jurnalis juga turut terlibat dalam pengelolaan UMKM.

“Jadi polanya nanti selain jurnalis televisi ini meliput berita, kami juga diminta untuk terlibat dalam pengembangan UMKM. Usaha sampingan dari para jurnalis televisi bisa menjadi bagian dari produk yang akan ditawarkan pada wisatawan di Mandalika,” ucapnya.

Aya/BiroAdpim




Tinjau Bendungan Meninting, Gubernur Optimis Selesai September 2023

Akan dibangun saluran yang membelah Pulau Lombok, dan sepanjang jalur tersebut akan dibangun jalan inspeksi sepanjang 60 km yang tembus ke Mandalika

MATARAM.lombokjournal.com

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah didampingi sejumlah Kepala Perangkat Daerah lingkup Provinsi NTB meninjau progres pembangunan Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Rabu (06/01/21) Januari 2021.

Proses pembangunan Bendungan Meninting seluas 50 hektar berjalan lancar. Gubernur optimis pembangunan bendungan yang akan mampu menampung debit air sebesar 12 juta kubik ini, akan dapat diselesaikan sesuai target pada September 2023.

Untuk itu, gubernur meminta dukungan semua pihak agar kerja besar ini dapat dituntaskan dengan baik sesuai target.

“Ini adalah sebuah kerja besar, tapi dengan kebersamaan, semua Insya Allah akan jadi mudah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BWS Nusa Tenggara I, Dr. Hendra Ahyadi ST., MT, menjelaskan Bendungan Meninting ini memiliki luas 50 hektar dengan kedalaman 80 meter. Bendungan Meninting akan dijadikan sebagai objek wisata, karena viewnya yang sangat indah.

“Kita bisa lihat view Kota Mataram dari atas Bendungan ini,” jelasnya.

Selain itu, Bendungan Meninting juga akan dibangun Museum Bendungan, sebagai salah satu objek wisata untuk melihat historis pembangunan bendungan-bendungan yang ada di NTB.

Bendungan ini nantinya akan dibangun saluran yang membelah Pulau Lombok. Sepanjang jalur tersebut juga akan dibangun jalan inspeksi sepanjang 60 km yang tembus ke Mandalika.

Jalur inspeksi ini akan dijadikan jalur sepeda, sehingga ini diharapkan akan menjadi objek wisata baru. Terutama untuk event sepeda berkelas internasional.

“Pembangunan jalur sepeda ini kita harapkan jadi objek event wisata baru, di mana Bendungan Batujai sudah ada wisata pacuan kuda,” ujarnya.

Rr/BiroAdpim




Musim Hujan Harga Cabai Merangkak Naik Sampai Rp25.000,-

MATARAM.lombokjournal.com

Dinas Perdagangan Provinsi NTB menyebutkan harga cabai rawit di sejumlah pasar induk tradisional yakni pasar Mandalika, Kebon Roek, dan Pagesangan  merangkak naik dari Rp25.000 per kilogram untuk cabai rawit hijau, dan Rp55.000 per kilogram untuk cabai rawit merah.

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB H. Fathurahman mengatakan, kenaikan harga cabai tersebut mulai terjadi pada akhir tahun lalu. Kenaikan harga itu dipicu kurangnya stok di tingkat petani dikarenakan sentra produksi cabai mengalami masalah akibat cuaca hujan.

“Informasi yang kami dapatkan dilapangan kenaikan harga cabai ini mencapai 18 persen naiknya harga Cabai rawit dikarenakan beberapa sentra produksi cabai belum berproduksi secara normal karena musim hujan,” ujarnya, Senin (04/01/21)

Bila dalam pekan ini cuaca masih tidak bersahabat maka diprediksi kenaikan harga cabai akan terus terjadi.

Menurut Faturahman, Sesuai demain suplay ketika permintaan tinggi sementara ketersedian terbatas tentu  itu ya ng membuta suatu komuditas menjadi lebih mahal

“Kita harapkan setelah berlalunya musim hujan di beberp daerah ,harga bisa normal Kembali,” katanya.

Aya

 




Gubernur Prioritaskan Pengusaha Lokal dalam Pembangunan NTB

Kepala OPD diminta prioritaskan pengusaha NTB untuk mengerjakan semua proyek yang ada di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Proyek nasional yang banyak di Nusa Tenggara Baat (NTB), semuanya harus dikerjakan oleh pengusaha NTB.

Seluruh Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) diminta memprioritaskan pengusaha NTB untuk mengerjakan proyek-proyek tersebut.

Gubernur H Zulkiefimansyah

Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah menekankan itu saat menghadiri diskusi refleksi akhir tahun, yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Indonesia (Kadin) NTB, di Cafe Meekow, Selasa (29/12/20).

Saat hadir dalam acara refleksi akhir tahun itu, Gubernur Zul membawa seluruh Kepala OPD Provinsi NTB.

Acara yang dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat ini dihajatkan menjadi wadah silaturrahim antara pemerintah dengan pengusaha di NTB.

“Kedatangan kami kesini bersama seluruh kepala OPD agar silaturrahim kita tetap terjaga, saya harapkan pengusaha di NTB ini tetap bersinergi dengan pemerintah dalam mewujudkan NTB Gemilang,” ungkap Gubernur yang populer disapa Bang Zul tersebut.

Menurutnya, banyak yang bisa dikerjakan oleh pengusaha kita di NTB.

“Itu semua harus kita akomodir,” kata Bang Zul kepada seluruh Kepala OPD.

Sebelumnya Ketua Kadin NTB, H.Faurani mengucapkan terimakasih kepada Gubernur NTB. Menurutnya, perhatian Gubernur kepada pengusaha yang ada di NTB sangat luar biasa.

“Terimakasih Pak Gubernur, perhatian bapak kepada pengusaha di NTB ini sangat luar biasa,” ungkap H.Faurani.

Di penghujung tahun 2020 ini, tambahnya, menjadi momentum untuk merefleksikan apa yang telah dilaksanakan. Ia mengaku, saatnya menyongsong masa depan yang lebih gemilang pada tahun 2021 mendatang.

“Mari kita songsong bersama, 2021 kita semua harus lebih baik, kita akhiri tahun 2020 ini dengan penuh pembelajaran,” tutupnya.

Rr/HmsNTB




MES NTB Optimis Ekonomi Syariah Dapat Berkembang Pesat

MATARAM.lombokjournal.com

“Saya selalu optimis dengan pengembangan ekonomi syariah di Indonesia khususnya di NTB,” ungkap Ketua Umum MES Wilayah NTB, Dr. Baiq Mulianah, M.Pdl pada acara Silakwil MES Wilayah NTB, Senin (28/12/20).

Salah satu indikator yang mendukung hal ini antara lain, sudah banyaknya lembaga keuangan yang melakukan konversi dari konvensional menjadi syariah. Hal inilah yang membuat semangat MES Wilayah NTB untuk terus membangun perekonomian syariah di daerah ini.

Penyataan Baiq Muianah sudah terbukti dengan adanya Bank NTB Syariah di Provinsi NTB. Dan menurut informasi, akan banyak BPR NTB yang akan menyusul untuk melakukan konversi menjadi syariah.

“Tentu saja hari ini kita sama-sama menyaksikan dan menikmati apa yang sudah diikhtiarkan bersama oleh masyarakat NTB, salah satunya adalah suksesnya konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah,” tuturnya.

Rektor Universitas Nahdatul Ulama NTB ini mengatakan, prinsip ekonomi syariah itu adalah saling meridoi, saling mempercayai, artinya ada trush yang terbangun.

Ketika sudah sama-sama saling mempercayai, maka integritas dan kejujuran akan terjaga khususnya dalam melakukan transaksi jual beli.

“Ketika kita sudah berkomitmen memberikan keridoan, memberikan kepercayaan kepada siapapun termasuk diri kita sendiri, tentu yg terbangun adalah integritas dan kejujuran, kejujuran atas sebuah proses, kejujuran atas sebuah ouput, maupun kejujuran ketika kita melakukan sebuah transaksi,” ujarnya.

Menurut Mulianah, MES NTB usianya masih muda, masih merintis, ikhtiar pun terus dilakukan sesuai visi-misi dari MES itu sendiri. Yaitu, bagaimana mensyari’ahkan ekonomi masyarakat dan memasyarakatkan ekonomi syari’ah di Indonesia.

“Amanah ini cukup berat, tapi jika dilaksanakan dengan niat yang baik, komitmen yang kuat, kita yakin Allah SWT pasti memberikan jalan, man jadda wa jadda,” tutupnya.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat MES, Firdaus Jaelani dalam sambutannya secara virtual menyampaikan bahwa, MES mempunyai peran banyak dalam mengembangkan ekonomi ummat, contohnya saja program Mawar

Emas yang dihajatkan membantu masyarakat melawan rentenir berbasis masjid.

“Program mawar emas yang dicanangkan oleh MES NTB merupakan program yang sangat baik, sangat positif, itu semua patut ditiru oleh pengurus MES,” tuturnya.

Rr/HmsNTB




Silakwil Ditutup, Ketua MES NTB Tekankan Pentingnya Literasi dan Sinergi

MATARAM.lombokjournal.com

Silaturrahim Kerja Wilayah (Silakwil) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) NTB di Hotel Grand Legi Mataram resmi ditutup, Selasa (29/12/20).

Ketua MES NTB Dr. Baiq Mulianah M.PdI, menegaskan, pentingnya literasi dan sinergi dalam mewujudkan cita-cita MES NTB.

“Hasil rumusan pengurus daerah dan pengurus wilayah MES NTB menekankan dua poin penting yakni literasi ekonomi syariah, dan sinergi antar pihak terkait,” ungkap Baiq Mulianah.

Literasi ekonomi syariah tersebut seperti literasi ZIS dan juga literasi profesi seperti divisi advokasi hukum, kontrak-kontrak syariah, lembaga keuangan syariah dan lainnya.

Menurutnya, literasi sangat penting karena masyarakat secara luas belum begitu memahami tentang ekonomi syariah.

Sinergi juga dibutuhkan karena tidak mungkin pihak-pihak atau badan-badan syariah berdiri sendiri, perlu memperkuat silaturrahim agar dapat mencapai tujuan bersama.

Baiq. Mulianah menambahkan, literasi dan sinergi ini diharapkan dapat melahirkan pemahaman kepada masyarakat tentang ekonomi syariah, sehingga secara inklusif masyarakat peduli, dan otomatis terbentuk menjadi masyarakat ekonomi syariah.

Diharapkan, Pengurus Wilayah dan Pengurus Daerah tetap bersemangat, jangan putus asa, terus berkarya dan perkuat silaturrahim.

“Kkarena dengan silaturrahim, sinergi dapat terbangun, sehingga kehadiran MES NTB bisa berkontribusi, memberi kemanfaatan dan kemaslahatan,” pungkas Baiq Mulianah.

Rr/HmasNTB




Usai Silakwil, MES NTB Gelar Pelatihan Takmir Masjid se-NTB

Mawar Emas sebagai program yang hadir untuk menjadi solusi dalam memberikan modal kerja kepada masyarakat, yang berbasis Masjid

MATARAM.lombokjournal.com

Usai melaksanakan Silaturahim Kerja Wilayah (Silakwil) I,  Senin (28/12/20), Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) NTB, menggelar pelatihan angkatan VI pemberdayaan ekonomi berbasis Masjid, di Hotel Grand Legi Mataram, Selasa (29/12/20).

Pelatihan tersebut dihadiri para takmir Masjid se-NTB.

Para takmir akan diberikan pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman para takmir, terkait program Melawan Rentenir Berbasis Masjid (Mawar Emas) yang sudah mulai berjalan di ratusan masjid di NTB.

Dalam pelatihan tersebut, MES NTB menghadirkan sejumlah narasumber yang berkompeten antara lain Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, dan Bank NTB Syariah.

Tujuannya, acara para takmir di NTB benar-benar lebih memahami terkait program dari Masyarakat Ekonomi Syari’ah yang berbasis Masjid.

Mawar Emas sebagai program yang hadir untuk menjadi solusi dalam memberikan modal kerja kepada masyarakat, yang berbasis Masjid, sebagai salah satu ikhtiar bersama agar masyarakat NTB terhindar praktek-prakter rentenir.

Semangat ini sesuai dengan tema pelatihan takmir Masjid, yakni membangun management Masjid dan takmir menuju kemakmuran Masjid. “Dari Masjid-Nya Kita Makmurkan Bumi-Nya”.

Rr/HmsNTB




Program 1000 Sapi; Sapi yang Diterima Kelompok Dijamin Sesuai Spesifikasi dan Terbaik

Ada 85 Sapi yang dikembalikan kepada pihak Ketiga/Penyedia karena tidak sesuai spesifikasi

LOTENG.lombokjournal.com

Pengadaan sapi di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Program 1000 sapi, dijamin sesuai spesifikasi, dan terbaik dalam implementasi program tersebut.

Penegasan itu disampaikan Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari Dirjen Peternakan & Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, yang bertanggung jawab pada Program 1.000 Sapi untuk  area Provinsi Jatim, NTB dan NTT.

Ahmad Budi Purnawan selaku ketua Tim PPHP BBIB Singosari untuk Provinsi NTB mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dengan ketat atas sapi-sapi yang didroping oleh Pihak Penyedia kepada Kelompok Tani Ternak (KTT).

“Kami jamin bahwa setiap ekor sapi yang diterima oleh Pihak KTT, telah sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh Kementan RI,” ujarnya di Lokasi KTT Tandur Desi Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Loteng, Senin (28/12/20)

Tiap Sapi yang diterima telah dicek kesesuaian sepsifikasinya dengan mengacu pada Keputusan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor: 9632/Kpts/ RC.O40 I F I 08 / 2O20 tentang Petunjuk Teknis Program dan Kegiatan Pengembangan 1.000 Desa Sapi.

“Dalam Bab II hal. 12 Petunjuk Teknis tersebut menjelaskan, usia Sapi Bakalan 12-24 bulan. Berat Badan 300 Kg, Bebas Cacat, dan dinyatakan sehat. Sementara, untuk sapi indukan berusia 24-36 bulan dan berat badan 350 Kg,” kata Ahmad.

Saat ini, telah diserah terimakan sebanyak 50 Sapi bakalan/penggemukan yang telah sesuai kriteria dari pihak penyedia kepada pihak KTT Tandur Desi, Desa Pengengat, Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah.

Dan ada 85 Sapi yang dikembalikan kepada pihak Ketiga/Penyedia karena tidak sesuai spesifikasi.

“Kemarin, bahkan kami mengembalikan 85 ekor sapi yang didroping dari luar Lombok Tengah. Karena tidak sesuai spesifikasi. Tapi, ini sebelum diterima peternak lho ya. Jadi, kami menjamin penuh, bahwa semua sapi yang diterima Kelompok (KTT, red) hanya yang telah memenuhi spesifikasi,” terang Ahmad.

Adanya informasi yang menyebutkan bahwa sapi dalam program ini harus menggunakan jenis Sapi Brahman Cross Australia dan bukan sapi lokal, Ahmad membantah tentang wajibnya jenis sapi import tersebut.

Menurutnya, tidak ada dalam Juknis Kementan RI yang menyebutkan jenis sapi harus impor atau lokal.

“Yang wajib dipenuhi adalah spesifikasi sebagaimana kami jelaskan. Dan memang itu ketentuan umum. Bahwa tidak boleh ada dalam pengadaan barang/jasa sebagaimana tertuang dalam Perpes 16/2020 itu yang menyebutkan merk tertentu,” imbuhnya.

Secara khusus Ahmad mengapresiasi kekompakan dan sinergi yang ada di provinsi NTB, sehingga program 1.000 Desa Sapi di NTB bisa berjalan. Di daerah lain ada yang gagal untuk tahun 2020, di antaranya Provinsi NTT.

“Provinsi NTB ini yang terbaik dalam implementasi palaksanaan program 1000 Desa Sapi. Support Gubernur NTB, Bu Kadis Peternakan NTB, Kadis Peternakan Kabupaten/Kota di NTB, termasuk KTT, sangat luar biasa,” puji Ahmad.

Ketua KTT Tandur Desi Desa Pengengat Kecamatan Pujut, Loteng, Ade Kirman, menyampaikan terima kasih dan apresiasinya kepada Kementan RI, Pemprov NTB, dan Pemkab Lombok Tengah, atas diberikan kelompoknya bantuan sapi tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas diberikannya bantuan Sapi pada kelolompok kami. Saat ini kami telah menerima 50 ekor, semoga 150 ekornya sisanya, bisa kami terima dalam waktu dekat ini,” ujarnya.

Pihaknya mengaku dalam Bimtek yang diikutinya beberapa waktu lalu. Sudah dijelaskan bahwa sapi yang akan diberikan oleh Kementan RI bisa merupakan sapi import atau lokal.

“Memang sudah dijelaskan sejak awal bahwa sapi yang diberikan bisa saja Sapi Brahman Cross atau Lokal. Jadi, kami tidak ada masalah, yang penting sesuai spesifikasi dan jumlahnya,” imbuh Ade.

Penanggung Jawab dari Pihak Penyedia Sapi, PT Sumekar Nurani Madura, Heri Triatno, menjelaskan, pihaknya memenangkan Tender dari HPS Kementan RI untuk sapi Bakalan/penggemukan senilai Rp.19.708.166,- per ekor. Namun, ditawar oleh perusahannya, dan telah ditetapkan menjadi harga pemenang tender menjadi Rp  15.700.000,- per ekor.

“Jadi bukan 35 juta ya. Tapi Rp.17,5 JT per ekor. Sesuai dengan SPP BBIB Singosari Dirjen Peternakan & Kesehatan Hewan Kementan RI Nomor: B-05009/PL.010/F2.K/11/2020. Kami akan berusaha menyelesaikan pekerjaan ini. Meskipun banyak kendala yang dihadapi terkait spesifikasi yang ketat, sementara harga sudah terlanjur kami tawar dengan harga miring,”

Pihaknya, mengaku merencanakan dengan harga tersebut, bisa mengambil Sapi di luar NTB yang lebih murah.

Namun, pihaknya tidak menduga ada regulasi Pergub NTB Nomor 38/2019 Tentang Tata Niaga, yang membuat pihaknya tidan bisa sembarangan memasukkan Sapi dari daerah yang belum bebas penyakit sapi  ke provinsi NTB.

“NTB memang Istimewa. Ternyata, disini hanya bisa masuk Sapi yang berasal dari daerah yang bebas penyakit saja. Jatim tenyata belum bebas penyakit sapi. Jadi kami tidak bisa bawa masuk sapi dari sana. Tapi berkat support dari Bu Kadis Peternakan NTB, serta Pak Kadis Perternakan Kab/Kota se NTB, akhirnya kami bisa menemukan sapi yang sesuai spesifikasi dari lokal NTB sendiri. Luar biasa Sinergi dan kekompakan Pemerintah dan masyarakat NTB” tandas Heri.

Rr/HmsNTB

 




Silakwil MES NTB, Program Mawar Emas Perdana di Dunia

Program Mawar Emas atau Melawan Rentenir Berbasis Masjid yang dihajatkan membantu masyarakat melawan rentenir berbasis masjid

MATARAM.lombokjournal.com

Pengurus Wilayah Masyarakat Ekonomi Syari’ah (PW MES) NTB menggelar Silaturrahim Kerja Wilayah (SILAKWIL) I guna memperkuat ukhuwah Islamiyah, di Hotel Grand Legi pada Senin (28/12/20).

Ketua MES NTB Dr. Baiq Mulianah, M.PdI mengatakan, SILAKWIL PW Mes NTB merupakan amanah organisasi yang harus dijalankan dan ini perdana di dunia.

“Tahadduts Bin Ni’mah, sejak MES ini berdiri, PW MES NTB satu-satunya pengurus wilayah di Indonesia bahkan dunia yang melaksanakan silaturrahim wilayah,” ungkap Baiq Mulianah penuh syukur.

Masyarakat ekonomi syariah, merupakan organisasi nirlaba yang beranggotakan personal, institusi hingga lembaga yang memiliki komitmen terhadap pengembangan ekonomi syari’ah di Indonesia.

“Indonesia telah dihajatkan menjadi pusat ekonomi syari’ah dunia, itu semua menjadi amanah kita semua. Kita optimis Indonesia mampu menjadi arus baru ekonomi dunia,” ungkap Rektor Universitas Nahdlatul Ulama NTB tersebut.

Menurutya, MES NTB usianya masih muda, masih merintis, ikhtiar pun terus dilakukan sesuai visi-misi dari MES itu sendiri. Yaitu, bagaimana mensyari’ahkan ekonomi masyarakat dan memasyarakatkan ekonomi syari’ah di Indonesia.

“Amanah ini cukup berat, tapi jika dilaksanakan dengan niat yang baik, komitmen yang kuat, kita yakin Allah SWT pasti memberikan jalan, man jadda wa jadda,” katanya penuh semangat.

Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat MES, Firdaus Jaelani dalam sambutannya secara virtual menyampaikan, MES mempunyai peran banyak dalam mengembangkan ekonomi umat.

Contohnya, program Mawar Emas atau Melawan Rentenir Berbasis Masjid yang dihajatkan membantu masyarakat melawan rentenir berbasis masjid.

“Program Mawar Emas yang dilakukan oleh MES NTB merupakan program yang sangat baik, sangat positif, itu semua patut ditiru oleh pengurus MES se-Indonesia,” ungkapnya.

Diharapkan program tersebut menjadi program unggulan yang bisa dikembangkan di daerah lainnya, karena sesuatu yang baik itu harus tetap dilanjutkan.

“Yang baik-baik harus kita lanjutkan, semoga berkah untuk kita semua,” tambahnya.

Gubernur NTB yang diwakili oleh Asisten II Provinsi NTB, Ir.H.Ridwan Syah.M.Si menyambut baik keberadaan MES Provinsi NTB tersebut. MES hadir bukan hanya membangkitkan ekonomi umat, tapi juga mampu memberikan angin segar kepada masyarakat.

“MES hadir bangkitkan ekonomi umat, sejahterakan rakyat kecil,” ungkapnya.

MES diharapkan mampu berkolaborasi dengan seluruh pihak, harus tetap bergandengan tangan demi kemaslahatan ummat. Semua bisa tercapai dengan menghilangkan kata kompetisi, namun yang terpenting adalah kolaborasi.

“Acara ini bagian dari kolaborasi yang dilakukan oleh seluruh pihak, bentuk kolaborasinya adalah program Mawar Emas, melawan rentenir berbasis masjid,” tutur Ridwan Syah.

Rr/HmsNTB