TPID NTB Cari Solusi Jelang Hari Besar Keagamaan

Konsentrasi pada pengendalian dan stabilitasi pada bahan komoditi pangan yang sangat dibutuhkan

MATARAM.lombokjournal.com

Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si. mengatakan, ke depan TPID harus mencari solusi menghadapi inflasi menjelang hari-hari besar keagamaan.

Fathurrahman mengatakan itu, usai Rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi NTB bersama Bank Indonesia Perwakilan NTB, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (14/04/21). Ia mengutip sesuai penekanan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc.

“Ke depan TPID hendaknya mencarikan solusinya karena memang  setiap kegiatan atau hari besar keagamaan selalu diiringi dengan kenaikan harga terhadap komoditi tertentu walaupun ketersediaan komoditas dimaksud selalu ada di lapangan,” kata Fathurrahman seperti dikutip siaran pers Diskominfo NTB.

Menurutnya,  TPID ke depan akan lebih berkonsentrasi pada pengendalian dan stabilitasi pada bahan komoditi pangan yang sangat dibutuhkan. Seperti cabe  dan kedelai, yang dikeluhkan sebab harganya melambung tinggi.

Komoditi seperti cabe, kedelai, beras dan lainnya kedepan akan didorong agar pengendalian harganya bisa diselesaikan untuk tahun-tahun berikutnya.

“Misalnya seperti dari Dinas Pertanian yang secara teknis akan melakukan upaya seperti apa agar ketersediaan bahan pangan ini tetap ada atau tidak langka di pasaran, sehingga harganya juga bisa terjangkau oleh masyarakat,” tukasnya.

Fathurrahman tak persoalkan harga bahan pokok lainnya, karena kenaikannya tidak terlalu signifikan.

Misalnya gula pasir, harganya di tingkat pengecer tidak lebih dari Rp12.500 per kg. Termasuk tepung, minyak goreng dan lainnya terpantau masih stabil.

Rr

Sebelumnya: Solusi TPID NTB ………..




Solusi TPID NTB Hadapi Kemungkinan Inflasi

Selama Ramadhan dan Menjelang Idul Fitri

MATARAM.lombokjournal.com

Memasuki Bulan Ramadhan 1442 Hijriah/2021 Masehi, Tim Pengendali Inflasi Daerah Provinsi NTB bersama Bank Indonesia Perwakilan NTB, menggelar Hight Level Meeting, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Rabu (14/04/21).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc

Rapat membahas ketersediaan dan perkembangan harga kebutuhan bahan pokok. Serta beberapa solusi untuk menekan inflasi yang terjadi pada momen tahunan seperti ini.

Heru Saptaji, Kepala Bank Indonesia Provinsi NTB, mengusulkan  operasi pasar menghadapi komoditi-komoditi yang mengalami lonjakan harga. Ia minta TPID NTB melakukan sidak, melihat pergerakan harga komoditas-komoditas pangan strategis.

Khususnya yang harganya meningkat selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri.

“Kami juga akan melakukan koordinasi yang semakin intensif baik di level provinsi dan kabupaten/kota dimana pengendalian inflasi ke depan akan lebih selaras dengan perkembangan yang terjadi  di masyarakat,” kata Heru dalam siaran pers Diskominfo NTB,  Kamis (15/04) .

Dikatakan Heru, beberapa hal yang mempengaruhi hasil komoditas pertanian dan kebutuhan lainnya, di antaranya oleh cuaca ekstrim dalam tiga bulan terakhir.

Gelombang laut yang sering terjadi saat ini, juga mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Ini  menyebabkan hasil-hasil perikanan juga mengalami kenaikan harga.

“Fenomena alam seperti ini harus diantisipasi dengan menyiapkan ketersediaan pangan sebagai penyangga ketahanan pangan. Kami akan meningkatkan dan mengembangkan kluster-kluster komoditas pangan strategis seperti cabe, bawang merah, beras dan sebagainya agar bisa disiapkan jika sewaktu-waktu dilakukan Operasi Pasar,” ujarnya.

Menurutnya, pemerintah melalui TPID hendaknya menjalin kerja sama dengan mitra-mitra bisnis pertanian lainnya. Untuk melakukan off taker dengan menyiapkan stok pangan lokal dengan stok pangan yang dikirim ke luar daerah.

Ini juga salah satu strategi untuk memenuhi ketersediaan bahan pokok komoditi pertanian di daerah.

Rr

selanjutnya : TPID Cari Solusi ………………




World Superbike digelar di Mandalika, November 2021

Dorna Sport puas dengan kondisi sirkuit Mandalika, dan yakin perlombaan bisa dilaksanakan

MATARAM.lombokjournal.com

Perwakilan dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports memastikan, Mandalika International Street Circuit akan menjadi tuan rumah kejuaraan dunia World Superbike (WorldSBK), atau FIM Motul Superbike, pada 14 November 2021.

Sedangkan pelaksanaan event pertama FIM MotoGP atau World Championship Grand Prix (MotoGP) di sirkuit ini baru akan digelar pada awal musim depan, yaitu bulan Maret 2022, dikarenakan pandemi Covid-19 masih mewabah.

Namun, MotoGP masih bisa mengadakan seri di Asia Tenggara menjelang akhir tahun 2021. Tim MotoGP akan mengupayakan untuk mengadakan tes pra-musim di Mandalika International Street Circuit pada periode tersebut. Ini merupakan persiapan keikutsertaan Track Mandalika pada kalender 2022.

Kepastian pelaksanaan event balap motor dunia paling bergengsi itu diperoleh setelah Inspeksi pra-homologasi di Mandalika International Street Circuit oleh perwakilan dari Fédération Internationale de Motocyclisme (FIM) dan Dorna Sports pada hari Rabu, 7 April 2021 lalu.

Pihak Dona Sport mengaku terkesan dengan perkembangan proyek Mandalika International Street Circuit serta standar keamanan yang telah diterapkan.

Kunjungan di Mandalika International Street Circuit dilakukan oleh FIM Grand Prix Safety Officer, Franco Uncini, Dorna Race Direction Representative, Loris Capirossi dan Dorna Sports Managing Director, Carlos Ezpeleta, untuk melihat progres pembangunan proyek sirkuit yang terus berlangsung di Pulau Lombok, Indonesia tersebut. inspeksi

Dalam inspeksi ini, Perwakilan FIM dan Dorna Sports disambut Direktur Utama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M. Mansoer dan Chief Executive Officer (CEO) Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Ricky Baheramsjah.

Sementara itu, Gubernur NTB, Dr. H.Zulkieflimansyah menyatakan progres pembangunan sirkuit dan infrastruktur pendukungnya, sebenarnya sudah sangat siap. Event balap motor paling bergengsi tersebut sangat mungkin digelar pada bulan Oktober tahun 2021 ini.

Menurut Gubernur Zul, jika tetap dilaksanakan pada tahun ini agak berat, karena keberhasilan dari event ini terletak pada kehadiran penonton dan para pecinta MotoGP dari berbagai belahan dunia.

Di tengah pandemi Covid 19 ini, sebagian besar negara masih menutup pintu kunjungan luar negeri. Sehingga sudah dipastikan dan diputuskan sebaiknya dilaksanakan pada Maret 2022 saja.

“Jadi mending kita tunda sebentar ke bulan Maret 2022, dengan harapan vaksinasi lancar dan covid 19 sudah terkendali, dan lingkungan sekitar kita juga lebih hijau dan asri di bulan Maret ketimbang gersang tandus di bulan Oktober 2021”, ujar Gubernur

Tim@kominfotik




Dewan Apresiasi Bank NTB Syariah, Terkait Temuan Penyimpangan Rp10 milyar

OJK pun mengapresiasi terhadap peningkatan pertumbuhan bisnis bank NTB Syariah

MATARAM.lombokjournal.com –-

Dibalik dugaan kasus penyimpangan dana Rp10 miliar Bank NTB Syariah yang diduga digelapkan oknum penyelia pelayanan nontunai, justru banyak pujian dialamatkan ke Bank NTB Syariah.

Wakil Ketua DPRD NTB, Mori Hanafi, beberapa waktu lalu memuji Direktur Utama Bank NTB Syariah, Kukuh Rahardjo. Dikatakan, temuan dugaan penggelapan Rp10 miliar tidak terlepas dari peran Kukuh Rahardjo, yang melakukan tracing sekian ribu transaksi untuk menemukan transaksi mencurigakan.

“Munculnya temuan sebesar Rp10 miliar berkat dilakukan tracing sekian ribu transaksi diduga mencurigakan oleh manajemen Bank NTB Syariah di bawah kepemimpinan Kukuh Rahardjo. Justru kita harus apresiasi keberhasilan dalam melakukan pengungkapan kasus ini,” ujar Mori.

Kukuh Rahardjo juga mengatakan, permasalahan tersebut saat ini sedang ditangani aparat penegak hukum atau APH. Kasus tersebut memang bersifat dugaan, dan sepenuhnya diserahkan ke APH.

“Permasalahan ini sebenarnya masih dugaan temuan atas dugaan penyalahgunaan kewenangan yang terjadi di salah satu cabang Bank NTB Syariah. Itu salah satu dampak dari perbaikan bisnis sejak Bank NTB Syariah berkonversi,” katanya, Sabtu, (10/04/21) di Mataram.

Kukuh berterimakasih atas apresiasi yang diberikan dewan agar Bank NTB Syariah tetap semangat.

“Kami ucapkan terimakasih kepada seluruh stakeholder termasuk wakil rakyat kami di DPRD Kabupaten/kota dan provinsi,” ujarnya.

Sejak laporan diajukan ke APH, saat ini kepolisian telah mulai mendalami kasus tersebut.

“Memang sejak berapa hari lalu kami sudah melaporkan ke APH, dan APH sudah menindaklanjuti dengan melakukan investigasi terhadap petugas terkait,” ujarnya.

Kukuh mengatakan, Bank NTB Syariah akan terus melanjutkan ikhtiar dalam meningkatkan pertumbuhan. Karena, sejak berkonversi dari konvensional ke syariah, pertumbuhan Bank NTB Syariah terus mengalami kemajuan.

“Kedua, kami lebih berpikir untuk melanjutkan ikhtiar kami meningkatkan pertumbuhan yang sejak dua tahun terakhir saat kami berkonversi menjadi Bank NTB Syariah, Alhamdulillah pertumbuhan kami jauh di atas rata-rata,” ungkapnya.

Itu berkat dukungan nasabah yang mempercayai Bank NTB Syariah.

“Kami sangat menghargai nasabah-nasabah kami dan dewan yang memberikan kepercayaan dan dukungan kepada kami untuk melaporkan ke APH,” imbuhnya.

Bank NTB Syariah enggan larut dalam persoalan dugaan fraud di salah satu cabang. Bank tersebut akan terus melanjutkan ikhtiar meningkatkan pertumbuhan.

“Kami tidak mau larut terhadap permasalahan ini, karena yang kami pikirkan adalah bagaimana caranya pertumbuhan yang sudah terjadi dua tahun ini dapat berlangsung terus,” katanya.

Pertumbuhan di Atas Rata-Rata Nasional

Direktur Pembiayaan Bank NTB Syariah, Muhamad Usman, mengatakan kemajuan bisnis Bank NTB Syariah terus menunjukkan kemajuan dari sebelum berkonversi.

“Dua tahun yang lalu biasa kita reborn pada bulan Mei atau Juni. Tapi tahun ini Alhamdulillah kita di bulan Januari berada di posisi Desember sehingga ada kemajuan dari pertumbuhan bisnis kita,” jelasnya.

Itu tidak terlepas dari kepercayaan nasabah terhadap Bank NTB Syariah. Bahkan, nasabah sama sekali tidak khawatir terhadap sengkarut yang dialami bank saat ini.

“Masyarakat tetap memberikan kepercayaan. Itu menjadi suatu modal bagi kami untuk terus tumbuh,” katanya

OJK pun mengapresiasi terhadap peningkatan pertumbuhan bisnis bank NTB Syariah. Itu karena dari sisi pembiayaan dan dana, Bank NTB Syariah melesat maju di atas rata-rata nasional.

“Beberapa hari lalu pihak OJK mengapresiasi pertumbuhan bisnis kami sampai dengan tahun 2020, baik dari sisi pembiayaan maupun sisi dana di atas rata-rata pertumbuhan nasional,” ungkapnya.

“Dari sisi pembiayaan di nasional negatif (minus 2), tapi kita justru positif sampai 14,8 persen,” katanya.

Begitu juga di sisi aset atau dana pertumbuhan nasional sekitar 7 persen, sementara Bank NTB Syariah melesat naik di atasnya.

“Aset nasional tumbuh 7 persen, kalau kita 20 persen,” jelasnya.

Bank NTB Syariah juga menyediakan program saat menghadapi pandemi. Program yang berakhir Maret 2021 lalu adalah apresiasi terhadap pahlawan COVID-19.

“Kita juga ada program Covid sampai bulan Maret kemarin. Itu nasabah atau masyarakat yang kita anggap sebagai pahlawan Covid kita berikan tarif spesial, biaya spesial,” ujarnya.

Kini, Bank NTB Syariah tengah menyiapkan program menyambut Ramadhan 2021. Tentunya, akan lebih fokus memajukan pertumbuhan bisnis.

Me




Smelter PT. AMNT Ditargetkan 2023 Rampung

Smelter PT AMNT dipancing serius pembangunanya, karena itu Gubernur usul, pembangunan kawasan industri KSB diinisiasi oleh Pemprov atau Pemda KSB 

MATARAM.lombokjournal

Pemerintah Provinsi NTB terus mendukung progres pembangunan smelter dan industri turunan PT. Amman Mineral Nusa Tenggara (PT AMNT) yang berlokasi di Teluk Benete dan Benete Selatan, Kabupaten Sumbawa Barat.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah terus mensupport agar pembangunan smelter dapat segera terealisasi. Baik itu terkait dengan perijinan, perubahan alih fungsi pelabuhan dan sebagainya yang mendukung proyek smelter dan industri turunan PT. AMNT.

“Informasikan kepada kami apa yang harus dilakukan, sehingga betul-betul rencana dari mulai diambil oleh EPC kontraktor pada bulan Juni atau Juli 2021 tidak mundur lagi,” tutur Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB kepada PT. AMNT pada acara Evaluasi Progres Rencana Pembangunan Kawasan Industri Sumbawa Barat, yakni; Smelter dan Industri turunannya di Ruang Rapat Utama, Jumat (09/04).

Untuk memastikan keseriusan pembangunan smelter, Bang Zul juga mengusulkan agar kawasan industri KSB mulai diinisiasi oleh Pemprov atau Pemda KSB. Dengan adanya inisiatif ini diharapkan nantinya PT AMNT dapat fokus memulai progres proyek smelter dan industri turunan.

“Kawasan industri misalnya, kita inisiasi dari Pemprov atau Pemda KSB, supaya memancing keseriusan dari PT AMNT untuk pembangunan smelter,” tutur Bang Zul.

Senada dengan Gubernur, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat, Dr. Ir. H. W Musyafirin, terus mendorong PT. AMNT untuk dapat mengeksekusi pembangunan smelter dan industri turunan.

“Kami ingin bagaimana kita sama-sama wujudkan smelter dan industri turunannya segera dilaksanakan. Apa yang menjadi urusan kewenangan kita betul-betul kita tuntaskan, sehingga tidak ada celah bagi perusahaan untuk menunda,” jelasnya.

Sementara itu, Rachmat Makkasau, Presiden Direktur dari PT AMNT, menjelaskan bahwa kondisi pandemi Covid–19 mengharuskan tertundanya proyek pembangunan smelter yang seharusnya selesai pada tahun 2021 tetapi mengalami perubahan menjadi tahun 2023.

Kondisi pandemi mempengaruhi penentuan harga, kami melakukan negosiasi dan sebagainya tidak bisa dilakukan, sehingga terjadinya kemunduran selama satu tahun dan kami melakukan penyesuaian,” ungkapnya.

Selain itu, smelter yang awalnya akan dibangun dengan kapasitas pengolahan sebesar 1,3 juta ton per-tahun juga berubah menjadi 900 ribu ton per-tahun.

“900 ribu ton per-tahun sesuai dengan produksi Amman Mineral untuk jangka panjang. Sebelumnya kita buat 1,3 juta ton dengan harapan bisa mengimpor konsentrat dari tempat lain,” tuturnya.

Rahmat pun mengaku bahwa perubahan rencana ini telah disetujui oleh Pemerintah Pusat pada tanggal 31 Maret 2021.

“Alhamdulillah, perubahan rencana sudah disetujui oleh pemerintah pada tanggal 31 Maret 2021 dengan berbagai macam usulan dan tawar menawar dari sisi perencanaan proyek,” pungkasnya.

ser

@Diskominfotik




Bin Zayed Akan Bangun Golf Course di Bukit Merese

LOTENG.lombokjournal.com

Bin Zayed International LLC, investor dari Dubai, Uni Emirat Arab berencana membangun lapangan golf 27 hole bertaraf internasional yang didesain oleh Tiger Wood.

“Kami akan segera masuk ke kawasan Mandalika. Kami berencana membangun lapangan golf di bukit yang indah ini,” ujar Managing Director Bin Zayed International, Syaikh Midad, Rabu (07/04/21).

Selain golf course, Bin Zayed juga akan membangun hotel dan convention center. Ia mengatakan, pihaknya telah melihat kesempatan besar ini dan melakukan analisa beberapa bulan belakangan bersama partner lokal di Praya, Lombok Tengah.

Direktur ITDC, Abdulbar A Mansyoer, sangat menantikan investasi mengingat perkembangan ITDC yang pesat terlebih setelah hadirnya Sirkuit Mandalika.

“Ini akan menjadi golfcourse signature dengan 27 hole karena didesain oleh pegolf legendaris dan menjadi golfcourse terbaik di Indonesia,” ujar Barry, sapaan akrabnya.

Bin Zayed international adalah perusahaan milik Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan putera ketiga Khalifa bin Zayed Al Nahyan yang merupakan keluarga kerajaan kaya dari ladang minyak terbesar di Timur Tengah.

Dikutip dari Majalah Forbe, Sheikh Mohammed bin Zayed al Nahyan memiliki kekayaan sebesar Rp 205 triliun dan mengelola dana kekayaan negara The Abu Dhabi Investment Authority dengan aset Rp 11.353 triliun. Bin Zayed International juga pernah dikabarkan menggelontorkan investasi untuk pembangunan ibukota baru Indonesia.

Hadir dalam penandatanganan tersebut, Gubernur DR Zulkieflimaslnsyah, Wamen II BUMN, Ketua MPR RI dan Dorna Sport.

jm




Dorna Sport Cek Kesiapan Terakhir Sirkuit Mandalika

Sirkuit Mandalika saat ini menjadi satu-satunya dalam kalender cadangan balap MotoGP 2021, setelah Igora Drive di Rusia telah dihapus dari cadangan

LOTENG.lombokjournal.com

Dorna Sport, promotor MotoGP penyelenggara resmi balapan MotoGP, berkunjung langsung ke Sirkuit Mandalika, didampingi Ketua IMI Pusat, Bambang Soesatyo.

Kunjungan Dorna Sport untuk memeriksa langsung kesiapan sirkuit. Dorna Sport diwakili Carlos Ezpeleta, Loris Capirossi dan Franco Uncini.

Gubernur Zul dan Bamsoet

“Kehadiran Carlos, Loris dan Franco ke Lombok khusus datang dari Spanyol dan Italia melihat langsung persiapan terakhir sirkuit Mandalika,” kata Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatio yang juga ketua MPR RI ini di ruang VIP bandara BIZAM, Rabu (07/04/21).

Menurut Bamsoet, dilihat dari fasilitas keselamatan dan standar internasional MotoGP, saat ini sirkuit Mandalika sudah hampir 70 persen selesai.

Namun demikian, Bamsoet menambahkan, jadi atau tidaknya gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika bergantung pada kondisi pandemi dunia dan Lombok.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang mendampingi mengatakan, seluruh persiapan ini untuk memastikan kondisi riil di lapangan.

Sirkuit Mandalika saat ini menjadi satu-satunya dalam kalender cadangan balap MotoGP 2021, setelah Igora Drive di Rusia telah dihapus dari cadangan.

Selanjutnya, rombongan Ketua IMI dan Gubernur NTB mengunjungi kampung homestay di Dusun Bangah, Desa Gerupuk, Kuta untuk meninjau persiapan akomodasi.

Ada sekitar 90 homestay yang dibangun penuh maupun rumah warga yang diupgrade menjadi homestay dari 915 homestay di kawasan Mandalika.

BACA JUGA:

Infrastruktur Sirkuit Mandalika Rampung Juli 2021, Kepastian Gelaran MotoGP di Pihak Dorna Sport

“Ini juga memberikan semangat bahwa masyarakat mendukung penuh gelaran MotoGP. Jadi untuk akomodasi tidak ada masalah. Mari berharap impian kita menggelar MotoGP di Lombok terwujud,” jelas Gubernur.

jm




Infrastruktur Sirkuit Mandalika Rampung Juli 2021, Kepastian Gelaran MotoGP di Pihak Dorna Sport

Jika pembangunan fisik memenuhi standar internasional yang ditetapkan Dorna Sport, Indonesia akan menggelar MotoGP seri 2021 pada Oktober

LOTENG.lombokjournal.com

Gelaran MotoGP 2021 di Sirkuit Mandalika masih berproses, namun Pemerintah memiliki kewajiban menyelesaikan seluruh infrastruktur sirkuit hingga Juli mendatang.

Penegasan itu disampaikan Wakil Menteri BUMN, Kartika Wiryoatmodjo, di lokasi pembangunan sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, Rabu (07/04/21).

“Soal gelaran MotoGP akan ada pembahasan lagi dengan pihak Dorna Sport. Saat ini pemerintah punya kewajiban menyelesaikan seluruh infrastruktur sirkuit,” tegas Wamen BUMN

Ia menegaskan, kepastian gelaran MotoGP ada di pihak Dorna Sport. Terutama kondisi pandemi dunia dan Lombok khususnya untuk menggelar seri balapan motor pada tahun ini di Sirkuit Mandalika.

Namun demikian, pihak Dorna mengapresiasi progres pembangunan sirkuit yang telah mencapai 70 persen. Hal ini membuktikan komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk mewujudkan event skala internasional tersebut.

Direktur ITDC, Abdulbar A Mansyoer mengatakan, upaya pembangunan sirkuit adalah prioritas yang harus diselesaikan sampai tenggat waktu Juli.

BACA JUGA:

Dorna Sport Cek Kesiapan Terakhir Sirkuit Mandalika

Jika seluruh pembangunan fisik telah memenuhi standar internasional yang ditetapkan Dorna Sport maka secara otomatis, Indonesia akan menggelar MotoGP seri 2021 pada Oktober mendatang.

“Kita prioritas untuk akses jalan dari bandara ke KEK Mandalika,” ujar Barry, panggilan akrab direktur ITDC.

jm




NTB Dan Bali Sepakat Kerja Sama Majukan Daerah

Masing-masing daerah tidak boleh lagi berfikir win-lose, melainkan harus win-win

DENPASAR.lombokjournal.com

Perjanjian Kerja Sama (PKS) mempercepat kemajuan kedua daerah di bidang pariwisata, perhubungan, perindustrian, perikanan dan kelautan, serta perdagangan dan koperasi/UMKM ditandatangani Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc.bersama Gubernur Bali, Dr. Ir. I Wayan Koster.

“I Wayan Koster ini sahabat lama, dulu bersama-sama 3 periode di DPR RI. Kali ini saya datang membawa Kepala Dinas untuk berbuat konkrit, yakni bangun kerja sama berkolaborasi bangun daerah,” ungkap Gubernur NTB, sesuai penandatanganan PKS di Rumah Jabatan Gubernur Bali, di Komplek Jayasabha di Denpasar Bali, Rabu (31/03/21).

Gubernur yang akrab disapa Dr Zul ini menegaskan, masing-masing daerah tidak boleh lagi berfikir win-lose, melainkan harus win-win.

Artinya, jangan sampai NTB, Bali dan NTT ada persaingan, mendapatkan bagian sendikit dan ada yang menang dan kalah. Tapi harus berfikir saling  membantu, tidak boleh ada yang tersenyum dan ada yang menangis.

“Iya harus saling mengisi dan bekerja sama saling menguntungkan, bukan saling menjatuhkan,” kata Dr. Zul.

Pihaknya tidak ingin mendengar misalnya Speedboat yang membawa wisatawan tidak boleh ada larangan masuk, baik ke NTB maupun Bali. Tapi atas rekomendasi Bali nanti akhirnya bisa ke NTB.

“Bidang pariwisata, kita ingin saling membantu. Pada saat yang sama juga, bantulah NTB dan NTT. Jangan sampai ada lagi  tidak boleh masuk Bali, NTB maupun NTT,” ujarnya.

Gubernur Bali, I Wayan Koster mengaku, secara alamiah, sebenarnya kerja sama sudah berlangsung lama, baik secara historis maupun geografis serta tuntutan perkembangan zaman tidak mungkin berjalan sendiri, sehingga harus berkolaborasi.

“Inisiatif Gubernur NTB dan Bali di awal ini sesuatu yang sangat baik dalam rangka percepatan pembangunan di masing-masing daerah dan mendapatkan manfaat bagi masyarakat. Pada akhirnya, tujuan pemimpin dan pembangunan daerah merupakan kepentingan masyarakat,” katanya.

Menyinggung event MotoGP di Mandalika Lombok, dalam waktu dekat akan menjadi pembicaraan khusus, Pemprov Bali akan mendukung bidang transportasi dan akomodasi.

Begitu halnya dengan pariwisata, diambil tema khusus, saat bertemu Presiden, bahwa Bali, NTB dan NTT akan berkolaborasi saling mendukung.

“Supaya pengembangan pariwisata bisa berjalan secara tematik, yang menjadi kekhasan dan potensi masing-masing daerah, jelas butuh kolaborasi. Terlebih NTB sangat banyak spot daerah yang perlu dikembangkan dan didukung,” tutupnya

Diskominfotikntb

 

 




Fasilitas KUR Bagi Peternak Sapi NTB

Populasi ternak sapi harus dipertahankan jangan sampai berakhir hanya sebuah nama

MATARAM.lombokjournal.com

Fasilitas pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi para peternak sapi NTB muai terwujud.

Pemerintah Provinsi NTB bersinergi dengan PT. Manggala Jaya Utama Sampali dan Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah untuk menghadirkan kemitraan bagi peternak sapi.

Sinergi ini diwujudkan dengan pola, PT. Manggala Jaya Utama Sampali selaku perusahaan yang siap menyuplai bibit sapi kepada peternak, sekaligus akan membeli hasil sapi yang siap dijual. Pihak Bank Sinarmas selaku penyalur KUR kepada para peternak.

Secara spesifik pola kemitraannya sebagai berikut, Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah sebagai penyalur KUR, PT. Mandala sebagai penjamin dan masyarakat sebagai plasma.

Pemerintah Provinsi NTB memberikan apresiasi kepada PT. Manggala Jaya Utama Sampali dan Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah dalam mendukung terwujudnya salah satu misi dari visi NTB Gemilang, yakni NTB Sejahtera dan Mandiri.

“Program ini sangat relevan dengan salah satu misi NTB Gemilang yakni NTB Sejahtera dan Mandiri dalam konteks perekonomian,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si

Sekda mengungkapkannya saat memberikan sambutan dalam kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan Peternak Sapi Binaan, di Hotel Aston Inn, Mataram, Rabu (31/03/21).

Miq Gite sapaan akrab Sekda mengungkapkan, pada program Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), pembangunan NTB pada saat itu ditetapkan fokus pada pada sektor pertanian dan pariwisata.

Salah satunya program peternakan yang dilaksanakan adalah NTB Bumi Sejuta Sapi ( NTB BSS).

Saat ini, Pemprov NTB juga tengah menggagas food estate berbasis peternakan yang berada di Pelampang, Kabupaten Sumbawa Barat dan Rumah Potong Hewan yang berada di Banyumulek Lombok Barat.

Sehingga gagasan dan program dari berbagai stakeholders seperti ini menjadi hal yang sangat diapresiasi.

“Pertanian dalam arti luas, maka disini kami pernah menggagas bahwa NTB adalah Sejuta Sapi, Ikhtiar kami menjadikan NTB dengan potensi peternakan sebagai ikon ke depan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelas Miq Gita.

Komisaris Utama PT. Manggala Jaya Utama Sampali, Muh. Idris S. Sos., melihat potensi ternak sapi di NTB sangat luar biasa.

Populasi ternak sapi harus dipertahankan jangan sampai berakhir hanya sebuah nama.

“Kami terus berusaha agar konsep Pemerintah mengenai sejuta sapi tersebut dapat teruwujud, dan berharap agar peternak lebih sejahtera,” tutur Muh. Idris.

Mengenai penyaluran KUR, Direktur Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah, Halim, mengungkapkan, Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah akan mendukung program pemberdayaan ekonomi di daerah berbasis kerakyatan.

“Melalui Sinergi ini diharapkan dapat mendorong kegiatan ekonomi yang lebih produktif sehingga tercipta literasi keuangan yang berkesinambungan,” ungkap Halim.

Bank Sinarmas Unit Usaha Syariah melalui Yayasan Muslim Sinar Mas juga menyalurkan Wakaf 500 mushaf Al-Quran kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan memberikan beasiswa kepada santri di beberapa pesantren di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Ser

@Diskominfotik