Bupati KLU Lantik Direktur dan Dewan Pengawas Perumda Air Minum

TANJUNG.lombokjournal.com

Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH melantik dan mengambil sumpah Firmansyah ST sebagai Direktur dan H Simparudin SH sebagai Ketua Dewan Pengawas Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (27/05/21).

Pelantikan dan pengambilan sumpah tertuang sesuai SK KPM Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung Nomor 800.13 tahun 2021 tentang Pengangkatan Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Amerta Dayan Gunung masa jabatan 2021-2026.

Dan SK Nomor 800.12 tahun 2021 tentang Pengangkatan Ketua Dewan Pengawas Air Minum Amerta Dayan Gunung masa jabatan 2021-2025.

Bupati Djohan usai pelantikan menyampaikan selamat atas dilantiknya Direktur dan Dewas Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung atas amanah yang diemban.

Bupati berpesan agar menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Tujuan Perumda Air Minum turut melaksanakan pembangunan daerah dan pengembangan ekonomi sebagai perusahaan milik daerah.

BACA JUGA:

Wabup KLU Hadiri Halal Bil Halal DPRD

Diharapkan perusahaan berkembang dalam pelayanan. Utamanya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih atau air minum, yang memenuhi kualitas, kuantitas, dan kontinuitas kebutuhan publik.

“Saya berharap direktur yang baru agar dalam menyelenggarakan pengelolaan, dan pembinaan perusahaan harus berdasarkan prinsip dan azas ekonomi yang sehat,” tandasnya.

Mengingat keberadaan Perumda dibiayai oleh pemerintah yang bersumber dari uang rakyat, diharapkan pengelolaannya memperhatikan akuntabilitas. Baik dalam aspek pengelolaan keuangan, aspek operasional, lantaran menentukan kinerja institusi dengan semangat baru.

Bupati berpesan kepada Dewan Pengawas Perumda selaku perwakilan Pemerintah Daerah untuk berperan aktif dalam melaksanakan fungsi pengawasan, pengendalian, dan pembinaan terhadap manajerial Perumda Air Minum Amerta Dayan Gunung.

Selain itu juga aktif memberikan pertimbangan dan saran konstruktif, guna perbaikan institusi saat ini maupun di masa mendatang.

“Saya paham keberadaan air minum belum seutuhnya memenuhi harapan kita semua dan masyarakat. Dalam beberapa tahun ini, melihat kondisi keuangan juga menurun, pendapatan juga menurun. Ini merupakan tantangan dari Direktur dan Dewan Pengawas, bagaimana mampu mengelola dengan hasil yang diimpikan maupun mengelola perusahaan dengan lebih baik lagi,” kata bupati.

Ditekankan, pemanfaatan seluruh sumber daya di perusahaan daerah tersebut, untuk melayani masyarakat secara keseluruhan, memberikan pelayanan sebaik-baiknya.

“Saya yakin dan percaya, saudara bisa memimpin dan mengelola Perumda secara bersama, agar mampu mengemban tugas-tugas  dengan baik.  Untuk berkreativitas terus dalam rangka percepatan pembangunan daerah ini,” tuturnya.

Usai pelantikan Dirut Perumda Air Minum Dayan Gunung Firmansyah ST, kepada awak media bupati menyampaikan, tiap jabatan yang diberikan itu adalah amanah.

Karena itu, harus dijalankan dengan sebaik-baiknya, sesuai dengan tugas dan fungsi yang diembankan.

“Perlu melakukan rapat koordinasi internal dengan dewan pengawas, agar lebih solid dan kompak melaksanakan program yang telah direncanakan,” imbuhnya.

BACA JUGA:

Bunda PAUD Road Show dan Monitoring di Kecamatan Bayan

Kegiatan berjalan lancar khidmat, dengan menerapkan protokol Kesehatan, dan diakhiri dengan ucapan selamat dan foto bersama.

Hadir pada acara tersebut, Wakil Bupati Danny Karter Febrianto R ST MEng, Pj Sekda Drs H Raden Nurjati, Perwira Penghubung Dandim 1606/Lobar Mayor Infantri Sulistyo Catur Purnama, Wakapolres Lombok Utara Kompol Setia Wijatono SH, Inspektur Inspektorat H Zulpadli SE, Para Asisten, unsur Kepala OPD Kepala Bagian Lingkup Setda KLU, Para Camat serta tamu undangan.

wld




Angkatan Kerja Meningkat dan Pengangguran Menurun di NTB

MATARAM.lombokjournal.com

Berdasarkan Berita Resmi Statistik (BPS) yang dirilis oleh Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) NTB, jumlah angkatan kerja pada periode Februari 2021 mencapai angka 2,75 juta orang, naik sekitar 58,14 ribu orang dibanding periode Agustus 2020 tahun lalu.

Sementara penduduk yang sudah bekerja sebanyak 2,64 juta orang, juga bertambah sekitar 62,49 ribu orang atau sebesar 2,43 persen jika dibandingkan dengan Agustus tahun lalu.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S.Sos, MM mengungkapkan, sejalan dengan kondisi tersebut, Tingkat Partisispasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat sebesar 0,87 persen poin.

Sementara Tingkat Penggangguran Terbuka (TPT) pada Februari 2021 turun sebesar 0,25 persen poin, menjadi 3,97 persen dibandingkan dengan Agustus 2020. Artinya, persentase penduduk yang bekerja pada kegiatan informal meningkat sebesar 1,23 persen poin jika dibanding Agustus tahun lalu.

“Apabila kita melihat menurut tingkat pendidikan, maka TPT tertinggi terdapat pada penduduk dengan pendidikan tamatan Universitas, yaitu sebesar 7,07 persen,” ungkap Najamuddin di Mataram, Senin (24/05)

Menurutnya, sektor utama penyediaan lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan mencapai 3,07 persen poin, penyediaan akomodasi dan makan minum sekitar 1,45 persen poin, dan jasa pendidikan naik menjadi 1,01 persen poin.

“Dari kondisi itu, ada dua perbedaan terkait jam kerjanya. Mulai dari pekerja penuh atau dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu hingga pekerja tidak penuh atau jam kerja kurang dari 35 jam per minggu,” jelasnya.

BACA JUGAGame Online Pengaruhi Interaksi Sosial Anak 

Artinya, terdapat 1,40 juta orang atau sebesar 53,22 persen orang yang bekerja penuh atau dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu. Sedangkan, para pekerja dengan waktu tidak penuh sebanyak 1,23 juta orang atau sekitar 46,78 persen. Terdiri dari 406,57 ribu orang setengah penganggur dan 827,64 ribu orang bekerja paruh waktu.

Di sisi lain, terdapat 297,85 ribu orang (7,73 persen) penduduk usia kerja yang terkena dampak pandemi Covid-19. Diantaranya, terdiri dari 23,08 ribu orang yang menganggur dan Bukan Angkatan Kerja (BAK) sebanyak 10,70 ribu orang.

BACA JUGA: Lasqi NTB Akan Selenggarakan Lomba Qasida Kolaborasi

Sementara yang tidak bekerja karena pandemi mencapai 16,61 ribu orang dan penduduk bekerja yang mengalami pekerja pengurangan jam kerja sebanyak 247,46 ribu orang.

Manikp@kominfo




Petani Gumantar Praktikkan Tanaman Tumpang Sari

TANJUNG.lombokjournal.com

Petani Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara memperoleh hasil panen menggembirakan dengan mempraktikkan model tanaman tumpeng sari jagung dengan tanaman kacang-kacangan.

Tanaman utama tumpang sari dengan tanaman kacang kacangan saling bersinergi. Karena tanaman kacang tanah mampu melengkapi kebutuhan nitrogen yang dibutuhkan tanaman jagung, untuk menunjang pertumbuhan tingginya.

Kepada wartawan lombokjournal.com salah satu wakil petani yang merangkap Kepala Dusun Amor Amor, Ahmad Sopyan Alyubi, S.Pt, mengaku, umumnya petani di wilayahnya menerapkan pola tanam sistim tumpang sari ini.

BACA JUGA: 

Wagub Apresiasi Alumni Al Azhar dalam Membangun NTB Gemilang

Ahmad Sopyan bersyukur, upaya yang dilakukan masyarakat petani di wilayahnya, sehingga mereka rata rata tidak kesulitan dengan biaya sehari hari dan biaya sekolah anak mereka.

“Hasil satu jenis tanaman tumpang sari seperti kacang-kacangan saja sudah lebih dari cukup,” kata Ahmad Sopyan Alyubi.

Hal senada juga disampaikan petani lainnya, Bapak Yardi. Dituturkan, dari hasil tanaman jagung saja pada lahan seluas 6 hektar, hasil panennya mencapai 29 ton.

Pembina petani dari Dinas DKKP Lombok Utara

Dengan harga penjualan rata rata Rp 4.500/kg, maka jual 29 ton bila dirupiahkan jumlahnya bisa mencapai Rp 130.500.000,-

Menurut Yardi, untuk melakukan tanaman tumpeng sari  di lahannya ia mengeluarkan biaya produksi sekitar  Rp 47.000.000.-

Hasil panen yang didapatnya itu pun belum terhitung dari hasil kacang-kacangan, seperti kacang tanah, kacang tolo, dan lain lain.

“UNtuk hasil cabe rawit, tomat, terong Panjang, bisa untuk kensumsi sendiri,” kata Yardi.

Masuk musim kemarau

Tumpang sari erat  dengan prinsip saling  tumpang dan saling mendukung.  Dua jenis tanaman itu saling melengkapi dan mendukung siklus pertumbuhan satu sama lain.

Sistem tanaman tumpang sari merupakan perpaduan antara tanaman “tumpang” berarti pendamping, dan “sari”  berarti utama.  Kedua tanaman itu saling mendukung atau simbiosis mutualistis.

BACA JUGA:

Gubernur Zul: Jangan Sampai Mengangkat Orang Jatuh dari Moto Saja harus Tenaga dari Luar NTB

Untuk melakukan tumpang sari antara tanaman jagung dan kacang tanah, sebaiknya dipilih bulan yang memasuki musim kemarau, karena di musim panas baik untuk pertumbuhan tanaman jagung dan kacang tanah.

Hal ini disampaikan Plt. Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Holti (DKPP) Lombok Utara, EVI Winarni,SP, M.Si, Jum’at (21/05/21).

Berangkat dari keberhasilan petani binaan Dinas DKKP terhadap model tanaman jagung tumpang sari dengan kacang kacangan di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, Evi Winarni memerintahkan Kabid, Stafnya dan penyuluh swadaya DKPP KLU. turun langsung ke lokasi melakukan pendampingan secara kontinyu, sekaligus menyerap aspirasi petani itu sendiri.

Mereka terdiri dari Kabid Peternakan, Raden Adi Dharmawangsa, SPt, Plt.Kabit Pertanian Sugiartadi,SP, Aki Suharti,SPt. Wakil Komisi Penyuluhan, Jaharudin,S.sos, Jum’at (21/05).

Ke empat tugas pertanian yang turun ke lapangan masing masing menjelaskan tentang tahapan pengolahan lahan, jenis bibit, jarak tanam, hingga perawatan dan panen jagung yang saat ini sedang berlangsung di KLU.

Ang

 




Wagub NTB Dukung Pembangunan Kawasan Ekonomi Hijau di Selat Alas

MATARAM.lombokjournal.com

Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd, mendukung rencana Alas Strait Green Regional Development Program (Program Pembangunan Ekonomi Hijau Selat Alas NTB) yang didanai dari GCF (Dana Iklim Hijau) Indonesia.

John Laurence Higson

The Green Climate Fund (GCF) adalah dana yang didirikan dalam kerangka UNFCCC untuk membantu negara-negara berkembang dalam menjalankan praktik-praktik adaptasi dan mitigasi menghadapi perubahan iklim.

“Apalagi konsep dalam program ini berbasis lingkungan, memanfaatkan konsep eko dan pemberdayaan masyarakat,” kata Ummi Rohmi sapaan Wagub.

BACA JUGA:

Pabrik Plastik untuk Penyelamatan Lingkungan

Ia mengatakan itu saat menerima audiens dan kunjungan Ketua Konsorsium Program Pembangunan Ekonomi Hijau Selat Alas NTB Dr.H Rosyadi Sayuti terkait Progres GCF, Rabu (19/05/21) di Aula Pendopo Wagub.

Menurut Ummi Rohmi, konsep program berbasis lingkungan yang ditawarkan kepada Pemerintah Daerah ini, sejalan dengan program unggulan NTB Gemilang. Seperti NTB Hijau, Zero Waste dan industrialisasi kawasan penangkapan budidaya lobster.

Program ramah lingkungan ini juga menurut Wagub, dapat saling mendukung sumber daya yang ada di sekitar kawasan tersebut. Seperti bagaimana membangun dermaga yang menggunakan sumber daya listrik dan  tenaga surya, kapal yang menggunakan tenaga surya atau listrik dan serba ramah lingkungan.

Sehingga Industrialisasi produk laut, seperti budidaya lobster, ikan, rumput laut, terumbu karang tidak tercemar, karena semua konsep program berbasis lingkungan.

Selain itu, konsep pemberdayaan masyarakat juga mampu mendukung ekonomi masyarakat demi kesejahteraannya.

Wagub meminta regulasi dan aturan terkait pengelolaan lingkungan disekitar ditegakkan.

“Karena tugas kita adalah bagaimana menghadirkan rasa aman untuk para investor yang berinvestasi di NTB,”tegasnya.

Masyarakat sebagai penerima manfaat juga diharapkan partisipasi dan dukungannya.

Ia juga meminta agar koordinasi dan kolaborasi terus dibangun antara Forkopimda Kabupaten/Kota dan Provinsi, untuk mensukseskan program ini.  “Bila ada kendala teknis di lapangan dapat segera teratasi dengan mudah dan cepat,” kata Wagub.

Sebelumnya, Ketua Konsorsium Program Pembangunan Ekonomi Hijau Selat Alas NTB, Dr.H Rosiady Sayuti menyampaikan, konsorsium ini merupakan gabungan antara Universitas Mataram, Pemerintah Daerah Provinsi, Kab. Lotim dan KSB, dan PT. Eco Solutions Lombok, yang mengusulkan Program Pembangunan Ekonomi Hijau Selat Alas.

“Menurut berbagai pakar dunia Selat Alas merupakan kawasan yang sangat indah dengan potensi yang luar biasa, karena dekat dengan kawasan pegunungan dan pantai yang bagus diantara pulau Lombok dan Sumbawa,” kata Rosiady.

Program berbasis lingkungan ini difokuskan pada wilayah Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Timur. Dengan menitikberatkan pada pembangunan ekonomi bernuansa lingkungan.

Mulai dari pariwisata, transportasi laut, budidaya laut, dan pembangunan medical tourism berbasis tanaman obat-obatan bernilai ekonomi tinggi.

“Jadi kapal yang dioperasikan disana adalah kapal bertenaga surya atau listrik, sehingga tidak mengganggu budidaya perikanan seperti lobster dan lain-lain,” sebut mantan Sekda NTB ini.

Juga yang menjadi fokus kegiatan ini adalah reboisasi dan reforestrasi pada 2 kabupaten, pembangunan pabrik berbasis lingkungan di KSB, pabrik industri bambu, pabrik pengolahan tailing dan abu dari PLU di Benete yang akan dijadikan bahan bangunan, serta perumahan berbasis lingkungan dan tahan gempa.

BACA JUGA:

Gubernur NTB Kecam Aksi Serangan Israel ke Palestina

Perkiraan nilai pembangunan ini sekitar 700 Miliar hingga 1 Triliun Rupiah. Sumber dananya merupakan patungan dari lembaga internasional GCF, Pihak swasta dan sebagian infrastrukturnya dari Pemerintah Daerah.

“Tujuan utamanya jelas, untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, dan ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat NTB,” tutup Bang Ros sapaannya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Eco Solutions Lombok NTB Indonesia,

John Laurence Higson

menghimbau Pemrov. NTB agar menyelesaikan semua kendala teknis di lapangan.

“Sehingga program ini dapat berjalan dengan lancar dan sesuai rencana,” tegasnya.

GCF bertujuan untuk mengkatalisasi aliran pendanaan untuk berinvestasi dalam pembangunan rendah emisi dan tahan iklim, mendorong perubahan paradigma dalam respons global terhadap perubahan iklim.

Turut mendampingi Wagub, Assisten II Setda Provinsi NTB, Kepala Dinas LHK, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Perhubungan, dan Kepala Dinas PMPTSP Provinsi NTB.

Edy

@diskominfotik_ntb




Pabrik Bata Plastik untuk Penyelamatan Lingkungan

MATARAM.lombokjournal.com

Rencana membangun pabrik bata plastik (ecobrick) pertama di Asia misinya untuk penyelamatan lingkungan bukan sekadar investasi bisnis.

Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalillah terkait investasi pabrik bata plastik perusahaan BlockSolutions asal Finlandia bersama Circular Economy Investor yang bergerak dalam investasi lingkungan dan perusahaan lokal daerah serta BUMD.

Investasi senilai 2,5 juta dollar ini sudah mendapatkan izin penggunaan lahan di area STIPark Banyumulek seluas 20 hektar.

Wagub menambahkan, selain menjadi yang pertama di Asia dalam teknologi produksi bata plastik, dampak lingkungan dari pengurangan sampah plastik akan sangat signifikan karena menggunakan semua jenis bahan baku plastik yang tersedia mulai dari plastik sachet, botol dan lainnya.

Hj Sitti Rohmi Djalillah

“Yang penting tidak menggunakan plastik yang mengandung racun sesuai ketentuan lingkungan dan tidak menggunakan sampah plastik yang sudah bernilai ekonomis seperti botol plastik dan plastik daur ulang”, ujar Wagub di pendopo Wagub, Rabu (19/05).

Selanjutnya Wagub menjelaskan bahwa selain sebagai material bangunan ramah lingkungan serta tahan lama yang telah banyak digunakan di beberapa negara, bata plastik ini dapat mendukung program sosial seperti rumah layak huni dan renovasi fasilitas publik lainnya sebab lebih ekonomis.

Karena itu, pemerintah provinsi mulai menyiapkan skema pengelolaan sampah plastik dari TPA dan bank sampah agar bahan baku tercukupi, selain sampah plastik yang telah dimanfaatkan masyarakat secara ekonomi.

“Dengan begitu, kita punya alternatif pengelolaan sampah plastik lain yang tidak diperjualbelikan atau dimanfaatkan masyarakat.

Menurut Duncan Ward, pendiri Classroom of Hope, pihak investor sendiri telah menentukan besaran bahan baku dalam satu kali produksi, jenis sampah plastik yang dibolehkan serta komitmen transfer pengetahuan dan teknologi agar dapat dikembangkan sendiri oleh daerah.

“Seperti yang kita tahu, skema kerjasama investasi juga membolehkan transfer teknologi. Kalau semua perizinan sudah selesai, tahun ini pabrik bisa langsung beroperasi”, kata Duncan.

Adapun kendala seperti; pengumpulan satu ton bahan baku pabrik bata plastik dalam satu kali produksi dapat dibuatkan skema pengelolaaannya oleh pemerintah bersama kabupaten/ kota.

BACA JUGA:

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Hj Nuryanti mengatakan pihaknya tengah menyiapkan lahan di STIPark seluas 20 hektar untuk bakal lokasi pabrik. Dinas Perindustrian juga sudah berkoordinasi dengan Dinas LHK agar distribusi bahan baku dapat tersedia dengan baik.

Classroom of Hope, lembaga nirlaba yang bergerak di bidang sosial ini, sebelumnya telah merehab lima ruang kelas suatu gedung sekolah yang terdampak gempa dengan bata plastik.

Saat ini, pengerjaan kelima ruang kelas tersebut dalam proses agar dapat menjadi percontohan penggunaan bahan baku bata plastik. Dan ini adalah bagian dari donasi kemanusiaan Classroom of Hope dalam pendidikan bagi anak-anak korban gempa Lombok tahun 2018 silam.

jm




Usaha online di Masa Pandemi Covid-19

Makin terbuka lebar

Lilis Karlina, mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Mataram

lombokjournal.com

Perkembangan teknologi yang pesat dan jaringan internet yang semakin canggih membawa berkah tersendiri. Karena di masa krisis seperti sekarang, mampu memberikan dampak positif yakni bermunculan berbagai peluang usaha/bisnis online yang bisa ditekuni.

Terdapat banyak potensi dan fungsi kanal digital yang bermanfaat untuk usaha/bisnis. Misalnya bisa digunakan riset pasar, promosi, membangun loyalitas dan peningkatan layanan pelanggan. Peluang tetap terbuka.

BACA JUGA: Optimisme Industrialisasi NTB di Hari BBI

Prospek bisnis online di era pandemi Covid-19 yang dinilai terus memiliki peluang yang besar bagi siapa saja,.Apakah itu  bagi mereka yang baru memulai bisnis, atau yang ingin beradaptasi dengan kondisi saat ini. Inilah kebiasaan baru yang terbentuk di masyarakat.

Pola baru ini layak ditangkap sebagai peluang. Bagaimana pun juga orang perlu belanja kebutuhannya walaupun ditengah Pandemi. Peluang bisnis online ternyata jelas terbuka lebar.

Pelaku usaha yang selama ini mengandalkan cara jualan konvensional perlu segera melirik internet sebagai tempat berbisnis atau pengembangan bisnis yang sudah ada, sehingga tidak perlu tatap muka saat berjualan. Pelaku usaha dapat mempromosikan barang atau jasa yang mereka jual di Facebook, Twitter, Instagram atau media sosial lainnya, karena sekarang sedang gencar-gencarnya media social.

Di kalangan masyarakat kita  juga dapat membuat website sendiri dan dikelola sendiri. Pelaku usaha tidak perlu mempunyai lahan atau tempat untuk berjualan, mereka hanya perlu mengiklankan barang atau jasa yang akan mereka jual.

Bisnis secara daring tentu menguntungkan selama pandemi, karena kita diwajibkan untuk melakukan physical distancing. Selain itu, informasi mudah menyebar di media social di era pandemi seperti sekarang, itu namanya pemasaran atau iklan secara gratis.

Pandemi juga membuka Peluang pola belanja online atau daring  masyarakat sehingga meningkat 31% selama pandemi.  Masyarakat memilih untuk belanja online karena lebih praktis dan tanpa perlu ke luar rumah.

BACA JUGA: KLU Tanpa Pemudik, Polres Siagakan Pos Penyekatan Wilayah

Jika dibagi berdasarkan jenis kebutuhan, sekitar 51% masyarakat melakukan belanja online untuk kebutuhan makanan, 20% untuk kebutuhan kesehatan, 14% untuk pulsa atau paket data, dan sisanya untuk kebutuhan pakaian dan serta belanja listrik.

Belanja daring itu praktis, tanpa perlu ke luar rumah. Jadi, ada jarak yang terjaga dan kerumunan juga bisa dihindari.***




Optimisme Industrialisasi NTB di Hari BBI

MATARAM.lombokjournal.com

Hari Bangga Buatan Indonesia (BBI) yang pertama telah diputuskan Kementerian Perdagangan (kemendag), Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan Asosiasi E-commerce Indonesia (iDEA) jatuh pada 5 Mei 2021.

Penetapan Hari BBI ini diharapkan akan meningkatkan rasa bangga, cinta, dan konsumsi masyarakat akan barang-barang produksi lokal.

BACA JUGA: Satpol PP KLU Antisipasi Penyebaran Covid-19

Hari BBI ini juga memacu optimisme program industrialisasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Saat makin digenjotnya berbagai produk lokal yang diproduksi langsung oleh anak daerah.

Mulai dari alat rapid test, berbagai mesin produksi, sepeda motor/mobil listrik, gitar listrik, cold storage, dan berbagai produk lokal lainnya.

“Jangankan mesin-mesin sederhana, alat rapid test antigen pun bisa diproduksi oleh anak-anak NTB,” ucap optimis Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah saat menyalurkan secara simbolis sebanyak 4.800 unit antigen Covid-19 buatan lokal NTB ke 10 kabupaten/kota se-NTB, Senin, (10/05/21).

Program industrialisasi Pemprov NTB NTB sudah tidak diragukan lagi adanya. Setelah dibangun Science, Tehnology, dan Industrial Park (STIPark) NTB sebagai pusat industralisasi, putra-putri NTB dari waktu ke waktu semakin menunjukkan kapasitasnya  menghasilkan produk-produk berkualitas buatan lokal.

Masyarakat pun merasakan manfaat dari hadirnya industrialisasi. Tak hanya bantuan antigen, sebelumnya Pemprov NTB telah menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin produksi kepada masyarakat di STIPark NTB di Banyumulek, pada tahun 2020 yang lalu.

Saat pandemi Covid-19, Pemprov NTB juga bergerak aktif memanfaatkan 100% produk UMKM lokal dalam paket Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang.

Presiden Jokowi bahkan mengapresiasi Pemprov NTB, karena berhasil memberdayakan dan menggunakan produk-produk IKM/UKM lokal untuk paket bantuan sosial JPS Gemilang.

“Ini membuktikan produk lokal NTB tidak diragukan lagi kualitasnya dan berpotensi untuk menjadi besar,” jelas Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy, S. Sos, MM.

Dijelaskan Kadis kominfotik, kemajuan sektor industri pengolahan yang tengah dirintis Pemprov NTB akan mendorong hadirnya berbagai sektor jasa dalam perekonomian.

Hal ini akan mendorong kemajuan sektor pendukung lainnya sehingga NTB Sejahtera dan Mandiri bisa segera terwujud.

BACA JUGA: Menjaga Kesehatan Kulit Anda

“Dengan selalu dikampanyekan Bangga Buatan Indonesia bisa semakin mendorong masyarakat untuk beli dan bela produk lokalnya sendiri. Ini bisa semakin mendukung program unggulan Industrialisasi dan misi NTB sejahtera dan mandiri” tandas Doktor Najam.

Novita_Ikp

diskominfotikntb




KLU Siap Dukung Industrialisasi NTB

LOBAR.lombokjournal.com

Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Dany Karter Febrianto Ridawan menyatakan dukungan penuh program Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB terkait industrialisasi.

Hal tersebut disampaikan Dany kepada lombokjournal.com usai mengikuti kegiatan penyerahan rapid test antigen Entram oleh Gubernur NTB Dzulkieflimansyah di Science Technologi Industrial Park (STIP) Banyu Mulek, Senin (10/05/2021).

“Kalau melihat komitmen Pak Gubernur tidak ada alasan kita tidak mendukung,” katanya.

Menurut Dany, KLU sendiri memiliki banyak produk industri lokal yang perlu dikembangkan lebih jauh.

Guna mencapai hal tersebut, sinergi dengan Pemprov mutlak diperlukan.

BACA JUGA:

“Terutama kita Kabupaten Lombok Utara memiliki banyak potensi produk-produk lokal yang harus diberikan ruang,” ujarnya.

Saat ini Pemrov NTB sendiri sedang getol mengembangkan industrialisasi.

Ada enam sektor industri yang jadi prioritas daerah. Diantaranya industri pangan, industri hulu agro, industri permesinan alat transportasi, industri kosmetik, farmasi herbal dan kimia serta industri ekonomi kreatif.

Guna menunjang enam sektor industri prioritas tersebut, Gubernur NTB Dzulkieflimansyah menjadikan Science Technologi Industrial Park (STIP) Banyu Mulek sebagai etalase yang sekaligus menjadi tempat pemerintah NTB menggembleng Sumber Daya Manusia (SDM) NTB di bidang industri.

Hal tersebut dilakukan selain untuk meningkatkan daya saing industri, juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat NTB. Sebab menurut Gubernur, industri menjadi ‘rumus’ penting peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA:  

Tak tanggung-tanggung, Gubernur bahkan meyakini bahwa dari semua STIP di Indonesia, hanya di NTB yang pemanfaatannya paling serius.

“STIP ini program unggulan presiden Jokowi. Dan saya yakin mungkin kita satu-satu provinsi yang serius mengikuti arahan Pak Jokowi,” terangnya.

Ast

 




Gubernur Sambangi Bengkel Sepeda Listrik

LOBAR.lombokjournal.com

Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah selepas acara penyerahan rapid test antigen Entram, mengajak perwakilan Kepala Daerah 10 Kabupaten/Kota sambangi tempat produksi sepeda listrik kebanggaan NTB, Lombok e-Bike Builder (Le-Bui). Senin (10/05/2).

Kunjungan  ke tempat produksi sepeda listrik itu, agar industri lokal lebih berkembang dengan dukungan segenap Pemerintah Daerah di NTB.

Bertempat di Science Technologi Industrial Park (STIP) Banyu Mulek, Gubernur bertindak sebagai ‘guide’ dengan memperkenalkan sekaligus meminta perwakilan Kepala daerah mencoba langsung sepeda listrik kebanggaan masyarakat NTB itu.

BACA JUGA:

“Bila perlu kalau presiden datang ke Lombok Utara kasi oleh-oleh sepeda,” ujar Gubernur kepada salah seorang Kepala Daerah yakni Wakil Bupati (Wabup) KLU Dany Karter Febrianto Ridawan.

Dari pantauan lombokjournal.com, Dany sendiri terlihat paling bersemangat mendengar penjelasan Gubernur tentang spesifikasi sepeda listrik Le-Bui.

Ia bahkan sampai mencoba langsung dua sepeda listrik dengan spesifikasi berbeda atas permintaan Gubernur.

“Ini berapa harganya,” tanya Dany kepada produsen sepeda Listrik Le-Bui, Gede Sukarma Jaya.

Selain Dany beberapa pejabat yang hadir seperti Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi NTB dr. H. L. Herman Mahaputra tak ketinggalan mencoba beberapa sepeda listrik dengan beragam spesifikasi.

BACA JUGA:

Tak tanggung-tanggung, sosok yang akrab disapa Dr Jack itu pun sesekali memisahkan diri untuk menemui langsung produsen sepeda menanyakan spesifikasi sepeda apa saja yang ada di sana.

“Ini beda dengan punya saya ya?” tanyanya.

Sepeda listrik Le-Bui sendiri jadi kebanggaan Pemerintah Provinsi NTB karena mampu menembus pasar mancanegara.

Saat ini, produsen Le-Bui mengaku sedang mengerjakan beberapa pesanan dari DPD RI di Jakarta.

“Itu milik DPD RI,” ucap Gede Sukarma Jaya menunjuk ke arah beberapa sepeda yang terparkir berjajar.

Terkait harga, Gede mengaku satu sepeda listrik dibanderol seharga 20-60 juta rupiah tergantung jenis yang dipesan.

“Untuk harga dari 20-60 juta rupiah Mas,” jawabnya singkat.

Ast

 




Enam Sektor Industri Prioritas NTB

LOBAR.lombokjournal.com

Kepala Dinas Perindustrian, Hj Nuryanti menjelaskan 6 (enam) sektor industri prioritas yang diusung dalam kepemimpinan Bang Zul dan Umi Rohmi hingga 2023 mendatang.

Itu disampaikannya di tengah acara penyaluran 4.800 unit antigen Covid-19 buatan lokal NTB  yg dilakukan Gubernur Zulikieflimansyah kepada 10 kabupaten/kota se-NTB, di STIPark Banyumulek, Lombok Barat hari Senin (10/05/21).

Menurut Nuryanti, enam industri sektor prioritas yang dimaksud yaitu:

Pertama, Industri Pangan, yang menurutnya pada tahun 2020 lalu telah menorehkan sejumlah capaian, meski baru dalam proses peletakan pondasi.

Nuryanti menyebut sejumlah capaian industri pangan tersebut dimulai dari kegiatan standardisasi dan sertifikasi olahan pangan lokal (halal, merek, BPOM PIRT, dan Uji Laboratorium produk lainnya).

BACA JUGA: Gubernur Salurkan Alat Rapid Test Lokal

Kemudian pelibatan IKM NTB dalam penyediaan program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang guna mengurangi dampak Covid-19.

Juga ada Bimtek dan pendampingan bersama BPPOM untuk pangan lokal dalam kemasan/kaleng Ayam Rarang, Ayam Taliwang, Sate Rembiga, Sate Pusut serta olahan hasil pertanian/perkebunan. Perikanan/kelautan dan peternakan juga hasil hutan bukan kayu lainnya.

Kedua, Industri Hulu Agro, juga mulai menampakkan capaiannya. Misalnya Industrialisasi Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) seperti minyak atsiri, minyak cengkeh, minyak kayu putih dan lain-lain.

Capaian yang kalah pentingnya dalam industri Agro ini, adalah Pembangunan pabrik pakan terbesar di NTB (Feedmill) berlokasi di STIPark Banyumulek.

Ketiga, adalah Industri Permesinan Alat Transportasi. Pada sektor inipun telah mencatatkan sejumlah hadil karya putra putri NTB.

Di antaranya pengembangan kendaraan listrik Le-Bui, Matric-B, dan ngebUTS. Berkembangnya aneka mesin-mesin teknologi sederhana dari IKM untuk IKM.

Prototype dan bimtek pembuatan mesin-mesin untuk mendukung program zero waste, kampung unggas (mesin pakan, penetas telur dll), mesin-mesin untuk pakan ternak (pencacah rumout dll untuk pakan), dan mesin olahan makanan maupun penyulingan essens oil.

Keempat adalah industri hasil pertambangan. Fokus dalam sektor ini, menurut kadis kelahiran Mbojo ini, yakni menyiapkan segala sumber daya untuk program industri turunan smelter di Kabupaten Sumbawa Barat.

Kelima, Industri kosmetik, farmasi herbal dan kimia. Hasil yang dicapai pada industri ini antara lain; pengembangan industri kosmetik dan farmasi herbal (organik Lombok dan teh kelor).

Pendampingan pembuatan APD (Alat Pelindung Diri) buatan IKM, standarisasi produk dan bantuan peralatan bagi IKM kosmetik, farmasi herbal dan alat kesehatan (APD).

Dan terakhir, keenam, adalah ekonomi kreatif. Kegiatan industri inipun sudah mulai menggeliat dan melibatkan kaum melinial sebagai motor penggeraknya.

BACA JUGA: Kabupaten/Kota Didorong Bangun TechnoPark

Di dalamnya terdapat Moslem Fashion Industry, pelatihan pewarna alam untuk kain tenun. Bimtek tenun menggunakan ATBM (alat tenun bukan mesin), festival desiner tenun Lombok Sumbawa, fashion show tenun di tingkat nasional.

Nuryanti menambahkan, untuk kerajinan, dikembangkan pula industri penyamakan kulit sapi, pengolahan sampah plastik dan pengolahan limbah serabut kelapa, IG mutiara dan IG ketak.

Ditegaskan, program industrialisasi yang dicanangkan oleh duet duo doktor ini sudah mulai  menunjukan bukti dan terlihat wujud jati dirinya.

Tahun 2021 ini, pondasi industrialisasi ditargetkan tuntas. Tahun 2019/2020 adalah membangun kerangka pendukung, misalnya peraturan-peraturan di daerah tentang industrialisasi dan memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang konsep industrialisasi.

Menurutnya, target Rencana Program Jangka Menengah Daerah (RPJMD), tahun 2021 ini,  capaian program industri dapat naik 1 persen dari capaian terakhir tahun 2020.

‘’Satu persen ini adalah berkembangnya industrialisasi. Dan penyerapan tenaga kerjanya, serta jasa-jasa usaha ikutan dari masing-masing sektor,’’ ujarnya.

Target utama tahun 2021 ini adalah terbangunnya ekosistem industrialisasi. Misalnya, di sektor Moslem Fashion Industry. Yang sudah dilakukan adalah pelatihan pelatihan pewarna alam untuk kain tenun, bimtek tenun menggunakan ATBM, festival desiner tenun Lombok Sumbawa, fashion show tenun di tingkat nasional.

Ekosistem yang terbangun adalah berkembangnya IKM-IKM yang menyediakan bahan-bahan untuk pewarna alam, berkembangnya IKM-IKM pembuat motif tenun.

Berkembangnya IKM tenun, kemudian berkembangnya pemasar-pemasar tenun. Belum lagi berkembangnya konveksi, desainer untuk pakaian-pakaian yang akan ditampilkan pada fashion show. Hingga jasa-jasa lain yang saling bertalian dalam ekosistem.

Kemudian di sektor Industri Permesinan Alat Transportasi, capaiannya adalah dengan dikembangkan sepeda listrik dan kendaraan listrik. Sepeda listriknya adalah Le-Bui, Matric-B, dan ngebUTS.

Ekosistem yang akan dibangun dari produsen sepeda listrik ini dijelaskan kepala dinas, saat permintaannya tinggi. Dengan sendirinya, produsen membutuhkan pasokan komponen- komponen dari IKM lainnya.

Misalnya, IKM pembuat baut, IKM pembuat rangka, IKM pengelasan, IKM pengecatan. Semua IKM ini juga bertalian.

‘’Satu sepeda listrik ini, dapat mengembangkan banyak IKM lainnya. Kita targetkan tidak lagi mendatangkan komponen sepeda listrik dari luar. Mungkin hanya ban dan baterai yang tidak bisa dibuat langsung oleh IKM kita. Banyak yang hidup, tidak hanya produsen sepeda listrik saja. Inilah ekosistem itu, demikian juga yang lainnya,’’ katanya.

Tahun 2021 ini, IKM-IKM yang menjadi pioner ini sudah terbentuk. Misalnya, IKM sepeda listrik, IKM kosmetik, IKM fashion.

Dari masing-masing IKM ini akan berkembang IKM-IKM lain yang menjadi penyedia/pemasok atau produsen bahan baku lainnya untuk menghasilkan satu jenis produk.

‘’Kita bangun beberapa IKM, kita kawal kebutuhan dan standarisasinya kita dampingi sampai dia menjadi penghasil produk industri yang memenuhi standar. IKM yang jadi inilah yang kemudian harus bermitra dengan IKM-IKM lainnya dalam satu ekosistem. Itulah pondasi yang kita maksudkan, dan harus tuntas tahun ini pondasi ini,’’ urainya.

jm