Gili Trawangan Akhirnya Dikelola Masyarakat

Sejak diterbitkan SK Satgas Percepatan Investasi terkait Pemutusan Kontrak dengan PT Gili Trawangan Indah, masyarakat Gili Terawagan mendapatkan kepastian keberlanjutan ekonomi

KLU.lombokjournal.com ~ Pasca diserahkannya Surat Keputusan pemutusan kontrak dengan PT Gili Terawangan Indah oleh Satgas Percepatan Investasi, Gubernur Dr H Zulkieflimansyah mengatakan, pemutusan itu sebagai langkah awal membangun Gili Terawangan seperti sediakala.

Ketua Satgas Percepatan investasi dan gubernur soal Gili Trawangan

“Insya Allah tuntas dengan baik atas dukungan pemerintah pusat,” ujar Gubernur dalam pertemuan dengan masyarakat di Gili Terawangan, Sabtu (11/09/21).

BACA UGA: Pemprov NTB Siapkan Manajemen Pengelolaan Gili Trawangan

Ditambahkan Gubernur, sejak digulirkannya Addendum, pihak PT GTI tidak memberikan respon sehingga lebih mudah memutuskan langsung dengan pemutusan kontrak.

Sejak awal pun, kata Gubernur, Pemerintah Provinsi berkomitmen tidak menganggu lahan 60 Ha yang sudah ditempati masyarakat.

Sementara itu, Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia mengatakan, SK pertama yang dikeluarkan oleh Satgas sejak dibentuk Mei lalu untuk investasi bermasalah adalah bentuk kehadiran pemerintah untuk masyarakat.

BACA JUGA: Panglima TNI Minta Warga Tetap Disiplin Prokes

“SK ini diputuskan secara kolektif kolegial bersana perwakilan Polri dan Kejaksaan Agung yang langsung bertanggungjawab kepada Presiden. Jadi, masyarakat sudah mendapatkan kepastian dan rasa aman untuk keberlanjutan ekonomi dengan dikeluarkannya SK ini,” jelas Bahlil.

jm




Kelompok Wanita Tani Dibina DKPP Lombok Utara

Dalam mewujudkan keluarga sehat dan sejahtera, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan KLU mendorong peranan perempuan melalui program terpadu Kelompok Tani Wanita (KWT)

TANJUNG.lombokjournal.comDinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Lombok Utara (KLU)  mengembangkan pemanfaatan pekarangan untuk Pengembangan Pangan.

Kelompok Wanita Tani yang mengembangkan tanaman di pekarangan Monitoring pada Kelompok Wanita Tani di Bayan

Beberapa kegiatan yang telah dilakukan DKPP yaitu sosialisasi dan Pembinaan Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) dan beberpa kegiatan lainnya.

Upaya Pemda KLU dalam meningkatkan peranan perempuan adalah program terpadu (P2WKSS), atau dengan nama lain Kelompok Wanita Tani (KWT).

KWT bertujuan mewujudkan dan mengembangkan keluarga sehat dan sejahtera, dengan meningkatkan pemberdayaan perempuan melalui sinergitas kegiatan lintas sektor bidang pembangunan.

Untuk mensukseskan program tersebut diawali dengan sosialisasi pada dengan dibentuknya Kelompok Wanita Tani Proeram Pangan Lestari (P2L) anggaran tahun 2021 di beberapa Dusun, di lima Kecamatan Se Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: Vaksinasi di NTB Meningkat, Kapolri Optimis WSBK Terwujud

Sejalan dengan berlangsungnya kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) Program Pangan Lestari (P2L) tersebut, kegiatan monitoring pun dilakukan.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Sugiartadi,SP bersama stafnya yang didampingi Kepala UPTD Bayan, Sawaludin,S.Sos bersama PPL, melakukan monitoring ke tiga lokasi keberadaan KWT. Yaitu, KWT Sambik Rindang di Kecamatan Kayangan, dan dua KWT “Jasmine” Desa Anyar di Kecamatan Bayan, serta KWT “Montang Berseri”, Dusun Tupang Sari, Desa Senaru, juga di Kecamatan Bayan.

KWT “Montang Berseri”, Dusun Tupang Sari, Desa Senaru, Kecamatan Bayan, dengan Ketua Ibu Nulitasari,S.Pd, (47) merupakan salah satu KWT P2L yang dinilai cukup berhasil dalam pelaksanaan kegiatan baik secara berkelompok maupun perorangan.

Nulitasari,S.Pd, selain sebagai ibu rumah tangga yang kegiatannya berjualan jajan keliling, ia juga aktif melakukan kegiatan P2L bersama anggotanya yang berjumlah 30 orang.

Di sela kesibukan sebagai ibu rumah tangga, Nulitasari dengan dibantu suaminya aktif mendorong anggotanya untuk menanam sayuran di halaman rumah masing masing, selain di lingkungan greendhouse di pekarangannya.

Beberapa jenis tanaman yang ditanam di pekarangan antara lain seperti anggur, sayuran dan rempah rempah.

Ketika didatangi Tim Monitoring yang dipimpin Kabid Ketahanan Pangan dan Pertanian, Sugiartadi, SP, Nulitasari dengan cekatan memberikan contoh persiapan media tanam, bibit, selain itu memberikan catatan administrasi.

“Adanya KWT mempermudan pihak Dinas dalam pembinaan terhadap 30 orang di masing masing kelompok, sehingga program Pangan Lestari Kawasan Rumah Pangan (P2L) di pekarangan masing-masing bisa terwujud,” katanya, Jum’at (10/09/21).

BACA JUGA: Keluhan Warga Kebon Kongok Soal TPA Sampah Didegar Gubernur

Adapun pembinaan rutin dilaksanakan tiap hari Jum’at dengan metoda penyuluhan, wawancara dan praktek langsung di lapangan.

Nulitasari menyampaikan harapannya kepada PPL, agar lebih inten dalam pendampingan KWT. Ia pun akan melaporkan baik perkembangan maupun permasalahan mereka dalam kelompok.

@ng




NTB akan Jadi Lokasi Pembangunan Kawasan Industri Halal

Kementerian Perindustrian dan MUI merencanakan NTB menjadi lokasi pembangunan Kawasan Industri Halal (KIH) dengan pengelolaan Gerbang Esa.

LOBAR.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah mengatakan, potensi pasar muslim, mayoritas penduduk dan program unggulan industrialisasi NTB diharapkan benar benar terwujud.

NTB
Zulkieflimansyah

“Rencana pembangunan KIH harus dipastikan benar benar berjalan dan berbeda dari kawasan industri yang ada,” ujar gubernur dalam acara bertema Membangun Sinergi Dalam Percepatan Kawasan Industri Halal, di Hotel Jayakarta, Senggigi, Rabu (8/9).

Seperti dikatakan Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Ignatius Warsito, bahwa selain menyongsong peluang dalam pasar ekonomi Muslim global, NTB juga memiliki industrialisasi yang dapat mendukung wilayah Timur Indonesia. Rencananya KIH akan dibangun di Lemer, Sekotong Lombok Barat atau di Tumpak Lombok Tengah, dengan anggaran 500 miliar mulai tahun depan dalam tiga tahap perencanaan.

“Setelah proses pendalaman struktur industri untuk menemukan produk apalagi yang dapat didukung oleh industri permesinan kita baru kemudian kawasan dibangun 2022 sampai 2023,” jelas Nuryanti, Kepala Dinas Perindustrian NTB.

BACA JUGAKamar Dagang Indonesia Bisa Maksimalkan Pulihkan Ekonomi NTB

Sementara itu, perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Nuruzzaman, menjelaskan, kawasan industri ini jelas akan dikelola secara syariah dengan pembiayaan yang bersumber dari lembaga dana masyarakat. Begitu pula sentra industri pendukung yang akan dibangun berbasis mesjid dengan skema ekonomi modern, seperti penggunaan big data dan platform digital trade.

“Teknologi dan sumberdayanya akan disediakan oleh MUI. Ini momentum untuk menyelamatkan ekonomi umat karena pandemi dan praktek kapitalisme global,” sebut Nuruzzaman.

Gerakan Membangun Ekonomi Indonesia (Gerbang Esa) adalah gerakan kebangkitan ekonomi yang benar-benar menerapkan konsep Islam yang dapat diterima oleh semua orang sebab tidak menindas seperti kapitalisme yang hanya menguntungkan pemilik modal.

” Syaratnya kita harus mau berubah dulu dan berkomitmen agar berkah sesuai petunjuk (protokol) syariah yang benar,” tegasnya.

jm




Kamar Dagang Indonesia Bisa Maksimalkan Pulihkan Ekonomi NTB

Kamar Dagang Indonesia (KADIN) NTB bisa maksimalkan perannya dalam pemulihan ekonomi, termasuk menghadapi event Word Superbike 2021 dan MotoGP 2022.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah menyatakan harapan tersebut saat menerima bantuan oksigen cair dari KADIN NTB, di kalaman kantor gubernur, Rabu (8/9).

Kamar
Zulkieflimansyah

“Kadin harus jadi agen, mengoptimalkan dan memaksimalkan perannya,” ujar Zulkieflimansyah.

Seperti perannya mendorong peningkatan produksi UMKM dan IKM, karena saat ini sektor ini yang mampu memberikan kontribusi untuk pertumbuhan ekonomi. Gubernur juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas bantuan oksigen cair, sebagai langkah antisipasi dan waspada terhadap persediaan pasokan oksigen untuk rumah sakit di NTB.

BACA JUGAPenerima Beasiswa NTB agar Jelajahi Dunia dengan Cinta

Sementara itu, Ketua KADIN NTB, Faurani, menyampaikan bahwa bantuan oksigen satu ISO tank dengan isi sekitar 20,5 ton oksigen cair akan didistribusikan secara bertahap. Selain bantuan oksigen, pihaknya juga akan membantu 1.000 vaksin dan 2 unit mobil untuk opersional Satgas Covid NTB.

“Selanjutnya bantuan ini akan kami serahkan ke Satgas Covid yang akan mengatur penyalurannya ke rumah sakit se-NTB,” tuturnya.

edy




Petani Bawang di Santong Dapat Bantuan Bibit dari Bupati

Petani bawang merah unntuk pertama kalinya mendapat bantuan bibit bawang merah dari Bupati Djohan Sjamsu, dan saat panen bupati juga hadir

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Para petani di Kecamatan Kayangan memberikan catatan pembangunan di sektor pertanian pada era Pemerintahan pasangan Djohan Sjamsu-Dany Karter.

Petani bawang merah terima bantuan bibit
Bantuan bibit bawang merah

Bagi petani, di era Pemerintahan Djohan-Danny meski baru berusia sekitar 7 bulan namun dinilai cukup berhasil menangkap apa yang menjadi kebutuhan petani saat ini.

Yang paling dirasakan petani sebagai ujung tombak penyediaan bahan pangan adalah adanya penyaluran berbagai bantuan untuk petani.

Seperti yang diungkapkan oleh salah seorang kelompok tani “Beriuk Sadar Satu”, Safrin yang tinggal di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Menurut Safrin, tahun ini baru petama kalinya ia bersama petani lainnya di desa Santong mendapatkan bantuan bibit bawang merah dari Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, yang disalurkan melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) KLU.

Bantuan bibit bawang merah itu disalurkan pada bulan Juni2021 lalu, dan saat ini sudah memasuki usia panen.

BACA JUGA: Panen Bawang Merah di Santong, Bupati Beri Semangat Petani 

Lebih dari itu, pra petani bersyukur saat panen bawang merah, Bupati datang beserta segenap rombongan baik dari Pemda KLU, unsur Kepolisian, Danramil Kecamatan Kayangan, beserta Kepala Desa Santong dan tokoh tokoh masyarakat untuk menyaksikan panen perdana bawang merah, Selasa (07/09/21).

“Dalam luasan satu (1) hektare, menurut Safrin mendapatkan bantuan sekitar 700 Kg, belum termasuk obat-obatan dan sarana penunjang lainnya.

Syafrin bersyukur, bantuan bibit dari pemerintah cukup baik dan pertumbuhannya bagus. Karena varietas yang diberikan merupakan varietas unggul.

“Dan jenis ini setiap tanam 1 kilo bisa menghasilkan minimal 8 kilo bawang merah,” kata Safrin yang juga Sekretaris Kelompok Tani “Beriuk Sadar Satu”, Desa Santong.

Safrin berterima kasih kepada Bupati H Djohan Syamsu, yang telah memberikan bantuan bibit bawang merah ini secara gratis, apalagi waktu penyalurannya juga dinilai tepat waktu.

“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari Pak Bupati, karena ini sawah setelah panen padi kita tanami bawang merah, dan saya yakin hasilnya bagus jika dipelihara dengan baik, ” ujarnya.

Selama ini untuk mengisi kekosongan lahan sawah pasca panen padi, biasanya petani membeli bibit bawang merah dengan harga yang relatif mahal, dan sulit mendapatkan kualitas baik, tuturnya.

“Semoga ke depan bantuan ini nantinya bisa kembali disalurkan dan jumlahnya semakin meningkat, karena saya lihat antusias petani kita untuk menanam bawang merah cukup tinggi,” kata Safrin.

Hal yang sama dirasakan oleh Ketua kelompok Tani Kampung Baru Desa Pasir Putih Dusun Jennae Kecamatan Sinjai Borong, Muh. Idrus. Ia merasa bersyukur dengan adanya bantuan bibit bawang merah ini.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur dengan adanya bantuan ini karena ada aktivitas disaat musim kemarau dan saat bangsa dilanda Covid 19 ini sehingga kita tidak menganggur lagi, ” kata Idrus.

Dengan adanya bantuan ini para petani dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya dari tanaman bawang merah.

Ia berharap bantuan ini dapat diberikan secara berkelanjutan, namun ia juga mengharapkan agar pemerintah membantu petani dalam memasarkan bawang merah pada saat pasca panen.

BACA JUGA: Vaksinasi di Tegal Maja, Kepolisian Dukung Vaksin untuk 500 orang

“Kendalanya biasa pada saat pasca panen adalah pemasarannya. Apalagi produk ini cepat rusak dan hanya bisa bertahan sampai 3 bulan. Kami harapkan agar kami juga bisa dibantu agar setelah panen langsung bisa terjual semuanya supaya ada modal selanjutnya,” harapnya.

Mereka gratiskan tanaman bawang merah seluas kurang lebih 3 are, dan panen sendiri sebagai wujud Syukur atas keberhasilan petani bawang merah di Desa Santong.

@ng




Panen Bawang Merah di Santong, Bupati Beri Semangat Petani

Saat panen bawang di Desa Santong, Bupati Djohan Sjamsu memberi semangat petani agar mengembangkan tanaman bawang lebih luas, karena prospek ke depan sangat menjanjikan

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, melakukan panen perdana bawang merah di Desa Santong Kecamatan Kayangan, Selasa (07/09/21).

Panen perdana bawang di Desa Santong Bersama Kepala DKPP KLU, Bupat Djohan panen bawang di Desa Santongg

Panen perdana ditandai dengan pemetikan untaian buah bawang merah, yang disaksikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Tresna Hadi, SPT, dengan jajarannya, Camat Kayangan, Kepala Desa Santong, Kapolsek, Danramil Kayangan dan para petani yang tergabung dalam Kelompok Tani “Beriuk Sadar Satu”

BACA JUGA: Petani Bawang di Santong Dapat Bantuan Bibit dari Bupati

Di tengah situasi Covid-19 yang sedang melanda dunia sekarang ini, sektor-sektor lain di luar pertanian pertumbuhan itu negatif.

Kadis Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Lombok Utara, Tresna Hadi, SPT mengatakan, tapi di pertanian, pertumbuhan ekonominya positif.

“Memang dampaknya masih kecil sekitar 1% pertumbuhannya. Tapi masih positif,” kata Tresna Hadi dalam sambutan singkatnya pada acara panen raya bawang merah di Desa Santong Kecamatan Kayangan, Selasa (07/09).

BACA JUGA: Rapat Paripurna DPRD KLU, Bupati Jelaskan Perubahan APBD 2021

Tresna mengakui, memang pertanian didukung oleh semua elemen yang ada di sektor pertanian, dan punya lahan sawah yang luas, lahan kebun lain yang sangat luas pula.

Dikatakan, komoditas pertanian yang beraneka ragam di KLU tidak kalah dengan daerah laun.

“Dan sekarang, disini kita memulai pengembangan bawang merah,” katanya.

Ia mencontohkan petani bawang Hasanuddin, yang menghasilkan 35 ton basah, dan kalau dikeringkan menjadi sekitar 20 ton, dengan harga rata rata berkisar Rp20.000 per kilo.

“Ini komoditas yang luar biasa, memang patut kita kembangkan,” kata Tresna Hadi.

Diungkapkan, KLU memiliki lahan yang luas dan saat ini baru mulai demplot sekitar lima  hektar. Ke depan diharapkan, lahan untuk bawang merah ini bisa lebih luas.

“Insya Allah pihak Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan membantu, tentunya sesuai kemampuan yang ada di dinas,” ungkapnya.

Terkait dengan permintaan petani untuk bangun jalan usaha tani, Tresna minta kepada kelompok dan masyarakat sekitarnya segera selesaikan masalah pembebasan lahan yang bakal dijadikan jalan usaha tani.

Banyak hal yang sedang di programkan pemerintah melalui Dinas DKPP, misalnya pengembangan porang.

“Porang di Kabupaten Lombok Utara sudah terdaftar untuk perlindungan varietas di Kementerian Pertanian di Jakarta, untuk untuk mendapatkan sertifikasi,” kata Tresna Hadi.

Beri semangat

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu,SH, mendorong petani agar bersemangat membangun daerahnya.

“Alhamdulillah kalau mendengar laporan Kadis DKPP tadi bahwa bawang merah ini prospeknya sangat menjanjikan sangat menjanjikan,” kata bupati.

Bupati berharap, agar petani mengembangkan tanaman bawang lebih luas lagi, karena prospek ke depan sangat menjanjikan. Meski daerah dan bahkan dunia sedang dilanda Covid 19, namun pertanian paling mampu bertahan.

Bupati mengapresiasi para petani Desa Santong dan sekitarnya yang telah mengembangkan tanaman bawang merah dalam rangka melaksanakan program Pemerintah Kabupaten Lombok Utara melalui DKPP KLU.

Hal tersebut dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus mengembalikan fungsi lahan menjadi kawasan budidaya pertanian. Dia mengharapkan agar budidaya penanaman bawang merah terus dikembangkan di masa mendatang.

Menurutnya, petani sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau pada jaman dulu petani hanya berpikir sederhana, misalnya menanam brambang (bawang merah) berbuah brambang.

BACA JUGA: Vaksinasi Massal Berlangsung di Bayyinul Ulum Santong

Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah menanam brambang harus berbuah uang. Filosofi itu artinya petani mesti berpikir produktif, dalam bercocok tanam selektif, memilih jenis tanaman pertanian yang prospeknya cerah seperti bawang merah varietas unggul guna menghasilkan uang.

“Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen mudah dijual dan harganya mahal,” kata Bupati Djohan.

Menurutnya, kesalahan yang acap kali dilakukan petani pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Pada saat panen jumlahnya melimpah otomatis harganya murah sehingga merugi, tandasnya.

Masih di tempat yang sama, Kabid Petanian Tanaman Pangan, Abdul Gofur menjelaskan, program Agro Techno Park penanaman bawang merah dikelola secara swadaya oleh kelompok tani “Beriuk Sadar Satu” Desa Santong pada lahan seluas 5 hektar.

Dan merupakan batuan Pusat berupa barang dan saprodi laimmya.

Dua lokasi yang merupakan pengembangan atau demplot, yaitu satu kelompok mendapatkan bantuan sekitar 700 kg benih bawang per hektare.

Untuk demplot secara keseluruhan 15 hektar terbagi dalam dua lokasi yaitu si Desa Santong Kecamatan Kayangan 5 hektare, dan Desa Pamenang Kecamatan Pamenang 10 hektare.

Sedang masa tanamnya relatif singkat hanya 70 hari, kata Adl. Gafur pada lombokjournal.com.

@ng




Polisi Republik Indonesia Dukung Pemutusan Kontrak PT GTI

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polisi Republik Indonesia (Polri) mendukung penuh atas kebijakan yang diambil oleh Pemprov NTB memutus kontrak GTI atas kelola lahan di Gili Trawangan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pasalnya, pihak PT. Gili Trawangan Indah (GTI) belum optimal memanfaatkan lahan seluas 65 hektar di Gili Trawangan melalui perjanjian kontrak dengan Pemerintah Provinsi NTB hingga tahun 2026 mendatang.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Pipit Rismanto, meminta kepada pihak Kejati NTB dan satgas investasi untuk menyiapkan tim dalam menghadapi gugatan maupun perlawanan yang dilakukan oleh GTI.

Polisi“Kami juga di Bareskrim Polri sudah siap dan mendukung atas keputusan yang diambil oleh pemprov NTB. Bersama satgas dan pihak terkait kami akan tetap membantu sampai proses ini selesai,” ungkapnya saat memimpin rapat tentang progres PT. GTI, secara virtual, di ruang rapat utama kantor gubernur, Jumat (3/9).

Rismanto menjelaskan bahwa dengan adanya keputusan yang disampaikan gubernur untuk memutus kontrak dengan pihak GTI dengan pertimbangan bahwa sebagian besar lahan itu telah dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik, maka otomatis pengelolaan lahan tersebut akan dikembalikan kepada pihak pemprov.

Ia berharap pihak Kejati dan pemprov segera membentuk tim untuk melakukan inventarisasi atas lahan-lahan milik pemerintah yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat Gili Trawangan untuk dibina sesuai aturan yang berlaku. Sehingga masyarakat yang mengelolah lahan itu dapat memberikan manfaat bagi pemerintah dan tentunya bagi masyarakat itu sendiri.

BACA JUGAKontrak PT GTI Diputus sebab Tidak Realisasikan Perjanjian

Sementara itu, Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menegaskan keputusan mengakhiri kontrak dengan GTI merupakan solusi terakhir setelah pemerintah melakukan berbagai upaya dan kebijakan dalam menjaga perjanjian sebagaimana mestinya. Tapi karena tidak ada respon baik dan dinilai GTI tidak memiliki keseriusan mengelolah lahan itu maka atas dukungan semua pihak, pemerintah memutuskan untuk mengakhiri kontrak GTI.

manikp@kominfo




Kontrak PT GTI Diputus sebab Tidak Realisasikan Perjanjian

Usai cuatan isu dan polemik, Pemerintah Provinsi NTB memilih untuk memutus kontrak pihak PT GTI terkait pemanfaatan dan pengelolaan lahan seluas 65 hektar di Gili Trawangan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Keputusan ini berdasarkan dukungan semua pihak karena pihak GTI dinilai belum mampu merealisasikan perjanjiannya yang sudah ditetapkan.

Kontrak
Zulkieflimansyah

“Oleh karena itu, setelah melihat keadaan seperti ini, kami memutus kontrak pihak PT. GTI dan kami sendiri bisa mengelolah lahan tersebut dengan baik,” tegas Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Zulkieflimansyah, saat rapat progres dengan PT. GTI, secara virtual, di ruang rapat utama kantor gubernur, Jumat (3/9).

Rapat tersebut dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Pipit Rismanto, Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM, Imam Soejoedi, Kepala Kejati NTB, Tomo Sitepu serta stakeholder lainnya.

Zulkieflimansyah, menjelaskan, di antara 65 hektar yang dialokasikan pengelolaannya oleh PT. Gili Trawangan Indah (GTI), ternyata 60 hektarnya telah dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat dengan kegiatan ekonomi yang cukup bagus. Sehingga dari lahan itu yang tersisa hanya 5 hektar yang belum dimanfaatkan alias masih kosong.

“Untuk itu, secara kasat mata dengan logika sederhana karena investasi masyarakat juga sudah sangat bagus. Tidak mungkin kami mengusir masyarakat kita sendiri untuk salah satu investasi yang belum pasti,” tuturnya.

Zulkieflimansyah mengakui bahwa pemerintah sudah melakukan berbagai upaya untuk membuka ruang dialog dengan pihak GTI namun tidak direspon dengan baik. Sehingga banyak acara yang dibatalkan karena menunggu kabar dari pihak GTI, dan ini sangat keterlaluan.

“Oleh karenanya, tanpa ragu-ragu merasa tidak perlu ada lagi addendum karena pihak GTI tidak menunjukkan itikad baik. Kami sepakat untuk memutus kontraknya,” tegasnya.

manikp@kominfo




NTB Ramah Investasi, Segala Aspek Pendukung Harus Disiapkan

Ramah Investasi yang menjadi program unggulan NTB Gemilang, harus pastikan pelayanan investasi secara cepat, mudah dan sesuai dengan kondisi serta teknis yang terjadi di lapangan.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Sitti Rohmi Djalilah, menegaskan agar Ramah Investasi yang menjadi program unggulan NTB Gemilang, harus memastikan seluruh proses investasi dapat dilayani dengan cepat dan mudah,

NTB“Jangan sampai kita hanya terus menerus menyuarakan slogan ramah investasi, tetapi dari segala aspek, baik hulu ke hilir tidak dipersiapkan dengan baik,” kata Sitti Rohmi, saat memberi sambutan dalam Rapat Koordinasi Investasi Wilayah IV Tahun 2021, di Hotel Golden Palace Kota Mataram, Rabu (1/9/).

Di depan peserta rapat, yang terdiri dari Jatim, Bali, NTB dan NTT, Wagub mengatakan bahwa berbagai cara yang disiapkan, dari mulai sosialisasi, promosi dan sistem yang baik, namun kenyataan di lapangan banyak kendala dan hambatan yang ditemui para investor.

“Ini yang benar-benar harus kita jaga dan pastikan,” tegas Sitti Rohmi.

Maka peran Satgas Investasi bersama pemerintah sangat strategis guna membangun sinergi dan kolaborasi dengan seluruh lembaga dan unsur lain, dalam menyamakan persepsi dan untuk mensukseskan proses investasi.

Ia juga meminta persoalan teknis terkait lahan, proses perijinan tidak lagi menjadi kendala di lapangan. Ikuti dan taati aturan serta regulasi yang ada, sebab pemerintah juga harus tegas memutuskan persoalan investasi seperti lahan dan perizinan.

“Ini semua demi mewujudkan investasi berkualitas, untuk menciptakan lapangan kerja demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

BACA JUGAMandalika akan Didukung DJBC Genjot Ekspor Produk Daerah

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Iklim dan Penanaman Modal Kementerian/BKPM, Yuliot, mengapresiasi upaya dan langkah pemprov yang berkomitmen menyelesaikan serta memudahkan seluruh proses investasi di NTB.

Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi kendala investasi bagi pelaku usaha di daerah yakni ketidakpastian kesediaan lahan. Maka, ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mencari solusi permasalahan lahan tersebut.

“Dalam rapat koordinasi ini, akan kita coba petakan dan carikan solusi untuk menyelesaikan solusinya,” ujar Yuliot.

Sedangkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTS) NTB, Mohammad Rum, mengatakan bahwa rakor dilaksanakan untuk membangun dan memperkuat koordinasi dan kolaborasi yang optimal di daerah untuk menyelesaikan semua persoalan investasi. Kesuksesan sebuah investasi ada 4 hal, yaitu kepastian lahan, kemudahan perijinan, kepastian regulasi dan jaminanan keamanan.

edy




Anggur Varian ReBaKong (RBK), Dikembangkan Bakti Haryono di Dusun Rebakong

Karena Bakti Haryono tinggal dan menekuni tanaman anggur di Dusun Rebakong, maka Bupati Dohan Sjamsu mengusulkan nama anggur varian Rebakong (RBK)

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bakti Haryono,SE, 37, perintis sekaligus penggerak Kampung Anggur, di Dusun Rebakong, Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

Anggur varian RBK yang dikembangkan Bakti Haryono

Bakti mengembangkan anggur berbagai varian di halaman rumahnya yang arealnya seluas sekitar 30 meter persegi.

Berawal dari pengembangan seluas 30 M persegi, Bakti pun mampu mendorong semangat warga yang lain, dan bahkan hingga ke luar di desa kemudia meluas sampai ke luar Kecamatan Kayangan.

Tidak jarang warga yang tidak dikenalnya datang untuk membeli bibit yang di kembangkan. Selagi sedang berbuah, pembeli bibit langsung melihat dan bahkan mencicipi rasa masing masing varian.

Meski dengan biaya seadanya Bakti menekuni kegiatan sehari hari bersama keluarga dan orang tuanya.

Menurut Bakti memanfaatkan halaman rumah memberi nuansa kesejukan di samping keindahan dan bernilai ekonomi tinggi, lantaran harga dan peminatnya cukup banyak hingga Ia harus memperbanyak pembibitan.

BACA JUGA:

Inisiatif Lestarikan Lingkungan dari Mahasiswa, Diapresiasi Bupati Djohan

Berbagai warna buah anggur Rebakong (RBK) dengan ukuran tandanannya mencapai kurang lebih seberat 1/5 kg.

Batangnya tumbuh ke atas kemudian menjalar di atas para baja ringan yang dipasang membentuk atap di seputaran halaman rumah dan terkesan teduh dan indah meski di musim kemarau.

Dikunjungi bupati

Di halaman rumahnya Bakti mendirikan para para yang ditanami anggur dan sudah berkali kali berbuah. Ketekunan dan keberhasilannya mengembangkan anggur, menarik perhatian Bupati LombokUtara, H Djohan Syamsu untuk berkunjung bersama isterinya Ibu Galuh Nurdiah, yang Ketua PKK KLU, Minggu (29/08/21).

Bupati Dohan dan Ny Galuh Nurdiah sedang mencicipi anggur di Dusun Rebakong

“Usaha saya untuk menanam anggur sekitar sepuluh tahun,” tutur Bakti kepada Bupati Djohan Sjamsu bersama Ibu Galuh Nurdiah.

Bakti yang didampingi Kepala Desa Kayangan Mijono, S. Sos, menceritakan awalnya menanam anggur lokal, tetapi hasilnya kurang memuaskan.

Sejak awal menekuni tanaman anggur, banyak orang di desa kala itu yang menganggap usahanya bakal sia-sia. Namun Bakti tidak patah semangat, dan terus belajar menekunni cara budidaya pohon anggur.

Puncaknya pada saat bencana Gempa Bumi 7.0 skr 2018, Bakti mengganti pohon anggur lokal dengan anggur Ninel dari Ukraina pada 2014.

Pohon anggur hibrida ini lebih mudah perawatannya dan buahnya lebih manis. Benar saja, hasil panen pohon anggurnya memuaskan. Masyarakat sekitar pun mulai tertarik untuk menanamnya.

Bakti kemudian mengajak saudara ipar dan keluarga yang lain untuk belajar sendiri budidaya tanaman anggur Ninel, tanpa pengalaman dan bantuan dana dari siapa pun saat itu.

Semakin hari, Bakti semakin bersemangat karena dibantu istri dan keluarga yang lain hingga berhasil menciptakan puluhan Varian.

“Saya menjual bibit Rp200 ribu hingg tiga jutaan lebih,” tutur Bakti.

Untuk warga sekitar Bakti memberikan secara cuma cuma, asalkan ditanam dan dirawat sungguh sungguh, ungkapnya.

Tapi sekarang, atas pertimbangan tertentu, ia mulai menjual dan tidak gratisan meski pada warga sekitar.

BACA JUGA: Agama Bisa Jadi Solusi Selesaikan Masalah Kekinian Manusia

“Saya berharap mereka yang menanam punya rasa memiliki sehingga mau merawat dengan baik dan benar,” katanya. Jika bibit diberikan gratis, si penerima kemungkinan akan malas-malasan untuk merawatnya.

Singkat cerita, kehadiran Bupati dan Ibu membuat dirinya semakin semangat. Terlebih lagi Bupati Djohan Syamsu melahirkan nama Varian ReBaKong (RBK) hari Minggu itu.

Tidak sampai di situ saja, Bakti rencana mengusulkan sertifikat nama Varian RBK sebagai bukti inovasinya mengembangkan berbagai varian Anggur.

Bakti mengaku, hasil dari tanaman anggur cukup menguntungkan. Setiap pohon mampu menghasilkan sekitar 12 kilogram anggur,  dalam setahun bisa sampai tiga kali panen.

Bakti menjual anggur Rp100 ribu per kilogram, sedangkan bibitnya dijual Rp antara 200.000 hingga 3.000.0000 lebih yang sudah berbuah.

“Sedangkan untuk perawatan pemberian pupuk saya cukup dengan organik dan air kelapa muda,” tuturnya di depan Bupati dan tamu lainnya.

Bakti pun mengaku kuwalahan menghadapi banyaknya permintaan. Ia pun berharap ada bantuan Green house dari pemerintah terkait pendampingan pertanian untuk tempat pembibitan, agar tidak ada gangguan binatang maupun di saat musim kemarau berkepanjangan.

Pasalnya, sekarang semakin banyak wisatawan lokal yang datang, terutama saat panen.

Bupati Djohan Syamsu menyarankan agar kegiatan budidaya anggur Varian RBK ini tetap dijalankan dan dikembangkan.

“Perkara kebutuhan Green house nanti kita pikirkan, yang penting semangat berinovasi jangan sampai pudar dan kembangkan usaha ini hingga kebituhan masyarakat Kabupaten Lombok Utara tidak lagi datangkan buah dari luar daerah,” saran bupati.

“Kami punya rencana melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian sudah launching program agroforesti yang dipusatkan di Dusun Rebakong Desa Kayangan, Kecamatan Kayangan,” kata Djohan Syamsu.

CATATAN/Ralat: Berita ini sekaligus klarifikasi penulisan yang menyebutkan alamat yang salah yaitu Dusun Rebakong Desa Pendua. Yang benar adalah Dusun Rebakong Desa Kayangan.

@ng