Tiket Nonton WSBK Terjangkau Buat Warga NTB

Mulai hari Senin (08/11/21) masyarakat NTB sudah bisa mmbeli tiket World Superbike di Bandara BIZAM dan Basement Epicentrum Mall, harganya relatif terjangkau

MATARAM.lombokjournal.comTiket untuk menonton  World Superbike (WSBK) yang akan dilaksanakan di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika terjangkau bagi masyarakat.

Dan mulai Senin (08/11/21) sudah dapat diperoLeh di Bandara BIZAM dan Basement Epicentrum Mall.

Kepastian itu disampaikan Gubernur H Zulkieflimansyah melalui postingan akun resmi Facebooknya, Kamis (04/11).

BACA JUGA:

“Insya Allah untuk masyarakat NTB tiketnya nggak semua mahal. Akan ada beberapa kelas tiket yang mudah-mudahan masih bisa terjangkau oleh masyarakat kita,” tulis Gubernur Zul.

Melalui akun medsosnya pula, Gubernur Zul menyertakan harga tiketnya. Berikut penjelasan tanggal dan ketersediaannya.

Hari pertama tanggal 19 November;

Harga Rp 150 ribu tersedia 10 ribu lembar tiket,
Harga Rp 250 ribu tersedia 3 ribu lembar tiket,
Harga Rp 300 ribu tersedia 3 ribu lembar tiket.

Hari kedua tanggal 20 November;

Harga Rp 300 ribu tersedia 3500 lembar tiket,
Harga Rp 400 ribu tersedia 3400 lembar tiket,
Harga Rp 550 ribu tersedia 2600 lembar tiket,
Harga Rp 650 ribu tersedia 1500 lembar tiket,
Harga Rp 800 ribu tersedia 4400 lembar tiket.

Hari ketiga tanggal 21 November;

Harga Rp 500 ribu tersedia 1000 lembar tiket,
Harga Rp 650 ribu tersedia 2500 lembar tiket,
Harga Rp 900 ribu tersedia 3400 lembar tiket,
Harga Rp 950 ribu tersedia 2600 lembar tiket,
Harga Rp 1.200 ribu tersedia 3000 lembar tiket,
Harga Rp 1.500 ribu tersedia 2800 lembar tiket.

Pihak Mandalika Grand Prix sendiri segera akan merilis tiket WSBK secara resmi.

Diskominfotik




Sinergitas Perangkat Daerah Digalang, Untuk Sukseskan WSBK

Rapat koordinasi (Rakor) dilakukan Bappeda Provnsi NTB untuk meningkatkan sinergitas antar Perangkat Daerah, guna mendukung hajatan IATC dan WSBK

MATARAM.lombokjournal.comPerhelatan even Internasional World Superbike (WSBK) dalam waktu dekat di Pertamina Mandalika Sircuit Internasional, Lombok Tengah jadi konsen Pemrov NTB.

Pihak Bappeda Provinsi NTB berharap agar hajatan International Asia Talent Cup (IATC) tanggal 12-14 Noveber dan World Superbike (WSBK) berlangsung sukses. Karena itu,  diperlukan koordinasi antar Perangkat Daerah.

Rakor meningkatkan sinergitas Perangat Daerah Upaya tingkatkan siergitas perangkat daerah

“Rakor ini penting dilaksanakan, agar hajatan kita menjelang perhelatan IATC pada 12-14 November dan WSBK pada 19-21 Novomber 2021, berjalan lancar,” harap Kepala Bappeda Dr. Ir. H. Iswandi, M. Si, yang diwakili Kabid Ekonomi SDA, Iskandar Zulkarnain.

BACA JUGA: Profil Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan Lengkapnya

Ia mengatakan itu saat Rapat Koordinasi (Rakor) Sekretariat Dewan Kawasan KEK Mandalika di Provinsi NTB untuk mendukung WSBK, Selasa (02/11/21) di Ruang Rapat Bappeda Prov NTB.

Menurutnya, dibutuhkan sinergitas antar Oganisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mensukseskan perhelatan even internasional WSBK.

Dikatakan, ada 3 isu yang dibahas yakni perkembangan keterlibatan UMKM NTB, persiapan paket wisata dan gelaran event di kawasan Mandalika dan sekitarnya dan perkembangan penyelesaian jalan provinsi, dari Kuta ke Kruak.

“Karena saat ini progres issu tersebut yang harus digesa menjelang IATC,” ucapnya.

Masing-masing OPD diharapkan fokus pada masing-masing tupoksinya. Saling solid dan mendukung sebagai tuan rumah yang baik.

Sekdis Pariwisata NTB H. Lalu Hasbulwadi mengatakan, terget pengunjung yang akan menonton WSBK maupun MotoGP ada 25.000 orang. Dari jumlah tersebut, 70 persen pengunjung lokal dan 30 persen wisatawan mancanegara.

“Sehingga wisatawan domestik maupun lokal dapat meningkatkan angka kunjungan wisatawan di NTB,” harapnya.

Dijelaskannya, bersama Asinta, pihaknya telah merancang paket Wisata. Misalnya, tour ke 3 Gili, Senggigi, Rinjani Sembalun, Pulau Moyo Sumbawa, Satonda, Tambora hingga ke Bima.

Selain itu, desrinasi baru juga seperti desa wisata terus digenjot. Ada 300 home stay yang dibangun Kemen PUPR, yang dikelola Desa wisata disekitar Mandalika.

“Kita telah siapkan SDM hingga atraksi-atraksi di desa wisata harus diperbanyak untuk memanjakan tamu agar bisa berlama di desa wisata,”terangnya.

Dinas Koperasi dan UMKM yang diwakili A. Yuliani memaparkan, di kawasan Bazar KEK Mandalika ada sekitar 30 UMKM yang telah terkurasi tergabung koperasi dan menempati stand yang telah dibangun Kementerian Koperasi.

“Produk mereka sudah standar terkurasi, baik dari sisi kemasan, rasa hingga keamananannya,” jelasnya.

Ia memastikan, UMKM se Kabupaten/kota sudah siap. Bahkan ITDC memberikan 11 titik di sekitar KEK Mandalika untuk UMKM. Rencananya juga ada 80 tenda disiapkan UMKM.

Sementara itu, Dikes Provinsi NTB, Yahya menyampaikan, pihaknya telah menyiapkan 3 Puskesmas (PKM) utama di KEK, yaitu PKM Kute, Kruek dan Sengkol yang menjadi PKM prioritas.

BACA JUGA: Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

Sedangkan Rumah Sakit (RS) rujukan ada 2 yaitu RS Mandalika dan RS Umum Provinsi sebagai RS penopang utama.

Kesiapan RS di wilayah Lombok, Ada 28 RS, 8 Laboraturium untuk tes PCR dan Antigen. Ditambah ada 77 Fasyankes diwilayah disekitar.

“Termasuk kita sudah melatih tenaga kesehatan yang ada di wilayah sirkuit dan wilayah di luar sirkuit,”paparnya.

Sementara, untuk vaksinasi target yg dilaksanakan di Lombok Tengah untuk dosis I telah mencapai 74 persen. Bahkan kota Mataram dosis pertama sudah mencapsi 90 persen.

Mewakili Kadis Kominfotik, Fajar selaku Kasi Publikasi Bidang IKP berharap agar PPID perangkat daerah terus aktif mempublikasikan seluruh kerja-kerja dan iktiarnya untuk jelang WSBK.

“Diskominfotik siap untuk explore lebih dalam terkait update WBSK dan IATC, khususnya data dan informasi dari OPD,”terangnya

Begitu pun laporan lain yang masyarakat harus tahu seperi rekayasa trafik lalu lintas, lampu jalan, fasilitas infrastruktur jalan pendukung, pintu masuk ke NTB.

Baik dari segi manejemen transportasi dan sektor-sektor lainnya yang hampir rampung.

Nn

Diskominfotik




Profil Sirkuit Mandalika, Ini Penjelasan Lengkapnya

Sirkuit Mandalika yang sekarang bernama Pertamina Mandalika International Street Circuit panjangnya 4.300 meter yang jumlah tikungannya 17, masuk kalender MotoGP 2022 dan masuk dalam seri ke-13 Pirelli Indonesian Round.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sirkuit Mandalika resmi masuk dalam kalender World Superbike (WSBK) dan MotoGP.

Sebelumnya, lintasan balap Indonesia tersebut, telah berganti nama menjadi Pertamina Mandalika International Street Circuit, yang bakal menggelar seri penutup WSBK 2021 pada 19-21 November mendatang.

Sirkuit Mandalika atau Pertamina Mandalika International Street Circuit itu memiliki panjang 4,3 kilometer atau 4.300 meter. Dengan jumlah tikungannya sendiri mencapai 17 tikungan.

Sebanyak 11 tikungan mengarah ke kanan dan 6 lainnya mengarah ke kiri.

BACA JUGA: Swiss Berminat Lanjutkan Kerjasama Sektor Pariwisata

Dilansir dari kompas.com seperti dikutip dari situs resmi WSBK, lintasan balap motor yang terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, itu juga masuk dalam kalender sementara MotoGP 2022 dan masuk dalam seri ke-13 yang bertajuk Pirelli Indonesian Round.

Masih dilangsir dari media yang sama, yang mengutip dari situs resmi MotoGP, Sirkuit kebanggaan masyarakat NTB dan Indonesia umumnya, bakal jadi venue balapan GP Indonesia yang rencananya akan digelar pada 20 Maret 2022.

Atau beberapa pekan setelah seri pembuka di Qatar pada 6 Maret tahun depan.

Berdasarkan jadwal yang dikeluarkan oleh pihak MotoGP, selain masuk dalam kalender sementara, Sirkuit Mandalika juga akan menjadi lokasi tes pramusim MotoGP pada 11-13 Februari 2022.

Melangsir dari Kompas.com terbitan 30 Oktober 2021, meski Sirkuit Mandalika masuk dalam kalender WSBK 2021 dan MotoGP 2022, lintasan balap Indonesia Timur tersebut, hingga saat ini masih berstatus Subject to Homologation (STH) alias masih menunggu homologasi.

Mengutip dari GridOto.com, homologasi adalah prosedur yang harus diikuti untuk mendapatkan lisensi sirkuit. Setiap sirkuit harus lulus homologasi sebelum menggelar balapan MotoGP dan WSBK.

Kenapa sirkuit dibangun di Mandalika?

Menurut, Head of Operations – Sporting Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Dyan Dilato, alasan mengapa sirkuit dibangun di Mandalika karena lokasi tersebut merupakan salah satu dari empat destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) unggulan, di antaranya Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, dan Danau Toba.

BACA JUGA: Seniman Mural NTB Berprestasi di Tingkat Nasional

“Mandalika dirasa paling cocok untuk membangun sirkuit. Kalau Labuan Bajo enggak ada tanahnya, Likupang benar-benar pantai, Danau Toba dengan kulturnya,” ucapnya seperti dilangsir dari Kompas Otomotif, Minggu (31/10/21).

“Banyak pertimbangannya sampai dipilih Mandalika menjadi salah satu sirkuit yang diharapkan terus memancing (wisatawan). Ini juga akan menjadi lokomotif perekonomian, wisatawan datang karena ada perhelatan WSBK dan MotoGP, ada pantai yang bagus itu bonusnya,” ucapnya.

Nn

Diskominfotik




Bunda Niken Ingin Pastikan Lokasi UMKM Lokal

Bunda Niken igin pastikan berapa luas lokasi dan jumlah UMKM yang dapat menempati lokasi di KEK Mandalika

LOTENG.lombokjournal.com ~ Even internasional World Superbike (WSBK) dan MotoGP yang erlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika diharapkan mampu menggerakan sektor ekonomi terutama geliat dan kehadiran UMKM Lokal di sekitar kawasan itu.

Buunda Niken sedang meninjau lokasi UMKM Lokal

“Kunjungan kerja Dekranasda NTB di KEK Mandalika, untuk melihat lokasi dan tempat yang akan ditempati oleh UMKM Lokal saat pelaksanaan nanti,” kata Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., saat mengunjungi Sirkuit Balap dan Bazar Mandalika Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (28/10/21).

Bunda Niken ingin memastikan berapa luas lokasi dan jumlah UMKM yang dapat menempati lokasi di KEK Mandalika. Sementara di Bazar Mandalika, sangat terbatas, karena sebagian besar sudah ada UMKM lokal yang menempati.

BACA JUGA: Menguatkan Tetebatu, Nominasi Desa Wisata Terbaik

“Lokasi KEK ini luas, titik fokus dan lokusnya harus dipastikam berapa UMKM yang bisa menempati lokasi itu,” terang Bunda Niken.

Misalnya, di titik Parkir Timur 1 (PT 1) ada space ukuran 20×60 meter hingga 40×60 meter, yang mampu menampung hingga 50 stand UMKM.

Lokasinya berdekatan dengan Batu Kotak berdekatan dengan Bukit Merese.

Jadi pengunjung yang datang ke Sirkuit tidak sulit mencari oleh-oleh atau souvenir produk UMKM Lokal NTB sebagai kenang-kenangan.

“ini yang lebih utama kita pastikan,” tegas Ketua TP. PKK NTB.

Ditambahkannya, kunjungan ke Mandalika ini juga sekaligus melihat progress pengerjaan sirkuit Mandalalika.

Selain di KEK Mandalika, Bunda Niken juga mengunjungi dan melihat Stand Pameran WSBK di Bizam.

BACA JUGA: Program Desa Wisata di NTB, Ini Dukungan Mendes PDTT

“Di terminal kedatangan dan keberangkatan bandara Bizam sudah disiapkan space dengan ukuran 9×3 meter untuk UMKM lokal, namun sistemnya parsial,” ungkap istri Gubernur NTB ini.

Karena akan banyak kunjungan dan keberangkatan orang yang berkunjung ke NTB saat gelaran WSBK dan MotoGP.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Ahmad Mashuri, SH., menyampaikan,  keberadaan UMKM Lokal di hajatan dunia tersebut menjadi prioritas.

“Sudah ada lokasinya dimana letak dan posisi UMKM tersebut,”kata Kadis.

Tempat dan lokasinya juga berada pada titik keramian seperti area parkir, bazar, pantai hingga fasilitas umum.

Senada dengan Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi, mengaku telah berkoordinasi dengan pihak bandara.

“Kita akan memastikan desain standnya agar menarik,” kata Yusron

Sehingga saat kedatangan tamu, keberadaan stand ini menarik untuk dikunjungi, karena produk UMKM lokal hadir dengan kemasan dan kualitas yang menarik.

Turut hadir mendampingi Bunda Niken, Kadis Dishub, Sekdis Perdagangan, Pengurus Dekranasda dan ibu-ibu istri Forkopimda NTB.

Diskominfotik




Gebyar Inklusi Keuangan dan Pengukuhan Tim TPAKD KLU

Dalam kegiatan gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB diharapkan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan yang ada di Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Inklusi Keuangan.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah atau upaya untuk mencapai target inklusi keuangan pemerintah yang mencapai 90 persen di tahun 2024.

Bupati Djohan si acara Gebyar Inklusi Keuangan

Acara gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB Gemilang serta Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) KLU Tahun 2021, dihadiri oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu, SH, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE,MSc dan Anggota Dewan Komisioner OJK RI Bidang Edukasi & Bidang Perlindungan Konsumen, Tirta Segara, SE, MBA, di Aula RSUD KLU hari Selasa (26/10/21).

BACA JUGA:

Penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022, Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan ST, M.Eng, Wakil Kepala Kantor Regional 8 OJK Bali Nusra Ananda, Kepala Kantor OJK Provinsi NTB Riko Rinaldi, Direktur Utama Bank NTB Syari’ah Kukuh Rahardjo, Ketua Masyarakat Ekonomi Syari’ah NTB, Dr. Baiq Mulianah M.Pd dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Dewan Komisioner OJK RI Tirta Segara menyampiakan, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta kekayaan budaya yang banyak di wilayah NTB, khususnya kawasan Lombok Utara yang memiliki segenap potensi luar biasa.

Dikatakan, gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB Gemilang, dan mampu berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB.

Khususnya, di masa-masa sulit seperti ini harus bisa sama-sama bangkit.

“Saya harap sinergi ini bisa terus ditingkatkan demi mewujudkan industri jasa keuangan yang stabil” tuturnya.

Pandemi Covid 19 telah memberi dampak cukup besar terhadap masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia, OJK memiliki keyakinan untuk mengakselerasi dan mempercepat roda perekonomian di masa Covid 19 ini perluasan akses keuangan bagi masyarakat mutlak diperlukan.

Gubernur NTB Dr. Zul menyampaikan, dengan hadirnya OJK masyarakat NTB menjadi masyarakat yang faham dengan keuangan dan bebas dari buta finansial.

OJK tidak hanya mengawasi Bank saja, tapi datang kesekolah-sekolah, pondok pesantren dan bertemu dengan organisasi pemuda bertatapan langsung dengan masyarakat dan menceritakan tentang keadaan finansial yang ada dengan tata bahasa yang mudah difahami.

Akses keuangan hanya di monopoli oleh segelintir orang saja, kita juga ingin masyarakat kecil punya akses dan punya rasa kebersamaan dan kepemilikan terhadap institusi keuangan kita.

“Ke depan. kita harapkan OJK tidak hanya mengawas Bank Saja tetapi juga datang berinteraksi ke masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait kondisi finansial yang ada,” kata Gubernnur Zul.

Bupati Djohan mengapresiasi kerja sama antara OJK dengan kementerian dalam negeri dan instansi lainnya terkait program percepatan akses keuangan daerah melalui wadah TPAKD.

“Pembentukan Tim Percepatan akses keuangan Daerah diharapkan membantu mengurangi dan mencegah ketimpangan pembangunan di sektor perekonomian,” tuturnya.

TPAKD sebagai media bagi masyarakat dalam membuka akses keuangan yang lebih produktif, serta mengoptimalkan potensi sumber keuangan daerah bagi perkembangan sektor usaha UMKM .

“Kegiatan memberikan dampak positif bagi perubahan percepatan keuangan di Lombok Utara pada masa yang akan datang,” katanya.

Sinergi bersama dapat memperkuat kerja sama antara stakeholders industri jasa keuangan di daerah, dalam rangka membuka sekaligus mempercepat akses keuangan daerah
yang lebih produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA: Sembilan Besar PON XX, Menuju Lima Besar PON XXII

Acara dirangkaikan dengan pengukuhan Tim TPAKD KLU dan Penandatanganan MOU antara Bupati dengan Direktur Utama Bank NTB Syari’ah serta penyerahan award internal Bank NTB Syari’ah Tahun 2021.

@ng

 




Pelaksanaan Asian Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri 

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC, yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit tanggal 12 – 14 November 2021, kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan IATC (Idemitsu Asian Talent Cup), digelar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Jumat (22/10/21), di Pendopo Gubernur NTB.

Pelaksanaan IATC bulan November

Event Idemitsu Asian Talent Cup (IATC) yang akan digelar bulan November 2021, di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit, penyelenggaraannya diserahkan ke Pempov NTB.

Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

Dengan catatan bertanggungjawab terkait keamanan fasilitas di arena Sirkuit, menjamin kebersihan dan pemberlakuan Protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh penonton.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

Syaratnya, mewajibkan penonton divaksin 2 kali, melakukan rapid antigen dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, jumlah penonton IATC diperkirakan sebanyak 15.000 penonton, terdiri dari masyarakat NTB dan Anak-anak SMA/SMK dan Santri di NTB.

“Yang ditangani oleh Dorna hanya event World Superbike (WSBK) dan MotoGP, sedangkan IATC diserahkan pelaksanaannya sepenuhnya kepada pemerintah daerah,” jelas Bang Zul.

Seluruh OPD terkait lingkup Provinsi NTB, diminta untuk mengambil bagian untuk mensukseskan pelaksanaan event tersebut.

Event ini merupakan ajang untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan pelajar kita, untuk memberikan kesempatan kepada junior, memancing minat mereka terhadap dunia motor sport.

Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penonton, gubernur meminta agar standarisasi terkait protap keamanan, dan pemberlakuan Protokol kesehatan pada event IATC disamakan dengan event WSBK.

“Ini wujud partisipasi, supaya kita tidak jadi penonton di tempat sendiri,” ujarnya.

Sebelum event IATC dilaksanakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, akan mengerahkan siswa-siswa SMA/SMK untuk melakukan pembersihan dan kegiatan penghijauan di sekitar Sirkuit Mandalika.

BACA JUGA: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

Gubernur meminta agar event ini dapat dibuat semeriah mungkin, melibatkan masyarakat, melibatkan penyanyi lokal kita, tentunya dengan tetap menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas di Sirkuit.

Event ini juga akan dijadikan ajang untuk pameran produk lokal UMKM NTB, seperti produk sektor kesehatan, Motor Listrik dan berbagai jenis produk-produk lokal NTB.

“Ini dari kita, oleh kita untuk kita, prinsipnya,” tutupnya.

Diskominfotikntb




Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

Satuan Polisi Pramong Praja (Sat Pol PP) KLU melakukan sosialisasi Dana Bagi Hasil (DBH)-Cukai Hasil Tembakau (CHT) secara masif di seluruh Kabupaten Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ) Kabupaten Lombok Utara melakukan sosialisasi DBH-CHT untuk mengoptimalkan penggunaan dana cukai hasil tembakau yang dimaksud, di Kantor Desa Tanjung di Kabupaten Lombok Utara, Kamis (21/10/21).

Plt. Kepala Satpol PP Totok Surya Saputra, SH.MH menyampaikan, sosialisasi dilakukan masif di wilayah Kabupaten Lombok Utar (KLU).

Kasat Pol PP pimpin acara sosialisasi
Totok Surya Saputra

Acara sosialisasi DBH-CHT di Tanjung

Dijelaskan, tujuan sosialisasi yang dimaksud sesuai peraturan perundang-undangan terkait tembakau dan penggunaan, pemantauan serta evaluasi DBH-CHT.

BACA JUGA:  Wabup Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Dusun Batu Lilir

Dalam sosialisasi itu masyarakat diarahkan, bagaimana penggunaan dana DBH-CHT.

Disamping itu, lanjut Totok, bagaimana masyarakat paham prosedur mengurus perizinan untuk melegalkan perdagangan rokok yang masih belum dilekatkan dengan cukai.

Sasaran dari kegiatan sosialisasi adalah tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, petani tembakau, pengusaha tembakau, serta pedagang-pedagang di pasar maupun di toko yang menjual produk hasil tembakau.

“Sosialisasi tatap muka secara langsung ini baru pertama kali dilakukan dan bertempat di Desa Tanjung ini,” ungkapnya.

Seiring dengan kegiatan sosialisasi tatap muka ini, juga dilakukan melalui baliho, yang pemasangannya di lima titik kecamatan se-KLU.

Media sosialisasi berikutnya dengan menggunakan media pemberitaan melalui link media online, tuturnya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, ke depan diharapkan tidak ada lagi perdagangan rokok ilegal di KLU.

BACA JUGA: Sosialisasi Pmebangunan Data Base Informasi Kearsipan di KLU

“Dan pedagang ketika berusaha bisa menerapkan prinsip perundang-undangan di bidang cukai tembakau. Bila melakukan usaha, harus memiliki izin yang telah dikeluarkan oleh Bea Cukai,” tegas Totok.

@ng




Rakor Sosialisasi Dana Bagi Hasil (DBH)-Cukai Hasil Tembakau (CHT) di KLU

Bea Cukai di Provinsi NusaTenggara Barat, bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara melakukan Rakor Pelaksanaan Sosialisasi DBH-CHT

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kasat Pol PP, Totok Surya Saputra,SH,MH, mengatakan saat mengantar acara Rapat Kordinasi (Rakor), bahwa Koordinasi dan Pelaksanaan Sosialisasi Dana Bagi Hasil-Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) merupakan tugas pokok Bidang Penegakan Hukum, sebagaimana diamanatkan Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kementrian Keuangan RI, No.206/PMK.07/2020.

Rakor DBH-CHT

PEMBUKAAN RAKOR DBH-CHT

Kegiatan ini dilakukan antara lain oleh Bea Cukai di Provinsi NusaTenggara Barat, bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara periode pertengahan Oktober ini.

Kasat Pol PP KLU, Totok Surya Saputra menambahkan, untuk pembentukan kawasan lingkungan KIHT sudah dilakukan kerjasama dengan Unram dalam rangka membuat kajian.

Untuk pendataan rokok ilegal dengan melibatkan linmas Desa di seluruh Desa di setiap Kecamanan di Lombok Utata termasuk pemasangan baliho di 5 kecamatan.

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Ibu Risma

Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi tatap muka yang melibatkan unsur masyarakat dan pihak-pihak terkait termasuk melalui media online dan lainnya.

Sedangkan untuk operasi bersama barang kena cukai ilegal akan dijadwalkan setelah pendataan objek.

Sosialisai dilaksanakan,dalam operasi Gabungan (OPGAP) melibatkan bea cukai dan aparat penegak hukum lainnya.

Sekali lagi di pertegasan oleh Totok, tupoksi pihaknya dalam rangka penegakan hukum hanya ada 3 hal yaitu, Pertama Pembentukan Kawasan/Lingkungan/sentra Industri hasil tembakau, Kedua, sosialisasi perundang-undangan dibidang cukai tembakau dan Ketiga Operasi bersama pemberantasan barang kena cukai ilegal,tegasnya.

“Mari kita mewujudkan hal baik ini pada forum selanjutnya bersama pihak-pihak yang punya kepentingan untuk membahas langkah berikutnya yang dapat diambil,” ujar Kasat Pol PP KLU,Totok Surya Saputra.

Masih di acara yang sama, Penjabat Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM, menyebutkan juga bahwa perolehan dari Bea Cukai tembakau mencapai 9,8 Miliar.

Penjabat Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, yang didampingi Asisten 1, Drs. H Raden Nurjati, mengatakan Cukai rokok menjadi perhatian Pemerintah Pusat hingga ke Daerah.

Kabupaten Lombok Utara kebagian sekitar 9,8 Miliar dalam 2021.

Melalui kesempatan ini juga Anding Cahyadi menyampaikan, kondisi APBD Kabupatrn Lombok Utara anjlok akibat Covid 19.

“Dan itu sama sama kita tau,” ungkapnya.

Menurutnya, proses dalam rangka penanganan Covid 19 ini, pemerintah pusat tidak ingin main-main.

Sedangkan anggaran lebih besar itu peruntukannya di bidang Sosial dan Kesehatan yang kaitan dengan insentif tahun ini 2021 di angka 7,9 miliar Terus lagi tenaga vaksinator,1,2 miliar, artinya hampir 9 miliar lebih yang harus disisir dari anggaran seluruh OPD KLU melalui refocusing.

“Luar bisa pengaruhnya terhadap kegiatan yang ada di masing-masing OPD,” ujar Anding.

Padaha, untuk Tahun 2022 saja gaji dan TPP ASN masih kurang, ungkapnya.

Belum lagi terjadi pemekaran OPD, yang berbarengan dengan pemekaran Bidang-bidang. Biasanya di Bidang itu ada 2 Kasi menjadi 3 Kasi, sehingga saat mutasi kemarin khusus untuk jabatan eselon 4, dia layak tidak atau dia bisa dan pintar.

BACA JUGA: Workshop Kajian Resiko Bencana di Lombok Utara

“Asal golongan 3B pasti dapat jabatan, itupun masih ada 30 jabatan yang kosong karena karena kita kekurangan orang,” jelas Anding.

Kalau seandainya dipaksakan harus akomodir atau merekrut tenaga-tenaga guru.

“Kalau ini yang kita lakukan maka habis kita punya guru habis kita punya tenaga medis. Terus siapa yang Mengajar dan siapa yang merawat?” katanya.

Sehingga berani diputuskan untuk dikosongkan dan menunggu sampai dengan tanggal 1 Oktober.

“Pada tanggal 1 Oktober ini beberapa orang itu bisa menduduki golongan 3B,” tukas Anding Dwi Cahyadi saat membuka acara Sosialisai DBH-CHT, hari Senin (18/11/21)

.@ng




Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Klinik pertanian di Desa Jenggala satu-satunya di Lombok Utara, berdirinya dilandasi besarnya potensi pertanian serta kompleksnya masalah yang dihadapi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaunching klinik pertanian sekaligus mengukuhkan kelompok Taruna Tani melenial Desa Jenggala di Halaman Kantor Desa setempat, Kamis (07/10/21).

Hadir pula Camat Tanjung, Reselim SSos, Kepala Desa Jenggala Fakhruddin SPd, serta undangan lainnya.

Kata bupati, klinik pertanian di Jenggala ini satu-satunya di KLU
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati launching klinik pertanian di Desa Jenggala

Bupati Djohan menyampaikan, klinik pertanian ini merupakan satu-satunya di KLU. Diharapkan, ke depan klinik pertanian itut dikelola dengan baik, dan harus berkelanjutan untuk mendukung.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Karena itu, perlu kerjasama dengan Bumdes serta lainya demi kepentingan masyarakat, mengingat Desa Jenggala punya potensi luar biasa.

“Saya mengapresiasi dilaunchingnya klinik pertanian, serta selamat atas di kukuhkannya kelompok tani milenial Desa Jenggala,” ungkap bupati.

Dengan dikukuhkannya petani melenial, mereka anak-anak muda  bersemangat dan enerjik yang memiliki ilmu pertanian, akan berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian.

“Harapan saya  kalian anak-anak mudalah yang mengambil peran sebagai petani  biarkan yang tua istirihat,” kata bupati.

Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin menyampaikan, hampir 80 persen potensi pertanian yang dimiliki Desa Jenggala. Besarnya  potensi yang dimiliki serta permasalahan kompleks di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga panen, hal itu yang mendasari berdirinya klinik Pertanian.

Ke depan, klini pertanian akan menunjang kebutuhan para petani, sebagai salah satu wadah para petani berkonsultasi masalah pertanian.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

“Harapan kami pada pengurus Bumdes nantinya bisa kerjasama dalam membangun sinergi serta menjalin komunikasi dengan baik dengan Pemda,  khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” harap Fakhruddin.

Ditambahkan, terbentuknya kelompok Taruna Tani milenial,  bertujuan membantu mewujudkan program Pemda KLU  yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

@ng




Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

Untuk mendukung kesiapan NTB menyambut event MotoGP, Bupati Djohan berharap vaksinasi harus mencapai target maksimal, agar ribuan wisatawan bisa berkunjung ke KLU

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H menghimbau kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam rangka vaksinasi untuk mencapai target atau sasaran vaksinasi 70.000 jiwa di kabupaten Lombok Utara secara umum.

Kegiatan Vaksinasi daerah kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa mencapai target maksimal, demi mendukung kesiapan daerah NTB khususnya kabupaten Lombok Utara dalam menyambut moment SuperBike Moto G.P di NTB.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Djohan Syamsu selaku bupati saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) di desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan menjelaskan, kegiatan vaksinasi sangat diharapkan bisa berjalan lancar demi bangkitnya perekonomian di kabupaten Lombok Utara.

Selain itu dengan adanya event MotoGP di NTB tentu akan menggaet banyak wisatawan asing yang mengunjungi daerah NTB, terlebih juga Kabupaten Lombok Utara.

Sehingga target vaksinasi masyarakat kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa segera mencapai target maksimal ketika wisatawan asing mulai berdatangan ke daerah NTB dan khususnya Kabupaten Lombok Utara.

“Saya sudah rapatkan beberapa hari kemarin bahwa target kita dua minggu ini 70.000 sudah divaksin, sehingga masyarakat KLU ini 130.000 dari 180.000 sasaran, sudah divaksin. Karena kita akan menyambut event MotoGP dan tentu ribuan wisatawan akan datang ke daerah kita dan kita bisa siap menyambut hal tersebut.” kata Bupati Djohan, Kamis (07/10/21).

Kemudian dijelaskan, penurunan anggaran daerah mencapai 300 milyar di tahun 2021 ini, karena dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga penurunan ini mempengaruhi upaya percepatan pembangunan.

Sehingga yang sangat berpotensi menunjang hal tersebut adalah peningkatan sektor pariwisata dan pertanian, sehingga sangat didorong untuk percepatan target vaksinasi di Kabupaten Lombok Utara.

“APBD kita turun hingga 300 milyar pada tahun 2021 ini, ditambah lagi dengan pendapatan asli daerah yang tadinya 250 milyar, sekarang menjadi 100 milyar, sehingga ini menjadi persoalan daerah.” jelas Bupati Djohan.

Djohan Syamsu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait terhambatnya percepatan pembangunan daerah di masa pandemi.

BACA JUGA: Pelatihan Mendogeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kendati begitu H. Djohan Syamsu menyampaikan suka citanya atas predikat zona hijau untuk daerah Kabupaten Lombok Utara.

“Saya minta maaf kepada saudara-saudara sekalian, masyarakat saya khususnya di Kecamatan Kayangan ini. Belum banyak yang bisa saya lakukan dalam rangka percepatan pembangunan daerah. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan cek terkhir saya bahwa hari ini kita sudah zona hijau, tapi kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan tentunya selalu menggunakan masker,” kata Bupati Djohan.

Han