Bunda Niken Ingin Pastikan Lokasi UMKM Lokal

Bunda Niken igin pastikan berapa luas lokasi dan jumlah UMKM yang dapat menempati lokasi di KEK Mandalika

LOTENG.lombokjournal.com ~ Even internasional World Superbike (WSBK) dan MotoGP yang erlangsung di Sirkuit Pertamina Mandalika diharapkan mampu menggerakan sektor ekonomi terutama geliat dan kehadiran UMKM Lokal di sekitar kawasan itu.

Buunda Niken sedang meninjau lokasi UMKM Lokal

“Kunjungan kerja Dekranasda NTB di KEK Mandalika, untuk melihat lokasi dan tempat yang akan ditempati oleh UMKM Lokal saat pelaksanaan nanti,” kata Ketua Dekranasda Provinsi NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., saat mengunjungi Sirkuit Balap dan Bazar Mandalika Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (28/10/21).

Bunda Niken ingin memastikan berapa luas lokasi dan jumlah UMKM yang dapat menempati lokasi di KEK Mandalika. Sementara di Bazar Mandalika, sangat terbatas, karena sebagian besar sudah ada UMKM lokal yang menempati.

BACA JUGA: Menguatkan Tetebatu, Nominasi Desa Wisata Terbaik

“Lokasi KEK ini luas, titik fokus dan lokusnya harus dipastikam berapa UMKM yang bisa menempati lokasi itu,” terang Bunda Niken.

Misalnya, di titik Parkir Timur 1 (PT 1) ada space ukuran 20×60 meter hingga 40×60 meter, yang mampu menampung hingga 50 stand UMKM.

Lokasinya berdekatan dengan Batu Kotak berdekatan dengan Bukit Merese.

Jadi pengunjung yang datang ke Sirkuit tidak sulit mencari oleh-oleh atau souvenir produk UMKM Lokal NTB sebagai kenang-kenangan.

“ini yang lebih utama kita pastikan,” tegas Ketua TP. PKK NTB.

Ditambahkannya, kunjungan ke Mandalika ini juga sekaligus melihat progress pengerjaan sirkuit Mandalalika.

Selain di KEK Mandalika, Bunda Niken juga mengunjungi dan melihat Stand Pameran WSBK di Bizam.

BACA JUGA: Program Desa Wisata di NTB, Ini Dukungan Mendes PDTT

“Di terminal kedatangan dan keberangkatan bandara Bizam sudah disiapkan space dengan ukuran 9×3 meter untuk UMKM lokal, namun sistemnya parsial,” ungkap istri Gubernur NTB ini.

Karena akan banyak kunjungan dan keberangkatan orang yang berkunjung ke NTB saat gelaran WSBK dan MotoGP.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB, Ahmad Mashuri, SH., menyampaikan,  keberadaan UMKM Lokal di hajatan dunia tersebut menjadi prioritas.

“Sudah ada lokasinya dimana letak dan posisi UMKM tersebut,”kata Kadis.

Tempat dan lokasinya juga berada pada titik keramian seperti area parkir, bazar, pantai hingga fasilitas umum.

Senada dengan Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Pariwisata NTB Yusron Hadi, mengaku telah berkoordinasi dengan pihak bandara.

“Kita akan memastikan desain standnya agar menarik,” kata Yusron

Sehingga saat kedatangan tamu, keberadaan stand ini menarik untuk dikunjungi, karena produk UMKM lokal hadir dengan kemasan dan kualitas yang menarik.

Turut hadir mendampingi Bunda Niken, Kadis Dishub, Sekdis Perdagangan, Pengurus Dekranasda dan ibu-ibu istri Forkopimda NTB.

Diskominfotik




Gebyar Inklusi Keuangan dan Pengukuhan Tim TPAKD KLU

Dalam kegiatan gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB diharapkan berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Otoritas Jasa Keuangan bersama Industri Jasa Keuangan yang ada di Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan Inklusi Keuangan.

Kegiatan ini merupakan salah satu langkah atau upaya untuk mencapai target inklusi keuangan pemerintah yang mencapai 90 persen di tahun 2024.

Bupati Djohan si acara Gebyar Inklusi Keuangan

Acara gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB Gemilang serta Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) KLU Tahun 2021, dihadiri oleh Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu, SH, Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, SE,MSc dan Anggota Dewan Komisioner OJK RI Bidang Edukasi & Bidang Perlindungan Konsumen, Tirta Segara, SE, MBA, di Aula RSUD KLU hari Selasa (26/10/21).

BACA JUGA:

Penyelenggaraan WSBK dan MotoGP 2022, Pemprov NTB Studi Komparasi ke Itali

Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan ST, M.Eng, Wakil Kepala Kantor Regional 8 OJK Bali Nusra Ananda, Kepala Kantor OJK Provinsi NTB Riko Rinaldi, Direktur Utama Bank NTB Syari’ah Kukuh Rahardjo, Ketua Masyarakat Ekonomi Syari’ah NTB, Dr. Baiq Mulianah M.Pd dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya Dewan Komisioner OJK RI Tirta Segara menyampiakan, dengan potensi sumber daya alam yang melimpah serta kekayaan budaya yang banyak di wilayah NTB, khususnya kawasan Lombok Utara yang memiliki segenap potensi luar biasa.

Dikatakan, gebyar Bulan Inklusi Keuangan NTB Gemilang, dan mampu berkontribusi dalam peningkatan pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB.

Khususnya, di masa-masa sulit seperti ini harus bisa sama-sama bangkit.

“Saya harap sinergi ini bisa terus ditingkatkan demi mewujudkan industri jasa keuangan yang stabil” tuturnya.

Pandemi Covid 19 telah memberi dampak cukup besar terhadap masyarakat dan pelaku usaha di Indonesia, OJK memiliki keyakinan untuk mengakselerasi dan mempercepat roda perekonomian di masa Covid 19 ini perluasan akses keuangan bagi masyarakat mutlak diperlukan.

Gubernur NTB Dr. Zul menyampaikan, dengan hadirnya OJK masyarakat NTB menjadi masyarakat yang faham dengan keuangan dan bebas dari buta finansial.

OJK tidak hanya mengawasi Bank saja, tapi datang kesekolah-sekolah, pondok pesantren dan bertemu dengan organisasi pemuda bertatapan langsung dengan masyarakat dan menceritakan tentang keadaan finansial yang ada dengan tata bahasa yang mudah difahami.

Akses keuangan hanya di monopoli oleh segelintir orang saja, kita juga ingin masyarakat kecil punya akses dan punya rasa kebersamaan dan kepemilikan terhadap institusi keuangan kita.

“Ke depan. kita harapkan OJK tidak hanya mengawas Bank Saja tetapi juga datang berinteraksi ke masyarakat untuk memberikan pemahaman terkait kondisi finansial yang ada,” kata Gubernnur Zul.

Bupati Djohan mengapresiasi kerja sama antara OJK dengan kementerian dalam negeri dan instansi lainnya terkait program percepatan akses keuangan daerah melalui wadah TPAKD.

“Pembentukan Tim Percepatan akses keuangan Daerah diharapkan membantu mengurangi dan mencegah ketimpangan pembangunan di sektor perekonomian,” tuturnya.

TPAKD sebagai media bagi masyarakat dalam membuka akses keuangan yang lebih produktif, serta mengoptimalkan potensi sumber keuangan daerah bagi perkembangan sektor usaha UMKM .

“Kegiatan memberikan dampak positif bagi perubahan percepatan keuangan di Lombok Utara pada masa yang akan datang,” katanya.

Sinergi bersama dapat memperkuat kerja sama antara stakeholders industri jasa keuangan di daerah, dalam rangka membuka sekaligus mempercepat akses keuangan daerah
yang lebih produktif bagi seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA: Sembilan Besar PON XX, Menuju Lima Besar PON XXII

Acara dirangkaikan dengan pengukuhan Tim TPAKD KLU dan Penandatanganan MOU antara Bupati dengan Direktur Utama Bank NTB Syari’ah serta penyerahan award internal Bank NTB Syari’ah Tahun 2021.

@ng

 




Pelaksanaan Asian Talent Cup, Pemprov NTB Tangani Sendiri 

Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC, yang digelar di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit tanggal 12 – 14 November 2021, kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Penyelenggaraan IATC (Idemitsu Asian Talent Cup), digelar Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Jajaran OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB, Jumat (22/10/21), di Pendopo Gubernur NTB.

Pelaksanaan IATC bulan November

Event Idemitsu Asian Talent Cup (IATC) yang akan digelar bulan November 2021, di Pertamina Mandalika International Street Sirkuit, penyelenggaraannya diserahkan ke Pempov NTB.

Pihak Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyerahkan pelaksanaan event IATC kepada Pemerintah Provinsi NTB sepenuhnya.

Dengan catatan bertanggungjawab terkait keamanan fasilitas di arena Sirkuit, menjamin kebersihan dan pemberlakuan Protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh penonton.

BACA JUGA: Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

Syaratnya, mewajibkan penonton divaksin 2 kali, melakukan rapid antigen dan menggunakan Aplikasi PeduliLindungi.

Gubernur Zulkieflimansyah mengatakan, jumlah penonton IATC diperkirakan sebanyak 15.000 penonton, terdiri dari masyarakat NTB dan Anak-anak SMA/SMK dan Santri di NTB.

“Yang ditangani oleh Dorna hanya event World Superbike (WSBK) dan MotoGP, sedangkan IATC diserahkan pelaksanaannya sepenuhnya kepada pemerintah daerah,” jelas Bang Zul.

Seluruh OPD terkait lingkup Provinsi NTB, diminta untuk mengambil bagian untuk mensukseskan pelaksanaan event tersebut.

Event ini merupakan ajang untuk memperkenalkan kepada masyarakat dan pelajar kita, untuk memberikan kesempatan kepada junior, memancing minat mereka terhadap dunia motor sport.

Untuk mengantisipasi membludaknya jumlah penonton, gubernur meminta agar standarisasi terkait protap keamanan, dan pemberlakuan Protokol kesehatan pada event IATC disamakan dengan event WSBK.

“Ini wujud partisipasi, supaya kita tidak jadi penonton di tempat sendiri,” ujarnya.

Sebelum event IATC dilaksanakan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, akan mengerahkan siswa-siswa SMA/SMK untuk melakukan pembersihan dan kegiatan penghijauan di sekitar Sirkuit Mandalika.

BACA JUGA: Keluarga Benteng Utama Pencegahan Bahaya Narkoba

Gubernur meminta agar event ini dapat dibuat semeriah mungkin, melibatkan masyarakat, melibatkan penyanyi lokal kita, tentunya dengan tetap menjaga kebersihan dan menjaga fasilitas di Sirkuit.

Event ini juga akan dijadikan ajang untuk pameran produk lokal UMKM NTB, seperti produk sektor kesehatan, Motor Listrik dan berbagai jenis produk-produk lokal NTB.

“Ini dari kita, oleh kita untuk kita, prinsipnya,” tutupnya.

Diskominfotikntb




Sosialisasi Dana Cukai Tembakau, Dilakukan Masif di KLU

Satuan Polisi Pramong Praja (Sat Pol PP) KLU melakukan sosialisasi Dana Bagi Hasil (DBH)-Cukai Hasil Tembakau (CHT) secara masif di seluruh Kabupaten Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP ) Kabupaten Lombok Utara melakukan sosialisasi DBH-CHT untuk mengoptimalkan penggunaan dana cukai hasil tembakau yang dimaksud, di Kantor Desa Tanjung di Kabupaten Lombok Utara, Kamis (21/10/21).

Plt. Kepala Satpol PP Totok Surya Saputra, SH.MH menyampaikan, sosialisasi dilakukan masif di wilayah Kabupaten Lombok Utar (KLU).

Kasat Pol PP pimpin acara sosialisasi
Totok Surya Saputra

Acara sosialisasi DBH-CHT di Tanjung

Dijelaskan, tujuan sosialisasi yang dimaksud sesuai peraturan perundang-undangan terkait tembakau dan penggunaan, pemantauan serta evaluasi DBH-CHT.

BACA JUGA:  Wabup Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Dusun Batu Lilir

Dalam sosialisasi itu masyarakat diarahkan, bagaimana penggunaan dana DBH-CHT.

Disamping itu, lanjut Totok, bagaimana masyarakat paham prosedur mengurus perizinan untuk melegalkan perdagangan rokok yang masih belum dilekatkan dengan cukai.

Sasaran dari kegiatan sosialisasi adalah tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat desa, petani tembakau, pengusaha tembakau, serta pedagang-pedagang di pasar maupun di toko yang menjual produk hasil tembakau.

“Sosialisasi tatap muka secara langsung ini baru pertama kali dilakukan dan bertempat di Desa Tanjung ini,” ungkapnya.

Seiring dengan kegiatan sosialisasi tatap muka ini, juga dilakukan melalui baliho, yang pemasangannya di lima titik kecamatan se-KLU.

Media sosialisasi berikutnya dengan menggunakan media pemberitaan melalui link media online, tuturnya.

Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, ke depan diharapkan tidak ada lagi perdagangan rokok ilegal di KLU.

BACA JUGA: Sosialisasi Pmebangunan Data Base Informasi Kearsipan di KLU

“Dan pedagang ketika berusaha bisa menerapkan prinsip perundang-undangan di bidang cukai tembakau. Bila melakukan usaha, harus memiliki izin yang telah dikeluarkan oleh Bea Cukai,” tegas Totok.

@ng




Rakor Sosialisasi Dana Bagi Hasil (DBH)-Cukai Hasil Tembakau (CHT) di KLU

Bea Cukai di Provinsi NusaTenggara Barat, bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara melakukan Rakor Pelaksanaan Sosialisasi DBH-CHT

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Kasat Pol PP, Totok Surya Saputra,SH,MH, mengatakan saat mengantar acara Rapat Kordinasi (Rakor), bahwa Koordinasi dan Pelaksanaan Sosialisasi Dana Bagi Hasil-Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) merupakan tugas pokok Bidang Penegakan Hukum, sebagaimana diamanatkan Direktorat Jendral Bea dan Cukai Kementrian Keuangan RI, No.206/PMK.07/2020.

Rakor DBH-CHT

PEMBUKAAN RAKOR DBH-CHT

Kegiatan ini dilakukan antara lain oleh Bea Cukai di Provinsi NusaTenggara Barat, bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara periode pertengahan Oktober ini.

Kasat Pol PP KLU, Totok Surya Saputra menambahkan, untuk pembentukan kawasan lingkungan KIHT sudah dilakukan kerjasama dengan Unram dalam rangka membuat kajian.

Untuk pendataan rokok ilegal dengan melibatkan linmas Desa di seluruh Desa di setiap Kecamanan di Lombok Utata termasuk pemasangan baliho di 5 kecamatan.

BACA JUGA: Antara Marah dan Ramahnya Ibu Risma

Selanjutnya akan dilakukan sosialisasi tatap muka yang melibatkan unsur masyarakat dan pihak-pihak terkait termasuk melalui media online dan lainnya.

Sedangkan untuk operasi bersama barang kena cukai ilegal akan dijadwalkan setelah pendataan objek.

Sosialisai dilaksanakan,dalam operasi Gabungan (OPGAP) melibatkan bea cukai dan aparat penegak hukum lainnya.

Sekali lagi di pertegasan oleh Totok, tupoksi pihaknya dalam rangka penegakan hukum hanya ada 3 hal yaitu, Pertama Pembentukan Kawasan/Lingkungan/sentra Industri hasil tembakau, Kedua, sosialisasi perundang-undangan dibidang cukai tembakau dan Ketiga Operasi bersama pemberantasan barang kena cukai ilegal,tegasnya.

“Mari kita mewujudkan hal baik ini pada forum selanjutnya bersama pihak-pihak yang punya kepentingan untuk membahas langkah berikutnya yang dapat diambil,” ujar Kasat Pol PP KLU,Totok Surya Saputra.

Masih di acara yang sama, Penjabat Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi,S.STP, MM, menyebutkan juga bahwa perolehan dari Bea Cukai tembakau mencapai 9,8 Miliar.

Penjabat Sekda KLU, Anding Dwi Cahyadi, S. STP, MM, yang didampingi Asisten 1, Drs. H Raden Nurjati, mengatakan Cukai rokok menjadi perhatian Pemerintah Pusat hingga ke Daerah.

Kabupaten Lombok Utara kebagian sekitar 9,8 Miliar dalam 2021.

Melalui kesempatan ini juga Anding Cahyadi menyampaikan, kondisi APBD Kabupatrn Lombok Utara anjlok akibat Covid 19.

“Dan itu sama sama kita tau,” ungkapnya.

Menurutnya, proses dalam rangka penanganan Covid 19 ini, pemerintah pusat tidak ingin main-main.

Sedangkan anggaran lebih besar itu peruntukannya di bidang Sosial dan Kesehatan yang kaitan dengan insentif tahun ini 2021 di angka 7,9 miliar Terus lagi tenaga vaksinator,1,2 miliar, artinya hampir 9 miliar lebih yang harus disisir dari anggaran seluruh OPD KLU melalui refocusing.

“Luar bisa pengaruhnya terhadap kegiatan yang ada di masing-masing OPD,” ujar Anding.

Padaha, untuk Tahun 2022 saja gaji dan TPP ASN masih kurang, ungkapnya.

Belum lagi terjadi pemekaran OPD, yang berbarengan dengan pemekaran Bidang-bidang. Biasanya di Bidang itu ada 2 Kasi menjadi 3 Kasi, sehingga saat mutasi kemarin khusus untuk jabatan eselon 4, dia layak tidak atau dia bisa dan pintar.

BACA JUGA: Workshop Kajian Resiko Bencana di Lombok Utara

“Asal golongan 3B pasti dapat jabatan, itupun masih ada 30 jabatan yang kosong karena karena kita kekurangan orang,” jelas Anding.

Kalau seandainya dipaksakan harus akomodir atau merekrut tenaga-tenaga guru.

“Kalau ini yang kita lakukan maka habis kita punya guru habis kita punya tenaga medis. Terus siapa yang Mengajar dan siapa yang merawat?” katanya.

Sehingga berani diputuskan untuk dikosongkan dan menunggu sampai dengan tanggal 1 Oktober.

“Pada tanggal 1 Oktober ini beberapa orang itu bisa menduduki golongan 3B,” tukas Anding Dwi Cahyadi saat membuka acara Sosialisai DBH-CHT, hari Senin (18/11/21)

.@ng




Klinik Pertanian Desa Jenggala, Wadah Konsultasi Petani

Klinik pertanian di Desa Jenggala satu-satunya di Lombok Utara, berdirinya dilandasi besarnya potensi pertanian serta kompleksnya masalah yang dihadapi

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara H Djohan Sjamsu SH melaunching klinik pertanian sekaligus mengukuhkan kelompok Taruna Tani melenial Desa Jenggala di Halaman Kantor Desa setempat, Kamis (07/10/21).

Hadir pula Camat Tanjung, Reselim SSos, Kepala Desa Jenggala Fakhruddin SPd, serta undangan lainnya.

Kata bupati, klinik pertanian di Jenggala ini satu-satunya di KLU
Bupati H. Djohan Sjamsu

Bupati launching klinik pertanian di Desa Jenggala

Bupati Djohan menyampaikan, klinik pertanian ini merupakan satu-satunya di KLU. Diharapkan, ke depan klinik pertanian itut dikelola dengan baik, dan harus berkelanjutan untuk mendukung.

BACA JUGA: Workshop Renaksi Penanggulangan Kemiskinan di KLU

Karena itu, perlu kerjasama dengan Bumdes serta lainya demi kepentingan masyarakat, mengingat Desa Jenggala punya potensi luar biasa.

“Saya mengapresiasi dilaunchingnya klinik pertanian, serta selamat atas di kukuhkannya kelompok tani milenial Desa Jenggala,” ungkap bupati.

Dengan dikukuhkannya petani melenial, mereka anak-anak muda  bersemangat dan enerjik yang memiliki ilmu pertanian, akan berperan penting dalam pengembangan sektor pertanian.

“Harapan saya  kalian anak-anak mudalah yang mengambil peran sebagai petani  biarkan yang tua istirihat,” kata bupati.

Kepala Desa Jenggala, Fakhruddin menyampaikan, hampir 80 persen potensi pertanian yang dimiliki Desa Jenggala. Besarnya  potensi yang dimiliki serta permasalahan kompleks di bidang pertanian mulai dari penanaman hingga panen, hal itu yang mendasari berdirinya klinik Pertanian.

Ke depan, klini pertanian akan menunjang kebutuhan para petani, sebagai salah satu wadah para petani berkonsultasi masalah pertanian.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

“Harapan kami pada pengurus Bumdes nantinya bisa kerjasama dalam membangun sinergi serta menjalin komunikasi dengan baik dengan Pemda,  khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian,” harap Fakhruddin.

Ditambahkan, terbentuknya kelompok Taruna Tani milenial,  bertujuan membantu mewujudkan program Pemda KLU  yang berkaitan dengan ketahanan pangan, pertanian dan perikanan.

@ng




Bupati Djohan: Target Dua Minggu, 70 Ribu Warga KLU Divaksinasi

Untuk mendukung kesiapan NTB menyambut event MotoGP, Bupati Djohan berharap vaksinasi harus mencapai target maksimal, agar ribuan wisatawan bisa berkunjung ke KLU

SANTONG, KLU.lombokjournal.com ~ Bupati kabupaten Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, S.H menghimbau kepada masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam rangka vaksinasi untuk mencapai target atau sasaran vaksinasi 70.000 jiwa di kabupaten Lombok Utara secara umum.

Kegiatan Vaksinasi daerah kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa mencapai target maksimal, demi mendukung kesiapan daerah NTB khususnya kabupaten Lombok Utara dalam menyambut moment SuperBike Moto G.P di NTB.

BACA JUGA: Pusat Evakuasi Masyarakat Dibangun di Desa Santong Mulia

Djohan Syamsu selaku bupati saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan Pusat Evakuasi Masyarakat (PEM) di desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan menjelaskan, kegiatan vaksinasi sangat diharapkan bisa berjalan lancar demi bangkitnya perekonomian di kabupaten Lombok Utara.

Selain itu dengan adanya event MotoGP di NTB tentu akan menggaet banyak wisatawan asing yang mengunjungi daerah NTB, terlebih juga Kabupaten Lombok Utara.

Sehingga target vaksinasi masyarakat kabupaten Lombok Utara diharapkan bisa segera mencapai target maksimal ketika wisatawan asing mulai berdatangan ke daerah NTB dan khususnya Kabupaten Lombok Utara.

“Saya sudah rapatkan beberapa hari kemarin bahwa target kita dua minggu ini 70.000 sudah divaksin, sehingga masyarakat KLU ini 130.000 dari 180.000 sasaran, sudah divaksin. Karena kita akan menyambut event MotoGP dan tentu ribuan wisatawan akan datang ke daerah kita dan kita bisa siap menyambut hal tersebut.” kata Bupati Djohan, Kamis (07/10/21).

Kemudian dijelaskan, penurunan anggaran daerah mencapai 300 milyar di tahun 2021 ini, karena dampak dari pandemi Covid-19. Sehingga penurunan ini mempengaruhi upaya percepatan pembangunan.

Sehingga yang sangat berpotensi menunjang hal tersebut adalah peningkatan sektor pariwisata dan pertanian, sehingga sangat didorong untuk percepatan target vaksinasi di Kabupaten Lombok Utara.

“APBD kita turun hingga 300 milyar pada tahun 2021 ini, ditambah lagi dengan pendapatan asli daerah yang tadinya 250 milyar, sekarang menjadi 100 milyar, sehingga ini menjadi persoalan daerah.” jelas Bupati Djohan.

Djohan Syamsu juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait terhambatnya percepatan pembangunan daerah di masa pandemi.

BACA JUGA: Pelatihan Mendogeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kendati begitu H. Djohan Syamsu menyampaikan suka citanya atas predikat zona hijau untuk daerah Kabupaten Lombok Utara.

“Saya minta maaf kepada saudara-saudara sekalian, masyarakat saya khususnya di Kecamatan Kayangan ini. Belum banyak yang bisa saya lakukan dalam rangka percepatan pembangunan daerah. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan cek terkhir saya bahwa hari ini kita sudah zona hijau, tapi kita harus tetap mematuhi protokol kesehatan dan tentunya selalu menggunakan masker,” kata Bupati Djohan.

Han




Workshop Implementasi Program LED di KLU, Dibuka Bupati

Kegiatan workshop penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas diperlukan warga Desa Sambi Elen, setelah ada pendampingan dari Paluma dan UNDP

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan workshop penyampaian hasil implementasi program Local Economic Development (LED), kolaborasi kelompok dan masyarakat dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Lombok Utara (KLU), dibuka Bupati Lombok Utara, H Djohan Sjamsu SH, di Aula Bupati, Rabu (06/10/21).

Bupati membuka woekshop penyampaian hasil pendampingan
Bupati H Djohan Sjamsu

Hadir pula Para Staf Ahli Bupati, Perwakilan PALUMA Yogyakarta, Perwakilan UNDP,Camat Bayan Denda Peniwarni SE, Kades Sambik Elen Muhammad Katur serta undangan lainnya.

Menurut Bupati Djohan, acara workshop penting bagi masyarakat utamanya yang berada di Sambik Elen. Khususnya dalam penyampaian hasil Implementasi peningkatan kapasitas  di wilayah paling ujung timur KLU, di bawah binaan UNDP dan Paluma.

“Pemda sangat mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh PALUMA dan UNDP  dalam rangka pendampingan dan membina UMKM yang ada di Desa Sambik Elen,” tuturnya.

Pemulihan pasca gempa 2018 meluluh lantahkan seluruh sarana perasarana di KLU  yang hingga kini belum seluruhnya terbangun kembali. Terlebih  pada Tahun 2020, terjadi bencana non alam yakni pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Pelatihan Mendongeng untuk Tumbuh Kembang Anak

Kondisi ini memberikan dampak cukup signifikan bagi proses pembangunan di daerah.

Pandemi juga berdampak pada UMKM dan perekonomian daerah  mengalami keterpurukan, hanya yang masih bertahan sektor pertanian.

“Harapan saya untuk masyarakat yang ada di Desa Sambik Elen, program  pendampingan yang dilakukan oleh Paluma dan lainnya tidak berhenti, dan bisa berkelanjutan,” harapnya.

Pemda mendukung sepenuhnya program yang bertujuan mengembalikan semangat masyarakat untuk kembali berusaha dan berikhtiar membangun ekonomi untuk menunjang kehidupan keluarga serta lainya.

Menurut bupati, potensi Desa Wisata di KLU  sangat bagus, tinggal bagaimana dikelola dengan baik dan ke depan produk UMKM bisa dipasarkan.

Kepala Desa Sambik Elen, Muhammad Katur dalam laporannya menyampaikan, kehadiran PALUMA selama dua tahun mampu memperlihatkan dampak positif bagi masyarakat Sambik Elen.

“Berkat pendampingan dari Paluma dan UNDP, banyak hal yang masyarakat kembangkan mulai dari pembinaan UMKM, SDM, sumber daya alam serta lainnya yang berpotensi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat kami,”ungakpya.

Semua UMKM Desa Sambik Elen mengikuti workshop, dan ke depa kita memerlukan sistem pengelolaan pembangunan  yang baik khususnya di desa.

Peran pemda di dalamnya sangat penting, karena  pendampingan dari PALUMA, di Desa Sambik Elen telah melahirkan setidak ada 6 Perdes yang bertujuan untuk mendukung kegiatan serta pelaksanaan programnya.

BACA JUGA:

Perayaan Mandi Safar di Gili Tahun Ini Lebih Sederhana, Ini Alasannya

“Terimakasih kepada Paluma dan UNDP serta lainya, yang selama ini melakukan pendampingan pada masyarakat kami,” kata Muhammad Katur.

Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan peninjauan stand Pameran UMKM dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

@ng

 




BI NTB Dukung Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Bawang Merah

Pemanfaatan Bahan Organik Untuk Penanaman Bawang Merah di Kabupaten Lombok Utara didukung BI NTB, untuk optimalisasi produksi

TANJUNG.lombokjournal.com ~  Bank Indonesia Kantor Perwakilan, mendukung program demplot dengan pemanfaatan bahan organik untuk penanaman bawang merah yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari optimalisasi produksi.

Bupati bersama Kepala BI NTB di demplot klaster Bawang merah
Bupati H Djohan Sjamsu

“Demplot ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian petani akan perlunya penyehatan lahan agar kejadian penurunan kesuburan tanah dapat dicegah, bahkan dapat diperbaiki di masa mendatang,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) NTB, Heru Saptaji, Selasa (05/10/21).

Ia menambahkan, program ini sekaligus memberikan gambaran dan contoh kepada petani bawang merah yang dipusatkan di “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara.

BACA JUGA: English Competition Festival, Event Perdana di KLU Tahun 2021

Pemanfaatan penggunaan bahan organik bagi petani penanaman bawang merah melalui demplot skala usaha pada lahan kelompok tani maju, yang membandingkan teknik pengelolaan lahan secara konvensional.

Menggunakan bahan organik terdekompisisi, lanjut dia, dilengkapi dengan Kalsium (Ca) serta bahan pembenah tanah hasil pabrikasi.

Dengan itu, dapat diperoleh gambaran secara jelas pola pengelolaan lahan yang mana yang mampu memperbaiki kesuburan tanah dan meningkatkan hasil panen bawang merah yang menguntungkan.

Kegiatan tersebut merupakan kerjasama antara Bank Indonesia Kantor Perwakilan NTB dengan “Kelompok Tani Baro IV” Desa Anyar Kecamatan Bayan, pada luasan Demplot sekitar 0,70 Are.

“Dari hasil pengamatan dan uji coba di lapangan terlihat perlakuan pembenahan tanah untuk meningkatkan status bahan organik, mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, mengurangi pemakaian pestisida. Karena tanaman yang lebih vigor mampu bertahan dari serangan penyakit dan pengayaan mikro-organisme tanah telah dapat menekan keberadaan mikro-organisme penyakit, serta meningkatkan hasil panen hingga 28 -29 ton per hektare,” ujarnya.

Bantuan yang di berikan pihak BI berupa bibit, pupuk organik, pestisida hayati, hand traktor, kultivator, masing masing satu (1( unit.

BACA JUGA: Bimtek PAUD Holistik Integratif Dibuka Bupati Lombok Utara

Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, sambutannya mengharapkan kepada para petani Muda(milenial) untuk mau dan bersemangat menjadi petani yg handal, tangguh dan mandiri.

Djohan juga mengharapkan agar para Poktan / para petani agar mau menanam bawang merah secara Organik (Tampa menggunakan Kimia( sehingga memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat itu sendiri disamping mengatasi keterbatasan penyediaan pupuk kimia bersubsidi,ungkapnya.

“Belajar dari demplot organik ini, petani diharapkan sebagai sarana belajar baik untuk petani maupun masyarakat kita umumnya,” kata Bupati.

@ng




Kampanye Negatif Tentang Rokok, Rugikan Petani Tembakau

Para petani tembakau terancam merosot pendapatannya bila kampanye negatif tentang rokok terus dilakukan, mengingat bahan utama rokok adalah tembakau

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Tembakau tak hanya bisa digunakan sebagai bahan dasar rokok, melainkan bisa untuk membuat produk lain yang lebih bermanfaat dan tidak membahayakan kesehatan.

“Tembakau bisa dimanfaatkan dengan bioteknologi untuk memproduksi barang-barang nonrokok yang bernilai jual tinggi, seperti parfum, obat antikanker, dan kosmetik,” kata Sawaludin, S.Sos, Senin (04/10/21).

Kampanye peningkatan produksi temabakau tidak selalu untuk bahan dasar rokok Perlu kampanye tembakau menjadi bahan dasar produk yang sehat

Kepala UPTD Kecamatan Bayan, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Lombok Utara itu, para petani yang ikut dalam pelaksanaan SLPHT kali ini akan mendapat peningkatakan pengetahuan petani tentang pengendalian hama terpadu (PHT).

BACA JUGA: Pengolahan PHT yang Benar, Kurangi Pertumbuhan OHT

Lebih dari itu, para petani akan meningkat kemampuannya dalam mengendalikan hama secara kelompok.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Pertanian Holti dan Perkebunan, DKPPP KLU, Abd. Gafur, SP, membenarkan penyampaian Kepala UPTD Kecamatan Bayan.

Menurutnya, kampanye negatif tentang rokok selalu dikaitkan dengan produksi tembakau tanpa mengungkapkan manfaat lain dari produk yang bahan pokoknya tembakau.

Menurut Abd. Gafur, Pada tahun 2021, tanaman tembakau di Lombok Utara berkisar 100 hektare.

Sedangkan dalam pemasaran produksi, para petani masih melakukannya secara mandiri. artinya belum difasilitasi pemerintah.

Namun Pemerintah Provinsi NTB melalui Distanbun NTB telah menggagas adanya Kawasan Industri Hasil Tembakau (KIHT) yang ada di Paokmotong, Lombok Timur yang didanai oleh DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau).

BACA JUGA: IWAPI Dipuji Wagub, Kembangkan UMKM di NTB

Dan ke depan, kawasan industri hasil tembakau itu akan menyerap produksi tembakau rakyat/tembakau rajang/tembakau pilitan, seperti tembakau tembakau yang dihasilkan para petani di Kabupaten Lombok Utara saat ini, tutur Abd. Gafur.

@ng