Memanfaatkan Limbah Batu Bara di PLTU Jadi Bahan Bangunan

Ditandatangani kerjasama Pemprov NTB dan PLN, untuk memanfaatkan limbah pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), untuk pembuatan bahan bangunan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB bersama dengan PT. PLN Unit Induk Wilayah NTB, menjalin kerjasama pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) yang merupakan limbah pembakaran batu bara pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Wakil Gubenur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyambut baik langkah dan upaya progresif yang  dilakukan dalam rangka memanfaatkan produk  yang ada.

Wagub tanda tangani kerjasama dengan PLN pemanfaatan limbah batubara

“Awalnya FABA ini menjadi sampah, namun kedepan harus memiliki nilai,” kata Ummi Rohmi sapaannya, usai menandatangi MoU bersama General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran, Senin (13/12/2021) di RRU kantor Gubernur NTB.

Karena menurut Wagub Ummi Rohmi, hal tersebut sejalan dengan program Zero Waste di NTB. Termasuk Solusi untuk persoalan lingkungan.

Untuk itu, FABA yang dihasilkan dari limbah batu bara yang digunakan sebagai bahan bakar PLTU tersebut, mampu menghasilkan 87 ton Fly Ash Bottom Ash per hari.

Maka harus mulai dipetakan dari hulu ke hilir, agar dapat terserap setiap hari. Agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

“Ke depan yang paling mungkin, digunakan untuk pembuatan paving block atau batu bata, karena semua orang butuh untuk membangun rumah, kantor dan lainnya,”ujar wanita kelahiran Lombok Timur ini.

Artinya, produksinya harus besar. Nah ini dapat memberdayakan dan bekerjasama GNE sebagai pengelolah.

Selain itu Wagub, mengingatkan bahwa semakin  ke depan, potensi sampah terbukti sebagai sumber daya.

“Masyarakat harus mulai mengubah pola pikirnya dari sekarang,” ajak wanita inspiratif NTB tersebut.

Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB Lasiran menjelaskan, dari dua unit pembangkit PLTU PLN, yaitu PLTU Jeranjang dan PLTU Sumbawa Barat memiliki jumlah potensi pemanfaatan FABA sampai dengan 87 ton per hari atau sebanyak 2.600 ton/bulan.

Sehingga ditambahkannya, potensi FABA dapat dimanfaatkan juga untuk kebutuhan masyarakat NTB. Baik untuk membuat batako atau paving block, yang dapat digunakan membangun rumah, pengerasan gang atau jalan.

“Sudah kami rencanakan untuk sektor pariwisata, pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) dan juga pembangunan beberapa infrastruktur untuk provinsi NTB,” katanya.

Ia berharap kerjasama ini dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur berkelanjutan di NTB.

Pada kesempatan tersebut ditandatangani pula perjanjian kerja sama antara PLN NTB dengan delapan Organisasi Perangkat Daerah Pemprov NTB, diantaranya Dinas Perkim, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Dinas LKH, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas Perindustrian, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, dan Dinas PUPR.

Mas

 

 

 




Gubernur NTB Serius Siapkan Balapan Formula-1

Dubes RI untuk UEA, Husin Bagis, berkomitmen melakukan apa saja demi menghadirkan balapan Formula-1 ke Sirkuit Mandalika, LombokTengah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah menugaskan Kepala Dinas PUPR dan Kepala Dinas Perhubungan untuk mendampingi Dirut ITDC berangkat ke Abu Dhabi.

Hal tersebut dilakukan untuk meyakinkan,  NTB telah siap melaksanakan event-event internasional termasuk ajang balap “Jet Darat” Formula One.

Gubernur Zul sendiri tidak berangkat sebab beberapa wilayah di NTB masih terkena bencana banjir.

Tiga utusan NTB merundingkan Formula-1 di Abu Dhabi Berkoordinasi dengan Duber UEA tentang Formula-1

Salah satu ikhtiar yang dilakukan setelah bertemu dengan pihak F-1 juga berkoordinasi langsung dengan Dubes RI untuk UEA, Husin Bagis, Minggu di Kediaman Dubes RI untuk UEA, Abu Dhabi (12/12/21).

BACA JUGA: Ini Kontribusi Dunia Fashion untuk NTB Asri dan Lestari

“Saya siap dan berkomitmen untuk melakukan apa saja demi menghadirkan F1 ini di Mandalika, mari kita wujudkan mimpi ini jadi nyata,” kata Husin.

Sementara itu Dirut ITDC, Abdulbar M. Mansoer dalam kesempatannya mengatakan, untuk mempersiapkan event F1 perlu kesiapan yang lebih dan tentunya maksimal.

“Mengingat skala persiapan yang jauh di atas MotoGP apalagi WSBK, penyelenggaraan F1 membutuhkan support langsung Presiden. Kita rencanakan audiensi tim F1 ke Presiden bisa diatur setelah MotoGP selesai dan fasilitas kita siap, format seperti waktu kita bawa Dorna ke Istana Bogor tahun 2019,” ungkap Mas Berry panggilan akrabnya.

Dengan persiapan-persiapan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah NTB saat ini Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah  mengatakan harapannya.

“Semoga di akhir tahun 2023 atau paling lambat 2024 kita dapat menyelenggarakan Formula-1 di  NTB,” kata Ridwansyah.

Pada kegiatan sebelumnya Kadis PUPR Provinsi NTB, Ir. Ridwansyah  telah bertemu dengan Stefano Domenicali, President and CEO of Formula-1.

Dan telah mendapat apresiasi karena telah sukses menyelenggarakan event besar seperti World Superbike (WSBK) dan Idemitsu Asia Talent Cup IATC.

BACA JUGA: Pelajaran Setelah Banjir, Masyarakat Harus Sadar Potensi Bencana

Seperti diketahui NTB telah berhasil dalam menggelar ajang balap WSBK dan IATC  di Pertamina Mandalika International Street Circuit.

Sudah dipastikan juga pada Tahun 2022 nanti akan digelar kembali WSBK,  IATC, dan  balap yang lebih bergengsi yakni MotoGP dan balap Motor Cross dunia, MXGP di NTB.

Mas

 




Perusahaan Jangan Hanya Cari Untung, Ini Peringatan Gubernur

Perusahaan memang untuk mencari untung, tapi juga harus mementingkan kesejateraan seluruh stakeholder di dalamnya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perusahaan bisa berumur panjang dan penuh berkah, yaitu perusahaan yang tidak hanya mencari profit/keuntungan saja, tapi harus pentingkan kesejahteraan sosial baik itu bagi pegawai dan masyarakat sekitarnya.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menyampaikan sambutan pada Musda III Forum CSR NTB di Hotel SAME, Sabtu (11/12/21).

Mengingatkan perusahaan pentingnya kesejahteraan sosial
Gubernur H Zukieflimansyah

“Keuntungan/profit itu seperti oksigen. Perusahaan membutuhkannya untuk bertahan hidup, tetapi jika kita berpikir bahwa oksigen adalah tujuan hidup, maka perusahaan tersebut kehilangan sesuatu,” ungkap Gubernur Zul.

Bang Zul sapaan akrabnya  menyampaikan, Forum CSR ini adalah ajang merakit ekosistem perusahaan-perusahaan bersama di NTB, baik itu BUMN,BUMD dan UMKM.

BACA JUGA: Kompetisi itu Tempat Lahirnya yang Kalah dan yang Menang

Tidak hanya untuk kepentingan perusahaan itu sendiri namun kesejahteraan bagi seluruh stakeholder di dalamnya.

Gubbernur mengingatkan, jika forum CSR tidak hanya ajang berkumpul dam mementingkan keuntungan, namun melihat kesejahteraan sosial, niscaya forum ini berumur panjang.

“Perusahaan juga berumur panjang dan tidak lupa masyarakatnya juga akan mendapatkan berkahnya juga,” ungkap gubernur.

Bersama para pimpinan perusahaan yang tergabung dalam FORUM CSR

Sebelumnya, Pjs. Ketua Forum CSR NTB H.Irzani M.Si menjelaskan, Forum CSR ini merupakan organisasi profesi yang juga menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi NTB.

Selain itu juga mitra berbagai kalangan, baik Dunia Usaha, BUMN, BUMD, hingga UMKM yang dibentuk sebagai sebuah forum untuk meningkatkan kepedulian, kemampuan, dan tanggung jawab dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Dalam Forum CSR ini mari kita bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi guna mengurangi dampak dan masalah kesejahteraan sosial, dan tetntunya untuk mewujudkan NTB Gemilang,“ ungkap salah satu Komisaris ITDC.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Kegiatan tersebut, dihadiri bebrapa pimpinan BUMN, BUMD dan UMKM.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian secara simbolis 1000 paket sembako untuk kaum dhuafa yang secara langsung diserahakan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkifliemansyah.

Mas

 




Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Kerjasama LAZNAS BSM dengan lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang membantu 400 unit perlengkapan budidaya madu dengan 4O pelaku, membantu pemulihan ekonomi

DANGIANG,KLU.lombokjournal.com ~  Bupati Djohan Sjamsu melaunching budidaya Madu Trigona,  di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (10/12/21).

Budidaya Madu Trigona tersebut merupakan program kerjasama antara LAZNAS BSM dengan lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang memberikan bantuan 400 unit perlengkapan untuk budidaya Madu Trigona degan 40 pelaku budidaya sebagai langkah awal.

budidaya Madu trigona untuk pemulihan ekonomi produk madu trigona diharapkan jadi pemuihan ekonomi

Djohan Syamsu menyampaikan apresiasinya kepada pergerakan budidaya Madu Trigona Desa Dangiang yang dinilai positif, guna pemulihan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Musdes Sambik Bangkol Menetapkan Calon Pilkades PAW

Disampaikan bupati, pergerakan-pergerakan positif khususnya dalam bidang pertanian membantu Pemerintah mewujudkan peningkatan perekonomian daerah.

Tercatat, sektor pertanian Kabupaten Lombok Utara sangat berdaya saing tinggi hingga kancah nasional.

Terkait budidaya Madu Trigona, bupati mnghimbau agar masyarakat Dangiang konsisten melakkan budidaya.

“Kita kembali ke pertanian untuk memulihkan ekonomi kita. Sektor pertanian sangat berperan penting dalam peningkatan pembangunan daerah kita.” kata Bupati Djohan.

Kemudian disampaikan, budidaya Madu Trigona tersebut merupakan inovasi yang diharapakan dapat memotivasi generasi muda, dalam meningkatkan perkembangan perekonomian masyarakat secara individu maupun kelompok.

Bupati Djohan mengharapkan juga bagi generasi muda untuk tidak malu menggeluti bidang pertanian.

Sebab sektor pertanian terbilang lebih berpeluang meningkatkan strata ekonomi masyarakat.

Budidaya Madu Trigona terbilang mudah dalam pelaksanaannya, akan tetapi masih sedikit yang konsisten mengembagkan budidaaya madu itu.

Bupati Djohan Syamsu menghimbau agar para pelaku budidaya Madu Trigona serius dan konsisten melakukan budidaya tersebut.

Kemudian ditekankan juga agar lebih kreatif dalam mengemas produk dalam penjualan Madu Trigona nantinya.

BACA JUGA: Edukasi Keamanan Pangan yang Jadi Bahan Konsumsi

“Mari kita semua sungguh-sungguh dalam melakukan budidaya Madu Trigona, semoga bisa masuk ke pasar ekspor nantinya. Silahkan dijual mahal tapi dikemas lebih baik dan madunya harus original, jangan dicampur.” tutup Bupati Djohan.

Tampak hadir dalam peluncuran budidaya madu itu, Camat Kayangan, Kapolsek Kayangan, dan Kepala Dinas Pertanian Lombok Utara.

Han

 




Ramainya Even Internasional, NTB Harus Siapkan Infrastruktur

Banyak penyelenggaraan even internasional yang berlangsung di NTB, harus dibarengi dengan kesiapan infrastruktur untuk kenyamanan pengunjung

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Berbagai even yang terselenggara di Provinsi NTB dapat menjadi pendorong perekonomian daerah, namun penting menyiapkan infrastruktur yang baik kepada para pengunjung sehingga merasa nyaman.

Gubernur tekankan pentingnya kesiapan infrastruktur
Gubernur H Zulkieflimansyah

semua pihak dimminta sering berkomunikasi tentang infrastruktur

“Kita ingin banyak event hadir di daerah kita, tetapi jangan sampai daerah kita tidak menyiapkan infrastruktur, tempat wisata kita indah pantainya yang membuat orang nyaman ke tempat kita. Banyak , bagus gunungnya, tetapi kalau kita datang ke toiletnya sangat tidak layak untuk kita datangi,” tutur Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah.

BACA JUGA: Kader PKK Jadi Fasilitator Administrasi Masyarakat 

Bang Zul menyampaikan itu saat memberikan sambutan dalam acara Penyerahan DIPA K/L dan Alokasi Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di Kantor Bupati Sumbawa, Jum’at (03/12/21).

Bang Zul menghimbau, kepada seluruh Pimpinan Daerah Kabupaten/Kota, untuk sama – sama berdiskusi, sehingga dapat menemukan jalan keluar dan langkah yang bisa diambil.

“Semoga dengan seringnya kita bertemu dan berjumpa akan menambah pengalaman, berbagai cerita untuk lebih bagaimana NTB menjadi tempat yang layak untuk tamu-tamu kita di masa yang akan datang,” tuturnya.

Bicara MXGP, Bang Zul masih mengupayakan agar perhelatan motocross paling elit itu bisa dilaksanakan di pulau Sumbawa tepatnya di Tambora.

Namun jumlah penonton MXGP sekitar 300 ribu, dan logistiknya lebih besar dari WSBK, sehingga harus benar-benar dipersiapkan dengan matang.

BACA JUGA: Apel Siaga Darurat Bencana Digelar di Lombok Utara

“Kalau kita tidak mulai menaruh event di pulau Sumbawa maka makin lama pulau Sumbawa ini akan tertinggal sekali, dengan adanya MotoGP pak presiden menginstruksikan agar seluruh menteri membantu,” kata Gubernur Zul.

Nn

 




Pemdes Sesait Tingkatkan Kapasitas Digital Pelaku UMKM

Peningkatan kapasitas pelaku UMKM merupakan program unggulan Pemerintah Desa (Pemdes) Sesait, dan tahun 2022 pelaku UMKM jadi prioritas dalam pemulihan ekonomi pascapandemi

KAYANGAN,KLU.lombokjournal.com ~ Pemerintah Desa Sesait, Kecamatan Kayangan Lombok Utara menggelar acara pelatihan peningkatan kapasitas UMKM dalam bidang branding dan digital marketing, Kamis Kamis (02/12/21).

Agenda tersebut merupakan salah satu program unggulan dari Pemerintah Desa Sesait sebagai upaya memberikan perhatian kepada para pelaku UMKM di Desa Sesait.

Maruli Sartadi, Kasi Pelayanan Desa Sesait menjelaskan, pelatihan itu juga menjadi langkah Pemerintah Desa Sesait dalam mengupayakan pemulihan ekonomi masyarakat, khususnya para pelaku UMKM.

BACA JUGA: PKK KLU dan YNLM Adakan Pelatihan Kebun Gizi

Selain pelatihan tersebut, Pemerintah desa Sesait juga akan menggelar beberapa agenda dalam rangka peningkatan kapasitas dibeberapa bidang.

Juga dicanangkan, tahun 2022 UMKM akan jadi prioritas Pemerintah Desa Sesait dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi.

Sehingga dengan kegiatan pelatihan yang diselenggarakan tersebut, besar harapan dari pemerintah desa Sesait untuk para pelaku UMKM agar memaksimalkan apa yang didapatkan dari pelatihan tersebut.

Peningkatan kapasitas branding dan digital marketig pelaku UMKM
ilustrasi Produk UMKM

“Kami sangat berharap kegiatan seperti ini tidak hanya berhenti sampai disini, tapi harapannya para pelaku UMKM dapat memaksimalkan rencana tindak lanjut yang disepakati nanti.” ujar Maruli.

Kegiatan pelatihan tersebut dihadiri oleh para pelaku UMKM yang terjaring dalam satu wadah yaitu Himpunan UMKM Desa Sesait.

Himpunan UMKM desa Sesait yang dibentuk atas kerjasama Pemerintah Desa Sesait dengan Yayasan Sheep Indonesia, guna memudahkan koordinasi terhadap para pelaku UMKM di Desa Sesait.

Himpunan UMKM Desa Sesait pun menjaring, hingga saat ini 23 kelompok UMKM yang tercatat di himpunan UMKM Desa Sesait tersebut.

Wisnu Supangga, Ketua Himpunan UMKM Desa Sesait menjelaskan,  kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dari Pemerintah Desa Sesait kepada para pelaku UMKM yang ada di desa Sesait.

Sehingga diharaakan, dengan adanya pelatihan dari Pemerintah Desa, dapat menopang keberlangsungan dari setiap kelompok maupun perorangan dari UMKM yang ada di desa Sesait.

BACA JUGA: Gubernur NTB Puji Keberhasilan Program Kampung Sehat

Wisnu juga berharap, setiap produk dari UMKM yang ada di Desa Sesait bisa dipasarkan oleh BUMDES Sesait nantinya.

“Harapan kami selaku masyarakat yang menjadi pelaku UMKM, sekiranya BUMDES bisa mengutamakan produk UMKM sebagai produk unggulan di BUMDES Sesait,” harap Wisnu.

Han

 

 




Kuartal IV Tahun 2021, Ekonomi NTB Capai 5,8 Persen

Ekonomi NTB bisa berdiri tegak dan survive selama pandemi, berkat kolaborasi yang luarbiasa antar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta seluruh Forkompinda

MATARAM.lombokjournal.com ~ Capaian perumbuhan ekonomi NTB  di kuartal ke IV/2021 bisa 5,8 Persen, karena adanya sinergitas dan kolaborasi seluruh kabupaten/kota dan seluruh stakeholder terkait.

Wagub optimis petumbuhan ekonomi NTB
Wagub Hj Sitti Rohmi

Sikap opimis itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat menghadiri pertemuan tahunan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB di ruang serba guna BI NTB, Rabu (24/11/21).

“Insya Allah kuartal ke IV, kita optimis dapat mencapai 5,8 persen dan ini berkat sinergi, inovasi dan kolaborasi,” ujar Ummi Rohmi.

Ia mengngkapkan, selama pandemi Covid-19 selama 2 tahun dengan berbagai tekanan dan keterpurukan, namun adanya kolaborasi yang luarbiasa antar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota serta seluruh Forkompinda, daerah NTB mampu survive.

BACA JUGA: Ummi Rohmi: 2050, NTB Siap Terapkan Zero Emission

“Semua telah berkolaborasi, kita sudah menunjukkan kepada Indonesia bahwa NTB bisa berdiri tegak dan survive selama pandemi,” tutur Ummi Rohmi.

Ummi Rohmi mengapresiasi kinerja NTB agar bisa survive di tengah pandemi dengan melaunching produk lokal untuk rapid antigen yang diberi nama “Entram”.

“Kita bisa mengendalikan pandemi Covid-19 dengan produk kita sendiri, yakni “Entram” kita melakukan rapid antigen dengan Entram,” tuturnya.

Dihaapkan, produk Entram dapat diekspor ke berbagai daerah.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Ukir Sejarah, Catat Juara Baru WSBK

“Kita bukan yang mengimpor antigen tetapi justru kita yang mengekspor,” tuturnya.

Nn

Diskominfotik

 




Bupati Djohan Tebar Benur Udang Vaname di Lempenge

Pengembangan budidaya benur udang Vaname sesuai harapan Presiden yang  menjadikan Indonesia poros maritime dunia, masa depan Indonesia ada di laut

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, tebar udang vaname di Lempenge, Desa Rampek Kecamatan Gangga, Kamis (25/11/21).

Bupati lombok Utara, H Djohan Syamsu, SH, memberikan apresiasi kepada Kadis DKP3 KLU, Tresnahadi,SP.

Udang Vaname berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat
Tresna Hadi, SP

Ia mengajak para investor untuk mengembangkan budidaya udang Vaname di daerah ini.

Tak hanya itu, Djohan juga diperkenankan pihak lain untuk kerja sama saling menguntungkan dengan masyarakat dalam mengembangkan budidaya benur udang Vaname, dalam upaya meningkatkan ekonomi masyafakat.

Bupati mengaku terkesan dengan pengembangan budidaya udang Vaname di pantai Lempenge. Ia berharap kepada nelayan, terutama kaum ibu harus pintar cari peluang dan tidak tergantung bantuan.

“Potensi ini luar biasa dan harus dikembangkan. Karena visi bapak Presiden ingin menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Masa depan Indonesia ada di laut,” ujar Djohan Syamsu di depan puluhan undangan dan kelompok nelayan wanita Lempenge.

BACA JUGA: Bupati Djohan Sjamsu Serahkan Sertifikat Tanah Program PTSL

Harapan bergeraknya ekonomi masyarakat dengan Udang Vaname

Menurutnya, program budidaya benur udang Vaname diharapkan bisa menjadi penyangga perekonomian masyarakat KLU, karena memiliki potensi kelautan dan perikanan yang kuat

Gerakkan ekonomi masyarakat

Sebelumnya, Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3), Tresna Hadi, SP, mengatakan budidaya udang Vaname diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya Lombok Utara.

Tresnahadi,SP mengatakan, kawasan pesisir di dusun Lempenge dan sekitarnya ini memiliki potensi pengembangan budidaya udang Vaname.

“Udang Vaname akan menggerakkan roda perekonomian masyarakat di daerah kita Lombok Utara ini,” katanya.

Nilai ekonomi dari budidaya udang vaname cukup tinggi dan menjanjikan dimana harga jual udang vaname mencapai Rp 90 ribu per kilogram.

“Udang vaname ini tidak hanya dipasarkan di dalam negeri namun juga ekspor ke luar negeri terutama negara-negara di kawasan Eropa,” ujar Tresanahadi, Kamis (25/11/21).

“Namun, wilayah pesisir yang berada di kawasan sepanjang pantai ini bisa dimanfaatkan untuk kegiatan budidaya udang vaname,” kata Tresnahadi.

BACA JUGA: UPTD Tanjung Bersama PPL Lakukan Pendampingan Program P2L

Budidaya udang Vaname untuk kelompok perempuan pesisir telah dimulai pada tahun 2019. Dengan sistem kolam bundar, dan diberikan bantuan sarana prasarana sebanyak 200 kolam.

Kemudian dikelola oleh 400 perempuan yang terbagi terbagi dalam 10 kelompok.

Kelompok tersebut tersebar di 3 Kecamatan, salah satunya yaitu di Kecamatan Gangga di Dusun Kr.Krakas 20 kolam untuk 40 orang, Dusun Lembah Blora 40 kolam untuk 80, dan masing masing kelompok itu anggotanya 40.

Kecamatan Bayan ada empat Desa, yaitu Desa Mumbulsari 20 kolam untuk 40 orang, Desa akar 80 kolam untuk 160 orang, dan Desa Sukadana 40 kolam untuk 80 orang.

Pada tahun 2021, Pemerintah Daerah memberikan bantuan alat bahan dan pakan 4500 kg kepada tiga kelompok, yaitu yang pertama kelompok perempuan.

Ia berharap, budidaya udang vaname di daerah itu dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat pesisir dan menigkatkan pendapatan daerah.

“Alhamdulillah hari ini, Kamis tanggal 25 November 2021, kita akan melakukan tebar perdana benur udang Vaname secara bersama-sama semoga di Dusun Lempenge Desa Rempak Kecamatan Gangga,” jelasnya.

@ng

 




Sekda: Pendapatan NTB Maksimal untuk Membangun Daerah

Hasil pendapatan di NTB betul betul dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun daerah, bukan hanya disimpan di bank

MATARAM.lombokjornal.com ~ Evaluasi serapan anggaran Provinsi NTB tahun 2021 yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) dan Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu RI), sisi pendapatan NTB  sedikit di bawah rerata nasional (74 persen).

Pendapatan NTB Maksimal untu membangun daerah

Di sisi pembelanjaan terhadap pendapatan,  Provinsi NTB di posisi ke 9 nasional dengan ratio 95,05 persen.

Dan pembelanjaan bersama seluruh kabupaten/kota, juga berada di posisi 9 nasional dengan ratio 92,75 persen.

Itu artinya apa?

“Artinya hasil pendapatan di NTB betul betul dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun daerah, bukan hanya disimpan di bank,” jelas Sekertaris Daerah NTB, Lalu Gita Ariadi.

BACA JUGA: Sirkuit Mandalika Ukir Sejarah, Catat Juara Baru WSBK

Lalu Gita mengatakan itu bersama TAPD saat mengikuti evaluasi serapan anggaran 2021 oleh Kemendagri dan Kemenkeu, Senin (22/11/21).

Selain itu, Sekda menjelaskan Kota Mataram berada di posisi 13 dari seluruh kota di Indonesia.  Untuk kategori kota, Kota Bima berada di urutan ke 8, dan Kota mataram urutan ke 10.

BACA JUGA: Jelang MotoGP 2022, Ini Masukan Positif Dari Penonton

“Hasil evaluasi ini cukup baik namun harus terus dimaksimalkan. Agar pendapatan daerah bisa dipergunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan masyarakat,” tutur Miq Gite.

Ast

Diskominfotikntb

 




Perekonomian Masyarakat Sekitar KEK Mandalika Bangkit

Peningkatan ekonomi sangat dirasakan seluruh UMKM di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Mandalika, di Kabupaten Lombok Tengah

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gelaran Word Superbike (WSBK)  2021 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, memberikan angin segar bagi seluruh UMKM di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah.

Produk lokal dari UMKM sekitar KEK Mandalika

Peningkatan ekonomi sangat dirasakan oleh masyarakat sehingga mampu memberikan semangat baru untuk terus memproduksi berbagai produk produk lokal yang dapat dinikmati oleh para wisatawan.

Seperti yang dikatakan Buhari Rahman, pemilik Galery Lombok OKE yang mengaku bahagia berlangsugnya gelaran International tersebut..

“Kami sangat berbahagia dan bangga untuk menyambut gelaran WSBK ini karena sangat bagus bagi kami untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dikawasan KEK Mandalika,” tutur Buhari saat diwawancarai di Galery Lombok Oke, Jum’at (19/11/21).

BACA JUGA: Remaja NTB Raih Juara Putri Batik Nasional

Buhari berharap agar gelaran – gelaran International dapat terus berlangsung agar masyarakat dapat merasakan dari segi perekonomian.

UMKM sekita KEK Mandalika mulai bangkit

“Semoga acara seperti dapat terus dilaksanakan setiap tahun ataupun setiap bulannya sehingga kami juga dapat menikmatinya,” tutur Buhari.

BACA JUGA: Waspada, Ancaman Badai La Nina Akhir Tahun

Respon yang sama juga dituturkan oleh pengelola Rumah Makan Ayam Taliwang II, Erni Nur Afni mengaku dengan adanya WSBK mendapatkan hasil income yang lebih baik dan semakin meningkat.

“Alhamdulillah, adanya WSBK produk – produk kami mendapatkan hasil yang semakin meningkat, semoga di tahun yang akan datang semakin ramai dan terus meningkatkan perekonomian di NTB,” tutur Erni.

Nn

diskominfotik