Sekda NTB: Penyusunan APBD 2022 Sesuai Regulasi  

Dijelaskan Sekda, APBD Pemprov NTB TA 2022 penyusunannya sudah sesuai aturan yang berlaku 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Mekanisme Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2022 telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Sekda NTB jelaskan terkait mekanisme penyusunan APBD 2022
Lalu Gita Ariadi

Sekretaris Daerah NTB, HL Gita Ariadi menegaskan, dalam penyusunan anggaran, skema penyelesaian hutang Pemerintah Daerah sudah terpola dengan baik dan secara administrasi keuangan, sedang berproses sehingga  diharapkan dapat dituntaskan pada waktunya. 

“Semua ada mekanisme dan kontrol. Hutang yang dimaksud sedang dilakukan proses penjadwalan ulang, karena kondisi refocusing dan lain lain sejak 2020 yang dalam perjalanannya sangat dinamis,” jelas Sekretaris Daerah HL Gita Ariadi di ruang rapat Sekda Kantor Gubernur, Rabu (02/02/22). 

BACA JUGA: Belanja Modal APBD NTB 2022, Penuhi Kebutuhan Strategis

Ditambahkan, hutang Pemprov yang harus dibayarkan pada tahun anggaran 2022 ini. Hutang beban sebesar 1,9 miliar dan bagi hasil kabupaten/ kota sebesar 81 miliar telah ada dalam pos penganggaran. 

Sedangkan hutang pengadaan Pemerintah Provinsi sebesar Rp 229 miliar akan dilakukan penelaahan dan rescheduling pembayaran pada Maret. 

Bowo Soesatyo dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) menjelaskan, hutang tersebut dianggarkan kembali karena beberapa pos pendapatan tak terealisasi. 

“Karena pembayaran hutang sedang disesuaikan dengan pendapatan daerah yang menyebabkan beberapa belanja tertunda pembayarannya”, jelasnya.

Adapun anggaran kegiatan yang berasal dari aspirasi legislatif sebesar  300 miliar seperti dijelaskan Bowo, telah sesuai ketentuan Permendagri 86 Tahun 2017.

BACA JUGA: Pemprov NTB Kejar Target Kota Layak Anak 2022

Mekanismenya telah melalui tahapan proses penyusunan anggaran dan diukur konsistensinya yang diselaraskan dengan RPJMD. Begitupula dengan arahan arahan Gubernur dalam pencapaian target RPJMD.***

 




Bupati Buka Workshop, Ingin KLU Maju Segala Aspek

Membuka workshop yang difasilitasi KOMPAK, Bupati Djohan Sjamsu berharap membangun ekonomi lokal 

TANJUNG.lombokjournal.com~ Bupati Lombok Utara H. Djohan Sjamsu, SH membuka Workshop Penguatan dan Penyusunan Rencana Aksi Tim Penggerak Replikasi Keperantaraan Pasar Untuk Komoditas Unggulan Daerah Kabupaten Lombok Utara bertempat di Hotel Mina Tanjung, Kamis (03/02/22).

Bupati membuka workshop untuk penguatan ekonomi lokal
Bupati Djohan Sjamsu (tengah)

Workshop itu difasilitasi oleh KOMPAK, dan merupakan kegiatan yang memastikan praktik kelembagaan ekonomi lokal melalui pendekatan Keperantaraan pasar.

Dengan fokus pengembangan Desa Wisata dan hortikultura, guna percepatan penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Lombok Utara.

Bupati Djohan mengatakan, Lombok Utara dengan lahan pertanian luas dan produktif harus bisa dimanfaatkan  maksimal.

Selain sektor pariwisata, sektor pertanian harus bisa digalakkan masyarakat.

“Keinginan ke depan, daerah ini maju dari segala aspek. Salah satunya sektor pertanian harus bisa dimaksimalkan pengelolaannya,” tuturnya.

BACA JUGA: Evaluasi DAK Fisik 2021, Persiapan Pelaksanaan DAK Fisik 2022

Menurutnya, KLU dilanda bencana besar yakni Gempa 2018 dan wabah Covid 19. 

“Keberadaan KOMPAK sangat membantu bagaimana membangun ekonomi lokal,” kata bupati.

Ia berharap, kegiatan Workshop nantinya dapat menyimpulkan  satu kegiatan yang dapat membangun ekonomi lokal

Bagaimana bisa mengambil bagian dalam event internasional MotoGP 2022 yang diselenggarakan di Lombok Tengah.

“Atas nama Pemda saya menyampaikan terimakasih pada kompak Karena telah banyak berbuat untuk Lombok Utara,” katanya. 

Menggerakkan ekonomi lokal

Lead Kompak Pusat, Much. Ali berharap melalui kegiatan workshop akan ada output yang bisa menggerakkan kekuatan ekonomi lokal. 

Ia menekankan, nantinya akan ada penguatan bukan hanya di sektor pariwisata tapi juga pertanian. Hal tersebut akan bermanfaat menghadapi efek pantulan dari event Moto GP 2022.

BACA JUGA: Pemprov NTB Kejar Target Bentuk Kota Layak Anak 2022

Turut hadir dalam kegiatan itu Lead Kompak Jakarta Muchlis Ali, Lead Kompak NTB Andy Wahyu Hidayat, perwakilan OPD terkait serta undangan lainnya.***

 




Evaluasi DAK Fisik 2021, dan Persiapan Pelaksanaan DAK Fisik 2022

Dalam evaluasi DAK Fisik 2021 dan persiapan untuk 2022, terungkap penurunan anggaran tahun 2022

TANJUNG.lombokjournal. com ~ Sekretaris Bappeda Kabupaten Lombok Utara, Gatot Sugihartono. ST., pimpin Rapat Evaluasi  DAK fisik 2021 dan Persiapan Pelaksanaan DAK fisik 2022, Selass (02/02/22)

Rapata Evaluasi DAK 2021
Sekretais Bappeda, Gatot Sugihartono. ST dan Kabid Program Bappeda, Alfian Zubaer

Rapat dimaksud merupakan upaya melaksanakan amanat Peraturan Presiden RI Nomor 123 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis DAK fisik.

Hadir dalam acara tersebut berapaan unsur Dinas UPTD terkait lingkup Daerah Kabupaten Lombok Utara.

Dalam sambutannya Sekretaris Bappeda, Gatot Sugihartono. ST., menyampaikan adanya pengurangan anggaran di tahun 2022.

BACA JUGA: Pemprov NTB Kejar Target Kota Layak Anak 2022

“Dimana anggaran tahun 2022 ini begitu jauh menurun dari tahun tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya kita pernah mendapat sampai dengan 1,2 triliun, sedangkan pada tahun 2022 ini kita mendapatkan APBD  sekitar 800 miliar. Jadi ada pengurangan sekitar 400 miliar”. Ungkapnya

Evaluasi pelaksanaan DAK bertujuan  memastikan kesesuaian antara realisasi dana dan capaian keluaran (output) kegiatan setiap bidang DAK fisik, sesuai dengan dokumen dan spesifikasi teknis yang diterapkan.

Selain itu juga terkait tren pencapaian, dampak dan manfaat pelaksanaan kegiatan, hingga  mengidentifikasi permasalahan dan tindak lanjutnya.

“Ada hal wajib yang kita laporkan mengenai output fisik yang kita laksanakan, dan apa manfaat yang kita lakukan (outcome),” ujarnya.

BACA JUGA: Kerukunan Nasional, Unsur Utamanya Kerukunan antar Umat Beragama

Kegiatan berjalan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan, dilanjutkan dengan diskusi diakhiri dengan penjelasan mengenai aplikasi Krisna terbaru. ***

 




Sinkronisasi Data Blank Spot dan Lemah Sinyal di NTB

Masih banyak terdapat area blank spot dan lemah sinyal di NTB, karena Diskom MEMinfotik NTB itu sinkronisasi data terus diperkuat

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB memperkuat sinkronisasi data area blank spot dan lemah sinyal di NTB. 

Sinkronisasi data-data tersebut dilakukan bersama dinas Kominfotik Kabupaten/Kota se-NTB dan sinergi dengan BAKTI Kementerian Kominfo serta penyedia jasa internet di wilayah NTB. 

Kepala Dinas Kominfotik NTB, Dr. Najamuddin Amy mengatakan, sinkronisasi data sangat penting,  untuk mendukung tersedianya pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan jaringan internet di wilayah NTB, yang masih terdapat area blank spot dan lemah sinyal. 

Sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal

“Mudah-mudahan sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal ini bisa menjadi atensi Kementerian Kominfo melalui Bakti, Balmon dan provider seperti Telkomsel, XL dan lainnya. Sehingga masyarakat ke depan bisa mendapatkan layanan internet dengan baik,” ungkapnya.

BACA JUGA: Kunker di Bima, Bang Zul Disambut Hangat Warga

Hal itu diatakannya saat mengikuti rapat sinkronisasi data blank spot dan lemah sinya bersama Dirjen SDPPI dan BAKTI Kementerian Kominfo, Provider serta Dinas Kominfotik kabupaten kota se-NTB melalui virtual di Aula Diskominfotik, Senin (31/01/22).

Berdasarkan data blank spot hasil sinkronisasi bersama kabupaten kota menyebutkan, masih terdapat 34 lokasi blank spot di NTB. 

Diantaranya, Lombok Utara sebanyak 9 lokasi, Sumbawa Barat 2 Lokasi, kabupaten Sumbawa 5 lokasi, Dompu 10 lokasi, dan Kabupaten Bima masih terdapat 8 lakosi. 

Sedangkan data lemah sinyal masih berjumlah 69 lokasi di NTB. Diantaranya, Lombok Barat sebanyak 5 lokasi, Lombok Tengah 16 lokasi, Lombok Timur 17 lokasi, Sumbawa Barat 8 Lokasi, kabupaten Sumbawa 8 lokasi, Dompu 2 lokasi, dan Kabupaten Bima masih terdapat 7 lakosi. 

Najam berharap kepada penyedia jasa internet dapat mengoptimalkan layanan jaringan internet, dengan kabel fiber optiknya. Sambil menunggu pembangunan menara BTS dari BAKTI Kementerian Kominfo RI. 

BACA JUGA: Musda FKUB KLU, Menjadi Penjaga Persatuan Ummat

Langkah ini juga untuk mempercepat kebutuhan Masyarakat akan jaringan internet di pelosok-pelosok desa di NTB.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy yang didampingi Kepala Bidang Sandi dan Keamanan Informasi juga memimpin rapat virtual tentang sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal bersama dinas Kominfotik kabupaten kota se-pulau Sumbawa pada Jumat (28/01/22) kemarin. 

Kali ini, rapat secara virtual bersama Dirjen SDPPI dan BAKTI Kementerian Kominfo dan provider wilayah NTB, juga untuk memperkuat sinkronisasi data blank spot dan lemah sinyal secara umum. ***

 




Program Industrialisasi di NTB Disupport UNIDO PBB 

Badan khusus PBB yang mengurus pengembangan industri, berkomitmen mensukses program industrialisasi NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ UNIDO (United Nations Industrial Development Organization) badan khusus PBB, berkomitmen bekerjasama untuk membantu Program Industrialisasi di Provinsi NTB.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, mengungkapkan itu saat menerima kunjungan representative of UNIDO di ruang kerjanya, Jumat (28/01/22).

“Selamat datang di NTB. Kami sangat senang dengan rencana kerjasama yang ditawarkan UNIDO dalam rangka membantu mensukseskan program industrialisasi di NTB,” ungkap Gubernur Zul.

Gubernur Zul jelaskan industrialisasi di NTB

Ia juga mengucapkan terimakasih atas perhatian yang sangat besar dari UNIDO terhadap sentra industri yang ada di NTB. 

“Terimakasih atas ketertarikan UNIDO terhadap perkembangan sentra industri di NTB, terutama terkait pengembangan industri olahan,” ucapnya.

UNIDO PBB sendiri bertanggung jawab untuk melaksanakan kerjasama dalam rangka mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan di negara-negara anggotanya.

Terutama negara berkembang dan negara dengan perekonomian dalam masa transisi.

Badan khusus PBB tersebut rencananya akan membangun sentra industri di NTB, terutama bagi industri yang memiliki sertifikasi halal. 

Nantinya, sentra industri tersebut akan berada di bawah binaan mereka.

BACA JUGA: Gubernur Zul Ingatkan, Listrik Harus Aman di Event Internasional

Seperti yang dikatakan oleh salah satu representative UNIDO for Indonesia, Esam Al-Qararah, yang menyatakan ketertarikannya dengan program industrialisasi di NTB. 

“Kita tertarik untuk membangun sentra industri di NTB, karena disini punya potensi, terutama terkait dengan pengembangan industri dari UMKM yang telah memiliki sertifikat halal dalam industri olahan,” jelas Esam.

Gubernur banggakan sepeda hasil ndustrialisasi NTB

Selain program industrialiasi, beberapa poin yang menjadi pembahasan dalam kunjungan tersebut, yaitu di antaranya mengenai Program Driving Public and Private Capital Towards Green and Social Investment in Indonesia.

BACA JUGA: NTB Siap Kerjasama Energi Terbarukan dengan Denmark

Turut hadir mendampingi Gubernur NTB dalam pertemuan tersebut, ialah Kadiskop UKM NTB, Kadispar NTB, Kadisperin NTB, Kadisdag NTB, Kadis Ketahanan Pangan NTB, Kadistanbun NTB serta Kepala Bappeda Provinsi NTB.***

 




Menkop Launching New PLUT KUMKM di Lobar

Menkop dan UMKM, ete Masduki melaunching New PLUT KUMKM untuk beri kesemoatan pelaku Usaha Mikro Naik Kelas 

LOBAR.lombokjournal.com ~  Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop, dan UKM) Teten Masduki, melauncing New Pusat Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (PLUT-KUMKM), Rabu (26/1/2022) di Alamanda Ballrom, Sheraton Senggigi Beach Hotel, Lombok Barat.

Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah tampak mendampingi Menkop dalam peluncuran New PLUT-KUMKM tersebut.

Menkop menyerahkan sertifikat untuk peserta

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Menkop, dan UKM) Drs. Teten Masduki menyampaikan,  New PLUT UMKM, merupakan wadah untuk mengembangkan koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta menciptakan wirausaha produktif di NTB dan Indonesia umumnya.

“Sehingga dapat menciptakan wirausaha baru dan produktif,” kata mantan Ketua ICW periode 1998 – 2008 tersebut.

Mengingat struktur ekonomi Indonesia yang masih didominasi oleh usaha mikro sebesar 99,6 persen dari total jumlah UMKM. 

Sehingga pemerintah terus berupaya keras untuk mengurangi jumlah pelaku usaha mikro dari informal menjadi formal. 

“Keberadaan New PLUT akan mampu mengakselerasi jumlah pelaku usaha mikro untuk naik kelas menjadi usaha menengah dan besar,” tambah Menteri  kelahiran Garut Jabar ini.

Mantan Kepala Staf Kepresidenan Indonesia menyampaikan Kementerian Koperasi dan UMK RI, bersinergi dengan pemerintah provin dari Kabuaten/kota untuk mewujudkan PLUT-KUMKM. 

BACA JUGA: Kopi NTB Potensial Merambah ke Pasar Global

Saat ini telah terbangun 74 unit yang tersebar di 32 Provinsi di seluruh Indonesia.

Pada tahun ini akan dilakukan pembangun PLUT baru di 13 Kabupaten/Kota dan digitalisasi di 7 Kabupaten/Kota.  

Sehingga peluncuran New PLUT sebagai langkah nyata mewujudkan transformasi PLUT untuk UMKM, dapat juga menjadi pusat konsultasi, rumah kemasan, marketplace, dan pengembangan produk daerah.

Agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan PLUT sebagai rumah bagi UMKM, dalam mencetak wirausaha dan UMKM yang inovatif.

Disamping itu, pada rangkian kegiatan tersebut, ada sosialisasi pendirian lembaga inkubator, pelatihan usaha UMKM, penyuluhan hukum bagi UMKM, pelatihan pengembangan pemasaran UMKM, pelatihan peningkatan kapasitas, kualitas bagi penyuluh koperasi lapangan dan penyerahan KUR secara simbolis dari perbankan. 

Termasuk penandatangan Mou antara Kemenkop dan UKM dan Unram.

Wirausaha baru

“Semoga ke depan dapat melahirkan wirausaha-wirausaha baru, baik di NTB, maupun di seluruh Indonesia,” kata Doktor Zul sapaan akrabnya.

Apalagi, ke depan Provinsi NTB akan menjadi tuan rumah berbagai event nasional hingga internasional. 

Di awal bulan Februari hingga Maret ribuan orang akan hadir menyaksikan perhelatan MotoGP. Begitu pun MXGP bulan Juni dan WSBK diakhir tahun 2022.

BACA JUGA: Bupati Djohan Caangkan Pmbangunan Masjid Besar di Gondang

Maka, momentum ini harus dirasakan imbasnya oleh wisausaha dan UMKM yang ada di NTB. 

Untuk itu penting mengikuti berbagai pelatihan untuk terus berpacu dengan perkembangan informasi dan teknologi sebagai sarana usaha.

Gubernur lulusan Harvard Business School, Harvard University , USA ini juga menyampaikan selamat datang kepada  Sekda NTB se Indonesia, Pejabat eselon I dan II jajaran Kementerian Koperasi dan UKM RI, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi se Indonesia dan pelaku UMKM yang mengikuti pelatihan Kemenkop dan UMKM.

Acara launcing New PLUT-KUMKM, sekaligus berbarengan dengan Rakor Forum Sekda Se-Indonesia (Forsesdasi). *** 

 




Kopi NTB Potensial Merambah ke Pasar Global

Menteri Koperasi, Teten Masduki mengakui kopi NTB punya citarasa yang khas yang bisa disajikan untuk para wisatawan

LOBAR.lombokjournal.com ~ Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki didampingi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc menghadiri Bincang Seputar Kopi bersama Bupati Lombok Barat dan komunitas kopi se Pulau Lombok di Pendopo Bupati Lombok Barat, Giri Menang, Gerung, Rabu (26/1/2022).

Menkop UKM menilai, NTB merupakan daerah dengan penghasil kopi yang cukup potensial khususnya jenis robusta. 

Menteri Koperasi menghadiri bincang kopi di Lombok Barat
Menteri Koperasi dan UMKM, Teten Masduki

Dengan pesatnya pengembangan pariwisata NTB sangat mendukung untuk pengembangan kopi NTB untuk lebih eksis menuju pasar global.

Kang Teten sapaan Menkop UKM ini mengungkapkan, kopi NTB merupakan salah satu produk kuliner dengan citarasa yang khas yang bisa disajikan untuk para wisatawan. 

Meski demikian, kata Menteri pengolahan kopi harus dilakukan secara lebih modern mengikuti tuntutan pasar yang menggelobal saat ini. 

Salah satu solusi untuk itu, lanjut Menteri yakni dengan membentuk koperasi kopi yang mengakomodir seluruh kepentingan petani dan produsen kopi dalam kerangka meningkatkan mutu dan kualitas produk dan manajment pemasarannya. 

“Dengan wadah koperasi ini, petani ataupun produsen kopi bekerja sesuai dengan standar SOP yang dilakukan oleh pekerja-pekerja perkopian secara professional. 

BACA JUGA; Gubernur Berharap, Naker Lokal Harus Bisa Bersaing

Dengan cara ini branding kopi NTB akan bisa terangkat bahkan bisa kompetitif dengan produsen-produsen kopi yang sudah dikenal baik di dalam negeri, bahkan luar negeri,” ujar Teten.

Dalam hal penguatan pelaku-pelaku UMKM kopi ini, lanjut Menteri hendaknya terkonsolidasi dalam wadah koperasi agar bisa efisien, kompetitif, memperhatikan standarisasi, hygenis dan memiliki bisnis plan yang tepat dan terarah. 

“Kita mengajak petani untuk berkoperasi agar bisa terhubung juga dengan pembiayaan, market sehingga kesejahteraan petani ningkat,” tukas Teten.      

Menteri juga memberi apresiasi atas raihan prestasi nasional yang disandang NTB pada tahun 2021 lalu. Dimana Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menggelar kompetisi IoT (Internet of Things) Creation 2021 bertajuk Solution Hunt for Economic Recovery. Pada 30 September 2021 lalu. 

Solusi IoT Smart Coffee Roastery karya TTG Team dari Lombok Barat (Lobar) berhasil meraih juara 1 dalam kompetisi IoT Creation 2021. 

Dalam hal ini Menteri mendorong agar para produsen mesin-mesin pengolahan copy di NTB ini untuk terus berinovasi dan berkreativitas agar pengemasan kopi daerah menjadi lebih baik dan menarik pasar mulai dari proses produksinya hinga ke pemasarannya.

BACA JUGA: Berkebun dengan Memanfaatkan Pekarangan Rumah

Menteri juga berpesan menyambut perhelatan MotoGP Maret 2022 mendatang, hendaknya para pelaku UMKN di NTB ini sejak awal harus mempersiapkan diri dengan hasil-hasil produk-produk lokal yang diminati penonton MotoGP. 

“Misalnya dari sisi olahan kuliner khas seperti kopi tadi. Perhelatan MotoGP harus dimanfaatkan untuk promosi produk UMKM dari NTB ini seperti kaos, tas ataupun cendramata lainnya yang brandingnya MotoGP,” kata Menteri. 

Bupati Lobar mengundang Menteri Koperasi untuk bincang seputar kopi

Menteri mendorong ini, mengingat NTB akan menjadi tuan rumah event-event internasional di tahun-tahun yang akan datang. 

“Ini kesempatan baik untuk promosi produk UKM NTB, apalagi di NTB ini akan ada 3-4 event internasional setahun. Dan kesempatann yang sangat baik untuk promosi produk UMKM NTB ke dunia,” demikian Teten Masduki. 

Bupati Lombok Barat, H. Fauzan Khalid berkomitmen untuk terus mensuport dan memberikan pendampingan kepada pelaku-pelaku UKM di daerahnya, termasuk para petani dan produsen kopi kemasan. 

Hal ini dilakukan semata-mata untuk meningkatkan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakatnya.

Bincang seputar kopi ini juga dihadiri Sekjen Kemenkop, para Dirjen dan Deputinya, pejabat eselon II Kemenkop, Kepala OPD terkait Pemprov NTB,  Kepala OPD se Lombok Barat dan para pelaku UKM Lombok Barat. ***

 




Inovasi Teknologi Berperan Penting dalam Industrialisasi

Gubernur NTB:memaparkan, tak mungkin kemajuan tanpa industrialisasi, dan syaratnya yaitu menghadirkan inovasi teknologi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Inovasi teknologi berperan penting dalam proses industrialisasi walaupun merupakan sebuah topik yang kurang populer di kalangan masyarakat. 

Gubernur Provinsi NTB, H. Zulkieflimansyah mengatakan itu, saat memberikan sambutan pada acara Seminar Nasional Manajemen Inovasi (SEMAI) III Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) tahun 2022 secara virtual di ruang kerjanya, Rabu (26/01/22).

BACA JUGA: Pekarangan Rumah Bisa Jadi Sumber Daya Ekonomi Keluarga

Gubernur Zul memapakan pentingnya inovasi teknologi
Gubernur Zukieflimansyah

“Meskipun inovasi teknologi ini merupakan unpopular topic, namun sebenarnya sangat berperan penting dalam industrialisasi,” tutur Bang Zul.

Dijelaskan, dalam manajemen inovasi, masyarakat akan semakin mengetahui bagaimana perencanaan, pengorganisasian, leading kemudian evaluasi proses perjalanan panjang dari inovasi teknologi.

Menurutnya, tidak mungkin menghadirkan kemajuan tanpa industrialisasi, karena industrialisasi merupakan sebuah proses panjang untuk menambah nilai suatu produk. 

“Salah satu syarat utamanya adalah dengan cara menghadirkan inovasi teknologi,” katanya.

Sebab, inovasi teknologi sangat dibutuhkan untuk mengejar ketertinggalan Indonesia pada bidang teknologi dan Ilmu Pengetahuan. 

“Inovasi teknologi ini adalah kata kunci yang harus kita lakukan untuk menggesa ketertinggalan dalam bidang teknologi dan ilmu pengetahuan,” kata Bang Zul.

BACA JUGA: 1428 Rekening RTG Diserahkan di Kecamatan Gangga

Bang Zul berharap, adanya even seminar mengenai inovasi teknologi dan hadirnya program studi manajemen inovasi di UTS menyadarkan masyarakat, banyak tugas besar yang menanti di kemudian hari.

Seperti biasa Bang Zul beribarat, perjalanan panjang harus dilakukan dengan langkah pertama. Dan langkah pertama itu seperti adanya seminar dan hadirnya program studi manajamen inovasi. 

“Mudah-mudahan dengan hal tersebut bisa menyadarkan kita bahwa tugas besar menanti di kemuduian hari,” jelas gubernur.***. 

 

 




Diskusi Rencana Aksi Pangan KLU, Dibuka Kepala Bappeda 

Kepala Bappeda Lombok Utara saat membuka diskusi Rencana Aksi Ketahanan Pangan berharap bisa dirumuskan ketahanan pangan daerah Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal..com ~ Lombok Utara kini pada masa penyusunan program kegiatan tahun 2023. 

Saat ini, tahapannya pada Penyusunan Ranwal RKPD yang menjadi atensi giat tahun 2023.

Kegiatan penyusunan dilaksanakan sejak Desember 2021 sampai dengan 31 Juni 2022.

Kepala Bappeda, Parihin, S.Sos

“Kami akan mengorganisir mulai musrenbangdes, dan musrenbang kecamatan yang akan kita masukkan dalam RKPD tersebut,” kata Kepala Bappeda Lombok Utara, Parihin, S.Sos membuka diskusi finalisasi aksi sistem pangan, Selasa (25/01/22)

Dikatakan, kini saatnya yang tepat menyusun jadwal ketahanan pangan Lombok Utara, mengingat informasi data BPS tentang angka kemiskinan di Lombok Utara relatif meningkat 0,5 persen, dari 26,99 % menjadi 27,04% pada tahun 2021.

“Mudahan pada kegiatan ini kita dapat merumuskan apa yang diinisiasi YLKMP (Yayasan Lembaga Kemanusiaan Masyarakat Pedesaan, pen) terkait dengan ketahanan pangan daerah kita,” harapnya.

Sesuai konsultasi publik yang dilakukan, tahun 2023 pemerintah fokus dalam rangka pemulihan ekonomi di Lombok Utara. Artinya alokasi penganggaran disesuaikan pada aspek pemulihan ekonomi. 

BACA JUGA: Rekening Butab Korban Gempa Tahap Dua, Mulai Dibagikan

Mengingat dampak pandemi Covid-19 masih dirasakan terutama sektor pariwisata sebagai penyumbang  PAD yang relatif besar di Lombok Utara.

“Kami mencoba fokus pada penguatan dan pemulihan ekonomi pada tahun 2023 yang akan datang,” tandasnya

Pada kesempatan itu, Dodik Sutikno dalam awal pemaparannya menyampaikan rencana aksi sistem pangan, melalui proses diskusi dan workshop dengan semua Dinas terkait dan agar bisa terintegrasi dengan rencana tahapan kerja Dinas masing masing.

Selanjutnya guna melengkapi dan memfinalisasi dokumen rencana aksi sistem pangan daerah hasil pembahasan pada saat workshop.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memfinalisasi dokumen rencana aksi sistem pangan daerah Yang sudah dibahas pada workshop sebelumnya,” ungkapnya.

BACA JUGA: Korban Gempa Resah, Ada Isu Pemotongan Bantuan Rehab Rumah

Hadir  pula pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Kominfo Khairil Anwar, Dinas Sosial diwakili Kabid Pemberdayaan Sosial Husni Tamrin, Disperindagkop diwakili Kabid Pemasaran Sahna Dinas PUPR diwakili Kabid Pengairan Nurman Harisandi Unsur Dinas Lingkungan Hidup, Unsur Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Tim YLKMP.***

 




Produk Sorghum, Dari Makanan Ternak ke Produk Ekspor  

Saat pelapasan ekspor produk Sorghum, Bupati Djohan mengapresiasi peningkatan minat dan kerja keras masyarakat di bisang pertanian

KAYANGAN,KLU.lombokjournal.com ~ Bupati Lombok Utara, H. Johan Syamsu  menghadiri agenda panen raya dan pelepasan ekspor produk Sorghum Desa Sejahtera Astra Lombok di Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Sabtu (22/01/22).. 

Bupati membanggakan makin banyak yang bergerak di produk pertanian

Hadir juga wakil bupati Dany Carter Febrianto Ridawan, S.T., M.Eng., Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Utara, dan juga Camat Kayangan, Siti Rukaiyah. Agenda tersebut diawali dengan peninjauan hasil pertanian Sorghum, kemudian diakhiri dengan pemotongan pita sebagai simbolis pelepasan produk Yant Sorghum yang akan di ekspor.

Bupati Djohan memyampaikan apresiasinya terhadap peningkatan minat dan kerja keras masyarakat pada bidang pertanian.

Kelompok-kelompok petani menjadi salah satu penunjang utama dalam menghadapi keadaan keuangan daerah yang merosot. 

Bupati johan juga menyampaikan bahwa penting bagi para milenial untuk melirik sektor pertanian untuk menjadi sumber atau lapangan pekerjaan.

BACA JUGA: Sertijab Kades Samba Khidmat, Ini Pesan untuk Kades Baru

“Saya bangga dengan pencapaian para petani-petani kita, terutama anak-anak saya para petani milenial. Pertanian adalah sektor paling tangguh dalam kondisi saat ini, untuk itu mari kita giat menggarap lahan-lahan pertanian kita, karena hasilnya kedepan sangat besar.” kata Djohan

Produk Sorghum tersebut merupakan hasil pertanian dari kelompok tani Yant Sorghum yang didukung oleh PT. Astra Internasional Tbk. 

Produk sorghum akan di ekspor ke dua negara, yakni Malaysia dan Timor Leste. 

Sementara itu,, Nur Rahmi Yanti selaku founder dari kelompok tani Yant Sorghum menyampaikan, saat ini petani mereka sudah lebih dari seribu petani yang diberdayakan. 

Selain memberdayakan para petani, istri para petani juga dilibatkan menjadi pengolah produk Sorghum tersebut dan saat ini sudah menjadi dua puluh lebih macam produk Sorghum.

Selain mengekspor produk sorghum ke Malaysia dan Timor Leste, Yant Sorghum juga merencanakan mengekspor produk beras Sorghum ke Eropa. 

Dijelaskan juga, Sorghum yang pada awalnya hanya menjadi pakan ternak kini bisa diangkat menjadi banyak produk, mulai dari daun hingga batangnya dikemas menjadi berbagai produk Sorghum.

BACA JUGA: Audensi Perdatin NTB, Wagub Minta Tingkatkan Kompetensi

“Alhamdulillah perjuangan kami mengangkat produk Sorghum yang awalnya hanya menjadi pakan ternak, kini bisa menjadi salah satu produk yang bisa masuk pasar ekspor,” Kata Yanti.***