Gubernur NTB Mengungkapkan Praktek Industrialisasi 

Saat road show Industrialisasi di KSB, Gubernur NTB menegaskan pentingnya terus menggaungkan apa itu industrialisasi

KSB.lombokjournal.com ~ Pemahaman tentang industrialisasi penting terus digaungkan dan disosialisasikan.

Industrialisasi itu secara sederhana mengelola hasil pertanian, perikanan, perkebunan dan lainnya agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah  menyampaikan itu saat mengawali road show Industrialisasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Kamis (04/08/22) di Sentra IKM Poto Tano-KSB.

BACA JUGA: Road show Industrialisasi, Gubernur NTB: KSB Cepat Lakukan Industrialisasi

“Sehingga, masyarakat mengerti tentang industrialisasi itu. Bukan hanya berkaitan dengan pabrik-pabrik besar,” kata Gubernur Zul dalam Talkshow tematik “Sinergitas Pengembangan Industri dalam mendukung kawasan industri Maluk” 

Industrialisasi prosesnya memang panjang, dengan sentuhan sain dan teknologi dan kemauan dan sinergi pemerintah, swasta dan masyarakat, maka ikhtiar mewujudkan kesejahteraan masyarakat ini akan terwujud.

Kemudian Gubernur Zul mengungkapkan apa itu praktek industrialisasi. Ia menuturkan pengalamannya keluar daerah, kebutuhan akan industrialisasi prakteknya terjadi dengan pendingin atau collstroge. 

“Ikan yang dibeli di Kecamatan Sape di Bima dan Sekotong Lombok Barat, dikeluarkan kotorannya, dibekukan dan dijual kembali ke NTB, di hotel-hotel termasuk PT. Aman. Harganya jauh lebih mahal,” ungkapnya.

Kenapa suatu daerah itu tidak maju-maju, seperti NTB atau Indonesia bagian timur, karena terlalu nyaman menjual barang mentah tanpa diolah. 

Kemudian tanpa disadari mengonsumsi prodak yang bahan bakunya dari daerah sendiri, dengan nilai tambah dan harga yang lebih mahal.

Masyarakat tanpa menyadari menjual bahan baku dengan harga yang murah, dan membeli kembali prodak yang diolah dengan harga yang mahal.

Maka mulai sekarang, stop menjual barang mentah keluar daerah dengan harga murah.  Karena tidak akan menstabilkan harga disini.

“Ini hal mendasar, dan perlu terus digaungkan agar masyarakat mengerti tentang pentingnya industrialisasi itu,” ucap pria kelahiran Sumbawa ini. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Puji Pelaku Usaha KSB Mengolah Bahan Baku

Sementara itu Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., mengatakan, memang penting memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang konsep industrialisasi ini.

“Pemerintah, pihak swasta dan steakholder lain harus terus memasifkan sosialisasi tentang industrialisasi tersebut,” kata Bupati.

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Kapolres, Dandim, kepala OPD se KSB, para camat, pimpinan PT. Aman Mineral, Tokoh Agama, masyarakat dan pelaku UMKM se KSB.***

 




Gubernur NTB Puji Pelaku Usaha KSB Mengelola Bahan Baku

Tinjau Stand UMKM di KSB, Gubernur NTB mengaku bangga pelaku UMKM di KSB mulai ada yang mengolah produk jadi hingga setengah jadi

KSB.lombokjournal.com ~ Usai mengikuti Talkshow Tematik “Sinergitas Pengembangan Industri dalam mendukung kawasan industry Maluk” di  Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, meninjau stand dan lapak para UMKM, di Sentra IKM Poto Tano Kabupaten  Sumbawa Barat (KSB).

“Saya bangga, para pelaku UMKM disini sudah mulai ada yang mengolah produk jadi hingga setengah jadi,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB.

BACA JUGA: Road show Industrialisasi, Gubernur NTB: KSB Cepat Lakukan Industrialisasi

Gubernur Zul didampingi Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, mengawali Road Show Industrialisasi, Kamis (04/08/22) di KSB.

Dikatakan Gubernur, pelaku UMKM sudah mulai melakukan konsep sederhana dalam mengelolah bahan baku lokal, sehingga memiliki nilai tambah.

“Kita pelihara ayam, dengan industrialisasi dapat dijadikan abon yang memiliki nilai jual,” jelas Gubernur Zul.

Sehingga, ketemu konsep sederhananya. Akan tetapi lanjut Doktor Zul, perlu ada sentuhan pemerintah untuk desain kemasan, pasarannya serta segi izin dan kelayakannya.

“Itu yang kami maksud konsep sederhana dalam industrialisasi,” paparnya, didampingi, Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) H. W. Musyafirin.

Usai acara tersebut, Gubernur NTB menyerahkan sejumlah bantuan untuk para pelaku UMKM di KSB.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga di NTB Punya Data Stunting Tiap Dusun

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Kapolres, Dandim, kepala OPD se KSB, para camat, pimpinan PT. Aman Mineral, Tokoh Agama, masyarakat dan pelaku UMKM se KSB. *** 

 

 




Road show Industrialisasi, Gubernur NTB: KSB Cepat Lakukan Industrialisasi

Dalam road show industrialisasi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Gubernur NTB mengungkapkan ekspektasinya karena di KSB ada industri besar

KSB.lombokjournal.com ~ Road show industrialisasi diawali di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), karena kabupaten itu disebut daerah yang paling mungkin melaksanakan industrialisasi lebih dahulu. 

Pasalnya, ada PT. Aman Mineral yang akan siap mendukung penguatan pelaku usaha.

Hal tersebut disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah saat mengawali  Roadshow industrialisasi, Kamis (04/08/22) di Sentra IKM Poto Tano KSB.

BACA JUGA: Gubernur NTB Mulai Lakukan Road show Industrialisasi

“Khusus KSB, kita punya ekspektasi yang lebih, karena industri besar ada disini,”

kata Gubernur Zul yang didampingi Ketua Dekranasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dan Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) H. W. Musyafirin.

Menurut Gubernur Zul, dibutuhkan kepiwaian Bupati KSB, untuk memaksa PT. Aman Mineral terlibat dalam proses industrialisasi, secara langsung atau tidak langsung. 

Karena dalam dunia bisnis, industrialisasi terlalu lama dan prosesnya panjang. Karena kadang-kadang dunia usaha tidak mau repot untuk ikut terlibat.

“Tugas Pemerintah, baik Gubernur maupun Bupati, membujuk perusaahaan besar mempelopori, agar mau membatu para  UMKM-UMKM di daerah,” katanya. 

Selain itu, PT. Aman juga  harus memberikan kesempatan kepada pengusaha lokal. Walaupun jauh kualitas dan harga dibanding dengan pengusaha luar. Namun kesempatan pengusaha lokal, untuk terus belajar lebih baik dan bersaing, itu jauh lebih penting.

Dikatakan, pembangunan Smelter di KSB harus menjadi kepastian. Tidak boleh tidak, tapi harus segera dimulai dan diteruskan. 

Karena sekali bahan baku diolah disini, akan mengundang induatri turunan lainnya. Apalagi pada akhir tahun ini,  akan dilakukan proses pembangunan bandara di KSB. 

“Kita juga harus bersahabat dengan investor. PT. Aman harus dipastikan nyaman di tempat kita. Mereka harus senang melakukan usahanya dan beroperasi di tempat kita,” pesan Bang Zul 

Namun saat bersamaan, PT Aman harus mampu diyakinkan untuk melakukan pendalaman struktur atau intervensi pada produk UMKM yang memiliki nilai tambah, untuk produk masyarakat.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga di NTB Punya Data Stunting tiap Dusun

Ia juga mengingatkan, agar PT. Aman jangan mereduksi bisnisnya hanya semata sebagai mesin pencari uang, tapi harus membangun relasi yang konstruktif dengan masyarakat.

“Maka kalau kita berjalan bersama, maka masyarakatlah yang melindungi perusahaan. Untuk mewujudkan masyakat NTB dan KSB yang lebih baik,” pesan pria kelahiran Sumbawa.

Jadi sinergi dan kolaborasi Bupati KSB bersama PT. Aman Mineral mampu mewujudkan industrialisasi di KSB.

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Kapolres, Dandim, kepala OPD se KSB, para camat, pimpinan PT. Aman Mineral, Tokoh Agama, masyarakat dan pelaku UMKM se KSB. *** 

 

 

 




Gubernur NTB mulai Lakukan Roadshow Industrialisasi

Industrialisasi merupakan keniscayaan yang harus dilakukan, ini ikhtiarM ewujudkan kesejahteraan masyarakat,kata Gubernur NTB

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Industrialisasi merupakan salah satu ikhtiar mewujudkan kesejahteraan masyarakat NTB.

Itu dikatakan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat memulai Roadshow Industrialisasi di sentra IKM, Kabupaten Sumbawa Barat, Kamis (04/08/22).

Menurutnya, Industrialisasi diperlukan karena setiap tahun jumlah pencari pekerjaan terus mengalami peningkatan.

BACA JUGA: Pemuda Telong-Elong Ingin Punya Sirkuit Balap Sampan

Masyarakat KSB berdialog bersama Gubernur NTB

 “Industrialisasi itu bukan konsep Gubernur, tapi untuk mencapai kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat, Industrialisasi merupakan keniscayaan yang harus kita lakukan,” ungkap Bang Zul sapaan gubernur.

Di acara Talkshow Tematik “Sinergitas Pengembangan Industri dalam mendukung kawasan industry Maluk” Bang Zul menjelaskan, industrialisasi itu bukan memiliki gedung tinggi, bukan juga  pabrik-pabrik besar. 

Tapi Industrialiasi itu sederhana, yaitu bagaimana mengolah produk lokal menjadi barang yang bernilai dan memiliki nilai jual tinggi.

Sederhananya, ia mencontohkan, dengan industrialisasi kita tidak lagi menjual bawang mentah ke pabrik luar, tidak lagi menjual produk lokal untuk di olah ke daerah lain. 

“Kita harus berani memulai, berani mengolah, berani memproduksi dengan mesin-mesin yang dibuat langsung oleh masyarakat NTB,” tambah Bang Zul didampingi Ketua PKK Provinsi NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah.

Dicontohkan, saat awal Pandemi Covid-19, masyarakat mengalami kelangkaan masker, semua produk masker dikirim dari luar daerah dengan harga yang sangat mahal. 

Padahal, bahan dan Sumber Daya Manusia (SDM) di NTB tidak kalah dengan daerah lain.

Masyarakat NTB membeli masker dari luar daerah dengan harga sangat mahal. 

“Padahal, penjahit kita bisa buat sendiri, bahannya juga banyak. Pokoknya jangan lagi kita bangga menjual produk-produk mentah,” tegasnya.

Industrialisasi, mengolah bahan baku

Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. Ir. H. W. Musyafirin, M.M., menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi NTB maupun pusat, menjadikan KSB sebagai kawasan industri.

“Termasuk membangun kesadaran masyarakat, untuk mengolah nilai tambah, dari mengolah bahan baku menjadi bernilai,” katanya.

BACA JUGA: Ribuan PMI asal NTB akan Diberangkatkan ke Malaysia

Ekosistim industrialisasi harus terus berjalan dan diperbaiki. Sehingga industri besar membantu industri masyarakat meningkat.

Mewujudkan industrialisasi dengan mengolah bahan baku, untuk nilai tambah sangat dibutuhkan. Begitu juga pasarnya juga harus disiapkan.

“Maka perlu terus disosialisasikan untuk membangun kesadaran masyarakat juga,” katanya.

Turut mendampingi Gubernur, Kadis Perindustrian, Kadis Perdagangan, Kadis Ketahanan Pangan, Kadis Koperasi UKM, Kadis Pertanian, Kadis LHK, Kadis Pariwisata, Kadis Peternakan, Kadis Dikbud, Kadis Kesehatan, Kadis PMPD, Kadis Kominfo dan Biro Perekonomian Setda Provinsi NTB. 

Hadir juga pada kegiatan tersebut Wakil Bupati KSB, Sekda KSB, Kapolres, Dandim, para camat KSB, pimpinan PT. Aman, Tokoh Agama, madyatakat dan UMKM masyarakat KSB.*** 

 

 




Ribuan PMI asal NTB akan Diberangkatkan ke Malaysia 

Gubernur Apresiasi Sime Darby Plantation, yang akan memberangkatkan ribuan PMI atau Pekerja Migran Indonesia asal NTB untuk bekerja di Malaysia

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah M.Sc mengatakan, ribuan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTB akan diberangkatkan untuk bekerja di Malaysia.

Hal itu disampaikan Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB, saat menerima kunjungan lanjutan dari Sime Darby Plantation Berhad (Malaysia) dan Sime Darby Plantation Berhad (Indonesia – PT Minamas) di ruang kerjanya, Rabu (03/08/22).

BACA JUGA: Gubernur NTB: Penting Rejuvenasi di Era Industrialisasi

Gubernur NTB menerima Sime Darby Plantation Berhad yang akan memberangkatkan ribuan PMI ke Malaysia

“Perusahaan Sawit Malaysia (Sime Darby Plantation) yang akan memberangkatkan ribuan tenaga kerja dari NTB,” kata Bang Zul.

Sempat berhenti merekrut pekerja asal Indonesia akibat Covid-19, kini Sime Darby Plantation kembali mengambil tenaga kerja dari Indonesia terutama dari Lombok, NTB.

Sebagai informasi, Sime Darby Plantation merupakan perusahaan kelapa sawit raksasa di Malaysia. 

Bahkan perusahaan ini yang membuat Malaysia menjadi negara produsen minyak sawit terbesar kedua di dunia. Cabang usaha Sime Darby ada di sejumlah negara, termasuk di Indonesia. 

BACA JUGA: Pekerja Migran Diminta Pahami Cara Kerja di Malaysia

Turut hadir mendampingi Gubernur pada audiensi tersebut yaitu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Kepala Disnakertrans Provinsi NTB, dan Kepala Dinas PTMPTSP Provinsi NTB. ***

 




BPD HIPMI NTB Gelar Diskusi Peluang Usaha

Buka peluang pembiayaan pengusaha muda, BPD HIPMI NTB menggelar forum diskusi 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Diskusi peluang usaha digelar Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Barat (NTB)  bersama Bidang Keuangan dan Perbankan Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI, di Dapoer Sasak Mataram, Sabtu (30/07/22).

Diskusi itu dihadiri langsung oleh Ketua Budang 2 BPP HIPMI Anggawira dan menghadirkan sejumlah narasumber. 

BACA JUGA: Askab PSSI NTB, Asosiasi Sepakbola Terbaik di NTB 

Di antaranya Budi Santoso Branch Manager Jasaraharja Putra Mataram, Ardian Prawira Yudha COO Goorita, M. Hadi Nainggolan CEO Daun Agro, dan Angela Oetama CEO Gradana.

Ketua Umum BPD HIPMI NTB, I Putu Dedy Saputra mengungkapkan rasa bahagianya atas kedatangan Ketua 2 BPP HIPMI, Anggawira. Kata Dedy, kesempatan tersebut sangat baik untuk pengusaha muda di NTB. 

Dalam forum tersebut, anggota HIPMI NTB bisa mendapat informasi peluang bisnis dan pembiayaannya.

Sementara itu, Ketua Bidang 2 BPP HIPMI Anggawira menyampaikan kegembiraannya bisa hadir di Lombok. Melalui pantunnya, Ia menyampaikan pengusaha muda NTB bisa go global.

Secara berturut-turut Narasumber menyampaikan materinya masing-masing. Yudha dari Goorita menyampaikan beberapa konsep dan tahapan agar produk UMKM bisa go global melalui platform digital.

Budi Santoso menyampaikan beberapa produk jaminan dari Jasaraharja Putra. Di antaranya jaminan kendaraan dan jaminan gedung. Sementara itu M. Hadi Nainggolan mengajak anggota HIPMI NTB untuk masuk ke usaha pertanian.

“Ini peluang besar bagi kita. Apalagi NTB menjadi lumbung pangan utamanya jagung di NTB,” harap CEO perusahaan offtaker pertanian Daun Agro tersebut.

Hadi juga menambahkan, ada perusahaan offtaker dalam bidang pangan di masing-masing kabupaten di NTB. 

“Saya ingin mengajak anak-anak HIPMI NTB untuk membuat perusahaan offtaker di NTB,” ajaknya.

Ia juga mengatakan, perusahaan tersebut nantinya bisa dibuat spesialisasi untuk masing-masing produk pangan seperti jagung, padi, dan ternak sapi serta kambing.

Menanggapi banyaknya variasi usaha dari anggota HIPMI NTB, Anggawira mengatakan Bidang 2 menyiapkan solusi pembiayaan yang variatif. 

“Kita akan siapkan solusi yang variatif,” tegasnya.

BACA JUGA: Karnaval Gijraturrasul Semarakkan Tahun Baru 1444 Hijriyah

Di akhir sesi, sebagai kata penutup, I Putu Dedy Saputra berharap lebih banyak lagi program seperti sekarang yang dihadirkan di daerah. 

“Lebih banyak lagi program seperti ini ke daerah. Karena kami di daerah butuh program-program seperti ini,” tandasnya.***

 

 




Pekerja Migran Diminta Pahami  Cara Kerja di Malaysia

Gubernur NTB Bang Zul beharap pekerja migran Indonesia (PMI) tidak ada yang terlantar di Malaysia 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari NTB diharapkan memahami cara kerja dan apa yang dikerjakan, agar bisa maksimal membantu perusahaan ketika sudah berada di Malaysia.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap, dengan memahami apa yang dikerjakan tidak akan ada PMI yang terlantar.

BACA JUGA: Alumni Ponpes Harus Jadi Inspirasi, Ini Ajakan Gubernur NTB

Pekerja Migran diharapkan jangan terlantar di Malaysia

“Kita ingin para PMI ini bekerja dengan baik, jangan sampai terlantar ketika sudah sampai di Malaysia tidak dapat pekerjaan,” tegas Gubernur NTB.

Ia menyampaikan itu saat menerima silaturahmi Sime Darby Plantation bersama rombongan bertempat di Ruang Kerja Pendopo Gubernur, Mataram, (27/07/22).

Sementara itu, Badrul Hisham Ismail selaku Head Workforce Management Upstream Support mengatakan, ia senang diterima dengan baik oleh Gubernur. 

Ia menjelaskan, kedatangannya ke Lombok untuk perekrutan tenaga kerja sekitar 3.000 orang untuk tahap awal ke Sabah dan Serawak Malaysia.

“Jika nantinya mulai membaik dan lancar sampai akhir tahun ini akan ditambah yang kita butuhkan bahkan sampai 6.000 orang,” ungkapnya.

Terkait kebijakan penghentian sementara pengiriman PMI, diyakini bisa diselesaikan dengan baik. Dan pengiriman pekerja  migran dari Indonesia terutama dari Lombok dapat diteruskan.

“Mengingat, dua begara bersaudara ini memiliki hubungan kerjasama yang baik sebelumnya. Sehingga patut dipertahankan dan diruskaan untuk merekrut lagi tenaga kerja dari Lombok,” kata Hisham Ismail.. 

Baginya, ini adalah awal permulaan yang bagus karena sempat terhenti sementara karena pandemi Covid-19. Dan kini perlu diperbaharui dan dikukuhkan kembali. 

BACA JUGA: Wagub NTB: APBN Harus Dimanfaatkan Sebaik Mungkin

Untuk diketahui, Perusahaan Produksi Minyak Sawit berkelanjutan itu bersertifikat terbesar di dunia, yang berkantor pusat di Selangor Malaysia. 

Selain itu, pihaknya berencana akan mengembangkan by produck sawitnya di NTB. ***

 

 




Wagub: Penanganan PMK di NTB Berjalan Baik

Dalam Rakor percepatan penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak, Wagub NTB mengungkapkan, seluruh stakeholder bersinergi menghadapi PMK 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Penanganan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) hewan ternak di NTB berjalan baik. 

Seluruh stakeholder terkait bersinergi dan terus bergerak menghadapi PMK dengan tenang. Bahkan, Idul Adha bisa dilewati dengan lancar. 

BACA JUGA: Sebaran Kasus PMK di NTB Trendnya Menurun

Wagub ungkapkan, penanganan wabah PMK di NTB berjalan baik

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang digelar di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB Kamis, (21/07/22). 

Dalam Rakor tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto.

Penanganan PMK di NTB berjalan baik, karena Pemprov NTB banyak belajar dari penangan kasus Pandemi Covid-19 yang terjadi sebelumnya. Sehingga, treatment penanganannya bisa lebih cepat dan tepat. 

“Banyak hal yang bisa kita adopsi dari pandemi dalam mengatasi PMK,” tutur Ummi Rohmi.

Ke depan, diharapkan proses penanganannya berjalan baik. Sehingga NTB, khususnya pulau Lombok yang berstatus Wabah PMK, terbebas dari penyakit tersebut. 

Hingga kini tercatat, dari populasi hewan rentan PMK (sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi) sebanyak 950.551 ekor di NTB. 

Jumlah kasus, 83.387 ekor, sakit 13.392 ekor, sembuh 69.580 ekor, potong bersyarat 221 ekor dan mati 194 ekor. 

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022

Sementara untuk vaksinasi gelombang 1 sejumlah 2.400 dosis, vaksin Gelombang 2 sejumlah 2.600 dosis, vaksin Gelombang 3 sejumlah 35.000 dosis. 

Total alokasi 40.000 dosis. Jenis vaksin Aftopor. Suntikan 4.880 dosis. Sisa 35.120 dosis. Kebutuhan 418.721 dosis (sapi dan kerbau). ***

 

 




Sebaran Kasus PMK di NTB Trendnya Menurun

Dengan penanganan yang masif dan baik, sebaran kasus PMK dapat teratasi dan trendnya menurun

MATARAM.lombokjournal.com ~ Jumlah kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada ternak sapi, kerbau dan kambing di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) trennya semakin menurun, seiring dengan penanganan yang masif dan baik.

“Penanganan wabah PMK pada ternak yang merata terjadi di lima kabupaten dan kota di Pulau Lombok, kini mulai dapat teratasi dan trendnya turun,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi,M.Si.

Dengan penanganan yang baik, sebaran kasus PMK MENURUN

Sekda mengungkapkan itu pada rapat membahas perkembangan penanganan PMK yang dipimpin kepala BNPB, Kamis (14/07/22) di Mataram.

Menurutnya, sebaran PMK di NTB, terdiri dari  dua kategori wilayah, yaitu daerah wabah ada 4 Kabupaten, 37 kecamatan dan 424 desa dan kelurahan. 

Sedangkan daerah tertular ada 1 kota, 6 kecamatan dan 19 kelurahan. 

Perkembangan PMK di pulau Lombok, hingga tanggal 13 Juli 2022 berdasarkan data, ada 950.551 ekor populasi hewan rentan PMK yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. 

Dari angka tersebut, jumlah kasus sebanyak 75.487 ekor, yang sakit sebanyak 14.839 ekor dan sembuh 60.289 ekor. 

Sekda yang juga Selaku Ketua Satgas Penanganan PMK Prov. NTB menjelaskan, setelah dilakukan penanganan dengan pengobatan ternak sakit, isolasi ternak, desinfeksi kandang, dan diberikan vaksin, maka ternak sapi yang terinveksi PMK kesembuhan semakin meningkat.

“Sehingga ternak sapi yang sakit semakin menurun, ini terjadi di semua Kabupaten,” jelas Miq Gite sapaan Sekda.

BACA JUGA: Rapat Asistensi Penyesuaian Perda Pajak Daerah dan Restribusi Daerah

Serapan vaksin ternak juga telah dilaksanakan di 5 Kabupaten/Kota di Provinsi NTB. Namun, kebutuhan vaksin untuk ternak masih kurang, oleh sebab telah dilakukan pengajuan alokasi vaksin yang akan segera dikirim oleh Pemerintah Pusat.

Untuk kebutuhan vaksin yang diterima sebanyak 5.000 Dosis, terdiri dari jenis Vaksin Aftopor dan telah disuntikan sebanyak 4.008 Dosis. 

Sehingga sisanya masih ada 992 Dosis. Kemudian tambahan alokasi vaksin ada 38.000 Dosis. Sedangkan kebutuhan vaksin sebanyak 418.721 Dosis untuk Sapi dan Kerbau.

“Target akhir kami, Provinsi NTB harus bebas PMK,” kata Lalu Gita.

Sementara itu, pihaknya juga akan tetap mempertahankan pulau Sumbawa untuk tetap bebas PMK,

Langkah yang ditempuh seperti menutup masuknya hewan rentan PMK ke pulau Sumbawa, melakukan protokol biosecurity di pintu-pintu masuk (pelabuhan) ke pulau Sumbawa dan mengusulkan vaksinasi di pulau Sumbawa.

“Langkah penanganan PMK, telah kami lakukan, dengan membentuk satgas dan posko, memperketat dan mengawasi lalu lintas ternak, menyediakan dan menyiapkan logistic penunjan seperti antibiotic, melakukan vaksinasi, menyiapkan SDM dilapangan seperti dokter hewan, dan sosialiasi serta edukasi kepadamasyarakat,” ujarnya. 

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022

Lebih lanjut tambah Miq Gite, bahwa terbentuknya Satgas penanagan wabah PMK di  6 Kabupaten/ kota, termasuk di Kabupaten Sumbawa, menjadi kunci percepatan penanganan kasus PMK pada ternak sapi, kerbau dan kambing di Pulau Lombok, NTB.

“Sehingga,dalam waktu dekat, kepala BNPB berencana akan berkunjung ke NTB untuk meninjau perkembangan penanganan PMK,”ungkap pria yang pernah menjabat Kabag Humas Setda Provinsi NTB ini. ***

 




Sekda NTB Buka Rakor Tim Pembina Samsat 2022 

Sekda NTB menilai Rakor Tim Pembina Samsat membuatnya antara bersyukur dan penuh harap

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si membuka Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat terkait dengan Peningkatan Kepatuhan Wajib Pajak dalam rangka Validasi Data untuk Mendukung Pelaksanaan E-Tilang dan Strategi Pencapaian Target Tahun 2022 di Hotel Lombok Raya, Kamis (14/07/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Lepas Dua Wakil Paskibraka Nasional 2022 

Sekda NTB menilai Rakor Pembina Samsa PENUH HARAPAN

Menurutnya, pertemuan ini membuat antara bersyukur dan penuh harap. Bersyukur karena kita bisa memantapkan konsolidasi dan berharap mudah-mudahan kita bisa mengoptimalisasi berbagai potensi pendapatan daerah yang kita miliki. 

“Karena ini sangatlah dibutuhkan oleh kami di dalam mengawal proses  penyelenggaraan urusan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan di NTB,” jelas Sekda.

Miq Gite, sapaan akrabnya berharap dengan adanya rapat koordinasi tersebut, segala tujuan dan target untuk mengoptimalkan pendapatan daerah dapat tercapai.

“Mudah-mudahan Rapat ini membawa keberkahan dan mendapati target-target yang telah ditentukan. Dengan mengharap ridho Allah Swt., dengan diawali ucapan Bismillahirrahmanirrahim, maka Rapat Koordinasi Tim Pembina Samsat Provinsi NTB 2022 secara resmi dinyatakan dimulai,” kata Sekda. ***

BACA JUGA: Lomba Desa dan Kelurahan sebagai Sarana Monev Program