Kebijakan Pemerintah Harus Tegas dalam Penciptaan Kawasan Ekonomi 

Membangun Linkages antara Pengembangan Ekonomi Daerah dan Pengembangan Ekonomi Kawasan, diperlukan ketegasan kebijakan Pemerintah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Membangun beberapa pengembangan kawasan ekonomi di daerah diharapkan menjadi enzim untuk percepatan ekonomi daerah.

BACA JUGA: Bang Zul Minta OPD “Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Sekda minta kebijakan pemerintah tegas dalam regulasi termasuk intensif yang diberikan
Lalu Gita Ariadi

“Point berekonomi adalah bagaimana menciptakan kawasan-kawasan ekonomi,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi saat menjadi narasumber FGD Penyusunan Rancangan Awal RPJPN 2025-2045 dan RPJMN 2025-2029  Bidang Politik Luar Negeri dan Kerjasama Pembangunan Internasional dengan tema “Peranan dan Potensi Daerah dalam Penguatan Diplomasi Ekonomi”, Kamis (19/08/22), di Hotel Lombok Astoria.

Menurutnya, Pemerintah harus tegas memberikan regulasi berserta insentif yang diberikan, apakah itu kawasan industri, ekonomi khusus atau perdagangan bebas.

Kemudian untuk mendukung kegiatan ekspor, Pemerintah Pusat juga harus konsisten memanfaatkan potensi alam yang dimiliki, memberikan insentif pada penerapan energi terbarukan.

Wisnu selaku Direktur Kerjasama Pembangunan juga menekankan, peran dan potensi daerah sangat dibutuhkan untuk menciptakan kondisi ekonomi yang optimal.

Perlu kita ketahui bersama, ketidakpastian global seperti Covid19, dinamika politik yang tidak menentu, seperti konflik di berbagai belahan dunia seperti Ukraina dengan Rusia, juga adanya kemajuan di era digitalisasi teknologi ini, juga tidak dapat dihindari yang akan terus mempengaruhi kebijakan ekonomi.

Hal-hal seperti ini tentu akan menjadi pertimbangan pada saat menyusun perencanaan ke depan. Namun hal ini tentunya dapat diantisipasi dengan menyusun dokumen perancanaan yang afektif dan kualistik. 

“Jadi perlu melibatkan stakeholder,” kara Wisnu.

Kebijakan Pemerintah 

Sekda Provinsi NTB menyampaikan tiga hal penting yang perlu diperhatikan dalam membangun ekonomi, di antaranya Politik Domestik, Pembangunan Kewilayahan, dan Global partnership.

“Untuk sisi politik domestik, jadi memproyeksikan 20 tahun ke depan, 2045 tidak luput dari bagaimana konstelasi politik. Bagaimana kebijakan pemerintahan, apakah kepada perjalanan kita ke depan ekonomi membaik kemudian fiskal menguat, maka menteri keuangan sudah siap untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan bidang kemasyarakatan,” kata Miq Gita.

Harus memperhitungkan faktor laut sebagai insentif yang harus diberikan bersama dengan daerah memperhitungkan komponen luas daratan. 

“Ini perlu diantisipasi sehingga daerah kepulauan sama majunya dengan daerah daratan,”  ujar Sekda. 

Aspek global partnership, dalam SDG point 17 menyebutkan global partnership.

Padahal untuk mendapatkan kemajuan persaingan dan lain sebagainya, betapa global partnership ini dibuka untuk memberikan keleluasaan kesempatan berkembang dengan sebaik-baiknya dan ini harus dipersiapkan dari sekarang.

“Kalu kita bersifat defensif, tidak aktif keluar maka negara kita hanya akan menjadi pasar  dari produk-produk dan tidak mampu menikmati persaingan pasar global sedemikian rupa,” lanjut Miq Gita

Ke depan secara nasional angka kemiskinan ini menjadi isu yg harus di tuntaskan dan harus berada di satu digit.

BACA JUGA: Kurma, Potensi Dikembangkan Jadi Komoditas Baru NTB

Kemudian Human development index, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, kegiatan ekonomi melalui kegiatan investasi perlu terus di dorong. Di NTB ada kawasan Ekonomi khusus dan lain sebagainya yang harus terus dipacu.

Jadi kaitan dengan pembangunan ekonomi Harus selalu dikawal  Pemerintah Provinsi, dan kabupaten/kota juga harus memberikan dukungan itu sehingga investor dari luar masuk ke Indonesia agar meningkatkan kegiatan ekonomi. ***

 

 




Kurma, Potensi Dikembangkan jadi Komoditas Baru NTB

Petani dan pengusaha kurma asal Kabupaten Lombok Utara diminta mengembangkan kurma jadi komoditas baru NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap petani bisa mulai mengembangkan komoditas kurma.

Komoditas buah kurma dinilai potensial menjadi salah satu komoditas unggulan Nusa Tenggara Barat. 

Gubernur NTB minta kurma dikembangkan jadi komoditas baru di NTB

“Pohon kurma sudah mulai ditanam dan berbuah di NTB.  Harapannya makin banyak petani yang melirik pohon kurma untuk dikembangkan sebagai komoditas,” ujar Gubernur Zul.

BACA JUGA: Gubernur Minta OPD ‘Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Ia mengatakan itu saat menerima petani dan pengusaha kurma asal kabupaten Lombok Utara di pendopo, Rabu (17/08/22).

Keindahan bentuk pohon kurma juga membuat Gubernur yang jatuh cinta, dan memahami benar tentang pohon yang  identik dengan Timur Tengah ini. Ia berharap pohon pohon kurma bisa  menghiasi wajah NTB. 

Pohon kurma yang indah dan berbuah lezat seperti di Thailand dan Lebanon memang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk berkembang. 

Ia mengapresiasi Arif Munandar yang berhasil menanam dan mengembangkan pohon kurma di Lombok Utara. 

“Baru ada satu pohon yang akan dipanen dan ini termasuk berkualitas karena sebiji buah kurma nya bisa seharga Rp 20 ribu,” jelas Arif. 

Iapun mengakui membutuhkan waktu lama untuk belajar dan mencoba mengembangkan tanaman kurma di NTB. 

Pemilik kebun kurma seluas lima hektar ini rencananya akan memanen induk pohon kurma yang tumbuh sejak tiga tahun lalu, dengan jumlah tandan buah yang terbilang ranum. Senada dengan Gubernur, ia berharap petani lainnya bisa mengembangkan kurma dengan ilmu yang tepat, agar nantinya perkebunan kurma bisa terwujud tidak khusus hanya komunitas petani kurma. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB, Drs H Fathul Gani, MSi mengatakan, buah kurma merupakan komoditas kompetitif yang tak semua tempat bisa mengembangkannya. 

BACA JUGA: Inovasi Pelayanan Membawa KLU Raih Inagara Awards

“Nah Pak Gub tertarik karena di NTB ternyata pohon kurma bisa berbuah dengan baik tidak hanya tumbuh,” ungkapnya. 

Setelah memetakan daerah yang cocok dengan tanaman kurma, pihaknya akan mulai mengembangkan kurma di KLU dan Samota, Sumbawa.

Agar komoditas ini bisa menjadikan NTB sentra buah kurma wilayah Timur sebagai penunjang wisata agro di masa depan. ***

 

 




Bang Zul Minta OPD ‘Bela dan Beli Produk Lokal’ di NTB Mall

Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemprov NTB diminta Gubernur Bang Zul jadi target pasar NTB Mall 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTB diminta mengaplikasikan bela dan beli produk lokal melalui NTB Mall.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan hal tersebut saat menerima silaturrahim Direktur Utama NTB Mall, Indah Purwanti Ningsih, SE dan Kepala Dinas Perdagangan NTB serta Tim lainnya. Bertempat di Pendopo Gubernur, Mataram (17/08/22).

BACA JUGA: Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaha dari Mahasiswa

Bang Zul minta agar OPD Lingkup Pemprov jadi segmen pasar NTB Mall

Pertemuan tersebut, dalam rangka evaluasi terkait kinerja Semester 1 NTB Mall. 

Gubernur menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada tim yang terlibat walaupun belum sempurna. 

Selain itu, Bang Zul sapaan akrab Gubernur, menginginkan NTB Mall jelas segmen sasarannya terutama Dinas OPD Lingkup Pemprov NTB.

“Yang jelas target pasarnya OPD Lingkup Pemprov NTB, dan tamu OPD saat berbagai event digelar di NTB, sehingga perlu dilakukan pembenahan terkait strategi pemasarannya,” tegasnya.

Disebutkan Bang Zul, menjadi tolak ukur NTB Mall ini adalah penjualan terus meningkat dari waktu ke waktu. 

Sehingga NTB Mall ini terus berkembang dan bisa mengakomodir para pelaku UMKM yang ada di NTB.

Sementara itu, Direktur Utama NTB Mall Indah Purwanti Ningsih, S.E., mengatakan masih sangat minim OPD yang berbelanja di NTB Mall, walaupun sudah dikirimkan surat melalui Sekda dalam hal kewajiban OPD berbelanja. 

Ini menjadi salah satu kendala pemasaran yang belum tuntas.

“OPD berbelanja disini masih minim, lebih banyak dari luar daerah terutama tamu-tamu OPDnya yang sering belanja terutama aneka kuliner sebagai oleh-oleh mereka,” jelasnya.

BACA JUGA: Upacara Peringatan HUR RI ke 77, NTB Menggapai Puncak Mimpi

Ke depan ia berharap sesuai arahan Gubernur NTB meminta OPD Lingkup Pemprov bisa berbelanja. 

Agar  OPD melaksanakan bela dan beli produk lokal melalui NTB Mall. Kerena belanja di NTB Mall cukup mudah secara online maupun offline. ***

 

 




Pemprov NTB Dukung Gerakan 1000 Wirausaha dari Mahasiswa

Sekda NTB, Lalu Gita Ariadi mengungkapkan dukungan Pemprov NTB pada gerakan wisarausaha Mahasiswa, dan diharapkan proaktif ditunggu aksi nyatanya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Badan Usaha Milik Formastim (Forum Mahasiswa Lombok Timur) yang telah menciptakan gerakan 1000 wirausaha dari kalangan mahasiswa mendapat respon positif dari Pemprov NTB.

Gerakan mahasiswa ini mendapat apresiasi dan didukung Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariadi,  M.Si, mendukung penuh serta memberikan apresiasi terhadap saat Formastim beraudiensi di Ruang Rapat Sekda, Kantor Gubernur, Selasa, (16/08/22).

BACA JUGA: NTB akan Canangkan Gerakan Masyarakat Sadar Inflasi

Sekda NTB berharap dukungan Pemprov NTB pada gerakan wirausaha mahasiswa ditindak lanjuti
Lalu Gita Ariadi

“Mantap, saya sangat apresiasi gerakan-gerakan seperti ini. Hal ini sesuai dengan peranan mahasiswa yaitu sebagai “agent of change,” ungkap Sekda NTB. 

Dan Miq Gite sapaan akrabnya mengingatkan kepada Formastim, gerakan seperti ini harus ditindaklanjuti atau proaktif agar dapat terealisasikan. 

Dan untuk stakeholder terkait agar dituntun gerakan-gerakan seperti ini.

“Harus proaktif tidak hanya audiensi saja namun aksinya nyatanya kami tunggu. Untuk segala keperluan akan kami bantu, karena hal ini sejalan dengan program pemerintah Provinsi NTB,” kata Sekda.

Pembina Formastim, Rizki Ramadhan, turut senang karena gerakan 1000 wirausaha dari kalangan mahasiswa ini diapresiasi Sekda NTB.

“Terimakasih pak Sekda, kami turut senang gerakan kami ini dinilai postif dan sejalan dengan program pemerintah Provinsi NTB,” katanya.

Ia juga berharap, nantinya Pemprov NTB dapat membantu Formastim dalam hal melanggengkan gerakan ini. 

BACA JUGA: Harga Sayur Naik, Masyarakat Dianjurkan Bijak Berbelanja

Seperti dapat dipartisipasikan kegiatan-kegiatan pelatihan wirausaha dan dibantu dalam hal keperluan yang dibutuhkan untuk berwirausaha.

Turut hadir dalam audiensi kali ini, Kepala Dinas Koperasi UKM NTB dan Plt. Kepala Dinas Kominfotik NTB. ***

 

 




NTB akan Canangkan Masyarakat Sadar Inflasi 

NTB akan canangkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan melalui Desa Berdaya dan Tanggap Inflasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Rapat Koordinasi (Rakor) Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN-PIP) Provinsi NTB, membahas Pencanangan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GN PIP) Provinsi NTB, Selasa (16/08/22).

Yakni upaya gencar gerakan masyarakat sadar inflasi secara nasional akan dilakukan oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah Prov Nusa Tenggara Barat. 

Rakor ini dihadiri Kepala Kantor Perwakilan  Bank Indonesia (BI) NTB, Heru saptaji, Kepala Biro Perekonomian selaku Sekretaris TPID, Kadis Ketahanan Pangan, Sekretaris Dinas Pertanian,  Plt. Kadis Kominfotik NTB, Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Mataram.

BACA JUGA: Harga Sayur Naik, Masyarakat Dianjurkan Bijak Berbelanja

Menganjurkan masyarakat NTB MENANAM SAYURAN
Menganjurkan menanam sayur di pekarangan

Kepala BI NTB  menjelaskan, pentingnya membangkitkan kesadaran masyarakat akan pengendalian inflasi pangan. 

Untuk di NTB bertepatan dengan HUT RI 17 Agustus mendatang akan dilakukan pencanangan (kick off) GN-PIP, ditandai dengan launching 7 program strategis antara lain, membentuk   77 desa berdaya dan tanggap inflasi. 

Selain itu akan dilakukan gerakan Urban Farming, menanam 7.700 bibit cabe merah, memasifkan operasi pasar murah di seluruh kab/kota se NTB, gerakan menanam holtikultura di 7 pondok pesantren dan 7 kampus se NTB, memperkuat kerjasama antar daerah (KAD) untuk memperkuat tersedianya bahan pokok masyarakat, dan literasi inflasi bagi masyarakat NTB.

Kepala BI NTB, Heru Saptaji menambahkan, kegiatan  operasi pasar murah di seluruh Kab/Kota  minimal dua kali sebulan, KAD antar pengusaha dan juga OPD. 

Selain itu rencana penerapan pengendalian inflasi pangan ini akan diikut sertakan pada gelaran upacara bendera pada Rabu 17 Agustus 2022 di Kantor Gubernur.

Dan akan menjadi program bagi sejumlah kabupaten kota yang akan turut berpartisipasi hingga akhir tahun mendatang. 

BACA JUGA: 40 Partai Politik Sudah Mendaftar ke KPU

Selain itu dalam pencanangan tersebut, akan melibatkan setidaknya tujuh Perguruan Tinggi (PT) dan juga tujuh Pondok Pesantren (Ponpes) dengan harapan mampu memberikan kontribusi bagi NTB dalam hal pengendalian terhadap inflasi pangan.

Dan kegiatan ini akan tetap selalu digaungkan di media sosial pemprov atau seluruh media sosial OPD dengan fokus pada Literasi Inflasi. ***

i




Harga Sayur Naik, Masyarakat Dianjurkan Bijak Berbelanja

Dengan melambungnya harga bahan dapur, TPID NTB ini menganjurkan masyarakat manfaatkan pekarangan dan berlanja sesuai kebutuhan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Dalam dua minggu terakhir harga kebutuhan pokok, seperti tomat, cabe merah dan beberapa jenis sayuran lain mulai melambung.

Naiknya harga kebutuhan dapur ini menjadi beban masyarakat,membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan pokok dapur. 

Selain itu dengan naiknya harga kebutuhan bahan bumbu masakan ini berdampak pada komoditi yang dibeli menjadi  lebih sedikit.

BACA JUGA: Gubernur NTB Resmikan Rumah Adat Palung Dalem, Lotim

mensiasati kenaikan harga sayur, masyarakat dianjurkan bijak berbelanja

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB, Heru Saptaji menyatakan, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi NTB menghimbau masyarakat lebih bijak dalam berbelanja. 

Bijak berbelanja dimaksud pemerintah yakni masyarakat hendaknya berbelanja sesuai kebutuhan.

“Jangan lupa cermati harganya cerdas dan bijak belanja,” kata Heru di Mataram, Senin (15/08/22). 

Heru Saptaji menganjurkan, lakukan pola konmsumsi yang bervariasi. 

Dan tentu di tengah harga harga kebutuhan naik, pemerintah menganjurkan masyarakat untuk mencari alternatif sebagaimana dianjurkan pemerintah. 

“Di antaranya, yakni belanja sesuai kebutuhan,” katanya. 

Ia menambahkan, alternatif lain mensiasati harga kebutuhan pokok yang naik yakni  dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam sayur-mayur seperti cabe, tomat dan lainnya.  

Untuk menanam sayur-mayur di rumah tidaklah ribet. Tips dan trik tanam cabe dan tomat sudah banyak di internet, tinggal mengikuti panduannya. 

BACA JUGA: Atasi Stunting di NTB, HBK Peduli Bagikan Telur Ayam Segar

“Kuncinya jika harga kebutuhan naik, tidak perlu risau. Namun masyarakat harus mencari alternatif lainnya,” ujar Saptaji.

Dicontohkan, jika harga cabe rawit merah naik, bisa diganti dengan cabe hijau, namun rasanya nendang dan terpenuhi rasa pedasnya. 

Selain itu membiasakan di rumah memakai sambal olahan atau cabe bubuk dan pedasnya sama-sama nempel, tambahnya. 

Menyinggung komoditi lainnya seperti bawang merah, minyak goring atau kebutuhan lainnya yang dirasakan masyarakat naik, Heru menghimbau untuk memperolehnya melalui Operasi Pasar (OP) murah.

“Harganya di OP kan lebih murah dan pengeluaran jadi lebih hemat dan harganyapun bersahabat,” tutup Heru.***

 

 




Industrialisasi di NTB Tercermin dari Perkembangan SMK

Gubernur NTB mengaku senang melihat perkembangan sekolah menengah kejuruan (SMK) yang cepat menangkap ide-ide industrialisasi

LOTIM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyatakan, perkembangan yang berlangsung di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat INI merupakan cerminan dari salah satu program unggulan Pemprov NTB, yaitu Industrialisasi.

Ia mengatakan itu saat menghadiri acara HUT SMKN 1 Sikur di Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (13/08/22).

BACA JUGA: Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Gubernur NTB nilai SMK cepat menangkap Industrialisasi

“Saya senang sekali melihat perkembangan SMK kita,” kata Gubernur.

Dikatakan, jika orang bertanya Industrialisasi yang sering diomongkan Gubernur, bisa dilihat di SMK yang paling cepat menangkap ide-ide industrialisasi. 

Pada kesempatan tersebut, Bang Zul berkesempatan meresmikan kelas Wirausaha Gerai Tefa Pujasera yang dibentuk oleh SMKN 1 Sikur. 

Nantinya, di kelas tersebut para siswa akan diajarkan bagaimana cara menjadi entrepreneur sejati, yang mampu melahirkan usaha sehingga akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah.

“Saya membayangkan kalau kelas kewirausahaan ini berhasil, maka semua desa kita akan hidup. Karena anak-anak kita di samping ada gelar dari lulusan SMK, punya kemampuan untuk melahirkan usaha. Kalau usaha ini ada di setiap desa, kecamatan, kabupaten, tentu ini sangat luar biasa dampaknya untuk ekonomi kita,” jelas Bang Zul.

Selain itu, Bang Zul turut menyaksikan Pendandatangan PKS antara SMKN 1 Sikur dengan Perusahaan Pariwisata Malaysia serta Bank Syariah Indonesia. 

Bentuk dari PKS tersebut yaitu Pelatihan Hospitality untuk tenaga pengajar SMK se-NTB.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Sikur, Hasbi Ahmad M.Pd, yang menyampaikan, rata-rata pendapatan para siswa yang menjadi Wirausahawan Gerai Tefa Pujasera lumayan besar, yaitu Rp 1.000.000/hari.

“Dari laporan Gerai yang kami terima, rata-rata mereka mendapatkan income perhari/permalam 1 juta. 10 Gerai berarti ada 10 juta yang didapatkan oleh anak-anak kami yang berjualam tiap malam,” katanya,

Hasbi Ahmad mengatakan akan berkoordinasi dengan para desa yang berada di Kecamatan Sikur untuk tetap bersinergi. 

BACA JUGA: Rayakan Tahun Baru, Gubernur NTB Ajak Bersyuklur

“Mudah-mudahan program Bumdesnya nanti bisa kita sinergikan untuk sama-sama meningkatkan roda ekonomi di Masyarakat,” tutunya.

Turut mendampingi Gubernur pada acara tersebut, yaitu Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB serta Kepala Biro Adpim Setda Provinsi NTB. ***

 

 

 




Vanili dari NTB, Produk Unggulan Terbaik di Indonesia

Pelepasan ekspor produk unggulan Vanili tahun 2022 dari NTB menunjukkan progres yang sangat signifikan 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Setelah dilakukan salah satu pendampingan perbaikan produktivitas dengan mendatangkan ahli vanili dari Balai Penelitian Tanaman dan Obat (Balittro) dinyatakan, salah satu vanili terbaik di Indonesia itu ada di NTB.

Pelepasan ekspor Vanili tujuan Amerika Serikat merupakan salah satu kegiatan dan bentuk dukungan terhadap percepatan dan penguatan ekspor di Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Akreditasi dan Sertifikasi RS Syariah, Tingkatkan Mutu RS di NTB

Kata Sekda NTB, di NTB vanili bisa hidup dan jadi yang terbaik

Pelepasan ekspor Vanili dilakukan Sekda NTB Lalu Gita Ariadi, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Jum’at (12/08/22).

“Di NTB vanili bisa hidup dan jadi yang terbaik, di Lombok-Sumbawa, jadi tidak hanya harus tembakau, ada potensi-potensi lain yang punya harga pasar bagus,” kata Miq Gita.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Heru Saptaji juga menyampaikan, ini adalah salah satu komitmen penuh untuk kita terus genjot ekspor non tambang.

“Kalau kita lihat perjalannya, pada tahun 2020 sebesar 1.4 kemudian di 2021 meningkatkan 2.4, dan sekarang meningkat jd 6.5 ton, terjadi progres yang sangat signifikan” kata Heru. 

Komitmen dari BI, bagaimana program sisi hulu ini harus juga inline dengan program quality control yang melekat di dalamnya. 

Selain itu juga ingin melihat bagaimana turunan produk olahan dari vanili di NTB. 

Sisi hilir pasar yang di bentuk juga diturunkan menjadi produk olahan turunan berupa powder vanili. Sehingga diharapkan petani-petani bisa ikut semakin berkembang.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram drh. Arinaung, M.Si juga menyampaikan, ini adalah salah satu bentuk keberhasilan yang dicapai. 

Namun capaian itu masih sekitar 10 persen dari potensi pasar. 

BACA JUGA: Desa di Lotim Didorong Jadi Desa Wisata Berbasis Sampah

“Oleh karena itu potensi kita sangat besar, kami menyampaikan juga temuan di lapangan bahwa ada potensi ekspor kita untuk vanili organik yang kita harapkan dapat dikembangkan, karena petani kita ternyata juga mampu menghasilkan vanili organik yang berkualitas internasional,” katanya. 

Dengan kembali mengirimkan ekspor komoditas vanili yang merupakan salah satu produk unggulan di wilayah NTB, menjadi harapan agar perekonomian di NTB terus semakin membaik.

“Pemerintah daerah senantiasa memfasilitasi bagaimana proses-proses ekspor unggulan ini dapat terus kita tingkatkan” tutup Miq Gita. ***

 

 




Gubernur NTB Berbagi Pengalaman Pemulihan Ekonomi di NTB

Hasiri SEME 2022, Gubernur NTB berbagi pengalaman tentang Perkembangan Ekonomi Pasar Sosial di NTB pasca pandemi Covid-19

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, M.Sc hadir dalam acara workshop The Social and Ecological Market Economy 2022 (SEME 2022) dengan tema Strategy for Economic Development for Post-Pandemic Recovery di Novotel Lombok Resort and Villas, Lombok Tengah, Rabu (10/08/22).

Pada kesempatan tersebut, di hadapan para akademisi yang mayoritas berasal dari luar NTB, Gubernur berbagi pengalaman tentang Perkembangan Ekonomi Pasar Sosial di NTB pasca pandemi Covid-19.

Beberapa di antaranya yaitu bagaimana strategi yang telah dilakukan NTB untuk memulihkan dan menumbuhkan perekonomian pasca pandemi. 

BACA JUGA: Kunjungan Konjen RRT, Gubernur NTB Ingin Perkuat Kerjasama

Gubernur NTB mengatakan, menumbuhkan perekonomian pasca pandemi dengan membuat event internasional 
Gubernur Zulkieflimansyah

Salah satunya strategi yang dijelaskan Bang Zul, sapaan akrabnya adalah menjadi tuan rumah event-event besar internasional. 

“Kenapa kita sangat serius menjadi tuan rumah event-event besar internasional seperti MotoGP, WSBK dan MXGP, karena itu semua ada maksudnya untuk membangun ekonomi. Perlu ada strategi yang melingkar. Dengan kata lain, satu event internasional seperti MotoGP punya eksternalitas positif ke banyak sektor-sektor lain yang memaksa pemerintah pusat untuk hadir bersama kita di NTB. Impactnya pun is so powerful,” jelas Bang Zul.

Industrialisasi pun menjadi strategi NTB selanjutnya untuk memulihkan ekonomi. Dijelaskan Bang Zul, pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada proses industrialisasi.

Ia percaya, pertumbuhan ekonomi itu bergantung pada industrialisasi. Kalau diberi kesempatan, UKM-UKM di daerah tertinggal itu pasti bisa. 

“Selama pandemi kami di NTB ini telah mampu melahirkan lebih dari 5000 UMKM dengan produk-produk lokalnya. UKM kita mampu membuat apa saja asal ada pembelinya, setelah pandemi disinilah kemudian peran pemerintah untuk mengendalikan kemudinya,” tutur Gubernur.

Selain itu, ia juga menyatakan, sains dan teknologi juga secara tidak langsung bisa menumbuhkan perekonomian. 

Pemerintah NTB banyak membuat beasiswa untuk belajar ke NTB dan mengirimkan mahasiswanya ke luar negeri.

Menurutnya sains dan teknologi itu penting, ia membangun universitas teknologi disini karena IPM di bagian timur Indonesia  sangat rendah

“Jadi kita memberikan beasiswa untuk masyarakat di bagian barat Indonesia agar menempuh studi disini. Kami juga mengirim mahasiswa NTB ke luar negeri, ketika pulang mereka tidak hanya jadi pengusaha handal tetapi menjadi pelayan publik yang luar biasa,” ujarnya.

BACA JUGA: Gelis untuk UMKM, Gubernur Sambut Baik Mahasiswa SKSG UI

SEME 2022 sendiri merupakan sebuah workshop yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina Jakarta dan Yayasan Konrad-Adenaeur-Stiftung Jerman. 

Kegiatan ini berlangsung sejak tanggal 7 Agustus hingga 11 Agustus 2022.

Turut hadir mendampingi Gubernur pada kegiatan tersebut yaitu Kadiskop dan UKM Provinsi NTB serta Karo Adpim Setda Provinsi NTB. ***

 

 




Kunjungan Konjen RRT, Gubernur NTB Ingin Perkuat Kerjasama

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyambut baik kunjungan Konjen RRT, dan diakuinya China memberikan inspirasi untuk NTB terutama di bidang pariwisata dan industrialisasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB,  H. Zulkieflimansyah menyampaikan keinginannya untuk memperkuat kembali program kerjasama yang telah terjalin sebelumnya antara Provinsi NTB dan RRT. 

Hal itu disampaikan Gubernur NTB saat menerima kunjungan dari perwakilan Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (Konjen RRT) Denpasar di Ruang Tamu Utama, Kantor Gubernur NTB, Selasa (09/08/22). 

Menurut Gubernur, China telah banyak memberikan inspirasi untuk NTB terutama di bidang pariwisata dan industrialisasi. 

BACA JUGA: Pakar Menjawab, Mengapa Orang Tua Zaman Sekarang Memberi Nama ‘ribet’ untuk Anak?

Gubernur NTB menyambut baik kunjungan konjen RRT
Gubernur Zulkieflimansyah dan Konjen RRT, Zhu Xinglong

“China ini memberi banyak sekali inspirasi terutama mengenai pariwisata dan industrialisasi. Kami belajar dari China bagaimana suatu provinsi di China itu industrialisasi dan teknologinya canggih-canggih,” tutur Bang Zul sapaan akrabnya.

Terdapat beberapa program-program menarik yang disampaikan Gubernur, di antaranya keinginan mengirim rutin beberapa ASN ke China untuk belajar dan berharap adanya direct flight China-Lombok. 

“Kami ingin mengirim 5-6 orang kita disini untuk belajar disana, terutama pariwisata dan pengelolaan sampah, supaya nanti mereka pulang bisa bawa inovasi. Kami juga harap agar ada direct flight dari China ke Lombok, karena airport kita ini sudah kelas dunia, international events juga banyak disini, tempatnya cantik, kuliner luar biasa,” jelas Bang Zul.

Selain itu Halal Food Industry, Pertukaran Pelajar dan Project Kereta Gantung pun turut dibahas Gubernur di hadapan Konsul Jenderal RRT. 

Menurut Gubernur, NTB ingin belajar dari Tiongkok tentang Halal Food Industry. Perusahaan-perusahaan China bisa berkunjung ke NTB untuk mengembangkan hal tersebut. 

“Melanjutkan juga kerjasama mengirimkan mahasiswa kami ke China seperti sebelum Covid. Serta rencana kesinambungan dan kontinuitas project kereta gantung, Mudah-mudahan bisa ditindaklanjuti,” tambah Bang Zul.

Menanggapi hal tersebut, Konsul Jenderal Zhu Xinglong menyambut baik program-program kerjasama yang disampaikan Gubernur NTB

Zhu Xinglong mengaku sangat setuju, kedua belah pihak memang harus melakukan kerjasama dalam berbagai bidang. 

“Kami juga sudah sepakat menjalin kerjasama dalam 5 bidang dengan Indonesia, yaitu Politik, Teknologi, Budaya, Maritim dan Ekonomi,” kata Mr. Zhu.

Ia juga berharap agar seluruh kerjasama yang telah terjalin sebelumnya antara Provinsi NTB dan RRT dapat terus dipertahankan. 

BACA JUGA: Posyandu Aktif Angka Stunting Otomatis Bisa Turun

“Bersama dengan Bapak Menko Luhud sejak 2014, kami di Denpasar sudah menjalin hubungan baik dengan pemerintah NTB. Melalui kerjasama yang ada semoga bisa terus terjalin,” lanjutnya.

Sebagai informasi, kedatangan Konsul Jenderal Konjen RRT di Denpasar ke Provinsi NTB juga dalam rangka untuk menyerahkan bantuan sembako kepada warga NTB.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut, yaitu Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Kadis Sosial Provinsi NTB, Kepala BRIDA NTB dan Kepala Biro Adpim Setda Provinsi NTB. ***