Pemprov NTB Dukung Program Teknologi Hemat Energi IKA ITS

Komitmen Pemprov NTB tidak perlu diragukan, kebutuhan ciptakan Teknologi Hemat Energi IKA ITS akan disiapkan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah siap mendukung program Ikatan Alumni Institut Teknologi Surabaya (IKA ITS)  untuk menciptakan teknologi hemat energi di NTB. 

BACA JUGA: 240 PMI asal NTB Prosedural, Berangkat Tanpa Biaya

Pemprov NTB akan menyiapkan kebutuhan IKA ITS untuk ciptakan Teknologi Hemat Energi

“Apapun yang diciptakan, yang penting produk dari sini, berkegiatan sesuai dengan kebutuhan di sekitar kita. Komitmen bersama Pemprov NTB tidak perlu diragukan. Apa yang dibutuhkan langsung teknisnya saja pasti akan disiapkan dengan baik,” kata Wagub saat menerima Audiensi Ikatan Keluarga Alumni Insitut Teknologi Surabaya (IKA ITS) di Ruang Kerja Wagub, Selasa (30/08/22).

Wagub yang kerap disapa Ummi Rohmi ini menilai, saat ini sudah mulai banyak perusahaan teknologi seperti PT. AMNT yang masuk ke NTB. 

“Jangan sampai orang luar yang kerja di situ, UNRAM, ITS dan semua perguruan tinggi harus menghasilkan orang yang ahli di sana supaya masyarakat kita terserap,” ingatnya.

Ketua IKA ITS Tjatur Kukuh Surjanto mengatakan, NTB memiliki potensi yang besar dalam Technoculture yakni penggabungan teknologi dengan budaya. 

“Terkait teknologi hemat energi kami akan mulai dari sepeda listrik yang dipadukan dengan logam, bambu, dan tenun, ini merupakan sebuah Technoculture yang orang luar tidak bisa bikin. Dan ini modern tapi artistik,” ungkapnya.

Dikatakan, dengan bekerjasama antara BRIDA dan Perindustrian IKA ITS akan meluncurkan produk sepeda listrik dengan 8 produk berbeda dan desain yang berbeda pada soft launchingnya 10 November mendatang dengan target para wisatawan.

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Tjatur Kukuh berharap sebanyak mungkin perguruan tinggi di NTB bisa meng-upgrade kan diri di bidang teknologi. 

Ia juga menginginkan anak-anak muda di NTB orientasinya lebih luas, memiliki pandangan bahwa NTB sangat membutuhkan teknologi dan banyak terserap terlebih di ITS. ***

 

 




240 PMI Asal NTB Prosedural, Berangkat Tanpa Biaya

Sebanyak 240 PMI asal NTB yang berangkat prosedural, tidak dipungut biaya apa pun alias gratis

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc. dan Wakil Gubernur, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah melepas 240 Pekerja Migran Indonesia (PMI) NTB ke Perusahaan Sawit Boustead Plantation Berhad di Malaysia, di Asrama Haji, Mataram, Senin (29/08/22).

PMI tersebut merupakan PMI NTB Prosedural dan diberangkatkan secara gratis, tanpa biaya sepeser pun alias zero cost. 

Keberangkatan tersebut melalui PT. Kijang Lombok Raya, yang berangkat secara bertahap mulai 30 Agustus sampai 6 September 2022.

BACA JUGA: Membangun NTB Butuh Terobosan dan Ide Kompatibel Kekinian

Kata Wagub NTB, pemberangkatan 240 PMI tanpa biaya sebagai bentuk perlindungan pemerintah

Gubernur NTB berpesan kepada para PMI agar menjaga nama baik diri, daerah dan bangsa. 

“Tidak perlu bersaing dengan yang lain. Harus saling menjaga dan menasehati. Dan yang penting solat berjamaah jangan ditinggalkan apapun kondisinya. Karena hati yang tenang didapatkan dari beribadah,” pesan Bang zul sapaan akrab Gubernur NTB ini. 

Sementara Wagub NTB menjelaskan,  diberangkatkannya para PMI NTB Prosedural secara gratis merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam pelindungan PMI dan keluarganya.

Dengan begitu, keselamatan para pekerja bisa lebih diperhatikan. Sehingga para PMI NTB tak lagi banyak mendapatkan perlakuan buruk, justeru dapat menjadi PMI yang sukses dan membanggakan keluarganya. 

 “Berangkat (pekerja) Migran, Pulang Juragan,” seru Wagub.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB (Disnakertrans Provinsi NTB), I Gede Putu Aryadi, S.Sos, M.H menjelaskan, keberangkatan 204 PMI ke Malaysia ini merupakan tahap kedua yang dilakukan oleh PT. Kijang Lombok Raya. 

Sebelumnya 30 PMI telah diberangkatkan ke Malaysia untuk bekeja di ladang kelapa sawit. “Kita ingin yang semuanya procedural sehingga perlindungannya jelas,” tutur Gede. 

Komisioner PT. Kijang Lombok Datuk Rajo Nan Sati Fetra Ezimon menyampaikan, sesuai dengan isi MoU antara negara Indonesia dan Malaysia telah disepakati gaji minimal yang diterima oleh PMI di sektor ladang sawit sebesar 1,500 ringgit atau Rp 5,5 juta.

Dan seluruh biaya yang ditimbulkan selama proses rekrutmen hingga sampai ke negara penempatan, akan ditanggung oleh perusahaan (user).

“Sebelumnya PMI ada mengeluarkan biaya Rp 2,5 juta untuk pembiayaan paspor, MCU dan lainnya. Hari ini biaya tersebut akan dikembalikan melalui Bank BNI. Bapak-bapak sudah dibuatkan rekening yang terisi saldo Rp. 2,5 juta. Bahkan keluarga sudah kami buatkan rekening juga, agar mudah untuk transfer gaji, tidak perlu titip transfer dari rekening orang lain,” jelas Ezimon.

BACA JUGA: TPKAD se NTB Harus Bersinergi dengan Pemprov dan OJK

Sementara itu, salah seorang wali PMI asal Labuapi Lombok Barat, Zainudin, mengaku sangat bersyukur dengan dengan program pemberangkatan PMI tanpa biaya untuk pertama kalinya. 

Sehingga ada perasaan tenang dan nyaman melepas keluarganya mencari nafkah di negeri seberang. 

“Harapannya bisa begini terus, karena lebih tenang dan lebih nyaman,” tandasnya. ***

 

 




Membangun NTB Butuh Terobosan dan Ide Kompatibel Kekinian

Membangun NTB bukan semata berkompetisi di dunia global tapi juga bisa menyelami cara berpikir generasi sekarang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pembangunan daerah saat ini membutuhkan ide segar dan terobosan pemimpin yang menguasai situasi. 

Penegasan itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah  di Pondok Pesantren Darul Falah, Pagutan, Kota Mataram, Senin (29/08/22).

BACA JUGA: Temu Mahasiswa NTT, ‘Melihat NTT dari Luar NTT’ 

iKata Gubernur, membangun NTB butuh de yang kompatibel dengan kekinian sangat dibutuhkan

“Siapa saja yang memiliki pemikiran dan ide yang kompatibel dengan kekinian sangat dibutuhkan saat ini,” ujar Gubernur Zulkieflimansyah

Dikatakan, situasi dunia yang berubah seperti digitalisasi dan industrialisasi harus dapat dikerjakan di NTB. Tak hanya ikut berkompetisi dalam dunia global namun juga bisa menyelami cara berpikir generasi sekarang yang jauh berbeda. 

Hal ini menurut Gubernur menjadi salah satu cara untuk menggerakkan program pembangunan, bahkan yang telah ada agar mampu menyesuaikan dengan dinamika baru. 

Salah satu peluang meningkatkan ekonomi secara signifikan adalah dengan event internasional yang menjadi perhatian masyarakat dunia. 

Dengan begitu, NTB akan membuka banyak kesempatan lain karena langsung beradaptasi dengan perkembangan. 

Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah, TGH Muammar Arafat mengatakan, sosok pemimpin cerdas, rendah hati dan milenial masih akan dibutuhkan menjelang tahun pergantian kepemimpinan daerah

Ia menilai, kepemimpinan Zul Rohmi akan sedikit mendapatkan tantangan, karena jika pun  maju dalam pemilu 2024 kedua sosok ini telah dikenal masyarakat. 

Namun demikian, Muammar yang juga mengasuh kanal podcast  Jalan Tengah sejak beberapa tahun belakangan, mengakui dinamika politik NTB masih sangat cair. 

BACA JUGA: Lingkungan Bersih Salah Satu Faktor Penurunan Stunting

“Seperti dikatakan Pak Gub, bukan soal personalnya tapi tentang kualitas pemimpin yang dibutuhkan masyarakat NTB,” ujarnya. ***

 

 




Wagub NTB Hadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah

Dalam Rapat Kordinasi yang dihadiri Wagub NTB, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan, inflasi secara nasional terkendali, tapi tak boleh lengah

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilah menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang dipimpin Langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. 

Rakor berlangsung secara virtual di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Selasa (30/08/22).

Wagub NTB mendengar penjelasan Mendagri Tito pentingnya tidak boleh lengah

Wagub NTB didampingi Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi, M.Si dan Pimpinan Organisasi Daerah lingkup Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Keunggulan dan Potensi NTB Diungkap pada Peserta PKA

Pada rapat tersebut turut hadir Menteri Dalam Negeri, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Perwakilan Bank Indonesia, Badan Pusat Statistika (BPS) dan jajarannya.

Dalam rapat tersebut, Menteri Dalam Negeri RI, Jenderal Pol. (Purn.) Prof. H. Muhammad Tito Karnavian. Ph.D mengatakan, perkembangan inflasi di Indonesiasi masih relatif terkendali, per bulan Juli mencapai 4,94 persen. 

Komponen penting yang perlu diperhatikan pada inflasi adalah terkait bahan makanan yang mencapai 10,88 persen dan inflasi energi mencapai 5,02 persen. 

“Inflasi kita masih 4,94 persen secara nasional, relatif terkendali tetapi kita tidak boleh lengah,” tuturnya saat membuka Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Selasa (30/08/22).

Disamping itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada seluruh Gubernur, Bupati, Walikota untuk berkoordinasi dengan Kementerian Lembaga Terkait mengalokasikan anggaran bantuan kepada masyarakat.  

“Melalui bantuan sosial (bansos) atau subsidi terhadap sektor transportasi dan UMKM, Saya minta dipastikan bantuan dialokasikan tepat sasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS, Margo Yuwono menjelaskan, yang berperan tinggi dalam inflasi daerah per Juli 2022 (y-on-y) yaitu pada komoditas cabai merah mencapai  0,49 persen, bawang merah mencapai 0,26 persen, tarif angkutan udara mecapai 0,43 persen, minyak goreng mencapai 0,29 persen dan bahan bakar rumah tangga mecapai 0,24 persen, dan bensin mencapai 0,18 persen.

BACA JUGA: 240 PMI Asal NTB Prosedural. Berangkat Tanpa Biaya

“Kalau kita mau ngerem inflasi, maka lima komoditas yang selalu memberikan andil besar dapat dikendalikan oleh kita, dua komoditas musiman seperti cabai merah dan bawang merah yang perlu dipantau pertumbuhan harganya supaya di bulan bulan berikutnya tidak memberikan dorongan pada inflasi,” jelasnya.***

 




TPAKD se NTB Harus Bersinergi dengan Pemprov dan OJK

Mulai saat ini TPAKD kabupaten/ kota mulai merencanakan program kerja bersama dan bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi maupun OJK 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Tujuh kabupaten/ kota sekarang telah memiliki Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), tugasnya memastikan masyarakat dapat mengakses lembaga keuangan dalam menggerakkan ekonomi melalui modal usaha. 

“Setiap daerah sekarang harus punya program agar masyarakat tahu tentang keuangan dan lembaga keuangan, juga mudah mengakses uang,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zulkieflimansyah saat pengukuhan tujuh TPAKD di Hotel Pullman, Kuta, Mandalika, Loteng, Senin (29/08/22). 

BACA JUGA: Festival Gerabah Masbagik Lotim, Membuka Pasar Gerabah

Gubernur NTB mengatakan tiap daerah harus punya program agar masyarakat tahu tentang keuangan dan lembaga keuangan

Dikatakannya, kendala keuangan atau modal usaha seringkali karena keterbatasan pengetahuan atau rumitnya syarat memperoleh bantuan keuangan. 

Ia berharap TPAKD kabupaten/ kota kreatif selain  melahirkan program literasi, juga membantu kesulitan masyarakat mengakses lembaga keuangan. Serta intens berkomunikasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait layanan keuangan oleh bank maupun lembaga keuangan lain. 

Tujuh TPAKD yang dikukuhkan hari ini adalah Kabupaten Sumbawa, Sumbawa Barat, kota Mataram, Dompu, Bima, Lobar dan Loteng melengkapi TPKAD Lotim, Lotara, dan Bima sehingga semua kabupaten/ kota se NTB telah memiliki TPAKD. 

Frederica Widyasari Dewi, anggota komisioner Otoritas Jasa Keuangan mengatakan, mulai saat ini kabupaten/ kota diharapkan mulai merencanakan program kerja bersama dan bersinergi dengan program Pemerintah Provinsi maupun OJK sendiri. 

“Untuk produk jasa keuangan bisa menyesuaikan. Kalau di NTB produk syariah lebih laku maka harus didorong agar lembaga keuangan syariah menyediakan akses dan layanan yang memudahkan masyarakat,” ujar Dewi. 

Ia juga mengapresiasi pemimpin daerah di NTB yang memiliki modal kekompakan, sehingga diharapkan kemajuan ekonomi melalui akses jasa keuangan dapat berkembang. 

Sementara itu, Ketua OJK RI, Rico Rinaldy mengapresiasi program Melawan Rentenir Berbasis Mesjid atau Mawar Emas besutan TPKAD provinsi dengan layanan pembiayaan ultra mikro tanpa bunga bagi jamaah masjid. 

Bagi IKM ada Simanis atau aplikasi sistem manajemen industri untuk percepatan perizinan dalam memperoleh modal. 

BACA JUGA: Gubernur NTB: Pastikan NTB Daerah yang Aman untuk Usaha

Di Bima adapula program layanan keuangan berbasis gotong royong bagi wanita. Dan di lotim ada akses jasa keuangan bagi peternak, seperti juga di Lobar dengan satu pelajar satu rekening. 

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Kepala Lembaga Keuangan, Kepala Daerah se NTB dan masyarakat. ***

 

 




Festival Gerabah Masbagik Lotim, Membuka Pasar Gerabah

Gubernur NTB mengatakan,setelah ada Festival Gerabah pertama Desa Masbagik Timur, harus ada pasar yang jelas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Festival Gerabah pertama Desa Masbagik Timur, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, untuk menyemarakkan HUT Lotim yang ke-127 dibuka Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Minggu (28/08/22).

Selain itu, Festival Gerabah tersebut diadakan untuk membangkitkan dan memperkuat kembali eksistensi Masbagik Timur sebagai Desa Wisata Seni dan Budaya di Pulau Lombok.

Gubernur Zul mengatakan, mesti ada cara baru dalam membuka pasar baru produk-produk gerabah kita agar diserap oleh pasar domestik Indonesia dengan gerabah beraneka rupa. “Tugas yang tidak mudah tapi sangat menantang,” katanya.

BACA JUGA: Pekan Teater Pelajar se NTB Ditutup Gubernur NTB

Bang Zul sapaan Gubernur NTB menyarankan, produk gerabah yang dihasilkan masyarakat harus memiliki pasar yang jelas, sehingga mudah didistribusikan.

Gubernur NTB menyarankan setelah ada festival harus ada pasar yang jelas

“Kita harus lebih lincah mencari pasar. Harus didefinisikan apakah gerabah Masbagik ini butuh international event atau tidak. Kalau memang pasar kita hanya Bali, kita hanya sekedar bikin saja, tidak apa-apa, kita menjadi supplier awal-awal dengan Bali yang penting masyarakat disini hidup,” ujar Bang Zul, sapaan akrabnya.

Pesannya pada para perajin gerabah dan masyarakat, agar setelah Festival digelar, diharapkan masyarakat mendapat peningkatan penjualan. 

Dengan kata lain, bukan sekedar ramai-ramai di Festival, tetapi juga menghasilkan kegiatan dan hasil yang konkrit.

“Tolong supaya hasil festival itu minimal ada kegiatan yang konkrit misalnya menjual atau mendistribusikan gerabah milik masyarakat ke pasar yang baru. Jangan sampai banyak festival, banyak pameran tetapi tidak meningkatkan penjualan,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Lombok Timur, H. Sukiman Azmy menyatakan, Pemkab dan masyarakat Lombok Timur terus berupaya dengan maksimal untuk membangkitkan kembali potensi daerah yang dimiliki melalui berbagai ikhtiar.

“Aktivitas Kabupaten Lombok Timur saat ini kemeriahannya sangat terasa. Ada pameran dan festival dimana-mana. Alhamdulillah, kemampuan masyarakat kita untuk menggunakan sarana yang diberikan pemerintah seperti mendistribusikan produk secara online itu luar biasa. UMKM terus bergerak di dunia maya, itu salah satu bentuk ikhtiar yang sudah kita lakukan,” ujar Bupati Lotim.

BACA JUGA: Puan Maharani Kunjungi Pasar Kebon Roek di Mataram

Turut hadir pada kesempatan tersebut, yaitu Kadiskop & UKM Provinsi NTB, Kadisdag Provinsi NTB, Kadisperin Provinsi NTB, Camat Masbagik, Kapolsek Masbagik, 10 Kades Kec. Masbagik dan stakeholders lainnya.***

 




Gubernur Zukieflimansyah Apresiasi GeKrafs Kota Mataram  

Melihat keindahan karya-karya desainer lokal, Gubernur Zulkieflimansyah mengaku terpukau 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB  Zulkieflimansyah memberikan apresiasi kepada GeKrafs Kota Mataram yang memiliki visi untuk menuju Mataram sebagai City of Young Entrepreneur.

Ia menyampaikan itu saat menghadiri acara Fashion on The Park yang diadakan oleh kolaborasi desainer kondang NTB bersama dengan  Gerakan Ekonomi Kreatif (GeKrafs) Kota Mataram dan  Prime Park Hotel, Sabtu (27/08/22).

BACA JUGA: Gubernur NTB: Pastikan NTB Daerah Aman untuk Usaha

Gubernur NTB terpukau karya desainer NTB
Gubernur Zulkieflimansyah

“Terima kasih atas acara yang luar biasa ini, mudah-mudahan ini menambah semangat temen-temen muda untuk mewujudkan City Of Young enterpreneur,” ucap Bang Zul. 

Ia menambahkan, hadirnya industrialisasi sebagai sebuah kesadaran dalam menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi. 

“Jadi industrialisasi itu adalah kesadaran menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi untuk menghasilkan komoditas, bila perlu beli bahan baku dari Indonesia timur didesain oleh desain preneur NTB, dan di jual di seluruh Indonesia bahkan luar negeri dengan harga yang lebih mahal,” ungkapnya. 

Bang Zul terpukau melihat keindahan karya-karya desainer lokal NTB yang tidak kalah saing dengan desainer nasional.

“Luar biasa karya-karya designer lokal NTB, tidak kalah dengan desainer Nasional,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua GeKrafs Kota Mataram, Ibu Viviana menjelaskan, event Fashion on The Park, bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, kualitas dan challenge para pelaku UMKM.

BACA JUGA: Komitmen NTB Nol Emisi Karbon tahun 2050

“Seluruh desainpreneur maupun rekan rekan enterpreneur lainnya pada bidang kuliner, kriya dan lain sebagainya untuk dapat terus meningkatkan kreativitas, kualitas dan challenge,” ungkapnya. ***

 

 




Gubernur NTB: Pastikan NTB Daerah Aman untuk Usaha

Gubernur NTB merasa beruntung salah satu perusahaan besar di Indonesia mau berinvestasi di NTB 

MATARAM.lombokjournal.com ~ PT. AMNT & Salim Group siap berinvestasi di NTB. dengan prioritas pada 3 sektor Agribisnis dan Industri, yakni sektor Perikanan dan Kelautan, sektor Pertanian dan Perkebunan, dan sektor Peternakan.

Hal itu diungkapkan dalam Rapat Koordinasi Rencana Investasi Agribisnis dan Industri yang dihadiri oleh Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama Tim Fasilitas Investasi Agribisnis dan Industri NTB yang diketuai oleh Staf Ahli Gubernur Bidang EKUINBANG, Dr. Ir. Amry Rakhman, M.Si., di Ruang Rapat Sangkareang, Kantor Gubernur NTB (26/08/22).

BACA JUGA: Wagub NTB Dukung SOMASI Sosialikan Opentender.Net

Gubernur NTB MENGATAKAN, perlu kenyamanan dan keamanan bagi investor

Menurut Ketua Tim Fasilitasi, kegiatan investasi akan dilakukan pada tanggal 3-8 September 2022 dengan data dan informasi yang dibutuhkan seperti potensi dan realisasi luas areal, jumlah produksi, jumlah pelaku usaha serta jumlah sarana setiap Jenis Komoditas di Kabupaten/Kota se-NTB Tahun 2018-2022.

Gubernur NTB merasa sangat beruntung salah satu perusahaan besar di Indonesia mau berinvestasi di NTB. 

Jika hanya mengandalkan sektor pemerintahan dengan kemampuan daerah sendiri jumlahnya sangat terbatas dan kelebihannya harus disediakan oleh swasta.

“Maju tidaknya suatu daerah tergantung pada maju tidaknya sektor dunia usaha, tugas pemerintah menyediakan lingkungan yang baik dan kondusif sehingga dunia usaha nyaman berinvestasi di daerah kita,” tutur Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.

Bang Zul juga menambahkan, dengan adanya perusahaan sebesar itu berinvestasi di NTB akan memberikan sinyal berita kepada perusahaan lainnya untuk tidak ragu berinvestasi disini. 

BACA JUGA: Gubernur NTB dan PT UPCLTBE Tandatangani MoU Pembangkit Listrik Tenaga Bayu

“Kita bantu semaksimal mungkin, menyediakan data yang dibutuhkan dan bantu supaya dia merasa nyaman. Jika ini berhasil menciptakan industrialisasi di semua sektor, maka slogan NTB Gemilang bisa terwujud”, ucap Bang Zul kepada peserta rapat yang merupakan pimpinan – pimpinan OPD terkait. ***

 

 




Wagub NTB Dukung SOMASI Sosialisakan Opentender.Net

Untuk pencegahan penyimpangan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, Wagub NTB mendukung sosialisasi  Opentender.Net

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi dan mendukung Solidaritas Masyarakat Untuk Tranparansi (Somasi) NTB dalam mensosialisasikan aplikasi Opentender.Net dalam mencegah terjadinya penyimpangan pengadaan barang/jasa pemerintah. 

BACA JUGA: Kunker ke Lombok, Puan Maharani akan Blusukan ke Pasar

Wagub Sitti Rohmi dukung sosialisasi Opentender.Net
Wagub Sitti Rohmi

Menurutnya, aplikasi yang berasal dari luar daerah yang telah dikembangkan ICW perlu dikenalkan ke pemerintah.

“Kita ingin perusahaan lokal dulu yang lebih diutamakan, namun secara kualifikasi tidak memenuhi syarat sehingga perlu dikenalkan dan disosialisasikan tinggal tehnis saja,” ungkap Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat menerima Direktur Somasi NTB di pendopo Wagub Jum’at (26/08/22).

Direktur Somasi NTB, Dwi Harissanto menjelaskan, aplikasi ini merupakan salah satu yang dikembangkan lama dari  Indonesia Corupption Watch (ICW) terkait dengan pengadaaan barang dan jasa di pemerintah yang awalnya dikerjakan oleh ICW sendiri.

“Sekarang rencananya mau dikembangkan untuk pengawasan di Pemerintah Daerah bisa dilihat nanti Opentender.Net. Siapapun bisa mengakses disitu terbuka untuk publik,” jelasnya.

Ditambahkan, pihaknya saat ini sedang menawarkan ke Pemerintah Provinsi bagaimana menggunakan tools. Untuk data dan dokumennya sendiri sudah ada di Opentender.Net yang sumber datanya dari LPSE. 

Karena pihak ICW sendiri ketika mengembangkan aplikasi ini juga sudah ada MOU dengan (Lembaga Kebijakan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

BACA JUGA: Industrialisasi Jadi Pilihan Hadapi Ekonomi Global

Harapannya bisa digunakan karena memiliki nilai lebih salah satunya ada nilai kolaborasi  di dalamnya yang ini merupakan salah satu semangat di dalam open government lokal

“Ini bagian dari ikhtiar kami untuk mendukung Pemerintah Provinsi NTB karena aplikasi ini memiliki nilai kolaborasi di dalamnya antara pemerintah provinsi dengan kelompok masyarakat sipil,” tutupnya. ***

 

 




Industrialisasi Jadi Pilihan Hadapi Ekonomi Global 

Industrialisasi yang jadi program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat meru[akan keniscayaan hadapi era ekonomi global. 

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menjabarkan industrialisasi di hadapan para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah masyarakat Lombok Utara di kantor Bupati Lombok Utara, Tanjung, Kamis (25/08/22). 

“Industrialisasi ini harus menjadi pilihan menghadapi ekonomi global saat ini bukan karena program Gubernur atau pemerintah,” tegas Gubernur. 

Gubernur NTB menegaskan industrialisasi meningkatkan ekonomi masyarakat

Dikatakannya, era industrialisasi terbukti mengembangkan produksi dan menaikkan ekonomi masyarakat. 

BACA JUGA: Industrialisasi, Bahan Baku Diolah Jadi Produk Olahan Baru Dijual

Bahan mentah yang ada akan bernilai ekonomis lebih jika pola industri sederhana seperti pengemasan untuk daya tahan produk mulai dilakukan. 

Namun begitu meski tak seperti dibayangkan dengan pabrik besar, langkah kecil itu membutuhkan kerja keras dan perjuangan. 

“Industrialisasi membutuhkan biaya belajar. Setiap produk yang punya pasar pasti akan dibuat tapi industri yang dipilih harus tepat agar bisa menaikkan ekonomi dan investasinya ada di teknologi mesin,” jelas Gubernur.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara, Johan Samsu mengatakan potensi industri di Lombok Utara sangat banyak. Beberapa komoditas seperti kopi, vanila dan kelapa berpeluang industri. 

“Roadshow industrialisasi ini mengangkat semangat pelaku UMKM di Lombok Utara,” ujar Johan. 

Johan mengatakan, tiga sumber komoditas KLU seperti pertanian dengan lahan yang luas memungkinkan industri pengolahan gabah. 

Begitu pula dengan komoditas kelapa untuk CPO yang melimpah, pabriknya akan segera berdiri di Pemenang. 

Peluang untuk UMKM, juga sangat besar mengingat KLU juga memiliki potensi pariwisata besar dengan hotel dan akomodasi lainnya yang membutuhkan produk lokal.

BACA JUGA: Road Show Gubernur di Lombok Utara, Ini Harapan Bupati Djohan

Kepala Dinas Perindustrian, Nuryanti mengatakan ekosistem industrialisasi telah mulai dibangun di KLU mulai dari bahan baku, regulasi sampai mendorong dibuatnya Rencana Pembangunan Industri Kabupaten. 

“Diharapkan nantinya setiap kabupaten memiliki karakteristik industrialisasi sendiri,” ujar Yanti.***