Wagub NTB Launching Desa Berdaya 

Menurut Wagub NTB, hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat mendukung peningkatan SDM di desa

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi Program ZIS Indosat bersama Rumah Zakat di Rumah Gizi Mualan Desa Telaga Waru, Pringgabaya, Lombok Timur. 

Ia menyampaikan itu dalam acara Launching Desa Berdaya di Kec. Pringgabaya Kab. Lombok Timur, Senin (14/11/22).

BACA JUGA: Bunda Niken Kunjungi PKW di Desa Batujai

“Program Desa Berdaya sangat sejalan dengan Program Pemprov NTB yaitu membangun dari desa, karena pembangunan dari desa akan memberikan hasil yang signifikan dan tepat sasaran,” tuturnya. 

Pemprov NTB dalam program unggulannya yakni  Desa Wisata secara tidak langsung menuntut warga setempat untuk meningkatkan SDM dan memanfaatkan Potensi SDA yang ada di Desa tersebut. 

Selain itu, fasilitas Teknologi Informasi dan kesehatan lingkungan juga harus diperhatikan. Karena memberikan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. 

Menurutnya, dengan hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat sangat membantu dalam mendukung tercapainya tujuan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, CEO ZIS Indosat, Wakhid Efendi menyebutkan, Desa Telaga Waru merupakan Desa yang ke – 37 dalam Program Desa Berdaya di NTB yang nantinya akan tetap mendapatkan dukungan bertahap selama 2 tahun. 

Selanjutnya, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi turut memaparkan Program Desa Berdaya di Desa Telaga Waru nantinya akan meliputi Program Pengolahan dan Pemberdayaan Ternak kambing secara Modern, Taman Rumah Gizi, dan Program Capacity Building.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Sebagai penutup, Wagub NTB melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian program tersebut. ***

 

 




Industrialisasi Mensejahterakan Para Pelakunya

Dalam talkshow Industrialisasi Goes To Campus, Gubernur NTB tegaskan industrialisasi menghadirkan kesejahteraan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Industrialisasi menjadi kunci untuk menjadikan sebuah daerah, bahkan sebuah bangsa, menjadi maju. 

Karena dengan Industrialisasi yang sederhana saja, seperti membuat produk tusuk gigi sendiri dan tidak mendatangkan dari luar daerah, maka produk tersebut dapat mensejahterakan para pelakunya. 

Karena itu, tanpa Industrialisasi masyarakat bisa terjebak kubangan kemiskinan dalam jangka waktu yang lama. 

BACA JUGA: NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Mahasiswa aktif dalam talkshow Industrialisasi Goes To Campus

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menjadi Narasumber pada Talkshow Industrialisasi Goes To Campus yang  bertajuk “Menggali Potensi dan Peran Mahasiswa Dalam menyongsong Industrialisasi di NTB Untuk Indonesia”, di Universitas Mataram, Selasa (15/11/22). 

“Industrialisasi adalah kebutuhan agar masyarakat bisa menghadirkan kesejahteraan. Tanpa Industrialisasi kita akan miskin selamanya,” ucap Bang Zul, di hadapan ratusan mahasiswa dan mahasiswi Unram. 

Menurutnya, untuk menopang industrialisasi tersebut, perlu adanya rasa mencintai dan bangga menggunakan produk lokal. Sehingga perlu mengamalkan Bela dan Beli Produk Lokal. 

Hal tersebut ditekankan pada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTB yang ikut jadi peserta. 

“Ketika kita mampu mengolah bahan baku menjadi produk yang bernilai, insyaallah kesejahteraan akan mengikuti kita,” seru Bang Zul. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME mengajak para IKM besutan Mahasiswa untuk masuk ke dalam Komunitas Industri 4.0. 

Nantinya, Dinas Perindustrian akan memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, sejak dari mengembangkan ide hingga memasarkan produk dan mendaftarkan merek produknya. 

“Saya berharap dua hari kedepan kita bisa hadir mengajak yang lain juga masuk dalam Komunitas Industri 4.0. Masuk ke inkubasi bisnis di NTB,” jelasnya. 

Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah NTB, yakni melakukan penambahan nilai dalam sebuah produk. 

Sehingga masyarakat NTB tidak lagi menggunakan atau menjual produk mentah keluar daerah, namun memberikan nilai tambah didalamnya. 

Ini diharapkan mampu menyerap lapangan tenaga kerja dan menjadikan ekonomi daerah semakin baik.

BACA JUGA: Roadshow Industrialisasi di Kabupaten Dompu

Pemprov NTB sendiri secara rutin menggelar Roadshow dan Talkshow Industrialisasi di setiap Kabupaten dan kota se-NTB hingga ke institusi pendidikan. ***

 




Bunda Niken Kunjungi PKW di Desa Batujai

Dalam kunjungan tempat Pendidikan Kecakapan Wira usaha (PKW) tenun, Bunda Niken motivasi peserta PKW di Batujai dan Sukarare

LOTENG,lombokjournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua Dekranasda NTB, Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah kalangan anak muda bersemangat melestarikan budaya, sekaligus berwirausaha dengan memanfaatkan platform digital 

Bunda Niken mengunjungi tempat Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tenun di Desa Batujai
Bunda Niken (kiri)

“Mari kita semua bersemangat melestarikan budaya  dan melahirkan generasi muda yang cakap dan memahami tenun untuk berwirausaha dengan memanfaatkan platform digital,” ajak Bunda Niken bersemangat.

BACA JUGA: NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Ajakan itu disampaikan Bunda Niken saat mengunjungi Bale Tenun Alam “Tenar”, Desa Batujai, Lombok Tengah, yang kemudian berlanjut ke Desa Sukarare, Selasa (15/11/22).

Bunda Niken mengunjungi tempat Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tenun di Desa Batujai

Kegiatan PKW di Desa Batujai ini diikuti 20 Peserta dari kalangan muda usia, anak putus sekolah, mulai dari usia 16 tahun yang merupakan penduduk asli Kabupaten Lombok Tengah. 

Dalam kunjungan itu Bunda Niken didampingi Wakil Ketua Dekranasda, Hj. Lale Prayatni Gita Ariyadi dan Sekertaris Dekranasda NTB.

Giat  PKW ini sangat menarik dan berkesan bagi kaum muda terutama untuk perempuan muda Desa Batujai. Khususnya untuk  meningkatkan semangat melestarikan budaya  dan melahirkan generasi muda yang cakap serta memahami tenun untuk berwirausaha.

Pelatihan yang terbagi menjadi dua kelompok ini, ditargetkan  akan eksis dan bisa mandiri  usai pelatihan ini.

Kelompok pertama di Dusun Batujai dengan coach Afriadi dan Diana yang sangat tekun mendampingi para peserta PKW. 

Sedangkan kelompok kedua di Sukarare dengan Coach Bapak Satriadi juga sangat bersemangat mau membantu.

Mereka akan dibantu dari awal proses penemuan hingga pemasaran serta diberikan projek  tenun yang sangat menarik.

Dengan menargetkan 200 jam pelajaran, para peserta dari kaum muda semuanya perempuan ini sudah menyelesaikan materi. 

Materinya yaitu latar belakang dan sejarah tenun pulau lombok, pengantar ilmu tekstil, dan klasifikasi serat- serat tekstil sehingga 2 pekan lagi bisa tuntas dan sukses.

Para coach mengharapkan semua peserta memiliki rasa kecintaan terhadap bahan dasar  lokal. 

Para PKW tersebut berusaha semaksimal mungkin untuk menggunakan bahan-bahan dari kapas lokal yang berkualitas, agar tidak mengandalkan produk luar semata.

“Kita harus berdikari dalam sandang  dengan contoh  berupa kancing baju terbuat dari batok kelapa,  ini 100 persen lokal heritage dan membanggakan,” ujar Dina Faisal, coach di PKW Batujai.

Tak hanya di Batujai, tapi di desa Sukarara pun Bunda Niken selama bersahaja memberi motivasi dan semangat bagi para PKW.

BACA JUGA: IKM Terus Dibina agar Naik Kelas

Bunda Niken menerangkan, memiliki kesibukan menjadi seorang ibu bukanlah halangan untuk mau  belajar menenun.

“Harapan saya, semoga peserta disini menjadi Perempuan-perempuan yang mampu memberikan sumber penghasilan untuk keluarga,” kata Bunda Niken 

Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan alat tenun oleh Ketua dan Wakil  Dekranasda  NTB bersama Ketua Dekranasda Lombok Tengah Baiq Nurul Aini Fathul Bahri di PKW Sukarare Lombok Tengah. ***

 




NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan 

Pemprov NTB melalui program Beasiswa NTB mengirim putera puteri NTB belajar teknologi di bidang perikanan dan kelautan

BALI.lombokjournal.com ~ Dalam rangka mendukung Pemerintah Indonesia mewujudkan pembangunan laut yang berkelanjutan, Provinsi NTB menggesa program industrialisasi pada sektor Perikanan dan Kelautan. 

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat menjadi narasumber pada rangkaian acara G-20 di Bali mengenai the National Blue Agenda Actions Partnership, Senin (14/11/22).

“Bagi kami, bukan bagaimana kita berbicara tentang strategi laut biru yang berkelanjutan, namun yang sangat kami butuhkan di area kami adalah kemampuan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk-produk tradisional menjadi komoditas dengan nilai yang lebih tinggi sehingga industrialisasi itu sangatlah penting,” kata Gubernur Zul dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA: IKM NTB Terus Dibina untuk Naik Kelas

Pengetahuan mengenai ilmu sains dan teknologi sangatlah penting untuk mensukseskan program industrialisasi. 

Mengirim putera/i NTB melalui program Beasiswa NTB untuk menuntut ilmu ke luar negeri dan belajar mengenai teknologi di bidang perikanan dan kelautan pun menjadi salah satu strategi Pemprov NTB

“Untuk mendukung program industrialisasi kami di komoditas tradisional, kita bisa mengirim lebih banyak siswa lagi ke berbagai negara di Eropa Timur, khususnya pada area yang ada teknologi kelautannya,” tambah Bang Zul, sapaannya.

Tidak hanya untuk belajar dan menjadi ahli pada bidang sains dan teknologi, para awardee beasiswa juga diharapkan dapat menarik para investor dari negara tempat mereka belajar untuk datang berinvestasi di NTB. 

“Mereka kita kirim ke luar negeri bukan hanya bertujuan untuk menjadi ahli, tapi diharapkan dapat membawa para investor dari tempat mereka belajar. Kami akan sangat senang menyambut mereka (para investor),” ujarnya.

Hal tersebut di atas bertujuan untuk memastikan, NTB adalah provinsi yang ramah terhadap investasi dan komunitas bisnis, termasuk pada sektor teknologi perikanan dan kelautan.

Hadirnya para investor dan berbagai event internasional juga mengharuskan NTB untuk terus memperbaiki kualitas produk-produk lokal buatan UMKM, agar mendapat standarisasi yang baik. 

“Kami sangat beruntung menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Pihak penyelenggara punya standar yang baik untuk komoditas kami. Ini tentunya mengakselerasi learning juga buat UMKM kami untuk meningkatkan kualitas dari produk lokalnya. Akhirnya kini kami telah mampu mempersembahkan produk-produk dengan standar yang baik untuk para global audiens,” tutur Gubernur Zul

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dalam kerangka Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional untuk mendukung RI dalam percepatan pelaksanaan Agenda Pembangunan Biru (Blue Agenda Development).

BACA JUGA: Penonton WSBK di NTB Lampaui Target

Serta membangun pertumbuhan ekonomi kelautan yang lebih berkelanjutan.

Kemitraan ini akan berfokus pada sektor kelautan dan maritim, memastikan lingkungan yang sehat dan berkontribusi pada kemakmuran di bawah empat pilar: kesehatan biru, makanan biru, inovasi biru dan keuangan biru. ***

 

 




PKL Jalur Penyangga Ikut Ketiban Rezeki WSBK

Salah seorang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Bypass (Timur Bundaran Gerung) rezekinya meningkat dua kali lipat

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gelaran event World Superbike (WSBK) 2022 di Pertamina Mandalika Internasional Cirkuit Lombok Tengah membawa berkah tersendiri bagi peningkatan ekonomi masyarakat. 

Terutama berkah ekonomi bagi UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan bypass Mandalika.

Salah satu yang ketiban rezeki dari event balapan internasional tersebut, adalah warung Ibu Awina yang berlokasi di sepanjang jalan Bypass (Timur Bundaran Gerung) desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung Lombok Barat. 

BACA JUGA: IKM NTB Terus Dibina Agar Naik Kelas

“Alhamdulillah banyak orang yang mampir minum kopi dan makan di warung saya,” kata Ibu Awina saat ditemui tim Diskominfotik NTB yang juga menikmati kopi dan makan di warungnya, Minggu (13/11/22).

Ibu Empat Anak itu mengakui, hasil penjualan bahan makanan dan minum selama even WSBK yang dimulai sejak Jumat meningkat jika dibanding pada hari-hari biasa. 

Dalam sehari ia bisa mendapat 350 ribu hingga 500 ribu, bertambah jika dibanding hari biasa yang hanya 150-200 ribu.

“Kami benar-benar merasakan berkah dari event balapan motor di sirkuit Mandalika. Banyak orang yang mampir makan dan minum kopi di warung sederhana kami,” ungkapnya yang juga ditemani oleh dua orang putrinya.

Selama delapan tahun ibu (45) berjualan di sepanjang jalan bypass. Berdagang di sepanjang jalan menuju sirkuit Mandalika menjadi mata pencahariannya bersama keluarga. Dari hasilnya jualannya, ia dapat memenuhi kebutuhan keluarga juga disisihkan untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya dari SD hingga SMA.

“Hanya jualan ini kami bisa memenuhi kebutuhan kami, meski sederhana tapi Alhamdulillah masih dapat membantu kebutuhan kami,” imbuhnya.

Meski begitu, di balik wajahnya yang mulai menua terselip cerita sedih dari usaha jualan yang ia rintis. Bagaimana tidak, suami tercinta yang menjadi tulang punggung keluarga harus terbaring lemas di rumah selama delapan tahun. 

Sembari berjualan,  ia juga harus merawat suaminya.

“Suami saya sakit lumpuh, tidak bisa jalan lagi,” katanya dengan mata mulai berkaca-kaca.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Agar Investor Nyaman Berinvestasi

Namun, semangat pemilik warung sederhana itu tak pernah pudar oleh keadaan dan ujian yang menimpa. Awina tetap tersenyum menyuguhkan kopi hitam manis kepada tim Dinas Kominfotik NTB yang singgah menikmati jualannya. 

Suguhan Kopi hitamnya mengajarkan kita untuk tetap bersyukur menjalani kehidupan ini.*** 

 




IKM NTB Terus Dibina Agar Naik Kelas  

Menurut Dinas Perindustria NTB, dari tahun ke tahun desain, kualitas dan inovasi produk IKM di NTB terus meningkat

LOTENG.lombokjournal.com ~ Dinas Perindustrian terus melakukan pembinaan agar Industri Kecil dan Menengah (IKM) di NTB bisa naik kelas. 

Pemprov NTB berharap IKM tumbuh dan berkembang, berkreasi dan berinovasi secara mandiri.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME di media center Indonesia (MCI) Mandalika melalui keterangan persnya, Minggu (13/11/22).

BACA JUGA: Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

Kadis Perindustrian NTB mengatakan, pembinaan IKM dilakukan agar naik kelas
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryant

“Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB, dan turut sertanya para pelaku IKM di pameran berskala nasional dan internasional seperti WSBK Mandalika 2022, merupakan media pembelajaran bagi pelaku industri kecil di NTB. Untuk menyajikan , menampilkan hasil IKM yang penuh dengan disain, inovasi yang semakin menarik,” ujar Nuryanti.

Menurutnya, dari tahun ke tahun desain, kualitas dan inovasi produk IKM di NTB terus meningkat. Bahkan inovasinya meningkat dua kali lipat. Ia menyebut beberapa kuliner NTB seperti sate Rembiga, Ayam Rarang dan lainnya telah menadi brand kuliner khas NTB yang bisa bertahan lama untuk dikonsumsi.

“Kita berharap ada sinergi dan kerjasama dengan Perindag NTB untuk sama-sama mempromosikan hasil kuliner kita menajdi icon yang semakin banyak diminati oleh masyarakat pencinta kuliner tidak saja dalam negeri, tapi juga luar negeri,” ujarnya.

NTB mempunyai kuliner yang bertahan dalam jangka panjang, alami tanpa pengawet, steril, sehat dan aman dikonsumsi. 

Pihak Dinas Perindustrian punya kewajiban untuk mendampingi dan membina dan bahkan melakukan intervensi dalam hal inovasi produk. Agar ada nilai tambah bagi pelaku IKM NTB sendiri.

“Kita berharap Kabupaten/kota mendorong IKM yang perlu didukung melalui rumah produksi, karena hal ini yg paling sulit bagi IKM,” ujarnya.

Menurutnya, peran UMKM NTB dalam pencapaian visi industrialisasi tersebut jelas berperan besar. 

Peningkatan nilai tambah komoditas melalui visi industrialisasi NTB, bisa konsisten dan memberikan hasil yang berkesinambungan, jika produk olahan hasil karya UMKM NTB digunakan secara masif dan berkelanjutan oleh seluruh masyarakat NTB. 

Selain meningkatkan daya saing produk UMKM, dapat memberikan ruang inovasi terbaik bagi produk UMKM NTB. 

BACA JUGA: Ekonomi NTB Tangguh Hadapi Inflasi

Agar menghasilkan produk olahan yang semakin variatif yang dalam jangka panjang akan memberikan dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi daerah NTB.

“Industrialisasi NTB, indikatornya adalah komitmen dan konsistensi masyarakat NTB dalam menggunakan produk lokal karya NTB itu sendiri,” tuturnya.***

 

 




Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

Adanya penyelenggaraan event WSBK di Sirkuit Mandalika memberi keuntungan besar bagi UMKM termasuk pedagang kreatif lapangan (PKL) 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Eksternalisasi WSBK banyak dirasakan manfaatnya bagi UMKM NTB, selain 400 lebih UMKM yang berada di area sirkuit juga berada di sepanjang jalan menuju Mandalika.

Penataan lokasi di luar area sirkuit dilakukan bersama satuan Polisi Pamong Praja NTB. Menurut Kasat Pol PP NTB, Najamudin Amy, pihaknya telah melakukan edukasi dan  penataan kepada pedagang kreatif lapangan (PKL), Minggu (13/12/22).

BACA JUGA: Lombok Sumbawa Fair Dibuka di Arena Sirkuit Mandalika

Satpol PP NTB dan Lombok Tengah melakukan penataan PKL saat penyelenggaraan event WSBK

“Kami sudah meminta anggota untuk mengedukasi PKL dengan ramah dan penataan untuk tetap menjaga nilai estetik, agar tidak menggangu pengguna jalan lain. Kolaborasi kami dengan Pol PP Lombok tengah selama 3 hari ini tentunya dengan pendekatan humanis dan simpatik. Saya juga mengajak anggota juga belanja langsung di PKL ini, souvenir khas Mandalika berupa topi, baju, gelang, tas dan lain-lain,” tutur Najm

Selain, itu UMKM di area sirkuit meraup keuntungan yang luar biasa dan bertambah di hari ke tiga, karena pengunjung lebih banyak, dan banyak produk lokal terjual termasuk kerajinan lokal lainnya. 

Hal tersebut di sampaikan oleh UMKM UD. Rinjani Lombok, yang menjual produk kopi lokal (Kopi Sembalun, Rinjani dan Kopi Tambora) dan berbagai jenis minuman dan jajanan khas Lombok lainya. 

BACA JUGA: Penonton WSBK di NTB Lampaui Target

“Hari pertama sampai hari ke tiga ini peningkatan penjualan semakin banyak, WSBK ini luar biasa,  terimakasih Dinas Koperasi, Pak Gubernur NTB,” ucap Ibu Hj. Nurwahdani. ***

 

 

 




Ekonomi NTB Tangguh Hadapi Inflasi 

Tumbuhnya ekonomi NTB Triwulan III secara tahunan, karena pertumbuhan terjadi pada 16 lapangan usaha

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pemerintah Provinsi NTB mengungkapkan pertumbuhan ekonomi daerah ini pada Triwulan III tahun 2022 dibanding Triwulan III tahun sebelumnya tumbuh sebesar 7,10 persen. 

Pertumbuhan ekonomi di NTB pada Triwulan III-2022 dibanding triwulan sebelumnya, mencapai 1,59 persen (q-to-q)
Petani Tembakau

Meski sempat mengalami inflasi sebesar 5,37 persen pada Triwulan II-2022 secara tahunan (year on year), perekonomian NTB tumbuh semakin baik.

BACA JUGA: Transformasi Digital untuk Ekonomi NTB yang Tumbuh

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro perekonomian Setda NTB, Drs. H. Wirajaya Kusuma, MH., berdasarkan catatan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) NTB.

Dikatakan tumbuhnya ekonomi NTB Triwulan III secara tahunan, karena pertumbuhan terjadi pada 16 lapangan usaha. Satu di antaranya mengalami kontraksi. 

Lapangan usaha mengalami pertumbuhan signifikan dari sisi produksi.  Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 38,79 persen. Sedangkan, dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa tumbuh sebesar 34,54 persen.

Lebih lanjut, pertumbuhan ekonomi di NTB pada Triwulan III-2022 dibanding triwulan sebelumnya, mencapai 1,59 persen (q-to-q). 

Dimana dari sisi produksi, Lapangan Usaha Industri Pengolahan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 45,59 persen.

“Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mengalami pertumbuhan tertinggi sebsar 6,01 persen,” tambah Wirajaya.

BACA JUGA: IMI NTB Diminta Berikan Kontribusi untuk Daerah

Kemudian pertumbuhan ekonomi NTB tanpa tambang bijih logam pada Triwulan III-2022: tumbuh 1,85 persen (q-to-q), tumbuh 3,55 persen (y-to-y), dan tumbuh 3,63 persen (c-to-c).*** 

 




Gubernur NTB Akan Bantu Investor Nyaman Berinvestasi

Menurut Gubernur NTB, banyak event nasional dan Internasional menjadi daya tarik berinvestasi di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah akan mendukung investor yang berinvestasi di Provinsi NTB. 

Salah satunya gili atau pulau kecil di timur Pulau Lombok di antaranya Gili Kondo, Gili Lampu, Gili Pasir serta Gili Petangan.

Hal tersebut disampaikannya saat menerima audiensi dengan jajaran PT. Putella Amanah Resort di Pendopo Gubernur Mataram, Jumat (04/11/22).

Bang Zul panggilan akrabnya mengatakan, akan selalu terbuka dan membantu para investor agar nyaman berinvestasi di NTB. 

BACA JUGA: Potensi NTB Perlu Digagas Jadi Event Berkelas 

Gubernur NTB mengatakan, akan membantu investor nyaman berinvestasi di NTB
Gubernur Zulkieflimansyah

“Kalau ada investasi yang masuk diusahakan dan jangan dibikin ribet agar para investor tidak kabur. Tentu kami dukung dan bantu,” ujarnya.

Dikatakan, Provinsi NTB saat ini telah memiliki banyak event-event menarik baik secara nasional dan Internasional. 

Ia meyakini hal ini menjadi daya tarik investor terhadap daerah ini.

Karena itu, Bang Zul berharap segala investasi yang diajukan oleh para investor nantinya terus dikawal oleh stakeholders terkait. 

Dan untuk para investor diimbau agar berinvestasi dengan cara yang baik.

“Intinya berinvestasi yang benar tidak merugikan masayarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT. Putella Amanah Resort, Ir. Junaidi Elvis, mengatakan terimakasih atas waktunya dan menerima jajarannya dengan baik. 

Ia juga meminta bantuan dan arahan agar apa yang direncanakan pihaknya berjalan dengan baik.

“Tahap demi tahap akan kami jalani tentunya dengan prosedur yang benar, maka dari itu kami mohon arahan dan bantuannya. Jika berjalan dengan baik, akan saya dalami supaya investasi ini benar-benar terwujud,” terangnya.

BACA JUGA: Scoot Airline Buka Penerbangan Langsung Lombok-Singapura

Hadir dalam pertemuan kali ini, Kadis DPMPTSP Provinsi NTB, Kadis Pariwisata Provinsi NTB, Kadis Kelautan dan Perikanan, Kadis PUPR serta Kepala BPN NTB. ***

 

 




Sekda NTB Apresiasi Penerapan Program “Paman Kami” 

Para pelaku UMKM, kata Sekda NTB, harus memanfaatkan workshop ini untuk memahami ekses dari relasi siber 

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Lalu Gita Ariadi mengapresiasi penerapan Program Penilaian Mandiri Keamanan Siber Informasi (Paman Kami) terobosan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) bagi para pelaku usaha yang berada dalam binaan Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB.

Hal tersebut disampaikan Sekda saat menghadiri workshop Pembinaan Kapasitas Kematangan Keamanan Siber Sektor Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata di Hotel Santika Mataram, Rabu (19/10/22).

BACA JUGA: Roadshow Industrialisasi di Kabupaten Dompu

“Apresiasi luar biasa dari Pemerintah Provinsi kepada BSSN dan Kadiskop & UMKM NTB untuk difasilitasi dan dikawal. Terima kasih atas kegiatan inisiasi yang telah diberikan seperti ini, sehinga kami berharap pelaku UMKM kami memiliki kemampuan beradaptasi mengikuti dinamika pola kehidupan dan pola siber, serta mampu secara dini mendeteksi ekses-ekses yang merugikan UMKM,” ujar Sekda.

Sekda berpesan kepada para peserta workshop, agar benar-benar memanfaatkan kegiatan tersebut guna mendapatkan informasi dan ilmu pengetahuan mengenai keamanan siber bagi pelaku UMKM.

“Untuk teman-teman UMKM, manfaatkanlah kesempatan yang sangat baik ini untuk menambah informasi, ilmu dan pengetahuan. Tentu sangat bermanfaat bagaimana melakukan relasi-relasi bisnis dengan memahami ekses dari relasi siber sehingga diharapkan untuk tidak merugikan teman-teman UMKM sendiri,” pesannya.

Sementara itu, Mayor Jenderal TNI (Mar) Markos, S.E selaku Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN menyampaikan, keamanan siber pada ekonomi digital dapat terealisasi dengan baik jika ada partisipasi dan kerjasama dari seluruh pihak terkait.

“Untuk menghindari serangan siber sejak dini bagi para pelaku UMKM, maka diperlukan pemahaman pentingnya keamanan siber informasi bagi para pelaku UMKM. Keamanan siber pada ekonomi digital perlu partisipasi dan kerjasama semua pihak. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran pentingnya keamanan informasi dan keamanan siber bagi para peserta sekalian,” kata Mayjen Markos.

BACA JUGA: Wagub NTB Resmikan Showroom Pertanian SMKN 1 Narmada

Sebagai informasi, untuk melindungi keamanan siber sektor UKM dalam transformasi digital Indonesia, BSSN menyusun alat pengukuran pengelolaan keamanan siber sebagai penunjang pembangunan kapasitas keamanan siber UKM. Alat pengukuran pengelolaan keamanan siber yang diperuntukan bagi UKM itu bernama Penilaian Mandiri Keamanan Informasi (Paman Kami). 

Program ini merupakan kerja sama antara BSSN dengan Kementerian Koperasi dan UKM.***