Sekda NTB Apresiasi Penyelenggaraan Diklat Kewirausahaan Daerah 

Di tengah perekonomian global yang terpuruk, Sekda NTB mengapresiasi diklat PD KMHDI NTB dalam peningkatan SDM

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi menghadiri Diklat Kewirausahaan Daerah (DKD) yang diselenggarakan oleh PD KMHDI NTB. 

Kegiatan Diklat berlangsung di Sekretariat bersama PHDI NTB, mengusung tema “Optimalisasi Digital Marketing di Era Industrialisasi”, Jumat (18/11/22). 

BACA JUGA: Inflasi NTB Mampu Turun Signifikan

Menurut Sekda NTB, Kegiatan Diklat membantu pemerintah meningkatkan program stabilitas perekonomian daerah

Miq Gite mengapresiasi KMHDI yang mampu melaksanakan kegiatan DKD ini.

Kegiatan ini dianggap salah satu upaya organisasi Hindu yang mampu turut serta dalam membantu pemerintah meningkatkan program stabilitas perekonomian daerah.

Menurutnya, perekonomian global sedang terpuruk akibat dari beberapa faktor, salah satunya yaitu pandemi Covid-19 dan adanya perang antara negara Rusia dan Ukraina menjadi faktor besar terjadinya krisis global.

Namun, perlu diapresiasi Indonesia khususnya Nusa Tenggara Barat dalam menghadapi tantangan krisis perekonomian global ini dengan baik. 

Ini didukung dari pola piker dan mindset masyarakat yang mulai  memanfaatkan modernisasi ini sebagai peluang besar untuk memudahkan kita dalam segala hal terutama berkaitan dengan berwirausaha. 

Dengan adanya pendidikan dan pelatihan ini diharapkan muncul SDM terutama dari kalangan generasi muda. Tidak hanya mampu bekerja tetapi juga mampu menghasilkan lapangan pekerjaan untuk orang lain.

Sehingga dapat menciptakan stabilitas dan peningkatan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan ini dihadiri oleh pejabat pemerintahan, organisasi Hindu se Kota Mataram dan wilayah NTB, Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se-kota Mataram dan wilayah Nusa Tenggara Barat, para Ketua BEM dan KMHD Kampus se Kota Mataram serta organisai pelajar.

BACA JUGA: Satgas Investasi NTB Tuntaskan Sumbatan Investasi

Kegiatan Diklat Kewirausahaan Daerah (DKD) ini kembali dilaksanakan setelah tidak terlaksana selama 6 tahun terakhir, yang dimana dibuka dengan seminar yang mengusung tema “Ekonomi Kreatif” sebagai rangkaian kegiatan dari acara DKD ini. ***

 




Satgas Investasi NTB Tuntaskan Sumbatan Investasi

Untuk memastikan NTB aman dan nyaman beraktivitas, Satgas Investasi berhasil menyelesaikan beberapa sumbatan investasi

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah memastikan Provinsi NTB aman dan nyaman untuk aktivitas investasi. 

Dan kehadiran satgas investasi, harus menjadi solusi untuk mendukung, memfasilitasi dan mengakselerasi realisasi investasi di daerah.

BACA JUGA: Industrialisasi Mensejahterakan Para Pelakunya

Kata Gubernur NTB, Satgas Investasi NTB mencoba mengurai sumbatan sumbatan investasi di NTB
Gubernur Zulkieflimansyah

“Memastikan daerah kita aman dan nyaman untuk beraktivitas, Satgas Investasi NTB mencoba mengurai sumbatan sumbatan investasi di NTB,” ujar Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah, SE, Msc di Hotel Lombok Raya, Rabu (16/11/22). 

Aset Pemerintah Provinsi di Teluk Santong, Eco Tourism di Hutan Sekaroh, Villa di Tampah Hills dan hotel bintang lima di Teluk Mekaki, Sekotong, beberapa sumbatan investasi yang berhasil diselesaikan Satuan Tugas Percepatan Investasi Nusa Tenggara Barat. 

Di tengah keterbatasan kemampuan keuangan negara dan daerah, kehadiran investasi tentu menjadi tumpuan harapan untuk menggerakkan pembangunan di daerah.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, H Muhammad Rum mengatakan, dengan mengatasi beberapa sumbatan investasi ini diharapkan akan segera memacu geliat investasi di NTB. 

“Setelah kita kuasai, Teluk Santong akan kita tawarkan pada investor yang mau mengolah perikanan sekaligus pengolahannya,” jelas Rum. 

Proyeksi pertumbuhan ekonomi bagi daerah dan masyarakat nelayan cukup menjanjikan jika diolah dengan baik. 

Perputaran rupiah triliunan dalam setahun di wilayah perairan Teluk Saleh Samota juga bukan hal yang mustahil akan tercapai.

Ditambahkannya, dalam tiga tahun terakhir realisasi investasi memenuhi bahkan melampaui target yang telah di tetapkan. 

Tahun 2020 terealisasi 11,6 Triliun melampau target pusat 6,065 T dan target RPJMD 11,5 T. Kemudian pada tahun 2021 realisasi investasi 14,879 T melampaui target empus 9 T dan target RPJMD 13 T dan tahun 2022 ini.

BACA JUGA: NTB Gesah Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Hingga bulan lalu realisasi investasi mencapai 15,437 T melampaui target RPJMD 15.428 T dan optimis akan mencapai target Pemerintah PusAT 18,5 T di akhir tahun.

Selain pemerintah, hadir pula perwakilan investor Dirut ESL, konsultan Tampah Hills dan humas PT Sarana Bukit Alami.***

 




Inflasi Provinsi NTB Mampu Turun Signifikan

Provinsi NTB diapresiasi Kementerian Dalam Negeri karena mampu menurunkan inflasi secara signifikan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, menghadiri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Provinsi NTB dalam rangka membahas ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat menjelang akhir tahun 2022 di Gedung Sangkareang pada Rabu (16/11/22).

Gubernur Zul menyampaikan, Nusa Tenggara Barat mendapat apresiasi karena mampu menurunkan inflasi secara signifikan.

BACA JUGA: Satgas Investasi NTB Tuntaskan Sumbatan Investasi

Penurunan inflasi signifikan di NTB diapresiasi Kemendagri
Gubernur NTB didampingi Sekda NTB

“Kita termasuk provinsi yang diberi apresiasi oleh kementerian dalam negeri karena mampu menurunkan inflasi secara signifikan”, ungkap Bang Zul.

Ia berharap NTB terus bisa menekan angka inflasi, karena menurutnya pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan sia-sia ketika angka inflasi juga tinggi.

Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M. Si, juga menjelaskan, saat ini pertumbuhan ekonomi triwulan ketiga NTB sebesar 7.10, dari yang sebelumnya rilis triwulan pertama sebesar 7.7, dan kedua sebesar 5.99. 

Meski inflasi terjadi, angka pertumbuhan juga bergerak positif.

Event nasional maupun internasional yang terselenggara selama ini di Provinsi NTB juga merupakan salah satu ikhtiar yang dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Selain itu, Pemprov NTB juga terus berupaya memacu investasi di daerah, mengefektifkan serta optimalisasi aset-aset milik daerah sebagai sumber pendapatan dan lain sebagainya.

Sehingga diharapkan kehadiran investor yang terus dikawal oleh OPD juga menjadi solusi dari situasi yang serba sulit nantinya.

“Kita berharap dengan kerja baru semangat baru 2023 ke depan, mudahan pertumbuhan ekonomi bisa kita pertahankan, event-event ke depan juga semakin bisa kita sukseskan”, tutup Miq Gita. 

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB Heru Saptaji menjelaskan ada beberapa faktor yang menyebabkan inflasi dalam dua bulan terakhir, antara lain komoditi bahan pokok penyumbang inflasi tertinggi adalah Tomat, Bawang Merah, dan Beras. 

BACA JUGA: Industrialisasi Mensejahterakan Para Pelakunya

Data tersebut berdasarkan pengamatan dari data inflasi yang ada di kota yang dijadikan sampel atau acuan utama, yaitu Kota Mataram rata-rata inflasi 10 persen dan Kota Bima inflasi 28,5 persen.***

 

 




Wagub NTB Launching Desa Berdaya 

Menurut Wagub NTB, hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat mendukung peningkatan SDM di desa

LOTIM.lombokjournal.com ~ Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah mengapresiasi Program ZIS Indosat bersama Rumah Zakat di Rumah Gizi Mualan Desa Telaga Waru, Pringgabaya, Lombok Timur. 

Ia menyampaikan itu dalam acara Launching Desa Berdaya di Kec. Pringgabaya Kab. Lombok Timur, Senin (14/11/22).

BACA JUGA: Bunda Niken Kunjungi PKW di Desa Batujai

“Program Desa Berdaya sangat sejalan dengan Program Pemprov NTB yaitu membangun dari desa, karena pembangunan dari desa akan memberikan hasil yang signifikan dan tepat sasaran,” tuturnya. 

Pemprov NTB dalam program unggulannya yakni  Desa Wisata secara tidak langsung menuntut warga setempat untuk meningkatkan SDM dan memanfaatkan Potensi SDA yang ada di Desa tersebut. 

Selain itu, fasilitas Teknologi Informasi dan kesehatan lingkungan juga harus diperhatikan. Karena memberikan dampak terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat. 

Menurutnya, dengan hadirnya program Desa Berdaya kolaborasi ZIS Indosat dan Rumah Zakat sangat membantu dalam mendukung tercapainya tujuan tersebut.

Pada kesempatan yang sama, CEO ZIS Indosat, Wakhid Efendi menyebutkan, Desa Telaga Waru merupakan Desa yang ke – 37 dalam Program Desa Berdaya di NTB yang nantinya akan tetap mendapatkan dukungan bertahap selama 2 tahun. 

Selanjutnya, CEO Rumah Zakat, Nur Efendi turut memaparkan Program Desa Berdaya di Desa Telaga Waru nantinya akan meliputi Program Pengolahan dan Pemberdayaan Ternak kambing secara Modern, Taman Rumah Gizi, dan Program Capacity Building.

BACA JUGA: NTB Salah Satu Terdepan dalam Pembangunan Kesehatan

Sebagai penutup, Wagub NTB melakukan pemotongan pita sebagai tanda peresmian program tersebut. ***

 

 




Industrialisasi Mensejahterakan Para Pelakunya

Dalam talkshow Industrialisasi Goes To Campus, Gubernur NTB tegaskan industrialisasi menghadirkan kesejahteraan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Industrialisasi menjadi kunci untuk menjadikan sebuah daerah, bahkan sebuah bangsa, menjadi maju. 

Karena dengan Industrialisasi yang sederhana saja, seperti membuat produk tusuk gigi sendiri dan tidak mendatangkan dari luar daerah, maka produk tersebut dapat mensejahterakan para pelakunya. 

Karena itu, tanpa Industrialisasi masyarakat bisa terjebak kubangan kemiskinan dalam jangka waktu yang lama. 

BACA JUGA: NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Mahasiswa aktif dalam talkshow Industrialisasi Goes To Campus

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menjadi Narasumber pada Talkshow Industrialisasi Goes To Campus yang  bertajuk “Menggali Potensi dan Peran Mahasiswa Dalam menyongsong Industrialisasi di NTB Untuk Indonesia”, di Universitas Mataram, Selasa (15/11/22). 

“Industrialisasi adalah kebutuhan agar masyarakat bisa menghadirkan kesejahteraan. Tanpa Industrialisasi kita akan miskin selamanya,” ucap Bang Zul, di hadapan ratusan mahasiswa dan mahasiswi Unram. 

Menurutnya, untuk menopang industrialisasi tersebut, perlu adanya rasa mencintai dan bangga menggunakan produk lokal. Sehingga perlu mengamalkan Bela dan Beli Produk Lokal. 

Hal tersebut ditekankan pada para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Lingkup Pemprov NTB yang ikut jadi peserta. 

“Ketika kita mampu mengolah bahan baku menjadi produk yang bernilai, insyaallah kesejahteraan akan mengikuti kita,” seru Bang Zul. 

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian NTB, Nuryanti, SE., ME mengajak para IKM besutan Mahasiswa untuk masuk ke dalam Komunitas Industri 4.0. 

Nantinya, Dinas Perindustrian akan memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha, sejak dari mengembangkan ide hingga memasarkan produk dan mendaftarkan merek produknya. 

“Saya berharap dua hari kedepan kita bisa hadir mengajak yang lain juga masuk dalam Komunitas Industri 4.0. Masuk ke inkubasi bisnis di NTB,” jelasnya. 

Industrialisasi sendiri merupakan salah satu program unggulan pemerintah NTB, yakni melakukan penambahan nilai dalam sebuah produk. 

Sehingga masyarakat NTB tidak lagi menggunakan atau menjual produk mentah keluar daerah, namun memberikan nilai tambah didalamnya. 

Ini diharapkan mampu menyerap lapangan tenaga kerja dan menjadikan ekonomi daerah semakin baik.

BACA JUGA: Roadshow Industrialisasi di Kabupaten Dompu

Pemprov NTB sendiri secara rutin menggelar Roadshow dan Talkshow Industrialisasi di setiap Kabupaten dan kota se-NTB hingga ke institusi pendidikan. ***

 




Bunda Niken Kunjungi PKW di Desa Batujai

Dalam kunjungan tempat Pendidikan Kecakapan Wira usaha (PKW) tenun, Bunda Niken motivasi peserta PKW di Batujai dan Sukarare

LOTENG,lombokjournal.com ~ Bunda Niken sapaan Ketua Dekranasda NTB, Hj Niken Saptarini Zulkieflimansyah kalangan anak muda bersemangat melestarikan budaya, sekaligus berwirausaha dengan memanfaatkan platform digital 

Bunda Niken mengunjungi tempat Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tenun di Desa Batujai
Bunda Niken (kiri)

“Mari kita semua bersemangat melestarikan budaya  dan melahirkan generasi muda yang cakap dan memahami tenun untuk berwirausaha dengan memanfaatkan platform digital,” ajak Bunda Niken bersemangat.

BACA JUGA: NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan

Ajakan itu disampaikan Bunda Niken saat mengunjungi Bale Tenun Alam “Tenar”, Desa Batujai, Lombok Tengah, yang kemudian berlanjut ke Desa Sukarare, Selasa (15/11/22).

Bunda Niken mengunjungi tempat Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) tenun di Desa Batujai

Kegiatan PKW di Desa Batujai ini diikuti 20 Peserta dari kalangan muda usia, anak putus sekolah, mulai dari usia 16 tahun yang merupakan penduduk asli Kabupaten Lombok Tengah. 

Dalam kunjungan itu Bunda Niken didampingi Wakil Ketua Dekranasda, Hj. Lale Prayatni Gita Ariyadi dan Sekertaris Dekranasda NTB.

Giat  PKW ini sangat menarik dan berkesan bagi kaum muda terutama untuk perempuan muda Desa Batujai. Khususnya untuk  meningkatkan semangat melestarikan budaya  dan melahirkan generasi muda yang cakap serta memahami tenun untuk berwirausaha.

Pelatihan yang terbagi menjadi dua kelompok ini, ditargetkan  akan eksis dan bisa mandiri  usai pelatihan ini.

Kelompok pertama di Dusun Batujai dengan coach Afriadi dan Diana yang sangat tekun mendampingi para peserta PKW. 

Sedangkan kelompok kedua di Sukarare dengan Coach Bapak Satriadi juga sangat bersemangat mau membantu.

Mereka akan dibantu dari awal proses penemuan hingga pemasaran serta diberikan projek  tenun yang sangat menarik.

Dengan menargetkan 200 jam pelajaran, para peserta dari kaum muda semuanya perempuan ini sudah menyelesaikan materi. 

Materinya yaitu latar belakang dan sejarah tenun pulau lombok, pengantar ilmu tekstil, dan klasifikasi serat- serat tekstil sehingga 2 pekan lagi bisa tuntas dan sukses.

Para coach mengharapkan semua peserta memiliki rasa kecintaan terhadap bahan dasar  lokal. 

Para PKW tersebut berusaha semaksimal mungkin untuk menggunakan bahan-bahan dari kapas lokal yang berkualitas, agar tidak mengandalkan produk luar semata.

“Kita harus berdikari dalam sandang  dengan contoh  berupa kancing baju terbuat dari batok kelapa,  ini 100 persen lokal heritage dan membanggakan,” ujar Dina Faisal, coach di PKW Batujai.

Tak hanya di Batujai, tapi di desa Sukarara pun Bunda Niken selama bersahaja memberi motivasi dan semangat bagi para PKW.

BACA JUGA: IKM Terus Dibina agar Naik Kelas

Bunda Niken menerangkan, memiliki kesibukan menjadi seorang ibu bukanlah halangan untuk mau  belajar menenun.

“Harapan saya, semoga peserta disini menjadi Perempuan-perempuan yang mampu memberikan sumber penghasilan untuk keluarga,” kata Bunda Niken 

Kegiatan kunjungan tersebut diakhiri dengan penyerahan bantuan alat tenun oleh Ketua dan Wakil  Dekranasda  NTB bersama Ketua Dekranasda Lombok Tengah Baiq Nurul Aini Fathul Bahri di PKW Sukarare Lombok Tengah. ***

 




NTB Gesa Industrialisasi Sektor Perikanan dan Kelautan 

Pemprov NTB melalui program Beasiswa NTB mengirim putera puteri NTB belajar teknologi di bidang perikanan dan kelautan

BALI.lombokjournal.com ~ Dalam rangka mendukung Pemerintah Indonesia mewujudkan pembangunan laut yang berkelanjutan, Provinsi NTB menggesa program industrialisasi pada sektor Perikanan dan Kelautan. 

Hal tersebut diungkapkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat menjadi narasumber pada rangkaian acara G-20 di Bali mengenai the National Blue Agenda Actions Partnership, Senin (14/11/22).

“Bagi kami, bukan bagaimana kita berbicara tentang strategi laut biru yang berkelanjutan, namun yang sangat kami butuhkan di area kami adalah kemampuan untuk meningkatkan nilai tambah dari produk-produk tradisional menjadi komoditas dengan nilai yang lebih tinggi sehingga industrialisasi itu sangatlah penting,” kata Gubernur Zul dalam bahasa Inggris.

BACA JUGA: IKM NTB Terus Dibina untuk Naik Kelas

Pengetahuan mengenai ilmu sains dan teknologi sangatlah penting untuk mensukseskan program industrialisasi. 

Mengirim putera/i NTB melalui program Beasiswa NTB untuk menuntut ilmu ke luar negeri dan belajar mengenai teknologi di bidang perikanan dan kelautan pun menjadi salah satu strategi Pemprov NTB

“Untuk mendukung program industrialisasi kami di komoditas tradisional, kita bisa mengirim lebih banyak siswa lagi ke berbagai negara di Eropa Timur, khususnya pada area yang ada teknologi kelautannya,” tambah Bang Zul, sapaannya.

Tidak hanya untuk belajar dan menjadi ahli pada bidang sains dan teknologi, para awardee beasiswa juga diharapkan dapat menarik para investor dari negara tempat mereka belajar untuk datang berinvestasi di NTB. 

“Mereka kita kirim ke luar negeri bukan hanya bertujuan untuk menjadi ahli, tapi diharapkan dapat membawa para investor dari tempat mereka belajar. Kami akan sangat senang menyambut mereka (para investor),” ujarnya.

Hal tersebut di atas bertujuan untuk memastikan, NTB adalah provinsi yang ramah terhadap investasi dan komunitas bisnis, termasuk pada sektor teknologi perikanan dan kelautan.

Hadirnya para investor dan berbagai event internasional juga mengharuskan NTB untuk terus memperbaiki kualitas produk-produk lokal buatan UMKM, agar mendapat standarisasi yang baik. 

“Kami sangat beruntung menjadi tuan rumah berbagai event internasional. Pihak penyelenggara punya standar yang baik untuk komoditas kami. Ini tentunya mengakselerasi learning juga buat UMKM kami untuk meningkatkan kualitas dari produk lokalnya. Akhirnya kini kami telah mampu mempersembahkan produk-produk dengan standar yang baik untuk para global audiens,” tutur Gubernur Zul

Untuk diketahui, Pemerintah Indonesia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bekerja sama dalam kerangka Kemitraan Aksi Agenda Biru Nasional untuk mendukung RI dalam percepatan pelaksanaan Agenda Pembangunan Biru (Blue Agenda Development).

BACA JUGA: Penonton WSBK di NTB Lampaui Target

Serta membangun pertumbuhan ekonomi kelautan yang lebih berkelanjutan.

Kemitraan ini akan berfokus pada sektor kelautan dan maritim, memastikan lingkungan yang sehat dan berkontribusi pada kemakmuran di bawah empat pilar: kesehatan biru, makanan biru, inovasi biru dan keuangan biru. ***

 

 




PKL Jalur Penyangga Ikut Ketiban Rezeki WSBK

Salah seorang pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang jalan Bypass (Timur Bundaran Gerung) rezekinya meningkat dua kali lipat

LOTENG.lombokjournal.com ~ Gelaran event World Superbike (WSBK) 2022 di Pertamina Mandalika Internasional Cirkuit Lombok Tengah membawa berkah tersendiri bagi peningkatan ekonomi masyarakat. 

Terutama berkah ekonomi bagi UMKM dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang jalan bypass Mandalika.

Salah satu yang ketiban rezeki dari event balapan internasional tersebut, adalah warung Ibu Awina yang berlokasi di sepanjang jalan Bypass (Timur Bundaran Gerung) desa Dasan Tapen Kecamatan Gerung Lombok Barat. 

BACA JUGA: IKM NTB Terus Dibina Agar Naik Kelas

“Alhamdulillah banyak orang yang mampir minum kopi dan makan di warung saya,” kata Ibu Awina saat ditemui tim Diskominfotik NTB yang juga menikmati kopi dan makan di warungnya, Minggu (13/11/22).

Ibu Empat Anak itu mengakui, hasil penjualan bahan makanan dan minum selama even WSBK yang dimulai sejak Jumat meningkat jika dibanding pada hari-hari biasa. 

Dalam sehari ia bisa mendapat 350 ribu hingga 500 ribu, bertambah jika dibanding hari biasa yang hanya 150-200 ribu.

“Kami benar-benar merasakan berkah dari event balapan motor di sirkuit Mandalika. Banyak orang yang mampir makan dan minum kopi di warung sederhana kami,” ungkapnya yang juga ditemani oleh dua orang putrinya.

Selama delapan tahun ibu (45) berjualan di sepanjang jalan bypass. Berdagang di sepanjang jalan menuju sirkuit Mandalika menjadi mata pencahariannya bersama keluarga. Dari hasilnya jualannya, ia dapat memenuhi kebutuhan keluarga juga disisihkan untuk kebutuhan sekolah anak-anaknya dari SD hingga SMA.

“Hanya jualan ini kami bisa memenuhi kebutuhan kami, meski sederhana tapi Alhamdulillah masih dapat membantu kebutuhan kami,” imbuhnya.

Meski begitu, di balik wajahnya yang mulai menua terselip cerita sedih dari usaha jualan yang ia rintis. Bagaimana tidak, suami tercinta yang menjadi tulang punggung keluarga harus terbaring lemas di rumah selama delapan tahun. 

Sembari berjualan,  ia juga harus merawat suaminya.

“Suami saya sakit lumpuh, tidak bisa jalan lagi,” katanya dengan mata mulai berkaca-kaca.

BACA JUGA: Gubernur NTB akan Bantu Agar Investor Nyaman Berinvestasi

Namun, semangat pemilik warung sederhana itu tak pernah pudar oleh keadaan dan ujian yang menimpa. Awina tetap tersenyum menyuguhkan kopi hitam manis kepada tim Dinas Kominfotik NTB yang singgah menikmati jualannya. 

Suguhan Kopi hitamnya mengajarkan kita untuk tetap bersyukur menjalani kehidupan ini.*** 

 




IKM NTB Terus Dibina Agar Naik Kelas  

Menurut Dinas Perindustria NTB, dari tahun ke tahun desain, kualitas dan inovasi produk IKM di NTB terus meningkat

LOTENG.lombokjournal.com ~ Dinas Perindustrian terus melakukan pembinaan agar Industri Kecil dan Menengah (IKM) di NTB bisa naik kelas. 

Pemprov NTB berharap IKM tumbuh dan berkembang, berkreasi dan berinovasi secara mandiri.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME di media center Indonesia (MCI) Mandalika melalui keterangan persnya, Minggu (13/11/22).

BACA JUGA: Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

Kadis Perindustrian NTB mengatakan, pembinaan IKM dilakukan agar naik kelas
Kepala Dinas Perindustrian NTB, Hj. Nuryant

“Terselenggaranya berbagai event internasional di NTB, dan turut sertanya para pelaku IKM di pameran berskala nasional dan internasional seperti WSBK Mandalika 2022, merupakan media pembelajaran bagi pelaku industri kecil di NTB. Untuk menyajikan , menampilkan hasil IKM yang penuh dengan disain, inovasi yang semakin menarik,” ujar Nuryanti.

Menurutnya, dari tahun ke tahun desain, kualitas dan inovasi produk IKM di NTB terus meningkat. Bahkan inovasinya meningkat dua kali lipat. Ia menyebut beberapa kuliner NTB seperti sate Rembiga, Ayam Rarang dan lainnya telah menadi brand kuliner khas NTB yang bisa bertahan lama untuk dikonsumsi.

“Kita berharap ada sinergi dan kerjasama dengan Perindag NTB untuk sama-sama mempromosikan hasil kuliner kita menajdi icon yang semakin banyak diminati oleh masyarakat pencinta kuliner tidak saja dalam negeri, tapi juga luar negeri,” ujarnya.

NTB mempunyai kuliner yang bertahan dalam jangka panjang, alami tanpa pengawet, steril, sehat dan aman dikonsumsi. 

Pihak Dinas Perindustrian punya kewajiban untuk mendampingi dan membina dan bahkan melakukan intervensi dalam hal inovasi produk. Agar ada nilai tambah bagi pelaku IKM NTB sendiri.

“Kita berharap Kabupaten/kota mendorong IKM yang perlu didukung melalui rumah produksi, karena hal ini yg paling sulit bagi IKM,” ujarnya.

Menurutnya, peran UMKM NTB dalam pencapaian visi industrialisasi tersebut jelas berperan besar. 

Peningkatan nilai tambah komoditas melalui visi industrialisasi NTB, bisa konsisten dan memberikan hasil yang berkesinambungan, jika produk olahan hasil karya UMKM NTB digunakan secara masif dan berkelanjutan oleh seluruh masyarakat NTB. 

Selain meningkatkan daya saing produk UMKM, dapat memberikan ruang inovasi terbaik bagi produk UMKM NTB. 

BACA JUGA: Ekonomi NTB Tangguh Hadapi Inflasi

Agar menghasilkan produk olahan yang semakin variatif yang dalam jangka panjang akan memberikan dampak positif dalam pertumbuhan ekonomi daerah NTB.

“Industrialisasi NTB, indikatornya adalah komitmen dan konsistensi masyarakat NTB dalam menggunakan produk lokal karya NTB itu sendiri,” tuturnya.***

 

 




Event WSBK Beri Keberkahan untuk UMKM NTB

Adanya penyelenggaraan event WSBK di Sirkuit Mandalika memberi keuntungan besar bagi UMKM termasuk pedagang kreatif lapangan (PKL) 

LOTENG.lombokjournal.com ~ Eksternalisasi WSBK banyak dirasakan manfaatnya bagi UMKM NTB, selain 400 lebih UMKM yang berada di area sirkuit juga berada di sepanjang jalan menuju Mandalika.

Penataan lokasi di luar area sirkuit dilakukan bersama satuan Polisi Pamong Praja NTB. Menurut Kasat Pol PP NTB, Najamudin Amy, pihaknya telah melakukan edukasi dan  penataan kepada pedagang kreatif lapangan (PKL), Minggu (13/12/22).

BACA JUGA: Lombok Sumbawa Fair Dibuka di Arena Sirkuit Mandalika

Satpol PP NTB dan Lombok Tengah melakukan penataan PKL saat penyelenggaraan event WSBK

“Kami sudah meminta anggota untuk mengedukasi PKL dengan ramah dan penataan untuk tetap menjaga nilai estetik, agar tidak menggangu pengguna jalan lain. Kolaborasi kami dengan Pol PP Lombok tengah selama 3 hari ini tentunya dengan pendekatan humanis dan simpatik. Saya juga mengajak anggota juga belanja langsung di PKL ini, souvenir khas Mandalika berupa topi, baju, gelang, tas dan lain-lain,” tutur Najm

Selain, itu UMKM di area sirkuit meraup keuntungan yang luar biasa dan bertambah di hari ke tiga, karena pengunjung lebih banyak, dan banyak produk lokal terjual termasuk kerajinan lokal lainnya. 

Hal tersebut di sampaikan oleh UMKM UD. Rinjani Lombok, yang menjual produk kopi lokal (Kopi Sembalun, Rinjani dan Kopi Tambora) dan berbagai jenis minuman dan jajanan khas Lombok lainya. 

BACA JUGA: Penonton WSBK di NTB Lampaui Target

“Hari pertama sampai hari ke tiga ini peningkatan penjualan semakin banyak, WSBK ini luar biasa,  terimakasih Dinas Koperasi, Pak Gubernur NTB,” ucap Ibu Hj. Nurwahdani. ***