Pengadaan Barang dan Jasa e-Katalog, Kualitasnya Terus Ditingkatkan

Menurut Sekda NTB, hasil LHP menjadi sumber inspirasi dan motivasi untuk melakukan penyempurnaan kualitas Pengadaan Barang dan Jasa e-Katalog

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah NTB, H. Lalu Gita Ariadi, menyampaikan, terlepas dari segala kekurangan dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang ada, Insyaallah Pemprov NTB terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pengadaan barang dan jasa e-Katalog dengan menggunakan digitalisasi.

BACA JUGA: Sertijab Kepala Perwakilan Ombudsman NTB

Sekda mengatakan, Pemprov NTB akan meningkatkan kualitas Pengadaan Barang dan Jasa e-Katalog

Miq Gita, sapaannya, mewakili Gubernur NTB menghadiri dan menerima penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan Kinerja dan dengan Tujuan Tertentu Semester II Tahun 2022 di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi NTB, Jumat (23/12/22).

“Apapun hasil dari LHP ini tentu akan menjadi sumber inspirasi dan motivasi kami untuk melakukan penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, serta kemasyarakatan di daerah,” tuturnya.

Demikian juga untuk tujuan tertentu lainnya, adapun kekurangannya sebatas hal yang bisa ditoleransi, volume situasi dan sebagainya, Pemprov NTB akan terus melakukan pengawasan. 

Kemudian menindaklanjuti apapun hasil yang telah disampaikan oleh hasil pemeriksaan tersebut.

Miq Gita juga mengatakan, saat ini NTB bersama tujuh Pemprov lainnya masuk dalam cluster Provinsi Terinovatif 2022.

Dari usulan-usulan inovasi yang disampaikan, banyak di antaranya transformasi digitalisasi pelayanan publik yang berkaitan dengan LHP ini. Objeknya adalah kinerja layanan publik yang berbasis digitalisasi.

Diketahui, LHP tersebut meliputi Hasil Pemeriksaan Kinerja atas Efektivitas Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK). Melalui Aksi Pembentukan UKPBJ serta Implementasi e-Katalog dan e-Payment TA 2019 s.d. Semester I Tahun 2022. 

Dan Pemeriksaan DTT atas Belanja Modal Infrastruktur dengan Pembiayaan APBD dan/atau Pinjaman PEN TA 2021 s.d. Oktober 2022 pada Pemerintah Provinsi NTB.

BACA JUGA: Penyusunan RPD 2024-2026, Ada 7 Program Isu Strategis

Turut hadir bersama dalam kegiatan ini yaitu Wakil Ketua I DRPD NTB, Perwakilan Bupati dan Ketua DPRD Kabupaten Lombok Timur, Kabupaten Lombok Tengah, Kabupaten Bima dan Kabupaten Lombok Utara, Kepala BPK Perwakilan Provinsi NTB, serta seluruh stakeholder terkait. ***

 




Mengelola Sampah Dengan Digitalisasi, Bisa Dikembangkan di NTB

Ini baru dikenalkan, mengelola sampah cara digital, yang recananya akan dikembangkan ke seluruh NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah mendukung hadirnya ATM Sampah yang ditawarkan PT Mountrash Avatar Indonesia saat audiensi di ruang kerja Wagub, Rabu (21/12/22).

Menurut Wagub, sampah memang harus punya daya tarik untuk menghasilkan uang, dan harus konsisten terus menerus diupgrade.

BACA JUGA: Sertijab Kepala Perwakilan Ombudsman RI NTB

Wagub NTB mendukung cara mengelola bank sampah yang konvensional bisa didigitalisasi
ATM SAMPAH

“Kalau saya senang sekali, saya maunya tidak hanya sekedar demo saja tapi langsung bisa dimanfaatkan,” jelas Ummi Rohmi. 

Seperti yang diketahui, kendala juga muncul baik itu dari alat-alat, sistem dan penjualan yang tidak lancar, jadi koordinasi pun diminta untuk terus dilakukan. 

Harapannya sampai hilir dan ada garansi sampah akan terus menerus terbeli.

PT Mountrash Avatar Indonesia juga bergerak di bidang AKS atau aplikasi bank sampah. ATM sampah adalah dimana bank sampah dan massa beban sampahnya bisa dibuat lebih sederhana untuk kemudian dipilah sampahnya.

Cara menggunakan Dropbox ATM Bank Sampah ini pertama dengan men-download dan registrasi Aplikasi Mountrash, kedua Scan QR pada DropBOX dengan App Mountrash, dan terakhir Masukan botol plastik ke dalam DropBOX. 

Untuk jenis sampah yang ingin di masukkan telah tertera dalam aplikasi. 

Titik Nuraini selaku Founder dan Direktur Partnership juga menjelaskan, mereka selama ini ingin mengembangkan bank sampah yang konvensional bisa didigitalisasi.

“ATM sampah ini kita ingin kembangkan ke seluruh NTB, bank sampah yang saat ini masih tradisional harus menabung dengan buku tabungan sekarang bisa digitalisasi, di urus secara online,” kata Eni

Bank sampah yang ada di sekolah digunakan untuk pendidikan karakter, karena dilihat 75 persen orang indonesia tidak sadar akan kedisiplinan dalam kebersihan, jadi akan terukur berjenjang dari SD hingga SMA.

BACA JUGA: Gubernur NTB Terima Penghargaan Tokoh Moderasi Beragama

“Jadi semua akan terdata ibu, seandainya warga di NTB ini sudah berapa yang teredukasi dan pertumbuhan nya seperti apa dalam bulan pertama dan seterusnya, akan terlihat termasuk sampahnya”, tambahnya.

Harapan dari pihak Mounthrash dapat terjalin kerjasama untuk penanganan sampah di NTB karena dilihat sampah masih jadi masalah bersama, sehingga hadir memberikan solusi dengan cara era saat ini yaitu digitalisasi. ***




Provinsi NTB Dominasi Indonesian Migrant Worker Awards 2022

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah kesekian kalinya mengunjungi dan memberikan perhatian yang begitu besar kepada Provinsi NTB 

LOTIM.lombokjournal.com ~ Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah menyerahkan langsung piagam Penghargaan Pekerja Migran Indonesia atau Indonesian Migrant Worker Awards (IMWA) tahun 2022.kepada Gubernur NTB yang diwakili Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, I Gede Putu Aryadi, di Lombok Timur, NTB, Minggu (18/12/22). 

BACA JUGA: Hari Migran Internasional Diperingati di Lombok Timur

Sekda mengatakan, Menaker RI banyak memberi perhatian untuk Provinsi NTB
Sekda NTB mendampingi Menaker RI

Selain Provinsi NTB, Kabupaten Lombok Timur turut meraih penghargaan sebagai Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Daerah Asal Pekerja Migran Indonesia Terbaik dalam Layanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Satuan Tugas (Satgas) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

Kemudian Desa Peduli Pekerja Migran Indonesia diberikan kepada Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat.

Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada media cetak yang mendukung Program Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, yang diberikan kepada Suara NTB.

Penghargaan juga diberikan kepada Pekerja Migran Indonesia Purna Penempatan Berprestasi, yakni Asmuni asal Lombok Barat yang telah sukses mendirikan banyak cabang rumah makan Sukma Rasa. 

Penghargaan yang digelar oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI tersebut dimaksudkan untuk mengapresiasi dan memotivasi seluruh stakeholders penempatan PMI agar dapat berperan lebih baik. 

“Semoga dengan apresiasi ini Bapak/Ibu semua semakin bersemangat untuk selalu menebar kebaikan dan melakukan yang terbaik untuk pekerja migran kita,” kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah di Lombok Timur, NTB. 

Sementara itu Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah yang diwakili Sekretaris Daerah Provinsi NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si menyampaikan sangat bersyukur, NTB mampu bangkit dari berbagai ujian yang menerpa mulai dari gempa dan kemudian Covid-19. 

“Alhamdulillah berbagai kemajuan dan capaian di HUT ke 64 NTB, kami bersyukur dan berterima kasih kepada Ibu Menteri yang kesekian kalinya berkunjung dan memberikan perhatian yang begitu besar kepada Provinsi NTB,” ucap Miq Gite, sapaan Sekda NTB. 

BACA JUGA: NTB HUT ke 64, Mensyukuri Perjuangan Pemimpin Sebelumnya

Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker, Suhartono, menambahkan, IMWA tahun 2022 diberikan kepada 15 (lima belas) penerima dengan 12 (dua belas) kategori. 

“Indonesian Migrant Worker Awards diberikan kepada stakeholder dan perseorangan, sebagai apresiasi atas peran serta yang aktif dan komitmen yang tinggi dalam pelayanan penempatan dan pelindungan PMI,” kata Suhartono. ***

 

 

 




Industrialisasi UKM, Contoh Keberhasilan NTB Gemilang

Dalam Rapat Paripurna, Gubernur NTB paparkan kemajuan industrialisasi UKM yang menghasilkan produk-produk dengan standar yang baik

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sejumlah keberhasilan program unggulan Provinsi NTB dipaparkan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah bersama Wagub Siti Rohmi Jalillah selama 4 tahun memimpin Provinsi NTB.

Pemaparan keberhasilan program unggulan Provinsi NTB  itu disampaikan dalam Rapat Paripurna HUT ke-64 Provinsi NTB yang berlangsung di gedung DPRD NTB, Kamis (16/12/22). 

Program unggulan yang dimaksud adalah Industrialisasi, Posyandu Keluarga, Beasisiwa Luar Negeri, Desa Wisata, Zero Waste serta program unggulan lainnya.

BACA JUGA: Dirgahayu NTB ke 64, Makin Bersatu dan Maju

Gubernur NTB menyampaikan program unggulan Industrialisasi di NTB

“Pemerintah Provinsi NTB terus memacu program unggulan tersebut, karena hal tersebut menjadi cara pembuktian kami, untuk menguatkan komitmen membangun NTB yang progresif,” kata Gubernur Zul..

Di sektor Industrialisasi, jumlah IKM dan UKM terus tumbuh. Ia yakin dengan adanya industrialisasi UKM mampu menghasilkan produk-produk dengan standar yang baik untuk di sebar di pasar global. 

Data yang masuk dalam aplikasi Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) per 22 Nopember 2022 mencatat, UMKM berjumlah 278.811 unit, Unit Usaha dan Koperasi sebanyak 534 unit sehingga total KUMKM sebanyak 279.345 unit.

Lanjutnya, Program Unggulan Posyandu Keluarga yang telah dikembangkan menjadi pusat layanan kesehatan plus telah menjangkau hingga tingkat dusun, dengan menjangkau seluruh persoalan meliputi kesehatan, hingga sosial. 

Hingga bulan Oktober Tahun 2022, NTB tercatat memiliki 7.676 Posyandu yang telah 100% beralih menjadi Posyandu Keluarga.

“Progrevitas Posyandu Keluarga menghantarkan NTB mendapat banyak apresiasi salah satunya Anugerah Penghargaan STBM Award,” jelasnya.

Untuk Zero Waste, beragam inovasi serta regulasi untuk mewujudkan target bebas sampah 2023, Pemerintah Provinsi NTB telah lakukan, misalnya Eco Offiece, Eco School dan yang terbaru deklarasi dengan pra penyelenggara event memastikan untuk nol sampah di setiap event yang berlangsung. 

Selanjutnya terdapat 99 Desa Wisata, Doktor Zul menyebutkan terdapat 445 Desa Wisata yang telah siap mengelola potensi wisata masing-masing desa. 

Ia meyakini akan terus mengupayakan sektor kepariwisataan untuk menjadi lebih baik, baik dari segi infrastruktur, pemeberian bantuan sampai melakukan inovasi guna menciptakan desa wisata penyangga destinasi wisata Internasional.

Beasiswa 1000 cendikia telah mengirim anak-anak NTB ke luar negeri, sejak tahun 2019 hingga 2022 total awardee tercatat 4.470 orang. 

“Kami ingin mereka melihat dan belajar tentang masa dean global yang penuh dinamika dan berdaya saing, ini merupakan investasi SDM jangka panjang,” kata doktor Zul.

Bang Zul juga mengungkapkan sebagai ikhtiarnya dalam kebangkitan ekonomi tak hanya program unggulan yang turut serta namun event berskala internasional yang saling berkesinambungan.

“Moto GP, WSBK, MXGP, IATC, Iron Man, Shell Eco Marathon, Konvensi G20, World Muscle Tour and Sport Festival, hal ini sangat berdampak bagi ekonomi hingga melahirkan investasi baru di NTB,” terangnya.

Ia juga mengingatkan kembali beberapa prestasi dan event yang akan berlangsung di NTB  kedepannya yaitu meraih WTP ke-11 dari BPK RI serta PON ke-22 2028 bersama dengan Provinsi NTT.

Di akhir paparannya Gubernur mengucapkan terimakasih atas seluruh capaian yang didapat tak terlepas dari buah kerjasama anatar pemimpin dan masyarakat hingga dukungan penuh semua stakeholders pembangunan di daerah ini.

BACA JUGA: Sektor Pertanian, Tumpuan Harapan Perekonomian NTB

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi NTB Hj. Isvi Rupaidah menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB terhadap berbagai upaya yang sudah dilakukan dalam mengangkat derajat masyarakat dan nama baik NTB di kancah nasional maupun internasional.

“Berbagai prestasi yang sudah diraih tersebut menjadi pemicu semangat bagi kita semua untuk terus berikhtiar, berkarya, dan berprestasi, demi mewujudkan masyarakat NTB yang maju dan gemilang,”kata ketua DPRD.****

 

 




SMK Berpartisipasi Dalam Kebangkitan Industrialisasi NTB

Menghadiri “Expose SMK 2022” , Gubernur NTB memuji karena menyaksikan SMK berlomba-lomba menghasilkan karya inovasi

MATARAM.lombokjournal.com ~  Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sudah bisa membuat mesin-mesin yang berpartisipasi dan membangkitkan industrialisasi di NTB.

Gubernur NTB memuji SMK yang bisa menghasilkan mesin-mesin industri
Gubernur NTB didamping Kadis Dikbud

“Saya berkeliling NTB menyaksikan SMK kita berlomba-lomba memberikan hasil karya, inovasi baru,” ungkap Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, Kamis (08/12/22).

Hal itu dikatakannya saar memberikan sambutan pada kegiatan “Expose SMK 2022” dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Nusa Tenggara Barat yang ke-64 di Lombok Epicentrum Mall.

BACA JUGA: NTB Masuk Lumbung Pangan Nasional, Ini Jasa Penyuluh

Tantangan baru pun kini diberikan oleh Gubernur kepada Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian, Kepala Bidang SMK, serta para guru untuk bisa mencetak lulusan-lulusan eKSPOSE smkterbaik hingga mampu memegang serta memiliki perusahaan.

Dengan demikian, SMK luar daerah akan datang untuk belajar ke NTB.

“Jika ini terjadi, maka kita membawa perubahan yang luar biasa di tengah masyarakat kita. Karena bukan hanya seribu  bahkan puluhan ribu usahawan baru dihasilkan tiap tahunnya. Kalau semua lulusan SMK bisa jadi pengusaha, maka kita akan menuntaskan kemiskinan. Sehingga NTB walaupun provinsi kita kecil, cita-cita kita sangat besar untuk meletakkan dunia dalam genggaman kita,” harapnya.

NTB Mall juga diharapkan bisa menjadi outlet-outlet output SMK sehingga produk-produk SMK bisa dilihat oleh masyarakat luas seluruh Indonesia bahkan seluruh dunia.

Pandemi covid-19 telah memberikan pelajaran berharga untuk masyarakat NTB dalam terus belajar membangun industrialisasi. 

Kini provinsi yang kecil ini tidak hanya bisa membuat masker, tiang infus, tetapi rapid antigen, sepeda listrik dan apapun bisa diciptakan di NTB.

“Selamat buat SMK, selamat buat Expo ini adalah langkah awal kita untuk perjalanan ribuan miles dimasa yang akan datang. Bangga salut pada SMK,” tutup Bang Zul.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB, Aidy Furqan juga menjelaskan, kegiatan Expose SMK 2022 ini adalah sebagai wujud untuk menunjukkan, strategi belajar yang sudah dikembangkan dengan BJBL sejak tiga tahun lalu. 

Ini meripakan upaya mendukung industrialisasi dan mewujudkan visi misi NTB.

“Sebuah langkah berani kami lakukan sehingga anak-anak kita bersaing, sekolah-sekolah kita bisa menunjukkan hasil seperti yang bapak Gubernur saksikan beberapa tahun terkahir ini. Termasuk hari ini adalah expo yang kita laksanakan di tahun ke-3 dan wujud dari kerjasama kita dengan industri melalui strategi teaching factory yang sudah bapak presentasikan di Jakarta,” jelasnya.

Kegiatan ini diikuti sebanyak 78 SMK Negeri dan 5 SMK Swasta. Sinergi sekolah negeri dan swasta akan menampilkan 53 produk. 

Di antaranya ada olahan makanan, permesinan, komputer, batik busana, media tanam, bahan kecantikan, elektronika, brosur-brosur travel, kerajinan, jasa, souvernir, olahan bahan makanan ikan, olahan kimia, tanaman serta pupuk. 

Kegiatan ini juga dirangkaikan penandatanganan MOU dengan NTB Mall sebagai wujud hasil dari teaching factory sehingga produk-produk SMK nanti akan dipasarkan disana. Kegiatan ini juga di selenggarakan mulai hari ini hingga Sabtu. 

BACA JUGA: Wagub NTB: Tim Pendamping Desa Berkontribusi Bagi Pembangunan

Dan pada hari Sabtu nanti akan laksanakan senam bersama sepuluh ribu siswa dan guru dengan masing-masing mereka membawa sebiji telur, untuk kita sumbangkan kepada anak-anak stunting. ***

 




Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2022          

Peruntukan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau sesuai peraturan Menteri Keuangan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kesehatan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Saat kegiatan Gowes Cukai Gemilang bersama Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan pejabat lingkup Provinsi NTB, Kepala Bea Cukai Mataram, Kitty Kartika Eka Shanty menyinggung soal Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).                                                                                                      

Menurutnya, dana tersebut diperuntukan untuk kesejahteraan masyarakat dan kesehatan. 

BACA JUGA: Gowes Cukai Gemilang, Ini Pesan Gubernur NTB

Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBH CHT ditranfer ke Provinsi penghasil tembakau

Selama ini gerakan Gempur Rokok Ilegal di NTB yang dimotori Bea Cukai gencar dilakukan. Tujuannya meningkatkan DBHCT yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya dalam bidang kesehatan.

Gowes Cukai Gemilang itu juga mengambil tema “Cukai Hasil Tembakau Untuk Pembangunan Daerah”. 

Kitty Kartika Eka Shanty berpesan ke depan akan tetap melakukan kegiatan seperti ini guna mensosialisasikan gempur rokok ilegal di NTB. 

Apa itu DBHCT?

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 139/PMK.07 /2019 tentang Dana Bagi Hasil yang selanjutnya disingkat DBH adalah dana yang dialokasikan dalam APBN kepada Daerah. Alokasi itu berdasarkan persentase tertentu dari pendapatan negara untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.

Pengertian Cukai Hasil Tembakau merupakan pungutan yang dikenakan atas barang kena cukai berupa hasil tembakau yang meliputi sigaret, cerutu, rokok daun, tembakau iris dan hasil pengolahan tembakau lainnya.

Jadi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau disingkat DBH CHT adalah bagian dari Transfer ke Daerah yang dibagikan kepada provinsi penghasil cukai dan/atau provinsi penghasil tembakau untuk mewujudkan prinsip keadilan dan keseimbangan dalam pengelolaan APBN.

DBHCT Tahun 2022

Jumlah alokasi DBHCHT selalu diperbarui mengikuti kontribusi produksi tembakau atau hasil tembakau pada tahun sebelumnya. 

Pada tahun 2022 DBHCHT diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 2/PMK.07/2022 tentang Rincian Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Menurut Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota Tahun Anggaran 2022.

Berdasarkan peraturan tersebut alokasi DBHCHT untuk tahun 2022 adalah sebesar Rp3.870.600.000.000,00 (tiga triliun delapan ratus tujuh puluh miliar enam ratus juta rupiah) yang dibagikan kepada 25 provinsi penghasil cukai dan/atau penghasil tembakau.

Selain besaran DBHCHT, perlu diatur pula tata cara pemanfaatan DBHCHT tersebut. Terbaru, ketentuan mengenai penggunaan, pemantauan, dan evaluasi DBHCHT diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan nomor 215/PMK.07/2021 dengan pokok pengaturan sebagai berikut:

  1. 40 persen untuk Kesehatan
  2. 50 persen untuk Kesejahteraan Masyarakat, yang rinciannya:
    30 persen Peningkatan Kualitas Bahan Baku, Peningkatan Keterampilan Kerja dan Pembinaan Industri
    20 persenPemberian Bantuan
  3. 10 persen untuk Penegakan Hukum

Pemerintah Daerah mempunyai wewenang dalam mengelola dan memanfaatkan DBHCT

Penggunaan DBH CHT diatur melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 222/PMK.07/2017 tentang Penggunaan, Pemantauan dan Evaluasi DBH CHT. Penggunaan tersebut untuk 5 program sesuai UU nomor 39 tahun 2007. 

Dalam PMK 222/PMK.07/2017 secara detail diatur penggunaan DBH CHT minimal 50 persen untuk bidang kesehatan yang mendukung program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Dukungan JKN dalam DBH CHT diarahkan pada sisi supply side yang dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) di daerah sebagai unit layanan kesehatan terdepan dalam Program JKN. 

BACA JUGA: Piala Dunia FIFA, Inilah Sejarah Turnamen Sepak Bola Itu

Kegiatan bidang kesehatan meliputi:

  • kegiatan pelayanan kesehatan baik kegiatan promotif/preventif maupun kuratif/rehabilitatif;
  • penyediaan/peningkatan/pemeliharaan sarana/prasarana Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan (dengan prioritas pada fasilitas kesehatan tingkat pertama);
  • pelatihan tenaga administratif dan/atau tenaga kesehatan pada Fasilitas Kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan;
  • pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah atau/atau pembayaran Iuran Jaminan Kesehatan pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja

Disamping itu, diamanatkan pula untuk melakukan monitoring dan evaluasi penggunaan DBH CHT dengan mekanisme sebagai berikut :

  1. Pemerintah daerah menyampaikan laporan realisasi penggunaan DBH CHT per semester kepada DJPK yang selanjutnya dilakukan monitoring dan evaluasi untuk memastikan terpenuhinya batas minimal alokasi DBH CHT untuk mendukung JKN dan penggunaan DBH CHT sesuai ketentuan.
  2. Bilamana tidak terpenuhinya ketentuan tersebut dapat dikenai sanksi berupa penundaan, penghentian atau pemotongan penyaluran.***

 

 




Gowes Cukai Gemilang, Ini Pesan Gubernur NTB

Harus fleksibel, lentur dan jangan galak-galak pada pengusaha rokok ilegal, kata Gubernur NTB saat mengikuti Gowes Cukai Gemilang

MATARAM.lombokjournal.com ~ Berbagai kegiatan jelang Hari Ulang Tahun Provinsi NTB yang ke-64 gencar digelar, salah satunya adalah Gowes Cukai Gemilang yang diinisisai oleh Bappeda Provinsi NTB dan Perwakilan Bea Cukai Mataram di Lapangan Bumi Gora, Mataram, Jumat (02/12/22).

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan pesan, Gempur Rokok Ilegal bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan. 

BACA JUGA: NTB Tuan Rumah Berbagai Event Internasional 

Gubernur NTB usai melakukan kegiatan Gowes cukai gemilang

Namun ia meyakini semua hal butuh proses dan apa yang dilakukan hari ini adalah sebuah proses. 

Ia menjelaskan, dalam dunia Industrialisasi, proses ilegal adalah sebuah proses dan merupakan langkah awal inovasi di negara berkembang seperti Indonesia.

Ia berharap agar para stakeholders terkait dalam hal gempur rokok ilegal ini untuk membimbing pengusaha-pengusaha rokok lokal ilegal untuk menjadi legal.

“Harus fleksibel, lentur dan jangan galak-galak. Saya pesan untuk teman-teman ini untuk dibimbing dan didampingi agar nanti menjadi legal,” ujarnya.

Di akhir sambutannya Bang Zul panggilan akrabnya, mengucapkan selamat terhadap berlangsungnya serta suksesnya kegiatan Gowes Cukai Gemilang.

“Tetap jaga kekompakan, saya yakin dengan kolaborasi dan sinergi tidak ada yang tidak bisa kita lakukan di NTB ini,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Bea Cukai Mataram, Kitty Kartika Eka Shanty, menjelaskan DBHCT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau) diperuntukan untuk kesejahteraan masyarakat dan kesehatan. 

Ia berpesan ke depan akan tetap melakukan kegiatan seperti ini guna mensosialisasikan gempur rokok ilegal di NTB.

Gowes Cukai Gemilang mengambil tema “Cukai Hasil Tembakau Untuk Pembangunan Daerah”. 

BACA JUGA: Pacuan Kuda untuk Pertahankan Kearifan Lokal

Turut hadir dalam kegiatan Gowes Cukai Gemilang, Sekretaris Daerah NTB, Forkopimda, perwakilan kepala perangkat daerah, para asisten Gubernur dan perwakilan Kantor Bea Cukai Mataram. ***

 




Penyelesaian Aset Gili Trawangan, NTB Jadi Role Mode

Keberhasilan Pemprov NTB dalam Penyelesaian kasus tersebut tak lepas berkat pendampingan KPK dan Satgas Investasi Nasional

BALI.lombokjournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai role mode terkait masalah penyelesaian Aset bagi daerah lainnya di Indonesia. 

Penyelesaian kasus aset di Gili Trawangan dinilai sukses, dan mengantarkan Pemerintah Provinsi NTB meraih gelar praktik terbaik (best practice) yang diberikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

BACA JUGA: Aset Masyarakat Gili Trawangan ada Titik Terang

NTB jadi role mode penyelesaian kasus aset khususnya di Gili Trawangan

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mengungkapkan itu saat diundang sebagai pembicara dalam rangkaian acara Road To Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2022 Wilayah Direktorat V Kedeputian Koordinasi dan Supervisi KPK RI, di Balai Budaya Giri Nata Mandala Puspem, Badung Bali, Jumat (25/11/22). 

“Alhamdulillah NTB terpilih sebagai provinsi yang mampu menyelamatkan aset negara Trilyunan di Gili Trawangan,” tutur Bang Zul sapaan Gubernur NTB. 

Bang Zul menjelaskan, keberhasilan Pemprov NTB dalam menyelesaikan kasus tersebut tak lepas berkat pendampingan yang dilakukan oleh KPK dan Satgas Investasi Nasional. 

“Terima Kasih atas pendampingan dari KPK dan Satgas Investasi Nasional sehingga benang kusut tersebut bisa terurai,” ucap Bang Zul. 

Gili Trawangan sendiri merupakan salah satu objek wisata unggulan yang berada di Lombok Utara dengan luas 3.400.000 m2. 

BACA JUGA: KPK Meninjau Aset Pemprov NTB di Gili Trawangan

Di atas lahan tersebut Pemprov NTB memiliki hak pengelolaan lahan nomor: 1 tahun 1993, seluas 750.000 m2. ***

 

 




Eksternalitas dalam Penyelenggaraan Event Internasional

Gubernur NTB sering menyampaikan eksternalitas positif yang mengiringi penyelenggaraan event internasional 

lombokjournal.com ~ Dalam beberapa kesempatan, Gubernur NTB Zulkieflimansyah sering mengungkapkan ‘eksternalitas positif’ yang diperoleh NTB terkait penyelenggaraan event internasional.

Misalnya, saat memaparkan inovasi unggulan daerah Gubernur NTB menyebut event World Superbike atau MotoGP berdampak positif bagi kemajuan pembangunan. 

BACA JUGA: Inovasi Unggulan Daerah Dipaparkan di Kemendagri 

Seiring penyelenggaraan event internasional itu maka dikembangkan jalan bypass Bizam-Mandalika, pengembangan Bandara Internasional, pengembangan RSUP berstandar internasional.

Demikian juga dengan penyelenggaraan MXGP Samota, Sumbawa, banyak perubahan dan perbaikan di lakukan, seperti Rumah sakit, bandara, pelabuhan, listrik, telemomunikasi, jalan, perhotelan, homestay, sentra UKM, pusat kuliner, EO dan lain-lain diperbaiki dan berubah menjadi menjadi lebih baik.

Apa yang disebut Gubernur Zulkieflimansyah dengan Eksternalitas (externality) adalah biaya atau manfaat dari kegiatan ekonomi yang dialami oleh pihak ketiga yang tidak terkait dengan aktivitas tersebut. 

Biaya atau manfaat eksternal tidak tercermin dalam biaya akhir atau manfaat barang atau jasa yang dihasilkan.

Dua jenis eksternalitas adalah eksternalitas negatif dan eksternalitas positif. Negatif berarti yang memunculkan biaya, sedangkan positif memberikan manfaat.

Manfaat eksternal adalah efek positif aktivitas ekonomi terhadap pihak lain yang tidak terlibat langsung. Misalnya, petani lebah yang mendapat manfaat dari petani buah yang ada di sekitarnya (lebah madu dapat dengan mudah memetik sari dari pohon buah) tanpa harus membayarnya.

Eksternalitas muncul juga karena penegakan hak properti yang tidak jelas. Untuk beberapa barang seperti tanah, bangunan dan uang, penegakan hak kepemilikan adalah mudah.

Tapi, itu tidak untuk yang lainnya seperti udara dan air. Air dan udara mengalir bebas melintasi batas kepemilikan pribadi. Itu membuat jauh lebih sulit untuk menetapkan kepemilikan.

Secara umum, eksternalitas terbagi ke dalam dua kelompok:

  1. Eksternalitas negatif
  2. Eksternalitas positif

Eksternalitas negatif

Eksternalitas negatif mewakili konsekuensi negatif dari aktivitas ekonomi (konsumsi atau produksi) ke pihak ketiga yang tidak terkait. Beberapa eksternalitas negatif sangat berbahaya seperti limbah, polusi dan pencemaran lingkungan.

Beberapa contoh eksternalitas negatif:

  • Polusi udara akibat asap kendaraan bermotor atau pabrik yang menggunakan bahan bakar fosil.
  • Polusi air, misalnya, akibat tumpahan minyak kapal tanker. Polusi semacam ini dapat menghancurkan ekosistem di laut dan mempengaruhi orang-orang yang tinggal di daerah pesisir.
  • Polusi suara, misalnya, akibat kebisingan pesawat. Masyarakat yang tinggal di dekat bandara besar.
  • Merokok menghasilkan efek negatif tidak hanya bagi perokok tetapi tetapi juga bagi kesehatan orang lain di sekitar perokok (perokok pasif).

Eksternalitas positif

Sebaliknya, eksternalitas positif merupakan manfaat dari kegiatan ekonomi bagi pihak ketiga yang tidak terlibat. 

Beberapa contoh eksternalitas positif, baik yang terkait dengan produksi dan konsumsi, misalnya pembangunan infrastruktur. Pembangunan jalan dan jaringan transportasi lainnya bermanfaat bagi mobilitas barang dan orang.

Manfaat pihak lain yang tak langsung terlibat, yaitu agen real estat yang juga mendapatkan keuntungan. Harga real estat naik karena pembangunan membuat aksesibilitas yang lebih baik. Agen real estate memperoleh komisi yang lebih tinggi.

Demikian juga kegiatan Vaksinasi, manfaat tidak hanya bagi orang yang divaksinasi tetapi juga orang lain karena risiko penularan menurun.

Demikian juga dalam kegiatan riset dan pengembangan. Perusahaan yang menemukan teknologi baru sebagai hasil dari kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D) menciptakan manfaat yang membantu masyarakat secara keseluruhan. 

Penelitian semikonduktor misalnya, tidak hanya bermanfaat bagi produsen semikonduktor, tetapi juga bagi industri telekomunikasi modern, stereo dan perangkat komputer

BACA JUGA: Jangan Ada Kekerasan Fisik dan Verbal Kepada Anak

Solusi untuk eksternalitas

Para ekonom dan pembuat kebijakan mengajukan beberapa opsi untuk mengurangi eksternalitas khususnya eksternalitas negatif. Beberapa di antaranya solusi untuk eksternalitas adalah:

  • Penegakan hak kepemilikan properti
  • Pajak
  • Peraturan
  • Subsidi

Contohnya bagi pabrik kendaraan bermotor atau pabrik yang menggunakan bahan bakar fosil yang menimbulkan polusi udara akibat asap. Pemerintah membuat peraturan batas maksimum polusi karbondioksida atau limbah. Pemerintah mengenakan sanksi pajak yang tinggi bagi produsen yang membuang limbah berbahaya. 

Atau sebaliknya, pemerintah memberikan subsidi kepada perusahaan yang menggunakan bahan bakar ramah lingkungan. ***

 




Inovasi Unggulan Daerah NTB Dipaparkan di Kemendagri 

Gubernur NTB memaparkan inovasi unggulan daerah, seperti NTB Care, NTB Mall, Mahadesa dan JPS Gemilang

JAKARTA.lombokjournal.com ~ Inovasi unggulan daerah NTB dipaparkan di Ruang Sidang Utama Gedung A  Kemendagri, Jakarta, Senin (21/11/22).

Pemaparan itu disampaikan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah sebagai nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) Tahun 2022 pada klaster Provinsi,

BACA JUGA: Masyarakat NTB Dimbau untuk Konsumsi Ikan

Gubernur NTB memaparkan inovasi layanan masyarakat NTB Care, NTB Mall, Mahadesa, JPS Gemilang
Gubernur Zulkieflimansyah

Pemaparan itu disampaikan di hadapan Tim Juri yang berasal dari Kementerian Lembaga, Universitas, LSM, dan perwakilan media, Bang Zul Gubernur NTB memaparkan sejumlah inovasi yang menjadi unggulan daerah. 

Selain NTB, 6 provinsi lain yang terpilih sebagai nominator IGA 2022 adalah Sumatera Selatan, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat dan  Jawa Barat dan Provinsi Bali.

Inovasi unggulan daerah yang dipaparkan Gubernur NTB di antaranya inovasi layanan masyarakat NTB Care, NTB Mall, Mahadesa, JPS Gemilang sebagai solusi kebangkitan ekonomi di masa pandemi. 

Juga inovasi OPD dengan kehadiran Brida (STP yang diperluas), Inovasi SMK menjadi Blud SMK dan Teaching Factory untuk mengakselerasi industrialisasi, inovasi industri permesinan, alat transportasi dan EBT melalui STP serta Lombok Sumbawa Fair sebagai bagian dari dampak gelaran event internasional WSBK 2022.

Semua produk NTB

Bang Zul memaparkan terkait externalitas positif event internasional di NTB. 

Gelaran event-event internasional itu berdampak positif bagi kemajuan pembangunan. Seperrti hadirnya jalan bypass Bizam-Mandalika, pengembangan Bandara Internasional, pengembangan RSUP berstandar internasional dan Lombok Sumbawa fair standar internasional.

“Di WSBK kemarin yang memenuhi lapangan internasional Mandalika bukan lagi produk dari Jawa Barat, dari China dan lain sebagainya. Semua dari provinsi kami,” tutur Bang Zul.

Bang Zul juga memaparkan tentang keberanian NTB untuk terus melakukan inovasi-inovasi di antaranya inovasi industrialisasi. 

BACA JUGA: Jangan Ada Kekerasan Fisik dan Verbal Kepada Anak

Seperti Sate Rembiga yang sekarang sudah dibungkus dengan kemasan, Ayam Taliwang yang sudah dikalengkan, hingga membuat alat rapid antigen.

“Kami ada berkah dengan hadirnya Covid. Ketika provinsi lain memilih ngasih bantuan berupa uang tunai, NTB dengan berani tidak memberikan uang tetapi memberikan komoditas lokal pada masyarakat. Masyarakat tidak bisa nolak karena pemberian. Jadi masker kami buat sendiri serbat jahe buat sendiri, teh kelor, kopi, gula aren, beras, garam, ikan kering, minyak kelapa semua kami bikin sendiri,” ungkap Bang Zul.

NTB Mall dan Mahadesa juga menjadi fokus paparan Bang Zul. NTB Mall hadir untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM yang dibuat masyarakat lokal melalui digital marketing. 

Inovasi NTB Mall telah membantu para pelaku UMKM untuk memasarkan produknya di lapak digital. 

Sedangkan Mahadesa adalah outlet BUMD-BUMD yang menampung produk-produk lokal yang siap memasuki pasar dan diintervensi pemerintah.

Inovasi di bidang permesinan juga disampaikan Bang Zul, Produk yang disampaikan diantaranya Sepeda listrik yang memaknai NTB sebagai green tourism, dokar listrik dan mesin-mesin indutri pertanian. 

BACA JUGA: Petilasan dan Artefak di Batu Kumbung, Lombok Barat

“Permesinan ini kita bikin sendiri, mungkin kualitasnya tidak sebagus yang dari China, harganya kadang lebih mahal tapi ada “cost of learning,” dan semua bantuan petani kita semua menggunakan mesin-mesin lokal,” tutur Bang Zul menutup presentasi.***