Nilai Ekspor NTB bulan Desember 2022 Meningkat Tajam

Peningkatan nilai ekspor NTB disumbang oleh kelompok Barang Galian/Tambang Non Migas sebesar US$ 219.772.116 

MATARAM.lombokjournal.com ~  Total ekspor hingga Desember 2022, terdiri dari total ekspor tambang sebesar 284.67 persen, dan untuk total ekspor non tambang sebesar 836,79 persen.

Dengan demikian perkembangan ekspor Provinsi NTB mengalami peningkatan, pada bulan Desember 2022 sebesar US$ 232.322.051, meningkat tajam sebesar 297,32 persen.

Hal itu disampaikan Pers Rilis BPS yang disampaikan Plh. Kepala BPS Provinsi NTB, Mohammad Junaedi di kantor BPS NTB, Senin (16/01/23).

BACA JUGA: Kemiskinan di NTB Menurun 0,01 persen, pada September 2022

Jika dilihat dari kelompok komoditas dan negara tujuannya, komoditas tertinggi disumbang oleh kelompok Barang Galian/Tambang Non Migas sebesar US$ 219.772.116 atau sebesar 94.50 persen. Negara tujuan adalah Korea Selatan, Jepang, Cina dan Filipina. 

Kemudian disusul kelompok gandum-ganduman sebesar US$ 9.440.025 atau sebesar 4.06 persen dengan negara tujuan Filipina dan Vietnam. 

Selanjutnya kelompok perhiasan/permata sebesar US $ 1.371.434 atau sebesar 0.59 persen. Negara tujuan Jepang, Hongkong, dan lain lain. 

Kelompok Buah-buahan sebesar US$ 1.001.268 atau 0.43 persen negara Vietnam. Disusul kembali kelompok biji-bijian berminyak sebesar US$ 328.368 atau 0.14 persen ke Cina. Kelompok Garam, Belerang dan Kapur sebesar US$ 283.285 atau 0.12 persen dengan negara tujuan Cina, Vietnam, dan lain lain. 

Terakhir GAB komoditas lainnya sebesar US$ 125.555 atau 0.05 persen ke berbagai negara.

Perkembangan ekspor dari bulan ke bulannya terpantau secara konsisten untuk ekspor tambang di tahun 2022 relatif lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Bersama Menteri KLH Gelar Rapat Terbatas

Sementara untuk non tambang ada perbedaan walau tidak konsisten. ***

 




Menyelamatkan Sumber Pangan di Masa Depan

HBK konsisten dorong terwujudnya food estate di NTB, untuk menyelamatkan sumber pangan di masa depan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Politisi Partai Gerindra anggota DPR RI Dapil NTB 2/P. Lombok, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) menegaskan, food estate merupakan jalan terbaik menyelamatkan sumber pangan di masa depan.

HBK sangat konsisten dalam mendorong perwujudan program Food Estate di NTB.

HBK berharap, Pemda menyelamatkan ketahanan pangan dengan mengembangkan Food Estate secara masive dan konsepsional

“Pemerintah daerah memang harus terus didorong untuk mulai mempertimbangkan gagasan mengembangkan Food Estate secara masive dan konsepsional. Apalagi di tengah terus terjadinya alih fungsi lahan pertanian yang mulai menghawatirkan,” kata HBK, Minggu 15 Januari 2023. 

BACA JUGA: Keberadaan UPTD akan Maksimalkan Potensi Gili

Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini memang dikenal sangat memperhatikan keberlanjutan sektor pertanian di Provinsi NTB. 

Ia melakukan banyak terobosan setelah dilantik menjadi anggota DPR RI untuk membantu para petani di Pulau Seribu Masjid.

HBK dengan intens mengirimkan paket bantuan berupa traktor, pompa air, bibit tanaman, hingga pupuk untuk para petani yang berada di lima Kab/Kota di P. Lombok. 

Selain itu tercatat sebagai tokoh yang kini berdiri di garis depan mewujudkan pembangunan DAM Mujur yang sudah diimpikan masyarakat Lombok Tengah selama empat dekade terakhir.

Hanya saja, kata HBK, berbagai program bantuan sektor pertanian yang diinisiasinya tersebut, tetaplah bukan solusi permanen. 

Karena itu, Food Estate atau program lumbung pangan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk ketahanan dan kemandirian pangan.

“Saya membayangkan apabila DAM Mujur ini berhasil dibangun, ada enam ribu hektar lebih lahan pertanian bisa panen tiga kali dalam setahun. Kemudian ada sekitar enam ratus hektar lahan diseputaran DAM, yang value atau nilainya akan meningkat hingga seribu persen dalam kurun waktu tiga sampai lima tahun setelah DAM selesai dibangun. Lihat saja tanah disekitaran DAM Meninting sekarang, tidak ada lagi tanah dengan harga lima belas juta rupiah per are. Artinya, akan ada kenaikan penghasilan serta nilai aset milik petani yang signifikan,” katanya penuh optimisme.

Ia juga menegaskan, laju degradasi lahan pertanian yang tinggi memang harus membuat para pemangku kepentingan patut risau. 

Bahkan, laju alih fungsi lahan pertanian tersebut, pada saat ini telah menjadi perhatian utama Negara. Mengingat tiap tahun bisa mencapai lebih dari 150.000 hektare.

“Posisi NTB saat ini, masih menjadi salah satu daerah lumbung pangan nasional. Tapi, kalau laju alih fungsi lahan ini tidak terkelola dengan baik, tentu ini akan sangat mengkhawatirkan,” imbuh HBK.

Tiap tahun di NTB, puluhan ribu lahan pertanian produktif beralih fungsi menjadi lahan non pertanian. Data Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB merinci, alih fungsi lahan tersebut di tiap Kab/Kota terus meningkat dari tahun ke tahun. 

Di P. Lombok, wilayah tertinggi alih fungsi lahan terjadi di Kota Mataram, yang bisa mencapai 638,10 Ha per tahun. Jumlah tersebut secara angka memang dibilang kecil. 

BACA JUGA: Aksi HBK untuk ‘Pasukan Jalanan’, Bagi-bagi Sembako di Mataram

Namun, dari sisi persentase luas lahan pertanian di Kota Mataram, jumlah tersebut menjadi tertinggi. Di Kab. Lombok Barat, alih fungsi lahan tercatat mencapai 1.624,80 Ha, Kab. Lombok Tengah 3.118,59 Ha, Kab. Lombok Utara 5.061,50 Ha dan Kab. Lombok Timur 6.891,20 Ha.

Sementara di P. Sumbawa, di Kab. Sumbawa, alih fungsi lahan tiap tahun mencapai 3.794,30 Ha, Kab. Bima 2.958,50 Ha, Kab. Dompu 1.668,40 Ha, Kab. Sumbawa Barat dan Kota Bima masing-masing seluas 607,60 Ha dan 395,10 Ha.

“NTB butuh program food estate untuk ekstensifikasi dan intensifikasi sektor pertanian berkelanjutan. Program food estate ini dinilai banyak pihak akan mampu memenuhi kebutuhan pangan kita di masa depan,” tandasnya.

Menurutnya, food rstate tentu tidak melulu tentang membuka lahan baru untuk sektor pertanian sebagai langkah ekstensifikasi perluasan lahan. 

Namun, juga bagaimana menjadikan lahan pertanian yang sudah ada saat ini terjaga, dan produktivitasnya meningkat sebagai langkah intensifikasi.

Selain itu, program food estate tidak melulu tentang lahan pertanian yang harus ditanami padi. Namun, tanaman harus disesuaikan dengan karakteristik lahan yang tersedia. 

Dengan begitu, lahan yang cocok ditanami singkong atau ubi, maka akan ditanami dengan singkong atau ubi, dan tidak dipaksakan harus ditanami padi. Sehingga pada saat yang sama, program diversifikasi pangan juga bisa terus digalakkan.

Karena itu, HBK pun mengapresiasi jika pemerintah daerah kini sudah mulai menyiapkan sejumlah pilot project program Food Estate di NTB. Seperti yang terjadi di Labangka, Sumbawa, disana sudah disiapkan lahan sedikitnya 100 Ha untuk tanaman pangan.

“Sekarang saatnya kita untuk bergandengan tangan, agar pilot-pilot project food estate tersebut bisa diperluas di banyak daerah di NTB ini,” kata HBK.

Komitmen HBK tentang pentingnya menggalakkan program food estate ini, sejalan dengan pandangan Prof. Edi Santosa, Guru Besar Pertanian, alumnus University of Tokyo yang menegaskan, tingginya lahan pertanian di Indonesia yang berubah peruntukannya menjadi lahan non pertanian seperti infrastruktur jalan, pabrik, dan rumah tinggal, akan berpotensi menimbulkan krisis ketersediaan pangan di dalam negeri. 

Namun, dengan kehadiran program food estate dari pemerintah, kekhawatiran akan krisis pangan tersebut diharapkan tak akan pernah terjadi.

“Dengan adanya food estate ini, hingga (tahun) 2045 nanti, lahan (pertanian) yang bertambah bisa mencapai satu juta Ha” ujarnya.

BACA JUGA: Solusi Permanen Atasi Kekeringan Kesulitan Air Bersih

HBK mengatakan, untuk menyelamatkan sumber pangan di masa depan harus dikembangkan food estate

Ditegaskan, food estate adalah cara khas dan inovasi baru pencapaian kemandirian, ketahanan, dan kedaulatan pangan bagi seluruh masyarakat di Indonesia. 

Agar food estate bisa berjalan sesuai rencana, maka kata Prof Edi, dibutuhkan konsistensi, teknologi, infrastruktur, mentalitas,  dan sumber daya manusia yang memadai.

“Anak-anak muda dari daerah (tempat food estate diterapkan), bisa menjadi pioneer-pioneer untuk masa depan. Kita bisa membuat sekolah khusus, mungkin hanya enam bulan saja, untuk diajari soal food estate ini,” katanya.

Di sisi lain, HBK berharap, program food estate akan tetap berjalan sesuai program yang sudah dicanangkan, terlepas dari apapun hasil Pemilu tahun 2024 nanti.

“Sebaiknya waktu berkompetisi dibatasi enam atau delapan bulan saja, setelahnya, semua pemangku kepentingan harus mampu bahu membahu,  bekerja sama meningkatkan kesejahteraan rakyat, yang salah satunya melalui program Food Estate ini,” kataHBK.(*)

 

 




BAKN DPR RI Cari Masukan Pengelolaan Cukai Hasil Tembakau

Kunjungan kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara atau BAKN DPR RI  ke NTB mendapat penjelasan produksi dan komoditi tembakau

MATARAM.lombokjournal.com ~ Sekretaris Daerah Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi mewakili Wakil Gubernur NTB, menerima kunjungan kerja Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Kamis (12/01/23).

Pada kesempatan ITU, Miq Gita sapaan akrabnya mengatakan, Provinsi NTB merupakan salah satu produsen utama tembakau di Indonesia. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santorng, Selesai dalam 10 Bulan

Kunker BAKN DPR RI untuk mencari masukan terkait pengelolaan cukai tembakau

Produksi NTB 87 persen dari total produksi tembakau Virginia, yang memiliki daun yang lebih lebar dan besar dibandingkan varietas tembakau lokal. 

“Komoditi tembakau adalah salah satu komoditi perkebunan yang tidak dipacu luas areal pengembangannya. Tiap tahun diselaraskan dengan jumlah permintaan perusahaan dan kondisi pasar nasional dan internasional, agar tidak terjadi over produksi dan menumpuk di gudang perusahaan,” tuturnya.

Luas potensi pengembangan untuk tembakau di Provinsi NTB sebesar 59.083 Hektar, dan dimanfaatkan sekitar 40-50 persen,dengan kisaran luas tanam 30.000 s.d. 35.0000 Hektar per tahun.

Gambaran jumlah produksi hasil tembakau di NTB sebagai berikut:

  • Tembakau Rakyat sebanyak 11.377 ton produksi dengan 16.292 petani pada Tahun 2019, 
  • 13.140 ton produksi dengan 17.218 petani pada Tahun 2020, 
  • 14.880 ton produksi dengan 17.218 petani pada Tahun 2021,
  •  dan 14.749 ton produksi dengan 19.528 petani estimasi pada Tahun 2022.

Kemudian terkait produksi tembakau Virginia:

  • Sebanyak 51.381 ton produksi dengan 34.048 petani pada Tahun 2019, 
  • 43.923 ton produksi dengan 27.162 petani pada Tahun 2020, 
  • 37.751 ton produksi dengan 27.162 petani pada Tahun 2021, 
  • dan 40.963 ton produksi dengan 30.644 petani estimasi pada Tahun 2022.

Rata-rata harga jual petani ada dua mekanisme pasar yang berlaku, yaitu: 

  • untuk tembakau ranjangan, harga jual petani kepada tengkulak (pengumpul) sesuai dengan mekanisme harga pasar yang berlaku dan grade/mutu dengan kisaran harga Rp 50.000 s.d. Rp 130.000. 
  • Sedangkan untuk tembakau virginia krosok, untuk petani binaan maka produksi ditampung langsung oleh perusahaan mitranya dengan harga sesuai grade/mutu kisaran Rp 5.000 s.d Rp 45.000 per kg.

Pemprov NTB melakukan upaya meningkatkan dan mengembangkan industri tembakau untuk mendukung pembangunan di Wilayah NTB.

Salah satunya dengan membangun Sentra Kawasan Industri Hasil Tembakau yang progress pembangunannya akan selesai pertengahan bulan Januari ini.

BACA JUGA: Penenun NTB Wajib Mengikuti Tren Fashion

“Kami juga akan berkolaborasi dengan kabupaten, OPD di Provinsi, serta stakeholder terkait untuk memperbanyak SIHT (Sentra Industri Hasil Tembakau) dengan skala yang lebih kecil agar dapat menciptakan pasar yang lebih banyak, meningkatkan pendapatannya serta memperluas lapangan kerja bagi buruh tani tembakau sekaligus menekan peredaran rokok ilegal,” jelas Sekda.

Dari segi pengawasan, Pemprov NTB juga melakukan upaya untuk mengatasi peredaran rokok ilegal, dengan melaksanakan berbagai sosialisasi tentang rokok ilegal yang dilekati dengan pita cukai palsu kepada masyarakat, pedagang dan pemangku kepentingan. Kemudian melakukan pengumpuan informasi tentang lokasi peredaran cukai ilegal dengan melakukan pemberantasan peredaran rokok ilegal oleh Satpol PP setempat.

BAKN DPR RI yang diwakili oleh anggota dari berbagai fraksi menyampaikan, kunker ini bertujuan untuk  meminta masukan dari Pemprov NTB terkait pengelolaan cukai hasil tembakau.

Ini untuk mendapatkan masukan dalam rangka mempersiapkan bahan penelaahan BAKN DPR RI terhadap permasalahan kepabeanan dan cukai khususnya cukai hasil tembakau di Indonesia.***

 

 




Pembangunan Teluk Santong Dibiayai Anggaran Rp 1,4 Triliun 

Gubernur NTB mengatakan, dimulainya pembangunan Teluk Santong di Sumbawa akan mendukung mobilitas distribusi hasil pertanian

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Anggaran Rp 1,4 triliun yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan investor, disiapkan untuk membangun pelabuhan Teluk Santong di Desa Teluk Santong, Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. 

Kepala Badan Pangan Nasional RI, Arief Prasetyo Adi didampingi Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah, melakukan peletakan batu pertama (ground breaking)  Rabu (11/01/23).

BACA JUGA: Pemprov NTB Menata Ulang, Bukan Penggusuran di Trawangan

Pembangunan Teluk Santor direncanakan rampung dalam 10 bulan

Pelabuhan yang dibangun di lahan seluas 300 hektar ini akan diupayakan percepatan pembangunan 

Arief Prasetyo Adi mengatakan, usai peletakan batu  pertama mengatakan, pelabuhan Teluk Santong diperkirakan rampung dalam 10 bulan ke depan. 

“Kita targetkan pembangunan pelabuhan ini selesai dalam waktu 10 bulan,” kata Arief, Rabu.

Pelabuhan Teluk Santong akan dibangun dengan dermaga berkapasitas besar sehingga dapat menampung kapal dengan ukuran dan muatan besar. 

Gubernur NTB, Zulkeflimansyah  yang mendampingi Arief Prasetyo Adi menimpali, pelabuhan Teluk Santong akan mendukung mobilitas distribusi hasil pertanian masyarakat Sumbawa. 

“Kita berharap, Teluk Santong dapat mengatasi persoalan harga komoditas pertanian dan peternakan masyarakat NTB, khususnya di Pulau Sumbawa,” kata Zulkieflimansyah. 

Sikatakan, potensi yang dimiliki Teluk Santong harus dimaksimalkan. 

“Ini langkah awal untuk Pulau Sumbawa yang lebih baik. Perjalanan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama,” ungkap Bang Zul sapaan Gubernur NTB. 

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah, dalam sambutannya mengatakan, Sumbawa memiliki potensi besar untuk dikembangkan karena itu harus didukung dengan infrastruktur yang efisien dan memadai.  

BACA JUGA: Lingkungan yang Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

“Kondisi Pelabuhan Badas yang ada saat ini tidak memungkinkan lagi untuk diperluas sehingga pembangunan pelabuhan Teluk Santong ini menjadi solusi yang sangat tepat dan dinanti oleh masyarakat Sumbawa,” katanya. 

Harapan Abdullah, pembangnan Teluk Santong bisa segera dirampungkan. Ini upaya yang dilakukan agar terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sumbawa. ***

 




Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong, Selesai dalam 10 Bulan

Kalau pembangunan pelabuhan Teluk Santong yang sudah direncanakan sejak tahun 2018 dimulai sekarang, akan selesai 10 bulan

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah mendampingi Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo, menghadiri Acara Ground Breaking Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong, Rabu (11/01/23).

Dalam kesempatan tetsebut, Bang Zul sapaan Gubernur berterimakasih kepada seluruh pihak yang terlibat. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong, Mulai Peletakan Batu Pertama

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menargetkan pembangunan Pelabuhan Teluk Santong akan selesai dalam waktu 10 bulan.

Baik Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten, serta investor yang telah membantu mewujudkan pembangunan pelabuhan Santong yang nantinya akan berperan signifikan dalam mendistribusikan produk pertanian dan perternakan di Pulau Sumbawa.

Pemerintah Provinsi NTB, dikatakan Gubernur akan mendukung dan memberikan bantuan terbaik demi kelancaran pembangunan infrastruktur demi kesejahteraan masyarakat. 

“Adanya satu pelabuhan untuk kelancaran aktifitas produk-produk pertanian kita akan membuat kesejahteraan lebih dekat kepada masyarakat. Sekali lagi terima kasih,” ungkap Bang Zul. 

Gubernur Bang Zul juga menyampaikan harapannya, agar pembangunan Pelabuhan Santong dilaksanakan dalam waktu yang tidak terlalu lama. 

Karena pembangunan Pelabuhan Teluk Santong sendiri telah direncanakan sejak tahun 2018 yang lalu. 

Sementara itu, Kepala Bapanas, Arief Prasetyo menargetkan pembangunan Pelabuhan Teluk Santong akan selesai dalam waktu 10 bulan. 

Ia akan mengupayakan berbagai hal demi percepatan pembangunan

“Kalau bisa dimulai sekarang maka bisa tuntas 10 atau 12 bulan ke depan,” ujarnya. 

Selain itu, Arif menyebutkan akan memastikan harga jagung yang merupakan komoditi pertanian terbanyak di Pulau Sumbawa tidak turun.

“Dan  kapal yang nyandar nanti itu berkapasitas 30 ribu ton,” jelasnya. 

Optimisme juga disuarakan Yanuar selaku pelaksana pembangunan Pelabuhan Teluk Santong. 

Ia menjelaskan, dirinya siap untuk melakukan investasi di Pulau Sumbawa 

BACA JUGA: Lingkungan yang Asri dan Lestari, Warisan Terbaik Generasi

“Jika jagung Sumbawa saat ini 1,5 juta ton dengan adanya Pelabuhan Teluk Santong nantinya bisa 2 sampai 3 juta ton,” paparnya.

Turut Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Sumbawa, staff Ahli Menteri Perhubungan RI, dan para perjabat lainnya. Pembangunan Pelabuhan Teluk Santong tersebut berlokasi di Desa Teluk Santong Kecamatan Plampang Kabupaten Sumbawa-NTB. ***




Pembangunan Teluk Santong, Mulai Peletakan Batu Pertama 

Ground Breaking pembangunan pelabuhan Teluk Santong, Sumbawa, dilakukan hari ini di oleh Kepala Badan Pangan Nasional

SUMBAWA.lombokjournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyambut kedatangan Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, kemudian langsung bertolak ke Sumbawa, Rabu (11/01/23).

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

Gubernur NTB menyambut Kepala Badan Pangan Nasional yang akan melakukan ground breaking pembangunan Teluk Santong

Kedatangan Kepala Badan Pangan Nasional ke Nusa Tenggara Barat dalam rangka Ground Breaking )peletakan batu pertama) Pelabuhan Teluk Santong, direncanakan dilakukan hari ini.

“Menyambut Kapala Badan Pangan Nasional bersama Investor yang akan membangun pelabuhan. Kepala Badan Pangan kebetulan teman lama, anak muda yang luar biasa. Tanpa birokrasi yg bertele-tele Ground Breaking Pelabuhan Teluk Santong akan di lakukan hari ini,” tutur Bang Zul sapaan Gubernur. 

Menurutnya, ground breaking pembangunan Teluk Santong yang akan dilakukan merupakan langkah awal untuk membangun NTB, khususnya Pulau Sumbawa menuju yang lebih baik. Berbagai potensi yang dimiliki Teluk Santong bisa dimaksimalkan. 

“Perjalanan panjang, selalu harus di mulai dgn  langkah pertama. Pelabuhan Teluk Santongg Insya Allah jadi nyata!” ungkap Bang Zul mantap.***

BACA JUGA: Pemprov NTB Gandeng Denmark Tangani Sampah

 




Penenun NTB Wajib ikuti Tren Fashion

Perajin tenun atau penenun diminta selalu melihat tren, produk yang dihasilkan harus menyesuaikan model fashion

LOBAR.lombokjournal.com ~ Ketua Dekranasda NTB Hj. Niken Saptarini Zulkieflimansyah  meminta kepada designer dan pengrajin NTB untuk mengikuti tren fashion.

Hanya dengan cara demikian bisa memenangkan persaingan di pasar. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Serius Benahi Destinasi Trawangan

Hj Niken minta para penenun menghasilkan produk yang mengikuti tren

“Saat ini pasar selalu melihat tren,  untuk  memenuhi keinginan pasar  seperti model fashion dari produk yang dihasilkan perajin kain tenun harus bisa menyesuaikan,” pinta Bunda Niken sapaan Ketua Dekranasda NTB.

Hal ini disampaikan Bunda Niken disaat mengunjungi 2 tempat sentra Tenun lokasi Kebun Ayu dan Gunung Malang yang keduanya berada di Lombok Barat.

NTB memiliki potensi kekayaan warisan budaya yang berlimpah. Mulai dari tenun, sarung, songket, yang dirancang mejadi fashion.

“Seperti model pakaian, tas, sepatu, hijab dan banyak produk pernak-pernik lainnya,” jelas Bunda Niken yang juga menjadi Ketua TP.PKK NTB.

“Kita tidak ingin kekayaan budaya seperti tenun, hanya kita yang nikmati sendiri,  tapi harus lebih daripada itu, tenun ini dapat dipakai semua kalangan  bahkan dunia. Yang terpenting akan menjadi warisan anak dan cucu kita selanjutnya,” katanya.

Sementara itu di tempat yang sama, Nur Aziziyah seorang Ibu muda  yang suka menenun sejak tahun 2014, berasal dari Desa Kebun Ayu Lobar, menyampaikan komitmennya ikut memajukan tenun lokal.

Ia berharap mendapat pembinaan sehingga ke depan tenunnya bisa menjadi trend fashion Indonesia bahkan mendunia.

“Karena NTB ini memiliki kekayaan tenun atau songket yang kaya, ini dapat menginspirasi dan menginovasi untuk tren fashion asal kami terus dapat pembinaan dan sering dikunjungi guna jadi penyemangat kami,”  ucap Nur penuh harap.

BACA JUGA: Bang Zul Kunjungi Perajin Tenun di Dusun Rentang

Lain halnya dengan Ibu Mutmaini asal Desa Gunung Malang yang dari gadis juga suka menenun. 

Ia mengatakan, ada 2 motif yang saat ini menjadi trend namanya Motif Jogang dan Selingkuh. Hal terbukti para pendamping dan Ibu-ibu pemerhati pengemar tenun langsung memborong habis.

Usai kunjungan Bunda Niken di 2 Sentra Kerajinan Tenun Kebun Ayu dan Gunung Malang, Bunda Niken lanjut meninjau aktivitas kuliner dan panen melon  di Desa Wisata Kebun Ayu.

Kegiatan ini dibarengi dengan pameran hasil kerajinan dari Akram Mutiara, 

Uniq Rajut dan Larose Fasilitas, hadir pejabat Istri Sekda NTB, Istri Sekda Lombok Barat, Kadis Perindustrian NTB, Camat dan Kades serta Babinsa setempat.***

 

 




Sekda NTB Hadiri Expose Progress PT. AMNT-PT. AMIN

Pemaparan Management PT. AMNT tentang progress pembangunan Smelter yang mencapai 47 persen dihadiri Sekda NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Management PT. AMNT memaparkan mengenai progress pembangunan Smelter yang telah mencapai 47 persen.

Selain hal itu, juga diungkapkan permasalahan tenaga kerja serta pengembangan industri turunan. 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong mulai Peletakan Batu Pertama

Sekda NTB menghadiri pemapara PT AMNT tentang progres pembangunan smelter

Sekretaris Daerah NTB, H.Lalu Gita Ariadi yang mewakili Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menghadiri acara Expose Progress Kegiatan Pembangunan Smelter oleh PT. AMNT-PT. AMIN, di ruang Anggrek Kantor Gubernur NTB, Selasa malam (10/01/23).

Selain itu, usulan dari BAPPEDA NTB terkait pemanfaatan dari program pengembangan pemberdayaan masyarakat turut dibahas, guna mengatasi kemiskinan ekstrem  di KSB dan Kabupaten Sumbawa. 

Pemerintah daerah pun berkomitmen akan menyiapkan data by name by adress terkait kemiskinan ekstrem tersebut, sehingga program yang diluncurkan tepat sasaran.

Merespon hal tersebut, PT. AMNT berjanji akan menyesuaikan dan mengintegrasikan program PPM nya  untuk keperluan program sesuai dengan kebutuhan.

Turut hadir mendampingi Sekda, yaitu Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Prov. NTB, Kepala Dinas ESDM Prov. NTB, Kepala Dinas Perindustrian Prov. NTB, BAPPEDA NTB, BRIDA NTB dan Asisten II Setda NTB. ***

BACA JUGA: Gerak Bersama Menuju Penyelenggaraan Event WSBK 2023

 

 




Gerak Bersama Menuju Penyelenggaraan event WSBK 2023

Aksi GEBER atau Gerak Bersama, Dinas Kominfotik NTB menekankan pentingnya sinergitas dan kerjasama dalam mendukung tiap event di NTB

MATARAM.lombokjournal.com ~ Menyambut gelaran internasional World Superbike (WSBK) Maret 2023 mendatang, Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kominfotik NTB memantapkan kerjasama dan sinergitas bersama mitra pelaksana. 

Melalui aksi GEBER atau Gerak Bersama, Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy memimpin rapat koordinasi di Aula Diskominfotik NTB, Selasa (10/01/23). 

BACA JUGA: Pembangunan Teluk Santong, Mulai Pelatakan Batu Pertama

Kepala Diskominfotik mengajak mitra pelaksana WSBK 2023 meningkatkan gerak bersama
Najamuddin Amy

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala TVRI Stasiun NTB, Ketua KI NTB, Ketua KPID NTB, Perwakilan Bank NTB Syariah, Telkomsel, Balmon, Kantor Bahasa, dan mitra lainnya. 

“Seluruh infrastruktur dan seluruh persiapan terkait WSBK sudah dikoordinasikan sedari awal. Agar WSBK 2023 bisa sukses digelar,” tutur Bang Najam.

Najam dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergitas dan kerja sama dalam mendukung tiap event di NTB. 

Dengan mendukung setiap event yang digelar, dapat membantu pemulihan dampak ekonomi pasca Pandemi Covid-19. Selain menjadi bentuk cinta terhadap Provinsi Nusa Tenggara Barat.

“Salah satu bentuk mencintai NTB adalah dengan memberikan dukungan maksimal terhadap event yang digelar di Nusa Tenggara Barat,” tuturnya. 

Para Mitra yang hadir dalam rapat tersebut juga menyampaikan komitmenya dalam sinergi mensukseskan, tak hanya event WSBK namun seluruh program Pemprov NTB. 

Salah satunya, M Syaiful R perwakilan Telkomsel yang siap memberikan pelayanan sinyal komunikasi terbaik. 

BACA JUGA: Penenun NTB Wajib Mengikuti Trend Fashion 

“Kami siap bersinergi dan memberikan pelayanan terbaik dalam menyediakan layanan dalam setiap event yang digelar Pemerintah Provinsi NTB,” tandasnya. ***

 




Mengerti tentang Apa Itu Akselerasi, dan Bagaimana Caranya

Dalam dunia bisnis, para pelaku bisnis harus mengerti cara atau strategi akselerasi yang dilakukan untuk mengembangkan sebuah bisnis

lombokjournal.com ~ Kita sering mendengar kata ‘akselerasi’ dalam percakapan sehari-hari, atau mernrmukan kata itu dalam artikel yang kita baca di media. 

Misalnya, dalam pembicaraan topik ekonomi. Agar bisnis bertahan, pemilik bisnis yang harus mengerti cara beradaptasi terhadap perkembangan baru, pemilik bisnis harus melakukan langkah akselerasi supaya bisnis bisa berkembang. 

BACA JUGA: Ekspo Produk UKM-IKM Dihadiri Mahasiswa Singapura

Penting untuk mengerti bagaimana cara melakukan akselerasi

Langkah akselerasi selalu dalam konteks perkembangan, melangkah atau melaju lebih cepat ke depan. 

Nah, pertanyaannya kemudian, apa itu akselerasi dan bagaimana caranya supaya tetap bisa berakselerasi?

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Secara umum, akselerasi adalah percepatan. 

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberi definisi, kata akselerasi merupakan proses mempercepat, peningkatan kecepatan atau percepatan, dan laju perubahan kecepatan. 

Bila dikaitkan dengan kegiatan bisnis, akselerasi menjadi suatu cara atau strategi percepatan yang dilakukan untuk mengembangkan sebuah bisnis. Misalnya, dengan mengadopsi digital marketing untuk promosi produk. 

Para pelaku bisnis memiliki tujuan dalam menjalankan bisnisnya. Ketika bisnis telah mulai dijalankan, langkah akselerasi sangat diperlukan untuk membantu mencapai tujuan lebih cepat. 

Berkaitan dengan bisnis baru, tentu dibutuhkan keberanian untuk menjalankan langkah percepatan tersebut. Saat Anda memiliki peluang untuk melebarkan atau mengembangkan bisnis, jangan abaikan karena inilah kesempatan terbaik. 

Akselerasi dilakukan supaya bisnis dapat mencapai posisi maksimal lebih cepat. Mampu mempersiapkan diri dengan menjaga keseimbangan bisnis untuk kembali mengembangkan modal di masa depan. 

Langkah ini dapat diaplikasikan dengan melakukan semua rencana yang telah disusun dan mengalokasikan semua sumber daya yang dimiliki dengan lebih maksimal. 

Tak lupa, melakukan monitoring kerja semua pihak yang terlibat melalui riset dan audit. 

Beradaptasi dengan Digital Marketing

Agar bisa terus berakselerasi tetap berkembang di tengah ketatnya persaingan, salah satu cara yang bisa diterapkan adalah mengadaptasi digital marketing. 

Mulai dari promosi melalui sosial media, mengetahui bagaimana cara meningkatkan penjualan, dan pastinya meningkatkan kesadaran pelanggan terhadap bisnis Anda. 

BACA JUGA: Realisasi PAD NTB Meningkat Rp392.94 

Berikut beberapa tips yang bisa Anda perhatikan:

Kolaborasi dengan berbagai komunitas 

Kolaborasi atau kerja sama dengan berbagai komunitas tertentu pada sosial media bisa membantu meningkatkan percepatan bisnis. Kita bisa memilih sendiri komunitas sesuai dengan tujuan maupun lini bisnis. 

Bentuknya pun bervariasi, mulai dari posting hingga tags di platform sosial media untuk bisa meningkatkan engagement.

Terdapat empat jenis pilar yang dapat menunjang perencanaan bisnis para pelaku usaha kecil dan menengah atau UKM, yaitu curation, conversation, community, dan commerce. Keempat pilar tersebut bisa digunakan sebagai strategi akselerasi bisnis melalui platform sosial media. 

Jadi, bisnis para pelaku UKM tetap bisa bertahan di masa pandemi.

Konten ysng menarik dan inspiratif

Ini penting diperhatikan, untuk melakukan akselerasi adalah membuat konten yang menarik dan inspiratif. 

Konten yang menarik, informatif, dan inspiratif akan sangat menguntungkan para pemilik bisnis yang mengincar remaja dan usia muda produktif, sebagai sasaran pemasaran terbanyak. 

Riset menunjukkan, sebanyak 57 persen remaja milenial masa kini menyukai berbagai konten yang menonjolkan kreativitas. 

Anda bisa membuat konten tersebut lebih menarik dan interaktif. Jadi, konten tadi tidak hanya disukai, tetapi juga bisa menarik minat para pelanggan baru.

Konten pemasaran produk

Tak hanya menyajikan berbagai konten yang menyenangkan, informatif, inspiratif, dan pastinya kreatif, penting membuat konten iklan atau pemasaran produk melalui platform sosial media. 

Iklan sangat membantu produk yang dipasarkan masuk dalam halaman utama para pengguna yang tepat sasaran. 

Salah satu bentuk konten iklan yang cukup diminati adalah video sharing yang menarik. Melalui video dengan durasi singkat, Anda bisa meningkatkan kepercayaan sekaligus memberikan pengaruh pada perilaku calon pelanggan. 

Produk Anda pun lebih cepat dikenal dan bisa membantu meningkatkan angka penjualan.

Perjalanan pelanggan

Ini mungkin yang terakhir, agar tetap bisa melakukan akselerasi adalah memperhatikan perjalanan pelanggan (customer journey) dengan seksama. 

Aspek ini bisa Anda lihat melalui awareness, consideration, transaction, juga retention and advocacy dari para pelanggan. 

BACA JUGA: Tujuan dan Manfaat Bila Melakukan Kolaborasi

Melalui empat komponen tersebut, Anda bisa mengetahui siklus pelanggan yang sudah melakukan pembelian terhadap produk yang Anda tawarkan. 

Akselerasi adalah langkah yang tidak hanya dibutuhkan saat kesempatan terasa begitu terbuka dengan lebar. Tapi diperlukan saat peluang bisnis seolah sedang tertutup. 

Pastikan untuk menerapkan langkah yang tepat sehingga tujuan dapat tercapai lebih cepat. Semoga bermanfaat.*** 

 

SUMBER: Akseleran