Ribuan Anak Dari Berbagai Daerah Rayakan Puncak HAN 2016 di Mataram.

MATARAM – lombokjournal.com

Sekitar 3000 anak, dari berbagai forum anak, anak-anak berkebutuhan khusus, anak yatim piatu, anak jalanan, bahkan anak yang tengah menjalani proses hukum, meramaikan puncak kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) 2016 di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, NTB, Sabtu (23/7).  Sayangnya, di tengah kemeriahan acara HAN itu, keikutsertaan anak dari NTB  justru sangat sedikit.

????????????

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise,”Terimakasih Kota Mataram.”

“3.000 anak dari seluruh penjuru nasional memeriahkan puncak HAN 2016 yang dilaksanakan di Kota Mataram,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yembise, saat memberi sambutan.

Rangkaian kegiatan HAN tahun ini tidak hanya diselenggarakan di Kota Mataram, namun juga berlangsung di seluruh daerah.Bahkan perwakilan anak di luar negeri juga turut memeriahkannya.

Namun ada yang istimewa bagi Kota Mataram. Baru kali ini kegiatan HAN diselenggarakan di luar Istana Negara. Dan Kota Mataram menjadi tuan rumah yang pertama dalam puncak perayaan HAN. Karena itu, Menteri Yohana Susana Yembise mengapresiasi  antusiasme masyarakat Kota Mataram sebagai tuan rumah.

Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani naik Cidomo bersama Hj Erica Zainul Majdi
Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani naik Cidomo bersama Hj Erica Zainul Majdi

“Terima kasih kepada Kota Mataram, khususnya Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh telah memberikan fasilitas dan mendampingi kegiatan HAN 2016 hingga pelaksaan hari puncak,” ucap Menteri Yohana..

Puan Maharani, Menteri Koordinator Bidang Pengembangan Manusia dan Kebudayaan dalam kesempatan sama menyampaikan kegiatan HAN di Kota Mataram tidak hanya sekadar seremonial saja. HAN menjadi memotivasi bagi orang tua untuk melindungi anak-anaknya.

“Sehingga anak-anak memiliki hak untuk dilindungi serta berpatisipasi sesuai dengan harkat dan martabatnya,” kata Puan yang sempat diajak naik cidomo (dokar khas Lombok) bersama isteri Gubernur NTB, Ny Hj Erica Majdi..

Kecewa Penyelenggaraan

Di tengah kemeriahaan acara perayaan puncak kegiatan Hari Anak Nasional (HAN), muncul kekecewaan acara tersebut. Kekecewaan itu justru muncul dari Ketua Komnas Perlindungan Anak Indonesia (Komnas PAI), Aris Merdeka Sirait.

Pasalnya, partisipasi anak-anak dari NTB sebagai tuan rumah, justru sangat sedikit.\ dilibatkan pemerintah. Padahal perayaan HAN menjadi momentum anak-anak untuk menyampaikan prsoalannya.

Padahal ada alasan khusus kenapa puncak acara HAN berlangsung di Lombok. “58 persen kekerasan terhadap anak terjadi di Lombok. Karena itu Lombok (Kota Mataram, red) menjadi tuan rumah,” ujar AristMerdeka Sirait.

Lebih dari itu, Ketua Komnas PAI juga menyesalkan ketidakhadiran Presiden Joko Widodo dalam acara Puncak HAN itu. “Ini menandakan, pemerintah belum memprioritaskan perlindungan terhadap anak,” tegas Aris.

Suk

(Foto: Humas Setda Pemprov NTB)

 

 

 




Meningkatkan Skill Tenaga Kerja Perempuan

MATARAM – lombokjournal.com

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Susana Yambesi, membuka Pelatihan Calon Tenaga Kerja Perempuan Program Wanita Indonesia Hebat di Gedung Ibnu Sina Stikes Yarsi Mataram, Senin (20/6). Program ini merupakan kerjasama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA), BNP2TKI, Pemda NTB, dan Tahir Foundation yang akan dilaksanakan selama tiga bulan, tanggal 20 Juni-21 September 2016.

sekdamenteriperempuan21Juni3
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise; di segala bidang laki-laki dan perempuan harus setara

Sekda Provinsi NTB Ir. H. Rosiady Husaini Sayuti, M.Sc, Ph.d mewakili Gubernur NTB DALAM ACARA TERSEBUT mengatakan, ke depan Provinsi NTB tidak hanya akan mengirim tenaga kerja perempuan non skill yang cuma menjadi PRT. NTB akan mampu mengirim tenaga kerja terampil dengan pendidikan minimal D3, baik di bidang kesehatan maupun di bidang lain.

Pelatihan ini, menurutnya, merupakan langkah awal menuju penghidupan yang lebih baik dan bermanfaat. Hal ini sesuai misi program agar perempuan berkesempatan bekerja di luar negeri tidak lagi berpendidikan SD, tetapi menjadi perempuan berpendidikan minimal SMA atau SMK terlebih lagi D3 atau Sarjana.

“Sehingga martabat bangsa Indonesia di mata bangsa lain menjadi lebih terhormat,” harap Sekda.

Dalam sambutan pembukaan, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Susana Yambise mengatakan, di segala bidang perempuan dan laki-laki harus setara.

“Ke depan perempuan Indonesia harus lebih berkualitas, sehingga tidak ada lagi pekerja perempuan di luar negeri yang direndahkan,” ujar menteri.

Karena itu, tenaga kerja perempuan penting memiliki keterampilan bahasa untuk bekerja di luar negeri, terutama bahasa Inggris. Selain, bahasa penting juga mempelajari budaya negara yang akan dituju.

“Pelatihan ini sangat penting untuk mempersiapkan tenaga kerja perempuan, sehingga dapat bersaing di tingkat global,” pungkas menteri.

(Biro Humas dan Protokol Sekda Pemprov NTB)

 




Kunker Komisi X DPR RI, Menjaring Masukan Perumusan RUU Kebudayaan

MATARAM  – lombokjournal.com

Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menerima kunjungan Kunjungan Kerja (Kunker) Komisi X DPR RI di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur NTB, Jum’at (17/6). Kunker Komisi X DPR RI bertujuan menjaring informasi yang substansif dari budayawan dalam rangka perumusan Rencana Undang-Undang (RUU) tentang Kebudayaan.

Dalam pertemuan dengan Komisi X DPR RI tersebut, Gubernur Majdi memberi masukan tiga hal penting, terkait substansi RUU tersebut.

Tiga hal penting yang dimaksud, menurut gubernur, harus diperhatikan dalam merumuskan UU tentang Bebudayaan. Pertama, definisi kebudayaan nasional harus disepakati bersama. Kedua, penting bagi pemerintah daerah mengetahui posisi kebudayaan daerah di kebudayaan nasional.

gubernurkunkerkomisiX2

Banyak sekali inisiatif-inisiatif kebudayaan yang berkembang di daerah perlu diapresiasi oleh kebudayaan nasional. Dan yang terakhir, Indonesia belum memandang kebudayaan sebagai suatu aset atau kebanggaan.

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTB Muhammad Faozal dan kalangan budayawan. Daam kunker di NTB kali ini, Komisi X adalah banyak memperoleh masukan informasi terkait penyusunan RUU Kebudayaan.

Suk

(Foto : Biro Humas dan Protokol  Setda pemprov NTB)




Groundbreaking PLTU Jeranjang, Presiden Tekankan Pentingnya Kecukupan Listrik

Presiden Joko Widodo Terkesan Pertumbuhan Ekonomi NTB

LOMBOK BARAT – lombokjournal.com

Presiden RI  H Joko Widodo melakukan groundbreaking dan meninjau Mobile Power Plant (MPP) 2 x 25 MW Lombok di Jeranjeng Desa Taman Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (11/06). Kegiatan Presiden di PLTU II Jeranjang ini merupakan bagian dari penanganan intensif masalah kelistrikan, khususnya terkait program strategis pembangunan Pembangkit Listrik 35.000 MW yang tersebar di berbagai daerah.  

presidenjeranjang11juni4

Di Jeranjang, Presiden Jokowi didampingi Menteri ESDM, Sudriman Said, Menteri BUMN, Rini Soemarno, Menseskab, Pramono Anung, Gubernur NTB TGH M. Zainul Majdi dan Dirut PLN Pusat.  Hadir juga Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH.M.Si, sejumlah pejabat lingkup Pemprov NTB, ratusan masyarakat di sekitar yang masuk undangan,  dan kalangan TNI dan Polri.

Kehadiran presiden melakukan groundbreaking memang diharapkan masyarakat NTB, agar bisa langsung mengetahui kendala-kendala yang dihadapi sejak proyek PLTU Jeranjang ini mulai tahun 2009.

Seperti diketahui PLTU II Jeranjang di Desa Kebon Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat pembiayaannya terdiri atas dua bagian, yaitu sebesar US$ 30,7 juta dan Rp 354,3 miliar, dilakukan PT Barata Indonesia (Persero) menggunakan sistem turnkey (Engineering Procurement dan Construction/EPC). Pembangunan proyek yang ditetapkan pada tahun 2009 itu, sempat terkatung-katung selama beberapa tahun.

Prioritas Listrik

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan mendesaknya untuk program memprioritaskan listrik bagi masyarakat. Listrik dibutuhkan selain untuk kebutuhan belajar anak, juga diperlukan untuk mendorong tumbuhnya usaha kecil rumah tangga di malam hari. Seperti untuk, usaha menjahit dan pembuatan makanan untuk usaha ekonomi.

“Kalau di rumah tangga tidak ada listrik, jangan harap usaha-usaha tersebut berkembang. Problem-problem konkrit seperti ini yang harus kita selesaikan bersama,” tegas Jokowi..

Hal itu juga diamini Gubernur TGH M Zainul Majdi. “Ketercukupan kebutuhan listrik di NTB, akan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat serta mendorong daya serap tenaga kerja,” kata gubernur.

“Kalau Jeranjang ini dapat terbangun dan dikembangkan dengan baik, sesuai dengan perencanaan, maka insya Allah, kebutuhan listrik di NTB, khususnya di Lombok, dalam beberapa tahun ke depan dapat dipastikan mantap dan terjamin, bapak presiden,” kata Gubernur NTB di hadapan Presiden RI.

Selain itu, orang nomor satu di NTB tersebut menyampaikan kebutuhan listrik yang ada di NTB, terutama manghadapi event nasional, MTQ bulan Juli mendatang.

Ekonomi NTB Terbaik

Pada bagian lain, Presiden Joko Widodo kembali memuji pertumbuhan ekonomi NTB saat groundbreaking Mobile Power Plant (MPP) 2 x 25 MW Lombok di Jeranjeng Lombok Barat itu. Dari laporan Gubernur NTB, pertumbuhan ekonomi provinsi ini jauh lebih baik dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

presidenjeranjang11juni3

“Di sini, 9,90 persen pada kuartal pertama tahun ini. Kalau nasional, 4,9 persen. Artinya, di Nusa Tenggara Barat ekonominya lebih baik dibandingkan propinsi-propinsi lainnya,” ungkap Joko Widodo, yang hadir bersama istri, Iriana Joko Widodo.

Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi mengatakan, kahadiran Presiden Jokowi dan istri pada acara tersebut merupakan kebanggaan dan kehormatan bagi masyarakat NTB, sekaligus menjadi penyemangat bagi masyarakat untuk terus membangun, mengingat saat ini masyarakat NTB sedang giat-giatnya membangun.

“Insya Allah dengan seluruh ikhtiar yang sedang dilakukan dengan dukungan penuh Bapak Presdien, dengan melengkapi infrastruktur, terutama infrastruktur listrik yang ada di NTB, kami masyarakat NTB optimis bahwa daerah kami ini akan terus tumbuh dan berkembang sebaik-baiknya pada masa yang akan datang,” pungkas gubernur.

Ka-eS

 

 

 

 

 




Presiden Beri Teladan, Tetap Kerja Keras di Bulan Puasa

MATARAM – lombokjournal

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi mengatakan, kedatangan Presiden Joko Widodo ke NTB merupakan teladan bagi seluruh umat islam di NTB, tetap produktif dan bersemangat tinggi dalam berkontribusi membangun daerah meski bulan Ramadhan. “Beliau mencontohkan, pada bulan Ramadhan dari pagi terus berkeliling di penjuru republik, dan terus bekerja keras dalam berpuasa, ”  katanya.

Jokowi di depan jamaah sholat Tarawih di Mesjid Raya At Taqwa
Jokowi di depan jamaah sholat Tarawih di Mesjid Raya At Taqwa

Gubernur Majdi mengatakannya dalam sambutannya setelah pelaksanaan Solat Isya di Mesjid Raya At Taqwa Mataram, Jum’at (10/6) menjelang sholat Tarawih bersama Presiden Joko Widodo. Menurutnya, salah satu sebutan bulan Ramadan adalah bulan kerja atau bulan beraktifitas.

Gubernur juga menambakan, Presiden  Jokowi sebelumnya, tanggal  29 April melakukan kunjungan di Kota Bima meresmikan pasar  tradisional Amahami.  Kalau kedatangannya di bulan Ramadhan tujuan pertama langsung menuju ke Masjid,  mengingatkan kisah Nabi Muhammad SAW waktu hijrah ke Madinah yang  langsung membangun Masjid dan membangun pasar.

presidentarawih10juni2

“Ini mengingatkan kita apa yang dulu pertama-tama dilakukan Rasulullah SAW ketika beliau berhijrah dari Mekkah ke Madinah.  Dua hal yang dibangun oleh rasul adalah membangun Masjid Madinah dan pasar di Kota Madinah,”  kata gubernur.

Dalam melaksanakan Solat Sunat Tarawih  di Masjid Raya Attaqwa Mataram, Jumat (10/6) malam, aparat keamanan tetap melakukan standar pengamanan Kepala Negara.  Masjid Raya Attaqwa malam saat Presiden Jokowi dan Ibu Negara melakukan tarawih, dikelilingi oleh pengamanan dari TNI dan kepolisian.

Namun pengamanan tersebut tidak mengganggu dan menghambat jamaah warga Mataram untuk melaksanakan ibadah sholat tarawih bersama orang nomor satu di Indonesia itu.

Mengapresiasi Ekonomi NTB

Saat bicara di depan jamaah, Presiden Jokowi menjelaskan maksud kunjungan kerjanya yakni  meninjau langsung pembangunan PLTU Jeranjang yang memilki daya 2 x25 MW. Soal listrik merupakan keluhan yang didengarnya di tiap kabupaten/kota yang dikunjungi .

“Moga nantinya dengan tambahan listrik 2×25 MW dapat menambah kapasitas  dan anak-anak pada malam hari dapat belajar dengan baik. Usaha-usaha kecil, mikro yang ada di kampung dan desa juga dapat bergerak karena listriknya ada, ” kata presiden.

Dalam kesempatan itu, Jokowi mengapresiasi pertumbuhan ekonomi NTB mencapai 9,9% pada kuartal pertama.  Menurut presiden,  Itu  merupakan capaian tertinggi secara nasional.  “Saya mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan bagi Masyarakat NTB di mana pun berada,” pungkas presiden.

Ka-eS.   

 

 




Presiden Sholat Magrib di Bandara, Tarawih di Masjid Raya At Taqwa

MATARAM –  lombokjournal

Pesawat  Kepresidenan yang membawa Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara, Hj. Iriana Joko Widodo, tiba di Bandara Internasional Lombok (BIL), hari ini (Jum’at, 10/6) sekitar pukul 17:55 WITA.  Presiden Joko Widodo kembali melakukan kunjungan ke NTB pada bulan puasa ini, setelah bulan April lalu meresmikan pasar tradisional di Bima

Presiden Sholat Magrib di Bandara10Juni1

Kedatangan Presiden disambut Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi beserta isteri Hj. Erica Zainul Majdi dan Forkopimda Pemprov NTB.

Presiden dan rombongan berbuka puasa dan melaksanakan solat Maghrib di ruang VVIP BIL. Malam ini presiden melaksanakan solat terawih di Masjid Raya At Taqwa, Mataram bersama gubernur dan jajaran Forkopimda.

Dalam kunjungan kali ini,  Presiden Joko Wiidodo rencananya akan meninjau Mobile Power Plant PLTU II Jeranjang yang berada di Kabupaten Lombok Barat, hari Sabtu (11/6) pagi.  Usai ke Jeranjang, Presiden langsung ke bandara untuk penerbangan menuju Bali.

Suk

 

 




Presiden Jokowi Akan Resmikan PLTU Jeranjang

MATARAM –  lombokjournal.com

Selang sebulan meresmikan Pasar Raya Amahami, Bima, akhir bulan April (Jum,at, 29/4), Presiden Jokowi kembali mengadakan kunjungan ke NTB, yang direncanakan tiba di Lombok International Airport hari Jum’at (10/6) sore.  Hari Sabtu Presiden Jokowi akan meresmikan PLTU II Jeranjang di Kabupaten Lombok Barat.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo

Menurut keterangan Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB,  presiden beserta rombongan akan berbuka  di salah satu rumah makan Langko di Kota Mataram.  Kemudian melanjutkan shalat Maghrib dan Isya dan Tarawih di Masjid Raya At-Taqwa.

Setelah semalam menginap di Mataram,  hari Sabtu (11/6) pukul 08.00 Wita, Jokowi dan rombongan akan menuju Kabupaten Lombok Barat untuk meresmikan PLTU II Jeranjang. Usai peresmian PLTU II Jeranjang, rombongan presiden langsung menuju bandara keberangkatan ke Bali.

Sering Mampir NTB

Presiden Joko Widodo terhitung sering ‘mampir’ ke NTB. Bulan Februari, pada Hari Pers Nasional (HPN) (tanggal 9/2) Presiden Jokowi datang ke kawasan Mandalika. Saat itu, presiden  memberi ‘hadiah’ untuk masyarakat NTB, yaitu pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan Menteri PUPR.

Setelah kunjungan bulan Februari, presiden kembali datang untuk meresmikan Pasar Raya Amahami, di Bima pada bulan April ( Jumat, 29/4). Saat itu Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi, mengaku takjub atas rangkaian kejutan yang diberikan Presiden Jokowi kepada masyarakat Nusa Tenggara Barat.

“Jangankan masyarakat Kota Bima, saya sendiri kaget ketika dua hari lalu diberitahu Bapak Presiden akan datang kemari,” kata Gubernur Majdi, saat itu.

Kunjungan Presiden Jokowi adalah kejutan yang membanggakan rakyat Nusa Tenggara Barat. Sebab kunjungan Presiden Jokowi ke Bima hanya untuk meresmikan Pasar Raya Amahami, dalam perjalanan menuju Papua.

Gubernur mengaku bersyukur dan berterima kasih atas kebaikan Presiden Jokowi yang tiada hentinya memberikan kejutan kepada masyarakat NTB. Sebab, bulan Juli mendatang diperkirakan Presiden Joko Widodo kembali akan datang ke NTB untuk membuka pelaksanaan MTQ 2016.

Suk




MTQ 2016, Wadah Membangun Keharmonisan Umat Beragama

Lombokjournal.com

MTQ ke 26 tahun 2016 yang berlangsung di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) diharapkan menjadi kegiatan nasional yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Bukan hanya ajang mencari qori’ dan qori’ah terbaik, lebih dari itu bisa sebagai wadah membangun keharmonisan antar umat beragama,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan dan Pembangunan Manusia, Puan Maharani, usai memimpin Rapat Koordinasi Lintas Kementerian terkait penyelenggaraan MTQ 2016, di Kantor Kemenko PMK, Rabu (18/05).

Menko PMK, Puan Maharani menyampaikan, MTQ ke 26 di Lombok merupakan MTQ Nasional pertama di era kepemimpinan Jokowi-JK. Karena itu ditekankannya, pentingnya koordinasi pusat dan daerah, khsusnya berkaitan dengan regulasi dan keuangan agar saat penyelenggaraan tidak terdapat kendala dan masalah.

Saat itu Menko minta Menteri Agama dan Wakil Gubernur menjelaskan perkembangan terakhir persiapan pelaksanaan MTQ. Menteri Agama menyampaikan beberapa kesiapan yang menyangkut kewengan Kementerian Agama, seperti memastikan kehadiran Presiden RI untuk membuka acara tersebut.

“Kami terus berkoordinasi dengan Mensesneg agar waktu pembukaan MTQ tanggal 30 Juli tersebut, Bapak Presiden bisa hadir membuka acara tersebut. Kami juga mengirimkan surat kepada Wakil Presiden untuk juga bisa menutup MTQ tersebut pada tanggal 6 Agustus 2016 mendatang,” jelas Menteri Agama, Lukman Hakim Syaifudin, yang juga kader Partai Persatuan Pembangunan tersebut.

Perhelatan akbar tingkat nasional tersebut akan dipusatkan di Islamic Center, Kota Mataram, sebagai arena pembukaan dan penutupan. Cabang-cabang yang dilombakan dalam MTQ, menurut Menteri Agama sedikit mengalami perubahan. Kalau MTQ sebelumnya melibatkan 7 cabang dan 17 golongan, namun tahun ini bertambah menjadi 18 golongan, yaitu hot cord kontemporer. Jenis golongan ini merupakan cabang lomba yang dilaksanakan secara periodik, yaitu setiap 2 tahun sekali.

“Temanya adalah MTQ nasional upaya mewujudkan revolusi mental dalam memantapkan nilai nilai Islam rahmatan lil a’lamiin,” jelasnya saat itu di hadapan puluhan peserta.

Multiplayer Effect

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH., M.Si menyampaikan pelaksanaan MTQ ini merupakan moment penting yang harus mendapat dukungan penuh seluruh lapisan masyarakat khususnya bagi kaum muslimin di Nusa Tenggara Barat agar berjalan lancar dan sukses

‘’Masyarakat kami mayoritas muslim dan sangat toleran dengan agama lainnya. Ini bukan saja agenda bagi kaum muslim saja, namun ini merupakan agenda seluruh lapisan masyarakat Nusa Tenggara Barat,’’jelas Wagub

Lebih jauh Wagub menjelaskan, momentum ini secara luas akan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat NTB. Tamu-tamu yang hadir akan dapat menikmati keindahan alam dan kuliner khas daerah dengan megunjungi obyek-obyek wisata.

“Secara ekonomi tentu mempunyai dampak multiplayer effect karena sekian banyak tamu yang akan dat ang menghadiri penyelenggaraaan MTQ ini’’, pungkas wagub

Dalam rapat tersebut, selain diikuti Wagub Muhammad Amin dan menteri Agama, tampak bebera menteri yang hadir Menteri Kominfo, Rudiantara. Hadir juga Walikota Mataram, Bupati Lombok Barat dan sekda Lombok tengah.

Suk




Wakil Gubernur NTB Hadiri Pembukaan Sidang Tahunan Islamic Development Bank

JAKARTA – lombokjournal

Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH, M.Si menghadiri Pembukaan Sidang Tahunan Islamic Development Bank (IDB) ke 41 di Jakarta Convension Center, Selasa (17/05). Sidang tahun itu dibuka Wakil Presiden H.M. Yusuf Kalla. Namun sidang IDB yang dihadiri ribuan delegasi dari 56 negara itu sudah berlangsung beberapa hari sebelumnya.

Indonesia menjadi tuan rumah pelaksanaan sidang IDB tahun 2016,  setelah tahun 1995 Indonesia mendapat kepercayaan yang sama yang pelaksanaannya juga berlangsung di Jakarta. Mantan Presiden ke 3 Indonesia, Baharudin Jusuf Habibi dan Menteri Keuangan serta sejumlah menteri lain Kabinet Indonesia Kerja hadir dalam sidang tahunan ke 41 tersebut.

Jusuf Kalla mengatakan, strategi yang dilakukan Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pelambatan pertumbuhan ekonomi global, yaitu dengan membangun infrastruktur yang memperlancar penyaluran logistik antar pulau.

Selain, menurut Wapres, perbaikan sistem keuangan merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam mempertahankan pertumbuhan ekonomi. Misalnya memberlakukan suku bunga rendah bagi kredit usaha rakyat.

“Reformasi birokrasi dalam negeri juga memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi,” kata Wapres di hadapan ribuan peserta sidang.

Tahun ini jumlah negara yang masuk anggota IDB bertambah menjadi 57 negara.  Sekretaris IDB menyampaikan itu mengawali cara terkait bergabungnya negara Guyana menjadi anggota IDB. Tepuk tangan meriah dari peserta mengiringi penyerahan bendera Guyana yang diserahkan Presiden Guyana kepada Presiden IDB, Ahmad Muhammad Ali Al Madani. Penyerahan bendera itu menjadi simbol bergabungnya Guyana menjadi Anggota IDB.

Harapan Pada IDB

Menteri Keuangan RI mengatakan, Indosebagai sebagai salah satu pendiri, sekaligus anggota IDB, menaruh harapan besar agar IDB berperan besar dalam memberikan dukungan dana bagi pembangunan infrastruktur dan sektor lain seperti pendidikan dan kesehatan.

Dikatakan menteri, Indonesia akan melakukan kerjasama Member Country Partnership Strategy (MCPS), yaitu kerjasama untuk membangun infrastruktur dan pendidikan, yang fokusnya pada tiga program utama, yaitu penataan daerah kumuh, pembangunan universitas Islam dan pengembangan jaringan listrik.

Sementera itu, Presiden IDB, Ahmad Muhammad Ali Almadani mengapreasiasi Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan sidang tahunan IDB.  Dikatakan, Indonesia telah memberikan dukungan riil atas agenda sidang tahunan IDB.

Presiden IDB juga mengapreasiasi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tengah pelambatan ekonomi global. Diharapkannya, Indonesia tetap memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah tersebut untuk membangun ekonomi dan pengembangan sektor industri.

Sk




Presiden Ke Kota Bima Resmikan Pasar Tradisional

BIMA – lombokjournal

Presiden Joko Widodo blusukan ke Bima, Nusa Tenggara Barat (Jum’at, 29/4) untuk meresmikan pasar tradisional Amaa Hami di kota paling timur Provinsi Nusa tenggara Barat. Presiden  sempat melakukan salat Jum’at di Masjid Al Hidayah Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima.

Rombongan presiden  tiba di Bandara Sultan Salahuddin Bima tepat pukul 12.15 dengan menumpang pesawat Angkatan Udara CN 295, disambut Bupati Bima Indah Damayanti Putri, Wakil Bupati Bima M. Dahlan.

Presiden salat Jum’at di Masjid Al Hidayah Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima
Presiden salat Jum’at di Masjid Al Hidayah Desa Talabiu Kecamatan Woha Kabupaten Bima (foto: Antara)

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi yang mendampingi presiden meresmikan pasar tradisional itu mengaku kaget mendapat kunjungan mendadak Presiden Jokowi tersebut. Namun bersyukur  atas kejutan-kejutan itu. ‘Saat pertama kunjungan kerja tahun 2015, beliau datang ke Mandalika, ‘’ ucapnya.

Pada waktu itu Jokowi menyatakan peduli terhadap Mandalika. Sekarang Mandalika sudah terwujud. Sewaktu Hari Pers Nasional, Jokowi memberikan hadiah-hadiah, ada infrastruktur yang diperintahkan langsung ke Menteri PU, dan sekarang sedang berproses Bapak Presiden. Sekarang beliau datang ke Amma Hami, Alhamdulillah, ” kata gubernur.

Gubernur sempat berkisah sejarah kunjungan pemimpin bangsa ke Bima. Tahun 1933, Bung Karno pada masa pengasingan ke Ende, menyampatkan diri menginap di Kesultanan Bima. Kemudian setelah menjadi pemimpin bangsa, pada tahun 1950 Bung karno kembali datang ke Bima. Kemudian pada tahun 1982, Presiden Soeharto berkunjung ke Desa Roi Kabupaten Bima untuk melaksanakan panen raya Gogo Rancah. Selanjutnya pada tahun 2005, Presiden SBY berkunjung ke Kabupaten Bima, untuk meresmikan Dam Pela Parado. Bulan April 2006, terakhir presiden berkunjungn ke Bima

‘’Sepuluh tahun setelah itu, tanpa disangka-sangka Presiden Jokowi berkunjung ke Bima, Alhamdulillah. Maka kita jawab kunjungan beliau dengan membangun Kota dan Kabupaten Bima, ‘’ ujar Zainul Majdi.

Jangan Kalah Dengan Mall

Di pasar Amma Hami, ribuan masyarakat memadati wilayah sekitar pasar.  Teriknya matahari tidak menyurutkan niat masyarakat Bima menyaksikan kunjungan pertama jokowi ke tanah Bima tersebut.  Jokowi tiba di lokasi peresmian pasar sekitar 13. 40 wita. Duduk paling depan di mobil anti bom tersebut, Jokowi melambaikan tangan sambil melempar senyum kepada ribuan masyarakat yang hadir.

Sewaktu meresmikan pasar Amahami, Presiden sempat berfoto selfi dengan seorang pedagang Pasar Amma Hami, Nurjannah, seorang pedagang tomat yang memiliki lapak dagang di Pasar Amma Hami di Kelurahan Dara Kecataman Rasanae Barat Kota Bima. Kesempatan tersebut didapat Nurjannah saat diminta ke depan podium oleh Jokowi. Saat itu, Nurjannah ditanya terkait aktivitas dagangnya di Amma Hammi.

Jokowi menegaskan, pasar tradisional tidak boleh kalah dengan mall yang bersih, tidak becek, tidak bau dan memiliki penataan barang dagangan yang baik. Jangan sampai pasarnya masih baru, mamun sampahnya banyak

‘’Tadi saya dibisiki Pak Walikota, pak ini pasarnya masih kurang, masih ada 500 pedagang yang belum tertampung, tadi saya langsung perintahkan menteri perdagangan untuk tambahin pasarnya biar semua bisa masuk, ‘’ kata Jokowi disambut tepuk tangan ribuan masyarakat yang hadir.

Karena itu, Jokowi berharap pasar tradisional Ammah Hami menjadi contoh swapasar pasar yang bersih, tidak bau, tidak becek dan rapi penataan barang dagangannya. ‘’Tahun depan saya lihat, saya akan ke sini lagi, ”  ujarnya.

Usai meresmikan pasari di Kota Bima, sore harinya Presiden melanjutkan kunjungan kerja ke Jayapura, Papua. Turut dalam rombongan sejumlah menteri, antara lain Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, serta Menteri Pemuda dan Olah raga Imam Nahrawi.

Suk