Mengejar Target Lima Besar, Peserta NTB Mulai Berprestasi

MATARAM – lombokjournal.com

Target lima besar NTB sebagai tuan rumah MTQN XXVI memang tak muda, tapi bukan tak ada harapan. Memasuki hari ketiga hari Selasa (2/8), di sejumlah lomba dan golongan, beberapa peserta asal NTB meraih peringkat pertama di babak penyisihan. Mereka diharapkan melaju ke final dan menjadi juara.

MTQharike4,2agustus2

Gubernur TGH M Zainul Majdi sejak awal berharap, para peserta NTB dalam MTQ 2016 bisa masuk lima besar.  Ini memang menjadi tekad tuan rumah, selain harus sukses dalam penyelenggaraan diharapkan juga sukses prestasi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov NTB  H Rosiady Sayuti, yang menyampaikan harapan gubernur itu juga optimis, mengingat persiapan menju lima besar  sudah sudah matang. Menurutnya, pihak LPTQ NTB telah melakukan serangkaian pembinaan berjenjang, mulai MTQ tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.

“Target itu tidak muluk-muluk, selama ini NTB dikenal sebagai salah satu gudang qori di Indonesia,” ujar Rosiady sewbelumdimulai lomba, pekan lalu. NTB yang pernah jadi tuan rumah MTQ nasional tahun 1973, pusa nostalgia yang  harus dirawat.

“Jangan sampai ada yang bilang, lebih hebat tim yang dulu daripada kafilah yang sekarang,” ujar Sekda.

Masyarakat menyaksikan peserta MTQ dari layar besar di islamic Center
Masyarakat menyaksikan peserta MTQ dari layar besar di islamic Center

Memasuki hari ketiga, yang  sudah melangsungkan 7 cabang lomba dengan 18 golongan, prestasi peserta NTB mulai kelihatan. Ketua Kafilah Provinsi NTB, Faturahman mengatakan, peserta berhasil ke peringkat pertama pada babak penyisihan, bisa masuk final. “Dan diharapkan juara,” ujarnya, Selasa (2/8).

Beberapa cabang lomba sudah memasuki babak semifinal dan final. peserta asal NTB, Rizki Juniati pada cabang Tilawah Al-Quran golongan cacat netra putri mendapatkan rangking pertama di babak penyisihan. Di golongan putra, Alhamudin meraih peringkat kedua.

Peserta lainnya, Lili Rahmah meraih peringkat pertama di babak penyisihan di cabang lomba Tilawatil Al-Quran. Di cabang khath Al-Quran golongan kontemporer, peserta NTB meraih peringkat kedua dan berhak maju ke final.

Farida Zaika berhasil masuk ke babak semifinal di cabang lomba Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Quran. Juga  Yuni Puandari, peserta pada cabang lomba Tilawatil Quran golongan dewasa, diharapkan berprestasi di kategori itu.

Sejauh ini, peringkat seluruh provinsi relatif menyebar di tiap cabang lomba dan golongan. Namun yang terlihat dominan di 7 cabang lomba dan 18 golongan adalah provinsi Banten dan Jawa Barat.

Dari pantauan di semua venu, sampai Selasa pelaksanaan MTQ Nasional 2016 di Kota Mataram berjalan lancar. Baik Islamic Center, Aula BI, Gedung Graha Bhakti dan Gedung Sangkareang di Kantor Gubernur NTB berlamngsungnya lomba berjalan dan sudah menyelesaikan babak penyisihan.

Ada tujuh cabang lomba yang diadakan yakni Tilawah Al-Quran, Hifzh Al-Quran, Tafsir Al-Quran, Fahm Al-Quran, Syarh Al-Quran, Khath Al-Quran, dan Menulis Makalah Ilmiah Al-Quran.

Dalam MTQN 2016 ada 18 golongan lomba terdiri atas enam golongan cabang Tilawah Al-Quran (dewasa, remaja, anak-anak, tartil, cacat netra, serta qiraah sab’ah); lima golongan cabang Hifzh Al-Quran (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz); tiga golongan cabang Tafsir Al Quran (bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris), serta empat golongan cabang Khath Al-Quran (naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer).

Di venu utama di Islamic Center di Mataram, sejak hari pertama hingga Selasa malam, ribuan masyarakat baik dari Mataram maupun dari berbagai penjuru Lombok, setia menikmati lantunan ayat-ayat Al Qur’an dari qori’ dan qori’a yang mewakili 34 provinsi se Indonesia.

Dan selama itu kegiatan ekonomi kecil bergerak. Ratusan pedagang kecil menangguk rezeki,  memadati berbagai sudut halaman Islamic Center, termasuk lokasi tempat diselenggarakan pameran peradaban Islam yang berada di seberang utara.

Rer.




Konferensi Internasional Ulama Islam Dunia; Islam Tak Ada Hubungan Dengan Sektarian

Senggigi – lombokjournal.com

Konferensi Internasional Ulama Islam Dunia yang berlangsung di Senggigi, Lombok Barat (30 Juli – 1 Agustus), ditutup dengan 9 rekomendasi. Di antaranya, mendirikan pusat kajian Terorisme, Radikalisme, dan Sektarianisme. Dan menyusun rencana strategis kontra terorisme, radikalisme dan sektarianisme. “Islam tidak ada hubungannya dengan sektarianisme,” kata Gubernur TGH M Zainul Majdi, saat penutupan koferensi di Senggigi, Seni (1/8).

 gubernur,konferensiulama4gubernur,konferensiulama2

Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menegaskan, hasil-hasil yang diperoleh dalam penyelenggaraan konferensi tersebut,  menguatkan islam yang benar, yang bertentangan dengan terorisme dan sektarianisme.

“Justru Islam mengajak dan menyeru serta menawarkan perdamaian. Islam juga tidak ada hubungannya dengan sektarianisme. Sebab sektarianisme sebenarnya hal-hal primordial yang tak perlu dikembangkan,” jelas Gubernur.

Lebih lanjut dikatakannya, perbedaan suku, agama, ras dan golongan justru untuk saling mengenal, saling mengisi dan saling belajar, tegasnya.

Pada sambutannya Gubernur Majdi sempat menyinggung soal Pembukaan MTQ yang dilakukan Preside., Joko Widodo.  Ucapan terima kasih disampaikannya, atas kepercayaan untuk NTB menjadi tuan rumah MTQ, dan  sekaligus tuan rumah pelaksanaan konferensi internasional Ulama Islam dunia tersebut.

Gubernur juga sempat menjelaskan salah satu kesenian tari kolosal yang dihadirkan pada saat pembukaan MTQN. Dikatakannya, NTB sengaja menampilkan budaya tersebut sebagai sebuah keunikan, Islam di Nusa Tenggara Barat ini yang memiliki sejarah sendiri.

“Islam datang membawa perubahan yang sangat signifikan. Islam membawa cara pandang yang sugguh sangat berbeda dengan keadaan sebelumnya,” jelasnya di hadapan ratusan peserta konferensi tersebut.

9 Rekomendasi

Konferensi Internasional Kontra Terorisme dan Sektarianisme, di Lombok (NTB), kerjasama antara MUI dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, resmi ditutup Wakil Menteri Luar Negeri RI, Prof. Dr. Abdurrahman Fahri, di Hotel Sentosa, Senin (01/08). Penutupan konferensi yang berlangsung sejak tanggal 30 Jul tersebut dihadiri juga Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH. Muhyiddin Junaidi, MA dan Dewan Pimpinan MUI Prof. Dr. Yunahar Ilyas.

Sekretaris Jenderal Rabithal Al Alam Al Islami, Prof. Dr. Abdullah Bin Abdul Muhsin At-Turki bersama ulama dari 12 negara di dunia.  Ia menjelaskan, isu radikalisme dan sektarianisme merupakan isu global yang harus menjadi perhatian serius para ulama islam di dunia.

Abdullah Bin Abdul Muhsin tegas menolak segala teror yang menimpa dunia Islam saat ini, yang mengorbankan nyawa dan merendahkan kemanusiaan. Namun masyarakat internasional diam dan tidak bertindak apa. Maka, ia menuntut agar pelaku-pelaku teror atas umat Islam dapat dibawa ke hadapan pengadilan internasional, dan diadili atas perbuatannya

Selain itu, Abdullah Bin Abdul Muhsin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, juga seluruh rakyat Indonesia, atas perhatian yang besar kepada pelaksanaan konferensi. Presiden Joko Widodo membuka kegiatan tersebut, hari Sabtu (30/7) lalu.

Konferensi Ulama itu menghasilkan sembilan rekomendasi, yang dicetus oleh peserta konferensi. Sembilan rekomendasi tersebut sebagai berikut:

  1. Kepada Muslim World League, agar mendirikan pusat kajian Terorisme, Radikalisme, dan Sektarianisme, bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia.
  2. Membentuk komite yang mengontrol pelaksanaan seluruh rekomendasi yang dihasilkan oleh Konferensi ini, terdiri atas Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Muslim World League
  3. Menyusun rencana strategis kontra terorisme, radikalisme dan sektarianisme yang terjadi di Asia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah beberapa negara Islam, bekerjasama dengan masyarakat internasional. Muslim World League diharapkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang tepat di dalam hal ini, bersama dengan pihak-pihak yang berkompeten
  4. Mendukung pengajaran agama di negara-negara Asia, dengan mengembangkan sistem pembelajaran, atau mendirikan lembaga pendidikan Islam untuk menutupi kebutuhan masyarakat, dan memenuhi keperluan terhadap tenaga-tenaga pendidik atau imam-imam masjid yang mampu untuk menjelaskan tentang bahaya sikap radikal dan sektarian, serta mengukuhkan sikap moderat sebagai bagian dari ajaran Islam, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala di dalam QS al-Baqarah (02)/ 143
  5. Mengajak para ulama Islam agar menjalankan peran dan tanggungjawab mereka, untuk mengarahkan pemuda-pemuda umat dengan pemahaman yang benar tentang jihad, takfir, wala’ dan bara’ (loyalitas dan anti loyalitas), kedaulatan negara, kewajiban taat kepada pemimpin dan larangan melakukan makar, atau segala yang berkaitan dengan permasalahan seperti ini
  6. Meluruskan metodologi dakwah, sesuai konsep Islam, yaitu mendahulukan sikap bijaksana, dan pengajaran yang baik. Mengajak para pimpinan-pimpinan organisasi kemasyarakatan di negara-negara Asia untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial Islam untuk mengadakan pelatihan-pelatihan imam dan dai
  7. Membentuk forum komunikasi antar sesama lembaga Islam dalam tingkat internasional yang bertujuan untuk menyatukan segala potensi yang dimiliki, di bawah koordinasi Muslim World League, dan bekerjasama dengan institusi-institusi terkait. Forum ini diharapkan untuk melakukan pertemuan-pertemuan koordinasi secara berkala, untuk merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi ancaman terorisme, dan sektarianisme di Asia
  8. Membantu kaum muslim minoritas, khususnya di bidang pendidikan, agar dapat terhindar dari sikap ekstrim, atau tindakan radikal dan konfrontasi dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya, sehingga dapat lebih produktif untuk memberikan perbuatan yang terbaik bagi negaranya, dan membuktikan kesempurnaan agama Islam bagi orang lain
  9. Mewujudkan perbaikan yang menyeluruh terhadap kondisi umat Islam, sehingga mampu memperlihatkan identitas keislaman yang utuh, dan memenuhi keperluan masyarakat di dalam memerangi kerusakan. Mempergunakan sumber daya alam dan manusia secara baik, demi mewujudkan keadilan, dan menjaga kehormatan kemanusiaan, serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.

Suk

(Foto: Biro Humas Setda Pemprov NTB)




Buka MTQ Di NTB, Presiden Ingatkan Kesalehan Sosial

MATARAM – lombokjournal

Mengagungkan Al Qur’an berarti mengagungkan nilai-niai  kemanusiaan. Itu berarti meningkatkan kesalehan sosial.  “Mengutamakan pembelaan yang lemah, fakir miskin. Ini mengikis keserakahan seperti mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI di Mataram, Nusa Tenggabara Barat (NTB), Sabtu (30/7) malam.

Presiden,MTQ30Juli1

Presiden,MTQ30Juli6

 

 

Presiden Jokowi datang di Islamic Center NTB yang menjadi venu utama MTQ,mendapat sambutan antusias dari warga Kota Mataram. Sejak magrib ribuan masyarakat sudah memadati lokasi pembukaan..Sejak sebelum kedatangan Jokowi, ribuan peserta juga sudah antre memasuki lokasi acara yang dibatasi pagar besi dengan masyarakat umum.

Sekitar pukul 20.30 witeng, mengawali sambutannya Jokowi mengatakan, di Indonesia sebagai Negara Islam terbesar, penyelenggaraan MTQ harus bisa lebih membumikan Al Qur’an. Karenanya, ia memiliki MTQ akan mewarnai nafas kehidupan dan membudaya di masyarakat.

Presiden,MTQ30Juli5

“Tujuan MTQ selain untuk mengejar prestasi dan mengembangkan kualitas penyelenggaraannya, hraus meningkatkan syiar dan dakwah, Ini penting mewarnai wajah teduh umat Islam dan bangsa Indonesia,” katanya..

Penyelenggaraan MTQ tepat di tengah masyarakat yang masih suka mencela,dan merendahkan orang lain. “Masih banyak orang mudah mencela, mengumpat, merendahkan orang lain, mengejek, menjelek-jelekkan orang lain. Nilai sopan santun juga diabaikan,’ ujar Jokowi.

Saat ini dii ranah media social, banyak ungkapan pedas, ujaran kebencian yang asal bunyi bertebaran luar biasa. Ungkapan yang menebar kebencian itu makin menghebat saat berlangsung kontestasi politik seperti pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan walikota, pemilihan presiden, atau pemilihan anggota legislatif.

“Kandidat lain bukan lagi sebagai sahabat, teman atau mitra,  melainkan dianggap musuh yang harus dikalahkan,”katanya.

Presiden yang datang bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Mensesneg Pratikno dan beberapa menteri lainnya mengatakan, bila saatnya Indonesia menjadi sumber pemikiran Islam dunia. Dan Indonesia bisa jadi sumber pembelajaran Islam .

“Islam di Indonesia sudah seperti obat yang paten yaitu Islam moderat dan egaliter,” tegasnya.  Ditambahkannya, saat ini ada ada Perpres yang mengatur pendirian Universitas Islam Internasional. Indonesia akan menjadi sumber keilmuan Islam sekaligus berbagai kegiatan bernuansa keislaman.

Berharap Presiden Selalu Senyum

Sebelum sambutan Jokowi, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menyampaikan laporan penyelenggaraan MTQ. Dikatakannya, selama persiapan MTQ di NTB semua pohak termotivasi dan bekerja keras untuk memberi yang terbaik bagi bangsa. Semua dipersiapkan sebaik-baiknya. “Sebab kami berharap, kalau presiden datang ke NTB selalu tersenyum, selalu gembira,” kata gubernur.

Penyelenggaraan MTQ, menurutnya, juga melibatkan seluruh masyarakat termasuk non muslim.  Pemasangan lampion di sepanjang Jalan Pejanggik, semuanya dipasang kalangan Tionghwa, ujarnya.

“Semua agama terlibat, termasuk pecalang dari umat Hindu ikut mengamankan. Penyelenggaraan MTQ di NTB membuat semua pihak bersuka cita,” kata gubernur.

Trio BIMBO; Syam, Acil dan Jaka, memeriahkan pembukaan MTQ Nasional XXVI
Trio BIMBO; Syam, Acil dan Jaka, memeriahkan pembukaan MTQ Nasional XXVI

Setelah Presiden Jokowi memukul gendang beleq (gendang besar) yang menandai dibukanya MTQ, tarian kolosal yang digarap seniman tari dan teater Kota Mataram yang diperkaya musik orchestra Purwa Tjaraka, sangat memukau peserta MTQ.  Selain itu juga tampil legendaris pelantun lagu-lagu religi, BIMBO, trio bersaudara  Syam, Acil dan Jaka.

Pembukaan MTQ juga dihadiri gubernur dari daerah seluruh Indonesia, bahkan hadir pula perwakilan duta besar negara-negara sahabat.  Penyelenggaraan lomba dimulai 31 Juli hingga 5 Agustus. Ribuan peserta dari 34 provinsi bersaing dalam 18 cabang lomba.

Suk

 




Menjamin Transparansi Peserta MTQ XXVI, Pendaftaran Berbasis Aplikasi Online

MATARAM – lombokjournal.com

Dirjen bersama Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama RI, Prof. Machacasin menjelaskan, Kemenag  telah menerapkan sistem pendaftaran peserta berbasis aplikasi online melalui e-MTQ dengan alamat: simpenais.kemenag.go.id/mtq. Dengan sistem itu, masyarakat bisa melihat langsung peserta dengan mengecek kebenaran data

Menurutnya, tujuan penggunaan aplikasi ini untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik. Sebab pelaksanaan MTQ yang nota bene bermusabaqah dalam bidang kitab suci agar terjaga martabatnya. Penjelasan itu disampaikannya saat bersama Wagub NTB, H Muhammad Amin yang saat itu juga memastikan kedatangan Presiden Joko Widodo yang akan membuka MTQ XXVI.

“Manfaat aplikasi e-MTQ, masyarakat bisa melihat langsung peserta dengan mengecek kebenaran data yang berhubungan dengan nama, usia, dan cabang musabaqah yang diikuti pada provinsi masing-masing,” terang Mahasasin kepada wartawan.

Penggunaan aplikasi e-MTQ memudahkan pendaftaran calon peserta dan panitia menyeleksi dokumen peserta yang tidak valid, baik sengaja maupun tidak. Dari total pendaftar 1303, yang lulus administrasi sebanyak 1200 orang. Jadi, ada 103 peserta yang tidak lulus administrasi.

Dari 1200 peserta hingga saat ini 1193 orang yang telah mendaftar ulang. Sedangkan  yang tidak mendaftar  sebanyak 7 orang, dengan rincian Tilawah Remaja Putra 1 orang, Canet Putra 1 orang, Tafsir Arab Putra 1 orang, Tafsir Indonesia Putra 1 orang, Tafsir Inggris Putri 1 orang, M2IQ Putra 1 orang, Khat Dekorasi Putri 1 orang. Jadi total yang tidak mendaftar sebanyak 7 orang.

Selain mekanisme pendaftaran melalui e-MTQ, satu hal baru dalam MTQ kali ini adalah kertas yang digunakan untuk maqra (sesuatu batasan ayat/kisah yang akan di baca/dilombakan) dibuat dengan kertas berciri khusus. Jika sebelum penyelenggaraan MTQ yang  beredar maqra, dapat diyakini itu palsu.

Penggunaan kertas itu juga mendukung sistem penjurian yang dilakukan oleh Dewan Hakim agar penilaian peserta dapat berjalan dengan bersih, jujur, dan tertib. Sehingga dapat menghasilkan para juara yang memiliki kualifikasi tinggi untuk musabaqah tingkat dunia.

Seluruh Dewan Hakim musabaqah yang diketuai oleh KH. Said Agil Al-Munawwar akan dilantik oleh Menteri Agama jam 16.00 WITA sore ini. Mereka adalah para ahli dibidangnya masing-masing, yang datang dari berbagai provinsi yang memiliki komitmen tinggi dalam pengembangan Alquran.

Lebih lanjut, Machacin menyampaikan, jika saat perlombaan nanti ditemukan kejanggalan atau ketidakteraturan administrasi akibat disengaja atau tidak oleh panitia maupun dewan hakim, dapat disampaikan langsung kepada panitia pada setiap cabang yang dilombakan.

Tema MTQ Nasional ke -26 di Mataram ini “Mewujudkan Revolusi Mental melalui Penerapan Islam Rahmatan Lil Alamin” merupakan salah satu bagian upaya Kemenag mewujudkan revolusi mental dengan penerapan Islam Rahmatan Lil Alamin.

Tema ini penting di tengah upaya kita melakukan gerakan nasional revolusi mental, penyelenggaraan MTQ merupakan momen yang tepat. Di tengah berbagai konflik di dunia Islam akibat sektarianisme akut, tema tersebut mengandung pesan khusus pentingnya umat Islam menjaga harmoni sosial baik antar maupun intern umat. Apalagi MTQ bukan semata ajang festival keagamaan, tetapi juga festival budaya, sosial, dan ekonomi.

Suk




Presiden Joko Widodo Akan Buka MTQ Nasional XXVI di Mataram

MATARAM – lombokjournal.com

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVI di Mataram, malam nanti, Sabtu (30/7), akan dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo, di Astaka Utama Islamic Center, Kota Mataram, NTB. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Muh. Amin, S.H.M.Si, selaku Ketua Panitia Daerah, Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) XXVI di Mataram (NTB), kepada wartawan siang tadi.

Wagub mengatakan, 43 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1973,  NTB dengan keterbatasan sarana dan prasana mampu menjadi penyelenggara yang baik untuk event membumikan Al- quran ini. Dalam jumpa pers di media center MTQN XXVI,  wagub bersama Dirjen Bimas Islam Kemnterian Agama RI, Prof. Machasin.

Pada penyelenggaraan tahun ini, persiapan lebih matang serta koordinasi yang baik antara panitia daerah dengan panitia pusat, wagub optimis pelaksaaan akan jauh lebih sukses, baik sukses penyelenggaraan, sukses secara ekonomi dan prestasi.

”Pemerintah Provinsi NTB menyambut baik dan antusias masyarakat, sebagai tuan rumah event besar ini. Insya Allah segala potensi dan kekuatan, kami akan memberikan pelayanan terbaik dari segi fasilitas, termasuk keamanan, akomodasi, transportasi, dan media center yang menyediakan segala bentuk informasi terkait MTQ dalam bentuk digital,” jelas wagub, yang juga berharap, peserta NTB dapat mendulang prestasi.

Karo Humas dan Protokol NTB H. Yusron Hadi yang mendampingi Wagub menjelaskan secara tekhnis persiapan yang telah dilaksanakan panitia. ”Karena pelaksanaan ini dilaksanakan di areal terbuka, paspampres sedikit memberikan pengamanan yang lebih ketat,” jelasnya.

Untuk kenyamanan dan keamanan, akses masuk tamu undangan dibagi dalam beberapa titik berbeda. Sementara untuk menjamin kualitas penilaian dan netralitas selama perlombaan, pihak panitia daerah melalui Biro Humas dan Protokol Setda Prov NTB juga menyediakan live streaming yang dapat diakses dengan cara mendownload aplikasi MTQN 2016 melalui playstore.

Rer




Ribuan Warga Mataram Sambut Pawai Ta’aruf MTQ XXVI

MATARAM – lombokjournal

Pawai Ta’aruf menyambut Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI , mendapat sambutan ribuan warga Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang dimulai sejak Jum’at (29/7) pukul 14.30 siang.  Pawai yang diberangkatkan dari Lapangan Sangkareang, Mataram, diikuti  seluruh kafilah dari 34 Provinsi se Indonesia.  Kemeriahan pawai tersebut karena masing-masing daerah bersemangat menampilkan keanekaragaman budayanya masing-masing.

gubernurpawaiMTQ29Juli5gubernurpawaiMTQ29Juli4

Gubernur NTB,TGH M Zainul Majdi, yang melepas pawai tersebut mengatakan, selain perkenal peserta dari seluruh Indonesia pawai juga merupakan  kesyukuran masyarakat NTB. Kesenian masing-masing dari Kabupaten se NTB seperti Lombok Utara, Barat, Timur dan Tengah, serta Sumbawa dan Bima tampil dalam pawai ini.

“Ini bagian rasa syukur masyarakat NTB  atas berlangsungnya MTQ,” ujar gubernur bersama Hj Erica Majdi, yang saat melepas pawai didampingi Wakil Gubernur HM. Amin, Walikota Mataram H. Ahyar Abduh, dan Dirjen Binmas Islam Kementerian Agama RI di Jalan Pejanggik Mataram.

Lebih dari 40 kendaraan dihias sesuai kekhasan dari 34 perwakilan Provinsi, termasuk perwakilan kabupaten/kota se-NTB.  Pawai bergerak dari Lapangan Umum Kota Mataram sampai ke Mayura Cakranegara. Sedangkan peserta pawai pejalan kaki yang diikuti puluhan ribu peserta, menempuh rute lebih pendek sampai dengan perempatan Karang Jangkong Mataram.

Kendaraan kafilah Pemprov Nanggroe Aceh Darussalam mengawali berjalan dengan miniature ala Masjid Baiturrahman. Kemudian diikuti tuan rumah, NTB, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Jambi, Sumatra Selatan, dan Bengkulu.

gubernurpawaiMTQ29Juli7

gubernurpawaiMTQ29Juli6

Pawai Taa’ruf merupakan tradisi yang selalu berlangsung dalam penyelenggaraan MTQ.   Masing-masing daerah selain menampilkan mobil hias juga ada yang berjalan kaki. Pawai siang itu dimeriahkan pertunjukan drumband, mobil  dengan dihias miniatur masjid.

Terkait soal masjid itu, yang sempat mendapat perhatan masyarakat adalah rombongan dari DKI Jakarta.  Selain ramai dengan lantunan lagu khas Betawi, bagian depan mobil hiasnya terdapat tulisan LED berbunyi “Mohon Doa Restu Akan Dibangun Masjid Raya Jakarta Atas Prakarsa Jokowi dan Basuki Tjahaja Purnama’

Masyarakat juga antusias dengan khafilah dari Jakarta, Karena kehadiran Qubil AJ atau ‘Madit Musyawaroh’ pemeran Islam KTP . Penonton merangsek mengikuti jalannya kendaraan hias DKI,  berusaha bersalaman dan berfoto bareng Bang Madit

Banten Atraksi Debus

Dalam Pawai Ta’aruf itu, yang sangat menarik perhatian tampilnya Provinsi Banten dengan atraksi Atraksi Debus dengan 20 seniman yang menampilkan atraksi kesenian pencak silat, dan tarian khas Banten. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten yang memboyong kesenian tradisional khas Banten itu juga sekaligus mempromosikan pariwisata Provinsi Banten.

Kepala Disbudpar Banten, Opar Sochari, berpromosi, potensi pariwisata Banten ini tidak kalah dengan Lombok. Banten memiliki potensi wisata seperti wisata budaya ada Baduy, wisata pantai ada Pantai Sawarna, Carita dan Anyer, dan wisata religi Banten Lama.

“Masih banyak lagi,” kata Opar sambil menjelaskan kafilah Provinsi Banten sebanyak 43 peserta Mobil hias peserta Banten melambangkan perpaduan masjid Banten Lama dan Masjid Raya Al Bantani. Maksudnya, mengingatkan jasa ulama besar asal Banten, Syekh Nawawi Albantani.

Pelaksanaan MTQ di NTB merupakan yang kedua setelah yang pertama berlangsung tahun 1973. Seperti halnya penyelenggaraan pertama yang mendapat dukungan antusias dari, masyarakat, penyelenggaraan MTQ XXVI juga menjadi kenanggaan masyarakat NTB, khususnya warga Kota Mataram.

Berbeda dengan penyelenggaraan MTQ tahun 1973, saat Kota Mataram masih bagian dari Kabupaten Lombok Barat. Saat itu situasi Mataram, dan umumnya wilayah NTB masih sepi. Tahun 2016, pwnyelenggaraan MTQ  berlangsung di tengah gencarnya pembangunan NTB, dan Kota Mataram pun mulai menggeliat dari kota menengah menuju kota besar.

“Saya tak menduga Kota Mataram sudah ramai dan maju seperti ini,” kata peserta dari Kalimantan, yang mengaku terakhir kali ke Mataram tahun 1990.

 

Rer.

 

(Foto: Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)

 




Nyanyi Lagu Mars MTQ dan Syair Barzanji Massal di Mataram, Raih Rekor MURI

MATARAM – lombokjournal

Puluhan ribu pelajar yang serempak menyanyikan Mars MTQ dan jamaah yang menggemakan serakalan barzanji, memberi arti tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). NTB mendapat dua rekor MURI dalam satu hari yang diserahkan di lapangan Taman Sangkareang, Kota Mataram, NTB, pada Kamis (28/7).

serakalanMTQ229Juli1serakalanMTQ229Juli6

Menjelang pembukaan MTQ Nasional XXVI 2016, hari Sabtu (30/7), suasana semarak mewarnai  berbagai tempat di Kota Mataram (NTB) yang menjadi tuan rumah even akbar itu. Umbul-umbul, lampion dan baliho terpasang hampir di tiap sudut kota. Kantor pemerintah dan sekolah-sekolah memasang spanduk menyambut MTQ.  Hari Kamis (28/7), lebih dari 93 ribu siswa dari sejumlah sekolah di Mataram, serempak menyanyikan  Mars Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Sorehari,  juga di Taman Sangkareang di Mataram riuh dengan acara Gema Serakalan Berzanji yang diikuti lebih dari 10.000 jamaah.  Seperti diketahui, kitab Al Barzanji ini mengandung sejarah dan perjalanan hidup Rasulullah. Gema barzanji dipenuhi dengan lafadz-lafadz ghuluw dan pujian-pujian pada Rqasulullah Muhammad.

Dalam sehari NTB mendapat dua rekor MURI. Rekor MURI pertama, diberikan karena memecahkan rekor jumlah peserta terbanyak menyanyikan sebuah lagu Mars MTQ. Rekor MURI kedua, acara Gema Salakar Barzanji. dengan peserta sebanyak 10 ribu orang. Peserta pembacaan syair Barzanji itu dua ribu lebih banyak dibanding yang pernah berlangsung Bengkulu.

Sekretaris Daerah Pemprov NTB, Rosiady Sayuti yang juga hadir di Sangkareang menjelaskan, Gema Selakaran Barzanji diikuti 10 ribu peserta, terdiri dari 4000 kelompok Barzanji di seluruh Kota Mataram, dan enam ribu dari para pelajar se-Mataram.

“Kita mendoakan agar sukses penyelenggaraan dan prestasi kafilah tuan rumah NTB,” katanya.

Melestarikan Tradisi Barzanji

serakalanMTQ229Juli34serakalanMTQ229Juli5

Wakil Gubernur NTB H Muhammad Amin yang sekaligus Ketua Umum Penyelenggaraan MTQ Nasional ke-26,  menyampaikan pentingnya melestarikan tradisi pembacaan syair Barzanji. “Para orang tua harus memberikan pemahaman kepada anak-anaknya tentang tradisi tersebut,” kata Wagub usai menerima piagam rekor MURI. .

Menurutnya, dua acara yang meraih rekor MURI makin menyemarakkan MTQ Nasional tahun ini. NTB pernah sukses menjadi pelenyelengga MTQ Nasional di pada 1973, dan ia optimistis penyelenggaraan MTQ Nasional tahun ini akan menuai sukses serupa.

“43 tahun lalu NTB sudah menjadi tuan rumah MTQ. Saat itu sukses penyelenggaraannya. Apalagi sekarang ini, Insya Allah akan lebih sukses lagi,” tegasnya.

Pada kesempatan sama, Wali Kota Mataram Ahyar Abduh yang juga menerima penyerahan salah satu  piagam MURI itu juga optimis, pelaksanaan MTQ Nasional tahun akan sukses. “Tidak hanya sukses secara penyelenggaraan, pencitraan, prestasi, tapi juga ekonomi,” kata walikota.

Rer 

 

 




Seribu Hafiz Khataman Qur’an 166 Kali Sambut MTQ Nasional XXVI

MATARAM – lombokjournal

Sedikitnya 1000 santri pondok pesantren se-pulau Lombok melakukan Sima’an & Khotmil al qur’an. Berlangsung di depan Pendopo Gubernur NTB. Penyelenggaraan acara yang merupakan rangkaian MTQ Nasional XXVI ini, langsung dipimpin Gubernur NTB, Dr. TGH M Zainul Majdi, Rabu (27/7) pagi.

gubernur,khataman27Juli1gubernur,khataman27Juli3

Sima’an dan khotmil Al Qur’an merupakan bentuk doa dan harapan, agar segala ikhtiar yang sedang kita laksanakan baik untuk agama, bangsa, Negara, khususnya daerah diberkahi Allah SWT. Provuinsi Nusa Tenggara Barat saat ini tengah disibukkan dengan penyelenggaraan MTQ Nasional, sekaligus muktamar IPQAH (Ikatan Persaudaraan Qori’-Qori’ah dan Hafiz – Hafizah.

“Insya Allah kalau seseorang dekat dengan Al Qur’an, maka jiwanya akan baik. Akan hidup di hatinya rasa cinta dan kasih sayang. Teruskan untuk menghafal, kalianlah kebanggan kita semua,” pesan Gubernur.

Dalam penyelenggaraan sima’an dan khotmil Al Qur’an itu, Pemprov NTB bekerjasama dengan IPQAH (Ikatan Persaudaraan Qori’ – Qiri’ah dan Hafiz – Hafizah). Kegiatan yang diikuti sekitar 1000 penghafal Al Qur’an (hafiz) dari ponpes se Lombok itu hanya pernah dilakukan di NTB, yang dilakukan sejak pukul 08.00 wita dan akan berlangsung selama 6,5 jam.

Dan itu juga berarti berlangsung khataman Al Qur’an selama 166 kali. Pihak IPQAH sudah menghubungi pencatat Rekor MURI. “Ini kegiatan khataman terbanyak yang diikuti 1000 penghafal Al Qur’an,” tutur Sekjend IPQAH NTB, DR Muhammad Zaidi Abdad.

Salah satu Deawan Hakam MTQ Nasional XXVI itu menuturkan, sekitar 1000 hafiz itu dibagi beberapa halaqah. Satu halaqah terdiri dari enam orang hafiz. Satu orang penghafal akan membacakan lima juz.

“Jika ada 1000 hafiz, maka selama acara itu akan khatam Al Qur’an sebanyak 166 kali,” kata Muhammad Zaidi yang malam harinya akan disibukkan dengan penyelenggaraan Muktamar IPQAH.

Menurutnya, Muktamar IPQAH yang pertama di Mataram itu rencananya akan dibuka Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani, nanti malam di sebuah hotel di Mataram.

Suk.

 




Persiapan MTQ Digenjot, Gubernur Beri Semangat

MATARAM – lombokjournal

Seluruh persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional 2016 di Mataram (NTB) sudah rampung, tinggal menunggu saat pembukaan yang akan dilakukan Presiden Joko Widodo, Sabtu (30/7). Namun sebelum pembukaan itu sudah akan berlangsung keghhiatan ‘pra acara’ yang menguatkan nuansa MTQ Nasional.

Gubernur,Islamiccenter2

Rangkaian kegiatan sudah akan berlangsung sejak hari Rabu (27/7), yaitu khataman Al-Qur’an oleh 1000 penghapal qur’an yang dipimpin langsung oleh Gubernur NTB. Khataman Qur;an itu akan berlangsung sejak pukul 07.30 wita yang diperkirakan akan berakhir pukul 14.00.  Kegiatan pra acara ini akan menjadi sejarah yang dicatat sebagai Rekor MURI, karena akan diikuti 1000 orang penghafal Al Qur;an.

Hari berikutnya, Kamis(28/7), sejak pukul 15.30 Wita sepanjang Jalan Langko Pejanggik, dimulai depan Masjid Raya hingga eks RSUP NTB, kan meriah dengan pembacaan berzanji/serakalan massal oleh 5000 orang peserta semua PNS, Pelajar dan Remaja Masjid se Kota Mataram. Santri putra Ponpes se pulau Lombok akan hadir berpakaian putih, sarung dan peci putih, juga catatan rekor MURI.

Pada hari Jum’at (29/7), sejam jam 14.00 Wita berlangsung Pawai Ta’aruf dan mobil hias masing-masing kafilah se Indonesia di sepanjang Jalan Langko dan  Pejanggik. Acara yang diikuti pelajar dan masyarakat serta semua kafilah itu akan diperkirakan akan diikuti sekitar 10.000 orang.

Malam harinya,  ta’aruf dengan semua kafilah se Indonesia bersama Gubernur dan Walikota Mataram akan dilangsung di Pendopo Gubernur NTB (Jum’at malam atau malam Sabtu)

Rer.

 

 




Selama MTQ Pasokan Listrik Aman

Pengamanan Juga Di Destinasi Wisata

MATARAM – lombokjournal

Bayangkan kalau event Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXVI 2016,  yang dihadiri ribuan utusan dari daerah seluruh Indonesia, tiba-tiba lampu mati. Kalau sampai terjadi, selain mengganggu event akbar itu tentu juga buruk bagi citra tuan rumah. Namun syukurlah, pihak PLN menjamin pasokam listrik aman.

Hal itu disampaikan General Manager PT. PLN Wilayah, NTB Karyawan Aji, pada Wakil Gubernur, H Muh Amin. PLN siap menyediakan pasokan listrik demi kelancaran event MTQ Nasional XXVI di semua venue.

“Termasuk venue utama di Islamic Center,” ujar General Manager PT. PLN Wilayah NTB Karyawan Aji saat bertemu dengan Wakil Gubernur NTB, H. Muh. Amin, SH. M.Si di ruang kerjanya, Selasa (26/7).

Pasokan listrik akan didatangkan dari pembangkit utama sebesar 1600 KW, dengan maksimal penggunaan daya sekitar 1500 KW.  Dikatakan Aji, saat ini mesin besar PLN sudah ada di lokasi Islamic Center sebagai venue utama.

“Mesin tersebut nantinya akan memenuhi ketersediaan listrik selama event MTQN XXVI berlangsung,” pungkas Aji.

Wagub Muh Amin sangat lega mendengar laporan pihak PLN. Namun tetap ditegaskannya, jangan sampai masalah listrik dapat mengganggu jalannya event MTQN XXVI. ”Soal lisrtik merupakan kebutuhan vital untuk kelancaran event akbar itu,” kata wagub.

Memacu Persiapan

Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-26 tingkat nasional optimis akan sukses.  Keyakinan itu disampaikan pihak panitia, mengingat Pemprov NTB telah jauh-jauh hari mempersiapkan penyelenggaraan MTQ ini.

“Insyaallah semua akan berlangsung indah saat penyelemnggaraan,” kata Lalu Gita Ariadi, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB. Secara detail, Gita sudah melakukan rapat koordinasi bersama Polda NTB untuk ketertiban di semua lini penyelenggaraan MTQ.

Menurut Gita, pihak panitia cukup lama mencermati perkembangan-perkembangan di lapangan. Bersama aparan kepolisian selain akan mengamankan jalannya penyelenggaraan MTQ tiap event, baik sebelum maupun sesudah MTQ.

Diprediksi sedikitnya 5.000 orang dari masing-masing provinsi seluruh Indonesia akan menghadiri MTQ.  Untuk Kafilah yang akan mengikuti lomba jumlahnya sekitar 1500, ditambah penggembirannya totalnya diprediksi sekitar 5000 pengunjung membanjiri NTB.

“Pengamanan MTQ tidak hanya dilakukan di lokasi lomba, juga termasuk di destinasi-destinasi wisata dan sentral-sentral kerajinan, guna menghindari terjadinya kriminalitas,” jelas Lalu Gita.

Suk

(Foto : Biro Humas dan Protokol Setda Pemprov NTB)