Mendorong peningkatan investasi merupakan salah satu strategi turunkan angka kemiskinan. Sekda NTB, DR Rosiady Sayut mengatakan, saat ini seluruh SKPD Provinsi diinstruksikan gubernur melacak regulasi dan perizinan di daerah yang menghambat investasi.
MATARAM – lombokjournal.com
DR. H. Rosiady Sayuti
Masuknya investasi berarti membuka lapangan kerja baru. Karena itu, kemudahan berinvestasi di NTB menjadi perhatian Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi.
“Identifikasi regulasi baik yang berasal dari pemprov maupun pemkab/pemkot dalam sebulan ini, akan menjadi bahan evaluasi,” kata Rosiady yang juga Wakil Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah, Kamis (19/1).
Sebelumnya diungkapkan Rosiady, kebijakan kenaikan dasar listrik 900 KV, bahan bakar non subsidi, atau tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) menjadi faktor yang menghambat upaya penurunan angka kemiskinan.
“Tiap kebijakan kenaikan harga yang berpengaruh meningkatkan harga-harga kebutuhan pokok langsung membebani masyarakat,” ujar Rosiady.
Ha itu tentu berpengaruh langsung pada program penurunan kemiskinan, tambahnya. Dengan kata lain, upaya penurunan angka kemiskinan di NTB menghadapi kendala berat.
Karena itu, menurutnya, saat ini Pemprov NTB mendorong peningkatan investasi. Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah diharapkan segera menyelesaikan persoalan lahan, dan segera menggerakkan investasi.
Dikatakannya, KEK Mandalikan sangat diminati investor. “Ini strategi yang efektif untuk menurunkan angka kemiskinan,” kata Rosiady.
Rr
Investasi Tambang Masih Jadi Andalan
Tahun 2017 diharapkan Investasi Sektor Pariwisata Meningkat
Sektor pertambangan masih menjadi salah satu investasi yang diandalkan NTB. Ke depan harus diimbangi investasi di sektor lain, misalnya sektor pariwisata, agar ekonomi NTB tak bergantung sektor tambang.
MATARAM – lombokjournal
Drs. H Lalu Gita Ariadi, M.Si
Target investasi di NTB cukup menggembirakan. Tercatat, pada triwulan III/2016 realisasi investasi ke NTB mencapai target melebihi yang ditetapkan nasional. Pada triwulan III/2016 nilai investasi di NTB sudah sekitar Rp8,2 triliun.
Pencapaian itu melebihi target 2016 yang ditetapkan pemerintah sekitar Rp6.2 triliun baik dari penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN)..
Hal itu diungkapkan Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Nusa Tenggara Barat, Lalu Gita Ariadi, Rabu (11/1).”Investasi di NTB masih didominasi sektor tambang yang menyumbang nilai Rp5,5 triliun hingga triwulan III/2016,” ungkapnya.
Lalu Gita berharap, pada tahun 2017 investasi sektor tambang harus diimbangi peningkatan investasi sektor lainnya, misalnya pariwisata. Mantan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata dan
Asisten II Bidang Perekonomian Setda NTB ini optimis, investasi di sektor pariwisata akan meningkat tahun 2017.
“Tahun 2017 target pencapaian investasi NTB ditingkatkan mencapai Rp12 triliun,” kata Gita yang belum genap sebulan menduduki pos barunya.
Menurutnya, selama ini banyak investor belum mengenal NTB dengan baik. Bahkan, NTB dinilai belum banyak perubahan dan persiapan untuk menerima investasi. Langkap pengenalan secara intensif pada investor perlu terus ditingkatkan.
“Potensi investasi NTB sangat besar. Calon investor yang masuk ke NTB tidak memiliki risiko sosial ekonomi yang tinggi,” katanya.
Gita optimis iklim investasi NTB kondusif, mengingat daerah NTB masih aman dan belum banyak terimbas gejolak politik dan ekonomi yang terjadi di tingkat nasional. Selain itu, Gubernur M Zainul Majdi menginstruksikan kemudahan berinvestasi.
Tahun 2017 diharapkan investasi di sektor pariwisata mulai bergerak. “Setelah persoalan lahan yang selama ini menjadi hambatan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika sudah selesai, kita optimis investasi sektor pariwisata akan bergerak naik,” kata Lalu Gita yang juga Komisaris ITDC mewakili NTB.
Ka-eS
Said Agil Siradz: Ahmadiyah Tak Boleh Diusir Dari Rumahnya Sendiri
MATARAM – lombokjournal.com
NTB masih punya ‘pekerjaan rumah’ yang harus diselesaikan, terkait kerukunan umat beragama. Salah satu contohnya, Ahmadiyah diusir dari rumahnya sendiri. Kalau agama dijadikan alasan berbuat semena-mena, itu memalukan.
Ketua PBNU (Pengurus Besar Nahdlatul Ulama), Kyai Said Agill Siradz, mengatakan itu dalam acara silaturahmi tokoh-tokoh lintas agama di rumah pengusaha Prajadi Agus Winakti yang akrab dengan panggikan Agus Sinta, di Mataram hari Sabtu (8/10) malam.
Prajadi Agus Winakti
Agus yang saat ini menjadi Ketua PSMTI (Paguyuban Sosial Masyarakat Tionghwa Indonesia) NTB, dikenal sebagai pengusaha yang selama ini aktif ikut mendorong terciptanya kerukunan umat beragama dan persatuan antar etnis di NTB. Kedatangan Kyai Said Agil Siradz di Mataram diundang Agus untuk beramah tamah dengan tokoh-tokoh lintas agama dan etnis.
Kyai Said Agil menegaskan, peran agama diciptakan untuk membangun dan memperbaiki, bukan merusak dan mematikan. “Agama tidak boleh jadi alasan untuk berbuat semena-mena. Agama tidak dibenarkan untuk membuat orang lain menderita. Karena itu, pengikut Ahmadiyah tidak boleh diusir dari rumahnya sendiri,” tegas Said yang malam itu didampingi Ketua NU NTB, TGH Taqiuddin Mansyur.
Agama Mengajarkan Kebaikan
Malam itu, di hadapan umat Islam, Budha, Kong Hu Cu, Kristen/Katolik dan Hindu, Kyai Said juga menegaskan, semua agama mengajarkan kebaikan. Karena itu ditegaskannya, tidak layak agama menjadi alasan konflik para penganutnya.
“Kekerasan dalam agama tidak dibenarkan,” kata Said setelah menguraikan ajaran kebaikan dari semua agama. Ia juga tegas menentang ISIS yang dinilainya bertentangan dengan ajaran Islam. “Demi Allah ISIS bertentangan dengan Islam. Karena ISIS melakukan banyak pembunuhan yang mengakibatkan penderitaan orang lain.”
Di tengah konflik yang mengatasnamakan agama, Said Agil menegaskan bahwa NU anti kekerasan dan anti radikal. Sebab tugas NU adalah membangun perdamaian.
Tampak hadir dalam ramah tamah malam itu, Kapolda NTB, Brigjen Umar Septono dan Sekda NTB, DR H Rosiady Husaeni Sayuti.
kaes
Mahfud MD; HMI Harus Merawat Masa Depan Indonesia
MATARAM – lombokjournal
Kader HMI harus memiliki tanggung jawab untuk merawat Indonesia, dari berbagai posisi baik itu Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, ataupun bidang-bidang lain. Hal itu diungkapkan Prof. Dr. Mahfud MD dalam sambutan pelaksanaan kegiatan Temu Nasional Alumni HMI Pemangku Jabatan Publik, yang berlangsung pada Sabtu, (3/9) di Hotel Lombok Raya.
Prof. Mahfud MD
Menurut Mahfud MD, ada tiga hal yang perlu di jaga berkaitan dengan Tata kelola pemerintahan berdasarkan konsep masyarakat madani, antara lain menjaga kebersatuan dan keberagaman, mengawal demokrasi serta penegakan hukum.
Hadir dalam acara itu, Ketua DPD RI Irman Gusman, Tokoh HMI Akbar Tanjung, Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH., MSi, Walikota Mataram, Ahyar Abduh, Anggota DPRD Provinsi NTB, dan sejumlah tokoh HMI lainnya serta ribuan kader HMI se Indonesia.
Professor Bidang Ketatanegaraan ini lebih jauh menjelaskan, dalam hal keberagaman,
Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH., MSi
Indonesia dinilai paling gemilang mengelola toleransi. Indoneisa merupakan negara kepulauan terbesar dengan jumlah pulau-pulaunya mencapai 17.508 pulau dan 1.128 suku bangsa dengan segala corak budaya, bahasa dan keberagama entitas lainnya, namun mampu di persatukan untuk hidup berdampingan satu sama lainnya.
Modal tersebut tidak dimiliki oleh negara lain, seperti Filipina, Eropa, atau Timur Tengah. “Patutlah Indonesia menjadi laboratorium toleransi keberagaman bagi negara-negara di dunia,” jelasnya.
Sedangkan penyebab krisis dan radikalisme di Indonesia bukanlah karena keberagaman, namun ketidak adilan dan inkonsistensi pemerintah dalam menegakan hukum. Kelompok radikal merupakan kelompok-kelompok kecil kemudian menjadi besar karena masyarakat yang merasa terzolimi bergabung di dalamnya.
Dalam kesempatan sama, Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH., M.Si dalam sambutannya menyebutkan contoh nyata persatuan dan keberagaman di Indonesia adalah Nusa Tenggara Barat. Nusa Tenggara Barat yang didiami oleh tiga suku besar yaitu Sasak, Samawa dan Mbojo di tambah suku-suku lain di Indonesia, mampu menciptakan harmonisasi dan kerjasama dalam bermasyarakat.
Menurut Wagub, saat ini yang perlu dibangun adalah harmonisasi dan sinergisitas kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah. Sebab, di era otonomi daerah ini banyak terjadi ketidak sinkronan kebijakan yang menyebabkan terhambatnya pembangunan.
Dalam hal supremasi hukum, NTB tetap komit dalam upaya penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Namun, Ketua DPD Partai Nasdem ini berharap istilah “kriminalisasi kebijakan” patut untuk di kaji lebih mendalam lagi. “Banyak pejabat publik di daerah terjerat kasus korupsi karena kebijakannya. Mereka tidak melakukan korupsi namun karena kebijakannya yang memperkaya orang lain, akhirnya ia terjerat kasus Korupsi,” jelasnya.
Sebelum membuka kegiatan Temu Nasional Alumni HMI tersebut, Ketua DPD RI Irman Gusman menitik beratkan pada konsep demokrasi di Indonesia dan redesign sistem pengkaderan HMI. Sistem demokrasi dipilih dalam sistem ketatanegaraan Indonesia setelah reformasi, karena mampu mengakomodir apa yang tertuang dalam UUD 1945 yaitu kebebasan berkumpul dan berserikat, kebebasan mengeluarkan pendapat, melindungi Hak Azasi Manusia, persamaan di dalam hukum dan pemerintahan yang bertanggung jawab yaitu good government dan clean government
Sedangkan untuk redesign sistem pengkaderan HMI, Ketua DPD RI menjelaskan bahwa pengkaderan HMI hendaknya tidak lagi hanya pada pendidikan politik semata. Ke depan, kader HMI harus mampu menghadapi persaingan global. Ia berharap Kader HMI mampu mengisi bidang-bidang lain baik itu entrepreneurship dan lainnya, agar HMI mampu eksis di tiap perkembangan zaman.
Suk
(Foto; Humas Pemprov NTB)
Pameran Peradaban Islam dan NTB Expo Ditutup Wagub NTB
MATARAM – lombokjournal
Wakil GubernurNTB H. Muh. Amin, SH. M.Si, Sabtu (6/8), menutup Pameran Peradaban Islam dan NTB Expo yang diselenggarakan untuk memeriahkan MTQ Nasional XXVI sejak 30 Juli lalu. Pameran yang diikuti seluruh provinsi peserta MTQ ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan kreatifitas masyarakat dan ekonomi khususnya di wilayah NTB.
“Di masa mendatang kita harapkan berbagai even daerah akan meningkatkan kualitas maupun kuantitasnya,” kata Wagub saat menyampaikan sambutan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat Ir. Hj. Budi Septiani pada kesempatan sama menjelaskan, pelaksanaan NTB Expo dan pameran ini akan menjadi media edukasi dan pemahaman masyarakat khususnya di Nusa Tenggara Barat tentang peradaban Islam di daerah sendiri
Dikatakannya, dari kegiatan ini terjadi transaksi bisnis yang saling menguntungkan berbagai pihak. Hasil penjualan para pemilik stand pameran, mencapai sekitar 14 Milyar 700 juta rupiah.
Dalam penutupan itu, Wagub H. Muh. Amin, SH menyerahkan penghargaan kepada pemilik stand terbaik, antara lain Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Riau, Provinsi Naggroe Aceah Darussalam, Provinsi Sumatra Utara, Provinsi DKI Jakarta, Kementerian Pariwisata , Otoritas Jasa Keuangan, Bank NTB, Bank Indonesia dan PLN
Selama pameran berlangsung, dimeriahkan berbagai lomba seperti lomba mewarnai, lomba becerita Islami, lomba Adzan dan hiburan Seni Rasyid
Suk
Foto: Humas Setda Prov NTB
MTQ XXVI, NTB Sukses Masuk Lima Besar
Sebelum Diumumkan, Banten Tahu Juara Umum
MATARAM – lombokjournal
kembang api meriahkan berakhirnya MTQ Nasional XXVI di Mataram
Sesuai target, tuan rumah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih ‘sukses prestasi’ dengan masuk lima besar (peringkat empat) urutan pemenang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVI di Mataram. Ketua Dewan Hakim MTQ XXVI, Prof Sayed Agil Al Munawar yang mengumumkan para pemenang lomba MTQ Nasional XXVI, berlangsung tanggal 31 Juli – 6 Agustus, juga mengukuhkan Banten sebagai Juara Umum.
Menteri Agama, Lukman Hakim Saefudin menyampaikan penghargaan sebagai Juara Umum MTQ itu langsung kepada Gubernur Banten, Rano Karno, Sabtu (6/7) yang sekaligus sebagai malam penutupan penyelenggaraan MTQ.
Kafilah Banten memperoleh nilai tertinggi meninggalkan nilai provinsi lainnya, meraih nilai 56 dengan menempatkan 6 orang di peringkat pertama dengan nilai 30. DKI Jakarta meraih nilai 41dengan enam orang di peringkat kedua dengan nilai 18, disusul Kepulauan Riau meraih nilai 39 dengan delapan orang di peringkat ketiga dengan nilai 8.
Sebelum Ketua Dewan Hakim mengumumkan Banten sebagai Juara Umum, lebih dulu dibacakan juara individu dari 7 cabang lomba.
Tuan rumah NTB yang menduduki peringkat empat telah mencapai target ‘sukses prestasi’ yang diharapkan Gubernur TGH M Zainul Majdi sebelumnya. “Bagi NTB, untuk masuk lima besar bukan hal yang sulit, karena daerah ini gudang Qori dan Qori’ah,” kata Sekda NTB, Rosiady Sayuti yang menyampaikan harapan gubernur untuk meraih prestasi lima besar.
Urutan lengkap ke 10 peringkat MTQ XXVI: 1. Banten. 2. DKI Jakarta. 3. Kepulauan Riau 4. Nusa Tenggara Barat. 5.Jawa Tengah 6. Riau. 7. Sumatera Barat. 8. Aceh. 9. Papua Barat. 0.Jawa Barat
Banten Tahu Sebelum Diumumkan
Seperti disampaikan Rano Karno, informasi Banten menjadi Juara Umum sudah diterimanya sebelum diumumkan. Karena itu ia menyempatkan diri berangkan ke Mataram untuk menerima penghargaan tersebut.
Informasi itu dilaporkan Ketua Kafilah Provinsi Banten, Syibli Sarjaya, hasil seluruh lomba kepada Sekda Banten Ranta Suharta. Mendapat pemberitahuan dari Sekda Banten yang juga Ketua LPTQ Banten, Gubernur banten itu segera siap-siap bertolak menuju Lombok, NTB,
Rano Karno menganggap pencapaian ini sebagai sejarah perjalanan panjang provinsi yang dipimpinnya. Selama Kafilah Banten mengikuti MTQ, baru kali ini meraih Juara Umum. “Kami menyikapi kemenangan ini dengan syukur dan menjadi semangat untuk terus membenahi diri,” katanya.
Mantan aktor dan sutradara film itu memaknai kemenangan itu sebagai spirit iqra atau membaca Alquran. “Bacaan atau iqra itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.
Suk
Prof Sayed Agil; “NTB Layak Jadi Tuan Rumah MTQ Internasional.”
MATARAM – lombokjournal
Ketua Dewan Hakam yang menilai Cabang Tilawah Golongan Dewasa dan Qiraat Al-Quran, Prof Sayed Agil Hussein Al Munawaroh, memuji penyelenggaraan MTQ Nasional XXVI yang berlangsung di Mataram. Mulai keseluruhan penyelenggaraan termasuk penanganan rombongan kafilah, peserta, hingga penonton yang apresiatif, tuan rumah mendapat acungan jempol.
“Semuanya, semua dapat nilai seratus,” puji Sayed Agil sambil mengacungkan jempol, usai lomba di cabang Tilawah Golongan Dewasa dan Qiraat Al-Quran di venue utama Islamic Center Mataram, Sabtu (6/7) dini hari.
Provinsi NTB tidak asing lagi bagi Sayed Agil, karena bukan pertama kali ia datang ke Mataram. Selain itu, sosok Gubernu NTB, TGH M Zainul Majdi yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) sudah dikenalnya. Ia juga mengenal masyarakat NTB yang mayoritas Islam sangat mengapresiasi penyelenggaraan MTQ. Selama berlangsungnya lomba cabang Tilawah di Islamic Center, masyarakat berduyun-duyun datang dari seluruh pelosok Lombok.
“Saya dulu nonton MTQ tahun 73 di Mataram, jalan kaki dari Lombok Tengah,” kata H Muhsin, 73, yang mengaku asal Kopang, Lombok Tengah, yang kali ini datang bersama rombongan dari kampungnya dengan kendaraan terbuka.
Sayed Agil menceritakan, ia sempat berbincang dengan TGB dan tercetus ucapan gubernur, yang berhasrat menyelenggarakan MTQ tingkat Internasional. Saat itu langsung disahutnya, bahwa ia menjadi orang pertama yang sangat mendukung rencana gubernur.
Menurutnya, setelah sukses penyelenggaraan MTQ nasional, bisa menyelenggaraan level lebih tinggi. Apalagi masyarakat NTB sangat antusias mendukungnya.
“NTB Layak Jadi tuan rumah MTQ Internasional,” katanya dengan mimik serius. Sayed tak berkomentar saat ditanya tentang prestasi tuan rumah dalam MTQ XXVI tahun ini.
Suara Emas Qori Internasional Usai penampilan peserta terakhir Tilawah Golongan Dewasa dan Qiraat Al-Quran, Sabtu dini hari, penonton sebenarnya sudah akan beranjak pulang. Tapi saat diberitahu akan tampil Qori internasional, pennonton kembali menunggu.
Penonton makin bersemangat saat mengetahui, selain tiga qori internasional yaitu Drs Imron Rosyiadi (Banten), Drs Bukhori Muslim (Jambi), Drs Bukhori Muslim dan Abdul Karim, SQ MH (keduanya dari NTB), juga tampil Prof Sayed Agil yang sudah dikenal.
Suara emas mereka benar-benar memukau penonton. Berkali-kali ribuan penonton berdecak kagum mendengar suara emas yang jarang disaksikan secara ‘live’. Bahkan, saat Sayed Agil hendak mengucapkan salam tanda mengakhiri, harus memenuhi ‘reques’ penonton.
Suk
Mengejar Target Lima Besar, Peserta NTB Mulai Berprestasi
MATARAM – lombokjournal.com
Target lima besar NTB sebagai tuan rumah MTQN XXVI memang tak muda, tapi bukan tak ada harapan. Memasuki hari ketiga hari Selasa (2/8), di sejumlah lomba dan golongan, beberapa peserta asal NTB meraih peringkat pertama di babak penyisihan. Mereka diharapkan melaju ke final dan menjadi juara.
Gubernur TGH M Zainul Majdi sejak awal berharap, para peserta NTB dalam MTQ 2016 bisa masuk lima besar. Ini memang menjadi tekad tuan rumah, selain harus sukses dalam penyelenggaraan diharapkan juga sukses prestasi.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov NTB H Rosiady Sayuti, yang menyampaikan harapan gubernur itu juga optimis, mengingat persiapan menju lima besar sudah sudah matang. Menurutnya, pihak LPTQ NTB telah melakukan serangkaian pembinaan berjenjang, mulai MTQ tingkat kabupaten/kota hingga provinsi.
“Target itu tidak muluk-muluk, selama ini NTB dikenal sebagai salah satu gudang qori di Indonesia,” ujar Rosiady sewbelumdimulai lomba, pekan lalu. NTB yang pernah jadi tuan rumah MTQ nasional tahun 1973, pusa nostalgia yang harus dirawat.
“Jangan sampai ada yang bilang, lebih hebat tim yang dulu daripada kafilah yang sekarang,” ujar Sekda.
Masyarakat menyaksikan peserta MTQ dari layar besar di islamic Center
Memasuki hari ketiga, yang sudah melangsungkan 7 cabang lomba dengan 18 golongan, prestasi peserta NTB mulai kelihatan. Ketua Kafilah Provinsi NTB, Faturahman mengatakan, peserta berhasil ke peringkat pertama pada babak penyisihan, bisa masuk final. “Dan diharapkan juara,” ujarnya, Selasa (2/8).
Beberapa cabang lomba sudah memasuki babak semifinal dan final. peserta asal NTB, Rizki Juniati pada cabang Tilawah Al-Quran golongan cacat netra putri mendapatkan rangking pertama di babak penyisihan. Di golongan putra, Alhamudin meraih peringkat kedua.
Peserta lainnya, Lili Rahmah meraih peringkat pertama di babak penyisihan di cabang lomba Tilawatil Al-Quran. Di cabang khath Al-Quran golongan kontemporer, peserta NTB meraih peringkat kedua dan berhak maju ke final.
Farida Zaika berhasil masuk ke babak semifinal di cabang lomba Musabaqah Makalah Ilmiah Al-Quran. Juga Yuni Puandari, peserta pada cabang lomba Tilawatil Quran golongan dewasa, diharapkan berprestasi di kategori itu.
Sejauh ini, peringkat seluruh provinsi relatif menyebar di tiap cabang lomba dan golongan. Namun yang terlihat dominan di 7 cabang lomba dan 18 golongan adalah provinsi Banten dan Jawa Barat.
Dari pantauan di semua venu, sampai Selasa pelaksanaan MTQ Nasional 2016 di Kota Mataram berjalan lancar. Baik Islamic Center, Aula BI, Gedung Graha Bhakti dan Gedung Sangkareang di Kantor Gubernur NTB berlamngsungnya lomba berjalan dan sudah menyelesaikan babak penyisihan.
Ada tujuh cabang lomba yang diadakan yakni Tilawah Al-Quran, Hifzh Al-Quran, Tafsir Al-Quran, Fahm Al-Quran, Syarh Al-Quran, Khath Al-Quran, dan Menulis Makalah Ilmiah Al-Quran.
Dalam MTQN 2016 ada 18 golongan lomba terdiri atas enam golongan cabang Tilawah Al-Quran (dewasa, remaja, anak-anak, tartil, cacat netra, serta qiraah sab’ah); lima golongan cabang Hifzh Al-Quran (1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz); tiga golongan cabang Tafsir Al Quran (bahasa Indonesia, Arab, dan Inggris), serta empat golongan cabang Khath Al-Quran (naskah, hiasan mushaf, dekorasi, dan kontemporer).
Di venu utama di Islamic Center di Mataram, sejak hari pertama hingga Selasa malam, ribuan masyarakat baik dari Mataram maupun dari berbagai penjuru Lombok, setia menikmati lantunan ayat-ayat Al Qur’an dari qori’ dan qori’a yang mewakili 34 provinsi se Indonesia.
Dan selama itu kegiatan ekonomi kecil bergerak. Ratusan pedagang kecil menangguk rezeki, memadati berbagai sudut halaman Islamic Center, termasuk lokasi tempat diselenggarakan pameran peradaban Islam yang berada di seberang utara.
Rer.
Konferensi Internasional Ulama Islam Dunia; Islam Tak Ada Hubungan Dengan Sektarian
Senggigi – lombokjournal.com
Konferensi Internasional Ulama Islam Dunia yang berlangsung di Senggigi, Lombok Barat (30 Juli – 1 Agustus), ditutup dengan 9 rekomendasi. Di antaranya, mendirikan pusat kajian Terorisme, Radikalisme, dan Sektarianisme. Dan menyusun rencana strategis kontra terorisme, radikalisme dan sektarianisme. “Islam tidak ada hubungannya dengan sektarianisme,” kata Gubernur TGH M Zainul Majdi, saat penutupan koferensi di Senggigi, Seni (1/8).
Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menegaskan, hasil-hasil yang diperoleh dalam penyelenggaraan konferensi tersebut, menguatkan islam yang benar, yang bertentangan dengan terorisme dan sektarianisme.
“Justru Islam mengajak dan menyeru serta menawarkan perdamaian. Islam juga tidak ada hubungannya dengan sektarianisme. Sebab sektarianisme sebenarnya hal-hal primordial yang tak perlu dikembangkan,” jelas Gubernur.
Lebih lanjut dikatakannya, perbedaan suku, agama, ras dan golongan justru untuk saling mengenal, saling mengisi dan saling belajar, tegasnya.
Pada sambutannya Gubernur Majdi sempat menyinggung soal Pembukaan MTQ yang dilakukan Preside., Joko Widodo. Ucapan terima kasih disampaikannya, atas kepercayaan untuk NTB menjadi tuan rumah MTQ, dan sekaligus tuan rumah pelaksanaan konferensi internasional Ulama Islam dunia tersebut.
Gubernur juga sempat menjelaskan salah satu kesenian tari kolosal yang dihadirkan pada saat pembukaan MTQN. Dikatakannya, NTB sengaja menampilkan budaya tersebut sebagai sebuah keunikan, Islam di Nusa Tenggara Barat ini yang memiliki sejarah sendiri.
“Islam datang membawa perubahan yang sangat signifikan. Islam membawa cara pandang yang sugguh sangat berbeda dengan keadaan sebelumnya,” jelasnya di hadapan ratusan peserta konferensi tersebut.
9 Rekomendasi
Konferensi Internasional Kontra Terorisme dan Sektarianisme, di Lombok (NTB), kerjasama antara MUI dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, resmi ditutup Wakil Menteri Luar Negeri RI, Prof. Dr. Abdurrahman Fahri, di Hotel Sentosa, Senin (01/08). Penutupan konferensi yang berlangsung sejak tanggal 30 Jul tersebut dihadiri juga Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Ketua Majelis Ulama Indonesia, KH. Muhyiddin Junaidi, MA dan Dewan Pimpinan MUI Prof. Dr. Yunahar Ilyas.
Sekretaris Jenderal Rabithal Al Alam Al Islami, Prof. Dr. Abdullah Bin Abdul Muhsin At-Turki bersama ulama dari 12 negara di dunia. Ia menjelaskan, isu radikalisme dan sektarianisme merupakan isu global yang harus menjadi perhatian serius para ulama islam di dunia.
Abdullah Bin Abdul Muhsin tegas menolak segala teror yang menimpa dunia Islam saat ini, yang mengorbankan nyawa dan merendahkan kemanusiaan. Namun masyarakat internasional diam dan tidak bertindak apa. Maka, ia menuntut agar pelaku-pelaku teror atas umat Islam dapat dibawa ke hadapan pengadilan internasional, dan diadili atas perbuatannya
Selain itu, Abdullah Bin Abdul Muhsin menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, juga seluruh rakyat Indonesia, atas perhatian yang besar kepada pelaksanaan konferensi. Presiden Joko Widodo membuka kegiatan tersebut, hari Sabtu (30/7) lalu.
Konferensi Ulama itu menghasilkan sembilan rekomendasi, yang dicetus oleh peserta konferensi. Sembilan rekomendasi tersebut sebagai berikut:
Kepada Muslim World League, agar mendirikan pusat kajian Terorisme, Radikalisme, dan Sektarianisme, bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia.
Membentuk komite yang mengontrol pelaksanaan seluruh rekomendasi yang dihasilkan oleh Konferensi ini, terdiri atas Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kementerian Agama Republik Indonesia, dan Muslim World League
Menyusun rencana strategis kontra terorisme, radikalisme dan sektarianisme yang terjadi di Asia, sebagaimana yang telah dilakukan oleh pemerintah beberapa negara Islam, bekerjasama dengan masyarakat internasional. Muslim World League diharapkan untuk melakukan tindakan-tindakan yang tepat di dalam hal ini, bersama dengan pihak-pihak yang berkompeten
Mendukung pengajaran agama di negara-negara Asia, dengan mengembangkan sistem pembelajaran, atau mendirikan lembaga pendidikan Islam untuk menutupi kebutuhan masyarakat, dan memenuhi keperluan terhadap tenaga-tenaga pendidik atau imam-imam masjid yang mampu untuk menjelaskan tentang bahaya sikap radikal dan sektarian, serta mengukuhkan sikap moderat sebagai bagian dari ajaran Islam, sebagaimana firman Allah Subhanahu Wata’ala di dalam QS al-Baqarah (02)/ 143
Mengajak para ulama Islam agar menjalankan peran dan tanggungjawab mereka, untuk mengarahkan pemuda-pemuda umat dengan pemahaman yang benar tentang jihad, takfir, wala’ dan bara’ (loyalitas dan anti loyalitas), kedaulatan negara, kewajiban taat kepada pemimpin dan larangan melakukan makar, atau segala yang berkaitan dengan permasalahan seperti ini
Meluruskan metodologi dakwah, sesuai konsep Islam, yaitu mendahulukan sikap bijaksana, dan pengajaran yang baik. Mengajak para pimpinan-pimpinan organisasi kemasyarakatan di negara-negara Asia untuk bekerjasama dengan lembaga-lembaga sosial Islam untuk mengadakan pelatihan-pelatihan imam dan dai
Membentuk forum komunikasi antar sesama lembaga Islam dalam tingkat internasional yang bertujuan untuk menyatukan segala potensi yang dimiliki, di bawah koordinasi Muslim World League, dan bekerjasama dengan institusi-institusi terkait. Forum ini diharapkan untuk melakukan pertemuan-pertemuan koordinasi secara berkala, untuk merumuskan langkah-langkah strategis menghadapi ancaman terorisme, dan sektarianisme di Asia
Membantu kaum muslim minoritas, khususnya di bidang pendidikan, agar dapat terhindar dari sikap ekstrim, atau tindakan radikal dan konfrontasi dengan kelompok-kelompok masyarakat lainnya, sehingga dapat lebih produktif untuk memberikan perbuatan yang terbaik bagi negaranya, dan membuktikan kesempurnaan agama Islam bagi orang lain
Mewujudkan perbaikan yang menyeluruh terhadap kondisi umat Islam, sehingga mampu memperlihatkan identitas keislaman yang utuh, dan memenuhi keperluan masyarakat di dalam memerangi kerusakan. Mempergunakan sumber daya alam dan manusia secara baik, demi mewujudkan keadilan, dan menjaga kehormatan kemanusiaan, serta keseimbangan antara hak dan kewajiban.
Suk
(Foto: Biro Humas Setda Pemprov NTB)
Buka MTQ Di NTB, Presiden Ingatkan Kesalehan Sosial
MATARAM – lombokjournal
Mengagungkan Al Qur’an berarti mengagungkan nilai-niai kemanusiaan. Itu berarti meningkatkan kesalehan sosial. “Mengutamakan pembelaan yang lemah, fakir miskin. Ini mengikis keserakahan seperti mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,” kata Presiden Joko Widodo saat membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXVI di Mataram, Nusa Tenggabara Barat (NTB), Sabtu (30/7) malam.
Presiden Jokowi datang di Islamic Center NTB yang menjadi venu utama MTQ,mendapat sambutan antusias dari warga Kota Mataram. Sejak magrib ribuan masyarakat sudah memadati lokasi pembukaan..Sejak sebelum kedatangan Jokowi, ribuan peserta juga sudah antre memasuki lokasi acara yang dibatasi pagar besi dengan masyarakat umum.
Sekitar pukul 20.30 witeng, mengawali sambutannya Jokowi mengatakan, di Indonesia sebagai Negara Islam terbesar, penyelenggaraan MTQ harus bisa lebih membumikan Al Qur’an. Karenanya, ia memiliki MTQ akan mewarnai nafas kehidupan dan membudaya di masyarakat.
“Tujuan MTQ selain untuk mengejar prestasi dan mengembangkan kualitas penyelenggaraannya, hraus meningkatkan syiar dan dakwah, Ini penting mewarnai wajah teduh umat Islam dan bangsa Indonesia,” katanya..
Penyelenggaraan MTQ tepat di tengah masyarakat yang masih suka mencela,dan merendahkan orang lain. “Masih banyak orang mudah mencela, mengumpat, merendahkan orang lain, mengejek, menjelek-jelekkan orang lain. Nilai sopan santun juga diabaikan,’ ujar Jokowi.
Saat ini dii ranah media social, banyak ungkapan pedas, ujaran kebencian yang asal bunyi bertebaran luar biasa. Ungkapan yang menebar kebencian itu makin menghebat saat berlangsung kontestasi politik seperti pemilihan gubernur, pemilihan bupati, pemilihan walikota, pemilihan presiden, atau pemilihan anggota legislatif.
“Kandidat lain bukan lagi sebagai sahabat, teman atau mitra, melainkan dianggap musuh yang harus dikalahkan,”katanya.
Presiden yang datang bersama Ibu Negara Iriana Jokowi, Menag Lukman Hakim Syaifuddin, Mensesneg Pratikno dan beberapa menteri lainnya mengatakan, bila saatnya Indonesia menjadi sumber pemikiran Islam dunia. Dan Indonesia bisa jadi sumber pembelajaran Islam .
“Islam di Indonesia sudah seperti obat yang paten yaitu Islam moderat dan egaliter,” tegasnya. Ditambahkannya, saat ini ada ada Perpres yang mengatur pendirian Universitas Islam Internasional. Indonesia akan menjadi sumber keilmuan Islam sekaligus berbagai kegiatan bernuansa keislaman.
Berharap Presiden Selalu Senyum
Sebelum sambutan Jokowi, Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi menyampaikan laporan penyelenggaraan MTQ. Dikatakannya, selama persiapan MTQ di NTB semua pohak termotivasi dan bekerja keras untuk memberi yang terbaik bagi bangsa. Semua dipersiapkan sebaik-baiknya. “Sebab kami berharap, kalau presiden datang ke NTB selalu tersenyum, selalu gembira,” kata gubernur.
Penyelenggaraan MTQ, menurutnya, juga melibatkan seluruh masyarakat termasuk non muslim. Pemasangan lampion di sepanjang Jalan Pejanggik, semuanya dipasang kalangan Tionghwa, ujarnya.
“Semua agama terlibat, termasuk pecalang dari umat Hindu ikut mengamankan. Penyelenggaraan MTQ di NTB membuat semua pihak bersuka cita,” kata gubernur.
Trio BIMBO; Syam, Acil dan Jaka, memeriahkan pembukaan MTQ Nasional XXVI
Setelah Presiden Jokowi memukul gendang beleq (gendang besar) yang menandai dibukanya MTQ, tarian kolosal yang digarap seniman tari dan teater Kota Mataram yang diperkaya musik orchestra Purwa Tjaraka, sangat memukau peserta MTQ. Selain itu juga tampil legendaris pelantun lagu-lagu religi, BIMBO, trio bersaudara Syam, Acil dan Jaka.
Pembukaan MTQ juga dihadiri gubernur dari daerah seluruh Indonesia, bahkan hadir pula perwakilan duta besar negara-negara sahabat. Penyelenggaraan lomba dimulai 31 Juli hingga 5 Agustus. Ribuan peserta dari 34 provinsi bersaing dalam 18 cabang lomba.