Pj Gubernur NTB Dukung Kerja Sama Bidang Perbankan

Bank Jatim senang diterima untuk kerja sama dengan Bank NTB Syariah, karena memiliki performance bagus dalam bisnis perbankan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi menyambut baik kerja sama dengan Bank Jatim, untuk  menumbuhkan ekonomi daerah masing-masing.

Menyinggung kerja sama itu, disampaikan Pj Gubernur NTB, Lalu Gita saat menerima silaturahmi Komisaris Independen Bank Jawa Timur, Prof. Moch Mas’ud bersama rombongan, di Ruang Kerja Kantor Gubernur, Mataram (16/10/23).

BACA JUGA: Rachmat Hidayat Orasi dalam Simakrama Kebangsaan

“Selamat datang di NTB, tentunya menyambut baik kerja sama yang ditawarkan dalam bidang perbankan, untuk menumbuhkan daerah masing-masing mengingat memiliki visi dan misi yang sama antara Bank NTB Syariah dengan Bank Jatim,” ungkap Miq Gite sapaan akrab Pj Gubernur NTB.

Komisaris Independen Bank Jatim, Prof Moch Mas’ud menyampaikan terimakasih telah diterima dengan baik untuk menjalin kerja sama dengan Bank NTB Syariah.. 

Diakuinya kerja sama dengan Bank NTB Syariah ini karena memiliki performance sangat bagus dalam bisnis perbankan, sebagai bank yang terpercaya dan progres dari waktu ke waktu.

BACA JUGA: Pj Gubernur Tinjau Dusun Kekurangan Air Bersih di Lotim

“Kita disini bukan berkompetisi melainkan kolaborasi atau kerja sama untuk mencari kecocokan dan hubungan yang baik ke depan,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan Treasury & Global Services, Edi Marianto didampingi Senior Executive Vice President, Revi Adiana Silawati, mengatakan pihaknya berniat untuk mewujudkan kerja sama sinergi dengan Bank NTB Syariah.

BACA JUGA: Pembalap yang Berlaga di MotoGP 2023 Diarak Keliling Kota 

“Jadi kita ingin kolaborasi dengan baik, kebetulan sama memiliki visi dan misi antara Bank Jatim dengan Bank NTB Syariah yaitu ingin menumbuhkan daerah melalui institusi masing-masing,” ujarnya. ***

 




Rachmat Hidayat Salurkan Bantuan PENA untuk Pedagang Kecil 

Rachmat Hidayat salurkan bantuan modal usaha untuk pedagang kecil program Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA), satu orang kebagian Rp5 Juta 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Bantuan Pahlawan Ekonomi Nusantara (PENA) disalurkan untuk puluhan pedagang kecil di Lombok Timur (Lotim), di halaman Kantor Pos unit Desa Sakra di Lotim, Sabtu (07/19.23).

Dana bantuan untuk pedagang kecil itu bersumber dari aspirasi dan wasilah Rachmat Hidayat, Anggota DPR RI komisi VIII  yang bermitra dengan Kementerian Sosial.

BACA JUGA: Megawati Lestari : Pemberdayaan Perrempuan Harus Berubah

Bekerja sama dengan Kemensos, Rachmat Hidayat salurkan bantuan untuk pedagang kecil

Bantuan tunai itu untuk modal usaha pedagang kecil dan bakulan untuk memperkuat pondasi usaha mereka agar dapat berkembang maju. 

Pemerintahan Jokowi melalui Kemensos RI  menyalurkan bantuan tunai pedagang kecil dalam program PENA sebesar Rp5 juta untuk masing-masing pedagang kecil.

Penyerahan bantuan itu didahului dengan proses rekrutmen pedagang kecil calon penerima bantuan, dan dilakukan  assesment oleh petugas PKH sekaligus melakukan pendampingan dan monitoring terhadap penggunaan dana PENA agar tepat sasaran.

Kemiskinan di Lotim.

Saat penyerahan bantuan PENA untuk pedagang kecil itu dihadiri Sekda Lotim, Baiq Miftahul Wasli, Eksekutif Manager Kantor Pos Selong, Goderdzeo de Araujo, Camat Sakra Hj Wira Negarawati, dari Kemensos RI, Ihsan Nurdin Hartanto.

Sekda Lombok Timur, Hj Miftahul Wasli menyampaikan, kondisi Lotim yang merupakan kabupaten terluas di NTB dengan jumlah penduduk terpadat di NTB menjadikan isu kemiskinan menjadi pembahasan dan menjadi masalah dari periode ke periode.

“Karena wilayah kita di Lombok Timur ini wilayah terluas di NTB dengan penduduk terbanyak sekitar 1,3 juta, sehingga persoalan kemiskinan dari periode pimpinan ke periode pimpinan lain isu kemiskinan menjadi sesuatu yang muncul di permukaan,” katanya.

BACA JUGA: Pelopor Diversifikasi Pangan di Pondok Pesantren

Dia menjelaskan, tahun terakhir ini angka kemiskinan di Lotim mulai menurun. Pada 2018 sekitar 17 persen namun pada 2023 menurun menjadi 15,24 persen.

“Namun demikian penurunan itu rasanya melambat, karena dengan 15,24 persen kita di lingkup NTB berada pada angka di atas rata-rata provinsi, sehingga butuh kerja keras semua pihak bagaimana ke depannya mampu menurunkan angka kemiskinan,” ujarnya.

Baiq Miftahul Wasli merasa bersyukur terhadap Rachmat Hidayat maupun Kemensos yang telah menyalurkan bantuan ke Lombok Timur untuk mengentaskan kemiskinan melalui program PENA tersebut.

“Sangat bersyukur kesempatan hari ini ada dari pusat, baik dari DPR RI maupun kementerian darang membawa program yang dihajatkan untuk membantu masyarakat di Lotim bagaimana bisa terentaskan dari kemiskinan,” ujarnya.

Baiq Miftahul Wasli menjelaskan dari 1,3 juta penduduk Lotim, ada sebanyak 971.337 jiwa atau 377,522 kepala keluarga (KK) terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Lotim dan masih sekitar 123 ribu jiwa data administrasi dan kependudukan (Adminduk) yang perlu diperbaiki.

“Sengaja saya sampaikan ini supaya dari pusat juga maklum dengan kondisi kita sehingga ada perhatian lebih nanti untuk menurunkan program di Lombok Timur,” katanya.

Dia berharap warga penerima bantuan PENA dimanfaatkan lebih baik agar tujuannya untuk menekan angka kemiskinan dapat berhasil.

“Tentunya pengawalan juga menjadi penting agar bantuan dapat tepat sasaran sehingga mampu mengentaskan masalah kemiskinan,” ujarnya.

BACA JUGA: NTB Jadi Tuan Rumah Women’s International Club

Dia berharap bantuan tersebut tidak hanya di Kecamatan Sakra namun dapat menyasar kecamatan lainnya di Lombok Timur. Dia yakin jika kemiskinan di Lombok Timur teratasi, maka masalah kemiskinan skala provinsi akan ikut menurun.

“Kami meyakini jika masalah kemiskinan di Lombok Timur teratasi, maka masalah kemiskinan di Provinsi NTB sebagian besar akan teratasi,” katanya.

Banyak Bantuan Pusat

Terpisah Kemensos RI yang diwakili Kepala Dinas Sosial Lombok Timur, H. Suroto mengatakan, program PENA merupakan salah satu program bantuan dari banyaknya program bantuan yang diturunkan Pemerintah pusat.

Suroto mengatakan banyak sekali program pusat yang turun ke Lombok Timur baik untuk warga miskin maupun disabilitas.

“Ada yang dapat beras lewat Bulog, ada Kartu Indonesia Sehat (KIS), Kartu Indonesia Pintar (KIP). Alhamdulillah berkat bantuan ayahanda (Rachmat Hidayat) kita tahun ini dapat kuota tambahan kemarin,” ujarnya.

Dia berharap program tersebut dapat dimanfaatkan oleh penerima sebaik mungkin dan tidak digunakan untuk hal-hal lain yang tidak produktif.

“Mudah-mudahan program PENA betul-betul dimanfaatkan sebaik mungkin, sehingga warga kita yang belum masuk dapat masuk ke Bansos lain,” katanya.

Iia yakin keberadaan Rachmat Hidayat di DPR RI dapat membantu masyarakat Lombok untuk lepas dari jeratan kemiskinan.

“Saya yakin keberadaan ayahanda (Rachmat Hidayat) di pusat Insya Allah dapat membantu kita terutama yang betul-betul layak mendapatkan,” ujarnya.

Sementara Anggota DPR RI yang juga Ketua DPD PDIP NTB, Rachmat Hidayat mengatakan. sudah menjadi tugasnya sebagai wakil rakyat untuk mengusulkan bantuan dari pemerintah agar diturunkan ke masyarakat yang membutuhkan.

“Tugas saya hanya mengusulkan dan mengawasi. Jadi saya sudah usulan, tidak apa-apa saya jadi pengemis demi rakyat. Ada proposal juga sudah masuk di Kemensos insya Allah juga segera terealisasi,” kata Rachmat yang didampingi oleh Ahmad Amrullah, Wakil Ketua II DPC PDI Perjuangan Lombok Timur. 

Tokoh kharismatik di NTB ini mengatakan kepedulian dia kepada masyarakat di Lombok Timur, selain karena dia adalah wakil rakyat Dapil Lombok, juga karena Rachmat lahir dan besar di Lombok Timur, dan bahkan bersekolah di Sakra.

“Saya lahir di Lombok Timur, besar di Lombok Timur, sekolah juga di Sakra sini SMP dulu. Saya tahu semua ini,” kata dia.

Dia mengingatkan warga penerima bantuan untuk benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut untuk menjadi modal berbisnis. Bahkan dia mengaku akian ikut mengawasi.

“Mudah-mudahan cita-cita kita insya Allah tercapai. Nanti bantuan lain akan saya ngomong sama menterinya. Kebetulan menterinya adalah teman saya,” kata Rachmat.

Senyum pedagang kecil

Usai acara sambutan, serah terima bantuan PENA digelar. Puluhan pedagang kecil, pedagang sembako dan pedagang bakulan mendapat sama-sama Rp5 juta. Penerima bantuan diwajibkan membawa identitas dan persyaratan administrasi lainnya.

Para petugas dengan cermat dan teliti memverifikasi calon penerima bantuan PENA yang telah mendapat bantuan tersebut.

Penerima bantuan PENA asal Desa Kabar, Sukmawati yang bekerja sebagai penjahit itu mengucapkan terimakasih kepada Presiden Jokowi, Menteri Sosial dan Rachmat Hidayat yang telah memberi dan menyalurkan program bantuan PENA. 

BACA JUGA: Jum’at Salam : RS Mandalika Ajak Pelajar Peduli Sosial

“Saya sujud syukur atas cairnya bantuan PENA untuk menambah modal usaha guna beli mesin jahit baru . Meskipun demikian saya akan tetap berkonsultasi dan didampingi petugas PKH,” katanya.

Penerima bantuan lainnya, Sarman  asal Peresak mengaku sangat bahagia mendapatkan bantuan PENA tersebut. Dia akan menggunakan modal tersebut pada usaha kerajinan tebolak (tudung saji).

“ Saya sangat bersyukur atas bantuan ini. Insya Allah dana bantuan ini akan saya gunakan untuk memperbesar volume kerajinan tebolak  sehingga  keuntungan bisa bertambah. Terimakasih banyak Pak Rachmat yang telah membantu menyalurkan bantuan ini,” katanya.

Pemandangan cukup menyentuh juga terjadi saat penyerahan bantuan. Seorang wanita tua renta menangis dengan mata berkaca-kaca saat Rachmat Hidayat memberikan dia bantuan tersebut.

Tampak dari raut wajahnya dia sangat bersyukur di sisa usianya saat ini masih dapat menerima bantuan untuk modal usaha melanjutkan hidupnya. (*)

 

 




Audiensi Pj Gubernur NTB dengan Ketua DPD IWAPI NTB 

Seluruh organisasi kewanitaan di NTB berkomitmen tetap mendukung penuh program Pemerintah Daerah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Pj Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, menerima audiensi Ketua DPD IWAPI NTB, Baiq Diyah Ratu Ganepi bersama organisasi wanita lainnnya, bertempat di Ruang Kerja Kantor Gubernur, Mataram, (06/10/23).

BACA JUGA: H. Faturrahman DilantiK Jadi Pj Sekda NTB

Pj Gubernur beraudensi bersama IWAPI NTB

Miq Gite sapaan akrab Pj Gubernur kelahiran Puyung Lombok Tengah itu, menyambut baik kedatangan organisasi wanita di ruang kerjanya. 

Dinilai keberadaan organisasi ini memiliki peran yang strategis dan menjadi afirmatif untuk bersama-sama bersinergi dalam membangun daerah.

“Saya tentunya menyambut baik keberadaan organisasi kewanitaan ini, karena memiliki peran penting dan strategis untuk bersinergi dalam membangun daerah kedepan,” ungkapnya.

Pada sebelumnya, Baiq Diyah menyampaikan selamat atas amanah yang diberikan sebagai Pj Gubernur NTB dan bersama Organisasi Kewanitaan di NTB ini, akan tetap mendukung penuh program Pemerintah Daerah

BACA JUGA: Indra Jaya Usman Perluas Pengabdian ke DPRD NTB

Selain itu, ia menyebutkan kondisi ekonomi di NTB sedang tidak baik-baik saja. Mengingat saat ini naiknya harga sembako yang cukup tinggi.

“Kita harapkan kepada dinas terkait untuk bagaimana mengadakan pasar murah bagi masyarakat dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan lebih murah,” ujarnya.

BACA JUGA: Pj Gubernur Bahas UPacara Sad Kertih dengan PHDI NTB

Turut juga hadir organisasi kewanitaan lainnya yang juga diketuai oleh Baiq Diyah Ratu Ganepi di antaranya DPD PIM NTB, UMKM Mandalika Rinjani, Mutiara Lombok, dan Komunitas Bini Sasak serta Kepala Dinas Perdagangan, Kadis UKM dan Koperasi dan Kadis Ketahanan Pangan NTB.***

 

 




Sulhan Muchlis Gagas Festival UMKM Berbasis Pondok Pesantren

Gagasan festival yang melibatkan pondok pesantren ini akan berkontribusi besar bagi pengembangan ekonomi daerah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Tokoh muda Bumi Gora, Sulhan Muchlis, kembali menelurkan gagasan brilian memberdayakan ekonomi Pondok Pesantren dan ekonomi umat di Pulau Seribu Masjid. 

Pengasuh Pondok Pesantren Al Ishlahuddiny, Kediri, Lombok Barat, ini tengah menyiapkan Pekan Festival UMKM yang berbasis Pondok Pesantren untuk memberdayakan ekonomi pesantren dan umat.

BACA JUGA: Sport Tourism Jadi Pemantik NTB Terus Melaju

Sulhan Muchlis berupaya agar Pondok Pesantren jadi pusat ekonomi dan budaya
Sulhan Muchlis

“Pondok Pesantren kita itu sesungguhnya adalah pusat pembelajaran yang komplit. Pondok pesantren itu tempat menggembleng keahlian dan kreativitas,” kata Sulhan Muchlis, Kamis, 28 September 2023.

Politisi Partai Demokrat yang dibesarkan di lingkungan Pondok pesantren itu,  mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Pulau Lombok pada Pemilu Legislatif 2024 mendatang. 

Sulhan menjelaskan, selain untuk memperkuat pondok pesantren sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya, pekan UMKM berbasis Pondok pesantren ini digagas sebagai festival bagi para pelaku ekonomi kreatif lintas umat beragama untuk memperkuat persatuan dan nasionalisme.

Sebagai sebuah inisiatif berskala besar yang melibatkan pondok pesantren di Pulau Lombok, Sulhan mengemukakan, festival UMKM ini akan berkontribusi besar bagi pengembangan ekonomi daerah

Wakil Ketua DPRD Lombok Barat periode 2014-2019 ini menjelaskan, pondok pesantren di NTB tersebar merata. Bahkan ada Ponpes yang lokasinya sangat jauh dari pusat kota dan pusat pemerintahan.

“Kehadiran festival UMKM berbasis Pondok Pesantren ini akan menjadi stimulasi ekonomi terutama bagi Pesantren yang berada di pelosok daerah,” imbuhnya.

BACA JUGA: Perempuan PGRI Diminta Fokus Kasus Pernikahan Dini

Dalam pelaksanaannya, festival UMKM ini akan melibatkan dan memberdayakan para pelaku UMKM yang ada di sekitar Pondok Pesantren.

Dengan sendirinya, festival ini akan dapat menciptakan peluang ekonomi baru dan berkontribusi terhadap langkah pemerintah untuk mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

Selama festival berlangsung, dihajatkan pula akan hadir para pemangku kepentingan terkait. Termasuk juga para expert dalam bidang pemasaran. 

Sehingga, pada akhirnya UMKM yang biasanya memiliki keterbatasan sumber daya dan akses pasar akan dapat mempromosikan produk mereka secara lebih luas. 

Pada saat yang sama pula, pelaku UMKM juga dapat belajar tentang praktik bisnis yang lebih baik, meningkatkan kualitas produk, dan bahkan menciptakan jaringan dengan pelaku usaha lainnya.

Khusus bagi pondok pesantren, dapat pula terlibat aktif untuk pelatihan dalam manajemen bisnis, pemasaran, ataupun produksi yang berkelanjutan. 

Dengan latar belakang agama dan moral yang kuat, Pondok Pesantren dapat juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM terkait wawasan etis dalam bisnis.

“Ini tentu akan membantu saudara-saudara kita pelaku UMKM untuk berkembang dan bersaing di pasar yang lebih besar,” kata Sulhan.

BACA JUGA: Rumah Rachmat Hidayat Jadi Perjumpaan Banyak Pihak

Platform Kemitraan

Menurut Sulhan, festival ini digagas tidak hanya untuk pameran produk dari UMKM, namun juga sebagai ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman. 

Selama festival, akan ada kesempatan bagi santri dan pengasuh Pondok Pesantren untuk mempelajari keterampilan baru, seperti seni, kerajinan tangan, desain, teknologi, ataupun marketing. 

Keterampilan-keterampilan tersebut pada akhirnya, akan dapat menjadi penopang lulusan pondok pesantren manakala mereka telah menamatkan pendidikannya kelak.

Selain itu kata Sulhan, festival ini juga bisa menjadi platform untuk membentuk kemitraan bisnis antara pondok pesantren dan UMKM. 

Kemitraan tersebut kata mantan Ketua KNPI NTB ini, bisa mencakup banyak hal. Misalnya, kerja sama dalam produksi, pemasaran bersama, atau inisiatif bisnis lainnya yang dapat menguntungkan kedua belah pihak.

“Melalui festival ini, Pondok Pesantren dan Pemerintah Daerah juga dapat membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM. Contoh misalnya yang terkait penyediaan akses ke pembiayaan, pelatihan, bimbingan teknis, dan sumber daya lain yang dibutuhkan oleh UMKM,” kata tokoh muda dari kalangan santri yang dilahirkan dan dibesarkan dengan tradisi Pesantren yang kuat ini.

Dengan begitu, Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mustafa Ibrahim ini sangat yakin, festival UMKM berbasis Pondok Pesantren ini, tidak hanya menghasilkan manfaat ekonomi yang singkat. 

Namun, akan dapat membentuk fondasi bagi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif di wilayah tempat pesantren tersebut berada, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar pesantren.

“Dalam jangka yang paling pendek, tentu dengan menjadi tuan rumah festival, Pondok Pesantren bisa meraih pendapatan tambahan. Bisa dalam bentuk penyewaan tempat atau dari penjualan tiket masuk,” kata Sulhan.

Selain itu pula, Pondok Pesantren yang biasanya memiliki banyak program sosial yang terkait dengan kepentingan umat, dapat pula membersamai festival untuk penggalangan dana komunitas.

BACA JUGA: Sulhan Muchlis Gagas Berdayakan Pondok Pesantren

“Di banyak tempat, festival seperti ini juga digunakan sebagai sumber penggalangan dana untuk program sosial atau pendidikan. Pondok Pesantren tentu dapat menjadikan ini sebagai momentum bagi para pihak yang ingin berkontribusi nyata dalam program sosial yang dimiliki pesantren,” tutup Sulhan. (*)

 




Inovasi NTB Dipaparkan di Innovative Government Award 2023

Sebanyak 134 inovasi, baik digital maupun non digital, dilakukan NTB yang tersebar di berbagai aspek pemerintahan

JAKARTA.LombokJournal.com ~ Inovasi dan keunggulan NTB Mall dan 99 Desa Wisata dipaparkan Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Aryadi sebagai inovasi unggulan Provinsi NTB. 

BACA JUGA: Perpres Jurnalisme Berkualitas Mendesak Disahkan

Pj Gubernur NTB memaparkan inovasi dan program unggulan NTB Mall dan Desa Wisata
Lalu Gita Aryadi

Pemaparan inovasi itu disampaikan Miq Gite sapaan Pj Gubernur NTB di acara presentasi Kepala Daerah Nominator penerima penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2023 pada klaster provinsi, kabupaten, kota, daerah tertinggal dan daerah perbatasan, di  Ruang Sidang Utama (RSU) Gedung A Lt.3 Kemendagri dan Ruang Multimedia Gedung B Lt. 2) Jakarta, Senin (25/09/23).

Hingga tahun 2023 Provinsi NTB memiliki 134 inovasi, baik digital maupun non digital yang tersebar di berbagai aspek pemerintahan. 

Miq Gite memaparkan inovasi dan keunggulan NTB Mall yang diluncurkan pada 17 Agustus 2020 yang lalu. 

Peluncuran inovasi dan program unggulan itu berdasarkan regulasi Peraturan Gubernur NTB No 43 tahun 2020 tentang Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), melalui Bela dan Beli Produk Lokal. 

Dijelaskan Miq Gite, NTB Mall mampu merambah pasar nasional dan mancanegara dengan membuka outlet di ibu kota negara DKI Jakarta dan di Malaysia.

BACA JUGA: Industri Dirgantara Perlu Dikembangkan di NTB

Selain itu masyarakat seluruh dunia dapat mengakses produknya melalui aplikasi yang telah tersedia. 

NTB Mall mampu menampung seluruh produk UMKM lokal, sehingga UMKM tak perlu lagi memikirkan pemasarannya. 

“Hingga saat ini terdapat total 5.215 UMKM yang sudah bermitra dengan NTB Mall,” jelas Miq Gite. 

Di sisi lain, inovasi program unggulan 99 Desa Wisata mengantar Desa Wisata di NTB melalang buana dan diakui dunia. 

Desa Wisata menjadi ikhtiar Pemprov NTB memaksimalkan potensi sumber daya alam serta mempromosikan unsur tersebut dengan menampilkan keaslian pedesaan didukung aktivitas sosial budaya masyarakat.

Seiring pembangunan Desa Wisata, infrastruktur dasar seperti jalan, air bersih, listrik, dan pengelolaan lingkungan dan persampahan dapat ditingkatkan. 

Sehingga percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat bisa terus melaju, seiring semakin terkenalnya dan digandrunginya desa wisata di NTB.

Sementara itu, Kepala Dinas Diskominfotik NTB, Najamuddin Amy menjelaskan rincian inovasi yang terdapat di NTB. 

Di antaranya, terdapat 44 inovasi digital dan 90 non digital. Adapun bentuk inovasi daerah lainnya yakni; sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah sebanyak 30 inovasi, inovasi pelayanan publik sebanyak 93 inovasi, dan inovasi tata kelola pemerintahan daerah sebanyak 11 inovasi. 

BACA JUGA: Alumni Brawijaya Diajak Ikut Memajukan Daerah

“Provinsi NTB dari waktu ke waktu terus meningkatkan berbagai inovasi demi meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya. ***

 

 

 




Industri Dirgantara Perlu Dikembangkan di NTB 

Pj Gubernur NTB mendorong adanya kesepakatan dan kerjasama antara pelaku bisnis maupun pemerintah dan dunia pendidikan untuk pengembangan industri dirgantara 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai salah satu Provinsi di Indonesia yang berbasis kepulauan, perlu mengembangkan industri dirgantara, mulai dari konektifitas sampai pelibatan UKM dalam industri pesawat terbang. 

BACA JUGA: Kearifan Lokal di TVRI NTB, Tumbuhkan Kecintaan Budaya

Pj Gubernur NTB mengungkapkan pentingnya pengembangan industri kedirgantaraan

Pentingya pengembangan industri dirgantara itu disampaikan Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi saat membuka seminar internasional dan pameran kedirgantaraan di Hotel Lombok Raya Mataram, Sabtu (23/09/23).  

“Saya berharap ada kesepakatan dan kerjasama yang dilakukan baik antara pelaku bisnis maupun pemerintah dan dunia pendidikan untuk pengembangan industri dirgantara kita,” ujar Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi.

Kenapa industri perlu, karena moda transportasi udara daerah kepulauan merupakan pasar potensial bagi penyedia layanan penerbangan.

Industri yang mulai dikembangkan di NTB, dapat berkontribusi dalam penyediaan suku cadang pesawat terbang dalam negeri yang saat ini dipegang PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Pengembangan kedirgantaraan NTB dapat dengan menyiapkan sumber daya manusia di sektor kedirgantaraan. Seperti diinisiasi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB. 

BACA JUGA: Pj Gubernur NTB Sosialikan RPD 2023-2026

Dalam kegiatan ini, UNU NTB menandatangani MoU dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan PT DI. 

Hal senada disampaikan pula oleh Rektor UNU NTB, Baiq Muliyanah yang menggarisbawahi, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seiring dengan keagamaan. 

Sementara itu, KH Ahmad Mun’im DZ dari komunitas NU Dipantara Aerospace mengatakan, pesawat N219 buatan PT DI didesain untuk 19 penumpang dan mempunyai kelebihan sebagai jenis pesawat ringan yang sangat bisa dioperasikan di daerah perintis. 

Pesawat ini memiliki dua buah mesin turboprop yang dikembangkan oleh PTDI. 

Komunitas Nahdliyin NU yang tergabung dalam Dipantara Aerospace (DAS) dan PT Karya Logistik Indotama telah membeli 11 unit pesawat N219 buatan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) sebesar 80,5 juta dollar AS atau sekitar Rp1,3 triliun tahun lalu. 

“Ini langkah awal untuk pengembangan kedirgantaraan di NTB tidak saja bisnis dan pasar penerbangan tapi juga pendidikan dan penelitian dalam teknologi dirgantara,” ucap Kyai Mun’im. 

BACA JUGA: Pj Gubernur NTB Disambut Antusias Masyarakat Puyung

Ia berharap, kedirgantaraan di NTB terutama industri dirgantara dan penerbangan di NTB semakin maju dengan inovasi yang dilakukan nahdliyin NU maupun produksi pesawat terbang dalam negeri. 

Hadir pula Direktur PT DI, Direktur PT KLI, BRIN, pejabat Pemprov Asisten III, para Kepala OPD, Brida NTB dan pengurus NU NTB se kabupaten/ kota serta diaspora nahdlyin NU yang bekerja di beberapa perusahaan penerbangan asing melalui daring.***

 

 




Sulhan Muchlis Gagas Berdayakan Pondok Pesantren  

Sulhan Muchlis Siapkan Program Pemberdayaan Pondok Pesantren di Pulau Lombok Menjadi Destinasi Wisata Syariah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Sulhan Muchlis, menyiapkan program pemberdayaan Pondok Pesantren di NTB menjadi destinasi wisata syariah.

Hal itu akan memberi manfaat ekonomi yang besar bagi pondok pesantren dan masyarakat sekitar pesantren, program pemberdayaan ini juga untuk memastikan nilai-nilai keagamaan dan budaya tetap dihormati dan dilestarikan.

BACA JUGA: Kubah Masjid Darussalam Batukliang Dikagumi Turis

Sulhan Muchlis akan berdayakan ekonomi Pondok Pesantren
Sulhan Muchlis bersama ayahanda TGH Muchlis Ibrahim

“Kita tidak boleh lupa, di daerah dengan mayoritas penduduk Muslim seperti kita di Pulau Lombok ini, pondok pesantren telah menjadi pusat pendidikan agama Islam dan budaya Islam yang kaya,” ucap Sulhan, Selasa (19/09/23).

Sebagai santri yang terlahir, dibesarkan, dan dididik dengan tradisi pondok pesantren yang kuat, Sulhan tahu persis tentang potensi yang dimiliki Pondok Pesantren di Pulau Lombok untuk menjadi destinasi wisata syariah.

Politisi muda Partai Demokrat yang merupakan Calon Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Pulau Lombok ini memberi contoh bagaimana misalnya pondok pesantren yang menjadi tempat di mana siswa belajar tentang agama Islam, bahasa Arab, dan budaya Islam, manakala menjadi destinasi wisata, akan dapat menjadikan wisatawan dapat datang untuk mengenal lebih dalam tentang Islam dan budaya Muslim melalui pengalaman belajar di pondok pesantren.

Di sisi lain, kata Sulhan, banyak pondok pesantren memiliki bangunan bersejarah yang indah dan arsitektur tradisional. Wisatawan dapat mengagumi keindahan arsitektur ini dan mempelajari lebih banyak tentang sejarah dan kekayaan budaya masyarakat Bumi Gora di Ponpes tersebut.

BACA JUGA: Gubernur NTB, Bang Zul Gotong Royong Bersih-bersih Sungai

“Banyak pondok pesantren kita juga sering mengadakan kegiatan budaya dan acara keagamaan yang menarik. Wisatawan dapat menghadiri acara-acara ini dan merasakan suasana budaya dan keagamaan yang khas,” kata putra ulama kharismatik Bumi Gora TGH Muchlis Ibrahim ini.

Wakil Ketua DPRD Lombok Barat periode 2014-2019 ini juga mengungkapkan bagaimana di pondok pesantren juga kaya dengan kuliner berupa makanan tradisional yang lezat dan unik. Wisatawan akan dapat mencoba masakan lokal dan menikmati kuliner khas daerah tersebut.

Pada saat yang sama, wisatawan yang beragama Islam dapat berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti salat, pengajian, atau tadarus Alquran.

“Pondok pesantren juga dapat menyelenggarakan program pendidikan dan workshop singkat untuk wisatawan yang ingin memahami agama dan budaya Islam,” kata Sulhan.

Selain itu, kunjungan ke pondok pesantren juga dapat mengajarkan wisatawan tentang nilai-nilai kehidupan sederhana, ketekunan, dan kesederhanaan yang diajarkan di pondok pesantren. Dalam jangka panjang, pondok pesantren yang menjadi destinasi wisata dapat menjadi tempat untuk terus mempromosikan pemahaman antarbudaya, membangun jembatan antaragama, dan memperkuat toleransi di antara komunitas yang berbeda.

Manfaat Besar

Menjadikan pondok pesantren sebagai destinasi wisata syariah, dipastikan Sulhan, akan memberi manfaat ekonomi yang besar bagi pondok pesantren, masyarakat, dan juga bagi daerah. Kunjungan wisatawan ke pondok pesantren akan menciptakan peluang bisnis baru seperti restoran, toko suvenir, dan akomodasi, dan menjadikan entitas bisnis serupa yang sudah ada semakin berkembang.

Jika program pemberdayaan pesantren sebagai destinasi wisata ini sudah berjalan, Sulhan memastikan, daya ungkitnya terhadap ekonomi daerah akan sangat besar. Mengingat, jumlah pondok pesantren yang ada di NTB sangat banyak. Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa NTB kini menjadi provinsi ketujuh di Indonesia dengan jumlah pondok pesantren terbanyak. Hingga tahun ini, tercapat 730 ponpes di NTB dengan 291.464 santri dan 25.001 guru.

“Menjadikan pondok pesantren sebagai destinasi wisata syariah jelas akan membantu diversifikasi industri pariwisata di daerah kita. Ini dapat mengurangi ketergantungan pada jenis pariwisata lainnya dan memberikan pendapatan tambahan kepada masyarakat,” imbuh Sulhan.

BACA JUGA: Angka Stunting di NTB Turun Hingga 14 Persen

Selain manfaat ekonomi, ada kemanfaaan lain yang diungkap Sulhan tidak kalah pentingnya. Manfaat tersebut terkait dengan eksistensi peran pondok pesantren dalam moderasi beragama. Menjadikan pondok pesantren sebagai destinasi wisata dengan fokus pada moderasi beragama kata pengasuh Pondok Pesantren Al Islahuddiny, Kediri, Lombok Barat ini, adalah sebuah langkah yang sangat relevan dan bermanfaat di tengah tantangan ekstremisme agama dan ketegangan antaragama.

Dengan bertransformasi sebagai destinasi wisata syariah, akan kian mengukuhkan posisi pondok pesantren dalam hal pemahaman moderat. Pondok pesantren yang mendukung moderasi beragama bakal menjadi tempat di mana wisatawan dapat memahami pemahaman Islam dengan pendekatan yang moderat dan inklusif.

Ini dapat membantu mengimbangi narasi ekstremisme. Dalam hal ini, pondok pesantren dapat menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan tentang moderasi beragama bagi wisatawan, yang dapat membantu meningkatkan pemahaman mereka tentang konsep-konsep moderasi dan kerukunan beragama.

“Program pemberdayaan ini juga kita desain untuk menjadikan Pondok Pesantren rutin mengadakan acara-acara yang mempromosikan toleransi, perdamaian, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. Ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi wisatawan dan mendorong kesadaran mereka terhadap isu-isu sosial yang penting,” imbuh Sulhan. (*)




Bang Zul Resmikan Tiga Pabrik Pengolahan Jagung

Gubernur NTB, Bang Zul meresmikan tiga pabrik yaitu Feedmill (pembuatan pakan ternak), Corn Seeds (Penyediaan Benih Jagung) dan Corn Dryer (Pengering Jagung)

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Bang Zul meresmikan tiga pabrik pengolahan jagung sekaligus. Ketiga pabrik tersebut adalah Feedmill (pembuatan pakan ternak), Corn Seeds (Penyediaan Benih Jagung) dan Corn Dryer (Pengering Jagung), Kamis (14 September 2023).

BACA JUGA: NGO Mitra Dislutkan Bantu Majukan NTB

Menurut Bang Zul, NTB tidak menjual bahan mentah tapi mengolah di NTB

Ketiga pabrik itu di bawah naungan PT. TAZA Industri Internasional yang beroperasi di kawasan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB, 

Bang Zul mengatakan, program industrialisasi yang terus didorong Pemerintah Provinsi NTB kian berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. 

Salah satu tujuan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat NTB.

“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan 3 pabrik sekaligus di BRIDA NTB yaitu Corn Seeds, Corn Dryer dan Feedmill. Industrialisasi itu, perubahan cara berpikir agar kita tidak menjual bahan mentah saja, klta harus olah di sini,” tegas Bang Zul saat memberikan sambutan pada peresmian tiga pabrik tersebut.

BACA JUGA: Sulhan Muchlis Berkhidmat untuk Umat di Jalan Politik

Bang Zul menyampaikan dirinya optimis industri pakan ternak akan berkembang pesat di NTB, mengingat NTB merupakan salah satu penghasil jagung terbesar. Masyarakat maupun pemerintah harus berani mengambil langkah berani di melakukan pengolahan langsung di daerah, tidak mengirim ke luar dalam bentuk mentah.

Bang Zul berharap, hadirnya ketiga pabrik pengolahan jagung ini akan terus memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan membukan lapangan pekerjaan baru. Untuk itu, hadirnya para investor merupakan salah satu untuk mendukung kemajuan industrialisasi di NTB.

BACA JUGA: Energi Terbarukan, NTB Senag Kerja Sama dengan Denmark

“Investor jangan kita persulit, kita carikan lahan murah, kita bantu perizinan, dan lainnya, agar mereka nyaman di sini,” terangnya. ***

 

 




Gubernur Bang Zul Dorong Hutan Industri Diperluas

Menurut Bang Zul,  industrialisasi yang memanfaatkan lahan hutan dengan produknya dapat bersama sama dengan upaya pelestarian hutan yang ada

MATARAM.LombokJournal.com  ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul membuka rapat koordinasi percepatan perhutanan sosial yang dihadiri seluruh pemangku kebijakan se NTB, di Hotel Golden Palace, Mataram, Senin (04/09/23). 

BACA JUGA: Festival Komunitas Seni Media (FKSM) 2023

Bang Zul mengatakan. harus ada strategi agar terjadi keseimbangan dan hutan menghasilkan secara ekonomi bagi masyarakat
Gubernur NTB, Bang Zul

Menurut Bang Zul, perluasan perhutanan sosial di Nusa Tenggara Barat diharapkan tidak saja bertambah dan menggerakkan sektor ekonomi melalui industrialisasi. Namun secara bersamaan memelihara hutan dengan cara produktif. 

“Di negara maju bukan tidak boleh menebang hutan. Tapi ada strategi agar keseimbangan terjaga dan menghasilkan secara ekonomi bagi masyarakat,” ujar Bang Zul. 

Bang Zul mengatakan, yang utama dari strategi perluasan dan pengelolaan hutan sosial, bagaimana menggerakkan semua pihak agar bekerja nyata. 

Dari sisi industri, menurut Bang Zul, peta jalan industrialisasi yang memanfaatkan lahan hutan dengan produknya dapat secara bersama sama diwujudkan oleh pemerintah dan masyarakat. 

BACA JUGA: Mengabadikan Keindahan Lombok Lewat Lomba Foto

Strateginya, perluasan hutan yang tidak mengurangi namun bahkan melestarikan hutan yang ada. 

Rahmat Sabari, perwakilan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) mengatakan, telah ada 82 ribu Ha perhutanan sosial di NTB dari target nasional 285 ribu Ha di tahun 2030.

Ditambahkannya, sepertiga dari kawasan hutan NTB akan dialokasikan untuk pengembangan kawasan  perhutanan sosial untuk menjawab persoalan lingkungan dan masyarakat pesisir hutan. 

Dalam masterplan kawasan pengembangan hutan terpadu NTB, yang sedang berproses adalah  kawasan Mandalika, Kabupaten Bima dan Dompu dengan pendekatan mitigasi. 

“Nantinya strategi pengelolaan hutan sosial dengan pendekatan industrialisasi akan bersinergi dengan program program dinas”, jelasnya. 

BACA JUGA: Taiwan Jajaki Kerja Sama dengan Provinsi NTB

Hadir pula perwakilan kabupaten/kota, Kepala BPSK Jawa, Bali, Nusra, Kadis LHK dan stakeholder non pemerintah lainnya.***

 

 

 




NTB Mall Pasarkan Produk Lokal NTB di Malaysia

Hadirnya lapak NTB Mall di Strand Mall Malaysia, mendekatkan produk unggulan UMKM NTB dengan pasar Malaysia

MALAYSIA.LombokJournal.com ~ Kehadiran NTB Mall di negeri jiran Malaysia merupakan komitmen Pemprov NTB untuk  memajukan  dan memfasilitasi UMKM NTB dengan memperkenalkan berbagai produk unggulannya.

BACA JUGA: UMKM NTB Sasar Pasar Malaysia dan Singapura

Dengan dibukanya lapak NTB Mall di Malaysia, mendekatkan produk unggulan UMKM di Malaysia

Wakil gubernur NTB Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengungkapkan itu saat melaunching lapak NTB Mall di Malaysia bertempat di Strand Mall, Jum’at (01/09/23). 

“NTB Mall adalah wujud hajat kami dalam menaikkelaskan produk UMKM lokal, tidak hanya di NTB atau Indonesia namun harus dikenal diseluruh dunia,” Wagub NTB.

Wagub NTB yang akrab disapa Ummi Rohmi itu menambahkan, semua produk  di NTB Mall adalah karya atau produksi asli dari para pelaku UMKM  binaan Pemprov NTB, seperti tenun, mutiara yang selanjutnya perlu  layak mendapatkan pasar hingga keseluruh dunia termasuk Malaysia. 

Selanjutnya Wagub berharap, kerjasama kedua negara dalam bidang perdagangan ini dapat mempererat hubungan kedua negara.

“Mudah mudahan hadirnya NTB Mall semakin mendekatkkan NTB dengan Malaysia, apalagi Lombok Malaysia sudah ada direct flight 2 kali sehari, maka semakin mudah,” katanya.

Komitmen Pemprov

BACA JUGA: Asupan Gizi Protein Hewani dan Nabati Kunci Anak Sehat

Sebelumnya CEO  Encorp Bhd,  Hazurin kagum atas komitmen Pemprov NTB dibawah pemerintahan Gubernur NTB, Bang Zul dan Wagub Ummi Rohmi yang komit mempromosikan produk  NTB di luar negeri.

Pemprov NTB dinilai sangat cerdas memanfaatkan peluang dan cepat dalam bertindak.

“Kehadiran NTB Mall di Malaysia merupakan pertama tahniah dan selamat datang”. ucapnya.

Sementara itu,  CEO NTB Mall Indah Purwanti menyebut untuk launching kali ini ia melibatkan 150 UMKM lokal dengan berbagai produk unggulan serta turunannya seperti tenun, ketak, hingga kuliner.

“Ini langkah kita untuk go global produk lokal NTB, apalagi taste kita sama melayu. InsyaAllah prospek kedepan kita bagus,”  jelasnya.

BACA JUGA: Taiwan Jajaki Kerja Sama dengan NTB

Selain dihadiri para buyer Malaysia turut hadir dalam acara tersebut perwakilan KBRI serta masyarakat Indonesia yang ada di negara jiran tersebut. ***