ASDP Bantah Dermaga II Padangbai Rusak Karena Tertabrak Kapal
Pihak ASDP Lembar meluruskan informasi yang beredar terkait rusaknya Hosting Coloum (HC) dermaga II Padangbai.
Muhammad Yasin (fioto: GRA)
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Manajer Operasional PT ASDP Lembar, Muhammad Yasin menegaskan, kerusakan (HC) dermaga II Padangbai bukan akibat tertabrak kapal, melainkan karena pergeseran pondasi pijak akibat kerasnya arus laut di perairan Padangbai.
“Jadi informasi yang beredar kalau HC dermaga II Padangbai itu rusak akibat tertabrak kapal, tidak benar. Kerusakan terjadi akibat bagian dasarnya tergerus arus laut sehingga postur HC menjadi miring,”kata Yasin, Kamis(16/3) di Lombok Barat.
Yasin menjelaskan, kerusakan itu baru diketahui pada Sabtu (11/3) setelah dilakukan penyelaman untuk melihat penyebab kerusakan, lantaran secara fisik postru HC mengalami kemiringan.
HC merupakan dua buah tiang di bagian bibir dermaga yang fungsinya sebagai penyangga sistem hidrolik yang berhubungan dengan moveable bridge (MB) atau jembatan bergerak di dermaga.
“Kalau tertabrak kapal, tentu ada bekas benturan di atas.Tapi ini kerusakan di bagian dasar, jadi bukan karena kapal,” katanya.
Ia menambahkan, saat ini proses perbaikan sedang dilakukan dan diperkirakan selesaidalam kurun 7 hingga 10 hari ke depan.
GRA
Dermaga Padangbai Rusak, ASDP Lembar Kurangi Trip Kapal
Pihak PT ASDP Lembar sebagai operator pelabuhan penyeberangan Lemba-Padangbai, melakukan pengurangan jumlah trip kapal, selama proses perbaikan Hosting Coloum dermaga II Padangbai dilakukan.
Muhammad Yasin (fioto: GRA)
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Pengurangan tiga trip kapal itu disampaikan Manajer Operasional PT ASDP Lembar, Muhammad Yasin pada Lombok Journal. “Kami memang mengurangi trip kapal, agar tidak terjadi penumpukan kapal yang menunggu bongkar muat di Padangbai,” katanya, Kamis (16/3) di Lombok Barat.
Yasin menjelaskan, dalam keadaan normal penyeberangan Lembar-Padangbai mengaktifkan 24 trip dalam sehari, atau satu kapal berangkat setiap jam.
Tapi karena, dermaga II pelabuhan Padangbai sedang dalam perbaikan, maka jumlah trip kapal dikurangi menjadi 16-18 kapal dalam sehari dengan rata-rata jarak pemberangkatan antara 1,5 jam hingga 2 jam.
“Ini sengaja kami lakukan agar lalu lintas kapal bisa stabil dan juga mencegah terlalu lama kapal berada di laut dalam proses sandar di Padangbai akibat menunggu giliran,” katanya.
Yasin menjelaskan, dengan pengurangan trip kapal tersebut maka terjadi dampak penumpukan antrian unit kendaraan di Lembar, khususnya truk yang hendak menyeberang ke Padangbai.
Rata-rata perhari tercatat 260 hingga 300 truk menyeberang dari Lembar ke Padangbai. Sementara setiap kapal bisa mengangkut 20-26 unit sekali jalan.
“Jadi akibat pengurangan trip, ada unit unit truk yang harus mengantri menunggu giliran. Tapi antrian hanya berkisar 120-150 unit truk dengan rata-rata waktu antrian 3-4 jam, jadi tidak sampai terjadi penumpukan atau antrian yang sangat panjang, karena kami terus berupaya agar arus ini terus mengalir,” katanya.
Yasin mengatakan, kondisi ini akan diberlakukan hingga proses perbaikan dermaga II Padangbai selesai dilakukan, paling tidak 7 hingga 10 hari ke depan.
GRA
Antrean Panjang di Lembar, Distribusi Logistik ke Lombok Tidak Terganggu
Meski terjadi antrian truk yang hendak menyeberang ke Padangbai di Pelabuhan Lembar, namun arus lalu lintas penyeberangan tetap mengalir.
Muhammad Yasin (foto: GRA)
LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Pihak ASDP Lembar memastikan kerusakan dermaga II pelabuhan Padangbai tidak sampai mengganggu distribusi logistik ke Lombok dan NTB pada umumnya.
“Memang ada antrian, tapi tidak sampai macet total, karena arus lalu lintas penyeberangan tetap kita upayakan mengalir, sehingga distribusi logistik tidak terganggu,” kata Manajer Operasional PT ASDP Lembar, Muhammad Yasin, Kamis (16/3) di Lombok Barat.
Pantauan Lombok Journal, Kamis sore di pelabuhan Lembar, antrian truk terjadi di lokasi parkir terminal pelabuhan Lembar, dan di lokasi parkir areal Food Court di sisi luar pelabuhan.
Belasan truk juga berderet di jalan akses menuju pelabuhan Lembar. Menurut Yasin, rata-rata unit truk dalam antrian hanya menunggu pemberangkatan antara 3-4 jam.
“Jadi yang kelihatan antri, kemudian berangkat, dan datang lagi yang lain, sehingga tetap ada antrian.Ini karena kami melakukan pengurangan trip kapal,” katanya.
GRA
Dukungan Pembiayaan UMKM Penting Bagi Pertumbuhan Ekonomi NTB
Komitmen perbankan untuk mensupport pembiayaan UMKM di NTB akan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB secara umum.
Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH., MSi
MATARAM.Lombokjournal.com – Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, saat mengghadiri penandatanganan komitmen pembiayaan perbankan dan jasa keuangan, untuk 3.540 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata dan sektor pertanian di wilayah provinsi NTB
Pada 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi di NTB tercatat sebesar 5,82% atau lebih besar 0,80 % dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mengalami peningkatan 5,02%.
“Pertumbuhan memang terjadi pada seluruh lapangan usaha, dengan sektor jasa keuangan menyumbang pertumbuhan tertinggi mencapai 12,32 %. Kita harap dengan komitmen untuk UMKM ini pertumbuhan ekonomi NTB bisa meningkat lagi, khususnya di sektor pariwisata dan pertanian,” katanya.
Amin mengatakan, masalah pertumbuhan kredit untuk dua sektor itu memang masih rendah, karena ada beberapa faktor seperti risiko kredit macet dan sebagainya.
Namun menurut Amin, jika risiko itu bisa dimitigasi maka tidak lagi menjadi kendala.
“Saya kira kalau benar-benar komitmen, masalah risiko ini bisa diperhitungkan.Ya sama dengan bencana alam, tidak bisa kita hindari apa itu banjir tapi kalau dimitigasi dengan baik akan mengurangi risikonya,” katanya.
Menurut Amin, komitmen perbankan itu sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri kratif di sektor pariwisata NTB.
Berdasarkan data, pertumbuhan industri kreatif pariwisata di NTB mencapai 15 hingga 20 persen pertahun dalam tiga tahun terakhir.
Ini terjadi karena NTB sudah menempatkan diri sebagai destinasi wisata nasional dengan target mendatangkan 4 juta wisatawa tahun ini.
“Untuk produk kreatif lokal memang salah satu persoalan utamanya ialah akses permodalan di perbankan.Dengan komitmen ini kami harapkan bisa menjadi solusi,” katanya.
GRA
Perbankan di NTB Akan Salurkan Pembiayaan untuk 3.540 UMKM
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, jajaran perbankan, asuransi dan Pemda Provinsi NTB, Rabu (15/3) meluncurkan penandatanganan komitmen pembiayaan perbankan dan jasa keuangan, untuk 3.540 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata dan sektor pertanian di wilayah provinsi NTB.
Kepala OJK NTB. M Yusri.
MATARAM.lombokjournal.com — Pasca penandatanganan komitmen tersebut, para pelaku UMKM di sektor pariwisata bisa mengakses kredit perbankan untuk modal usaha dan pengembangan usaha dengan berbagai kemudahan mulai tahun ini di 16 Bank yang ikut menandatangani komitmen.
Kepala OJK Perwakilan NTB, Muhammad Yusri mengatakan, penandatanganan komitmen pembiayaan dan kredit perbankan untuk UMKM sektor pariwisata di NTB, itu dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM pariwisata dan sektor pertanian dalam akses pembiayaan modal usaha dan pengembangan usaha melalui kredit perbankan.
Selama ini sektor UMKM sulit mengakses pembiayaan perbankan, termasuk para pelaku UMKM pariwisata dan pertanian di NTB ini. “Penandatanganan komitmen ini kami harapkan bisa membantu mereka,” kata Yusri, saat peluncuran penandatangan komitmen, Rabu (15/3) di hotel Golden Tulip Mataram.
Yusri menjelaskan, sektor pariwisata dan pertanian menjadi dua sektor pembangunan prioritas di NTB. Namun faktanya, porsi penyaluran pembiayaan kredit perbankan untuk dua sektor tersebut masih sangat rendah.
Data OJK NTB menyebutkan, pada 2016 share pembiayaan perbankan di NTB untuk kredit produktif di sektor pariwisata hanya berkisar 2,94 persen dari total penyaluran kredit Rp29 Triliun. Sementara untuk sektor pertanian hanya berkisar 1,48 persen.
“Dari data yang kami miliki, perhatian perbankan kepada dua sektor ini masih sangat kurang. Selalu di bawah 3 persen, ini rendah sekali,” kata Yusri.
Menurutnya, rendahnya share pembiayaan kredit perbankan di dua sektor ini tidak lepas dari kekhawatiran bank terhadap risiko-risiko kredit bermasalah. Sehingga, melalui penandatanganan komitmen bersama itu diharapkan kekhawatiran tidak lagi perlu berlebihan.
Dijelaskan, secara teknis penyaluran pembiayaan kredit untuk 3.540 UMKM pariwisata dan pertanian akan dilakukan 16 Bank dari total 30 Bank yang ada di NTB melalui skema kredit umum.
Meski aspek teknis kredit dan prinsip kehati-hatian perbankan akan tetap berlaku, namun para pelaku UMKM tetap bisa mengaksesnya dengan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas terkait.
“Disinilah peran Pemda melalui Dinas terkait. Jadi UMKM binaan yang ada di Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian bisa merekomendasikan,” katanya.
Yusri mengatakan, OJK menginisiasi penandatangan komitmen pembiayaan perbankan untuk UMKM itu, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat NTB terutama di dua sektor tersebut.
Penandatanganan komitmen, Rabu (15/3) dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, perwakilan manajemen 16 bank di NTB, pejabat Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian NTB, serta perwakilan pelaku UMKM sektor pariwisata dan sektor pertanian.
Nilai ekspor dan impor di wilayah provinsi NTB tercatat menurun pada bulan Februari 2017, jika dibandingkan pada bulan Januari.
NI Kadek Adi Madri SE. (foto : AYA)
MATARAM.lombokjournal.com — Nilai ekspor NTB tercatat menurun sebesar 99,24 persen sedangkan impor menurun sebesar 57,86 persen. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi NTB, Ni Kadek Adi Madri SE.
Dijelaskannya, nilai ekspor NTB pada bulan Februari 2017 teratat sebesar USD381.395, menurun jika dibandingkan dengan bulan Januari sebesar USD51.624.474.
“Penurunan nilai ekspor 99,24 persen itu disebabkan tidak adanya ekspor barang tambang/galian non migas pada bulan Februari 2017,” kata Madri, Rabu siang (15/3) di Mataram.
Data BPS menyebutkan, untuk tujuan ekspor pada bulan Februari terbesar ditujukan ke negara Cina dengan nilai mencapai USD i 215.622 (55,09 persen), disusul Amerika Serikat senilai USD 55.018 (14,06 persen) dan Korea Selatan sebesar USD39.197 (10.01 persen).
Jenis barang yang diekspor antara lain, komiditi ikan dan udang senilai USD195.389 (49,87 persen), garam, balerang, kapur senilai USD 97.586 (24,93 persen), serta perabot rumah tangga senilai USD37.735 (9,64 persen).
Sedangkan untuk impor, tercatat negara asal impor terbesar pada bulan Februari 2017 adalah Vietnam senilai USD 1.108.800 (43,97 persen), Cina senilai USD 546.535 (21,67 persen) dan Amerika Serika senilai USD 490.672 (19,45 persen).
“Jenis barang impor, gula dan kembang gula senilai USD 1.108.800 (43,97 persen, bahan bakar mineral senilai USD 496.413 (19,68 persen), dan beberapa komoditi lainnya,” tukas Madri.
AYA
Pajak Koperasi Diharapkan Bisa Turun
Kemenkop UKM tengah berupaya agar Pajak Di Sektor Koperasi Diupayakan diturunkan.
MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Puspayoga mengatakan hal itu saat berlangsung pelatiha KUKM di Mataram, Senin (13/3).
Diharapkannya agar pajak koperasi tidak bisa disamakan dengan usaha yang lain (modal besar).
“Ini masih kita perjuangkan,” kata Puspayoga, saat membuka pelatihan KUKM di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (13/3).
Puspayoga mengatakan, penurunan pajak koperasi masih dikaji pemerintah. Kementerian Koperasi dan UMKM mengusulkan penurunan pajak bagi pelaku UMKM dari 1 persen menjadi 0,25 persen.
“Masih dikaji pemerintah, (idealnya) 0,25 persen lah dari 1 persen yang kita ajukan. Kalau hapus tidak boleh,” katanya.
Ditegaskannya, pertumbuhan ekonomi harus berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sehingga koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berperan penting dalam hal tersebut.
Menurutnya, pihaknya sedang berupaya menerbitkan regulasi yang berdampak positif bagi kemajuan sektor UMKM dan Koperasi, termasuk soal pajak koperasi.
“Kami harap pemerintah daerah ikut andil dalam meningkatkan kualitas koperasi di daerah,”katanya.
Puspayoga menilai, tidak ada artinya jika ada banyak koperasi, namun sebatas menaruh papan nama dan tidak terlalu aktif.
AYA
Menkop Anak Agung Puspayoga Buka Pelatihan Usaha Kecil-Menengah di Mataram
Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Puspayoga membuka pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) sektor Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Senin (13/3) di hotel Lombok Raya Mataram, NTB.
MATARAM.lombokjournal.com — Pelatihan diikuti puluhan peserta pelaku Koperasi dan UKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan akan berlangsung beberapa hari ke depan. Puspayoga mengatakan, pelatihan KUKM itu digelar sebagai upaya untuk mendorong pembangunan ekonomi masyarakat khususnya di sektor koperasi dan UKM.
“Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia dan khususnya di NTB,” kata Puspayoga.
Dipaparkan, berdasarkan amanat UU No 40 Tahun 1995 Kementerian Koperasi dan UKM bertugas meningkatkan koordinasi kewirausahaan. Selain itu, Peraturan Pemerintah No 2 Tahun 2015 juga mengatur bahwa Kemenkop UKM berperan untuk meningkatkan nilai rasio kewirausahaan .
Saat ini secara nasional sektor Koperasi sudah menyumbang PDB sebesar 4, 41% dan rasio kewirausahaan tahun ini tercatat sebesar 3, 10% . “Kita harus berusaha mengejar agar perekonomian berkeadilan bisa diraih, dan terjadi pemerataan kesejahteraan,” katanya.
Gubernur Majdi dalam sambutannya menilai, pelatihan itu sangat berguna bagi masyarakat pelaku usaha ekonomi di NTB, termasuk usaha mikro dan menengah serta koperasi. Mereka membutuhkan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman tentang bagaimana bisa menjadi pelaku ekonomi yang baik dan bermanfaat.
“Kami sangat mengapresiasi,, dan harapannya agar kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dari Kementrian untuk meningkatkan kualitas koperasi dan para pelaku ekonomi mikro , kecil dan menengah di NTB,” katanya.
Rombongan delegasi Indonesia Australia Bussiness Week (IABW), Rabu sore (8/3), berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, NTB.
Delegasi Bisnis Indonesia-Australia di KEK Mandalika
LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com — Selain menjajaki peluang investasi, kunjungan delegasi bisnis itu juga menunjukan perhatian pemerintah Australia untuk pengembangan Mandalika sebagai kawasan pariwisata strategis Indonesia.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dinilai sebagai lokasi yang sangat bagus, dan ada potensi bagis pebisnis dari Australia berinvestasi.
“Kedutaan Australia di Jakarta akan fokuskan perhatian di Lombok, termasuk untuk meningkatkan standar kawasan pariwisata,” kata Trade Commisioner Kedutaan Besar Australia, Christ Bandie, di KEK Mandalika, Lombok Tengah.
Sekitar 18 orang delegasi IABW terdiri anggota Kedubes Australia, konsultan, dan perwakilan investor, yang berkunjung ke Mandalika, merupakan bagian dari pertemuan IABW yang diselenggarakan di Jakarta 6-10 Maret.
Dalam kunjungan itu, rombongan delegasi IABW bersama jajaran PT ITDC sebagai pengelola kawasan, sempat meninjau sejumlah lokasi potensial di KEK Mandalika, seperti kawasan pantai Kuta Mandalika, kawasan Tanjung Aan, dan bukit Merese.
Menurut Christ, kunjungan ke Mandalika dilakukan agar delegasi bisa lebih mengerti dan mengetahui potensi apa yang ada di KEK Mandalika.
“Selain di Mandalika, mereka juga ingin mengerti lokasi lain di Lombok, apa di tempat lain juga ada untuk lokasi konstruksi atau investasi. Kunjungan ini agar lebih tahu tentang semua di Lombok,” kata Christ.
Direktur Pengembangan ITCD, Edwin Darmasetiawan mengatakan, pertemuan IABW di Jakarta melibatkan lebih dari 100 orang konsultan dan pengusaha Australia, dan sudah mengeksplore beragam peluang investasi di Indonesia.
“Delegasi Australia yang datang ini, mereka sudah beberapa hari di Jakarta untuk mengeskplore peluang investasi di Indonesia, dan tertarik dengan Mandalika,” kata Edwin, saat mendampingi rombongan delegasi di KEK Mandalika.
Menurut Edwin, sebagian besar delegasi merupakan konsultan bisnis dari Australia yang memiliki hubungan dengan investor di Australia. Kunjungan awal itu akan di follow up dengan kunjungan-kunjungan selanjutnya yang akan mengarah pada rencana investasi.
GRA
Mataram Great Sale Dongkrak Tingkat Hunian Hotel
Mataram Great Sale (MGS) 2017 yang digelar Dinas Pariwisata Kota Mataram bersama Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM) 1-31 Maret, sudah berhasil mendongkrak tingkat hunian hotel di Mataram
Yusril Arwan, Ketua BP2KM, Yusril Arwan
MATARAM.lombokjournal.com — Dalam sepekan terakhir. Tingkat hunian hotel di Mataram tercatat mencapai rate 60 persen. “Ini lumayan meningkat, sebab biasanya di saat low season seperti ini rate hanya 30-40 persen,” kata Ketua BP2KM, Yusril Arwan, Kamis (9/3) di Mataram.
Ia mengatakan, di sejumlah hotel tingkat hunian juga ada yang tercatat penuh dan full booking untuk sepekan ke depan. Misalnya, hotel Grand Inn di Ampenan, Kota Mataram.
Mataram Great Sale 2017 dilaksanakan sepanjang Maret ini, melibatkan sekitar 25 hotel berbintang di Kota Mataram, dengan pemberian diskon khusus berkisar 20 hingga 60 persen dari tarif normal.
Selain hotelier, MGS 2017 juga melibatkan lebih dari 120 tenant dan outlet di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram, belasan pusat souvenir, dan lebih dari 100 industri kecil menengah (IKM) yang ada di Mataram.
Yusril mengatakan, target MGS yang paling utama adalah untuk meningkatkan tingkat hunian hotel di Kota Mataram hingga rata-rata 65 persen sepanjang Maret ini.
“Kami optimis target bisa tercapai, apalagi sepanjang Maret ini banyak juga event yang digelar di Kota Mataram,” katanya.