Dukungan Pembiayaan UMKM Penting Bagi Pertumbuhan Ekonomi NTB

Komitmen perbankan untuk mensupport pembiayaan UMKM di NTB akan sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi NTB secara umum.

Wakil Gubernur NTB H. Muh. Amin, SH., MSi

MATARAM.Lombokjournal.com – Hal itu disampaikan Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, saat mengghadiri penandatanganan komitmen pembiayaan perbankan dan jasa keuangan, untuk 3.540 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata dan sektor pertanian di wilayah provinsi NTB

Pada 2016 lalu, pertumbuhan ekonomi di NTB tercatat sebesar 5,82% atau lebih besar 0,80 % dari pertumbuhan ekonomi nasional yang mengalami peningkatan 5,02%.

“Pertumbuhan memang terjadi pada seluruh lapangan usaha, dengan sektor jasa keuangan menyumbang pertumbuhan tertinggi mencapai 12,32 %. Kita harap dengan komitmen untuk UMKM ini pertumbuhan ekonomi NTB bisa meningkat lagi, khususnya di sektor pariwisata dan pertanian,” katanya.

Amin mengatakan, masalah pertumbuhan kredit untuk dua sektor itu memang masih rendah, karena ada beberapa faktor seperti risiko kredit macet dan sebagainya.

Namun menurut Amin, jika risiko itu bisa dimitigasi maka tidak lagi menjadi kendala.

“Saya kira kalau benar-benar komitmen, masalah risiko ini bisa diperhitungkan.Ya sama dengan bencana alam, tidak bisa kita hindari apa itu banjir tapi kalau dimitigasi dengan baik akan mengurangi risikonya,” katanya.

Menurut Amin, komitmen perbankan itu sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan industri kratif di sektor pariwisata NTB.

Berdasarkan data, pertumbuhan industri kreatif pariwisata di NTB mencapai 15  hingga 20 persen pertahun dalam tiga tahun terakhir.

Ini terjadi karena NTB sudah menempatkan diri sebagai destinasi wisata nasional dengan target mendatangkan 4 juta wisatawa tahun ini.

“Untuk produk kreatif lokal memang salah satu persoalan utamanya ialah akses permodalan di perbankan.Dengan komitmen ini kami harapkan  bisa menjadi solusi,” katanya.

GRA




Perbankan di NTB Akan Salurkan Pembiayaan untuk 3.540 UMKM

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, jajaran perbankan, asuransi dan Pemda Provinsi NTB, Rabu (15/3) meluncurkan penandatanganan komitmen pembiayaan perbankan dan jasa keuangan, untuk 3.540 pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata dan sektor pertanian di wilayah provinsi NTB.

Kepala OJK NTB. M Yusri.

MATARAM.lombokjournal.com  — Pasca penandatanganan komitmen tersebut, para pelaku UMKM di sektor pariwisata bisa mengakses kredit perbankan untuk modal usaha dan pengembangan usaha dengan berbagai kemudahan mulai tahun ini di 16 Bank yang ikut menandatangani komitmen.

Kepala OJK Perwakilan NTB, Muhammad Yusri mengatakan, penandatanganan komitmen pembiayaan dan kredit perbankan untuk UMKM sektor pariwisata di NTB, itu dilakukan untuk memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM pariwisata dan sektor pertanian dalam akses pembiayaan modal usaha dan pengembangan usaha melalui kredit perbankan.

Selama ini sektor UMKM sulit mengakses pembiayaan perbankan, termasuk para pelaku UMKM pariwisata dan pertanian di NTB ini. “Penandatanganan komitmen ini kami harapkan bisa membantu mereka,” kata Yusri, saat peluncuran penandatangan komitmen, Rabu (15/3) di hotel Golden Tulip Mataram.

Yusri menjelaskan, sektor pariwisata dan pertanian menjadi dua sektor pembangunan prioritas di NTB. Namun faktanya, porsi penyaluran pembiayaan kredit perbankan untuk dua sektor tersebut masih sangat rendah.

Data OJK NTB menyebutkan, pada 2016 share pembiayaan perbankan di NTB untuk kredit produktif di sektor pariwisata hanya berkisar 2,94 persen dari total penyaluran kredit Rp29 Triliun. Sementara untuk sektor pertanian hanya berkisar 1,48 persen.

“Dari data yang kami miliki, perhatian perbankan kepada dua sektor ini masih sangat kurang. Selalu di bawah 3 persen, ini rendah sekali,” kata Yusri.

Menurutnya, rendahnya share pembiayaan kredit perbankan di dua sektor ini tidak lepas dari kekhawatiran bank terhadap risiko-risiko kredit bermasalah. Sehingga, melalui penandatanganan komitmen bersama itu diharapkan kekhawatiran tidak lagi perlu berlebihan.

Dijelaskan, secara teknis penyaluran pembiayaan kredit untuk 3.540 UMKM pariwisata dan pertanian akan dilakukan 16 Bank dari total 30 Bank yang ada di NTB melalui skema kredit umum.

Meski aspek teknis kredit dan prinsip kehati-hatian perbankan akan tetap berlaku, namun para pelaku UMKM tetap bisa mengaksesnya dengan rekomendasi dari Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas terkait.

“Disinilah peran Pemda melalui Dinas terkait. Jadi UMKM binaan yang ada di Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian bisa merekomendasikan,” katanya.

Yusri mengatakan, OJK menginisiasi penandatangan komitmen pembiayaan perbankan untuk UMKM itu, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat NTB terutama di dua sektor tersebut.

Penandatanganan komitmen, Rabu (15/3) dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin, perwakilan manajemen 16 bank di NTB, pejabat Dinas Pariwisata dan Dinas Pertanian NTB, serta perwakilan pelaku UMKM sektor pariwisata dan  sektor pertanian.

BACA : Dukungan Pembiayaan UMUM Penting Bagi Pertumbuhan Ekonomi NTB

GRA




Nilai Ekspor-Impor NTB Menurun Bulan Februari

Nilai ekspor dan impor di wilayah provinsi NTB tercatat menurun pada bulan Februari 2017, jika dibandingkan pada bulan Januari.

NI Kadek Adi Madri SE. (foto : AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Nilai ekspor NTB  tercatat menurun sebesar 99,24 persen sedangkan impor menurun sebesar 57,86 persen. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi NTB, Ni Kadek Adi Madri SE.

Dijelaskannya, nilai ekspor NTB pada bulan Februari 2017 teratat sebesar USD381.395, menurun jika dibandingkan dengan bulan Januari sebesar USD51.624.474.

“Penurunan nilai ekspor 99,24 persen itu disebabkan tidak adanya ekspor barang tambang/galian non migas pada bulan Februari 2017,” kata Madri, Rabu siang (15/3) di Mataram.

Data BPS menyebutkan, untuk tujuan ekspor pada bulan Februari terbesar ditujukan ke negara Cina dengan nilai mencapai USD i 215.622 (55,09 persen), disusul Amerika Serikat senilai USD 55.018 (14,06 persen) dan Korea Selatan sebesar USD39.197 (10.01 persen).

Jenis barang yang diekspor antara lain, komiditi ikan dan udang senilai USD195.389  (49,87 persen), garam, balerang, kapur senilai USD 97.586 (24,93 persen), serta perabot rumah tangga senilai USD37.735 (9,64 persen).

Sedangkan untuk impor, tercatat negara asal impor terbesar pada bulan Februari 2017 adalah Vietnam senilai USD 1.108.800 (43,97 persen), Cina senilai USD 546.535 (21,67 persen) dan Amerika Serika senilai USD 490.672 (19,45 persen).

“Jenis barang impor, gula dan kembang gula senilai USD 1.108.800 (43,97 persen, bahan bakar mineral senilai USD 496.413 (19,68 persen), dan beberapa komoditi lainnya,” tukas Madri.

AYA




Pajak Koperasi Diharapkan Bisa Turun

Kemenkop UKM tengah berupaya agar Pajak Di Sektor Koperasi Diupayakan diturunkan.

MATARAM.lombokjournal.com — Menteri Koperasi dan UMKM Anak Agung Gede Puspayoga mengatakan hal itu saat berlangsung pelatiha KUKM di Mataram, Senin (13/3).

Diharapkannya agar pajak koperasi tidak bisa disamakan dengan usaha yang lain (modal besar).

“Ini masih kita perjuangkan,” kata Puspayoga, saat membuka pelatihan KUKM di Hotel Lombok Raya Mataram, Senin (13/3).

Puspayoga mengatakan, penurunan pajak koperasi masih dikaji pemerintah. Kementerian Koperasi dan UMKM mengusulkan penurunan pajak bagi pelaku UMKM dari 1 persen menjadi 0,25 persen.

“Masih dikaji pemerintah, (idealnya) 0,25 persen lah dari 1 persen yang kita ajukan. Kalau hapus tidak boleh,” katanya.

Ditegaskannya, pertumbuhan ekonomi harus berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sehingga koperasi dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berperan penting dalam hal tersebut.

Menurutnya, pihaknya sedang berupaya menerbitkan regulasi yang berdampak positif bagi kemajuan sektor UMKM dan Koperasi, termasuk soal pajak koperasi.

“Kami harap  pemerintah daerah ikut andil dalam meningkatkan kualitas koperasi di daerah,”katanya.

Puspayoga menilai, tidak ada artinya jika ada banyak koperasi, namun sebatas menaruh papan nama dan tidak terlalu aktif.

 

AYA

 




Menkop Anak Agung Puspayoga Buka Pelatihan Usaha Kecil-Menengah di Mataram

Menteri Koperasi dan UKM, Anak Agung Puspayoga membuka pelatihan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) sektor Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (KUKM), Senin (13/3) di hotel Lombok Raya Mataram, NTB.

MATARAM.lombokjournal.com — Pelatihan diikuti puluhan peserta pelaku Koperasi dan UKM di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan akan berlangsung beberapa hari ke depan. Puspayoga mengatakan, pelatihan KUKM itu digelar sebagai upaya untuk mendorong pembangunan  ekonomi masyarakat khususnya di sektor koperasi dan UKM.

“Pelatihan ini juga bertujuan untuk meningkatkan rasio kewirausahaan di Indonesia dan khususnya di NTB,” kata Puspayoga.

Dipaparkan, berdasarkan amanat UU No 40 Tahun 1995 Kementerian Koperasi dan UKM bertugas meningkatkan koordinasi kewirausahaan. Selain itu, Peraturan Pemerintah No 2 Tahun 2015 juga mengatur bahwa Kemenkop UKM berperan untuk meningkatkan nilai rasio kewirausahaan .

Saat ini secara nasional sektor Koperasi sudah menyumbang PDB sebesar 4, 41% dan rasio kewirausahaan tahun ini tercatat sebesar 3, 10% . “Kita harus berusaha mengejar agar perekonomian berkeadilan bisa diraih, dan terjadi pemerataan kesejahteraan,” katanya.

Gubernur Majdi dalam sambutannya menilai, pelatihan itu sangat berguna bagi masyarakat pelaku usaha ekonomi di NTB, termasuk usaha mikro dan menengah serta koperasi. Mereka membutuhkan peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman tentang bagaimana bisa menjadi pelaku ekonomi yang baik dan bermanfaat.

“Kami sangat mengapresiasi,, dan harapannya  agar kegiatan ini menjadi kegiatan rutin dari Kementrian untuk meningkatkan kualitas koperasi dan para pelaku ekonomi mikro , kecil dan menengah di NTB,” katanya.

AYA




Jajaki Peluang Ivestasi, Delegasi Bisnis Indonesia-Australia Kunjungi KEK Mandalika

Rombongan delegasi Indonesia Australia Bussiness Week (IABW), Rabu sore (8/3), berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah, NTB.

Delegasi Bisnis Indonesia-Australia di KEK Mandalika

LOMBOK TENGAH.lombokjournal.com —  Selain menjajaki peluang investasi, kunjungan delegasi bisnis itu juga menunjukan perhatian pemerintah Australia untuk pengembangan Mandalika sebagai kawasan pariwisata strategis Indonesia.

Kawasan  Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika dinilai sebagai lokasi yang sangat bagus, dan ada potensi bagis pebisnis dari Australia berinvestasi.

“Kedutaan Australia di Jakarta akan fokuskan perhatian di Lombok, termasuk untuk meningkatkan standar kawasan pariwisata,” kata Trade Commisioner Kedutaan Besar Australia, Christ Bandie, di KEK Mandalika, Lombok Tengah.

Sekitar 18 orang delegasi IABW terdiri anggota Kedubes Australia, konsultan, dan perwakilan investor, yang berkunjung ke Mandalika, merupakan bagian dari pertemuan IABW yang diselenggarakan di Jakarta 6-10 Maret.

Dalam kunjungan itu, rombongan delegasi IABW bersama jajaran PT ITDC sebagai pengelola kawasan, sempat meninjau sejumlah lokasi potensial di KEK Mandalika, seperti kawasan pantai Kuta Mandalika, kawasan Tanjung Aan, dan bukit Merese.

Menurut Christ, kunjungan ke Mandalika dilakukan agar delegasi bisa lebih mengerti dan mengetahui potensi apa yang ada di KEK Mandalika.

“Selain di Mandalika, mereka juga ingin mengerti lokasi lain di Lombok, apa di tempat lain juga ada untuk lokasi konstruksi atau investasi. Kunjungan ini agar lebih tahu tentang semua di Lombok,” kata Christ.

Direktur Pengembangan ITCD, Edwin Darmasetiawan mengatakan, pertemuan IABW di Jakarta melibatkan lebih dari 100 orang konsultan dan pengusaha Australia, dan sudah mengeksplore beragam peluang investasi di Indonesia.

“Delegasi Australia yang datang ini, mereka sudah beberapa hari di Jakarta untuk mengeskplore peluang investasi di Indonesia, dan tertarik dengan Mandalika,” kata Edwin, saat mendampingi rombongan delegasi di KEK Mandalika.

Menurut Edwin, sebagian besar delegasi merupakan konsultan bisnis dari Australia yang memiliki hubungan dengan investor di Australia. Kunjungan awal itu akan di follow up dengan kunjungan-kunjungan selanjutnya yang akan mengarah pada rencana investasi.

GRA




Mataram Great Sale Dongkrak Tingkat Hunian Hotel

Mataram Great Sale (MGS) 2017 yang digelar Dinas Pariwisata Kota Mataram bersama Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM) 1-31 Maret, sudah berhasil mendongkrak tingkat hunian hotel di Mataram

Yusril Arwan, Ketua BP2KM, Yusril Arwan

MATARAM.lombokjournal.com —  Dalam sepekan terakhir. Tingkat hunian hotel di Mataram tercatat mencapai rate 60 persen. “Ini lumayan meningkat, sebab biasanya di saat low season seperti ini rate hanya 30-40 persen,” kata Ketua BP2KM, Yusril Arwan, Kamis (9/3) di Mataram.

Ia mengatakan, di sejumlah hotel tingkat hunian juga ada yang tercatat penuh dan full booking untuk sepekan ke depan. Misalnya, hotel Grand Inn di Ampenan, Kota Mataram.

Mataram Great Sale 2017 dilaksanakan sepanjang Maret ini, melibatkan sekitar 25 hotel berbintang di Kota Mataram, dengan pemberian diskon khusus berkisar 20 hingga 60 persen dari tarif normal.

Selain hotelier, MGS 2017 juga melibatkan lebih dari 120 tenant dan outlet di Lombok Epicentrum Mall (LEM) Mataram, belasan pusat souvenir, dan lebih dari 100 industri kecil  menengah (IKM) yang ada di Mataram.

Yusril mengatakan, target MGS yang paling utama adalah untuk meningkatkan tingkat hunian hotel di Kota Mataram hingga rata-rata 65 persen sepanjang Maret ini.

“Kami optimis target bisa tercapai, apalagi sepanjang Maret ini banyak juga event yang digelar di Kota Mataram,” katanya.

GRA




OJK NTB Dorong Perbankan Suport UMKM Pariwisata

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama yang bergerak di sektor pariwisata di wilayah NTB akan dapat kemudahan kredit.

Kepala OJK NTB, M Yusri

MATARAM.lombokjournal.com – – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB mendorong Perbankan di NTB untuk mensuport dan memberikan kemudahan akses kredit bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terutama yang bergerak di sektor pariwisata di wilayah NTB.

Hal ini diungkapkan Kepala OJK NTB, M Yusri, kepada wartawan, Rabu (8/3), usai bertemu Wagub NTB, Muhammad Amin di kantor Gubernur NTB.

“Kita punya program kegiatan dengan Perbankan. Kita mengarahkan perbankan NTB di tahun 2017 untuk melakukan pembiayaan UMKM yang ada, khususnya di sektor pariwisata,”kata Yusri.

Menurutnya, program pembiayaan UMKM yang akan diluncurkan pekan depan, akan melibatkan sekitaar 4 ribu pelaku UMKM  ada sektor pariwisata di seluruh NTB.

“Dengan pak Wagub, tadi juga sudah kami sampaikan program ini. Ya kita juga minta arahan agar Pemprov NTB juga bisa mendukung,” katanya.

Yusri menjelaskan, OJK dan Perbankan akan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata NTB dan stakeholders terkait dalam program ini.

Keterlibatan perbankan dinilai penting dalam pengembangan UMKM di NTB, terutama dalam hal akses pinjaman modal usaha maupun pengembangan usaha.

Ia menambahkan, 4 ribu UMKM pariwisata yang menjadi sasaran program tahun ini  umumnya bergerak di bidang kuliner, fashion, dan kerajinan rumah tangga seperti tenun dan lainnya.

“Perbankan sudah berkomitmen dengan OJK bagaimana perbankan ikut mengembangkan sektor pariwisata di NTB. Kami meminta kepada masyarakat agar memanfaatkan perbankan dengan sebaik baiknya,” kata Yusri.

YAT




NTB Akan Promosikan Potensi Investasi ke Timur Tengah

Bulan April, NTB mempromosikan beragam potensi investasi Lombok dan Sumbawa di Abudhabi, Dubai

Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) NTB, H Lalu Gita Aryadi

MATARAM.lombokjournal.com — Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi salah satu provinsi yang diundang dalam pertemuan The Arabian Investor Meeting (AIM), awal April mendatang di Abudhabi, Dubai. Kesempatan itu akan digunakan sebaik-baiknya untuk mempromosikan beragam potensi investasi di Lombok dan Sumbawa.

Provinsi NTB menjadi salah satu dari hanya beberapa provinsi di Indonesia yang diundang dalam AIM, awal April mendatang . “Tentu ini moment yang baik untuk kami mempromosikan potensi investasi di NTB, baik Lombok maupun Sumbawa,” kata Kepala Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (BPMPTSP) NTB, H Lalu Gita Aryadi, Selasa  (7/3) di Mataram.

Gita menambahkan, momen kunjungan raja Salman ke Indonesia juga sangat memiliki arti strategis bagi potensi investasi di NTB.

Meski secara formal, Raja Salman dan rombongan berlibur ke Bali, namun menurut Gita Aryadi, sejumlah tim rombongan juga berkunjung ke Lombok dan bertemu dengan Gubernur NTB, M Zainul Majdi.

Dalam pertemuan dengan tim rombongan raja Salman, akhir pekan lalu, Gubernur NTB, M Zainul Majdi juga menawarkan kawasan moslem friendly di KEK Mandalika.

“Mereka (Tim rombongan Salman) tanya dimana lokasi potensi investasi untuk resort, dan pak Gubernur kasih pemaparan di KEK Mandalika, disana sudah ada lokasi yang disiapkan, dan investor juga bisa dapat banyak kemudahan-kemudahan investasi,” kata Gita Aryadi.

Beberapa kemudahan yang ada di KEK Mandalika antara lain, kesiapan lahan, dan kemudahan perizinan satu pintu melalui administrator KEK. Pemprov NTB juga memberi keringanan pajak investasi hingga potongan 50 persen.

“Tim rombongan juga sempat meninjau lokasi di KEK Mandalika. Ya harapan kami di NTB kunjungan Raja Salman ini bisa membuat minat investasi Arab Saudi dan negara Timur Tengah lainnya ke NTB, jadi bukan hanya investasi di bidang Migas saja tetapi juga investasi di bidang pariwisata dan lainnya,” katanya.

GRA




Global Hub dan Samota Prioritas Kawasan Investasi NTB

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memprioritaskan dua kawasan yakni Kawasan Teluk Saleh, Pulau Moyo, dan Tambora (Samota) di Pulau Sumbawa dan Kawasan Global Hub Bandar Kayangan di Pulau Lombok, sebagai fokus pengembangan kawasan investasi tahun ini.

Gubernur NTB, TGH M Zainul Mjdi

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB, TGH Muhammad Zainul Majdi mengatakan, sudah banyak investor yang menyampaikan ketertarikan untuk menanamkan modalnya di dua kawasan investasi tersebut.

“Alhamdulilah banyak investor yang tertarik. Pemerintah pusat Insya Allah juga komitmen,” katanya, Selasa (7/3) di Mataram.

Saat ini Pemprov NTB, menurutnya, sedang mendorong agar proses percepatan pembangunan Global Hub bisa segera terlaksana, terutama untuk Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) yang mencakup posisi Global Hub sebagai kawasan strategis nasional.

Ia menilai, proses RTRWN Global Hub sudah mendapat persetujuan dari sejumlah menteri terkait, dan tinggal menunggu keputusan Presiden Joko Widodo.

“Kita tinggal menunggu pengesahan RTRWN, mudah-mudahan dilampirannya Global Hub masuk dalam kawasan strategis nasional,” katanya.

GRA