Holding Company Untuk Menindaklanjuti Bandar Kayangan

Global Hub Bandar Kayangan di Lombok Utara mendapat “lampu hijau” Pemerintah Pusat. Menindaklanjuti progres itu, Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemda Kabupaten Lombok Utara membentuk holding company PT Bandar Kayangan Internasional.

Sekda NTB, Rosiady H Sayuti (foto: GRA)

MATARAM.lombokjournal.com – Sekda Provinsi NTB, Rosiady Sayuti mengatakan, dengan terbitnya PP No 13 tahun 2017 ini, maka rencana pembangunan global hub di Bandar Kayangan ini sudah memiliki payung hukum yang kuat.

“Sehingga investasi yang ingin masuk pun tidak perlu ragu lagi,” kata  Rosiady Sayuti, usai mengadakan rapat koordinasi percepatan pembangunan Bandar Kayangan, Jumat (12/5) di kantor Gubernur NTB di Mataram.

Pemerintah RI melalui PP No 13 tahun 2017 tentang revisi rencana tata ruang tata wilayah nasional (RTRWN) menetapkan Bandar Kayangan di Lombok Utara, NTB sebagai kawasan andalan nasional.

Kawasan seluas 7000 hektare akan dikembangkan sebagai global hub dengan fasilitas pelabuhan laut internasional dan kilang minyak. Selanjutnya, holding company PT Bandar Kayangan Internasional bertugas mengembangkan kawasan tersebut.

Rapat  hari Jum’at kemarin melibatkan perwakilan Bappenas RI, Bappeda NTB, Dinas Perhubungan NTB, Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) NTB, dan anggota tim percepatan, serta PT Bandar Kayangan Internasional.

Rosiady mengatakan, pembangunan kawasan global hub Bandar Kayangan sepenuhnya akan dilakukan pihak swasta, investor atau full private sector investment. Pihak Pemprov NTB dan Pemda Lombok Utara membantu proses pembebasan lahan dan juga regulasi untuk kemudahan investasi dalam kawasan.

“Yang akan membangun adalah perusahaan-perusahaan kapal internasional yang memiliki kepentingan pelabuhan. Sudah ada beberapa investor yang berminat untuk pembangunan pelabuhan dan kilang minyak,” kata Rosiady.

Menurutnya, tahun 2017 ini Feasability Study (FS) dan Analisa Dampak Lingkungan (Amdal) mulai dilakukan.

Ketua Tim Percepatan Bandar Kayangan yang juga Direktur Utama PT Bandar Kayangan Internasional, Sondi Amar menjelaskan, Bandar Kayangan dengan kawasan seluas 7000 hektare akan dibangun pelabuhan laut berstandar internasional yang bisa menampung kapal berukuran panjang 500 meter, ada kilang minyak, dan juga pusat perkotaan modern.

“Bayangkan ini seperti kota modern Dubai, tapi berada di Lombok, Indonesia,” katanya.

Sondi yang pensiunan Bappenas RI ini menjelaskan, hingga saat ini sejumlah perusahaan dari Belanda dan Kroasia menyatakan minat membangun pelabuhan di Bandar Kayangan. Untuk kilang minyak, ada perusahaan dari China dan Rusia.

Tahap awal pembangunan pelabuhan diperkirakan membutuhkaninvestasi minimal Rp25-40 Triliun, sedang untuk kilang minyak diperkirakan mencapai Rp130 Triliun.

“Saat ini sudah masuk ke tahap negosiasi, kita harapkan tahun ini kontrak kerjasama sudah bisa dibuat dan diakhir tahun 2017 paling tidak ada groundbreaking lah,” kata Sondi.

Menurutnya, tim percepatan Bandar Kayangan  bersama Gubernur NTB M Zainul Majdi dan Bupati Lombok Utara Najmul Ahyar, sudah menyampaikan ke presiden Jokowi.

“Pembangunan kawasan Bandar Kayangan ini tidak akan menggunakan APBN atau pun APBD, tapi murni swasta,” kata Sondi.

PT Bandar Kayangan sendiri merupakan perusahaan bersama antara investor, Pemda NTB, dan Pemda Lombok Utara. Pembagian sahamnya investor 60 persen, NTB 20 persen, dan Lombok Utara 20 persen.

“Tapi saham untuk masing-masing Pemda ini gratis atau merupakan hibah dari investor, jadi Pemda akan dapat profit untuk PAD,” kata Sondi.

Pemerintah RI melalui PP 13 Tahun 2017 itu, menetapkan Bandar Kayangan sebagai kawasan andalan nasional untuk industri, perdagangan, dan jasa pelabuhan,selain sektor kelautan lainnya.

Selain akan dibangun pelabuhan laut internasional dan kilang minyak, di dalamkawasan juga akan dikembangkan pusat perkotaan di mana 25 lingkungan yang dihuni masyarakat setempat juga akan mendapatkan manfaat pembangunan.

“Estimasi pembangunan kawasan ini bisa mencapai tiga sampai empat tahun ke depan. Dan kawasan ini diperkirakan mampu menyerap hingga 200 ribu tenagakerja,” kata Sondi.

GRA

 




Tarif Penyeberangan Naik Mulai 15 Mei

Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), memutuskan untuk menaikkan tarif penyeberangan untuk 14 rute penyeberangan di Indonesia.  

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com —  Penyesuaian ini ditetapkan melalui Keputusan Direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) yang merupakan tindak lanjut terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 30 Tahun 2017 tentang Tarif Penyelenggaraan Angkutan Penyeberangan

Penyesuaian tarif penyeberangan lintas antar provinsi itu dimaksudkan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pengguna jasa penyeberangan.

“Penyesuaian tarif terpadu angkutan penyeberangan antar provinsi ini akan berlaku mulai tanggal 15 Mei pukul 00.00,” kata pejabat Direktorat Angkutan dan Multimoda, Dirjen Perhubungan Darat, Kemenhub, Zulmardi, Senin (8/5) di kantor PT ASDP Lembar, Lombok Barat.

Dijelaskan, beberapa hal yg menjadi dasar penyesuaian tarif angkutan penyeberangan yaitu kenaikan UMR yang terjadi dari tahun 2014 s/d 2016 berturut- turut sebesar 38% pada tahun 2015, 23persern, pada tahun2015 dan pada tahun 2016 sebanyak 17 persen.

“Selain itu ada peraturan baru yang menimbulkan konsekuensi biaya seperti biaya PNBP, biaya asuransi penyingkiran kapal dan pencemaran lingkungan, aturan lashing kendaraan dan ketentuan pengawakan,”katanya.

Ia menjelaskan, besaran penyesuaian tarif terpadu secara nasional, untuk penumpang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 12,43 persen dibandingkan tarif yang berlaku sekarang, sedangkan untuk kendaraan mengalami kenaikan rata-rata sebesar 11,53 persen.

Penyeberangan Lembar-Padangbai termasuk salah satu yang terkena kenaikan tarif terpadu.

“Pada lintas penyebrangan Lembar – Padangbai kenaikan rata-rata untuk penumpang sebesar 10, 42 persen, sedangkan untuk kendaraan mengalami kenaikan sebesar 10, 94 persen,” katanya.

Kemudian untuk lintas penyeberangan Sape- Waikelo, kenaikan rata-rata untuk penumpang sebesar 12,38 persen, sedangkan untuk kendaraan mengalami kenaikan sebesar 12,94 persen.

Pada lintas penyeberangan Sape – Labuan Bajo  kenaikan rata-rata untuk penumpang sebesar 11, 69 persen sedangkan untuk kendaraan mengalami kenaikan sebesar 12,92 persen.

Besaran tarif terpadu merupakan nilai gabungan antara besaran pada tarif angkutan dengan besaran pada tarif jasa pelabuhan.

“Harapannya dengan adanya kenaikan ini juga akan meningkatkan  peningkatan fasilitas sarana dan prasarana di penyeberangan,” tukasnya.

AYA




Banyak Event 2016, Kunjungan via Lombok Airport Meningkat

Banyaknya event nasional dan internasional yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) di tahun 2016 lalu, dinilai membawa dampak positif bagi angka kunjungan ke wilayah ini via Lombok International Airport (LIA).

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — GM LIA, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, dampak positif bisa terlihat dari perbandingan jumlah penumpang pesawat udara yang tercatat di LIA dalam periode Januari- Maret tahun ini dibanding periode yang sama tahun lalu.

“Dalam periode yang sama hingga Maret tahun ini, kita mencatat ada pertumbuhan penumpang hingga 9 persen. Sehingga asumsinya dengan banyakya event tahun lalu itu, dampak positifnya dirasakan tahun ini,” kata Ardita, Rabu (12/4) di Lombok Tengah.

Data LIA menunjukkan hingga Maret 2017, jumlah penumpang tercatat melalu LIA sebanyak 344.820 penumpang. Dibanding periode yang sama tahun lalu, ada peningkatan 14 persen untuk penumpang internasional dan terjadi peningkatan  8 persen untuk domestik.

Pada 2016 lalu, event-event besar yang diselenggarakan di NTB seperti Hari Pers Nasional (HPN), MTQ tingkat Nasional, pertemuan MICE lembaga negara dan organisasi internasional, telah mendorong peningkatan jumlah penumpang pesawat di LIA hingga 3,42 Juta penumpang dalam setahun.

Peningkatan jumlah penumpang ini cukup signifikan dibanding tahun 2015 yang sekitar 2,55 juta penumpang, dan 2014 yang sekitar 2,41 juta.

AYA




Ekspor Obat Hewan Indonesia Meningkat Rp10 triliun Lebih

Nilai ekspor produk obat hewan di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun dan menembus pasar ke sedikitnya 57 negara yang tersebar di empat benua.

MATARAM.lombokjournal.com —  Hal ini menunjukan produksi obat hewan Indonesia mampu bersaing secara internasional, sekaligus menjadi salah satu produk penyumbang devisa bagi negara.

Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) merilis, dalam dua tahun terakhir 2015-2016, ekspor obat hewan Indonesia mencapai Rp26,357 Triliun.

Dirjen PKH Drh. I Ketut Diarmita, MP mengatakan, pada 2015 ekspor obat hewan Indonesia mencapai Rp7,843 triliun, dan tahun 2016 meningkat mencapai Rp18,514 triliun.

“Artinya terjadi peningkatan nilai ekspor obat hewan sebesar Rp10,671 triliun atau terjadi peningkatan sebesar 136 %, di tahun 2016 dibanding dengan tahun 2015,” kata Ketut Diarmita, melalui rilis Direktorat Jenderal PKH yang diterima Lombok Journal, Jumat (7/4) di Mataram.

Ketut menjelaskan, dari segi kuantitas, jumlah ekspor obat hewan Indonesia juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 tercatat volume total ekspor obat hewan Indonesia sebesar 211.631 Ton, dan meningkat pada 2016 menjadi sebesar 459.902 Ton.

Obat hewan produksi Indonesia itu, papar Ketut, diekspor ke sejumlah 57 negara  antara lain, Belgia, Bulgaria, Croatia, Perancis, Jerman, Hungaria, Italia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, Serbia, Slovenia, Rumania, Yunani, Albania, Georgia, Yordania, Kroasia, Ukrania dan Rusia (di Benua Eropa), kemudian Amerika, Brazil, Guatemala dan Argentina (diBenua Amerika), Mesir, Montenegro, Maroko, Tunisia, Nigeria, Tanzania, Ethiophia, Bhutan, Uganda, Zimbabwe, Zambia dan Kenya (di Benua Afrika), dan Jepang, China, India, kamboja, libanon, Malaysia, Nyanmar, Nepal, Pakistan, Bangladest, Fhilipina, Thailand, Timor Leste dan Vietnam, Arab Saudi, Iran, Irak, Lybia, Taiwan, Yaman dan Yordania (di Benua Asia).

Menurutnya, keberhasilan menembus pasar dunia itu juga didukung dengan upaya pemenuhan syarat negara pengimpor terkait  jaminan mutu dan  keamanan obat hewan.

Saat ini tercatat sebanyak 90 perusahaan produksi obat hewan di Indonesia. 79 perusahaan diantaranya merupakan Perusahaan PMDN (Penanaman Modal Dalam Negeri) dan 11 perusahaan lainnya merupakan Perusahaan PMA (Penanaman Modal Asing).

Untuk terus memastikan kualitas obat hewan Indonesia, papar Ketut, Kementerian Pertanian melalui Ditjen PKH berperan penting dalam memberikan jaminan mutu obat hewan yang akan diekspor ke luar negeri.

“Untuk itu, Ditjen PKH selaku regulator terus berupaya untuk meningkatkan standar penerapan Cara Pembuatan Obat Hewan yang Baik (CPOHB) kepada para produsen, sehingga kualitas mutu obat hewan yang dihasilkan sesuai dengan standar Good Manufacturing Practicess (GMP) Internasional, dan mampu berdaya saing dalam perdagangan internasional,” kata Ketut.

CPOHB merupakan salah satu rambu pengaman dan sebagai salah satu bentuk sistem pengawasan kualitas secara dini sejak produksi.

Dengan menerapkan CPOHB akan diperoleh jaminan mutu obat hewan sehingga diharapkan dapat meningkatkan daya saing obat hewan produk dalam negeri.

Hasil yang telah dicapai dari penerapan CPOHB pada dua tahun terakhit (2015 – 2016) yaitu adanya perkembangan nilai ekspor di Kementerian Pertanian yang cukup signifikan, khususnya di Ditjen PKH yang berasal dari obat hewan.

Hal ini menunjukkan bahwa produk obat hewan Indonesia memiliki kemampuan daya saing yang tinggi sehingga produk tersebut dapat diterima atau diekspor ke luar negeri.

Selanjutnya dijelaskan oleh I ketut Diarmita, untuk menjamin mutu obat hewan yang beredar dalam masyarakat dan memudahkan dalam pengawasannya, maka obat hewan yang akan diproduksi dan diedarkan harus didaftar dan diuji mutunya.

“Semua obat hewan yang akan diedarkan di dalam wilayah Republik Indonesia harus mendapatkan nomor pendaftaran (Registration Number) yang salah satu komponen penting dalam pemberian jaminan mutu dan keamanan terhadap ekspor obat hewan” kata I ketut Diarmita.

GRA




NTB Terpercaya Jaga Pertumbuhan Ekonomi

Nusa Tenggara Barat diyakini mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah tetap berada diatas rata-rata nasional.

MATARAM.lombokjournal.com – Periode kepemimpinan Gubernur Dr. TGH. M. Zainul Majdi, capaian pertumbuhan ekonomi NTB Tahun 2016 sebesar 5,52 % (dengan tambang) dan 5,71 persen (non tambang). Pertumbuhan tersebut diikuti dengan penurunan angka kemiskinan yang cukup drastis, dari 23,81 persen pada tahun 2008 menjadi 16,02 persen pada  tahun 2016.

Ini menunjukkan pertumbuhan yang berkualitas dan selalu berada di atas rata-rata nasional.  “Kami percaya pada tahun 2018, NTB tetap mampu menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, sebesar 6,15 % hingga 6,80 %,” ujar Dr. Ir Taufik Hanafi Staf Ahli Menteri Bidang Pemerataan dan Kewilayahan saat menyampaikan paparan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Bambang Brojonegoro pada pembukaan Musrenbang, di Hotel Lombok Raya Mataram, Kamis (6/4/2017).

Musrenbang yang dibuka Menteri Pariwisata Arif Yahya itu, Taufik hanafi menjelaskan target pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2018 sebesar 5,4-6,1%. Tapi pertumbuhan ekonomi daerah-daerah di kawasan Nusa Tenggara diharapkan mencapai 6,22%. Khusus untuk NTB, diharapkan mencapai 6,68%.

Taufik Hanaf optimis target tersebut dapat tercapai, berkaca pada keberhasilan kinerja selama lima tahun terakhir. Dalam bidang kesehatan misalnya tercatat, cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan professional berhasil mencapai angka 95 persen.

Hal itu berpengaruh terhadap penurunan angka kematian ibu dan angka kematian anak. Termasuk juga cakupan imunisasi lengkap yang semakin meningkat, mempengaruhi angka harapan hidup masyarakat NTB.

Dalam bidang pendidikan, keberhasilan NTB dapat dinilai dari meningkatnya angka partisipasi sekolah, rata-rata lama sekolah dan angka melek aksara. Dampak kemajuan dari kedua bidang ini sangat penting untuk meningkatkan IPM NTB, yang disebutnya terus mengalami peningkatan, sehingga NTB dinobatkan sebagai Provinsi Top Movement dalam pencapaian IPM.

Dalam upaya penurunan kemiskinan, NTB sangat luar biasa, ujarnya. Jika secara nasional menurunkan angka kemiskinan 1% membutuhkan waktu satu decade, di  NTB justru setiap tahu menurunkan angka kemiskinan lebih dari 1%,” katanya.

Ia juga menyebut, disamping pencapaian kinerja, NTB juga dinilai berhasil dalam hal tata kelola. Untuk laporan keuangan, NTB telah “langganan “5 kali memperoleh status WTP. Artinya tidak hanya kinerja saja yang bagus, tapi dalam segi tata kelola juga dinilai baik.

Menyoroti  tentang Pertumbuhan ekonomi, Gubernur TGB mengingatkan pentingnya  memperhatikan pertumbuhan ekonomi berkualitas. Jika ada suatu daerah yang dikatakan berhasil secara ekonomi, namun angka kemiskinannya tidak menurun, maka itu belum dapat dikatakan berhasil, ujarnya.

Pertumbuhan yang baik tercermin dari ketersediaan lapangan kerja, kemampuan secara nyata menurunkan kemiskinan dan semakin banyaknya keterlibatan masyarakat dalam  ekonomi produktif, ungkap tokoh muda karismatik ini.

Di NTB sendiri, keberhasilan ekonomi produktif diukur melalui sejauh mana ekonomi produktif itu dapat menyerap pelaku dan dampaknya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Jika dilihat dari rasio gini, maka semakin kecil kesenjangan, artinya semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati hasil, tegasnya.

Rr




Perbankan Syariah Potensial Dikembangkan di NTB

Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan pertumbuhan ekonomi yang dinamis dan mayoritas penduduknya muslim, sangat potensial sebagai daerah pengembangan perbankan syariah

MATARAM.lombokjournal.com —  Hal itu disampaikan Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) NTB, Yusri, saat menghadiri rapat koordinasi team project management bersama konsultan pendamping konversi PT Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah, Rabu malam (5/4), di Mataram.

“NTB itu potensial sebagai daerah pengembangan perbankan syariah, baik dari sisi ekonomi maupun masyarakat yang sebagian besar muslim,” jelas Yusri.

Menurut Yusri, potensi pangsa pasar perbankan syariah secara umum di Indonesia termasuk di dunia cukup bagus, karena prinsip yang dijalankan perbankan syariah menekankan pada keadilan.

“Mengharamkan riba dan itu bisa diterima semua kalangan masyarakat muslim maupun non muslim,” katanya.

Karena itulah, dirinya optimis dan mendukung penuh dengan kebijakan Pemda NTB yang hendak melakukan konversi Bank NTB dari konvensional menjadi Bank NTB Syariah

Meski demikian, Yusri menambahkan,  seperti halnya Bank Konvensional, maju tidak perbankan syariah juga akan bergantung pada kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki, kemampuan melakukan analisis resiko dan membaca pasar, serta kemampuan menjual produknya.

Dalam kesmepatan sama, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin mengatakan, maju tidaknya Bank NTB setelah berubah status dari konvensional menjadi syariah akan tergantung pada kemampuan dan kreativitas direksi beserta tim yang bekerja di dalamnya.

Harus banyak melakukan inovasi dan terobosan, menjual produk yang bisa menarik perhatian masyarakat untuk mau menabung dan menggunakan produk bank NTB Syariah,” kata Amin.

AYA




Tomat Sayur Sumbang Deflasi di NTB

Ternyata hasil pertanian seperti tomat sayur menyumbang deflasi di Nusa Tenggara Barat selama bulan Maret

Ni Kadek Adri Madri (foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com — Komoditas pertanian hortikultura seperti tomat sayur, menjadi komoditas yang menyumbang deflasi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Maret 2017.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB, Senin (4/4) merilis bahwa pada bulan Maret NTB mengalami deflasi sebesar 0,68 %. Dimana indeks harga konsumen (IHK) pada Februari sebesar 127,42, turun menjadi 126,55 pada bulan Maret.

“Angka deflasi NTB pada Maret ini berada dibawah angka deflasi nasional yang tercatat sebesar 0,02 persen,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS NTB, Ni Kadek Adri Madri, Senin (4/4) di Mataram.

Ia menjelaskan, komoditas terbesar penyumbang deflasi di NTB adalah beras, tomat sayur, daging, ayam ras, cabe rawit, tongkol , pindang dan tenggiri.

Menurut Kadek, deflasi di NTB didapat dari dua kota yang mengukur IHK yakni Kota Mataram dan Kota Bima.

Kota Mataram pada Maret mengalami deflasi sebesar 0,06 persen, sedangkan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,91 persen.

“Inflasi di NTB terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukan dengan penurunan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 3,66% dan kelompok kesehatan sebesar 0,2 % ,” katanya.

AYA




Festival Budaya Dengan Hadiah 12 sepeda Motor

Berbeda dengan event Parade Budaya Sasak tahun lalu, dalam penyelenggaraan event ‘’Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017’ disediakan hadiah-hadiah di tiap titik atau tempat penyelenggaraan

Brand Manager Kopi Ya Susu, Wieyono Santoso. (oto: Lombok Journal)

MATARAM.lombokjournal.com —  Sejalan dengan semangat Ya Susu memberi apresiasi pada masyarakat Lombok, dalam event ‘Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017’ sudah disiapkan grand prize atau hadiah yang cukup bergengsi yaitu sepeda motor Beat.

“Hadiah Beat itu diberikan di tiap tempat atau titik penyelenggaraan festval,” kata Dewa Adhy, Regional Promotion Manager kopi Ya Susu Area NTB-Nusra Ardhy, pada wartawan Jum’at (31/03) siang.

Berarti kalau penyelenggaraan itu berlangsung di 12 titik di empat kabupaten (Lombok Utara, Lombok Barat, Lpmbok Tengah dan Lombok Timur), maka disediakan sebanyak 12 sepeda motor Beat. Bandingkan, kalau penyelenggaraan Parade Budaya tahun lalu cuma diberikan hadiah kulkas.

Tidak cuma sepeda motor, masih ada hadiah lain yang disediakan seperti TV Led 32 Inch, Kulkas 1 pintu dan magic com.

Dewa Ardhy menjelaskan, untuk mendapatkan hadiah tersebut caranya mudah. Penonton cukup membeli produk Ya Susu sebanyak 2 renteng seharga Rp15 ribu, selama event berlangsung.  Konsumen akan mendapat kupon yang nantinya akan diundi  untuk memperebutkan hadiahnya.

Pengundian dilakukan di akhir acara.  Itulah cara kopi Ya Susu agar tetap menjadi kopi pilihan masyarakat Lombok. Selain menggelar program melestarikan seni budaya, sekaligus menghibur masyarakat.

Dengan pelibatan masyarakat dalam penyelenggaraan event, diharapkan terjalin komunikasi positi antara kopi Ya Susu dengan masyarakat.

“Ya susu konsisten mengedukasi masyarakat sasak dengan budayanya dalam tiap event yang diselenggarakan,” kata Brand Manager kopi ya Susu, Wieyono Santoso.

Berikut venue atau lokasi event ‘Festival Budaya sasak Ya Susu 2017;

  1. Lombok Utara di Bayan (1 April) dengan program CSR, Air Bersih; Tanjung (15 April) dengan program CSR, Perpustakaan
  2. Lombok Barat di Kediri (07 Okt) dengan program CSR, Air Bersih. Di Narmada (21 Okt) dengan program CSR, Gapura;.
  3. Lombok Tengah di Kopang (12 Agst) dengan program CSR, GAPURA; Pringgarata (26 Agst) dengan program CSR, Air bersih; di Batukliang (09 Sept) dengan program CSR, Air Bersih; di Praya (23 Sept) dengan program CSR, Perpustakaan.
  4. Lombok Timur di Aikmual (15 Juli) dengan program CSR, Air Bersih; di Pancor/Selong (29 Juli) dengan program CSR, Air Bersih; di Apitaik (13 Mei) dengan program CSR, Gapura; di Labuhan Lombok (29 Agst) dengan program CSR, Air Bersih.

Rr




Kopi Ya! Susu;  Libatkan Masyarakat Gelar FESTIVAL BUDAYA SASAK

Pelestarian Budaya Sasak yang dikemas dalam event pertunjukan tari, wayang dan musik khas Sasak, digelar ‘Ya Susu’ sejak awal April di empat kabupaten di Lombok.

Dewa Adhy, Regional Promotion Manager kopi Ya Susu Area NTB-Nusra

MATARAM.lombokjournal.com —  Gebrakan Ya Susu tahun 2017 merupakan bentuk pelestarian seni dan budaya Sasak. Tahun 2016 produk susu yang diminati masyarakat Lombok ini bertajuk ‘Parade Busaya Sasak Ya Susu’.

Tapi beda dengan sebelumnya, gelar ‘Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017’ ini akan megajak dan melibatkan masyarakat dalam seluruh rangkaian acara.

“Jadi  masyarakat tidak sekedar nonton pertunjukan, lantas pulang. Sejak penyusunan materi acara masyarakat sudah dilibatkan. Termasuk melakukan koordinasi dan persiapan tampil,” jelas Dewa Adhy, Regional Promotion Manager Ya Susu Area NTB-Nusra, pada wartawan di Mataram, Jum’at (31/03) siang.

Pelibatan masyarakat itu bisa membuat  masyarakat memiliki kebanggaan. “Ada kebanggaan warga terlibat dalam kegiatan besar. Ini menumbuhkan rasa memiliki,” kata Adhy.

Contohnya lomba panjat pinang, sejak awal penyelenggaraannya sudah melibatkan masyarakat. Lomba panjat pinang yang selama ini menjadi ikon lomba 17 Agustus, akan dilestarikan di Lombok sebagai bentuk lomba orisinil.  Soal pelestarian ini juga tampak dalam pertunjukan, tari rebana dipilih untuk menampilkan masyakat setempat tampil di atas panggung.

Dalam penye;enggaraan event kali ini memang ‘Ya Susu’ ingin menampilkan yang kental Sasak. Termasuk artis penghibur yang akan ditampilkan bukan mengambill artis luar, tapi artis lokal yang populer. Seperti  diketahui, artis Lombok yang saat ini sangat digemari adalah Jhon Kursi Roda dan pasangannya  Erni yang album lagunya selalu laris di pasaran.

Jhon Kursi Roda dan Erni akan tampil di seluruh area event Festival Budaya Sasak, masing-masing di Lombok Utara : 2 lokasi, LLombok Barat : 3 losi, Lombok Tengah : 3 lokasi, serta Lombok Timur 4 lokasi. “Bukan artis luar yang kita datangkan, tapi artis yang besar dari lokal. Ingat kita, ingat dangdutnya,” kata Dewa Ardhy.

Dalam penjelasan pada wartawan, Dewa Adhy didampingi Wieyono Santoso, Brand Manager Nasional, Heriyanto Tan, Distributor Area Lombok dan owner CV Daya Abadi, serta Dedi Sitorus, Supervisor Promotion Area NTB.

Menurut Dewa Adhy, penyelenggaraan event Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017, merupakan bentuk apresiasi Ya Susu pada warga Lombok.  Sebab  masyarakat Lombok selama ini memilih kopi Ya Susu sebagai produk kopi yang dinikmati tiap hari.

Brand Manager Ya Susu, Wieyono Santoso, saat bicara mengungkapkan, masyarakat Lombok yang memilih Ya Susu terbukti dalam penyelenggaran event Para Budaya Sasak Tahun 2016.  Di tiap titik atau tempat penyelenggaraan event, tanggapan masyarakat Lombok terhadap penampilan seni budayanya luar biasa.

BACA ; Festival Budaya Dengan Hadiah 12 Sepeda Motor

Hal itu membuat pihaknya meningkatkan event tersebut menjadi ‘Festival Budaya Sasak Ya Susu 2017’.  “Memang penting sekali event yang mengedukasi masyarakat melalui budaya dan sejarahnya. Ini makin memperkuat identitas masyarakat Lombok,” kata Wieyono.

Menurutnya, masyarakat Lombok bangga dengan seni budayanya. “Dengan event ini kami juga bermaksud makin mendekatkan kopi Ya Susu dengan masyarakat Lombok,” katanya.

Corporate Social Responcibility (CSR)

Kepedulian Ya Susu dalam penyelenggaraan event Festival Budaya Sasak 2017 ini bukan hanya dari sisi budaya, tapi juga pada lingkungan sosial melalui program CSR. Program CSR merupakan bentuk tanggung jawab atau kepedulian perusahaan produsen Ya Susu pada seluruh masyarakat, khususnya yang selama ini merupakan konsumen

Opsi program CSR Ya Susu yaitu PERPUSTAKAAN DESA; yakni pembangunan fasilitas desa berupa Perpustakaan Desa (meliputi renovasi bangunan, inventaris, pengadaan buku dan lain-lain). Renovasi GAPURA DAN PEMASANGAN PAPAN JALAN; yakni pebaikan Gapura (memperkuat identitas desa), dan pemasangan papan nama jalan. Dan opsi berikutnya AIR BERSIH; pengadaan air bersih melalui sumur air bawah tanah, untuk membantu daerah yang membutuhkan air bersih

“Dalam pelaksanaan program CSR kita mengacu kebutuhan desa,” jelas Dewa Ardhy.

Rr




Delapan Penerbangan Lombok-Denpasar Tak Beroperasi Saat Nyepi

Sedikitnya delapan jadwal penerbangan Lombok-Denpasar, Bali, melalui Lombok International Airport (LIA) menuju Bandara Ngurah Rai, dijadwalkan tidak beroperasi pada saat hari raya Nyepi, Selasa (28/3) nanti .

MATARAM.lombokjpurnal.com — “Ada delapan penerbangan ke Ngurah Rai di Denpasar, Bali yang tidak beroperasi Selasa (28/3) besok karena menghormati hari raya Nyepi di Bali,” kata humas PT Angkasa Pura I, Lombok International Airport, Putri Muslimah, Senin (27/3) di Mataram.

Ia menjelaskan, penerbangan itu antara lain  Garuda GA 7049 (jadwal berangkat pukul 06.15 Wita), Wings Air IW 1857 (Berangkat pukul 07.15 Wita), IW 1853 (Berangkat pukul 10.00 Wita), IW 1851 (Berangkat pukul 11.45 Wita), Garuda GA 451 (Berangkat pukul 13.05 Wita), GA 437 (Berangkat pukul 17.25 Wita), Wings Air IW 1963 (Berangkat pukul 17.40 Wita), serta Lion JT 955 (Berangkat pukul  18.15 Wita)

Menurut Putri, jadwal delapan penerbangan itu akan kembali beroperasi normal pada Rabu (29/3) setelah Nyepi.

Putri mengatakan, meski delapan penerbangan itu tidak beroperasi saat Nyepi, namun 29 penerbangan ke daerah lain seperti Jakarta, Surabaya, Yogya, Solo, dan juga penerbangan internasional ke Malaysia dan Singapura, tetap berjalan normal di LIA.

“29 penerbangan lain melalui LIA tetap beroperasi normal. Hanya delapan yang ke Bali yang tidak beroperasi karena Nyepi,” kata Putri.

GRA