Pelaku Pertambangan Diminta Utamakan Tenaga Lokal

Sektor pertambangan yang penyerap tenaga kerja sekaligus penyumbang pendapatan terbesar para pelaku usaha di sektor pertambangan agar terus meningkatkan  komitmen mengutamakan tenaga kerja lokal

MATARAM.lombokjournal.com —  Itu salah satu wujud kontribusinya sektor pertambangan bagi  pembangunan daerah dan kesejahteraan Masyarakat.

Wagub  menyampaikan harapan itu, saat membuka acara Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Terhadap Pelaku Usaha Pertambangan Bersama Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Kurtubi, SE, M.Sp., M.Sc, di Hotel Jayakarta, Jum’at (14/7).

Di hadapan puluhan pelaku usaha pertambangan, Wagub menegaskan, sektor pertambanganini masih menjadi unggulan daerah.

“Namun kalau dari aspek penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian dan pariwisata ternyata masih jauh lebih besar (menyerasp tenaga lokal),” ujarnya.

Pemerintah daerah membangun sinergitas dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian ESDM untuk menguatkan sektor pertambangan.

“Jika tidak ada sinkronisasi, maka apapun aspek pembangunan akan terjadi perlambatan. Sedangkan, dalam pembangunan dibutuhkan percepatan-percepatan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Susigit,  melaporkan dua hal fokus pembinaan pihaknya saat ini. Pertama, penataan proses perizinan.

“Di NTB tercatat ada 72 IUP (Izin Usaha Pertambangan), 67 IUP sudah clean and clear (CnC) dan tinggal 5 IUP yang belum CnC,” ujarnya.

Dan pembinaan yang Kedua,  Dirjen Minerba saat ini sedang menata proses kontribusi pelaku usaha terhadap penerimaan negara secara optimal. “Saat ini kita sedang mempersiapkan pelaku usaha dapat memenuhi kewajibannya dengan mudah melalui sistem online,” terangnya

Melalui program pembinaan dan pengawasan didaerah, diharapkan hasilnya menjadi masukan pada rapat kerja yang akan datang. Agar sektor pertambangan memberikan manfaat besar bagi daerahyang memiliki tambang.

Menurut Dirjen, sektor pertambangan merupakan sektor paling banyak diawasi baik oleh hukum, auditor maupun masyarakat.

“Kita harus menjaga akuntabilitas dengan cara tiap daerah memiliki data yang sama,” katanya.

AYA

 




Tembakau Dilindungi, Petani Tak Beralih ke Tanaman Lain

Harga tembakau yang masih naik turun, membuat petani beralih menanam tanaman lain karena menganggap menanam tembakau tidak ada masa depannya.

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi yang akrab disapa TGB  (Tuan Guru Bajang) menegaskan, hal utama yang harus ada dalam RUU Pertembakauan adalah tembakau harus dilindungi.

“Proteksi pada tembakau akan berdampak pada semangat para petani untuk menanam tembakau,” ujarnya, saat menerima kunjungan kerja Pansus RUU Pertembakauan DPR-RI  dipimpin Ketua Rombongan H. Willgo Zainar, SE, MM. di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis (14/7).

Proteksi ini dapat berupa menstabilkan harga tembakau. Harga tembakau masih naik-turun sama dengan tidak menempatkan kepentingan para petani tembakau.

“Jangan sampai UU ini lahir nantinya menyulitkan petani tembakau, karena sebelumnya di tingkat daerah kita sudah membuat Perda untuk mengatur pertembakauan di NTB,” pungkasnya.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur TGB didampingi Wakil Gubernur, H.Muh. Amin,SH.M.Si

Kunjungan Pansus  untuk meminta masukan dari seluruh staleholders  terkait RUU pertembakauan yang sedang dibahas di DPR. Indonesia masuk ke dalam 6 besar negara penghasil tembakau di dunia. Namun, kenyataannya petani tembakau dari waktu ke waktu mengalami penurunan kapasitas produksi.

Penurunan kapasitas produksi disebabkan menurunnya jumlah lahan pertanian tembakau, lemahnya budidaya tembakau, lemahnya posisi tawar-menawar petani dalam tata niaga tembakau, minimnya bantuan dan subsidi, minimnya pembinaan dari pemerintah, dan rendahnya kemitraan petani dengan pabrikan industri hasil tembakau.

Gubernur TGB menegaskan urusan pertembakauan bagi Prov. NTB sangatlah penting. Karena komoditas tembakau terutama tembakau Virginia menjadi kultur masyarakat NTB, khususnya Lombok.

“Menanam tembakau sudah menjadi kultur atau bagian dari kultur-kultur lain di dalam bertani bagi masyarakat Lombok,” ujar Gubernur. Jadi, menanam tembakau di daerah sentral tembakau adalah aktivitas rakyat, tidak hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga punya dimensi sosial dan dimensi-dimensi yang lain.

Gubernur juga menjelaskan tiga alasan mengapa tembakau dianggap penting di NTB. Pertama, penanaman  tembakau di NTB adalah bagian perekat yang memperkokoh hubungan masyarakat. Kedua, tembakau menjadi komoditas yang menyumbangkan sumber daya untuk pembangunan di tingkat masyarakat secara langsung.

“Kalau di dalam hitung-hitungan masa tanam tembakau yang 3-4 bulan akan menghasilkan Rp. 1,2-1,3 triliun per tahun, kalaupun turun masih di angka Rp. 800 miliar,” ujarnya.

Dalam struktur ekonomi NTB bagian terbesarnya terletak pada hasil tembakau. Ketiga, tenaga kerja yang terserap dalam produksi tembakau cukup besar. Rantai dari seluruh proses pertembakauan ini ada aktivitas ekonomi yang besar dan melibatkan banyak orang.

“Produksi tembakau berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Provinsi NTB yang masih di bawah rata-rata nasional,” terang gubernur.

Senada dengan Gubernur, Wagub NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si mengatakan sektor pertanian adalah sektor unggulan dari Provinsi NTB, termasuk di dalamnya tembakau.

“Sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebesar 42%, Jasa/perdagangan 20%, industri 7%. Dengan persentase serapan tenaga kerja setinggi itu, maka kita terus mengembangkan sektor pertanian,” ujar pria asal Sumbawa ini.

Jadi, perlu ada sinkronisasi kebijakan, program, regulasi antara pemerintah pusat dengan daerah.

AYA

 




Korean Air dan Jetstar Siap Terbang ke Lombok

Ppenerbangan Korean Air akan terbang dari bandara Incheon (Korea) dengan paket charter flight menuju LIA, sedang  pesawat  Jetstar Sidney menggunakan paket regular dari Sidney ke LIA,

MATARAM.lombokjournal — Maskapai penerbangan Korean Air  dan Jetstar Sidney segera membuka rute penerbangan ke Lombok. Penerbangan Korean Air akan terbang langsung dari bandara Incheon (Korea) menuju LIA dengan paket charter flight mulai 29 juli mendatang. Sedang pesawat  Jetstar Sidney menggunakan paket regular dari Sidney ke LIA, dan sebaliknya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, L Mohammad Faozal mengatakan di Mataram, memang Korean Air belum penerbangan regular. “Nanti Korean Air menggunakan charter flight,” katanya.

Dikatakan, penerbangan Korean Air akan dimulai 29 Juli mendatang. Penerbangan akan dimulai dari Juli hingga Agustus sebanyak 5 flight. Sementara September hingga Desember sebanyak 4 flight.

“Totalnya ada 9 penerbangan,” sambungnya.

Penerbangan Korean Air menggunakan pesawat airbus 380. Pesawat ini memiliki kapasitas sebanyak 280 seat penumpang. Sistem charter ini sendiri akan berlaku hingga Desember mendatang.

Wisatawan Korea telah menyiapkan berbagai skenario paket wisata, dan akan dilakukan penyambutan. Hal ini sebagai kesiapan Pemprov NTB menerima wisatawan. Pihaknya telah menggandeng para agen travel yang memiliki rute ini.

“Minggu depan akan kita finalkan dengan mereka,” ujar Faozal.

Untuk Jetstar Sidney, Faozal mengatakan telah dilaunching di Sidney beberapa waktu lalu. Saat ini pihaknya telah memiliki rute yang sedang dipersiapkan.

Pihak managemen Jetstar pun rencananya akan datang ke Dispar NTB minggu depan. Kunjungan tersebut dalam rangka memastikan kapan waktu memulai operasi penerbangan di LIA.

“Yang ini regular beda dengan Korean Air yang charter flight,”

Jetstar rencananya akan melakukan penerbangan empat kali dalam satu minggu. Pesawat yang digunakan yakni  jenis Airbus 343, yang menampung sampai 180 orang penumpang.

AYA




Ridwan Kamil Minta Arahan TGB Terkait Investasi

Walikkota Bandung akan membawa investor dari Bandung untuk rencana investasi sapi dan pariwisata di NTB

Walikota Bandung, Ridwan Kamil diterima Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi di Mataram, Kamis (13/7) (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com —  Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil  mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan memaparkan pertemuannya dengan Gubernur NTB, TGB. Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB, Kamis (13/7 ).

“Alhamdulillah, saya bawa rombongan dari Bandung, melaksanakan banyak kerjasama positif dengan Provinsi NTB, khususnya kabupaten dan kota di Bima,” jelas Ridwan.

Ridwan menemui Gubernur Majdi untuk minta arahan-araha, terkait investasi peternakan sapi di Bima.

“Karena di Bandung orang makan daging banyak sekali. Sekarang stok daging krisis lah ya, kalau ada suplai dari NTB yang permanen kan relatif jadi stabil. InsyaAllah kita upayakan investasi,” jelas Ridwan.

Selain itu, Ridwan berencana akan membawa pengusaha Bandung berinvestasi pariwisata di tiga Gili, di Lombok Utara.   Kedekatan Bandung dengan NTB karena mayoritas warga NTB adalah umat muslim, secara batin sangat mirip dengan di Bandung.

Ridwan juga menjelaskan ada  agenda penandatanganan Hibah. Di Bandung ada 300-an software yang membuat Pemkot Bandung dari ranking 200 melompat menjadi ranking 1 nasional untuk kinerja pemerintahan.

“Kita ingin berbagi, mengurangi kompetisi, memperbanyak kolaborasi karena kita NKRI,” kata Ridwan. Mudah-mudahan hubungan Bandung dengan kabupaten/kota di NTB diterima masyarakat, apalagi sekarang anak-anak NTB banyak yang sekolah di Bandung, jumlahnya sekitar 500 mahasiswa.

Kota Bandung sudah dua tahun bekerjasama dengan NTB. Ridwan mengungkapkan ketertarikannya dengan NTB karena alamnya subur,makmur ,indah dan luar biasa.

“Tinggal butuh duitnya aja dan orang orang yang mau kerja, maka NTB bisa luar biasa. Di sumbawa tanahnya emas semua, tinggal SDM diperkuat, insyaallah NTB bisa semakin makmur,” ujar Ridwan

Baik Ridwan maupun TGB menginginkan kerjasama NTB-Bandung khusus nya di kota/kabupaten bisa makin maksimal. Termasuk untuk pendidikan.

TGB  mengatakan , ada 50 perguruan tinggi di Bandung yang membuka kerjasama lebih banyak lagi. “Beliau siap komunikasi agar anak-anak  kita dapat kemudahan belajar di sana,” katanya.

Dijelaskannya, Ridwan Kamil menginginkan  kerjasama ekonomi,

“Beliau ingin ajak pengusaha Bandung dan Jawa Barat lebih banyak investasi. Ada dua yang sudah berjalan tapi masih tahap awal, pertama Investasi di bidang peternakan, beliau yang supervisi dan kedua soal perhotelan, “kata gubernur.

Gubernur Majdi welcome karena baik NTB dan Kota Bandung dua-duanya daerah wisata. Kalau bisa saling kirim wisatawan, maksudnya promosi tentang NTB bisa semakin digalakkan di Bandung sehingga wisatawan Bandung bisa nyambung ke NTB dan sebaliknya.

“Jadi berkonvergensi untuk memperkokoh pasar kita,” kata TGB.

AYA




Suasana dan Panorama Jantung Kota Mataram dari Hotel IDOOP

Tumbuhnya wisata MICE (meeting, invention, conference and exibition) di Kota Mataram, juga diiringi menjamurnya  hotel yang menyiapkan penyelenggaraan MICE

Mataram.lombokjournal.com —  Seperti Idoop Hotel by Parasathy Lombok menawarkan akomodasi yang chic dan stylish di pusat Kota Mataram,  lokasinya hanya berselang 10 menit dengan jalan kaki dari pusat perbelanjaan kota, Mataram Mall.

Menarik dari Idoop Hotel adalah tampilnya dekorasi kontemporer  — dan akses Wi-Fi gratis — serta tempat khusus bagi  tamu atau bahkan pengunjung hotel yang biasa merokok.

Di  tiap kamar di Idoop Hotel Lombok ditampilkan skema warna putih dan biru pirus dengan perabotan modern. Kamar dilengkapi  AC, TV kabel layar datar, dan brankas. Kamar mandi pribadinya menyediakan shower, sandal, dan perlengkapan mandi gratis layaknya sandar hotel  berbintang yang ada.

Karena letaknya di tengah keramaian kota, dari hotel ini dapat dinikmati suasana dan pemandangan kota. “Karena memang letaknya tepat di jantung ibu kotanya NTB,”  ungkap General Manager Idoop Hotel, Yossie di Mataram, Selasa, 11/7).

Jumlah kamar di Idoop sebanyak 96,  dengan empat meeting room yang kapasitanya untuk 80, 40 dan 30 orang.

“Kita disini  menyediakan ruang rapat atau balroom yang bisa menampung puluhan orang, ” jelas Yossi.

Soal kebutuhan perut dan lidah, di restoran Idoop menyediakan menu makanan yang beragam, seperti menu  hidangan khas Indonesianya, yaitu Ayam Taliwang tiga rasa ( pedas, asam dan manis ), ikan giri mahi-mahi, steak ayam bumbu Taliwang dengan olahan koki yang hebat.

Idoop hotel melayanani antar jemput untuk menjangkau area sekitarnya, juga melayani jemputan di bandara, yang tentunya dengan biaya tambahan .

“Kita siapkan layanan Antar jemput, mau dari bandara, ataupun mau keliling kota, itu bisa sesuai kesepakatan antara tamu dengan pihak kita ,” kata Yossie.

idoop Hotel Lombok berjarak 30 menit berkendara ke pelabuhan Lembar, dan 45 menit berkendara ke Bandara Internasional Lombok.

“Semua fasilitas kita sediakan tentunya untuk memanjakan, dan memberikan nilai yang positif bagi tamu hotel, ” kata Yossie.

AYA




Sambut Tahun Ajaran Baru Pedagang Perlengkapan Sekolah di Pasar Cakra Sudah Marak

Pedagang perlengkapan sekolah mulai marak, salah satunya di jalan AA Gde Ngurah Pasar Cakranegara

MATARAM.lombokjournal.com — Pantauan Lombok Journal, tampak sejumlah penjual perlengkapan sekolah menghiasi sepanjang area jalan Gde Ngurah.

“Biasanya orang tua pada ramai beli pas menjelang masuk sekolah seperti saat ini” ungkap Baiq BIstiawati  selaku pedagang musiman di pinggir pasar Cakranegara , Senin (10/7). ” Ia mengaku baru sehari buka dagangannya, setelah lebaran ke dua (lebaran ketupa).

Namun ia agak kecewa, karena pendapatannya tidak seperti tahun- tahun sebelumnya. Searang pembeli atay orang tua cenderung lebih memilih belanja perlengkapan di retail- retail moderen.

“Sekarang agak sepi , gak kayak dulu . Sekarang orang- orang lebih banyak yang belanja ke mall,” katanya.

Seorang pembeli bernama Nurhasanah  di pasar ini pun mengaku baru mulai membeli peralatan sekolah pada hari ini (senin, 10/7) karena minggu depan anak-anaknya sudah mulai masuk ajaran baru.

“Ya hari ini baru beli baju dan perlengkapan sekolah, karena Senin besok anak-anak sudah masuk sekolah,” tuturnya. Ada anaknya  baru masuk SD. Jadi semuanya beli baru, mulai dari seragam, tas,  kaos kaki, sampai buku tulis.

Para penjual peralatan sekolah ini sebagian besar adalah pedagang musiman yang memanfaatkan awal tahun ajaran baru dengan menjual berbagai perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, seragam dan peralatan lainnya.

Transaksi jual beli pun terlihat Rame padat di lokasi ini. Penjualan peralatan sekolah ini rencananya akan berlangsung selama lebih dari satu minggu ke depan atau satu hari sebelum masuk sekolah.

AYA




Pengusaha Taxi Online dan Taxi Offline Masih Tarik Ulur

Pengusaha transportasi taxi offline (konvensional ) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak keberadaan taxi online.

MATARAM.lombokjournal.com —  Penolakan itu disampaikan dalam pertemuan di Dinas Perhubungan Provinsi NTB antara pengusaha taxi konvensional dan kendaraan yang berbasis Online dengan aplikasi UBER, Kamis (6/7) pagi.

Pengusaha taxi konvensional menganggap keberadaan taxi yang menggunakan aplikasi Uber dan sejenisnya  tersebut dianggap ilegal.

Taxi berbasis online baru bisa menjalankan operasionalnya di wilayah NTB dengan terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan ketentuan regulasi yang telah diatur oleh pemerintah lewat Menteri Perhubungan.

Namun sejumlah pengusaha transportasi taxi offline tetap menolak keberadaan taxi yang menggunakan aplikasi tersebut karena menggunakan nomor polisi  hitam.

Karena itu, pihak taxi online harus mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017  tentang  penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek,yang diberlakukan sejak 1 Juli 2017 lalu.

Salah satu pengusaha taxi offline yaitu Rangga Taxi, Junaidi Kasim mengatakan, menolak pengoperasian taxi online yang berbasis IT karena tidak memenuhi prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami tetap menolak kebaradaan taksi dengan aplikasi tersebut, karena tidak memenuhi prosedur pemerintah puat, ” tegasnya

Karena itu Ia meminta pada pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan NTB segera menertibkan keberadaan taxi online.

“Pemerintah agar segera tertibkan agar tidak terjadi persoalan dilapangkan,” ucapnya dalam pertemuan yang digelar terkait dengan taxi online dan Permenhub nomor 26 tahun 2017,

Menurutnya, taxi online harus menghentikan operasionalnya sebelum memiliki ijin yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Mereka harus memenuhi 10 points yang diatur dalam pasal 72 Permenhub nomor 26 tahun 2017,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Kadishub NTB, Lalu Bayu Windha mengatakan, sangat berharap dengan keberadaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 menjadi aturan main yang jelas dan menjadi pedoman siapa pun baik pengusaha taxi online maupun taxi offline.

“Pemerintah hadir tugas  memberikan kesetaraan menciptakan  yang berkebaikan dan syarat dan ketentuan yang sama yang diikuti oleh semua pihak,”ucapnya.

Menurutnya,  silahkan berkompetisi dan itu tetap berlangsung dan harus di koridor sesuai dengan aturan. Setelah koridor diatur dan aturan telah clear, silahkan bermain dengan syarat syarat dan ketentuan.

Ia juga meminta kepada pengusaha Taxi ofline harus bisa mengikuti perkembangan tekhnologi saat ini.

“Sekarang jamannya sudah beda, semua apa -apa harus pake aplikasi, silahkan juga yang konvensional harus bisa meneyesuaikan nantinya karena semua saat ini berbasis online, jadi harus siap menerima apa pun ,” tegasnya

Dalam pasal 72 Permenhub 26 Tahun 2017 ada 11 point yang diatur untuk Angkutan Sewa Khusus (ASK) yaitu jenis angkutan sewa khusus, kapasitas silinder mesin kendaraan, batas tarif angkutan sewa khusus, batas kendaraan sewa khusus (kuota), kewajiban STNK berbadan hukum, KIR, tempat penyimpanan kendaraan..bengkel.pajak.akses digital dasboard dan sanksi.

Sementara itu pihak dari Koperasi Jasa Transportasi Cabang NTB,Iwan P. Balukea mengatakan, pihaknya saat ini mengurus ijin diinstasi Instasi terkait baik ijin operasional maupun ijin lain.

“Kita masih urus semua izinnya , untuk itu kita tidak beroperasi lagi sampai izinnya lengkap” cetunya

Sementara waktu pengoperasian transportasi atau kendaraan berbasis IT tersebut akan dihentikan sampai hingga segala syarat dan ketentuan dilengkapi.

AYA

 




50 Miliar Untuk Mengalihkan Nelayan NTB Jadi Pembudidaya Ikan

Tahun 2017 ini, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Peroleh Bantuan Paket Budidaya Ikan Sebesar 50 miliar

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi NTB, Lalu Hamdi, (foto: AYA)

Mataram.lomnokjournal.com  —   Larangan penangkapan benih lobster ukuran kurang 200 oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak tahun 2015, membuat nelayan NTB terpuruk.

Apa lagi makin dikuatkan dengan revisi Peraturan Menteri (Permen) 56 tahun 2016 tentang larangan penangkapan dan pengiriman ke luar wilayah Ri, lebih 10 ribu nelayan kehilangan mata pencahariannya.

Meski dengan alasan kelestarian sumber daya laut, tapi Permen itu sejak 2016 berdampak pada 5 ribuan nelayan di Lombok, dan 4 ribuan nelayan di Sumbawa. Selama ini NTB dikenal sebagai  daerah   penghasil lobster terbesar di indonesia, terutama benihnya, membuat  orang tertarik membudidayakannya.

Namun, Kepala Dinas Perikanan dan Lelautan Provinsi NTB, Lalu Hamdi mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB tak tinggal diam. Langkah – langkah yang ditempuh minta pemberdayaan dan perlindungan bagi nelayan.

“Kami minta pemberdayaan dan perlindungan bagi nelayan penangkap benih lobster ini,” kata Lalu Hamdi, Rabu (5/7).

Untuk kembali meningkatkan kesejahteraan petani, tahun 2017  pemerintah memberi bantuan sebesar Rp50 milyar untuk nelayan NTB. Bantuan tersebut akan difokuskan kepada nelayan yang akan dialihkan usahanya menjadi pembudidaya ikan.

Jumlah RTP yang terdata sebagai calon penerima mendapat bantuan mencapai 2.246 RTP. Pada tanggall 19 Juni lalu, dari KKP bersama pemprov telah menyerahkan secara simbolis untuk nelayan yang akan dialihkan budidaya di Lobmbok Barat, Lombok Tengah dan Lombok Timur.

Pekan ketiga Juli ini akan dilakukan pelatihan dan pembekalan terhadap para nelayan, dan minggu ke empat penyaluran paket bantuan mulai dilakukan secara bertahap.

“Namun, tidak semuanya (nelayan) bisa melakukan atau tertarik (budi daya itu),” kata Lalu Hamdi.

Pihaknya mengkomunikasikan dengan pusat dan pemkab setempat, guna menyiapkan mata pencaharian sebagai nelayan penangkap ikan. Karena itu juga perlu disediakan alat penangkap ikan.

“Atau, ada yang tertarik pengolahan pemasaran terhadap ikan,” katanya.

Ada 5000an di Lombok, berarti ada 2.246 yang sudah terakomodir, sebab satu RTP bisa satu atau dua orang. Katakan sudah terakomodir misal 4000 ,masih ada 1000. Yang 1000 ini dari hasil identifikasi juga merupakan masyarakat pedalaman yang jauh dari pantai.

Mata pencaharian sebenarnya petani sawah tapi karena tergiur lobster, akhirnya ikut  turun ke laut.

“Bisa kita fasilitasi alat tangkap.  Dananya dari pusat,” jelasnya.

AYA




Bulan Mei, Tingkat Hunian Hotel Turun Tapi lama Menginap Naik

Bulan Mei, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di NTB mengalami penurunan dibanding bulan April sebelumnnya

Mataram.lombokjournal.com —  Badan Pusat Statistik (BPS) NTB mencatat,  tingkat penghunian kamar mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan April 2017. Hal ini disampaikan Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih saat jumpa pers di BPS di Mataram,  Senin (3/7).

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Mei 2017, sedikit merosot. TPK bulan April 2017 tercatat sebesar 51,69 persen,   pada bulan Mei 2017 dengan TPK 50,83 persen, berarti merosot 0,86 poin.

“Jika dibandingkan dengan TPK bulan Mei 2016 sebesar 50,99 persen, berarti mengalami penurunan sebesar 0,16 poin,” ujarnya.

Sebaiknya, rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Mei 2017 tercatat 2,24, berarti lebih tinggi 0,06 hari dibandingkan RLM bulan April 2017 sebesar 2,18 hari.

“Jika dibandingkan RLM bulan Mei 2016 terjadi kenaikan 0,44 hari,” kata Endang.

Namun dipaparkan, jumlah tamu yang menginap pada hotel bintang bulan Mei  2017 tercatat 80.846 orang. Berarti menurun 3,88 persen dibanding tamu bulan April 2017 sebanyak 84.105 orang.

Dibandingkan bulan Mei tahun 2016 tamu menginap sebanyak 75.393 orang, berarti tahun inni mengalami kenaikan sebesar 7,23 persen.

Non Bintang

Sementara itu, TPK hotel non bintang pada bulan Mei 2017 tercatat 25,43 persen, turun sebesar 0,72 poin dibandingkan dengan TPK bulan April 2017 yang tercatat sebesar 26,15 persen.

Jika dibandingkan dengan TPK bulan Mei 2016 yang sebesar  32,94 persen, turun 7,51 poin.

Rata-rata lama menginap (RLM) hotel non bintang pada bulan Mei 2017 hanya 1,90 hari. Ini naik 0,06 hari dibandingkan dengan TPK bulan April 2017 sebesar 1,84 hari.

“Tapi jika dibandingkan RLM bulan Mei tahun 2016 yang tercatat 1,97 hari, tahun inni menurun sebesar 0,07 hari,” kata Endang.

AYA

 




Inflasi NTB Bulan Juni Di Atas Angka Nasional

Bulan Juni  2017 NTB mengalami inflasi sebesar 0,58 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat, bulan Juni 2017 NTB mengalami inflasi sebesar 0,58 persen, angka inflasi ini di atas angka inflasi nasional yang tercatat 0,69 persen.

“Terjadi Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 127,25 pada bulan Mei 2017 menjadi 127,99 pada bulan Juni 2017,” kata Kepala BPS NTB Endang Tri Wahyuningsih di kantor di BPS di Mataram, Senin (3/7).

Dikatakannnya, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,47 persen,, dan kota Bima sebesar 0,98 persen. “Mataram mengalami inflasi lebih kecil dari kota Bima,” jelasnya.

Inflasi terjadi karena kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks kelompok sandang, makanan jadi, minuman ,Rokok , transport, kesehatan, kelompok perumahan gas, air , listrik  dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga.

Menurut Endang, komoditas terbesar penyumbang inflasi adalah, bawang merah, angkutan udara, nasi dengan lauk, tongkol dan tarif listrik.

“Sementara komoditas terbesar menyumbang inflasi antara lain, bawang putih, cabai rawit, daging ayam ras, tomat, nasi dengan lauk , tarif listrik , daging sapi,  sayur dan telepon seluler,” paparnya

Laju Inflasi NTB tahun kalender Juni 2017 sebesar 2,19 persen, lebh tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Juni 2016 sebesar 1,42 persen. Begitu juga dengan laju inflasi “tahun ke tahun” Juni 2017 sebesar 3,38 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Juni 2016 sebesar 4,38 persen.

Dari 82 kota yang menghitung IHK, tercatat 79 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di kota Tual sebesar 4,48 persen di ikuti kota Kendari 3,58 persen.

Sedangkan inflasi terendah terjadi di kota Merauke sebesar 0,12 persen di ikuti kota Pekanbaru sebesar 0,15 persen.

“Deflasi terbesar terjadi di kota Singaraja sebesar 0,64 persen dan deflasi terkecil terjadi di kota Denpasar sebesar 0,01 persen,” tutupnya.

AYA