Harga Beras Tak Sesuai Kualitas, Hanya Untungkan Pedagang

Banyak kasus yang merugikan masyarakat, harga beras kemasan tak sesuai dengan kualitas yang dijanjikan

MATARAM.lombokjournal.com –  Tim Satgas Pangan Provinsi NTB saat ini sedang fokus mengawasi perbedaan harga pangan yang merugikan masyarakat. Disamping itu, harga beras yang dipatok yang tak sesuai kualitasnya, hanya menguntungkan pedagang.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Satgas Pangan Provinsi NTB, Kombes Pol Anom Wibowo  dalam rapat koordinasi Satuan Tugas (Satgas) pangan yang berlangsung di Ruang Rapat Bulog, Selasa (25/7).

Anom menyayangkan, komoditi beras sebagai makanan utama diindonesia, para pedagang yang banyak menangguk untung, sedang petani tetap tak meningkat kesejahteraannya.

“Ada ketimpangan keuntungan antara para petani dan pedagang di lapangan” katanya.

Dikatakannya, banyak kasus yang dialami masyarakat, harga beras kemasan tak sesuai dngan kondisi atau kualitas beras yang didapatnya. Untuk itu pihaknya akan terus melakukan pengawasan.

Seperti diketahui, saat ini kepolisian di pusat sedang mengungkap kasus ‘beras premium’ kemasan yang berkualitas rendah. Beras premium kandungan karbohidratnya hanya sebesar 25 persen, sedang beras kualitas rendah kandungannya hingga sebesar 80 persen.

Dalam label beras kemasan itu tertulis kandungan karbohidratnya 25 persen, padahal hasil setelah cek laboratorium nilai karbohidratnya 81,45 persen. Jadi bukan jenis premium, tapi dijual dengan harga premium. Ini termasuk penipuan yang merugikan masyarakat.

Beras kualitas rendah yang diberi label premium itu merupakan beras jenis IR 64 sebanyak 1.162 ton, yang siap edar ke wilayah Jabodetabek itu, disita polisi sebagai barang bukti.

“Kita akan terus melakukan pengawasan agar ketidaksamaan harga serta kwalitas ini bisa diatasi, ” tegas Anom.

Di wilayah NTB sendiri, harga kebutuhan pokok khususnya beras, memang belum terjadi disparitas yang tinggi yang merugikan masyarakat.  Di NTB belum terjadi perbedaan harga yang terlalu tinggi.

Pernyataan Anom itu terkait adanya beras yang dikatakan premium dengan harga tinggi, namun kualitasnya rendah. “Sekarang sedang dilakukan penegakan hukum oleh pemerintah pusat,” jelasnya.

Terkait dengan itu, Anom memang tidak akan langsung mengambil langkah penegakan hukum, sebelum tahu pasti apa yang menjadi keputusan pusat. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian maupun Kepala Bulog NTB.

“Terkait keberadaan beras premium yang banyak beredar di retail-retail di NTB itu, kami masih menunggu petunjuk proses hukum yang ada di pusat,” ungkapnya.

Disinggung banyaknya aksi penimbunan beras yang dilakukan oleh oknum-oknum pengusaha, Anom akan melakukan pendataan dan pengawasan. jika tidak terjadi kelangkaan maka tidak akan ada masalah.

“Kalau terjadi kelangkaan dan kenaikan harga, maka kita akan langsung bertindak,” tegasnya.

AYA




Tim Nawa Cita Melirik Industri Tebu NTB

Industri tebu di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat peluang dikembangkan

MATARAM.lombokjournal.com – Penjajakan untuk mengembangkan pembangunan industri tebu di Wilayah Provinsi NTB, dilakukan Tim Nawa Cita Indonesia. Ketua Tim Nawa Cita Indonesia, Dr. RM. Suryo Atmanto mengungkapkan itu  saat menemui  Gubernur NTB, Dr. TGH. M.Zainul Majdi  di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Jum’at  sore (21/7).

Rencana pengembangan industri tebu itu sejalan dengan program Nawacita yang diluncurkan Presiden RI  Joko Widodo. Yang dikedepankan adalah kebhinekaan, serta membangun infrastruktur di seluruh negeri, termasuk di NTB, untuk meningkatkan soko ekonomi masyarakat.

Pertemuannya dengan Gubernur NTB yang akrab disapa TGB itu, menjelaskan program Nawa Cita yang dikembangkan di NTB, salah satunya  pembangunan industri tebu.

“NTB memiliki potensi yang besar untuk industri tebu, karena tersedia lahan dan juga iklim yang cocok,” ujar Suryo Atmanto.

Atas kunjungan Tim Nawa Cita, TGB menegaskan komitmennya merawat kebhinekaan, memperkokoh persatuan dan kesatuan serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan

“Kami di NTB juga memiliki skala prioritas yang  sama dengan cita-cita Presiden Jokowi dalam skala nasional. Tugas kita semua di daerah adalah mewujudkan cita-cita nasional tersebut”, ujar TGB.

Menurut TGB, tumbuhnya berbagai industri di NTB, bukan saja menjadi suntikan energi bagi peningkatan perekonomian masyarakat, tetapi juga mendorong terbangunnya kultur berkompetisi secara sehat.

TGB menyarankan Tim Nawa cita segera mengambil langkah awal menginventarisir lahan dan potensi yang tersedia. Menyangkut perizinan, ia menjamin Pemerintah Provinsi NTB memberikan kemudahan sesuai aturan yang berlaku.

Gubernur sempat menitipkan pesan, agar Pemerintah Pusat mempertimbangkan kebijakan penetapan PPN 10 persen terhadap gula tebu oleh Dirjen Pajak.

“Ini menjadi beban cukup berat bagi petani,” kata TGB.

AYA




Bulan Juni Ekspor NTB Meningkat, Sebaliknya Impor Merosot

Nilai ekspor Provinsi NTB bulan Juni  2017 mengalami peningkatan, bila dibandingkan dengan nilai ekspor pada bulan Mei 2017. Sebaliknya, impor mengalami penurunan

MATARAM.lombokjournal.com —  Kepala Badan Pusat Statistik (NTB), Endang Tri Wahyuningsih mengatakan, nilai ekspor NTB selama bulan Juni  2017 sebesar US$ 59.925.062. Terjadi peningkatan  nilai tersebut meningkat 36.70 persen dibandingkan bulan Mei yang nilai ekspornya hanya sebesar US$ 43.837.836.

“Kenaikan nilai ekspor itu sumbangan ekspor barang tambang/galian non migas, perhiasan dan ikan,” katanya, Senin (17/7).

Pada bulan juni 2017, ekspor terbesar ditujukan ke Jepang senilai 63,94 persen, Korea Selatan 31,94  persen,serta  sisanya  Vietnam dan Pliphina 0,02 Persen.

Sedang jenis barang yang diekspor bulan Juni, barang tambang/galian non migas senilai US$ 57.339.689 (95,69 Persen), Ikan dan Udang  US$ 273.096  (0,46 persen), dan perhiasan sebanyak US $ 2.098030 ( 3,50 persen ).

“Selebihnya adalah garam belerang, kapur , kendaraan dan bagiannya serta buah- buahan,” jelas Endang

Sebaliknya, untuk  nilai Impor bulan Juni  2017 sebesar US$ 2.251.496 mengalami penurunan 81,38 persen dibandingkan bulan Mei  2017 senilai US$ 12.093.991.

Negara asal impor terbesar pada bulan Juni  2017 adalah Australia senilai US$ 875.693 (38,89 persen),  Cina senilai US$ 462.702 (20,55 persen), Malaysia Senilai US$ 378.580 (16,81  Persen) .

Jenis barang impor bulan Juni  2017 dengan nilai terbesar adalah benda-benda dari besi dan baja ( 20,17 Persen ), benda kimia anorganik ( 19, 66 persen) dan bahan bakar Mineral ( 19, 33 persen).

AYA

 




Pelaku Pertambangan Diminta Utamakan Tenaga Lokal

Sektor pertambangan yang penyerap tenaga kerja sekaligus penyumbang pendapatan terbesar para pelaku usaha di sektor pertambangan agar terus meningkatkan  komitmen mengutamakan tenaga kerja lokal

MATARAM.lombokjournal.com —  Itu salah satu wujud kontribusinya sektor pertambangan bagi  pembangunan daerah dan kesejahteraan Masyarakat.

Wagub  menyampaikan harapan itu, saat membuka acara Pembinaan dan Pengawasan Terpadu Terhadap Pelaku Usaha Pertambangan Bersama Ketua Komisi VII DPR RI, Dr. Kurtubi, SE, M.Sp., M.Sc, di Hotel Jayakarta, Jum’at (14/7).

Di hadapan puluhan pelaku usaha pertambangan, Wagub menegaskan, sektor pertambanganini masih menjadi unggulan daerah.

“Namun kalau dari aspek penyerapan tenaga kerja, sektor pertanian dan pariwisata ternyata masih jauh lebih besar (menyerasp tenaga lokal),” ujarnya.

Pemerintah daerah membangun sinergitas dan sinkronisasi dengan pemerintah pusat khususnya Kementerian ESDM untuk menguatkan sektor pertambangan.

“Jika tidak ada sinkronisasi, maka apapun aspek pembangunan akan terjadi perlambatan. Sedangkan, dalam pembangunan dibutuhkan percepatan-percepatan,” katanya.

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Bambang Susigit,  melaporkan dua hal fokus pembinaan pihaknya saat ini. Pertama, penataan proses perizinan.

“Di NTB tercatat ada 72 IUP (Izin Usaha Pertambangan), 67 IUP sudah clean and clear (CnC) dan tinggal 5 IUP yang belum CnC,” ujarnya.

Dan pembinaan yang Kedua,  Dirjen Minerba saat ini sedang menata proses kontribusi pelaku usaha terhadap penerimaan negara secara optimal. “Saat ini kita sedang mempersiapkan pelaku usaha dapat memenuhi kewajibannya dengan mudah melalui sistem online,” terangnya

Melalui program pembinaan dan pengawasan didaerah, diharapkan hasilnya menjadi masukan pada rapat kerja yang akan datang. Agar sektor pertambangan memberikan manfaat besar bagi daerahyang memiliki tambang.

Menurut Dirjen, sektor pertambangan merupakan sektor paling banyak diawasi baik oleh hukum, auditor maupun masyarakat.

“Kita harus menjaga akuntabilitas dengan cara tiap daerah memiliki data yang sama,” katanya.

AYA

 




Tembakau Dilindungi, Petani Tak Beralih ke Tanaman Lain

Harga tembakau yang masih naik turun, membuat petani beralih menanam tanaman lain karena menganggap menanam tembakau tidak ada masa depannya.

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB, Dr.TGH.M.Zainul Majdi yang akrab disapa TGB  (Tuan Guru Bajang) menegaskan, hal utama yang harus ada dalam RUU Pertembakauan adalah tembakau harus dilindungi.

“Proteksi pada tembakau akan berdampak pada semangat para petani untuk menanam tembakau,” ujarnya, saat menerima kunjungan kerja Pansus RUU Pertembakauan DPR-RI  dipimpin Ketua Rombongan H. Willgo Zainar, SE, MM. di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur, Kamis (14/7).

Proteksi ini dapat berupa menstabilkan harga tembakau. Harga tembakau masih naik-turun sama dengan tidak menempatkan kepentingan para petani tembakau.

“Jangan sampai UU ini lahir nantinya menyulitkan petani tembakau, karena sebelumnya di tingkat daerah kita sudah membuat Perda untuk mengatur pertembakauan di NTB,” pungkasnya.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur TGB didampingi Wakil Gubernur, H.Muh. Amin,SH.M.Si

Kunjungan Pansus  untuk meminta masukan dari seluruh staleholders  terkait RUU pertembakauan yang sedang dibahas di DPR. Indonesia masuk ke dalam 6 besar negara penghasil tembakau di dunia. Namun, kenyataannya petani tembakau dari waktu ke waktu mengalami penurunan kapasitas produksi.

Penurunan kapasitas produksi disebabkan menurunnya jumlah lahan pertanian tembakau, lemahnya budidaya tembakau, lemahnya posisi tawar-menawar petani dalam tata niaga tembakau, minimnya bantuan dan subsidi, minimnya pembinaan dari pemerintah, dan rendahnya kemitraan petani dengan pabrikan industri hasil tembakau.

Gubernur TGB menegaskan urusan pertembakauan bagi Prov. NTB sangatlah penting. Karena komoditas tembakau terutama tembakau Virginia menjadi kultur masyarakat NTB, khususnya Lombok.

“Menanam tembakau sudah menjadi kultur atau bagian dari kultur-kultur lain di dalam bertani bagi masyarakat Lombok,” ujar Gubernur. Jadi, menanam tembakau di daerah sentral tembakau adalah aktivitas rakyat, tidak hanya aktivitas ekonomi, tetapi juga punya dimensi sosial dan dimensi-dimensi yang lain.

Gubernur juga menjelaskan tiga alasan mengapa tembakau dianggap penting di NTB. Pertama, penanaman  tembakau di NTB adalah bagian perekat yang memperkokoh hubungan masyarakat. Kedua, tembakau menjadi komoditas yang menyumbangkan sumber daya untuk pembangunan di tingkat masyarakat secara langsung.

“Kalau di dalam hitung-hitungan masa tanam tembakau yang 3-4 bulan akan menghasilkan Rp. 1,2-1,3 triliun per tahun, kalaupun turun masih di angka Rp. 800 miliar,” ujarnya.

Dalam struktur ekonomi NTB bagian terbesarnya terletak pada hasil tembakau. Ketiga, tenaga kerja yang terserap dalam produksi tembakau cukup besar. Rantai dari seluruh proses pertembakauan ini ada aktivitas ekonomi yang besar dan melibatkan banyak orang.

“Produksi tembakau berkontribusi dalam menekan angka pengangguran di Provinsi NTB yang masih di bawah rata-rata nasional,” terang gubernur.

Senada dengan Gubernur, Wagub NTB H. Muh. Amin, SH, M.Si mengatakan sektor pertanian adalah sektor unggulan dari Provinsi NTB, termasuk di dalamnya tembakau.

“Sektor pertanian menyerap tenaga kerja sebesar 42%, Jasa/perdagangan 20%, industri 7%. Dengan persentase serapan tenaga kerja setinggi itu, maka kita terus mengembangkan sektor pertanian,” ujar pria asal Sumbawa ini.

Jadi, perlu ada sinkronisasi kebijakan, program, regulasi antara pemerintah pusat dengan daerah.

AYA

 




Korean Air dan Jetstar Siap Terbang ke Lombok

Ppenerbangan Korean Air akan terbang dari bandara Incheon (Korea) dengan paket charter flight menuju LIA, sedang  pesawat  Jetstar Sidney menggunakan paket regular dari Sidney ke LIA,

MATARAM.lombokjournal — Maskapai penerbangan Korean Air  dan Jetstar Sidney segera membuka rute penerbangan ke Lombok. Penerbangan Korean Air akan terbang langsung dari bandara Incheon (Korea) menuju LIA dengan paket charter flight mulai 29 juli mendatang. Sedang pesawat  Jetstar Sidney menggunakan paket regular dari Sidney ke LIA, dan sebaliknya.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, L Mohammad Faozal mengatakan di Mataram, memang Korean Air belum penerbangan regular. “Nanti Korean Air menggunakan charter flight,” katanya.

Dikatakan, penerbangan Korean Air akan dimulai 29 Juli mendatang. Penerbangan akan dimulai dari Juli hingga Agustus sebanyak 5 flight. Sementara September hingga Desember sebanyak 4 flight.

“Totalnya ada 9 penerbangan,” sambungnya.

Penerbangan Korean Air menggunakan pesawat airbus 380. Pesawat ini memiliki kapasitas sebanyak 280 seat penumpang. Sistem charter ini sendiri akan berlaku hingga Desember mendatang.

Wisatawan Korea telah menyiapkan berbagai skenario paket wisata, dan akan dilakukan penyambutan. Hal ini sebagai kesiapan Pemprov NTB menerima wisatawan. Pihaknya telah menggandeng para agen travel yang memiliki rute ini.

“Minggu depan akan kita finalkan dengan mereka,” ujar Faozal.

Untuk Jetstar Sidney, Faozal mengatakan telah dilaunching di Sidney beberapa waktu lalu. Saat ini pihaknya telah memiliki rute yang sedang dipersiapkan.

Pihak managemen Jetstar pun rencananya akan datang ke Dispar NTB minggu depan. Kunjungan tersebut dalam rangka memastikan kapan waktu memulai operasi penerbangan di LIA.

“Yang ini regular beda dengan Korean Air yang charter flight,”

Jetstar rencananya akan melakukan penerbangan empat kali dalam satu minggu. Pesawat yang digunakan yakni  jenis Airbus 343, yang menampung sampai 180 orang penumpang.

AYA




Ridwan Kamil Minta Arahan TGB Terkait Investasi

Walikkota Bandung akan membawa investor dari Bandung untuk rencana investasi sapi dan pariwisata di NTB

Walikota Bandung, Ridwan Kamil diterima Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi di Mataram, Kamis (13/7) (Foto: Dok Humas NTB)

MATARAM.lombokjournal.com —  Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil  mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan memaparkan pertemuannya dengan Gubernur NTB, TGB. Zainul Majdi yang akrab dipanggil TGB, Kamis (13/7 ).

“Alhamdulillah, saya bawa rombongan dari Bandung, melaksanakan banyak kerjasama positif dengan Provinsi NTB, khususnya kabupaten dan kota di Bima,” jelas Ridwan.

Ridwan menemui Gubernur Majdi untuk minta arahan-araha, terkait investasi peternakan sapi di Bima.

“Karena di Bandung orang makan daging banyak sekali. Sekarang stok daging krisis lah ya, kalau ada suplai dari NTB yang permanen kan relatif jadi stabil. InsyaAllah kita upayakan investasi,” jelas Ridwan.

Selain itu, Ridwan berencana akan membawa pengusaha Bandung berinvestasi pariwisata di tiga Gili, di Lombok Utara.   Kedekatan Bandung dengan NTB karena mayoritas warga NTB adalah umat muslim, secara batin sangat mirip dengan di Bandung.

Ridwan juga menjelaskan ada  agenda penandatanganan Hibah. Di Bandung ada 300-an software yang membuat Pemkot Bandung dari ranking 200 melompat menjadi ranking 1 nasional untuk kinerja pemerintahan.

“Kita ingin berbagi, mengurangi kompetisi, memperbanyak kolaborasi karena kita NKRI,” kata Ridwan. Mudah-mudahan hubungan Bandung dengan kabupaten/kota di NTB diterima masyarakat, apalagi sekarang anak-anak NTB banyak yang sekolah di Bandung, jumlahnya sekitar 500 mahasiswa.

Kota Bandung sudah dua tahun bekerjasama dengan NTB. Ridwan mengungkapkan ketertarikannya dengan NTB karena alamnya subur,makmur ,indah dan luar biasa.

“Tinggal butuh duitnya aja dan orang orang yang mau kerja, maka NTB bisa luar biasa. Di sumbawa tanahnya emas semua, tinggal SDM diperkuat, insyaallah NTB bisa semakin makmur,” ujar Ridwan

Baik Ridwan maupun TGB menginginkan kerjasama NTB-Bandung khusus nya di kota/kabupaten bisa makin maksimal. Termasuk untuk pendidikan.

TGB  mengatakan , ada 50 perguruan tinggi di Bandung yang membuka kerjasama lebih banyak lagi. “Beliau siap komunikasi agar anak-anak  kita dapat kemudahan belajar di sana,” katanya.

Dijelaskannya, Ridwan Kamil menginginkan  kerjasama ekonomi,

“Beliau ingin ajak pengusaha Bandung dan Jawa Barat lebih banyak investasi. Ada dua yang sudah berjalan tapi masih tahap awal, pertama Investasi di bidang peternakan, beliau yang supervisi dan kedua soal perhotelan, “kata gubernur.

Gubernur Majdi welcome karena baik NTB dan Kota Bandung dua-duanya daerah wisata. Kalau bisa saling kirim wisatawan, maksudnya promosi tentang NTB bisa semakin digalakkan di Bandung sehingga wisatawan Bandung bisa nyambung ke NTB dan sebaliknya.

“Jadi berkonvergensi untuk memperkokoh pasar kita,” kata TGB.

AYA




Suasana dan Panorama Jantung Kota Mataram dari Hotel IDOOP

Tumbuhnya wisata MICE (meeting, invention, conference and exibition) di Kota Mataram, juga diiringi menjamurnya  hotel yang menyiapkan penyelenggaraan MICE

Mataram.lombokjournal.com —  Seperti Idoop Hotel by Parasathy Lombok menawarkan akomodasi yang chic dan stylish di pusat Kota Mataram,  lokasinya hanya berselang 10 menit dengan jalan kaki dari pusat perbelanjaan kota, Mataram Mall.

Menarik dari Idoop Hotel adalah tampilnya dekorasi kontemporer  — dan akses Wi-Fi gratis — serta tempat khusus bagi  tamu atau bahkan pengunjung hotel yang biasa merokok.

Di  tiap kamar di Idoop Hotel Lombok ditampilkan skema warna putih dan biru pirus dengan perabotan modern. Kamar dilengkapi  AC, TV kabel layar datar, dan brankas. Kamar mandi pribadinya menyediakan shower, sandal, dan perlengkapan mandi gratis layaknya sandar hotel  berbintang yang ada.

Karena letaknya di tengah keramaian kota, dari hotel ini dapat dinikmati suasana dan pemandangan kota. “Karena memang letaknya tepat di jantung ibu kotanya NTB,”  ungkap General Manager Idoop Hotel, Yossie di Mataram, Selasa, 11/7).

Jumlah kamar di Idoop sebanyak 96,  dengan empat meeting room yang kapasitanya untuk 80, 40 dan 30 orang.

“Kita disini  menyediakan ruang rapat atau balroom yang bisa menampung puluhan orang, ” jelas Yossi.

Soal kebutuhan perut dan lidah, di restoran Idoop menyediakan menu makanan yang beragam, seperti menu  hidangan khas Indonesianya, yaitu Ayam Taliwang tiga rasa ( pedas, asam dan manis ), ikan giri mahi-mahi, steak ayam bumbu Taliwang dengan olahan koki yang hebat.

Idoop hotel melayanani antar jemput untuk menjangkau area sekitarnya, juga melayani jemputan di bandara, yang tentunya dengan biaya tambahan .

“Kita siapkan layanan Antar jemput, mau dari bandara, ataupun mau keliling kota, itu bisa sesuai kesepakatan antara tamu dengan pihak kita ,” kata Yossie.

idoop Hotel Lombok berjarak 30 menit berkendara ke pelabuhan Lembar, dan 45 menit berkendara ke Bandara Internasional Lombok.

“Semua fasilitas kita sediakan tentunya untuk memanjakan, dan memberikan nilai yang positif bagi tamu hotel, ” kata Yossie.

AYA




Sambut Tahun Ajaran Baru Pedagang Perlengkapan Sekolah di Pasar Cakra Sudah Marak

Pedagang perlengkapan sekolah mulai marak, salah satunya di jalan AA Gde Ngurah Pasar Cakranegara

MATARAM.lombokjournal.com — Pantauan Lombok Journal, tampak sejumlah penjual perlengkapan sekolah menghiasi sepanjang area jalan Gde Ngurah.

“Biasanya orang tua pada ramai beli pas menjelang masuk sekolah seperti saat ini” ungkap Baiq BIstiawati  selaku pedagang musiman di pinggir pasar Cakranegara , Senin (10/7). ” Ia mengaku baru sehari buka dagangannya, setelah lebaran ke dua (lebaran ketupa).

Namun ia agak kecewa, karena pendapatannya tidak seperti tahun- tahun sebelumnya. Searang pembeli atay orang tua cenderung lebih memilih belanja perlengkapan di retail- retail moderen.

“Sekarang agak sepi , gak kayak dulu . Sekarang orang- orang lebih banyak yang belanja ke mall,” katanya.

Seorang pembeli bernama Nurhasanah  di pasar ini pun mengaku baru mulai membeli peralatan sekolah pada hari ini (senin, 10/7) karena minggu depan anak-anaknya sudah mulai masuk ajaran baru.

“Ya hari ini baru beli baju dan perlengkapan sekolah, karena Senin besok anak-anak sudah masuk sekolah,” tuturnya. Ada anaknya  baru masuk SD. Jadi semuanya beli baru, mulai dari seragam, tas,  kaos kaki, sampai buku tulis.

Para penjual peralatan sekolah ini sebagian besar adalah pedagang musiman yang memanfaatkan awal tahun ajaran baru dengan menjual berbagai perlengkapan sekolah seperti tas, buku tulis, seragam dan peralatan lainnya.

Transaksi jual beli pun terlihat Rame padat di lokasi ini. Penjualan peralatan sekolah ini rencananya akan berlangsung selama lebih dari satu minggu ke depan atau satu hari sebelum masuk sekolah.

AYA




Pengusaha Taxi Online dan Taxi Offline Masih Tarik Ulur

Pengusaha transportasi taxi offline (konvensional ) di Nusa Tenggara Barat (NTB) menolak keberadaan taxi online.

MATARAM.lombokjournal.com —  Penolakan itu disampaikan dalam pertemuan di Dinas Perhubungan Provinsi NTB antara pengusaha taxi konvensional dan kendaraan yang berbasis Online dengan aplikasi UBER, Kamis (6/7) pagi.

Pengusaha taxi konvensional menganggap keberadaan taxi yang menggunakan aplikasi Uber dan sejenisnya  tersebut dianggap ilegal.

Taxi berbasis online baru bisa menjalankan operasionalnya di wilayah NTB dengan terlebih dahulu harus memenuhi syarat dan ketentuan regulasi yang telah diatur oleh pemerintah lewat Menteri Perhubungan.

Namun sejumlah pengusaha transportasi taxi offline tetap menolak keberadaan taxi yang menggunakan aplikasi tersebut karena menggunakan nomor polisi  hitam.

Karena itu, pihak taxi online harus mematuhi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017  tentang  penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek,yang diberlakukan sejak 1 Juli 2017 lalu.

Salah satu pengusaha taxi offline yaitu Rangga Taxi, Junaidi Kasim mengatakan, menolak pengoperasian taxi online yang berbasis IT karena tidak memenuhi prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami tetap menolak kebaradaan taksi dengan aplikasi tersebut, karena tidak memenuhi prosedur pemerintah puat, ” tegasnya

Karena itu Ia meminta pada pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan NTB segera menertibkan keberadaan taxi online.

“Pemerintah agar segera tertibkan agar tidak terjadi persoalan dilapangkan,” ucapnya dalam pertemuan yang digelar terkait dengan taxi online dan Permenhub nomor 26 tahun 2017,

Menurutnya, taxi online harus menghentikan operasionalnya sebelum memiliki ijin yang dikeluarkan oleh pemerintah.

“Mereka harus memenuhi 10 points yang diatur dalam pasal 72 Permenhub nomor 26 tahun 2017,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut Kadishub NTB, Lalu Bayu Windha mengatakan, sangat berharap dengan keberadaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 26 Tahun 2017 menjadi aturan main yang jelas dan menjadi pedoman siapa pun baik pengusaha taxi online maupun taxi offline.

“Pemerintah hadir tugas  memberikan kesetaraan menciptakan  yang berkebaikan dan syarat dan ketentuan yang sama yang diikuti oleh semua pihak,”ucapnya.

Menurutnya,  silahkan berkompetisi dan itu tetap berlangsung dan harus di koridor sesuai dengan aturan. Setelah koridor diatur dan aturan telah clear, silahkan bermain dengan syarat syarat dan ketentuan.

Ia juga meminta kepada pengusaha Taxi ofline harus bisa mengikuti perkembangan tekhnologi saat ini.

“Sekarang jamannya sudah beda, semua apa -apa harus pake aplikasi, silahkan juga yang konvensional harus bisa meneyesuaikan nantinya karena semua saat ini berbasis online, jadi harus siap menerima apa pun ,” tegasnya

Dalam pasal 72 Permenhub 26 Tahun 2017 ada 11 point yang diatur untuk Angkutan Sewa Khusus (ASK) yaitu jenis angkutan sewa khusus, kapasitas silinder mesin kendaraan, batas tarif angkutan sewa khusus, batas kendaraan sewa khusus (kuota), kewajiban STNK berbadan hukum, KIR, tempat penyimpanan kendaraan..bengkel.pajak.akses digital dasboard dan sanksi.

Sementara itu pihak dari Koperasi Jasa Transportasi Cabang NTB,Iwan P. Balukea mengatakan, pihaknya saat ini mengurus ijin diinstasi Instasi terkait baik ijin operasional maupun ijin lain.

“Kita masih urus semua izinnya , untuk itu kita tidak beroperasi lagi sampai izinnya lengkap” cetunya

Sementara waktu pengoperasian transportasi atau kendaraan berbasis IT tersebut akan dihentikan sampai hingga segala syarat dan ketentuan dilengkapi.

AYA