NTB Zone Diresmikan di Surabaya 

Pentingnya NTB Zone jadi jembatan kerja sama antara NTB dan Jawa Timur dalam hal promosi dan pemasaran produk unggulan UMKM

SURABAYA.LombokJournal.com ~  Penjabat (Pj) Ketua TP PKK Provinsi Nusa Tenggara Barat, Hj Lale Prayatni Gita Ariadi, bersinergi dengan Dekranasda Provinsi Jawa Timur dalam meresmikan NTB Zone, yang berlokasi di salah satu mal di Surabaya, Sabtu (02/03/24).

BACA JUGA : Optimalkan Layanan Publik, Pemprov NTB Siapkan Rencana Aksi

Dalam upacara ini, Bunda Lale, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya NTB Zone sebagai jembatan kerja sama antara NTB dan Jawa Timur, terutama dalam hal promosi dan pemasaran produk unggulan UMKM.

“Dengan kerja sama ini, saya berharap provinsi-provinsi ini dapat mengeksplorasi potensi masing-masing, sehingga tercipta kerja sama saling menguntungkan baik dari sisi pemerintah maupun UMKM secara langsung,” ungkap Bunda Lale.

NTB Zone menampilkan beragam produk, termasuk wastra dan produk turunannya. Selain kain tenun, produk siap pakai seperti tas, sepatu, dan home decor juga menjadi daya tarik. 

Kuliner legendaris NTB, seperti ayam taliwang, sate rembige, kripik pelecing, dan kuliner tradisional lainnya, turut meramaikan acara.

BACA JUGA : Medsos Harus Dioptimalkan untuk Tingkatkan Interaksi

“Harapannya, NTB Zone di Desk Space Ciputra World Surabaya ini dapat beroperasi secara berkelanjutan, memberikan manfaat maksimal bagi promosi produk UMKM,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Pj Ketua Dekranasda Jatim, Isye Adhy Karyono, menyampaikan harapannya agar UMKM lokal terus mendapatkan pelatihan untuk mempercepat dan memperluas pasar. Kualitas produk juga diinginkan meningkat agar dapat menjangkau pasar kalangan menengah ke atas.

Arumi Bachsin, selaku pemilik Desk Space, mengapresiasi upaya Bunda Lale dalam menggerakkan dan memasarkan produk lokal NTB. Ia berharap produk UMKM dari NTB dan Jawa Timur dapat bersama-sama berkembang dan mendapatkan pasar yang lebih luas.

Acara ini dihadiri oleh delegasi dari NTB, termasuk pengurus Dekranasda NTB. Para pejabat tinggi, seperti Pj Ketua DWP NTB, Kadis Perdagangan, Kadis Komonfotik, Kaban BPKAD, Kadiskop UMKM, Kadis DP3A2KB, Kadis Pertanian, Perwakilan Dinas Perindustrian, Direktur Kepatuhan Bank NTBS, dan perwakilan Bank Indonesia NTB, turut serta dalam keseruan acara.

BACA JUGA : Pasar Murah Digelar Pemprov NTB di Berbagai Titik

Tarian khas NTB dan fashion show bertemakan wastra Lombok Sumbawa semakin memeriahkan acara. Penari berbalutkan wastra kreasi tenun khas NTB dan peragawati profesional berhasil menciptakan suasana yang anggun dan mengesankan. ***

 

 




Pasar Murah Digelar Pemprov NTB di Berbagai Titik

Jelang Ramadhan, Pemerintah Provinsi NTB gencar perbanyak Operasi Pasar dan Pasar Murah jelang Ramadhan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam upaya menjaga inflasi dan memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Ramadhan, Pemerintah Provinsi NTB telah menjalin kerjasama dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meningkatkan operasi pasar dan pasar murah di berbagai titik strategis.

BACA JUGA : Medsos Harus Dioptimalkan untuk Meningkatkan Interaksi

Pj Gubernur NTB mengatakan, untuk meningkatkan operasi pasar dan pasar murah di berbagai titik strategis

Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, menekankan pentingnya langkah ini guna menghindari penumpukan masyarakat di satu titik yang dapat mengakibatkan dampak negatif. 

Operasi pasar dan pasar murah dilakukan secara merata di berbagai lokasi guna mencakup masyarakat dengan lebih luas.

Miq Gite, sapaan akrab Pj Gubernur, mengungkapkan hal ini usai membuka High Level Meeting TPID Provinsi NTB di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Provinsi NTB, Mataram pada Kamis (01/03/24). 

BACA JUGA : Inspirasi Putri Mandalika untuk Rakornas Kepemudaan

“Jelang Hari Besar Keagamaan (HBK), kita perlu melakukan kegiatan ekstra untuk mengendalikan inflasi,” jelas Miq Gite.

Pj Gubernur NTB juga mengajak awak media untuk membantu menyebarkan informasi positif terkait ketersediaan beras dan upaya pencegahan lonjakan harga. Miq Gite memastikan bahwa meskipun dampak badai el nino, petani di Lombok berhasil panen, yang akan menjamin ketersediaan beras di NTB.

“Banyak petani di Lombok berhasil panen. Meskipun belum panen raya, namun hal tersebut menjamin ketersiadaan beras di NTB. Ini juga diperkuat dengan Pergub yang kami buat, agar memastikan jaminan stok di daerah baru, lebihnya bisa keluar,” ungkapnya.

BACA JUGA : Rumput Laut di Teluk Ekas Jadi Fokus Kunjungan Menko Marves RI

Miq Gite menegaskan bahwa Pemprov NTB terus berupaya mengerahkan tenaga dalam menjalankan empat strategi pengendalian inflasi, yaitu keterjangkauan dan stabilitas harga, ketersediaan dan stabilitas pasokan bahan pangan, kelancaran distribusi, serta komunikasi yang efektif. Nov/dyd

 




Pj Gubernur Dampingi Menko Marves RI ke Teluk Ekas

Pj Gubernur mengatakan bahwa kunjungan dengan Piloting Project dan perhatian di Teluk Ekas dari Menkomarves impian indah masyarakat NTB menjadi kenyataan

LOTIM.LombokJournal.com ~ Penjabat (Pj) Gubernur NTB, penuh semangat menyertai Kunjungan Kerja Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) di Teluk Ekas bersama Menko Marves RI, Jendral TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A. 

Momen tersebut tidak hanya dimanfaatkan Pj Gubernur  memperlihatkan potensi budidaya rumput laut skala besar, tetapi kunjungan diharapkan membawa berkah dan harapan bagi kemajuan Nusa Tenggara Barat (NTB).

BACA JUGA : Rumput Laut di Teluk Ekas Jadi Fokus Kunjungan Menko Marves

“Kami berharap kunjungan kerja Bapak Menko siang ini membawa berkah untuk masyarakat NTB, sebagaimana kunjungan sebelumnya yang telah terbukti memberikan hasil,” ungkap Miq Gita sapaan Pj Gubernur dengan antusias di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, pada Kamis (29/02/2024).

Miq Gita menambahkan bahwa Kunjungan dengan Piloting Project dan perhatian dari Menkomarves membuatnya yakin bahwa impian-indian indah akan menjadi kenyataan.

“Dengan perhatian luar biasa dari Bapak Luhut, sepertinya impian-indah itu akan segera menjadi kenyataan,” tambahnya.

Selain itu, Miq Gita juga memamerkan kekayaan alam NTB, khususnya Desa Telong-Elong di seberang Teluk Ekas yang terkenal sebagai Kampung Lobster dan pusat perikanan di NTB. 

BACA JUGA : Fasilitas Kajian Standar LH dan Kehutanan Diresmikan di NTB

Dia berharap kunjungan Menkomarves, Menteri Perikanan dan Kelautan, serta Menteri Industri akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTB.

“Di samping Teluk Ekas, ada Desa Telong-Elong yang merupakan sentra perikanan di daerah kami. Semoga dengan kehadiran Menko Marves, Menteri Kelautan dan Perikanan, serta Menteri Industri, akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat NTB,” tegas Pj Gubernur .

Sebagai penutup sambutannya, Miq Gita menyampaikan terima kasih kepada Menkomarves, Menteri Perikanan dan Kelautan, Menteri Industri, investor, dan PT Sea Six yang telah memberikan bimbingan kepada masyarakat NTB. 

Pj Gubernur berharap agar rumput laut dapat menjadi primadona di Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA : Kerja Sama TP PKK, Upaya Menurunkan Angka Stunting di NTB

“Terima kasih kepada Pak Luhut, Mentri KKP, Menteri Perndustrian, Investor, dan PT. Sea Six atas bimbingannya kepada masyarakat NTB. Semoga rumput laut menjadi primadona di NTB,” tutup Miq Gita dengan rasa syukur. panda/her

 




Rumput Laut di Teluk Ekas Jadi Fokus Kunjungan Menkomarves 

 Dalam kunjungan meninjau rumput laut ke Teluk Ekas, Luhut didampingi oleh Pj Gubernur NTB Drs. HL Gita Ariadi, M.Si, dan beberapa Menteri terkait

LOTIM.LombokJournal.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Jenderal (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan, M.A.P, melakukan kunjungan kerja ke Teluk Ekas, Lombok Timur,  Kamis (29/02/24).

Kunjungan kerja Menko Marves menyoroti proyek srategis nasional dalam bidang budidaya rumput laut, dengan Teluk Ekas sebagai lokasi utama pengembangannya.

BACA JUGA : Pj Gubernur Dampingi Kunjungan Menko Marves ke Teluk Ekas

Menkomarves Luhut menyatakan bahwa budidaya memiliki peran penting dalam sektor maritim Indonesia, tidak hanya sebagai sumber makanan dan obat-obatan. Tapi juga berpotensi sebagai bahan baku untuk bioplastik dan biofuel. 

Teluk Ekas dipilih sebagai pusat budidaya ini sebagai upaya untuk menjadikan rumput laut sebagai elemen kunci dalam pertumbuhan Indonesia.

“Dalam kunjungan kerja di Teluk Ekas, saya tekankan bahwa rumput laut merupakan game changer nyata bagi sektor maritim Indonesia,” ujar Menko Marves, 

Luhut yang didampingi oleh Pj Gubernur NTB Drs. HL Gita Ariadi, M.Si, dan beberapa Menteri terkait, mengungkapkan bahwa hasil kunjungan ini akan disampaikan kepada Presiden. 

Ia juga menegaskan rencananya untuk kembali bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Perindustrian.

“Ini merupakan proyek strategis nasional, dan saya akan kembali bersama Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menteri Perindustrian untuk rapat kabinet terbatas dan melaporkan semua ini kepada Presiden,” jelas Luhut.

BACA JUGA : Menko Marves RI Melakukan Kunjungan Kerja di NTB

Kunker ini dipimpin oleh Menko Marves Luhut, didampingi oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Menteri Perindustrian, serta pejabat terkait. 

Mereka meninjau proyek strategis nasional di Teluk Ekas yang dipilih karena memiliki potensi besar dalam pengembangan budidaya rumput laut, dengan dukungan kondisi lingkungan dan partisipasi aktif masyarakat lokal.

Dalam kunjungan ini, Menko Marves dan rombongan melihat secara langsung proses budidaya rumput laut di Teluk Ekas. Mereka juga berinteraksi dengan petani rumput laut, mendengarkan aspirasi, serta tantangan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan budidaya.

Menko Marves mengapresiasi perkembangan dalam budidaya di Teluk Ekas, Dan, menyebut proyek ini sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi rumput laut. 

Ia merencanakan pembuatan peta satelit untuk menentukan daerah potensial dan mempercepat proses panen.

“Nanti saya akan minta deputi saya untuk membuat peta satelit daerah potensial. Dalam satu bulan, akan dilakukan studi lebih komprehensif terkait proses panen, dan rumput laut ini diharapkan memberikan nilai ekonomi,” tambahnya.

BACA JUGA : Fasilitas Kajian Standar LH dan Kehutanan Diresmikan di NTB

Di akhir sambutannya, Menko Marves mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah NTB yang turut berkontribusi dalam mensukseskan acara ini.

“Terima kasih kepada Pemerintah NTB yang sudah bekerja keras, bahu membahu mensukseskan acara ini,” katanya.

Penjabat Gubernur NTB juga menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Menko Marves dan menyambut baik pilot project ini. 

Ia menyatakan harapannya bahwa mimpi-mimpi indah akan segera menjadi kenyataan untuk Indonesia. panda/her

 

 




Menko Marves RI Melakukan Kunjungan Kerja  di NTB

Kunjungan kerja Menko Marves RI, Luhut Binsar Pandjaitan, terkait isu Kemaritiman dan Investasi

LOTENG.LombokJournal.com ~ Pj. Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ibnu Salim S. H., M. Si., dan Asisten II Setda Perov NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., secara hangat menyambut kehadiran Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan

BACA JUGA : Fasilitas Kajian LH dan Kehutanan Diresmikan di NTB

Menko Marves saat tiba di BIZAM

Acara penyambutan dilaksanakan di Bandara Internasional Zainudin Abdul Majid (BIZAM) Lombok Tengah, pada Rabu (28/02/24).

Setelah transisi di Ruang VVIP BIZAM, rombongan segera melanjutkan perjalanan menuju Kute Mandalika Lombok Tengah. 

BACA JUGA : Konten Lokal Berdampak Positif Bagi Perekonomian NTB

Kedatangan Menko Marves ini merupakan kunjungan kerja terkait isu Kemaritiman dan Investasi di Nusa Tenggara Barat. 

Selain itu, Luhut juga akan menyaksikan puncak acara perayaan Bau Nyale yang dijadwalkan akan digelar besok di Pantai Aan Mandalika Lombok. ***

BACA JUGA : Buku Puisi ‘Amerikano’ Tur ke 10 Titik di Pulau Lombok 




Koperasi PKK Cahaya Abadi Adakan Rapat Anggota Tahunan (RAT)

Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) koperasi PKK Cahaya Abadi, Bunda Lale mendorong agar punya usaha lain selain simpan pinjam

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam upaya meningkatkan kualitas dan kelangsungan Koperasi PKK Cahaya Abadi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Penjabat (Pj) Ketua TP PKK NTB, Hj Lale Prayatni Gita Ariadi, turut serta dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) yang digelar di Mataram pada Senin (26/02/24).

BACA JUGA : MotoGP dan ARRC 2024, Peluncuran Tiket di Jakarta

Bunda Lale berharap koperasi PKK berinovasi
Bunda Lale

Dalam sambutannya, Bunda Lale sapaan akrabnya, tidak hanya berfokus pada aspek simpan pinjam, melainkan mengajak koperasi untuk menjelma menjadi entitas modern dengan diversifikasi usaha yang lebih luas.

“Harus lebih dari sekadar tempat simpan pinjam. Kami berharap agar PKK Cahaya Abadi dapat berkembang dengan membuka usaha pendukung lainnya,” ungkap Bunda Lale.

BACA JUGA : Bunda Lale Ajak Masyarakat Jalani Hidup Sehat

Menyadari tantangan yang dihadapi oleh banyak koperasi yang terpaku pada model simpan pinjam, Bunda Lale memberikan peringatan akan ketidakberlanjutan model tersebut. Beliau menggarisbawahi pentingnya adanya usaha pendukung, untuk menghindari stagnasi perekonomian.

“Koperasi yang hanya mengandalkan simpan pinjam memiliki risiko tinggi untuk kegagalan jangka panjang. Koperasi harus mampu berkembang melalui diversifikasi usaha, ini akan membawa banyak keuntungan,” pesan Bunda Lale kepada para anggota koperasi.

Tidak hanya itu, Bunda Lale juga mengajak seluruh anggota Koperasi PKK Cahaya Abadi NTB untuk menjaga semangat dan terus berinovasi guna menjadikan koperasi sebagai contoh yang inspiratif bagi koperasi lainnya.

BACA JUGA : Perdagangan dan Peranannya dalam Pembangunan Ekonomi

“Dengan semangat dan inovasi, saya yakin Koperasi PKK Cahaya Abadi bisa menjadi lebih maju dan modern. Ini bukan hanya untuk kebaikan kita, tetapi juga untuk memberikan contoh positif kepada lainnya,” tutupnya dengan penuh optimisme. novita/opik

 




Pelabuhan Laut Kota Bima Ditinjau Pj Gubernur NTB

Pelabuhan Laut Kota Bima yang ditinjau Miq Gita sapaan Pj Gubernur NTB,  punya potensi terus berkembang dan menjadi pintu masuk perdagangan serta pusat lalu lintas barang

KOTABIMA.Lombokjournal.com ~ Penjabat Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi, melaksanakan rangkaian agenda selama dua hari di Kota Bima. 

BACA JUGA : Jembatan Jatibaru Diresmikan Pj Gubernur NTB

Pj Gubernur NTB meninjau potensi pelabuhan laut kota Bima

Salah satunya adalah peninjauan langsung terhadap potensi wilayah perairan Teluk Bima dan aktivitas perdagangan di Pelabuhan Laut Kota Bima pada, Jumat (23/02/24).

Miq Gita, sapaan akrab Pj Gubernur NTB, melakukan peninjauan potensi di kawasan laut Teluk Bima menggunakan speedboat yang ditemani oleh Pj Walikota Bima, Ir. H Muhammad Rum. Perjalanan dimulai dari Pantai Lawata setelah Miq Gita meresmikan hadirnya Gong Perdamaian Nusantara.

Setelah menjelajahi potensi wilayah selama sekitar 30 menit, speedboat yang membawa Pj Gubernur NTB bersandar di salah satu dermaga di Pelabuhan Laut Kota Bima. 

BACA JUGA : Laut Indonesia Punya Sumber Daya yang Melimpah

Miq Gita menyampaikan keyakinannya, potensi pelabuhan laut Kota Bima akan terus berkembang dan menjadi pintu masuk perdagangan serta pusat lalu lintas barang yang canggih di masa depan.

“Pelabuhan Bima ini adalah urat nadi dari perekonomian, tempat keluar-masuknya komoditi logistik dari dan ke Kota Bima. Kita lihat di sini aktivitas bongkar muat kapal yang membawa barang kebutuhan masyarakat Bima dan hasil dari Bima untuk dikirim ke luar daerah,” ujar Pj Gubernur NTB.

Miq Gita menambahkan bahwa pelabuhan laut Bima memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai salah satu gerbang perdagangan dan penyediaan logistik masyarakat.

BACA JUGA : Rakor di Bima, Pj Gubernur Dukung Lawan Destruktive Fishing

“Potensi pelabuhan laut Ini sangat besar, dan nanti bagaimana pemerintah Kota Bima bersama pemerintah provinsi dan nasional dapat mengembangkan pelabuhan ini dengan sebaik-baiknya. Hal ini untuk memastikan bahwa daerah kita, khususnya logistik, tetap tersedia dengan harga yang terjangkau dan lain sebagainya. Itu kami inspeksi situasi, Alhamdulillah bergerak dinamis,” tutur Miq Gita usai meninjau aktivitas bongkar muat kapal. ***

 




Laut Indonesia Punya Potensi Sumber Daya yang Melimpah

Sumber daya laut yang dimiliki Indonesia selain perikanan, juga sumber daya mineral kelautan, termasuk minyak dan gas bumi, timah, emas, pasir kuarsa, dan lainnya

MATARAM.LombokJournal.com ~ Perauran Indonesia dengan wilayah kelautan yang luas memiliki potensi sumber daya laut yang melimpah. 

BACA JUGA : Jembatan Jatibaru Diresmikan Pj Gubernur NTB

sumber daya kekayaan sumber daya mineral laut yang kita miliki tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia

Namun bukan hanya ikan yang menjadi kekayaan laut Indonesia. Kekayaan lainnya beragam karena ada enam potensi sumber daya yang dimiliki Indonesia, yakni:

1. Perikanan Tangkap dan Budi Daya; merupakan potensi sumber daya laut terbesar di Indonesia. Sebab laut Indonesia memiliki potensi lestari yang besar, karena itu mendukung perikanan tangkap dan budi daya.

Berbagai jenis ikan, udang, dan krustasea dikembangbiakkan di perairan Indonesia yang luas,  termasuk ikan bandeng dan udang.

2. Hutan Mangrove (Hutan Bakau) : luas  hutan bakau sebagai salah satu sumber daya laut mencapai 3.617.000 hektar. Hutan Bakau memiliki fungsi ekologis meliputi habitat binatang laut sekaligus fungsi perlindungan pantai dari abrasi.

Lebih dari itu memiliki fungsi ekonomis, seperti penggunaan kayu bakar, arang, dan kertas

3. Terumbu Karang :  Indonesia memiliki terumbu karang terluas di dunia, mencapai 284,3 ribu km2. Terumbu karang memiliki manfaat ekonomis sebagai sumber makanan, obat-obatan, dan objek wisata bahari.

Secara ekologis, terumbu karang bermanfaat secara ekologis untuk mengurangi hempasan gelombang pantai yang dapat menyebabkan abrasi.

BACA JUGA : Rakor di Bima, Pj Gubernur NTB Dukung Lawan Destruktive Fishing

4. Pertambangan dan Energi: Kekayaan  sumber daya mineral kelautan yang kita miliki tersebar di seluruh wilayah perairan Indonesia. 

Sumber daya mineral ini di antaranya minyak dan gas bumi, timah, emas dan perak, pasir kuarsa, monasit dan zirkon, pasir besi, agregat bahan konstruksi, posporit, kromit, dan masih banyak lagi yang lainnya.

5. Padang Lamun : Lamun merupakan tumbuhan berbunga yang hidup di bawah permukaan air. Ini membentuk padang luas di dasar laut, dan menjaga stabilisasi dasar, dan fungsi sebagai perangkap sedimen

Padang lamun juga merupakan daerah penggembalaan dan asuhan bagi hewan di lautan.

6. Pariwisata Bahari : Potensi sumber daya dan keanekaragaman flora dan fauna dapat dikembangkan menjadi komoditas pariwisata. Dan melibatkan berbagai jenis wisata, seperti bisnis, pantai, budaya, pesiar, alam, dan olahraga.

BACA JUGA : Kontingen DKKI NTB ke Kejuaraan Grand Prix XI di Gresik

Dengan potensi sumber daya yang beragam ini, penting untuk menjaga kelestarian lingkungannya demi keberlanjutan ekosistem. Sudah selayaknya bersama-sama menjaga keindahan dan keberlanjutan laut Indonesia.

Potensi sumber daya Indonesia yang melimpah dan beragam ini, penting untuk menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan ekosistem. ***

 

 




Industrialisasi Perikanan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan

Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi mendorong peninglatan kesejahteraan Nelayan, dengan menghadirkan industrialisasi perikanan 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kesejahteraan para nelayan bisa semakin meningkat bila Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi NTB membantu menghadirkan industrialisasi perikanan di kalangan nelayan. Dengan industrialisasi perikanan akan meningkatkan nilai dari hasil tangkapan nelayan. 

BACA JUGA : Pj Gubernur NTB Melakukan Pemantauan Pemilu 2024

Audensi Pj Gubernur NTB dewngan Himpumam Melayan Seluruh Indonesia NTB

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi saat beraudensi dengan HNSI Nusa Tenggara Barat jelang Rapat Kerja Daerah Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia tahun 2024, di ruang kerja Pj Gubernur NTB (16/02/24).

Kata Pj Gubernur, dihadirkannya industrialisasi perikanan di NTB, harus dibarengi dengan percepatan persiapan SDM nelayan. 

Karena itu, Miq Gite sapaan Pj Gubernur minta HNSI sebagai mitra pemerintah untuk mendampingi para nelayan demi kesiapan para nelayan menyongsong industrialisasi. 

BACA JUGA : Pj Gubernur NTB Menyalurkan Hak Pilih  di TPS 12 Karang Taruna, Mataram

“Tugas HNSI ketika industrialisasi perikanan hadir, dibutuhkan percepatan kesiapan SDM nelayan,” jelasnya. 

Miq Gite melanjutkan, adanya industrialisasi perikanan selain dibarengi dengan SDM yang memadai, juga harus disertai branding yang tepat. Nantinya menjadi tugas bersama untuk membuat NTB bisa terkenal dengan hasil olahan ikannya. 

“Branding ini kemudian menjadi PR dan tantangan kita ke depannya,” ucap Pj Gubernur. 

BACA JUGA : Pemilu Dalam Negara Demokrasi

Pada akhir pertemuan tersebut, Miq Gite berharap kesejahteraan nelayan NTB bisa terus meningkat. Laut sebagai sumber kekayaan yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitarnya. nov/dyd

 




Setelah Memantau Harga Sembako di Pasar, Rachmat Hidayat: Harga-harga Melambung

Rachmat Hidayat memantau sejumlah pasar tradisionil, diakuinya harga komoditi kebutuhan sehari-hari melonjak 

MATARAM.LombokJournal.com ~ H. Rachmat Hidayat melakukan kunjungan ke sejumlah pasar tradisional, selain menyapa masyarakat dan pedagang pasar penuh keakraban, kunjungan Rachmat Hidayat Anggota DPR RI dari PDIP, untuk mengecek harga sembako di pasar tradisional.

BACA JUGA : Barisan Tuan Guru Muda (Baruda) Nusantara NTB Dukung Ganjar-Mahfud

Setelah memantau harga kebutuhan sehari-hari, Rachmat Hidayat mengakui terjadi kenaikan harga

Tampil trendy dan santai usai berolahraga, Kamis pagi Rachmat Hidayat tiba di pasar Selak Mandalika, Kota Mataram, Kamis (08/02/24) pagi.

“Katanya harga-harga pada naik, maka saya cek langsung ke pasar ini. Dan ternyata memang benar harga sejumlah sembako sedang naik cukup signifikan,” kata Rachmat Hidayat di sela kunjungannya.

Rachmat Hidayat dengan rinci menjelaskan, terjadinya kenaikan harga kebutuhan sehari-hari.

Ketua DPD PDI Perjuangan NTB, Rachmat Hidayat mencatat sejumlah harga komoditi yang naik. 

Antara lain beras yang mencapai Rp16 ribu – Rp17 ribu per kilo, atau Rp370 ribu per karung ukuran 25 Kg. Tomat Rp22 ribu per kilo, bawang merah Rp35 ribu per kilo, ayam Rp40 ribu per kilo, kopi Rp58 ribu per kilo, bawang merah Rp35 ribu per kilo, Bawang Putih Rp33 ribu, gula Rp17,5 ribu perkilo, minyak goreng Rp177 ribu/12 liter dan masih banyak lagi.

Terkait kenaikan harga sejumlah komoditi di pasar tradisional, Rachmat Mengatakan mengatakan, hal ini harus menjadi atensi pemerintah baik Pemerintah Pusat maupun Daerah.

BACA JUGA : Apel Kesiapan Pengamanan Logistik Suara Pemilu 2024

Menurutnya, inflasi merupakan hal yang lazim terjadi namun harus tetap di dalam kontrol pemerintah.

“Ada komoditi yang bisa diintervensi pemerintah daerah, baik Pemprov NTB, Pemkot Mataram dan Pemda Kabupaten. Namun ada juga komoditi yang harus diintervensi pemerintah pusat. Jangan karena tahun politik, masalah inflasi ini tidak diatensi,” tegasnya.

Ia mengatakan, inflasi ibarat dua sisi mata uang yang berkaitan. Di tingkat lokal, papar Rachmat, kenaikan harga komoditi seperti hortikultura memang bisa membuat para petani tersenyum. Namun di sisi lain masyarakat umum sebagai konsumen harus menyediakan dana lebih untuk kebutuhan pokok mereka.

“Jadi yang harus dijaga adalah kestabilan harga. Naik boleh, karena petani bisa untung, tapi kenaikannya harus terjaga. Jangan sampai ada broker atau makelar yang mengambil keuntungan,” kata Rachmat.

Kehadiran Rachmat Hidayat di pasar Selak Mandalika Kota Mataram disambut baik sejumlah pedagang dan masyarakat di sana. Nampak Ketua DPD PDIP Provinsi NTB ini berdialog santai dengan pedagang yang ada.

BACA JUGA : Relawan Big Bro Dirikan Puluhan Posko Pemenangan Ganjar-Mahfud di NTB

Selain menyerap aspirasi mereka tentang harga sembako, Rachmat juga berdiskusi kecil tentang penataan pasar, kebersihan dan kenyamanannya. me