Inflasi NTB Bulan Februari, Di Atas Inflasi Nasional

Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,44 persen dan Kota Bima BPS,InflasiNTBsebesar 0,37 persen.

MATARAM.lombokjournal.com – Bulan Februari 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,49 pada bulan Januari 2018 menjadi 131,05 pada bulan Februari 2018.

“Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,17 persen ” ungkap Endag Triwahyuningsih, Kepala BPS NTB, .Kamis (01/03) .

Menurut Endang,Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,44 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,37 persen.

Inflasi Nusa Tenggara Barat bulan Februari 2018 sebesar 0,43 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,12 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,45 persen.

Kelompok Sandang sebesar 0,37 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,2 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,16 persen dan Kelompok Kesehatan sebesar 0,12 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,3 persen.

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Februari 2018 sebesar 0,90 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Februari 2017 sebesar 1,73 persen.

Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Februari 2018 sebesar 2,85 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Februari 2017 sebesar 3,22 persen.

AYA

BACA JUGA : Tingkat Penghunian Hotel Di NTB Turun Di Bulan Januari




Ini Alasan Investor Korsel Ngebet Menjalankan Investasinya di KLU

Lombok Utara sangat cocok untuk kegiatan investasi, selain ketersediaan lahan yang memadai, aspek budaya dan keamanan juga sangat mendukung

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com —Sejumlah perusahaan asal Korea Selatan benar-benar memenuhi janji kunjungannya ke Lombok Utara.

Rombongan investor yang sejak lama menyampaikan ketertarikannya untuk berbisnis di daerah ini disambut dan diterima langsung Bupati Najmul Akhyar  dan Wakil Bupati KLU Syarifuddin, di ruang kerjanya. Senin (25/2).

Pimpinan Rombongan investor melalui Juru Bicara sekaligus penerjemah, Abdurahman Wahid, menyampaikan agenda lawatannya ke Lombok Utara, bersama para investor tidak lain untuk membahas kelanjutan rencana investasi yang sudah disepakati melalui penandatanganan MoU antara Pemda KLU dengan investor beberapa waktu lalu.

“Lombok Utara sangat cocok untuk kegiatan investasi, selain ketersediaan lahan yang memadai, aspek budaya dan keamanan juga sangat mendukung. Kami ingin mempercepat investasi ini,” katanya dalam acara ekspose rencana investasi di aula Bupati.

Saat ini, kata Wahid, pihak perusahaan akan membicarakan tahapan-tahapan kerjasamanya terlebih dahulu dengan pemerintah daerah Lombok Utara. Sementara untuk teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut.

Bupati KLU. H. Najmul Akhyar, berharap dekedatangan para investor tidak hanya segedar kegiatan ekspose saja, namun harus diwujudnya di lapangan.

“Saat ini kita tidak bisa merumuskan secara teknis terkait kerjasama ini, hanya tahapannya saja. Meski begitu, nanti kita minta kepada SKPD terkait untuk membicarakan kembali dengan para investor seperti apa teknisnya,” bebernya.

Rencana kerjasama investasi ini meliputi bidang PJU Solar Soill, listrik LED, kosmetik, Alat berat, dan besi baja.

 DNU

 

 




Pasar Kawasan Pedesaan Pemenang Diresmikan

Kepala Daerah yang memiliki mimpi untuk dapat melindungi sosial masyarakatnya adalah Kepala Daerah yang memperkuat pembangunan di desa

 LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementrian Desa dan PDT, Prof, Ahmad Erani Yustika, didampingi Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar meresmikan Pasar Kawasan Pedesaan di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Selasa (20/2).

Dalam sambutannya, Ahmad memberikan apresiasinya kepada Bupati Lombok Utara, yang dinilainya memiliki misi kokoh untuk melindungi keberlangsungan UMKM.

“Kepala Daerah yang memiliki mimpi untuk dapat melindungi sosial masyarakatnya adalah Kepala Daerah yang memperkuat pembangunan di desa. Secara pribadi, beliau (Bupati,red) adalah sosok kepala daerah yang saya cari dalam 3 tahun terakhir ini,” Ahmad memuji.

Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan Kemendes PDT,  dengan harapan sebagai bantuan awal untuk Lombok Utara, dan dapat dilanjutkan pada masa mendatang.

“Kemajuan sebuah Kabupaten bisa dilihat dari kemajuan desa-desanya. Sesuai seperti yang tertuang dalam program nawacita Presiden yakni membangun Indonesia dari pinggiran,” paparnya.

Beberapa program yang mendukung pengembangan desa, kata Najmul, di antaranya merekrut tenaga pendamping 33 desa yang diharapkan dapat memacu terciptanya 10 ribu wirausaha baru.

“Daerah telah menganggarkan sebesar Rp 30 milyar untuk WUB,” sambungnya.

Di akhir acara, Dirjen didampingi Bupati Lombok Utara. dan sejumlah SKPD yang hadir meninjau langsung lokasi pembangunan pasar.

DNU

 

 




BumdesMart KLU Belum Direspon Pusat

Kementerian akan memprioritaskan daerah yang memiliki komitmen dan rencana pembangunan yang jelas

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Proposal bantuan dana untuk pengembangan Bumdesmart yang diajukan Pemerinntah Kabupatemm (Pemkab) Lombok Utara, hingga kini belum mendapat respon Kementerian Desa dan PDT.

“Pemda sudah ajukan proposal ke pusat tahun lalu, tapi hingga kini belum ada respon. Kita belum tau alasan dan kendalanya,” kata Kepala BP2KBPMDes Lombok Utara, H. Kholidi Kholil, saat memberikan sambutan dalam acara peresmian pasar kawasan perdesaan, Selasa (20/02).

Sejauh ini, lanjut Kholidi, KLU hanya menerima bantuan Kementerian Deaa dan PDT berupa pembangunan pasar kawasan pedesaan dan pengembangan ekowisata Krujuk di Kecamatan Pemenang, pada tahun 2017 lalu.

“Tahun lalu Pemda sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisik 6 unit BumdesMart sebesar Rp. 1,5 miliar. Itu tersebar di 6 desa,” jelasnya.

Kholidi juga berharap adanya dukungan kementerian. Sekaligus mendukung program Nawacita presiden yang memprioritaskan pembangunan dari desa.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementrian Desa dan PDT, Prof. Ahmad Erani Yustika, mengatakan pada prinsipnya Kementerian akan memprioritaskan daerah yang memiliki komitmen dan rencana pembangunan yang jelas.

“Prioritas akan kita berikan kepada pemerintah daerah yang punya komitmen dan bersungguh-sungguh. Kami tidak akan ragu-ragu,” cetusnya.

 DNU

 

 




Heri Susanto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua REI NTB

Heri Susanto semula tidak termasuk dari lima calon yang ikut mendaftar dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Musyawarah daerah (Musda) Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (14/2),  secara aklamasi memilih H Heri Susanto menjadi Ketua Baru REI NTB tiga tahun mendatang.

Heri Susanto, yang juga ketua Panitia, tidak menyangka dirinya akan dipilih oleh anggota DPD REI NTB bahkan secara aklamasi.  100 persen anggota pemilik suara sebanyak 43 orang, dari jumlah perusahaan developer sebanyak 63 perusahaan, memilih Heri.

Heri Susanto selaku Ketua dan Indra Setiyadi sebagai Sekretaris, Rabu malam (14/02) langsung dilantik oleh Sekretaris Jenderal DPP REI Pusat, Totok Lucida.

Pemilihan suara dimulai pada pukul 16.00 Wita. Sebelumnya, Heri Susanto tidak termasuk dari lima calon yang ikut mendaftar dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB tersebut.

Pasalnya, posisi Heri Susanto sebagai Ketua Panitia Musda ke VIII tahun 2018, tidak memungkinkan untuk mencalonkan diri.

Hanya saja, mekanisme pemilihan pengurus DPD REI NTB yang cukup dinamis, anggota REI NTB di detik-detik akhir proses pemilihan menunjuk dan menyepakati H Heri Susnato bersama Indra Setiyadi.

Keduanya menjadi penerus kepemimpinan REI NTB sebelumnya, H Miftahuddin Mahruf dan H Lalu Anas Amrullah.

Sekretaris Jenderal DPP REI Pusat, Totok Lucida memberikan selamat atas terpilihnya H Heri Susanto dan Indra Setiyadi sebagai Ketua dan Sekretaris REI NTB yang baru untuk periode 2017-2020.

“Selamat kepada pak Heri dan Indra untuk menjalankan roda organisasi REI NTB tiga tahun kedepan,” kata Totok.

Totok mengingatkan, pengurus REI NTB yang baru untuk merangkul semua anggota baik yang lama dan juga anggota baru untuk bersama-sama membesarkan organisasi developer tersebut.

Selain itu, sesama anggota REI NTB untuk tidak saling bersaing dalam membangun perumahan baik itu komersil maupun program rumah berusbsidi bagi maysarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Anggota REI jangan saling bersaing, tapi saling merangkul dan membantu persoalan yang dihadapi sesama anggota,” ucapnya.

Lebih lanjut Totok juga meminta kepada anggota REI yang baru untuk lebih aktip menjalin komunikasi bersama pengurus dan sesama anggota REI lainya. Sehingga, tidak ada lagi kesan ataupun anggapan dari anggota baru bahwa REI hanya untuk pengurus saja.

‘Anggota baru jangan pesimis dan khawatir. Organisasi REI ini untuk kemanfaatan bersama anggota, bukan untuk pengurus,” tukasnya.

Ketua DPD REI NTB terpilih periode 2017-2020, H Heri Susanto mengucapkan terimakasih atas kepercayaan diberikan oleh seluruh anggota REI NTB yang menunjuknya menjadi Ketua Baru. Ia dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan pengurus lama yakni H Mahruf dan Lalu Anas Amrullah.

“Terimakasih atas kepercayaan anggota REI NTB dan dalam kepengurusan yang baru ini kami bersinergi antara yang muda dan senior,” ujarnya.

Heri juga berjanji untuk merangkul dan mengakomodir semua anggota REI NTB dalam memajukan organisasi kedepanya menjadi lebih baik.

Selain itu merangkul seluruh angota, juga akan memfasilitasi segala persoalan anggota baik menyangkut perijinan, perbankkan, perpajakan dan masalah regulasi yang tidak berkeadilan dari pemerintah.

“Kepengurusan yang baru ini bersinergi antara yang muda dan senior,” imbuhnya.

Me




Pemilihan Ketua Baru REI NTB Diikuti Tiga Calon

 Izzat Husen dan Gde Surya Primanadi yang mengharapkan hadirnya regenerasi mengundurkan diri

MATARAM.lombokjournal.com —  Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat hari ini, Rabu (14/2) digelar.

Jika sebelumnya sebanyak 5 orang mendaftar sebagai calon ketua baru DPD REI NTB dalam bursa pemilihan¸ternyata H-1 jelang pelaksanaan Musda ke VIII DPD REI NTB, hanya tersisa 3 orang kandidat.

Sementara itu, dua orang calon ketua baru REI NTB telah mengundurkan diri dari bursa pemilihan DPD REI NTB tersebut.

“Ya, benar dua orang kandidat calon ketua mengundurkan diri dan sekarang tinggal tiga orang. Tapi masih dinamis, bisa jadi sebelum rapat umum di Musda akan bertambah calon yang ikut bersaing,” kata Ketua Panitia Musda DPD REI NTB ke VIII, H Heri Susanto, Selasa (13/2).

Sebelumnya, sebanyak lima orang kandidat telah mendaptar untuk ikut berkompetisi di ajang pemilihan ketua baru DPD REI NT pada pelaksanaan Musda ke VIII yang dilaksanakan, Rabu (14/2) di salah satu hotel berbintang di Kota Mataram.

Sebanyak lima orang kandidat itu diantaranya, Presiden Direktur PT Dasar Sakinah Group, H Ahmad Rusni, Direktur Utama PT Royal Property, H Izzat Husein, Direktur PT Varindo, Gde Surya Primanadi, Direktur PT Anugrah Alam, Husein Sewet, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi.

Dari lima kandidat yang menjadi calon ketua dalam Musda DPD REI NTB ke VIII tersebut, hanya tinggal tiga nama yang berlanjut untuk tetap ikut dalam pemilihan ketua bru tersebut.

Ketiga nama yang tetap ikut dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB tersebut diantaranya, Presdir PT Dasar Group, H Ahmad Rusni, Direktur PT Anugrah Alam, Husein Sewet, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi.

Sementara itu, dua kandidat lainnya, yakni Direktur Utama PT Royal Property, H Izzat Husein, Direktur PT Varindo, Gde Surya Primanadi menyatakan mengundurkan diri dari bursa calon ketua baru DPD REI NTB. Izzat Husein kabarnya menginginkan regenerasi dalam kepengurusan REI NTB.

Menurut Heri Susanto, kemungkinan jumlah calon ketua pada pelaksanaan Musda akan bisa bertambah atau bahkan tetap 3 calon. Pasalnya, pelaksanaan Musda DPD REI NTB ke VIII lebih dinamis.

Hanya saja calon yang ikut dalam kontestan pemilihan ketua baru organisasi perusahaan pengembang perumahan ini harus tetap mengikuti ketentuan serta syarat-syarat yang sudah ditentukan.

“Kemungkinan calon ketua baru yang ikut dalam Musda akan bertambah di hari H. Karena pendapftaran calon ketua baru ini masih dinamis,” jelasnya.

Dijelaskan Heri, mekanisme dalam pemilihan ketua REI NTB yang baru nanti adalah cukup sederhana. Dimana mekanisme tergantung dari rapat umum terlebih dahulu, kemudian disepakati apakah menggunakan sistem aklamasi, musyawarah mufakat atau voting.

Dengan demikian, mekanisme pemilihan nanti sangat bergantung dari hasil kesepakatan rapat umum tangal 14 Februari.

“Jika terpaksa memilih dengan mekanisme voting, maka akan dicari minimal peraih suara 50+1,” ucap Heri.

Sementara itu, salah satu calon ketua baru DPD REI NTB, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi berjanji akan membawa organisasi yang begerak dalam perusahaan pengembang perumahan ini berjanji memberika pengabdian terbaiknya jika dipercaya oleh anggota REI NTB menjadi ketua baru.

“Memberi pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara di bidang pengadaan perumahaan dan mensukseskan program sejuta rumah,” ucap Indra.

Selain itu, Indra juga memastikan untuk mengajak semua anggota REI NTB untuk membantu masyarakat yang memiliki  rumah tidak layak huni untuk berkenan untuk membantu agar rumah masyarakat tersebut bisa dilayakan untuk tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Hakikat hidup ini adalah mengabdi dan berbuat baik kepada sesame. Maka landasilah sendi-sendi hidup kita ini untuk berbuat baik sesuai dengan bidang masing-masing,” ungkapnya.

Me




Empat Developer Berpengalaman, Siap Bersaing Pimpin REI NTB

Persiapan Musda Sudah 90 Persen, panitia memastikan Musda DPR REI NTB tahun 2018 pada tanggal 14 Februari mendatang  sudah 100 persen.

MATARAN.lombokjournal.com —  Ketua Panitia Pelaksana Musyarah Daerah (Musda) DPD Real Estate Indonesia (REI) ke VIII, Heri Susanto memastikan persiapan perhelatan pemilihan ketua dari asosiasi pengusaha roperti perumahan ini sudah lebih 90 persen.

Artinya, secara umum panitia sudah memastikan Musda DPR REI NTB tahun 2018 yang jatuh pada tanggal 14 Februari mendatang  sudah 100 persen.

“Hingga hari ini, persiapan sudah 90 persen,” kata Heri Susanto, Minggu kemarin (11/2).

Heri menyebut dalam Musda ke VIII DPD REI NTB untuk pemilihan ketua baru, sudah ada 4 calon yang mendaftar dan memastikan diri ikut memperebutkan 43 suara dari total 63 jumlah perusahaan (developer) yang menjadi anggota DPD REI NTB.

Sebanyak 4 orang tersebut, dipastikan sudah memenuhi syarat untuk ikut dalam kontestan pemilihan ketua baru asosiasi perumahan tersebut.

“Jumlah calon ketua baru yang sudah mendaftar sebanyak 5 orang. Tapi satu orang mengundurkan diri,” terang Heri Susanto.

Sebanyak 5 orang yang ikut berkompetisi memperebutkan 43 suara anggota REI NTB diantaranya, Direktur Utama PT Royal Property, H Izzat Husein, Presiden Direktur PT Dasar Group, H Ahmad Rusni, Direktur PT Varindo, Gde Surya Primanadi, Direktur PT Anugrah Alam, Husein Sewet, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi. Hanya saja lima calon yang sudah terdaptar tersebut,

Direktur PT Varindo Lombok Inti, Gde Surya Primanadi memastikan mengundurkan diri dalam bursa pencalonan Ketua DPD REI NTB dalam Musda 14 Februari mendatang.

Menurut Heri, sebanyak 4 calon yang sudah mendaftar tersebut, sudah memenuhi syarat. Dalam ketentuan atau syarat untuk bisa dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai ketua baru REI NTB adalah  menjadi anggota dan pengurus REI minimal dalam 1 periode kepengurusan,  berpengalaman di developer minimal 1.000 unit rumah terbangun, minimal di dukung 5 perusahaan anggota REI dan siap berkomitmen membesarkan organisasi.

Dijelaskan Heri, mekanisme dalam pemilihan ketua REI NTB cukup sederhana. Mekanisme tergantung dari rapat umum terlebih dahulu, kemudian disepakati apakah menggunakan sistem aklamasi, musyawarah mufakat atau voting.

Dengan demikian, mekanisme pemilihan nanti sangat bergantung dari hasil kesepakatan rapat umum tangal 14 Februari.

“Jika terpaksa memilih dengan mekanisme voting, maka akan dicari minimal peraih suara 50+1,” ucap Heri.

Heri juga mengakui jika sejumlah anggota DPR REI masih menginginkan H Miftahuddin Mahruf dan H Lalu Anas Amrullah kembali dipilih menjadi calon ketua baru.

Hanya saja, kedua tokoh dan pengurus REI dua periode itu terbentur oleh aturan, secara administrasi keduanya sudah tidak boleh lagi mencalonkan diri ataupun dicalonkan.

Sementara itu, salah satu calon ketua baru DPD REI NTB, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi, berjanji akan membawa organisasi yang begerak dalam perusahaan pengembang perumahan ini  memberikan pengabdian terbaiknya jika dipercaya oleh anggota REI NTB menjadi ketua baru.

“Memberi pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara di bidang pengadaan perumahaan dan mensukseskan program sejuta rumah,” ucap Indra.

Selain itu, Indra juga memastikan untuk mengajak semua anggota REI NTB membantu masyarakat yang memiliki  rumah tidak layak huni. Agar rumah masyarakat merupakan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Hakikat hidup ini adalah mengabdi dan berbuat baik kepada sesama. Maka landasilah sendi-sendi hidup kita ini untuk berbuat baik sesuai dengan bidang masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, calon lainnya, Presdir PT Dasar Group, H Ahmad Rusni mengaku siap memimpin REI NTB jika anggota memberi amanah.

Rusni juga berkomitmen menjalankan berbagai program REI untuk membangun dan menguntungkan semua pihak. Seperti dalam program membangun perumahan  REI tetap mengedepankan prinsip menguntungkan semua pihak, baik itu masyarakat, pemerintah dan tentunya juga perusahaan pengembang (developer).

“Saya siap 100 persen jika diberi amanah,” kata Rusni.

Me

 




Pemda KLU Desak PT WAH Soal Rencana Investasinya

Jika ada perizinan yang belum dipenuhi, PT WAH diminta segera mengajukan agar status lahan jelas

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Lama tak terdengar, kini status lahan PT Wahana Alam Hayati (WAH) Gili Trawangan kembali dipertanyakan warga.

Menyikapai hal itu, Pemda KLU merespon dengan mendesak pihak PT untuk segera memberikan kejelasan terkait rencana investasinya di lahan yang diduga terlantar itu.

“Kita ingatkan kepada pihak PT, kalau memang ingin membangun maka segeralah dibangun. Jangan biarkan tidak terpakai begitu,” ungkap Wakil Bupati KLU, Syarifudin. SH. MH. Rabu (7/2).

Persoalan kasus PT WAH, lanjut Syarifudin, jangan sampai berdampak pada masyarakat sekitar, terlebih persoalan ini sudah berlangsung sejak lama.

“Rencananya saya akan turun ke lokasi Senin (12/2) depan. Bagian hukum, Kabag pembangunan dan Pol PP juga nanti akan ikut turun menemani saya,” cetusnya.

Dikatakan Syarifudin, paska turun lapangan, pihaknya juga akan segera membentuk tim investigasi terkait keberadaan lahan seluas 13,9 ha itu.

“Jika memang ada perizinan yang belum dipenuhi, maka kita minta segera diajukan agar status lahan ini jelas, dan tidak dinilai terlantar,” paparnya.

Terpisah, tokoh masyarakat Gili Trawangan, H. Rukdung., kembali mendesak pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan yang dinilainya telah banyak memberikan dampak bagi warga di kawasan wisata tersebut.

“Masalah ini kan sudah lama, jadi kita minta pemda untuk segera menyesaikannya,” cetusnya, Kamis (8/2).

Seperti diketahui, puluhan kepala keluarga yang tinggal sejak lama di lahan tersebut pernah mencapai kesepakatan dengan pihak PT, pada tahun 2014 lalu.

Namun hingga kini pihak PT belum juga memperlihatkan tanda-tanda akan membangun di atas lahan tersebut.

DNU

 

 




Ketua Terpilih Musda REI NTB, Harus Mampu Jembatani Pengusaha Dan Pemerintah

Diharapkan kehadiran sosok ketua yang punya jaringan luas, baik di pemerintah daerah dan pusat, dan mampu mengakomodir kebutuhan anggota asosiasi

Ketua Panitia Musda, Heri Susanto

MATARAM.lombokjournnal.com — Sejumlah harapan disematkan kepada calon ketua, jelang Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Real Estate Indonesia (REI) ke IV wilayah Nusa Tenggara Barat, yang berlangsung tanggal 14 Februari mendatang.

Beberapa mantan ketua dan anggota REI NTB menggantungkan harapan, ketua terpilih hrus mampu memberikan warna tersendiri,  khususnya menjembatani kepentingan anggota dengan Pemerintah atau pemangku kebijakan.

Mantan Ketua REI NTB dua periode, Miftahudin Mahruf saat di wawancara via telpon, Rabu (07/02) menyatakan, REI memiliki keterikatan dengan pemerintah.

Ir Anas Amrullah

Sebagai organisasi mitra pemerintah, sosok Ketua REI harus mempunyai kapasitas dan kapabilitas membawa organisasi menuju arah yang lebih baik.

“Calon ketua harus sanggup berkorban bagi organisasi yang di butuhkan. Asosiasi ini harus di rasakan manfaatnya oleh anggota, intinya calon ketua harus mau dan mampu berkorban baik moril dan materil,” paparnya.

Anggota REI NTB, Anas Amrullah, menyampaikan calon Ketua REI harus bisa menjembatani kepentingan anggota dengan pemangku kebijakan.

Anas mengatakan, pengusaha properti saat ini masih terbentur dengan perizinan. Sementara domain perizinan berada di kabupaten kota. Dengan kehadiran ketua yang mempunyai jaringan yang luas baik di pemerintah daerah dan pusat, mampu mengakomodir kebutuhan anggota asosiasi.

Menurut Anas, kemitraan antara asosiasi dengan pemerintah sudah terjalin dengan baik namun belum optimal. Pemerintah pusat yang masih menjadikan program perumahan rakyat menjadi program unggulan pun, masih menjadi primadona bagi pengembang perumahan.

Perumahan masih menjadi primadona, terlebih program pemerintah pusat pembangunan satu juta rumah sangat bagus. Persoalannya, harus ada yang menjembatani kebutuhan pengusaha dengan persoalan perizinan.

“Disinilah perlunya kehadiran sosok ketua yang mampu menjembatani kedua pihak,” bebernya.

Anas menyatakan pada tahun 2018 ini program rumah subsidi masih menjadi primadona usaha properti. Iklim usaha di sektor properti masih menunjukan trend yang positif.

Sementara Ketua panitia musda REI ke IV, Heri Susanto menyatakan kriteria utama yang di butuhkan oleh REI adalah pelaku usaha yang bergerak di sektor pengembang. Mempunyai pengalaman luas di bisnis properti, dan yang pasti berkorban waktu untuk organisasi.

Selain itu calon ketua REI harus mempunyai jaringan yang luas dan hubungan yang baik dengan stake holder, baik perbankan, dinas perizinan dan perpajakan.

Periode sebelumnya, pencapaiannya luar biasa menurut Heri. Makin banyaknya anggota yang masuk dalam wadah organisasi, menunjukan kualitas kepengurusan terdahulu yang sangat baik.

Musda REI NTB ini sendiri akan di gelar pada tanggal 14 Februari nanti dengan agenda utama adalah memilih ketua yang baru.

Bisnis jasa properti di tahun 2018 ini juga di prediksi masih menunjukan iklim yang positif.

Jumlah pengembang di REI mencapai 50 perusahaan. Sementara pada musda nanti 40 lebih anggota akan menyerahkan suara untuk memilih ketua DPD REI NTB.

Me




Gubernur Yakinkan, Bank NTB Syariah Lebih Menguntungan

Bank NTB saat ini sudah memiliki saham sekitar 9 trilium lebih.

TGH M Zainul Majdi

MATARAM.lombokjournal.com —  Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi yakin, usaha syariah memiliki prospek yang baik dan lebih menguntungkan.

Itu sebabnya, TGB mengajak para pengusaha untuk mengambil peran dalam memajukan Bank NTB sebagai kebanggaan masyarakat NTB tersebut.

Jika Bank NTB berkembang, maka ekonomi NTB juga berkembang. Dan pada akhirnya perekonomian dan industri daerah juga akan ikut tumbuh.

“Mari kita sama-sama majukan bank milik daerah kita ini,” ajak TGB saat Silaturahmi Tokoh Pengusaha dengan Gubernur terkait Persiapan Konversi Kegiatan Usaha Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah di Pendopo Gubernur, Selasa (06/02).

Gubernur menambahkan  di tahun 2018 ini ditargetkan Bank NTB telah terkonversi menjadi Bank Umum Syari’ah.

Saat ini, Pemerintah Provinsi NTB bersama seluruh direksi Bank NTB tengah merampungkan sejumlah proses untuk menjadikan bank NTB betul-betul menganut sistem syari’ah.

Pertumbuhan saham Bank NTB menggembirakan, saat ini sudah memiliki saham sekitar 9 trilium lebih.

“Maka pertumbuhan yang baik ini perlu terus didorong. Salah satunya melalui peran dan dukungan dari para pengusaha NTB” tegasnya

TGB menjelaskan, konversi Bank NTB menjadi Bank NTB Syariah perlu segera dirampungkan, mengingat potensi keuangan dengan sistem tersebut kedepan sangat besar.

Konversi tersebut  menurut TGB merupakan bentuk adaptasi untuk mendorong tumbuh kembangnya bisnis bank di daerah.

Sehingga diharapkan, perubahan status ini mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah. Selain itu, bank yang mengadopsi sistem syari’ah akan lebih mampu bertahan dibandingkan bank konvensional apabila terjadi krisis ekonomi.

“Kita liat pada krisis ekonomi pada tahun 1998. Ketika seluruh bank konvensional jatuh, bank syariah seperti Bank muamalat justru bertahan. Ini membuktikan bahwa sistem keuangan syariah bisa membawa manfaat dan kemanfaatan bagi siapapun baik muslim maupun non muslim,” jelas TGB.

TGB juga menegaskan, potensi keuangan syariah ini sangat besar. Sistem ini sudah banyak diadopsi oleh bank-bank besar, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

Bahkan, tidak hanya di negara-negara muslim. Tetapi juga di negara-negara non muslim.

“Contohnya Inggris yang merupakan pusat keuangan syariah,”tegas TGB.

AYA