Gubernur; Infrastruktur NTB Mantap Karena Dukungan Pusat

Berkat dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, ekonomi NTB tumbuh 7,1 % tanpa tambang

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersyukur atas segala bentuk dukungan pembangunan pemerintah pusat kepada NTB.  Terutama pembangunan Infrastruktur sehingga NTB memiliki kemantapan infrastruktur yang tinggi.

Hal itu disampaikan Zainul Majdi saat bicara pada Diskusi Nasional bertajuk Pencapaian 3 Tahun Pemerintahan Jokowi – JK di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jum’at (09/03)

“Infrastruktur sebagai salah satu daya ungkit ekonomi di NTB mantap. Sehingga saat ini, berkat dukungan pemerintah pusat, di bawah kepemimpinan Presiden Ir. H. Joko Widodo, ekonomi NTB berhasil tumbuh dengan baik sebesar 7,1 persen di atas nasional,” teranngnya

Bahkan, kalau prinsip kemantapan infrastruktur ini terus diupayakan oleh presiden Jokowi, Gubernur yakin NTB bahkan Indonesia akan terus mengalami kemajuan.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan support pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, alhamdulillah ekonomi NTB tumbuh 7,1 % tanpa tambang”, ungkap Gubernur pada acara yang menghadirkan Kepala Staf Presiden Dr. Moeldoko sebagai keynote speaker-nya.

Gubernur yang akrab di panggil  TGB (Tuan Guru Bajang) ini mengajak masyarakat NTB untuk berterima kasih, karena itu merupakan etika yang paling tinggi, sedangkan akhlak yang paling mulia itu adalah bersyukur, ujarnya.

Gubernur memberikan motivasi kepada masyarakat dan generasi muda Indonesia, khususnya di NTB, agar menyikapi kondisi sosial sebagai suatu tantangan, bukan sesuatu yang harus diratapi. TGB yakin dan selalu berpandangan positif kepada pemerintah untuk bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dari hasil diskusi yang dilakukan, Gubernur memberikan catatan kepada pemerintah pusat terhadap dua hal. Sektor pembangunan infrastruktur, agar tidak hanya yang berskala besar saja yang menjadi prioritas pemerintah, seperti jalan TOL.

Infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan akses masyarakat juga diharapkan menjadi sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini.

Sehingga konektivitas distribusi arus ekonomi dari masyarakat dapat berjalan dengan baik, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang merasakan pembangunan infrastruktur tersebut.

Selain itu, dalam proses pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini, agar melibatkan masyarakat melalui kegiatan padat karya yang telah ada, sehingga masyarakat akan menjadi bagian dari proses pembangunan itu, serta dapat merasakan dampak dari proyek-proyek infrastruktur yang ada saat ini.

“Saya harap tidak hanya jalan TOL saja yang menjadi prioritas, tapi juga infrastruktur yang berkaitan dan menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu saya juga berharap, dalam proses pembangunan infrastruktur melibatkan masyarakat melalui program padat karya, agar mereka merasa sebagai bagian dari proses pembangunan itu, ” ungkap TGB.

Gubernur menilai saat ini kurangnya kegiatan sosial keagamaan di masyarakat akibat dari berkurangnya transaksi ekonomi sosial masyarakat.

Hal ini disebabkan oleh tumbuh pesatnya ritel-ritel modern yang mengurangi transaksi tradisional masyarakat.

Menurutnya hal ini cukup berbahaya. Selama ini kegiatan sosial kemasyarakat yang timbul dari hasil transaksi tradisional melalui pasar-pasar tradisional, memiliki peran sangat efektif dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat.  Ssehingga terhindar dari perbuatan kriminal dan radikalisme.

“Saya khawatir dengan hilangnya kegiatan sosial kemasyarakatan akibat dari pertumbuhan ritel modern akan merusak transaksi tradisional yang sudah ada. Sehingga menyebabkan masyarakat untuk berbuat kriminal dan radikal,,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar segala macam bentuk kebiijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, agar disiapkan jaring pengamannya, sehingga tidak merusak jaringan ekonomi sosial kemasyarakatan yang sudah ada.

AYA




Pertemuan IMF-Bank Dunia, Harus Benar-benar Dimanfaatkan NTB

Akan hadir 189 orang Menteri Keuangan, 189 orang Gubernur Bank Sentral, dan pelaku ekonomi dunia, orang-orang yang pandangan dan persepsinya menjadi acuan publik internasional

MATARAM.lombokjournal.com – Nus Tenggara Barat (NTB) diuntungkan rencana diselenggarakannya annual meeting IMF- World Bank Group (WBG) di Bali, bulan Oktober mendatang.

Penyelenggaraan kegiatan itu dinilai akan memberikan dampak besar bagi perekonomian NTB, baik sekarang maupun masa mendatang. Karena ajang tersebut menjadi iklan tersirat bagi NTB untuk makin dikenal dunia.

“Dari Kementerian keuangan, Bank Indonesia, PHRI dan asosiasi lainnya ingin NTB mendapatkan manfaat dari annual meeting tersebut,” ujar kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan NTB Tauhid  (05/03) di Matraram.

NTB harus bisa mendapatkan manfaat dari kegiatan akbar tersebut. Dalam kegiatan itu, akan dihadiri sekitar 20 ribu delegasi dari berbagai negara di belahan dunia.

Delegasi tersebut merupakan orang-orang high profile atau orang terpenting di negara masing-masing.

Dalam annual meeting tersebut, akan hadir 189 orang Menteri Keuangan, 189 orang Gubernur Bank Sentral, dan pelaku ekonomi dunia yang memiliki pengaruh besar. Mereka merupakan orang-orang yang pandangan dan persepsinya akan menjadi acuan publik tingkat internasional.

“Jika bisa menarik perhatian mereka, maka akan sangat luar biasa bagi masa depan NTB,” sambungnya.

Bila NTB bisa menangkap peluang tersebut, ini akan menjadi sebuah iklan tersirat bagi NTB ke seluruh penjuru dunia. Sementara untuk mempromosikan ke seluruh penjuru dunia memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Hal ini tentu akan berdampak bagi ekonomi NTB,” tegasnya.

Dampaknya bagi ekonomi NTB, lanjutnya, setelah mengenal NTB mereka tentu akan datang kembali bersama keluarga. Tak hanya itu, bahkan mereka bisa menceritakan kembali tentang NTB di negara mereka masing-masing.

Sebab itu, Tauhid berharap dari 2.000 pertemuan IMF-WBG nanti, sebagian bisa diarahkan menuju NTB.

“Sehingga bisa mewarnai kehidupan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) di NTB,” jelasnya.

Jika peluang ini bisa diraih NTB, hal tersebut akan penting artinya bagi pertumbuhan ekonomi hari ini dan masa mendatang.

Tauhid mengatakan, itulah mengapa Menko Maritim bersama Menkeu dan Gubernur BI datang melakukan peninjauan belum lama ini. Mereka datang meninjau kesiapan bandara, dan juga KEK Mandalika.

“Itu akan menjadi gaung tersendiri bagi pariwisata NTB,” pungkasnya.

Disamping itu, dari 189 negara yang hadir, 57 negara merupakan negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Delegasi dari 57 negara OKI tersebut diharapkan memberikan perhatian pada NTB. Hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan NTB dari event IMF-WBG nantinya.

AYA




Syawaluddin Terpilih Jadi Ketua HIPMI NTB

HIPMI harus bisa dirasakan dan dinikmati keberadaannya oleh setiap pengusaha muda di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Musyarawah Daerah (Musda) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB ke XIII memilih Syawaluddin secara aklamasi sebagai Ketua BPD HIPMI NTB periode 2018 – 2021.

Syawaluddin yang akrab disapa Aweng tersebut menggantikan Sultan Kertapati. Terpilihnya Aweng sebagai ketua BPD HIPMI NTB berlangsung secara dramatis, Kamis (01/03).

Pada awalnya, ada dua kandidat bertarung memperebutkan 15 suara. Yakni, Syawaluddin dan Lalu Azril Sopandi.

Dalam pemilihan tahap pertama, Aweng dan Azril memperoleh raihan suara draw 7, dan 1 suara batal, dari 15 suara diperebutkan.

Namun kemudian kedua kandidat tersebut berunding. Yang akhirnya, Lalu Azril Sopandi memilih mengundurkan diri dan mendukung sepenuhnya Syawaluddin untuk memimpin HIPMI NTB.

“Mengabdi untuk HIPMI NTB tidak harus menjadi ketua.” kata Lalu Azril disambut aplaus peserta Musda HIPMI NTB.

Ketua BPD HIPMI NTB, Syawaluddin mengatakan, sebagai organisasi tempat berhimpun pengusaha Muda, dirinya memastikan akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk bagaimana terus mendorong dan menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan pemuda.

“Tentu dengan pemerintah kita sinergi untuk mendorong terciptanya pengusaha Muda,” kata politisi Muda Partai Gerindra tersebut.

Aweng – akrab disapa melihat, saat ini ada semangat luar biasa dari kalangan anak muda untuk berwirausaha atau menjadi pengusaha cukup meningkat.

Oleh karena itu, sebagai Ketua HIPMI NTB terpilih siap membimbing dan mengarahkan kepada para pengusaha pemula notabenenya anak-anak Muda, untuk terus mengembangkan dam memajukan usaha tersebut.

Baginya, tidak saat lagi anak-anak harus melulu berpikiran menjadi PNS atau pegawai. Namun menurutnya, saat ini anak – anak Muda harus merubah mainset seperti itu.

Menurutnya, menjadi berwirausaha atau menjadi pengusaha adalah solusi terhadap lapangan pekerjaan ada. Baginya, prinsipnya utama menjadi pengusaha harus ada keberanian, dan mampu menangkap potensi peluang usaha ada di sekitarnya.

Ini adalah momentum kebangkitan kembali HIPMI yang selama ini terkesan mati.

”Sy katakan bahwa HIPMI harus bisa dirasakan dan dinikmati keberadaannya oleh setiap pengusaha muda yang ada di NTB ini. Saya siap mendedikasikan waktu dan pikiran saya untuk kebesaraan hipmi ke depan, sesuai dengan moto saya  yaitu Ihklas mengabdi dan Istiqomah berjuang untuk kebesaran HIPMI ,” ujar Aweng .

 

Sawaludin/ aweng al sasaki




Inflasi NTB Bulan Februari, Di Atas Inflasi Nasional

Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,44 persen dan Kota Bima BPS,InflasiNTBsebesar 0,37 persen.

MATARAM.lombokjournal.com – Bulan Februari 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,43 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 130,49 pada bulan Januari 2018 menjadi 131,05 pada bulan Februari 2018.

“Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,17 persen ” ungkap Endag Triwahyuningsih, Kepala BPS NTB, .Kamis (01/03) .

Menurut Endang,Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,44 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,37 persen.

Inflasi Nusa Tenggara Barat bulan Februari 2018 sebesar 0,43 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Bahan Makanan sebesar 1,12 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,45 persen.

Kelompok Sandang sebesar 0,37 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,2 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,16 persen dan Kelompok Kesehatan sebesar 0,12 persen. Sedangkan penurunan indeks terjadi pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,3 persen.

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Februari 2018 sebesar 0,90 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender Februari 2017 sebesar 1,73 persen.

Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Februari 2018 sebesar 2,85 persen lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Februari 2017 sebesar 3,22 persen.

AYA

BACA JUGA : Tingkat Penghunian Hotel Di NTB Turun Di Bulan Januari




Ini Alasan Investor Korsel Ngebet Menjalankan Investasinya di KLU

Lombok Utara sangat cocok untuk kegiatan investasi, selain ketersediaan lahan yang memadai, aspek budaya dan keamanan juga sangat mendukung

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com —Sejumlah perusahaan asal Korea Selatan benar-benar memenuhi janji kunjungannya ke Lombok Utara.

Rombongan investor yang sejak lama menyampaikan ketertarikannya untuk berbisnis di daerah ini disambut dan diterima langsung Bupati Najmul Akhyar  dan Wakil Bupati KLU Syarifuddin, di ruang kerjanya. Senin (25/2).

Pimpinan Rombongan investor melalui Juru Bicara sekaligus penerjemah, Abdurahman Wahid, menyampaikan agenda lawatannya ke Lombok Utara, bersama para investor tidak lain untuk membahas kelanjutan rencana investasi yang sudah disepakati melalui penandatanganan MoU antara Pemda KLU dengan investor beberapa waktu lalu.

“Lombok Utara sangat cocok untuk kegiatan investasi, selain ketersediaan lahan yang memadai, aspek budaya dan keamanan juga sangat mendukung. Kami ingin mempercepat investasi ini,” katanya dalam acara ekspose rencana investasi di aula Bupati.

Saat ini, kata Wahid, pihak perusahaan akan membicarakan tahapan-tahapan kerjasamanya terlebih dahulu dengan pemerintah daerah Lombok Utara. Sementara untuk teknisnya akan dibicarakan lebih lanjut.

Bupati KLU. H. Najmul Akhyar, berharap dekedatangan para investor tidak hanya segedar kegiatan ekspose saja, namun harus diwujudnya di lapangan.

“Saat ini kita tidak bisa merumuskan secara teknis terkait kerjasama ini, hanya tahapannya saja. Meski begitu, nanti kita minta kepada SKPD terkait untuk membicarakan kembali dengan para investor seperti apa teknisnya,” bebernya.

Rencana kerjasama investasi ini meliputi bidang PJU Solar Soill, listrik LED, kosmetik, Alat berat, dan besi baja.

 DNU

 

 




Pasar Kawasan Pedesaan Pemenang Diresmikan

Kepala Daerah yang memiliki mimpi untuk dapat melindungi sosial masyarakatnya adalah Kepala Daerah yang memperkuat pembangunan di desa

 LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementrian Desa dan PDT, Prof, Ahmad Erani Yustika, didampingi Bupati Lombok Utara, H Najmul Akhyar meresmikan Pasar Kawasan Pedesaan di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Selasa (20/2).

Dalam sambutannya, Ahmad memberikan apresiasinya kepada Bupati Lombok Utara, yang dinilainya memiliki misi kokoh untuk melindungi keberlangsungan UMKM.

“Kepala Daerah yang memiliki mimpi untuk dapat melindungi sosial masyarakatnya adalah Kepala Daerah yang memperkuat pembangunan di desa. Secara pribadi, beliau (Bupati,red) adalah sosok kepala daerah yang saya cari dalam 3 tahun terakhir ini,” Ahmad memuji.

Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya atas bantuan yang diberikan Kemendes PDT,  dengan harapan sebagai bantuan awal untuk Lombok Utara, dan dapat dilanjutkan pada masa mendatang.

“Kemajuan sebuah Kabupaten bisa dilihat dari kemajuan desa-desanya. Sesuai seperti yang tertuang dalam program nawacita Presiden yakni membangun Indonesia dari pinggiran,” paparnya.

Beberapa program yang mendukung pengembangan desa, kata Najmul, di antaranya merekrut tenaga pendamping 33 desa yang diharapkan dapat memacu terciptanya 10 ribu wirausaha baru.

“Daerah telah menganggarkan sebesar Rp 30 milyar untuk WUB,” sambungnya.

Di akhir acara, Dirjen didampingi Bupati Lombok Utara. dan sejumlah SKPD yang hadir meninjau langsung lokasi pembangunan pasar.

DNU

 

 




BumdesMart KLU Belum Direspon Pusat

Kementerian akan memprioritaskan daerah yang memiliki komitmen dan rencana pembangunan yang jelas

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Proposal bantuan dana untuk pengembangan Bumdesmart yang diajukan Pemerinntah Kabupatemm (Pemkab) Lombok Utara, hingga kini belum mendapat respon Kementerian Desa dan PDT.

“Pemda sudah ajukan proposal ke pusat tahun lalu, tapi hingga kini belum ada respon. Kita belum tau alasan dan kendalanya,” kata Kepala BP2KBPMDes Lombok Utara, H. Kholidi Kholil, saat memberikan sambutan dalam acara peresmian pasar kawasan perdesaan, Selasa (20/02).

Sejauh ini, lanjut Kholidi, KLU hanya menerima bantuan Kementerian Deaa dan PDT berupa pembangunan pasar kawasan pedesaan dan pengembangan ekowisata Krujuk di Kecamatan Pemenang, pada tahun 2017 lalu.

“Tahun lalu Pemda sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fisik 6 unit BumdesMart sebesar Rp. 1,5 miliar. Itu tersebar di 6 desa,” jelasnya.

Kholidi juga berharap adanya dukungan kementerian. Sekaligus mendukung program Nawacita presiden yang memprioritaskan pembangunan dari desa.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan Kementrian Desa dan PDT, Prof. Ahmad Erani Yustika, mengatakan pada prinsipnya Kementerian akan memprioritaskan daerah yang memiliki komitmen dan rencana pembangunan yang jelas.

“Prioritas akan kita berikan kepada pemerintah daerah yang punya komitmen dan bersungguh-sungguh. Kami tidak akan ragu-ragu,” cetusnya.

 DNU

 

 




Heri Susanto Terpilih Aklamasi Jadi Ketua REI NTB

Heri Susanto semula tidak termasuk dari lima calon yang ikut mendaftar dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB

MATARAM.lombokjournal.com —  Musyawarah daerah (Musda) Dewan Perwakilan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Rabu (14/2),  secara aklamasi memilih H Heri Susanto menjadi Ketua Baru REI NTB tiga tahun mendatang.

Heri Susanto, yang juga ketua Panitia, tidak menyangka dirinya akan dipilih oleh anggota DPD REI NTB bahkan secara aklamasi.  100 persen anggota pemilik suara sebanyak 43 orang, dari jumlah perusahaan developer sebanyak 63 perusahaan, memilih Heri.

Heri Susanto selaku Ketua dan Indra Setiyadi sebagai Sekretaris, Rabu malam (14/02) langsung dilantik oleh Sekretaris Jenderal DPP REI Pusat, Totok Lucida.

Pemilihan suara dimulai pada pukul 16.00 Wita. Sebelumnya, Heri Susanto tidak termasuk dari lima calon yang ikut mendaftar dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB tersebut.

Pasalnya, posisi Heri Susanto sebagai Ketua Panitia Musda ke VIII tahun 2018, tidak memungkinkan untuk mencalonkan diri.

Hanya saja, mekanisme pemilihan pengurus DPD REI NTB yang cukup dinamis, anggota REI NTB di detik-detik akhir proses pemilihan menunjuk dan menyepakati H Heri Susnato bersama Indra Setiyadi.

Keduanya menjadi penerus kepemimpinan REI NTB sebelumnya, H Miftahuddin Mahruf dan H Lalu Anas Amrullah.

Sekretaris Jenderal DPP REI Pusat, Totok Lucida memberikan selamat atas terpilihnya H Heri Susanto dan Indra Setiyadi sebagai Ketua dan Sekretaris REI NTB yang baru untuk periode 2017-2020.

“Selamat kepada pak Heri dan Indra untuk menjalankan roda organisasi REI NTB tiga tahun kedepan,” kata Totok.

Totok mengingatkan, pengurus REI NTB yang baru untuk merangkul semua anggota baik yang lama dan juga anggota baru untuk bersama-sama membesarkan organisasi developer tersebut.

Selain itu, sesama anggota REI NTB untuk tidak saling bersaing dalam membangun perumahan baik itu komersil maupun program rumah berusbsidi bagi maysarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Anggota REI jangan saling bersaing, tapi saling merangkul dan membantu persoalan yang dihadapi sesama anggota,” ucapnya.

Lebih lanjut Totok juga meminta kepada anggota REI yang baru untuk lebih aktip menjalin komunikasi bersama pengurus dan sesama anggota REI lainya. Sehingga, tidak ada lagi kesan ataupun anggapan dari anggota baru bahwa REI hanya untuk pengurus saja.

‘Anggota baru jangan pesimis dan khawatir. Organisasi REI ini untuk kemanfaatan bersama anggota, bukan untuk pengurus,” tukasnya.

Ketua DPD REI NTB terpilih periode 2017-2020, H Heri Susanto mengucapkan terimakasih atas kepercayaan diberikan oleh seluruh anggota REI NTB yang menunjuknya menjadi Ketua Baru. Ia dipercaya melanjutkan estafet kepemimpinan pengurus lama yakni H Mahruf dan Lalu Anas Amrullah.

“Terimakasih atas kepercayaan anggota REI NTB dan dalam kepengurusan yang baru ini kami bersinergi antara yang muda dan senior,” ujarnya.

Heri juga berjanji untuk merangkul dan mengakomodir semua anggota REI NTB dalam memajukan organisasi kedepanya menjadi lebih baik.

Selain itu merangkul seluruh angota, juga akan memfasilitasi segala persoalan anggota baik menyangkut perijinan, perbankkan, perpajakan dan masalah regulasi yang tidak berkeadilan dari pemerintah.

“Kepengurusan yang baru ini bersinergi antara yang muda dan senior,” imbuhnya.

Me




Pemilihan Ketua Baru REI NTB Diikuti Tiga Calon

 Izzat Husen dan Gde Surya Primanadi yang mengharapkan hadirnya regenerasi mengundurkan diri

MATARAM.lombokjournal.com —  Musyawarah Daerah Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Nusa Tenggara Barat hari ini, Rabu (14/2) digelar.

Jika sebelumnya sebanyak 5 orang mendaftar sebagai calon ketua baru DPD REI NTB dalam bursa pemilihan¸ternyata H-1 jelang pelaksanaan Musda ke VIII DPD REI NTB, hanya tersisa 3 orang kandidat.

Sementara itu, dua orang calon ketua baru REI NTB telah mengundurkan diri dari bursa pemilihan DPD REI NTB tersebut.

“Ya, benar dua orang kandidat calon ketua mengundurkan diri dan sekarang tinggal tiga orang. Tapi masih dinamis, bisa jadi sebelum rapat umum di Musda akan bertambah calon yang ikut bersaing,” kata Ketua Panitia Musda DPD REI NTB ke VIII, H Heri Susanto, Selasa (13/2).

Sebelumnya, sebanyak lima orang kandidat telah mendaptar untuk ikut berkompetisi di ajang pemilihan ketua baru DPD REI NT pada pelaksanaan Musda ke VIII yang dilaksanakan, Rabu (14/2) di salah satu hotel berbintang di Kota Mataram.

Sebanyak lima orang kandidat itu diantaranya, Presiden Direktur PT Dasar Sakinah Group, H Ahmad Rusni, Direktur Utama PT Royal Property, H Izzat Husein, Direktur PT Varindo, Gde Surya Primanadi, Direktur PT Anugrah Alam, Husein Sewet, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi.

Dari lima kandidat yang menjadi calon ketua dalam Musda DPD REI NTB ke VIII tersebut, hanya tinggal tiga nama yang berlanjut untuk tetap ikut dalam pemilihan ketua bru tersebut.

Ketiga nama yang tetap ikut dalam bursa pemilihan ketua baru DPD REI NTB tersebut diantaranya, Presdir PT Dasar Group, H Ahmad Rusni, Direktur PT Anugrah Alam, Husein Sewet, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi.

Sementara itu, dua kandidat lainnya, yakni Direktur Utama PT Royal Property, H Izzat Husein, Direktur PT Varindo, Gde Surya Primanadi menyatakan mengundurkan diri dari bursa calon ketua baru DPD REI NTB. Izzat Husein kabarnya menginginkan regenerasi dalam kepengurusan REI NTB.

Menurut Heri Susanto, kemungkinan jumlah calon ketua pada pelaksanaan Musda akan bisa bertambah atau bahkan tetap 3 calon. Pasalnya, pelaksanaan Musda DPD REI NTB ke VIII lebih dinamis.

Hanya saja calon yang ikut dalam kontestan pemilihan ketua baru organisasi perusahaan pengembang perumahan ini harus tetap mengikuti ketentuan serta syarat-syarat yang sudah ditentukan.

“Kemungkinan calon ketua baru yang ikut dalam Musda akan bertambah di hari H. Karena pendapftaran calon ketua baru ini masih dinamis,” jelasnya.

Dijelaskan Heri, mekanisme dalam pemilihan ketua REI NTB yang baru nanti adalah cukup sederhana. Dimana mekanisme tergantung dari rapat umum terlebih dahulu, kemudian disepakati apakah menggunakan sistem aklamasi, musyawarah mufakat atau voting.

Dengan demikian, mekanisme pemilihan nanti sangat bergantung dari hasil kesepakatan rapat umum tangal 14 Februari.

“Jika terpaksa memilih dengan mekanisme voting, maka akan dicari minimal peraih suara 50+1,” ucap Heri.

Sementara itu, salah satu calon ketua baru DPD REI NTB, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi berjanji akan membawa organisasi yang begerak dalam perusahaan pengembang perumahan ini berjanji memberika pengabdian terbaiknya jika dipercaya oleh anggota REI NTB menjadi ketua baru.

“Memberi pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara di bidang pengadaan perumahaan dan mensukseskan program sejuta rumah,” ucap Indra.

Selain itu, Indra juga memastikan untuk mengajak semua anggota REI NTB untuk membantu masyarakat yang memiliki  rumah tidak layak huni untuk berkenan untuk membantu agar rumah masyarakat tersebut bisa dilayakan untuk tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Hakikat hidup ini adalah mengabdi dan berbuat baik kepada sesame. Maka landasilah sendi-sendi hidup kita ini untuk berbuat baik sesuai dengan bidang masing-masing,” ungkapnya.

Me




Empat Developer Berpengalaman, Siap Bersaing Pimpin REI NTB

Persiapan Musda Sudah 90 Persen, panitia memastikan Musda DPR REI NTB tahun 2018 pada tanggal 14 Februari mendatang  sudah 100 persen.

MATARAN.lombokjournal.com —  Ketua Panitia Pelaksana Musyarah Daerah (Musda) DPD Real Estate Indonesia (REI) ke VIII, Heri Susanto memastikan persiapan perhelatan pemilihan ketua dari asosiasi pengusaha roperti perumahan ini sudah lebih 90 persen.

Artinya, secara umum panitia sudah memastikan Musda DPR REI NTB tahun 2018 yang jatuh pada tanggal 14 Februari mendatang  sudah 100 persen.

“Hingga hari ini, persiapan sudah 90 persen,” kata Heri Susanto, Minggu kemarin (11/2).

Heri menyebut dalam Musda ke VIII DPD REI NTB untuk pemilihan ketua baru, sudah ada 4 calon yang mendaftar dan memastikan diri ikut memperebutkan 43 suara dari total 63 jumlah perusahaan (developer) yang menjadi anggota DPD REI NTB.

Sebanyak 4 orang tersebut, dipastikan sudah memenuhi syarat untuk ikut dalam kontestan pemilihan ketua baru asosiasi perumahan tersebut.

“Jumlah calon ketua baru yang sudah mendaftar sebanyak 5 orang. Tapi satu orang mengundurkan diri,” terang Heri Susanto.

Sebanyak 5 orang yang ikut berkompetisi memperebutkan 43 suara anggota REI NTB diantaranya, Direktur Utama PT Royal Property, H Izzat Husein, Presiden Direktur PT Dasar Group, H Ahmad Rusni, Direktur PT Varindo, Gde Surya Primanadi, Direktur PT Anugrah Alam, Husein Sewet, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi. Hanya saja lima calon yang sudah terdaptar tersebut,

Direktur PT Varindo Lombok Inti, Gde Surya Primanadi memastikan mengundurkan diri dalam bursa pencalonan Ketua DPD REI NTB dalam Musda 14 Februari mendatang.

Menurut Heri, sebanyak 4 calon yang sudah mendaftar tersebut, sudah memenuhi syarat. Dalam ketentuan atau syarat untuk bisa dicalonkan atau mencalonkan diri sebagai ketua baru REI NTB adalah  menjadi anggota dan pengurus REI minimal dalam 1 periode kepengurusan,  berpengalaman di developer minimal 1.000 unit rumah terbangun, minimal di dukung 5 perusahaan anggota REI dan siap berkomitmen membesarkan organisasi.

Dijelaskan Heri, mekanisme dalam pemilihan ketua REI NTB cukup sederhana. Mekanisme tergantung dari rapat umum terlebih dahulu, kemudian disepakati apakah menggunakan sistem aklamasi, musyawarah mufakat atau voting.

Dengan demikian, mekanisme pemilihan nanti sangat bergantung dari hasil kesepakatan rapat umum tangal 14 Februari.

“Jika terpaksa memilih dengan mekanisme voting, maka akan dicari minimal peraih suara 50+1,” ucap Heri.

Heri juga mengakui jika sejumlah anggota DPR REI masih menginginkan H Miftahuddin Mahruf dan H Lalu Anas Amrullah kembali dipilih menjadi calon ketua baru.

Hanya saja, kedua tokoh dan pengurus REI dua periode itu terbentur oleh aturan, secara administrasi keduanya sudah tidak boleh lagi mencalonkan diri ataupun dicalonkan.

Sementara itu, salah satu calon ketua baru DPD REI NTB, Direktur Utama PT. Permata Biru Property dan PT. Citra Mulia Property, Indra Setiyadi, berjanji akan membawa organisasi yang begerak dalam perusahaan pengembang perumahan ini  memberikan pengabdian terbaiknya jika dipercaya oleh anggota REI NTB menjadi ketua baru.

“Memberi pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara di bidang pengadaan perumahaan dan mensukseskan program sejuta rumah,” ucap Indra.

Selain itu, Indra juga memastikan untuk mengajak semua anggota REI NTB membantu masyarakat yang memiliki  rumah tidak layak huni. Agar rumah masyarakat merupakan tempat tinggal yang aman dan nyaman.

“Hakikat hidup ini adalah mengabdi dan berbuat baik kepada sesama. Maka landasilah sendi-sendi hidup kita ini untuk berbuat baik sesuai dengan bidang masing-masing,” ungkapnya.

Sementara itu, calon lainnya, Presdir PT Dasar Group, H Ahmad Rusni mengaku siap memimpin REI NTB jika anggota memberi amanah.

Rusni juga berkomitmen menjalankan berbagai program REI untuk membangun dan menguntungkan semua pihak. Seperti dalam program membangun perumahan  REI tetap mengedepankan prinsip menguntungkan semua pihak, baik itu masyarakat, pemerintah dan tentunya juga perusahaan pengembang (developer).

“Saya siap 100 persen jika diberi amanah,” kata Rusni.

Me