JAPNAS Kembangkan Sinergi Bisnis Di NTB

JAPNAS sudah menandatangani MoU dengan Bulog tentang pendistribusian dan Pemasaran Bahan Pangan yang dikelola oleh Bulog

MATARAM.lombokjournal.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi provinsi ke 10 masuknya Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS), yang dinahkodai I Made Agus Ariana. Acara pelantikan PW JAPNAS NTB dilaksanakan pada Rabu (14/03).

“Secara perlahan tapi pasti JAPNAS tumbuh di berbagai provinsi di Indonesia. Tentu hal ini sangat menggembirakan bagi kami, sekaligus tantangan untuk memberikan asas kemanfaatan riil bagi para anggotanya,” ungkap Ketua Umum PP JAPNAS, Bayu Priawan Djokosoetono.

Dalam acara pelantikan tersebut, Bayu menekankan, kehadiran JAPNAS harus bisa dirasakan bukan hanya para pengusaha saja,namun juga rakyat Indonesia.

“Sekarang ini JAPNAS sudah menandatangani MoU dengan Bulog tentang pendistribusian dan Pemasaran Bahan Pangan yang dikelola oleh Bulog. Dengan adanya MoU ini maka JAPNAS dapat berperan dalam stabilisasi distribusi dan harga pangan nasional,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut dari MoU dengan Bulog, Pengurus Pusat JAPNAS telah memberikan mandat bagi seluruh Ketua Umum Pengurus Wilayah Provinsi untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Wilayah masing-masing.

“MoU ini harus cepat ditindaklanjuti. Jaringan kami sampai ke wilayah-wilayah. Dan ini merupakan tanggung jawab dari kami, untuk merealisasikan apa yang menjadi point-point kesepakatan,” papar Bayu.

Senada dengan Bayu, Ketua Tim Caretaker Nasional PP JAPNAS, Reza Irsyad Aminy mengungkapkan, adanya MoU ini selain menjanjikan peluang bagi para anggota JAPNAS, juga kesempatan untuk berbakti untuk NKRI.

“Pelibatan JAPNAS dalam distribusi dan pemasaran bahan pangan yang dikelola Bulog, mengindikasikan bahwa JAPNAS saat ini semakin dilirik dan semakin menarik. Kami tentu akan menjaga amanah ini dengan baik,” ungkap Reza.

Bahkan ke depannya JAPNAS akan membangun komunikasi dengan institusi-institusi lain.

“JAPNAS akan terus berkembang. Kami akan membuka kerjasama dengan berbagai Badan Usaha, investor baik yang di dalam maupun Luar negeri. Seiring dengan hal tersebut, kami juga akan menghimpun kekuatan dan menkonsolidasikan organisasi kami agar dapat memanfaatkan setiap opportunity yang datang ke kami,” lanjut Reza.

Ketua Umum Pengurus Wilayah JAPNAS NTB, I Made Agus Ariana juga menyatakan bahwa hadirnya JAPNAS di NTB akan memicu sinergitas bisnis di NTB.

“Kami memiliki sapi, kami memiliki pariwisata, kami memiliki pertanian yang bagus, dengan adanya JAPNAS di NTB, maka akan menambah peluang masuknya investasi ke NTB,” ungkapnya.

Dalam acara pelantikan yang dilaksanakan di hotel Lombok Raya tersebut, Agus berjanji akan menjalankan dengan baik amanah yang sudah diemban. Sekaligus melakukan sosialisasi pariwisata secara lebih masif lagi.

“Pariwisata di NTB sekarang sudah menjadi alternatif dari Bali. Namun tentu saja publikasi dan promosinya harus terus didorong,” pungkas Agus.

AYA (*)




JAPNAS Kembangkan Sinergi Bisnis Di NTB

JAPNAS sudah menandatangani MoU dengan Bulog tentang pendistribusian dan Pemasaran Bahan Pangan yang dikelola oleh Bulog

MATARAM.lombokjournal.com – Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi provinsi ke 10 masuknya Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS), yang dinahkodai I Made Agus Ariana. Acara pelantikan PW JAPNAS NTB dilaksanakan pada Rabu (14/03).

“Secara perlahan tapi pasti JAPNAS tumbuh di berbagai provinsi di Indonesia. Tentu hal ini sangat menggembirakan bagi kami, sekaligus tantangan untuk memberikan asas kemanfaatan riil bagi para anggotanya,” ungkap Ketua Umum PP JAPNAS, Bayu Priawan Djokosoetono.

Dalam acara pelantikan tersebut, Bayu menekankan, kehadiran JAPNAS harus bisa dirasakan bukan hanya para pengusaha saja,namun juga rakyat Indonesia.

“Sekarang ini JAPNAS sudah menandatangani MoU dengan Bulog tentang pendistribusian dan Pemasaran Bahan Pangan yang dikelola oleh Bulog. Dengan adanya MoU ini maka JAPNAS dapat berperan dalam stabilisasi distribusi dan harga pangan nasional,” lanjutnya.

Sebagai tindak lanjut dari MoU dengan Bulog, Pengurus Pusat JAPNAS telah memberikan mandat bagi seluruh Ketua Umum Pengurus Wilayah Provinsi untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait di Wilayah masing-masing.

“MoU ini harus cepat ditindaklanjuti. Jaringan kami sampai ke wilayah-wilayah. Dan ini merupakan tanggung jawab dari kami, untuk merealisasikan apa yang menjadi point-point kesepakatan,” papar Bayu.

Senada dengan Bayu, Ketua Tim Caretaker Nasional PP JAPNAS, Reza Irsyad Aminy mengungkapkan, adanya MoU ini selain menjanjikan peluang bagi para anggota JAPNAS, juga kesempatan untuk berbakti untuk NKRI.

“Pelibatan JAPNAS dalam distribusi dan pemasaran bahan pangan yang dikelola Bulog, mengindikasikan bahwa JAPNAS saat ini semakin dilirik dan semakin menarik. Kami tentu akan menjaga amanah ini dengan baik,” ungkap Reza.

Bahkan ke depannya JAPNAS akan membangun komunikasi dengan institusi-institusi lain.

“JAPNAS akan terus berkembang. Kami akan membuka kerjasama dengan berbagai Badan Usaha, investor baik yang di dalam maupun Luar negeri. Seiring dengan hal tersebut, kami juga akan menghimpun kekuatan dan menkonsolidasikan organisasi kami agar dapat memanfaatkan setiap opportunity yang datang ke kami,” lanjut Reza.

Ketua Umum Pengurus Wilayah JAPNAS NTB, I Made Agus Ariana juga menyatakan bahwa hadirnya JAPNAS di NTB akan memicu sinergitas bisnis di NTB.

“Kami memiliki sapi, kami memiliki pariwisata, kami memiliki pertanian yang bagus, dengan adanya JAPNAS di NTB, maka akan menambah peluang masuknya investasi ke NTB,” ungkapnya.

Dalam acara pelantikan yang dilaksanakan di hotel Lombok Raya tersebut, Agus berjanji akan menjalankan dengan baik amanah yang sudah diemban. Sekaligus melakukan sosialisasi pariwisata secara lebih masif lagi.

“Pariwisata di NTB sekarang sudah menjadi alternatif dari Bali. Namun tentu saja publikasi dan promosinya harus terus didorong,” pungkas Agus.

AYA (*)




TGB Memaparkan Pertumbuhan Ekonomi Dan Pariwisata Ke Media Grup dan TV One

Pertumbuhan ekonomi tanpa tambang di NTB terus mengalami pertumbuhan cukup signifikan

lombokjournal.com;

JAKARTA — Gubernur NTB TGH Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) bersilaturahmi beserta jajaran Pemprov NTB menyambangi Kantor Media Group di Jl Pilar Mas Raya Kav. A-D, Kedoya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (14/3).

TGB menyampaikan sejumlah pencapaian pembangunan NTB kepada redaksi Media Group. Antara lain pemaparan yang disampaikan terkait dengan sektor pertanian dan pariwisata yang menjadi andalan bagi NTB.

“Pertanian dari dulu menjadi fokus, dan kami tetapkan pariwisata karena potensinya luar biasa. Ketahanannya tinggi dan reboundnya paling cepat dibanding industri teknologi tinggi. Alam dan kultur kita mendukung sebagai core bisnis kita,” ujar TGB.

Kementerian Pertanian telah menetapkan NTB menjadi satu dari delapan provinsi penyangga ketahanan pangan danbtugas itu sudah ditunaikan denagn baik.

TGB menyampaikan, pertumbuhan ekonomi tanpa tambang di NTB terus mengalami pertumbuhan cukup signifikan, mulai 2014 tercatat pertumbuhan ekonomi NTB sebesar 6,15, 2015 dengan 5,62 persen, 2016 dengan 5,71 persen, dan 2017 dengan 7,1 persen.

TGB juga memaparkan perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika seluas 1.250 hektare atau empat kali lebih luas dari yang ada di Nusa Dua, Bali.

KEK Mandalika memiliki pantai pasir putih sepanjang 7,5 km menghadap ke samudera hindia. Saat ini sudah ada enam hotel yang sedang dibangun, ditambah Novotel yang sudah ada.

Sedangkan proses penataan pantai sudah hampir. TGB juga memaparkan segmen wisata halal yang menjadi primadona pariwisata di NTB.

“Kami berani membangun segmen baru tidak menghilangkan yang lama. Bahkan kami ingin NTB jadi pusat Islamic MICE,” ucap TGB.

TGB menyebutkan, jumlah kunjungan wisatawan NTB pada 2017 mencapai  3.508.903 wisatawan. Angka ini melonjak tujuh kali lipat dibanding catatan kunjungan wisatawan pada 2008 yang sebesar 544.501 wisatawan.

Direktur Utama Metro TV Suryopratomo mengaku sudah lama ingin mengundang TGB ke Media Group. Keluarga Besar Media Group ingin mendengar langsung pemaparan tentang cara TGB dalam mencapai keberhasilan membangun NTB dalam sepuluh tahun terakhir.

“Sudah lama kami ingin undang Tuan Guru untuk sharing, NTB paling cepat pertumbuhan dan jadi pilar untuk sektor pertumbuhan,” ucap Suryopratomo.

Suryopratomo meyakini apa yang dilakukan TGB dalam mengubah wajah NTB akan selalu diingat oleh masyarakat NTB.

“Intinya apa yang bisa kita lakukan untuk NTB kita lakukan, saya ikut senang atas kemajuan yang dicapai NTB dengan Tuan Guru dan kami berdoa untuk kemajuan yang lebih besar untuk Tuan Guru, saya kira pikiran yang besar itu bagus untuk Indonesia,” kata Suryopratomo.

Tak hanya Metro TV, TGB juga bersilaturahmi ke kantor TV ONE di Pulogadung, Jakarta Timur. Pemaparan tentang perkembangan NTB juga disampaikan kepada jajaran redaksi TV ONE.

Selepas berdiskusi dengan redaksi TV One, TGB diminta menjadi imam shalat zuhur berjamaah dan juga tausiah. Momen ini tidak dilewatkan para awak media di TV One untuk ikut berjamaah dan mendengar tausiah dari Ketua Ikatan Alumni Al Azhar Cabang Indonesia tersebut.

Dalam tausiahnya, TGB menjabarkan tentang kandungan Surat Yusuf yang dinilai sangat komplit, baik yang mengutarakan kasih sayang ataupun adanya kebencian yang diarahkan kepada Nabi Yusuf.

Namun demikian, kata TGB, jamaah perlu mencontoh bagaimana sikap Nabi Yusuf dalam menghadapi berbagai ujian tersebut. Alih-alih mendendam, Nabi Yusuf justru bermurah hati dengan memberikan maaf kepada orang-orang yang pernah membencinya.

“Ini satu adab bagaimana kisah nabi itu ada pelajaran berharga dalam kehidupan, yang kita temui bisa menyenangkan atau menyulitkan. Kita mau mengenang yang buruk atau yang baik. Nabi Yusuf mengajak kita menyetel gelombang yang positif,” ucap TGB.

Kata TGB, Nabi Yusuf memilih menutup hal-hal negatif yang dilakukan kepadanya dan mengajak untuk mengingat nikmat Allah berupa persaudaraan.

“Saya yakin intensitas teman-teman media ini menjumpai luar biasa, banyak hal yang Anda bisa melihat, merasakan, dan mengikuti. Saya ajak kita melampaui ini semua dalam arti tetap dalam prinsip kita, bahwa di tengah hiruk pikuk kebangsaan ada nikmat yang menyatukan kita,” kata TGB menambahkan.

Me




Pemda KLU dan KOMPAK Seleksi Produk UMKM Untuk BumDes Mart

Banyak tumbuh UMKM, baik swadaya maupun  bantuan pemerintah, tapi produknya belum memenuhi standar. Itu yang akan diseleksi dan diakomodir di BUMDes Mart

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Untuk menjaring produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lombok Utara, yang nantinya akan masuk dalam item produk BUMDes Mart, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) KLU bekerjasama dengan LSM KOMPAK KLU akan menggelar Gebyar Produk UMKM.

Kegiaatan tersebut dilanjutkan dengan Peresmian BUMDes Mart 2018, dan seleksi semua jenis produk olahan UMKM.

Hal itu diungkapkan Asisten II Setda Lombok Utara, Ir. Hermanto, didampingi Kabag Humas KLU dan  KOMPAK KLU serta PT. Usaha Desa Sejahtera Yogyakarta, dalam Jumpa Pers, di ruang pers Humas Pro KLU, Selasa (13/03).

“Banyak tumbuh UMKM, baik swadaya ataupun bantuan pemerintah, tapi produknya belum sepenuhnya memenuhi standar. Itu yang akan kita seleksi agar bisa diakomodir di BUMDes Mart,” paparnya.

Dalam Gebyar Produk UMKM yang akan dilangsungkan di Gedung Serbaguna Rabu (14/3) itu, lanjut Hermanto, juga akan dihadiri para buyer dari Mataram, dengan harapan produk-produk UMKM yang dipamerkan bisa menarik minat para buyer.

“Sudah ada 100 UMKM, 75 diantaranya olahan makanan, sisanya non makanan. Mereka butuh akses pasar, itu yang harus disiapkan,” sambungnya.

Koordinator, KOMPAK KLU, Mawar Junita, menjelaskan, Kamis nanti produk UMKM yang lolos seleksi itu akan diumumkan. Untuk selanjutnya menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah untuk pembinaan.

“Produk UMKM yang memenuhi standar layak masuk ke BUMDes Mart. Bahkan diharapkan bisa menyasar pasar luar,” cetusnya.

Business Development Manager PT. Usaha Desa Sejahtera., Aziz Seryawijaya, yang juga hadir dalam jumpa pers itu mengatakan, untuk tahap pertama porsentasi produk yang akan diakomodir di BUMDes Mart sebesar 10 persen dari seluruh produk UMKM di Lombok Utara.

“Bagaimana beras Tanjung yang terkenal itu bisa dikemas di KLU, tidak hanya dikemas di Mataram,” katanya.

Aziz juga menjelaskan, ada empat kriteria produk yang akan dinilai. Pertama kriteria A, yaitu produk yang secara otomatis bisa langsung masuk ke ABUMDes Mart dan berpeluang masuk pasar yang lebih luas, tipe B, produk yang hanya bisa dipasarkan di BUMDes Mart sementar dan masih membutuhkan pembinaan saja, sementar tipe C, produk yang sedikit lagi bisa masuk ke BUMDes Mart, misalnya tidak ada kode produksi dan masa kadaluarsa.

“Dan tipe D, produk yang masih jauh dari kata layak untuk dipasarkan. Ini membutuhkan pembinaan dari pemerintah daerah,” terangnya.

Acara Gebyar Produk UMKM ini dirangkaikan dengan kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) bagi pelaku UMKM. Pameran dan Loka karya.

DNU




Naiknya Harga Cabai Bukan Ulah Mafia

Sejak Februari lalu cabai memang menunjukkan tren peningkatan harga hingga berlangsung hingga hari ini.

MATARAM.lombokjournal.com —  Kenaikan harga  cabai yang meresahkan khususnya pengusaha restoran dan tempat makan, dinilai akan mempengaruhi perkembangan usaha kuliner.

Apalagi kuliner Lombok yang dikebal menggunakan banyak cabai. Seperti ayam bakar Taliwang, pelecing kangkung, dan beberapa kuliner pedas lainnya.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, H Ruslan menyatakan, kenaikan harga cabai dipengaruhi faktor kelangkaan. Kelangkaan tersebut diduga akibat cuaca buruk, yang membuat panen lebih sedikit dibandingkan kebutuhan masyarakat.

H Ruslan mengatakan, naiknya harga cabai itu bukanlah ulah mafia bahan pokok, seperti yang pernah dibacanya di beberapa media.

“Ini murni faktor cuaca,” tegas Ruslan.

Dikatakannya, sejak Februari lalu cabai memang menunjukkan tren peningkatan hingga hari ini. Minggu pertama Februari lalu, harga cabai sebesar Rp 43 ribu per kilogramnya. Pada minggu kedua mengalami kenaikan menjadi Rp 60 ribu per kilogramnya.

Harga cabai kembali naik pada minggu ketiga sebesar Rp 70 ribu per kilogramnya. Minggu keempat naik menjadi Rp 71 ribu per kilogramnya.

“Lalu bulan Maret minggu pertama menjadi Rp 73 ribu per kilogramnya dan kembali naik pada minggu kedua sebesar Rp 76 ribu, hingga Rp 80 ribu per kilogramnya,” jelasnya.

Menurutnya, satgas pangan sudah bekerja maksimal untuk menangani kenaikan harga cabai tersebut. Mereka rutin melakukan pemantauan harga di pasar setiap harinya.

Sementara kehadiran Toko Tani Indonesia Center (TTIC) bisa membantu mengatasi permasalahan itu. Hanya saja, itu masih belum maksimal. Ia menilai cabai yang ada di TTIC tidak begitu banyak. Sementara kebutuhan untuk didistribusikan ke masyarakatsangat besar.

“Masih tidak sebanding hasil panen dengan permintaan cabai di pasar. Itu persoalannya,” sambungnya.

Pemerintah NTB melakukan berbagai upaya agar harga cabai tidak kembali naik. Termasuk bagaimana mendistribusikan cabai dari luar Lombok.

Cabai dari pulau Jawa didatangkan agar harga cabai bisa menjadi stabil. Hal tersebut terus diupayakan dengan intens. Hal ini mengingat pengaruhnya yang cukup besar bagi masyarakat Lombok. Khususnya pengusaha kuliner seperti restoran dan kafe.

“Kita juga termasuk daerah pariwisata. Mahalnya harga cabai membuat usaha para restoran, kafe, dan warung stagnan,” terangnya

Kelangkaan dan mahalnya cabai juga diduga akibat pengiriman ke luar NTB oleh sejumlah distributor. Namun hal ini ditampik Ruslan.

Pengiriman tersebut terjadi pada saat hasil panen melimpah. Distributor lebih memilih mengirimkan keluar NTB dibandingkan cabai tersebut rusak. Berbeda dengan saat ini, hasil panen cabai lebih sedikit sehingga mengakibatkan harga cabai naik.

Dan diulangi penegasannya, kenaikan itu bukan karena ulah mafia.

AYA




Lapak Di KEK Mandalika, Ditata Mirip Pasar Seni Di Wisata Borobudur

Yang menempati lapak di pasar tersebut bukan hanya UMKM prioritas kawasan setempat. Namun juga UMKM yang benar-benar menghasilkan produk unggulan

MATARAM.lombokjourna.com —  Persiapan lapak untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus dilakukan.

Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) NTB mengungkapkan akan ada sentra pasar seni mirip seperti di wisata Borobudur Jawa Tengah. Hal ini disampaikan oleh Pelaksana Harian Dinas Koperasi UMKM NTB, H. Mohmad imran di Mataram

Ia menyatakan, pasar seni tersebut nantinya akan menjual produk unggulan. Bukan hanya dari UMKM Lombok Tengah saja, namun juga dari luar daerah tersebut.

“Nanti ada juga produk Luar daerah, tidak hanya produk lokal saja ” tegasnya

UMKM yang menempati lapak di pasar tersebut, bukan hanya sekedar UMKM prioritas kawasan setempat. Namun juga UMKM yang benar-benar menghasilkan produk unggulan.

“Kami tidak turun langsung namun akan berkoordinasi dengan Pemkab Lombok Tengah untuk menentukan mana yang layak,” jelasnya.

Rencananya pasar tersebut akan menjadi unggulan di KEK Mandalika. Semua paket wisata yang masuk ke KEK Mandalika harus melewati pasar tersebut. Entah itu mau berbelanja maupun tidak.

Hal ini serupa dengan pasar oleh-oleh di Candi Borobudur. Semua wisatawan yang ingin keluar candi tersebut digiring melalui satu pintu melewati pasar tersebut.

Sementara untuk skema dan desain pasar seni tersebut, Imran mengatakan Diskop UKM NTB tidak bisa memutuskannya sendiri. Hal tersebut harus melibatkan Bappeda NTB, Pemkab Lombok Tengah dan pihak pengelola KEK Mandalika.

“Harus melibatkan semua pihak,” terang Imran.

Ia berharap tidak ada yang sia-sia sebab meski tidak berbelanja, namun wisatawan melihat langsung produk unggulan NTB.

Ia melanjutkan, hingga saat ini lapak UMKM di KEK Mandalika masih belum dibangun. Namun ia mengatakan, pihaknya akan menyiapkan pendampingan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk UMKM nantinya.

Hal tersebut dilakukan untuk membantu UMKM  yang membutuhkan modal. Namun targetnya masih tergantung pihak perbankan.

Dalam pendampingan tersebut, UMKM akan dilatih beberapa hal. Mulai dari membuat laporan keuangan hingga cara menjalankan usaha dengan baik.

Hal ini tentu menjadi tugas bersama, baik Diskop NTB, Bappeda NTB, pihak KEK Mandalika hingga perbankan. Saat ini kondisi UMKM di kawasan tersebut belum tertata rapi. Masih banyak pelaku usaha yang berseliweran.

“Harapan ke depan, bagaimana pengelola KEK Mandalika dan Pemkab menempatkan UMKM nantinya,” kata Imran.

Penataan tersebut dilakukan agar tamu merasa nyaman dan tidak merasa tertipu. Bahkan, pihaknya juga memikirkan permasalahan bahasa bagi UMKM. Kemungkinan akan ada kursus kilat Bahasa Inggris bagi mereka.

Ia menambahkan, saat Rakortek beberapa waktu lalu, pihaknya mengajukan beberapa usulan. Di antaranya pengusulan lapak dan trading house. Trading house tersebut akan menjadi tempat UMKM melakukan penjualan online.

“Namun ini masih usulan,” kata Imran..

AYA




Soal Dana WUB, Masyarakat Jangan Salah Persepsi

Di APBD, tertera proposal nama kelompok, jadi tidak untuk dibagikan per orang, tapi dikelola oleh kelompok untuk satu jenis usaha

Ketua Komisi I DPRD KLU. Ardianto.(Foto Danu)

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Rencana realisasi program Wira Usaha Baru (WUB) tahun 2018 ini mendapat sorotan kalangan Dewan KLU. Salah satunya datang dari Ketua komisi I DPRD KLU, Ardianto.

Menurutnya, mekanisme pencairan dan peruntukan anggaran WUB harus sesuai dengan nomenklatur yang tertera pada APBD.

“Di APBD, tertera proposal nama kelompok, jadi tidak untuk dibagikan per orang, tapi dikelola oleh kelompok untuk satu jenis usaha. Jadi masyarakat jangan salah mengartikan,” jelasnya, Senin (12/3).

Misalnya, kata Ardianto, jenis usaha perbengkelan, maka diklasipikasikan ke kelompok usaha perbengkelan, tidak dicampur dengan usaha dagang kerupuk.

“Contohnya begini, Ada 10 anggota usaha perbengkelan dalam satu kelompok, maka angaran sebesar Rp. 30 juta itu dikelola secara kolektif oleh kelompok. Dan lokasi usahanya ya di satu tempat, bukan di masing-masing bengkel. Uang Rp. 3 juta mana cukup beli kompresor,” paparnya.

Lebih jauh Ardianto menjelaskan, tenaga pendamping WUB yang sudah direkrut, akan bertugas untuk mengawasi setiap kelompok, bukan per orangan.

Sebelumnya, Asisten II Setda Lombok Utara, Ir. Hermanto, mengatakan 33 tenaga pendamping WUB akan bekerja dan ditempatkan sesuai SK.

“Penempatannya sesuai SK. Mereka nantinya tidak hanya bertugas mengawasi pengelolaan keuangan kelompok. Tapi juga banyak hal,” paparnya.

DNU

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




Gubernur; Infrastruktur NTB Mantap Karena Dukungan Pusat

Berkat dukungan pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, ekonomi NTB tumbuh 7,1 % tanpa tambang

MATARAM.lombokjournal.com — Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi bersyukur atas segala bentuk dukungan pembangunan pemerintah pusat kepada NTB.  Terutama pembangunan Infrastruktur sehingga NTB memiliki kemantapan infrastruktur yang tinggi.

Hal itu disampaikan Zainul Majdi saat bicara pada Diskusi Nasional bertajuk Pencapaian 3 Tahun Pemerintahan Jokowi – JK di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jum’at (09/03)

“Infrastruktur sebagai salah satu daya ungkit ekonomi di NTB mantap. Sehingga saat ini, berkat dukungan pemerintah pusat, di bawah kepemimpinan Presiden Ir. H. Joko Widodo, ekonomi NTB berhasil tumbuh dengan baik sebesar 7,1 persen di atas nasional,” teranngnya

Bahkan, kalau prinsip kemantapan infrastruktur ini terus diupayakan oleh presiden Jokowi, Gubernur yakin NTB bahkan Indonesia akan terus mengalami kemajuan.

“Alhamdulillah berkat dukungan dan support pembangunan infrastruktur dari pemerintah pusat, alhamdulillah ekonomi NTB tumbuh 7,1 % tanpa tambang”, ungkap Gubernur pada acara yang menghadirkan Kepala Staf Presiden Dr. Moeldoko sebagai keynote speaker-nya.

Gubernur yang akrab di panggil  TGB (Tuan Guru Bajang) ini mengajak masyarakat NTB untuk berterima kasih, karena itu merupakan etika yang paling tinggi, sedangkan akhlak yang paling mulia itu adalah bersyukur, ujarnya.

Gubernur memberikan motivasi kepada masyarakat dan generasi muda Indonesia, khususnya di NTB, agar menyikapi kondisi sosial sebagai suatu tantangan, bukan sesuatu yang harus diratapi. TGB yakin dan selalu berpandangan positif kepada pemerintah untuk bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik.

Dari hasil diskusi yang dilakukan, Gubernur memberikan catatan kepada pemerintah pusat terhadap dua hal. Sektor pembangunan infrastruktur, agar tidak hanya yang berskala besar saja yang menjadi prioritas pemerintah, seperti jalan TOL.

Infrastruktur yang bersentuhan langsung dengan akses masyarakat juga diharapkan menjadi sektor yang diprioritaskan oleh pemerintah saat ini.

Sehingga konektivitas distribusi arus ekonomi dari masyarakat dapat berjalan dengan baik, tidak hanya perusahaan-perusahaan besar saja yang merasakan pembangunan infrastruktur tersebut.

Selain itu, dalam proses pembangunan infrastruktur yang dilakukan pemerintah saat ini, agar melibatkan masyarakat melalui kegiatan padat karya yang telah ada, sehingga masyarakat akan menjadi bagian dari proses pembangunan itu, serta dapat merasakan dampak dari proyek-proyek infrastruktur yang ada saat ini.

“Saya harap tidak hanya jalan TOL saja yang menjadi prioritas, tapi juga infrastruktur yang berkaitan dan menyentuh aktivitas ekonomi masyarakat. Selain itu saya juga berharap, dalam proses pembangunan infrastruktur melibatkan masyarakat melalui program padat karya, agar mereka merasa sebagai bagian dari proses pembangunan itu, ” ungkap TGB.

Gubernur menilai saat ini kurangnya kegiatan sosial keagamaan di masyarakat akibat dari berkurangnya transaksi ekonomi sosial masyarakat.

Hal ini disebabkan oleh tumbuh pesatnya ritel-ritel modern yang mengurangi transaksi tradisional masyarakat.

Menurutnya hal ini cukup berbahaya. Selama ini kegiatan sosial kemasyarakat yang timbul dari hasil transaksi tradisional melalui pasar-pasar tradisional, memiliki peran sangat efektif dalam memberikan pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat.  Ssehingga terhindar dari perbuatan kriminal dan radikalisme.

“Saya khawatir dengan hilangnya kegiatan sosial kemasyarakatan akibat dari pertumbuhan ritel modern akan merusak transaksi tradisional yang sudah ada. Sehingga menyebabkan masyarakat untuk berbuat kriminal dan radikal,,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia berharap agar segala macam bentuk kebiijakan ekonomi yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, agar disiapkan jaring pengamannya, sehingga tidak merusak jaringan ekonomi sosial kemasyarakatan yang sudah ada.

AYA




Pertemuan IMF-Bank Dunia, Harus Benar-benar Dimanfaatkan NTB

Akan hadir 189 orang Menteri Keuangan, 189 orang Gubernur Bank Sentral, dan pelaku ekonomi dunia, orang-orang yang pandangan dan persepsinya menjadi acuan publik internasional

MATARAM.lombokjournal.com – Nus Tenggara Barat (NTB) diuntungkan rencana diselenggarakannya annual meeting IMF- World Bank Group (WBG) di Bali, bulan Oktober mendatang.

Penyelenggaraan kegiatan itu dinilai akan memberikan dampak besar bagi perekonomian NTB, baik sekarang maupun masa mendatang. Karena ajang tersebut menjadi iklan tersirat bagi NTB untuk makin dikenal dunia.

“Dari Kementerian keuangan, Bank Indonesia, PHRI dan asosiasi lainnya ingin NTB mendapatkan manfaat dari annual meeting tersebut,” ujar kepala Kantor Wilayah Dirjen Perbendaharaan NTB Tauhid  (05/03) di Matraram.

NTB harus bisa mendapatkan manfaat dari kegiatan akbar tersebut. Dalam kegiatan itu, akan dihadiri sekitar 20 ribu delegasi dari berbagai negara di belahan dunia.

Delegasi tersebut merupakan orang-orang high profile atau orang terpenting di negara masing-masing.

Dalam annual meeting tersebut, akan hadir 189 orang Menteri Keuangan, 189 orang Gubernur Bank Sentral, dan pelaku ekonomi dunia yang memiliki pengaruh besar. Mereka merupakan orang-orang yang pandangan dan persepsinya akan menjadi acuan publik tingkat internasional.

“Jika bisa menarik perhatian mereka, maka akan sangat luar biasa bagi masa depan NTB,” sambungnya.

Bila NTB bisa menangkap peluang tersebut, ini akan menjadi sebuah iklan tersirat bagi NTB ke seluruh penjuru dunia. Sementara untuk mempromosikan ke seluruh penjuru dunia memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

“Hal ini tentu akan berdampak bagi ekonomi NTB,” tegasnya.

Dampaknya bagi ekonomi NTB, lanjutnya, setelah mengenal NTB mereka tentu akan datang kembali bersama keluarga. Tak hanya itu, bahkan mereka bisa menceritakan kembali tentang NTB di negara mereka masing-masing.

Sebab itu, Tauhid berharap dari 2.000 pertemuan IMF-WBG nanti, sebagian bisa diarahkan menuju NTB.

“Sehingga bisa mewarnai kehidupan MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) di NTB,” jelasnya.

Jika peluang ini bisa diraih NTB, hal tersebut akan penting artinya bagi pertumbuhan ekonomi hari ini dan masa mendatang.

Tauhid mengatakan, itulah mengapa Menko Maritim bersama Menkeu dan Gubernur BI datang melakukan peninjauan belum lama ini. Mereka datang meninjau kesiapan bandara, dan juga KEK Mandalika.

“Itu akan menjadi gaung tersendiri bagi pariwisata NTB,” pungkasnya.

Disamping itu, dari 189 negara yang hadir, 57 negara merupakan negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI). Delegasi dari 57 negara OKI tersebut diharapkan memberikan perhatian pada NTB. Hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan NTB dari event IMF-WBG nantinya.

AYA




Syawaluddin Terpilih Jadi Ketua HIPMI NTB

HIPMI harus bisa dirasakan dan dinikmati keberadaannya oleh setiap pengusaha muda di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Musyarawah Daerah (Musda) BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB ke XIII memilih Syawaluddin secara aklamasi sebagai Ketua BPD HIPMI NTB periode 2018 – 2021.

Syawaluddin yang akrab disapa Aweng tersebut menggantikan Sultan Kertapati. Terpilihnya Aweng sebagai ketua BPD HIPMI NTB berlangsung secara dramatis, Kamis (01/03).

Pada awalnya, ada dua kandidat bertarung memperebutkan 15 suara. Yakni, Syawaluddin dan Lalu Azril Sopandi.

Dalam pemilihan tahap pertama, Aweng dan Azril memperoleh raihan suara draw 7, dan 1 suara batal, dari 15 suara diperebutkan.

Namun kemudian kedua kandidat tersebut berunding. Yang akhirnya, Lalu Azril Sopandi memilih mengundurkan diri dan mendukung sepenuhnya Syawaluddin untuk memimpin HIPMI NTB.

“Mengabdi untuk HIPMI NTB tidak harus menjadi ketua.” kata Lalu Azril disambut aplaus peserta Musda HIPMI NTB.

Ketua BPD HIPMI NTB, Syawaluddin mengatakan, sebagai organisasi tempat berhimpun pengusaha Muda, dirinya memastikan akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk bagaimana terus mendorong dan menumbuhkan semangat berwirausaha di kalangan pemuda.

“Tentu dengan pemerintah kita sinergi untuk mendorong terciptanya pengusaha Muda,” kata politisi Muda Partai Gerindra tersebut.

Aweng – akrab disapa melihat, saat ini ada semangat luar biasa dari kalangan anak muda untuk berwirausaha atau menjadi pengusaha cukup meningkat.

Oleh karena itu, sebagai Ketua HIPMI NTB terpilih siap membimbing dan mengarahkan kepada para pengusaha pemula notabenenya anak-anak Muda, untuk terus mengembangkan dam memajukan usaha tersebut.

Baginya, tidak saat lagi anak-anak harus melulu berpikiran menjadi PNS atau pegawai. Namun menurutnya, saat ini anak – anak Muda harus merubah mainset seperti itu.

Menurutnya, menjadi berwirausaha atau menjadi pengusaha adalah solusi terhadap lapangan pekerjaan ada. Baginya, prinsipnya utama menjadi pengusaha harus ada keberanian, dan mampu menangkap potensi peluang usaha ada di sekitarnya.

Ini adalah momentum kebangkitan kembali HIPMI yang selama ini terkesan mati.

”Sy katakan bahwa HIPMI harus bisa dirasakan dan dinikmati keberadaannya oleh setiap pengusaha muda yang ada di NTB ini. Saya siap mendedikasikan waktu dan pikiran saya untuk kebesaraan hipmi ke depan, sesuai dengan moto saya  yaitu Ihklas mengabdi dan Istiqomah berjuang untuk kebesaran HIPMI ,” ujar Aweng .

 

Sawaludin/ aweng al sasaki