Sambut Ultah ke 117, Pegadaian Luncurkan Gadai Tanpa Bunga

Pegadaian melakukan program CSR bertajuk Pegadaian Bersih-bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan  sebagai bentuk kepedulian sosial Pegadaian kepada masyarakat

lombokjournal.com —

Jakarta;  Menyambut hari jadi ke-117, PT  Pegadaian (Persero) meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS), untuk semakin mempermudah layanan dan gadai tanpa bunga untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah dan membutuhkan dana kecil termasuk mahasiswa.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso mengatakan, pemberian pinjaman tanpa bunga ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi kalangan masyarakat tertentu.

Lebih mengenal produk di “Pegadaian Literation Fair” 2018

“Kami menyadari bahwa Pegadaian sebagai BUMN harus membangun social values dalam mendukung program inklusi keuangan. Kami berharap program ini dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat serta memperluas basis nasabah, khususnya mahasiswa, buruh pabrik, dan kalangan masyarakat lainnya,” jelasnya di sela-sela acara puncak HUT Pegadaian ke 117, Minggu (01/04), di Jakarta.

Dalam rangkaian  acara peringatan HUT ke-117, Pegadaian juga meluncurkan Pegadaian Digital Service (PDS), Agen Pegadaian, dan aksi sosial Zumba Peduli.

PDS dan Agen Pegadaian merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Pegadaian untuk memperluas jangkauan dan mempermudah pelayanan kepada nasabah.

Dengan aplikasi ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah nasabah yang dilayani dari 9,5 juta orang di tahun 2017 menjadi 11,5 juta nasabah di tahun 2018.

Perayaan HUT juga diwarnai dengan kegiatan Zumba Peduli, yaitu kegiatan senam Zumba yang diikuti dengan pengukuran kalori yang dikeluarkan oleh sekitar 6.000 peserta.

Hasil pengukuran tersebut akan dikonversikan dalam jumlah uang yang disumbangkan ke berbagai lembaga sosial di berbagai wilayah Indonesia.

Total dana yang disiapkan sebanyak Rp2,5 miliar yang disumbangkan di 59 lokasi. Termasuk untuk membantu sarana dan prasarana sekolah bagi anak-anak pemulung di Bantar Gebang senilai Rp500 juta.

“Kami juga melakukan program CSR bertajuk Pegadaian Bersih-bersih, yang terdiri dari Program Bersih Administrasi, Bersih Hati, dan Bersih Lingkungan  sebagai bentuk kepedulian sosial Pegadaian kepada masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu Direktur Produk, Haryanto Widodo menjelaskan, untuk meningkatkan kualitas layanan, Pegadaian terus melakukan digitalisasi proses bisnis, meningkatkan kenyamanan layanan di outlet, revitalisasi gudang & logistik, serta pelayanan prima kepada nasabah.

Pegadaian juga terus memperluas jaringan distribusi dengan membuka 6.000 Agen Pegadaian dan melakukan digitalisasi pelayanan secara online dengan layanan berbasis mobile app.

“Kami juga menambah produk baru, gadai tanpa bunga  yang besaran pinjaman maksimal Rp500.000 dengan tenor dua bulan dan ditargetkan tahun ini menjangkau satu juta nasabah,” kata Harianto.

Harianto menjelaskan, tahun ini perseroan menargetkan Omset sebesar Rp143,9 triliun. Pendapatan usaha ditargetkan Rp12,5 triliun, meningkat sekitar 19% persen dibandingkan pendapatan tahun lalu Rp10,5 triliun.

Sedangkan laba bersih pada 2018 sebesar Rp2,7 triliun, meningkat 7,14 persen dari capaian tahun lalu sebesar Rp2,5 triliun.

“Performa keuangan perusahaan tahun 2018 diperkirakan akan terus tumbuh positif seiring dengan berlanjutnya pertumbuhan ekonomi nasional yang diperkirakan sebesar 5,4 persen,” jelasnya.

Re/Ag




‘Literation Fair’ Pegadaian Digelar Di 19 Kota

Literasi  atau  pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah, baru sekitar 15% dari jumlah penduduk  Indonesia  yang  tahu  pergadaian.

lombokjournal.com —

JAKARTA;   PT Pegadaian (Persero) agresif melakukan  literation fair  di 19 kota di Tanah Air sebagai solusi di  tengah masih rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat terhadap bisnis pergadaian.

Selain itu, pegadaian juga memperkenalkan berbagai produk dan layanan Pegadaian yang makin beragam.

“Dalam rangka ulang tahun PT Pegadaian ke 117, kami gencarkan literasi keuangan di  berbagai  kota  agar  pengetahuan  masyarakat  tentang  bisnis  pergadaian  dan produk  serta  layanan  Pegadaian  meningkat,”  kata  Sunarso,  Direktur  Utama  PT Pegadaian  (Persero)  di  sela-sela  Pegadaian  Literation  Fair,  Sabtu  (31/3),  di  Mall Gandaria City, Jakarta Selatan.

Menurut  data  riset  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK)  RI,  literasi  atau  pengetahuan penduduk tentang pergadaian masih terbilang rendah. Baru sekitar 15% dari jumlah penduduk  indonesia  yang  tahu  pergadaian. 

Sedangkan  yang  menjadi  nasabah Pegadaian baru 5 persen.

Pegadaian Literation Fair, jelas  Sunarso, semacam roadshow ke berbagai mal di 19 kota  di  Indonesia  yaitu  Banda  Aceh,  Medan,  Pekanbaru,  Padang,  Palembang, Balikpapan,  Banjarmasin,  Pontianak,  Bandung,  Jakarta,  Semarang,  Tegal, Yogyakarta,  Bekasi,  Surabaya,  Denpasar,  Makassar,  Manado,  dan  Jayapura.

Diharapkan dari hari ke hari semakin banyak masyarakat khususnya pelaku usaha mikro  dan UKM yang semakin mengenal Pegadaian.

“Kami punya target tahun ini meningkatkan nasabah Pegadaian naik sekitar dua juta nasabah menjadi 11,5 juta nasabah  dan  Literation  Fair  menjadi  sangat  strategis  dan  efektif  utk memperkenalkan  bisnis  pergadaian  dan  juga  PT  Pegadaian  (Persero)  beserta produk dan layanannya.”

Sunarso  menjelaskan untuk mencapai 11,5 Juta nasabah pada tahun ini Pegadaian akan  melakukan  digitalisasi  business  process,  pengembangan  distribution  channel melalui Agen Pegadaian maupun produk berbasis digital dan tranformasi di bidang human capital termasuk corporate culture.

Lebih lanjut  Sunarso  mengatakan, Pegadaian saat ini sudah terjun ke berbagai lini bisnis selain gadai yang belum banyak diketahui masyarakat. Seperti mikro finansial, pola pembiayaan syariah, investasi emas, tabungan emas, aneka jasa pembayaran iuran televisi berlangganan, telepon, air, pembelian pulsa hingga gadai emas untuk ibadah haji.

“Dengan  berinteraksi  yang  intens  dengan  para  pelaku  usaha  dan  masyarakat  khususnya generasi milenial yang sering berkunjung ke mal, kami harapkan  terjadi multiplier  effect  penyebaran  informasi  tentang  Pegadaian.  Karena  banyak  sekali produk-produk  pegadaian  yang  berbasis  kerakyatan,  tapi  belum  dikenal  luas  oleh publik,” tambah Sunarso.

Ag




Pengusaha Tembakau Asia Bahas Tantangan Global Industri Rokok di Senggigi

Menegaskan komitmen petani tembakau memajukan industri rokok, bertujuan membahas situasi pasar global tembakau saat ini

MATARAM.ombokjournal.com — Puluhan pengusaha tembakau dari berbagai negara ASEAN dan Asia lainnya berkumpul dalam ajang Asia Tobacco Forum (ATF) di Katamaran Resort Senggigi, Selasa (27/3).

Forum yang digelar Internasional Tobacco Growers Association (ITGA) ini membahas tantangan global dan dampaknya pada industri tembakau atau rokok.

Kegiatan forum ini juga untuk menegaskan komitmen petani tembakau dan memajukan industri. CEO ITGA Antonio Abrunhosa mengatakan, rokok dan tembakau banyak dicengkram peraturan dunia. Forum tersebut ditujukan untuk membahas situasi pasar global tembakau saat ini.

“Kaitannya dengan produksi tembakau,” ujarnya dalam sesi konferensi pers bersama media.

Ia menuturkan, dalam forum ini para anggota ITGA akan ditekankan untuk terus memiliki komitmen. Terutama untuk mematuhi penerapan pertanian yang baik di tengah ketatnya regulasi suatu negara dan dunia.

Hal tersebut dilakukan untuk mendukung pasar konsumen legal menggunakan produk komoditas tembakau atau rokok.

“Saat ini berjumlah 900 juta konsumen di seluruh dunia,” sambungnya.

Sementara itu, Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia (AMTI) menyampaikan petani tembakau telah melakukan penerapan praktik pertanian yang sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDG. Ketua AMTI Budidoyo menyebutkan, setidaknya ada sejumlah target yang telah dipenuhi.

Dimulai dari  soal penghapusan kemiskinan. Tembakau telah terbukti sebagai komoditas yang sangat menguntungkan dan mendukung stabilitas ekonomi petani dan keluarganya. Kemudian soal penghapusan bahaya kelaparan.

Ia mengatakan, salah satu praktik umum dalam pertanian tembakau yakni petani juga menanam tanaman pangan.

“Hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus menjaga kondisi lahan pertanian melalui rotasi tanaman,” jelasnya.

Selanjutnya adalah soal derajat kesehatan dan kesejahteraan yang baik, pendidikan yang bermutu, kesetaraan gender, sarana air bersih dan sanitasi, serta sumber energi bersih dan terjangkau.

Sektor tembakau berkomitmen melaksanakan berbagai program berbeda untuk meningkatkan penerapan cara berkelanjutan serta memperbaiki derajat kehidupan petani dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya percaya petani tembakau sangat yakin akan komitmen mereka,” katanya.

Ia melanjutkan, selain itu pertanian tembakau juga memiliki kesadaran yang baik akan memenuhi prinsip tanggung jawab sosial ekonomi. Berbagai upaya dilakukan setiap tahun untuk memperbaiki penerapan praktik pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Berdasarkan data AMTI, Indonesia merupakan produsen tembakau ke-5 terbesar di dunia.

Hal tersebut dengan jumlah 2 juta orang petani tembakau dan 1,5 juta petani cengkeh. Industri hasil tembakau menyerap 600.000 karyawan dan menggerakkan 2 juta ritel di seluruh Indonesia. Dengan demikian, 6,1 juta orang terlibat dalam seluruh rantai pasok tembakau.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian NTB Husnu Fauzi mengatakan, tembakau menjadi salah satu tanaman perkebunan andalan NTB.

Hal ini dikarenakan tembakau memiliki keunggulan komparatif. Selain itu juga menjadi sumber pendapatan masyarakat, terutama pada masa kemarau. Tenaga kerja yang diserap juga cukup banyak sehingga bisa meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya petani.

“Potensi tembakau virginia di NTB sangat bagus,” katanya.

Ia menuturkan, NTB menjadi penghasil tembakau virginia terbaik di Indonesia. Potensi lahan tanam tembakau virginia mencapai luas 42. 302, 85 hektare.

Sedangkan lahan tanam tembakau rakyat hanya sebesar 16.753,00 hektare. NTB juga menghasilkan tembakau rajangan baik rajangan hitam yangada di Ampenan dan rajangan kuning.

“Potensi lahan yang paling luas di Kabupaten Lombok Timur,” tandasnya.

Dalam kegiatan forum tersebut juga dilakukan deklarasi terkait isu yang dibahas dan komitmen semua petani tembakau di dunia.

AYA  (*)




Mulai Akhir Maret, LIA Menambah Rute Penerbangan Ke Semarang

Penerbangan dari Lombok menuju kota-kota besar di pulau Jawa sudah terhubung, diharapkan dapat bertambah rute-rute baru yang dapat membuka koneksi dari dan menuju pulau Lombok ke kota lainnya

PRAYA .lombokjournal.com —  Setelah sebelumnya membuka 3 rute pada awal tahun ini, yaitu Airasia menuju Kuala Lumpur, Nam Air menuju Bima dan Lion Air menuju Banjarmasin.

Kkini pada akhir Maret, Lombok International Airport kembali membuka rute baru, bersama Wings Air menuju Semarang.

Wings Air melakukan penerbangan hari Minggu (25/03), menggunakan ATR 72-500/600 dengan kapasitas 78 penumpang. Wings Air  dengan nomor penerbangan IW 1870  dari Semarang tiba di Lombok pada pukul 23.05 WITA.

Sedangkan untuk penerbangan menuju Semarang berangkat pada pukul 21.30 WITA dengan nomor penerbangan IW 1871.

“Kini sudah bertambah lagi rute menuju pulau Jawa, kini penerbangan dari pulau Lombok menuju kota-kota besar di pulau jawa sudah dapat terhubung. Kami berharap seterusnya dapat bertambah rute-rute baru yang dapat membuka koneksi dari dan menuju pulau Lombok ke kota lainnya,” jelas GENERAL Manager Angkasa Pura I Lombok Internasional Airport, I Gusti Ngurah Ardita.

Berdasarkan informasi Humas Lombok International Airport, saat ini mereka sudah melayani rute ke 12 wilayah domestik yaitu Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Solo, Surabaya, Bali, Sumbawa, Bima, Benete, Makasar, Banjarmasin dan Semarang.

Sedangkan untuk penerbangan internasional saat ini masing 2 rute yaitu Kuala Lumpur dan Singapura.

Selain itu Lombok International Airport  telah dilakukan persiapan beberapa program pekerjaan untuk meningkatkan pelayan serta fasilitas seperti pembangunan selasar dropzone, penambahan apron pesawat, penambahan taxiway dan perluasan terminal.

AYA




Bekraf Seleksi 100 Pengusaha Startup Kuliner Indonesia Untuk Ikuti FSI

Bekraf menggelar sosialisasi FSI 2018 di sepuluh kota untuk menyebarluaskan informasi serta memberikan peluang yang sama kepada talenta-talenta startup kuliner daerah

MATARAM.lombokjournal.com – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyelenggarakan Food Startup Indonesia (FSI) untuk menyatukan ekosistem kuliner Indonesia. Sekaligus juga meningkatkan kontribusi kuliner pada PDB ekraf.

Bekraf menyeleksi 100 pengusaha rintisan (startup) kuliner Indonesia untuk mengikuti FSI 2018 secara langsung pada demoday.

“Kami menyempurnakan kegiatan ini supaya lebih baik dari dua tahun sebelumnya,” tutur Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo dalam pembukaan sosialisasi FSI Bekraf di Hotel Santika Mataram, Jumat( 23/3)

Tahun 2016 lalu, kuliner menyumbang 41,40 persen pada PDB ekonomi kreatif (ekraf), atau sebesar sebesar Rp 382 triliun dari total Rp 922,59 triliun berdasarkan data statistik ekraf oleh BPS.

Bekraf menggelar sosialisasi FSI 2018 di sepuluh kota untuk menyebarluaskan informasi serta memberikan peluang yang sama kepada talenta-talenta startup kuliner daerah. Mataram menjadi kota kesembilan penyelenggaraan sosialisasi tersebut.

Fadjar Hutomo menuturkan,  Startup kuliner Indonesia bisa mengikuti demoday FSI dengan mendaftar online pada www.foodstartupindonesia.com yang ditutup 26 Juni mendatang.

Ia mengatakan, startup kuliner bisa mendaftar demoday FSI untuk mendapatkan fasilitas expo, mentoring, dan pitching di hadapan investor.  Sedangkan bagi yang belum terpilih, masih tetap bisa tergabung pada ekosistem startup kuliner melalui platform foodstartupindonesia.com.

Demoday FSI 2018 diselenggarakan di Surabaya pada akhir Juli mendatang. 100 startup kuliner Indonesia terpilih berkesempatan memperlihatkan produk mereka pada masyarakat luas saat expo.

Selain itu juga mendapatkan ilmu peningkatan produk dan pitch desk saat mentoring dengan mentor ahli di bidang kuliner.

Sementara 30 startup kuliner terpilih dari 100 startup berhak pitching di depan investor. Mereka juga berpeluang menjadi top three FSI 2018. Bekraf memfasilitasi 30 startup kuliner ini mendapatkan pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Top three FSI 2018 mendapatkan dukungan penuh Bekraf untuk pameran di dalam dan luar negeri

“Menjadi pemenang bukan satu-satunya hal yang bisa diraih oleh startup kuliner yang mengikuti demoday FSI. Tetapi, mereka juga berpeluang meningkatkan network dan berkolaborasi dengan startup kuliner lainnya,” jelasnya.

Dalam sosialisasi tersebut, ia menekankan era ekonomi berbasis ilmu pengetahuan, inovasi dan kreativitas SDM. Ia berharap ekraf menjadi tulang punggung perekonomian nasional masa depan.

“Tulang punggung ekonomi yang tidak bertumpu pada SDA yang bisa habis,” katanya.

Sementara itu, Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah, didampingi oleh Kasubdit Dana Masyarakat Bekraf Hanifah Makarim, memberikan penjelasan FSI, demoday, dan pitch desk. Bekraf memberikan mini class mentoring bertema food safety dengan menghadirkan Chef Hugo dari Universitas Ciputra.

Selain itu, Perwakilan Foodlab Indonesia, Bonnie Susilo, juga diundang Bekraf untuk memberikan materi bertema investasi.

Bekraf melengkapi sosialisasi dengan menghadirkan perwakilan top three FSI 2017. Di antaranya founder produk Matchamu Lintang Wuriantari untuk menceritakan pengalamannya mengikuti FSI 2017.

AYA (*)




Bea Cukai Tak Bisa Bendung Pakaian Bekas Luar Negeri

Pihak Bea Cukai beberapa kali melakukan pemeriksaan pakaian Bekas yang masuk ke NTB, namun tiap ada kapal yang datang ditanyakan barangnya dari mana, dibilang barang itu dari Sulawesi, Kalimantam atau  wilayah Indonesia lainnya

I Wayan Tapamuka

MATARAM.lombokjournal.com — -Sejak tahun 2009 pakaian bekas impor sudah dinyatakan sebagai barang ilegal dan dilarang masuk ke Indonesia. Namun, penyelundupan pakaian bekas buatan luar negeri tidak bisa terbendung karena tingginya permintaan domestik.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Seksi Perbendaharaan dan Pelaksana harian Bea Cukai Mataram I Wayan Tapamuka saat mengadakan media gethering dikantor bea cukai ( 22/3).

Ia mengatakan bawa selama ini Bea cukai susah untuk membuktikan bawa pakain bekas tersebut dikirim Dari luar negri.

“Kalau kita periksa selalu pengakuannya datang dari indonesia bukan dari Luar negeri  kami tidak bisa membuktikan  bahwa itu dari Luar negeri,”ujarnya

Ia menjelaskan selama ini, Bea cukai sudah beberapa kali melakukan pemeriksaa terhadap pakaian Bekas yang masuk ke NTB, namun setiap ada kapal yang datang yang ditanyakan barangnya dari mana dibilang barang itu dari Sulawesi, Kalimantam atau  lain di wilayah Indonesia .

“Ya mungkin itu modusnya dari sana. Terus dilanjutkan ke sini (NTB). kami tidak bisa bertindak disini  dengan mengatakan bahwa itu impor dari Luar negeri. Karena mereka juga menyertakan kwitansi dari indonesia, Jadi itu kelemahan kami,”tuturnya

Disinggung terkit apakah tidak upaya lain Bea Cukai untuk mengawasi masuknya pakaian bekas? Wayan menegaskan selalu selalu berkoordinasi dengan aparat terkait untuk penanganan itu.

“Kordinasi dengan kepolisian ya terus kita lakukan, tapi untuk membuktikan itu yang susah,”ucapnya.

Sementara itu untuk pengawasan masuknya pakaian bekas di pulau Sumbawa, Bea Cukai Sumbawa dan  Dinas Perdagangan Sumbawa sudah dilakukan pengawasan termasuk apalagi pulau Sumbawa tempat masuknya pakaian Bekas terbanyak.

“Kan aturannya tidak boleh impor barang bekas, Tetapi selalu alibinya bukan barang import. Jadi kita tidak bisa menindak.Karena mereka punya modus masuk dulu ketempat lain dimana yang dia bsa masuki setelah itu baru dioper ke indoneaia dengan transaksi yang  di dalam negeri,” pungkasnya.

AYA




Target Ekspor Jagung NTB , 30 Ribu Ton Ke Filiphina

NTB target jumlah ekspor jagung, sebagai wujud konsistensi Pemerintah NTB mendukung ketahanan pangan nasional

MATARAM.lombokjournal.com — NTB menargetkan ekspor sebanyak 30.000 ton jagung hasil produksi tahun 2018 ke Filiphina. Tahap pertama akan diekspor sebanyak 11.500 ton jagung.

Pelepasan ekspor jagung tersebut dilakukan Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, di Pelabuhan Badas, Sumbawa, Selasa (20/3).

Gubernur melepas ekspor jagung tersebut didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasioanal, Kementerian Pertanian RI, Dr. Agung Hendriadi, Pangdam IX Udayana, Beny Susianto, Wakapolda NTB dan Bupati Sumbawa, Husni Djibril.

Ekspor jagung gelombang pertama ini merupakan tahap awal dari yang ditargetkan 300 ribu ton pada tahun 2018. Ekspor jagung tersebut merupakan wujud konsistensi Pemerintah NTB untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Sebab, tahun lalu NTB juga telah melakukan ekspor jagung ke luar negeri dan luar daerah. Terlebih, NTB telah ditetapkan pemerintah pusat sebagai daerah lumbung pangan nasional.

“Kegiatan ini dapat membesarkan hati kita dengan menunjukan bahwa NTB akan selalu berkontribusi positif untuk pembangunan nasional,” ungkap Guburnur yang lebih dikenal Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut.

Gubernur TGB mengapresiasi pemerintah atas ikhtiar dan kesungguhan para petani meningkatkan produksi jagung secara terus-menerus.

“Berkat kerja keras petani kita, produksi tahun 2017 meningkat 1 juta ton lebih dari tahun sebelumnya, sebanyak 1,1 juta ton pada tahun 2016 sehingga menjadi 2,127 juta ton di tahun 2017,” jelasnya.

Di hadapan seluruh stakeholders, Pangdam IX Udayana, dan Wakapolda NTB,  Gubernur TGB menegaskan, setelah menugaskan petani menanam, tugas pemerintah adalah memastikan kemanfaatan ekonomi semakin besar untuk petani.

“Caranya dengan memangkas biaya produksi. Saya berharap agar distribusi pupuk harus benar-benar lancar pada waktunya. Pembelian hasil petani harus di atas Harga Pokok Penjualan (HPP) karena HPP itu harga darurat, Insya Allah pembeli mendapatkan berkah dengan kompensasi doa dari jutaan petani kita,” imbuhnya.

Karena itu, TGB berharap keuntungan dari budidaya jagung dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kegiatan konsumtif saja. Namun juga dimanfaatkan untuk menabung, investasi dan produksi.

Sebab menurut TGB ketiga hal tersebut masih kurang dimiliki oleh masyarakat NTB. Terkait itu, Gubernur menginstruksikan agar dana dari hasil jagung ini dijadikan modal untuk desa membuat BUMDES.

“Kalau diuangkan, ada 6,5 triliun dari jagung setahun di NTB saya minta dijadikan modal untuk usaha desa karena dengan memperkuat BUMDES akan  menguatkan struktur berekonomi  baik jangka pendek maupun panjang” pungkasnya.

Pada kegiatan yang sama, Kepala Badan Ketahanan Pangan Nasioanal Kementrian Pertanian RI, Dr. Agung Hendriadi, menyampaikan NTB telah berkontribusi besar dalam membebaskan Indonesia dari Impor jagung.

Pada tahun 2015 Indonesai masih impor 3,2 juta ton namun angka ini terus turun hingga menjadi nol pada tahun 2017 lalu.

“Saat ini NTB menempati urutan ke 5 provinsi dengan produksi jagung terbesar. Capain ini sudah luar biasa megingat luasan lahannya jauh dibandingkan provinsi besar lainnya dengan penigkatan 18,5 % pertahun,” papar Agung di hadapan Gubernur TGB.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mencanangkan  Gerakan Masyarakat Jagung Integrasi Sapi (GAMAJIPI). Gerakan ini diinisiasi Pemda Sumbawa mengingat terus meningkatnya jumlah limbah jagung seiring meningkatnya jumlah produksi.

“Limbah jagung akan kita olah menjadi bahan pakan ternak dan biomasa.  Maka 1 juta ton jagung yang ditargetkan Kabupten Sumbawa tahun ini akan menghasilkan pangan olahan yang mampu menghidupi 133.333 ekor sapi selama 75 hari,” Jelas Bupati Sumbawa, Husni Djibril.

 

 

 

 




Awas, Waspadai Uang Palsu Selama Pilkada

Kesiagaan Bank Indonesia NTB tidak hanya pada masa pilkada ini, hal iini sudah menjadi program andalan

MATARAM.lombokjournal.com —  Perputaran uang cash yang diperkirakan besar di masa Pilkada serentak tahun 2018, rentan dengan peredaran uang palsu (upal), terutama masa-masa kampanye.

Masyarakat dihimbau waspada, khususnya para pedagang kecil yang dinilai masih awam akan upal. “Pilkada nanti jumlah uang yang beredar pasti naik,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) NTB, Achris Sarwani,  (20/3) di Mataram.

BI NTB sudah melakukan antisipasi dari jauh hari sebelumnya. Kenaikan jumlah uang cash yang beredar sudah tergambar dari data yang dimiliki BI NTB.

Jumlahnya akan lebih besar dari hari-hari sebelum Pilkada. Kesiagaan BI NTB diakuinya tidak hanya pada masa pilkada ini. Hal itu sudah menjadi program andalan BI NTB agar setiap masyarakat mengenal rupiah asli dan palsu.

“Kita sosialisasikan lewat program tersebut,” Tegasnya

Selain program sosialisasi, Achris mengaku juga memiliki program kerjasama dengan pihak kepolisian. Pihaknya juga mengintensifkan program tersebut, terlebih jika ada informasi terkait hal tersebut.

Pihaknya akan segera melokalisir dan melakukan penanganan sebaiknya agar tidak meresahkan masyarakat.

“Segera kita lokalisir begitu ada laporan masuk,” kata Achris.

Di beberapa daerah di luar NTB upal sudah mulai ditemukan. Namun ia mengatakan hal tersebut tidak terjadi di NTB.

Ia mengaku memiliki sistem informasi yang dapat melokalisir dengan cepat jika ada temuan. Terutama dengan pihak kepolisian sebab itu sudah masuk dalam pidana kejahatan. Pihaknya akan segera melakukan tracking penyebab beredarnya upal.

“Tapi kita sudah tahu polanya,” sambungnya.

Ia melanjutkan, dengan pola yang yang sudah diketahui pihaknya kemudian melakukan pemetaan pola tersebut. Namun ia mengatakan modus baru peredaran upal belum terlalu rumit. Hal tersebut dikarenakan penanganan uang cash tidak serumit kejahatan skimming.

“Kita sudah punya perjanjian kerja dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BAKOSUPAL). Hal ini secara nasional termasuk juga di NTB,” jelasnya.

Peredaran upal saat ini biasanya menyasar masyarakat atau pedagang kecil. Salah satu cara ampuh yang bisa menangkal ini adalah dnegan pemahaman masyarakat atau si pedagang.

Mereka harus lebih berhati-hati menerima uang. Terlebih lagi uang yang beredar pada masa Pilkada ini.

Untuk pedagang kecil, Achris menyarankan untuk memiliki alat ultra violet sebagai pendeteksi. Harga alat tersebut tidak mahal. Hal ini lebih mudah dimengerti dengan cepat dibandingkan memperkenalkan upal itu sendiri.

“Itu salah satu cara yang paling cepat,” pungkasnya.

Sementara terkait tren upal di NTB, ia mengatakan kondisi peredaran uang di NTB saat ini masih normal. Saat ini belum ada laporan kejadian besar seperti di daerah lain. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk terus waspada akan hal tersebut.

“Laporan terakhir dengan BINDA juga mengatakan tidak ada yang perlu dikawatirkan hingga saat ini,” tandasnya.

AYA

Tablets such as Viagra, Cialis, as well as uromexil forte Levitra are preferred options for accomplishing and also sustaining an erection.




Awas, Waspadai Uang Palsu Selama Pilkada

Kesiagaan Bank Indonesia NTB tidak hanya pada masa pilkada ini, hal iini sudah menjadi program andalan

MATARAM.lombokjournal.com —  Perputaran uang cash yang diperkirakan besar di masa Pilkada serentak tahun 2018, rentan dengan peredaran uang palsu (upal), terutama masa-masa kampanye.

Masyarakat dihimbau waspada, khususnya para pedagang kecil yang dinilai masih awam akan upal. “Pilkada nanti jumlah uang yang beredar pasti naik,” ujar Kepala Bank Indonesia (BI) NTB, Achris Sarwani,  (20/3) di Mataram.

BI NTB sudah melakukan antisipasi dari jauh hari sebelumnya. Kenaikan jumlah uang cash yang beredar sudah tergambar dari data yang dimiliki BI NTB.

Jumlahnya akan lebih besar dari hari-hari sebelum Pilkada. Kesiagaan BI NTB diakuinya tidak hanya pada masa pilkada ini. Hal itu sudah menjadi program andalan BI NTB agar setiap masyarakat mengenal rupiah asli dan palsu.

“Kita sosialisasikan lewat program tersebut,” Tegasnya

Selain program sosialisasi, Achris mengaku juga memiliki program kerjasama dengan pihak kepolisian. Pihaknya juga mengintensifkan program tersebut, terlebih jika ada informasi terkait hal tersebut.

Pihaknya akan segera melokalisir dan melakukan penanganan sebaiknya agar tidak meresahkan masyarakat.

“Segera kita lokalisir begitu ada laporan masuk,” kata Achris.

Di beberapa daerah di luar NTB upal sudah mulai ditemukan. Namun ia mengatakan hal tersebut tidak terjadi di NTB.

Ia mengaku memiliki sistem informasi yang dapat melokalisir dengan cepat jika ada temuan. Terutama dengan pihak kepolisian sebab itu sudah masuk dalam pidana kejahatan. Pihaknya akan segera melakukan tracking penyebab beredarnya upal.

“Tapi kita sudah tahu polanya,” sambungnya.

Ia melanjutkan, dengan pola yang yang sudah diketahui pihaknya kemudian melakukan pemetaan pola tersebut. Namun ia mengatakan modus baru peredaran upal belum terlalu rumit. Hal tersebut dikarenakan penanganan uang cash tidak serumit kejahatan skimming.

“Kita sudah punya perjanjian kerja dengan Badan Koordinasi Pemberantasan Uang Palsu (BAKOSUPAL). Hal ini secara nasional termasuk juga di NTB,” jelasnya.

Peredaran upal saat ini biasanya menyasar masyarakat atau pedagang kecil. Salah satu cara ampuh yang bisa menangkal ini adalah dnegan pemahaman masyarakat atau si pedagang.

Mereka harus lebih berhati-hati menerima uang. Terlebih lagi uang yang beredar pada masa Pilkada ini.

Untuk pedagang kecil, Achris menyarankan untuk memiliki alat ultra violet sebagai pendeteksi. Harga alat tersebut tidak mahal. Hal ini lebih mudah dimengerti dengan cepat dibandingkan memperkenalkan upal itu sendiri.

“Itu salah satu cara yang paling cepat,” pungkasnya.

Sementara terkait tren upal di NTB, ia mengatakan kondisi peredaran uang di NTB saat ini masih normal. Saat ini belum ada laporan kejadian besar seperti di daerah lain. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau untuk terus waspada akan hal tersebut.

“Laporan terakhir dengan BINDA juga mengatakan tidak ada yang perlu dikawatirkan hingga saat ini,” tandasnya.

AYA




Produk UMKM, Banyak Yang Belum Layak Masuk BUMDes Mart

Jenis Produk yang tak lolos seleksi itu, masih pada kategori atau tipe B dan C. seperti tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa, tidak ada kode produksi, label halal, masalah kemasan

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Sebanyak 89 dari 100 produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ikut dalam pamran Gebyar UMKM KLU 2018 beberapa waktu lalu, dipastikan tidak lolos seleksi.

“Yang lolos sekeksi dan layak masuk BUMDes Mart hanya 11 produk. Sisanya belum memenuhi standar,” ungkap Kepala Dinas DP2 KB-PMD KLU. H. KHolidi Halil, Senin (19/3).

Kholidi menambahkan, 89 jenis Produk yang tidak tidak lolos seleksi itu, masih pada kategori atau tipe B dan C. seperti tidak mencantumkan tanggal kadaluarsa, tidak ada kode produksi, label halal, masalah kemasan dan beberapa aspek lainnya.

“Sekarang tugas kita bagaimana membangun jejaring dengan 6 BUMDes Mart yang ada. Termasuk di dalamnya menyelangkut harga jual, harga beli, dan keuntungan bagi BUMDes Mart itu sendiri,” tegasnya.

Terhadap dua BUMDes Mart yang belum siap, lanjut Kholidi, diakuinya masih terkendala modal untuk pengadaan barang.

“Dua BUMDes Mart yang belum siap itu Desa Sokong dan Anyar. Tapi diupayankan untuk melakukan pemesanan karna pemesanan barang melalui prinsipel. Pengirimannya sekitar 3 hari dari jadwal pemesanan,” tambahnya.

DNU