Dr Zul; Dompu Perlu Industri Olahan dan Prodi Jagung

Industrialisasi itu sebuah keharusan. Industri sebagai engine of economic growth tak harus identik dengan pabrik-pabrik besar

lombokjournal.com —

DOMPU ;  Calon Gubernur nomor urut 3, Dr. H. Zulkieflimansyah mengunjungi lebih dari 30 titik di Kecamatan Manggelewa dan Woja Dompu, pada Selasa-Rabu (24-25/04).

Selama dua hari di kabupaten yang menjadikan komoditas jagung sebagai lokomotif perekonomiannya ini, Doktor Zul bertemu ribuan masyarakat Dompu.

Ia menyerap aspirasi para petani, peternak, dan nelayan. Ia berjanji jika terpilih menjadi gubernur, ia akan ikhtiarkan membangun industri olahan dan sekolah khusus tentang jagung di Dompu.

Menurutnya, pengangguran dan kemiskinan hanya mungkin ditekan dengan industri pengolahan. Tugas pemerintah menyediakan SDM nya sehingga ketika industri mau datang ke daerah, kita sudah siap.

“Tidak mungkin petani kita sejahtera kalau tidak ada industri pengolahan. Petani, bukan hanya sekedar pupuk dan bibit, tapi industri turunannya harus ada di tempat kita”. Ungkapnya.

Doktor ahli ekonomi industri ini menjelaskan, Industrialisasi itu sebuah keharusan. Industri sebagai engine of economic growth tak harus identik dengan pabrik-pabrik besar.

Tapi ia adalah proses besar untuk menambah nilai. Untuk meningkatkan nilai tambah perlu sentuhan teknologi dan science. Dengan teknologi sederhana, banyak masalah di NTB bisa diselesaikan termasuk di Dompu.

“Jangan membayangkan teknologi itu luar angkasa. Jangan bayangkan teknologi itu yang canggih-canggih. Bunga mawar pada umumnya selalu berwarna merah, dengan sentuhan teknologi bisa berwarna warni. Kenapa bioteknologi itu luar biasa, karena semua bisa direkayasa,” jelasnya.

Dengan teknologi sederhana, ikan bisa busuknya lama, sayur bisa busuknya lama, bahkan bisa tahan berbulan-bulan, itu akan menguntungkan petani dan nelayan.

Jagung ada yang bulirnya besar tapi ada yang tidak enak. Begitu juga sebaliknya. Sentuhan teknologi akan membuat jagung yang kita tanam bisa diproduksi dalam jumlah banyak dengan kualitas terbaik.

Baginya jagung tak berarti banyak jika tidak ada industri pengolahannya. Dia mengakui, membangun industri pengolahan jagung di Dompu tidaklah mudah.

Jalannya panjang dan berliku. Namun Ia meyakini, tidak ada yang tidak mungkin, selama ada kemauan. Jalan panjang selalu dimulai dengan langkah pertama.

Untuk mendukung industri pengolahan jagung, Doktor Zul mendorong agar Dompu mepunyai sekolah khusus tentang jagung. Dia bercita-cita dapat mendatangkan ahli jagung yang ada di Indonesia ke Dompu sehingga siapapun yang mau belajar tentang jagung, belajarnya di Dompu.

“Sekolah khusus tentang jagung harus pusatnya di Dompu. Kita harus punya prodi tentang jagung, kita undang yang ahli jagung ke sini. Semua orang Indonesia yang mau belajar jagung akan datang ke Dompu,” Ungkapnya.

Terkait pencalonannya sebagai Calon Gubernur NTB 2018, Ia berpesan kepada masyarakat mengapa perlu memilih calon gubernur yang dekat dengan masyarakat. Minimal yang pernah datang menyapa dan bertemu dengan mereka, agar masalah-masalah yang dihadapi masyarakat akan mudah diselesaikan.

“Mengapa kita perlu memilih gubernur yang kita kenal, mudah-mudahan kalau kita jadi gubernur perhatian terhadap petani kita, perhatian terhadap masyarakat kita menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Me (*)




Dinas Perdagangan Pantau Harga Jelang Puasa

Harga beras medium di ke dua pasar tersebut masih dibawah HET

Pantau harga beras

MATARAM.lombokjornal.com —  Guna Memastikan harga stabil menjelang bulan puasa, Dinas Perdagangan (Disdag) NTB turun melakukan pemantauan ke dua pasar rakyat di Kota Mataram, senin  (23/04).

Bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Mataram, Disdag NTB tidak menemukan kenaikan harga beberapa komoditas diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Harga komoditas di ke dua pasar masih stabil,” ujar Kepala Disdag NTB Hj Putu Selly Andayani usai pemantauan.

Ia menuturkan, untuk harga beras medium di ke dua pasar tersebut masih dibawah HET.

Hal ini dikarenakan saat ini sudah musim panen masyarakat dan Bulog. Selly mengaku memberikan atensi cukup besar pada komoditas beras. Karenakan beras bisa menjadi penyebab utama inflasi di NTB jika tidak dikontrol.

“Intinya di ke dua pasar ini harganya masih di bawah HET,” sambungnya.

Ia melanjutkan, pada Pasar Cakra ada intervensi Bulog kepada pedagang. Hal ini terlihat dari harga beras yang dijual Bulog sebesar Rp 8.500 per kilogram pada pedagang.

Pedagang menjualnya kembali ke konsumen seharga Rp 9.000 per kilogramnya. Sedangkan di Pasar Pagesangan tidak ada intervensi Bulog.

“Memang ada beras Bulog tapi disini juga banyak dijual beras premium,” ungkapnya.

Ia mengatakan, patahan beras medium maksimal 25 persen dan premium maksimal 15 persen. Di Pasar Pagesangan, Disdag melihat patahannya masuk dalam kategori beras premium. Sebab beras tersebut dijual seharga Rp 10 ribu. Namun ini masih dibawah HET beras premium yang sebesar Rp 12.500 per kilogramnya.

“Kami berterimakasih pada kepala pasar yang terus mengendalikan harga di pasar,” katanya.

Sementara untuk Bahan Pokok (Bapok), ada perbedaan harga antara ke dua pasar. Terutama pada harga daging sapi. Harga daging sapi di Pasar Cakra sebesar Rp 130.000 per kilogram.

Ini lebih mahal dibandingkan harga di Pasar Pagesangan yang hanya sekitar Rp 120.000 per kilogram. Menurutnya,harga di ke dua pasar tidak bisa dibandingkan, sebab Pasar Cakra diakui Selly merupakan pasar high class.

“Pasar Cakra itu jadi pantauan BPS NTB,” akunya.

Harga di Pasar Cakra cenderung mahal dikarenakan berasal dari tangan kedua. Sementara di pasar Pagesangan berasal dari tangan pertama sehingga lebih murah. Hal ini juga yang menyebabkan Pasar Pagesangan tidak memerlukan intervensi pemerintah.

Selly menambahkan terkait beras, sudah ada telekonfrensi dengan Bulog beberapa waktu lalu. Dalam telekonfrensi tersebut menyatakan NTB nomor satu dalam menjual beras dibawah HET. Sebab itu ia berharap harga akan terus stabil hingga Idul Adha mendatang.

“Ini peran kami berkoordinasi dengan kabupaten/kota dan satgas pangan untuk rutin turun ke masyarakat,” pungkasnya.

AYA




Penyambungan Listrik Serentak Di Pulau Lombok

Penyambungan listrik serentak merupakan upaya PLN meningkatkan rasio elektrifikasi di Lombok, yang sampai saat ini sudah menyentuh angka 85 persen

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — PLN Area Mataram menggelar penyambungan listrik secara serentak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (17/4).

Manajer PLN Area Mataram, Chaidar Syaifullah mengatakan, hari ini PLN Area Mataram melakukan penyambungan listrik di 1.704 pelanggan baru yang tersebar di seluruh Pulau Lombok.

Di antaranya 544 pelanggan di Kabupaten Lombok Tengah, 125 pelanggan di Lombok Utara, 320 pelanggan di Lombok Timur, dan termasuk 249 pelanggan di perumahan Grand Muslim 2 di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat.

PLN Area Mataram menargetkan 95 ribu pelanggan baru mendapat sambungan listrik pada tahun ini.

“Sampai pertengahan April, jumlah penyambungan listrik sudah mencapai 27 ribu pelanggan,” kata Chaidar.

Chaidar menyampaikan, program penyambungan listrik serentak merupakan salah satu bentuk upaya PLN meningkatkan rasio elektrifikasi di Lombok, yang sampai saat ini sudah menyentuh angka 85 persen. Masih ada 15 persen masyarakat yang belum terlistriki.

Namun, kata Chaidar, sebenarnya banyak juga masyarakat yang sudah mendapatkan listrik dengan menyambung rumah tetangga. Hal ini tidak dibenarkan karena tidak diperbolehkan dan memiliki kerawanan dari segi keamanan. Selain itu, model menyambung ini juga membuat masyarakat yang terlistriki tidak terdapat dalam rasio elektrifikasi.

“Paling rendah rasio elektrifikasi di Lombok Barat karena medan geografis dan mungkin kemampuan pendapatan per kapita masyarakatnya,” katanya.

Chaidar menambahkan, penyambungan listrik serentak bisa mendorong PLN menaikan rasio elektrifikasi di NTB yang ditargetkan 100 persen pada 2020.

“Pasti rasio elektrifikasi salah satu target kita, karena target kita 100 persen di 2020, sekarang sudah 84 persen se-Lombok. Mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai 88 persen,”katanya.

Chaidar mengungkapkan percepatan penyambungan listrik juga dilakukan PLN guna menyambut datangnya bulan sucu Ramadhan.

“Ini kita percepat agar masyarakat sudah bisa merasakan manfaat listrik saat bulan puasa, agar ibadah puasa bisa lebih nyaman,” tegasnya.

AYA




Penyambungan Listrik Serentak Di Pulau Lombok

Penyambungan listrik serentak merupakan upaya PLN meningkatkan rasio elektrifikasi di Lombok, yang sampai saat ini sudah menyentuh angka 85 persen

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — PLN Area Mataram menggelar penyambungan listrik secara serentak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (17/4).

Manajer PLN Area Mataram, Chaidar Syaifullah mengatakan, hari ini PLN Area Mataram melakukan penyambungan listrik di 1.704 pelanggan baru yang tersebar di seluruh Pulau Lombok.

Di antaranya 544 pelanggan di Kabupaten Lombok Tengah, 125 pelanggan di Lombok Utara, 320 pelanggan di Lombok Timur, dan termasuk 249 pelanggan di perumahan Grand Muslim 2 di Desa Terong Tawah, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat.

PLN Area Mataram menargetkan 95 ribu pelanggan baru mendapat sambungan listrik pada tahun ini.

“Sampai pertengahan April, jumlah penyambungan listrik sudah mencapai 27 ribu pelanggan,” kata Chaidar.

Chaidar menyampaikan, program penyambungan listrik serentak merupakan salah satu bentuk upaya PLN meningkatkan rasio elektrifikasi di Lombok, yang sampai saat ini sudah menyentuh angka 85 persen. Masih ada 15 persen masyarakat yang belum terlistriki.

Namun, kata Chaidar, sebenarnya banyak juga masyarakat yang sudah mendapatkan listrik dengan menyambung rumah tetangga. Hal ini tidak dibenarkan karena tidak diperbolehkan dan memiliki kerawanan dari segi keamanan. Selain itu, model menyambung ini juga membuat masyarakat yang terlistriki tidak terdapat dalam rasio elektrifikasi.

“Paling rendah rasio elektrifikasi di Lombok Barat karena medan geografis dan mungkin kemampuan pendapatan per kapita masyarakatnya,” katanya.

Chaidar menambahkan, penyambungan listrik serentak bisa mendorong PLN menaikan rasio elektrifikasi di NTB yang ditargetkan 100 persen pada 2020.

“Pasti rasio elektrifikasi salah satu target kita, karena target kita 100 persen di 2020, sekarang sudah 84 persen se-Lombok. Mudah-mudahan tahun ini bisa mencapai 88 persen,”katanya.

Chaidar mengungkapkan percepatan penyambungan listrik juga dilakukan PLN guna menyambut datangnya bulan sucu Ramadhan.

“Ini kita percepat agar masyarakat sudah bisa merasakan manfaat listrik saat bulan puasa, agar ibadah puasa bisa lebih nyaman,” tegasnya.

AYA




Ekspor dan Impor NTB Bukan Maret 2018 Meningkat

Ekspor pada bulan Maret 2018 yang terbesar ditujukan ke negara Korea Selatan sebesar 54,71 persen

MATARAM.lombokjournal.com —  Badan Pusat Satatistik ( BPS ) NTB merilis Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Maret 2018 sebesar US$ 43.910.678.

Berarti nilai ekspor mengalami peningkatan sebesar 12.363,19 persen, jika dibandingkan ekspor bulan Februari 2018 yang bernilai US$ 352.323.

Kepala BPS NTB, Endang Triwahyuningsih menyampaikan ini pada media, Senin (16/04) di Mataram.

Endang menuturkan, ekspor pada bulan Maret 2018 yang terbesar ditujukan ke negara Korea Selatan sebesar 54,71 persen, Jepang sebesar 36,61 persen dan Philipina sebesar 6,86 persen.

Jenis barang ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Maret 2018 adalah barang tambang/galian non migas senilaiUS$ 40.074.249 (91,26 persen); gandum-ganduman senilai US$ 3.012.000 (6,86 persen) dan perhiasan/permata senilai US$ 352.913 (0,80 persen),” terangnya

Endang menambahkan, nilai impor pada bulan Maret 2018 bernilai US$ 13.820.490, nilai ini mengalami peningkatan sebesar 117,38 persen dibandingkan dengan impor bulan Februari 2018 yang sebesar US$6.357.879.

Sebagian besar Impor berasal dari negara Thailand (59,69%), Jepang (9,56%) dan Amerika Serikat (9,21%).

“Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah gula dan kembang gula (59,69%), mesin-mesin/pesawat mekanik (12,31%),  dan karet dan barang dari karet (9,60%),” pungkas Endang.

AYA




Kerajinan Ketak Tembus Pasar Asia Eropa

Beberapa pengrajin mmegakui, prospek kerajinan ketak terbilang sangat menggiurkan

MATARAM.lombokjournal.com — Kerajinan ketak tak hanya dikenal masyarakat NTB. Dan pasaran kerajinan khas NTB satu ini sudah menasional bahkan mendunia.

Seperti kerajinan ketak yang berada di Dusun Peresak Timur Desa Karang Bayan, Lingsar, Lombok Barat ini. Resellernya pun bahkan berasal dari negara di Asia dan Eropa. Terutama dari Negeri Sakura atau Jepang.

Salah satu Usaha Kecil Menengah (UKM) bernama UD Nusa Indah Awidi menuturkan, kerjainan berbahan baku ketak ini sudah masuk ekspor di beberapa negara Asia dan Eropa.

Salah satunya adalah Jepang yang bisa melakukan impor kerajinan ketak sebanyak tiga kali dalam setahun. Sekali order sebanyak 2.000 pcs kerajinan ketak.

“Sudah 10 tahun kami mengirim ke Jepang,” ujarnya, Rabu (11/04)

Ia mengungkapkan, prospek kerajinan ketak terbilang sangat menggiurkan. Bagaimana tidak, dalam sehari ia bisa memperoleh keuntungan bersih sebesar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta.

Mengerjakan aneka kerajinan ketak, ia menggandeng 341 perajin dari dua desa,  yakni Desa Batu Mekar dan Desa Karang Bayan.

“Dari 341 perajin ini terdiri dari 15 pengepul se kecamatan Lingsar,” sambungnya.

Awidi melanjutkan, ada beragam jenis kerajinan ketak yang dihasilkan. Namun salah satunya yang saat ini tengah buming yaitu tas roda.

Tas ini biasa dikenal dengan tas Raisa. Disebut tas Raisa dikarenakan tas ketak bundar ini pernah diunggah di Instagram milik selebritis tanah air tersebut.

Hal tersebut membuat Awidi kebanjiran orderan. Hingga para pengrajin kewalahan, dengan banyaknya permintaan tas Raisa ini.

“Semua perajin kita kewalahan dengan permintaan tas ini,” akunya.

Ramainya pemesanan terlihat dari jumlah pesanan yang ia dapatkan. Dalam seminggu ia dapat menerima orderan hingga 1.000 pcs. Saat ini yang order sudah sampai ke Jepang, India dan Turki serta beberapa negara Eropa lainnya. Tapi kalau yang Turki di ekspor langsung.

“Untuk pemesanan Jepang dan India ia bermitra dengan agen di Jakarta dan Jawa Barat,” pungkasnya.

Ia mengatakan, untuk pemasaran internasional lebih banyak berasal dari Jepang. Pemesanannya pun beragam jenis kerajinan ketak. Mulai dari tas Raisa, tempat sendok, tempat roti dan lain-lainya. Sementara untuk pemasaran nasional, resellernya telah tersebar di Indonesia.

“Sampai ke wilayah Aceh,” ungkapnya.

Sementara untuk harga, setiap kerajinan di patok dengan harga berbeda. Harganya berkisar dari Rp 5 ribu hingga Rp 1 juta. Kerajinan ketak ini merupakan kerajinan yang tidak kalah kualitasnya dengan bahan lainnya. Salah satu kelebihan dari ketak yaitu anti rayap dan tahan lama.

“Itu yang membuatnya banyak dimintai,” pungkasnya.

AYA




Dewan Soroti Program BUMDes Mart Lombok Utara

Di BUMDes Mart tidak ansih mengakomodir semua produk lokal, juga akan menerima atau menjual produk luar yang memang dibutuhkan masyarakat Lombok Utara

LOMBOKUTARA.lombokjournal.com — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Utara, angkat bicara terkait program BUMDesa Mart yang memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat.

“Memang persentasi produk yang terakomodir di BUMDes Mart mash tergolong kecil, hanya 10 persen. Ke depan kita harapkan bisa lebih banyak,” harap Ketua Komisi II DPRD KLU, Tusen Lasima, Senin (09/04).

Salah satu upaya untuk itu, menurut Tusen, pemerintah daerah melalui SKPD terkait lebih banyak memberikan pelatihan dan pembinaan guna meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan.

“Misalnya soal kemasan, olahan yang higienis, kode produksi, tanggal kadaluarsa dan beberapa standarisasi lainnya,” paparnya.

Lebih jauh, Tusen juga menilai jika program ini sejalan dengan program WUB pemda KLU. Artinya produk-produk yang dihasilkan bisa juga masuk mengisi BUMDes Mart yang ada.

Sebelumnya, Kepala Dinas BP2KBPMD KLU. H.Kholidi Khalil, mengatakan Kementrian Desa memberikan peluang kepada daerah untuk memperkuat Struktur ekonomi di desa.

“Kalau di Kabupaten ada BUMD, sementara di desa ada BUMDes Mart, guna mendukung meningkatnya perekonomian masyarakat desa,” paparnya.

Di BUMDes Mart, sambung Kholidi, tidak ansih mengakomodir semua produk lokal. Tapi tentu juga akan menerima atau menjual produk luar yang memang dibutuhkan masyarakat Lombok Utara.

“Kita juga sudah melakukan identifikasi, salah satunya dengan menggelar pameran untuk menyeleksi produk-produk yang ada, layak atau tidak masuk di BUMDes Mart,” tutupnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, dari total produk lokal yang ada di KLU, baik olahan maupun kerajinan kreatif, hanya 10 persen saja yang diakomodir dalam BUMDes Mart. Selebihnya masih didatangkan dari luar KLU.

DNU




Naiknya Tarif Ojek Online Dinilai Masih Wajar

Kenaikan tarif terjadi akibat adanya konflik angkutan online di beberapa daerah di Pulau Jawa. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan beberapa daerah lainnya

Ir Asep Supratna

MATARAM.lombokjornal.com —  Kementerian Perhubungan menetapkan tarif ojek online (ojol) naik menjadi Rp 2.000 per kilometer. Kenaikan ini dinilai masih wajar bagi pengguna jasa angkutan online tersebut.

Di NTB sendiri, Dinas Perhubungan NTB menganggap hal tersebut masih rasional untuk para driver ojol.

“Kalau Go-jek disini belum repotlah. Biarkan secara alami saja,” ujar Kabid Angkutan Darat Dinas Perhubungan NTB Ir Asep Supratna, Kamis (05/04) usai acara konfrensi pers di Kantor Gubernur NTB.

Ia mengatakan, kenaikan tarif terjadi akibat adanya konflik angkutan online di beberapa daerah di Pulau Jawa. Seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan beberapa daerah lainnya.

Mereka dinilai mengambil lahan angkutan konvensional. Sebab itu driver ojol menuntut adanya kenaikan tarif. Sementara kaitannya dengan motor lebih banyak pada peran pemkot/ pemkab masing-masing.

Asep melanjutkan, kenaikan tersebut tidak terlalu mahal. Pemerintah juga harus rasional menyikapi keberadaan ojol tersebut. Bisnis transportasi online sudah memberi kontribusi cukup besar bagi penyerapan lapangan tenaga.

Disamping itu, pengaturan tarif ini memang sudah semestinya dilakukan dan itu tidak akan membuat iklim usaha jadi terganggu.

“Ya, kita rasional lah,” katanya.

Sebab itu ditentukan tarif yang rasional agar ojol bisa terus beroperasi. Selain itu juga menambah penghasilan mereka.

Sementara itu, penambahan penghasilan driver ojol  tersebut juga ditentukan oleh aplikasi yang memberikan jaminan bonus.  Sedangkan bonusnya belum tentu bisa didapatkan dalam sehari.

BACA JUGA : Hanya 24 Taksi Online Yang Legal Di NTB

“Biarkan pangsa pasarnya selama belum ada konflik, namun ke depan akan kita atur,” pungkasnya

AYA




Hanya 24 Taksi Online Yang Legal Di NTB

Dinas Perhubungan memantau keberadaan taksi online dan menghimbau untuk segera daftar ke Dinas Perhubungan agar legal

MATARAM.lombokjournal.com — Jumlah taksi online di Provinsi NTB khususnya di Kota Mataram terus terjadi peningkatan. Keberadaan taksi online ini sering menimbulkan gelojak dengan angkutan konvesional.

Hingga saat ini, taksi online yang sudah mengantongi izin dari pemerintah daerah hanya 24 unit saja  yang berasal dari aplikasi Uber.

“Jumlah taksi yang legal di NTB saat ini sebnyak 24 Unit, yang sudah memenuhi syarat untuk beroperasi,” ungkap Kepala Bidang Angkutan Darat di Dinas Perhubungan NTB, Asep Supriatna, Kamis (05/04 ) di Kantor Gubernur NTB.

Asep menuturkan, pihaknya sekarang ini sedang memantu keberadaan taksi Online yang masih beroperasi.

“Sekarang taksi online ini kami pantau keberadannya, terus menghimbau untuk segera daftar ke Dinas Perhubungan agar legal. Pada saatnya nanti  kita akan operasi penegakan Hukum,” terangnya

Untuk saat ini Dinas Perhubungan mengadakan operasi simpatik.

“Jadi sebulan ini baru operasi simpatik dulu. Kami pantau di lapangan taksi ini, agar tidak ada gesekan  dengan Taksi konvensional,” cetusnya.

Ia menuturkan, Dishub senditi  tetap berkoordinasi dgn organda, dan pemilik taksi reguler agar mencari solusi yang tepat.

“Tinggal  bagaimana  mencari kesetaraan jangan taksi online itu sembarangan. Dia ngambil di tempat- tempat yang sudah di tempati taksi reguler,” jelasnya.

Pada prinsipnya tidak ada penolakan taksi online, sebab  justru itu mempermudah pelayanan warga NTB.  “Hanya diharapkan yangh fair dong, taxi online juga harus sama dgn taxi reguler. Jangan begitu ada takxi online mematikan taxi yang sudah ada,” katanya..

Menurutnya, kalau taxi online tidak dipantau, kalau terjadi kecelakan tidak bisa memperoleh jaminan dari jasaraharrja juga, tegasnya

BACA JUGA : Naiknya Tarif Ojek Online Dinilai Masih Wajar

Asep menghimbau, agar  masyarakat menggunakan taksi yang sudah legal, Jangan membiasakan diri memakai taksi yang ilegal, karena itu tidak ada jaminan keselamatan.

AYA

 




Tahun 20018, Target PAD Sektor Peternakan NTB Rp1,005milyar

Kontribusi usaha peternakan sapi di NTB terhadap pengembangan sapi dan kebutuhan daging dalam daerah dan Nasional, sangat signifikan

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Peternakan dan Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)  merilis transaksi perdagangan sektor peternakan tahun 2017 mencapai angka Rp3,01 Trilyun.

Di tahun 2018, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, drh H Aminurrahman M Si., mengatakan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk sektor Peternakan ini sebesar Rp1,005 Milyar.

Dijelaskannya, target PAD sebesar Rp1,005 M ini dari berbagai aspek pemanfaatan asset seperti holding ground untuk kandang pengiriman ternak keluar daerah, pelayanan kesehatan laboratorium, dan dari produksi mani beku.

“Pemerintah Kabupaten dan Kota di NTB juga memiliki target masing-masing dari sektor peternakan ini,” jelas Aminurrahman saat menggelar konferensi pers yang difasilitasi oleh Biro Humas Setda Provinsi NTB, Rabu (04/04).

Kontribusi usaha peternakan sapi di NTB terhadap pengembangan sapi dan kebutuhan daging dalam daerah dan Nasional, sangat signifikan. Tiap tahun NTB mengirimkan sapi potong rata-rata 16.500 ekor dan sapi bibit 12.000 ekor dengan tujuan ke berbagai Provinsi di Indonesia.

Untuk tingkat konsumsi masyarakat NTB terhadap produk peternakan terutama yang berasal dari daging dan telur, menunjukkan trend meningkat, dari 2,9 kg/kap/thn tahun 2016 untuk daging sapi dan kerbau menjadi 2,93 kg/kap/thn di tahun 2017.

Demikian pula untuk konsumsi daging unggas seperti ayam ras, buras, dan itik, juga mengalami peningkatan sebesar 57,41 % dari 4,65 kg/kap/thn menjadi 8,01 kg/kap/thn.

Sedangkan untuk konsumsi telur di NTB saat ini 6,6 kg/kap/thn untuk telur ayam ras dan 1,24 kg/kap/thn untuk telur ayam buras serta 0,20 kg/kap/thn untuk telur itik.

Menurut Aminurrahman, meningkatnya konsumsi masyarakat ini diakibatkan daya beli dan pendapatan masyarakat terutama masyarakat pedesaan semakin baik.

Tingkat kesejahteraan masyarakat peternak di NTB,  tercermin dalam Indeks Nilai Tukar Petani Sub Sektor Peternakan yang secara rutin di relase oleh BPS NTB, yaitu 117,98 poin di tahun 2016, naik menjadi 120,60 poin di tahun 2017.

“Release terakhir bulan Januari-Maret 2018, Indeks Nilai tukar Petani Sub Sektor Peternakan adalah 121,10 poin dengan total nilai transaksi perdagangan mencapai angka Rp3,01 trilyun,” tandasnya.

AYA/Hmas