SPEKTRA Kembali Gelar  Pameran di Atrium Mataram  Mall, Mataram

SPEKTRA menawarkan promo khusus berupa hadiah langsung untuk setiap transaksi dan cukup bayar Rp 0

MATARAM.lombokjournal.com — Setelah sebelumnya sukses di tahun 2017, roadshow SPEKTRA MERlAH telah mengunjungi lebih dari 10 kota di tanah air. Kini, SPEKTRA kembali menggelar pameran di Mataram, Nusa Tenggara Barat

Bertempat di Atrium Mataram  Mall ,Mataram SPEKTRA menawarkan promo khusus berupa hadiah langsung untuk setiap transaksi dan cukup bayar Rp 0.

Tidak hanya itu. SPEKTRA pun memberikan garansi bahwa pengunjung dapat langsung membawa pulang barang impian mereka dalam waktu tanpa perlu melalui proses survey dan memperoleh potongan sampai 3 kali angsuran.

i Mataram, pameran SPEKTRA Meriah akan digelar mulai tanggal 25 hingga 10 Juni 2018 dengan bekerjasama dengan Galaxy Elektronic,Graha Elektronic,Matrix Computer,Rocket Music,serta berbagai ATPM seperti Samsung, LG , Sharp, Olympic,Comforta dan Brand-brand lainnya yang disediakan  guna memenuhi kebutuhan barang elektronik dan furniture pengunjung.

Ardian Prastya,selaku Presiden direktur PT. astra multifinnce, mengatakan pameran ini sengaja digelar untuk membantu masyarakat mendapatkan barang elektronik serta perabotan rumah tangga impian mereka melalui proses yang lebih simple dan harga yang lebih murah.

“Kami melihat bahwa masyarakat indonesia memiliki kebutuhan yang sangat besar terhadap barang-barang seperti elektronik, gadget, serta perabotan rumah tangga. Maka dari itu, SPEKTRA hadir untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan tersebut. Pelanggan kami dapat langsung membawa pulang barang yang mereka butuhkan”. tuturnya, Kamis (31/5/2018).

Ardian menegaskan bahwa pameran seperti SPEKTRA Meriah ini akan sering diadakan guna membantu meningkatkan daya beli masyarakat di berbagai kota di lndonesia.

Selain pameran berbagai alat elektronik serta perabotan rumah tangga, SPEKTRA juga menyiapkan panggung hiburan bagi para pengunjung serta berbagai aktivitas menarik yang dapat menemani pengunjung dalam menghabiskan waktu akhir pekan bersama keluarga mereka.

“Berbagai hadiah dan grandprize menarik telah disiapkan dalam pameran tersebut. Tidak perlu harus bertransaksi cukup datang saja,” ujarnya.

AYA (*)




Zul-Rohmi Punya Cara Jaga Stabilitas Harga Komoditi Pertanian

Ketidakstabilan harga komoditi itu disebabkan lantaran belum hadirnya industri-industri pengolahan yang bisa menampung hasil produksi pertanian petani di NTB

MATARAM.lombokjournal.com — Pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur NTB, Dr Zulkieflimansyah dan Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah (Zul-Rohmi) memiliki cara tersendiri untuk menjaga stabilitas harga komoditi pertanian di NTB, terutama di sektor pertanian tanaman pangan.

Stabilitas harga komoditi Padi dan Jagung, juga akan bermuara pada peningkatkan kesejahteraan petani yang dapat diukur dengan indeks Nilai Tukar Petani (NTP) yang disusun BPS.

Seperti diketahui, selama ini harga komoditi sektor tanaman pangan khususnya padi dan jagung kerab tidak stabil. Jika musim panen harga menjadi anjlok sangat murah, dan berdampak pada pendapatan petani dan tingkat kesejahteraannya. Sementara jauh dari musim panen, harga meningkat tajam dan menyebabkan inflasi daerah.

Cagub NTB, Dr Zulkieflimansyah menilai, ketidakstabilan harga komoditi itu disebabkan lantaran belum hadirnya industri-industri pengolahan yang bisa menampung hasil produksi pertanian petani di NTB.

Menurut dia, pendekatan yang digunakan selama ini masih terkesan pendekatan snapshoot, yang hanya menyelesaikan masalah, ketika ketidakstabilan harga terjadi, tanpa mengatasi akar masalahnya, sehingga menjadi masalah klasik yang tiap tahun terjadi.

Misalnya, ketika harga anjlok maka petani diberi bantuan dan stimulan, sementara saat harga tinggi pemerintah melakukan operasi pasar untuk melindungi masyarakat kurang mampu.

Zul-Rohmi tidak menggunakan pendekatan yang snapshoot seperti itu, tapi pendekatan yang berkesinambungan dan menukik ke akar masalahnya. Banyak ketidakstabilan ini bukan hanya masalah pangan, tapi karena tidak hadirnya industri pengolahan,” kata Dr Zul, dalam siaran persnya, Senin (28/05) kepada Media.

Ia mengatakan, produksi gabah dan jagung di NTB selalu surplus, namun ketidakstabilan harga masih terjadi. Sebab, selama ini komoditi yang dijual keluar masih dalam bentuk mentah.

“Harga tidak stabil karena, baik yang diserap Bulog maupun yang kita kirim keluar, ke Bali Jakarta dan Surabaya dalam bentuk mentah. Tugas kami adalah bagaimana dorong agar industri pengolahan hadir, sehingga nilai tambah muncul. Kalau itu terjadi Insya Allah ketidakstabilan itu bisa dicegah, bahkan bisa jadi ekonomis produksi,” kata Dr Zul.

Zul mengakui, untuk menghadirkan industri pengolahan bukan persoalan sederhana dan membutuhkan komitmen juga waktu. Sebab, untuk menhadirkan investasi industri pengolahan, daerah juga harus memiliki sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

“Memang bukan masalah sederhana, karena ini tidak semudah kita membalik telapak tangan. Sehingga kita juga hadirkan infrastruktur non-fisik di Kampus-Kampus untuk menciptakan SDM yang kondusif tentang itu,” katanya.

Dr Zul menambahkan, kehadiran industri pengolahan dan penyiapan SDMyang memadai akan memperkuat posisi NTB yang selama ini merupakan lambang lumbung pangan nasional.

“NTB ini kan lambang lumbung pangan nasional, jadi jangan sampai petani kita ini miskin di tengah keberlimpahan kita. Kenapa kita tidak datang dengan pendekatan yang mendasar, hadirnya industri pengolahan itu akan menjadi nilai tambah,” tukasnya.

Peran  Perbankan

Selain kehadiran industri pengolahan, papar Zul, peran sector perbankan juga akan ditingkatkan untuk upaya stabilisasi harga komoditi pertanian dan juga untuk peningkatan kesejahteraan petani di NTB.

Selama ini, kredit perbankan yang dikucurkan sebagian besar masih didomonasi kredit konsumtif, dan juga akses petani untuk pinjaman modal masih sangat terbatas.

“Kami juga akan dorong peran perbankan di NTB, tapi dengan cara berpikir agak berbeda. Perbankan ini harus ada political will untuk dorong kredit modal usaha dan kredit ke hal yang produktif,” katanya.

Semangat program kerja yang akan dijalankan Zul-Rohmi ini, juga sempat disampaikan pasangan nomor urut 3 ini dalam debat kandidat Paslon Pilkada NTB beberapa waktu lalu.

Hal serupa juga disampaikan langsung oleh Dr Zul maupun Dr Hj Sitti Rohmi dalam setiap kali kampanye blusukan mereka ke para petani di Lombok dan Sumbawa.

Me




Bank Indonesia NTB Siapkan 2,4 Triliun Untuk Tukar Uang kecil

Lonjakan biasa akan berlangsung jelang mendekati lebaran, antrian masyarakat yang hendak melakukan penukaran uang pecahan biasanya ramai

Kepala BI Perwakilan Wilayah NTB, Achris Sarwani, Senin (28/05) di Taman sngkareang Mataram (Foto: AYA)

MATARAM.lombokjournal.com —  Guna memenuhi kebutuhan penukaran uang pecahan kecil maupun besar selama Ramadhan hingga menjelang lebaran tahun ini, Bank Indonesia Wilayah NTB menyiapkan uang tunai hingga 2,4 triliun

“Untuk kebutuhan penukaran uang selama ramadhan bagi masyarakat, kita telah siapkan uang tunai senilai 2,4 triliun” kata Kepala BI Perwakilan Wilayah NTB, Achris Sarwani, Senin (28/5/2018) di Taman sngkareang Mataram usai membuka secara resmi acara pembukaan penukaran Uang.

Dengan rincian pecahan kecil Rp.20.000 ke bawah sebesar 60 persen dan merupakan uang pecahan besar dengan nilai Rp.50.000, dengan lokasi penukaran lapangan Sangkareang, Lanud Rembiga dan lapangan Malomba.

Dalam memberikan Layanan langsung penukaran uang pecahan kepada masyarakat sendiri, BI menggandeng 12 bank, jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya 6 bank, tapi dari sisi waktu sekarang ini dibatasi

“Kalau yang layanan langsung di lapangan waktunya singkat, tapi kalau layanan di kantor bank masing – masing pelayanan penukaran dilakukan hingga menjelang lebaran” katanya

Sejauh ini tingkat transaksi penukaran masih normal, lonjakan biasa akan berlangsung jelang mendekati lebaran, antrian masyarakat yang hendak melakukan penukaran uang pecahan biasa ramai

Dikatakan, masyarakat yang melakukan penukaran uang pecahan umumnya digunakan untuk kebutuhan zakat maupun THR jelang lebaran, baik dilakukan perorangan maupun perusahaan

“Sudah menjadi kebiasaan masyarakat, bahwa setiap ramadhan dan jelang lebaran  menukar uang pecahan untuk zakat dan  THR” katanya

AYA

 

 

 




Kontraktor Di KLU Ancam Laporkan Kepala ULP

Kepala ULP KLU menegaskan, jawaban atas sanggahan sudah dikirimkan oleh Pokja dan juga diketahui Pejabat Pembuat Komitmen

LOMBOKUTARA.lombokjournal.Com  — Salah seorang kontraktor, H. Salman., mengancam akan melaporkan pihak ULP KLU, atas dugaan penyalahgunaan wewenang dalam proses tender atau lelang empat proyek fisik 2018 di Lombok Utara.

Kekecewaan H. Salman, berawal dari sanggahan hasil lelang proyek yang dilayangkan pihaknya tidak kunjung mendapat jawaban dari Pokja dan ULP hingga batas akhir yang ditentukan.

“Kami belum mendapat jawaban penjelasan dari Pokja terkait sanggahan lelang proyek fisik yang kami layangkan. Alasannya LPSE sedang gangguan. Kami akan laporkan ini atas dugaan penyalahgunaan wewenang,” bebernya belum lama ini.

Jika alasannya LPSE bermasalah, kata Salman, maka jawaban atas sanggahan harus langsung dikirim begitu LPSE kembali normal. Mengingat sesuai aturan, jawaban harus diberikan setelah lima hari dari dilayangkannya sanggahan.

“Seingat saya, terjadinya gangguan itu bukan pada pukul 12.00 Wita seperti yang dijelaskan dalam klarifikasi kepala ULP, tapi pukul 08.00 Wita sampai dengan pukul 16.00 WITA. Itu jawaban mengada-ada,” paparnya.

Bahkan lebih tegas dirinya berencana akan melayangkan surat ke pihak Pengguna Anggaran (PA) Dinas PUPR untuk menggagalkan lelang empat proyek tersebut.

Menanggapi ancaman tersebut, Kepala Bagian Pembangunan Setda Lombok Utara, Lalu Majemuk, yang juga menjabat sebagai Kepala ULP KLU, menegaskan bahwa jawaban atas sanggahan sudah dikirimkan oleh Pokja dan juga diketahui Pejabat Pembuat Komitmen.

“Ya silahkan laporkan, tidak jadi persoalan, itu hak penyanggah. Intinya bukti jawaban sudah ada dan kita masih minta rekomendasi dari LKPP,” jelasnya, Selasa (22/5).

Majemuk menjelaskan, pihaknya tidak akan menggelar tender ulang seperti desakan oknum kontrator. Bahkan menurutnya, sanggahan tidak membatalkan hasil lelang.Terlebih bukti jawaban atas sanggahan tersebut sudah ada sesuai permintaan dari TP4D.

“Kita berharap proyek ini jalan dan PKK segera melanjutkan proses tahapannya. Sementara untuk proyek yang lain tidak ada masalah karena memang kemarin ada masalah sistem secara nasional makanya terpengaruh pada hari terakhir sanggahan sehingga jawaban itu tidak bisa masuk,” cetusnya.

Empat proyek fisik bernilai miliaran rupiah ini bersumber dari dana DAK 2018.

DNU




Lombok International Airport Berbagi 12.500 Takjil Untuk Penumpang

Takjil dibagikan oleh Duta Bandara dan petugas Customer Service Lombok International Airport di tiga titik yaitu di area kedatangan domestik, ruang tunggu domestik dan ruang tunggu internasional

lombokjournal.com —

PRAYA.lombokjournal.com —  Lombok International Airport berbagi takjil bersama penumpang di terminal bandara. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun pada bulan Ramadhan.

Pemberian  takjil ini menjadi sarana silaturahmi dan komunikasi kepada para penumpang dan menambah keberkahan bulan Ramadhan.

Pembagian takjil ini dimulai sejak 1 Ramadhan yang jatuh tepat pada tanggal 17 Mei 2018 pukul 17.30 WITA. Jumlah takjil yang dibagikan setiap harinya berkisar 300 – 400 box.

Total takjil yang diberikan kepada penumpang selama bulan Ramadhan sebanyak 12.500 box.

“Kami ingin berbagi kepada penumpang yang datang maupun pergi melalui Lombok International Airport pada jam berbuka puasa. Terlebih lagi sebelumnya bandara ini telah masuk nominasi bandara yang ramah wisatawan muslim. Tentunya kami ingin mempertahankan ini dan tidak hanya itu kami ingin berbagi keberkahan di bulan Ramadhan ini bersama para penumpang yang sedang menjalankan ibadah puasa,” Ujar I Gusti Ngurah Ardita, General Manager Lombok International Airport.

Takjil dibagikan oleh Duta Bandara dan petugas Customer Service Lombok International Airport di tiga titik yaitu di area kedatangan domestik, ruang tunggu domestik dan ruang tunggu internasional.

Terdapat 15 penerbangan domestik dan internasional baik kedatangan maupun keberangkatan pada jam berbuka puasa yaitu pukul 17.30 hingga 19.00 WITA.

AYA




Pertamina Ajukan Penambahan Stok BBM 7,5 Persen

Tidak ada penjatahan masing-masing SPBU, semua tergantung jumlah permintaan yang diajukan

Sigit Wicaksono

MATARAM.lombokjurnal.com — Mengantisipasi terjadinya lonjakan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama puasa hingga lebaran, Pertamina melakukan penambahan stok. Penambahan stok tersebut diajukan sebesar 7,5 persen dibandingkan sebelumnya.

“Untuk di Lombok dan Bima,” ujar Sales Executive Retail NTB Pertamina Rayon Ampenan, Sigit Wicaksono,  Selasa (15/05),

Ia menuturkan, penambahan tersebut untuk stok di awal Juni mendatang. Sedangan pada Mei ini stok dinilainya masih mencukupi.

Sigit mengungkapkan, lonjakan penggunaan BBM biasanya terjadi pada awal Ramadan. Hal ini berdasarkan pengamatan dari tren tahun-tahun sebelumnya.

“Orang kan masih euphoria belanja dan jalan-jalan ngabuburit,” sambungnya.

Sementara menjelag Idul Fitri, penggunaan BBM cenderung menurun dan stagnan.  Berbeda dengan penggunaan Elpiji yang terus meningkat. Pada saat itu masyarakat cenderung lebih banyak beraktivitas di dalam rumah.

“Pada saat itu orang lebih banyak diam di rumah untuk persiapan lebaran,”  katanya.

Ia melanjutkan, dari 7,5 persen penambahan stok yang diajukan, masih didominasi oleh premium. Pertamax sendiri masih di bawah 5 persen yang diajukan.

Sementara Pertalite sendiri diakuinya cenderung stagnan. Meski begitu, hal terpentng saat ini yang digalakkan adalah tidak adanya kekosongan  stok di SPBU.

“Yang penting jangan sampai SPBU kosong,” akunya.

Terkait penyaluran pasokan, Sigit mengatakan tidak ada penjatahan masing-masing SPBU. Semua tergantung jumlah permintaan yang diajukan.

Namun saat ini yang justru tengah membutuhkan penyesuaian adalah saranan dan fasilitas SPBU. Ada beberapa fasilitas yang harus segera di upgrade.

“Selain itu ada juga penambahan di lokasi yang overload dari kapasitas mereka,” ungkapnya.

Ia menambahkan, beberapa lokasi yang overload lebih banyak di Kota Mataram. Sigit mengaku Pertamina memang fokus di Kota Mataram. Hal ini dikarenakan lebih banyak terjadi aktivitas setiap hari kecuali hari Minggu.

“Minggu itu kita isi lebih banyak agar Senin sudah banyak tertampung,” pungkasnya.

Sementara terkait penambahan SPBU, dalam waktu dekat ini Pertamina akan melakukan penambahan di KLU. Selain itu ada juga program BBM satu harga di NTB yang akan berlaku di empat titik.

“Stok kita selama Ramadan aman dan tercukupi,” tandasnya

AYA




Bulan Maret, Statistik Transportasi Laut Turun

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional naik sebesar 39,63 persen

MATARAM.lombokjurnal.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis Jumlah penumpang yang datang dan berangkat menggunakan angkutan laut pada bulan Maret 2018, turun dibandingkan bulan Februari 2018.

Masing-masing sebesar -46,12 persen dan -20,57 persen.

Ada pun Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan Maret 2018 naik 21,70 persen dari bulan Februari 2018. Demikian halnya dengan barang yang dimuat juga naik tajam sebesar 746,97 persen.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS NTB Endang Truwahyuningsih, Rabu (02/05).

Ia menyatakan,  jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan Maret 2018 sebanyak 168.699 orang, naik sebesar 22,36 persen dari bulan Februari 2018.

“Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional juga naik sebesar 39,63 persen menjadi sebanyak 14.651 orang,” terangnya

Dimana Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Maret 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 156.972 orang, meningkat sebesar 14,39 persen dibandingkan bulan Februari 2018.

Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional juga meningkat sebesar 32,35 persen dari 9.937 orang menjadi 13.152 orang.

“Jumlah barang yang dibongkar pada bulan Maret 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 683.530 Kg, meningkat sebesar 13,20 persen dari bulan Februari 2018. Sedangkan barang yang dimuat pada bulan Maret 2018 berkurang sebesar -9,68 persen dari bulan  sebelumnya,”pungkasnya

AYA




Hunian Hotel Meningkat Pada Bulan Maret

TPK bulan Maret 2018 mencapai 51,32 persen, mengalami kenaikan sebesar 10,72 poin dibandingkan dengan TPK Hotel Bintang bulan Pebruari

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat statistik (BPS) NTB merilis Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Maret 2018 yang  mengalami kenaikan cukup tinggi dibandingkan bulan Pebruari 2018.

“TPK bulan Maret 2018 mencapai 51,32 persen, mengalami kenaikan sebesar 10,72 poin dibandingkan dengan TPK Hotel Bintang bulan Pebruari 2018, yaitu sebesar 40,60 persen. Jika dibandingkan dengan TPK bulan Maret  2017 sebesar 49,78 persen, berarti mengalami kenaikan sebesar 1,54 poin,” ujar kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih, Rabu (02/05) .

Ia menyatakan rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Maret 2018 tercatat hanya 1,90 hari.

” Ini turun 0,21 hari dibandingkan dengan RLM bulan Pebruari 2018 sebesar 2,11 hari. Dibandingkan dengan RLM bulan Maret  2017 sebesar 2,05 hari berarti juga terjadi penurunan 0,15 hari,” tegasnya

Adapun Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan Maret 2018 tercatat 83.803 orang yang terdiri dari 66.135 orang tamu dalam negeri (78,92 persen) dan 17.668 orang tamu luar negeri (21,08 persen).

“TPK Hotel Non Bintang bulan Maret 2018 sebesar 31,75 persen mengalami kenaikan 6,11 poin dibanding bulan Pebruari 2018 dengan TPK sebesar 25,64 persen. Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2017 juga mengalami kenaikan sebesar 7,25 poin dari 24,50 persen, ” imbuhnya.

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan Maret 2018 sebesar 1,90  hari, sedikit mengalami penurunan 0,01 hari dibandingkan dengan RLM bulan Pebruari 2018.

“Jika dibandingkan dengan bulan Maret 2017 mengalami kenaikan sebesar 0,12 hari,” pungkasnya.

AYA




Inflasi Gabungan NTB Bulan April

Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,80 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat statistik ( BPS ) NTB merilis, bulan April 2018, Nusa Tenggara Barat mengalami inflasi sebesar 0,37 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK), dari 130,73 pada bulan Maret 2018 menjadi 131,21 pada bulan April 2018.

Angka inflasi ini berada di atas angka inflasi nasional yang tercatat sebesar 0,10 persen.

Hal ini disampaikan Kepala BPS NTB Endang Triwahyuningsih, Rabu (02/05 ).

Endang menyatakan Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami inflasi sebesar 0,25 persen dan Kota Bima mengalami inflasi sebesar 0,80 persen.

Menurut Endang, inflasi Nusa Tenggara Barat bulan April 2018 sebesar 0,37 persen terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan dengan kenaikan indeks pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 0,93 persen.

“Sedang pada Kelompok Kesehatan sebesar 0,71 persen; Kelompok Bahan Makanan skoebesar 0,47 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,2 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,2 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,15 persen; Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,02 persen,” terangnya.

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender April 2018 sebesar 1,02 persen lebih rendah dibandingkan inflasi tahun kalender April 2017 sebesar 1,07 persen. Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” April 2018 sebesar 3,65 persen lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan April 2017 sebesar 3,05 persen.

AYA




Jelang Hari Besar Keagamaan, Pemerintah Tinjau Harga Pokok

Ketersediaan bahan pokok untuk masyarakat sudah terpenuhi dan terjangkau

MATARAM.lombokjournal.com — Guna Memantau Harga Bahan Pokok menjelang Hari Besar Keagaamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Pusat melalui Staf Ahli Perdagangan RI melakukan kunjungan kerja ke semua daerah di indonesia,

Kunjungan kerja ini  disertai juga dengan Rakor yng diadakan oleh Dinas Perdagangan NTB, dan Kepala Divre NTB.

Laksminingsih selaku Staf Ahli Bidang Perdagangan ditugaskan untuk melihat dan memantau sendiri serta melaksnanakan dan memantu sendiri untuk persiapan bahan pokok di bulan Puasa dan Idul Fitri.

“Tadi Kita mulai dengan   berkeliling pasar, retail moderen dan sekarang ada di Gudang Bulog guna memastikan ketersediaan bahan Bahan pokok,” terang Laksminingsih saat berada di Gudang bulog, Senin (30/04)

Ia menyatakan, saat melakukan pemantauan sudah ada harga komoditi kebutuhan yng harganya sudah mulai turun yakni mulai dari harga bawang dn cabai, serta harga beras yang sudah mulai terjangkau harganya.

Di NTB sendiri dengan harga harga beras sekitar 8-9 ribu, padahal harga eceran tertinggi untuk beras mencapai Rp.9.450  untuk yang medium. Untuk ayam ras juga masih berkisar di harga 35 ribu hingga 36 ribu, walaupun beberapa minggu lalu terjadi lonjakan hingga mencapai harga 40 ribu.

“Kita merasa senang karena ketersediaan untuk masyarakat sudah terpenuhi dan terjangkau,” imbunnya.

Ia mengaku, sebagai wakil Pemerintah Pusat hadir ke setiap daerah, pihaknya berharap agar harga bisa dipertahankan.

Untuk mengantisipasi harga yang sering melonjak di saat menjelang puasa dan lebaran, Laksminingsih menekankan kepada Dinas Perdagangan dan satgas pangan untuk melakukan pengecekan.

“Inilah tugas Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan untuk selalu menegecek setiap harga agar stabil,” ujarnya.

Naik seribu atau dua ribu masih dinilai wajar, dan ia tidak menutup kemungkinan itu bisa saja terjadi. “Tapi ya naiknya jangan 100 persen. Kalau 10 persen masih wajar. Inilah gunanya Satgas Pangan dan petugas Dinas Perdagangan, ” pungkasnya.

AYA