Konversi Dari Minyak Tanah Ke Elpiji di Pulau Sumbawa Bulan Oktober

Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sudah ditunggu sejak 2011. Padahal konversi elpiji di NTB sudah dimulai tahun 2011 lalu, tapi hanya khusus dilakukandi  Pulau Lombok

MATARAM.lombokjournal.com — Program konversi dari minyak tanah (Mitan) ke penggunaan gas elpiji 3 kilo di pulau Sumbawa segera diterapkan. Diperkirakan program tersebut dapat dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 mendatang,

Sales Executive Elpiji Pertamina IX Wilayah Lombok, Firdaus Sustanto mengatakan, konversi gas elpiji 3 kg subsidi estimasi Oktober 2018 sudah dapat mulai dilakukan. jumlah penerima gas elpiji di Sumbawa sebanyak 254 ribu.

“Sekitar 254 ribu paket perdana dan itu untuk seluruh Kabupaten Kota di Pulau Sumbawa,” tutur Firdaus, Senin (03/09) malam. .

Ia menyatakan,  penyaluran untuk gas elpiji 3 kg tersebut, ada beberapa tahapan. Direncanakan bisa diselesaikan secepatnya, agar seluruh warga Sumbawa bisa berhemat dengan menggunakan gas dibandingkan dengan minyak tanah yang harganya lebih mahal..

“Nanti ada tahapannya, rencana diselesaikan dalam waktu 1 bulan,” terangnya.

Sementara itu  ,Sekretaris Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Barat  (NTB) Zainal Abidin menuturkan,  program ini akan terealisasi setelah tender yang dilakukan  selesai dan  proses verifikasi ulang data penerima tabung gas elpiji.

“Setelah tender langsung dibagikan yang tahap pertama sekitar 70 ribuan,” katanya

Dijelaskannya, dilakukan verifikasi ulang data tersebut sebelum paket tabung gas elpiji dibagikan, karena mungkin datanya tidak tepat sasaran. Jika terdapat calon penerima yang sudah menggunakan tabung gas elipiji 12 kilo, maka secara otomatis mereka akan dihapus dari daftar penerima.

Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sudah ditunggu sejak 2011. Padahal konversi elpiji di NTB sudah dimulai tahun 2011 lalu, tapi hanya khusus dilakukandi  Pulau Lombok.

Konversi elpiji di Pulau Sumbawa sering tertunda. Smula direncanakan tahun  2017 lalu. Namun baru sekarang  tahapannya telah selesai.  Dan harga jualnya pun berbeda dengan di Lombok.

“Pasti berbeda harganya di Lombok dengan  di Sumbawa, tetapi belum dipastikan harganya. Nanti Pertamina akan menetapkan,” jelasnya.

Dipastikan Zainal, untuk harganya tidak akan ada kenaikan karena ini merupakan produk dari pemerintah.

“Kalau yang produk pemerintah tidak ada yang naik,” pungkasnya.

AYA




Statistik Transportasi NTB, Bulan Juli 2018

Jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional naik sebesar 73,73 persen dari 12.317 orang menjadi 21.398 orang

MATARAM.lombokjournal.com — Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis Jumlah penumpang yang datang melalui angkutan laut pada bulan Juli 2018 turun sebesar 27,70 persen dibandingkan bulan Juni 2018. Sedangkan jumlah penumpang berangkat naik 8,58 persen.

“Jumlah barang yang dibongkar melalui pelabuhan laut pada bulan Juli 2018 naik 12,25 persen dari bulan Juni 2018. Demikian halnya dengan barang yang dimuat juga naik yaitu sebesar 41,01  persen,” ungkap Kepala BPS NTB Suntono Senin (03/09).

Ia menyatakan, Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan domestik pada bulan Juli 2018 sebanyak 200.079 orang, naik sebesar 6,10 persen dari bulan Juni 2018.

Jumlah penumpang yang datang melalui penerbangan internasional naik sebesar 13,55 persen menjadi sebanyak 17.131 orang.

Jumlah penumpang yang berangkat pada bulan Juli 2018 melalui penerbangan domestik sebanyak 206.164 orang, naik sebesar 25,22 persen dibandingkan bulan Juni 2018.

Demikian halnya dengan jumlah penumpang yang berangkat melalui penerbangan internasional naik sebesar 73,73 persen dari 12.317 orang menjadi 21.398 orang.

Jumlah barang yang dibongkar pada bulan Juli 2018 melalui penerbangan domestik sebesar 790.103 Kg, naik sebesar 38,70 persen dari bulan Juni 2018. Barang yang dimuat di terminal dosmetik pada bulan Juli 2018 naik sebesar 19,77 persen dari bulan  sebelumnya.

“Sedangkan barang yang dimuat di terminal internasional pada bulan Juli 2018 turun 60,98 persen dibanding Juni  2018,” pungkasnya.

AYA




Deflasi  NTB Bulan Agustus 0,10 Persen, Lebih Besar Dari Angka Nasional

Laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Agustus 2018 sebesar 2,06 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Agustus 2017 sebesar 1,60 persen

MATARAM.lombokjournal.com — Bulan Agustus 2018, Nusa Tenggara Barat  (NTB) mengalami deflasi sebesar 0,10 persen, atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 132,69 pada bulan Juli 2018 menjadi 132,56 pada bulan Agustus 2018.

Badan Pusat Statistik ( BPS ) NTB merilis itu pada media hari Senin. “Angka ini lebih besar dibandingkan angka deflasi nasional yang tercatat sebesar 0,05 persen” Ujar Suntono selaku Kepala BPS NTB Senin (03/09).

Ia menyatakan Untuk wilayah Nusa Tenggara Barat, Kota Mataram mengalami deflasi sebesar 0,07 persen dan Kota Bima mengalami deflasi sebesar 0,21 persen.

Deflasi Nusa Tenggara Barat bulan Agustus 2018 sebesar 0,10 persen terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan dengan penurunan indeks pada Kelompok Transport, Komunikasi & Jasa Keuangan sebesar 1,79 persen dan Kelompok Bahan Makanan sebesar 0,04 persen. Sedangkan kenaikan indeks terjadi pada Kelompok Kesehatan sebesar 0,42 persen; Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau sebesar 0,35 persen; Kelompok Sandang sebesar 0,27 persen; Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan bakar sebesar 0,22 persen dan Kelompok Pendidikan, Rekreasi & Olah raga sebesar 0,01 persen.

Sedang laju inflasi Nusa Tenggara Barat tahun kalender Agustus 2018 sebesar 2,06 persen, lebih tinggi dibandingkan inflasi tahun kalender Agustus 2017 sebesar 1,60 persen.

“Sedangkan laju inflasi “tahun ke tahun” Agustus 2018 sebesar 3,42 persen, lebih rendah dibandingkan dengan laju inflasi “tahun ke tahun” di bulan Agustus 2017 sebesar 3,89 persen,” pungkasnya

AYA

 

 




NTB masuk Nominasi Investasi Terbaik

Kriteria yang dinilai sehingga NTB  masuk nominasi yaitu bagaimana pelayanan, perizinan dan investasi, serta bagaimana volume investasi dalam progres 5 tahun. Kemudian bagaimana prospek ke depannya.

Lalu Gita Ariadi

MATARAM.lombokjournal.com — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masuk dalam arward Indonesia aktraktif yang diselenggarakan salah satu media nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB, H Lalu Gita ArIadi menuturkan, nominasi itu merupakan salah satu acara media nasional. Nama acara tersebut adalah Indonesia aktraktif Award, dan NTB masuk dalam nominasi tersebut.

“Penyelenggaranya dari media nasional dengan berbagai kriteria-kriteria untuk sektor investasi kita dapat,” ujar Kepala DPMPTSP, H Lalu Gita Ariadi

Ia menjelaskan, nominasi lainya masuk juga ada dari DKI  Jakarta, Jawa barat, dan Jawa timur.  Karena NTB masuk nominasi, diminta untuk mempresentasikan progres-progres investasi, prospek kendala dan hal lainnya.

“Kita sudah lakukan itu, dan final akhirnya nanti insyallah pengumumannya dan penganugerahannya tanggal 14 September,” tambahnya.

Gita mengatakan, informasi NTB masuk dalam nominasi tersebut sebelum terjadinya gempa bumi Lombok. Namun ia berharap ke depannya bisa mendapatkan predikat dari nominasi yang ditentukan oleh pihak penyelenggara.

“Mudah-mudahan bisa dapat predikat gold, atau perak atau perunggu, seperti dikejuaran itu,” ungkapnya

Beberapa kriteria yang dinilai sehingga NTB  masuk nominasi yaitu bagaimana pelayanan, perizinan dan investasi, serta bagaimana volume investasi dalam progres 5 tahun. Kemudian bagaimana prospek ke depannya.

Tim penguji Indonesia Aktraktif Award itu dari pakar-pakar yang kompeten.

“Dilihat anatomi NTB itu diulas, nah kita kan prospek investasi, kemarin kita sebutkan KEK Mandalika, Sumbawa Barat dengan pembangunan smellter kemudian rencana global Samota, Sakosa, Sape Komodo Samiang,” jelasnya.

Daerah-daerah yang disebutkan Gita merupakan sebagai kawasan pariwisata yang ada di NTB. Kawasan pariwisata tersebut paparkan ketika presentasi saat itu.

“Ini profil investasi NTB kedepan, kemudian langkah-langkah semua itu dinilai,” ujarnya.

Bagaimana progres Mandalika setelah Kawasan ekonomi khusus (KEK) diulas, kemudian Newmont, PDAM NT, serta smellter  bagaimana prosesnya  setelah dibangun. Hal tersebut juga yang dapat di nilai untuk bisa masuk kedalam Indonesia Aktraktif Award, bersaing dengan 3 provinsi yang cukup baik.

“Menjadi kebanggaan kita bersaing dengan daerah punya katakanlah kelas relatif diatas kita,” pungkasnya

AYA

 




Bank of China Cabang Jakarta Serahkan Donasi RP100 Juta Untuk  Gempa Lombok

NU Peduli sebagai pelaksanaan kegiatan akan mendistribusikan donasi tersebut untuk beberapa kluster logistik, kesehatan, pendidikan dan lain-lain

lombokjournal,com

JAKARTA  ;   Gempa Lombok yang menelan korban jiwa dan harta benda serta menimbulkan penderitaan masyarakat, menarik simpati Bank of China (BOC)Cabang Jakarta untuk menyerahkan donasinya.

BOC Cabang Jakarta yang diwakili Country Manager,  Mr. Zhang Chao menyerahkan donasi gempa Lombok sebesar Rp100 juta kepada Sekretaris LAZISNU, AbdUl RAUF, M.Hum,  yang  disaksikan oleh Manager Bagian distribusi, Slamat, serta Manager IT dan Media, Wahyu Nurhadi.

Penyerahan donasi itu, Jum’at (22/08), di Kantor BOC Cabang Jakarta, Wisma Tamara, Jakarta.

Hadir pula saat itu Mr  Du Qi Qi, Asisten Country Manager Head of CorporateSupport Departemen, Ms Mie Mie, penanggung jawab donasi ini’

“Kami turut merasakan duka masyarakat Lombok karena gempa yang terjadi. Semoga dengan donasi  ini sedikit meringankan derita saudara-saudara di Lombok, ” ujar Country Manager BOC Cabang Jakarta, Mr Zhang Chao Yang.

Menurut data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana “BNPB” yang ditulis Kompas.com, hingga Selasa (21/08) tercatat 1.005 gempa susulan yang terjadi dan bencana jiwa tersebut telah merenggut 515 korban jiwa.

Sekretaris LAZIS NU, Abdul Rauf, M.HUM menyambut baik donasi dari BOC Cabang Jakarta. Menurutnya, hal ini sangat berguna untuk meringankan penderitaan masyarakat Lombok.

“Niat baik dari BOC Cabang Jakarta akan membantu korban di tengah-tengah bencana, ” ujarnya.

Abdul Rauf menjelaskan, donasi yang masuk NU CARE/LAZISNU akan diserahkan ke NU Peduli sebagai pelaksanaan kegiatan. Donasi tersebut akan didistribusikan untuk beberapa kluster;

  1. Kluster Logistik (beras, mie instan, telur, minyak goring, gula, biscuit, susu)
  2. Kluster penddikan (paket sekolah darurat dan trauma healing)
  3. Kluster Kesehatan (pelayanan kesehatan, PHBS, hygen kit, anita, konseling)
  4. Pengungsi dan perlindungan (family kit, terpal, tenda, selimut, tikar, popok bayi dan lansia, minyak telon)
  5. Sarana prasarana (toilet portable, MCK, Tempat ibadah, huntara)

Mr Zhang Chao Yang menyampaikan rasa hormatnya kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia yang selama ini telah memberikan dukungan dan perhatian besar pada pekembangan BOC Cabang Jakarta, serta seluruh pegawai yang berkerja sungguh-sungguh dan berdedikasi tinggi.

Selama bertahun tahun menghadapi ujian dan tantangan, BOC Cabang Jakarta tetap mempertahankan nilai-nilai korporasi yang mengutamakan ‘bertanggung jawab – integritas – professional – inovasi – solid – berprestasi’.

Hal itu membuat seluruh bisnis dapat berkembang dengan stabil, dan BOC Cabang Jakarta telah memberikan  kontribusi yang bermakna penting bagi kerjasama ekonomi dan perdagangan, serta hubungan persahabata antara Indonesia dan Tiongkok.

BOC Cabang Jakarta menjadi pilihan utama bagi perusahaan-perusahaan terkemuka dari Tiongkok untuk berinvestasi dan mengembangkan bisnis di Indonesia dalam llatar belakang ‘Satu Ikatan Satu Jalan’  (’One Belt One Road’).

Me




Pengusaha Tas Ketak Pun Juga Terdampak Gempa

Sebelum gempa pendapatan bisa mencapai 2 juta per hari, sekarang hanya sekitar 100-200 ribu

, Muhammad Afandi

LOMBOK BARAT.lombokjournal.com — Pasca gempa yang terjadi pada dua pekan yang lalu membuat perekonomian di Lombok menurun, salah satu contohnya adalah pengusaha tas Ketak yang sedang naik daun.

Pengusaha tas Ketak ikut merasakan akibat gempa. Produk tas Ketak sekarang semakin sedikit peminat , terutama karena  penurunan  wisatawan yang ke Lombok karena gempa bumi yang melanda Lombok, membuat para pedagang sepi konsumen.

”Kadang saja ada yang beli, bahkan tidak ada sama sekali karena musibah ini. Kita juga takut-takut mau bukak toko,”  cerita  pengelola  toko UD. Bale Bambu di Gunung Sari, Muhammad Afandi, Rabu (21/08).

Peminatnya juga kadang ada yang beli kadang juga tidak. Konsumen jarang ada yang mau datang untuk melihat-lihat. Apalagi untuk membeli, untuk minggu kemarin dan minggu ini sepi.

Ia menuturkan, awal gempa seminggu tidak bukakarena trauma sekaligus takut gempa susulan yang terus terjadi minggu ini. Jadi otomatis toko juga DItutup.

“Untuk harga tas bervariasi dari yang kecil 75 sedangkan yang medium 100 dan yang besar 110,” ucapnya.

Pengunjung ada beberapa yang datang berkunjung dan membeli, terkadang orang sini untuk mengirim keluar daerah karena bisa dibilang tas Ketak masih sangat tenar sampai ke luar negeri.

Untuk pendapatan selama seminggu ini sangat minim karena efek sepinya peminat atau pengunjung yang dating.

“Dulu sebelum musibah gempa, pemasukan kami bisa mencapai 2 juta per hari. Tapi  saat ini rata-rata yang kami dapatkan pemasukan sekitar 100-200 ribu per hari dan penjualan yang lebih banyak membeli tas dan ingke dibandingkan kursi,” ujarnya.

Ia berharap ke depannya, agar musibah yang terjadi dilombok segera berakhir, agar peminatnya kembali meningkat seperti biasanya dan membuat pendapatannya naik.

“Ini aja banyak tukang yang masih takut untuk bekerja, bahkan bisa dikatakan sudah seminggu tukang tidak ada yang masuk karena trauma gempa,” pungkasnya.

AYA




Bantuan Pakan Ternak Untuk Ternak, Bukan Untuk Dikonsumsi Korban Gempa

Kementan melalui Ditjen PKH memberikan bantuan khususnya bagi peternak berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan

LOMBOK UTARA.lombokjournal.com – Dinas Peternakan Kabupaten Lombok Utara meluruskan dugaan sejumlah pengungsi, yang menduga bantuan pakan ternak diperuntukkan para pengungsi korban gempa.

Hal itu terkait viralnya penolakan sejumlah pengungsi korban gempa bumi yang mendapatkan bantuan pakan ternak yang disampaikan relawan Jokowi.

Tim dari Disnak KLU pun langsung terjun ke lapangan dan bertemu dengan sejumlah pengungsi yang mendapatkan bantuan ternak tersebut.

Kepala  Bidang Peternakan KLU, Adi Wibawa mengatakan, pakan ternak tersebut bukan berasal dari relawan Jokowi melainkan dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH).

Kementan melalui Ditjen PKH, ujar Adi, pasca bencana gempa bumi yang melanda Lombok Utara dan Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), membuat Posko Peduli Gempa NTB. Dan memberikan bantuan khususnya bagi peternak berupa pakan ternak, obat-obatan, dan pelayanan kesehatan hewan.

Bahkan untuk mempercepat penerimaan bantuan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, menginstruksikan Ditjen PKH untuk membentuk Tim Aksi Peduli Gempa yang terdiri dari Ditjen PKH (Pusat dan UPT), Dinas PKH Provinsi Bali, Dinas Kabupaten yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan.

Tim tersebut telah bertugas di lapangan sejak terbentuk pada 5 Agustus 2018, sampai dengan saat ini.

Adi membantah bila bantuan pakan ternak tersebut untuk di konsumsi pengungsi korban gempa, dan disalurkan oleh relawan Jokowi. Ia menegaskan, bantuan tersebut murni sebagai kepedulian terhadap peternak.

“Tidak benar kalau bantuan ini oleh relawan Jokowi. Ini dari kementerian. Sebagai daerah penghasil sapi dan daerah peternakan, bantuan ini untuk mensuplai kebutuhan pakan ternak bukan untuk di konsumsi masyarakat,” ujar Adi.

Minta maaf

Bandi korban gempa yang memberikan keterangan pada video tersebut mengaku, tidak mengetahui bantuan tersebut berasal dari kementerian.

Iapun meminta maaf kepada Presiden Jokowi dan semua pihak yang telah dituding tidak memperhatikan pengungsi dengan memberi pakan ternak.

“Saya tidak tahu kalau ini bantuan khusus untuk peternak, saya kira kita dikasi pakan untuk di konsumsi, saya pribadi minta maaf kepada bapak presiden Jokowi atas ketidaktahuan saya,” ujarnya menyesal.

Bantuan pakan ternak dan obat obatan ini di berikan kepada kelompok tani ternak di empat kecamatan diKabupaten Lombok Utara (KLU) yaitu Tanjung, Pemenang, Gangga, Kahyangan, sedangkan di Kabupaten Lombok Timur berada di 3 Kecamatan, yaitu Sembalun, Sambelia dan Pringgabaya.

Ada 9 Kelompok Tani Ternak (KTT) yang ada di Kabupaten Lombok Utara yang terkena dampak gempa antara lain:

  1. KTT Sri Datu dengan jumlah sapi sebanyak 295 ekor;
  2. KTT Mekar Sari dengan jumlah sapi sebanyak 142 ekor;
  3. KTT Baru Sadar + Pade Angen dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor;
  4. KTT Makmur Jaya dengan jumlah sapi sebanyak 50 ekor;
  5. KTT Pade Angen dengan jumlah ternaknya 300 ekor;
  6. KTT Bina Karya jumlah ternaknya 300 ekor;
  7. KTT Maju Sejahtera jumlah ternakya 70 ekor;
  8. KTT Tanjung Tilah dengan jumlah ternak sebanyak 50 ekor;
  9. KTT Telaga Gedong jumlah ternaknya sebanyak 50 ekor.

 

AYA (*)




Pelabuhan Laut Kayangan, Lombok Timur, Tak Ada Penyeberangan

Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan

MATARAM.lombokjournal.com —  Akibat gempa berkekuatan 7.0 Skala Richter (SR) di 30 kilometer (km) arah timur laut Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan kedalaman 10 km, Minggu  (19/08) pukul 22:56 Wita, Pelabuhan penyeberangan laut Kayangan di Lombok Timur mengalami rusak berat.

Kurang 1 jam berikutnya, 3 gempa susulan kembali menerjang dengan kekuatan bervariasi antara 5.0 hingga 5.8 SR. Gempa ini tidak berpotensi tsunami, meski dapat dirasakan kuat getarannya di beberapa kota dan kabupaten sekitar lokasi kejadian.

“Akibat gempa semalam, Pelabuhan Kayangan rusak berat dan akibatnya tidak dapat difungsikan untuk sementara waktu,” ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi melalusi rilisnya ke media, Senin (20/08) pagi.

Budi Setiyadi menyatakan, kerusakan infrastruktur dan fasilitas Pelabuhan Kayangan Lombok Timur meliputi causeway dan trestle di dermaga 2 mengalami penurunan dan dalam keadaan retak, sementara lapangan parkir yang berada dekat dermaga 1 mengalami retak sebagian.

Setelah kejadian gempa petugas yang ada di pelabuhan meninggalkan lokasi saat listrik dalam keadaan dipadamkan, jelas Budi mengenai kondisi terkini di Pelabuhan Kayangan.

“Oleh karena itu sejak gempa terjadi tadi malam tidak ada layanan pelayaran di Pelabuhan Kayangan,” kata Budi.

Untuk sementara kegiatan di Pelabuhan Kayangan hanya sebatas bongkar muatan dari Pelabuhan Poto Tano. Karena masih ada guncangan kecil akibat gempa yang masih terasa pagi ini, maka kondisi terkini pelabuhan  akan tetap dipantau.

“Semoga kerusakan yang ada dapat segera diperbaiki dan dapat beroperasi dengan normal kembali,” tutup Dirjen Budi sembari berharap kondisi di Pelabuhan Kayangan maupun lokasi terdampak gempa lainnya segera pulih dan membaik.

HS/PTR.




Bulan Juli, Ekspor  NTB Turun, Sebaliknya Impor Naik

Barang ekspor  Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Juli 2018 adalah barang tambang/galian non migas senilai US$ 38.548.088 (90,70 persen)

MATARAM.lombokjournal.com — Nilai ekspor Provinsi Nusa Tenggara Barat bulan Juli  2018 sebesar  US$ 42.499.695, berarti mengalami penurunan sebesar 45,67 persen jika dibandingkan dengan ekspor bulan Juni 2018 yang bernilai US$ 78.225.629.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis penurunan ekspor itu Rabu (15/08).di aula BPS NTB.

“Ekspor pada bulan Juli 2018 yang terbesar ditujukan ke negara Korea Selatan sebesar 54,50 persen, Jepang sebesar 36,54 persen dan Philipina sebesar 8,13 persen,” ujar Kepala BPS NTB, Suntono Suntono.

Ia menjelaskan, jenis barang ekspor  Provinsi NTB yang terbesar pada bulan Juli 2018 adalah barang tambang/galian non migas senilai US$ 38.548.088 (90,70 persen); gandum-ganduman senilai US$ 3.454.400 (8,13 persen), Garam,belerang dan kapur sebesar US$ 167.473 (0,39 persen), dan perhiasan/permata senilai US$ 133.108 (0,31 persen).

Sedangkan Nilai impor pada bulan Juli 2018 senilai US$ 31.737.589. Ini berarti impor mengalami kenaikan sebesar  179,74 persen dibandingkan dengan impor bulan Juni 2018 sebesar US$ 11.345.279.

Sebagian besar Impor berasal dari negara Denmark (32,59 persen), Finlandia (24,54 persen) dan Thailand (18,92 persen).

“Jenis barang impor dengan nilai terbesar adalah mesin-mesin/pesawat mekanik (32,87%), peralatan listrik (32,29%) dan Gula/kembang gula (18,92%),” pungkasnya.

AYA




Operasional Bandara Di Lombok Saat Gempa Tak Pernah Berhenti

Bandara di Lombok Tengah juga menjadi salah satu pintu utama bagi masuknya distribusi bantuan maupun relawan yang datang untuk membantu korban gempa Lombok

) I Gusti Ngurah Ardita

MATARAM.lombokjournal.com  —  General Manager Lombok International Airport (LIA) I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, operasional bandara masih berjalan normal, baik saat kejadian gempa maupun saat masa tanggap darurat seperti saat ini.

“Bandara secara infrastruktur 100 persen beroperasi normal, semuanya dalam kondsi baik, laik operasi tidak pernah berhenti sejak kehadian bahkan sampai sekarang,” tutur Ardita.

Ardita menyampaikan, sejauh ini tidak ada pembatalan penerbangan, dan jumlah pergerakan penumpang masih relatif stabil di atas 12 ribu penumpang per hari.

“Kalau masih di atas 10 ribu itu masih stabil,” tegasnya

Ardita menambahkan, LIA yang berada di Kabupaten Lombok Tengah juga menjadi salah satu pintu utama bagi masuknya distribusi bantuan maupun relawan yang datang untuk membantu korban gempa Lombok.

“Kita sudah operasikan Bandata Selaparang (Kota Mataram) khusus distribusi bantuan untuk pesawat militer sampai tanggap bencana berhenti,” pungkasnya.

AYA