Pemprov NTB  Siapkan Sumber  Daya Manusia  Qualified Sambut MOTOGP 2021

Tidak hanya bersaing di luar negeri, di dalam negeri pun banyak daerah lain yang menginginkan agar motoGP digelar di daerah mereka, seperti Jawa Barat,  Palembang dan daerah lainnya

LOTENG.lombokjournal.com — Selain memantapkan infrastruktur fisik, seperti sirkuit balapan, jalan bypass dari bandara menuju Mandalika dan perpanjangan runway BIL, Pemerintah Provinsi NTB akan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang qualified untuk menyambut MOTOGP 2021.

Hal itu disampaikan Gubernur NTB, Dr. H.  Zulkieflimansyah saat Rapat Koordinasi (Rakor) dengan jajaran Indonesian Tourism Development Coorporation (ITDC), di Ruang VIP Bandara Internasional Lombok, Rabu (27/03) 2019.

Tampak hadir Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan sejumlah Kepala OPD yang sempat bertemu dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di Jakarta  hari Selasa.

Selain itu juga hadir, Ketua PKK NTB, Hj.  Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah, SE., M. Sc., Sekda NTB,  Ir. H. Rosiady Sayuti, Ph. D dan Anggota FKPD.

Rakor juga memastikan pembangunan infrastruktur yang diinstruksikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, berjalan lancar.

Termasuk membahas dan mematangkan SDM masyarakat NTB yang akan terlibat pada perhelatan motor race terbesar di dunia itu.

Doktor Zul,  sapaan akrab Gubernur NTB itu menegaskan, SDM anak-anak NTB harus disiapkan dengan baik, untuk diberikan pendidikan, pelatihan dan keterampilan yang memadai.

“Dinas kita harus menyiapkan skill dan kemampuan anak-anak kita. Sehingga, ketika dites, beberapa bulan sebelum MotoGP,  kita lebih dari siap,” ungkap Doktor Zul.

Dikatakan Gubernur Zul, SDM penting untuk disiapkan.  Sebab, pada gelaran MotoGP itu dibutuhkan labih dari seribu pekerja yang akan terlibat.

Bahkan untuk menjaga lintasan sirkuit saja,  dibutuhkan 900 orang  penjaga. Belum yang lain, seperti tenaga kerja yang butuhkan untuk membangun infrastruktur jalan, sirkuit,  rumah sakit dan  hotel yang mencapai ribuan orang.

Gubernur  Zul minta Kepala OPD terkait untuk segara mengidentifikasi SDM dengan qualilifikasi seperti apa, yang dibutuhkan oleh MotoGP tersebut.

Gubernur juga minta Kepala OPD lingkup Pemprov NTB untuk ikut terlibat demi kesuksesan dan kelancaran event tersebut.

Misalnya, Dinas PU memastikan pembangunan jalan Bypass dari BIL menuju KEK Mandalika berjalan lancar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan agar memastikan lahan di kawasan tersebut tetap hijau saat MotoGP berlangsung.

“Kenapa OPD ini harus hadir,  karena MotoGP ini menjadi magnet yang luar biasa. Sehingga,  jangan sampai kita menjadi pasif, sambil menunggu 2021 datang. Kita harus memastikan bahwa ITDC tidak bekerja sendiri,” imbuh Gubernur.

Direktur Utama PT ITDC menjelaskan,  ditunjukkan Mandalika sebagai venue MotoGP 2021 menjadi nilai tersendiri bagi NTB. Dengan adanya event ini, maka banyak hal yang diperoleh masyarakat sebagAi dampak positifnya.

Karena itu, ia meminta dukungan semua pihak untuk menyukseskan itu.  Sebab kesempatan itu tidak datang dua kali.

Apalagi, menjadi tuan rumah event sebasar itu tidak mudah. Bahkan, Indonesia harus bersaing dengan negara negara lain untuk bisa menjadi tuan rumah.

Tidak hanya, bersaing di luar negeri, di dalam negeri pun banyak daerah lain yang menginginkan agar motoGP digelar di daerah mereka, seperti Jawa Barat,  Palembang dan daerah lainnya.

“Kami sadar,  keberhasilan KEK Mandalika, tidak terlepas dari support pemerintah kabupaten,  terutama pemerintah provinsi dan pusat,” katanya.

AYA/Hms NTB

 




Bandara Internasional Lombok Berbenah Sambut Balapan MotoGP  2021

Dari sisi terminal, manajemen BIL juga akan melakukan perluasan terminal. Saat ini luas terminal hanya 20 ribu meter persegi dengan kapasitas 3,5 juta penumpang pesawat per tahun

MATARAM.lombokjournal.com  — Bandara Internasional Lombok (BIL), sebagai gerbang pertama memasuki Lombok, menyambut baik   penyelenggaraan balapan MotoGP  di Kawasan Ekonomi khusus (KEK) Mandalika tahun 2021 mendatang .

General Manager  BIL Nugroho Jati mengatakan, akan melakukan  pembenahan , mulai dari perpanjangan landasan(Runway) pacu hingga perluasan terminal bandara.

“Untuk rencana perpanjangan landasan saat ini masih dalam tahap perencanaan di Jakarta, kantor pusat kami. Kami belum dapat update terkait itu, tapi yang jelas sudah dalam proses kajian,” ujarnya

Jati menyatakan , landasan pacu bandara yang saat ini hanya sepanjang 2.750 meter akan ditambah menjadi 3.330 meter,  agar bisa mengakomodir pesawat berbadan besar.

Selain perpanjangan landasan pacu, manajemen BIL juga akan melakukan pengerasan landasan pacu.

“Untuk pola pembiayaannya seperti apa, kami belum tahu karena semua perencanaan ada di Jakarta,” ujarnya.

Jati menyampaikan pembenahan sejumlah sarana dan prasarana di BIL sedang dalam tahap pembicaraan antarpemangku kepentingan dalam kesiapan menyambut MotoGP.

“Kita masih menunggu pertemuan selanjutnya, sebenarnya frekuensinya nanti akan seperti apa berdasarkan yang sudah pengalaman dalam MotoGP,” katanya.

Dari sisi terminal, , manajemen BIL juga akan melakukan perluasan terminal. Saat ini, kata dia, luas terminal hanya 20 ribu meter persegi dengan kapasitas 3,5 juta penumpang pesawat per tahun.

“Tahun ini akan dilakukan pengerjaan perluasan terminal menjadi 40 ribu meter persegi atau 100 persen perluasan terminal dengan sasaran mampu menampung 7 juta penumpang per tahun,”  jelas Nugrohoo

Dari sisi parkir pesawat, kata Jati, BIL saat ini mampu menampung 18 pesawat parkir dalam satu jam pada waktu yang bersamaan. Kata dia, operasional pergerakan pesawat dalam satu jam tidak selalu 18 pesawat yang parkir lantaran ada yang datang dan berangkat.

“Kita sangat mendukung dan sedang memperhitungkan kebutuhannya apa saja, termasuk kunci utama adalah bagaima efek domino kegiatan ekonomi di Lombok bisa terwujud, itu yang perlu kita persiapkan,” kata Nugroho.

AYA

 




Gempa Salah Satu Penyebab Turunnya Jumlah Penumpang Pesawat

Data penumpang di BIL pada 2017 mencapai 3 juta penumpang,  seharusnya jumlah penumpang pesawat di BIL ditargetkan lebih dari 3 juta penumpang pada 2018

MATARAM.lombokjournal.com  — Dampak bencana gempa yang melanda Lombok tahun lalu, diperkirakan salah sebab penurunan jumlah penumpang pesawat  melalui Bandara Internasional Lombok (BIL).

General Manager (GM) Bandara Internasional Lombok (BIL) Nugroho Jati mengatakan, bencana gempa bisa menjadi salah satu sebab terjadinya  penurunan pergerakan dan penumpang pesawat di BIL pada 2019. Selain gempa, persoalan harga tiket pesawat juga jadi faktor pemicu penurunan itu.

“Penurunannya kurang lebih 40 persen dari statistik pergerakan pesawat maupun penumpang sepanjang 2019,” ujar Nugroho Jati saat jumpa dengan media Rabu (27/03).

“Dampak bencana secara psikis belum pulih tapi harus kita bawa pada keyakinan bahwa Lombok aman untuk dikunjungi,”terangnya

Ia menyebutkan, penurunan pergerakan dan penumpang pesawat tentu berimplikasi pada hal-hal lain, baik dari sisi pemasukan bandara dan juga perekonomian warga.

Jati menyebutkan, data penumpang di BIL pada 2017 mencapai 3 juta penumpang. Seharusnya, jumlah penumpang pesawat di BIL ditargetkan lebih dari 3 juta penumpang pada 2018.

“2018 mestinya lebih dari 3 juta penumpang, tapi karena ada gempa langsung ada penurunan drastis menjadi hanya 1,8 juta penumpang,”katanya

Jati berharap, jumlah penumpang di BIL pada 2019 dapat meningkat hingga 4 juta penumpang.

“Kita  tetap kolaborasi dengan pemda, baik Pemprov NTB dan Pemkab Lombok Tengah untuk pemulihan sektor pariwisata Lombok,” katanya.

AYA




Siapkan MotoGP 2021, Gubernur Temui Menteri PUPR

Gubernur bersama rombongan diterima Menteri PUPR lalu membahas berbagai perencanaan dan pembangunan infrastruktur pendukung MotoGP 2021

Gubernur Zul dan MenteriBasuki Hadimuljono

lombokjournal.com —

JAKARTA  ;    Menindaklanjuti dan mengawal janji pemerintah pusat yang akan membangun infrastruktur dalam mendukung pelaksanaan MotoGP Mandalika 2021. Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M.Sc, beserta jajaran menjemput bola ke Jakarta.

Gubernur Zul bersama sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menemui Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Basuki Hadimuljono di Jakarta, Selasa (26/03) 2019.

Ingin dIpastikan, agar percepatan pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung pelaksanaan MotoGP 2021 bisa segera dieksekusi sebagaimana janji Presiden beberapa waktu lalu saat kunker di NTB.

Empat infrastruktur yang akan segera dibangun sesuai perintah Presiden Jokowi adalah pembangunan rumah sakit Internasional di Lombok Tengah, rehab dan penyempurnaan Pelabuhan Lembar di Kabupaten Lombok Barat, perpanjangan runway Lombok International Airport (LIA) dan pembangunan akses jalan nasional dari LIA ke Mandalika.

Gubernur bersama rombongan diterima Menteri PUPR lalu membahas berbagai perencanaan dan pembangunan infrastruktur pendukung MotoGP 2021.

Seluruh Infrastruktur tersebut seluruhnya direncanakan masuk dalam penganggaran APBN. Infrastruktur dimaksud antara lain, infrastruktur bidang sumber daya air, bina marga, cipta karya serta bidang perumahan dan kawasan permukiman.

Fajar/Biro Humas dan Protokol Prov NTB

 




Wagub Minta Masyarakat Serius Garap Potensi Desa

Umi Rohmi berkesempatan panen anggur di salah satu pekarangan rumah warga

LOTIM.lombokjoournal.com – Saat meresmikan ‘desa wisata anggur’ di Desa Senanggalih Kecamatan Sambalie Lombok Timur, Minggu (24/03), Wakil Gubernur NTB Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah kepada masyarakat khususnya pokdarwis di Desa Stersebut serius menggarap potensi desanya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita jangan sampai terhenti hanya sampai ceremonialnya saja. Yang lebih penting dari itu adalah bagaimana kita dapat memastikan keberlanjutan dari program yang kita lakukan itu,” pesannya.

Desa Senanggalih menjadikan anggur sebagai icon desanya. Caranya adalah bukan dengan fokus menanam di satu tempat saja melainkan dengan melibatkan masyarakat memanfaatkan pekarangan rumahnya supaya ditanami dengan tanaman anggur.

Dalam pantauan kami di Desa Senanggalih, terlihat masyarakatnya sudah banyak yang menanam anggur di pekarangan rumahnya. Bahkan, ada yang sudah berbuah dan siap panen.

Umi Rohmi juga berkesempatan melakukan panen anggur di salah satu pekarangan rumah warga yang telah disediakan.

Hadir mendampingi wagub adalah Asisten 3 Provinsi NTB Ir. Hj. Hartina, MM, Kepala Bappeda NTB Ir. Ridwansyah, M.Sc, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si, dan Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal.

AYA/Hms




Buka Peluang Pasar Kuliner Lokal, Bekraf Sosialisasi Kreatifood 2019

Mataram dipilih menjadi lokasi sosialisasi melihat banyaknya jumlah pelaku FSI pada tahun 2016-2018 asal Mataram, bahkan jumlahnya lebih banyak dari Bali

MATARAM.lombokjournal.com —   Pemerintah melalui Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berupaya mendukung berkembangnya ekosistem sub sektor kuliner di Indonesia.

Salah satunya melalui Kreatifood, program Bekraf ini mempertemukan para pelaku rintisan kuliner dengan konsumen serta pelaku pemasaran seperti reseller, distributor dan investor. Tujuannya, untuk membuka peluang pasar.

Setelah Medan dan Semarang, kini Bekraf hadir di Mataram pada hari Jumat (22/3/2019) dalam acara Sosialisasi Kreatifood 2019.

Kreatifood merupakan program kerjasama antara Bekraf melalui Deputi Pemasaran dan Deputi Akses Permodalan bersama Perkumpulan FoodStartup Indonesia (FSI).

Kreatifood 2019 akan memfasilitasi 200 pelaku usaha rintisan kuliner hasil kurasi program FSI 2016-2019 yang dilaksanakan oleh Deputi Akses Permodalan.

Tidak hanya mereka yang sudah mengikuti program FSI, ajang Kreatifood 2019 juga terbuka bagi pelaku usaha kuliner non FSI yang mempunyai kapasitas produksi skala eksport.

Melalui sosialisasi ini diharapkan para pelaku usaha rintisan kuliner mengetahui dan mengikuti program Kreatifood 2019 yang akan diselenggarakan di Surabaya 5-7 Juli 2019.

Fahmy Akmal, Plt. Direktur Pengembangan Pasar Dalam Negeri, Deputi Pemasaran Bekraf menargetkan 100 pelaku kuliner asal Mataram dapat mengikuti program Kreatifood tahun ini.

Mataram dipilih menjadi lokasi sosialisasi melihat banyaknya jumlah pelaku FSI pada tahun 2016-2018 asal Mataram, bahkan jumlahnya lebih banyak dari Bali.

“Hal ini juga kami lakukan untuk menjangkau peserta wilayah Indonesia Timur,” ungkap Fahmi.

Melanjutkan kesuksesan Kreatifood 2018 lalu, Kreatifood tahun ini membuka peluang bisnis bagi para peserta. Pelaku usaha yang terpilih secara otomatis terkoneksi dengan jaringan ekosistem FSI Indonesia dan mereka berkesempatan promosi dan transaksi dengan para pengunjung.

Sedangkan bagi para pelaku pemasaran (reseller, distributor, investor)  yang mendaftar, keuntungan bagi yang bertransaksi antara 50 sampai 100 juta bisa mendapat skema insentif diskon 10 persen  berupa produk selama pameran.

Fahmy menambahkan, kehadiran masyarakat umum, pemerintah, konsumen, investor dan stakeholders terkait dalam Kreatifood 2019 dapat memperluas pasar produk kreatif Indonesia di pasar domestik hingga tercipta titik temu transaksi jual beli antara produsen dan konsumen.

Turut hadir dalam acara ini, Kepala Sub Direktorat Dana Masyarakat, Hanifah dan Co-founder FoodLab Indonesia, Yustinus Agung.

Kreatifood 2019 ini diharapkan dapat menjadi wadah showcase produk-produk foodstartup Indonesia. Produk-produk terpilih adalah produk berkualitas tinggi baik dari segi rasa yang disukai masyarakat banyak, packaging yang menarik, proses pembuatan yang higienis, dan standar operasi yang baku sehingga kualitas produk akan terjaga disetiap produksinya.

Menampilkan 200 booth, peserta dibagi 5 zona (zona ready to eat, zona ready to drink, zona ingredients, zona food service dan zona food innovation).

AYA (*)




 Jelang Pelaksanaan MOTOGP 2021, Pemprov Bangun Rumah Sakit Khusus

Tahun 2020 bangunan rumah sakit itu sudah jadi. Kemudian tahun 2021, seluruh fasilitas kesehatannya sudah tersedia dan langsung beroperasi

MATARAM.lombokjournal.com — Menyambut perhelatan MotoGP 2021 yang merupakan motor race terakbar di dunia itu,  Pemerintah Provinsi NTB menyiapkan langkah-langkah kongkrit.

Selain telah membentuk Tim Khusus MotoGP, yang diketuai oleh Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, juga telah melakukan pembenahan infrastruktur jalan dan sirkuit race bagi Valentino dan kawan-kawan.

Pemerintah Provinsi kini juga akan membangun rumah sakit khusus di kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika,  yang menjadi Venue race tersebut, sebagai pusat penanganan trauma atau trauma center.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan,  dr. Nurhandini Eka Dewi,  Sp.A di hadapan Gubernur NTB, Dr.  Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB,  Dr.  Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat Rapat Pimpinan di Ruang Rapat Utama,  Selasa (19/03).

“Kita akan bangun rumah sakit tipe B khusus, untuk trauma center. Segala sesuatunya menyangkut trauma,” Jelasnya.

Untuk penganggarannya, ia menjelaskan, seluruh biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah sakit itu dialokasikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Kesehatan RI tahun 2020.

Sebelum tanggal 16 April 2019 mendatang, seluruh kajian,  visibility study sudah harus masuk di Kememkes. Untuk perencanaan DED lanjutnya diserahkan ke Pemerintah Provinsi NTB.

Sehingga tahun 2020 bangunan rumah sakit itu sudah jadi. Kemudian tahun 2021, seluruh fasilitas kesehatannya sudah tersedia dan langsung beroperasi.

“Kalau dana, kita tidak dibatasi berapa yang kita butuhkan. Namun kita saat sedang menghitung, termasuk untuk pembebasan lahan, ” jelasnya.

Selanjutnya, lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan rumah sakit itu katanya, sekitar 3-5 hektar. Sebab,  kalau rumah sakit ini berkembang,  maka lahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengembangan.

Rumah sakit itu juga jelasnya tidak hanya untuk perhelatan MotoGP. Namun juga akan dimanfaatkan oleh masyarakat sesuai dengan perkembangan Kawasan Mandalika itu.

“Kalau Mandalika sudah jalan dan berkembang, rumah sakit jenis apa,  tinggal kita kembangkan,” jelasnya.

Sehingga kemanfaatan rumah sakit itu,  tidak hanya saat MotoGP, namun juga berkelanjutan bagi masyarakat di masa yang akan datang.

AYA




Produk UMKM Di I-Shop Banyak Diminati

Hingga Januari 2019 kemarin, jumlah UMKM pelaku yang sudah memasarkan produknya pada aplikasi tersebut masih sangat minim, yaitu hanya 53 usaha

MATARAM.lombokjournal.com —  Jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memasarkan produknya di e-comers milik Dinas Perdagangan Provinis Nusa Tenggara  Barat (NTB) I- shop, masih sangat terbatas.

Meskin demikian keberadaan aplikasi tersebut sudah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia dan juga luar negeri.

“I shop itu kan hanya sebagai portalnya untuk gerai promosi UMKM, seperti niatnya awalnya pemerintah hadir menjaga mereka,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi NTB, Hj Putu Selly Andayani

Selly menjelskan pemerintah hadir untuk menjaga para pelaku usaha di NTB tidak tertipu oleh segelintir orang. Dengan adanya gerai yang menjadi portal online ini, setiap konsumen pada melihat berbagai produk-produk UMKM di I-Shop.

Selain itu mereka dapat membeli langsung ke pelaku usahanya, hal ini merupakan bentuk bantuan promosi yang dilakukan pemerintah.

“Buktinya sekarang sudah ada UMKM yang masuk seperti pak awidi itu lancar ekspornya dan faturahman. Mereka melihatnya dari I-shop,” terangnya.

Selly menyebutkan saat ini jumlah produk UMKM yang sudah masuk I-shop ada sekitar 600 jenis produk, dan paling didominasi oleh kerjain tangan.

Namun masih banyak UMKM belum dapat memasarkan produknya di I-Shop, kendati belum memenuhi standar,  mengingat selama ini dari sekian banyaknya UMKM minim kesadaran untuk memiliki standarisai dari produk mereka.

“UMKM-UMKM ini harus punya izin, label halal, PIRT dan pendukung lainnya yang memenuhi standarnya untuk bisa dipasarkan di I-shop,” katanya.

Untuk diketahui hingga Januari 2019 kemarin, jumlah UMKM pelaku yang sudah memasarkan produknya pada aplikasi tersebut masih sangat minim, yaitu hanya 53 usaha. Masih minimnya UMKM yang promosikan produknya melalui I-Shop dinilai karena belum memenuhi persyaratan.

Sementara itu, sosialisasi untuk saat ini belum dapat dilakukan. Kendati BP3ED Disdag provinsi NTB masih likuidasi, dimana pengembangan produk luar negeri, sehingga anggarannya belum dapat digelontorkan untuk pelatihan pada sejumlah UMKM.

“Sekarang masih direvisi anggaran karena BP3ED-nta di hapuskan kemarin jadi tidak ada pelatihan-pelatihan lagi,” tegasnya.

AYA.




Gubernur Zul Harapkan Dukungan Air Asia Saat Lombok Jadi Tuan Rumah MotoGP 2021

 Air Asia bakal menggerakkan 97 juta database jaringan Air Asia global untuk membantu sosialisasi Sirkuit MotoGP Mandalika Lombok

lombokjournal.com —

BANTEN ;   Gubernur Zulkieflimansyah juga berharap dukungan dari Air Asia terkait akan digelarnya balapan MotoGP di sirkuit Mandalika tahun 2021.

Harapan itu dismpaikannya usai penandatanganan nota kesepakatan bersama antara Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dengan Direktur Utama PT. Indonesia AirAsia, Dendy Kurniawan, di Kota Tangerang Banten, Kamis (14/03).

Dikatakannya, Lombok akan menjadi tuan rumah balapan MotoGP pada 2021, dan kontraknya akan berjalan selama 3 tahun atau 3 musim balapan.

“Saat ini kami juga sedang membangun sirkuit jalan raya berkelas internasional untuk balapan MotoGP. Kami berharap, jaringan luas Air Asia di lingkup global mau membantu dalam sosialisasi dan memperkenalkan Sirkuit Mandalika menjelang MotoGP Lombok 2021 nanti,” kata Zul.

Pembangunan sirkuit dan gelaran balapan MotoGP Lombok, disebutkan Zul akan mampu menyerap tenaga kerja hingga 7 ribu orang.

Sementara jumlah penonton diperkirakan mencapai 300 ribu dari domestik dan mancanegara. Itu menjadi potensi bagi maskapai penerbangan seperti Air Asia untuk turut mengambil kue penumpang pesawat ke Lombok.

Dendy merespon positif harapan Gubernur NTB, dengan menyatakan bakal menggerakkan 97 juta database jaringan Air Asia global untuk membantu sosialisasi Sirkuit MotoGP Mandalika Lombok.

“Kami sangat mendukung promosi sirkuit MotoGP di Lombok. Ada 97 juta database Air Asia yang bisa kami gerakkan untuk meningkatkan awareness publik dunia bahwa salah satu seri balapan MotoGP akan digelar di Lombok Indonesia pada 2021 mendatang.” tambah Dendy.

Sebagai informasi, balapan MotoGP di Indonesia pernah digelar pertama kali di Sirkuit Sentul Bogor Jawa Barat pada tahun 1997 silam. 24 tahun setelahnya, baru akan digelar kembali di Lombok NTB.

BACA JUGA ; Air Asia Tambah Penerbangan Langsung Perth – Lombok

Dalam penandatanganan nota kesepakatan bersama tersebut, Gubernur NTB didampingi Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu M. Faozal dan ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB Anita Ahmad dan sejumlah pengurus lain.

AYA




Air Asia Tambah Penerbangan Langsung Perth – Lombok 

Tiket penerbangan dari Perth ke Lombok sudah bisa dipesan mulai Kamis 14 Maret 2019

lombokjournal.com —

BANTEN  ;    Penandatanganan nota kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding) berlangsung antara Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah dengan Direktur Utama PT. Indonesia AirAsia, Dendy Kurniawan.

Acara  penandatanganan itu bertujuan untuk pengembangan penerbangan dan dukungan peningkatan pariwisata di Nusa Tenggara Barat, berlangsung di Kantor Air Asia di Jalan Marsekal Suryadharma no. 1 Selapajang, Neglasari, Kota Tangerang Banten, Kamis (14/03).

Gubernur Zulkieflimansyah menyatakan, penandatanganan itu  tindak lanjut konkret dari dua pertemuan antara Pemprov NTB dengan PT. Indonesia AirAsia  sebelumnya.

Air Asia akan menambah rute penerbangan langsung (direct flight) Perth (Australia)–Lombok, dengan menempatkan dua pesawat di Bandara Internasional Lombok.  juga menambah frekuensi penerbangan Kuala Lumpur–Lombok menjadi lebih dari dua kali sehari.

”Ini ikhtiar cepat dan akselerasi untuk membangkitkan dan menggairahkan kembali perekonomian NTB pascabencana dari sektor pariwisata, ” kata Zulkieflimansyah dalam sambutannya sebelum penandatanganan MoU.

Memperbanyak direct flight rute penerbangan domestik dan internasional dengan AirAsia sangat membantu dalam meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan asing ke Lombok dan Sumbawa, tambah Gubernur.

Tiket penerbangan dari Perth ke Lombok sudah bisa dipesan mulai Kamis 14 Maret 2019.

Menurut Dendy Kurniawan, acara hari ini adalah sejarah baru bagi Air Asia Indonesia. Karena pertama kalinya seorang gubernur datang dan menandatangani kerja sama bidang penerbangan.

Dendy mengaku bangga dan terhormat, baru pertama kalinya kantornya dikunjungi gubernur dan sekaligus menandatangani sebuah kerjasama.

”Dan kami sepakat untuk mendukung kebangkitan perekonomian NTB pascabencana gempa bumi lalu, melalui sektor pariwisata dan tentunya kapasitas kami sebagai sebuah maskapai penerbangan dalam penyelenggaraan penerbangan ke NTB.” papar Dendy.

Dendy juga menekankan, dalam waktu dekat akan menempatkan dua pesawat Air Asia di Lombok,  melayani rute baru direct flight Perth – Lombok, dan penambahan frekuensi baru Kuala Lumpur – Lombok. S

Selanjutnya juga akan membuka rute baru Yogyakarta dan Bali pada pertengahan tahun ini.

AYA