Gubernur NTB dan Walikota Mataram Sehati Sukseskan MXGP 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Walikota Mataram H. Mohan Roliskana satu frekuensi alias sehati mensukseskan event balap MXGP Lombok di Ex Bandara Selaparang Mataram. 

BACA JUGA: Sekda NTB Tekankan ASN Tetap Junjung Tinggi Netralitas

Gubernur NTB mengatakan, event MXGP punya daya ungkit ekonomi

“Event balap motor ini bukan hanya balap semata melainkan ini adalah eksternalitas untuk pengungkit aktivitas kegiatan pembangunan di NTB,” tutur Bang Zul.

Hal itu disampaikannya dalam rapat persiapan MXGP Lombok Sunmbawa 2023 di gedung Sangkareang Kantor Gubernur, Senin (22/05/23). 

Ditambahkan Bang Zul, tanah yang yang luasnya 68 hektar itu akan dimanfaatkan maksimal dan dihidupkan kembali. 

Sehingga aktivitas bisnis di kota Mataram akan menggeliat bangkit.

BACA JUGA: NTB Layak Disebut Sebagai Pusat Balap Motor Nasional

“Jika ini sukses, saya yakin aktivitas bisnis di kota Mataram akan menggeliat bangkit, Senggigi akan hidup bahkan Lombok Utara dengan 3 Gili akan kecipratan atas berbagai aktivitas lainnya,” ujarnya.

Selain menjadi kebangkitan ekonomi, event MXGP ini dapat meningkatkan lapangan kerja, pariwisata, okupansi hotel dan lain sebagainya. Apa gunanya pelaksanaan MXGP bila tujuan seperti dimaksud tidak berkembang dan maju

Senada dengan Gubernur NTB dan Walikota Mataram, H Mohan Roliskana siap menyukseskan penyelenggaraan MXGP Lombok 2023 dengan seluruh stakeholder. 

Mulai Pemerintah Kota, keamanan, pelaku bisnis dan masyarakat agar sukses acara, sukses ekonomi dan sukses pencitraan. 

“Event internasional ini tidak semata event olahraga tapi eksternalitas positif yang berdampak pada banyak sektor ekonomi kota Mataram,” ujar Mohan. 

Dikatakan Mohan, Pemerintah Kota Mataram dalam akan mendukung maksimal penyelenggaraan MXGP Lombok di eks bandara Selaparang. 

Ia berharap event ini mampu menjadi daya ungkit perputaran ekonomi dalam sektor akomodasi, transportasi dan UKM. 

Terlebih pemanfaatan 8,6 Ha lahan eks Bandara Selaparang di masa depan yang kerjasama pemanfaatannya telah diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat oleh Angkasa Pura I, BUMN yang mengelola aset bandara Selaparang. 

BACA JUGA: Sekda NTB Ajak Masyarakat Promosikan Event di NTB

Ia mengapresiasi ikhtiar Gubernur Zulkieflimansyah, dan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB dalam menghadirkan berbagai event internasional, sekaligus menempatkan Pemkot Mataram menjadi daerah tuan rumah MXGP 2023 yang akan berlangsung 1-2 Juli mendatang setelah putaran pertama MXGP di Samota, Sumbawa. ***

 




Sekda NTB Tekankan ASN Tetap Junjung Netralitas

Dalam menyongsonmg perhelatan Pemilu 2024, Sekda NTB ingatkan ASN mentaati aturan yang berlaku agar terhindar dari berbagai pengaruh isu negatif

MATARAM.LombokJournal.com ~ Aparatur Sipil Negara (ASN) harus menjunjung netralitasnya, bekerja maksimal serta tidak terpengaruh terhadap berbagai dinamika politik yang berkembang saat ini.

BACA JUGA: Gubernur NTB dan Walikota Mataram Sehati Sukseskan MXGP

Sekda menekankan netralitas ASN dalam menghadapi perhelatan Pemilu 2024

Hal itu ditekankan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi saat menjadi komandan Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 155, di halaman Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Senin (22/05/23).

Penyampaian Sekda itu terkait sikap ASN dalam memasuki tahun politik dan menyongsong perhelatan pemilu pada tahun 2024.

“Selaku ASN kita harus memiliki kepekaan dan kebijaksanaan yang tinggi menghadapi setiap situasi dalam seluruh tahapan proses pemilu, agar terhindar dari berbagai pengaruh isu negatif yang bisa saja muncul,” kata Miq Gita.

BACA JUGA: Sekda NTB Ajak Masyarakat Pormosikan Event di NTB

Dikatakan, peranan sebagai ASN di NTB Hari Kebangkitan Nasional adalah kesempatan menunjukkan semangat kebangsaan dan berperan aktif dalam memajukan bangsa dan negara.

“Sebagai ASN mari kita tunjukkan sikap mentaati aturan yang berlaku, lebih dari itu saya berharap ASN dapat memberikan edukasi kebersamaan dan persatuan yang telah terjalin baik selama ini di NTB agar kita terus pertahankan bersama-sama,” pesan Sekda NTB.

Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional pada hari ini dihajatkan sebagai momen penting bagi seluruh bangsa Indonesia termasuk Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Harus Lakukan Pelayanan Maksimal

Untuk merayakan semangat kebangkitan dan memupuk rasa cinta tanah air, semangat pengabdian dan perjuangan kita dalam membangun negeri. ***

 

 




Sekda NTB Ajak Masyarakat Promosikan Event di NTB

Sekda NTB pesan khusus dalam acara Gebyar Road to MXGP 2023 di tengah car free day hari inggu di Jalan Udayana Mataram

MATARAM.LombokJounal.com ~ Seluruh siswa dan masyarakat dijak mempromosikan seluruh event yang akan diselenggarakan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA: NTB Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional, Dampak MXGP

Sekda NTB ajak siswa dan masyarakt sukseskan event internasional di NTB
Gebyar MXGP 2023

Ajakan tu disammpaikan Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. Lalu Gita Ariadi saat meramaikan Gebyar Road to MXGP Lombok-Sumbawa 2023 di Jalan Udayana, Kantor Dinas Kominfotik, Minggu (21/05/23).

“Adik-adik SMA undang teman-temannya dari luar daerah, di medsosnya dan lain sebagainya. Ajak untuk datang ke NTB menyaksikan sirkuit Mandalika, MXGP dan lain sebagainya,”pesannya.

Menurut Mi Gita sapaan akrab Sekda, tugas mempromosikan kegiatan ini bukan hanya pemerintah.

BACA JUGA: Target 20 Emas PON 2024, KONI NTB Harus Punya Mimpi Besar

“Anak-anakku semua juga berperan penting promosikan daerahnya sebanyak-banyaknya,” lanjutnya Miq Gita.

Agenda-agenda acara sport tourism di daerah, skala nasional maupun internasiona, tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi.

“Agenda-agenda pariwisata lainnya seperti promosi Limoff dan lain sebagainya yang dilakukan Pemerintah tahun 2022 lalu, bersama  event-event yang telah terselenggara, angka pertumbuhan ekonomi NTB termasuk dalam empat besar nasional.,” jelasnya

Miq Gita juga menyampaikan pesan,.agar Dinas Kominfotik terus menjaga kondisi berita yang sehat, mencegah tersebarnya berita hoax.

Dan memperbanyak bercerita tentang potensi, peristiwa-peristiwa sport tourism yang akan dilaksanakan untuk menciptakan NTB yang gemilang.

“Sebentar lagi selain MXGP ada Letape sepeda dari berbagai negara, MotoGP di bulan Oktober nanti, dan lainnya. Kita sukseskan bersama dan mari kita menjadi tuan rumah yang baik untuk terselenggaranya berbagai event di daerah kita,” pesan Miq Gita.

BACA JUGA; Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Sukses

Hadir dalam kegiatan ini Asisten II, Kadis PUPR, tokoh pariwisata nasional, Kepala Dinas Kominfotik Kota Mataram, siswa/i SMAN 5 Mataram dan masyarakat.***

 

 




Posyandu Keluarga Harus Lakukan Pelayanan Maksimal 

Wagub NTB, Ummi Rohmi berharap semua pihak harus bertanggung jawab menjaga pelayanan Posyandu Keluarga

KLU.LombokJpurnal.com ~ Semua pihak diminta menjaga kualitas Posyandu Keluarga. Caranya, dengan pelayanan maksimal, sasaran yang jelas, sehingga apa yang dilakukan  di Posyandu perkembangannya terdata dengan rinci.

Hal itu ditekankan Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat menghadiri pelaksanaan bakti stunting di Desa Batu Rakit, Kecamatan Bayan Lombok Utara Jumat (19/05/23).

BACA JUGA: Target 20 Emas PON 2024, KONI NTB Harus Punya Mimpi Besar

Wagub Ummi Rohmi minta semua pihak meningkatkan pelayanan Posyandu Keluarga

“Sekecil apa pun itu harus terdata rapi dan lengkap. Semua harus bertanggung jawab menjaga pelayanan Posyandu. Pastikan semua berjalan dengan baik dan tidak bekerja asal asalan,” kata Ummi Rohmi sapaan akrab Wagub NTB.

Dijelaskan, hadirnya Posyandu Keluarga di tengah masyarakat yang terdata jelas dan rapi, membantu mendeteksi kekurangan hingga menentukan langkah yang akan ditempuh.

“7000 lebih Posyandu Keluarga di NTB sudah menggunakan sistem by name by address jadi semua sudah terdata. Dan itu akan memudahkan menentukan langkah selanjutnya,” kata Ummi Rohmi.  

Sementara itu Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Carter Febrianto mengapresiasi program bakti stunting yang diinisiasi oPemprov NTB. Menurutnya, inovasi ini sangat membantu mengintervensi persoalan stunting di Gumi Tata Tioq Tunaq.

BACA JUGA: Gubernur NTB Ingatkan Pentingnya Cinta dan Kasih Sayang

“Terima kasih Bu Wagub, inovasi bakti stunting ini sangat membantu dalam menekan angka stunting di daerah kami,” kata Wabup.

Menurutnya, inovasi luar biasa seperti ini sangat perlu ditiru oleh semua daerah tak terkecuali Lombok Utara. 

“Kalau bisa kami diizinkan untuk menduplikasi inovasi ini Bu Wagub, draf SK di semua OPD lingkup Pemkab Lombok Utara sudah disusun dan siap dijalankan,” kata Wabup.

Sebelumnya, Kepala  Desa Batu Rakit Rismana dalam laporannya menyampaikan, kasus stunting di desanya tahun 2022 mencapai 134 kasus. Namun dengan inovasi dan kolaborasi semua pihak pada tahun 2023 mampu menekan kasus stunting hingga 122 kasus.

BACA JUGA: Kepala OPD Diingatkan Fokus ke Masalah dan Kolaborasi

Kata Risman,  berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka stunting di Desa Batu Rakit. Seperti Posyandu Keluarga, pelatihan kader hingga program menyediakan  kebun gizi di pekarangan rumah dan telah membawa hasil. ***

 




Target 20 Emas PON 2024, KONI NTB Harus Punya Mimpi Besar

Untuk meraih target 20 medali emas pada PON 2024, pengurus KONI NTB harus berihtiar dengan semangat tinggi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Mengejar target untuk meraih 20 medali emas NTB pada PON XXI Aceh-Sumut 2024 harus dibangun dengan mimpi besar dan ikhtiar maksimal. 

Ikhtiar yang dilakukan harus dimulai dari pengurus cabang olahraga di tiap kabupaten/ kota agar target tercapai. 

BACA JUGA: Posyandu Keluarga Harus Lakukan Pelayanan Maksimal

Bang Zul minta pengurus KONI NTB berihtiar maksimal untuk raih target 20 medali emas pada PON 2024
Gubernur NTB, Bang Zil

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul, menyampaikan itu saat membuka rapat kerja Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB di Hotel Lombok Raya Mataram, Jumat (19/05/23).

“Optimisme harus dibangun sejak dalam pikiran agar semua ikhtiar dan upaya yang dilakukan dikerjakan dengan semangat tinggi,” ujar Bang Zul.

Kendala pembinaan dan pembiayaan benar benar dipikirkan, dengan menempatkan kriteria pengurus yang punya jaringan luas dan dedikasi tinggi terhadap olahraga. 

Bang Zul mengingatkan, agar target prestasi tak melupakan kesejahteraan para atlit. 

“Sekarang, banyak atlit berprestasi tak lagi mengejar PNS, banyak juga yang berkeinginan menjadi pengusaha. Sehingga pendidikan dan peluang harus pula dipikirkan oleh pengurus cabang olahraga,” tambahnya.  

BACA JUGA: Santri Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Ketua KONI NTB, H Mori Hanafi mengatakan, target 20 medali dapat tercapai dengan kerja bersama mulai dari pengurus olahraga kabupaten/kota. 

Dari 66 cabang olahraga yang dipertandingkan di PON mendatang, setengahnya belum dipetakan potensinya. 

Sehingga jika KONI memiliki rencana ikut dalam 38 cabang atau lebih, akan memiliki konsekuensi pembinaan dan jumlah kontingen yang lebih besar. 

“Namun kami optimis target akan tercapai dengan prioritas potensi yang dimiliki dan kerja keras pembinaan pengurus cabang olahraga kabupaten/kota,” kata Mori. 

Pada PON XX Papua 2021 lalu, Kontingen PON NTB berhasil memecahkan rekor dengan meraih 15 medali emas. 

Dan naik ke peringkat sembilan secara nasional dari 34 provinsi peserta. Waktu itu targetnya 17 emas.

Mori berharap, Rakerda KONI yang berlangsung hari ini sampai besok menghasilkan rekomendasi yang dapat dikerjakan semua stakeholder.

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan Rachnat Hidayat, Bagikan Kursi Roda Adaptif

Hadir pula seluruh pengurus cabang olahraga dan pengurus KONI se NTB. *** 

 

 




Gubernur NTB Ajak Pelihara Silaturahim dan Saling Memaafkan

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bang Zul sapaan Gubernur NTB, Zukieflimansyah becerita pengalamannya menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram. 

BACA JUGA: Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Gubernur NTB meneritakan pengalamannya menjadi imam sholat di Masjidil Haram
Gubernur Zulkiefimansyah

Itu terjadi saat ia masih kuliah di inggris bersama rombongan mahasiswa saat melaksanakan ibadah haji. Banyak yang tidak menduga Bang Zul jadi Imam Sholat di Masjidil Haram.

Cerita Gubernur NTB itu disampaikan saat menghadiri acara Halal Bihalal dan pelepasan Jamaah Calon Haji Rukun Keluarga Bima (RKB) Pulau Lombok, di auditorium UIN Mataram, Kamis (18/05/23)

Bang Zul mengatakan ketika di NTB, ia menceriakan pengalamannya menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram kepada Tuan Guru. 

BACA JUGA: Wagub NTB Minta Wagub Gunakan Timbangan Digital

“Banyak Tuan Guru kita bertanya bagaimana Pak Gubernur bisa menjadi Iman sholat di Masjidil Haram, saya jawab, saat kuliah di inggirs kami rombongan mahasiswa Indonesia menunaikan ibadah haji sejumlah 30 orang Mahasiswa saat itu,” katanya

Saat itu ia melaksanakan Ibadah Haji bersama rombongan Mahasiswa.

“Kami berangkat dengan sekedarnya, tidak ada pelepasan haji, tidak menyewa penginapan dan tidur dimana saja selama proses ibadah haji. Suatu saat kami rombongan terlambat bangun saat sholat berjamaah di Masjidil Haram, akhirnya kami rombongan mahasiswa memutuskan untuk sholat berjamaah di Masjidil Haram. Dan saat itu saya sebagi ketua rombongan diberi kesempatan untuk menjadi Imam, suatu kebanggaan pernah menjadi Imam Sholat di Masjidil Haram,” tuturnya.

Selain menghibur peserta Halal Bi Halal RKB dengan cerita pengalamannya saat melaksankan Ibadah Haji sewaktu kuliah di Inggris, Gubernur NTB menyampaikan pentingnya menjaga silturahim dan kebesaran hati, jiwa untuk saling memaafkan.

BACA JUGA: Angkasa Pura Berterima Kasih pada Pemprov NTB

Anak-muda kepada sesepuh dan senior-senior kita di RKB, selain manfaat dari silaturahim dan memafkan adalah adanya akumulasi pengetahuan dan pengalaman, untuk kehidupan lebih baik kedepannya. 

 “Penting punya kebesaran hati, kebesaran jiwa untuk saling memaafkan, bagi anak-anak muda untuk terus memelihara silaturahim pada senior dan sesepuh kita ini, Karna dengan silatiahim dan memafkan ada akumulasi pengetahuan dan pengalaman yang bisa kita timba untuk menghadirkan kehidupan dan langkah kita depan lebih baik,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur NTB meminta kepada senior,  para Tetuah Rukun Keluarga Bima Pulau Lombok agar senantiasa membuka pintu rumah seluas mungkin

Khususnya, kepada anak-anaknya, dan adik-adik pemuda yang ada di Mataram untuk bersilaturahim dan saling memafkan jika ada interaksi yang tidak berkenaan pada sesepuh RKB. 

“Pada kesempatan ini, kami juga meminta kepada sesepuh-sesepuh kita, agar supaya kami anak-anak muda dapat bersilatuhim dan minta maaf atas segala kekeliriuan, jika ada interaksi yang kurang berkenan,” katanya.

Ketua RKB, Dr. Muhammad Irwan menyampaikan ucapan terimakasih atas kehadiran Gubernur NTB, dan menyampaikan selamat hari lahir untuk bapak Gubernur NTB Ke 51 Tahun. 

“Suatu kebanggaan bagi kami Rukun Keluarga Bima yang ada di Pulau Lombok atas kesempatan Gubernur NTB untuk menghadiri undangan kami, dan selamat Ulang Tahun ke 51, senantiasa berkhidmat untuk NTB Gemilang” 

Turut hadir Qori Internasional Ustadz Syamsuri Firdaus, Walikota Mataram, Ketua DPRD Kota Mataram, Kadis DPM_PTSP, Kadis PUPR NTB. ***

 




Bang Zul Ingatkan Pentingnya Cinta dan Kasih Sayang

Saat menhadiri acara halalbihalal yang diselenggaraka Ikatan Keluarga Samawa (IKS), Bang Zul menyampaikan, ekpresinya halal bihalal yaitu rasa cinta dan kasih sayang. 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Momentum Halalbihalal ymerupakan semangat dalam melestarikan budaya orang-orang terdahulu. Sehingga buah manis ketakwaan dari kewajiban berpuasa, dapat dinikmati. 

BACA JUGA; Gubernur NTB ajak Pelihara Silaturahmi dan Saling Memaafkan

Bang Zul meghadiri acara halalbihalal ikatan keluarga samawa bersama istri

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, saat menghadiri Acara Halalbihalal Ikatan Keluarga Samawa (IKS) di Islamic Center (IC) di Mataram, Kamis (18/05/23).

Bang Zul menyampaikan, salah satu ekpresinya halal bihalal yaitu rasa cinta dan kasih sayang. 

“Tiba-tiba saja di Ramadan, hati kita begitu jernih, karena puasa menghilangkan iri hati hasad dan dengki,” katanya.

Diingatkan, berpuasa bukan sekedar menjalani diet. Yang lebih penting yaitu menjinakkan batin untuk tenang, dalam menyikapi dinamika hidup. 

Dengan kata lain, Ramadan adalah madrasah untuk menghadirkan rasa cinta kepada hati semua pihak.

“Kalau bahasa spanduknya ini, ramadan itu mestinya mampu melahirkan orang orang yang merasa ‘Basai Ate’. Hatinya satu dan itu hanya mungkin kalau ada cinta dan kasih sayang di dalam hati kita. Tanpa itu, hati kita tidak mungkin saling terpaut,” imbuhnya.

Menurut Bang Zul, semangat Ramadan dalam momentu ini, adalah munculnya rasa syukur. Bukan I Will Be Happy When atau bahagia jika ada kata ‘kalau’. 

BACA JUGA; Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Tapi mensyukuri apa yang dimiliki saat ini akan menentramkan bathin, katanya.

Kata Bang Zul bahwa kebahagian tidak akan dapat disyukuri, kalau tersandera banyak keinginan. Seperti jabatan, karier, kekayaan. Padahal, berbagai kenikmatan yang dihadirkan, tanpa maksud dan tujuan.

“Mungkin ada yang uangnya lebih banyak dan jabatannya lebih tinggi, tapi anaknya terkena narkoba misalnya. Tidak ada gunanya jabatan tinggi dan uang yang banyak, kalau sakit-sakitan. Bapak-bapak dapat jabatan eselon ll atau eselon lll tapi bapak-bapak harus cuci darah tiap hari,” terangnya.

Karena itu mensyukuri nikmat yang ada merupakan substansi ramadhan yang kita peringati lewat halal Bi halal hari ini. 

“Mungkin allah belum memberikan eselon II, tapi kesehatan kita tetap terjaga. Mungkin Allah belum memberikan rumah besar, tapi Allah menganugerahkan persahabatan dan persaudaraan kita,” kata Bang Zul mengingatkan.

Ramadan dan halalbihalal, mendidik umat muslim untuk legowo dan saling memaafkan. Terkadang selama bertahun-tahun tidak saling tegur sapa akibat persoalan yang sederhana dan sungkan untuk meminta maaf terlebih dahulu.

Padahal hanya dengan langkah pertama untuk saling memaafkan, akan memulai hubungan yang selama ini terputus.

BACA JUGA: Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat Bagikan Kursi Roda Adaptif

“Saling memohon maaf akan mencairkan banyak hal. Kerendahan hati untuk meminta maaf terlebih dahulu, demi menyambung silaturahmi, nilai spritualnya lebih tinggi dari uang ratusan juta,” pesannya. ***

 

 




Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Kalau Santri jadi Tuan Guru bukan hal baru, tapi kalau jadi pengusaha yang diperhitungkan, itu luar biasa, kata Gubernur NTB pada Santri di Ponpes Nurul Hakim Kediri

LOBAR,LombokJournal.com ~ Para santri dimotivasi menjadi pengusaha hebat, yang mampu menciptakan lapangan perkerjaan bagi orang banyak, dan berkhidmat luar bisa untuk masyarakat.

BACA JUGA: Gubernur NTB Dorong Pelaku Usaha Manfaatkan IT 

Gubernur NTB disambut para Santri di Ponpes Nurul Hakim, Kediri, Lobar

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat silaturahmi di Ponpes Nurul Hakim Kediri, Lobar, Rabu (17/05/23). 

“Kalo alumni Nurul Hakim punya Pondok Pesantren bukan hal yang baru, kalau alumni Nurul Hakim jadi Tuan Guru bukan sesuatu yang baru, tetapi menjadi pengusaha yang diperhitungkan di kancah nasional dan dunia ini hal yang luar biasa,” jelas Bang Zul sapaan karib Guberur NTB.

Bang Zul melakukan Silaturahmi ini menghadiri acara Dzikir dan Do’a untuk Pendiri Pondok Pesantren Nurul Hakim: Al-Magfurullah TGH. Abdul Karim dan Al-Magfurullah TGH. Shafwan Hakim serta Para Mujahid Pondok yang telah mendahului. 

BACA JUGA: NTB Layak Disebut Pusat Balap Motor Nasional, Dampak MXGP

Bang Zul yang dikenal Gubernur paling Top di Indonesia oleh Ketua MPR RI ini juga menyebut Santri alumni Pondok Pesantren Nurul Hakim sangat Inspiratif. 

Banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang profesi. Bahkan salah seorang diantaranya, sebagai seorang pengusaha paling berprestasi di Nusa Tenggara Barat. 

Kehadiran Gubernur NTB pada acara tersebut mendapatkan antusiasme yang besar dari para santri dan alumni yang hadir. Gubernur berharap para santri dan alumni terus berkhidmat untuk masyarakat. 

BACA JUGA: Angkasa Pura Berterima Kasih pada Pemprov NTB

“Semangat terus berkhidmat untuk masyarakat, untuk para santri, dan juga para alumni yang sudah menyebar tidak hanya di Indonesia tapi ke seluruh dunia,” pesannya. ***

 

 




Gubernur NTB Mendorong Pelaku Usaha Manfaatkan IT

Baik Gubernur NTB maupun Menparekraf menekankan, agar para pelaku usaha ekonomi kreatif memanfaat kemajuan teknologi 

LOTIM.LombokJournal.com ~ Pelaku usaha harus fokus pada bidang yang ditekuni, dan agar makin melek teknologi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. 

BACA JUGA: Santri di Ponpes Diajak Jadi Pengusaha Hebat

Gubernur NTB dan Menparekraf ajak pelaku usaha ekonomi kreatif manfaat kemajuan teknologi
Gubernur NTB dan Menparekraf RI

Hal itu ditekankan Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang biasa disapa Bang Zul saat mendampingi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno di BLK Kabupaten Lombok Timur, Rabu (17/05/23)

“Manfaatkan IT, manfaatkan smartphone mungkin di dalam smartphone yang bapak ibu genggam, akan menghadirkan bisnis yang menjanjikan di masa mendatang,” pesan Bang Zul.

Dalam kesempatan sama, Menteri Sandiaga memotivasi para pelaku usaha ekonomi kreatif di NTB. Pelaku usaha didorong terus mengembangkan bisnis atau usahanya dengan memanfaatkan teknologi informasi saat ini. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Tak Lelah Hadirkan Event Berkelas Dunia

“Bagi para pelaku usaha tidak perlu takut gagal, karena kegagalan adalah awal dari keberhasilan dan kesuksesan,” tegasnya. 

Menurutnya, Provinsi NTB khususnya di Lombok memiliki tiga subsektor unggulan ekonomi kreatif yakni fashion, kuliner dan kriya. 

Melalui subsektor unggulan ini, Menteri Sandi akan menjamin fasilitasi Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Indonesia (PMK3I) yang akan dilakukan Lombok Timur dan kabupaten/kota lain ke depan.

“Kita harus punya produk kreatif yang berkelas internasional,” tutur Sandi.

Selain itu, Lombok dengan berbagai keindahan alamnya diharapkan memanfaatkan berbagai potensinya dalam memajukan ekonomi kreatif. 

BACA JUGA: Peran Wanita Penting Menghadirkan Moderasi Beragama

Sehingga, melalui destinasi wisata yang dimiliki menjadi kesempatan besar untuk karya dan produk lokal NTB semakin mendunia.

“Mari kita bangun ekosistem ekonomi kreatif kita melalui dorongan ragam tatanan sosioekonomi kita, sehingga ragam parekraf semakin dapat kita wujudkan,” ajaknya.***

 

 




Aksi Kemanusiaan Rachmat Hidayat Bagikan Kursi Roda Adaptif 

“Rachmat Hidayat Elektrik” kembali melakukan aksi kemanusiaan di Lombok Tengah, bagikan kursi roda adaptif untuk penderita lumpuh layu 

LOTENG.LombokJournal.com ~ Aksi kemanusiaan Rachmat Hidayat kali ini membagikan kursi roda adaptif di Kabupaten Lombok Tengah, Senin (15/05/23). 

Tiga kursi roda dibagi kepada warga penderita lumpuh dari lansia hingga remaja. 

BACA JUGA: Kepala OPD NTB Diingatkan Fokus ke Masalah dan Kolaborasi

Aksi kemanusiaan dilakukan Rachmat Hidayat dengan membagi kursi roda adaptif di Lombok Tengah

Kalau dihitung, anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan dapil NTB II Pulau Lombok ini sudah membagikan hampir ratusan bantuan kursi roda elektrik yang ditebar politisi kawakan di NTB ini. 

Ada tiga jenis kursi roda yang dibagikan Rachmat Hidayat. Pertama, kursi roda adaptif, yang harganya mencapai Rp 40 juta-an. Kursi roda adaptif dibagikan bagi penderita lumpuh layu yang jumlah cukup banyak di NTB. 

Kedua, kursi roda elektrik. Kursi roda elektrik ini diujukan bagi para lansia, hingga para disabilitas, yang harga di pasaran harganya Rp 27 jutaan. 

Kemudian terakhir kursi roda manual. Kursi roda manual ini jumlahnya tak terbatas. Sementara stok kursi roda adaptif dan elektrik masih tersisa ratusan. 

BACA JUGA: Komisioner KPU Mataram Dinilai Langgar PKPU

Politisi kharismatik Bumi Gora itu berkomitmen akan rutin melakukan aksi kemanusiaan berbagi kursi roda setiap minggu untuk masyarakat yang membutuhkan di Pulau Seribu Masjid. 

Saat berbagi kursi roda itu dihadiri Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Tengah Suhaimi, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Timur Ahmad Amrullah dan Nasrulah , Pembina Yayasan Tulus Angen Community 

Serah terima bantuan kursi roda elektrik untuk dua orang yakni lansia penderita lumpuh atas nama Nilmah (60) warga Dusun Teduh, Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah.

Dan remaja disabilitas Baiq Najwa Adining Quinsya (13)  warga Desa Braim, Kecamatan Praya Tengah, Lombok Tengah bertempat di Cafe Milenial The Pra-Ye Lounge Lombok  . 

Satu sisanya lagi, atas nama Baiq Hartini Rahmi (70) dikunjungi langsung Rachmat bersama rombongannya di kediamannya di Karang Bersatu, Kelurahan Tiwugalih, Praya. Raut haru sekaligus bahagia terpancar dari wajah para penerima bantuan kursi roda.

Rachmat menegaskan, apa yang dilakukannya untuk membantu kaum difabel dan para orang tua yang menderita lumpuh, sepenuhnya adalah aksi kemanusiaan belaka. Tak ada kaitannya dengan politik sama sekali. 

BACA JUGA: Gubernur NTB Tak Lelah Hadirkan Event Berkelas Dunia

Rachmat menegaskan, hanya ingin mewakafkan dirinya untuk kebaikan masyarakat Pulau Lombok. Rachmat ingin membawa dan menghadirkan berkah untuk sesama.

“Sangat penting bagi kita untuk membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan, khususnya mereka yang sulit untuk bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari,” kata Rachmat.

Dia menekankan, apa yang dilakukannya ini adalah tindakan kecil. Namun, dia berharap, tindakan kecil tersebut membantu memperbaiki kualitas hidup mereka, dan memberikan sedikit kebahagiaan bagi mereka.

Menurutnya, para wakil rakyat harus punya rasa kepekaan dan kemanusiaan yang tinggi terhadap kondisi dan jerit tangis masyarakat. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan NTB Ruslan Turmuzi mengatakan, gerakan aksi kemanusiaan yang tak henti-henti dilakukan PDI Perjuangan sebagai bentuk sumbangsih dan kepedulian partainya terhadap tangis masyarakat.

“Ini bentuk komitmen kami terhadap kemanusiaan. Masyarakatan kan bisa menilai apa yang telah kami lakukan. Kami tidak buat-buat,” jelas Ketua Fraksi PDI Perjuangan di DPRD NTB itu.

Senada dengan Ruslan Turmuzi, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Lombok Tengah Suhaimi menyebut,  Rachmat Hidayat telah memberikan perhatian yang luar biasa terhadap masyarakat Pulau Lombok, khususnya Lombok Tengah.

Suhaimi menegaskan, Rachmat Hidayat sebagai wakil rakyat dapil Lombok yang bertugas di Komisi VIII DPR RI, tetap berkomitmen untuk memboyong bansos maupun program sosial lain di kementrian yang menjadi tupoksinya untuk masyarakat tidak mampu di Pulau Lombok. 

“Tahun 2023 ini Insya Allah ada banyak program bantuan sosial yang bisa beliau bawa untuk masyarakat Lombok,” imbuhnya. 

Kepala Desa Teduh, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah Jumadil Awal mengucapkan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada politisi senior NTB Rachmat Hidayat. 

Jumadil Awal mengatakan bahwa baru kali ini warganya mendapatkan bantuan dari anggota DPR RI.

BACA JUGA: Peran Wanita Penting Menanamkan Moderasi Beragama

Warganya yang dibantu itu yakni Nilmah, dijelaskan Juamdil Awal telah menderita lumpuh hampir 10 tahun.

“Kondisinya sangat memprihatinkan, butuh alat bantu untuk berjalan, akhirnya dengan bantuan Pak Rachmat Hidayat bantuannya bisa terwujud berkat kedermawanan beliau selaku anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan,” kata Jumadil Awal saat ditemui di lokasi penyerahan bantuan.

Apa yang dilakukan Rachmat Hidayat, kata Jumadil Awal merupakan bentuk perhatian yang begitu luar biasa. 

Ia berujar, pengabdian Rachmat Hidayat kepada masyarakat bisa dilihat secara langsung. Ia berharap, ke depan Rachmat Hidayat terus menujukkan soliditas kemanusiaannya kepada masyarakat.

“Kami juga atas nama Pemerintah Desa Teduh bersama seluruh masyarakat mengucapkan terima kasih atas perhatian Pak Rachmat Hidayat beserta Partai PDIP  yang sudah membantu mewujudkan harapan warga kami. Semoga sukses dan sehat selalu,” paparnya.

Masih di tempat yang sama, Lalu Mariadin yang merupakan orang tua dari Baiq Najwa Adining Quinsya (13) yang merupakan anak penderita lumpuh layu mengaku, tidak bisa berkata-kata atas berkah yang keluarganya terima dari Rachmat Hidayat. 

Ia mengaku akan sangat terbantu dengan bantuan kursi roda tersebut. 

“Terima kasih kepada Pak Rachmat Hidayat,  saya sebagai orang tua Najwa sangat bersyukur dengan bantuan kursi roda ini. Paling tidak kami akan merasa sangat terbantu, sehingga ke depan insyaAllah kami tidak akan terlalu repot untuk terlalu sering menggendong,” ucap Lalu Mardian. (*)