MXGP 2023, Jorge Prado Tercepat dI Sesi Kualifikasi
Sudah diduga, dalam sesi kualifikasi MX1 di ajang MXGP 2023 si Sirkuit Selaparang, Jorge Prado mencatat waktu terbaik
MATARAM.LombokJournal.com ~Hasil sesi kualifikasi MX1 di Sirkuit Selaparang, Lombok, Sabtu (01/07/23), pembalap tim Red Bull GasGas, Jorge Prado di posisi tercepat,
Hasil kualifikasi MX1 dalam MXGP 2023, Jorge Prado disusul Jeremy Seewer pembalap dari tim Yamaha di posisi berikutnya dengan waktu total 25 menit 1,946 detik.
Sementara itu hasil kualifikasi MX2 diraih Jago Geertz, pembalap Yamaha diikuti Roan Van de Mosduk dari Husqvarna dan Simon Laengenfeld dari Red Bull.
Pembalap Indonesia, Delvintor Alvarizi berada di posisi 15 disusul Diva Ismayana dan Nakami Vidi Makarim di posisi 18.
“Semakin baik dari sisi waktu dan settingan motor. Semoga semakin baik,” ungka Alvarizi. ***
Para Pembalap Menilai, Sirkuit Selaparang Lebih Menantang
Para pembalap yang meraih pole position menilai, dibanding Sirkuit Samota, berlaga di Sirkuit Selaparang, Mataram lebih sulit tapi menantang
MATARAM.LombokJournal.com ~Setelah usai balapan di Sirkuit Samota, Sumbawa, para pembalap MX1 dan MX2 yang menjalani sesi kualifikasi di Sirkuit Selaparang, Mataram, memberi penilaian.
Para pembalap yang meraih pole position mengungkapkan penilaiannya, antara Sirkuit Selaparang dan Sirkuit Samota masing-masing mempunyai karakter berbeda.
Pembalap dari Redbull GasGas Factory, Jorge Prado mengaku Sirkuit Selaparang dinilainya cukup menantang.
Sirkuit Selaparang dinilai lebih mengalir dibandingan dengan Samota (Sumbawa), tapi cukup sulit karena masing-masing punya karakteristik.
“Sirkuit Samota punya karakter high speed dan elevasi, sedangkan Sirkuit Selaparang lebih ketat dengan tikungan pendek,” jelasnya saat konferensi pers di Media Center International MXGP Sirkuit Selaparang, Mataram, Sabtu (01/07/23).
Pembalap Yamaha, Jago Geertz, kompetisi di Indonesia menjadi pengalaman menarik di luar Eropa. Terlebih dengan lanskap sirkuit yang indah.
“Menantikan balapan besok. Saya harap saya bisa melakukan yang terbaik dengan karakter sirkuit yang berbeda dalam seminggu setelah Samota,” ujar Geertz. ***
Band Dewa 19, Ambassador Pariwisata Gili Tramena. Lombok
Grup Band Dewa 19 selain ikut menyemarakkan event MXGP Lombok, juga dinobatkan sebagai ambasador pariwisata Gili Tramena, Lombok Utara
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ini cara Pemerintah Provinsi NTB meningkatkan kunjungan wisatawan ke Gili Tramena Gili di Lombok Utara, yakni menobatkan band Dewa 19 menjadi Ambasador Pariwisata Gili Tramena Lombok, yaitu Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air.
Penobatan Dewa 19 sebagai ambassador Gili Tramenaitu dihadiri Gubernur NTB, Zulkieflimansyah, yang berlangsung di Kantor Gubernur NTB, Jum’at (30/06/23).
Meski kunjungan di Gili Tramena, khususnya Gili Trawangan, saat ini mulai meningkat, diharapkan Band Dewa 19 sebagai AmbassadorGili Tramena, diharapkan mampu membawa Gili Tramena semakin dikenal banyak orang.
“Saya, sebagai Gubernur provinsi Nusa Tenggara Barat sangat berterima kasih kepada Dewa 19 yang telah bersedia menjadi Ambasador Pariwisata di Gili Tramena, Lombok Utara,” kata Bang Zul sapaan Gubernur NTB..
Tampak muncul para personil Band Dewa 19 yaitu Ahmad Dhani, Marcello Tahitoe, Virzha, Yuke Sampurna dan Agung Yudha Asmara.
Bang Zul optimis, kuatnya eksistensi Band Dewa 19 di dunia musik, mampu menarik penggemarnya mengunjungi Gili Tramena Lombok.
“Dengan kuatnya pamor yang dimiliki oleh Dewa 19, Kami yakin Dewa 19 akan mampu membuat Gili jauh lebih rame lagi,” pungkasnya.
Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) sempat memakaikan sapuk (ikat kepala khas Sasak) kepada personel yang hadir.
Sedang Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Carter, menyerahkan sertifikat kepada Ahmad Danny.
Sementara itu, Ahmad Dhani selaku pendiri Band Dewa 19 begitu antusias dengan terpilihnya Dewa 19 sebagai Ambasador Wisata di Gili Tramena.
“Meskipun saat ini Bali masih menjadi destinasi wisata utama di Indonesia, saya yakin suatu saat Gili Tramena bisa mendapatkan rekognisi serupa dan setara dengan Bali karena landscape-nya yang sangat indah. Bahkan anak anak saya sangat ingin menghabiskan waktu lebih lama di Gili,” jelas Ahmad Dhani.
Acara tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata NTB beserta jajaran Kepala Dinas lainnya, Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, Wakil Bupati Kabupaten Lombok Utara, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, UPT 3 Gili, Kepala Desa Gili Indah.***
Mohon Keberkahan Jelang Event MXGP Lombok
Menjelang pelaksanaan event MXGP Lombok, Pemprov menggelar doa bersama agar mendatangkan manfaat dan keberkahan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Gubernur NTB, Zulkieflimansyah berharap agar event MXGP Lombok mendatangkan manfaat dan keberkahan.
Itu dikatakan Bang Zul panggilan Gubernur NTB menjelang pelaksanaan event MXGP Lombok atau gelaran Motocross Grand Prix Sumbawa Lombok 2023 putaran kedua di Sirkuit Selaparang, Mataram.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar doa bersama di Sirkuit Selaparang, Rabu (28/06/23) agar event MXGP Lombok berjalan sukses.
Dan juga agar sirkuit baru tempat menggelar MXGP Lombok 2023 yang rampung 99,5 persen tersebut mendatangkan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat dan daerah.
“Kita semua berdoa dan berharap agar sirkuit dan even MXGP Lombok dan event lain yang akan digelar dilahan eks bandara ini akan mendatangkan manfaat dan keberkahan,” ujar Bang Zul.
Dikatakannya, keberanian berpikir besar dan maju serta didukung dan dikerjakan oleh seluruh elemen akan membuahkan hasil besar.
Hadir pula dalam doa bersama, Sekda NTB, Sekda kota Mataram, para kepala OPD Pemprov NTB, masyarakat lingkar sirkuit dan para anak yatim piatu. ***
Tindak Asusila ayah dan kakek pada Anak dan Cucu Kandung
Persetubuhan atau tindak asusila yang dilakukan ayah dan kakek pada anak dan cucu kandungnya jadi perhatian publik di Maluku
AMBON.LombokJournal.com ~ Tindakan asusila dilakukan oleh ayah dan kakek kandung terhadap 5 (lima) orang anak kandung dan 2 (dua) orang cucu kandungnya..
Peristiwa tindakan asusila yang terjadi di Ambon, Maluku itu berlangsung sejak 2007 dengan anak-anak kandung pelaku sebagai korban, namun baru terungkap pada 2022 lalu.
Terungkapnya perilaku asusila itu saat kedua cucu kandung pelaku turut menjadi korban.
Kasus tindakan asusila ini pun terungkap berkat andil dan keberanian salah satu korban yang melaporkan aksi pelaku ke Polres setempat sehingga atas gerak cepat Aparat Penegak Hukum (APH)
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga dalam mengungkapkan itu dalam kunjungan di Ambon, Maluku menemui para penyintas kasus kekerasan seksual di Maluku.
Menteri juga melakukan dialog dengan Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (AMPK) dari kelompok minoritas dan daerah terisolasi.
Para penyintas yang berdialog dengan Menteri Bintang Puspayoga, di antaranya 2 (dua) orang anak kandung dan 2 (dua) orang cucu kandung korban tindak pidana kekerasan seksual (TPKS) oleh ayah dan kakek kandung.
Dan 1 (satu) orang korban TPKS oleh 6 (enam) pelaku, serta 2 (dua) orang AMPK asal Pulau Buru.
“Salah satu kasus TPKS yang menyita perhatian publik adalah kasus persetubuhan yang dilakukan oleh ayah dan kakek kandung terhadap 5 (lima) orang anak kandung dan 2 (dua) orang cucu kandungnya,” ujar Menteri BIntang Puspayoga di Maluku, dilansir dari laman kemenpppa.go.id, Selasa (27/06/23).
Ayah dan kakek pelaku TPKS berhasil divonis hukuman penjara seumur hidup
Dialog dengan penyintas korban TPKS dilakukan untuk menggali lebih dalam akan pengalaman dan upaya yang dilakukan penyintas dalam melaporkan tindakan asusila yang dialami.
Serta memberikan dukungan psikososial dan bantuan spesifik perempuan dan anak kepada para penyintas.
Pada pertemuan tersebut, Menteri PPPA di dampingi oleh Deputi Perlindungan Khusus Anak KemenPPPA, Nahar dan Tim Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129 KemenPPPA. Turut serta mendampingi adalah Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Maluku, Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Provinsi Maluku. ***
Penyelenggaraan LIMOFF bertujuan untuk mempromosikan dan merayakan warisan budaya Lombok melalui fesyen
LOBAR.LombokJournal.com ~ Sebanyak 109 designer Internasional dan nasional siap memeriahkan Lombok International Modest Fashion Festival atau LIMOFF, yang berlangsung tanggal 6 – 9 Juli 2023 di Merumata Hotel Senggigi Lombok Barat.
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah membuka Kick Off LIMOFF secara virtual, Selasa (27/06/23).
Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB ini berkomitmendan akan terus mendukung gelaran LIMOFF.
“Kita akan mendukung sepenuhnya terkait event LIMOFF karena ini salah satu ikhtiar menjadikan NTB sebagai pusat Busana Muslim Nasional,” tutur Bang Zul.
LIMOFF diramaikan 150 Brand, 15 Guest Desainer dari Indonesia dan Asean Designers Philipines, Singapore, Cambodia, Malaysia dan Brunei Darusalam, 16 Dekranasda dari berbagai Provinsi dan Kabupaten dan Target Pengunjung 12.000 orang.
Bang Zul mengucapkan selamat datang kepada seluruh designer ke Provinsi NTB.
“Selamat datang di Lombok, NTB,” ungkap Bang Zul.
Ketua Dekrenasda NTB, Hj. Niken Saptarini Widyawati Zuklieflimansyah menjelaskan, event LIMOFF bertujuan untuk mendukung dan menampilkan bakat jenama fesyen lokal dan pengrajin tekstil di Lombok.
“Dengan menyediakan platform bagi para kreator ini untuk menampilkan karya mereka, festival ini bertujuan untuk mempromosikan dan merayakan warisan budaya Lombok melalui fesyen,” jelasnya.
Selain fesyen, LIMOFF juga akan menjadi ajang promosi pariwisata, kerajinan tangan, dan industri kuliner di Lombok
Para pengunjung akan memiliki kesempatan untuk menemukan berbagai aspek budaya dan ekonomi Lombok, sekaligus mendukung bisnis dan pengrajin lokal.
Festival ini akan menampilkan berbagai kegiatan, seperti peragaan busana, lokakarya, dan pameran, yang dapat dinikmati semua orang.
“LIMOFF bukan hanya ajang fashion, tapi juga kesempatan bagi pengunjung untuk belajar tentang Lombok dan keunikan budayanya,” ujar Bunda Niken.
Menurutnya, festival ini merupakan upaya mendukung industri lokal, memamerkan produk mereka yang memiliki kualitas sangat tinggi, serta menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal pulau dan orango-rangnya.
“Para pengunjung nantinya diharapkan mendapatkan pemahaman dan memberi apresiasi yang lebih dalam tentang kekayaan warisan budaya Lombok,” kata Bunda Niken. ***
Penanganan Pekerja Migran Perlu Pendekatan Kemanusiaan
Banyak kasus pekerja migran bermula dari minimnya pengetahuan, karena itu perlu pendakatan kemanusiaan
MATARAM.LombokJournal.com ~ Kasus pekerja migran ilegal dan perdagangan manusia berawal pula dari minimnya pengetahuan dan akses pekerja migranke luar negeri. Karena itu diperlukan penanganan yang komprehensif
“Perlu penanganan yang komprehensif mulai dari hulu dan kesadaran kita semua untuk mulai menangani persoalan pekerja migran dengan pendekatan kemanusiaan,” ujar Gubernur.NTB, Zulkieflimansyah.
Bang Zul panggilan akrab Gubernur NTB mengatakan itu usai penandatangan Nota Kesepatakan atau Memorandum of Understanding (MoU) tentang Pencegahan, Penegakan Hukum dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia asal Nusa Tenggara Barat, Selasa (27/06/23) di Mapolda NTB.
Penandatanganan bertujuan melindungi pekerja migran itu dilakukan bersama Pemerintah Provinsi NTB, Kepolisian Daerah, Kementerian Hukum dan HAM dan BP2MI.
Sementara itu, Kapolda NTB, Drs Djoko Perwanto mengatakan, MoU ini adalah langkah penting dan strategis agar banyaknya kasus pekerja migran dan perdagangan manusia yang terjadi menjawab persoalan penanganan yang ada.
“Kita akan mulai dari desa dan lingkungan masyarakat terkecil. Polda juga memiliki sumberdaya dan fasilitas serta program yang dapat sejalan dengan MoU ini,” jelasnya.
Dalam penandatangan tersebut hadir pula, Deputi Bidang Penempatan Pekerja Migran Kawasan Amerika Pasifik Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Drs Lasro Simbolon, MA dan Kepala Wilayah Kemenkumham NTB, Romi Yudianto, SH, MH. ***
Pelaku Kekerasan Seksual di Maluku Dihukum Seumur Hidup
Mentreri PPPA Bintang Puspayoga berharap korban kekerasan seksual untuk berani bicara dan melaporkan kejadian yang menimpanya
AMBON.LombokJournal.com ~ Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan sanksi pidana maksimal untuk Ayah dan kakek kandung pelaku tindak pidana kekerasan seksual atau TPKS yang korbannya adalah anak dan cucu kandungnya.
Dalam kunjungan di Ambon, Maluku, Senin (26/06) Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menekankan, keberanian dari penyintas untuk melaporkan dan bicara kejadian kekerasan seksual yang dialaminya, jadi titik terang dari proses penanganan dan penegakan hukumperkara itu.
Penegakan hukum yang memberikan rasa keadilan bagi korban pun menjadi langkah penting bagi KemenPPPA dan APH untuk terus mendorong korban kekerasan seksual berani berbicara.
Tidak hanya pada saat putusan di pengadilan, keberpihakan terhadap korban kekerasan seksual diharapkan terjadi dalam seluruh proses penegakan hukum mulai dari penyelidikan hingga penuntutan.
“Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi atas keberanian para penyintas dalam berbicara atau melaporkan kejadian yang dialami sehingga APH dapat bergerak cepat dalam upaya penegakan hukum yang hasilnya pun sungguh luar biasa. Khususnya, dalam kasus TPKS oleh ayah dan kakek kandung, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan sanksi pidana maksimal terhadap pelaku tindak pidana kekerasan seksual. Putusan tersebut memberikan harapan bagi kita semua untuk terus menuntut penegakan hukum yang berkeadilan dan berperspektif korban sehingga diharapkan dapat melahirkan efek jera,” tutur Menteri PPPA.
Dalam upaya pencegahan kasus TPKS di masyarakat, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) secara masif menggencarkan kampanye Dare to Speak Up atau Berani Berbicara kepada masyarakat.
Tujuannya mendorong korban, keluarga korban, dan masyarakat umum untuk berani melaporkan berbagai tindak kekerasan yang dialami atau diketahui.
Selain itu, kehadiran Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) pun serta merta memberikan perlindungan yang komprehensif kepada korban, keluarga korban, dan saksi atas kejahatan terhadap martabat manusia dan pelanggaran atas hak asasi manusia.
Menteri PPPA juga mengingatkan DP3A dan UPTD PPA Provinsi Maluku agar dapat terus mengawal dan berpartisipasi dalam proses pendampingan yang dibutuhkan oleh penyintas, meskipun sudah kembali menjalani kehidupan normal.
Dan penyintas anak pun melanjutkan sekolah seperti biasa. Setelah kejadian TPKS yang dilakukan oleh ayah dan kakek kandung.
Penanganan penyintas langsung dilakukan oleh Pemerintah Kota Ambon dan Pemerintah pusat, serta diberikan rumah tinggal di salah satu kawasan perumahan di Kota Ambon.
“Meskipun para penyintas telah menjalani hidupnya kembali secara normal, masih diperlukan dukungan dan pengawalan ketat dari DP3A dan UPTD PPA Provinsi Maluku, terutama pada para penyintas usia anak yang membutuhkan perhatian lebih untuk memastikan hak-haknya terpenuhi. Saya harap pengalaman para penyintas ini dapat menjadi inspirasi dan menebar bibit keberanian kepada para penyintas korban TPKS lainnya untuk berani berbicara dan melapor,” tandas Menteri PPPA..***
Sumber : kemenpppa.go.id
Seru! 2023 Penenun Sukarara Siap Menenun Seharian
Lombok International Modest Fashion Festival (LIMOFF) akan diramaikan dengan 2023 penenun dalam event Begawe Jelo Nyesek
MATARAM.LombokJournal.com ~Desa Sukarara, Lombok Tengah, yang selama ini dikenal sebagai desa tenun, akan melakukan atraksi dengan ribuan penenun.
Sesuai dengan tahun berjalan, sebanyak 2023 penenun asal Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah, mulai anak-anak sampai orang tua, siap menggelar Begawe Jelo Nyesek, tanggal 7-8 Juli 2023 untuk pecahkan rekor MURI.
“Begawe Jelo Nyesek siap memecahkan para penenun Desa Sukarara akan pecahkan rekor Muri,” ungkap Ketua BPPD NTB, Baiq Ika Wahyu Wardhani.
Ia menyampaikan itu saat mengikuti Rapat Koordinasi Lombok International Modest Fashion Festival (LIMOFF) 2023 di Gedung Sangkareang Kantor Gubernur NTB, Senin (27/06/23).
Event Begawe Jelo Nyesek merupakan acara Kelima kalinya di Desa Sukarara, yang semula akan menampilkan 1500 penenun.
“Namun, untuk mencapai target rekor Muri maka penenun yang dihadirkan pun sebanyak 2023 sesuai dengan tahun diselenggarakan,” kata H Saman Budi, Kepala Desa Sukarara. ..
Kades juga menjelaskan, di Desa Sukarara sendiri terdapat 3200 penenun. Sebanyak 2023 penenun yang diterjunkan nanti siap menenun seharian penuh.
“Event ini akan menjadi penyemangat dan membangkitkan gairah para penenun lokal kita harapnya. ***
Persediaan Sapi Sambut Idul Adha di NTB Aman
Gubernur NTB dan Mentan kunjungi peternak sapi, pastikan ketersediaan hewan kurban sambut Idul Adha mencukupi
LOBAR.LombokJournal.com ~Gubernur NTB, Zulkieflimansyah di hadapan Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan, ketersiaan hewan kurban di NTB sambut Idul Adha sudah cukup dan aman.
Hal itu disampaikan Bang Zul saat melakukan kunjungan bersama Menteri Pertanian RI, SYL untuk memastikan ketersediaan sapi untuk Idul Adha di Kecamatan Gerung, Lombok Barat, Senin (26/06/23).
Bang Zul menyatakan ketersediaan hewan kurban untuk menyambut Idul Adha di Nusa Tenggara Barat sudah mencukupI.
“Bersama menteri Pertanian di Gerung Lobar melihat persiapan dan ketersediaan hewan qurban menje;ang Idul Adha di NTB. Alhamdulillah semuanya siap!” Ungkap Gubernur.
Saat itu Bang Zul dan Mentan SYL membahas solusi untuk peternak-peternak asal NTB yang hewannya belum terserap di Jakarta.
Mentan telah menugaskan staf khusus untuk menyelesaikan masalah ini.
Bang Zul tengah berkoordinasi dengan Plt Gubernur DKI Jakarta dan Kepala Badan Pangan Nasional agar sapi-sapi NTB yang belum terserap di Jakarta bisa diserap oleh BUMD DKI.