Lalu Gita Ariadi Siap Dilantik Sebagai Pj Gubernur NTB
Usai dilantik, Pj Gubernur NTB, Lalu Gita Ariadi akan bersilaturahmi dengan masyarakat NTB se-Jabodetabek, bertempat di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta
MATARAM.LombokJournal.com ~ Seperti diduga banyak pihak, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si ditunjuk sebagai Penjabat (Pj) Gubernur NTB terpilih, untuk memimpin daerah hingga terpilihnya Gubernur dan Wakil Gubernur definitif periode 2024-2029.
Banyak elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi ke DPRD, Lalu Gita Ariadi dinilai paling layak untuk ditunjuk untuk menjalankan tugas sebagai Pj Gubernur NTB.
Presiden melalui Mendagri akan melantik, H. Lalu Gita Ariadi yang akrab disapa Miq Gite , selaku Pj Gubernur NTB, pada Hari Selasa 19 September 2023.
Pelantikan Pj Gubernur NTB dilakukan karena Gubernur H. Zulkieflimansyah, M.Sc dan Wakil Gubernur Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd resmi melepas masa jabatannya pada tanggal 19 September 2023 mendatang.
Penunjukan Pj Gubernur NTB itu berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 4 tahun 2023 tentang Penjabat Gubernur, Penjabat Bupati, dan Penjabat Walikota sebagai landasan regulasi Penjabat Gubernur NTB terpilih. Sesuai surat Kemendagri nomor 100.2.7/5003/SJ pertanggal 16 September 2023.
“Sekda NTB, Miq Gite, ke depan siap menjadi Pj Gubernur dan menjalankan pemerintahan sesuai tugas fungsi sebagai pimpinan daerah,” jelas Kepala Dinas Kominfotik NTB, Najamuddin Amy, Minggu (17/09/23).
Kegiatan tersebut rencananya dihadiri Pejabat Eselon I Kemendagri, Gubernur dan Wagub NTB, Para Anggota DPR RI Dapil NTB, Para Anggota DPD RI Dapil NTB, Forkopimda NTB, Bupati/Walikota se-NTB, Asisten Pemprov NTB serta keluarga dari Pj Gubernur NTB yang juga turut menyaksikan acara pelantikan.
Pj Gubernur NTB fokus pada dua agenda pokok menjelang Pemilihan Umum, yaitu Pemilihan Presiden-Wakil Presiden dan Pemilihan Legislatif serta Pemilihan Kepala Daerah tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota se-NTB, selain agenda-agenda keseharian Pemerintah Provinsi NTB.
Seusai dilantik, Pj Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, rencananya bersilaturahmi dengan masyarakat NTB se-Jabodetabek, bertempat di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta.
Acara tersebut diselenggarakan oleh Pemprov NTB. Diharapkan melalui kegiatan tersebut, sebagai awal dari implementasi amanah dalam memimpin NTB, bersilaturahmi mendengar aspirasipara tokoh berserta stakeholders pemerintahan.
Selanjutnya Pj Gubernur NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, fokus menjalankan pemerintahan sesuai tugas fungsi sebagai pimpinan daerah, sebagaimana ketentuan perundang-undangan yang berlaku.***
Wagub NTB Bakti Stunting di Sembalun Lotim
Wagub NTB, Umi Rohmi menekankan pentingnya orang tua memperhatikan asupan gizi anak untuk mencegah stunting
LOTIM.LombokJournal.com ~ Ikhtiar provinsi NTB menurunkan angka stunting melalui gerakan gotong royongbakti stunting terus dimasifkan.
Kali ini, kegiatan bakti stunting itu digelar di Desa Sembalun Bumbung, Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Minggu (17/09/23).
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah mengatakan, agar asupan gizi untuk bayi balita penting diperhatikan guna mendukung tumbuh kembang anak-anak, yang sekaligus sebagai upaya mencegah stunting.
“Sembalun melimpah sayur mayur dan buah buahan syarat akan vitamin gizi, tidak ada alasan anak Sembalun kurang asupan gizi yang akan menyebabkan stunting,” kata Wagub NTB yang akrab disapa Umi Rohmi.
Guna mencegah stunting, Umi Rohmi juga mengingatkan masyarakat agar rajin datang ke Posyandu. Karena hal tersebut membantu orang tua mengetahui perkembangan sang anak selama masa pertumbuhannya. Selanjutnya, jika ada masalah, misalnya ada gejala stunting akan secepatnya diatasi.
“Harus tetap dibawa ke posyandu karena penting supaya pertumbuhan anak cucu kita bisa dikontrol dengan baik,” pesan Wagub.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sembalun Asri Hadi mengatakan, dengan hadirnya bakti stunting yang diinisiasi Pemprov NTB sangat membantu dalam menekan angka stunting.
Saat ini kecamatan Sembalun memiliki 45 unit posyandu keluarga yang jumlah sasaran 2.552 orang.
“Progres sangat baik, Alhamdulillah capaian kami menekan stunting mencapai 15 % dari angka stunting keseluruhan di Lombok Timur yang mencapai 17 persen,” jelas Asri. ***
Megawati Bertekad Upayakan Pendidikan Berkualitas
Tekad Megawati Lestari selain berdayakan kaum perempuan khususnya santriwati, juga akan berupaya sediakan pendididikan berkualitas
MATARAM.LombokJournal.com ~Julukan Lombok sebagai pulau Seribu Masjid, paralel secara fakta untuk menyebut dunia pendidikan di Lombok sebagai Pulau Ribuan Pondok Pesantren (Ponpes) .
Kekuatan dan kontribusi pondok pesantren (Ponpes) di Lombok sangat luar biasa dalam menyediakan akses pendidikan masyarakat, dan menciptakan sumber daya manusia (SDM) berkualitas dan berahlak baik.
Hanya saja, kiprah para wanita, santriwati yang mengenyam pendidikan di Ponpes belum banyak terakomodir berkontribusi dalam pembangunan daerah ini.
Padahal peran mereka yang menempuh pendidikan Ponpes sangat strategis jika bisa dikelola dan diberikan akses yang sepadan dengan yang lain, termasuk para santri.
“Saya pikir, santriwati ini kekuatan yang luar biasa. SDM yang potensial, namun masih butuh sentuhan perhatian termasuk di bidang pendidika. Hal ini yang akan saya perjuangkan,” kata Megawati Lestari SH MH, aktivis Pro Demokrasi yang maju sebagai Caleg DPRD NTB dari Partai Golkar, Minggu (17/09/23)
Maju di Dapil NTB 8, Lombok Tengah, Megawati bertekad memberdayakan kaum perempuan dan menyediakan pendididikan berkualitas.
Lebih jauh Megawati Lestari mengatakan, para santriwati yang mengenyam pendidikan Ponpes memiliki daya saingSDM yang mumpuni. Namun, faktanya keterserapan mereka di dunia lapangan kerja masih belum optimal, baik di sektor formal maupun informal.
Putri Almarhum H.Muhdin Ramli alumni Tebu Ireng Jombang pertama di wilayah Lombok Tengah menilai, kendala yang ada saat ini adalah kurangnya akses untuk para santriwati, dan pemberdayaan keterampilan atau skill menghadapi peluang kerja.
“Sehingga ke depan perlu ada semacam pelatihan dan pemberdayaan, misalnya bagaimana mereka dibekali kemampuan wirausaha, pemasaran digital, dan diberi akses permodalannya,” katanya.
Menurut Mega, para santriwati bisa menjadi agen-agen perubahan dan ujung tombak pengentasan masalah perempuan dan kemiskinan di Lombok, NTB.
Dari aspek sosial dan psikologis, para santriwati juga memilili nilai lebih untuk moralitas dan ahlaknya. Sehingga keuletan dan kejujuran pasti menjadi hal yang utama.
“Yang dibutuhkan sebenarnya adalah pemberdayaan tambahan setelah mereka lulus pendidikan di pesantren. Sehingga para santriwati ini siap mengisi lapangan kerja atau pun membuka wirausaha,” ujarnya.
NTB khususnya Lombok Tengah yang kini menjadi barometer pariwisata dan ekonomi kreatif, akan menjadi modal besar dalam meningkatkan partisipasi perempuan khususnya para santriwati dalam pembangunan.
Destinasi superprioritas The Mandalika dengan sirkuit internasionalnya diprediksi akan terus berkembang pesat ke depan.
Megawati tak ingin masyarakat setempat, khususnya para perempuan hanya bisa menjadi penonton semata. Tetapi harus bisa mengambil peran dan menangkap efek domino positifnya untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Bayangkan jika souvenir atau kuliner oleh-oleh di sektor pariwisata itu diproduksi sendiri oleh perempuan, santriwati kita. Tentu dampak ekonomi pariwisata akan terasa langsung di masyarakat,” katanya.
Ia tak menafikan upaya pemerintah saat ini yang sudah cukup baik dalam peningkatan kapasitasSDM di NTB. Hanya saja, Megawati menilai, belum ada gagasan yang secara khusus menyentuh para alumni santriwati.
Beasiswa pendidikan tinggi luar negeri yang digagas Pemprov NTB misalnya, akan sangat baik jika memberikan akses yang sama terutama untuk santriwati lulusan Ponpes.
“Rata-rata santriwati kita ini fasih berbahasa Arab, dan juga Inggris. Ini salah satu modal yang luar biasa, tetapi memang harus ada yang mengarahkan dan membina. Fungsi pemerintah melalui Balai Latihan Kerja atau program beasiswa tentu bisa kita dorong ke depan. InshaaAllah hal ini akan saya perjuangkan jika diberi amanah duduk di kursi DPRD NTB kelak,” tukasnya.
Megawati menegaskan, problem mengenai perempuan dan pendidikan menjadi salah satu perhatian seriusnya di wilayah Kabupaten Lombok Tengah. Itulah alasan ia sebagai bacaleg mengusung tagline “Berkomitmen untuk Perempuan dan Pendidikan Berkualitas“. ***
Kolaborasi dan Tata Kelola Kunci Destinasi Kelas Dunia
Pengembangan destinasi wisata Sembalun, kata Wagub NTB, harus melibatkan pendekatan kawasan, serta kolaborasi semua pihak
LOTIM.LombokJournal.com ~Sembalun bisa menjadi salah satu destinasi wellness retreat yang layak mendapatkan perhatian dunia.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalilah menyinggung pengembangan destinasi wisataSembalun saat membuka acara Forum Group Discussion bertajuk “Wellness of Sembalun” di Desa Sembalun Lombok Timur, Sabtu (16/09/23).
Menurutnya, Sembalun sebagai deswtinasi wisata memiliki pemandangan alam yang indah, hutan yang terjaga, kehidupan pedesaan yang masih asri.
Selain itu, desa yang letaknya di kaki Rinjani ini juga punya tatanan adat yang masih terjaga, kekayaan hasil pertanian yang berlimpah, ketersediaan akomodasi dan berbagai fasilitas kegiatan wisata berbasis alam menjadikan Sembalun menjadi destinasi wisata.
Ummi Rohmi sapaan Wagub NTB juga menyampaikan kekagumannya terhadap keindahan alam destinasi Sembalun, yang disebutnya memiliki keindahan yang melebihi Swiss.
“Swiss memang terkenal akan keindahan lanskapnya di Eropa. Namun, menurut saya, Sembalun memiliki keindahan yang tak kalah apabila kita mampu menata dan mengelolanya dengan baik. Dengan penataan yang tepat, Sembalun akan mampu menjadi destinasi wisata kelas dunia,” tegas Ummi Rohmi.
Lebih lanjut, Wagub NTB menjelaskan, pengembangan destinasi wisataSembalun harus melibatkan pendekatan kawasan, serta kolaborasi semua pihak tentu dengan mengaitkan seluruh desa yang ada agar memiliki visi dan persepsi yang sama.
“Lakukan yang terbaik untuk alam kita, maka alam akan memberikan yang terbaik pula untuk kita,” pungkas Wagub.
Sebelumnya, Kepala Desa Sembalun Bumbung, Sunardi menyampaikan bahwa desa yang dipimpinnya merupakan pelopor dari lima desa di kawasan destinasi wisata se Kecamatan Sembalun dalam membangun kesadaran masyarakat serta penataan destinasinya.
“Bicara tentang kesadaran, insyaAllah masyarakat kami sadar, destinasi yang ada disini harus tetap dijaga guna peningkatan wisatawan”. Ungkap Kades
Untuk diketahui acara Wellness Of Sembalun merupakan inisiasi oleh Pemerintah Provinsi NTB melalui kolaborasi antara BPPD NTB, Dinas Pariwisata Provinsi NTB, DMO Sembalun, dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani.
Maksudnya, memperkenalkan segala keindahan, kebaikan mencangkup juga kebudayaan kehidupan masyarakat Sembalun dengan maksud merawat lingkungansekitar kawasan destinasi. ***
Gubernur NTB dan Wagub Pamitan di DPRD NTB
Usai Rapat Paripurna Perda APBD Perubahan NTB 2023, Gubernur NTB dan Wakil Gubernur pamitan ke seluruh anggota DPRD NTB
MATARAM.LombokJournal.com ~ Usai Rapat Paripurna Perda APBDP NTB 2023 di gedung DPRD NTB jalan Udayana, Mataram, berlangsung acara pamitan Gubernur NTB dan Wagub dengan seluruh anggota DPRD NTB, Jumat (15/09/23).
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wagub Sitti Rohmi pamitan
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah dan Wagub NTB, Sitti Rohmi Jalillah akan purna tugas pada 19 September 2023
“Di akhir penghujung masa purna Bhakti saya, izinkan secara pribadi, selaku Gubernur, dan atas nama pemerintah Provinsi NTB, menyampaikan ucapan terimakasih selama lima tahun ini telah membersamai kerja-kerja progresif kita, kerja inovatifkita, kerja besar kita untuk mewujudkan NTB Gemilang,” ucap Gubernur NTB.
Gubernur NTB, Bang Zul mengapresiasi kinerja dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan DPRD NTB.
Sebelumnya dalam Rapat Paripurna Perda APBDP NTB 2023, DPRD NTB menyetujui penetapan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023. Penetapan itu ditandai dengan penandatanganan Nota Keuangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2023 oleh Gubernur NTB dan Pimpinan DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda, H. Muzihir, dan H. Yek Agil.
Ketua DPRD NTB Hj. Baiq Isvie Rupaeda menyebutkan rincian Perubahan APBDTahun Anggaran 2023.
Pendapatan Daerah semula sebesar 5,96 Triliun Rupiah lebih bertambah sebesar 160 Miliar lebih, setalah perubahan menjadi 6, 12 Triliun Rupiah lebih.
Belanja Daerah semula 5, 99 Triliun Rupiah lebih, bertambah 1, 82 Miliar Rupiah lebih menjadi 6,17 Triliun Rupiah lebih setelah perubahan.
Pembiayaan Daerah semula 50 Miliar Rupiah bertambah 12 Miliar Rupiah lebih, jumlah setelah perubahan menjadi sebesar 62 Miliar Rupiah lebih.
Pengeluaran pembiayaan semula 23 Miliar Rupiah berkurang 10 Miliar Rupiah, jumlah setelah perubahan menjadi sebesar 13 Miliar Rupiah.
Jumlah pembiayaan netto setelah perubahan 49 Miliar Rupiah lebih, pada perubahan terdapat defisit anggaran 49 Miliar Rupiah lebih sehingga sisa lebih pembiayaan setelah perubahan menjadi 0 Rupiah.
Rapat Paripurna ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah, Sekda NTB Lalu Gita Ariadi, anggota DPRD NTB, Kepala OPD Lingkup Pemprov NTB, Forkopimda NTB dan sejumlah undangan lainnya. ***
Masyarakat Padati Ekspo NTB Gemilang dan Pasar Rakyat
Masyarakat berbondong-berbondong menikmati sajian kuliner gratis saat berlangsung Expo NTB Gemilang dan Pasar Rakyat
MATARAM.LombokJournal.com ~ Ekspo Gemilang dan Pasar Rakyat di halaman Kantor Gubernur Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, selama dua hari mulai 14 sampai 15 September, dipadati masyarakat.
Selain menampilkan capaian pembangunan NTB selama lima tahun kepemimpinan Zulkieflimansyah,dan Hj Sitti Rohmi Djalillah, MPd, masyarakat juga berbondong-berbondong menikmati sajian kuliner gratis, produk produk UMKM dan hiburan gratis.
“Undangan terbuka untuk masyarakat agar mengetahui capaian program kerja pemerintah sambil menikmati kuliner gratis dan hiburan,” jelas H Wirawan Ahmad, Asisten III Setda Pemprov NTB sebagai penanggungjawab ekspo dan pasar rakyat.
Expo NTB Gemilang untuk masyarakat itu diramaikan oleh 54 stand-stand inovasidari perwakilan Perangkat Daerah NTB, UMKM, Perguruan Tinggi, hingga komunitas.
Sedangkan stand stand kuliner dipersiapkan di area timur halaman kantor dengan beragam kulinermulai jajanan ringan sampai makanan berat.
Beberapa stand pemerintah juga menyediakan kuliner gratis selain cenderamata dan pelayanan publik seperti Samsat dan RSUD NTB.
Seperti hari pertama ekspo, Dinas Dikpora NTB yang menampilkan atlet atlet Pra PON, stand Biro Kesra juga menggelar senam kebugaran yang banyak diikuti pengunjung ekspo. Di stand BRIDA NTB, masyarakat dapat menyaksikan inovasi teknologi yang dikembangkan sampai mencoba sepeda listrik.
Beberapa stand komunitas seperti Lombok Care maupun creative hub menampilkan kontribusi mereka pada NTB.
Arya Satria, pegawai swasta yang hadir bersama keluarga salah seorang pengunjung yang datang dari luar pulau Lombok. Ia mengaku ingin melihat hasil pembangunan NTB sembari menanti kehadiran Gubernur dan Wagub di acara Tunas Pamit.
Ekspo NTB Gemilang ini sebagai salah satu rangkaian kegiatan memeriahkan HUT Kemerdekaan RI di bulan Agustus lalu, serta digelar sebagai dedikasi pada kepemimpinan Zul Rohmi yang telah mengakhiri masa jabatan pada September 2023.***
Legacy Zul-Rohmi Membangun Kohesi Sosial di NTB
Legacy dari pasangan Zul-Rohmi selama lima tahun menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur harus dipertahankan Pemimpin berikutmya
MATARAM.LombokJournal.com ~ Pemerintahan H Zulkieflimansyah dan Hj Sitti Rohmi Djalilah sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur NTB,yang berakhir September 2023, dinilai meninggalkan legacy.
Penilaian itu disampaikan Bacaleg DPR RI dari PKS untuk Dapil NTB II Pulau Lombok, H. Karman yang mengatakan, banyak legacy dari pasangan Zul-Rohmi selama 5 tahun menjabat.
“Menurut saya pemimpin besar itu membangun untuk masa waktu yang panjang. Dan pemimpin otentik selalu ingin meninggalkan peninggalan yang baik bagi generasi penerusnya. Atau biasa disebut legacy. Dan ada cukup banyak legacy baik dari pemerintahan Zul-Rohmi selama kepemimpinannya. Di antaranya Zul-Rohmi mampu menciptakan kohesi sosial di NTB yang terbangun sangat apik,” kata Bang Haji Karman, sapaan akrabnya, melalui siaran pers, Jumat (15/09/23).
Terkait legacy itu, Bang Karman menjelaskan konsep kohesi sosial, suatu kondisi dimana tiap elemen sosial dalam masyarakat berfungsi memberikan standar norma bagi hidup bersama. Secara etimologi kohesi merupakan kemampuan suatu kelompok untuk menyatu.
Salah satu bukti legacy itu, di era pemerintahan Zul Rohmi, NTB yang terdiri dari tiga etnis besar, Sasak di Pulau Lombok serta Samawa dan Mbojo di Pulau Sumbawa, bisa bersinergi membangun daerah dengan semangat SASAMBO.
“Secara politik, kemampuan Zul-Rohmi membangun kohesi sosial di NTB membuat dampak positif bagi iklim demokrasi kita, dimana politik identitas bisa mulai tereduksi dan terkikis,” ujarnya.
Ruang Demokrasi
Bang Haji Karman menilai, Pemerintahan Zul Rohmi membuka ruang demokrasi dengan pemerintahan yang terbuka, transparans dan tidak antikritik. Kelompok elemen masyarakat bebas menyampaikan aspirasi dan kritikan melalui unjukrasa dan semacamnya.
“Selama ada unju rasa dan kritikan pun Zul Rohmi tak pernah menanggapi dengan melaporkan ke proses hukum. Zul-Rohmi justru menjawab setiap unjukrasa dan kritikan dengan bukti nyata kinerja mereka,” katanya.
“Tak jarang Gubernur Zul membuka ruang dialog melalui sosial media, dan itu satu gaya kepempimpinan yang baru, gaya komunikasi yang beradaptasi dengan kemajuan zaman” tambahnya.
Menurutnya, selain membawa iklim berdemokrasi yang lebih baik, pola ini juga menjadi sarana yang mendekatkan pemimpin dengan rakyatnya.
Selain itu, program beasiswa ke perguruan tinggi domestik dan luar negeri juga menjadi legacy baik yang ditinggalkan Zul Rohmi.
Dengan program ini Zul Rohmi bukan hanya membukakan akses pendidikan lebih tinggi untuk kelompok masyarakat kurang mampu, tetapi juga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri bagi generasi muda NTB untuk berani berkiprah di luar daerah bahkan luar negeri.
“Dulu mungkin banyak generasi muda NTB yang merasa sekolah di luar negeri adalah mimpi, tapi sejak ada program beasiswa ada akses yang lebih terbuka. Ada kesetaraan, semua punya akses yang sama dalam pendidikan,” kata Bang Karman.
“Seperti yang selalu disampaikan Gubernur Zulkieflimansyah, daerah kita NTB memang kecil, tapi kita punya mimpi yang besar. Hal ini juga yang menumbuhkan sikap pada generasi muda kita bahwa kita mulai bangga sebagai warga NTB,” sambungnya.
Zul Rohmi juga banyak meninggalkan legacy baik dalam hal Optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Lombok Tengah, hingga pembangunan Sirkuit Mandalika dan sejumlah event motosport internasional seperti MotoGP, semua berjalan cukup baik di era Zul Rohmi.
Agenda motosport lainnya yang juga berkelas internasional MXGP juga sudah menjadi branding di sirkuit Samota Sumbawa dan Sirkuit Selaparang Mataram.
KEK Mandalika, MotoGP dan MXGP Lombok dan Sumbawa hanya beberapa legacy Zul Rohmi yang harus diakui punya efek domino luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi.
Pilihan yang tepat karena NTB sudah menetapkan pertanian secara luas dan pariwisata sebagai dua sektor unggulannya.
“Menurut saya, legacy yang ditinggalkan Zul-Rohmi, harus dijaga dan ditingkatkan” tutupnya.***
Bang Zul Gala Dinner bersama Relawan Kemanusiaan
Di akhir pengabdian Gubernur NTB, Bang Zul mengaku bangga bersama relawan se NTB yang banyak membantu masyarakat
MATARAM.LombokJournal.com ~Gubernur NTB, Zulkieflimansyah yang akrab disapa Bang Zul mengaku bangga menjadi bagian dari agenda gala dinner bersama para relawan. Dan Bang Zul sangat bangga bisa mengenal seluruh relawan kemanusiaan se-Nusa Tenggara Barat mulai dari ujung Bima sampai dengan ujung Lombok Utara.
Hal itu disampaikan Bang Zul saat Gala Dinner bersama Relawan Kemanusiaan Se-Nusa Tenggara Barat, bertema ‘Sinergitas Relawan kemanusiaan dalam mengisi pembangunan menuju NTB Gemilang’ di Gedung Graha Bakti Praja, Kamis (14/09/23).
“Menjadi bagian malam gala dinner ini saya sangat bangga, dan bisa mengenal Bapak ibu semua,” ucap Bang Zul sembari melempar senyum.
Bang Zul menyampaikan terimakasih kepada relawan kemanusiaan yang sudah mengucurkan keringat dan air mata, selama membantu masyarakat NTB.
Dan Bang Zul mengaku, selama pengabdiannya memang ada yang belum maksimal melayani masyarakat NTB.
Di akhir acara Bang Zul memberikan piagam penghargaan kepada semua relawan kemanusiaan se Nusa Tenggara Barat. Piagam itu sebagai tanda terima kasih atas dedikasi mereka membantu masyarakat NTB tanpa pamrih.
Turut mendampingi Gubernur Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat, dan Kepala UPT Pusat Layanan Digital Diskominfotik NTB. ***
Bang Zul Resmikan Tiga Pabrik Pengolahan Jagung
Gubernur NTB, Bang Zul meresmikan tiga pabrik yaitu Feedmill (pembuatan pakan ternak), Corn Seeds (Penyediaan Benih Jagung) dan Corn Dryer (Pengering Jagung)
MATARAM.LombokJournal.com ~Gubernur NTB, Bang Zul meresmikan tiga pabrik pengolahan jagung sekaligus. Ketiga pabrik tersebut adalah Feedmill (pembuatan pakan ternak), Corn Seeds (Penyediaan Benih Jagung) dan Corn Dryer (Pengering Jagung), Kamis (14 September 2023).
Ketiga pabrik itu di bawah naungan PT. TAZA Industri Internasional yang beroperasi di kawasan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) NTB,
Bang Zul mengatakan, program industrialisasi yang terus didorong Pemerintah Provinsi NTB kian berkembang dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Salah satu tujuan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian masyarakat NTB.
“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan 3 pabrik sekaligus di BRIDA NTB yaitu Corn Seeds, Corn Dryer dan Feedmill. Industrialisasi itu, perubahan cara berpikir agar kita tidak menjual bahan mentahsaja, klta harus olah di sini,” tegas Bang Zul saat memberikan sambutan pada peresmian tiga pabrik tersebut.
Bang Zul menyampaikan dirinya optimis industri pakan ternak akan berkembang pesat di NTB, mengingat NTB merupakan salah satu penghasil jagung terbesar. Masyarakat maupun pemerintah harus berani mengambil langkah berani di melakukan pengolahan langsung di daerah, tidak mengirim ke luar dalam bentuk mentah.
Bang Zul berharap, hadirnya ketiga pabrik pengolahan jagung ini akan terus memberikan manfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat dan membukan lapangan pekerjaan baru. Untuk itu, hadirnya para investor merupakan salah satu untuk mendukung kemajuan industrialisasi di NTB.
“Investor jangan kita persulit, kita carikan lahan murah, kita bantu perizinan, dan lainnya, agar mereka nyaman di sini,” terangnya. ***
Sulhan Muchlis, Berkhidmat untuk Umat di Jalan Politik
Perhatian pada generasi milenial mendorong Sulhan Muchlis membawa semangat dan ide-ide segar ke dunia politik
MATARAM.LombokJournal.com ~ Sulhan Muchlis putra TGH Muchlis Ibrahim, salah seorang ulama kharismatik di Pulau Seribu Masjid, kini naik kelas. Ia menapaki jalur politik dengan bekal komplit.
Kenyang pengalaman, punya rekam jejak organisasi sejak belia, dan memiliki jejaringsosial politik yang luas di tingkat nasional. Tak heran, Sulhan kini jadi harapan warga Pulau Seribu Masjid disandarkan.
Di kancah politik Bumi Gora, Sulhan Muchlis memang bukan nama yang asing.
Punya karir politik yang membetot perhatian khalayak, di usianya yang relatif muda, telah menjabat sebagai pimpinan di DPRD Lombok Barat.
Lahir dan besar di lingkungan di pesantren dengan tradisi keagamaan yang kuat, sejak usia
belia, tokoh muda kelahiran 1976 ini telah menjadi pemimpin partai politik di Gumi Patut Patuh Patju.
Jalan politik ditempuh alumnus Fakultas Teknik Universitas Mataram ini, yang terus berkhidmat melayani umat. Rekam jejaknya membuktikan, Sulhan menjadikan dunia politik benar-benar menjadi maslahat besar buat sesama.
Melalui Partai Demokrat, karir politik Sulhan menanjak dengan mencalonkan diri sebagai Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Pulau Lombok.
”Sebagai santri yang dibesarkan di lingkungan pondok pesantren, kami memang tidak hanya didik menjadi pilar spiritual di tengah masyarakat. Kami juga dididik untuk menjadi pilar yang siap setiap saat turun tangan membangun bangsa dan negara,” ucap Sulhan, Kamis (14/09/23).
Kenyang pengalaman politik dari lembaga legislatif di daerah, adalah modal besar Sulhan menapaki langkah menuju Senayan. Pengalaman itu dipadukan dengan pendidikan pesantren yang telah dijalaninya.
Hal yang menjadikan mantan Ketua KNPI NTB ini menjelma sebagai politisi dengan bekal nilai-nilai moral yang kokoh, yang selalu diyakininya menjadi landasan kuat bagi perjalanan politiknya.
Pendidikan dan Ekonomi
Sulhan tahu persis apa yang dibutuhkan masyarakat Pulau Seribu Masjid. Dunia pendidikan dan pengembangan ekonomi daerah menjadi salah satu prioritasnya untuk diperjuangkan.
Sulhan ingin menciptakan masyarakat yang lebih terdidik, adil, dan berdaya saing di tingkat lokal.
Komitmennya mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam tindakan politik, yang diyakini dapat mengatasi berbagai tantangan sosial yang dihadapi masyarakat.Salah satu inisiatif utamanya adalah meningkatkan akses pendidikan berkualitas di Pulau Lombok. Terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mustafa Ibrahim ini yakin, dengan dukungan dari teknologi, sebuah platform pembelajaran akan dapat diciptakan sehingga tersedia bagi semua anak.
Dengan begitu, mereka dapat mengakses pendidikan berkualitas tanpa hambatan geografis atau ekonomi.
Jejak Sulhan berkontribusi membangun dunia pendidikan di Pulau Lombok begitu terentang panjang. Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Islahuddiny ini terjun langsung membidani pendidikan inklusif untuk generasi muda di Pulau Lombok.
Pondok Pesantren tertua di Kediri, Lombok Barat ini telah memiliki lulusan puluhan ribu santri yang berasal dari berbagai daerah di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa.
Saat ini, Pondok Pesantren Al Islahuddiny bahkan telah melahirkan puluhan pondok pesantren baru yang menjadi cabang dan jejaring yang tersebar di sejumlah daerah di Pulau Lombok.
”Inilah wujud komitmen nyata kami untuk terus dan selalu menghadirkan solusi-solusi baru dalam mengatasi masalah-masalah pendidikan dan pengembangan ekonomi yang dihadapi saudara-saudara kita di Pulau Lombok,” kata Sulhan.
Generasi Milenial
Sebagai tokoh muda, Sulhan juga memberi perhatian besar kepada generasi milenial. Generasi ini memang kini mendominasi populasi di NTB, seiring dengan bonus demografi yang dihadapi Indonesia.
Bahkan dalam Pemilu 2024, jumlah pemilih generasi milenial lebih dominan dibanding generasi lainnya. Mereka mencapai 2,1 juta, atau setara dengan 54 persen dari total jumlah pemilih di NTB.
Perhatian pada generasi milenial itu mendorong Sulhan membawa semangat dan ide-ide segar ke dunia politik.
Dengan senang hati, diwakafkan dirinya sebagai corong generasi milenial untuk menemukan solusi permasalahan mereka.
“Saya selalu berkeyakinan, generasi milenial memiliki peran penting dalam membentuk masa depan negara ini,” ucapnya.
Sulhan menegaskan, generasi milenial adalah generasi yang tumbuh dengan teknologi dan memiliki visi berbeda tentang bagaimana Indonesia seharusnya berkembang.
Generasi milenial cenderung terbiasa dengan teknologi dan inovasi yang mereka membantu meningkatkan efisiensi dan transparansi. Karenanya, memperjuangkan pendidikan berkualitas bagi generasi milenial juga menjadi tonggak penting bagi Sulhan.
Ia berkomitmen untuk memperluas akses pendidikan yang berkualitas dan terjangkau, serta meningkatkan kualitas pendidikan untuk anak-anak muda tersebut.
Selain itu, akses generasi muda ke pasar kerja juga tak luput dari perhatian Sulhan.Ia menyiapkan platform untuk mengadvokasi program pelatihan keterampilan yang relevan dengan tuntutan pasar kerja modern.
Menyiapkan berbagai inisiatif yang akan mendukung kewirausahaan dan penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Hal itu pada akhirnya, akan menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik bagi generasi milenial.
Sulhan juga bertekad untuk terus melayani umat. Sebagai orang yang dibesarkan di Pondok Pesantren, ia merupakan representasi umat.
Kelak, jika amanah masyarakat Pulau Seribu Masjid benar-benar ada di pundaknya, dirinya ingin membawa perspektif beragam dalam proses legislasi, yang mewakili berbagai kelompok masyarakat yang beragama.
Dengan latar belakang pendidikan agama yang kuat, Sulhan memang memiliki pemahaman yang lebih mendalam tentang isu-isu agama dan moral yang relevan dalam legislasi, seperti etika, moralitas, dan kesejahteraan sosial.
Banyak pihak meyakini, bekal di Pondok Pesantren juga akan menjadikan Sulhan dapat merancang kebijakan yang sesuai dengan nilai-nilai keagamaan.
Terlebih, kemampuan kritis yang telah dibentuk di pondok pesantren juga memupuk kemampuan berpikir kritis dan analitis, yang diperlukan dalam proses legislasi untuk mengevaluasi proposal kebijakan dengan baik.
Selain itu, keterlibatan Sulhan dalam banyak aksi amal dan kegiatan sosial yang menyasar beragam komunitas, sudah pasti akan dapat membantu Sulhan memahami masalah sosial di lapangan.
Meski demikiam, Sulhan sadar bahwa mewujudkan itu tak bisa dilakukan sendirian. Ia menyadari, meski hadir dengan solusi-solusi segar, akan menghadpi tantangan yang tidak kecil.
Sebab, kata Sulhan, terjun ke dunia politik dengan ide-ide baru, memerlukan dukungan dan pemahaman dari pemilih.
”Saya sangat sadar akan tanggung jawab yang akan lahir manakala amanah diberikan oleh masyarakat. Karena itu, saya akan terus mendengarkan dan berkomunikasi dengan masyarakat tiada henti,” ucap Sulhan. (*)