Transformasi Karya Visual dalam Antologi Puisi ‘Pertemuan Kecil’ 

Penulisan puisi bisa beranjak dari karya visual, transformasi itu yang dilakukan penyair Agus Saputra dalam antologi puidi ‘Pertemuan Kecil’ 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam bedah buku puisi Pertemuan Kecil karya Agus K Saputra di Sanggar Tari Taman Budaya NTB, Kamis (18/04/24), Kongso Sukoco mengatakan, salah satu puisi dalam buku itu yang berjudul ‘The Last Pepadu’ menarik perhatiannya.

Karena sumbernya berasal dari olah raga rakyat yang sangat populer di Lombok yaitu Peresean.

BACA JUGA : Timnas Berprestasi Gemilang, STY Layak Dapat Penghargaan 

Transformasi karya rupa ke dalam bahasa puisi bisa memperluas makna
Performance art Zaini Muhammad

Karena itu, perupa setempat (Lalu Syaukani, red) mencoba mengabadikan permaian olahraga tradisional itu. 

Tentu saja lukisan itu tak menyampaikan pengertian verbal. Tapi mungkin puisi Agus Saputra bisa memperluas pemaknaan.” 

 ‘…hingga darah menetes//memercik tempat berpijak//menyambut hujan tiba..

Nah seperti ini, Agus menangkap makna lukisan berjudul ‘The Last Pepadu’. Ini hanya salah satu contoh, bagaimana transformasi seni rupa ke medium bahasa memungkinkan perluasan pengertian hasil pengamatan visual. 

Dan bisa jadi tidak sekedar itu, tapi juga memungkinkan hadirnya pengalaman estetik yang otonom.

Dalam contoh ini, lanjut Kongso, puisi dari proses transformasi itu salah satunya bisa mengambil peran memperluas pengertian kenapa harus diadakan ritus peresean. Ia mungkin hendak menjelaskan mitos tentang berlalunya musim kemarau di Lombok, tetesan darah merupakan simbol harapan kesuburan. Darah yang memercik dari pepadu yang berlaga, bagian dari harapan turunnya hujan menggantikan kemarau.

BACA JUGA : Limbah Radio Aktif Dibuang ke Laut, Rachmat Hidayat Protes

“Inilah yang saya maksud bahwa kreativitas membuat kita berpikir orisinal. Membuat solusi-solusi baru. Punya perspektif baru. Sesuatu yang mesti harus dihidupkan dan jangan menjadi umum, “ ujar Kongso.

Bagi Prof Wahid pertemuan ini adalah sebuah pertemuan besar dari proses dialektika. Pertama, saya menjadi tidak percaya kepada penyair, ketika menyaksikan proses musikalisasi puisi Secret Garden (karya lukis Mantra Ardhana) oleh Ary Juliyant. Karena ternyata, di balik kerendah hatian, di balik tawadhu, di balik ketidak inginan untuk disingkap, ternyata ada sesuatu yang besar.

Kedua, menarik sekali proses kreasi dari puisi-puisi ini, maka saya menjadi percaya. Bahwa dalam kajian kebudayaan ada adagium yang menyatakan penyair itu mati. Pelukis itu mati. Pembuat novel itu mati. Yang membuat ia hidup kembali adalah orang yang membacanya.

“Saya kira, penyair Agus adalah pembaca ulung yang penuh kreativitas. Yang kemudian membuat karya-karya yang oleh orang awam menjadi begitu lebih berbicara. Dan apa yang dibicarakan itu besar sekali. Inilah Ruh,” kata Aba Du Wahid, nama medsosnya di facebook.

Pada titik ini, Prof Wahid seolah diingatkan oleh pembicara sebelumnya, Majas Pribadi (Syawalan dan Berkesenian) yang mengutif Surat An-Naba ayat 38: “Yauma yaqumur-ruhu walmala ikatu saffal la yatakallahuma illa man azina lahur-rahmanu wa qala sawaba” 

Kira-kira lukisan itu seperti itu. Yauma yaqumur-ruhu. Hari ini kita berhadapan dengan lukisan, seakan-akan kita dibentangkan sebuah ruh. Ruh itu semangat. Ruh itu keabadian. Walmala ikatu: yang penuh sayap. Yang penuh sayap itu kalau kita lihat akan menghasilkan sebuah inspirasi baru. Pengetahuan baru. Inilah bagaimana malaikat menjadi personifikasi dari sayap-sayap kebenaran. Bershaf-shaf. Berjejer. Karya itu selalu lahir, lahir kembali, ditransformasikan kembali seperti diungkap Kongso Sukoco.

La yatakallamuna illa man azina lahur-rahmanu wa qala sawaha. Tidak berbicara apa-apa itu karya kecuali dijinkan oleh Allah. Dijinkan oleh Tuhannya. Dan kalau berbicara maka yang dibicarakan yang keluar dari situ adalah kebenaran.

“Kira-kira begitulah bacaan saya dari buku Pertemuan Kecil ini.  Apa yang dilihatnya dalam karya-karya seni rupa, lukisan dll. Saya kira ini menarik sekali. Ini adalah contoh bagi bagaimana pengarang, penulis atau pelukis itu dihidupkan lagi oleh orang lain. Pola ini atau cara seperti inilah yang disebut dialektika. Dialektika adalah penyambung peradaban. Peradaban akan mati. Kebenaran akan mati. Jika tidak ada pembacaan-pembacaan dialektis seperti yang dilakukan Agus K Saputra, “ tandas Prof Wahid, Guru Besar UIN Mataram.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Memperkuat Komitmen Pemda

Acara bedah buku yang bertajuk  Ngupi Buku: Pertemuan Kecil (18/04) dari transformasi karya visual itu dibuka oleh Kepala Taman Budaya NTB Sabarudin. Dihadiri pula oleh akademisi Agus Purbathin Hadi (Kecerdasan Buatan versus Orisinilitas Karya), para pelukis Mantra Ardhana, Zaeni Mohammad, Lalu Syaukani (Kearifan Lokal dalam The Last Pepadu dan Yellow Pricess) dan S La Radek (Karya Lukis dalam Puisi), tokoh LSM Mas Catur (Kebudayaan Kita Hari Ini), ‘gerilyawan erkaem” pemusik balada Ary Juliyant (Tentang Bunyi: Jalan Braga dan Majestic),  serta para penikmat sastra yang begitu antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Karya lukis yang turut hadir adalah:

1.Janji Jiwa karya Mantra Ardhana

2.The Last Pepadu karya Lalu Syaukani

3.Yellow Princes karya Lalu Syaukani

4.Dilema karya Zaeni Mohammad

5.The Rising Sun karya Zaeni Mohammad

6.Sampela Rimpu karya S La Radek

7.Pemburu Donggo karya S La Radek

8.The Second Flower karya Imam Hujjatul Islam

Penampil lain adalah para musisi dan penyanyi yang populer di NTB, yakni Pipiet Tripitaka (musikalisasi puisi “Kereta Langit Sudah Datang” dan “Terkoyak Ujung Mimpi”), Ary Juliyant (musikalisasi puisi “Majestic” dengan pembaca Hurri Nugroho, dan “Secret Garden” dengan pembaca Sri Latifa), Azhar Zaini (membaca puisi “The Rising Sun dan “The Warriors) dan koloborasi performance art Zaeni Mohammad dengan Sidzia Madvoc (Gempa Lombok: Ingatan Melawan Lupa).

“Sebagai peristiwa kesenian, tentu hal ini harus tetap dirawat di tengah arus deras perubahan (sebagai penyambung peradaban, red). Revitalisasi Taman Budaya dan tentu saja kolaborasi antar seniman menjadi begitu penting dalam mengedepankan kearifan lokal,” tutup Agus K Saputra. ***

 

 




Timnas Berprestasi Gemilang, STY Layak Dapat Penghargaan

Prestasi tinggi diraih Timnas Indonesia, Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 mengusulkan memberikan gelar warga negara kehormatan kepada Shin Tae Yong (STY) 

MATARAM.LombokJournal.com – Prestasi gemilang yang ditorehkan Timnas Indonesia dalam ajang Piala Asia U23 telah menciptakan gelombang kebahagiaan di seluruh negeri. 

Keberhasilan membawa anak asuhnya masuk ke babak semifinal, ditambah peluang besar untuk melaju ke Olimpiade Paris 2024, telah mengukuhkan reputasi pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae Yong (STY), sebagai sosok yang layak mendapat penghargaan tinggi.

BACA JUGA : Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasis Perencanaan Pembangunan

Pelatih Timnas diusulkan menjadi warga negara kehormatan
Jajaran MI6

Usulan dari Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 untuk memberikan gelar warga negara kehormatan kepada STY menegaskan pengakuan atas jasa besar yang telah ia berikan, tidak hanya bagi sepakbola Indonesia, tetapi juga bagi Indonesia sebagai bangsa yang tengah bangkit di dunia internasional.

“Coach STY telah menulis sejarah bagi sepakbola Indonesia yang akan dikenang selamanya. Dengan visi, dedikasi, dan kepemimpinan yang luar biasa, Coach STY telah membuktikan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan,” ungkap Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, dalam pernyataannya di Mataram pada hari Ahad (28/04/24), didampingi oleh Hendra Kesumah dan Lalu Athari Fathullah.

Partisipasi perdana Timnas Indonesia dalam Piala Asia U23 telah menarik perhatian dunia. Melaju ke babak semifinal setelah mengalahkan salah satu kekuatan sepakbola Asia, Korea Selatan, membuat Indonesia berada di pusat sorotan. Peluang untuk melangkah ke Olimpiade Paris 2024 semakin nyata dengan tiket playoff yang sudah diantongi, ditambah kesempatan melawan Guinea sebagai wakil Afrika.

BACA JUGA : Limbah Radio Aktif Dibuang K elat, Rachmat Hidayat Protes

Menurut Bambang Mei Finarwanto, yang akrab disapa Didu, prestasi Timnas bukan hanya sekadar kemenangan bagi tim, melainkan kemenangan bagi seluruh negeri. Oleh karena itu, apresiasi yang tinggi kepada Pelatih STY merupakan hal yang pantas.

Dalam sejarah sepakbola, gelar Warga Negara Kehormatan pernah diberikan kepada Guus Hiddink oleh Pemerintah Korea Selatan atas prestasinya membawa Timnas Korea Selatan meraih posisi ketiga dalam Piala Dunia 2002.

Athari menekankan bahwa apresiasi tidak hanya harus datang dari pemerintah, tetapi juga dari berbagai kalangan masyarakat. Salah satunya adalah memberikan penghargaan dalam bentuk fasilitas atau kehormatan yang layak kepada STY, sebagaimana yang diterima oleh Guus Hiddink.

Didu menegaskan bahwa usulan apresiasi tinggi kepada Pelatih STY tidak bermaksud menciptakan diskriminasi di dunia olahraga Indonesia. Namun, kesuksesan Timnas sepakbola memiliki dampak yang luas dalam mempersatukan bangsa, terutama dalam menciptakan rasa patriotisme dan identitas nasional yang kuat.

Hiruk pikuk politik yang sedang berlangsung segera dilupakan saat masyarakat merayakan keberhasilan Timnas sebagai satu bangsa. Prestasi dalam sepakbola mampu mengalihkan perhatian dari isu-isu politik yang sedang berkembang dan memberikan dampak positif pada kesejahteraan psikologis masyarakat secara keseluruhan.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda

”Prestasi besar dalam sepakbola mampu mengalihkan perhatian masyarakat dari isu politik yang sedang mamanas sekalipun. Kegembiraan dan semangat positif yang terjadi selama perayaan kemenangan Timnas ini, dapat meningkatkan kebahagiaan dan kesejahteraan psikologis masyarakat secara keseluruhan,” tandas Didu.

Dewan Pendiri Mi6, Hendra Kesumah, menambahkan bahwa prestasi Timnas Indonesia memiliki potensi besar untuk mempersatukan masyarakat dalam keragaman yang ada. Keberhasilan ini menjadi kesempatan emas untuk meningkatkan kesatuan, kebahagiaan, dan identitas nasional sebagai bangsa Indonesia. me

 




Pelaksanaan Musrenbang NTB, Akselerasi Rencana Pembangunan

Selain berfungsi sebagai perencanaan pembangungan, Pelaksanaan Musrenbang juga mempersiapkan para pemimpin-pemimpin NTB pada masa mendatang

MATARAM.LombokJournal.com ~  Malam puncak pelaksanaan Musrenbang Provinsi NTB tahun 2024 berlangsung dengan gemerlap. Pj Gubernur NTB yang diwakili oleh Pj Sekretaris Daerah, Ibnu Salim, S.H., M.Si., mengapresiasi semua pihak yang telah berperan aktif dalam kesuksesan tahapan kegiatan ini. 

BACA JUGA : Limbah Radio Aktif Dibuang ke Laut, Rachmat Hidayat Protes

Pj Sekda NTB menegaskan pentingnya Musrenbang tahun 2024 sebagai landasan untuk menyusun program pembangunan
Pj Sekda NTB, Ibnu Salim

“Mari kita perkuat komitmen bersama dalam merencanakan pembangunan ke depannya. Manfaatnya dapat dirasakan masyarakat NTB,” ungkapnya saat memberi sambutan pada Malam Apresiasi Musrenbang Provinsi NTB di Taman Budaya Provinsi NTB (26/04/24)

Acara pelaksanaan Musrenbang menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan untuk mengevaluasi dan merumuskan rencana pembangunan yang lebih efektif untuk meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat NTB.

Dalam sambutannya, Pj Sekda NTB menegaskan pentingnya Musrenbang tahun 2024 sebagai landasan untuk menyusun program pembangunan yang lebih baik ke depannya. 

Pj Sekda menekankan perlunya komitmen bersama dalam mewujudkan rencana-rencana tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat NTB.

Sementara itu, Kepala Bappeda Provinsi NTB, H. Iswandi, dalam laporannya mengapresiasi peran serta generasi muda, yang terlibat aktif dalam berbagai pelaksanaan Musrenbang. 

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda

“Banyak aspirasi dan harapan yang disampaikan oleh para milenial. Optimisme yang kuat dari generasi muda untuk menyongsong NTB Emas 2045 yang akan datang,” ungkapnya

Iswandi menyebutkan bahwa partisipasi generasi muda menandai semangat baru untuk mempersiapkan kepemimpinan NTB di masa depan. Keaktifan mereka terlihat dalam berbagai kegiatan lomba, seperti lomba menulis dan pembuatan video kreatif tentang perencanaan pembangunan.

Pelaksanaan Musrenbang NTB tahun ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten/kota, bahkan hingga tingkat nasional. 

Selain menjadi wadah untuk merumuskan rencana pembangunan, acara ini juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah berprestasi. Penghargaan diberikan kepada kabupaten/kota yang berhasil menurunkan angka stunting dan kemiskinan ekstrem, serta kepada OPD lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang berhasil menyusun dokumen perencanaan dengan baik.

BACA JUGA : Musrenbang NTB, Miq Gite Optimis Menuju NTB Emas 2024

Semua pihak turut merayakan kesuksesan Musrenbang Provinsi NTB tahun 2024 dan menyatakan komitmennya untuk terus berpartisipasi dalam pembangunan NTB menuju visi NTB Emas 2045.

Acara tersebut dihadiri oleh Forkopimda NTB, Ketua TP PKK NTB, sejumlah Kepala OPD Pemprov NTB, mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum. mnp/dyd

 

 




Limbah Radio Aktif Dibuang ke Laut, Rachmat Hidayat Memprotes   

 Dengan membuang limbah radio aktif ke laut, Rachmat Hidayat menyebut Perusahaan Listrik Tokyo (TEPCO) dan Pemerintah Jepang telah melakukan tindakan egois

MATARAM.LombokJournal.com ~ Di Mataram Provinsi Nusa Tenggara Barat, suara protes terhadap keputusan Perusahaan Listrik Tokyo Electric Power Company (TEPCO) Jepang membuang limbah radio aktif ke laut terus berkumandang.

BACA JUGA : Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda 

Rachmat menegaskan bahwa laut bukanlah tempat pembuangan sampah
H. Rachmat Hidayat

Kali ini datang dari Anggota DPR RI dari PDI Perjuangan, H Rachmat Hidayat. Rachmat menyatakan bahwa tindakan tersebut dianggapnya sebagai tindakan egois dan tidak ilmiah yang dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada ekosistem laut.

TEPCO memulai pembuangan limbah radioaktif ke laut untuk kelima kalinya pada 19 April, sebagai dampak dari gempa bumi dan tsunami tahun 2011 yang menghancurkan pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima. 

Rachmat Hidayat menekankan bahwa langkah ini akan merugikan kesehatan masyarakat Jepang dan kepentingan langsung masyarakat negara tetangga.

BACA JUGA : Musrenbang NTB, Miq Gite Optimis Menuju NTB Emas 2045

Meskipun Badan Energi Atom Internasional (IAEA) memberikan lampu hijau untuk langkah tersebut, banyak pihak, termasuk Rachmat, menyoroti keraguan akan keamanan limbah radioaktif tersebut. 

Mereka mempertanyakan evaluasi independen terkait keamanannya.

Rachmat menegaskan bahwa laut bukanlah tempat pembuangan sampah, dan menyerukan tanggung jawab bersama dari Pemerintah Jepang dan TEPCO untuk menjaga laut yang merupakan warisan seluruh umat manusia.

Selain masalah limbah radioaktif, Rachmat juga menyoroti kompleksitas masalah lingkungan laut yang meliputi pencemaran plastik, perubahan iklim, overfishing, dan penambangan laut. Dia menegaskan bahwa solusi untuk perlindungan lingkungan laut membutuhkan kerja sama global dan kesadaran bersama dari individu, industri, dan pemerintah.

BACA JUGA : Potensi Pasangan MOFIQ Menang dalam Pilkada Sumbawa 2024

Rachmat menyimpulkan bahwa perlindungan laut dan kesejahteraan manusia saling terkait, dan upaya menjaga laut yang sehat adalah penting untuk masa depan planet ini.

 




Apel Hari Otonomi Daerah untuk Penguatan Komitmen Pemda

Pelaksanaan apel perayaan hari otonomi daerah, menurut Pj Sekda, untuk memaknai tujuan konsep otonomi daerah

MATARAM.LombokJournal.com ~ Hari Otonomi Daerah XXVIII dirayakan dengan penuh semangat dalam sebuah apel yang digelar di Halaman Kantor Gubernur NTB, Mataram (25/04/24). 

Apel bertajuk “Otonomi Daerah Berkelanjutan Menuju Ekonomi Hijau dan Lingkungan yang Sehat” tersebut dipimpin oleh Pejabat Sementara Sekretaris Daerah NTB, Drs. Ibnu Salim, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara.

BACA JUGA : Musrenbang NTB, Miq Gita Optimis Menuju NTB Emas 2045

Pj Sekda NTB pimpin Apel Hari Otonomi Daerah
Pj Sekda NTB, Ibu Salim

Ibnu Salim membacakan amanat Pj Gubernur yang sedang tidak berada di tempat.  Menurutnya, tema peringatan Hari Otonomi Daerah XXVIII dimaksudkan untuk memperkuat komitmen, tanggung jawab, dan kesadaran seluruh jajaran Pemerintah Daerah terhadap tugas dan amanah, secra khusus dalam membangun keberlanjutan dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup di tingkat lokal. 

Selain itu mempromosikan model ekonomi yang ramah lingkungan, tujuannya menciptakan masa depan yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.

“Perjalanan Otonomi Daerah selama lebih dari seperempat abad menjadi momentum bagi kita semua untuk memaknai kembali arti, filosofi, dan tujuan dari konsep otonomi daerah,” ungkapnya dalam apel tersebut.

Ditambahkan, dalam konteks ekonomi hijau, strategi ini menjadi salah satu dari enam strategi transformasi ekonomi Indonesia menuju visi 2045. 

Kebijakan desentralisasi memberikan peluang bagi Pemerintah Daerah untuk mengelola sumber daya alam secara lebih efisien dan berkelanjutan.

BACA JUGA : Peliputan Pilkada, Pentingnya Kapasitas Kompetensi Jurnalis

Termasuk dalam transformasi produk unggulan dari industri yang semula berbasis produk yang tidak dapat diperbaharui, menjadi produk dan jasa yang diperbaharui.

Seperti industri pertambangan, dengan memperhatikan potensi daerah seperti Pertanian, Kelautan, dan Pariwisata.

Kementerian Dalam Negeri juga berkomitmen memperkuat perannya dalam Fasilitasi Produk Hukum Daerah yang berfokus pada pembangunan ekonomi hijau. 

Ini untuk  mencapai keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat secara holistik.

“Fungsi ini bertujuan untuk memaksimalkan peran Peraturan Daerah yang berfokus pada komoditas dan sektor unggulan yang ramah lingkungan dengan memperhatikan aspek fungsi ekologis, resapan air, ekonomi, sosial budaya, estetika, dan penanggulangan bencana,” pungkasnya.

BACA JUGA : Potensi Pasangan MOFIQ dalam Pilkada Sumbawa 2024

Hadir dalam Apel Hari Otonomi Daerah XXVIII tersebut, antara lain Wakapolda NTB, Komandan Lanud Zam, Forkompimda NTB, jajaran Kepala OPD, unsur TNI-Polri, dan tamu lainnya. ***

 




Musrenbang NTB, Miq Gita Optimis Menuju NTB Emas 2045

Musrenbang merupakan wujud dari pendekatan partisipatif dalam menyusun dokumen perencanaan, yang mengintegrasikan pendekatan dari bawah dengan masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat

MATARAM.LombokJournal.com – Penjabat Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) NTB yang diselenggarakan di Hotel Lombok Raya, Mataram, pada hari Rabu (24/04/24). 

Acara tersebut membahas RPJPD 2025 – 2045, RPJMD Teknokratik 2025 – 2029, dan RKPD 2025 dengan tema “Mewujudkan NTB Emas, Menuju Indonesia Emas 2045“.

Miq Gite menyampaikan optimisme terhadap visi NTB Emas 2045, yang menekankan pada aspek Ekonomi Maju, Manusia Kuat, Aman Berkelanjutan, serta Daerah Sejahtera. Visi ini diharapkan akan menjadi landasan bersama bagi Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam meraih Indonesia Emas.

“Dalam visi NTB Emas 2045, kita berupaya mengatasi berbagai isu dalam bidang ekonomi, sosial, lingkungan, dan tata kelola, dengan mempertimbangkan capaian pembangunan selama 20 tahun terakhir,” ungkapnya.

,Miq Gita menegaskan pentingnya mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) sebagai arah strategis dalam pembangunan nasional. “Pembangunan daerah haruslah sejalan dengan visi yang ditetapkan secara nasional,” jelasnya.

RPJPN 2025 – 2045 menjadi landasan bagi pembangunan yang besar dan komprehensif selama 20 tahun ke depan. Gite menekankan bahwa RPJPN bersifat imperatif sebagai pedoman dalam perencanaan jangka panjang dan menengah.

Dalam Musrenbang ini, Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H Iswandi, M.Si, menyoroti pentingnya menyelaraskan RPJP Kabupaten/Kota dengan RPJP Provinsi, yang pada gilirannya telah diselaraskan dengan RPJPN Nasional.

Miq Gita juga mengapresiasi upaya Kepala Bappeda NTB dalam mempersiapkan Musrenbang, termasuk kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama kaum milenial. Dia menjelaskan bahwa kehadiran kaum milenial dalam proses perencanaan penting karena mereka akan menjadi aktor pembangunan di masa depan.

“Mengundang kaum milenial adalah langkah yang tepat, mengingat mereka akan menjadi tulang punggung pembangunan pada tahun 2045,” ujarnya.

Acara Musrenbang NTB diselenggarakan sesuai dengan amanat Undang-undang no. 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan Nasional dan Undang-undang no. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. 

Musrenbang merupakan wujud dari pendekatan partisipatif dalam menyusun dokumen perencanaan, yang mengintegrasikan pendekatan dari bawah dengan masukan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

Pada tahun 2045, NTB diharapkan mencapai puncak keemasannya, ditandai dengan kemajuan ekonomi, SDM yang unggul, lingkungan yang aman dan berkelanjutan, serta penerapan prinsip pembangunan yang berkelanjutan.

Turut hadir dalam acara tersebut PJ Ketua TP-PKK Provinsi NTB, Anggota DPD Daerah Pemilihan Provinsi NTB, Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Provinsi NTB, serta perwakilan dari berbagai kementerian terkait. ***

 




Potensi Pasangan MOFIQ Menang dalam Pilkada Sumbawa 2024

Kombinasi pengalaman eksekutif dari Haji Mo dan pengalaman legislatif dari Abdul Rafiq, dapat menciptakan potensi pasangan yang saling melengkapi

MATARAM.LombokJournal.com ~ Lembaga Kajian Sosial dan Politik Mi6 memberikan penilaian positif terhadap pasangan H Mahmud Abdullah dan Abdul Rafiq, yang dikenal sebagai MOFIQ. 

Menurut Direktur Mi6, Bambang Mei Finarwanto, pasangan ini memiliki potensi tak tertandingi dalam memenangkan kepercayaan pemilih dalam Pilkada Kabupaten Sumbawa 2024.

BACA JUGA : Pendaftaram Calon Kepla Daerah Lombok Timur Mulai Dibuka

Pasangan MOFIQ punya potensi sangat besar untuk meraih dukungan yang kuat dan memenangkan kepercayaan pemilih
Bambang Mei Finarwanto

 Finarwanto menegaskan bahwa memberikan mandat pada pasangan MOFIQ tidak hanya akan memastikan kontinuitas kepemimpinan, tetapi juga membawa energi baru untuk masa depan yang lebih baik bagi Sumbawa.

”Bagi para pemilih di Sumbawa, memberikan mandat dan amanah pada pasangan MOFIQ, tidak hanya menjadikan mereka mendapatkan kontinuitas kepemimpinan, tetapi juga energi baru untuk masa depan (Sumbawa) yang lebih baik,” kata Direktur Mi6 Bambang Mei Finarwanto, Rabu (24/4/2023).

Analisis dari Mi6 menunjukkan bahwa sejak munculnya pasangan MOFIQ, antusiasme masyarakat Sumbawa terus berkobar. Kedua figur ini, dengan pengalaman dan energi baru yang mereka bawa, dianggap sebagai harmoni yang sempurna oleh analis politik.

Haji Mo, Bupati Sumbawa petahana, telah mengabdikan dirinya dalam berbagai jabatan strategis di bidang birokrasi sejak tahun 1983. Abdul Rafiq, Ketua DPRD Sumbawa, juga telah menunjukkan kredibilitasnya sebagai politisi dengan rekam jejak yang gemilang.

Abdul Rafiq, selain memiliki pengalaman sebagai pemimpin legislatif, juga dikenal memiliki jaringan politik yang luas di Sumbawa. Kombinasi antara pengalaman eksekutif Haji Mo dan pengalaman legislatif Abdul Rafiq dianggap dapat menciptakan pasangan yang saling melengkapi. 

BACA JUGA : Milad ke 52 Zulkieflimansyah Didesaign Riang Gembira

Parangan ini akan mampu bekerja sama dalam merumuskan kebijakan dan mengatasi tantangan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

”Kombinasi antara pengalaman eksekutif dari Haji Mo dan pengalaman legislatif dari Abdul Rafiq, dapat menciptakan pasangan yang saling melengkapi. Keduanya dapat bekerja sama dengan baik dalam merumuskan kebijakan, mengimplementasikan program-program pembangunan, dan menjalankan tugas-tugas pemerintahan dengan efektif,” kata Didu

Pasangan MOFIQ, sebagai bupati petahana dan ketua DPRD, dihadapkan pada ekspektasi tinggi dari pemilih Sumbawa. Harapan akan kontinuitas pembangunan dan kemampuan untuk merumuskan kebijakan yang berdaya guna menjadi fokus utama pemilih. Namun, mereka juga diingatkan bahwa tantangan besar menanti, dan mereka perlu mengelola ekspektasi publik dengan bijaksana.

Dengan kombinasi pengalaman, integritas, dan dukungan yang solid, pasangan MOFIQ memiliki potensi besar untuk memenangkan kepercayaan pemilih di Kabupaten Sumbawa. 

Jika mampu mengelola harapan pemilih dengan baik dan mengimplementasikan program-program konkret, mereka dapat menjadi kekuatan tak terbantahkan dalam Pilkada Sumbawa 2024.

BACA JUGA : Pasangan MOFIQ Kombinasi Sempurna untuk Kabupaten Sumbawa 

”Jika mampu melakukan hal tersebut, pasangan MOFIQ memiliki potensi yang sangat besar untuk meraih dukungan yang kuat dan memenangkan kepercayaan pemilih di Kabupaten Sumbawa.” tukas Didu.me

 

 




Peliputan Pilkada, Pentingnya Peningkatan Kompetensi Jurnalis

Pj Gubernur menginisiasi lokakarya (workshop) peliputan Pilkada bagi jurnalis di Nusa Tenggara Barat

MATARAM.LombokJournal.com ~ Setelah Pemilihan Presiden, fokus peliputan media berpindah ke pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), sebuah tahapan krusial dalam proses demokrasi.

Drs HL Gita Ariadi, MSi, Penjabat Gubernur, selain menerima audiensi Dewan Pers di Pendopo Gubernur pada Selasa (23/04/24), tetapi juga menginisiasi lokakarya peliputan Pemilu bagi jurnalis di Nusa Tenggara Barat.

BACA JUGA : Penurunan Tajam Nilai Impor di NTB Tahun 2024

Pj Gubernur mengatakan, kapasitas yang buruk dari jurnalis juga merugikan pemerintah

Miq Gita menekankan pentingnya peningkatan kompetensi jurnalis dalam peliputan Pilkada untuk menciptakan suasana yang aman dan nyaman selama proses berlangsung. 

“Ketika proses pilpres berlangsung, NTB tetap dalam keadaan aman terkendali, mungkin karena jarak emosionalnya yang jauh. Namun, situasinya berbeda dengan Pilkada yang akan memilih pemimpin langsung dan serentak di sepuluh kabupaten/kota,” ungkapnya.

Menurutnya, kedekatan emosional dalam Pilkada dapat mengakibatkan penggumpalan dukungan antar entitas yang besar, yang berpotensi memiliki dampak yang berbeda dengan Pilpres atau Pileg yang lebih bersifat perseorangan. 

Oleh karena itu, dukungan media dan pemberitaan yang berkualitas dalam penyelenggaraan Pilkada diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan melalui lokakarya penguatan kapasitas ini.

BACA JUGA : Pendaftaran Cakon Kepala Daerah di Lotim Mulai Dibuka

Ketua Dewan Pers, Dr Ninik Rahayu, menyoroti pentingnya peran Pemerintah Provinsi NTB dalam mendukung keterbukaan data dan informasi, yang harus diiringi dengan program meningkatkan kapasitas media dan jurnalis. 

“Kerja sama yang profesional antara pemerintah dan media harus saling menguntungkan. Karena kualitas media yang buruk juga akan merugikan pemerintah,” tandasnya. 

Ia juga berharap agar cara komunikasi politik dalam demokrasi semakin dewasa sehingga dinamika yang terjadi dapat diintegrasikan peliputan  media. Sehingga tercipta kondusifitas dalam penyelenggaraan Pilkada. 

BACA JUGA : Milad ke 52 Zulkieflimansyah Didesign Riang Gembira

Hadir dalam kegiatan tersebut, pimpinan DPRD, perwakilan TNI/ Polri, lembaga pemerintah, pers dan beberapa kepala OPD terkait. jm

 

 




Upacara Militer Peringatan Ke-78 Hari TNI Angkatan Udara 

Tahun 2024 dihadiri oleh Penjabat (Pj) Gubernur NTB

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dalam rangka memperingati Hari TNI Angkatan Udara ke-78, Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si, menghadiri upacara militer peringatan tersebut.

BACA JUGA : Penurunan Tajam Nilai Impor di NTB Tahun 2024 

Suasana peringatan upacara peringatan Hari Angkatan Udara

Upacara ini merupakan momen penting untuk menghormati dan mengapresiasi dedikasi serta pengabdian TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negara.

Dalam suasana yang penuh kehormatan, Pj Gubernur NTB beserta jajaran pemerintah daerah turut hadir dalam peringatan tersebut. 

Mereka menyaksikan berbagai rangkaian kegiatan upacara militer, termasuk pemberian tanda kehormatan dari Presiden Republik Indonesia kepada personel TNI Angkatan Udara yang berprestasi.

BACA JUGA : Milad ke 52 Zulkieflimansyah didesign Riang Gembira

Peringatan ke-78 Hari TNI Angkatan Udara ini juga menjadi momentum untuk menguatkan solidaritas dan kebanggaan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Dengan semangat persatuan dan kesatuan, diharapkan TNI Angkatan Udara dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan kedaulatan negara.***

BACA JUGA : D1 Kabupaten Bima, Miq Gita Halal Bihalal dengan Ribuan Guru

 

 




Penurunan Tajam Nilai Impor di NTB Tahun 2024

Penurunan nilai impor NTB merupakan hal yang diharapkan, karena akan membuka peluang bagi produk-produk lokal

MATARAM.LombokJournal.com ~ Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB telah merilis data yang menunjukkan penurunan tajam dalam nilai impor Provinsi NTB pada bulan Maret 2024. Nilai impor tersebut turun sebesar 67,73 persen dibandingkan bulan sebelumnya, Februari 2024, yang sebesar 144,27 persen.

BACA JUGA : Pendaftaran Calon Kepala Daerah Lombok Timur Mulai Dibuka

Penurunan impor NTB akan menaikkan serapan produk lokal
Kepala BPS NTB, Drs. Wahyudin, MM (kiri)

Kepala BPS Provinsi NTB, Drs. Wahyudin, MM, menyampaikan hal ini saat mengumumkan rilis berita resmi statistik terkait ekspor-impor di Ruang rapat Aula Tambora kantor BPS NTB, Senin (22/04/24). 

Menurutnya, penurunan nilai impor NTB merupakan hal yang diharapkan, karena akan membuka peluang bagi produk-produk lokal, terutama dari pelaku UMKM, untuk diserap dengan baik.

BACA JUGA : Milad ke 52 Zulkieflimansyah Didesign Riang Gembira

Menurut penjelasan Wahyudin, kelompok komoditas impor Provinsi NTB yang mengalami penurunan meliputi:

  • Mesin-mesin/Pesawat Mekanik
  • Mesin dan peralatan listrik
  • Produk keramik
  • Karet dan Barang dari Karet
  • Plastik dan Barang dari Plastik
  • Komoditi lainnya.

Selain itu, neraca perdagangan Provinsi NTB pada Bulan Maret 2024 mengalami surplus sebesar US$ 111.33 juta. ***

BACA JUGA : Sentra Perajin Tenun di Kabupaten Bima Ditinjau Bunda Lale