Biogas di TPA Kebon Kongok Disalurkan Untuk Penduduk Sekitar

 Pemerintah Desa diminta melakukan manajemen risiko dan menerapkan prinsip keadilan dalam distribusi program biogas di lapangan

MATARAM,LombokJournal.com -~ Dibalik bau anyir air lindi ternyata tersimpan energi alternatif berupa biogas yang bermanfaat untuk kebutuhan rumah tangga dan industri pengolahan lainnya.

Karenanya, Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) NTB bersama Yayasan Rumah Energi dan stakeholder terkait telah melakukan riset pengembangan air lindi sampah di TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) Kebon Kongok sejak tahun 2025. 

BACA JUGA : Ramadhan akan Datang 2 Kali di Tahun 2030

Hasil riset ini menunjukkan bahwa sampah tidak selamanya menghadirkan aneka musibah, mulai dari polusi tanah, air dan udara serta wabah penyakit hingga bau yang menyengat. Namun, dibalik setiap musibah, selalu saja ada berkah. 

Dari hasil riset berhasil menciptakan prototype mesin pengolah limbah air lindi menjadi biogas dan pupuk cair organik.

BACA JUGA : Jemaah Umarah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dengan volume limbah air lindi di TPA Kebon Kongok yang mencapai 50 M3 per hari, akan menghasilkan biogas yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan energi puluhan hingga ratusan masyarakat yang ada di sekitar TPA Kebon Kongok. 

Hal ini jika diolah menggunakan teknologi dan mesin tepat guna.

Selain biogas untuk mendukung usaha ekonomi produktif, air lindi yang dihasilkan dari riset tersebut juga dapat menghasilkan pupuk cair organik yang bisa dimanfaatkan untuk para petani.

Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi mengimbau agar pemerintah desa melakukan manajemen risiko dan menerapkan prinsip keadilan dalam distribusi program biogas di lapangan. 

Biogas tersebut ditargetkan untuk lokasi yang terdampak langsung dari adanya aktivitas TPA, serta untuk mendukung fasilitas-fasilitas pendidikan, sosial, dan ibadah yang ada di sekitar lokasi.

“Riset air lindi di TPA Kebon Kongok adalah satu-satunya yang ada di Indonesia saat ini dan akan menjadi percontohan bagi wilayah lain,” ujar Gede Putu Aryadi, Selasa 10 Maret 2026.

BACA JUGA : Dana Guru non ASN dan Honorer Madrasah Sudah Cair

Kepala Desa Sukamakmur, H Selamet menyampaikan dukungan terhadap program ini. Pihaknya akan melakukan musyawarah desa guna memastikan pemanfaatan program dapat dirasakan secara adil oleh masyarakat di setiap dusun.dan

 




Ramadhan Akan Datang 2 Kali di Tahun 2030 

Pada 2030, Ramadhan diperkirakan dimulai pada 5 Januari dan kembali dimulai pada 26 Desember

MATARAM.LombokJournal.com ~  Setiap tahunnya bulan Ramadhan memang selalu terasa datang lebih cepat. 

Hal tersebut terjadi karena kalender Hijriah menggunakan sistem lunar (peredaran bulan), dengan jumlah hari sekitar 354–355 hari per tahun. Sementara kalender Masehi berbasis matahari dengan 365–366 hari. 

BACA JUGA : Dokter Jack Selamat Jalan — Dokter Happy 

Selisih sekitar 10–12 hari inilah yang membuat Ramadhan terus bergeser lebih awal setiap tahun dalam kalender Masehi.

Karena itulah, di tahun 2030 akan berbeda. Dalam satu tahun Masehi, Ramadhan diperkirakan terjadi dua kali: pada 5 Januari dan 26 Desember 2030.

BACA JUGA : Jemaah Umrah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dilansir laman indonesia baik, dalam rentang waktu sekitar 33 tahun, Ramadhan akan kembali ke periode musim yang sama. Inilah yang dikenal sebagai siklus 33 tahun Ramadhan.

Pada 2030, Ramadhan diperkirakan dimulai pada 5 Januari dan kembali dimulai pada 26 Desember. Artinya, dalam satu tahun kalender Masehi akan ada dua kali bulan Ramadhan.

Fenomena ini terjadi karena akumulasi pergeseran 10–12 hari setiap tahun yang akhirnya “menggeser” Ramadhan masuk dua kali dalam periode Januari–Desember.

BACA JUGA : Dana Guru non ASN Dan Guru Honorer Madrasah Sudah Cair

Peristiwa ini bukan pertama kali terjadi dalam sejarah, dan akan kembali terulang dalam siklus berikutnya beberapa dekade mendatang.dan

 




Balita Hilang Saat Bermain di Genangan Air

Tim Rescue Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan diberangkatkan menuju lokasi hilangnya balita itu melakukan pencarian

MATARAM.LombokJournal.com ~ Balita bernama Muhammad Rafid Zaki warga Desa Sembalun Lawang, Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur dilaporkan hilang.

Balita 2,5 tahun itu hilang sejak Minggu (08/03/26) pagi dan saat ini masih dalam pencarian.

BACA JUGA : Terseret AArrus Patan, Rustan Dtemukan Meninggal Dunia

Menurut Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, melalui Koordinator Pos SAR Kayangan, M Darwis, korban sebelumnya bermain di depan rumah dan ditinggal ibunya di genangan air. 

Sekitar 30 menit kemudian saat ibunya kembali, korban sudah tidak berada di lokasi. 

BACA JUGA : Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Kerandangan

Pihak keluarga bersama aparat setempat telah melakukan pencarian di sekitar rumah. Termasuk di aliran sungai yang berjarak sekitar 10 meter dari lokasi kejadian, namun korban belum ditemukan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Kantor SAR Mataram dan Pos SAR Kayangan diberangkatkan menuju lokasi hilangnya balita itu untuk melaksanakan pencarian. Setibanya di lokasi, tim langsung berkoordinasi dengan pihak terkait.

BACA JUGA : Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Pencarian balita yang hilang itu, operasi SAR ini melibatkan Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Pos SAR Kayangan, Polsek Sembalun, SAR Unit Lombok Timur, Damkarmat Lombok Timur, BPBD Lombok Timur, TSBK Bima, Pol PP, Tagana, serta masyarakat setempat.dan

 




Jemaah Umrah Masih Banyak Belum Bisa Pulang

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia

MATARAM.LombokJournal.com ~  Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus melakukan pemantauan terkait kepulangan sejumlah jemaah umrah Indonesia yang tertahan di Arab Saudi.

Jemaah umrah itu  mengalami penjadwalan ulang penerbangan di Arab Saudi.

BACA JUGA :  Dana Guru non ASN dan Honor Madrasah Sudah Cair 

Berdasarkan laporan pengawasan lapangan Staf Teknis Urusan Haji Jeddah pada 8 Maret 2026, tercatat 17 jemaah dari PT BMA mengalami penjadwalan ulang kepulangan dan saat ini berada di Makkah. 

Para jemaah umrah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 10 dan 14 Maret 2026.

Staf Teknis Urusan Haji Jeddah, M Ilham Effendy mengatakan tim di lapangan terus melakukan pemantauan serta menjembatani komunikasi antara jemaah, maskapai, dan penyelenggara perjalanan.

Selain itu, terdapat 67 jemaah dari PT RLW yang juga mengalami kendala kepulangan. 

BACA JUGA : Mudik Gratis Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Proses penjadwalan ulang penerbangan tengah dilakukan oleh pihak terkait, dengan sebagian jemaah dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 9 Maret 2026 menggunakan Ethiopian Airlines dan Garuda Indonesia.

Tim di lapangan juga memfasilitasi komunikasi bagi lima jemaah umrah mandiri yang terdampak pembatalan penerbangan rute Madinah–Mumbai. 

Saat ini proses pengurusan refund tiket serta penjadwalan penerbangan pengganti sedang dilakukan oleh pihak maskapai dengan jadwal keberangkatan menggunakan Saudia Airlines pada 15 Maret 2026.

BACA JUGA : Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Kerandangan

Dalam periode pemantauan yang sama, KJRI Jeddah juga memonitor kepulangan 2.062 jemaah umrah Indonesia. 

Sehingga total kepulangan jemaah mencapai 19.509 orang sejak 28 Februari hingga 8 Maret 2026. Pada 8 Maret tercatat 434 jemaah baru tiba di Arab Saudi dari Indonesia.

Ilham menegaskan bahwa tim akan terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait guna memastikan proses perjalanan jemaah umrah dapat berjalan dengan baik dan

 




Dana Guru Non ASN dan Honorer Madrasah Sudah Cair 

Dana BOS Madrasah dan BOP RA langsung disalurkan ke rekening masing-masing lembaga 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Dana untuk membayar gaji guru non-ASN atau guru honorer yang belum memiliki sertifikasi, mulai cair hari Senin (09/03/26)

Pencairan dana itu diambil dari Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Raudhatul Athfal (RA). Kini dana tersebut sudah bisa dicairkan secara bertahap. 

BACA JUGA : Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno mengatakan, kebijakan pencairan dana ini menjadi salah satu langkah afirmatif pemerintah dalam mendukung kesejahteraan tenaga pendidik di madrasah swasta.

“Lembaga RA dan madrasah yang telah menuntaskan persyaratan administratif sudah dapat menerima dana BOP dan BOS. Proses ini akan terus berjalan secara progresif hingga seluruh lembaga penerima mendapatkan haknya,” ujar Amien Suyitno.

BACA JUGA : Buka Puasa Bersama Jadi Pemiu Banyak Penyakit 

Dia menjelaskan, peningkatan kesejahteraan guru tidak hanya melalui Tunjangan Profesi Guru (TPG). Dana BOS juga dapat dimanfaatkan untuk membantu pembayaran honor guru non-ASN, khususnya yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Pada tahap pertama tahun anggaran 2026, pemerintah mengucurkan total dana sebesar Rp4,5 triliun untuk lebih dari 83.000 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. 

Jumlah ini terdiri atas Rp4,1 triliun BOS Madrasah Swasta untuk sekitar 52.000 madrasah serta Rp428 miliar BOP untuk sekitar 31.000 lembaga RA.

Dana BOS Madrasah dan BOP RA langsung disalurkan ke rekening masing-masing lembaga sehingga dapat segera dimanfaatkan. 

BACA JUGA : Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan bank penyalur agar proses pencairan berjalan lancar. 

Menurut Nyayu, seluruh madrasah dan RA yang telah mengunggah dokumen persyaratan melalui sistem DMRKAM dapat langsung mencairkan dana tersebut di bank penyalur. 

Bagi lembaga yang masih dalam proses pengunggahan data, Kementerian Agama memberikan perpanjangan waktu agar proses pencairan tetap dapat berjalan paralel.

Penggunaan dana BOS tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Maksimal 60 persen dari total dana BOS dapat digunakan untuk pembayaran gaji guru.

Sementara sisanya dialokasikan untuk mendukung kebutuhan operasional dan peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.dan




Terseret Arus Pantai, Rustan Ditemukan Meninggal Dunia

Korban terseret arus ditemukan sudah meninggal dunia sekitar 700 meter ke arah timur dari lokasi kejadian (LKP), 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Rustan (45), warga Dusun Torok Aik Beleq, Desa Montong Ajan, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah hilang terseret arus di Pantai Torok Aik Beleq, Sabtu (07/03/26)

Pada Sabtu 7 Maret 2026 sore, korban yang terseret arus itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah dilakukan pencarian oleh Tim SAR Gabungan.

BACA JUGA : Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Peristiwa bermula pada Sabtu pagi sekitar pukul 05.30 WITA. Korban bersama anaknya dan rombongan yang berjumlah sekitar 15 orang sedang mencari nyale poto di pesisir pantai. 

Nahas, saat sedang beraktivitas, anak korban melihat ayahnya tiba-tiba terseret arus laut yang kuat. 

Kejadian tersebut segera dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke Kantor SAR Mataram pada pukul 07.18 WITA oleh Camat Praya Barat.

BACA JUGA : Tiga Bibit Siklon Penyebab Angin Kencang dan Cuaca Ekstrem

Tim rescue dari Unit Siaga SAR Kuta Mandalika dikerahkan menuju lokasi pada pukul 07.45 WITA.

Pencarian dilakukan dengan membagi personel menjadi empat tim, yaitu tiga tim melakukan penyisiran perairan menggunakan rubber boat dan dua perahu nelayan, dan satu tim melakukan penyelaman di sekitar lokasi kejadian.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhammad Hariyadi, melalui Koordinator Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Arya Made Kresna, menyatakan setelah penyisiran korban yang terseret arus selama beberapa jam, titik terang akhirnya ditemukan. 

Sekitar pukul 17.00 WITA, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban di Pantai Selong Belanak.

“Korban terseret arus ditemukan sekitar 700 meter ke arah timur dari lokasi kejadian (LKP). Setelah dievakuasi, korban diserahkan ke pihak keluarga,” ungkap Arya Made Kresna dilansir Instagram resmi Kantor SAR Mataram.

BACA JUGA : Tiket ke Rinjani Bisa Dipesan, Pendakian Mulai 1 April

Keberhasilan Operasi SAR ini menemukan korban terseret arus ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak. 

Di antaranya Tim Rescue Unit Siaga SAR Kuta Mandalika, Tim Rescue Kantor SAR Mataram, Damkartan Lombok Tengah, Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Montong Ajan, masyarakat/nelayan setempat dan

 




Mudik Gratis Bagi Pelajar dan Mahasiswa, Ayo Manfaatkan

Program mudik gratis ini, para mahasiswa dan pelajar yang berada di wilayah Pulau Lombok dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Bagi yang ingin pulang ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri bersama keluarga, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyelenggarakan Program Mudik Gratis bagi pelajar dan mahasiswa.

Program mudik gratis ini merupakan bentuk komitmen Pemprov NTB dalam memberikan pelayanan transportasi yang aman, nyaman, tertib, dan terjangkau. 

BACA JUGA : Anak Di Bawah 16 Tahun Tak Bolo Miliki Akun Platform Digital

Hal ini sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas serta meminimalisir risiko perjalanan khususnya bagi mahasiswa dan pelajar yang melakukan perjalanan mudik.

Melalui program mudik gratis ini, para mahasiswa dan pelajar yang berada di wilayah Pulau Lombok dapat memanfaatkan fasilitas transportasi gratis menuju beberapa daerah tujuan di Pulau Sumbawa.

BACA JUGA :  Buka Puasa Bersama Jadi Pemicu Banyak Penyakit

Dilansir Instagram Dinas Perhubungan NTB, rute mudik gratis: Mataram – Kabupaten Sumbawa, Mataram – Kabupaten Sumbawa Barat, Mataram – Kabupaten Dompu, Mataram – Kabupaten Bima, dan Mataram – Kota Bima.

Tanggal keberangkatan, Sabtu, 14 Maret 2026 pukul 09.00 WITA dengan titik keberangkatan di Kantor Dinas Perhubungan NTB

Sedangkan periode pendaftaran dibuka pada tanggal 9 – 11 Maret 2026 pukul 08.00 – 15.00 WITA atau sampai kuota terpenuhi.

Registrasi ulang akan dilakukan pada tanggal 13 Maret 2026 pukul 08.00 – 15.00 WITA.

Untuk meminimalisir adanya pergantian penumpang pada saat hari keberangkatan, maka akan dilakukan pengecekan KTP dan tiket sebelum keberangkatan

BACA JUGA : Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Program mudik gratis ini diharapkan dapat memberikan kemudahan akses transportasi bagi mahasiswa dan pelajar, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam menciptakan penyelenggaraan Angkutan Lebaran yang tertib dan berkeselamatan di Nusa Tenggara Barat. dan

 




Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Kerandangan

Pada pukul 12.15 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi, jenazah kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram 

MATARAM.LombokJournal.com ~ Kantor SAR Mataram melalui tim rescue Unit Siaga SAR (USS) Bangsal bersama potensi SAR berhasil mengevakuasi jenazah tanpa identitas yang ditemukan di perairan Pantai Kerandangan, Senggigi, Kabupaten Lombok Barat, pada Mingg (08/03/26) siang.

BACA JUGA : Terseret Arus Pantai, Rustan Ditemukan Meninggal Dunia

Peristiwa bermula saat seorang nelayan melihat jenazah mengapung di sekitar Pantai Kerandangan pada pukul 10.00 WITA. Saksi segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak Polair yang kemudian meneruskan informasi ke Kantor SAR Mataram.

BACA JUGA : Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Kantor SAR Mataram segera mengerahkan Tim Rescue dari Unit Siaga SAR Bangsal menggunakan unit D-Max Rescue Carrier beserta peralatan SAR air lengkap.

Tim tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.16 WITA dan langsung berkoordinasi dengan unsur terkait di lapangan. Proses evakuasi berlangsung dengan lancar.

BACA JUGA : Anak di Bawah 16 Tahun Tak Boleh Miliki Akun di Platform Digital

“Pada pukul 12.15 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi korban dari perairan. Jenazah kemudian langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram untuk proses identifikasi lebih lanjut,” terang I Gusti Komang Aryadana, Koordinator Unit Siaga SAR Bangsal mewakili Muhamad Hariyadi, Kepala Kantor SAR Mataram.dan

 




Buka Puasa Bersama Jadi Pemicu Banyak Penyakit

Menu buka puasa bersama itu biasanya tinggi gula dan karbohidrat, membuat perut jadi begah, badan jadi berat, dan akhirnya ngantuk berat pas sholat Tarawih

MATARAM.LombokJournal.com ~  Pasti banyak yang sering ngantuk pas sholat Tarawih gara-gara kalap waktu buka puasa bersama alias Bukber.

Serunya buka puasa bersama bareng teman atau keluarga kadang bikin kita lupa diri. Silaturahmi di acara buka puasa bersama itu memang bagus. Tapi hati-hati, ajang kumpul ini sering jadi momen “balas dendam”.

BACA JUGA :  Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Begitu bedug magrib berbunyi, semua makanan langsung dilahap dalam waktu singkat. 

“Ini sangat tidak sehat,” ujar Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

BACA JUGA : Anak Di Bawah 16 Tahun Tak Bolah Punya Akun di Platform Digital

Lambung yang kosong seharian pasti kaget kalau tiba-tiba dipaksa kerja keras. Ujung-ujungnya asam lambung naik dan memicu penyakit yang lagi tren di kalangan Gen Z yaitu GERD.

Belum lagi menu buka puasa bersama itu biasanya tinggi gula dan karbohidrat. Perut jadi begah, badan jadi berat, dan akhirnya ngantuk berat pas sholat Tarawih. 

Ceramah ustadz di depan sudah pasti lewat begitu saja.

“Mari kita luruskan lagi niatnya. Kita berpuasa untuk menahan hawa nafsu, termasuk nafsu makan saat berbuka. 

Sayangi lambung kalian. Kalau kita makannya benar dan teratur, 

BACA JUGA : Jemaah Umrah Masih Ada yang Tertahan di Arab Saudi

“Insyaallah ibadah kita juga lancar dan badan tetap sehat sampai hari raya nanti,” ujar Menkes.dan




Menteri Agama Soroti Kualitas Pengeras Suara di Masjid

Persoalan teknis seperti kualitas pengeras suara, menurut Menteri Agama, seringkali luput dari perhatian

MATARAM.LombokJournal.com ~ Menteri Agama Nasaruddin Umar menyoroti kualitas pengeras suara di sejumlah masjid dan mushola yang dinilai masih belum optimal. 

Menurut dia, kualitas audio yang kurang baik dapat membuat bacaan imam dalam shalat atau kegiatan keagamaan tidak terdengar jelas sehingga sulit diresapi oleh jamaah.

BACA JUGA :  Tiket ke RinjaniBisa Dipesan, Pendakian Dibuka 1 April

Menteri Agama mengatakan, persoalan teknis seperti kualitas pengeras suara seringkali luput dari perhatian. Padahal memiliki dampak langsung terhadap kekhusyukan ibadah. 

“Kadang-kadang bacaan imam sebenarnya sangat bagus, tetapi karena kualitas speakernya kurang baik, suaranya tidak jernih. Akibatnya pesan atau makna dari bacaan itu tidak sampai dengan baik kepada jamaah,” kata Menteri Agama Nasaruddin, Sabtu (07/03/26) di urabaya Jawa Timur.

Ia menilai perbaikan sistem audio di rumah ibadah dapat membantu jamaah lebih memahami dan menghayati bacaan shalat maupun kegiatan keagamaan lainnya. 

BACA JUGA : Takbiran Bisa Saja Berbaengan dengan Hari Raya Nyepi

“Kalau suaranya jelas, orang bisa lebih menghayati. Itu hal sederhana, tetapi dampaknya besar bagi kualitas ibadah,” ujarnya.

Rektor ITS Bambang Pramujati saat bertemu Menteri Agama menyatakan kesiapan kampusnya untuk berkontribusi melalui program pengabdian kepada masyarakat. 

Menurut dia, mahasiswa ITS memiliki kompetensi teknis yang dapat dimanfaatkan untuk membantu memperbaiki atau merancang sistem pengeras suara yang lebih baik di masjid dan mushola.

BACA JUGA : Prediksi BMKG, Tahun 2026 Musim Kemarau Datang Lebih Awal

Keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang praktek bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus.dan