Silaturahmi Gubernur Zul Bersama RKB dan IMBI Mataram

Acara silaturahmi dan sering bertemu, menurut gubernur, dapat melembutkan hati dan mencairkan komunikasi sehingga kebunntuan yang tersumbat dapat mencair

MATARAM.lombokjournal.com ~ Pengajian sekaligus silaturahmi Gubernur NTB Dr. H. Zulkieflimansyah bersama Ikatan Mahasiswa Bima (IMBI) dan Rukun Keluarga Bima (RKB) Mataram berlangsung di Perumahan Green Beolavard Kelurahan Tanjung Karang, Sabtu (11/12/21).

Kehadiran Gubernur disambut hangat puluhan mahasiswa, tokoh pemuda dan sejumlah sesepuh masyarakat Bima yang berada di Mataram.

Menurut Bang Zul sapaan akrabnya menyampaikan, silaturahmi dan seringnya bertemu dapat melembutkan hati dan mencairkan komunikasi.

Kebuntuan komunikasi yang tersumbat dapat mencair. Mudah saling memberi solusi dan membangun hubungan yang harmonis.

“Pengajian dan pertemuan seperti ini dapat saling melembutkan hati dan jiwa kita,” kata Bang Zul.

Bang Zul mengaku masyarakat Bima banyak dibekali keistimewaan baik dalam berargumentasi dan berorasi.

BACA JUGA: Pelajaran Setelah Banjir, Masyarakat Harus Sadar Potensi Bencana

Potensi dan keistimewaan ini harus dapat terkanalisasi dan tersalurkan pada arahnya. Agar potensi ini dapat bermanfaat baik bagi pribadi maupun daerah.

Potensi ini juga sangat banyak pada mahasiswa Bima. Nah, kalau ikut beasiswa ke luar negeri atau keluar daerah, dapat mendorong potensi SDM agar mampu berbicara di kancah nasional bahkan dunia.

Diingatkan, agar mahasiswa memahami perkembangan teknologi dan informasi itu semakin pesat. Karena ke depan semua serba digital.

Gubernur juga berpesan kepada tokoh dan sesepuh Bima di Mataram, untuk membina dan mengakomodir kegiataan mahasiswa agar terarah pada tempatnya.

Dewan Penasehat Rukun Keluarga Bima Dr. H. Arsyad Gani menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih atas keluangan waktu Gubernur NTB, yang bersilaturahmi dengan RKB dan IMBI.

“Kegiatan ini merupakan media untuk membangun komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat Bima,” kata Rektor Ummat.

BACA JUGA: Perusahaan Jangan Hanya Cari Untung, Ini Peringatan Gubernur Zul

Ia mengakui, Gubernur paling mudah diajak untuk berkomunikasi dan berdialog tentang apapun. Tokoh masyarakat Bima ini berpesan agar mengedepankan silaturahmi dan komunikasi.

Disinggung juga adanya kesulitan investasi masuk di Bima, karena selama ini Bima tersigma karena keadaan yang tidak aman.

Maka ia mengajak mahasiswa dan rukun keluarga Bima, untuk mempelopori dan membuka diri agar menciptakan keadaan dan stigma yang baik, agar investasi ramah di Bima.

Sedangkan Ketua IMBI, Efendi Kusnandar menyampaikan apresiasi atas kesediaan Gubernur NTB melakukan silaturahmi.

“Semoga kedepan silaturahmi dan komunikasi ini dapat terus terjalin dengan baik,” kata Efendi.

Turut mendampingi Gubernur NTB, Kadis DPMPTSP Ir. H. Muhammad Rum, Kadis Kelautan Muslim, ST, Kadis Peternakan Khairul Akbar, dan Sekertaris DPRD Provinsi NTB.

Silaturahmi tersebut, dihadiri sesepuh, tokoh agama dan tokoh masyarakat Bima serta puluhan mahasiswa Bima se-Kota Mataram.

Nn

 




Pelajaran Setelah Banjir, Masyarakat Harus Sadar Potensi Bencana

Masyarakat perlu tahu potensi bencana, dan risiko-risiko bencana di sekitarnya, dan perlu tahu apa yang harus dilakukan bila melihat adanya potensi bencana.

MATARAM.lombokjournalcom ~ Saat menyampaikan santuan pada korban jiwa di Batu Layar, Lombok Barat, hari Selasa tanggal 7Desember 2021 lalu, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengingatkan masyarakat agar  makin sadar potensi bencana.

“NTB adalah wilayah bencana. Dan mulai berperilaku ramah lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” katanya saat itu.

Diingatkan, Pemerintah juga tegas melarang pembalakan liar. Meski saat ini, penebangan kayu hutan beLum bisa dihentikan.

Baik membuang sampah maupu pembalakan liar punya potensi bencana banjir. Tak perlu lagi dijeaskan tetang ini, masyarakat sebenarnya sudah memahami itu.

Penting menerapkan perilaku masyarakat sadar bencana sangat mendukung upaya mitigasi.

BACA JUGA: Gerak Cepat Gubernur Zul, Tindaklanjuti Banjir di Dompu

“Perilaku masyarakat sadar bencana harus diterapkan dan dibiasakan menjadi pola hidup sehari-hari,” kata salah seorag pakar lingungan. Di saat musim hujan dengan curah yang tinggi masyarakat perlu mewaspadai potensi bencana di sekitarnya.

Misalnya, di daerah berpotensi longsor seperti rumah di area lereng bukit atau area yang di atasnya ada bukit, perumahan dekat sungai, jalur-jalur banjir bandang, perlu meningkatkan kewaspadaan.

Menyadari potensi bencana, dan dibarengi menerapkan perilaku masyarakat sadar bencana, akan mendorong kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Ini yang akan mendukung upaya mitigasi bencana berbasis masyarakat. Masyarakat perlu tahu potensi bencana, dan risiko-risiko bencana di sekitarnya. Masyarakat juga perlu tahu apa yang harus dilakukan bila melihat adanya potensi bencana.

Peran aktif masyarakat diperlukan untuk menyukseskan pengurangan risiko bencana. Berbagai persiapan sangat perlu untuk dilakukan dalam rangka menghadapi puncak musim hujan dan mengantisipasi bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipengaruhi oleh fluktuasi keberadaan air yang ada di dalamnya termasuk curah hujan.

BACA JUGA: Nonton Acara Tradisi Empas Menanga Mual di Akar-Akar, Bayan

Memang diperukan upaya Pemerintah Daerah terus menerus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pengurangan risiko bencana.

Minimalkan Risiko Bencana

Datangnya bencana sering tak bisa dihindari, tapi risiko bencana  harus diminimalkan. Masyarakat memag harus tanggap potensi bencana  di sekitarnya, baik bencana alam maupun bencana karena ulah manusia sendiri dari mulai bencana banjir, rob, tanah longsor, kebakaran, dan bencana lainya.

Bencana selalu menimbulkan kerugian harta benda, juga menelan korban jiwa. Tapi semua kerugian itu, termasuk korban jiwa, bisa diperkecil jika masyarakat memiliki budaya sadar akan potensi bencana sejak dini.

Karena itu penting membangun budaya kesadaran masyarakat, terutama yang tinggal di daerah wilayah rawan bencana. Kewaspadaan dini dan perilaku masyarakat yang mencerminkan budaya sadar untuk meminimalisir risiko bencana.

Bagaimana perilaku masyarakat akan budaya sadar bencana, khususnya masyarakat Lombok?

Ternyata umumnya masyarakat Lombok, seperti sempat diungkapkan pihak BPBD NTB, masih tergolong rendah.

Memang, di beberapa wilayah cukup baik pemahaman masyarakatnya akan kebencanaan. Tapi di sebagian besar wilayah lainnya masih tergolong rendah.

Budaya sadar bencana di tengah masyarakat bisa didorong dengan koordinasi pihak BPBD kelompok masyarakat, media, organisasi masyarakat (ormas) untuk terus bersama-sama mengkampanyekan budaya sadar bencana.  tersebut sebagai upaya edukasi dan literasi kebencanaan terhadap masyarakat.

Perilaku Masyarakat

Setelah peristiwa gempa Lombok yang menelan korban jiwa tidak sedikit, serta kerugian material yang sangat besar, pengetahuan masyarakat seputar bencana memang cenderung meningkat.

Meski demikian, seperti diungkapkann Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho (saat itu), pengetahuan bencana belum menjadi perilaku masyarakat.

Contoh perilaku yang tidak sejajar dengan engetahuan itu, misalnya masih banyaknya masih ada masyarakat yang bertahan di dataran tinggi (bukit) meski jelas-jelas ada ancaman longsor.

Atau tetap bertahan tinggal di bataran sungai meski ancaman banjir jelas terbukti bahkan telah menelan korban jiwa. Di Lombok Utara, webagain masyaarakat menolak di relokasi, meski di wiayahya itu sangat rawan bencana gempa bumi.

Pengetahuan masyarakat yang cenderung meningkat sejak kejadian gempa, namun pengetahuan itu belum menjadi sikap dan perilaku. Perilaku sehari hari belum  mengkaitkan dengan ancaman bencana yang ada.

Sebenarnya, mitigasi bencana sudah dijalankan, artinya sosialisasi, gladi evakuasi, dan pelatihan mengenai bencana, setidaknya berhasil menekan angka korban jiwa.

Pemerintah melalui BNPB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan jalur evakusi dengan memasang banyak rambu. Selain itu, latihan dan gladi resik juga sering dilakukan.

Bahkan pendidikan kebencanaan dan mitigasi juga sempat menyasar para pelajar.

Tapi kalau kesadaran masyarakat akan potensi bencana masih rendah, apalagi perilakunya yang justru retan menjadi korban, itu memang perkara yang tak mudah dijelaskan

Mas

(dar berbagai sumber)




Perusahaan Jangan Hanya Cari Untung, Ini Peringatan Gubernur

Perusahaan memang untuk mencari untung, tapi juga harus mementingkan kesejateraan seluruh stakeholder di dalamnya

MATARAM.lombokjournal.com ~ Perusahaan bisa berumur panjang dan penuh berkah, yaitu perusahaan yang tidak hanya mencari profit/keuntungan saja, tapi harus pentingkan kesejahteraan sosial baik itu bagi pegawai dan masyarakat sekitarnya.

Gubernur NTB H. Zulkieflimansyah menyampaikan itu saat menyampaikan sambutan pada Musda III Forum CSR NTB di Hotel SAME, Sabtu (11/12/21).

Mengingatkan perusahaan pentingnya kesejahteraan sosial
Gubernur H Zukieflimansyah

“Keuntungan/profit itu seperti oksigen. Perusahaan membutuhkannya untuk bertahan hidup, tetapi jika kita berpikir bahwa oksigen adalah tujuan hidup, maka perusahaan tersebut kehilangan sesuatu,” ungkap Gubernur Zul.

Bang Zul sapaan akrabnya  menyampaikan, Forum CSR ini adalah ajang merakit ekosistem perusahaan-perusahaan bersama di NTB, baik itu BUMN,BUMD dan UMKM.

BACA JUGA: Kompetisi itu Tempat Lahirnya yang Kalah dan yang Menang

Tidak hanya untuk kepentingan perusahaan itu sendiri namun kesejahteraan bagi seluruh stakeholder di dalamnya.

Gubbernur mengingatkan, jika forum CSR tidak hanya ajang berkumpul dam mementingkan keuntungan, namun melihat kesejahteraan sosial, niscaya forum ini berumur panjang.

“Perusahaan juga berumur panjang dan tidak lupa masyarakatnya juga akan mendapatkan berkahnya juga,” ungkap gubernur.

Bersama para pimpinan perusahaan yang tergabung dalam FORUM CSR

Sebelumnya, Pjs. Ketua Forum CSR NTB H.Irzani M.Si menjelaskan, Forum CSR ini merupakan organisasi profesi yang juga menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi NTB.

Selain itu juga mitra berbagai kalangan, baik Dunia Usaha, BUMN, BUMD, hingga UMKM yang dibentuk sebagai sebuah forum untuk meningkatkan kepedulian, kemampuan, dan tanggung jawab dunia usaha dalam penyelenggaraan kesejahteraan sosial.

“Dalam Forum CSR ini mari kita bersama-sama berkolaborasi dan bersinergi guna mengurangi dampak dan masalah kesejahteraan sosial, dan tetntunya untuk mewujudkan NTB Gemilang,“ ungkap salah satu Komisaris ITDC.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Kegiatan tersebut, dihadiri bebrapa pimpinan BUMN, BUMD dan UMKM.

Kegiatan diakhiri dengan pembagian secara simbolis 1000 paket sembako untuk kaum dhuafa yang secara langsung diserahakan oleh Gubernur NTB Dr. H. Zulkifliemansyah.

Mas

 




Kompetisi Itu Tempat Lahirnya yang Kalah dan yang Menang

Saat membuka kejuaraan Sepak Takraw, Gubernur Zulkieflimansyah berharap dlam kompetisi selau menjunjung tinggi sportivitas

MATARAM.lombokjournal.com ~ Kompetisi merupakan tempat lahirnya mereka yang kalah dan mereka yang menang.

Jadikan kemenangan untuk meningkatkan kualitas diri, dan jadikan kekalahan itu sebagai bahan evalusi untuk bisa meraih kemenangan di ajang yang akan datang.

Kompetisi diminta menjujung sportivitas

Menjeang kompetisi sepak takraw

“Tetap menjunjung tinggi sportivitas jangan pernah pesimis,” kata Gubernur NTB, H. Zulkifliemansyah.

BACA JUGA: Kirab Pataka NTB 2021, 63 Tahun Terbentuknya NTB

Hal itu dikatakannya  Zulkifliemansyah saat memberikan sambutan pada pembukaan acara kejuaraan Sepak Takraw, di Gelangggang Pemuda dan Olahraga Provinsi NTB, Sabtu (11/12/21)

Gubernur Zul juga berharap agar tidak hanya cabang olahraga Takraw yang dimajukan, tapi semua cabang olahraga.

Setelah dilombakan ditingkat Kabupaten dan kota, lalu pastikan itu juga agar dilombakan ditingkat Provinsi. Supaya siswa-siswa yang ada di NTB memiliki aktivitas yang bermanfaat

“Buat kesibukan pada mereka generasi NTB saat ini dengan aktivitas yang produktif, agar kelak mereka bisa meraih mimpi-mimpi yang gemilang,” ungkap gubernur.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Sepak Takraw Indonesia Provinsi NTB, Sambirang Ahmadi M.Si melaporkan, yang ikut lomba pada ajang kali ini merupakan utusan Sekolah Menengah Atas yang ada di Kabupaten Kota di Nusa Tenggara Barat.

Jumlahnya 18 klub, 10 untuk golongan Putra dan 8 klub untuk golongan putri.

“Untuk tahun ini, cabang Takraw golongan putri utusan Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara alpa,” kata pria yang akrab disapa Sambirang Ahmadi itu

Selain itu, ia juga memaparkan nama-nama sekolah mewakili Kabupetan/kota.

Untuk Kota Bima golongan Putra diwakili oleh SMA 3 Kota Bima, dan golongan putri, SMA 4 kota Bima.

Untuk Kab. Bima golongan putra, SMAN Bolo dan golongan putri, SMAN 1 Palibelo, sedang Kab. Dompu golongan putra, SMAN 1 HU’U, dan golongan putri, SMAN 1 HU’U.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Kab. Sumbawa golongan putra, SMAN 1 Utan dan golongan putri, SMAN 3 Sumbawa. Kabupten Sumbawa Barat golongan putra, SMAN 1 Taliwang, dan golongan putri, SMAN 1 Taliwang.

Kab. Lombok Timur golongan putra, SMAN 1 Sambelia dan golongan putri, SMAN 2 Selong, Kab. Lombok Tengah golongan putra, SMK 1 Alhaniyah Bodak dan golongan putri SMAN 1 Praya.

Kab. Lombok Barat golongan putra, SMAN 1 Gerung, Kab. Lombok Utara golongan putra, SMAN 1 Pemenang.

Kemudian terakhir Kota Mataram, golongan Putra diwakili oleh SMAN 3 Mataram dan golongan putri, diwakili oleh SMKN 7 Mataram.

Nn

 




Pj Kades Samba Ajak Warga Sukseskan Pilkades PAW

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa dibagikan kepada KPM sebanyak 199, dan masyarakat diajak untuk mengawal Pilkades PAW

GANGGA,KLU.lombokjournal.com ~  Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLTDD) yang terakhir untuk tahun 2021, disalurkan Pemerintah Desa Sambik Bangkol (Pemdes Samba) Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara, di Aula Balai Desa setempat, Jumat (10/12/21).

Penyaluran BLT dihadiri Sekretaris Desa Samba, MKD Samba, Kasi Kesra, Kasi Pelayanan, para Kepala Dusun, staf Desa Samba serta seluruh warga penerima bantuan.

ajakwarga sukseskan Pilkades paw
Pj Kades Samba, Sarjono

Masyarakat diajak sukseskan Pilkades paw di SambikBangkol

BLTDD dibagikan kepada KPM sebanyak 199 orang se-Desa setempat. BLT penyaluran terakhir tahun anggaran 2021. Distribusi selama 12 bulan, tuturnya, sudah terealisasi dengan baik sesuai tahapan salur menurut ketentuan.

Sekretaris Desa Samba Hadianto mengatakan, BLT tahap 12 yang terakhir tahun ini.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

“Harapan kami gunakan uang ini semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti membeli beras, lauk pauk, dan kebutuhan pokok sejenis. Kita belum tahu apakah tahun depan tetap ada bantuan ataukah tidak,” kata Hadianto.

Ditegaskannya, kendati Covid-19 sudah berkurang namun pihaknya berpesan warga selalu menjaga kesehatan dengan mematuhi anjuran tetap prokes.

“Saat ini kondisi kita masih dalam suasana pandemi. Kita harus tetap mengikuti prokes dalam beraktifitas setiap hari,” ajak Sekdes.

Terpisah Penjabat Kepala Desa Samba, Sarjono, mengungkapkan, bantuan BLT itu sebagai wujud perhatian pemerintah Desa kepada masyarakat khususnya warga penerima bantuan.

“Preseden Pandemi Covid-19 yang sudah dua tahun berlangsung hingga saat ini jadi atensi warga kami. Demikian pula menjadi prioritas Pemdes sebagai ikhtiar kolektif dalam membantu meningkatkan ekonomi warga,” terang Mantan Ketua IPMLU Yogyakarta ini.

Pihaknya berterima kasih kepada seluruh elemen atas sinergi dan kiprah luhur selama ini dalam membantu Pemerintah Desa Sambik Bangkol.

BACA JUGA: Wabup Lombok Utara Tanam Pohon di Desa Senaru

Baik pemerintah kabupaten, provinsi, dan Pemerintah Pusat, dengan kontribusi dan bantuan yang diberikan, sehingga warganya merasa terbantu meringankan beban ekonomi sehari-hari akibat badai Covid-19.

“Kebutuhan keseharian masyarakat kami cukup terbantu, selain mampu bangkit kembali dari masa pandemi ini,” kataSarjono.

Pihaknya tetap memberikan imbauan kepada KPM penerima bantuan, supaya bijak menggunakan bantuan yang diterima sehingga benar-benar efektif dan efisien sesuai dengan harapan pemerintah.

“Memanfaatkan bantuan sesuai dengan prioritas kebutuhan. Jangan gunakan untuk hal-hal yang tidak berfaedah,” ujar Alumnus UIN Sunan Kalijaga itu.

Bulan Desember 2021 merupakan fase terakhir perkhidmatan dirinya mengabdi sebagai pelayan warga Sambik Bangkol. Pasalnya, pelaksanaan Pilkades PAW beberapa hari ke depan menandai awal dari fase akhir dirinya memangku amanah di Desa Samba.

“Sesuai regulasi memang masa jabatan kami akan berakhir sejak kepala Desa hasil Pilkades PAW nanti dikukuhkan,” ujarnya.

Pria yang sehari-hari bertugas di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Utara tersebut, mengajak masyarakat Samba untuk mengawal Pilkades PAW dengan baik, agar demokrasi desa dapat berlangsung sesuai lokusnya.

Sar

 




Wabup Lombok Utara Tanam Pohon di Desa Senaru

Kegiatan tanam pohon di Desa Senaru bertujuan mengajak masyarakat bertaggugjawab terhadap kelestarian lingkungan di Lombok Utara

TANJUNG.lombokjournal.com ~ Wakil Bupati Lombok Utara, Danny Karter Febrianto  ST MEng melakukan penghijauan dengan penanaman pohon, di Desa Senaru Jum’at (10/12/21).

Penghijauan di Desa Senaru merupakan rangkaian dari beberapa penghijauan yang telah dilaksanakan di beberapa tempat di Kabupaten Lombok Utara dimana Penanaman pohon diinisiasi oleh Organisasi Pemerhati Alam dan Lingkungan (OPAL) bekerjasama dengan Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTB.

Kegiatan tanam pohon yang diinisiasi OPAL dan INTI NTB

Tanam pohon sebagai tanggung jawab menjaga ingkungan

Wabup Danny menyampaikan apresiasi kegiatan penanaman pohon dan mengajak masyarakat bersama-sama memiliki tanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan di Lombok Utara.

BACA JUGA: Kirab Pataka NTB 2021, 63 Tahun Terbentukya NTB

Penghijauan juga bertujuan untuk menjaga kelestarian alam terlebih pada  musim kemarau tidak terjadi kekeringan dan apabila musim penghujan tidak terjadi banjir.

“Saya atas nama Pemerintah Daerah mengapresiasi yang sebesar-besarnya terhadap kegiatan penghijauan ini,” tuturnya.

Wabup Danny juga menginginkan kontribusi multipihak dalam membangun Bumi Tioq Tata Tunaq  dan  apa yang diikhtiarkan  bisa menjadi sebuah warisan pada generasi penerus.

Kepala Desa Senaru Akria Buana mengajak masyarakat untuk peduli terhadap alam dan lingkungan sekitar mengingat Desa Senaru adalah salah satu pintu masuk menuju kawasan Geopark Rinjani.

“Kegiatan penanaman pohon ini juga sebagai  penopang potensi wisata yang ada di Lombok Utara khususnya di Desa Senaru,” tuturnya.

Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bibit pohon oleh Wakil Bupati  kepada Kepala Desa Senaru yang dilanjutkan dengan penanaman pohon bersama.

BACA JUGA: Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Hadir dalam kegiatan penanaman pohon itu, Pj.Sekda  KLU Anding Duwi Cahyadi SSTP MM, Camat Bayan Denda Peniwarni, SE, Ketua INTI NTB S. Widjanarko, Kepala Desa Senaru Raden Akria Buana,Ketua OPAL Jaharudin, S.Sos dan undangan lainnya.

@ng

 




Budidaya Madu Trigona, Harapan Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Kerjasama LAZNAS BSM dengan lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang membantu 400 unit perlengkapan budidaya madu dengan 4O pelaku, membantu pemulihan ekonomi

DANGIANG,KLU.lombokjournal.com ~  Bupati Djohan Sjamsu melaunching budidaya Madu Trigona,  di Desa Dangiang, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Jum’at (10/12/21).

Budidaya Madu Trigona tersebut merupakan program kerjasama antara LAZNAS BSM dengan lembaga Inisiatif Zakat Indonesia (IZI), yang memberikan bantuan 400 unit perlengkapan untuk budidaya Madu Trigona degan 40 pelaku budidaya sebagai langkah awal.

budidaya Madu trigona untuk pemulihan ekonomi produk madu trigona diharapkan jadi pemuihan ekonomi

Djohan Syamsu menyampaikan apresiasinya kepada pergerakan budidaya Madu Trigona Desa Dangiang yang dinilai positif, guna pemulihan ekonomi masyarakat.

BACA JUGA: Musdes Sambik Bangkol Menetapkan Calon Pilkades PAW

Disampaikan bupati, pergerakan-pergerakan positif khususnya dalam bidang pertanian membantu Pemerintah mewujudkan peningkatan perekonomian daerah.

Tercatat, sektor pertanian Kabupaten Lombok Utara sangat berdaya saing tinggi hingga kancah nasional.

Terkait budidaya Madu Trigona, bupati mnghimbau agar masyarakat Dangiang konsisten melakkan budidaya.

“Kita kembali ke pertanian untuk memulihkan ekonomi kita. Sektor pertanian sangat berperan penting dalam peningkatan pembangunan daerah kita.” kata Bupati Djohan.

Kemudian disampaikan, budidaya Madu Trigona tersebut merupakan inovasi yang diharapakan dapat memotivasi generasi muda, dalam meningkatkan perkembangan perekonomian masyarakat secara individu maupun kelompok.

Bupati Djohan mengharapkan juga bagi generasi muda untuk tidak malu menggeluti bidang pertanian.

Sebab sektor pertanian terbilang lebih berpeluang meningkatkan strata ekonomi masyarakat.

Budidaya Madu Trigona terbilang mudah dalam pelaksanaannya, akan tetapi masih sedikit yang konsisten mengembagkan budidaaya madu itu.

Bupati Djohan Syamsu menghimbau agar para pelaku budidaya Madu Trigona serius dan konsisten melakukan budidaya tersebut.

Kemudian ditekankan juga agar lebih kreatif dalam mengemas produk dalam penjualan Madu Trigona nantinya.

BACA JUGA: Edukasi Keamanan Pangan yang Jadi Bahan Konsumsi

“Mari kita semua sungguh-sungguh dalam melakukan budidaya Madu Trigona, semoga bisa masuk ke pasar ekspor nantinya. Silahkan dijual mahal tapi dikemas lebih baik dan madunya harus original, jangan dicampur.” tutup Bupati Djohan.

Tampak hadir dalam peluncuran budidaya madu itu, Camat Kayangan, Kapolsek Kayangan, dan Kepala Dinas Pertanian Lombok Utara.

Han

 




Kirab Pataka NTB 2021, 63 Tahun Terbentuknya NTB

Kirab Pataka atau lambang daerah NTB tahun 2021 merupakan rangkaian refleksi terbentuknya NTB, apa yang sudah kita lakukan kegagalan dan keberhasilan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Optimisme terus menebarkan semangat di tengah situasi NTB yang sedang dilanda berbagai musibah, dilakukan dengan kirab lambang daerah atau Pataka NTB tahun 2021

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, H. L. Gita Ariadi, mengungkapkan semangat optimisme harus terus digalakkan, meski tiap tahun muncul berbagai musibah.

upacara dilakukannya Kirab Pataka

Dimulainya perjalanan Kirab Pataka

 

“Kita harus mampu selalu sesuai misi pertama, yakni NTB Tanggguh dan Mantap. Rakyat tetap Tangguh di tengah musibah yang terjadi, dan kita jadikan pelajaran,” kata Sekda.

Hal itu disampakan Lalu Gita usai melakukan upacara penyerahan Pataka NTB ke Kabupaten Bima yang dihadiri oleh seluruh Kepala OPD tingkat Provinsi NTB,  di Lapangan Bumi Gora NTB, Jum’at (10/12/21).

BACA JUGA: Sekda Dukung Program Duta Konservasi 100.000 Pohon

“Kita dilanda berbagai musibah, sejak tahun 2018 terjadi gempa bumi, tahun 2019 proses recovery, 2020 adanya wabah virus Covid-19, tahun 2021 tepatnya di akhir tahun pergantian cuaca terjadinya  banjir, longsor dan sebagainya,” tuturnya.

Miq Gite menceritakan, 63 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 1958 Provinsi Bali, NTB dan NTT resmi dibentuk melalui Undang – Undang Dasar No. 64 Tahun 1958.

“Hari Ulang tahun itu maknanya dua, adalah forum refleksi apa yang sudah kita lakukan kegagalan dan keberhasilan, kalau musibah bagaimana kiprah–kiprah kita dalam mengelola alam.

“Bencana ini terjadi apakah semata dari atas, atau ada kesalahan kita dalam mengelola alam,” kata Sekda.

Menurutnya, hal itu harus dijadikan bahan refleksi sekaligus bahan antisipasi kita terus berjalan ke depan.

“Bagaimana menyiapkapkan  diri untuk NTB Gemilang,” tuturnya.

BACA JUGA: Wagub Apresiasi 26 OPD Informatif di Pempov NTB

Kirab Pataka NTB merupakan rangkaian HUT NTB yang melambangkan kesatuan Kabupaten Kota sebagai bagian dari Provinsi NTB.

Miq Gite mengatakan, Kirap Pataka ke 63 akan menebarkan semangat optimisme di seluruh Kabupaten/Kota se – NTB.

“Kewilayahan NTB sebanyak 10 Kabupaten/Kota dan semangat optimisme harus membara di masyarakat NTB,” tutur Miq Gite.

Mas

 




Sekda NTB Dukung Program Duta Konservasi 100.000 Pohon

Program Duta Konservasi dengan kegiatan menanam 100.000 bibit pohon di hutan dan lahan kritis di Pulau Sumbawa, medidik generasi penerus untuk peduli lingkungan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Program “Lomba Duta Konservasi Tingkat Pelajar SMA/SMK, Gerakan Menanam 100.000 Pohon Se Pulau Sumbawa” akan dilaksanakan Dewan Pelaksana Geopark Nasional Tambora-SAMOTA Biosphere Reserve, yang bekerjasama dengan beberapa lembaga.

Di antaranya Dinas Dikbud Provinsi NTB, Dinas Dinas LHK Provinsi NTB, Dinas ESDM Provinsi NTB, BPDAS HL DMY NTB, BKSDA Provinsi NTB, Balai Taman Nasional Tambora, Kwarda Pramuka NTB, Pemkab/Pemkot Se Pulau Sumbawa, dan lai-lain.

Program Duta Konservasi melibatkan 80.000 siswa se Sumbawa Program Duta Konservasi se Sumbawa

Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Drs. H. Lalu Gita Aryadi, M.Si, mengapresiasi  dan mendukung kegiatan Lomba Duta Konservasi ini.

BACA JUGA: Bang Zul Bidik NTB Jasi Tuan Rumah PON XVIII

“Karena kegiatan tersebut sejalan dengan program Pemprov NTB yaitu NTB Hijau, NTB Asri,” kata Sekda .Diharapkan kegiatan ini menginspirasi untuk lebih menjaga lingkungan kita.

“Mendidik siswa SMA/SMK yang merupakan generasi penerus bangsa untuk peduli pada lingkungannya,” ujar Lalu Gita.

Sekda NTB menyampaikannya saat menyampaikan sambutan Rapat Koordinasi (Rakor) Lomba Duta Konservasi  via Zoom, Kamis (09/12/21)

Rakor yang diikuti 110 peserta ini dibuka secara resmi oleh Asisten II Setda NTB, Ir. Muhammad Husni, M.Si. Menghadirkan pemaparan dari Kepala Dinas LHK NTB, Ir. Madani Mukarom, B.Sc.F, M.Si, Kadis ESDM NTB melalui Ketua Pengda Ikatan Alumni Geologi (IAGI) NTB, Kusnadi, ST. M.Sc, Kepala Dinas Dikbud NTB yang diwakili Kabid Kebudayaan, Ahmad Fairuz Abadi, SH.

General Manager Dewan Pelaksana Geopark Nasional Tambora-SAMOTA Biosphere Reserve, Ir. Hadi Santoso, ST, MM, IPM menjelaskan, kegiatan yang direncanakan akan berlangsung pada pertengahan bulan Desember 202.

Kegiantannya  menanam 100.000 bibit pohon di hutan dan lahan kritis di Pulau Sumbawa, sesuai peta dari Balai KPH/Dinas LHK NTB.

Penanaman pohon ini melibatkan 80.000 an siswa SMK/SMA se Pulau Sumbawa.

BACA JUGA: Gerak Cepat Gubernur Zul Tindaklanjuti Banjir di Dompu

Kegiatan ini non budgeting APBD/APBN. Jadi agar sukses akan memaksimalkan kolaborasi dengan instansi terkait.

“Kami meminta bibit pohon kepada BPDAS HL DMY NTB. Sementara, penanaman kita akan melibatkan Siswa SMK/SMAN se Pulau Sumbawa dengan system Lomba Duta Konservasi. Dimana siswa bukan hanya menanam, tapi wajib merawat pohonnya selama empat bulan,” jelas Hadi.

Mas

 




Bang Zul Bidik NTB Jadi Tuan Rumah PON XVIII

Membidik untuk bisa menjadi tuan rumah PON XVIII, Gubernur Zul akan berkoordinasi dengan KONI NTB dan KONI Bali, guna mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan

MATARAM.lombokjournal.com ~ Atlet NTB diharapkan berprestasi pada Cabang Olahraga (Cabor) unggulan, agar upaya Gubernur NTB, H. Zulkiflimansyah membidik NTB sebagai tuan rumah PON XVIII yang akan datang bersama provinsi Bali, bisa terwujud.

Dan untuk berpestasi itu, Gubernur menginginkan atlet NTB mengikuti Cabor yang sifatnya tehnik.  Kalau mengikuti cabor yang menguras tenaga itu membuat Atlet NTB minim prestasinya.

Mewujudkan NTB jadi tuan rumah PON XVIII
Gubernur H Zulkiefimansyah

Upaya Gubernur Zul membidik jadi tuan rumahPON XVIII

Gubernur Zul mengatakan, untuk bisa menjadi tuan rumah PON XVIII akan berkoordinasi dengan Koni NTB dan Koni Bali, guna mempersiapkan langkah-langkah yang akan dilakukan.

BACA JUGA: Wagub NTB Apresiasi 26 OPD Informtif di Pempprov NTB 

“Sehingga nanti bisa konpetitif dengan provinsi lain yang tentunya sangat tertarik menjadi tuan rumah,” ucap Bang Zul sapaan akrab Gubernur NTB.

Hal itu disampaikan gubernur pada pembukaan sosialisasi Perpres no 86 tahun 2021 tentang Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), di Grand Imperial Ballroom Mataram, Kamis (09/12/21).

Menanggapi keinginan gubernur itu, Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Zainudin Amali mengatakan, harus mulai dari sekarang mempersiapkan prestasi atlet yang baik.

Serta stakeholder yang ada di NTB harus mendukung keinginan tersebut. Terlebih suksesnya penyelenggaraan harus dibarengi dengan prestasi yang membanggakan juga.

Sebelumnya, Zainudin Amali menjelaskan tujuan dan fungsi DBON yang kini sudah ada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2021. Ia menyebut lahirnya DBON ini karena dipandang perlu mengenai arah kebijakan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional.

“Tujuan desain besar olahraga nasional yaitu meningkatkan budaya olahraga di masyarakat,” katanya.

BACA JUGA: Korban Jiwa Bencana Banjir di Batu Layar Terima Santunan

Lebih lanjut, Menpora ingin desain besar olahraga nasional menjadi pedoman bagi semua pihak dalam pelaksanaannya.

Ditegaskan, sejauh ini pembinaan olahraga belum terdesain dengan baik. Dengan lahirnya DBON, diharapkan prestasi olahraga di Tanah Air dapat tercipta dengan baik.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Deputi Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta rombongan, Rektor Undikma Mataram, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga NTB serta para peserta sosialisasi, dan tamu undangan lainnya.

Mas