Meski Capaian lima pilar STBM di NTB terus meningkat tapi pemilahan sampah masih menjadi PR jika tidak ada kesadaran pentingnya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat
MATARAM.lombokjournal.com ~ Capaian lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di semua kabupaten kota se-NTB rata-rata mengalami peningkatan.
Ini berdasarkan rilis data dari Dinas Kesehatan Provinsi NTB tahun 2021.
Peningkatan itu bisa diihat dari perilaku kesadaran masyarakat buang air besar, mencunci tangan, pengelolaan air minum dan pengolahan limbah cair rumah tangga sudah semakin baik.
Namun kesadaran membuang dan memilah sampah dari rumah masih rendah.
Padahal, Wakil Gubernur NTB, H. Sitti Rohmi Djalillah menekankan, membuang dan memilah sampah dari rumah dibutuhkan kesadaran yang masif dari masyarakat, dan tentu semua pihak.
Menurutnya, persoalan sampah akan terus menjadi PR jika tidak dilakukan atas dasar kesadaran, bagaimana pentingnya menjaga dan mewujudkan lingkungan bersih dan sehat.
“Meski begitu, kita tidak boleh menyerah dan merasa bosan untuk terus mengedukasi masyarakat agar memilah dan membuang sampah dengan baik,” harap Wagub.
Ia mengataannya saat memimpin rapat Terkait 5 Pilar NTB Hijau dan Bersih, di Aula Pendopo Wagub, Selasa (21/12/21).
Wagub Hj Sitti Rohmi
Menurut Ummi Rohmi sapaan akrabnya, pengolahan dan pemilahan sampah menjadi fokus pemerintah Provinsi NTB. Ini diperkuat melalui program unggulan NTB yaitu Zero Waste.
Program Zero Waste adalah upaya pemerintah mendorong masyarakat masyarakat mewujudkan hidup sehat dan lingkungan yang bersih,
“Apalagi sebentar lagi event MotoGP akan digelar di NTB. Saya berharap Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) berkoordinasi dengan Kepala Desa yang berada di sepanjang jalan bypass dari Mataram sampai KEK Mandalika, harus bersih dari sampah dan ditanami pohon-pohon,” harapnya.
Kepala Dinas Kesehatan · dr. H. Lalu Hamzi Fikri mengatakan, lima pilar STBM di NTB terus meningkat.
Sedangkan pilar pertama rata-rata sudah memenuhi target di seluruh kabupaten kota se-NTB. Adapun Lima (5) Pilar STBM yaitu pilar pertama, stop buang air besar sembarangan. Kedua, cuci tangan dengan air menggunakan sabun. Ketiga, pengolahan air minum aman. Keempat, pengelolaan sampah rumah tangga, dan kelima adalah pengelolaan limbah cair rumah tangga.
“Dari semua lima pilar tersebut, masalah pemilahan sampah menjadi PR besar. Sedangkan pilar lainya, alhamdulillah sudah memenuhi syarat dan target rata-rata,” ungkapnya.
Dijelaskannya, kabupaten/kota yang berhasil mencapai target dari lima pilar STBM tersebut adalah Kabupaten Sumbawa barat yang berhasil mencapai 100 persen dari pilar pertama hingga pilar kelima.
Kota Mataram mencapai 100 persen pilar pertama, 80,80 persen pilar kedua, 82,59 persen pilar ketiga, 69,15 persen pilar keempat dan 82,01 persen pilar kelima.
Lombok barat mencapai 100 persen pilar pertama, 100 persen pilar kedua, 80,56 pilar ketiga, 52,73 pilar keempat dan 76,80 persen pilar kelima. Lombok tengah mencapai 100 persen pilar pertama, 81,61 persen pilar kedua, 81,32 pilar ketiga, 60,42 pilar keempat dan 78,21 persen pilar kelima.
Sedangkan Lombok Timur mencapai angka 98,99 persen pilar pertama, 78,94 persen pilar kedua, 64,57 persen pilar ketiga, 72,37 persen pilar keempat dan 69,14 persen pilar kelima. Lombok Utara mencapai 96,44 persen pilar pertama, 81,11 persen pilar kedua, 81,71 persen pilar ketiga, 57,53 persen pilar keempat dan 80,34 persen pilar kelima.
Sementara Kabupaten Sumbawa mencapai angka 95,46 persen pilar pertama, 82,32 persen pilar kedua, 82,63 persen pilar ketiga 49,78 persen pilar keempat dan 81,61 persen pilar kelima. Dompu mencapai angka 94,81 persen pilar pertama, 85,01 persen pilar kedua, 83,14 persen pilar ketiga, 64,28 persen pilar keempat dan 75,16 persen pilar kelima.
Kabupaten Bima mencapai angka 95,56 persen pilar pertama, 80,07 persen pilar kedua, 80,41 persen pilar ketiga, 52,85 persen pilar keempat dan 71,25 persen pilar kelima. Kota Bima mencapai angka 91,42 persen pilar pertama, 84,19 persen pilar kedua, 84,01 persen pilar ketiga, 68,26 persen pilar keempat dan 81,68 persen pilar kelima.
“Bahkan Provinsi NTB akan memberi reward kepada kabupaten kota yang berhasil mencapai target dalam mewujudkan lima pilar STBM,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, turut hadir Anggota DPRD NTB, HM Khairul Rizal, Kadis LHK NTB, Kepala dinas Dikbut, Kepala Bappeda NTB, Kabid Kesmas Dikes,Kabid PSPP Dinas LHK, Kepala Balai TPA Kebon Kongok, Dirut PT GNE.
Ikp
Musda Partai Demokrat NTB, Indra Jaya Usman Kalahkan Sukiman
Dalam penyelenggaraan Musda Partai Demokrat Nusa Tenggara Barat (NTB), Indra Jaya Usman mengantongi suara dukungan tujuh DPC, sedang Sukiman hanya didukung empat DPC
MATARAM.lombokjournal.com ~ Penyelenggaraaan Musda IV Partai Demokrat Provinsi NTB, Selasa (21/12/21) berakhir dengan kemenangan Indra Jaya Usman Putra, mengungguli rivalnya Sukiman Azmy.
Indra Jaya Usman Putra atau IJU mengantongi tujuh suara, rivalnyanya Sukiman hanya menangguk empat suara.
Dari informasi di arena Musda Partai Demokrat, Sukiman Azmy mendapat tambahan suara kembali dari pelaksana tugas (Plt) DPC Demokrat Lombok Timur.
Itu berarti Sukiman meraih dukungan dari DPC Kabupaten Bima, Kota Mataram, dan suara DPD milik Mahally Fikri.
Namun demikian pula dengan IJU, turut mendapat tambahan satu suara dari DPC Demokrat Kabupaten Lombok Utara.
Tujuh suara IJU berasal dari DPC Partai Demokrat Lombok Tengah, Lombok Barat, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kota Bima.
“Silahkan ditanyakan saja ke Ketua Panitia Musda Pak Mahsan informasi ini,” kata seorang sumber, Selasa ( 21/12/21 )
Sebelumnya, Ketua BOKK DPP Partai Demokrat Herman Khaeron mengatakan, setelah melakukan verifikasi nanti, ditetapkan calon untuk dilaksanakan fit and proper test.
“Ini (musda) ini ajang konsolidasi, harmonisasi, dan ruang rekonsiliasi,” katanya.
Musda dipercepat, kata dia, karena ada percepatan pilpres dan pileg di tahun 2024. Setelah musda akan dilanjutkan muscab.
“Terima kasih kepada Pak Mahally memimpin baik dan husnul khatimah,” katanya.
Baik IJU maupun Sukiman akan menyerahkan materi terkait visi dan misi. Paparan tersebut akan disampaikan kepada Ketua Umum, Sekretaris Jendral, dan Ketua BPOKK.
Nanti akan ditanyakan juga bekal pengalaman, kemampuan, dan strategi. Supaya di 2024 Partai Demokrat meraih kemenangan di NTB.
“Menyerahkan materi, nanti akan diperdebatkan di fit dan proper test,” tutupnya.
Me
Pertama Kali, Pilkades PAW di Samba Tertib dan Damai
Penyelenggaraan Pilkades PAW merupakan yang pertama berlangsung di Kabupaten Lombok Utara, yang berlangsung demokratis, aman, tertib dengan menerapkan prokes
GANGGA,KLU.lombokjournal.com ~ Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Sambik Bangkol (Samba), Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU), berlangsung demokratis, aman dan tertib dengan mematuhi protokol kesehatan.
Ketua BPD Samba, Madhan S.PdI mengungkapkan itu usai pelaksanaan Pilkades PAW di Aula Bale Desa setempat, Senin (20/12/21).
“Di Lombok Utara baru Desa Samba yang melaksanakan Pilkades PAW. Tadi berlangsung secara demokratis, aman, tertib dan damai dengan mematuhi prokes,” kata Madhan kepada awak media ini.
Pilkades PAW Desa Samba digelar karena kekosongan jabatan sejak Kepala Desa definitif berhalangan tetap karena meninggal dunia.
Diterangkan Madhan, proses Pilkades PAW berbeda dengan Pilkades reguler.
Pasalnya, pemilih yang berhak memberikan suara bukan seluruh warga melainkan unsur keterwakilan. Persyaratan calon kades yang akan mengikuti kontestasi, sama dengan persyaratan Pilkades pada umumnya.
Pelaksanaan demokrasi di Pilkades PAW ini, tuturnya, berlangsung berkat adanya dukungan dan dorongan aspirasi masyarakat desa setempat.
“Proses pelaksanaannya terbuka, transparan, demokratis dan bisa dipertanggungjawabkan. Banyak warga hadir menyaksikan. Mereka cukup antusias,” tutur Ketua BPD Samba dua periode itu.
Hampir senada Ketua Panitia, Sukiyadi, S.Pd, mengatakan ,dalam proses pemilihan pihak panitia mengedepankan arahan dari Satgas Covid-19 KLU mengingat kondisi sekarang masih dalam suasana Pandemi.
Pemilihan berlangsung lancar dan kondusif, proses-proses tahapan bisa diikuti dengan baik sesuai Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu.
Dalam pelaksanaannya, Pilkades PAW ini berhasil mengantarkan Sajudin sebagai Kades Terpilih mengalahkan rivalnya Asiah (H. Ropii).
Kandidat dengan nomor 2 tersebut berhasil mengantongi dukungan 65 suara, mengungguli kandidat nomor urut 1 yang harus puas dengan perolehan 34 suara.
“Alhamdulillah kegiatan pilkades PAW Desa Samba berjalan aman, lancar, dan hasilnya bisa diterima semua pihak. Berjalan mulus tanpa adanya gugatan dari calon maupun pendukung yang kalah,” jelas Sukiyadi.
Menurutnya, panitia memberi apresiasi tinggi kepada peserta musdes karena keterwakilan unsur hadir 100 % menyalurkan hak suara.
Pasalnya, panitia dan para pihak kompak menjaga keamanan di masing-masing dusun sehingga dapat berjalan lancar, kondusif, dan damai.
“Penetapan Kepala Desa terpilih berdasarkan perolehan suara sah terbanyak. Insya allah akan kita laksanakan nanti pada hari Kamis, 23 Desember 2021,” kata Sukiyadi.
Terpisah, Penjabat Kepala Desa Samba, Sarjono, S.I.Kom menuturkan, Pilkades sistem PAW ini merupakan hal yang baru. Dilaksanakan sIstem PAW setelah disahkannya UU nomor 6 tahun 2014, serta diperjelas dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 pada pasal 45.
Di wilayah KLU, Pilkades PAW diterapkan pertama kalinya di Desa Samba. Sedangkan tiga belas desa lainnya di Lombok Utara, melaksanakan Pilkades reguler serentak.
Keberhasilan kegiatan Pilkades PAW itu menunjukkan kesuksesan warga masyarakat Desa Samba. Kesuksesan ini bisa menjadi contoh bagi desa-desa lainnya di KLU pada masa mendatang.
“Pengamanan Pilkades dari unsur Polri, TNI, Satpol PP dan Linmas masing-masing desa. Artinya, suksesnya pilkades ini berkat kerja keras dan tungkus lumus seluruh lapisan masyarakat. Pendeknya ikhtiar kita semua dan tentu pula yang utama berkat rahmat Allah SWT,” jelas Sarjono.
Pesta demokrasi Pilkades PAW Samba tersebut dihadiri Kepala DP2KBPMD Ir. Hermanto, Camat Gangga, Kariadi, SP, Kabid PADes Martha Efendy, Kapolsek Gangga, IPTU Remanto beserta jajarannya, unsur Pol PP, Kasi Pemerintahan Kecamatan Gangga, Vidi Eka Kusuma, SIP, M.Si, Kasi PMD Kecamatan Gangga, Samsul Bahri, S.Sos., MM, Ketua dan anggota BPD, Pj Kepala Desa dan seluruh Perangkat Desa Samba, kedua calon dan pendukungnya, dan para tokoh Desa setempat serta sejumlah warga se-Desa Samba.
Sar
Pilkades Serentak Berlangsung Hari Selasa di 13 Desa KLU
Pelaksanaan Pilkades Serentak di Kabupaten Lombok Utara dinilai sudah berjalan demokratis aman dan terkendali, berkat dukungan masyarakat desa
TANJUNG.lombokjournal.com ~Kabupaten Lombok Utara sudah melangsungkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di 13 Desa, Selasa (21/12/21), satu di antaranya melalui proses Pergantian Antar Waktu (APAW), yaitu Desa Sambil Bangkol.
Kadis DP2KBPMD Kabupaten Lombok Utara, Ir Hermanto mengatakan, pelaksanaan PWA itu sendiri berjalan lancar dan demokratis.
Hermanto ketika ditemui wartawan media ini saat mengikuti mengikuti Zom Meeting di Aula Rapat Vitcon Kantor Bupati hari Selasa pagi menambahkan, proses PWA maupun Pilkades secara langsung hari ini berjalan lancar, berkat dukungan dan dorongan aspirasi masyarakat desa setempat.
Secara spesifik Hermanto terkait PAW Desa Sambil Bangkol menyampaikan penilaian.
“Proses pelaksanaannya terbuka, transparan, demokratis dan bisa dipertanggungjawabkan. Banyak warga hadir menyaksikan. Mereka cukup antusias,” sebutnya.
Ia menambahkan dalam proses pemilihan pihak panitia mengedepankan arahan dari Satgas Covid-19 KLU mengingat kondisi sekarang masih dalamsuasana pandemi.
Pemilihan berlangsung lancar dan kondusif, proses-proses tahapan bisa diikuti dengan baik sesuai Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu.
Dalam pelaksanaannya, Pilkades PAW ini berhasil mengantarkan Sajudin sebagai Kades Terpilih mengalahkan rivalnya Asiah (H. Ropii). Sementara kandidat dengan nomor 2 berhasil mengantongi dukungan 65 suara, mengungguli kandidat nomor urut 1 yang harus terima dengan perolehan 34 suara.
Di tengah berlangsungnya Pilkades, Direktorat Jendral Bina Pemerintahan Desa melalui Zoom Meeting Video Conference di ruang rapat Vitcon.
Acara Video Conference itu diikuti Plt. Sekda, Anding Dwi Cahyadi, S.STP, Kapolres Lombok Utara, Dandim 1606 Lobar, Unsur Satuan Tugas Covid 19, Kabag Hukum Setda, Kabag Pemerintahan Setda, Kadis Diskominfo, Camat Se KLU, Unsur Satgas Covid 10 Kecamatan, Panitia Perwakilan Pilkades Kabupaten, Perwakilan Panitia Pemilihan Desa Sokong dan Desa Segara Katon Kabupaten Lombok Utara.
Plt. Sekda KLU,Anding Dwi Cahyadi menyampaikan, pelaksanaan Pilkades Serentak berjalan lancar dan dalam pengawasan ketat dari semua pihak.
Dijelaskan Anding Cahyadi, Bupati Lombok Utara turut serta dan langsung ke beberapa TPS untuk memantau secara langsung pelaksanaan Pilkades serentak di wilayah Kabupaten Lombok Utara.
Menurutnya, semua berjalan demokratis, aman dan terkendali. Ia berharap mudah-mudahan para calon Kepala Desa terpilih adalah yang terbaik untuk Desa masing masing dan umumnya untuk warga Kabupaten Lombok Utara.
@ng
Wagub Hj. Sitti Rohmi: Digitalisasi Kunci Era Industri 4.0
Digitalisasi merupakan keharusan, karena Di zaman industri 4.0 yang bahkan sebentar lagi masuk ke 5.0, yang dibutuhkan penyesuaian dari segi kompetensi
MATARAM.lombokjournal.com ~ Digitalisasi merupakan kunci utama untuk menjadi semakin inovatif pada era Revolusi Industri 4.0.
Wagub Hj Sitti Rohmi
Hal tersebut diungkapkan Wakil Gubernur Provinsi NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XXXI 2021/2022 Program S-1 Institut Agama Islam Hamzanwadi (IAIH) NW Pancor, Senin (20/12/21).
“InsyaAllah semua setelah ini harus menjadi semakin inovatif agar bisa mengisi pasar kerja. Di zaman industri 4.0 yang bahkan sebentar lagi masuk ke 5.0, kita sangat dibutuhkan untuk menyesuaikan diri dari segi kompetensi, sehingga digitalisasi merupakan suatu keharusan,” jelas WaGUB..
Ummi Rohmi sapaan akrabnya juga mengucapkan terimakasih kepada IAIH atas kontribusinya dalam menghasilkan lulusan-lulusan yang memberikan kiprah terbaik bagi Provinsi NTB dan Indonesia.
“Saya atas nama Pemerintah Provinsi NTB mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga kepada IAIH NWDI Pancor atas kontribusinya selama ini menghasilkan lulusan yang memberikan kiprah terbaik bagi NTB dan Indonesia. Selamat kepada seluruh wisudawan/ti dan juga orang tua,” ucapnya.
Sebagai informasi, IAIH NW Pancor meluluskan sebanyak 376 wisudawan/ti yang terdiri 226 wisudawan/ti dari Fakultas Tarbiyah, 124 dari Fakultas Syari’ah, dan sebanyak 26 wisudawan/ti dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Terakhir, Ummi Rohmi juga berpesan kepada seluruh wisudawan/ti agar terus bekerja keras dalam mencari peluang, tidak hanya peluang yang ada di NTB tetapi juga peluang di Indonesia bahkan dunia.
“Mari kita kerja keras untuk mencari peluang dimana kita bersinar. Jangan hanya peluang yang ada di NTB, tapi di Indonesia bahkan di dunia. InsyaAllah kalau semua kita penuhi, tidak ada yang bisa menghalangi kita untuk maju. Semoga Allah memudahkan jalan kalian untuk meraih cita-cita,” tutup Ummi Rohmi.
Sementara itu, Rektor IAIH NW Pancor, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, MA, turut menyampaikan pesan dan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, hari ini ada 376 wisudawan/ti. Dari Fakultas Tarbiyah 226 orang, Syari’ah 124 orang, dan Fakultas Dakwah 26 orang,” jelas TGB.
Nano
Peringati Hari Ibu, TP PKK NTB Gelar Kebugaran Lansia
Kegiatan untuk menjaga kesehatan kaum perempuan baik yang sudah lansia maupun pra lansia digelar TP PKK NTB guna menyemarakkan peringatan Hari Ibu
MATARAM.lombokjournal.com ~ Kegiatan untuk menjaga Kebugaran Lansia dan Pra Lansia digelar TP. PKK Nusa Tenggara Barat (NTB) di lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB, Minggu (19/12/21).
Kebugaran iansia diselenggarakan untuk memperingati Hari Ibu ke 93.
Kebugaran Lansia dan Pra Lansia merupakan langkah awal untuk menjaga kesehatan para kaum perempuan baik yang sudah lansia maupun pra lansia. Terutama untuk tetap menjaga kesehatan tulang dalam melakukan aktivitas setiap harinya.
Hal itu disampaikan Ketua TP.PKK Prov. NTB diwakili Ketua 1 TP. PKK Provinsi NTB, Ir. Hj. Lale Prayatni di tengah-tengah kegiatan.
“Kesehatan tulang banyak dikeluhkan oleh ibu-ibu ketika menjelang hari tua. Untuk menjaga tulang tetap kuat, kita akan terus melakukan kegiatan kebugaran dengan senam dan olahraga,” ungkapnya, yang juga Ketua KLPLI Nusa Tenggara Barat.
Kebugaran Lansia dan Pra Lansia Indonesia (KLPLI) merupakan wadah pemersatu Lansia dan pra Lansia untuk dapat hidup sehat dan bugar melalui olahraga.
KLPLI di Provinsi NTB sendiri telah dibentuk sejak tanggal 21 November 2021 lalu.
Kegiatan kebugaran Lansia dan pra Lansia diikuti semua organisasi yang tergabung di BKOW, TP. PKK, DWP, Dharma Pertiwi, Bayangkari, KLP Senam, Jalasenastri, Pya Argarini, Al Hidayah, IIDI dan ditutup dengan pembagian doorprize dan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Prov NTB, RSUP NTB dan Prodia.
Ikp
Penyampaian Visi Misi Calon Kades PAW Samba 2021
Penyelenggaraan musdes penyampaian visi misi calon, tujuannya agar warga Samba mengetahui pandangan calon dalam membangun desa setempat ke depan.
GANGGA,KLU.lombokjournal.com ~ Menjelang tiga hari musyawarah desa (musdes) pemilihan Kepala Desa PAW Samba, Panitia menggelar musdes penyampaian visi misi calon Kepala Desa Sambik Bangkol (Samba) Kecamatan Gangga Kabupaten Lombok Utara (KLU), dipusatkan di aula Kantor Desa setempat, Sabtu (18/12/21).
Musdes penyampaian visi misi calon itu dihadiri Sekretaris Camat Gangga I Wayan Kartini, Kapolsek Gangga IPTU Remanto beserta jajarannya, Ketua BPD beserta anggota, Penjabat Kepala Desa Samba Sarjono, Ketua Panitia beserta anggota, kedua calon (Sajudin dan HM Ropi’i/Asia) serta para pendukung dari kedua calon.
Ketua Panitia Pilkades Sukiyadi mengungkapkan, pihaknya menyelenggarakan musdes penyampaian visi dan misi calon, agar warga Samba yang hadir mengetahui langsung pandangan calon dalam membangun desasetempat ke depan.
Itulah dasar pemikiran, kata Sukiyadi, kenapa panitia menghadirkan para calon.
“Mereka berdua putra terbaik Samba, terlihat kompak dan bersatu. Ini menunjukkan kedua calon tetap komit, bahu-membahu dan bergandengan mengejar takdir. Menang kalah lumrah dalam berdemokrasi, tetap menjaga kerukunan, persatuan dan kesatuan demi kedamaian pelaksanaan pilkades ini,” katanya.
Pihaknya bahkan ingin forum penyampaian visi misi sebagai medium bagi masyarakat Samba berkumpul bersama-sama antara pendukung yang satu dengan pendukung yang lain.
Kedua calon bisa duduk dan berdampingan bersama yang disaksikan oleh semua pendukung.
“Warga yang hadir sumringah. Tentu kedua calon punya karakter yang berbeda dan itu menjadi ciri khas dari seorang pemimpin. Tidak bisa disamakan antara pemimpin satu dengan pemimpin yang lain. Semoga apa (visi misi- red) yang mereka sampaikan nanti jika terpilih mampu dilaksanakan,” harap Sukiyadi.
Calon Kades Sajudin S.Sos memaparkan visi misi antara lain tercapainya tata kelola pemerintahan desa yang baik dan bersih, guna terwujudnya kehidupan masyarakat Desa Sambik Bangkol yang tentram aman dan damai.
Visi tersebut diterjemahkan ke dalam misi, yaitu melanjutkan program program yang telah tertuang di RPJM Desa Samba yang belum terselesaikan.
Menyelenggarakan urusan pemerintahan desa secara terbuka, transparan, dan bertanggung jawab sesuai dengan perundang-undangan. Mengedepankan masyarakat untuk mencapai mufakat dalam mengambil kebijakan dengan meminta pendapat multi pihak.
Sementara Asiah memaparkan visi terciptanya Desa Sambik Bangkol yang maju, mandiri, aman, dan sejahtera, dengan tujuh misi yaitu mewujudkan pemerintahan desa yang jujur, adil, dan bermanfaat dengan pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.
Yakni mengedepankan kejujuran dan musyawarah mufakat; meningkatkan profesionalitas; mewujudkan sarana dan prasarana yang kurang memadai; mewujudkan perekonomian dan kesejahteraan warga desa; meningkatkan kehidupan desa yang dinamis dalam segi kegamaan dan kebudayaan; serta meningkatkan ketertiban dan keterampilan serta ketentraman warga desa.
Kemudian , Penjabat Kepala Desa Sarjono, dalam momen tersebut menegaskan, sistem pemilihan di Desa Samba dengan pergantian antar waktu yang hanya melanjutkan sisa masa jabatan Kepala Desa yang diganti.
Sistem PAW itu, lanjutnya, untuk Lombok Utara pertama diterapkan di Desa Samba. Wajib pilihnya ditentukan berdasarkan unsur perwakilan dari 14 dusun.
Setiap dusun diwakili berbagai unsur baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, kelompok perempuan, kelompok nelayan serta unsur-unsur yang lainnya.
“Perlu kami sampaikan bahwa pemilihan kepala desa di Samba dengan sistem PAW pertama kali di Lombok Utara khususnya di Kecamatan Gangga. Haruslah melahirkan kesan baik dengan indikator kesuksesan baik sukses penyelenggaraan maupun sukses hasil (terpilihnya kades-red) sesuai harapan warga,” jelasnya.
Diterangkan pula, visi misi menjadi parameter penting memilih calon yang berkompetisi dalam kontes Pilkades PAW tersebut.
Hendak dibawa kemana Samba ke depan tergantung dari visi misi yang diusung kemudian diterjemahkan ke dalam program kerja nyata oleh calon jika mendapat kepercayaan masyarakat memimpin Samba.
“Para pemilih PAW dari perwakilan 14 dusun. Merekalah yang berhak memilih pada musdes tanggal 20 Desember nanti. Kenapa melalui pola musyawarah karena itu roh dari PAW. Tradisi baik bangsa kita. Mari bersatu untuk Samba Berkah ke depan,” pungkas Sarjono.
Sar
Legenda Sepakbola NTB Diajak Rembuk Majukan Klub Profesional
Para legenda sepakbola NTB mengapresiasi LFC sebagai embrio lahirnya klub sepakbola professional NTB, karena menghargai para pemainnya
MATARAM.lombokjournal.com ~ -Manajemen Lombok Football Club (LFC) mengundang para legenda sepakbola NTB, untuk urun rembuk bagi kemajuan klub profesional di NTB dan untuk kemajuan industri sepakbola Lombok dan Bumi Gora.
Presiden LFC, H. Bambang Kristiono, SE (HBK) hadir langsung dalam silaturahmi yang berlangsung di salah satu hotel di Mataram, Sabtu (18/12/21) malam.
HBK bersama Juru Bicara LFC; Menghargai Pemain
“Manajemen LFC ingin mendapatkan saran, masukan berkaitan dengan persepakbolaan NTB. Secara khusus terkait kiprah klub sepakbola profesional LFC di masa mendatang,” kata HBK yang mengawali sambutannya dengan ucapan terima kasih.
Di hadapan para legenda sepakbola Bumi Gora tersebut, HBK memaparkan secara singkat sejarah lahirnya LFC.
Klub ini hanya dipersiapkan dalam waktu tiga bulan. Namun, dengan persiapan yang begitu mepet, tapi LFC sudah mampu berbicara banyak di ajang Liga 3 NTB yang saat ini masih bergulir.
Saat ini, LFC berada pada posisi empat di klasemen sementara. Dia menyebut, secara teknis, perjalanan LFC di Liga 3 mulai terjal setelah kalah oleh PS Mataram.
Kala itu, LFC tidak mampu mempertahankan keunggulan, banyak membuang peluang, dan akhirnya harus takluk dengan skor tipis oleh gol di injury time.
Apapun hasilnya, HBK menekankan, dirinya sangat bangga pada seluruh pemain, pelatih, dan manajemen LFC.
Seperti yang sudah disampaikannya, apa pun posisi LFC di klasemen akhir Liga 3 tahun ini, tak akan mengubah kebanggaanya pada klub.
Manakala LFC tidak lolos ke puratarn nasional Liga 3, LFC akan menggunakan seluruh sumber daya dan finansial yang dimilikinya untuk menyiapkan infrastruktur dan fasilitas klub. Juga akan digunakan untuk menyejahterakan para pemain.
HBK yang kini menjabat Wakil Ketua Komisi I DPR RI ini menceritakan, alasannya membangun klub sepakbola profesional di NTB.
Politisi Partai Gerindra ini memiliki mimpi besar untuk persepakbolaan NTB. Dia ingin ada klub di NTB yang tidak hanya jago kandang. Namun, mampu bertarung di level nasional.
“Saya ingin ada klub NTB yang jagonya hanya di kandang. Tapi begitu bertanding ke luar NTB, terus kena pembantaian lawan. Atau menyerah kalah karena nggak sanggup melanjutkan perjuangan,” kata HBK.
Alasan kedua, NTB ini dikenal sebagai daerah dengan banyak talenta-talenta muda sepakbola yang handal. Bukan hanya sekarang, tapi sejak dulu NTB ini sudah dikenal begitu.
Namun, di balik banyaknya talenta-talenta muda penuh bakat tersebut, belum ada klub dari NTB yang bisa berbicara di level nasional.
HBK menuturkan, bagaimana dirinya tahu, sejumlah klub ternama di tanah air, datang belanja pemain ke NTB. Ada Persisam Samarinda, Sulud United, Perseden, dan banyak yang lainnya.
Bahkan ada klub papan atas tanah air yang pernah menjadi kampiun Liga Indonesia, yaitu Bali United banyak merekrut pesepakbola-pesepakbola NTB.
Karena itu, HBK ingin talenta-talenta muda dari NTB itu kemudian tidak disia-siakan. Tentunya harus dimulai dengan lahirnya klub sepakbola profesional di Bumi Gora.
HBK juga menceritakan, dirinya jenuh karena banyak masyarakat NTB yang mencurahkan energi dirinya hanya untuk bicara politik di media sosial mereka.
Kepala Daerah yang baru menjabat setahun saja, sudah sibuk dibicarakan siapa-siapa penggantinya. Dia ingin, energi masyarakat tersebut, lebih diarahkan kepada hal-hal yang bersifat produktif.
Salah satunya adalah mengarahkan energi tersebut untuk kemajuan industri sepakbola di NTB, karena peluang untuk mengangkat nama besar NTB lewat olahraga sepakbola itu sangatlah besar.
“Jadi, jangan ladi ada yang menilai kalau Pak HBK bikin klub ini karena mau jadi Gubernur. Itu bukan prioritas langkah politik saya,” kata HBK menegaskan, yang disambut tepuk tangan hadirin yang hadir.
Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara LFC Rannya Agustyra Kristono mengungkapkan, jika LFC hadir untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat yang terserak di Pulau Lombok ini, apa pun latar belakangnya.
Berbeda profesi, berbeda etnis, berbeda keyakinan, seluruhnya ingin disatukan dengan memiliki kebanggaan yang sama atas kecintaan pada sepakbola dan Klub LFC.
Rannya mengaku, kiprah dirinya dalam manajemen sebuah klub sepakbola memang masih hijau. Namun, bukan berarti tidak memiliki persentuhan dengan sepakbola.
Rannya selama ini tinggal di Inggris, menempuh studi di sana. Dia banyak melihat langsung praktik-praktik pengelolaan sebuah klub sepakbola kelas dunia.
Rannya bahkan menceritakan hal yang tidak banyak tahu. Kalau di keluarganya, menyukai klub sepakbola dengan pilihan yang berbeda.
Bagaimana ayahandanya, HBK, yang sangat menggilai klub sepakbola Chelsea. Lalu dirinya yang gandrung pada Manchester City, dan sang ibunda yang justru sangat mengidolakan Manchester United.
“Jadi kalau dalam hal sepakbola, di dalam keluarga kami sendiri, dinamikanya luar biasa sekali, kita bisa argue habis-habisan untuk membela pilihan klubnya sendiri-sendiri,” ungkap Rannya sambil tertawa geli.
Dia memastikan, evaluasi internal dan eksternal secara menyeluruh akan dilakukan manajemen LFC sebagai langkah persiapan untuk menyambut kompetisi di tahun berikutnya.
Dan pertemuan dengan para legenda sepakbola NTB tadi malam, adalah bagian dari evaluasi tersebut.
Tanggal 23 Desember ini, HBK juga akan pulang dulu ke Jakarta bersama Manajer Tim Nouvar Furqoni Parinduan, dan Direktur Tehnik Anang Zulkarnain untuk ketemu petinggi PSSI sambil menjajagi beberapa calon pelatih yang akan dihire LFC.
Apresiasi Legenda Sepakbola NTB
Pada kesempatan tersebut, para legenda sepakbola NTB menyampaikan apresiasi, harapan, dan kebanggaannya pada HBK yang telah membangun klub LFC di NTB.
Haji Imron, salah satu legenda sepakbola NTB mengutarakan keyakinannya, jika tahun depan LFC akan keluar sebagai juara.
“Apa yang dilakukan LFC, sangat penting untuk memajukan dunia sepakbola NTB,” katanya.
Imron mengungkapkan, belum ada satu pun klub di NTB sekarang ini yang menggelar training center (TC) untuk persiapan menghadapi liga.
Dia tahu hal tersebut, karena tidak semua klub memiliki kesiapan finansial. Baru-baru ini hanya LFC saja yang telah melakukannya.
Kondisi seperti ini bahkan tidak hanya terjadi sekarang, semenjak dahulupun keadaannya begitu. Dia memberi contoh misalnya, bagaimana untuk pra PON saja di era tahun 1984, Imron yang menjadi bagian dari skuad sepakbola NTB kala itu, tidak ada training center (TC) secara baik.
Pemain sempat diinapkan di Wisma Nusantara, namun itupun kondisinya keluar masuk, akibat dukungan finansial yang sangat terbatas.
Karena itu, Imron menilai, apa yang dilakukan manajemen LFC sekarang, adalah hal yang sudah lama diimpikan publik sepakbola NTB.
Imron yakin, berkat LFC, nantinya, Lombok dan bahkan NTB akan lebih dikenal di daerah-daerah lain, bahkan di luar negeri, juga karena industri sepakbolanya. Bukan hanya sebagai destinasi wisata belaka.
Legenda sepakbola NTB lainnya, Petrus Lexy, mengemukakan, langkah LFC yang akan menggelar training center (TC) selama enam bulan ke depan, adalah sebuah langkah jitu. Dia menegaskan, itulah yang memang harus dilakukan sebuah klub sepakbola profesional.
Petrus menjelaskan, para legenda sepakbola NTB sebetulnya sudah mengikuti antusiasme kehadiran LFC. Melihat persiapan yang telah dilakukan, banyak legenda sepakbola NTB yang terheran-heran, mengapa LFC bisa kalah dengan klub-klub yang mereka tahu sebetulnya tanpa persiapan mumpuni untuk menghadapi Liga 3 ini.
Sehingga muncul berbagai spekulasi, hal tersebut ada kaitannya dengan keberadaan perangkat pertandingan dan faktor-faktor eksternal lainnya.
Hal yang disebutnya sebagai tradisi turun menurun yang kurang baik bagi tumbuh berkembangnya persepakbolaan NTB. Bahkan dia menyebutnya sebagai penghambat majunya sepakbola NTB.
“Rasanya memang benar, bahwa kita memang tidak siap untuk menjadikan sepakbola ini sebagai industri. Sehingga sepakbola NTB ini banyak dikelola secara amatiran,” kata Petrus.
Namun, Petrus percaya, kehadiran LFC telah memberikan harapan. Sepakbola dengan klub profesional bisa hadir dari NTB.
Sehingga, apa yang dihadapi para legenda sepakbola dahulu, tidak terjadi lagi di era sekarang.
“Dulu Pak. Kita kalah itu susah. Tapi menangpun malah kita menjadi lebih susah, karena untuk lanjut ke kompetisi berikutnya, tidak ada biaya dari klub,” katanya mengenang.
Sementara itu, Sahar, legenda sepakbola NTB lainnya juga menyampaikan hal yang hampir sama. Mantan atlet sepakbola NTB yang kini berkiprah di Asosiasi ini menjelaskan bagaimana LFC telah menjadi klub yang sangat menghargai dan menghormati para pemainnya.
LFC menjadi klub sepakbola NTB yang telah menggaji para pemainnya, memberikan makan gratis dengan gizi yang tinggi, bahkan kesehatannyapun sangat diperhatikan.
“Kami malang melintang di berbagai klub di NTB. Baru kali ini pemain sangat, sangat dihargai. Pemain diberi gaji dan diberikan fasilitas-fasilitas lainnya. Saya ikut terlibat di LFC U-17, saya lihat jerseynyapun Mills Apparel. Dan itu, dilakukan oleh LFC,” katanya.
Apa yang telah dilakukan oleh LFC, kata Sahar, adalah hal yang membuat seluruh khalayak bangga. Dia yakin sepenuhnya, LFC mampu berkiprah besar di ajang sepakbola nasional di fase berikutnya.
Lombok FC Kalahkan Perslotim
Sementara itu, hasil pertandingan kedelapan LFC pada hari Sabtu kemarin, melawan PS. Perslotim yang bertanding di tengah guyuran hujan, Lombok FC menang tipis atas Perslotim dengan skor 1-0.
“Manajemen LFC sangat berterima kasih kepada segenap pemain dan pelatih yang tetap semangat dalam menyelesaikan pertandingan sisa.
Mudah-mudahan mereka bisa konsisten mempertahankan performanya.
Tapi apapun hasil akhirnya nanti, kita sudah menyiapkan skenario-skenario berikutnya.
Yang pasti, perjuangan LFC tidak akan berhenti karena belum menjadi juara di tahun ini,” tutup Rannya pasti.
Me
Jadwal Shalat Mataram Sekitarnya, Minggu 18 Desember 2021
Memperhatikan jadwal shalat mendorong kia untuk mendirikan shalat tepat waktu, dan sebaik-baik shalat yakni yang diakukansecara berjamaaah
MATARAM.lombokjournal.com ~ Berikut jadwal waktu shalat Sabtu 18 Desember 2021 untuk wilayah Kota Mataram dan Kabupaaten Lombok Barat.
Subuh 04.27
Terbit 05.54
Zuhur 12.12
Asar 15.40
Magrib 18.31
Isya 19.49
Sumber:Kemenag Jakarta Pusat ·
Zikir Sesudah Salat
KH Imam Zarkasyi dalam buku Fikih Jilid 1 tentang Syahadat, Thaharah, dan Shalat menjabarkan beberapa doa dan dzikir yang dapat dibaca seusai sholat. Doanya sebagai berikut.
“Astaghfirullahal-adzim alladzi laa ilaha illa huwal-hayyul-qayyumu wa atubu ilaihi,”.
Yang artinya: “Saya memohon ampun kepada Allah Yang Mahamulia, Yang tiada Tuhan melainkan Dia, Yang Hidup lagi tegak pribadi, dan saya bertaubat kepada-Nya,”.
Dzikir dan doa itu dapat dibaca berulang sebanyak tiga kali.
Lalu dilanjutkan dengan membaca “Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalahu lahul-mulku wa lahu-lhamdu yuhyi wa yumitu wa huwa ala kulli syai-in qadir,”.
Yang artinya: “Tidak ada Tuhan melainkan Allah sendiri, tidak ada sekutu bagi-Nya segala kekuasaan, dan hanya bagi-Nya segala puji. Dia-lah yang menghidupkan dan yang mematikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu,”.
Kemudian, dilanjutkan dengan membaca:
“Subhanallahi” sebanyak 33 kali
“Alhamdulillah” sebanyak 33 kali
“Allahu Akbar” sebanyak 33 kali.
Lalu ditutup dengan membaca: “La haula wa laa quwwata illa billahil-aliyyil azhim,”.
Yang artinya: “Tidak ada daya dan tidak ada kekuatan, kecuali dari hadirat Allah Yang Mahaluhur dan Mahaagung,”.
Tablig Akbar HUT NTB, Gubernur Dampingi Ustad Somad
Tablig Akbar Ustad Abdul Somad (UAS) dan beberapa pendakwah ikut semarakkan perayaan Ulang Tahun NTB ke 63, Gubernur Zul mendampingi UAS di Islamic Center
MATARAM.lombokjournal.com ~ HUT ke 63 NTB semakin semarak dan berkah dengan kehadiran Ustad Abdul Somad (UAS) di bumi Seribu Masjid.
Dalam Tabligh Akbar ini, Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah juga turut mendampingi Ustad Abdul Somad di Masjid Hubbul Wathan Islamic Center, Jumat (17/12).
Penceramah kondang yang akrab disapa UAS tersebut membuat HUT NTB kali ini semakin Aman dan Berkah seperti misi ke 6 NTB Gemilang.
Tabligh Akbar diadakan pada dua tempat di Lombok, yaitu Islamic Center, Mataram dan Masjid Agung Praya Lombok Tengah
“Malam ini menemani Ust Abdul Somad di Islamic Centre Mataram. Banyak ilmu dan pelajaran dari beliau malam ini tentang bagaimana kita menghidupkan Mesjid,” ucap Bang Zul, sapaan akrab Gubernur NTB.
Seperti diketahui, Tabligh Akbar tersebut diselenggarakan oleh Muslim United yang akan berlangsung pada tanggal 17-18 Desember 2021.
Kehadiran UAS di NTB juga didampingi beberapa pendakwah lainnya, seperti Ustadz Salim A Fillah asal Yogyakarta. Dai muda Ustadz Handy Bonny dan Habib Jafar Al Jufri yang akan mengisi acara Tabligh Akbar
Adapun rangkaian acaranya Tabligh Akbar ini, seperti Pasar Raya Jumat Akbar, Seminar Management Masjid Muslim United, Tablig Akbar, dan Satnight Akbar.
Menariknya, Muslim United juga menyediakan tiket nol rupiah alias gratis. Selain itu juga ada tiket alternatif dengan menyertakan infaq.